HUT ke-40, PDAM Gelar Donor Darah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda, menggelar aksi donor darah, Senin (14/4). Aksi donor darah dilaksanakan jajaran Managemen PDAM Tirta Kencana bekerja sama dengan PMI Unit Donor Darah cabang Samarinda, bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) PDAM ke 40 tahun.
Sedikitnya 60 karyawan PDAM Tirta Kencana Samarinda terlibat aksi mendonorkan darahnya, termasuk diantaranya terlihat Direktur Utama Alimudin, Direksi H Yusriansyah dan Said Abdul Hamid.
Koordinator Pelaksana Chamdani, dalam keterangannya mengemukakan donor darah di lingkungan PDAM Tirta Kencana ini sebenarnya tidak saja dilaksanakan pada saat ulang tahun PDAM. Namun, setiap tiga bulan sekali.
"Donor darah ini sebagai bagian dari aksi sosial yang dilaksanakan oleh PDAM Tirta Kencana Samarinda. Mudahan ini dapat diikuti oleh instansi lain ntuk bisa membantu sesama," ujarnya.
Chamdani, mengatakan kebutuhan darah di wilayah Kota Samarinda selalu mengalami peningkatan. INi harus dilakukan penyadaran oleh warga masyarakat agar bisa menyumbangkan darahnya. "Selain sehat juga bermanfaat buat sesama," tegasnya.
Sementara, untuk upacara HUT ke 40 PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda, dilaksanakan Senin(14/4) di halaman kantor pusat Jalan Tirta Kencana no 1. Hadir dalam acara tersebut Dewan Pengawas, Direktur Bidang Umum, Direktur Bidang Teknik, Kabag, Kacab, Kasi di lingkungan PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda serta karyawan karyawati.
Pemimpin upacara yang juga Direktur Utama, Alimudin ST,dalam sambutannya berharap diusia yang ke 40 tahun ini PDAM semakin dewasa, utamanya dalam upaya meningkatkan layanan air bersih bagi pelanggan di seluruh wilayah Samarinda.
"Kita harus terus berupaya meningkatkan Kuantitas, kualitas dan kontinuitas (K3) untuk menjalankan, mengembangkan dan memajukan PDAM menjadi lebih baik serta dapat melayani masyarakat khususnya pelanggan secara maksimal," katanya.
Thema HUT PDAM ke 40 tahun 2014 ini tema yaitu " Mari kita tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat kota samarinda ".
Dia mengatakan, keluhan pelanggan terkait pelayananan baik secara Kualitas, Kuantitas dan kontinuitas,harus dapat diminimalisir. Semua harus berjalan dengan baik.
"Harapan kita distribusi lancar disemua wilayah, kualitas produksi juga sesuai dengan standar air bersih, dan peningkatan kapasitas produksi dapat maksimal," harapnya.
Seperti tahun sebelumnya tahun ini juga diberikan Penghargaan karyawan karyawati yang telah memasuki masa kerja 20 tahun sebanyak 5 orang, Pemberian penghargaan dan tali asih disampaikan secara simbolis oleh Alimudin, Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda.
“Managemen memberikan apresiasi kepada karyawan karyawati yang hingga kini sudah bekerja selama 20,  kami ucapkan selamat dan terima kasih atas pengabdian saudara serta teruslah berkarya dan berkerja untuk kemajuan PDAM, “ ungkap Alimudin.
Kepada Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda yang telah membantu dalam pengembangan dan pembangunan Infrastruktur terkait penyediaan Sarana dan Prasarana sistem Penyediaan air Bersih khususnya di Kota Samarinda, antara lain Jaringan Pipa Transmisi Air baku dan Pipa Distribusi dari Pemprov dan Pemkot Samarinda di Ringroad 1 dan 2, IPA Sei Kapih 200 l/dtk dari Pemkot samarinda dan masih dalam tahap pembangunan.
"Kita berharap IPA tersebut dapat di Operasikan di tahun 2015, Dengan bantuan tersebut khususnya untuk wilayah samarinda utara dan Sei Siring nantinya dapat teratasi meskipun belum secara keseluruhan. Juga Rencana Pembangunan IPA Kalhold di Kec Palaran dengan Kapasitas 1000 l/detik ditahun 2014 ini dapat segera di mulai pembangunannya," pungkasnya. tha

2018, Kaltim Jadi Sumber Ternak Nasional

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya mengatakan, program pembangunan subsektor peternakan melalui pengembangan dua juta ekor sapi hingga tahun 2018. Jika hal itu terwujud,  potensi peternakan Kaltim akan menjadi sumber ternak nasional.
“Kita sudah punya komitmen kuat untuk pembangunan subsektor peternakan khususnya pengembangan dua juta ekor sapi hingga 2018. Kondisi ini akan menjadikan Kaltim sebagai sumber ternak nasional,” jelas Dadang Sudarya beberapa hari lalu.
Dua juta ekor sapi itu nantinya akan dibagi ke berbagai kegiatan oleh masyarakat dan pihak swasta. Misalnya, pengembangan integrasi sapi sawit (pengusaha perkebunan sawit/Gapki) yang dikembangkan pengusaha perkebunan sawit minimal satu juta ekor.
"Melalui alokasi APBD provinsi sekitar 200 ribu ekor dan sekitar 250.000 ekor dari Bank BPD Kaltim serta 150 ribu ekor dari Bank BRI dan dana Corporate Social responsibility (CSR)  dari sejumlah perusahaan yang mencapai 250 ribu ekor,"ujarnya.
Disebutkan saat ini populasi ternak Kaltim masih rendah atau hanya mencapai ratusan ribu ekor. Namun, melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait,  termasuk pihak swasta dan kabupaten/kota, perkembangan ternak dapat dipacu lebih cepat.
Penambahan sapi mencapai lebih dari dua juta ekor sapi terpenuhi dan kondisi sapi dalam keadaan bunting (betina produktif) maka hingga akhir 2018 diperkirakan popukasi sapi di daerah ini mencapai 2,8 juta ekor sapi.
Sementara ini, penambahan sapi sebagai upaya memenuhi kebutuhan lokal dan keperluan konsumsi serta perbibitan. Padahal, untuk swasembada daging sapi maka diperlukan populasi sekitar 600 ribu ekor sapi.
“Apabila penambahan dua juta ekor sapi termasuk populasi awal dan perkembangan selama lima tahun (2013-2018) diperkirakan mencapai 2,8 juta ekor, maka Kaltim surplus bahkan menjadi sumber bibit ternak baru  sekala nasional,” ungkap Dadang.
Dijelaskan, kendala perkembangan dan lambatnya populasi ternak khususnya sapi di Kaltim karena tingginya permintaan atau konsumsi (supply) jika dibandingkan dengan ketersediaan ternak (demand).
“Komitmen yang dibangun Gubernur Awang Faroek untuk pembangunan dan pengembangan peternakan Kaltim terkait kegiatan penambahan ternak sapi sebanyak dua juta ekor akan memacu semangat seluruh pemangku kepentingan peternakan di daerah ini,” tandasnya.  mar

Sering Razia, Rambu di Jembatan Mahulu Kerap Hilang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Parkir liar truk dan kendaraan berat di sekitar jalan pendekat Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kecamatan Sungai Kunjang, bukannya tak diperhatikan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
Kepala Dishub Samarinda Abdullah mengatakan, selama ini usaha yang dilakukan untuk memberangus parkir liar di sekitar jalan pendekat Jembatan Mahulu sudah maksimal. Mulai memasang rambu larangan parkir hingga melakukan razia sudah dilakukan. Tapi nyatanya tetap saja masih ada truk dan kendaraan berat yang parkir di sana.
"Sudah ada rambu, terus sering dirazia masih tetap saja ada parkir liar. Kami datang, truk dan kendaraan berat yang biasa di sana menghilang. Jadi terkesan main kucing-kucingan," kata Abdullah.
Ditambahkannya, sejauh ini sudah ada sekitar 11 rambu larangan parkir yang dipasang di sekitar jalan pendekat Jembatan Mahulu.
"Rambu yang dipasang tak pernah berumur lama. Begitu dipasang tak lama dicopot. Kemudian ada juga yang ditabrak, setelah itu menghilang," ujarnya.
Abdullah mengajak warga dan pihak Trantib Kelurahan Loa Buah, untuk melakukan pengawasan di sana. Terutama pengawasan rambu yang dipasang. Sehingga saat ada penindakan dari Dishub maupun kepolisian, sopir truk dan kendaraan berat tak bisa lagi mengelak.
"Kami sudah beberapa kali mendapat laporan maupun keluhan warga, soal keberadaan parkir liar di sana. Kami tak tinggal diam. Sudah dipasang rambu dan dirazia, nyatanya di lapangan masih saja ada," pungkasnya. aon

Pemprov Optimis Penuhi Kebutuhan Pangan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemprov Kaltim terus fokus untuk pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, khususnya pertanian padi sejumlah kabupaten/kota  yang menjadi sentra produksi pertanian telah menjadi bagian dari Kaltara, sehingga Kaltim  optimis dapat memenuhi  kebutuhan pangannya.
"Saat ini produksi lokal pertanian Kaltim dengan 10 kabupaten/kota yang ada hanya mampu memenuhi kebutuhan beras sektiar 74 persen, dan sisanya mendatangkan dari luar baik dari Jawa dan Sulawesi maupun daerah Kaltara, Tapi dalam waktu lima tahun kedepan akan kita genjot terus sektor pertanian. Karena dalam RPJMD 2014-2018 khususnya rencana strategis pembangunan pertanian di Kaltim, target pada 2018 adalah mampu memenuhi kebutuhan beras Kaltim diatas 92 persen. Namun bukan tidak mungkin kita sudah bisa mencapai swasembada beras dalam periode 2014-2018, jika memang program percepatan peningkatan hasil produksi berjalan dengan baik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan H Ibrahim, Senin (14/4).
Menurut Ibrahim, potensi lahan pertanian di Kaltim saat ini belum tergarap optimal dan infrastruktur pertanian juga masih belum mampu memenuhi kebutuhan petani. Bersama dengan instansi terkait lainnya, Dinas Pertanian akan mencoba memenuhi kebutuhan petani, seperti irigasi teknis yang ditangani Balai Wilayah Sungai, jalan usaha tani (Dinas Pekerjaan Umum), mekanisasi peralatan, hingga pasca panen/produksi (Disperindagkop dan UMKM).
“Yang jelas dengan saling bersinergi, kerja keras dan kebersamaan hal itu bisa kita wujudkan. Fasilitas infrastruktur akan dibangun sebaik-baiknya, sehingga petani bisa mengerjakan semuanya dengan baik, mulai dari musim tanam hingga masa panen dan pasca panen dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ibrahim mengungkapkan ketergantungan petani terhadap musim hujan yang menyebabkan hanya dapat sekali panen dalam setahun sebenarnya dapat diubah jika irigasi teknis berjalan dengan baik. Jika hal itu bisa dilakukan, panen padi bisa dilakukan dua kali bahkan tiga kali dalam setahun. Belum lagi ditambah dengan mekanisasi peralatan pertanian, yang akan mempermudah kerja petani dan menghemat biaya serta waktu.
“Sebagai contoh di wilayah Penajam Paser Utara yang pertaniannya masih bergantung terhadap musim hujan, sehingga hanya bisa satu kali panen dalam setahun. Sedangkan produktifitasnya sudah sekitar 7 ton/hektare untuk sekali panen. Jika bisa ditingkatkan menjadi dua atau tiga kali panen, produksinya lebih besar lagi,” pungkasnya.
Ibrahim mengungkapkan untuk mengejar ketertinggalan produksi beras pasca terbentuknya Kaltara, Dinas Pertanian fokus pada upaya meningkatkan produktifitas panen. Misalkan selama ini dibeberapa daerah dalam setahun bisa sekali panen padi, akan ditingkatkan menjadi dua kali atau bahkan tiga panen.
"Untuk mewujudkannya, diperlukan sarana dan prasarana produksi yang baik melalui metode mekanisasi. Hal ini, lanjut dia, bisa diadopsi dari daerah produksi beras seperi di Sulawesi dan Jawa. Karena, dengan menggunakan metode mekanisasi dapat menghemat waktu dan biaya produksi,"tandasnya.
Sebagai contoh, penggunaan alat transplanter untuk menanam padi. Dimana satu unit mesin transplanter membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menanam bibit pada luasan satu hektare sawah atau mempunyai kemampuan setara dengan 20 tenaga kerja tanam. Dari sini kita bisa lihat mesin tanam transplanter mampu menurunkan biaya tanam dan sekaligus mempercepat waktu tanam.
Kaltim menuju pertanian modern berbasis mekanisasi, sebut dia, tidak hanya kebutuhan alsintan yang mesti dipenuhi dan ditingkatkan, melainkan juga sumber daya manusia (SDM) petani dan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sehingga jika petani tidak mengerti untuk menggunakan alsintan, maka petugas PPL bisa mengajarkan dan mempraktekkan di lapangan.
“Inilah salah satu upaya yang kita lakukan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian guna mencapai target swasembada pangan di Kaltim. Disamping juga meningkatkan luasan lahan pertanian potensial dan tentunya memenuhi kebutuhan bibit dan pupuk serta alat mesin pertanian para petani,” papar Ibrahim.  mar

Lima Parpol Minta TPS 89 Supida Coblos Ulang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak Lima orang Calon Legislatif (caleg) peserta pemilu daerah pemilihan kota Samarinda, Sabtu (12/4) mengajukan surat keberatan secara resmi kepada ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu dan meminta agar TPS 89 Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Supida) yang terletak di Jl Merdeka 3 untuk dilakukan pencoblosan ulang, karena TPS dibuka terlebih dahulu oleh Ketua KPPS dan Panwas tanpa di ketahui saksi para caleg sebelum pleno.
Kelima partai masing-masing, H Jahidin, S SH MM dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sabri dari Partai PPP, Suyanto dari Partai Nasdem, Hendra dari Partai Demokrat, dan M. Chairul Huda dari Partai Amanat Nasional (PAN).
"Kami telah sepakat membuat berita acara kesepakatan untuk dilakukan pencoblosan ulang terkat permasalan yang terjadi dengan TPS 89 Sungai Pinang Dalam," ujar H Jahidin.
Jahidin, mengatakan gugatan ini dilayangkan mengingat ada beberapa hal yang menurut aturan cacat hukum. Sehingga sangat layak untuk dilakukan pemilihan ulang.
"Kami kelima partai sepakat dan meminta ketua KPU agar TPS 89 pada RT 88 telah dibuka oleh KPPS yang diakui Ketua Panwas Kecamatan, yang diduga terjadi penyimpangan dengan surat suara sehingga kita minta coblos ulang," ujar Jahidin.
H Jaihidin yang mewakili caleg lainnya menambahkan, perbuatan ini merupakan sesuatu unsur kesengajaan dari pihak lain yang diduga untuk caleg tertentu yang secara tegas menyalahi undang-undang. Dia juga menunjukan 4 kotak TPS yang disegel bertuliskan Jangan disentuh dengan gembok ganda yang dipasang.
"Tidak ada hal yang aneh jika harus dilakukan pemilihan ulang. Karena ini demi keadilan dan demokrasi," katanya.
Ketua Panwas Kelurahan Sungai pinang dikonfirmasi, mengakui adanya permasalahan yang terjadi dengan TPS 89 RT 88 jl Merdeka 3, karena dibuka oleh oknum TPS 89, namun dipertanyakan saat dibuka ada panwas atau PPL kenapa tidak melarang.
"Apapun yang terjadi dengan TPS yang sudah digembok oleh siapapun kecuali sudah pleno dan dibuka dihadapan saksi," ujar dia.
Sumber yang diperoleh di Kelurahan Sungai Pinang bahwa, TPS 89 pada RT 88 Jl merdeka 3 yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari kantor Kelurahan TPS nya tiba paling terakhir sekitar jam 5 pagii dan diantar satu-satu tidak sekaligus yang dikawal, pada jam 10.00 pagi (11/4) kemarin dibuka oleh anggota pps.
Hal lainnya, sebanyak 738 warga Kecamatan Sungai Kunjang, juga harus mencoblos ulang pada Ahad, 13 April 2014. Mereka kembali memilih calon legislator di dua lokasi tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 01 dan 03.
"Pemungutan suara ulang hanya memilih calon untuk tingkat Kota Samarinda saja. Satu surat suara saja," kata Ketua Panwaslu Kota Samarinda Asmadi.
Pemungutan suara ulang dilakukan setelah diketahui adanya surat suara yang tertukar seusai pencoblosan 9 April lalu. Sesuai dengan daftar pemilih tetap, di TPS 01 terdapat 377 pemilih, sementara TPS 03 melayani 361 pemilih.
Tertukarnya surat suara diketahui setelah pencoblosan rampung. Surat suara dari daerah pemilihan Sungai Kunjang tertukar dengan daerah pemilihan Kecamatan Samarinda Ulu. tha

Gallery



Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2405 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...