Ekspor Batubara Lesu

Ekonomi Kaltim Dibawah 2 Persen

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lesunya pengiriman batu bara keluar negeri membuat pertumbuhan ekonomi Kaltim yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam  (SDA) tumbuh dibawah 2 persen.
Tercatat hingga triwulan kedua Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur terus melambat  bahkan mencapai 1,89 persen.
Pertumbuhan ini menurun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 2,1 persen. Penyebabnya adalah ekspor batubara yang lesu.
"Lokomotif ekonomi Kalimantan Timur ini sektor batubara, sekarang ekspor sedang lesu," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda, Ameriza Ma'ruf Moesa, Selasa, (19.8) kemarin.
Ameriza mengatakan lesunya bisnis batubara berimplikasi pada pengolahan. Kondisi ini menurut dia masih akan berlanjut hingga triwulan ketiga. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga nanti berkisar antara 1,6 persen sampai 2,1 persen.
"Itu capai pesimis dan capaian optimisnya, tapi bisa juga melebihi itu," kata dia.
Ameriza menyatakan pemerintah sudah saatnya menentukan langkah-langkah strategis untuk menggantikan sektor batubara yang terus melorot. Pilihannya di Kalimantan Timur adalah sektor perkebunan kelapa sawit.
Lebih jauh dia menyatakan sektor perkebunan memang masih belum mampu menggantikan dalam waktu dekat. Hanya saja dengan adanya program pemda setempat yang akan membuka 4 juta hektare kebun kelapa sawit, bisa menjadi andalan untuk terus didorong sehingga mampu mendongkrak perekonomian.
Dia menyebutkan lesunya bisnis batubara ini dipengaruhi ekspor ke Tiongkok yang menurun. Tiongkok kata dia sangat mempengaruhi bisnis batubara internasional.
Dengan kondisi ini Ameriza memperkirakan sektor batubara sulit kembali kemasa kejayaannya. DIa menyebutkan pada tahun 2011 saat ekspor batubara sedang marak, pertumbuhan ekonomi pada tahun itu mencapai 5 persen. "Dua tahun terakhir ini bisnis batubara terus menurun," kata dia. M4n

Ikan Pesut Maskot Porprov Kaltim 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ikan Pesut dijadikan sebagai maskot pada Pekan Olahraga Provinsi ke IV bulan Oktober 2014 mendatang di Samarinda. Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda, Muslimin,di Samarinda, Rabu, mengatakan ikan Pesut merupakan salah satu binatang langka yang pernah hidup di Sungai Mahakam.
Keberadaan ikan mirip dengan Lumba-luma tersebut saat ini sudah jarang dijumpai di perairan Sungai Mahakam, toh kalaupun mundul lanjut Muslimin sudah menjauh dari hilir sungai Mahakam yang sudah padat dengan keberadaan kehidupan manusia.
"Melalui koordinasi dengan Walikota Samarinda, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya akhirnya disepakati Pesut sebagai maskot untuk pesta Porprov ke IV mendatang," jelas Muslimin.
Dikatakan Muslimin, Dispora Samarinda  telah menyayembarakan desain logo dan maskot Porprov ikan Pesut tersebut terbuka kepada masyarakat.
"Sudah ada 60 logo dan maskot yang masuk ke meja panitia, dipilih sekitar 16 peserta masing-masing 8 maskot dan logo yang dianggap paling bagus. Selanjutnya penentuan pemenangnya kita diskusikan dengan Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang," papar Muslimin.
Melalui seleksi yang cukup ketat akhirnya Panitia Lomba Logo dan Maskot Porprov V Kaltim berhasil memilih juara logo dan maskot. Peserta dari Samarinda yakni Zhan Azmi Aradzan berhasil menjadi juara lomba desain maskot.
Sementara Mustang Salim berhasil menjadi juara untuk lomba desain logo. Diakuinya Dispora bersama tim juri cukup kesulitan menentukan juara dari masing-masing desain karena desain yang dikirim rata-rata cukup bagus dan menarik.
"Hampir semua bagus. Makanya kita cukup kesulitan juga menentukan juaranya. Tapi setelah melalui diskusi dan penilaian yang cukup ketat, dua desain masing-masing milik Zhan dan Mustang kita tentukan sebagai pemenangnya," papar Muslimin.
Namun demikian menurut Muslimin dari semua pengirim desain maskot dan logo tidak ada yang dua desainnya sekaligus menang. Sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memecah juaranya.
"Awalnya kita tentukan satu pengirim menang logo dan maskot. Tetapi ternyata semua pengirim tidak memenuhi syarat, sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memisahkannya saja," katanya.
Sementara untuk Juara II lomba logo masing-masing diberikan kepada Abdul Wahid dan Juara III diberikan kepada Rio Yudha. Selanjutnya untul maskot Juara II diberikan kepada Wahyuni dan untuk Juara III direbut oleh Situr Kuswantoro asal Banjarsari, Surakarta, Jateng.
"Minat peserta terhadap lomba logo dan maskot ini cukup tinggi. Peserta dari seluruh Indonesia, mulai Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali dan Kalimantan sendiri ada," ungkapnya.
Penilaian pemenang menurut Muslimin tak hanay dinilai dari desain saja. Tetapi makna dan arti logo maupun maskot juga dinilai. Sedangkan lomba ini dibuka untuk umum dengan total hadiah Rp15 juta lebih. at

DEN Melakukan Peninjauan GMB Vico

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Dewan Energi Nasional (DEN) mengunjungi wilayah kerja migas di Kalimantan Timur. Sebagai lembaga yang baru berdiri 5 tahun, DEN mensosialisasikan program-program yang dirumuskan terkait kebijakan energi sekala nasional, pada pihak-pihak pemerintah dan pelaku energi. Pada sosialisasi yang menghadirkan SKK Migas Kalsul, Vico, Total ndonesie, PLN,
Dalam kunjungan yang dilakukan dua hari (14-15/8), DEN yang difasilitasi SKK Migas Kalsul, bertemu Gubernur Kaltim untuk menyampaikan beberapa hasil kebijakan yang telah dirumuskan lembaga yang diketuai langsung oleh presiden Indonesia ini.
Diungkapkan anggota DEN Ir. Rinaldy Dalimi MSc. PhD, DEN baru terbentuk lima tahun. Tughas dari DEN adalah merancang dan merumuskan ketahanan energi nasional (KEN), menetapkan rencana umum energi nasional (RUEN), memetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis dan daurat energi serta mengawasi pelaksanaan KEN yang bersifat lintas sektoral.
“ Tujuan dari itu semua adalah terjaminnya ketahanan energi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan””ujar Rinaldy.
Ditambahkan Rinaldy, saat ini dukungan migas dan pertambangan pada APBN mencapai 33 persen, dengan komposisi Migas Rp. 257, 1T, Pertambangan umum Rp26,8 T dan pertambangan lainnya Rp. 1,1 T.
Dalam melihat permasalahan energi kedepan, DEN mengharapkan adanya paradigma baru bagi pemerintah dan masyarakat yakni sumber energi tidak dijadikan komuditas ekspor semata melainkan sebagai modal pembangunan. Begitu juga terhadap pengurangan subsisdi pada harga bukan pada penghilangan subsidi pada masyarakat kecil.
Dilain pihak, Gubernur Kaltim Awang Faroek menyampaikan, saat ini Kaltim ditetapkan pemerintah pusat sebagai lumbung energi nasional. Namun disatu sisi energi listrik di Kaltim hingga kini masih byar pet. Beberapa pembangunan di Kaltim saat ini sedang digalakkan, sehingga membutuhkan pasokan listrik yang memadai.
“Namun Kaltim tetap sulit sebagai daerah penghasil untuk mendapatkan pasokan gas untuk industri dan energi”ujar Awang.
Melalui DEN, Awang  meminta, Kaltim untuk didukung dalam mendapatkan pasokan energi gas  secara proporsional. Sehingga sebagai daerah yang telah memberi kontribusi pada nasional, daerah ini bisa sejajar dalam pembangunan dengan daerah lainnya.  
Pada saat kunjungan ke Lapangan Gas Metan Batubara (GMB) milik Vico di Kecamatan Mutiara, Kabupaten Kutai Kartanegara, beberapa anggota DEN menilai pilot projek GMB tersebut dapat terus ditingkatkan produksinya. Saat ini meski produksi gas masih di angka 0,5 MMS dengan menghasilkan 2 megawatt listrik,sekitar 2000 rumah sudah dapat dialiri listrik.
“Jika GMB ini dapat ditingkatkan produksinya, dan semuanya diperuntukan untuk Kaltim akan sangat memberi kontribusi maksimal untuk mendukung energi listrik didaerah ini” harap Dr. Ir Andang Bachtiar.
Namun diakui Andang, untuk mensukseskan pengembangan GMB, dibutuhkan dukungan pemerintah terkait regulasi. Persmasalahan klasik seperti tumpang tindih lahan, harus dapat segera di dicarikan solusinya. nang/mid

Percepatan pembangunan Kawasan Industri Kariangau

BALIKPAPAN, Poskota Kaltim
Kawasan Industri Kariangau (KIK) yang berlokasi di Balikpapan Kalimantan Timur merupakan kawasan ekonomi terpadu yang sengaja disiapkan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengantisipasi efek negatif yang mungkin timbul akibat perkembangan industri yang tidak terkontrol dengan melihat tren pertumbuhan perekonomian Balikpapan yang sangat potensial.
Kawasan industri yang dibangun sesuai dengan visinya untuk membantu terwujudnya Kota Balikpapan sebagai kota industry dengan pemahaman bahwa Kota Balikpapan di masa mendatang akan menekankan perkembangannya atas dasar industri sebagai salah satu basis ekonomi utamanya mempunyai prospek yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan master plan tahun 2013, kawasan industri yang mempunyai luas awal 3.565 ha perencanaan dan pengembangannya dilakukan secara komprehensif yaitu dengan pengaturan dan pemanfaatan lahan yang mempunyai fungsi kegiatan utama dan pendukung serta menjaga keseimbangan ekosistem yang mempertahankan kawasan preservasi dan konservasi. Dengan demikian  kawasan ini tidak hanya memusatkan kegiatan perindustrian, tetapi sekaligus mengembangkannya dengan kawasan wisata dan pelestarian lingkungan.
Saat ini di KIK telah beroperasi pelabuhan peti kemas Kariangau yang mempunyai kapasitas lebih kurang 250.000 TEUS dengan kapasitas bongkar muat pelabuhan 25 box container/crane/hr. Pembangunan infrastruktur di kawasan industri yang masuk dalam KAPET SASAMBA (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Samarinda - Sanga sanga – Balikpapan) juga terus dikembangkan. Pembangunan pembangkit listrik  berdaya 2 x 100 MW, pembangunan jalan yang terhubung langsung dengan poros Balikpapan-Samarinda, dan sejumlah infrastruktur lainnya akan melengkapi KIK.
“Kita ingin sekali KIK segera terwujud,” ujar Wali Kota Balikpapan saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Timur pada acara pembukaan rapat koordinasi Badan Pengelola KIK yang digelar belum lama ini di Hotel Zurich Balikpapan.
“Tidak banyak kawasan industri di Indonesia yang memiliki fasilitas seperti di Kariangau,” lanjut walikota.
KIK yang  dibangun sebagai salah satu sarana dalam usaha pengembangan sektor industri sebagai basis ekonomi utama Kota Balikapapan sekaligus sebagai kawasan pengembangan baru Kota Balikpapan diharapkan juga menjadi sarana penghasil pendapatan Kota Balikpapan dan sumber lapangan kerja bagi penduduk Kota Balikpapan.
Melalui rakor bertema Percepatan Pembentukan Perusahaan pengelolaan Kawasan Industri Kariangau Balikpapan diharapkan akan ada masukan-masukan dari peserta dan narasumber yang dapat memperkaya pengethuan SDm pengelola dan sekaligus mempercepat pembentukan Perusahaan Pengelola KIK. hms/mid

Joint Research Telkomsel & LAPI ITB

BALIKPAPAN, Poskota Kaltim
Bertempat di Kampus STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB (Insititut Teknologi Bandung), Telkomsel bersama LAPI (Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri) ITB menandatangani perjanjian kerjasama mengenai ‘ProgramPenerapan Smart City Platform’. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief dan Direktur LAPI ITByang diwakili oleh Dr. Ir. Sigit Darmawan selaku Direktur Pengembangan Usaha.
Smart City Platform yang dibangun akan membentuk suatu sistem terintegrasi yang dapat menciptakan interaksi yang cepat dan tepat sasaran antara Pemerintahan sebagai penentu kebijakan, masyarakat sebagai komunitas yang perlu mendapatkan pelayanan dan kualitas hidup yang baik, serta Telkomsel yang membangun konektivitas sebagai medium komunikasi dan informasi dalam sistem tersebut.
Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief mengatakan Smart City telah menjadi visi banyak kota di dunia untuk mewujudkan keteraturan dalam sistem interaksi di masyarakat sehingga dapat menciptakan  efisiensi waktu dan sumber daya. "Platform Smart Cityjuga dapat menjadi sumber informasi pemerintah akan apa yang terjadi di lingkungan dan masyarakat yang dilayaninya dengan cepat, sehingga pengambilan keputusan dapat diambil segera dan tepat berdasarkan informasi real time yang dikirimkan oleh sensor-sensor yang terhubung dalam satu kesatuan sistem tersebut.”ungkapnya.
Pengelolaan Smart City dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai permasalahan, seperti pada limbah, transportasi, kependudukan,kesehatan, pendidikan, pengairan, perumahan dan masalah perkotaan lainnya. Dengan pembangunan sistem dan sensor Smart City, masalah sosial bisa ditekan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien..
"Dengan adanya kerjasama Telkomsel dengan LAPI ITB diharapkan Smart City Platform dapat diimplementasikan melalui pengembangan bisnis digital, penerapan teknologi machine to machine dan supporting system untuk big data solution. Kami harap Smart City Platform ke depannya akan dapat diterapkan di berbagai kota di Indonesia," tutupnya. mid

Gallery



Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2454 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...