Kapal Fery Penyeberangan Tenggelam

Diduga Akibat Kelebihan Muatan

TENGGARONG, Poskota Kaltim

Kapal fery penyeberangan mobil di kota Tenggarong  kembali tenggelam. Minggu (21/9) malam lalu, sekitar pukul 23.15 Wita, Kapal Feri mobil Davina yang biasa mengangkut mobil di penyeberangan depan pasar seni tenggelam saat menju Tenggarong Kota dari arah Tenggarong Seberang.

Tidak ada korban dalam tragedy tersebut, empat mobil yang diangkut fery tradisional naas tersebut berhasil diselamatkan.

Tenggelamnya kapal fery itu diduga akibat kelebihan muatan. Kondisi kapal yang terlalu kecil dengan beban berat empat mobil menjadikan tekanan beban semakin berat.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, bahkan empat mobil yang diangkut kapal fery bisa terselamatkan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar H Darmansyah, kepada Poskota Kaltim kemarin di Tenggarong.

Kondisi kapal ketika itu akan mengangkut empat mobil dari penyeberangan landap Tenggarong Seberang ke penyeberangan pasar seni. saat itu, Feri Davina milik  Daru (50) yang di kemudikan oleh Nahkoda bernama Pilo (40). Tiba-tiba sekitar 30 meter mendekati pelabuhan pasar seni kemasukan air.

Kepada wartawan Pila mengatakan kalau ketika kemasukan air dirinya berusaha untuk ngebut, untuk menyelamatkan ke empat mobil tersebut.

Setelah itu  keempat mobil tersebut berhasil naik, kemudian dirinya berusaha untuk mencari alkon, tapi kapal tidak bisa juga di selamatkan, sehingga kapal tersebut tenggelam sekitar satu jam.

Menurut pengakuan Pilo, dirinya sudah menayakan kepada ABK, Deden (35) untuk menayakan sopir mobil pik up salah satu mobil yang ikut dalam kapal fery tersebut, saat ditanya si sopir pickup mengaku bahwa muatan mobil pickupnya tidak berat hanya muatan pakan ayam 30 karung saja.

“Kalau mobil yang bermuatan banyak biasanya di taruh di belakang, ternyata saat naik posisi didepan. Pas kejadian gelombang kecil aja, karena muatan keberatan didepan, jadi air masuk kedalam feri, “pungkas Pilo. awi

Gaji dan Tunjangan Dewan Kukar Capai Rp23 Juta Per Bulan

TENGGARONG, Poskota Kaltim

Gaji dan tunjangan anggota DPRD Kutai Kartanegara periode 2014-2019, setiap bulannya mencapai Rp23 juta lebih, dana sebesar itu diluar dana kegiatan reses dan perjalanan dinas keluar kota melalui kegiatan kunjungan, studi banding atau bahkan konsultasi.

Seperti tradisi yang sudah berjalan, bahwa gaji dan tunjangan diberikan para wakil rakyat disetiap awal bulan. Dengan rincian untuk gaji sebesar  Rp4,3 juta untuk anggota dewan sedangkan untuk ketua dewan mencapai Rp5,8 juta, ditambah untuk tunjangan perumahan senilai Rp12 juta dan tunjangan komunikasi senilai Rp6,3 juta, sehingga rata rata anggota dewan Kukar menerima dana gaji dan tunjangan sebesar Rp23 juta perbulan.

Khusus untuk unsure pimpinan dewan, tidak diberikan tunjangan perumahan karena telah disiapkan rumah dinas, sehingga jika total unsure pimpinan dewan hanya menerima kisaran Rp10 sampai Rp12 juta saja.

Sekretaris DPRD Kukar H Awang Ilham melalui Kasubag Anggaran Sofyan mengatakan, ketentuan besaran gaji dan tunjangan para anggota dewan telah diataur dalam peraturan pemerintah No 16. Dimana sesuai ketentuan nilainya tidak boleh melebihi besaran gaji dan tunjangan dari anggota dewan tingkat provinsi.”Dan selama ini yang kita bayarkan adalah kisaran Rp23 juta perbulan untuk para anggotadewan, sementara untuk ketua dan wakil ketua, karena tidak ada tunjangan perumahan maka nilainya dibawah anggota dewan,” katanya.

Gaji dan tunjangan yang diterima tersebut diluar dari uang reses dan uang perjalanan dinas anggota dewan. Untuk uang reses dewan biasanya diterima setiap tiga bulan sekali, untuk kegiatan kembali menemui konstituannya atau masyarakat guna menyerap aspirasi, kisarannya pun senilai Rp 23 juta sampai Rp25 juta setiap kali reses. Sementara untuk kegiatan perjalanan dinas anggota dewan biasa dilakukan setiap satu minggu sekali, dengan agenda baik kunjungan, studi banding atau konsultasi. awi

Narkoba Dikendalikan Dari Tahanan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Walau telah 'dikerangkeng' di tahanan Lapas Kelas IIA, tapi bukan berarti bisnis haram mengedarkan narkoba berhenti. Terbukti, Ansu alias Babe (51) dan Marwan (44) yang ditahan di Lapas Kelas IIA JL Jenderal Sudirman karena tersandung kasus narkoba kembali diperiksa aparat kepolisian, karena diduga telah mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Samarinda.

Terkuaknya kasus itu, berawal ketika aparat kepolisian Samarinda membekuk pengedar narkoba Ismail (39) yang diringkus di Jl Rajawali Dalam 3 Kelurangan Sungai Pinang, Minggu (21/9) kemarin.

Menurut Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bambang Budiyanto bahwa tersangka Ismail hendak membeli barang haram tersebut dalam jumlah banyak. 

"Dia mau beli sabu-sabu sama Babe. Karena tidak ada barang, dia minta tolong sama si Marwan. Nah, barang haram itu pun diambilkan Marwan melalui seorang pengedar lain yang kini masih menjadi target operasi Tim Resanarkoba. Ini masih kita cari anak buah si Marwan," jelas Bambang. 

Menurut keterangan Ismail kepada polisi, dia baru saja mengambil barang haram tersebut dari anak buah Marwan yang di Jembatan Sungai Meriam. Tersangka Marwan rupanya menghubungi anak buahnya tersebut menggunakan handphone. 

Saat ini aparat kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan kasus pengedaran narkoba tersebut. Dan, aparat kepolisian masih memintai keterangan tersangka terkait komunikasi telpon seluler dengan Marwan yang kini berada dalam tahanan. opi

95 PNS Dispenda Terancam Pindah Tugas Bahkan Non Job

TENGGARONG,Poskota Kaltim

Sebanyak 95 dari 295 orang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Daerah (Dis-penda) Kabupaten Kutai Kar-tanegara bakal dipindahtugaskan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain. 

Bukan cuma pindah tugas, bahkan ada kemungkinan konse-kuensi terburuk adalah tidak punya jabatan alias non job.

Hal itu menyusul dilakukannya tes terhadap 295 pegawai di Dispenda untuk menyaring ke-butuhan pegawai di dinas ter-sebut, yang berdasarkan analisis jabatan hanya membutuhkan sebanyak 200 orang pegawai. Itu artinya, 95 orang pegawai di-pastikan tersingkir dari kantor Dispenda.

Mutasi Lanjutan Belum Ada Pembahasan di Baperjakat

Ilustrasi Mutasi Pejabat di Kukar

TENGGARONG, Poskota Kaltim

Khabar yang berhembus, setelah hari raya Idhul Adha 1435 H, akan ada mutasi lanjutan. Setelah mutasi sebelumnya, beberapa waktu lalu. Ternyata itu hanya pepesan kosong, soalnya Ridha Darmawan selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kukar menegaskan belum ada pembahasan dari Baperjakat soal mutasi lanjutan. 

“Saat ini belum ada pembahasan di Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Soal mutasi tersebut, “ tegas Ridha Darmawan. 

Bahkan, adanya isu bahwa akan ada mutasi yang menggeser posisi pejabat eselon II yang ada di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), dan mulai ramai dipergunjingkan belakangan ini. Ternyata tidak benar, dan itupun ditanggapi Kepala BKD Kukar. 

“Belum juga ada koordinasi dari Baperjakat,” ungkap Ridha Darwaman. 

Banyak yang bergulir belakangan ini, terutama tentang sejumlah pejabat yang non job yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan yang lowong selanjutnya. Tapi hal itu belum jelas kapan dilakukan proses mutasi tersebut. dp 

Gallery



Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Selasa 23 September 2014
Selasa 23 September 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2468 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...