samarinda

Hari Ini, BKD Gelar Tes CPNS Pemprov Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengingatkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Kaltim wajib hadir 1,5 jam sebelum pelaksanaan tes dimulai yang akan dimulai pada Hari Jum'at (24 Oktober)
"Pelaksanaan tes CPNS di lingkungan Pemprov Kaltim dimulai sejak 24 Oktober 2014 hingga 12 hari ke depan. Jumlah peserta yang memenuhi syarat sebanyak 5.250 orang dari jumlah pelamar sebanyak 7.582 orang, sementara formasi tersedia untuk 179 orang. Terpenting dan wajib diketahui seluruh peserta yaitu hadir 1,5 jam sebelum dimulai, yakni sebelum pukul 08.00 wita sudah di Gedung Assessment Centre Jalan Kartini Samarinda. Karena, jika peserta hadir pada saat waktu tersebut, maka panitia tidak akan menerima dan peserta tersebut dinyatakan gugur atau dianggap mengundurkan diri. Jadi, diharapkan seluruh peserta dapat mengetahui jadwal yang telah disampaikan panitia,” kata Roby usai melaksanakan gladi kotor jelang tes Computer Assist Test (CAT) CPNS di lingkungan Pemprov Kaltim di Gedung Assessment Centre Jalan Kartini Samarinda, Rabu (22/10) lalu
Selain itu, yang juga harus diperhatikan seluruh peserta adalah tiga titik yang harus dilewati antara lain pertama peserta dari luar pagar mengarah ke tenda peserta yang berkapasitas 100 peserta. Kemudian kedua peserta diarahkan menuju lokasi simulasi atau video tata cara mengerjakan soal ujian dan ketiga ruang ujian.
Di titik pertama peserta dikondisikan dengan menunjukkan identitas tanda nomor peserta untuk diregistrasi, setelah itu baru mendapatkan tanda pengenal sebagai peserta oleh panitia. Setelah diregistrasi peserta akan diarahkan menuju tenda tunggu.
“Karena sesi pertama jumlahnya 90 peserta, maka ada 90 tempat duduk yang disiapkan panitia. Setelah di tenda tunggu, kemudian peserta diarahkan ke ruang simulasi pelaksanaan tes CAT. Sembari menunggu peserta sebelumnya keluar para peserta diminta tertib,” jelasnya.
Setelah mengikuti simulasi, seluruh peserta akan diberikan kunci loker untuk menyimpan barang berharga, terutama handpone dan laptop sebelum masuk ruang ujian. Karena, semua peserta ketika tes dimulai tidak diperkenankan membawa barang selain kelengkapan alat tulis. Handpone  atau jam tangan yang biasa digunakan untuk internet dilarang dibawa masuk.
Ketika masuk di ruang ujian, seluruh peserta akan melaksanakan ujian dengan waktu 90 menit. Peserta yang sudah menyelesaikan ujian diharapkan dapat mengembalikan kunci loker ke panitia, yang ditujukan untuk peserta lainnya.
“Menariknya, setelah keluar ruang ujian peserta wajib menyelupkan jari ke tinta yang telah disediakan, layaknya seperti pemilu yang menandakan peserta tersebut telah mengikuti ujian. Selanjutnya mereka akan dipandu menuju ruang keluar lokasi ujian, sehingga peserta yang sudah dan belum melaksanakan tidak mungkin bertemu,” jelasnya.
Peserta tidak diperkenankan untuk membawa kendaraan di titik pertama. Kendaraan peserta difokuskan di Gedung Kantor Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan PDT Kaltim dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana di Jalan Dewi Sartika Samarinda.
Panitia menyediakan tempat parkir di area tersebut. Dengan kapasitas 150 unit kendaraan roda dua dan 20 unit roda empat. “Kami menyarankan jika perlu peserta jangan membawa kendaraan. Tetapi, jika memang membawa kendaraan kami hanya memenuhi kapasitas yang telah ditentukan. Bahkan, selain tenda untuk peserta, panitia juga menyediakan tenda untuk tamu atau kerabat peserta serta awak media.
Di tenda tersebut setiap tamu dapat menyaksikan peserta yang sedang ujian, karena panitia menyediakan layar monitor untuk melihat kondisi pelaksanaan ujian di masing-masing ruangan yang telah disediakan sebanyak tiga unit.
Untuk diketahui peserta yang dinyatakan lulus tes CAT CPNS adalah mereka yang memenuhi nilai ambang batas, yakni wawasan kebangsaan 70, intelejensi 75 dan kepribadian 126 total 271. Jika peserta ingin mengetahui masuk peringkat berapa, maka bisa mengonfirmasi ke Kantor BKD Kaltim jalan MT Haryono Samarinda atau di website kaltimbkd.info.
Setiap peserta harus mengetahui nomor peserta yang dimiliki, sehingga mengetahui sesi ujian yang akan diikuti.  “Yang jelas waktu ujian seluruh peserta sudah mengetahui. Jadi kami tidak perlu memberikan informasi lebih lanjut,” jelasnya. mar

Masyarakat Diajak Doakan Kesembuhan Gubernur Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim  HM Mukmin Faisyal HP  meminta segenap masyarakat Kaltim bersama-sama memanjatkan doa untuk kesembuhan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak. Hal tersebut agar kesehatan Gubernur Kaltim  bisa secepatnya pulih, sehingga bisa kembali memimpin Kaltim melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
“Yang terpenting selain istirahat dengan baik adalah doa masyarakat Kaltim agar gubernur diberi kesembuhan. Mari kita doakan gubernur yang dalam perawatan agar cepat diberi kesembuhan,” pinta  Mukmin Faisyal HP ketika dikonfirmasi, di Samarinda, Kamis (23/10).
Mukmin mengaku sangat merindukan sosok kepemimpinan Gubernur Faroek yang cerdas dan tegas dalam mengambil keputusan. Karenanya, kesembuhan dari penyakit yang diderita diharap cepat membawa gubernur kembali mempin Kaltim yang lebih baik.
Terkait kondisi kesehatan gubernur, Mukmin menilai kondisinya semakin membaik. Hanya saja, kesehatannya belum sepenuhnya pulih, sehingga masih dibutuhkan istriahat dengan baik selama 1 bulan seperti disarankan tim dokter yang menangani kesehatan gubernur.
Pertimbangannya, istirahat yang cukup dan berkualitas dianggap dapat mempercepat pemulihan kesehatan gubernur. Sebab, kondisi kesehatan gubernur yang sempat menurun drastis diawali aktivitas “marathon”  atau secara terus dalam waktu yang panjang.
Untuk diingat, Gubernur Faroek sebelumnya dikabarkan mengalami stroke ringan karena kesehatannya menurun drastis sehingga harus mendapat mendapat perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda 3 Oktober 2014, dan kemudian dilanjutkan perawatan lanjutan di Ruang VVIP sejak 4 hingga 10 Oktober.
Di hari yang sama (10 Oktober) tepat pukul 11.00 wita gubernur diterbangkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta untuk menjalani diagnosa dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta Mapping. Setelah itu di bawa ke rumah gubernur yang ada di Jakarta untuk menjalani rawat jalan. mar

Penyebaran HIV/AIDS Mesti Diantisipasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
HIV/AIDS adalah virus yang menyerang dan merusak kekebalan tubuh yang berpotensi pada penderitanya menyebabkan kematian. Hingga saat ini data Kemenkes menunjukkan di Kalimantan Timur tercatat 2.437 kasus HIV, dan 332 kasus AIDS.
Ironisnya, jumlah penderita menyebar di seluruh Kaltim. Salah satu daerah yang dianggap rawan akan penderita penyakit ini adalah Berau.
Beberapa waktu lalu, Berau kewalahan mendata penderita HIV. Diakui kepala instansi kesehatan Berau drg Totoh Hermanto, banyak tempat hiburan malam maupun lokalisasi yang tak jelas  keberadaannya sehingga para penderita HIV terkadang tak terdeteksi. Meskipun tak semua pekerja di lokalisasi terjangkit, tapi tetap perlu dilakukan pendataan dan pemeriksaan.
Menanggapi hal ini Anggota DPRD Kaltim Gamalis berpendapat perlunya upaya penanggulangan yang intensif, dan pendeteksian guna melacak penyebabnya sebagai langkah pencegahan kedepan.
“Asal dari temuan pendataan itu yang harus direspons lebih lanjut. Semisal dari tempat hiburan malam. Harus diperiksa apakah ada yang menggunakan jarum suntik atau hal lain yang mengakibatkan keterjangkitan,” ungkapnya.
Ia berharap intansi terkait seperti BNK bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat pada proses pendataan dan pengawasannya.
"Berau dikenal sukses dengan penutupan lokalisasi di KM 5. Hanya saja meski area esek-esek itu sudah ditutup, kasus HIV/AIDS masih saja ditemukan di Berau," imbuhnya.
Ia berharap pengawasan lebih ketat diberikan pada lokasi yang juga berpotensi sebagai lokasi beroperasinya pekerja seks komersial seperti rumah karaoke di Berau yang berjumlah tak kurang dari 25.
“Mereka (pekerja seks komersial) menurut informasi banyak beroperasi di rumah karaoke. Kita belum tahu apakah itu eks dolly, atau malah mereka yang pernah beroperasi di KM 5,” sebutnya.
Menurutnya, deteksi mengenai potensi penyakit pada mereka harus dilakukan segera. Sehingga bisa menekan penyebarannya. Ia melanjutkan potensi tersebut bukan tidak mungkin ketika lajunya peningkatan pertumbuhan penduduk yang ada, disertai tingginya jumlah pendatang yang bermukim di wilayah tersebut. Hal ini didorong ketika banyaknya dibuka perusahaan tambang dan perkebunan. Sehingga menurutnya, sisi negatif penyakit sosial juga mengiringi, Berau yang tadinya aman, jadi termasuki budaya luar.
Gamalis melanjutkan, perlu mengantisipasi berbagai penyakit terkait yang mengancam, seperti narkoba yang dekat dengan HIV. Karena menurutnya, bahaya narkoba ini justru lebih kepada generasi penerus dan lebih menyebakan bahaya laten pada kerusakan jangka panjang. hms

Anggar Samarinda Target 5 Emas

Jelang Porprov Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tim anggar Samarinda menargetkan lima medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim)  ke-V pada 9-18 November 2014 mendatang di Samarinda.
Pelatih anggar Samarinda Achmah Suabi di Samarinda, mengatakan, tim anggar Samarinda akan mengandalkan nomer floret dan degen baik perorangan maupun beregu.
"Saat ini komposisi atlet kita di dua nomor senjata itu cukup lengkap, artinya kalaupun kami lepas target di nomor perorangan masih memungkinkan untuk meraih emas di nomor beregu," jelas Suaibi.
Dikatakan Suabi, potensi atlet anggar Samarinda saat ini masih menjadi barometer untuk Provinsi Kaltim. Hal tersebut dibuktikan dengan lolosnya tiga atlet yakni Cintya Puah, Dea Marcella dan Herlin Herviana mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dari enam atlet Kaltim yang dipanggil oleh PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI).
Menurut Suaibi selain atlet pelatnas tersebut, tim Samarinda juga masih mempunyai atlet andalan seperti atlet senior Dory Adrinalia dan Atika Zahrina.
"Komposisi atlet kita untuk floret dan degen cukup berlapis, kami yakin bisa memenuhi target lima emas di dua nomor tersebut," papar Suabi.
Untuk mencapai target lima medali emas, Pengurus Cabang Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengcab IKASI) Samarinda, menyiapkan 24 atlet.
"Kita siapkan full team. Meskipun ada beberapa atlet-atlet lainnya, ditarik ke masing-masing daerah," ucapnya.
Diakui Suabi kekuatan kab/kota lain juga tidak bisa sepelekan, apalagi mereka juga mempunyai atlet nasional seperti I ma Sapitri dan Ricky Hafidz.
Ima Sapitri merupakan atlet yang memiliki pengalaman di nasional dan internasional diajang Porprov 2014 membela Kabupaten Kukar. Sedangkan, Ricky Hafidz, peraih emas di Kejurnas 2014, membela tim Bontang. at

Disbudparkominfo Berganti Jadi Dispekkominfo

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemkot Samarinda melakukan perubahan nama SKPD Dinas Kebudayaan , Pariwisata,  Komunikasi dan Informatika menjadi Dinas Pariwisata,, Ekonomi Kreatif , Komunikasi dan Informatika  (Dispekkom) Kota Samarinda.
“Perubahan nama tersebut tentunya ada  konsukuensi berupa tugas dan fungsi (Tufoksi) yang diharapkan kearah lebih baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata,Ekonomi Kreatif Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, HM Faisal di Samarinda, Selasa (21/10) kemarin.
Ia mengatakan perubahan itu  semula bidang kebudayaan masuk SKPD yang dipimpinnya kemudian dialihkan menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan yakni menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
Sementara bidang baru berupa ekonomi kreatif menggantikan bidang kebudayaan adalah sebagai tambahan tugas baru yang masih ada hubungannya dengan budaya, yaitu bagaimana budaya itu dikembangkan sehingga menjadi ekonomi kreatif. Sedangkan bidang pariwisata dan kominfo   sudah  berjalan seperti biasa.
“Kedua bidang itu telah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada pemerintah Kota Samarinda,” katanya.
Faisal menjelaskan  dengan adanya perubahan tersebut maka ada beberapa catatan yang perlu disiapkan guna mendukung terlaksananya bidang baru tersebut. Perubahan itu tentunya juga diikuti dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dukungan anggaran.
“Jika tidak adanya dukungan SDM dan anggaran maka akan sulit membuat perubahan ke arah lebih baik. Kami akan berusaha  meningkatkan SDM yang berkualitas agar bidang ekonomi kreatif benar-benar terwujud seperti yang diharapkan,” katanya.
Faisal mengungkapkan bahwa SKPD yang dipimpinnya mendapatkan tambahan bidang ekonomi kreatif  tentunya  tugas yang dilimpahkan juga cukup banyak seperti melakukan pembinaan-pembinaan,  tetapi disini bukan melakukan pembinaan seperti Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Saat ini  kami belum bisa berbuat banyak dibidang ekonomi kreatif karena baru saja dilakukan perubahan dan perlunya  menyusun program serta dukungan SDM dan anggaran,” ujarnya. M4n

Mulai Hujan, Pemkot Diminta Tetap Siapkan Tangki Air

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Meski kemarin telah turun hujan lumayan deras, namun hal itu masih belum memulihkan kondisi kekurangan air bersih di wilayah Kota Samarinda.
"Hari ini (kemarin, Red) memang sudah mulai turun hujan. Namun tetap saja belum bisa dikatakan kondisi air bersih sudah normal," ujar Anggota DPRD Kota Samarinda, Misirah, Rabu (22/10) kemarin.
Menurutnya, bulan November diperkirakan hujan akan kerap terjadi. Tapi, lanjutnya, saat ini warga Samarinda masih banyak memerlukan distribusi air untuk keperluan rumah tangga.
"Mandi, cuci dan keperluan minum masih banyak yang kekurangan. Tangki air diperlukan untuk bisa mendistribusikan sampai ke warga," ujarnya.
Dia meminta, selama air bersih produk PDAM Tirta Kencana belum normal, maka pemerintah wajib menyediakan. "Menyiapkan mobil tangki tak harus dihentikan meski sudah memasuki musim penghujan. Namun, melihat kondisi warha. Apakah sudah bisa terpenuhi atau tidak," ungkapnya.
Sementara, Pemkot Samarinda sendiri telah menyiapkan 12 armada mobil tangki pengangkut air. Mobil yang telah disediakan ini rencananya akan bertugas mendistribusikan air kebeberapa lokasi di wilayah Kota Samarinda.
Hal ini dilakukan menyusul kemarau panjang yang terjadi hampir selama tiga bulan terakhir ini, yang menyebabkan air sungai Mahkam mengalami instrusi air laut. Pasalnya, air Sungai Mahakam sendiri merupakan sumber air baku PDAM.
Menurut Sekretaris Daerah Pemkot Samarinda Zulfakar Noor bahwa 12 armada mobil pengankut air akan melayani masyarakat yang air PDAM nya mengalami ganguan, dua kali dalam sehari.
"Ini kan armadanya terbatas, daerahnya inteknya berpengaruh nanti kita intrusikan agar lebih intens mendistribusikan air ke daerah tersebut, misalnya 12 armada yang kami target bisa melayani dua kali dalam sehari, mungkin bisa tiga atau empat dalam sehari dalam mendistribusikan air ke warga," jelasnya.
Jika dalam pendistribusian air yang dilakukan oleh PDAM mengalami kuwalahan tidak menutup kemungkinan, sejumlah armada milik SKPD lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga akan dikerahkan semuanya.
Selain hal itu pemkot juga membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi masuknya air laut ke Sungai Mahakam, selama 24 jam non stop, hal ini sangat perlu dilakukan menginggat air laut sendiri sangat berbahaya dan dapat merusak alat yang dimiliki PDAM.
"Ini namanya tim siaga, yang sudah kami bentuk, dan rencananya hari ini, kemarin kami akan pantau perkembangannya seperti apa, mudah-mudahan dengan turunnya hujan ini, ya meskipun turunnya secara beransur-ansur tapi paling tidak bisa membuat air asin atau laut hilang," tandasnya. tha

2018, Desa-Desa Tangguh Bencana Terbangun di Seluruh Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim H Wahyu Widhi Heranata mengatakan langkah yang dilakukan agar mengurangi resiko yaitu Pemprov Kaltim menargetkan 2018 seluruh desa di Kaltim dapat membangun Desa-Desa Tangguh Bencana. Masing-masing desa seluruh masyarakat dididik untuk tanggap bencana, sehingga siap kelembagaan dan siap SDM yang dimiliki. Termasuk terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana di masing-masing desa
"Saat ini yang dilakukan BPBD Kaltim dengan BPBD kabupaten/kota se Kaltim serta lembaga penanggulangan bencana adalah bagaimana mengurangi resiko bencana. Jadi sekarang bukan jamannya ketika terjadi bencana baru melakukan. Tetapi sekarang bagaimana kita mengurangi resiko bencana. Carannya, dengan melaksanakan apel siaga dan simulasi-simulasi penanggulangan bencana. Contohnya simulasi kebakaran permukiman warga, kecelakaan dan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Wahyu Widhi Heranata pada  apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana se Kaltim 2014 di Lapangan Sepakbola Karang Asam Jalan Selamat Riyadi Samarinda, Rabu (22/10) lalu.
Ditambahkan,  Pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten/kota se Kaltim terus berupaya melakukan penanggulangan bencana di daerah, baik tentang bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir hingga longsor.
Menurut dia, memang musim kemarau sudah berjalan selama dua bulan. Kemudian ada pula daerah yang mengalami dampak tersebut, mulai kekurangan air hingga kebakaran hutan, lahan serta permukiman.
“Karena itu, langkah-langkah tersebut sudah dimulai sebelum peristiwa ini terjadi. Termasuk melakukan pemadaman-pemadaman kebakaran hutan, lahan dan permukiman di daerah. Langkah yang dilakukan saat ini, yaitu apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana merupakan penguatan kepada Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota se Kaltim serta organisasi relawan bencana dalam berkoordinasi melakukan kesiapsiagaan,” katanya
Langkah tersebut penting dilakukan, untuk mengevaluasi bagaimana para relawan di Kaltim siap dan menerapkan penanggulangan bencana di daerah. Memang, Kaltim masuk daerah rawan bencana. Tetapi, Kaltim sudah siap untuk menghadapi semua itu. Karena saat ini Kaltim telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), begitu juga kabupaten/kota se Kaltim.
Hal ini merupakan respon yang tinggi dilakukan pemerintah daerah dari pemerintah pusat untuk membentuk lembaga tersendiri dalam menangani permasalahan bencana di daerah.
“Bahkan, selain pemerintah, masing-masing perusahaan juga diimbau memiliki lembaga penanggulanggan bencana, sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pemprov Kaltim merespon baik atas lembaga yang dibentuk tersebut, termasuk adanya berbagai LSM yang bergerak di bidang penanggulangan bencana di daerah,” pungkasnya. mar

MUI Ajak Sholat Taubat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, mengajak masyarakat untuk melaksanakan sholat taubat secara bersama, di lingkungan masjid komplek perumahan warga atau tempat lainnya.
Sholat taubat sendiri rencananya akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan tahun baru islam pada 25 Oktober 2014 mendatang.
Ketua MUI Kaltim  Hamri Has mengungkapkan, sholat taubat sendiri dimaksudkan agar masyarakat Kaltim kembali bersih dari perbuatan dosa-dosa kecil dan besar selama setahun lalu, dan kembali suci di tahun yang akan datang.
Untuk memperlancar kegiatan sholat taubat ini, MUI Kaltim bakal menyurati ke seluruh masjid di Kaltim. "Kita meminta ampunan kepada Allah SWT, semoga dosa-dosa kita dibersihkan, dan kedepannya kehidupan kita bisa lebih baik lagi," jelasnya kepada wartawan, kemarin.
Ia mengatakan, bencana yang menimpah suatu kaum, itu karena masyarakatnya kerap berbuat buruk sehingga diturunkannya bencana, supaya masyarakatnya segera bertaubat. Maka sebelum bencana tersebut menimpah suatau kaum maka hendaklah kaum tersebut bertaubat.
"Kita semua ini harus mempunyai rencana kedepannya, tentunya rencanan yang baik, sehingga perbuatan yang kurang bagus sebelumnya itu bisa kita evaluasi," katanya.
Dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Jusuf Kalla (JK), MUI Kaltim juga berharap banyak, agar bangsa dengan kepemimpinan yang baru ini dapat lebih maju dan bisa mengangkat derajat umat di Indonesia lebih baik lagi.
"Bukan berarti pemerintahan dulu itu tidak baik, tetapi mari kita berusaha agar dengan pemimpin yang baru ini bangsa Indonesia tambah maju," tandasnya.
Sementara terkait perayaan tahun baru, sesuai dengan kalender umum, pihaknya juga meyarankan agar juga menjadi sebuah catatan kedepannya.
"Jangan melakukan konvoi yang berlebihan sehingga mengakibatkan korban jiwa, misalnya dengan menaiki motor ngebut itu kan bisa membahayakan diri dan orang lain, dirayakannya harus dengan baik," harapnya. tha

Mahasiswa Tuntut Kapolda Tanggung Jawab

Buntut Bentrok Mahasiswa Versus Aparat Kepolisian

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Mahasiswa Kaltim yang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian belum lama ini menuntut Kapolda Kaltim untuk bertanggung jawab. Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat menuntut petinggi Polri yakni Kapolri untuk mencopot Kapolda Kaltim dari jabatannya.
Bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian di Kota Balikpapan dan Kota Samarinda tidak mencerminkan upaya pengengkangan terhadap Demokrasi.
"Rakyat saat ini sudah dikebiri, hak masyarakat untuk menentukan Kepala daerahnya sendiri telah dihilangkan. Begitu juga dengan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat juga dihilangkan. Terbukti mahasiswa yang melakukan aksi di paksa berhenti yang berujung bentrokan di depan kantor DPRD Kota Balikpapan dan DPRD Provinsi Kaltim belum lama ini," kata Koordinator Aksi, Ary di depan Kantor Gubernur Kaltim Senin (20/10) kemarin sore.
Jika pemerintah mengesahkan Undang-Undang Pilkada yang disahkan DPR RI beberapwa waktu lalu yakni Pilkada melalui DPRD membuktikan bahwa Indonesia telah mengalami kemunduran. Berlakunya UU PIlkada itu telah menghancurkan tatanan demokrasi di Indonesia dan ini merupakan bentuk tindakan memundurkan partisipasi rakyat.
“Hak rakyat untuk berpolitik akan semakin berkurang, karena rakyat tak akan lagi terlibat dalam politik. Kepentingan rakyat yang selama ini belum terwujud akan semakin sulit terealisasi, otomatis ketimpangan dalam kehidupan rakyat akan semakin parah dirasakan” jelas Ary.
Ary mengatakan bahwa jika rasionalitas yang dipakai untuk menolak Undang–Undang Pilkada yang disahkan tersebut telah membantah alasan pemerintah mengusulkan dan mengesahkan Undang-Undang tersebut. Jika pemerintah beralasan mewujudkan politik berbiaya murah maka pemerintah seharusnya membatasi anggaran yang dialirkan ke setiap partai politik.
“Alokasi dana APBN untuk parpol harus dibatasi jika ingin mewujudkan politik berbiaya murah. Alasan pemerintah sangat tidak rasional dan politisi akan ditingkat daerah untuk merealisasikan berbagai kepentingan politik untuk melanggengkan kekuasaan di tingat daerah akibatnya ruang partisipasi masyarakat dalam perpolitikan akan hilang," jelas Ary.
Seharusnya, kata dia, ada transparansi anggaran dan dilakukan diaudit keuangan. Konflik yang muncul pasca pemilihan yang dilaksanakan selama ini serta praktek politik uang yang marak terjadi merupakan tanggung jawab dari partai politik yang selama ini tidak pernah memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
Gerakan Rakyat menggugat terdiri dari KPO PRP, GMNI, Koma Progresif-SGMK, PMII Komisariat Unmul, HMI Komisariat Fekon, KP-FMK, SBK SGBN, Presedium Mahasiswa, Politik Rakyat, Perempuan Mahardika, Sebutan, FTIKOM. M4n

UMP Rp 2 Juta Tak Manusiawi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Syafruddin, mengungkapkan bahawa dewan akan berjuang untuk dapat meningkatkan kenaikan Upah Minumum Provinsi (UMP) Kaltim. Dia menilai UMP  tahun 2014 yang hanya mencapai Rp2 juta lebih, dinilainya tidak manusiawi.
"UMP yang hanya naik sebesar Rp139 ribu dari Rp1, 8 juta menjadi Rp2 juta itu, tidak sebanding dengan pengeluaran para pekerja, terutama mereka yang sudah berumah tangga dan menyekolahkan anaknya," kata Syafruddin, Senin (20/10) kemarin.
Politisi PKB ini menjelaskan, upah yang diterima oleh para pekerja yang hanya berkisaran 2 juta tersebut tidak bisa menopang harga kebutuhan pokok di Kaltim yang terbilang lebih mahal dari pada daerah lain. Selain itu, lanjutnya, jika wacana keniakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini nantinya bakal disetujui oleh pemerintah pusat maka, dengan UMP yang hanya dua juta tersebut dapat menambah deretan panjang penderitaan para pekerja.
"Jelas kenaikan harga BBM nanti akan menjadi efek besar bagi perekonomian di Kaltim," katanya.
Agar kebutuhan para pekerja tercukupi, kata dia, harusnya pemerintah berani mengambil sebuah kebijakan, dengan menaikan UMP diatas tiga juta, seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
"Tak mungkin mereka sejahtera. Dari mana dasarnya. UMP yang hanya Rp2 juta itu bisa dipergunakan untuk apa, terlebih lagi mereka yang sudah berumah tangga, menyewa rumah, menyekolahkan anak, bayar tagihan listrik air untuk kebutuhan makan sehari-hari ini ya tidak cukup," jelasnya.
Menurutnya idealnya UMP yang harusnya diterima oleh para pekerja, diatas Rp3 juta. Hal ini dinilai pas dengan kondisi barang kebutuhan di Kaltim yang terbilang mahal.
Terkait hal ini DPRD Kaltim berjanji akan memperjuangkan aspirasi mereka dan menyampaikannya serta mengusulkan ke pemerintah, supaya UMP dinaikan.
"Tetapi kami dari DPRD juga menunggu hasil aduan dari mereka, kalau mereka menuntut untuk dilakukan penambahan kami akan memperjuangkan hak mereka, karena ini menyangkut kesejahteraan para buruh," tandasnya.
Syafruddin mengaku, akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang menuntut agar UMP tersebut dinaikan. Namun terkait dengan usulan kenaikan UMP tersebut baru bisa disampikan ke Pemprov setelah alat kelengkapan dewan terbentuk dan pemilihan ketua difinitif. tha

Perahu Tambangan Bersaudara Adu Cepat

Kemeriahan Festival Mahakam 2014 1-2 November

Samarinda, Poskota Kaltim
Lomba di perairan sungai Mahakam memang ciri khas utama dari Festival Mahakam yang pada tahun ini diselenggarakan seluruh lombanya pada Minggu 2 November 2014 dari pagi hingga sore hari,
"Salah satu yang unik dan seru adalah Lomba Perahu Tambangan, kalau biasanya kita melihat sebagai sarana transportasi masyarakat dari Samarinda kota ke seberang, maka kali ini mereka akan lomba adu cepat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif HM Faisal.
Ini salah satu acara yang ditunggu-tunggu warga Samarinda, kepulan asap hitam dengan suara mesin yang khas akan mewarnai perairan sungai Mahakam.
"Saat tambangan ini berpacu dengan kecepatan penuh, asap hitam biasanya akan mengepul dari mesin, menandakan bagaimana mereka berpacu dengan maksimal untuk meraih kemenangan, lomba perahu tambangan ini dapat disaksikan sekitar pukul 10 pagi Minggu 2 November," ujar Faisal bersemangat.
Sementara itu M Sapri koordinator lomba perahu tambangan ini mengharapkan partisipasi aktif para pemilik perahu tambangan untuk dapat mengikuti lomba ini dalam rangkaian acara Festival Mahakam,
"Tentu saja kami mengharapkan peserta tahun ini dapat meningkat karena kita mendapatkan sumbangan piala untuk juara pertama dari Kadis Perhubungan Kota Samarinda, jadi untuk yang meraih juara pertama akan mendapat dua piala sekaligus dari Dishub dan Panpel Fesma," ujar Sapri.
Untuk informasi dan pendaftaran dapat langsung ke sekretariatan panitia di kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif jalan Dahlia no 69 Samarinda.
Tak mau juga ketinggalan dengan "saudara" nya perahu Tambangan, beberapa kelompok perahu dumping yang selalu mangkal di muara sungai karang mumus akan di "adu balap" untuk mencari para jawaranya,
"Memang untuk perahu dumping ini ada beberapa mesin yang mereka biasa gunakan, maka kami membaginya menjadi dua kategori untuk membedakan biar "fair" yakni kategori umum dan kategori super, dengan mesin modifikasi dari "mobil" ujar Masran Daduy Ketua Panitia Pelaksana.
Jelas aksi "kebut-kebutan" di sungai ini akan seru, karena kecepatan perahunya juga luar biasa, jadi jangan dilewatkan melihat aksi mereka yang cuma setahun sekali ini,
"Acara final akan digelar Minggu, dengan start dan finish di dermaga kantor Gubernur jalan Gajah Mada, sedangkan penyisihan Sabtu di perairan depan Islamic Center. Pastikan untuk melihat aksi ini yang hanya ada di festival Mahakam," pungkasnya. M4n

Ribuan Masker Dibagikan Gratis

Pembagian masker

Cegah Wabah ISPA Akibat Kabut Asap

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejumlah warga bersama pihak Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, Senin (20/10) kemarin sekitar pukul 09.00 Wita membagikan ribuan masker gratis. Ini dilakukan untuk mencegah mewabahnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Kegiatan dilaksanakan sejak pukul 09.00 Wita ini disimpang empat Jl Pattimura, Samarinda Seberang.
Lurah Rapak Dalam, Irawati selaku koordinator bagi-bagi masker gratis ini menjelaskan bahwa tindakan itu berkaitan dengan musim kemarau panjang yang melanda Kota Tepian saat ini.
Menurutnya, asap dan debu jalanan sangat mengancam kesehatan warga. “Pagi ini kami membagikan masker kepada para warga dan pengendara. Selain mengantisipasi, Ini juga menjadi upaya kami untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penyakit ISPA,” tuturnya
Hanya dalam hitungan menit, ribuan masker habis dibagikan. Tak hanya pengguna kendaraan roda dua yang melintas di kawasan itu menerima masker tersebut, tetapi pejalan kaki hingga warga yang tinggal di kawasan itu juga diberi alat penutup wajah tersebut.
Pengendara senang dengan adanya kegiatan ini. Buktinya hampir seluruh pengendara yang melintas tidak menolak, bahkan ada yang meminta saat aksi bagi-bagi masker ini dilaksanakan.
Agar tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas, aksi tersebut dikawal ketat anggota Unit Lantas Polsekta Samarinda Seberang. Selain ikut membagikan masker, petugas kepolisian yang hadir dalam kesempatan ini terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
Irawati menyebutkan, ribuan masker itu berasal dari salah seorang pengusaha di Rapak Dalam yang peduli akan pentingnya masalah kesehatan.  opi

KUAT Diharap Mampu Majukan Pertanian Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pusat Percontohan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT)  diharapkan mampu memotivasi dan meningkatkan semangat bersama dalam memajukan usaha pertanian tanaman pangan, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan menuju masyarakat sehat, kuat, dan sejahtera.
“Kaltim yang dianugerahi sumber daya alam berlimpah, namun di sisi lain tantangan pembangunan tidaklah kecil karena kita menghadapi permasalahan cukup besar. Di antaranya produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang rendah. Ini harus kita atasi bersama-sama,” kata Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisal pada  peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS)  ke-34 tingkat Provinsi Kaltim, yang dipusatkan di Desa Sungai Merdeka Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Jum'at (17/10) lalu 
Menurutnya, Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak telah menetapkan visi Kaltim Maju 2018 untuk mewujudkan Kaltim lebih sejahtera yang merata dan berkeadilan berbasis agroindustri dan energi ramah lingkungan.
“Kita tahu, mencapai kesuksesan pembangunan pertanian tentunya tidaklah mudah. Karena kita memerlukan berbagai terobosan dan kerja keras yang luar biasa dari semua pihak. Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltim terus memberikan dukungan untuk mencapai sukses tersebut,” jelasnya.
Pusat percontohan ini, sangat penting dan strategis terutama dalam upaya menciptakan sumber daya manusia pertanian yang andal dan berkualitas, kompeten serta terampil dibidangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kaltim Fuad Asaddin mengatakan peringatan HPS sebagai momentum meningkatkan pemahaman dan kepedulian para pengambil keputusan terhadap penyediaan pangan yang cukup dan bergizi bagi masyarakat.
Kali ini Dinas Perkebunan pun turut andil membantu dua kelompok Tani Kelapa yakni dengan menyerahkan bantuan berupa hand sprayer dan gerobak dorong masing-masing 70 unit, mesin pencacah pupuk organik dan mesin fermentasilisasi masing-masing tiga unit dan unit starter kompos 150 kilogram.
Karena itu, dukungan sarana dan prasarana pertanian di atas menjadi upaya Pemprov dan DPRD Kaltim mengatasi permasalahan dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.
Dalam peringatan HPS ke-34 tingkat provinsi tahun ini, Wagub meresmikan kawasan usaha agribisnis terpadu Lau Kawar dan Rumah Tani Nelayan Foundation juga melalui instansi teknis dan atas nama Pemprov Kaltim memberikan bantuan.
Yakni, BKPP memebrikan bantuan bibit tanaman sayuran, pupuk organic, polibag, fungisida, insektisida, ternak ayam, itik, mentok kepada 12 kelompok wanita tani (dasa wisma) serta sarana prasarana Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kepada 50 BPP/BP3K.
Sarana prasarana penyuluh berupa laptop, LCD dan kamera kepada 50 penyuluh, 11 unit kendaraan roda dua kepada THL-TBPP, penyerahan tujuh sertifikat Prima 3 (aman pestisida) untuk tujuh komoditas pangan segar (buah dan sayur).
Dua unit cultivator dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk P4S Lau Kawar dan Kelompok Tani Rahayu Solok Api Darat. Bantuan Dinas Peternakan berupa 354 ekor sapi dan dua unit pengolah biogas bagi 11 kelompok tani ternak.
Bantuan Dinas Perkebunan bagi dua kelompok tani kelapa dalam berupa hand sprayer dan gerobak dorong masing-masing 70 unit, mesin pencacah pembuat pupuk organik dan bak fermentasitasi masing-masing tiga unit serta starter kompos 150 kilogram.
Selain itu, 80 set alat tangkap gillnet dan satu unit alat bantu penangkap ikan (rumpon) bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim untuk Kelompok Tani Nelayan Harapan Baru. Juga Wagub berkesempatan melakukan panen Cabe Besar Hijau dan Jamur Tiram.
Tampak hadir Asisten Pembangunan HM Sa’bani dan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Kepala Dinas Pertaian Tanaman Pangan dan Hortikultura H Ibrahim, Kepala Dinas Perkebunan Hj Etnawati Usman dan Kepala Dinas Kehutanan Hairil Anwar.
Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Diddy Rusdiansyah dan Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pedalaman dan daerah Tertinggal Frederik Bid serta Ketua Rumah Tani Nelayan Foundation Andi Burhan Badurahman Abdullah. mar

Diskominfo akan Fasilitasi Perubahan MuO Menara Perbatasan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim  Abdullah Sani, mengatakan pihaknya akan  memfasilitasi perubahan Nota Kesepahaman (MoU) pemanfaatan menara telekomunikasi atau tower perbatasan yang pernah ditandatangani pemkab kawasan perbatasan negara di Kaltim dengan Telkomsel pada 2012 lalu.
"Perbaharuan MoU dimaksudkan untuk penyesuaian beberapa poin kesepakatan pada MoU sebelumnya berkaitan pembagian tanggung jawab kedua belah pihak (Pemkab – Telkomsel) tentang pemanfaatan menara telekomunikasi perbatasan. Sasaran kita bagaimana tower yang telah dibangun Pemprov Kaltim melalui Diskominfo segera kring, sehingga bermanfaat membuka keterisoliran akses telekomunikasi masyarakat kawasan perbatasan,” kata Abdullah Sani beberapa hari lalu.
Ditargetkan satu bulan ke depan diupayakan penandatanganan MoU yang sudah diperbaharui antara Bupati pengguna jasa dan Telkomsel selaku penyedia jasa layanan telekomunikasi sudah dilakukan. Dengan demikian diharapkan Telkomsel segara memasang base  transcerver station (BTS) atau pemancar sinyal telekomunikasi, sehingga masyarakat dapat berkomunikasi menggunakan telepon seluler.
Adapun beberapa kesepakatan yang dianggap perlu diperbaharui diantaranya berkaitan tanggung jawab pemkab menyediakan listrik, termasuk SDM yang bertugas menjaga menara telekomunikasi tersebut. Sedangkan tanggung jawab telkomsel seperti memasang BTS maupun peningkatan kapasitas SDM nya.
Khusus berkaitan ketersediaan listrik untuk menunjang operasional menara telekomunikasi perbatasan, Sani berharap Pemprov Kaltara yang akan menggelontorkan dana untuk membuat program desa terang benderang dapat menjadi solusi menyuplai kebutuhan listriknya.
Untuk diketahui, sejak 2012 Diskominfo menetapkan visi pembangunan optimalisasi sarana dan prasaran bidang kominfo yang diantaranya pembangunan sarana telekomunikasi. Adapun pembangunan sarana telekomunikasi yang telah dilakukan dua menara telekomunikasi perbatasan di Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Kutai Barat (sekarang menjadi wilayah Kabupaten Mahakam Ulu), dan di Desa Long Ampung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau pada 2013.
Selanjutnya tiga menara telekomunikasi perbatasan dengan pola swakelola bekerjasama  dengan Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, di Desa Agung Baru, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, serta di Desa Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu pada 2013.
Sedangkan pada 2014, Pemprov Kaltim hanya membangun satu menara telekomunikasi perbatasan dengan pola swakelola bekerjasama dengan Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat di Desa Long Lunuk Baru, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu. Termasuk dua menara telekomunikasi di daerah pedalaman dan terpencil di wilayah pedalaman Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser dan di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (untuk mendukung keberadaan KEK Maloy). mar

SKPD Diminta Fokus Jalankan Program di DPA

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi menegaskan agar seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat bekerja keras melaksanakan program yang telah disusun di Daftar Pengisian Anggaran (DPA) masing-masing.
Hal itu dimaksudkan agar meningkatkan serapan anggaran Pemprov Kaltim hingga 31 Desember 2014 mampu mencapai 96 persen. “Karena itu, diharapkan masing-masing SKPD betul-betul melihat kembali apa saja program dan kegiatan yang ada di DPA. Kepada Pengguna Anggaran (PA), kemudian Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), terlebih Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dapat melihat bagaimana progres program yang dilaksanakan, baik fisik maupun pengelolaan keuangan,” kata Rusmadi di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (17/10).
Menurut dia, jika program dan kegiatan tersebut terlaksana dengan baik, diharapkan per 31 Desember 2014 penyerapan anggaran Pemprov Kaltim mencapai 96 persen realisasi alokasi APBD.
Terpenting adalah jangan sampai ada proyek yang belum selesai tetapi dibayar. Hal ini tentu berkonsekuensi hukum dan itu tidak boleh terjadi di lingkungan Pemprov Kaltim. “Karena itu, saya berharap ini semua diperhatikan. Jika perencanaan tidak matang, meskinya jangan dianggarkan,” jelasnya.
Karena itu, Pemprov Kaltim, terutama Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) akan melakukan evaluasi kondisi tersebut, sehingga ketika 2015 tidak ada lagi SKPD yang memaksakan untuk mendapatkan anggaran besar, tetapi kinerja rendah.
“Jika memang ada program yang perencanaannya tidak bagus, sebaiknya tidak dianggarkan,” jelasnya.
 Selain itu, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang professional dan bekerja dengan baik adalah pegawai yang berkarakter. Karena tujuan dari kinerja yang dilakukan setiap pegawai adalah untuk kemajuan bangsa dan Negara lebih baik. Mengatakan jika pegawai yang tidak berpikir dan bekerja dengan baik serta tidak memberikan ide yang baik, tentu tidak akan memberikan kinerja yang baik.
“Karena tindakan merupakan buah dari pikiran yang kita sampaikan kepada pimpinan maupun rekan kerja, agar kinerja dapat berjalan baik. Tentu pekerjaan juga dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Demikian pula mengenai tindakan merupakan kebiasaan dan prilaku sehari-hari, sehingga dalam 10 prinsip tata pemerintahan yang baik menjadi dasar agar kinerja pegawai dapat lebih baik dan professional.
Melaksanakan tindakan tersebut, tentu akan menuai kebiasaan. Karena kebiasaan itu terbentuk dari sikap dan prilaku sehari-hari. Misal, jika pegawai bisa hadir dan pulang tepat waktu, mengikuti apel tepat waktu, bekerja efektif dan menjadi kebiasaan, tentu hal ini dapat menumbuhkan karakter.
“Seorang PNS yang professional dan bekerja dengan baik adalah pegawai yang berkarakter. Memang sulit untuk membangun karakter tersebut. Karena mempengaruhi nilai pribadi pegawai. Sebab tujuan dari kinerja yang dilakukan setiap pegawai adalah untuk membangun bangsa dan negeri ini lebih baik. Jika karakternya baik dan integritasnya tinggi, bahwa hanya semata-mata bekerja untuk mengabdi kepada bangsa, tentu tugas yang berat pasti terasa ringan,” paparnya. mar

24 Oktober, Tes CPNS Kaltim Dimulai

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaaan tes calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kaltim 2014 dijadwalkan dimulai pada 24 Oktober 2014. Tes Kompetensi Dasar (TKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) atau perangkat komputer tersebut rencananya dilaksanakan selama 12 hari.
“Kaltim siap tes CAT. Kita sediakan 100 unit fasilitas CAT di Gedung Asesment Center milik Pemprov dan sudah pernah beberapa kali digunakan pelaksanaanya berjalan baik. Semoga pelaksanaan mendatang juga demikian,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, M Yadi Robyan Noor dalam laporannya pada rapat koordinasi kepegawaian (rakorpeg) se Kaltim, di Balikpapan, baru-baru ini.
Tidak hanya Kaltim, kabupaten/kota se Kaltim juga dipastikan siap melaksanakan tes CPNS menggunakan sistem CAT. Hingga saat ini telah terpasang 3.565 komputer fasilitas CAT di seluruh wilayah Kaltim.
Bahkan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang tadinya akan menyelenggarakan tes menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) karena ketidak siapan perangkat, sudah memberanikan diri melaksanakan tes menggukan sistem CAT.
“Ini yang patut kita beri apresiasi. Komitmen tersebut menunjukan kesamaan langkah mendukung pelaksanaan tes yang transparan dan objektif di Kaltim sebagai bagian reformasi birokrasi,” katanya.
Prinsipnya Roby mengaku yakin pelaksanaan tes menggunakan sitem CAT mendatang berjalan lancar. Terlebih fasilitas CAT pemprov dimaksud sebelumnya pernah digunanakan untuk tes CPNS Institut Praja Dalam Negeri (IPDN) pada 28 September, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenhum dan HAM) pada 8 Oktober, serta dalam waktu dekat Lembaga Administrasi  Negara (LAN) juga akan menggunakan fasilitas tersebut.
Roby berharap tes mendatang tidak hanya sebatas sukses pelaksanaan, tapi juga sukses merekrut PNS berkualitas. Ini merupakan bagian upaya reformasi birokrasi (RB) mewujudkan kebijakan pemerintah melaksanakan tes menggunakan sistem CAT untuk memujudkan transparansi dan objektivitas.
Seperti diketahui, formasi umum CPNS se Kaltim 2014 secara keseluruh mencapai 1.602 orang dengan pendaftar 30.652 orang. Namun yang memenuhi syarat atau dapat megikuti tes hanya 19.710 orang. Khusus Kaltim kebagian 179 formasi dengan pendaftar 7.582 orang. mar

Disandera, 10 Menit Yon 600 Raider Bebaskan Gubernur Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan pasukan Batalyon 600 Raiders untuk membebaskan Gubernur Kaltim yang di Sandera sekelompok orang bersenjata di kantor Gubernur Kaltim sabtu pagi (18/10) lalu. 5 orang bersenjata tewas ditembak anggota Yon Raiders , sementara sisanya berhasil diamankan dengan kondisi terluka.
Sebelumnya 15 orang tidak dikenal dengan menggunakan bus masuk ke kantor Gubernur Kaltim sabtu pagi, setelah melumpuhkan petugas satpol PP yang berjaga di pintu masuk .
Selanjutnya belasan orang tidak dikenal yang bersenjatakan senjata AK, M16, dan pistol genggam masuk kedalam kantor berlantai 5 ini, sejumlah pegawai yang sabtu pagi masih berkerja mendapat perlakuan tidak semestinya, mereka diminta duduk dilantai dan dikumpulkan  didepan lift.
Para pelaku kemudian menyisiri seluruh ruangan di kantor gubernur Kaltim termasuk ruang gubernur Kaltim yang saat itu sedang berkerja, mendapatkan Gubernur Kaltim para pelaku kemudian membuka dialog dengan sejumlah pihak dan meminta tebusan Rp1 triliun untuk kebebasan Gubernur.
Mendapat informasi aksi tersebut, TNI melalui yonif 600 Raiders  langung menuju ke TKP dengan menurunkan pasukan khusus penanggulangan Teroris  (gultor)  di kawasan yang menjadi objek vital nasional (obvitnas) tersebut.
Setelah menyusun strategi pembebasan, TNI kemudian menurunkan 51 orang pasukan Gultor  dari yon 600 Raiders untuk melakukan penyerangan, dengan menggunakan mobil boks  lima belas personil yang memiliki kemampuan khusus “membunuh senyap” diturunkan lebih dulu untuk mengatasi teroris yang berada dilantai dasar.
Dua teroris yang berjaga di pintu utama berhasil dilumpuhkan oleh dua anggota Gultor yang menyamar sebagai supir dan kernetnya,  setelah berhasil melumpuhkan dua teroris yang berjaga di pintu utama, belasan anggota raiders 600 lainnya yang bersembunyi didalam mobil Boks langsung menyerang masuk kedalam kantor Gubernur Kaltim.
Baku tembak sempat terjadi dilantai dasar , dua orang pelaku teroris yang mengawal sandera berhasil ditembak mati,  melihat pintu masuk telah dikuasai dua Tank jenis Anoa yang mengangkut 20 personil langsung merengsek masuk kehalaman kantor gubernur Kaltim , pasukan pun langsung menyebar dan memburu para pelaku yang melakukan penyanderaan gubernur. Tidak hanya lewat darat, tim pasukan anti teror dari raiders 600 juga menerjunkan pasukan melalui sisi atas bangunan menggunakan helicopter.
Baku tembak kembali terjadi , namun kelompok bersenjata ini tidak mampu menahan gempuran cepat pasukan Gultor Yonif 600 Raiders, Gubernur pun berhasil diselamatkan , sementara sejumlah pelaku tewas ditempat sementara lainnya memilih menyerahkan diri.
Setelah berhasil menyelamatkan Gubernur, para pasukan langsung mengamankan lokasi. Namun sayang, sejumlah pelaku yang tersisa berhasil melarikan diri dengan menawan Sekprov Kaltim.
Kejar mengejar pun terjadi, para pelaku yang menggunakan Bus berusaha lari keluar dari Kota Samarinda , sejumlah warga terluka akibat kendaraan yang digunakan pelaku menabrak pengemudi lain saat berupaya melarikan diri.
TNI yang tidak ingin kecolongan langsung melakukan pengejaran dua unit kendaraan milik Yon 600 Raiders yang dilengkapi dua senjata pemburu terus menempel kendaraan pelaku  dibantu dua pasukan dengan keahlian khusus yang mengendarai motor Trail.
Kembali petugas berhasil melumpuhkan para pelaku setelah motor trail berhasil membuat laju bus melambat dan satu unit kendaraan pemburu berhasil mendahului bus.
Dalam satu formasi gerakan cepat kembali TNI membebaskan Sekprov Kaltim yang disandera pelaku. 19 orang teroris berhasil ditembak mati, sementara lainnya langsung diamankan pasukan batalyon 600 Raiders untuk menjalani pemeriksaan di Kodam VI Mulawarman.
Adegan tersebut adalah latihan pemantapan Raider satuan yonif 600 / Raider 2014,  ini program rutin tahunan  untuk meningkatkan kemampuan yonif 600/Raider.
Yonif 600/ Raider merupakan satuan khusus yang memiliki kemampuan lebih, satuan ini memilki kemahiran taktik dan teknik pertempuran kota, pertempuran jarak dekat,  operasi serangan penghancuran dan operasi serangan pembebasan tawanan.
“Melalui latihan ini, Raider semakin memelihara dan meningkatkan kualitas kemampuan teknis dan taktisnya,  baik itu perorangan maupun satuan, sehingga raider benar-benar mampu dan mahir dalam melaksanakan tugas operasi yang bersifat khusus seperti ini penangangan teroris, “Brigjen tni lodewyk Pusung Kasdam VI Mulawarman usai acara. M4n

Sektor Migas Ijin Bukan dari BPMD Tapi BPMN

BPMD hanya mendapat surat resmi pengelola dari BPMN

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Keberadaan pertambangan sektor migas yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang sebagian besar berada diwilayah pesisir dan blok mahakam, untuk perijinan bukan langsung ditangani oleh Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kukar, meskipun sekarang ini dikatakan era otonomi. Namun masih dikelola oleh Badan Penanaman Modal Nasional (BPMN). Hal itu sebagaimana pernah disampaikan Bambang Arwanto Kepala BPMD Kukar kepada Poskota Kaltim.
"Kami dari BPMD hanya mendapatkan surat resmi pengelola pertambangan migas yang ada di Kukar dari BPMN," ujar Bambang Arwanto.
Saat disinggung tentang masalah penentuan Kontrak Blok Mahakam, yang mana 2017 kontrak Total E&P Indonesie habis. Lantas ada informasi akan dikelola kembali oleh Total E&P Indonesie. Bambang Arwanto tidak mengetahuinya secara pasti. Karena ranah untuk menjawab hal itu, kembalinya kepada BPMN.
"Kalau soal itu kami tidak bisa menegaskan jawabannya, karena kewenangan berada di ranah BPMN," tandas Bambang Arwanto.
Padahal jika ditelusuri secara komprehensif sekarang ini lagi terdapat tarik ulur apakah blok mahakam akan dikelola oleh Pertamina ataupun PT Total E&P Indonesie. Namun kembalinya, terbentur aturan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara tidak bisa mengeluarkan kebijakan secara kedaerahan, karena semua kembalinya langsung ditangani oleh Pemerintah Pusat. dp

Oktober, Titik Hot Spot di Kaltim Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi  Kaltim, Wahyu Widhi Heranata menjelaskan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Data Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim (hasil pemantauan menggunakan Satelit NOAA-18) terdapat peningkatan titik hot spot. Sepanjang bulan  Oktober terjadi peningkatan titik hot spot atau titik panas diberbagai wilayah di Kaltim.
“Intensitas tinggi dari tanggal 12 Oktober 171 titik, kemudian  tanggal 13 Oktober turun menjadi 41, dan sekarang (15 Oktober) naik lagi menjadi 50 titik. Total sebaran titik hot spot diseluruh wilayah Kaltim dan Kaltara saat ini 743 titik hot spot,” kata Wahyu Widhi Heranata saat menjadi narasumber dialog interkatif kominfo beberapa hari lalu.
Wahyu Widhi menambahkan, dari data tersebut sebaran titik hot spot terbanyak sepanjang 1 – 14 Oktober dari Kabupaten Paser, yakni mencapai 267 titik. Kemudian disusul Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 168 titik hot spot, dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) 102 titik hot spot.  BPBD Kaltim sejauh ini tidak henti-hentinya mengupayakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sebagai contoh, Kabupaten Kukar sudah memiliki 10 UPT Badan Penanggulangan Bencana Kecamatan yang melibatkan jajaran Koramil dan masyarakat, serta tenaga teknis.
“Ini menjadi protect (perlindungan atau antisipasi,Red) untuk penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di Kaltim. Jika kondisinya tetap terjadi kebakaran hutan dan lahan, bisa jadi karena faktor cuaca yang terbilang panas beberapa waktu terakhir seiring kemarau panjang,” sebutnya.
Sementara itu,  Kasi Pengendalian Operasional UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan Kaltim, Aspianur menambahkan, UPTD PKHL bersama BPBD Kaltim dan kabupaten/kota baru-baru ini turun ke lapangan selama lima hari untuk memprediksi kejadiannya di tempat yang pas. Hasilnya terdapat 7 perusahaan yang rencananya dikunjungi untuk melakukan investigasi guna mendapatkan data konkrit penyebab kebakaran hutan dan lahan.
“Yang jelas kami sudah menurunkan anggota di lapangan untuk menangani masalah kebakaran lahan. Ini masalahnya agak sulit apalagi menangani tumbuhan gambut. PKHL bahkan selalu patroli keliling sejauh bisa dijangkau kendaraan,” tegasnya.
UPTD PKHL bahkan mengadakan pelatihan, penyuluhan, kampanye ke masyarakat terhadap bahaya hutan dan lahan. Termasuk meningkatan SDM internal UPTD PKHL sendiri.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kaltim,Suhartono mengatakan, meningkatnya titik hot spot yang menyebabkan kabut asap dipastikan menggangu kesehatan masyarakat. Sebab, jika berbicara asap dari sumber manapun pasti mengganggu kesehatan.
“Apalagi kebakaran hutan. Asapnya memiliki partikel yang membahayakan karena mengganggu pernapasan,” katanya.
Dari data yang didapat memang kejadian ganguan pernapasan akut (ISPA) di Kubar meningkat menjadi 1.000 kasus. Tidak dipungkiri hal itu merupakan dampak kebakaran lahan.
Menurutnya, Dinas Kesehatan punya ukuran konsentrasi asap yang membahayakan kesehatan, yakni jika indeksnya masih di bawah 100 masih aman, namun jika di atas 100 sudah membahayakan dan bisa menyebabkan ISPA, ASMA. “Apalagi di atas 300, tentu sangat berbahaya. Ini yang selalu kita pantau,”tandasnya.
Berkaitan itu, Dinas Kesehatan Kaltim diakui sudah memberikan surat edaran kepada kabupaten/kota agar melakukan langkah-langkah kewaspadaan terhadap kebakaran hutan. Antara lain melakukan promosi agar masyarakat menarapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, menggunakan kacamata, makan seimbang, mencuci tangan sebelum makan.
Sedangkan berkaitan penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan, AKBP Sudi S mengatakan, berdasarkan data Polda Kaltim sepanjang 2009 terdapat 4 kasus, kemudian 2011 2 kasus, dan 2014 8 kasus.
“Kalau yang terkini sudah ditangani di Bukit Soeharto ada 2 kasus dengan tersangka ayah dan anak. Mereka sengaja membakar hutan untuk membuka lahan perkebunannya. Prinsipnya jika masyarakat sadar, pasti akan berfikir panjang untuk membakar hutan,”pungkasnya. mar

Politeknik Harus Mampu Cetak Sarjana Unggul

Wisuda 932 orang Polnes XXVI

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP  mengharapkan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kedepan mampu mencetak sarjana unggul dan mampu mengabdikan diri untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara, serta meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kaltim, karena provinsi yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup besar ini, tidak akan dapat maju dan sejahtera apabila tidak mendapatkan dukungan SDM yang berkualitas.
”Untuk pembangunan, Kaltim memerlukan SDM yang unggul, yang dapat diandalkan dan mampu bersaing dalam lingkup lokal maupun global.Semuanya itu dapat dipersiapkan melalui pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini, tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi yang merupakan sarana pencetak para intelektual, para pemikir dan penggagas di berbagai disiplin keilmuan. Karena itu, Politeknik harus mampu mencetak sarjana yang unggul di masa-masa akan datang,” kata Mukmin Faisyal, ketika menghadiri Wisuda sebanyak 932 orang. Polnes XXVI dan Dies Natalis XXVII di Gedung Olahraga Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (18/10).
Dia berharap Politeknik Negeri semakin maju, berkembang, ternama dan lulusannya dapat diperhitungkan di tingkat Nasional maupun Internasional. Untuk itu, perguruan tinggi ini harus terus dibenahi, baik menyangkut para pengelola, SDM para pengajar maupun dalam hal ketersediaan prasarana, sarana dan fasilitas dalam rangka peningkatan kegiatan perkuliahan dan pengabdian pada masyarakat.
Hal ini ditegaskan Mukmin, karena Indonesia 2015 akan menghadapi dua tantangan global, yakni kemampuan memenuhi target pembangunan milennium (Millenium Development Goals atau MDG) dan ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015, yaitu berlakunya pasar bebas ASEAN.
”Karena itu, diharapkan Indonesia mampu memiliki daya saing setara dengan 10 Negara ASEAN. Khususnya, kita yang ada di Kaltim, harus memiliki rencana strategis untuk dapat meningkatkan daya saing internasional dengan fokus pada 2015,” jelasnya.
Selain itu, Polnes harus mempunyai karakteristik khusus yang tidak dimiliki politeknik lain di Indonesia. Karakteristik tersebut akan menjadi unggulan yang khas dan menjadi daya tarik bagi politeknik ini.
Jika Politeknik Negeri Samarinda mampu menjadi sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Politeknik ini diharapkan menjadi tempat menimba ilmu bagi masyarakat di Samarinda dan daerah sekitar, bahkan dari luar provinsi di Indonesia dan Luar Negeri.
“Dalam kaitan itu, Politeknik dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait baik di dalam maupun Luar Negeri. Termasuk dengan perusahaan yang bergerak dalam di bidang pengadaan dan operasionalisasi kendaraan dan alat-alat berat, perusahaan konstruksi, industri minyak dan gas serta agroindustri yang banyak berdiri di kota ini,” jelasnya.
Politeknik Negeri Samarinda juga harus mampu meningkatkan dan mengembangkan SDM. Caranya dengan proses belajar mengajar dan pengembangan Iptek serta peningkatan dan pengembangan keprofesionalan mutlak harus dilakukan. Sebab kalau tidak, politeknik ini akan tertinggal dengan perkembangan Iptek.
“Saya berharap perguruan tinggi ini harus terus berinovasi dan kreatif, sehingga mampu mencetak generasi muda yang unggul,” jelasnya.
Direktur Polnes Ibayasid mengatakan, Polnes tahun ini sebanyak 932 orang. Diharapkan lulusan PTN ini mampu mencetak SDM yang berkualitas dan berkontribusi tinggi terhadap kemajuan daerah.
Dia berharap lulusan Polnes tahun ini dapat mengabdi di daerah. Karena, diketahui Pemprov Kaltim tengah giat-giat membangun, baik infrastruktur hingga peningkatan kualitas SDM.
“Karena itu, kami berharap lulusan Politeknik Negeri Samarinda mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi di Kaltim. Meski begitu, kami bangga karena lulusan tahun ini sudah ada yang diterima di pasar kerja. Kami berharap, ke depan Politeknik Negeri Samarinda bisa mencetak lulusan yang siap bekerja dan mengabdi bagi bangsa dan negara, terutama di daerah,” paparnya. mar

Kabupaten/Kota Ikut Berkontribusi

*Mewujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak menetapkan program pembangunan dan pengembangan pertanian dalam arti luas di daerah dalam upaya mencapai swasembada pangan mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan Kaltim wajib didukung kabupaten dan kota. Oleh karena itu, kepala daerah baik Bupati maupun Walikota harus membuat kebijakan yang mengarah pada dukungan program prioritas pembangunan pertanian.
“Kita semua harus sadar terlebih para bupati dan walikota bahwa kebutuhan manusia akan pangan terus  meningkat. Sehingga kabupaten dan kota harus ikut berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan kegiatan pertanian di daerah,” kata Mukmin Faisyal pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-34 Tahun 2014 dirangkai peresmian kawasan usaha agribisnis terpadu (KUAT) dan Rumah Tani Nelayan Foundation di Desa Merdeka Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara.
Wagub berkeyakinan  dukungan penuh dan komitmen yang kuat  kabupaten dan kota untuk pembangunan dan pengembangan sektor pertanian maka Kaltim yang memiliki kawasan dan lahan potensial ini akan mampu dicapai.
Terlebih lagi telah ditetapkan 50 kecamatan potensial yang dipilih menjadi sentra pengembangan pertanian tanaman pangan. “Kecamatan-kecamatan itu tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kaltim termasuk Kaltara,” jelasnya.
Karenanya, komitmen kuat para kepala daerah untuk membuat kebijakan yang mengarah pada pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas baik pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, kelautan dan perikanan, perkebunan maupun kehutanan.
Potensi pertanian yang dimiliki masing-masing daerah, ujar Wagub harus terus dikembangkan selain juga perlu dilakukan langkah dan upaya perlindungan terhadap lahan-lahan potensial tersebut.
“Tidak sedikit lahan potensial untuk kegiatan pertanian beralih fungsi untuk kegiatan lain yang ternyata sangat merugikan petani terutama program pembangunan dan pengembangan pertanian khususnya upaya mencapai swasembada pangan di Kaltim,” ungkap Wagub.
Mukmin berharap para kepala daerah memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi untuk mengembangkan kegiatan pertanian melalui dukungan kebijakan dan peralatan serta peningkatan sumber daya manusia petani dan tetap melindungi lahan pertanian di daerah.
Sementara itu Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun mengungkapkan lembaga legislatif provinsi tetap komitmen mendukung program pemerintah dalam membangun dan mengembangkan sektor pertanian melalui program prioritas pembangunan daerah.
“Kami rasa berbagai produk hukum dalam bentuk peraturan daerah telah diterbitkan terkait  kegiatan pertanian di daerah, termasuk alokasi anggaran guna mendukung pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. Kita harus optimis,” ujar Syahrun.
Ditambahkannya, secara bertahap dukungan alokasi anggaran pembangunan dan pengembangan pertanian Kaltim yang masih rendah akan terus ditingkatkan, khususnya bagi sentra-sentra pertanian di 50 kecamatan se-Kaltim itu. mar

Perusahaan Perkebunan dan Tambang di Kaltim Bakar Lahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejumlah perusahaan perkebunan di Kaltim terdeteksi sebagai dalang pembakaran lahan di Kalimantan Timur. Akibatnya serangan kabut asap semakin pekat dan mulai menyerang Kota Samarinda. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum melakukan tindakan apa-apa terkait bencana asap di Kaltim.
Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur bahwa berdasarkan citra satelit noa sedikitnya ada 20 perusahaan perkebunan diwilayah Kaltim yang melakukan pembakaran lahan.
11 perusahaan berada di wilayah Kutai Kartanegara, yang mendominasi pembakaran lahan yang terjadi di Kaltim sementara 9 perusahaan perkebunan terbagi diwilayah Kutai Barat Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, dan Bontang.
Meski terdeteksi berada dikawasan milik perusahaan perkebunan, namun pemerintah hingga saat ini belum memberikan sangsi terhadap perusahaan yang sengaja membakar lahannya.
Padahal pembakaran lahan yang dilakukan para pengusaha yang membuka hutan telah membuat sejumlah kota di Kaltim diselimuti kabut asap.
Di Kota Samarinda meski belum terlalu parah, kabut asap di ibukota Kaltim ini cukup mengganggu pandangan masyarakat Ibukota Kaltim ini.
Kepala Badan Penanggulangan  Bencana Daerah Kaltim Wahyu Widi mengatakan bahwa BPBD Kaltim telah melakukan koordinasi dengan instansi yang membawahi perusahaan tersebut, mengenai sangsi BPBD menyerahkan kepada instansi tehnis.
“Sudah dilakukan koordinasi mengenai kasus ini, namun pembahasan lebih lanjut mengenai kabut asap baru akan dibicarakan beberapa hari kedepan, semua instansi akan duduk satu meja,” kata Widi.
Mengenai usulan hujan buatan, Widi mengaku bahwa permintaan baru disampaikan oleh pemkot Balikpapan,  namun hal itu bisa dilakukan karena masih ada beberapa tahapan dan kajian yang akan dilalui.
Diantaranya adalah pernyataan terjadinya darurat kekeringan yang dikeluarkan Walikota Balikpapan kemudian ada kajian dari BNKG tentang kondisi awan di kota Balikpapan untuk menjadi bahan kajian tim modifikasi cuaca dari BMPB, BPPT dan TNI AU  .
“Surat persetujuan dilakukan Hujan Buatan sudah disampaikan Walikota Balikpapan dan Gubernur Kaltim juga sudah meminta BPBD untuk melakukan Kajian , intinya jika semua sudah dipenuhi kemungkinan besar proses hujan buatan bisa dilakukan,” kata Widi.
Sementara itu berdasarkan pantauan citra satelit noa terpantau titik api yang ada di  wilayah kaltim  hingga 17 oktober 2014 ada  743 titik api.
Maraknya aksi pembakaran lahan gambut di wilayah hulu Kutai Kartanegara, membuat daerah tersebut diselimuti kabut asap yang membuat jarak pandang sangat terbatas. Para motoris perahu motor yang beroprasi di Sungai Mahakam, Sungai Kahal,  Danau Melintang dan Sungai Belayan dituntut ekstra hati-hati. Mereka harus mengurangi kecepatan perahunya untuk menghindari terjadinya tabrakan.
Seorang motoris perahu ketinting, Kopew kepada Poskota Kaltim mengatakan, kemarau yang terjadi saat ini membuat lahan gambut menjadi kering, bila terkena percikan api sedikit saja seperti puntung rokok dapat memicu terjadinya kebakaran besar,  menurutnya selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga mengakibatkan sejumlah warga terkena ispas (inspeksi salurah pernapasan),  yang ditandai dengan batuk-batuk/ yang paling banyak terkena ispa adalah anak-anak.
“Warga Kampung saya saat ini banyak yang mengungsi karena tidak tahan dengan gangguan saat bernafas, berbagai macam obat sudah dicoba namun karena asap yang cukup pekat membuat obat yang dimakan juga tidak berdampak apa-apa,” kata Kopew. M4n

Awas, Penyakit TB Ancam Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Masyarakat di wilayah Kota Samarinda, harus mewaspadai penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB) resisten. Terlebih kondisi kemarau saat ini menyebabkan  bagian organ vital paru-paru kerap terjadi.
Kepala Badan Pelaksana Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Pusat Hendri Atmo mengatakan, penyakit ini biasa menyerang semua kalangan. Utamanya, bagi masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan dan pola hidup sehat. "Data yang kami peroleh hingga  saat ini telah menjangkit sekitar 20 warga Samarinda," ujarnya, kemarin.
Menurutnya, jika tak cepat ditanganai maka penyebaran penyakit yang ditularkan melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.
Infeksi TB, lanjutnya,  umumnya bersifat asimtomatik dan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. "Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari persen orang yang terinfeksi bisa meninggal," katanya.
Dia mengatakan, jika penyakit TB Resisten ini telah menjangkit masyarakat, maka dengan mudah penyakit ini menyerang siapa saja. Sementara penanganan penyembuhan penyakit ini sendiri membutuhkan waktu selama hampir dua tahun.
Dan dari ratusan Rumah Sakit di Seluruh Indonesia hanya ada 13 rumah sakit saja yang mempunyai perawatan penyakit ini.
"Di Samarinda belum ada, makanya ketika ada yang terjangkit penyakit ini harus kami rujuk ke RS Persahabatan yang ada di Jakarta," katanya.
Sedangkan jika mereka dirujuk ke RS tersebut maka, biaya yang dibutuhkan untuk berobat kesana tentunya tidak sediki. Untuk itu agar kasus ini tidak menular ke masyarakat banyak maka, PPTBI, menggandeng sejumlah intansi terasuk mahasiswa.
"Penyakit ini memang sudah berjalan sejak lama, namun pencegahaan penyakit ini belum mencapai target yang maksimal seperti yang kami harapkan," katanya.
Dia katakan, penanganan kasus ini rencananya akan difokuskan di kelurahan Lempake, sebagai awal penanganan, tidak menutup kemungkinan program yang telah digagas dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda ini juga akan merembet ke beberara kelurahan yang ada di Samarinda.
Sementara itu Kadinkes Samarinda Nina Endang Rahayu mengatakan, terkait dengan hal ini pihaknya berharap agar program penangulangan penyakit tersebut bisa jalankan.
"Karena ini meupakan penyakit yang serius maka kami menghimbau agar masyarakat menjaga pola kesehatannya, karena penyakit ini sangat mudah menyebar," katanya. tha

Mahasiswa Unmul Blokir Jl M Yamin

Tuntut Pemukulan Rekannya Oleh Aparat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ratusan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan aksi demo di Jl M Yamin, Rabu (15/10) kemarin. Akibat pemblokiran jalan tersebut, sepanjang jalan yang menghubungkan wilayah Samarinda Kota dengan Sempaja terpaksa arus lalu lintas menggunakan jalur satu arah.
Dalam orasinya, salah satu koordinasi aksi Desi Nataflia Mebang, menuntut pertanggungjawaban pihak kepolisian  terhadap aksi pemukulan oleh oknum  kepolisian kepada  sejumlah mahasiswa, saat melakukan aksi demo  di halaman Gedung DPRD Kaltim, Selasa (14/10) lalu, menolak adanya UU Pilkada melalui DPRD.
"Kami minta ketegasan aparat kepolisian untuk menungusut tuntas pelaku pemukulan," katanya.
Selain itu, mereka  menuntut agar wakil rakyat yang duduk di DPRD Kaltim, memperjuangkan aspirasi masyarakat Kaltim yang tak menghendaki adanya pemilihan tidak langsung tersebut.
"Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami atas aksi pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat aksi kami di DPRD Kaltim lalu, yang mana polisi yang seharusnya bisa melindungi kami justru berbuat anarkis dan adu pukul dengan kawan-kawan kami dilapangan," kata  Desi Nataflia Mebang.
Mahasiswa  yang menamakan dirinya  Gerakan Rakyat Mengugat (Geram) Kaltim, tersebut membelokade ruas jalan dengan cara duduk di badan jalan dengan membakar ban bekas.
Sementara untuk mengurai kemacetan, polisi terpaksa melakukan, rekayasa lalulintas dengan menggunakan badan sisi jalan dilalui kendaraan dari dua arah.
Selain itu dalam orasinya mahasiswa juga menyebut jika pemerintahan SBY selama dua periode ini mengalami kegagalan. Hal ini dibuktikan dengan membiarkan sejumlah antek-antek politik, mengebiri demokrasi rakyat Indonesia. Dan seharusnya DPRD Kaltim sebagai wakil masyarakat Kaltim untuk memperjuangkan aspirasi untuk mencabut UU Pilkada, tak berdaya.
Mahasiswa juga meminta agar UU pilkada melalui DPRD yang disahkan pada 26 September lalu dicabut. Karena hal ini dinilai merampas hak demokrasi rakyat.
Demokrasi yang seharusnya dapat membuat rakyat bebas mengeluarkan aspirasinya, dalam memilih pemimpin justru dihapus dan demokrasi bangsa kembali pada masa era orde baru, alias mengalami kemunduran. "Jangan biarkan politik orde baru, kembali menguasai demokrasi rakyat," jelasnya. tha

Oknum TNI Aniaya Polisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dua anggota Polres Kutai Kertanegara dari Satuan Lalu Lintas menderita luka akibat diserang sekelompok oknum anggota TNI.
Penyerangan dilakukan saat dua anggota polisi bertugas di Pos Polisi Kilometer 38 Jalan Poros Balikpapan-Samarinda, Kutai Kertanegara (Kukar).
Diduga oknum TNI yang melakukan penyerangan itu berasal dari Detasemen Kaveleri Kilometer 28 Kodam Mulawarman. Penyerangan dilakukan Selasa malam (14/10) lalu.
Keduanya dianiaya sekelompok orang tak dikenal setelah memeriksa mobil tangki minyak dalam razia Cipta Kondisi di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan sekitar pukul 22.30 Wita.
Kepala Divisi Humas Polda Kalimantan Timur Komisaris Besar Fajar Setiawan membenarkan adanya pengeroyokan yang mengakibat Brigadir Polisi (Brigpol) Bari dan Brigpol Dani dirawat. "Kami masih melakukan identifikasi guna kepentingan penyelidikan atas kejadian ini," kata Fajar dihubungi dari Samarinda, Rabu, 15 Oktober 2014.
Menurut Fajar, kedua anggota Polres Kutai Kartanegara tersebut mengalami luka serius, lebam di wajah, dan bibir pecah. Kejadian itu berawal ketika polisi melakukan razia Cipta Kondisi. Razia dilakukan menjelang pelantikan presiden terpilih 20 Oktober mendatang.
Pada saat razia, anggota Polantas dan anggota polisi di pos polisi KM 38 memeriksa satu unit mobil tangki minyak berwarna biru putih. Rupanya sopir dan seorang teman di dalam mobil tangki tak suka mobil tersebut diperiksa.
Tak lama kemudian, mobil tangki tersebut dibolehkan melanjutkan perjalanan. Setelah razia polisi kembali berjaga di pos tersebut. Berselang setengah jam, tiba-tiba datang sekelompok orang tak dikenal.
"Mereka menggunakan sepeda motor dan langsung memukuli anggota hingga mengalami luka. Yang jelas lebih dari lima orang menggunakan pakaian sipil," kata Fajar.
Sementara itu Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Chb Totok Surahmat meminta semua pihak agar bisa menahan diri sebab masalah itu sudah ditangani.
"Karena ini hanya kesalahpahaman sehingga kami meminta semua pihak bisa menahan diri. Mewakili Kodam VI Mulawarman, saya menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Polda Kaltim atas kejadian ini. Saat ini, kami juga masih terus melakukan koordinasi dengan Polda Kaltim agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik," ujar Totok Surahmat, Rabu (15/10) kemarin.
Totok menegaskan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pengeroyokan terhadap dua personel polisi yakni Brigadir Deni dan Brigadir Bari itu dilakukan oleh sejumlah oknum anggota TNI dari Detasemen Kavaleri-1/Macan Tutul Cakti Kodam VI/Mulawarman.
Sebelum pengeroyokan, polisi memeriksa sebuah mobil tangki kosong yang berpenumpang dua orang dan mengaku sebagai anggota TNI. Diduga, karena tidak terima, kedua oknum TNI tersebut memanggil sejumlah rekan-rekannya kemudian melakukan pengeroyokan.
"Saat ini Pomdam telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota yang mengetahui kasus ini, 5 anggota diduga terlibat dalam kasus ini namun  penyelidikan masih belum selesai," kata Totok.
Satu anggota yang diduga dalam dalam kasus ini juga telah diamankan jajaran POMDAM VI Mulawarman. "Kita Tunggu hasil penyelidikan, jika memang ada kesalahan pada anggota kami maka kesatuan akan segera mengambil tindakan tergas," kata Totok. M4n

PB Porprov Pantau Perbakan Venus

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV di Samarinda memantau proses perbaikan sejumlah venus yang akan digunakan untuk pertandingan Porprov tersebut.
Ketua bidang pertandingan Porprov ke IV, Muslimin di Samarinda, Rabu, mengatakan, pemantauan pengerjaan venus tersebut sebagai antisipasi supaya prosesnya bisa cepat rampung, sehingga tidak menggangu jadwal pelaksanaan Porprov yang dimulai 5-18 November mendatang.
"Kita harapkan semua kendala venus bisa cepat selesai, karena ini waktunya sudah mepet, makanya perlu untuk terus di pantau terus," jelas Muslimin.
Dikatakan Muslimin venus cabang Dayung dan Ski Air yang berada di Waduk Benanga, Samarinda, telah dibersihkan dari tumbuhan enceng gondok, dan beberapa sampah kering disekitar waduk.
Sayangnya lanjut Muslimin, untuk proses pengerukan waduk seperti usulan beberapa pelatih karena terjadi pendangkalan di waduk tersebut, tidak memungkinkan untuk dikerjakan.
"Apa boleh buat, sarana yang ada saja kita maksimalkan, dan mudah-mudahan debit air di waduk tersebut bisa memenuhi standar saat digelarnya pertandingan," jelas Muslimin.
Sementara itu venus cabang squas yang berada di komplek Stadion Madya Samarinda?, dengan kondisi salah satu bagian pintu kaca pecah, dicarikan solusi akan segera dilakukan perbaikan.
"Kami sudah berbicara dengan Dispora Kaltim selaku penanggung jawan venus tersebut, untuk memperbaiki sarana-sarana yang masih dianggap kurang untuk venus squas," imbuh Muslimin.
Sedangkan untuk venus kolam renang yang berada di komplek Stadion Utama Kaltim, lagi dalam proses pembersihan.
"Beberapa lantai yang retak kita akan ganti, begitu pula areal lain yang perlu dibenahi, kami berharap semua bisa tuntas sebelum pertandingan,"tegas Muslimin. at

2015 Pemprov Komitmen Lanjutkan PNPM-MP

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim Moh Jauhar Efendi mengatakan, menyukseskan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) di daerah, 2015 Pemprov Kaltim berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut. Karena, program ini dinilai mampu mewujudkan target Pemprov Kaltim mensejahterakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan 2018 mencapai 5 persen dari jumlah penduduk di Kaltim.
Program ini memiliki peran penting dalam masyarakat, karena dapat mendukung untuk mewujudkan kebutuhan pokok masyarakat. Misal, infrastruktur jalan, aula serbaguna, pos layanan terpadu (Posyandu) hingga gedung pendidikan anak usai dini.
“Bapak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah berkomitmen hingga 2018 nanti daerah ini mampu mengurangi angka kemiskinan mencapai 5 persen. Target ini tidak mudah, karena berimplementasi pada kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, Pemprov Kaltim berharap pemerintah kabupaten se Kaltim berkomitmen sukseskan program PNPM-MP di daerah masing-masing,” kata Moh Jauhar Efendi usai menjadi narasumber Rapat Koordinasi Bulanan PNPM-MP se Kaltim, Rabu (15/10).
Komitmen tersebut telah disepakati seluruh pemerintah kabupaten se Kaltim dan Pemprov Kaltim untuk melanjutkan. Bahkan, Gubernur Kaltim secara politis menegaskan bahwa Pemprov Kaltim siap melanjutkan jika pemerintah tidak bersedia lanjutkan program tersebut.
Karena, program ini berkaitan dengan inventarisir asset yang telah dibangun pemerintah desa, sehingga wajib dilanjutkan walaupun dengan sebutan yang lain. “Untuk itu, sebagai instansi yang menangani hal ini, maka harus menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, terutama terkait alokasi anggaran tersebut. Bahkan, BPM-PD Provinsi Kaltim dan Kabupaten/Kota telah melakukan kesepakatan untuk melanjutkan program tersebut,” jelasnya.
Pemprov Kaltim secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten PPU yang siap mengalokasikan anggaran PNPM-MP 2015 dengan alokasi mencapai Rp12 miliar.
Tetapi, jika memang dilanjutkan, tentu Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten se Kaltim terus melakukan pendampingan alokasi anggaran tersebut.
“Dari program tersebut saat ini menunjukkan hasil yang baik terhadap tingkat angka kemiskinan di Kaltim kini mencapai 6,06 persen dari rata-rata nasional. Karena itu, semua pihak harus bekerja sungguh-sungguh untuk menyukseskan program ini,” jelasnya. mar

Cabut Izin Perusahaan Nakal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kembali anggota DPRD Kaltim menegaskan perusahaan yang mengabaikan kelestarian keseimbangan lingkungan dan tidak melakukan kewajibannya dalam upaya menjaga keharmonisan dengan para penduduk disekitar lahan operasionalnya bisa dicabut izin operasinya.
“Peraturan ini harus lebih ditegaskan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kami selaku angoota dewan akan terus memantau kegiatan semua perusahaan itu,” kata Anggota DPRD Kaltim Jahidin,
Aturan tegas ini dilatari banyaknya perusahaan baik tambang maupun perkayuan yang mengabaikan aspek lingkungan. Padahal, dalam pembuatan surat izin sudah menyetujui untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Jika dalam penerapannya ternyata tidak sesuai, maka sanksi tegas harus diberikan. “Sanksi pencabutan izin memang yang paling sesuai untuk mereka yang terbukti melanggar. Karena saya yakin, ancaman pencabutan izin efektif memberikan efek jera,” kata Jahidin.
Ditambahkannya,  perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya, sebaiknya izinnya dicabut atau diputus, terutama pada perusahaan yang mengabaikan permasalahan teknis seperti masa berlakunya sudah habis atau permasalahan hukum lainnya.
"Jika perusahaan mengalami masalah hukum, maka berhak diberi waktu hingga enam bulan lamanya untuk diselesaikan. Namun jika tak juga mengindahkan peraturan ini, wajar jika sanksi tegas akan diturunkan," imbuh Jahidin.
DPRD sendiri akan terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan perusahaan selama beroperasi. Jika memang nanti ditemukan perusahaan yang masa berlakunya sudah habis namun belum diperpanjang, mengalami masalah hukum, atau bersinggungan dengan masyarakat sekitar, maka perusahan yang melanggar aturan itu izin operasinya berhak dicabut.  "Karena itu saya menghimbau kepada seluruh pemilik perusahaan untuk mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai karena ingin mengeruk keuntungan semata, maka lalai dalam menjalankan aturan,” tegas Jahidin.
Di sisi lain, pengawasan dari pemerintah bersifat mutlak. Bebasnya perusahaan berlaku nakal salah satunya juga karena minim pengawasan. Bahkan karena kelonggaran inilah perusahaan pertambangan banyak yang tidak mematuhi aturan pasca eksplorasi. Akibatnya terbukti fatal. Lobang bekas galian tambang kerap memakan korban jiwa. Pemerintah memang telah menyikapinya. Hanya  saja, kesigapan itu terjadi setelah ada kasus yang sampai merenggut nyawa. Jahidin berharap untuk urusan ini instansi terkait bisa lebih ketat melakukan pengawasan tanpa harus menunggu jatuh korban.
Dalam aturan daerah, perusahaan yang lalai menjaga kelestarian alam atau tak melakukan reklamasi pasca proses produksi, dihukum dengan denda administrasi atau kurungan selama-lamanya 6 bulan. Termasuk  membayar denda sebesar-besarnya Rp. 50 juta. Namun, hukuman ini dinilai terlalu lemah, bahkan satu perusahaan saja bisa melakukan kesalahan hingga berulang-ulang.
“Peraturan yang terlalu lemah ini yang membuat mereka enggan memperbaiki kesalahan. Mereka kan mengambil triliunan rupiah dari produksi mengeruk sumber daya alam, dengan hukuman yang terlalu ringan, mereka akan dengan mudah membayar denda yang diberikan. Lalu kembali mengulangi kesalahan yang sama,” kata Jahidin. hms

Syahrun : Mari Dukung Pemerintahan Jokowi?JK

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua Sementara DPRD Kaltim HM Syahrun HS mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan pemimpin baru Indonesia, Jokowi – Jusuf Kalla, agar dapat melanjutkan pembangunan nasional menuju Indonesia jaya. 
“Sesuai pesan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tadi, mari kita masyarakat Kaltim mendukung penuh pemerintahan Jokowi – JK. Tantangan bangsa ini ke depan amat berat. Tapi kalau kita semua kompak, bersatu, rukun dan terus menjaga toleransi, apa pun kendalanya, pasti dapat kita atasi bersama,” kata HM Syahrun HS ketika ditemui di sela-sela acara Silaturahim Nasional Menuju Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/10).
Acara silaturahmi yang merupakan refleksi akhir masa jabatan itu dihadiri langsung Presiden SBY dan Ny Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Ny Herawati Boediono, para pejabat tinggi pusat dan daerah, termasuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Wagub Kaltim Mukmin Faisyal HP, sejumlah bupati/walikota se-Kaltim dan Kaltara serta ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Kaltim dan Kaltara.
Pada kesempatan tersebut SBY berpesan agar segenap komponen bangsa Indonesia mampu menyatukan hati, semangat, dan  tekad  guna melanjutkan pembangunan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Kepala negara mengatakan, pada hakikatnya pembangunan adalah sebuah proses jangka panjang, bukan sebuah peristiwa yang berlangsung satu atau dua tahun. Karena itu, seluruh semangat dan energi harus dikerahkan agar proses dapat terus berlanjut, bagi kejayaan Indonesia di masa depan.
Selain itu, Presiden SBY juga menekankan pentingnya kesinambungan dan perubahan dalam proses tersebut. Capaian yang baik terus ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang dilakukan berbagai perubahan agar berhasil.
“Harus kita akui adanya berbagai keberhasilan, tapi jujur juga masih ada pekerjaan rumah yang butuh dituntaskan. Ke depan, sinergi, koordinasi dan singkronisasi di antara seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat harus terus ditingkatkan. Tapi jangan lupa, persatuan, kerukunan dan tolerasi harus terus kita rawat sebagai modal dasar kita dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” kata Presiden SBY.
Pada kesempatan itu, Susilo Bambang Yudhoyono juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung pemimpin baru Indonesia beserta perangkat pemerintahannya. Dia juga meminta maaf apabila apa yang dikerjakannya sepuluh tahun terakhir belum memenuhi harapan masyarakat dan bila ada perilaku maupun tutur katanya yang salah. Tak lupa  dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat pemerintah dan rakyat Indonesia yang telah mendukung pemerintahannya selama dua periode.
Menanggapi apa yang disampaikan Presiden SBY, menurut Syahrun, selama sepuluh tahun memerintah Indonesia, banyak keberhasilan yang telah dicapai, termasuk sumbangan yang diberikan pemerintah pusat bagi kemajuan Kalimantan Timur.
“Kita semua tentu berharap pemerintahan Jokowi – JK memberi perhatian yang lebih besar lagi bagi kemajuan Kaltim dan kesejahteraan masyarakat kita. Atas nama pimpinan, anggota DPRD Kaltim dan seluruh rakyat ‘Benua Etam’, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY, Wapres Boediono dan seluruh jajaran pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II. Semoga sumbangsih para pemimpin tersebut bagi bangsa dan negara bernilai ibadah,” kata Syahrun. hms

SPM Kepemilikan Dokumen Kependudukan Kian Baik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Biro Pemerintahan Setprov Kaltim Hj Ismiati  mengatakan, Standar Pelayanan Minimal (SPM) tentang pelayanan dasar kepemilikan dokumen kependudukan di kabupaten/kota se-Kaltim kian bagus. Capaiannya antara 65 hingga 95 persen,  khususnya kepemilikan Kartu Keluarga dari jumlah penduduk yang wajib memiliki kartu keluarga.
“Di pemerintahan kita memiliki SPM Pemerintahan Dalam Negeri (Pemdagri), yaitu mengatur tentang target-target capaian SPMkependudukan. Misalnya, setiap warga harus mempunyai Kartu Keluarga, setiap warga harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan setiap warga harus mempunyai Akta Kematian. Secara umum, di Kaltim target SPM sudah bagus. Apalagi, 2015 setiap kepala keluarga (KK) harus mempunyai Kartu Keluarga,” papar Ismiati beberapa hari lalu.
Ditambahkan, guna mempertahankan target yang telah dicapai tersebut, diharapkan pemerintah kabupaten/kota dapat mengawal hasil yang telah dicapai, sehingga ketika 2015  masyarakat sudah mempunyai kartu keluarga, KTP dan Akta Kematian. Saat ini bahkan sudah ada kabupaten/kota yang telah memberikan insentif kematian kepada masyarakat, yakni Kabupaten  Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.
“Secara nasional untuk target akta kematian saja harus tuntas tahun 2020, tetapi kita hingga saat ini sudah bagus. Bahkan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Bontang sudah memprogramkan untuk memberi insentif bagi keluarga yang meninggal, jika mereka mempunyai akta kematian. Artinya, setiap warga yang meninggal harus melaporkan apabila ada keluarga mereka yang meninggal, setelah itu baru diterbitkan akta kematian,” jelasnya.
Dengan melaksanakan SPM diharapkan pemerintah kabupaten/kota dapat mengetahui dan mendata jumlah penduduk di daerah masing-masing. Karena, Pemprov Kaltim hanya berperan untuk memfasilitasi dan mengkoordinasi penyelenggaraan administasi kependudukan.
Untuk mencapai target 100 persen dalam pendataan kependudukan tersebut, diharapkan seluruh kabupaten/kota dapat mendata ulang penduduk baru di daerah, sehingga jumlah penduduk dapat diketahui secara tepat.
“Banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, caranya menambah alokasi anggaran sosialisasi tentang kependudukan ke masyarakat,” tandasnya. mar

Masa Berlaku KTP-Elektronik Bisa Seumur Hidup

Sepanjang Tidak Ada Perubahan Elemen Data

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengungkapkan, ada beberapa perubahan kebijakan cukup mendasar UU Nomor 24/2013 terhadap UU Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan diantaranya, pencetakan/personalisasi KTP elektronik yang akan diserahkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota yang dimulai pada 2014.
"Kemudian, masa berlaku KTP-elektronik yang semula hanya lima tahun diubah menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP,"kata Mukmin Faisyal, Rabu  (15/10).
Ditambahkan, penggunaan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berasal dari data kependudukan dari kabupaten/kota akan digunakan untuk semua keperluan, yakni alokasi anggaran (termasuk penghitungan DAU/dana alokasi umum), pelayanan publik, perencanaan pembangunan, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal.
“Hal ini tentu saja dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan secara nasional dan Kaltim pada khususnya,”tandasnya.
Selain itu, kata Mukmin, hal yang terkait dengan penerbitan Akta Kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun, semula perlu penetapan Pengadilan Negeri dengan UU Nomor 24/2013 diubah cukup dengan Keputusan Kadisdukcapil kabupaten/kota. Hal ini sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 30 April 2013.
Demikian halnya untuk penerbitan Akta Pencatatan Sipil, semula dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting, diubah menjadi penerbitannya di tempat domisili penduduk. Selanjutnya, pengakuan dan pengesahan anak, dibatasi hanya untuk anak yang dilahirkan dari perkawinan yang telah sah menurut hukum agama, tapi belum sah menurut hukum negara, semula hanya dengan catatan pinggir diubah menjadi Akta Pengesahan Anak.
“Dan yang terpenting pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya alias gratis. Semula memang hanya untuk penerbitan e-KTP, lalu diubah menjadi semua dokumen kependudukan (KK, KTP-elektronik, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak dan lain-lain),” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Mukmin, dalam UU tersebut juga mengatur tentang Stelsel Aktif, dimana semula penduduk harus aktif melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialaminya kepada pemerintah, diubah pemerintah dengan petugas wajib aktif melaksanakan pelayanan administrasi kependudukan kepada penduduk melalui jemput bola atau pelayanan keliling.
“Semua pendanaan terkait hal tersebut diatas diatur sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, dimana untuk program kegiatan administrasi kependudukan dibebankan pada APBN. Sedangkan pendanaan program dan kegiatan di tingkat provinsi melalui Dana Dekonsentrasi dan pendanaan program kegiatan di tingkat kabupaten/kota melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” pungkasnya.
Menurut Mukmin, dengan adanya perubahan-perubahan tersebut maka diharapkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat semakin meningkat kualitasnya dan tentu saja guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan yang diharapkan berdampak positif terhadap pelaksanaan program-program pembangunan. mar

Walikota Samarinda Panggil Dirut PDAM

Instruksikan Antisipasi Kemarau, Warga Diminta Tidak Panik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Keresahan warga terhadap kemarau yang cukup lama berdampak intrusi air laut ke sungai Mahakam, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang memanggil Direktur Utama PDAM Alimuddin untuk menyiapkan upaya dan langkah antisipasi agar warga dan rumah ibadah tetap bisa mendapat air bersih.
“Saya sudah meminta kepada PDAM untuk menyiapkan upaya dan langkah antisipasi jika memang sampai terjadi penghentian distribusi. Makanya saya juga memanggil BPBD untuk mendukung PDAM dalam menyuplai air bersih ke daerah yang distribusinya nanti dihentikan. Tapi hingga saat ini, tidak ada penghentian distribusi. Kami minta warga tidak panik,” ucap wali kota kepada media ini, Senin (13/10) pagi.
Alimuddin sendiri mengatakan mereka di internal PDAM sudah membentuk tim penanggulangan musim kemarau yang terus melakukan monitoring perkembangan intrusi air laut dengan mengambil sampel air langsung di tengah sungai dan muara Sangasanga.
“Kadar chlorida hingga tanggal 13 Oktober masih normal. Secara menyeluruh dari 13 intake rata-rata dibawah 10 ppm, dan di Muara Sangasanga 35 ppm tapi masih jauh dari 250 ppm. Memang pada 6 Oktober saat terjadi pasang air laut, kadar air sungai di IPA Pulau Atas sempat mencapai 280 ppm sehingga distribusi dihentikan 2-3 jam. Tapi selanjutnya tidak ada penghentian distribusi, kecuali Selasa 14 Oktober di sebagian wilayah Samarinda Ulu dan Utara mengalami gangguan distribusi, karena ada pekerjaan interkoneksi pipa PVC 400 mm ke pipa HDPE 700 mm di Ring Road 1,” terang Alimuddin yang belum lama ini meraih peringkat 5 PDAM terbaik 2014 dan sekaligus mengantarkan wali kota Samarinda sebagai Pembina BUMD terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri.
Bahkan, lanjutnya mulai 16 Oktober akan membuat posko pemantauan intrusi air laut di intake Teluk Lerong. “Warga jangan panik, air tidak akan mati. Tetapi hanya akan ada pengurangan jam jalan produksi pada saat terjadi intrusi air laut dengan kadar chlorida diatas 250 ppm. Kita pun juga menyiapkan langkah untuk menyuplai air gratis dengan mobil tangki air langsung ke titik yang tidak dialiri secara gratis ke rumah ibadah dan rumah tangga sesuai pesan Pak Wali kota,” tegas Alimuddin lagi.
Ia menyebutkan mobil tangki PDAM sendiri berjumlah 2 unit, ditambah 10 unit dari mitra PDAM serta dukungan dari BPBD Samarinda sesuai instruksi wali kota.
Terpisah, Plh Sekkot Samarinda Dr Ridwan Tassa meminta warga untuk efisien dalam penggunaan air dan menampung air sebanyak-banyak. “Kalau perlu warga bisa mengupayakan sumur-sumur cadangan. Apalagi diperkirakan 16 hingga 22 Oktober air laut pasang sehingga akan instrusi lagi ke sungai Mahakam, makanya penting untuk menampung air,” tegasnya.
Selain itu, tambah Ridwan berdasarkan rapat koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda bersama SKPD terkait, Pemkot akan membuat surat edaran bersama yang ditandatangani Wali Kota, MUI dan Kementerian Agama ke semua masjid agar masyarakat mengadakan zikir akbar memohon ampun kepada Allah sekaligus meminta hujan,” pungkasnya. M4n

Kaltim Terus Bangun Pertanian

Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM  Mukmin Faisyal mengatakan,  Pemprov Kaltim  terus berupaya untuk membangun sektor pertanian dalam arti luas terus dilakukan. Hal ini untuk mewujudkan program nasional ketahanan pangan nasional. Sekaligus sebagai program prioritas daerah untuk menjadikan pertanian dalam arti luas bersama dengan pariwisata dan industri manufaktur sebagai lokomotif perekonomian baru.
"Pemprov terus melakukan sejumlah program pada sektor pertanian dalam arti luas. Salah satu program yang telah berjalan adalah Food And Rice Estate di sejumlah kabupaten/kota. Program ini telah berjalan di Tanjung Buka, Bulungan dan Talisayan, Berau. Sedangkan kabupaten/kota lainnya telah menyiapkan lahan sekitar 400 ribu hektare lebih,"kata Mukmin Faisyal beberapa hari lalu.
Ditambahkan, Pemprov bersama DPRD Kaltim juga telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perda tersebut secara jelas melindungi terjadinya alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan produktif ke non pertanian.
"Dengan perda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan diharapkan mampu melindungi lahan pertanian tanaman pangan produktif yang ada dan menahan terjadinya alih fungsi lahan keperuntukan non pertanian tanaman pangan"ujarnya.
Menurut Mukmin, Pemprov dan kabupaten/kota harus mengkaji secara komprehensif perijinan untuk kegiatan pemukiman, pertambangan dan perkebunan skala luas yang mengonversi lahan pertanian tanaman pangan produktif.
"Karena, di dalam Perda tersebut tercantum jelas pengalihfungsian lahan pertanian pangan terhadap lahan yang dimiliki masyarakat wajib diberikan kompensasi dan wajib mengganti nilai investasi infrastruktur pada lahan pertanian tersebut. Perda ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh kabupaten/kota dalam bentuk Perda kabupaten/kota,"kata Mukmin.
Dikatakan, untuk mendukung pelaksanaan Perda tersebut, Pemprov juga telah melaunching program “One Data One Map”. Dengan maksud untuk membangun simpul jaringan di Kaltim melalui penggunaan basis data yang sama serta terintegrasi yang merujuk pada referensi yang sama dengan pengelolaan terpadu dan selaras, dengan menyajikan empat sektor, yakni ekonomi, sosial budaya, industri dan infrastruktur.
“Dengan One Data One Map kita harapkan tidak ada lagi tumpang tindih perijinan lahan diantara sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan termasuk pertanian. Kolaborasi Perda Nomor 1/2013 dan One Data One Map diharapkan dapat meminimalisir alih fungsi lahan pertanian, atau bahkan bisa mendorong bertambahnya lahan pertanian produktif di Kaltim,” jelasnya.
Disamping itu terhadap penyediaan lahan dan teknologi pertanian guna mendukung swasembada pangan, Pemprov Kaltim telah melakukan optimalisasi lahan seluas 65.000 hektare, pengembangan kawasan sentra produksi padi 10.000 hektare dan pencetakan sawah seluas 1.250 hektare untuk mengantisipasi alih fungsi lahan sawah. adv/mar

Dewan Tuntut Transparansi DBH Migas

DPRD Kukar dan DPRD Kaltim Siap Bentuk Pansus

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejumlah Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (14/10), berkunjung  ke DPRD Kaltim untuk sharing terkait upaya DPRD Kukar memperjelas dana bagi hasil (DBH) migas untuk kabupaten berjuluk terkaya di Tanah Air ini.
Kunjungan mereka diterima anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demu dan Syafruddin
Dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Kukar Aini Faridah dan Sekretaris Komisi III Sugiyanto, diutarakan awal perjalanan upaya memperjelas DBH yaitu melalui  Surat Sekkab Kukar kepada SKK Migas.
“Surat itu sekitar 4 bulan lalu meminta data produksi migas di Kukar, namun tidak ditanggapi. Atas pengabaian tersebut DPRD Kukar menerima langsung laporannya dari sekkab,” kata Baharuddin usai menggelar pertemuan di Gedung D ruang rapat Fraksi PAN DPRD Kaltim.
 Baharuddin menambahkan berdasarkan penjelasan, Komisi III DPRD Kukar juga telah berkunjung ke SKK Migas Perwakilan Kaltim dan SKK Migas Pusat. Namun tetap tidak mendapatkan data yang dibutuhkan, sampai diarahkan ke Dirjen Migas. “Mereka (DPRD Kukar) ingin Komisi III DPRD Kaltim bersama-sama mengejar data-data tersebut. Jika data tetap sulit didapat, mungkin perlu membentuk Pansus di DPRD Kaltim yang bertugas mendesak transparansi data migas di Kaltim,” urai Baharuddin.
 Nanti hasil data yang didapat Pansus, akan dijadikan dasar seperti apa hasil produksi migas sudah sesuai dengan DBH yang semestinya didapat. Namun demikian memang masih menunggu alat kelengkapan di DPRD Kaltim terbentuk untuk menyampaikan persoalan ini ke komisi yang membidangi di DPR.
”Jika sudah disampaikan dan direspons oleh Komisi III yang membidangi, barulah nanti lebih detailnya dicari langkah-langkah tepat untuk menindaklanjuti,”  kata Baharuddin.
 Baharuddin berharap, akan ada hearing dengan pihak terkait Distamben, Dispenda maupun SKK Migas untuk membahas masalah ini. Jika disepakati Baharuddin juga menginisiasi agar bersama-sama seluruh kabupaten/kota di Kaltim membahas hak-hak Kaltim.
”Namun kita juga akan dengar penjelasan dari kawan-kawan di DPRD Kaltim periode lalu yang  kabarnya telah melalui beberapa proses dalam menggugat transparansi pengelolaan Migas hingga ke DPR-RI,” papar Baharuddin.
Senada, Syafruddin mengatakan sepakat  mengenai transparansi data pengelolaan migas di Kaltim dari SKK Migas. “Seperti surat yang disampaikan sekkab Kukar mengenai transparansi data pengelolaan migas di Kukar. Selama ini Pusat terkesan memandang sebelah mata, sampai banyak hal yang diabaikan termasuk soal transparansi yang berdampak pada dana bagi hasil pusat kepada daerah,” kata Syafruddin.
Karena itu agar pemerintah pusat lebih menghargai hak daerah perlu dibangun kesatuan dan persatuan, melakukan aksi bersama ke Pemerintah Pusat dinilai menjadi langkah yang lebih baik bagi Syafruddin.
“Jika alat kelengkapan DPRD Kaltim selesai, maka secepatnya kami akan berupaya membawa persoalan ini ke Komisi III DPRD Kaltim mendorong agar menjadikan agenda ini prioritas,” ungkap Syafruddin. hms

Unjukrasa Jangan Mudah Terprovokasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat terutama yang ingin berdiskusi langsung ke gedung dewan, semua elemen masyarakat menghadapi proseduryang sama. Baik golongan ormas, mahasiswa maupun perseorangan.
Menyampaikan aspirasi dan unek-unek terkait pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada DPRD  memang dibenarkan dan diperbolehkan. Namun, harus tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi.
Dalam hal ini, anggota DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi mengatakan seluruh anggota DPRD welcome kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi langsung ke gedung dewan. "Saya dan teman-teman tidak akan pernah mentup pintu bila ada masyarakat yang mau berkunjung ke sini," katanya.
Untuk menyampaikan aspirasi langsung ke gedung dewan memang harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan kesekretariatan. Mulai dari permohonan izin temu, pembuatan janji, hingga menandatangani beberapa berkas yang telah disediakan. "Ini bukannya dipersulit, namun agar lebih mudah membuat janji temu, karena tiap anggota dewan pastilah memiliki kesibukan masing-masing," katanya.
Namun dalam beberapa kasus, masih ada saja segelintir pihak yang enggan menggunakan hak temu ini. Mereka lebih suka melakukan orasi di depan gedung dewan, tanpa lebih dulu melakukan koordinasi dengan pihak kesekretariatan. Begitu perwakilannya dipersilahkan masuk untuk berdiskusi, mereka malah enggan. Justru lebih suka menyampaikan aspirasinya dengan cara demonstrasi tanpa keinginan berdiskusi.
"Hal seperti yang sangat disayangkan, dalam melakukan aksi demonstrasinya, terkadang ada beberapa pihak yang terluka karena aksi berujung rusuh," sambungnya lagi.
Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga sangat menyayangkan jika bentuk orasi yang semula berjalan lancar, diakhiri dengan aksi kekerasan. Apalagi ada segelintir pihak yang memanfaatkan aksi orasi ini demi menciptakan suasana rusuh. Ahmad mengimbau para demonstran untuk lebih menjaga attitude dalam menjalankan aksi menyampaikan aspirasi. Jangan sampai mudah terhasut dan dimanfaatkan.
"Saya yakin yang ingin memperjuangkan aspirasi kepada anggota dewan pastilah orang berpendidikan. Jadi sangat disayangkan jika begitu mudahnya terprovokasi untuk melakukan aksi kekerasan," tutup Ahmad. hms

Komisi III Batal Hearing Dengan DBMP

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi III DPRD Kota Samarinda, batal melakukan pertemuan (hearing) dengan Dinas Bina Marga Dan Pengairan (DBMP) Kota Samarinda. Dengar pendapat yang sedianya akan berlangsung cukup seru tersebut cukup mengecewakan. Komisi bidang pembangunan itu.
"Kami mendapat informasi bahwa Kepala  Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kota Samarinda, tidak bisa hadir dengan alasan berada di luar kota," ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Triyana, saat dikonfirmasi kemarin.
Beberapa agenda juga telah disusun Komisi III diantaranya melakukan hearing dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Samarinda dan  Dinas Pertambangan Dan Energi Kota Samarinda
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, komisi III ingin mengetahui sejumlah tugas dan agenda yang dilaksanakan DBMP, utamanya menyangkut soal
biaya umum dan biaya konstruksi sejumlah proyek pembangunan di wilayah Kota Samarinda.
"Secara sekilas kami (Komisi III, Red) melihat banyak proyek konstruksi di Dinas Binamarga masih dalam tahap persiapan pengerjaan maupun tahapan penyelesaian. Sedangkan sisanya, sampai saat ini masih baru dilakukan proses tender ulang. Itu yang kami tahu. Makanya kami minta keterangan dari dinas terkait," ungkapnya.
Dia katakan, keingintahuan komisi ini juga sebagai langkah awal dalam melakukan pengawasan terhadap SKPD dibawah naungannya. Sehingga akan terbentuk sinergi kinerja yang bagus antara pemerintah dan dewan.
"Kami yakin DBMP akan mampu bekerja secara profesional dan sesuai petunjuk yang ada dan  seluruh pekerjaan bisa dilaksanakan," harap dia.
Dia berharap  penyerapan anggaran belanja modal akan berjalan sesuai agenda, dan dinas binamarga akan  cekatan dalam melaksanakan pekerjaan.
"Tentu kami akan terus melakukan pengawasan dalam melakukan penyerapan anggaran belanja modal dengan dimulainya pengerjaan proyek fisik," katanya dengan tegas.
Dia optimis, jika Kota Samarinda akan sama dengan  kabupaten maupun kota-kota lainnya, yang  saat ini juga proyek proyek itu sudah dimulai pengerjaanya.
"Biasanya sejauh yang saya tahu, molornya penyerapan angaran salah satunya disebabkan oleh lamanya proses perencanaan pekerjaan," katanya.
Kembali dia berharap semua pengerjaan yang dilaksanakan DBMP akan berjalan sesuai agenda yang dicanangkan. Dengan demikian tak ada lagi keterlambatan dalam penyelesaian pengerjaan proyek nanti.
"Sebelum melaksanakan proyek, biasanya  terlebih dahulu melakukan persiapan berupa perencanaan, itu harus melibatkan pihak ketiga, sehingga juga membutuhkan waktu tersendiri, selian itu proses tender ulang separo proyek ini juga ikut mempengaruhi," katanya. tha

PNPM-MPD Berhasil Gerakkan Ekonomi Masyarakat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim, Moh Jauhar Efendi  menjelaskan, pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) terbilang berhasil menggerakan kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan di 7 kabupaten se Kaltim. Buktinya, modal dana bergulir yang disediakan melalui program simpan pinjam kelompok perempuan (SPP) PNPM-MPd mengalami pertumbuhan mencapai 33 persen hingga 2014.
“Ini menunjukan perekonomian masyarakat bergeliat. Jika awalnya modal dana SPP hanya Rp118,276 miliar berkembang menjadi Rp175,276 miliar atau terjadi pertumbuhan mencapai 33 persen,” jelas Moh Jauhar Efendi ketika ditemui seusai memberi arahan rapat evaluasi dan pelaksanaan PNPM-MPd di Kaltim, belum lama ini.
Jauhar menambahkan, dana bergulir merupakan dana program dan bersifat pinjaman dari Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) digunakan masyarakat untuk mendanai kegiatan ekonomi yang disalurkan melalui kelompok-kelompok masyarakat.Itu sebabnya dikatakan bergeliat. Sebab, perkembangan dana bergulir menunjukan usaha perekonomian masyarakat berjalan baik, ditandai lancarnya pengembalian dana yang dipinjam. Termasuk meningkatnya jumlah kelompok masyarakat dari awalnya sebanyak 3.743 kelompok, meningkat menjadi 4.464 kelompok hingga saat ini. Meskipun tidak dipungkiri juga terjadi penunggakan sekitar Rp31,652 miliar dengan rinciannya Rp27,539 miliar dana pokoknya, dan bunga pinjaman Rp 4,112 miliar.
“Yang perlu diantisipasi ke depan penyimpangan proses dan prosedur dana bergulir, serta semakin maraknya penyalahgunaan dana bergulir seperti yang saat ini terjadi. Makanya evaluasi ini harus menjadi acuan penegelolaan yang lebih baik lagi,” sebutnya.
Sebagai contoh lanjut Jauhar, pengelola diminta lebih selektif menyalurkan dana bergulir kepada kelompok masyarakat. Mereka yang dianggap bermasalah diharap tidak diberi kesempatan memperoleh pinajaman dana bergulir.
Sedangkan terkait evaluasi pencairan dana PNPM-MPd tahun anggaran 2014, rata-rata provinsi pencairannya mencapai 73,52 persen dari total dana  mencapai  Rp 92,929 miliar (APBN dan APBD). Dari 7 Kabupaten pelaksana PNPM-MPd, Kabupaten Berau terbilang paling tinggi presentasi pencairannya mencapai 88,10 persen dari total dana BLM mencapai Rp 13,050 miliar, dan Kabupaten Mahakam Ulu yang presentasi pencairannya paling rendah, yakni hanya 44,30 persen dari total dana BLM senilai Rp2,600 miliar.
“Dua kabupaten yang telah mencairkan dana APBD 100 persen Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Berdasarkan hasil evaluasi juga terdapat dua kabupaten yang belum samasekali mencairkan dana APBD, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” tandasnya. mar

Pemuda Investasi Menyongsong Bonus Demografi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim Yenrizal Makmur mengatakan, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030 yang menunjukkan penduduk dengan umur produktif sangat besar. Karenanya, pemuda (mahasiswa) saat ini merupakan investasi dalam menyongsong bonus demografi.
"Bonus demografi dimana suatu kondisi penduduk dengan usia produktif sangat besar. Sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut tidak banyak,"kata Yenrizal Makmur beberapa hari lalu
Selain itu, bonus demografi akan membawa dampak sosial ekonomi. Salah satunya tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk non produktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah yang diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.
Tentu kondisi ini lanjut Yenrizal merupakan suatu berkah. Sebab, melimpahnya jumlah penduduk usai kerja akan menguntungkan pembangunan karena mampu memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi atau terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun ujarnya, berkah bisa berbalik menjadi bencana jika bonus tersebut tidak dipersiapkan. “Masalah paling nyata adalah ketersediaan lapangan kerja untuk menampung 70 persen penduduk usia kerja di tahun  2020-2030,” tanyanya.
Kalaupun lapangan pekerjaan tersedia lanjut Yenrizal, mampukah sumber daya manusia (SDM) yang melimpah tersebut untuk bersaing di dunia kerja khususnya saat memasuki dan terbukanya pasar global.
Dijelaskannya, kualitas IPM Kaltim cukup baik atau menempati peringkat 5 nasional dengan angka 76,71 ditunjang dengan tingginya angka harap hidup 71,58 tahun serta angka rata-rata lama sekolah 9,22 tahun.
Pengembangan SDM yang dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak saat ini menurut Yenrizal, merupakan investasi jangka panjang yang menjadi senjata utama kemajuan Kaltim sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menerima bonus demografi dan berdayasaing.
“Sebagai daerah yang maju dan kuat harus mempunyai perencanaan termasuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas seperti dilakukan Gubernur Awang Faroek melalui sektor pendidikan didukung pengembangan program KKB,” ungkap Yenrizal Makmur.
Kuliah umum kependudukan dihadiri 500 mahasiswa dari perwakilan mahasiswa seluruh perguruan tinggi negeri dan swata se-Kota Samarinda didukung Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK) Mahasiswa Unmul dengan nara sumber Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat Wendi Hartanto dan Henny Rochaida. mar

Disiplin PNS Harus Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menegaskan hingga saat ini Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan disiplin kerja pegawai negeri sipil (PNS) di daerah. Karena itu, setiap pejabat eselon di lingkungan Pemprov Kaltim serta Pemerintah Kabupaten/Kota terus melakukan pembinaan kepada PNS di lingkungan masing-masing.
Hal ini ditegaskan Mukmin agar akuntabilitas kinerja pemerintahan di daerah terus meningkatkan yang diharapkan dapat berimplementasi pada peningkatan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.
“Memang saat ini ada sebagian PNS di lingkungan Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim yang tingkat kinerjanya bagus dan ada juga yang menurun. Tetapi semua itu terus ditingkatkan. Salah satu cara peningkatan itu dengan melakukan insfeksi mendadak (Sidak) di sejumlah SKPD yang berdasarkan laporan masyarakat kinerjanya kurang baik,” kata Mukmin Faisyal usai membuka Rapat Koordinasi Kepegawaian (Rakorpeg) se Kaltim di Balikpapan, Selasa (14/10).
Sidak yang dilakukan Pemprov Kaltim, baik dilakukan Gubernur, Wagub, Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja yang dilakukan masing-masing pejabat SKPD.
Meski setiap SKPD memiliki program yang bagus, tetapi jika tidak dilaksanakan dengan baik karena disiplin kerja kurang, maka semua itu tidak ada gunanya. “Sidak merupakan bagian dari peningkatan disiplin kerja pegawai yang dilakukan Pemprov Kaltim. Sebab, bagaimana pun hebat dan pintarnya setiap pegawai, jika dia tidak disiplin, maka semua pekerjaan dipastikan tidak terlaksana dengan baik dan tepat waktu,” jelasnya.
Agar meningkatkan kualitas kinerja tersebut, sanksi juga diberikan kepada pegawai yang melanggar aturan perundang-undangan, baik teguran lisan dan tertulis. Jika memang tidak mentaati aturan yang telah ditetapkan, maka ada tindakan tegas yang diberikan bahkan diberhentikan.
Karena itu, melalui rakor kepegawaian diharapkan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dan Kabupaten/Kota se Kaltim dapat memahami undang-undang yang mengatur tentang aparatur sipil negera (ASN) nomor 5/2014 yang akan dijelaskan dalam kegiatan tersebut.
“Karena itu, perlu adanya masukan dari berbagai pihak tentang penafsiran undang-undang tersebut, sehingga dapat diimplementasikan seluruh pegawai dalam pelaksanaan kinerja pemerintahan di daerah,” jelasnya.
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah, Pemprov Kaltim berharap pegawai dapat memahami tugas dan fungsi jabatan yang diamanahkan masing-masing, bagaimana kinerja antara jabatan administrasi dan fungsional dalam sebuah organisasi dapat terlaksana dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahan dikemudian hari.
Selain itu, karena rakor tersebut akan dibahas materi tentang kebijakan kepegawaian pasca diterbitkan UU No 5/2014 tentang ASN seperti terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan pegawai ASN dalam jabatan (Administrasi, Fungsional dan Jabatan Pimpinan Tertinggi), RPP tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan integrasi Sistem Informasi ASN dikaitkan dengan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) diharapkan dapat memberikan masukan bagi pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim agar meningkatkan kinerja yang lebih baik.
“Saya yakin dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar pada saatnya akan mampu mewujudkan tata organisasi kepegawaian yang baik dan mewujudkan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) seperti yang diharapkan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor dalam sambutannya yang lebih lama dari Wagub mengatakan tujuan rakor tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai eselon II, III yang membidangi kepegawaian, pejabat fungsional tertentu golongan IV/c ke atas, inspektorat, biro/bagian organisasi dan pengelola kepegawaian se Kaltim dan Kaltara agar mengetahui aktualisasi konkrit antisipasi implementasi UU No 5/2014 tentang ASN terutama terhadap pelaksanaannya.
“Sebagai pra kondisi untuk perubahan ke arah positif cara berpikir PNS melaksanakan undang-undang tersebut yang mengarahkan pada kinerja apa adanya bukan ada apanya, guna mewujudkan pelayanan yang terbaik dan professional kepada publik,” jelasnya. 
Selain itu, Robyan menyebutkan bahwa saat ini jumlah PNS di lingkungan Pemprov Kaltim 7.269 orang dari 43 SKPD ditambah 11 Biro di lingkungan Setprov Kaltim, terdiri dari struktural 1.170 orang, fungsional tertentu 1.558 orang dan fungsional umum 4.541 orang. Sedangkan untuk jumlah PNS se Kaltim sebanyak 70.616 orang dari 10 kabupaten/kota dan Pemprov Kaltim.
Menurut dia, masalah yang harus diketahui dalam rakor tersebut adalah bagaimana implementasi PP 46/2011 tentang penilaian prestasi kerja pegawai, kebijakan rekrutmen CPNS dikaitkan dengan peraturan dan penetapan formasi dan penetapan peserta yang lulus seleksi, optimalisasi pemanfaatan dan penggunaan KPE dan sinkronisasi database KPE oleh BKN serta penempatan dalam jabatan struktural eselon I-IV melalui pengukuran kompetensi.Rakor tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dan Kepala BKN Eko Sutrisno, Asisen Deputi Perumusan Kebijakan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian Pan RB Arizal. mar

Kaltim Absen Ikut Kejurnas 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur tidak akan mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2014 di Aceh Timur pada 25 Oktober-6 November 2014 mendatang.
Sekretaris Pengprov FPTI Kaltim Achmad Subhan di Samarinda, Senin, mengatakan, keputusan Pengprov FPTI Kaltim tersebut sesuai dengan pembicaraan dengan pengurus cabang FPTI di Kalimantan Timur, yang tidak mau melepaskan atlet mengikuti pemusatan latihan menuju kejurnas karena tengah berkonsentrasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi ke IV di Samarinda.
"Jadwal kejurnas berbenturan dengan pelaksanaan Porprov, sehingga pengcab di kab/kota enggan melepaskan atletnya, karena mereka juga tengah melakukan persiapan mengikuti porprov," jelas Subhan.
Menurut Subhan Porprov ke -IV di Samarinda memang dimulai pada 9 November, namun jadwal pertandingan untuk panjat tebing sudah dimulai pada 6 November.
"Sementara untuk kejurnas baru mengakhiri pertandingan pada 6 November, sudah pasti jadwalnya berbenturan," tegas Subhan.
Dikatakan Subhan, persiapan Porprov ke -IV di kab/kota?, juga telah merubah program pemusatan latihan jangka panjang Mandiri KONI Kaltim menuju PON 2016.
Karena sejak dua bulan terakhir, semua atlet yang tergabung dalam TC Mandiri KONI Kaltim telah dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk mengikuti persiapan porprov di kab/kota.
"Mungkin satu-satunya daerah yang masih melaksanakan program TC Mandiri KONI Kaltim hanya kota Bontang, karena pelatih pengcab FPTI Bontang juga merangkap sebagai pelatih TC Mandiri KONI Kaltim,"papar Subhan.
Dengan absennya Pengprov FPTI Kaltim di kejurnas tahun ini, maka konsentrasi even nasional kedepan hanya terfokus ?untuk mengikuti kejurnas Pra-PON yang dilaksanakan tahun 2015 mendatang.
"Kelemahan kita dengan absen mengikuti kejurnas tahun ini, maka kita tidak akan bisa mengintip peta kekuatan daerah lain, sebagai persiapan menghadapi Pra-PON tahun depan,"tegas Subhan. at

Waduk Benanga Diminta Dikeruk

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dua cabang olahraga yakni Dayung dan Ski Air meminta venus pertandingan di Waduk Benanga Samarinda untuk pertandingan Pekan Olahraga Provinsi ke IV di keruk kedalamannya, untuk memenuhi standarisasi pertandingan.
Pelatih Dayung Kaltim Abdul Karim di Samarinda, Senin, mengatakan, tak hanya perlu pengerukan saja, untuk memenuhi standarisasi nasional waduk yang berada di wilayah utara kota Samarinda? tersebut juga perlu di perluas hingga beberapa meter.
"Kalau untuk pertandingan dayung, perlu ada pengerukan di waduk Benanga hingga kedalaman enam meter, sementara untuk lebarnya perlu diperluas hingga 150-200 meter,"jelas Abdul Karim.
Abdul Karim mengatakan, ia sudah menyarankan kepada PB Porprov untuk memenuhi standar waduk tersebut jika ingin digunakan untuk venues cabor Dayung, karena kedalaman diareal waduk akan mempengaruhi setiap tim yang akan bertanding.
"Kami khawatir kalau tidak dikeruk maka saat atlet mendayung jadi agakk berat, sedangkan perluasan areal di Waduk, dimaksudkan untuk memenuhi 4 jalur," kata Abdul Karim.?
Sementara Pelatih Ski Air Herdiansyah mengungkapkan, Pengprov PSAWI Kaltim telah merekomendasikan kepada Pengurus untuk mengeruk kedalamannya Waduk Benanga hingga tiga meter.
"Selain itu kami juga mengingatkan kepada PB Porprov untuk membersihkan areal pertandingan yang akan digunakan, terutama wilayah perairan dari enceng gondok,"imbuh Herdiansyah.
Menurut Herdiansyah, bila untuk mengeruk tidak memungkinkan dilakukan,  maka alternatif untuk menyiasati kedangkalan debit air yakni harus menunggu turunnya hujan.
Sebab, dikatakan Herdiansyah,  jika beberapa hari sebelum bertanding turun hujan, maka debit air akan lebih tinggi dan memenuhi standar.
"Kami berharap, sebelum dimulai pertandingan turun hujan. Jadi bisa untuk manuver atlet lebih bagus," tegasnya. at

Musim Kemarau, Kaltim Krisis Air

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengimbau dan mengajak seluruh umat muslim maupun non muslim selalu berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa dapat memberikan berkah kepada rakyat Kaltim yang kini mengalami musim kemarau sejak 2 pekan. Hingga saat ini hujan pun tak kunjung turun, sehingga mengakibatkan sejumlah daerah ada yang mengalami kekurangan air bersih.
"Semua yang terjadi saat ini adalah ujian dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijawab dengan penuh kearifan dan kesabaran oleh semua rakyat di daerah. Jadi, semua rakyat Kaltim mari bersama-sama banyak berdoa menadahkan tangan kepada Yang Maha Kuasa. Karena, sebagai manusia tentu kita selalu berharap ujian ini tidak berkepanjangan, yakni turunnya hujan,” kata Mukmin Faisyal dikonfirmasi di Kantor Gubernur Kaltim pekan lalu.
Wagub berkeyakinan dengan berdoa, Tuhan Yang Maha Esa pasti mengabulkan apa yang diinginkan seluruh masyarakat Kaltim, yaitu turunnya hujan, sehingga bisa mengairi bumi ini. Karena, jika air laut atau asin sudah naik kedalaman air sungai, maka hal ini menjadi ancaman seluruh masyarakat dan harus diperhatikan.
Dari ujian yang terjadi ini, masyarakat di daerah diimbau tidak saling menyalahkan antara satu dan yang lain atau dengan pemerintah. Sebab, pemerintah juga terus berupaya memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Jika air asin atau laut masuk ke sungai maka perlu diseriusi. Jangan saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mari bangun sinergisitas, mulai dari umat muslim dan non muslim mari bersama-sama berdoa atas ujian ini. Jadi, jangan saling menyalahkan. Karena semua itu adalah ujian dari Yang Maha Kuasa,” jelasnya.
Mukmin juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai , bencana  kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap dan hal itu telah  terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Di Kaltim, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau. Oleh karena itu seluruh masyarakat Kaltim harus tetap waspada terhadap kebaran, seeblum meninggalkan rumah kiranya betul-betul memeriksa apakah kompor yang ditinggal tidak menyala lagi.
"Kami himbau kepada seluruh masyarakat Kaltim kiranya tetap waspada terhadap kebaran, karena sekarang ini sudah masuk musim kemarau, jangan membakar sampah sembarangan, serta bagi para ibu-ibu kiranya harus ekstra hati-hati, sebelum meninggalkan rumah harus memeriksa ,dapur, alat-alat elektronik yang  atau stopkontak kalau tidak dipergunakan dicabut saja, hal itu sebagai upaya antisipasi terjadinya kebaran,"terangnya.
Mukmin menambahkan, pihaknya juga sudah mengintruksikan kepada dinas dan instansi terkait t secara terus menerus juga melakukan evaluasi terhadap titik api yang ada di Kaltim. Karena, seperti diketahui Kaltim merupakan salah satu dari provinsi yang masuk kategori resiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, jajaran Dishut terus memantau titik api yang ada dan jika terjadi kebakaran segera memadamkannya.
“Kita juga meminta kabupaten/kota untuk pro aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing. Terutama dengan melakukan sosialisasi dan mengimbau warganya untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk berladang atau sebagainya,” katanya. mar

Edukasi Warga, Minimalkan Kebakaran Hutan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kemarau panjang yang melanda Kaltim dipastikan akan berdampak negatif bagi warga. Apalagi jika tidak ada kesadaran untuk menjaga lingkungan. Terutama untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran. Baik kebakaran hutan, permukiman dan lingkungan sekitar.
Terkait hal ini, Selamat Ari Wibowo, Anggota DPRD Kaltim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan, tentu saja ia berharap warga tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Hal-hal kecil namun berpotensi menimbulkan persoalan besar seperti membuang puntung rokok sembarangan di sekitar hutan harus dihindari.
Bagi petani ladang diminta tak melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Karena dalam berbagai kasus, api bisa saja merembet dan dapat menyebabkan kebakaran hingga puluhan bahkan ratusan hektare.
Di sisi lain kebakaran juga bisa disebabkan oleh faktor alam, hot spot batu bara seperti yang terjadi di Kutai Kertanegara beberapa waktu lalu.
“Kebakaran terjadi bukan hanya karena ulah manusia. Faktor alam juga menjadi salah satu penyebabnya. Karena itu pencegahan dan antisipasi harus dikedepankan. Edukasi kepada warga harus dilakukan terus-menerus,” katanya.
Edukasi soal kesadaran menghindari terjaidnya kebakaran terutama kepada warga yang tinggal di daerah rawan titik api. Jika faktor alam menjadi penyebabnya, pemerintah diharapkan bergerak cepat dengan mengecek dan memadamkan api pada hot spot agar tidak merembet. Pantauan dari pemerintah, khususnya badan penanggulangan bencana sangat diperlukan guna meminimalkan meningkatnya potensi terjadinya kebakaran.
“Pemerintah dan badan penanggulangan bencana tidak boleh bosan mensosialisasikan kepada masyarakat luas bagaimana mencegah dan mengatasi kebakaran,” katanya.
Apalagi dampak kebakaran hutan telah dirasakan sangat menganggu pada pecan-pekan terakhir ini. Selain  menimbulkan penyakit seperti ISPA, kebakaran hutan telah menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, juga penerbangan. hms

Kebakaran Bukan Karena Perkebunan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Etnawati, menyampaikan bahwa terjadinya kebakaran di beberapa titik di wilayah Kaltim bukan dipicu oleh pembakaran perkebunan.
“Sekarang ini agak susah. Ada orang buka lahan dengan membakar untuk sawah dibilang kebun. Untuk jagung dibilang kebun. Padahal, Dinas Perkebunan hanya menangani 136 jenis tanaman,” kata Etnawati, akhir pekan ini.
Diketahui, kondisi kabut asap di Kaltim kian memprihatinkan. Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Etnawati membantaj jika sebagian besar kebakaran lahan yang tercipta disebut-sebut sebagai ulah masyarakat maupun perusahaan perkebunan yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar, lantaran operasionalnya lebih murah.
Etnawati menjelaskan, perusahaan perkebunan memiliki sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membuka lahan tanpa cara membakar. “Sarana dan prasarananya lengkap untuk membuka lahan,” ungkapnya.
Kepastian ketersediaan sarana dan prasarana pembukaan lahan ini sudah dituangkan kala perusahaan mengurus izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
“Mereka (perusahaan perkebunan) kan punya  amdal. Tentu di dalam Amdal itu sudah tercantum tata cara pembukaan lahan itu,” sebut Etna.
UU Lingkungan Hidup dan UU Perkebunan, kata Etnawati, juga mengatur tegas sanksi untuk pembukaan lahan dengan cara membakar. “Sanksinya jelas, denda hingga Rp 10 miliar, dan kurungan sampai 10 tahun,” katanya lagi.
Dituturkan, kala kebakaran hutan dan lahan 1998 lalu, terdapat perusahaan yang terbukti sengaja membuka lahan dengan cara membakar. “1998 dulu, waktu kebakaran hutan besar, ada perusahaan yang dapat sanksi,” tuturnya.
Lagi pula, lanjut Etna, perusahaan perkebunan saat ini justru dibekali pelatihan pengendalian kebakaran. “Perusahaan justru sudah dilatih untuk mengendalikan kebakaran. Sehingga, jika ada kebakaran lahan di sekitar area operasinya, perusahaan justru membantu mengendalikan apinya,” pungkasnya. tha

BPMPD Siapkan Dana Stimulan Bagi 15 Posyantek

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Pemberdayaan Mayarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kaltim Moh Jauhar Efendi mengakui telah menyiapkan dana stimulan bagi 15 Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) kabupaten/kota se Kaltim yang dinilai paling aktif.  Setiap Posyantek akan diberikan dana bantuan langsung masing-masing senilai Rp 30 juta.
“Pemberian dana bantuan langsung merupakan program pembinaan Posyantek. Ini kita lakukan untuk memotivasi Posyantek agar lebih mengoptimalkan perannya membantu peningkatan akses masyarakat terhadap TTG (teknologi tepat guna),” kata  Moh Jauhar Efendi, Jumat (10/10) lalu.
Jauhar berharap pemberian bantuan dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, motivasi, dan kinerja lembaga Posyantek, serta pengembangan TTG di daerah masing-masing.
"Secara nasional program serupa telah dilakukan dan dianggap berhasil meningkatkan peran Posyantek. Hanya saja dana stimulan yang diberikan pemerintah melalui Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) jauh lebih besar, yakni Rp70 juta per Posyantek dan dibagi dalam tiga tahap selama setahun,"ujarnya.
Secara teknis, lanjutnya Jauhar  penetapan 15 Posyantek tersebut mengacu usulan Pemkab/Pemkot masing-masing dengan melihat tingkat keaktifannya. Setelah itu, Posyantek diwajibkaan mengajukan proposal sebelum akhirnya dana stimulan tersebut diserahkan ke pengurus.
“Kita berharap penyerahan dana stimulan tersebut diacarakan. Paling lambat akan kita serahkan seiring pelaksanaan rangkaian peringatan HUT Pemprov Kaltim atau nempel pada acara yang diselenggarakan kabupaten/kota masing-masing,” akunya.
Secara kesinambungan, Jauhar mengaku akan terus melanjutkan program tersebut pada tahun-tahun mendatang. Namun, besaran dana stimulan maupun jumlah penerimanya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah tahun berjalan saat itu.
Di sisi lain, Jauhar mengaku akan mengusulkan pemberian insetif bagi pengurus Posyantek. Mengingat, pengurus hanya bekerja sukarela tanpa menerima penghasilan, sementara keberhasilan pengembangan TTG di setiap daerah  tergantung bagaiman kualitas pengurus Posyantek.
“Jadi meskipun ada sekretariatnya, tetap perlu rangsangan agar lebih termotivasi, sehingga lebih giat lagi. Tapi sisi anggarannya disesuaikan saja kondisi keuangannya, entah pakai APBN atau APBD provinsi, maupun APBD kabupaten/kota,” pungkasnya. mar

Politani Harus Cetak Insan Profesional

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi ketika menyampaikan orasi ilmiah kepada wisudawan/wisudawati Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda XXIV 2014 berharap kampus tersebut mampu mencetak insan yang professional di bidang pertanian dalam arti luas.
"Melalui wisuda tersebut Pemprov Kaltim merasa bangga, karena terdapat tambahan sumberdaya manusia berkualitas di Kaltim, yang diharapkan dapat berpartisipasi dan berperan aktif mengembangkan pertanian dalam arti luas sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintah dan seluruh rakyat Kaltim untuk melaksanakan transformasi (perubahan) social ekonomi berbasiskan sumber daya alam terbarukan," kata Rusmadi saat memberikan paparan diwisuda Politani Samarinda XXIV 2014 di Samarinda, Sabtu (11/10).
Rusmadi juga mengharapkan agar Politeknik Pertanian Negeri Samarinda setiap tahun dapat mencetak generasi muda yang professional, terutama di bidang pertanian. "Bahkan saya yakin di depan para wisudawan dan wisudawati, saya melihat ada harapan baru bagi Kaltim. Saya jadi optimis, cita-cita Kaltim akan tercapai sesuai target yang diharapkan, yaitu untuk memajukan sektor pertanian dalam arti luas," ungkapnya.
"Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah ini melalui program pertanian dalam arti luas, semua masyarakat harus melihat potret perekonomian Kaltim. Sejarah perkembangannya, sektor apa yang berpengaruh, serta langkah apa yang mau diambil pemerintah dengan kondisi yang ada," lanjutnya.
Kemudian, kata dia, masyarakat harus melihat posisi sektor pertanian dalam struktur perekonomian Kaltim. Kaltim yang katanya kaya akan emas hitam ternyata punya potensi lain yang tidak kalah berharga namun masih belum banyak mendapat sentuhan ide dan peran serta generasi muda.
Sejak tahun 2013 hingga saat ini, telah dilaksanakan 2 forum penting yang menentukan nasib Kaltim ke depan, yakni Kaltim Summit II pada 30-31 Juli 2013 dan Rembuk Rakyat pada 26 Februari 2014. Forum ini menjadi ajang silaturahmi dan tukar pikiran antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai stakeholder pembangunan.
“Tujuan dari forum ini adalah membahas dan membangun pemahaman bahwa perlu ada perubahan strategi pembangunan jangka panjang, yakni strategi transformasi ekonomi pasca migas dan batubara selanjutnya lebih dikenal sebagai Visi Kaltim Maju 2030, mewujudkan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkeadilan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Strategi tersebut ditentukan bukan tanpa alasan. Karena telah dilakukan penelaahan dan analisis mendalam dari data-data, informasi, serta perkembangan sosial ekonomi Kaltim sejak 1970. Tak ketinggalan, dinamika regional dan global juga digunakan sebagai bahan analisis penetuan strategi ini.
Sebenarnya tak baik terlalu mengingat-ngingat masa lalu, karena bisa jadi mengganggu konsentrasi masyarakat dan pemerintah untuk melihat ke depan. Tetapi sebenarnya, boleh saja menengok ke belakang untuk evaluasi dan introspeksi.
“Itulah sebabnya mengapa kaca depan di kendaraan roda empat ukurannya lebih besar daripada kaca spion. Tujuannya supaya kita lebih banyak melihat ke depan dibanding ke belakang,” jelasnya.
Memang walaupun sempat melejit, sektor pertambangan semakin menurun kontribusinya, demikian pula dengan migas beserta industri pengolahannya. Dikaruniai SDA yang berlimpah tentu merupakan suatu berkah. Tetapi, jika tidak dikelola secara arif dan cerdas, kondisinya bisa berbalik menjadi sebuah kutukan.
Harus disadari bahwa pola pembangunan yang mengandalkan SDA tak terbarukan tidak dapat diteruskan lagi. Masyarakat dapat melirik dan belajar dari beberapa daerah dengan basis ekonomi pertambangan maupun sumber daya tak terbarukan lain. Pada saat sumber daya tersebut nilainya semakin tidak ekonomis atau bahkan habis, maka pengangguran akan merajalela, terjadi gejolak sosial, dan kemudian memunculkan permasalahan sosial serta permasalahan lain.
“Karena itu, Kaltim harus mempersiapkan langkah antisipatif untuk menghindari resiko ini. Umumnya, sektor industri kerap dijadikan kambing hitam dalam kerusakan lingkungan. Sebenarnya tidak demikian asalkan dikembangkan dengan prinsip ramah lingkungan,” jelasnya.
Saat ini telah banyak dilakukan inovasi industri ramah lingkungan, salah satunya integrasi hulu hilir atau konsep zero waste industry. Bagian komoditas yang awalnya hanya sisa atau limbah dapat menghasilkan produk sampingan yang punya nilai ekonomi.
“Hasil pengolahan di pabrik kelapa sawit yang berupa Crude Palm Oil (CPO) dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti oleo chemical dasar sabun, detergen, makanan, bahan makanan tambahan, pelumas, enzim industri dan banyak lagi yang lain. Tentu saja masing-masing produk membutuhkan proses sendiri di pabrik yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan berapa tenaga kerja yang terserap jika sektor ini terus dikembangkan hingga sektor hilir,” jelasnya.
Karena itu, cepat atau lambat semua masyarakat terutama generasi muda akan menghadapi keadaan di mana ketersediaan pangan akan menjadi isu politik dan pertahanan suatu negara. Harapan Pemprov Kaltim simpel saja, yaitu seluruh masyarakat maupun lulusan Politani Samarinda memahami mengapa harus berbalik arah, mengapa harus banting stir untuk tidak lagi berharap dan bergantung pada sektor-sektor yang tidak dapat diperbarui.
“Saya ingin semuanya melek,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan Sigit Muryono mengatakan sebagai bagian dari kaum intelektual, lulusan Politani Samarinda berkewajiban untuk tanggap dan peduli terhadap persoalan pembangunan dan kemasyarakatan, bangsa dan negara. Hal ini diharapkan, karena tantangan yang dihadapi pemerintah tidaklah kecil, khususnya dalam mewujudkan pemerataan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
”Karena itu, pemerintah sangat memerlukan partisipasi dan dukungan berbagai komponen lain di dalam masyarakat, tidak terkecuali dari lulusan Polteknik Pertanian Negeri Samarinda yang baru diwisuda,” jelasnya.
Politani Samarinda tahun ini meluluskan mahasiswa sebanyak 144 orang dari 6 program studi, antara lain Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan 39 orang, Prodi Geoinformatika 16 orang, Manajemen Lingkungan 26 orang, Teknologi Hasil Hutan 23 orang, Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan 11 orang dan Manajemen Hutan 29 orang. mar

Titik Api di Kaltim Naik Turun

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosfisika (BMKG) Stasiun Samarinda, Sutrisno, mengatakan di Kaltim ada sekitar Ada 211 titik api yang terekam. Namun penyebarannya mengalami naik turun.
"Prakirawan BMKG Stasiun Samarinda, Sutrisno, menunjukkan, ada peningkatan titik api di tiga Kabupaten di Kaltim dalam beberapa hari terakhir," ujar Sutrisno.
Menurutnya, kabut asap yang melanda Kalimantan timur (Kaltim) rupanya bukan hanya kabut asap kiriman dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), maupun Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Dari pantau melalui satelit NOAA,  merekam aktifitas titik api yang mulai meningkat di Kaltim.
“Dalam 10 hari terakhir memang cenderung terjadi penurunan titik api, namun pada tanggal 9 dan 10 Oktober terjadi peningkatan titik api. Ada 211 titik api yang terekam,’’ kata Sutrisno.
Sutrisno mengatakan salah satu yang terekam titik api paling banyak terdapat di Kabupaten Paser. “Di Kabupaten Paser, sebaran hotspot-nya tidak terlalu luas, namun sangat banyak di satu kawasan. Bahkan bisa kami bilang, di kabupten ini titik apinya menumpuk dan cukup banyak,” katanya.
Secara umum, kata Sutrisno, jumlah hotspot di Kaltim sangat fluktuatif. Setiap hari, jumlah hotspot tidak tetap. “Hari Rabu (8/10) turun, hari Kamis (9/10) naik lagi. Sangat fluktuatif,” katanya.
Dia menyebutkan, selain Kabupaten Paser, ada tiga lokasi paling banyak terdapat titik hotspot. Ketiganya adalah Kecamatan Muara Kaman di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Muara Bengkal di Kabupaten Kutai Barat dan Kecamatan Segah di Kabupaten Berau.
“Sebenarnya kabut asap memang ada kiriman dari provinsi tetangga, namun untuk Kaltim sendiri titik apinya cukup banyak. Saya kira kebakaran lahan di Kaltim juga turut memperparah kabut asap yang ada,” paparnya.
Sutrisno menerangkan, kabut asap akan berakhir jika musim hujan datang. Diperkirakan pada Bulan November mendatang, musim hujan diprediksi akan terjadi. Sayangnya, prakiraan tersebut bisa saja berubah mengingat banyak kabut asap akibat pembakaran lahan.
“Titik api yang banyak di Kaltim menimbulkan asap. Asap ini yang bisa mencegah proses teradinya hujan. Asap mencegah terjadinya proses penguapan air atau evaporasi. Kalau dari penguapan saja terganggu, otomatis curah hujannya juga terganggu,” katanya. tha

Samarinda Krisis Air Bersih

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejumlah kota di Kaltim terancam mengalami krisis  air bersih. Karena, perusahaan air minum setempat tidak lagi mampu menyediakan pasokan air, sebab air baku dari Sungai Mahakam  terkena intrusi air laut. Kemarau berkepanjangan yang terjadi saat ini  membuat air Sungai Mahakam yang menjadi bahan baku kebutuhan air bersih warga Samarinda dan sekitarnya bercampur dengan air asin. Sejumlah intake di sepanjang Sungai Mahakam saat ini sudah berhenti beroperasi agar masuknya air asin tidak membuat kerusakan pada mesin dan pipa distribusi air.
Sementara itu sejumlah intake yang beroperasi saat ini terus mendapatkan pengawasan serius oleh petugas PDAM untuk menghidari masuknya air asin,  bahkan petugas melakukan sistem buka tutup intake palaran dan intake Sambutan agar masuknya air bersih tidak mengakibatkan rusaknya mesin.
“Setiap jam kami harus memantau air yang masuk k emesin. Ini untuk menghidari mesin dari kerusakan dan korosi pada sambungan pipa yang akan mengakibatkan kerusakan lebih besar pada instalasi PDAM,” kata Syarif Rahman Hakim, juru bicara PDAM kepada wartawan media ini.
Syarif mengatakan bahwa unit pengolahan air bersih milik PDAM hanya bisa memproduksi air jika kadar klorida berada di ambang batas.  Sehingga pihak PDAM akan melakukan penghentian penarikan air sungai Mahakam jika kadar klorida melebihi batas toleransi 250 ppm.
Sementara itu Wakil Walikota Samarinda Nusirwan Ismail mengatakan meski bercampurnya air laut di Sungai Mahakan belum terlalu parah, tingginya kadar garam air Sungai Mahakam tersebut akibat air laut pasang dan masuk ke Sungai Mahakam. Sementara pasokan  air dari hulu Sungai Mahakam terus berkurang karena tidak ada turun  hujan.
“Kita berharap dalam dua tiga hari kedepan aka nada hujan sehingga masuknya air asin kesungai Mahakam tidak membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Nusirwan  diruang kerjanya.
Sementara itu untuk antisipasi penyaluran air bersih ke sejumlah daerah yang sudah mulai terganggu distribusinya, Nusirwan mengatakan bahwa pihak PDAM sudah melakukan antisipasi dengan menyediakan  7 mobil tangki untuk memasok air ke kawasan-kawasan perumahan yang  tidak teraliri air.
Sebelumnya pada tahun 1998 masuknya air asin membuat warga samarinda krisis air bersih hingga dua bulan. M4n

Sejumlah Bandara di Kaltim Ditutup

Kabut Asap Makin Parah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gangguan asap tebal kiriman dari Kalimantan Tengah kian memprihatinkan.  Kini asap tebal membuat sejumlah bandara di kalimantan timur ditutup akibat jarak pandang yang kurang dari 1 km . akibatnya angkutan penumpang dan sembako terhenti dan Rabu pagi (8/9) menumpuk di Bandara Temindung Samarinda.
Setelah bandara melala di kabupaten Kutai Barat dan Bandara Ra Besing di kabupaten Bulungan ditutup akibat pekatnya kabut asap,  rabu pagi (8/9) giliran Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau yang ditutup.
Jarak pandang yang hanya 800 meter membuat pihak bandara tidak merekomendasikan pesawat Kalstar dari Samarinda untuk mendarat,  akibat penutupan ini para penumpang menumpuk di bandara Temindung Samarinda menunggu jadwal keberangkatan pesawat yang melayani rute penerbangan ke perbatasan dan pedalaman Kaltim.
Sejumlah penumpang mengaku sedih karena kejadian ini namun mereka memilih tetap menunggu diruang tunggu bandara karena tidak ingin ketinggalan pesawat jika cuaca sudah dalam keadaan baik.
“Kalau  begini saya memilih tetap bertahan di bandara, takutnya maskapai penerbangan memutuskan terbang sewaktu waktu karena cuaca sudah membaik, jika juga tidak membaik maka ia akan menunda penerbangan,” kata Suriansyah warga Berau kepada Poskota Kaltim.
Sementara itu pihak maskapai penerbangan Kalstar Aviation Bandara Temindung Samarinda mengatakan bahwa cuaca buruk membuat mereka menutup penerbangan tujuan bandara Melala dan Bandara Ra Besing sejak 4 hari lalu.
“Untuk tujuan Bandara Melala Melak dan bandara Ra Besing sudah kita tutup sejak 4 hari lalu, sementara untuk bandara Kalimarau Berau kita masih melihat perkembangan selanjutnya,” kata Anggi juru bicara Kalstar.
Sementara itu bandara Kalimarau Berau hingga saat ini masih dalam pengamatan, namun pihaknya akan melakukan penutupan jika kabut asap masih menyelimuti bandara  hingga pukul 13.00 wita.
“Kita masih melakukan komunikasi dengan ATC bandara Kalimarau jika memang kondisi bagus kita akan terbangkan penumpang , namun jika kondisi makin memburuk maka penerbangan akan kita batalkan,” kata Anggi.
Akibat penutupan sejumlah Bandara di pedalaman Kaltim, arus pengiriman barang dan sembako yang hanya bisa dilakukan menggunakan jalur udara terpaksa menumpuk diloket pengiriman dibandara Temindung Samarinda.
“Karena kabut asap penerbangan kesejumlah kawasan pedalaman Kaltim seperti Data Dawai, Data Bilang dan bandara lainya menyebabkan arus sembako kekawasan itu tertutup, apalagi saat ini alur sungai yang menuju kawasan itu kering akibat kemarau,” kata Thomas petugas Bandara Temindung Samarinda.
Sementara itu berdasarkan pantauan Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika bandara Temindung Samarinda mengatakan bahwa arah angin yang menuju Tenggara membuat kabut asap dari kebakaran lahan kambut diwilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menuju wilayah Kalimantan Timur. Jika dalam seminggu tidak ada hujan, dipastikan serangan kabut asap akan menyelimuti wilayah Kaltim. M4n

Pemprov Benahi Sarana Olahraga Persiapan Asian Games 2018

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim terus berupaya melakukan pembenahan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki Pemprov Kaltim terutama venue pasca PON XVII 2008 Kaltim. Hal ini sesuai harapan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak agar Kaltim dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Asian Games 2018 di Indonesia yang dipusatkan di Palembang.
Banyak cabang olahraga yang bisa dipertandingkan tingkat internasional sekelas Asian Games, antara lain menembak di Balikpapan, balap sepeda velodrume tertutup di Kutai Kartanegara dan sepakbola di Stadion Utama Palaran Samarinda.
“Kami di SKPD terkait siap mendukung penuh langkah dan harapan yang diinginkan Gubernur Kaltim untuk menyukseskan olahraga terakbar se Asia tersebut. Karena, dengan even tersebut tentu akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat di daerah. Misal hunian hotel meningkat dan sektor ekonomi kreatif masyarakat juga meningkat. Bahkan juga memberikan motivasi atlet daerah untuk bisa bersaing di tingkat internasional,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim H Fachruddin Jafrie dikonfirmasi di Samarinda, Kamis (9/10).
Langkah yang terus dilakukan untuk menyukseskan even tersebut, yaitu saat ini Pemprov Kaltim melalui Dispora Kaltim telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama KONI Kaltim tentang pengembangan olahraga di daerah. Termasuk mengenai pengelolaan dan pemanfaatan asset pasca PON XVII di Kaltim.
Dispora Kaltim juga sedang menginventarisir asset yang telah digunakan pada saat PON. Untuk mendata asset tersebut saat ini telah dibentuk tim kecil yang ada di lingkungan Dispora Kaltim. “Inventarisir tersebut telah dilakukan sejak awal Oktober ini yang dimulai dari Berau dengan tujuan untuk mencata asset yang ada di sana. Misal, dayung dan perahunya. Begitu juga Bontang dan Balikpapan serta Samarinda,” jelasnya.
Setelah adanya inventarisir asset tersebut, kemudian baru diserahkan ke masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (Cabor). Tetapi, untuk mendukung kemudahan dalam pengelolaan tersebut, bukan hanya Dispora saja yang bertanggungjawab melaksanakan tetapi SKPD terkait, yakni Biro Perlengkapan dan Biro Hukum, sehingga tidak bermasalah dengan hukum dan administrasi pengelolaan aset.
Karena tujuan inventarisir ini adalah untuk mendata asset yang telah digunakan pada saat PON. Selanjutnya diproses melalui administrasi dan tata perundang-undangan apakah statusnya dihibahkan atau dipinjam pakai.
“Kami berharap dengan inventarisir ini dapat bermanfaat bagi pengembangan olahraga di daerah, sehingga daerah mampu meningkatkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. mar

7 Kabupaten/Kota Masuk Nominasi 4 Besar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi  menjelaskan, tujuh kabupaten/kota se Kaltim berhasil menempatkan desa dan kelurahannya sebagai nominasi 4 (empat) terbaik lomba desa dan kelurahan se Kaltim 2014, yaitu Kabupaten Paser, PPU, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda dan Berau.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengukur bagaimana pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan desa dan kelurahan se Kaltim, sehingga dapat diketahui desa dan kelurahan mana saja yang berhasil melaksanakan program pembangunan yang telah direncanakan setiap tahun.Dari masing-masing kabupaten/kota tersebut terpilih desa dan kelurahan yang masuk nominasi empat besar, antara lain untuk nominasi desa yakni Klempang Sari Kecamatan Kuaro Paser, Karang Jinawi Kecamatan Sepaku PPU, Kampung Gurimbang Kecamatan Sambaliung Berau dan Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak Kutai Kartanegara. Sedangkan nominasi kelurahan terpilih yakni Bontang Kuala Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang, Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur Balikpapan, Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam PPU dan Kelurahan Selili Kecamatan Samarinda Ilir Samarinda,” kata paparJauhar Efendi dikonfirmasi di Samarinda, Kamis (9/10).
Verifikasi lomba desa telah dilakukan sejak 6 Oktober 2014 dan yang berhasil lolos verifikasi dan telah melakukan presentasi ada lima desa dan kampung, adalah Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Desa Karang Jinawi Kecamatan Sepaku PPU, Desa Tepian Baru Kecamatan Bengalon Kutai Timur, dan Kampung Gurimbang Kecamatan Sambaliung Berau serta Desa Klempang Sari Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.  
Kemudian lomba kelurahan terbaik yang lolos verifikasi dan presentasi, ada empat kelurahan yakni Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam PPU, Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur Balikpapan, Kelurahan Bontang Kuala Kecamatan Bontang Utara Bontang, Kelurahan Selili Kecamatan Samarinda Ilir Samarinda.
“Saat ini tim penilai telah diturunkan ke lapangan untuk menilai apakah hasil dokumen yang disampaikan ketika verifikasi berkas pada saat presentasi betul atau tidak, sehingga tim penilai dapat menilai desa dan kelurahan yang tepat menjadi tiga besar lomba desa dan kelurahan terbaik 2014 se Kaltim,” jelasnya.
Desa dan kelurahan yang menjadi juara pertama 2014 akan dipersiapkan untuk lomba desa dan kelurahan 2015 tingkat nasional, sehingga mampu bersaing dengan desa dan kelurahan se Indonesia.
Karena, system ini juga dilakukan kelurahan dan desa se Indonesia, agar mampu bersaing di tingkat nasional. Sebab, peserta yang mengikuti merupakan wakil provinsi dan diharapkan membawa nama baik provinsi di tingkat nasional.
“Sejak 6 hingga 31 Oktober ini kami pastikan penilaian di lapangan selesai, sehingga November 2014 dapat diketahui desa dan kelurahan yang berhasil meraih tiga besar tingkat provinsi se Kaltim. Saat ini tim telah turun ke lapangan dimulai Kabupaten Paser, PPU dan Balikpapan. Begitu juga kabupaten/kota yang lain menyusul,” jelasnya.
Dari penilaian lomba ini yang terpenting wajib dimiliki masing-masing desa dan kelurahan adalah data profil desa dan kelurahan yang bisa diakses melalui internet atau elektronik. Karena, setiap desa dan kelurahan wajib memiliki website untuk mengetahui profil pemerintahan.
Selain itu, yang menjadi penilaian adalah dari sektor pendidikan, kesehatan, pembedayaan kesejahteraan keluarga, usaha ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, termasuk pengelolaan keuangan desa dan kelurahan.
“Jika ada desa dan kelurahan yang tidak memiliki profil dan tidak bisa diakses melalui internet secara otomatis tidak lolos verifikasi. Karena bobot tentang profil tersebut memiliki nilai yang tinggi,” pungkasnya. mar

Disiplin Kinerja Bukti Pegawai Taat Aturan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim H Rusmadi mengatakan, sesuai Peranturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang disiplin PNS mengatur agar pegawai meningkatkan disiplin kerja. Karena disiplin kerja tersebut sebagai bukti bahwa pegawai yang taat aturan pemerintah dan perundang-undangan.Terutama kewajiban dan larangan bagi PNS yang diatur dalam PP 53/2010.
Misal, penggunaan pakaian, atribut serta jam kerja. Karena dengan mentaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah diharapkan setiap pegawai dapat meningkatkan produktivitas kinerja yang telah dibebankan pada saat dilantik dan disumpah sebagai PNS.
“Intinya bukan masalah jam kerja dan terlambat kerja. Tetapi, implementasinya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas kinerja sesuai dengan waktu yang diberikan. Artinya, bagaimana setiap pegawai negeri sipil dapat memanfaatkan waktu yang telah diberikan delapan jam setengah dalam satu hari sejak pukul 07.30 hingga 16.00 dikurangi satu jam untuk istirahat, sehingga hanya memiliki waktu tujuh jam setengah. Diharapkan waktu tersebut dapat digunakan setiap PNS untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai aparatur pemerintah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dikonfirmasi baru-baru ini di Samarinda.
Karena itu, setiap kegiatan atau rapat kerja agar PNS tidak terlambat hadir, termasuk pengunaan pakaian bisa diatur dengan baik. Termasuk pengelolaan keuangan juga diatur dengan baik, sehingga penyelenggaraan pemerintahan di birokrasi dapat berjalan baik.
Dengan demikian, disiplin kinerja tersebut merupakan kewajiban atau merupakan bentuk sebagai pegawai yang sadar aturan. “Jadi, disiplin kerja ini lebih mengedepankan agar membangun kesadaran pegawai untuk berprilaku baik. Tetapi, jika ada dijaman ini masih berprilaku tidak disiplin, tentu kita patut prihatin dan pegawai tersebut tergolong primitif. Persoalannya adalah kita ini mau maju atau tidak, jika mau maju maka silahkan laksanakan aturan,” jelasnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengungkapkan peningkatan disiplin pada prinsipnya adalah membina pegawai, agar lebih meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja.
Dia menyebutkan salah satu upaya tersebut, yakni dengan penerapan Sistem Absensi Online (SAO) yang efektif berlaku di seluruh SKPD lingkup Pemprov per 1 Oktober 2014. Sebelumnya, SAO diterapkan pada enam SKPD percontohan, yakni Sekretariat Daerah (11 Biro), Inspektorat Wilayah, Bappeda, Badan Kesbangpol, BKD dan Dinas Kominfo.
“Absensi online memberikan data akurat terhadap kehadiran pegawai (PNS dan non PNS) sebagai perwujudan PP Nomor 53/2010 dan PP Nomor 46/2011. Sekaligus guna mewujudkan reward yang berkeadilan, yaitu berjalannya secara baik sistem TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan) atau insentif secara obyektif yang berdampak pada peningkatan semangat kerja dan kinerja Pegawai,” jelas Roby
Setelah efektif berlaku di seluruh SKPD, ujar Roby, evaluasi SAO menunjukkan perubahan disiplin PNS ke arah yang lebih baik. Realisasi peningkatan disiplin PNS untuk tingkat kehadiran pada periode Januari-Februari mencapai 72 persen, kemudian meningkat menjadi 90 persen pada periode September-Oktober. Persentase ini diharapkan terus meningkatkan seiring dengan meningkatnya kesadaran pegawai untuk tertib dan disiplin.
“Kita masih dalami yang 10 persen ini. Apakah tidak masuk tanpa keterangan atau ada keterangan yang memang belum diketahui. Ini akan kita evaluasi,” ujarnya. mar

Kader PDIP Masih Bisa Jadi Kepala Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltim, Veridiana Huraq Wang, tetap optimis jika kader PDIP masih bisa bersaing menjadi kepala daerah di Kaltim.
Menurutnya, meski hasil penetapan menjadi kepala daerah sepenuhnya akan divoting melalui suara di DPRD sesuai dengan UU Pilkada yang baru saja disahkan. Namun kedaulatan tetap ditangan rakyat.
Ia mencontohkan, presiden terpilih Joko Widodo yang pada saat pencalonan menjadi kepala daerah, tidak diusung banyak partai namun masih bisa terpilih.
"Kedaulatan itu ditangan rakyat, Pilkada lagsung. kalau kita didaerah hanya istilahnya mengikuti undang-undang di DPR RI, dan dinamika politik daerah pasti tidak sama dengan pusat," katanya.
Veridiana menjelaskan, dinamika antara pusat dengan daerah khususnya di Kaltim, tidaklah sama, kondisi ini masih bisa berubah-rubah.
"Tergantung dari strategi kami saja nantinya seperti apa, dan saya pikir dengan disahkannya UU ini, memacu kami didaerah untuk lebih berpacu lagi," katanya.
UU Pilkada kata Veridiana, saat ini masih dilakukan judicial Review" (hak uji materil) oleh sejumlah masyarakat yang tak menghendaki adanya pemilihan tidak langsung.
"Masih bisa berubah, kan masih ada sebagain temen-temen dan masyarakat yang tidak setuju, dengan UU itu, ya kita lihat saja perkembangannya nanti seperti apa," ungkapnya.
Hal senada juga di katakan oleh politisi partai Demokrat Wibowo Handoko, perolehan suara yang diraih oleh partai berlambang bintang mercy itu memang kalah dengan perolehan kursi oleh Golkar.
Meski demikian, dinamika antara partai politik masih bisa berubah-ubah, tergantung dari loby yang dilakukan oleh partai itu sendiri.
"Ya saya pikir tidak masalah dengan disahkannya UU ini, lagi pula jika Golkar mengusung kadernya untuk bertarung di Pilwali Samarinda bersaing dengan pak Jaang, tidak masalah kami tetap optimis," katanya. tha

50 Petani Lada Dilatih Rawat Kebun Ramah Lingkungan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala  Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Hj Etnawati Usman mengatakan,  melalui Bidang Perlindungan secara intensif melaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) yang diperuntukkan bagi 50 kelompok tani atau pekebun di wilayah Kaltim. Ini sebagai upaya meningkatkan hasil produksi dan mengembalikan kejayaan komoditi lada Kaltim.
"Program peningkatan produksi komoditi perkebunan melalui SL-PHT menjadi kegiatan rutin tahunan Disbun Kaltim.
"Hal ini terkait komitmen kami dalam mewujudkan program Gubernur Awang Faroek agar subsektor perkebunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Etnawati.
Dijelaskan, hingga saat ini salah satu penyebab turunnya produksi lada akibat adanya gangguan organisme pengganggu tanaman. Melalui SL-PHT kemampuan peserta diasah dalam melakukan identifikasi di kebunnya sendiri, termasuk upaya pengendalian hama dan penyakit yang berwawasan lingkungan.
"Petani bisa menjadi dokter di kebunnya sendiri dari serangan hama yang lebih menitikberatkan pada perawatan kebun yang ramah lingkungan, diantaranya dengan cara pengendalian hama dan penyakit tanpa menggunakan pestisida kimiawi," urainya.
Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, petani lada di Kaltim kembali bergairah dalam mengurus kebun miliknya. Naiknya harga lada hingga mencapai Rp125 ribu per kilogram membuat petani lada menikmati kembali penghasilan dari panen komoditi yang sempat mereka tinggalkan beberapa tahun silam.
"Kenaikan harga komoditi menjadi momentum yang baik bagi budidaya lada di Kaltim. Sehingga upaya mengembalikan kejayaan komoditi lada tersebut bukanlah hal yang mustahil. Apalagi lada Kaltim merupakan plasma nutfah daerah yang dilepas menjadi bibit unggul nasional," tambahnya.
 Etnawati menambahkan, lada merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan Kaltim yang dibudidayakan sejak jaman Belanda. Itu sebabnya, lada termasuk deretan tanaman lokal atau plasma nutfah daerah yang akan dilepas untuk bibit unggul nasional.
"Lada Putih kita sudah dikenal di dunia setara dengan lada putih Bangka (Munthok white pepper) maupun lada hitam Lampung (Lampung black pepper, red). Bahkan Kaltim termasuk sebagai salah satu daerah sentra pembudidayaan Lada di Asia Tenggara," kata  Etnawati
Dikatakan, lada Kaltim sudah diakui pasaran internasional bahkan pangsa pasar untuk komoditi ini sangat terbuka serta diperlukan negara lain untuk keperluan industri, dan perkembangan komoditi  lada tersebut terus dikembangkan, khususnya untul luasan tanamnya, sehingga produksinya dapat ditingkatkan,  atas kebijakan Gubernur Awang Faroek untuk kembali mengembangkan komoditi-komoditi unggulan Kaltim termasuk Lada, maka Disbun Kaltim akan berkoordinasi dengan kabupaten khususnya daerah-daerah yang potensial untuk pengembangan komoditi ini.
“Kita akan berupaya mengembalikan kejayaan Lada yang pernah menjadi primadonanya Kaltim. Bahkan dengan keinginan Gubernur untuk pengembangan pertanian dalam arti luas termasuk subsektor perkebunan di dalamnya akan memacu daerah dalam pengembangan lima komoditi unggulan Kaltim termasuk Lada,” harap Etnawati.
Selain itu, Disbun Kaltim dengan  Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Terapan Perkebunan  akan berupaya mengembangkan kawasan masyarakat perkebunan terutama di sepuluh kabupaten.
“Kita pernah memiliki Kimbun atau pemukiman petani perkebunan baik Kimbun Lada, Kimbun Karet serta Kimbun Sawit  maupun komiditi lain. Dalam kawasan tertentu terdapat perbibitan, kawasan  tanaman serta unit pengolahan atau produksi maupun unit pemasaranya,” ujarnya.
Disebutkan, sentra terbesar pengembangan budidaya lada di Kaltim terdapat di Dusun Mario Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Desa Semoi II Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara. mar

Diskominfo Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Masalah Pertanahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Abdullah Sani mengatakan, pihaknya  mencoba fasilitasi percepatan penyelesaian masalah pertanahan melalui perannya menyebarluaskan informasi publik. Kesepamahaman tentang ketentuan pertanahan dinilai dapat mempercepat penyelesaian masalah pertanahan.     
“Topik (penanganan masalah pertanahan Kaltim,Red) diangkat karena kita mendapat infomasi dari masyarakat bahwa masalah pertanahan khususnya tumpang tindih lahan menjadi momok yang harus mendapat perhatian,” kata  Abdullah Sani saat menjadi moderator diskusi bulanan bersama wartawan, di Kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Selasa (7/10) kemarin.
Diskusi bulanan yang diikuti puluhan wartawan media cetak dan elektronik tersebut menghadirkan narasumber Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Etnawati Usman, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim, Rudi MS, serta Kabid Hak Tanah dan Pemanfaatan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Dodo Supardo.
Diakui Sani, berdasarkan informasi yang diperoleh baik melalui pelaksanaan dialog interaktif melalui RRI Samarinda dan TVRI Kaltim, maupun aduan masyarakat melalui fasilitas layanan call dan contact center masalah pertanahan sering dikeluhkan masyarakat. Usaha perkebunan masyarakat misalnya, tidak jarang bermasalah akibat tumpang tindih perizinan pemanfaatan lahan tersebut.
"Bahkan rencana pembangunan pemerintah pun banyak terkendala masalah lahan, baik berkaitan status lahan maupun kendala pembebasan lahan. Makanya difasilitasi untuk mempercepat penyelesaiaannya,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman mengaku mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya peran perkebunan tidak lepas urusan pertanahan dan potensi sektor perkebunan cukup baik di Kaltim.
“Sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Disbun hanya mengurusi pemanfaatan tanaman, penyediaan benih, hingga pemeiliharaan. Sedangkan urusan lahan menjadi tanggung jawab BPN dan berkaitan legalitas urusan kehutanan (Kementerian Kehutanan),” sebutnya.
Sedangkan, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim,  Rudi MS, menjelaskan  permasalahan lahan memang menjadi penghambat perencanaan pembangunan. Semua paket-paket kegiatan pembangunan yang dilaksanakan DPU Kaltim terkendala lahan. “Jika ini (masalaha lahan,Red) bisa cepat diatasi, yakin cepat tuntas. Makanya 2015 diharap cepat,” sebutnya.
Sementara Kabid Hak Tanah dan Pemanfaatan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Dodo Supardo,  mengaku masalah tumpang tindih yang terjadi di Kaltim sebagian besarnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Diantaranya konsesi pertambangan yang tumpang tindih dengan perkebunan.
“Untuk masalah lahan BPN sudah menangani 8 sengketa dan konflik pertanahan, 3 perkara pertanahan (BMN dan Non BMN),”pungkasnya. mar

Kabupaten/Kota Mesti Komitmen Prinsip 3R

Wujudkan Kaltim Bebas Sampah 2020

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim H Riza Indra Riadi mengatakan, Pemprov Kaltim mengimbau agar seluruh kabupaten/kota se Kaltim berkomitmen laksanakan prinsip 3R, yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Daur Ulang) dengan tujuan mewujudkan Kaltim bebas sampah 2020 yang juga merupakan komitmen pemerintah kabupaten/kota se Kalimantan.
"Komitmen ini diharapkan bukan hanya dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota saja, tetapi dapat diikuti dunia usaha dan masyarakat se Kaltim, caranya melaksanakan prinsip 3R pengelolaan sampah. Dan prinsip 3R ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menyongsong kebijakan baru pengelolaan sampah kota dimana sampah kota harus dikurangi mulai dari sumbernya, sampah harus diolah untuk dimanfaatkan, sebagaimana diamanatkan dalam undang- undang Nomor 18/2008 tentang pengelolaan sampah,” kata  H Riza Indra Riadi dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (8/10).
Menyukseskan komitmen tersebut, maka pemerintah kabupaten/kota se Kaltim dapat melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat menyadarkan masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik. Misal, dengan pelaksanaan seminar 3R dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan tersebut, maka diharapkan menumbuh kembangkan semangat kebersamaan dalam pengelolaan sampah. Membentuk karakter warga yang peduli dan berbudaya lingkungan. Merubah pola pikir dan sudut pandang masyarakat akan penting pengelolaan sampah melalui program 3R. Membangun komitmen bersama untuk mewujudkan kota dan kabupaten yang bersih sampah sehingga nyaman dan layak untuk di huni.
“Sasaran prioritas pelaksanaan tiga prinsip tersebut adalah masyarakat pelaku usaha/industri, perwakilan masyarakat peduli lingkungan/sampah, TNI, POLRI, LSM, guru dan pelajar. Diharapkan melalui pelaksanaan tersebut seluruh daerah dapat mewujudkan Kaltim bebas sampah 2020,” jelasnya.
Seperti diketahui  Deklarasi Peduli Sampah 2020 Se-Kalimantan yang dilaksanakan di tempat pembuangan akhir Manggar Balikpapan, pada hari Rabu (20/8) lalu, yang dihadiri langsung Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, dimana dalam kesempatan tersebut Menteri LH, mengatakan, bahwa era globalisasi yang sudah di depan mata, akan melahirkan peta persaingan yang sangat ketat. Daya saingitu akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia SDM.
“Sedangkan  SDM berkualitas akan sangat bergantung pada faktor lingkungan yang sehat  dan bersih. Sebab itulah, maka deklarasi ini menjadi sangat penting,” tegasnya.
Di tengah peresmian Kebun Raya Balikpapan, Gubernur Awang Faroek Ishak juga tidak ketinggalan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Kota Balikpapan yang secara serius menggagas deklarasi bersih ini. Menurut dia, Deklarasi Peduli Sampah 2020 se-Kalimantan di Balikpapan ini akan menjadi momentum kuat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. mar

Karyawan Telkom Diharap Tingkatkan Sinergisme

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP berharap seluruh karyawan Telkom dapat meningkatkan sinergisme dalam perusahaan dengan tujuan mewujudkan pengelolaan perusahaan secara professional.  Melalui Rakernas  diharapkan dapat meningkatkan kerjasama yang baik antara karyawan dengan perusahaan sehingga terbentuk jalinan komunikasi serta kesepahaman untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
“Sebagaimana halnya peran karyawan, maka karyawan Telkom saya harapkan hendaknya dapat bersama-sama manajemen saling sinergis mengelola perusahaan secara profesional dengan berpedoman pada Good Corporate Governance (GCG) dalam mencapai tujuan perusahaan, sehingga berdaya guna bagi karyawan dan perusahaan khususnya, serta bagi bagi Bangsa Indonesia pada umumnya. Karena itu, sinergisme harus terus dibangun dengan baik atas dasar kepercayaan dan profesionalisme,” kata Mukmin Faisyal  saat membuka Rakernas V Serikat Karyawan (Sekar) Telkom di Balikpapan, Rabu (8/10).
Dalam kaitan itu, Pemprov Kaltim pada prinsipnya mendukung berbagai upaya perbaikan dalam rangka mencapai kebaikan untuk semua. Dalam hal ini pemerintah menghendaki tercipta hubungan yang kian harmonis antara karyawan dan perusahaan, sehingga tercapai maksud dan tujuan bersama.
Meski demikian, Pemprov Kaltim memahami jika dalam pandangan Sekar Telkom,  BUMN perlu menyadari setiap keunggulan dan kelemahan yang dimiliki seperti Corporate Advantage yang berkaitan dengan tingkat inflasi dan efektifitas bisnis.
Untuk itu ke depan pengelolaan BUMN perlu diperjelas dengan road map, termasuk pembagian bisnis antar BUMN, rekrutasi manajemen BUMN yang transparan dan profesional. Selain itu, penerapan GCG di BUMN perlu lebih diperjelas serta stop dilakukan politisasi BUMN karena hal ini menyebabkan beban berat yang ditanggung BUMN dalam menjaga kelangsungan bisnis, selain sebagai agen pembangunan (agent of development).
“Semoga Sekar Telkom di masa depan kian dapat memainkan peranannya secara  maksimal sebagaimana yang diharapkan,” jelasnya.
Ketua DPW Sekar Kalimantan Budi Muhaeni mengatakan Rakernas ini diikuti oleh 300 utusan dari seluruh Indonesia. Dari perwakilan sembilan pengurus wilayah, 69 dewan pengurus daerah, perwakilan dari majelis pertimbangan organisasi dan dewan pengurus pusat.
Kegiatan tersebut merupakan agenda tiga tahunan. Dengan mengusung komitmen agar menjadi organisasi proaktif dan mitra konstruktif manajemen untuk tumbuh kembang bisnis perusahaan melalui Good Corporate Governance (GCG).
“Dalam rakernas ini akan dibahas mengenai penyusunan dan perbaharuan program-program yang telah dirancang oleh Musyawarah Nasional untuk disesuaikan dengan keadaan terkini. Kemudian juga akan dibahas mengenai perjanjian kerja bersama (PKB),” tandasnya. mar

Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Antisipasi Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Rini Retno Sukesih menimbau kepada masyarakat Kaltim dibeberapa wilayah yang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini sebagai upaya mengantisipasi terserangnya gangguan kesehatan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat menghirup asap berlebih.
“Sekalipun terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker agar tidak menghirup langsung kabut asapnya,” kata  Rini Retno Sukesih ketika konfiemasi Kamis  (9/10)  
Selain itu, Rini mengaku sudah menginstruksikan Dinkes kabupaten/kota untuk bersama-sama mengamati perkembangan kabut asap di daerahnya masing-masing. Maksudnya untuk menentukan tindakan penanggulangannya, seperti apakah perlu membagikan masker atau tidak.
Meski begitu, Rini mengaku belum mendapat laporan dari Dinkes kabupaten/kota masyarakat terserang ISPA. Jika ada daerah yang angka ISPA-nya meningkat kemudian langsung diambil tindakan seperti menyediakan masker bagi masyarakat.
“Dinkes belum mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan di kabupaten/kota terkait peningkatan angka penderita ISPA yang diakibatkan kabut asap. Namun demikian, antisipasi meningkatnya angka ISPA ini akibat kabut asap akan menjadi fokus Dinkes Kaltim,” tandasnya.
Untuk diketahui beberapa daerah di Kaltim seperti Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Bulungan, Kota Tarakan bahkan kota Samarinda mulai terkena kabut asap. Hal itu bisa dilihat pada waktu pagi dan sore hari, dimana dampak dari adanya kabut asap tersebut tentu mengurangi jarak pandang, baik untuk lalu linta darat, air maupun udara, kondisi tersebut berdampak terganggunya penerbangan dari dan menuju ke kedua daerah tersebut.
Sebelumnya,  Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Chairil Anwar mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai , bencana  kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap dan hal itu telah  terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera serta khususnya di Kaltim,  yang tidak kalah penting bagaimana bisa  meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan adalah komitmen serta ketegasan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak untuk memberikan sanksi kepada perusahaan perkebunan atau kehutanan yang membuka lahan dengan cara membakar.
“Sudah dikatakan gubernur, perusahaan yang membakar untuk membuka lahan akan kena sanksi dan Pemprov tidak mau berkompromi terhadap pelanggaran tersebut. Tidak saja ijin mereka akan dicabut tetapi juga dilanjutkan ke proses hukum. Ini komitmen Pak Awang yang harus kita kawal terus,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Chairil, Dishut secara terus menerus juga melakukan evaluasi terhadap titik api yang ada di Kaltim. Karena, seperti diketahui Kaltim merupakan salah satu dari provinsi yang masuk kategori resiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, jajaran Dishut terus memantau titik api yang ada dan jika terjadi kebakaran segera memadamkannya.
“Kita juga meminta kabupaten/kota untuk pro aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing. Terutama dengan melakukan sosialisasi dan mengimbau warganya untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk berladang atau sebagainya,” katanya
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim Hj Etnawati Usman mengimbau kepada seluruh petani pekebun serta perusahaan perkebunan untuk mewaspadai kondisi cuaca guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kebun.
“Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dapat menimbulkan bencana. Diantaranya kebakaran lahan dan kebun, sehingga masyarakat perkebunan termasuk perusahaan perkebunan diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya
Etnawati mengungkapkan dampak negatif akibat kebakaran lahan dan kebun kerugian materiil yang dapat mengganggu perekonomian dan petani subsektor perkebunan. “Bagi petani sawit berakibat produksi perkebunan pasti akan sangat terganggu akibat kebakaran,” ujarnya.
Sementara kebakaran juga berdampak bagi masyarakat non pekebun dengan ancaman kabut asap dan gangguan pernafasan.
Dijelaskan Etnawati, kendati bukan hanya disebabkan dari perbuatan manusia tetapi musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan kawasan lahan dan kebun.
“Karenanya, petani perkebunan diharap berhati-hati dalam mengelola kebun dan jangan membakar lahan,” harapnya.
Selain itu, Etna mengharapkan dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten dan kota se-Kaltim dapat memberikan imbauan terkait permasalahan kebakaran lahan dan sepakat untuk memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran lahan sedini mungkin. mar

Waspadai Kebakaran Lahan dan Kebun

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim Hj Etnawati Usman mengimbau kepada seluruh petani pekebun serta perusahaan perkebunan untuk mewaspadai kondisi cuaca guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kebun.
“Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dapat menimbulkan bencana. Diantaranya kebakaran lahan dan kebun, sehingga masyarakat perkebunan termasuk perusahaan perkebunan diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelas Etnawati, Jumat (3/10).
Etnawati mengungkapkan dampak negatif akibat kebakaran lahan dan kebun kerugian materiil yang dapat mengganggu perekonomian dan petani subsektor perkebunan. “Bagi petani sawit berakibat produksi perkebunan pasti akan sangat terganggu akibat kebakaran,” ujarnya.
Sementara kebakaran juga berdampak bagi masyarakat non pekebun dengan ancaman kabut asap dan gangguan pernafasan.
Dijelaskan Etnawati, kendati bukan hanya disebabkan dari perbuatan manusia tetapi musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan kawasan lahan dan kebun. “Karenanya, petani perkebunan diharap berhati-hati dalam mengelola kebun dan jangan membakar lahan,” harapnya.
Selain itu, Etna mengharapkan dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten dan kota se-Kaltim dapat memberikan imbauan terkait permasalahan kebakaran lahan dan sepakat untuk memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran lahan sedini mungkin.
Hal senada juga disampaikan  Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Chairil Anwar mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai , bencana  kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap dan hal itu telah  terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Di Kaltim, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun masih ada curah hujan. Sehingga  kalaupun  ada potensi hotspot (titik api), namun tidak sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Kita bersyukur masih ada curah hujan di Kaltim. Sehingga membantu pemerintah dalam meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan di Kaltim,” jelasnya
Menurut Chairil, hal lain yang tidak kalah penting sehingga berhasil meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan adalah komitmen serta ketegasan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak untuk memberikan sanksi kepada perusahaan perkebunan atau kehutanan yang membuka lahan dengan cara membakar.
“Sudah dikatakan gubernur, perusahaan yang membakar untuk membuka lahan akan kena sanksi dan Pemprov tidak mau berkompromi terhadap pelanggaran tersebut. Tidak saja ijin mereka akan dicabut tetapi juga dilanjutkan ke proses hukum. Ini komitmen Pak Awang yang harus kita kawal terus,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Chairil, Dishut secara terus menerus juga melakukan evaluasi terhadap titik api yang ada di Kaltim. Karena, seperti diketahui Kaltim merupakan salah satu dari provinsi yang masuk kategori resiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, jajaran Dishut terus memantau titik api yang ada dan jika terjadi kebakaran segera memadamkannya.
“Kita juga meminta kabupaten/kota untuk pro aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing. Terutama dengan melakukan sosialisasi dan mengimbau warganya untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk berladang atau sebagainya,” katanya. mar

Pemprov Apresiasi SKPD Telah Realisasikan Hewan Qurban

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemprov Kaltim memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah menyalurkan hewan qurban tahun ini tepat sasaran ke kaum duafa di Kaltim, khususnya di Samarinda.
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali mengatakan penyaluran tersebut sesuai imbauan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bahwa seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dapat menyalurkan hewan qurban. 
“Jadi, seluruh SKPD telah menyalurkan hewan qurban pada tahun ini dan puncaknya yang kita laksanakan di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 7 Oktober 2014. Sesuai informasi dari seluruh SKPD penyaluran hewan qurban telah disampaikan ke berbagai masjid di Kaltim khususnya di Samarinda. Tetapi, penyaluran tersebut sesuai dengan daftar masjid yang belum mendapatkan alokasi distribusi hewan qurban tahun ini,” kata Bere Ali usai penyembelihan hewan qurban di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (7/10).
Mengenai penyembelihan yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltim sebanyak satu ekor sapi dan didistribusikan ke seluruh office boy (OB) di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim. Sedangkan jumlah hewan qurban yang diinventarisir seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim sebanyak 78 ekor, terdiri dari 72 sapi dan enam ekor kambing. Distribusi hewan qurban ini salah satunya diberikan ke Masjid Islamic Center dan Masjid Raya.
“Memang tidak semua masjid yang menerima hewan qurban yang diberikan masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. Tetapi, semua itu bukan Pemprov Kaltim tidak memperhatikan berbagai masjid, namun lebih diprioritaskan kepada masjid yang jamaahnya banyak. Termasuk didistribusikan kepada pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kaltim. Hewan qurban ini adalah sumbangan dari seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Pemprov Kaltim dan SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim,” jelasnya. mar

Kaltim Masih Terbuka Peluang Usaha Penyiaran Televisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebagai provinsi yang kaya akan alam dan budaya khas daerah, maka perlu adanya informasi yang tepat dan akurat untuk disampaikan ke publik, sehingga kekayaan alam dan budaya khas tersebut dapat diketahui masyarakat di Indonesia bahkan mancanegara, khususnya di daerah.
Karena itu, Ketua Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim Zainal Abidin mengatakan Kaltim masih terbuka peluang usaha untuk penyiaran tentang keanekaragaman tersebut. Sebab, saat ini yang masih dominan adalah penyiaran tentang pemberitaan umum, baik politik, ekonomi dan sosial serta pendidikan.
“Daerah ini masih banyak peluang untuk pengembangan usaha penyiaran yang dilakukan masing-masing lembaga penyiaran di Indonesia, yang akan membuka perwakilannya di daerah, terutama di Samarinda, sehingga informasi tentang kekayaan alam dan budaya di daerah dapat diketahui seluruh masyarakat,” kata Zainal Abidin usai membuka Evaluasi Dengan Pendapat (EDP) yang dilakukan KPID Kaltim bersama tiga lembaga penyiaran, yaitu PT Borneo Nusantara Media (Rainbow TV), PT Noyanowo Indonesia Media (Smile TV) dan PT Warna Nusantara Cahaya Televisi (Warna TV) di Samarinda, Selasa (7/10).
Saat ini yang masih kekurangan untuk penyiaran informasi tersebut adalah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Samarinda. Karena saat ini belum sampai 10 lembaga penyiaran yang membuka peluang usaha tersebut. Bahkan di Balikpapan baru lima lembaga penyiaran yang masuk mendaftar untuk membuka siaran.
Daerah ini masih terbuka untuk peluang usaha penyiaran. Karena itu, Pemprov Kaltim melalui KPID Kaltim akan menyeleksi lembaga yang mengajukan permohonan tersebut. Sebab, semua itu harus dievaluasi KPID bersama stakeholder terkait di daerah ini, terutama tokoh masyarakat dan agama serta seniman di daerah.
“Ada aturan yang kita ikuti, apakah lembaga tersebut layak atau tidak dikembangkan di daerah. Yang jelas, sebelum mendapatkan ijin dari Kementerian Kominfo melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mereka harus mengikuti verifikasi faktual yang dilakukan pemerintah daerah, yakni melalui Diskominfo Kaltim. Tetapi pada dasarnya Pemprov Kaltim siap menerima masuknya  tiga media tersebut ke daerah ini,” jelasnya.
Selain itu, yang menjadi pertimbangan KPID Kaltim untuk memberikan ijin kemudian diusulkan ke Kementerian Kominfo adalah sesuai dengan saran dan masukan serta evaluasi bersama berbagai tokoh masyarakat di daerah.
Setelah adanya pertimbangan dari berbagai masukan yang dilakukan bersama tokoh masyarakat, melalui EDP, selanjutnya KPID Kaltim dan KPI Pusat melakukan komunikasi dan mengusulkan kepada Kementerian Kominfo.
“Setelah usulan tersebut barulah ijin prinsip penyiaran diterbitkan dari Kementerian Kominfo dan mereka bisa melakukan siaran yang sifatnya uji coba selama setahun. Jika selama setahun kondisi penyiaran baik, maka baru ijin prinsip penyiaran tetap diterbitkan untuk jangka waktu selama 10 tahun. Diharapkan melalui proses tersebut tiga media ini bisa bekerjasama dengan baik dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, terutama tentang pengembangan kekayaan alam dan budaya khas daerah,” jelasnya.
Bahkan Pemprov Kaltim menyambut baik masuknya tiga lembaga ini, karena penyiaran yang dilakukan lembaga ini lebih memfokuskan tentang budaya dan kekayaan alam. Dengan demikian, diyakini informasi tentang kekayaan alam dan budaya di daerah dapat diketahui lebih luas ke masyarakat. mar

Awang Sakit, Rusmadi Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Plt Sekprov Kaltim, Rusmadi memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya meskipun Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak tidak bisa “ngantor” karena harus mendapat perawatan kesehatan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
“Pekerjaan tetap seperti biasa, karena semua dilakukan dengan sistem. Meskipun gubernur berhalangan apa yang menjadi tugasnya tetap dilakukan, diwakilkan Wagub maupun pejabat yang membidangi,” aku Rusmadi, di Samarinda, Senin (6/10).
Sebagai contoh, pelaksanaan apel pagi seluruh jajaran pegawai lingkup Setprov Kaltim tetap dilakukan seperti biasa di bawah pimpinan apel Sekprov Kaltim. Pun demikian tugas gubernur menghadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke 69, di Surabaya yang tetap dilaksanakan dengan diwakili Wagub Mukmin.
Menurutnya, gubernur merupakan sosok kepala daerah yang bertanggung jawab terhadap tugas pemerintahan. Gubernur tetap memikirkan pekerjaan meskipun dalam kondisi sakit. “Ini yang disebut profesional, siap mengabdi dalam kondisi apapun,” yakinnya.
Itu sebabnya, jajaran pemprov diminta tetap membangun komunikasi yang baik dengan gubernur dalam rangka menuntaskan tugas penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, profesional saja tidak cukup tanpa didukung komunikasi baik dalam kaitan membangun sinergitas. Setelah itu, perlu didukung saling dukung – mendukung agar profesionalitas pekerjaan lebih baik.
Sedangkan terkait kondisi kesehatan gubernur, Kepala Bappeda Kaltim ini menyebut gubernur dalam kondisi kurang sehat karena kelelahan setelah menjalani aktifitas marathon.
“Hasil penilaian kesehatan memang harus istirahat karena kelelahan. Perbandingannya ajudan gubernur tiga orang bergantian mengawal kelelahan, bagaimana gubernur yang melaksanakan tugasnya tidaak bergantian,” tandasnya.
Sementara Dirut RSUD AWS Samarinda, Rachim Dinata Marsidi mengatakan,  kondisi Gubernur Kaltim,  H Awang Faroek Ishak yang sebelumnya dikabarkan mengalami stroke ringan berangsur-angsur membaik.
“Alhamdulilah kondisi bapak (Gubernur Faroek,Red) sudah membaik. Jika sebelumnya harus istirahat total dan hanya boleh menerima tamu Wagub (Wagub Mukmin Faisyal) dan Sekda (Sekprov Rusmadi), sekarang sudah tambah seger, sehingga sudah bisa menerima kunjungan beberapa Kepala SKPD dan kerabat,” terang Rachim Dinata Marsidi.
Menurutnya, gubernur bahkan sudah mulai melakukan aktivitas layaknya orang sehat, seperti berbincang dan nonton DVD. Bahkan saat awak media diberi kesempatan mengambil gambar, gubernur sempat melambaikan tangannya mengarah kamera.
Hanya saja memang masih perlu banyak istirahat untuk menjaga kestabilan tekanan darah, kadar gula, dan kesehatan jantung yang dideritanya. Setelah dianggap memungkinkan, gubernur dijadwalkan akan dibawa ke Jakarta untuk kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan (general chekup).
“Hasilnya menentukan tindakan selanjutnya. Jika dianggap sudah tidak ada masalah, bapak bisa kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Tapi kita tidak bisa memastikan kapan bapak benar-benar pulih,” sebutnya.
Prinsipnya sebagai ketua tim medis yang menangani gubernur, Rachim mengaku akan berusa memberikan yang terbaik. Apapun penyakit yang diderita mesti mendapat perhatian serius. Sedangkan soal penyakit yang diderita, Rachim membantah berita yang menyebut gubernur menderita stroke ringan. Gubernur masuk ICU sesuai prosedur pengobatan karena butuh istirahat total akibat kelelahan.
“Jadi tidak benar jika dikatakan stroke ringan. Ditempatkan diruang intensif (ICU) agar pelayanannya intensif. Itupun hanya satu hari. Setelah istarahat baik, tekanan darah, gula darah, dan jantung baik langsung kita pindah ke ruang perawatan,” terangnya. mar

1 Juta Hektare Sawit Jilid II Disiapkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Disbun Kaltim, Etnawati, mengatakan moratorium penerbitan izin baru di bidang pertambangan, perkebunan dan kehutanan masih diberlakukan. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim rupanya sudah mempersiapkan diri melaksanakan program 1 juta hektare sawit jilid II.
“Sudah ada yang mulai pesan bibit. Inventarisasi lahan potensial juga sudah dilakukan Pemkab di Kaltim. Intinya kami sudah mulai membenahi untuk memulai 1 juta hektare jilid II ini,” kata Etnawati,
saat menggelar diskusi bersama Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Selasa (7/10).
Diketahui, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menerbitkan moratorium penerbitan izin baru di bidang pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Moratorium ini dikeluarkan lantaran menumpuknya persoalan di ketiga sektor tersebut misalnya, tumpang tindih lahan, hingga persoalan lingkungan.
Hasilnya, program pengembangan 1 juta sawit jilid II pun belum bisa dilakukan lantaran moratorium penerbitan izin baru tersebut masih berlaku.
“Yang tahu persis (progres penyelesaian persoalan perkebunan) itu Kabupaten. Karena yang memberi izin mereka, kalau kami (provinsi) hanya bisa memberi rekomendasi. Saya sendiri tidak bisa meramal ada masalah atau tidak. Kami harus lakukan kordinasi dulu dengan kabupaten untuk menginventarisir masalah tersebut,” ungkap Etna.
Namun demikian, nampaknya Etna optimis moratorium penerbitan izin baru bakal segera berakhir. “Moratorium itukan di zaman Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Nah, kami belum tahu lagi pemerintahan yang baru nanti. Apakah tetap melakukan moratorium atau tidak,” sebutnya.
Berdasarkan data Disbun, Kabupaten Kutai Timur masih memiliki lahan paling potensial untuk pengembangan perkebunan sawit. Lahan di Kutim yang terinventarisasi potensial tersebut seluas 292.000 hektare. Disusul Kabupaten Kutai Barat seluas 288.000 hektare.
“Angka ini dibuat oleh Disbun di Kabupaten, bukan saya yang mengarang. Jadi kita sudah siap membenahi untuk melaksanakan program 1 juta hektare sawit jilid II,” katanya lagi.
Etnawati optimis, program 1 juta hektare sawit jilid II bakal segera direalisasikan. “Dulu juga waktu 1 juta hektare jilid I kita tidak menyangka bisa terealisasi secepat ini. Kami perkirakan program itu baru bisa terwujud 2018 nanti. Tapi, dengan animo investasi di bidang perkebunan cukup tinggi, akhirnya program tersebut terwujud,” tandas Etnawati. tha


Rencana Pengembangan 1 Juta Hektare Sawit Jilid II
1.       Kutim    : 292.000 hektare
2.       Kukar    : 240.000 hektare
3.       PPU       : 18.000 hektare
4.       Paser     : 34.000 hektare
5.       Kubar    : 288.000 hektare
6.       Berau    : 100.000 hektare.

Interusi, Produksi IPA Palaran dan Pulau Atas Dihentikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Kota Samarinda terpaksa menghentikan produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Kecamatan Palaran dan Pulau Atas, karena terjadinya intrusi air laut.
"Interusi air laut mulai masuk ke sungai Mahakam. Ini sebagai dampak musim Kemarau yang cukup lama yang mulai berimbas kepada air Mahakam sebagai sumber air baku PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda," ujar Humas PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda, Syarif Rahman Hakim, saat dihubungi, kemarin.
Menurutnya, kondisi air sungai Mahakam sudah terinterusi air laut sejak beberapa hari lalu dan kenaikan yang cukup tinggi terjdi di IPA Pulau Atas yang sempat mencapai 250 ppm sehingga produksi sempat dihentikan 2 - 3 jam yakni dari jam 06.00 - 09.00 wita," terangnya.
Dia katakan, penghentian produksi ini tergantung daripada pasang surutnya air laut. Jika air pasang maka kandungan Klorida akan naik begitu pula sebaliknya.
"Dalam hal  ini memang harus kita pantau terus beberapa hari ke depan. Kemungkinan 4 hari kedepan masih akan terjadi kenaikan kandung klorida di air Mahakam," tambahnya.
Berdasarkan hasil pantauan dibeberapa IPA, Utamanya IPA Pulau Atas pada jam 08.00 wita tertinggi 280 ppm, hal ini memaksa PDAM menghentikan produksi.
"IPA Palaran 150 ppm Produksi masih normal. Untuk batas maksimal 250 ppm untuk produksi dan layak konsumsi jika sudah melebihi 250 ppm maka produksi dihentikan, karena air tak layak konsumsi," katanya menjelaskan.
Syarif, menghimbau agar pelanggan  menampung air sebagai persediaan dan berhemat karena tidak menutup kemungkinan produksi dihentikan dalam waktu yang relatif lama.
"Jika IPA tidak produksi dan distribusi terhenti dalam waktu yang lama, kita akan upayakan pendistribusian menggunakan armada mobil tangki ke rumah-rumah warga dan tempat-tempat Ibadah khususnya," ungkapnya.
Kembali Syarif menjelaskan, IPA Pulau Atas dan Palaran memang lebih awal terkena intrusi air laut karena posisinya berada di muara Sungai Mahakam, sedangkan yang berada di hulu Mahakam seperti IPA didepan kantor Gubernur dan di Teluk Lerong belum terkena intrusi. Namun jika dalam sepekan tidak turun hujan maka tidak menutup kemungkinan air laut semakin jauh masuk ke sungai Mahakam.
"Jika IPA dipaksakan berproduksi maka akan membuat kerusakan alat, pipa menjadi keropos karena air mengandung klorida,” katanya. tha

Wartawan Diintimidasi 2 Oknum Preman di Ruang Sekot Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dua orang tak dikenal yang diduga preman melakukan aksi intimidasi terhadap seorang wartawan yang melakukan tugas jurnalistiknya di Sekretariat Kota Samarinda.
Tidak diketahui kehadirannya tiba-tiba saja kedua orang itu mendatangi seorang wartawan yang saat itu sedang mewawancarai Sekretaris Kota Samarinda Zulfakar diruang kerjanya.
"Jangan macam-macam sama dia (menunjuk Zulfakar) dia keluarga saya," kata Azis wartawan lokal di Samarinda menirukan ucapan salah satu preman yang tidak diketahui asalnya itu.
Tidak hanya itu, menurutnya preman itu menarik tangannya ketika dirinya bertanya kepada Sekkot.
"Dia kelihatan tidak suka saat saya tanya kamu siapa. Bahkan dia menarik saya, beruntung Sekkot yang berada didepan kami langsung menengahi dan meminta yang bersangkutan untuk menghentikan tindakannya," kata Azis.
Selanjutnya giliran Sekkot Samarinda Zulfakar yang menerangkan bahwa dia sengaja memanggilnya ke ruangan karena memang ingin menyelesaikan masalah ini.
Zulfakar mengaku bahwa kedua orang yang ada di ruangannya adalah anggotannya di sebuah organisasi massa kedaerahan di Kota Samarinda yang dipimpinnya.
"Mereka merasa terganggu dengan pemberitaan di media beberapa hari lalu. Dari itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ia sengaja mempertemukan mereka diruang kerja Sekkot," kata Azis menirukan ucapan Zulfakar.
Karena pertemuan itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaanya, lanjut Azis iapun kemudian memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu .
Namun apa yang dilakukannya ternyata membuat salah satu dari dua orang Preman itu sakit hati. Diapun kemudian mengejar dan kembali menarik.
"Saya kontan melawan, dan kali ini kembali Sekkot memanggil yang bersangkutan, saya langsung meninggalkan ruangan itu," jelas Azis.
Mungkin disengaja atau tidak, saat dirinya keluar dari Kantor Humas, ternyata dua orang preman yang tadi ditemuinya di ruang kerja Sekda kembali ditemuinya. Kali ini keduanya sudah siap melakukan pemukulan. Bahkan sempat terjadi pergumulan namun tidak berlangsung lama.
"Saat itulah ancaman mulai dilontarken keduanya. Baik itu ancaman akan melanjutkan perkelahian diluar balai kota maupun ancaman lainnya yang mengatakan Kota Samarinda ini kecil," kata Azis.
Atas kejadian ini lanjut Azis ia kemudian memutuskan untuk meminta perlindungan dari aparat kepolisian.
"Saya datang ke kantor Polisi adalah untuk meminta perlindungan atas aksi premanisme yang terjadi di Balai Kota Samarinda," kata Azis.
Sementara itu Wakil Ketua PWI Bidang Advokasi Hukum Charles Siahaan mengatakan apa yang terjadi terhadap wartawan seharusnsya tidak perlu terjadi.
Saat ini zaman era keterbukaan, tidak jamannya lagi seorang pejabat pemerintah mengerahkan preman hanya untuk menakut-nakuti wartawan. Pejabat saat ini bisa juga bisa menghukum wartawan melalui laporan ke dewan pers jika memang dirugikan.
"Kami telah mendapatkan laporan dari yang bersangkutan, dan kami meminta kepala kepolisian Polresta Samarinda untuk memberikan perlindungan hukum terhadap warga negara yang terancam. dan PWI yakin pihak kepolisian tanpa diminta akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini," kata Charles Siahaan.
Sementara itu Kepala Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta  membenarkan soal laporan ancaman terhadap Azis, “Kasus masih dalam penyelidikan polisi,” kata Winsu singkat.
Sementara itu Sekkot Samarinda Zulfakar saat coba dihubungi telpon selulernya Senin siang mendadak tidak bisa dihubungi. M4n

Gubernur Dirawat di Rumah Sakit

Rusmadi : Kondisinya Mulai Membaik

SAMARINDA, POskota Kaltim
Kabar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sakir dibenarkan Sekretaris Provisni Kaltim H Rusmadi di ruang perawatan lantai 5 gedung Sakura Rumah Sakit Umum Aw Sjahranie Samarinda.
Rusmadi mengatakan bahwa KOndisi Gubernur Kaltim H Awang Faroek kini telah membaik, meski sebelumnya Awang Faroek sempat dirawat di ruang ICU, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie.
Sakitnya orang nomor 1 di pemerintahan Provinsi Kaltim ini diduga akibat kelelahan karena padatnya menerima tamu dan mengikuti kegiatan selama dua hari berturut-turut.
"Kondisi beliau tiba-tiba drop pada kamis (2/10) lalu, Saat itu meski tidak langsung dirawat gubernur sempat memutuskan istirahat di rumah jabatannya, namun bari Jum'at pagi beliau langsung dibawa ke RSU untuk mendapatkan perawtaan intensif," kata Rusmadi.
Sementara itu Direktur RSUD AW Sjahranie, dr Rachim Dinata, mengatakan bahwa Awang Faroek memang perlu istirahat untuk beberapa waktu. Artinya, ia harus melepaskan sejenak aktifitasnya. Karena jika dipaksakan, takutnya akan membuat kondisinya semakin menurun.
"Selama perawatan, kita siapkan semua tim dan dokter-dokter spesialis untuk mengecek rutin. Kita akan siaga 24 jam." kata dr Rachim.
Selain dalam pengawasan dokter dan perawat, istri, anak serta cucunya ikut menginap di rumah sakit menemani.
Disinggung mengenai penyakit yang dialami Awang Faroek Ishak, DR Rachim mengatakan bahwa penyakit yang diderita Awang merupakan penyakit komplikasi yang memang sudah biasa dialami oleh orang yang sudah berumur.
"Biasa tekanan darah tinggi dan beberapa penyakit bawaan lainnya, sehingga mengharuskan Rumah sakit langsung menyiapkan seluruh tim dokter spesialis khusus memeriksa orang nomor satu di Kaltim itu," kata Rachim.
Sementara itu Anan Kandung Gubernur Kaltim Dona mengatakan bahwa saat ini Tim dokter masih terus melakukan perawatan terhadap orang tuannya di rumah sakit karena kelelahan bekerja.
"Bapak kalau berkerja tidak ingat waktu meski tidur larut ia selalu tetap bangun pada pukul 04.30 wita sholat subuh dan langsung berkerja, bahkan saat ini meski beliau sakit," kata Dona.
Dari itu agar perawatan lebih efektif pihak keluarga setuju dengan apa yang dilakukan pihak rumah sakit yang menjauhkan Awang Faroek dari tamu-tamunya.
"Agenda bapak memang cukup padat sehingga membuat bapak kecapean karena sepanjang hari sebelumnya melayani tamu," tuturnya. M4n

Pengepul Kulit Hewan Dadakan Muncul di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perayaan Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kulit ternak di Kota Samarinda. Di antaranya, bahkan langsung membuka stand di pinggiran jalan. Cara ini dianggap cukup memudahkan warga yang menjual kulit hewan kurban.
Salah satunya, seperti yang dilakukan Fajara, tahun itu menjadi PKL dadakan, di tepi jalan Kemakmuran.
"Buka di sini hanya sehari ini saja, mas. Tiap Idul Adha kami selalu buka lapak di tepi jalan begini," kata Fajar, Minggu (5/10).
Pentauan Pokota Kaltim, cara berdagang kulit yang dilakukan Fajar memang cukup jitu. Banyak warga yang hendak menjual kulit hewan kurban langsung menuju lapaknya, di tepi jalan tersebut.
Untuk menandai lapaknya, Fajar cukup memberi tulisan dengan banner kecil bertuliskan "Beli Kulit Sapi & Kulit Kambing".
Pria ini juga menjadikan sepeda motornya sebagai lapak dadakan dagangan kulitnya.
Menurut Fajar, untuk perayaan Idul Adha tahun ini, harga kulit kambing dan kulit sapi masih cenderung tinggi. Untuk kulit kambing, misalnya. Dia membeli dari warga dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu per lembar.
Sementara untuk kulit sapi, harganya antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogramnya.
"Kalau kulit sapi, ya nanti harga per kilogramnya itu tinggal dikalikan sama berat kulitnya," ujarnya.
Pada perayaan Idul Adha tahun 2013 lalu, Fajar mengaku bisa membeli kulit sapi dan kambing hingga 800 lembar dalam sehari. Untuk tahun ini, angka pembelian kulit hewan kurban diperkirakan turun. Hingga pukul 14.00 Wita, kulit
kambing dan kulit sapi yang dibelinya dari warga masih sekitar 300 lembar.
"Kayaknya memang ramai tahun yang lalu. Dulu saya sampai satu pick up atau sekitar 800 lembar. Nanti semua kulit itu akan kita pasok ke pengepul. Mungkin untuk bahan membuat sepatu, tas, dompet atau yang lainnya," pungkasnya. aon

Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dengan anggaran untuk pendidikan yang dialokasikan sebesar 20 persen dari APBD Kaltim, seharusnya tak ada lagi anak-anak di Kaltim yang tidak mengenyam pendidikan atau putus sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang terkait masih ditemukannya anak usia sekolah SD, SMP dan SMA yang ditemukan putus sekolah di beberapa kabupaten/kota di Kaltim.
Hal tersebut menurutnya merupakan suatu fenomena yang memprihatinkan. Di provinsi yang terkenal dengan kekayaan alamnya ini masih terdapat anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan formal alias putus sekolah karena faktor kemiskinan; orangtua kesulitan mencari biaya.
Politikus PDI Perjuangan ini sangat menyayangkan gerakan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kaltim tidak dapat mencegah orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya.
“Terus terang saya prihatin mendengar fakta itu. Seharusnya, Perda Pendidikan Kaltim bisa menjadi pelindung bagi anak sekolah untuk tetap bisa mengenyam pendidikan, dan tak ada alasan orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya,” ujarnya.
Menghindari bertambahnya angka anak putus sekolah, dia mengimbau agar Dinas Pendidikan (Disdik) bisa segera mengecek hal tersebut di lapangan dan melakukan tindakan cepat untuk mengembalikan mereka ke sekolah. Jangan sampai, alasan materi menjadi alasan anak-anak di Kaltim tidak bersekolah. Apalagi saat ini seluruh kabupaten/kota di Kaltim juga sudah memasukan anggaran 20 persen di APBD untuk pendidikan.
“Diimbau Disdik untuk turun ke lapangan, karena masalah wajib belajar 12 tahun ini jangan hanya menjadi slogan saja.  Selain itu pemerintah kabupaten/kota mestinya harus bertanggung jawab jika di wilayahnya masih ada anak yang tidak bersekolah karena orang tuanya tak mampu. Apa gunanya ada pendidikan gratis?” ucapnya dengan nada tanya.
Padahal, sebutnya, Perda Pendidikan yang telah disahkan DPRD Kaltim beberapa waktu lalu mengatur wajib belajar 12 tahun. Juga masalah pemerataan infrastruktur pendidikan, kesejahteraan guru, pendidikan gratis termasuk sanksi administratif jika masih ada sekolah yang melakukan pungutan-pungutan yang membenani orangtua siswa.
"Seharusnya Perda Pendidikan tersebut bisa implementatif dan mengakomodir kepentingan semua pihak termasuk masyarakat" pungkasnya. hms

Kembangkan Buah Naga Perlu Keterlibatan Investor

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim Ibrahim menyampaikan bahwa geliat pengembangan komoditi buah naga Kaltim butuh keterlibatan investor sebagai penunjang pengembangan industri pengolahan produk turunannya. Maksudnya tidak lain untuk meningkatkan nilai tambah tanaman hortikultura favorit yang dikembangkan petani Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut. 
“Ini merupakan tantangan kita (Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim) dan para petani. Kemarin saat Wakil Menteri Pertanian RI, Rusman Heriawan mengunjungi Sentra Buah Naga Samboja mengatakan itu (pentingnya dukungan investor, red),” kata  Ibrahim, beberapa hari lalu.
Wamentan bahkan menargetkan buah naga produksi petani di Sentra Buah Naga Samboja masuk pasar modern. Ini agar pemasarannya semakin luas, tidak hanya sebatas memenuhi pasar lokal dan domestik.
Mengingat, potensi lahan sentra buah naga Kaltim tersebut mencapai 671 hektare. Dari total luas lahan yang dikembangkan sudah 65 persennya berproduksi, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya permintaan pasar untuk buah naga.
Sejauh ini, pemasaran buan naga Kaltim yang terbesar diserap pasar lokal dan di luar Kalimantan seperti Jakarta yang meminta dikirimi hinga 2 kontainer setiap bulannya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PTP Kaltim, Uni Gamayati mengatakan akan membuat Sentra Terminal Agribisnis ( STA ) untuk mengakomodir petani buah naga di daerah samboja dan sekitarnya. Apalagi buah naga Kaltim berbeda dengan yang lain, karena bisa berbuah kapan saja tidak mengenal musim.
“Dinas Pertanian juga mempromosikan buah naga, jeruk borneo, dan pisang kepok ke pameran – pameran baik yang ada di Kaltim, maupun yang di luar Kaltim,” akunya.
Sedangkan terkait peningkatan nilai tambah, Uni berharap ada perusahaan yang dapat mengolah buah naga tersebut menjadi buah kalengan, jus, ice cream dan lain – lain. Dengan demikian bisa senantiasa menyerap hasil panen jika produksi buah naga petani. mar

Pusat Puji Kaltim Pelaksanaan Kurikulum 2013

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaan Kurikulum 2013 disejumlah sekolah yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di wilayah Kaltim berjalan lancar. Keberhasilan  itu pun diakui Pemerintah Pusat dengan penilaian pelaksanaan kurikulum 2013 terbaik daripada provinsi lain
Karena pengembangan kurikulum 2013 juga terkait dengan distribusi pengadaan buku pelajaran siswa di masing-masing sekolah, maka Pemprov Kaltim siap melaksanakan pengadaan tersebut, jika Pemerintah Pusat tidak sanggup atau tidak bersedia.
“Kalau pelaksanaan, Alhamdulillah Kaltim sudah tidak masalah. Kita bahkan diakui pusat nomor satu implementasi kurikulum 2013. Diharapkan menjadi percontohan bagi provini lain. Ini karena Kaltim telah melaksanakan begitu dicanangkan 15 Juli 2013,” kata Sekretaris Disdik Kaltim Hj Dayang Budiati, dikonfirmasi di Samarinda, Senin (6/10).
Menurut dia, sekolah sasaran pelaksanaan kurikulum 2013 tuntas menerapkan pengganti kurikulum terpadu satuan pendidikan (KTSP). Terbukti di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya satu sekolah saja yang menjadi sasaran menerapkan kurikulum 2013, tapi sudah 100 persen atau seluruh sekolah menerapkan.
Komitmen menerapkan kurikulum 100 persen pada sekolah di wilayah tersebut saat ini sedang diikuti Kota Bontang dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), serta beberapa kabupaten/kota se Kaltim.
Meski demikian, hal ini masih dikhawatirkan terkendala ketersedian buku paket. Masalahnya pengadaan buku paket masih dilakukan pemerintah pusat, sehingga terjadi keterlambatan karena butuh proses panjang.
“Pemerintah memberi dananya ke sekolah, kemudian sekolah harus membeli ke penyedia yang lokasinya di Jakarta. Setelah itu dikirim lagi ke Kaltim, sehingga membutuhkan proses panjang. Tetapi, jika pemerintah pusat tidak menganggarkan, Pemprov Kaltimsiap menganggarkan. Prosesnya tentu bisa lebih mudah dan cepat,” jelasnya.
Saat ini, pemprov se Indonesia hanya diberi tanggung jawab melatih guru sebagai persiapan pelaksanaan kurikulum tersebu, khususnya di Kaltim. Tetapi, bagi Kaltim hal itu terus dilakukan, bahkan pelatihan guru sudah dilakukan bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltim.
Kurikulum dinilai penting bagi pengembangan kualitas mutu pendidikan, karena menekankan pada pendidikan karakter dan peminatan. Salah satu pendekatan pendidikan karakter ditunjukan dengan membangun kekompakan, keberanian, inisiatif, hingga bebas menyampaikan pendapat.
“Intinya siswa dipersyaratkan aktif dan kreatif. Dengan demikian guru juga harus pintar dan cerdas dalam menyampaikan pengajaran, jadi bukan hanya menjelaskan dan meminta anak mencatat buku sampai habis,” jelasnya.
Sedangkan peminatan, pelaksanaan ini tidak lagi memaksa murid memilih, tapi bebas memilih sesuai minat bakat masing-masing. Sementara guru hanya tinggal mengarahkan. Misal, anak-anak minat di IPA, maka guru mengarahkan penguatan pendidikan di IPA, sesuai dengan kemampuan anak. mar

Masyarakat Kaltim Diajak Doakan Kesembuhan Gubernur

Sholat Ied Idul Adha di Islamic Center

SAMARINDA, Poskota  Kaltim
Sejak Jumat (3/10) Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak terbaring sakit di ICU Faviliun Sakura Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie (RSUD AWS) Samarinda. Gubernur Awang Faroek diduga kelelahan bekerja dan mengikuti sejumlah acara yang terjadwal di protokol Pemprov Kaltim, sehingga kondisi tubuh orang nomor satu di Kaltim ini harus dirawat instensif oleh Tim Dokter RSUD AWS. Tetapi, hingga saat ini, Minggu (5/10) Gubernur Awang Faroek dikabarkan telah dipindah ke ruang rawat inap di Lantai 5 Faviliun Sakura.
Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal ketika menyampaikan sambutan Gubernur Kaltim jelang Sholat Ied Idul Adha 1435 Hijriah mengajak agar masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda berdoa bersama untuk kesembuhan Gubernur Awang Faroek Ishak yang kini terbaring sakit.
“Saya berharap dan mengajak kepada seluruh masyarakat agar berdoa bersama untuk kesembuhan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang kini terbaring di rumah sakit. Semoga Bapak Gubernur diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dan bisa bekerja dan bersama-sama membangun daerah ini,” kata Mukmin Faisyal di Islamic Center, Minggu (5/10).
Meski gubernur sakit, Mukmin menegaskan bahwa program pemerintahan tetap harus terlaksana dengan baik. Karena program pembangunan di Kaltim harus tetap dilanjutkan. Karena itu, semua stakeholder dapat bersama-sama melaksanakan kinerja sesuai profesi masing-masing.
“Tidak ada kata berhenti untuk pembangunan daerah ini. Karena tujuan pembangunan yang diharapkan Bapak Gubernur adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata di daerah ini. Kita doakan semoga Bapak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak segera sembuh dan bisa bersama membangun daerah ini,” harapnya. mar

Momentum Berbagi Antar Sesama

Hari Raya Idul Adha 1435 H

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal mengatakan Hari Raya Idul Adha tahun ini dapat menjadi momentum bagi seluruh umat muslim, terutama di Kaltim untuk berbagi terhadap sesama, khususnya kepada umat muslim yang kurang mampu.
"Diharapkan, momentum ini betul-betul dirasakan seluruh umat muslim di Kaltim, terutama yang kurang mampu, yakni bisa menerima daging qurban yang telah disumbangkan oleh umat muslim yang mampu. Makna yang terkandung dalam Hari Raya Idul Adha ini adalah bagaimana berbagi terhadap sesama, sehingga masyarakat kita atau umat muslim yang tidak mampu menerima daging qurban. Karena itu, mereka yang berhak menerima adalah orang yang betul-betul tidak mampu,” papar Mukmin Faisyal usai Sholat Ied Idul Adha 1435 Hijriah di Islamic Center Samarinda, Minggu (5/10).
Selain itu, momentum ini juga merupakan bertepatan dengan umat Islam di seluruh dunia berkumpul untuk melaksanakan salah satu kewajiban Haji, yaitu melontar Jumratul Aqobah di Kota Suci, Mina, setelah sebelumnya melaksanakan Wukuf di Padang Arafah yang menggambarkan bagaimana kekuasaan dan keagungan Allah SWT.
Karena itu, pada kesempatan tersebut wagub mengajak bersama-sama berdo’a semoga Jamaah Haji Indonesia khususnya Jamaah dari Kalimantan Timur diberi kekuatan dan kesehatan selama melakanakan Ibadah Haji dan dapat kembali ke Tanah Air dengan menyandang gelar Haji yang mabrur.
Makna lain dari hari raya ini adalah, yakni mengandung hikmah yang sangat mendalam terjadi pada keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam. Merupakan sosok keluarga yang lulus dari ujian yang dibuktikan dengan pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam yang luar biasa besar hanya karena Allah semata.
Ibrahim lulus dari ujian bujuk rayu setan ketika dalam mimpi diperintah Allah menyembelih anaknya Ismail. Dengan ketabahan dan berserah diri kemudian selamat dari penyembelihan karena digantikan Allah dengan seekor domba. 
“Karena itu, saya berharap Idul Adha tahun ini dapat menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan partisipasi terhadap pembangunan dan kita juga patut bersyukur kepada Allah SWT, karena tahap demi tahap pembangunan dalam mewujudkan Visi Kaltim Maju 2018 secara bertahap terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Apalagi, belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kunjungan kerjanya dalam rangka peresmian dan groundbreaking proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Balikpapan 15 September 2014 mengakui, Kaltim telah sangat maju dan berkembang.
Meskipun demikian masyarakat Kaltim maupun pemerintah tidak boleh bangga atas pujian Presiden tersebut, akan tetapi Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat harus terus bekerja dan pembangunan harus terus ditingkatkan hingga terwujud Kaltim yang adil, makmur dan sejahtera.
Ketua Pengelola Masjid Islamic Center Samarinda H Awang Dharma Bakti mengatakan jumlah hewan qurban tahun ini sebanyak 20 ekor, terdiri dari 15 ekor sapi dan 5 ekor kambing. “Kami berharap hewan qurban yang disumbangkan ini dapat diterima masyarakat yang berhak menerima, terutama yang kurang mampu,” jelasnya. mar

DPRD Kaltim Pertanyakan KPU Kaltim

Soal Usulan Anggaran Rp 4 Miliar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
DPRD Kaltim mempertanyakan usulan dana sebesar Rp 4 milyar dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim, beberapa waktu lalu. Pasalnya, saat ini semua tahapan dan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dihentikan sampai ada kepastian hukum.
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Josep, mengatakan anggaran yang rencananya dibuat untuk persiapan tahapan Pilkada tersebut dinilai terlalu besar, sementara Pilkada yang diselenggarakan di beberapa daerah di Kaltim tersebut juga mendapatkan sokongan dana dari pemerintah kabupaten/kota.
"Perlu ada rincian dengan jelas jumlah dana yang diusulkan sebesar itu," ujarnya, kemarin.
Ia berharap UU Pilkada secara tidak langsung atau melalui voting DPRD, yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu yang lalu itu dapat menekan anggaran saat dilaksanakannya pemilihan kepala daerah.
"Ini tujuannya untuk menekan anggaran nah kenapa kok KPU Kaltim mengusulkan anggaran sebegitu banyaknya," katanya.
Menurut Josep, anggaran miliaran tersebut sebaiknya diperuntukan untuk keperluan yang lain, seperti pembangunan sejumlah fasilitas umum yang saat ini masih jauh dari kata layak dan sejumlah infrastruktur, sehingga bisa berdampak bagus terhadap pertembuhan perekonomian di Kaltim.
"Saat ini APBD murni telah disahkan, jika anggaran tersebut nantinya bakal disetujui kemungkinan besar akan disetujui di APBD perubahan," katanya.
Terkait dengan pengusulan anggaran yang begitu besar tersebut, Josep meminta kepada pemerintah agar melakukan evaluasi ulang jika nantinya disetujui, karena menurutnya anggaran tersebut diniliannya terlalu besar.
"Boleh mengusulkan tetapi porsinya jangan terlalu besar seperti itu, karena masih banyak hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat banyak yang perlu diperbaiki dan mendapatkan perhatian dari pemerintah," katanya.
Lebih lanjut Josep mengatakan, saat ini UU Pilkada  masih dilakukan Judicial revieuw, yang digugat oleh sejumlah pihak yang tak menghendaki pemilihan tidak langsung itu terjadi.
"Ya kami masih menunggu juga UU ini, kan masih dilakukan beberapa tuntutan dari masyarakat, apa lagi presiden mengeluarkan Perpu terkait dengan UU tersebut," jelasnya. tha

KPU Diminta Tunda Tahapan Pilkada

KPU RI Perintahkan Penghentian Penggunaan Dana Tahapan Pilkada

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) meminta kepada KPU se-Indonesia untuk menghentikan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada). Tak hanya itu, semua anggaran dan penggunaannya diminta untuk dihentikan.
Anggota komisioner KPU Kaltim Viko Januardy mengungkapkan, surat yang telah diteria KPU Kaltim tertanggal 2 Oktober 2014, kemarin itu, seluruh kabupaten/kota yang sudah meyelengarakan tahapan Pilkada wajib mematuhinya.
"Ada penundaan pelksanaan dan jadwal tahapan Pilkada sampai nanti disahkannya UU tentang Pilkada oleh bapak Presiden, " katanya, kemarin.
Ia menjelaskan edaran tersebut bersifat penundaan tahapan Pilkada lantaran munculnya UU Pilkada tidak langsung. Meski telah telah disahkan oleh DPR RI, beberapa waktu yang lalu. Namun UU Pilkada belum bisa diterapkan, karena aturan lain yang mendukung pelaksanaan UU tersebut belum diterbitkan Pemerintah Pusat.
“Yang jelas ditunda sampai ada edaran surat lagi dari KPU RI tentang tahapan Pilkada tidak langsung ini. Nanti, setelah ada kepastian kapan dan bagaiman penyelenggaraan UU Pilkada ini, KPU RI akan mengeluarkan edaran baru lagi, pengganti edaran yang ada sekarang, yang saat ini kami terima” jelasnya.
Saat ini kabupaten/kota yang sudah melaksanakan tahapan Pilkada yakni Kabupaten Tanah Tidung (KTT), Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski pemilihan kepala daerah akan dilakukan oleh DPRD, namun penyelenggaraan Pilkada tetap menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi KPU Kaltim, dan KPUD Kabupaten/Kota. tetap mempunyai peran, diantaranya memberikan pendidikan politik, sosilaisasi dan tahapan verifikasi data bagi calon kepala daerah yang mendaftar. tha

Curanmor di Samarinda Kian Menggila

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Maraknya  Kasus pencurian didaerah samarinda seb rang meraja lela dan kali ini warga samarinda sebrang menjadi korban pencurian motor sebut saja yang dialami Darni Ani (31) warga Jl KH Harun Nafsi, Loa Janan Ilir hingga Rabu (1/10) kemarin masih dalam penyelidikan. Anggota Polsekta Samarinda Seberang terus menelusuri identitas pelaku yang mencuri uang sebesar Rp35 juta dari jok motor Yamaha Mio KT 5202 IO yang digunakan korban, Selasa (30/9) lalu.
Kasus tersebut sudah dilaporkan dan saat ini proses penyelidikan masih kami lakukan, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antnius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Hari Widodo.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian itu bermula saat Darni bersama suaminya Mustamin (35) mengambil uang di salah satu bank di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Saat keluar dari bank, korban meletakkan uang tunai yang dibungkusnya menggunakan plastic ke jok motor.
Adapun saat uang itu dimasukkan ke dalam jok, pelaku yang memang berada di sekitar bank itu sudah mengincar mereka. Saat berhenti di sebuah toko, di situ menjadi kesempatan bagi pelaku
Dalam kasus ini korban terbilang teledor. Karena jok motor metik bukan menjadi tempat yang aman untuk meletakkan uang dan sejumlah barang berharga. Pasalnya para pelaku kejahatan tak perlu waktu banyak untuk membongkar bagasi kecil di motor metik ini.
Itu sebabnya, kepada para nasabah bank agar lebih waspada saat membawa uang dalam jumlah besar. Agar tidak menjadi korban kejahatan, menurutnya sebaiknya uang dalam jumlah banyak diletakkan di sebuah tas dan selalu dibawa. Jok motor mudah untuk dibongkar. Dan Sejauh ini sudah beberapa kasus serupa terjadi di Samarinda,.
Agar keamanan lebih terjamin, nasabah bank yang membawa uang dalam jumlah banyak juga disarankan untuk meminta pengawalan petugas kepolisian. Karena potensi kejahatan terhadap nasabah bank. opi

Penduduk Tanpa Identitas Hambat Perencanaan Pembangunan

Petugas Pendataan Harus Proaktif Jemput Bola

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Semua penduduk yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wajib memiliki identitas diri dan dipastikan masuk dalam Kartu Keluarga (KK). Bila tidak memiliki identitas akan menyulitkan dalam memberikan pelayanan dan menghambat dalam proses perencanaan pembangunan.  
Hal itu  dikatakan Ir Mufti Munzir MM  dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Ditjen Dukcapil ) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) saat tampil sebagai  pemateri  pada acara kegiatan penyusunan proyeksi penduduk yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara, Senin (29/9) lalu di Hotel Grand Elty Lesong Batu Tenggarong.
Menurut Mufti, saat ini diakui masih banyak penduduk yang belum memiliki identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan KK. Hal ini menyebabkan penyajian informasi kependudukan belum valid atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Untuk mengatasi masalah ini sambung Mufti, Undang-Undang (UU) No.24 Tahun 2013 tentang perubahan UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan mengamanatkan agar petugaslah seperti Ketua RT yang aktif melayani masyarakat dimana pun mereka berada. Sebab bila petugas tidak aktif hanya menunggu warga yang datang, maka upaya tertib administrasi kependudukan (adminduk) akan sulit terwujud.
" Jadi mulai sekarang pola pelayanan adminduk diubah menjadi stelsel aktif atau petugas yang aktif melayani warga. Dan pelayanan harus mudah dan cepat. Bahkan pengurusan dan penertiban dokumen kependudukan  tidak dipungut biaya.Ini amanah UU 24/2013 pasal 79A " kata Kepala Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk ini.
Untuk mengoptimalkan tingkat kepemilikan dokumen identitas pemerintah kata Mufti telah memprogramkan pelayanan KTP-el  bagi penduduk berusia dibawah 17 tahun. KTP-el itu akan diserahkan sebagai kado ulang tahun ketika yang bersangkutan berusia 17 tahun.
Mufti yang menguraian materi Implikasi Proyeksi Penduduk terhadap Perencanaan Pembangunan Daerah Kukar menyebutkan, dalam perencanaan pembangunan daerah yang berwawasan kependudukan dan berkelanjutan diperlukan bahan yang berbasis kependudukan. Dalam hal ini implikasi penduduk seperti perkembangan demografi menuju keadaan yang diinginkan seperti menurunkan angka kelahiran, angka kematian,meningkatkan partisipasi pendidikan,kesehatan,penyediaan pangan juga infrastruktur dan ketenagakerjaan.
Lebih jauh ia menjelaskan, pada 2010 telah ditetapkan proyeksi tingkat nasional dan provinsi yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik didukung oleh United Nation Population Fund (UNFPA)  telah menetapkan Kukar sebagai percontohan pembuatan implikasi proyeksi penduduk.
Metodeloginya kata dia adalah, menggunakan metode spraque yaitu pemecahan umur yang dilakukan terhadap hasil proyeksi sehingga dihasilkan proyeksi yang berdasarkan usia tertentu sesuai kebutuhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kukar.
Sementara itu Kepala Disdukcapil Kukar Drs Getsmani Zeth MM dalam sambutannya mengatakan,  pembuatan implikasi proyeksi penduduk ini memiliki tiga substansi  yakni pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan pengelolaan informasi kependudukan. Hasil pelaksanaan tiga substansi itu berguna untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Awal 2008 lalu kata Getsmani Pemkab Kukar melalui Disdukcapil sudah membangun database kependudukan dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang tersebar di 18 kecamatan di Kukar dan terkoneksi secara on-line ke Ditjen Dukcapil Kemendagri Jakarta.
Melalui program SIAK lanjut Getsmani, dilakukan pelayanan secara online pencatatan sipil dan pendaftaran penduduk. Untuk pencatatan sipil seperti akta kelahiran, kematian,perkawinan dan perceraian juga pengakuan anak dan pengesahan anak. Sedang pelayanan pendaftaran penduduk yaitu surat KK ,KTP, Surat Keterangan Pindah (SKP) dan Surat Keterangan Pindah Datang (SKPD).
Sekadar diketahui kegiatan penyusunan proyeksi penduduk ini berlangsung sehari diikuti 50 peserta terdiri dari para utusan SKPD terkait, Kasi pemerintahan Kecamatan se Kukar ditambah para pejabat struktural dilingkup Disdukcapil. (*hmp23/yd)

Bandara Melak Ditutup

Hingga Waktu yang Tidak Ditentukan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Akibat gangguan kabut asap tebal di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim), penerbangan dengan tujuan Bandara Melalan, Melak, Kubar, terpaksa ditutup.
Demi keselamatan penerbangan, bandar Udara Melalan Melak akhirnya ditutup untuk semua penerbangan, Hal ini diungkapkan Kepala Bandara Temindung Samarinda Agus Pramuka kepada sejumlah media di Kantornya Kamis (02/10) kemarin.
“Semua pesawat menuju Melak terpaksa dipending, hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Kami mendapat informasi dari ATC (Air Trafict Control) Bandara Melalan Melak, kondisi cuaca di sana masih diselimuti kabut asap tebal dan menghalangi jarak pandang,” kata Agus.
Sebelumnya, kemarin (1/10) penerbangan perintis pesawat Avia Star jenis Karavan PK-BRN dari Bandara Datah Dawai, Kabupaten Mahakam Ulu tujuan Melak, terpaksa dialihkan ke Bandara Temindung, Samarinda.
Pendaratan di Melak tidak bisa dilakukan akibat gangguan kabut asap, dengan jarak pandang kurang dari 1 km.
“Hari ini ada penerbangan ke Melak. Tapi karena kabut asap tadi, kami terpaksa menunda penerbangan Pesawat Kalstar yang hendak menuju Melak. Seharusnya, tadi Kalstar bermuatan 30 penumpang berangkat dari Samarinda menuju Melak sekitar pukul 10.33,” katanya.
Namun lanjutnya Pesawat  Kalstar jenis ATR-42 yang seharusnya singgah ke Bandara Melalan itupun terpaksa langsung berbalik menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Karena Bandara Melalan, Melak sangat pekat kabut asap dan tidak mungkin melakukan pendaratan di sana.
“Rute Kalstar hari ini (kemarin) dari Tanjung Selor-Samarinda-Melak-Balikpapan-Melak-Tanjung Selor dan terakhir Tarakan. Tapi akibat kabut asap tadi, terpaksa dari Samarinda langsung kembali ke Tanjung Selor. Besar kemungkinan, seluruh penerbangan menuju Melak dari bandara lainnya di Kaltim juga ikut ditutup,” jelasnya.
Kondisi Bandara perintis di Kaltim ternyata masih belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang kelancaran penerbangan.
“Harusnya, biar bandara besar atau kecil tetap harus memiliki lampu di kedua sisi landasan pacu. Tujuannya untuk memudahkan pesawat mendarat di runway yang tepat. Masalahnya, kalau melenceng sedikit saja, bahaya,” katanya.
Meski demikian, Agus menuturkan, keputusan untuk melakukan pendaratan atau tidak, merupakan wewenang penuh dari pilot. Sebab, kata dia, pilot tentu sudah memperhitungkan bagaimana pendaratan bisa lancar dan aman.
“Untuk pendaratan, jelas semua kita serahkan pada pilot, semua data dan laporan yang terkait dengan kelancaran penerbangan juga diserahkan kepada pilot. Demikian juga keputusan mau mendarat atau tidak merupakan itu sepenuhnya wewenang pilotnya,” katanya.
Diketahui, setiap hari penerbangan dari Samarinda menuju Melak, terjadwal penerbangan. Ada tiga maskapai yang melayani rute Samarinda-Melak yakni Avia Star, Susi Air, dan Kalstar. Dua penerbangan bersubsidi adalah Avia Star dan Susi Air. Sedangkan Kalstar tetap penerbangan komersil biasa.
Disinggung masalah asap yang menyelimuti Kubar, Agus mengatakan besar kemungkinan merupakan asap kiriman dari Kalimantan Tengah. “KaInformasi dari teman-teman di Palangkaraya, asap sudah mengganggu sejak dua pekan terakhir ini. Jadi kemungkinan ini asap kiriman, pasalnya di Kaltim tidak ada kebakaran lahan atau hutan,” lanjutnya. M4n

Sekolah TK Silmi Gelar Manasik Haji cilik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk mendekatkan diri anak-anak kepada Allah SWT, walaupun masih dalam usia dini serta bagaimana mereka mengenal rukun Islam yang ke-5, yakni  naik haji bagi orang yang mampu. Lembaga pendidikan TK Silmi menggelar acara manasik Haji di halaman kantor Televisi Republik Indonesia di jalan M Yamin Samarinda yang diikuti belasan anak didik di TK SIlmi.
"Tidak lain tujuannya untuk mendekatkan anak mulai dari usia dini kepada Pencipta," kata Elis penanggung jawab pelaksanaan manasik di halaman kantor TVRI Kaltim, Kamis (2/10) kemarin.
Berbagai tingkah polah dan celoteh ratusan murid Taman Kanak Kanak (TK) dan PAUD mewarnai seluruh rangkaian kegiatan manasik haji cilik di Halaman parkir tersebut. Sebagai pengenalan ibadah haji oleh Guru Taman Kanak Kanak yang bertujuan menanamkan nilai-nilai agama, serta mengenalkan identitas diri anak sejak dini.
Dengan berpakaian ikram serba putih, seperti layaknya pelaksanaan ibadah haji sesungguhnya, ratusan murid Taman Kanak Kanak dan PAUD dari berbagai sekolah ini terlihat antusias mengikuti prosesi peragaan manasik haji yang dibimbing guru dari sekolah mereka masing-masing. Para calon jemaah haji cilik ini mulai bergerak meninggalkan kemah menuju sisi kanan kubus hitam yang dianalogikan sebagai Kabah untuk melakukan tawaf.
Saat memasuki ritual Sai', para bocah yang terlihat gembira mendapat pengalaman baru ini diminta berlari kecil oleh para pendamping dan diteruskan dengan melempar Jumrah yang membuat para haji cilik ini semakin bersemangat.
Mengingat kegiatan manasik haji cilik ini hanya mereka terima sekali saat duduk dibangku Taman Kanak Kanak membuat moment inipun tidak disia-siakan orangtua murid dan guru untuk berfoto bersama didekat lokasi Kabah, sebagai bukti pernah mengikuti manasik haji cilik tersebut.
“Antusias para anak sangat terlihat walaupun hujan turun mereka tetap bersemangat mengikuti proses hingga selesai. Kami berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka,” lanjut Elis.
Dengan adanya pengenalan ini menurut Elis diharapkan lebih menanamkan semangat beribadah kepada para generasi penerus ini. Karena bila dihubungkan  dengan usia anak pada masa pendidikan, TK masa keemasan.
Masa tersebut adalah saat terjadinya kenaikan fungsi perkembangnan otak. “Sehingga bila diberi pemahaman pada masa itu mereka akan memiliki daya ingat yang maksimal,” jelasnya.
Sementara itu Afu salah satu murid yang mengikuti kegiatan manasik sangat senang soalnya bisa melihat replika Kabah, bisa melihat patung unta. "Asing bermain bersama teman-teman dan bisa melihat Unta," kata Afu. Ike

Tatib DPRD Kaltim Bisa Diadopsi Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rancangan Tatib DPRD Kaltim yang kini tengah diklarifikasi di Ditjen Otda Kemendagri dan kemungkinan besar disahkan pada pekan kedua Oktober sangat terbuka untuk diadopsi oleh DPRD Kaltara.
Selain Kaltara merupakan provinsi hasil pemekaran Kaltim, masa kerja anggota DPRD Kaltara berakhir bersamaan dengan DPRD Kaltim.
“Toh tatib DPRD di Indonesia ini ‘kan mirip-mirip, karena rujukannya sama,” kata Badri ketika menjawab pertanyaan anggota Pansus Tatib Rakhmad Majid Gani yang tercatat sebagai politikus dari daerah pemilihan Kaltara (Bulungan, Tarakan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung).
Majid mempertanyakan, apakah tatib DPRD bisa diadopsi oleh DPRD Kaltara kelak, dengan alasan efisiensi. Apalagi di satu sisi, akan ada banyak kesamaan komposisi antara DPRD Kaltim dan Kaltara. Kecuali jumlahnya, dimana Kaltara hanya akan diisi 35 legislator.
Majid sendiri bersama 7 anggota DPRD Kaltim asal dapil Kaltara segera boyongan ke Kaltara setidaknya akhir tahun ini. Kaltara sendiri akan menyelenggarakan Pemilukada pada 2015, sehingga terbentuknya DPRD tergolong mendesak. hms

Pansus Tatib Konsultasi ke Ditjen Otda

Anggota Banggar Bisa 29 Orang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib DPRD Kaltim diminta tak kaku menafsirkan PP No 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib. Justru sikap fleksibel, memilih kesepakatan antarfraksi namun tetap mengacu pada aturan bisa lebih dikedepankan.
Demikian yang mencuat pada konsultasi Pansus Tatib DPRD Kaltim ke Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Kamis (2/10). Rombongan Pansus Tatib yang diketuai Andi Burhanuddin Solong atau yang akrab disapa ABS diterima Kepala Biro Administrasi Ditjen Otda S Badri.
Dalam pertemuan berkisar 1,5 jam tersebut Badri menjelaskan taktis sejumlah hal yang dikonsultasikan. Misalnya soal komposisi badan anggaran dan badan musyawarah, bisa-tidaknya anggota DPRD menjadi sekretaris badan anggaran yang selama ini melekat pada fungsi sekretaris DPRD, tupoksi komisi, keterwakilan perempuan, perlu-tidaknya penambahan tenaga ahli, seragam kerja DPRD hingga kemungkinan pinjam pakai kendaraan untuk anggota DPRD.
Soal komposisi badan anggaran (banggar) yang dipertanyakan anggota Fraksi Hanura M Adam Sinte, Badri menjelaskan, pansus tatib bisa fleksibel. Meski dalam PP No 16 /2010 disebutkan jumlah anggota banggar setidaknya setengah dari jumlah anggota DPRD –di Kaltim 55 orang, tak berarti jumlahnya harus 27. Malah dalam rapat mengemuka, jumlahnya bisa 29 orang. ABS mengemukakan, hal itu untuk mengakomodasi keterwakilan 9 fraksi di DPRD Kaltim.
Mengenai posisi sekretaris banggar dan banmus, menurutnya harus dijabat sekretaris DPRD, karena fungsi sekretaris DPRD memfasilitasi kerja banggar dan banmus. Dengan demikian tak mungkin posisi ini dijabat anggota banggar.
Soal tupoksi komisi yang beberapa di antaranya dinilai berpotensi tumpang tindih yang dipertanyakan anggota Fraksi PDIP Edy Kurniawan, Badri menjelaskan, hal tersebut sepenuhnya tergantung kesepakatan. Potensi overlap misalnya ada di Komisi II yang membidangi persoalan bandara, dan komisi III yang membidangi persoalan perhubungan. Demikian juga Komisi II dan IV yang sama-sama mengurusi persoalan pariwisata. “Tak perlu dipersoalkan, ini bagaimana kesepakatan antar komisi saja,” sebutnya.
Mengenai pertanyaan legislator PKB Sandra Dewi yang menyoal perlunya keterwakilan perempuan dalam unsur pimpinan, baik di fraksi atau komisi, menurut Badri hal itu kembali pada perolehan suara dan negosiasi antarfraksi. 
Sementara mengenai pertanyaan perlu-tidaknya seragam kerja masuk dalam tatib, Badri lagi-lagi menyatakan hal itu harus disikapi luwes. Misalnya tak bisa dipatok pada hari tertentu harus mengenakan batik. “Bagaimana jika pada hari harus berpakaian batik justru ada jadwal paripurna? Padahal paripurna harus bersafari misalnya?” contohnya.
Soal perlu-tidaknya penambahan staf ahli, yang dipertanyakan Ali Hamdi dari Fraksi PKS, menurut Badri hal itu harus dikembalikan pada kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah. Selama memungkinkan, bisa saja hal tersebut diakomodir. Prinsip yang sama berlaku untuk pinjam pakai kendaraan dinas bagi anggota DPRD.
Badri menggaris-bawahi PP No.16/2010 bisa dijabarkan kaku atau sebaliknya luwes. Tergantung sudut pandang dan pemahaman anggota.
Hadir juga dalam rapat konsultasi tersebut Yefta Berto,  Dody Rondonuwu, Gunawarman, Marsidik, Josef, Irwan Faisyal, Herwan Susanto, Syafrudin, dan Ismail. Ada juga Baharuddin Demmu, Rahmad Majid Gani, dan Josef. hms

Hasil UN Mesti Dievaluasi

Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengatakan,hasil Ujian Nasional (UN) tahun akademik 2013/2014 di provinsi Kaltim dapat menjadi evaluasi bagi setiap sekolah maupun pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Karena itu, sosialisasi tentang hasil ujian nasional 2013/2014 wajib dilaksanakan dikabupaten/kota se Kaltim. Dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil kompetensi UN yang telah dilaksanakan di daerah.
“Dengan evaluasi tersebut maka pemerintah melalui Dinas Pendidikan di daerah dapat meningkatkan kompetensi siswa yang mengalami kekurangan. Misal, nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika siswa di salah satu sekolah tidak mencukupi rata-rata nilai UN yang ditentukan, maka mata pelajaran itulah yang harus ditingkatkan kompetensinya kepada siswa, sehingga nilai yang dimaksud dapat mencukupi standar yang ditentukan,” papar H Musyahrim ketika dikonfirmasi usai membuka sosialisasi hasil UN TA 2013/2014 dilakukan oleh Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud beberapa hari lalu.
Melalui sosialisasi dan evaluasi tersebut diharapkan dapat menganalisis hasil ujian yang telah dilaksanakan, sehingga dapat mengetahui sekolah mana yang meraih nilai di bawah standar rata-rata ujian.
Dengan adanya analisis tersebut maka dapat diketahui siswa yang seperti apa yang memiliki rasa kecemasan sehingga tidak mampu meraih nilai sesuai rata-rata standar ujian. “Tujuan utama dari ujian nasional adalah bukan mencari siswa yang meraih nilai tertinggi saja maupun lulus 100 persen, tetapi pemetaan pendidikan. Misal, sekolah mana saja yang siswanya mendapatkan nilai di bawah standar. Dengan demikian adanya pemetaan tersebut dapat diketahui bagaimana kompetensi siswa yang dimiliki sekolah, selanjutnya pemerintah bisa melakukan peningkatan mutu pendidikan di masing-masing sekolah,” jelasnya.
Menurut dia, Pemprov Kaltim terus berupaya melakukan trobosan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Langkahnya, yaitu dengan meningkatkan kompetensi guru, melalui pelatihan bagi guru di daerah. Termasuk memberikan beasiswa kepada guru-guru di daerah yang belum mencapai kompetensi di sekolah, agar melanjutkan pendidikan sarjana, baik strata 1 maupun strata II.
Diketahui tahun ini khusus jenjang SMA, MA dan SMK di Kaltim meluluskan siswa dengan presentase 99,9 persen dari jumlah siswa 38.588 peserta lebih tinggi dari lulusan 2012/2013 yang hanya 99,6 persen. mar

Harmonisasi SKPD Mesti Ditingkatkan

Untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Momentum silaturrahmi dan halal bi halal paguyuban SKPD Pemprov Kaltim dan satuan kerja kementerian/lembaga non kementerian di Kaltim dapat meningkatkan harmonisasi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah.
"Dengan harmonisasi yang dibangun diharapkan setiap pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dan satuan kerja kementerian/lembaga non kementerian di Kaltim dapat melaksanakan kinerja dengan baik sesuai profesi masing-masing. Karena itu, pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dan kementerian/lembaga non kementerian dapat meningkatkan kerekatan dan harmonisasi sehingga bisa bersama-sama melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan secara demokrasi,” papar Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishakketika silaturrahmi dan halal bihalal paguyuban SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan satuan kerja kementerian/lembaga non kementerian di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu malam (1/10).
Melalui momentum dan adanya paguyuban ini diharapkan sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut hingga di masa akan datang, sehingga bisa menjadi abdi Negara yang baik.Apalagi, dalam pandangan agama, halal bihalal dan silaturrahmi memberi dampak yang sangat luas, sekaligus untuk mensyiarkan dan mengagungkan kebesaran agama. Meski demikian hal ini juga adalah suatu tradisi positif.
“Inilah waktu dan kesempatan kita saling bertemu, berjabat tangan dan saling memaafkan dalam suasana silaturrahim yang sangat berkesan. Karena itu, kegiatan ini akan terus kita tumbuh-kembangkan di lingkungan Paguyuban Instansi Vertikal/SKPD Kaltim,” jelasnya.
Dengan semangat dan hikmah halal bihalal diharapkan membangkitkan meningkatkan kepedulian, dedikasi dan kinerja sesuai dengan kewajiban dan bidang tugas di lingkungan kerja masing-masing.
Apalagi, saat ini negara berada pada masa-masa yang menentukan bagi perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dihadapi dan sikapi dengan baik, menyusul terjadinya pergantian kepemimpinan baru hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 lalu. Meski demikian, Presiden hingga para pemimpin di jajaran pemerintahan bersama masyarakat dihadapkan pada tantangan masa kini dan di masa depan yang tidak kecil selama lima tahun mendatang, antara lain membangun pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), ketahanan dan kemandirian pangan dan energi, perbaikan lingkungan hidup, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), pelayanan publik dan reformasi birokrasi, pengentasan kemiskinan dan daya saing global.
”Tetapi bagi Kaltim adalah bagaimana pembangunan di daerah dapat dilaksanakan sesuai visi Kaltim Maju 2018, yakni mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata, berkeadilan berbasis agroindustri dan energi ramah lingkungan dan dilanjutkan dengan misi yang dijalankan, yaitu mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi, ekonomi kerakyatan berbasis SDA dan energi terbarukan serta mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata,” jelasnya.
Selain itu, tantangan masyarakat Indonesia khususnya Kaltim kian meningkat, terutama adanya Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) 2015. Tetapi, itu dapat merupakan peluang sekaligus juga tantangan.
Kepemimpinan nasional 2014–2019 merupakan periode kritis untuk membuat strategi guna memanfaatkan bonus demografi tersebut demi kejayaan Indonesia. Bonus demografi sangat berpengaruh terhadap perencanaan strategi yang matang di bidang pendidikan dan pelatihan, kesehatan, ketenagakerjaan, termasuk pula pangan dan energi.
”Karena itu, saya sangat bangga dengan adanya kebersamaan ini. Saya yakin SKPD dan instansi vertikal di daerah ini siap menyambut Masyarakat ASEAN nanti,” jelasnya.
Sebagai pemimpin dan aparatur pemerintah di era reformasi dan era keterbukaan ini dituntut mampu untuk menjalankan semua kebijakan, rancangan dan program-program pemerintah. Karena itu, gubernur mengimbau ke depan mari tegakkan disiplin, tingkatkan kewajiban untuk mencapai sasaran kerja pegawai,  tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, tingkatkan integritas, sebab seorang Pegawai Negeri Sipil harus sanggup mempedomani dan menjalankan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sumpah dan Janji PNS pada umumnya, maupun dalam rumusan sumpah janji jabatan dan netralitas.
”Pengalaman di masa lalu telah begitu banyak memberikan pelajaran yang berharga dan bermanfaat bagi kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, lebih khusus sebagai Aparatur Pemerintah atau Abdi Negara. Meski tugas, tanggung jawab dan tantangan yang kita hadapi akan semakin banyak dan beragam, namun semangat pengabdian kita tidak boleh turun,” pungkasnya. mar

Bencana Kebakaran Hutan Tetap Diwaspadai

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Chairil Anwar mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai , bencana  kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap dan hal itu telah  terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Di Kaltim, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun masih ada curah hujan.
“Kita bersyukur masih ada curah hujan di Kaltim. Sehingga membantu pemerintah dalam meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan di Kaltim,” jelas  Chairil Anwar, beberapa hari lalu.
Selain itu, lanjut Chairil, Dishut secara terus menerus juga melakukan evaluasi terhadap titik api yang ada di Kaltim. Karena, seperti diketahui Kaltim merupakan salah satu dari provinsi yang masuk kategori resiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, jajaran Dishut terus memantau titik api yang ada dan jika terjadi kebakaran segera memadamkannya.
“Kita juga meminta kabupaten/kota untuk pro aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing. Terutama dengan melakukan sosialisasi dan mengimbau warganya untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk berladang atau sebagainya,” katanya.
Menurut Chairil, ketika ada kebakaran hutan atau lahan di daerah, maka Dishut atau instansi terkait lainnya  kabupaten/kota harus segera melakukan tindakan dan berkoordinasi serta berkomunikasi dengan Dishut Kaltim agar kebakaran hutan atau lahan itu tidak meluas.
“Kita akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan instansi terkait baik di lingkup Pemprov maupun kabupaten/kota terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan ini. Kita harus mencegah agar tidak sampai terjadi  kebaran hutan dan lahan seperti di Riau yang mengakibatkan kabut asap,”papar Chairil Anwar  beberapa hari lalu.
Chairil Anwar mengatakan, kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat sangat merugikan. Perbaikan kerusakan hutan akibat kebakaran memerlukan waktu yang lama, terlebih lagi untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan, karena wilayah Kaltim didominasi hutan Yang memiliki potensi hotspot, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. namun perilaku masyarakat yang membuka lahan dengan membakar juga harus diwaspadai guna meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan “tandasnya.
Menurut Chairil penanganan kebakaran hutan. Lahan dan kebun menjadi sorotan di dalam negeri tapi juga dunia luar. Dalam penanganan kebakaran hutan, lahan dan kebun pemerintah Republik Indonesia telah melakukan upaya- upaya peningkatan efektifitas kesiasiagaan terhadap bencana kebakaran hutan, lahan dan kebun.Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api (hot spot) cukup tinggi terutama lahan gambut di musim panas dan kemarau yang berkepanjangan,
"Dilarang membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar hutan, dilarang meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan, Tidak membuat arang di hutan dan Tidak membuang puntung rokok sembarangan di dalam hutan. Kemudian, dalam melaksanakan pencegahan kebakaran perlu mengedepankan upaya preventif sebagai pengurangan resiko kebakaran melalui pembuatan peta infromasi rawan kebakaran pemukiman, hutan dan lahan yang beresiko, baik  sedang dan tinggi,"paparnya.
Sementara  Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Eddy Yudsar, menjelaskansebanyak 70 persen titik api disebabkan kebakaran hutan. Sisanya karena alami. tanggung jawab penanganan kebakaran hutan terbagi antara pemerintah daerah (Pemda) dan pusat. Misalnya, kawasan hutan produksi dan lindung merupakan kewenangan pemda. Sementara hutan konservasi adalah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Besar Taman Nasional.
Dia mengakui bahwa temuan hotspot di Benua Etam terbanyak lantaran pembakaran ladang. Jika itu ditemukan, dan dilakukan dengan sengaja, tentu ada sanksi bahkan bisa dipidanakan.
"Selain itu, merembet ke pencabutan izin perusahaan. Jauh sebelum kejadian belakangan ini, pemerintah kabupaten/kota telah diinstruksikan untuk melakukan monitoring dan melaporkannya setiap  bulan,"tandasnya.
Menurut Kepala seksi pencegahan pengendalain kebakaran hutan UPTD Aspianur, Kabupaten/kota juga harus menyusun rencana kontinjensi untuk mengatasi musim kemarau dan kebakaran pemukiman, hutan dan laha. Disamping itu, juga perlu menyiapkan anggaran operasional untuk mendukung Tim Pemadaman Kebakaran (dinas, badan, kantor danUPT) dan peran serta masyarakat dalam penanggulangan kebakaran (Balakar dan Masyarakat Peduli Api). mar

6600 Pelajar TK Ramaikan Kegiatan Manasik Haji Cilik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 6.600 murid TK se Kota Samarinda, Rabu (1/10)  lalu mengikuti kegiatan manasik haji cilik yang berlangsung di Masjid Islamic Center. Para peserta yang hadir sendiri terdiri dari enam Kecamatan dengan jumlah sebanyak 220 kloter. Sesuai tema kegiatan waktu itu ’Dengan manasik  haji cilik kita tingkatkan iman dan taqwa sejak usia dini’ Ketua Dharma Wanita Persatuan Samarinda Hj Mardiana Zulfakar ketika membuka manasik tersebut mengutarakan kalau kegiatan tersebut adalah  bagian dari upaya menanamkan pendidikan islam bagi generasi penerus, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji. ”Sehingga dengan demikian setidaknya mereka bisa mendapat gambaran tentang pelaksanaan ibadah dalam ketentuan rukun islam dalam hal ini tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji”.Kata Mardiana. Apalagi jelas ia pelaksanaan ibadah haji kali ini memiliki kekhususan,” karena diwajibkan untuk dilakukan sekali seumur hidup, dan tempat pelaksanaannya pun hanya bisa dilakukan di tanah suci Mekkah.”Sebut anggota DPRD kota Samarinda ini. Senada apa yang telah dikatakan oleh Mardiana tadi, Pengurus Yayasan Masjid Islamic Center, H Awang Darma Bhakti dalam sambutannya  menyambut baik adanya kegiatan manasik haji cilik , karena menurut dia bisa menjadi bagian dari pembentukan pondasi iman dan taqwa bagi anak-anak usia dini. ”Karena pada masa ini pengetahuan tentang agama harus selalu diberikan, ibarat menanam kembang harus selalu dipupuk dan disiram agar bisa tumbuh dengan baik” singkatnya. hms

Sebaiknya BBM Bersubsidi Dipayungi Perda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebagai upaya preventif terhadap tindakan penyalahgunaan BBM baik solar maupun premium yang kerap terjadi, anggota DPRD Kaltim, Syafruddin menghimbau agar pengawasan distribusi BBM Kaltim dalam rangka mengamankan stok BBM harus lebih intensif dari semua pihak. “Baik solar maupun premium, pemerintah harus lebih ketat dan tegas atas pelaku mafia penyelundup maupun penimbun,” imbuhnya. Bahkan agar lebih tegas dalam pengawasan, ia mengungkapkan akan mendorong Perda yang mengatur perihal tersebut.
Secara pribadi, ia tidak mengindahkan atas industri yang terkadang menggunakan  BBM subsidi yang memang telah terdapat dalam regulasi namun hanya terbatas pada pemilik kendaraan pribadi. “Saya sangat tidak setuju dengan kendaraan korporasi yang kadang mengisi BBM bersubsidi, kedepan harus diperkuat pengawasannya mungkin dibuatkan perda tentang distribusi BBM dan kendaraan apa saja yang boleh mengisi BBM bersubsidi. Selama ini yang ditegasi, yang kecil saja. Artinya, ada yang beli solar banyak pakai mobil pribadi,” imbuhnya.
“Saya pernah mengalami langsung, tidak dalam rangka menjustifikasi itu salah. Sewaktu antre di salah satu SPBU, saya kaget melihat ada kendaraan yang diminta mengisi duluan tanpa antre. Saya curiga, jangan-jangan ada main dengan SPBU, inilah yang harus dikroscek pemerintah. Jangan sampai meresahkan masyarakat. Nanti kita sidaklah,” ungkapnya.
Aksi serobot seperti itulah yang dikhawatirkan menimbulkan hal-hal tidak dinginkan. Mengingat begitu banyak lapisan masyarakat yang rela antre demi jatah BBM bersubsidi itu.
Ia juga berharap rekan-rekan di DPRD Kaltim mendorong dan merealisasikan Perda berikut sangsi tegas terhadap perusahaan yang melanggar terkait konsumsi BBM subsidi itu. hms

DPRD Kaltim Bahas Tatib

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Salah satu tahapan rancangan tata tertib dewan adalah menampung dan menerima berbagai aspirasi dari seluruh anggota dewan untuk memberikan hak suarannya. Untuk itu, DPRD Provinsi Kaltim menggelar rapat gabungan fraksi guna membahas tata tertib dewan, Rabu (1/10) kemarin.
Wakil Ketua sementara DPRD Kaltim Jhonny Laing Impang mengatakan sebagaimana kesepakatan dalam pertemuan yang lalu bahwa pembahasan atau menanggapi rancangan tata tertib bagi seluruh dewan agar dibagi berdasarkan beberapa kelompok yang nantinya memberikan tanggapan, kritik dan saran terhadap rancangan yang sedang dibahas pansus tersebut.
Mengingat alat dan badan kelengkapan dewan belum terbentuk, kata Jhonny kecuali fraksi dan pimpinan sementara maka pengelompokkan dibagi berdasarkan fraksi masing-masing.
”Dengan maksud dijadikannya pengelompokkan adalah guna menghindari debat kusir yang sulit meraih kata mufakat,” beber Jhonny disela-sela memimpin rapat yang didampingi Kabag Persidangan dan Risalah Agus Hari Kusuma.
“Jika dipertemukan dalam rapat terbuka guna mendengarkan masing-masing pendapat dalam memberikan saran dan sebagaimana terhadap rancangan tatib, pasti cukup alot dan sulit mencari titik temu, sehingga diperlukan adanya pengelompokkan agar lebih efesien tanpa mengurangi hak pendapat dari masing-masing anggota dewan,” tutur Jhonny. 
Politisi asal PDIP itu menyebutkan semua masukan tersebut disampaikan secara tertulis kepada pimpinan yang kemudian oleh pimpinan diteruskan atau akan disampaikan kepada Pansus guna dibahas dan diakomodir sebelum kemudian disahkan pada rapat paripurna nantinya.
“Salah satu hal yang dinilai perlu untuk diakomodir dalam rancangan itu adalah keinginan memasukkan materi muatan lokal daerah, mengingat secara peraturan yang berlaku sangat dimungkinkan,” tambahnya. hms

Dewan Minta Dinas Peternakan Pantau Hewan Kurban

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda, diminta untuk terus memantau kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi yang dijual pedagang, guna mengamankan hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat dalam perayaan hari raya Idul Adha 2014 ini.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Achmad Sukamto, mengatakan  dengan melakukan pematauan kesehatan hewan maka akan mampu mendeteksi hewan yang layak dikonsumsi atau tidak untuk masyarakat. "Seharusnya memang dilakukan pengecekan dan pemanatauan hewan kurban," ujar Sukamto.
Dia mengatakan bahwa hewan kurban kebanyakan didatangkan dari luar daerah, sehingga kondisi hewan tidak diketahui dengan pasti. Utamanya soal kesehatannya.
"Dengan dilakukan pengecekan hewan maka masyarakat merasa aman dari kemungkinan terjangkitnya suatu penyakit akibat mengkonsumsi hewan kurban," katanya menjelaskan.
Secara terpisah, Kasi Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Peternakan Samarinda, Jumriyanti, kemarin, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan hewan di sejumlah titik di wilayah Kota Samarinda. Dinas kesehatan juga membentuk tim pemantau.
"Pemantauan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi yang dijual pedagang terutama di sejumlah titik penjualan hewan kurban. Akan kita lakukan hingga H-1," katanya.
Ia juga mengatakan pemeriksaan hewan kurban dilakukan dengan membentuk tim pematau hewan kurban. Lanjutnya, tim yang diturunkan, selain melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban, juga akan memberikan vitamin kepada hewan kurban yang dijual para pedagang.
"Pemberian vitamin akan diberikan kepada hewan kurban yang memang layak diberi vitamin, misalnya, karena kelelahan ketika dibawa pedagang dengan kendaraan," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban baik di pasar hewan maupun di penjualan hewan kurban akan difokuskan kepada hewan yang menderita penyakit "ngorok" atau "Septichaemia Epizooticae atau SE," jelasnya.
Menurut dia, daging hewan kurban yang menderita SE kalau dikonsumsi bisa membahayakan manusia, tetapi kalau daging hewan kurban yang menderita penyakit gatal-gatal atau mata tidak berbahaya bagi manusia.
Sejauh ini, kata dia, dari hasil pantauan mengenai kesehatan hewan kurban yang diperdagangkan, Dinas Peternakan belum menemukan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit, atau tidak layak jual.
“Dari hasil pengecekan di lapangan belum ada hewan kurban yang teridentifikasi mengidap penyakit. Tapi pengecekan kesehatan ini terus kita lakukan. Jangan sampai ada hewan kurban yang berpenyakit seperti Anthrax beredar di pasaran,” pungkasnya. tha

Penerbangan Melak Dialihkan ke Temindung

Dampak Kabut Asap di Kalimantan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebakaran hutan di beberapa daerah di Kalimantan kian memprihatinkan. Sejumlah Kabupaten dan Kota di Kaltim mulai terkena dampaknya. Di Kabupaten Kutai Barat saat ini sudah mulai dipenuhi kabut asap. Akibatnya penerbangan perintis tujuan Bandara Melak di Kabupaten Kutai Barat terpaksa dialihkan ke Bandara Temindung Samarinda.
Para penumpang Avianstar tujuan Bandara Data Dawai-Bandara Melak kabupaten Kutai Barat bisa bernafas lega. Setelah mendarat di Bandara Temindung Samarinda. Pasalnya selama penerbangan mereka tidak bisa melihat daratan karena tertutup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di wilayah Kalimantan.
Para penumpang mengaku selama penerbangan hanya bisa pasrah karena bandara Melak tujuan mereka tidak terlihat dari atas udara akibat tertutup asap. Akibatnya pilot Drajat Nan Setiadi memutuskan untuk mengalihkan penerbangan tujuan Bandara Melak menuju bandara Temindung Samarinda.
“Tadi sekitar jam 11.30 Wita, berangkat dari Datah Dawai. Rencananya menuju Melak, tapi waktu mau mendarat, tiba-tiba pesawat berbalik arah dan sampai di Samarinda,” kata Jumadi, penumpang pesawat Aviastar dari Data Dawai yang berencana menuju Melak, Rabu (1/10) kemarin.
Sementara itu Kapten Pilot Drajat Nan Setiadi mengatakan bahwa kondisi kabut asap yang terjadi di Kaltim makin memprihatinkan. Jarak padang diwilayah Kutai Barat saat ini diperkirakan jauh dibawa 1 kilometer.
Sedangkan untuk keselamatan penerbangan seharusnya untuk pesawat jenis Cessna jarak pandang yang diharuskan adalah 2 - 4 kilometer dari itu berdasarkan komunikasi dengan darat disebutkan bahwa jarak pandang di bandara Melak Kutai Barat kurang dari 1 kilometer.
Padahal sebelumnya, pesawat yang memiliki rute Samarinda-Data Dawai-Melak-Data Dawai dan Samarinda ini sempat mengalami kesulitan ketika mendarat di Data Dawai akibat jarak padang pada rabu pagi yang berkisar 2 kilometer, meski akhirnya pesawat bisa mendarat.
Sesuai aturan keselamatan penerbangan yang menetapkan jarak pandang aman berkisar 4,5 km kilometer, pilot akhirnya memutuskan mengalihkan penerbangan ke bandara Temindung Samarinda, ketika mengetahui bahwa kabut asap tebal menyelimuti di Bandara Melak yang memiliki jarak pandang kurang dari 1 kilometer.
“Sesuai aturan keselamatan penerbangan, untuk jenis pesawat Aviastar sendiri berkisar 4,8 kilometer. Di data Dawai sendiri sudah sulit mendarat. Kemudian, sekitar 44 mil menuju Bandara di Melak, kami mendapatkan informasi adanya kabut asap yang pekat di Bandara Melak. Benar saja, semakin rendah terbang, asapnya makin pekat,” kata dia.
Sementara itu para penumpang Avianstar yang mendarat di bandara temindung, langsung diberi opsi oleh maskapai.  Para penumpang yang tetap ingin segera tiba di Melak Kabupaten Kutai Barat perjalanannya dirubah menjadi jalan darat dan menempuh 9 jam perjalanan. Sementara yang tetap ingin menggunakan jalur udara penerbangannya akan dilakukan pada Kamis pagi, menunggu kondisi kabut kembali normal.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Keselamatan Penerbangan, Bandara Temindung Samarinda, Roesmanto mengatakan kejadian ini merupakan yang pertama pada Bulan September hingga Oktober. Bahkan, menurut dia, belum pernah ada pesawat yang dialihkan lantaran gangguan kabut asap.
Meski demikian, Roesmanto tidak dapat memprediksi, sampai kapan gangguan penerbangan menuju Bandara Melak dan Datah Dawai. Namun, dia mengatakan hanya penerbangan ke Melak yang terganggu, sementara penerbangan lain aman-aman saja. M4n

Mengorek Kembali Sejarah Hari Batik Nasional

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam kesempatan ini,  akan diceritakan kembali mengapa tanggal 2 Oktober merupakan hari penting bagi bangsa Indonesia. Tepat 4 tahun yang lalu (2 Oktober 2009), Badan PBB untuk masalah kebudayaan, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Lebih dari itu, tanggal tersebut bukan hanya diperingati sebagai Hari Batik Nasional, UNESCO menetapkan sebagai Hari Batik Sedunia.
Upaya Penghapusan Klaim Malaysia
Proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia terbilang cukup lama untuk mendapat pengakuan refresentatif dari UNESCO soal Batik. Diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, 3 September 2008, pemerintah Indonesia harus menunggu lebih dari 4 bulan.  UNESCO akhirnya menerima secara resmi pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut.
Sebelumnya, prahara terjadi berkaitan tentang batik. Lagi, Malaysia menjadi momok menjengkelkan bagi Indonesia dalam hal pengklaiman kebudayaan. Namun, pemerintah Indonesia langsung bereaksi atas kejadian itu. Mereka segera mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia ke UNESCO.
Berapa bulan setelah diterima UNESCO, tahap selanjutnya yang ditempuh dalam proses pengakuan Batik ialah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar pengujian selama 4 hari, 11-14 Mei 2009.
Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 2 Oktober 2009, jadi puncak penantian Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representative Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata  Mohammad Nuh saati itu, tak henti-hentinya untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersyukur setelah mendapat informasi tentang Batik telah diakui UNESCO.
“Kita harus bersyukur, proses ini bukan proses yang pendek untuk mendapatkan pengesahan dari UNESCO,” ujarnya.
Nuh juga mengutarakan tentang pendeklarasian yang diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai upaya untuk menghapus pengklaiman yang digencarkan sebelumnya oleh negara tetangga Malaysia.
Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. Batik adalah identitas bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting seseorang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada. Untuk informasi, Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh mantan Presiden RI, Soeharto, yang kala itu memakai batik di Konferensi PBB bersama negara-negara lain. Batik juga pernah digunakan oleh tokoh-tokoh dunia, seperti Nelson Mandela, Barack Obama, Zinedine Zidane dan Bill Gates ketika bertandang ke Indonsia. adv/mar

KPU Kaltim Usulkan Anggaran Pilkada Rp 4 Miliar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim M Taufik, mengemukakan pihaknya telah mengusulkan sebesar Rp4 miliar kepada  DPRD Kaltim. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015.
"Kami (KPU, Red) yakini anggaran sejumlah itu tidak mencukupi. Namun demikian dana itu bisa membantu KPU dalam melaksanakan tahapan pemilu menginggat porsi anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat APBN  tidak mecukupi," ungkap Taufik, kemarin.
Menurutnya, proses pengusulan anggaran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, termasuk kondisi keuangan di Kaltim dan dinamika perpolitikan di Benua Etam.
"Sebenarnya suratnya sudah lama, cuman kami menginggatkan kembali ke DPRD, dan silahtirahmi dengan ketua DPRD, H Sahrun terkait juga perkembangan UU Pilkada yang baru saja disahkan oleh DPRD,"katanya.
Dia katakan, jika DPRD Kaltim menyetujui anggaran tersebut, maka akan segera melakukan beberapa langkah strategis. Sehingga akan akan segera melakukan kegiatan sosialisasi, bimtek, dan pendidikan politik terhadap masyarakat bisa sukses.
"KPU memang sangat membutuhkan kucuran dana tesebut," tegasnya.
Selain itu lanjut Taufik dana RP4 miliar tersebut juga rencananya diperuntuhkan untuk pemindahan sejumlah anggota DPRD Kaltara, dan pembentukan KPU Kabupaten Mahulu.
Ia menjelaskan ada beberapa kabupaten/kota di Kaltim yang melaksanakan tahapan pilkada tahun 2015 ini, yakni Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Samarinda, Paser dan Kabupaten Tanah Tidung (KTT).
"Makanya untuk optimalisasi peyelengaraan pemilu ini KPU Kaltim mengajukan anggaran ke DPRD, terkait dengan suvervisi meyelengarakan kegiatan tahapan pilkada, termasuk didalamnya sosilaisasi dan terkait dengan pengisihan DPRD Kalatara dan mahakam Ulu juga,"jelasnya.
Sementara terpisah Ketua DPRD Kaltim Sementara HM Sahrun membenarkan jika KPU Kaltim mengusulkan dana 4 miliar ke DPRD. Menurutnya anggaran yang diusulkan tersebut untuk peyelengaraan kegiatan pemilu.
"Kami sangat mengapresiasi usulan tersebut, karena kita lihan anggaran yang diberikan oleh pusat ini juga tidak cukup," jelasnya.
Namun pihaknya masih meragukan usulan tersebut bisa diterima atau mendapatkan dana dari APBN, menginggat APBD tahun 2015 ini sudah diketok.
"Maka dari itu kami masih menunggu evaluasi dari Mendagri, dan kita berharap ada cela yang bisa membuat anggaran tersebut bisa dicairkan," pungkasnya. tha

Pelayanan PDAM Dikritik Anggota DPRD Kurang Maksimal

IPA PDAM Tirta Mahakam

Supriyadi: Seminggu hanya mengalir 4 hari

TENGGARONG, Poskota Kaltim
PDAM Tirta Mahakam mendapatkan kritik tajam mengenai pelayanan kurang maksimal yang dilakukan belakangan ini kepada pelanggan. Itu dikemukakan berdasarkan pernyataan yang disampaikan Supriyadi anggota DPRD Kutai Kartanegara dari Partai Amanat Nasional belum lama ini. Hal itu dilandasi laporan warga di Jalan Pesutm dan Jalan Lais Kecamatan Tenggarong. Bahwa pendistribusian air bersih saluran rumah tangga, dalam seminggu hanya mengalir empat hari.
"Itu mengalir saat hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Bahkan untuk hari Minggu itu nyala air saat tengah malam," jelas Supriyadi.
Jika dalam konsep manajemen PDAM Tirta Mahakam ada mengalami kesulitan. Supriyadi yang merupakan  wakil rakyat, yang tugasnya bersentuhan dengan pelayanan publik, menyarankan manajemen PDAM Tirta Mahakam untuk terbuka, melakukan shearing dengan DPRD.
"Pelayanan harus maksimal dong, jangan sampai berbanding terbalik. Kami siap menampung dan menerima shearing manajemen PDAM Tirta Mahakam," ungkapnya.
Termasuk dalam publikasi sebelumnya juga disampaikan Supriyadi, terkait kebijakan penyesuaian tarif bagi pelanggan sosial, rumah tangga dan industri  diberlakukan per Oktober ini. Diminta untuk ditangguhkan, atau dilakukan pengkajian ulang.
"Perbaiki dulu pelayanannya secara maksimal, baru melakukan kebijakan lain. Termasuk kebijakan penyesuaian tarif itu berimbang ngga dengan pelayanan yang ada," tambah Supriyadi.
Terkait masukan dari anggota DPRD tersebut, ketika media ini berupaya melakukan konfirmasi balik kepada Kabag Humas PDAM Tirta Mahakam, Alfianoo, ia tidak memberikan komentar. Namun mengarahkan kepada Direktur Utama.
"Terkait hal itu,. silahkan dilanjutkan konfirmasinya ke Direktur Utama," tandas Alfianoor. dp

Tebang pohon buruh tertimpa pohon

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Seorang buruh nyaris tewas tertimpa pohon kelapa yang akan ditebangnya di Jl Brantas Rt 22 Kelurahan Pelabuhan. Beruntung, meski terluka cukup parah di kepalanya, kejadian langka ini tidak menyebabkan korban jiwa.
Warga Kelurahan Pelabuhan digegerkan dengan rubuhnya pohon kelapa di rumah Dinas  Pegawai Direktorat Anggaran Republik Indonesia, Selasa (30/9). Ahmad, buruh pembersih rumah yang diminta pegawai Dirjen Anggaran dibawa lari ke Rumah Sakit Umum AW Sjahranie oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) akibat luka robek dibagian kepala akibat tertimpa batang pohon kelapa yang akan ditebangnya .
Ahmad, warga Jl Bukit Barisan ini sekitar pukul 14.00 bersama dua rekannya diminta menebang pohon kelapa yang diduga telah mati. Namun baru akan mengikat tali yang akan digunakan untuk mengarahkan jatuhnya pohon, tiba-tiba saja pohon dengan diameter 10 cm itu rebah.
Ahmad yang saat itu sedang bersiap menaiki pohon terkejut karena pohon kelapa yang telah rapuh bagian bawahnya ini justru menimpa dirinya. Meski sempat menahan batang pohon, namun beratnya batang pohon ini membuat pertahanannya tidak kuat dan pohon langsung menimpa kepala.
“Saat akan memanjat pohon kelapa, tiba-tiba saja pohon langsung rebak kearah saya, saya sempat mencoba menahan menggunakan tangan, namun karena batang pohon yang rubuh cukup berat maka terpaksa saya lepaskan meski batang paling ujung sempat mengenai kepalannya,” kata Ahmad.
Ahmad mengaku diminta membersihkan rumah dinas tersebut karena akan ditempati oleh penghuni yang baru. “Kabarnya rumah ini sudah lama kosong, jadi karena mau ditempati maka rumah ini dibersihkan, pohon ini juga ikut dibersihkan karena sudah keropos pada bagian bawah pohon ini,” kata Ahmad.
Beruntung korban masih bisa menghindari jatuhnya pohon ketubuhnya, Namun akibat kejadian ini pagar rumah dinas dirjen anggaran mengalami kerusakan, begitu juga kabel listrik yang putus akibat tertimpa pohon. M4n

PDIP Kaltim Optimis

Pilkada Lewat DPRD

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua DPD PDIP Kaltim, Doddy Rondonuwu, mengemukakan kondisi politik di daerah sangat jauh berbeda dengan di pusat, sehingga dia merasa optimis akan mampu bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di sejumlah Kabupaten/Kota di Kaltim.
"Bagi kami (PDIP, red) dinamika politik di pusat tidak bisa dijadikan acuan di daerah. Dengan demikian pilkada di Kaltim kita akan berbicara lebih banyak lagi," katanya, kemarin.
Doddy Rondonuwu mengungkapkan, partai yang dipimpinnya tidak berkecil hati dengan disahkannya UU Pilkada tidak langsung, oleh DPR RI beberapa waktu lalu.
“Dinamika politik daerah tentu tidak sama dengan nasional. Koalisi merah putih di Kaltim bisa jadi tidak sesolid di pusat,” sebut Doddy.
Lagi pula, kata Doddy, kepentingan politik para politisi di Kaltim tentu tidak selalu seiring dengan kepentingan politik secara nasional.
“Kan tidak sama. Di daerah politisnya punya kepentingan sendiri. Para politisi di daerah juga tentu lebih mengutamakan kondusifitas politik di Kaltim,” urainya.
Saat ini, PDIP Kaltim memilih melihat perkembangan politik nasional pasca disahkannya UU Pilkada tersebut. Menurut Doddy, peluang membatalkan UU tersebut sangat terbuka.
“Kan belum tentu juga (di pilih DPRD). Pasti banyak yang akan menggugat UU tersebut di Mahkamah Konstitusi (MK). Nah kita tunggu saja keputusan MK nanti,” katanya lagi.
Doddy berharap, Presiden terpilih Joko Widodo mengeluarkan dekrit yang bisa membatalkan UU tersebut. Paling tidak, lanjut Doddy, Jokowi tidak memasukkan UU tersebut ke dalam lembaran negara.
“Ya kita berharap Presiden terpilih mengeluarkan dekrit atau setidaknya tidak memasukkannnya ke dalam lembaran Pilkada negara. Sebab, kita lihat saja ekspektasi masyarakat terhadap UU tersebut. Masyarakat sangat tidak simpati dengan UU ini,” tegasnya.
Namun demikian, komunikasi politik disebut Doddy menjadi salah satu kunci sukses perhelatan pemilihan kepala daerah. Sampai detik ini, PDIP Kaltim masih rutin berkomunikasi dengan  sejumlah partai politik, termasuk yang tergabung dalam koalisi merah putih.
“Komunikasi politik terus kita jaga. Bahkan, meski UU Pilkada ini jadi dilaksanakan, maka komunikasi politik yang selama ini kita jalin bakal diintensifkan. Karena kuncinya, tidak ada hal yang baku di politik. Semuanya fleksibel selama komunikasi terus jalan,” tandasnya.
Sementara, disahkannya UU Pilkada tidak langsung ini kian melambungkan rasa percaya diri DPD Golkar Kaltim, untuk memenangkan pertarungan Pilkada di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim.
“Tentu rasa percaya diri kita meningkat,” ujar Ketua Bidang Organisasi Golkar Kaltim, Dahri Yasin.
Berkaca dari Pemilihan Legislatif April lalu, Golkar berhasil keluar sebagai pemenang di 9 Kabupaten/Kota di Kaltim. “Untuk Kaltim saja (tidak termasuk Kaltara), kita hanya kalah di Kubar. Jadi kita sangat optimis,” tegasnya.
Dahri pun mengakui, dinamika politik di daerah berbeda dengan perpolitikan nasional. “Arahan dari DPP Golkar juga sudah jelas. Idiologi tidak bisa ditawar. Tapi mengenai posisi apakah jadi kepala daerah atau wakilnya saja, itu masih bisa dibicarakan,” ungkapnya.
Namun, Dahri mengaku Golkar tidak menutup peluang koalisi di daerah dengan partai di luar koalisi merah putih. “Kita tidak akan merapat ke partai di luar koalisi merah putih. Beda halnya kalau mereka mau berkoalisi dengan Golkar, ya kita tidak akan menutup diri,” pungkasnya. tha

Menembak Kaltim Minim Alat Latihan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin) Kalimantan Timur mengakui bahwa persiapan atlet menembak Kaltim menuju PON 2016 di Bandung, Jawa Barat terkendala dengan peralatan yang minim.
Ketua Bidang Target Perbakin Kaltim Sarwono Hidayat di Samarinda, Selasa, mengatakan, sejauh ini belum ada peralatan berupa senjata yang menjadi aset pengprov Perbakin Kaltim, Sehingga untuk melaksanakan latihan rutin masih menggunakan peralatan pribadi milik atlet.
Bahkan lanjut Sarwono, beberapa atlet terpaksa harus meminjam senjata milik rekan mereka dalam melaksanakan latihan sehari-hari.
"Kondisinya bergantian, senjata milik pribadi atlet terpaksa saling dipinjamkan kepada teman mereka, jadi bisa saja satu senjata digunakan untuk berlatih dua hingga tiga orang atlet," jelas Sarwono.
Padahal olahraga menembak peralatan berupa senjata perlu dikuasai oleh seorang atlet, untuk memudahkan proses adaptasinya saat bertanding, demi mencapai target yang diinginkan.
"Kalau mereka tidak mengenal senjatanya, tentunya sulit bagi mereka untuk berprestasi, mungkin begitulah logika berpikirnya,"jelas Sarwono.
Menurut Sarwono pada PON 2012 di Riau, penembak Kaltim bisa meraih dua emas, karena memang ada dukungan alat latihan melalui sumbangan tiga buah senjata dari perusahaan tambang Kaltim Prima Coal( KPC).
Ketika itu satu atlet punya satu senjata untuk latihan dan bertanding, dan dibuktikan dengan pretasi dua emas di PON 2012.
"Kami tidak berharap terlalu muluk, minimal satu orang atlet kita bisa memiliki satu senjata yang bisa digunakannya untuk latihan dan bertanding, saya rasa bila itu terpenuhi persiapan PON 2016 sudah tidak ada masalah lagi, "jelas  Sarwono.
Sawono mengaku iri dengan tim Kalimantan Selatan, yang selalu mengikuti kejuaraan nasional dengan menurunkan full tim, dan diudkung dengan peralatan yang lengkap.
"Saya rasa wajar bagi tim Kalsel yang bisa merebut juara umum pada kejurnas Awang Faroek Ishak Cup ke -III 2014, karena memang mereka turun full tim dengan peralatan yang lengkap," tegas Sarwono. at

Petani Harus Mampu Bersaing di Pasar Global

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengingatkan para pelaku usaha dan utama di sektor pertaian untuk terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas khususnya kualitas produk pertanian.
“Hal ini saya tekankan mengingat tantangan sektor pertanian Kaltim tidak hanya datang dari antar provinsi tetapi mendapat ancaman lain yang tidak kalah besarnya yaitu persaingan global di bidang pertanian,” ujar Mukmin Faisyal beberapa hari lalu.
Diakui Mukmin hingga kini menjadikan negara Indonesia kita menjadi pengimpor komoditas pertanian seperti beras, kacang kedelai, jagung maupun komiditi lainnya dalam jumlah yang sangat besar.
Menurut Wagub, kondisi merupakan tantangan bagi masyarakat khususnya pelaku usaha dan utama di sektor pertanian di daerah. “Kondisi pemenuhan pangan berbasis lokal di Kaltim untuk beras baru terpenuhi sekitar 95,48 persen dan jagung 71,53 persen,” sebutnya.
Pertanian dalam arti luas menjadi pokok perhatian pemerintah daerah karena Kaltim memiliki potensi yang cukup besar yang dapat digunakan untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura maupun komoditas tanaman pertanian lainnya.
Provinsi Kaltim lanjut Wagub, bertekad memenuhi ketersediaan pangan (swasembada) dengan ketersediaan padi (beras), jagung, kacang kedelai, ubi kayu, daging sapi dan ikan serta sayur mayur dan hortikultura.
Sebagai contoh ujarnya, Kabupaten Penajam Paser Utara sudah mampu berswasembada beras maka jutaan hektar lahan potensial di Kaltim jika dimanfaatkan secara maksimal. “Tentu bukan mustahil pula Kaltim akan mampu berswasembada beras,” ungkapnya.
Selain itu, sasaran swasembada usaha pertanian ke depan juga ditargetkan untuk produksi palawija seperti jangung dan kacang-kacangan  serta hasil usaha peternakan sapi, kerbau, kambing, babi, rusa, ayam ras, ayam buras, itik maupun angsa dan lainnya.
“Pembangunan sektor pertanian akan terus dipacu dan dibenahi karena tantangan dan tuntutan yang dihadapi semakin berat. Sinergitas lintas sektor perlu ditingkatkan dengan dukungan seluruh stakeholders sektor pertanian di daerah,” harap Mukmin.
Karena itu Mukin menambahkan pemerintah daerah harus terus berbenah, menata dan mengelola lahan-lahan potensial untuk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan agar Kaltim tidak tertinggal tetapi sebaliknya pertaniannya semakin maju. mar

Pegawai Wajib Amalkan Pancasila Dalam Bekerja

Momentum Hari Kesaktian Pancasila

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengamalan dasar Negara, yakni Pancasila wajib dilaksanakan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari terutama ketika bekerja. Karena, sila-sila yang ada di dasar Negara tersebut merupakan pembentuk jati diri setiap warga sehingga patut diamalkan, bahkan setiap pikiran setiap rakyat khususnya pegawai ada di masing-masing sila tersebut.
"Pengamalan yang patut dilaksanakan tersebut bagi pegawai adalah melaksanakan apa yang ditugaskan pimpinan dalam setiap amanah diberikan.  Dan saya menilai sila-sila dalam pancasila adalah dasar Negara yang tidak dapat tergoyahkan. Artinya, setiap tindakan, perbuatan dan pikiran harus berdasarkan sila-sila yang terkandung dalam pancasila. Karena itu, wajib setiap pegawai mengamalkan pancasila dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim  H Rusmadi ketika dikonfirmasi terkait momentum kesaktian pancasila di Samarinda, Selasa (30/9).
Sebagai PNS maka wajib mengamalkan sila-sila yang ada tersebut. Apalagi hal itu dikaitkan dengan kebijakan yang dilakukan pimpinan di Negara maupun di daerah, sehingga patut dilaksanakan dengan baik.
Tetapi yang patut diingat setiap pegawai yaitu, setiap waktu yang dimiliki dalam melakukan aktivitas harus bermuara pada tujuan bernegara yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan serta pancasila.
“Sepanjang kita memiliki integrasi nasional bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pada Negara, maka setiap pegawai bisa melaksanakan pekerjaan secara professional. Inilah momentum kesaktian pancasila yang harus diamalkan setiap pegawai di daerah,” jelasnya.
Ditambahkan,  untuk meningkatkan kinerja aparatur melalui pembinaan aparatur yang etis, bermoral, disiplin, profesional, produktif dan bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yaitu meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelasnya.
"Agar implementasi penerapan budaya kerja aparatur dapat lebih berhasil pada masing-masing SKPD, lanjut dia, perlu adanya langkah-langkah strategis dengan mewujudkan tindakan-tindakan operasional antara lain memberi pemahaman dan penyamaan persepsi dalam melaksanakan program budaya kerja secara benar. Selanjutnya setiap tahun dilakukan evaluasi melalui penyampaian laporan," paparnya. mar

2018, Seluruh Wilayah Kaltim Bebas Blankspot Area

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani mengakui tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2013 – 2018. Target Pemprov Kaltim, paling tidak akhir 2017 seluruh wilayah Kaltim sudah bebas wilayah tidak terhubung jaringan telekomunikasi (blankspot area).
“Target kita bagaimana ke depan tidak ada lagi daerah atau wilayah blankspot area  di Kaltim. Makanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi selalu menjadi program strategis/prioritas sebagaimana dituangkan dalam RPJMD Kaltim sejak 2009–2013 yang kemudian dilanjutkan pada RPJMD Kaltim 2013 – 2018,” kata Abdullah Sani kepada media beberapa hari lalu.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi,  sudah dilakukan sejak 2012 lalu dengan target sasaran membuka keterisoliran akses jaringan telekomunikasi kawasan perbatasan. Kemudian dikembangkan hingga daerah pedalaman, pesisir, dan daerah terpencil yang belum terhubung jaringan telekomunikasi.
"Khusus pembangunan di kawasan perbatasan, Pemprov Kaltim pada 2012 membangun dua menara (tower) telekomunikasi di Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Kutai Barat (sekarang menjadi bagian daerah otonom baru Kabupaten Mahakam Ulu) dan di Desa Long Ampung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau,"ujarnya.
Tahun 2013, Pemprov Kaltim membangun tiga menara telekomunikasi di wilayah perbatasan dengan pola swakelola bekerjasama dengan Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat, di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, di Desa Agung Baru, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, dan di Desa Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu.
“Tahun 2014 ini, Pemprov Kaltim membangun satu di wilayah perbatasan dengan pola swakelola bekerjasama dengan Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat di Desa Long Lunuk Baru, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu, serta dua menara lainnya (masih dalam proses) dibangun di wilayah pedalaman Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser dan di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (untuk mendukung keberadaan KEK Maloy),” paparnya.
Tujuan bantuan untuk mendukung peran Diskominfo dalam penyebarluasan informasi program dan kebijakan Pemprov Kaltim hingga kawasan perbatasan, pedalaman, dan daerah terpencil. Itu semua dapat terwujud jika akses jaringan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah terbangun.
Pemprov Kaltim, kata Sani, menganggap penting dan strategis keberadaan media informasi seperti media cetak, media elektronik, media sosial di daerah dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat, terutama di daerah  pedalaman, pesisir (pulau terluar/terpencil) dan kawasan perbatasan.
“Hal ini merupakan komitmen Pemprov Kaltim terhadap Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagaimana diatur dalam UU No 14/2008 ,” akunya.
Selain itu, Diskominfo juga membantu LPP RRI Samarinda dan LPP TVRI Kaltim dalam meningkatkan, serta mempeluas jangkauan siarannya. Salah satunya dengan membantu pembangunan stasiun produksi RRI wilayah perbatasan, maupun penyewaan satelit untuk memperluas jangkauan siaran TVRI hingga kawasan perbatasan.
"Pemprov Kaltim  bahkan berkomitmen membangun media khususnya stasuin radio komunitas di wilayah perbatasan, pedalaman dan pesisir (pulau terpencil dan terluar) yang pengelolaannya bekerjasama dengan Kementerian Kominfo dan LPP RRI," pungkasnya. mar

Kaltim Siap Laksanakan Pilkada Lewat DPRD

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Disahkannya UU Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang mengamanatkan pelaksanaan pemilihan melalui DPRD mendapat respon beragam dari kepala daerah, baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota termasuk seluruh rakyat Indonesia.
Misalnya Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak. Meskipun mengaku lebih senang dengan pemilihan langsung, tapi tetap siap melaksanakan UU pemilihan kepala daerah melalui DPRD tersebut dengan baik di Kaltim.
“Sebenarnya secara pribadi lebih senang dengan pemilihan langsung, karena memperoleh dukungan dan legitimasi langsung dari masyarakat. Tapi karena sudah diputuskan, ya harus diikuti,” kata  Awang Faroek Ishak  ketika dikonfirmasi, di Samarinda, Minggu (28/9) lalu.
Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sudah sepatutnya gubernur melaksanakan kebijakan yang diterapkan secara nasional. Ini merupakan sebuah kepatuhan sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.
Di sisi lain, gubernur mengaku sepanjang karier menjadi kepala daerah, mulai Bupati Kutai Timur hingga Gubernur Kaltim sudah melewati lima kali pemilihan langsung maupun melalui DPRD. Dari pengalaman tersebut pernah menang dan pernah kalah.
Awal kali menjadi Bupati Kutai Timur pada 2000 menang melalui DPRD, dan kalah atau tidak terpilih menjadi Gubernur Kaltim pada 2003 melalui DPRD.
Sedangkan pemilihan langsung, seluruhnya membuahkan hasil memuaskan. Yakni pada 2005 maju kembali menjadi Bupati Kutai Timur, kemudian pemilihan Gubernur Kaltim pada 2008, hingga pemilihan periode kedua menjadi gubernur pada 2013.
Menurut dia, pemilihan langsung maupun tidak langsung semua kembali dari pemimpin yang memimpin daerah. Jika, daerah tersebut ingin maju, maka pemimpin tersebut dan pejabat di daerah itu harus bekerja dengan baik.
Awang mengaku telah mengalami masa-masa tersebut. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana melaksanakan kinerja dengan baik dan didukung seluruh komponen masyarakat, terutama DPRD.
“Semua telah saya alami. Meski demikian, saya berharap masyarakat bisa menerima keputusan tersebut dan Kaltim siap melaksanakan keputusan itu. Yang terpenting adalah masyarakat bisa bersama-sama menjaga kondusifitas di daerah sehingga program pembangunan terus berjalan dengan baik dan kesejahteraan rakyat dapat terwujud,” jelasnya. mar

Penetapan di Komisi Berdasar Kapasitas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pasca penetapan ketua fraksi yang terangkum dalam Agenda Rapat Paripurna ke - I DPRD Provinsi Kaltim beberapa pekan lalu telah ditetapkan sembilan fraksi, yakni Golkar, PDI-P, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, Hanura, dan PKS. Sementara Nasdem dan PPP harus berkoalisi dalam satu fraksi karena minimnya pendapatan kursi. Masing-masing ketua fraksi sudah terpilih, berhak untuk menetapkan anggota partainya dalam penentuan strukturasi komisi.
Andi Harun selaku ketua Fraksi Golkar memberikan pandangannya atas penentuan anggotanya kedalam struktur komisi. Menurutnya, selaku ketua fraksi dirinya sudah memiliki peta sendiri dalam penentuan pendistribusian anggota komisi. Penetapan anggota terhadap komisi ini berdasarkan kapasitas, latar belakang dan bidang keahlian masing-masing anggota. Ini semua tentu saja berasas pada rencana kerja fraksi, di mana fraksi menginginkan penempatan anggotanya ke dalam komisi haruslah sesuai pada bidang yang dikuasainya.
"Dalam Golkar ada peraturan organisasi di mana penempatan ketua DPRD harus melalui persetujuan Dewan Pimpinan Pusat. Untuk fraksi sendiri, diketahui Dewan Perwakilan Daerah Tingkat I. Sementara untuk distribusi anggota komisi boleh jika hanya melalui fraksi. Jadi, saya sudah melakukan mapping untuk pendistribusian anggota ini. Tentu saja sesuai dengan kapasitas masing-masing anggota," kata Andi Harun.
Sementara itu, Golkar berprinsip tidak memilihmilah melalui jenjang politik anggotanya. Tidak ada anggota periode baru atau periode lama, semua keputusan berdasarkan asas kompetensi dan background dari masing-masing anggota. Jadi, semua anggota dewan ini akan tersebar dalam struktur bidang kebijakan publik, di sektor yang memang ditekuninya. Namun, untuk ketetapan anggota komisi yang sifatnya strategis, fraksi memiliki pertimbangan tersendiri dan khusus dalam hal penetapan anggota ke dalam komisi ini.
"Setelah tata tertib DPRD disahkan, Golkar tidak harus menunggu ketetapan dari pusat dahulu. Fraksi Golkar akan langsung memberikan strukturalisasi nama dan menyampaikan kepada pimpinan DPRD terhadap distribusi anggota kedalam susunan komisi di DPRD Kaltim. Golkar sendiri tidak berpegang pada prinsip anggota periode baru maupun lama. Semua murni berdasarkan kapasitas, latar belakang dan bidang keahlian masing-masing anggota," kata Andi Harun. hms

Buruh Lokal Wajib Sejahtera

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perusahaan manapun boleh saja mengembangkan bidang usahanya di Kaltim. Asal, wajib menjaga kelestarian wilayah sekitar perusahaannya. Akan lebih hebat, jika mampu menyerap warga asli daerah selaku  tenaga kerja.
Hal tersebut terucap dari anggota DPRD Kaltim, Syafruddin. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja asli daerah.
Pasalnya, status pekerja dalam perusahaan terkadang dianggap remeh oleh perusahaan itu sendiri. Sebagaimana diketahui, perusahaan yang melakukan kegiatannya dalam ruang lingkup pedesaan atau pedalaman memang mempekerjakan karyawan dari daerah lokal. Namun, status para pekerja ini terkadang yang kurang diperhatikan.
"Harusnya, pemerintah lebih memperhatikan status buruh ini. Jangan mentang-mentang mereka bekerja dengan status pendidikan yang rendah, lantas mendapat perhatian yang rendah juga," katanya.
Ditambahkannya, belum adanya peraturan daerah (Perda) yang mengakomodir status dari para buruh ini juga menjadi kendala peningkatan status sosial mereka terhadap perusahaan itu. Lemahnya perhatian dari pemerintah juga masih menjadi kendala, masih banyaknya perusahaan yang berlaku sewenang-wenang pada buruh disana.
"Jadi, sudah saatnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersinergi dalam mencari solusi dari masalah ini. Moment turun langsung kelapangan (reses) harus sedemikian rupa dimanfaatkan anggota DPRD untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota setempat," imbuhnya.
Perda yang mengatur perusahaan untuk menetapkan kesejahteraan karyawannya juga harus mulai dicanangkan. Harus mengakomodir seluruh pihak, tanpa pandang status sosial. Perda yang dibuat juga harus kuat dan mengikat,  Jangan hanya dalam bentuk hitam diatas putih belaka apalagi sampai lemah dalam kehidupan nyata.
"Saya harap ada keseriusan pemerintah dalam menangani hal ini. Perda yang dibuat harus mengakomodir seluruh aspek. Harus tercantum juga, Upah Minimum Regional (UMR), kalau bisa juga berisikan pasal-pasal yang tegas. Jika nantinya terjadi pelanggaran oleh salah satu pihak, jadi bisa diselesaikan dengan cara hukum," kata politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. hms

Pencuri Motor Ditangkap Saat Bongkar Motor

SAMARINDA, Poskota Kaltim.              
Apes bagi  Engge (22) warga Jl Mangkupalas Kelurahan Baqa Samarinda Seberang. Saat mempreteli motor curian yang baru saja diambil dari rumah warga di jalan Rapak Dalam dia dibekuk polisi.
Pemuda tanggung ini tidak bisa mengelak saat polisi menggeledahnya dan tidak medapatkan surat-surat kendaraan yang sempat diakui miliknya itu.
Penangkapan bermula saat kepolisian Polresta Samarinda yang mendapatkan laporan adanya aktivitas mencurigakan di rumah engge  warga Jalan Mangkupalas, Gang Sejuta Pohon, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta Sik yang didampingi Kompol Slamet Ramelan senin (29/9) kemarin.
Atas laporan itu petugas langsung bergerak cepat menuju alamat yang dimaksud, dan benar saja ketika tiba dilokasi polisi mendapatkan segerombol anak muda yang berkumpul dan memperbaiki motor di rumah Engge.
Polisi langsung melakukan pemeriksaan, dan benar saja saat digeledah pelaku tidak memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan yang baru saja di preteli, setelah itu polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang dibongkar.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar motor yang dipreteli Engge ternyata milik warga jalan Harun Nafsi yang hilang pada kamis malam, motor warna hitam dengan nomor polisi KT 6876 WL diambil pelaku dari rumahnya karena tidak terkunci stang.
“Berdasarkan data itu polisi langsung membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan,  hasilnya pelaku akhirnya mengaku ,” kata Slamet.
Kini akibat perbuatannya  Enggeh harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun pencara.
Saat ini polisi juga masih mengejar Ar pelaku lainnya yang diduga masih berkeliaran di sekitar kota Samarinda. opi

CNN Indonesia Hadir di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang berimbang, independen dan kredibel yang dikemas dalam berbagai program siaran daerah, membuat CNN Indonesia melirik Kalimantan Timur sebagai tempat Kelima pembangunan biro CNN Indonesia.
Mendukung program Bangga Membangun Kaltim yang dicanangkan pemerintah provinsi Kaltim, CNN akan menampilkan program-program untuk mengangkat potensi daerah ke kancah Internasional.
Kalimantan Timur menjadi tempat kelima  setelah DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, Aceh yang dipilih CNN Indonesia untuk membangun perwakilan, sebagai lembaga penyiaran televisi yang menyajikan berbagai program berita dan informasi yang cepat, akurat dan terpecaya.
Program bangga membangun Kaltim yang menjadi moto Kalimantan Timur dianggap sejalan misi berdirinya CNN Indonesia untuk menghadirkan program-program informasi yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman bangsa Indonesia,  khususnya Samarinda.
Untuk mewujudkan itu senin pagi,  manajemen CNN Indonesia melakukan evaluasi dengar pendapat bersama Komisi Penyiaran Indonesia  Daerah Kalim di hotel Amaris Samarinda.
Didepan sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta tokoh masyarakat ini direktur utama CNN Indonesia Titin Rosmasari mengatakan bahwa saluran ini akan menjadi saluran berita perdana CNN di asia tenggara sebagai wujud kekuatan CNN dalam penyajian berita berkualitas tinggi dalam versi bahasa Indonesia.
Titin mengatakan bahwa dipilihnya kalimantan timur dan samarinda sebagai tempat kelima pengembangan CNN Indonesia karena Kaltim khususnya samarinda memiliki potensi pemberitaan yang banyak ditunggu masyarakat.
“Kaltim cukup potensial bagi perkembangan CNN Indonesia, program-program CNN Indonesia cerminan kekayaan dan keberagaman Indonesia yang dapat membangkitkan nasionalisme dan rasa cinta pada tanah air,” kata Titin.
Selain itu dapat mewakili kebaikan dan keunggulan Indoensia di kacah Internasional. Perpaduan antara kekuatan dan jaringan CNN dalam mengumpulkan berita dari seluruh penjuru dunia dan perspektif serta kearifan lokal yang dihadirkan oleh Trans media .
Disinggung mengenai program-program CNN Indonesia . Titin mengatakan bahwa CNN Indonesia akan menyuguhkan kualitas tayangan terbaik dengan memanfaatkan terhnologi terkini dan sumber daya manusia yang handal.
CNN Indonesia nantinya akan memiliki Program pemberitaan maupun Buletin yakni CNN Indonesia Samarinda dan Tamu Sire Samarinda.
Selain itu ada Program Magazine dan Dokumenter  seperti Kesah Benua, Jelajah Borneo, BincanG Samarinda, Inspirasi Kita, Dimata Saya, Didesa Bicara, Mata Warga dan Borneopreneur.
Seluruhnya akan dikemas secara menarik, unik dan mengispirasi tentang budaya khas Samarinda dan Sekitarnya , sehingga akan menambah wawasan pemirsa akan khazanah budayanya.
“Yang terpenting adalah membuat Pemirsa semakin mencintai tanah dan Budaya Kaltim,” kata Titin.
Titin juga menegaskan bahwa CNN Indonesia  yang bernaung di PT Detik Tivi Empat Samarinda akan memberikan 30 persen tayangan local sebagai bukti komitmen CNN Indonesia peduli terhadap daerah .
“Jika diaturan lembaga penyiaran diwajibkan menyiapkan 10 persen konten local , maka CNN Indonesia Samarinda siap memberikan 30 persen program konten local ,” tegasnya.
Sementara itu  Ketua KPID Kaltim Zainal Abidin memberi  apresiasi yang cukup besar terhadap masuknya  CNN Indonesia . KEhadiran CNN Indonesia diharapkan bisa memperkenalkan Kota Samarinda dan Kalimantan Timur tidak hanya di ditingkat local namun juga Internasional,
“Dengan adanya CNN Indonesia di Samarinda diharapkan potensi-potensi  daerah ini bisa terekspos hingga kemancanegara ,” kata Zainal. M4n

Pemprov Kaltim Siap Terima CNN Indonesia

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemprov Kaltim melalui Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim menyambut baik rencana dibuka media PT Detik Tivi Empat Cabel News Network (CNN Indonesia) Samarinda di daerah ini.Diharapkan dengan adanya media baru ini dapat mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan berwibawa. Sesuai dengan program KPID Kaltim untuk mewujudkan media televisi yang baik dan dapat dipercaya masyarakat, maka Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) wajib dilaksanakan CNN Indonesia Samarinda bersama KPID Kaltim.
“Yang jelas sebelum mendapatkan ijin dari kementerian kominfo melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maka CNN Indonesia harus mengikuti verifikasi faktual yang dilakukan pemerintah daerah, yakni Diskominfo Kaltim. Tetapi pada dasarnya Pemprov Kaltim siap menerima masuknya media CNN Indonesia ke daerah ini,” kata Sekretaris KPID Kaltim H Faturrakhman diwakili Ketua Komisioner KPID Kaltim Zainal Abidin usai pembukaan Evaluasi Dengar Pendapat KPID Kaltim bersama PT Detik Tivi Empat CNN Indonesia di Samarinda, Senin (29/9).
EDP merupakan agenda rutin yang dilakukan KPID sebagai wadah untuk mengetahui aspirasi masyarakat tentang adanya pembentukan media di daerah. Tujuannya agar adanya masukan dan kritik kepada CNN Indonesia yang rencana disiarkan di Indonesia, khususnya di Kaltim.
Masukan ini bisa diberikan oleh tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan stakeholder di daerah. Setelah dilakukan EDP, selanjutnya KPID Kaltim dan KPI Pusat melakukan komunikasi dan mengusulkan kepada Kementerian Kominfo.
“Setelah usulan tersebut barulah ijin prinsip penyiaran diterbitkan dari Kementerian Kominfo dan mereka bisa melakukan siaran yang sifatnya uji coba selama setahun. Jika selama setahun kondisi penyiaran baik, maka baru ijin prinsip penyiaran tetap diterbitkan untuk jangka waktu selama 10 tahun. Diharapkan melalui proses tersebut CNN Indonesia bisa bekerjasama dengan baik dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat,” jelasnya.
Direktur Utama CNN Indonesia Titin Rosmasari mengatakan tujuan dari EDP ini sebagai syarat untuk mendapatkan ijin siaran di Indonesia khususnya di daerah dan untuk siaran telah dilakukan di Jakarta sejak 2011. Apalagi, CNN disiarkan secara digital.
“Tahapan ini merupakan amanat undang-undang yang harus kami laksanakan. Tujuan CNN Indonesia ada di Samarinda adalah untuk menyampaikan informasi kepada publik se Indonesia bahwa daerah ini memiliki keanekaragaman yang besar, baik budaya, sosial dan ekonomi di daerah . Mewujudkan pemberitaan yang baik, maka persiapan terus dilakukan CNN Indonesia, termasuk mengenai peralatan dan SDM yang akan dibutuhkan. Karena itu, saat ini CNN Indonesia juga akan merekrut tenaga kerja lokal,"paparnya. mar

Petani Sangat Menjanjikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Provinsi Kaltim, Ibrahim  mengatakan, mindset atau pola pikir  petani merupakan golongan masyarakat berpenghasilan rendah atau orang miskin harus dirubah. Dengan besaran penghasilannya, petani seharusnya menjadi pekerjaan menjanjikan untuk digeluti masyarakat.
“Sebagai contoh masyarakat transmigrasi. Mereka datang ke Kaltim disediakan minimal 2 hektare lahan pangan, dan ¼ hektare lahan pekarangan. Jika lahan tersebut dikelola dengan baik tentu dapat meningkatkan tarap perekonomian masyarakat,” kata  Ibrahim kepada media beberapa hari lalu.
Menurutnya, dengan produksi petani 5 ton saja per hektare dan harga jual beras mencapai Rp  9 ribu per kilogram, petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 45 juta per tiga bulan atau setiap kali panen. Jika dikurangi biaya produksi sekitar Rp 7,5 juta, petani sudah memperoleh keuntungan sekitar Rp 37,5 juta.
"Dengan penghasilan Rp 37,5 juta per tiga bulan, petani memiliki penghasilan Rp 12,5 juta per bulan. Ini jauh lebih besar ketimbang pendapatan kepala dinas. Belum lagi jika ditambah pendapatan tambahan pengembangan lahan pekarangannya,” tandasnya.
Meski begitu lanjut Ibrahim, pengembangannya perlu keterlibatan instansi teknis terkait membangun kerjasama pola kemitraan dengan petani. Khususnya dalam kaitan mendukung pengembangannya, maupun membuka akses pasar produk pertanian petani.
Dicontohkan, petani bisa bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) dalam kaitan mencarikan pasar. Kerjasama pola kemitraan dimaksud selain memberi kepastian terjualnya produk pertanian petani, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi beras Kaltim yang masih didatangakan dari daerah lain.
“Kalau pasarnya terbuka kan tinggal kita gerakan petani meningkatkan produksi pertaniannya untuk memunuhi permintaan pasar, sehingga kita tidak perlu lagi datangkan dari luar,” jelasnya.
Salah satu upaya meningkatkan produksi melalui intensifikasi lahan. Meningkatkan masa panen dari 1 atau 2 kali panen, menjadi 3 kali panen per tahun.
Selanjutnya, tinggal dukungan Dinas Pekerjaan Umum untuk memenuhi ketersedian infrastruktur pengairan dan jalan usaha tani memadai. Prinsipnya harus dilakukan bersinergi dengan instansi teknis yang membidangi, sehingga sektor pertanian menjadi pilihan pengembangan usaha masyarakat.
“Yang jelas dengan saling bersinergi, kerja keras dan kebersamaan hal itu bisa kita wujudkan. Fasilitas infrastruktur akan dibangun sebaik-baiknya, sehingga petani bisa mengerjakan semuanya dengan baik, mulai dari musim tanam hingga masa panen dan pasca panen dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ibrahim mengungkapkan ketergantungan petani terhadap musim hujan yang menyebabkan hanya dapat sekali panen dalam setahun sebenarnya dapat diubah jika irigasi teknis berjalan dengan baik. Jika hal itu bisa dilakukan, panen padi bisa dilakukan dua kali bahkan tiga kali dalam setahun. Belum lagi ditambah dengan mekanisasi peralatan pertanian, yang akan mempermudah kerja petani dan menghemat biaya serta waktu.
“Sebagai contoh di wilayah Penajam Paser Utara yang pertaniannya masih bergantung terhadap musim hujan, sehingga hanya bisa satu kali panen dalam setahun. Sedangkan produktifitasnya sudah sekitar 7 ton/hektare untuk sekali panen. Jika bisa ditingkatkan menjadi dua atau tiga kali panen, produksinya lebih besar lagi,” pungkasnya. mar

Kaltim Harus Miliki Konsep Kota Modern

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perkembangan kota di Kaltim belakangan mengalami proses kemajuan. Walau diakui beberapa daerah yang dikelola kurang optimal seperti Samarinda yang masih berkutat pada persoalan banjir yang urung tuntas. Sehingga dalam pengembangannya selalu mengalami kendala, termasuk menggaet investor.
Seiring dengan perkembangan waktu, persoalan tata kota menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah provinsi dan kota. Semisal, kemacetan dan parkir liar dibeberapa kota utama Kaltim.
Dalam konteks itu, harus ada ketegasan dari pemerintah agar konsep tatakota itu lebih terarah dan spesifik.
Kondisi itu menurut anggota DPRD Kaltim Eddy Sunardi Darmawan banyak permasalahan tata kota di Kaltim yang mesti dibenahi. Sudah seharusnya kota-kota Kaltim tertata lebih baik, khususnya Samarinda yang merupakan ibu kota provinsi dan Balikpapan sebagai pintu gerbang kaltim.
“Kaltim seharusnya telah memiliki konsep kota yang lebih modern. Mengingat provinsi ini merupakan provinsi berkembang, dan kota-kotanya menuju ke arah metropolitan,” urainya. Ia melanjutkan, seharusnya dari beberapa tahun yang lalu sudah memiliki konsep kota yang modern, bebas dari segala permasalahan infrastruktur yang hingga saat ini masih menjadi keluhan masyarakat.
Politikus PDI Perjuangan ini juga mengingatkan dari periode lalu, DPRD Kaltim selalu menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk tata kota, Harusnya bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan kembali,
Terkait masalah banjir di beberapa kota di kaltim, jelas kondisi tersebut sangat memperburuk citra kota di Kaltim. “Apalagi masalah kemacetan juga saya rasa masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga kini masih menjadi pembahasan yang stagnan,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah berani melakukan berbagai terobosan yang berdampak terhadap keindahan kota. “Kalau kita punya konsep tata kota yang bagus investor juga akan lebih tertarik untuk berinvestasi di provinsi ini, dan sudah pasti akan berimbas pada sektor perekonomian,” ucapnya. hms

Diskriminatif, Parkir R2 di Sepinggan

TANPA PENEDUH: Parkiran roda dua di Bandara Sepinggan dikeluhkan karena terkesan diskriminatif. Sudah jauh dari bandara, juga tanpa peneduh.


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi mendesak PT Angkasa Pura sebagai pihak pengelola pelayanan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan segera merelokasi posisi parkir khusus pengendara roda dua ke tempat yang mudah dijangkau dan terkoneksi dengan mudah ke terminal keberangkatan maupun terminal kedatangan.
Ini agar penumpang, pengantar maupun penjemput dengan kendaraan ini tidak mengalami kesulitan ketika harus ke bandara internasional ini.
"Sangat mendesak agar parkiran bagi kendaraan roda dua dipindahkan ke area yang lebih mudah terkoneksi dengan terminal keberangkatan dan kedatangan. Yang ada sekarang posisinya sangat jauh. Padahal bandara ini masih memiliki area parkir yang luas yang sering kosong tidak digunakan oleh roda empat. Saya melihat ada diskriminsi di sini," urai Ahmad.
Dikatakan oleh politikus asal daerah pemilihan Balikpapan ini, keluhan mengenai parkir bagi roda dua yang mendesak untuk segera dipindahkan itu selain posisi parkir yang jauh, parkiran motor juga tidak ada peneduhnya. Menurutnya hal ini terkesan sangat diskriminatif. Sehingga tidak ada alasan bagi PT Angkasa Pura untuk tidak memenuhi desakan ini. Apalagi dikatakan oleh Ahmad, bandara megah yang berstandar internasional ini memiliki gedung parkir mobil lima lantai dan sangat luas. Namun kenyataannya pada hari-hari biasa justru tidak sampai 50 persen terisi.
"Sebagai pengelola, Angkasa Pura jangan diskriminatif. Bandaranya berstandar internasional tapi pelayanannya lokal. Tempat parkir mobil pada hari-hari biasa kosong melompong dan tidak terisi sampai 50% pada waktu-waktu sibuknya. Banyak area yang tidak termanfaatkan, lebih baik digunakan bagi pengendara roda dua," kata Ahmad.
Derasnya keluhan mengenai parkiran bagi roda dua agar segera dipindahkan ini juga ditambah dengan kenyataan bahwa parkiran mobil yang bisa menampung 2.300 kendaraan tersebut sangat terkoneksi dengan mudah ke terminal inti bandara. Berbeda dengan parkiran roda dua yang ada saat ini, pengunjung baik penumpang, pengantar maupun penjemput yang menggunakan roda dua harus berjalan kaki cukup jauh untuk bisa ke terminal bandara.
"Keluhan tersebut sangat deras, tapi tidak mendapat respon dari pihak Angkasa Pura, jika dalam waktu dekat ini tidak ada respon juga, saya bersama beberapa rekan DPRD Kaltim berencana untuk mendatangi pihak Angkasa Pura untuk diskusi dan mencari solusi terbaik," ungkap Ahmad. hms

Dinas Peternakan Tak Khawatir

Dinas Peternakan Tak Khawatir


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasi Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Peternakan Samarinda, Jumriyanti, mengaku tidak khawatir tentang melabungnya harga hewan kurban yang ternyata ditentukan oleh pedagang.
Ketidakkhawatiran tersebut ternyata cukup beralasan. Pasalnya, hukum perdagangan akan berlaku, dimana pedagang yang mematok harga terlalu tinggi pasti kalah oleh harga yang rendah.
Menurut Jumriyanti, para pedagang hewan kurban memiliki kesepakatan tersendiri dalam menentukan harga jual dagangannya dengan dasar-dasar perhitungan perdagangan.
“Mereka (pedagang) sendiri yang tentukan. Tapi antara pedagang satu dengan lainnya sudah memiliki kesepakatan tentang standar harga hewan kurban itu sendiri,” jelas Jumriyanti.
Meski demikian, kesepakatan tersebut tak lantas membuat harga hewan kurban di pedagang yang satu dan lainnya sama. “Harganya tetap relatif. Karena ada juga pedagang yang menetapkan harganya sendiri,” katanya.
Jumriyanti mengaku tak mengkhawatirkan kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap harga hewan kurban yang melabung tinggi.
“Kan di sini berlaku hukum pasar. Kalau si pedagang menetapkan harga terlalu tinggi tentu pembeli juga akan beralih ke pedagang lainnya,” urainya.
Dari pantauan Dinas Peternakan Samarinda, saat ini rata-rata harga hewan kurban yang beredar di pasaran berkiras Rp 47 ribu per kg. “Memang harganya berbeda dengan sapi potong. Lebih mahal sedikit. Pantauan terakhir kami harganya Rp 47 ribu per kg,” sebutnya.
Sementara, dari hasil pantauan mengenai kesehatan hewan kurban yang diperdagangkan, Dinas Peternakan belum menemukan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit, atau tidak layak jual.
“Dari hasil pengecekan di lapangan belum ada hewan kurban yang teridentifikasi mengidap penyakit. Tapi pengecekan kesehatan ini terus kita lakukan. Jangan sampai ada hewan kurban yang berpenyakit seperti Anthrax beredar di pasaran,” pungkasnya. tha

Lulusan Untag Bisa Dukung Program Pemerintah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Prof Dr Dwi Nugroho Hidayanto mengatakan, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda diharapkan mampu mencetak lulusan yang dapat mendukung program yang dilakukan pemerintah daerah sehingga bisa bersama-sama mewujudkan kesejahteraan rakyat, terutama jangan hanya dibekali untuk terampil di birokrasi.
Dukungan tersebut tidak harus menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang pesertanya mencapai ribuan orang setiap tahun, tetapi sebagai tenaga kerja swasta atau berwirausaha juga mampu mendukung pemerintah.
“Pemerintah provinsi berharap Untag Samarinda bisa mencetak lulusan yang berkualitas dan professional serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kami berharap perguruan tinggi ini jangan hanya bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dibirokrasi, tetapi mampu menjadi entrepreneur berkualitas yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Dwi Nugroho Hidayanto mewakili Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, usai menghadiri wisuda Untag 1945 Samarinda 2014 di Kampus Untag Samarinda, Sabtu (27/9).
Mewujudkan lulusan berkualitas tersebut, perguruan tinggi ini harus memiliki kurikulum yang jelas sehingga bisa mencetak generasi muda entrepreneur handal. Jika memang belum ada, maka hal itu harus dikoordinasikan dan dievaluasi bersama.
Selain itu, Untag dapat meningkatkan kualitas lulusan dari pemahaman tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kemasyarakat. Jika hal ini dapat terlaksana dengan baik, diharapkan Untag mampu mencetak SDM berkualitas.
“Tri dharma tersebut tidak bisa berdiri sendiri tetapi harus saling bersamaan sehingga pengetahuan bagi mahasiswa juga lebih banyak. Tetapi, yang terpenting dalam perguruan tinggi adalah penguatan penelitian. Karena, dengan adanya penelitian mampu mensinergi tri dharma yang lain, baik pengembangan pendidikan dan kemasyarakatan. Sebab, jika tidak ada penelitian, maka apa yang bisa diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Mendukung peningkatan kualitas SDM di masing-masing perguruan tinggi, terutama di Untag Samarinda, Pemprov Kaltim telah memberikan dukungan tersebut, mulai dari bantuan biaya penelitian untuk para dosen dan beasiswa bagi mahasiswa.
Selain dukungan pemerintah, diharapkan bantuan dari perusahaan yang ada di Kaltim juga dapat berperan menciptakan SDM yang berkualitas di perguruan tinggi ini. “Melalui corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan kami yakin Untag mampu mencetak SDM yang berkualitas,” jelasnya.
Rektor Untag 1945 Samarinda Prof Dr H Eddy Soegiarto K mengatakan jumlah wisudawan yang diwisuda tahun ini sebanyak 672 orang, terdiri dari Fakultas Ekonomi 230 orang, Fakultas Teknik 167 orang, Hukum 112 orang, Isipol 100 orang, Pertanian 45 orang dan Psikologi 18 orang.
“Kami berharap para wisudawan menjadikan momentum ini untuk berusaha dan bekerja lebih keras. Jangan sampai lulusan Untag Samarinda menganggur. Karena setelah lulus yang dapat dilakukan para wisudawan adalah mencari kerja, bekerja untuk pengamalan ilmu di dunia kerja dan masyarakat dengan status sebagai lulusan yang siap kerja,” jelasnya.
Untag Samarinda juga sangat berterimakasih kepada Pemprov Kaltim yang selalu mendukung pengembangan pendidikan di perguruan tinggi ini. Bahkan untuk tahun ini Pemprov Kaltim memberikan bantuan beasiswa kepada 338 mahasiswa Untag Samarinda. Diharapkan melalui dukungan tersebut perguruan tinggi ini mampu mencetak SDM yang berkualitas dan dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan nasional terutama di Kaltim.
“Secara keseluruhan Untag Samarinda telah meluluskan mahasiswa sebanyak 10.326 orang. Diharapkan semua lulusan bisa berkontribusi bagi pembangunan nasional maupun daerah ini,” jelasnya. mar

BPS Kaltim Siap Dukung One Map One Data

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala BPS Kaltim, Aden Gultom mengatakan, kebijakan pengelolaan data dan peta valid yang selalu diperbaharui (Update) melalui One Data One Map (Satu Peta Satu Data) mendapat dukungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim. Ia mengaku siap bekerjasama dengan Pemprov Kaltim mendukung kebutuhan data pengelolaan One Data One Map.
“Kerjasama dengan Pemprov Kaltim selama ini sangat bagus. Makanya kita sangat senang dengan kebijakan pegelolaan one data one map. Kita akan selalu dukung ketersediaan datanya,” kata Aden Gultom ketika dikonfirmasi Jumat (26/9) lalu.
Menurutnya, dukungan data memang menjadi tanggung jawab Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya BPS yang memang bertanggung jawab mengolah data. Sedangkan pengelolaannya menjadi tanggung jawab Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Itu sebabnya, BPS berkomitmen siap mendukung penyediaan data yang sudah diolah dan dipublikasikan kepada masyarakat luas. Tidak hanya bagi Pemprov Kaltim, tapi juga bagi Pemprov Kaltara yang secara kelembagaan belum memiliki BPS wilayah Kaltara.
“Ini yang akan selalu didukung. Makanya seminar hari statistik 23 September lalu, juga melibatkan unsur Bappeda pengelola one data one map agar sinkron antara pengolahan dan pengelolaan data,” tegasnya.
Untuk diketahui, kebijakan pengelolaan sistem one map one data yang diluncurkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak disela Musrenbang RKPD Kaltim 2015, 2 April lalu ini dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan yang terintegrasi dan terukur. Sebab, untuk mencapai kinerja pemerintahan yang baik, diperlukan dukungan data dan peta yang valid serta selalu update sebagai rujukan bagi pelaksanaan pembangunan baik di provinsi dan kabupaten/kota, termasuk dalam melaksanakan evaluasi hasil pembangunan.
Banyak permasalahan yang dihadapi Pemprov Kaltim dalam program pembangunan. Salah satunya tumpang tindih lahan yangvhingga saat ini tercatat mencapai 742 kasus. Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berinisiatif membuat One Map One Data (satu peta dasar) yang menyatukan semua peta untuk acuan tiap sektor, khususnya berkaitan perijinan. Melalui program ini diharapkan tidak terjadi lagi persoalan tumpang tindih lahan dan perijinan.
“Tumpang tindih lahan adalah masalah serius. Untuk mengatasi permasalahan itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui instansi terkait adalah menyiapkan program One Map One Data,” jelas Faroek saat acara Musrenbang RKPD 2015 di Lamin Etam, beberapa waktu lalu.
Ditambahkan, pemerintah mengupayakan penerbitan satu peta yang akan membantu kepastian lahan. Adanya kepastian lebih mendorong minat investor menggelontorkan investasi ke Kaltim. Hal ini dilakukan terkait kepastian hukum lahan. Untuk itu, Pemprov akan bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk melakukan pemetaan wilayah. Pentingnya penyelesaian kasus tumpang tindih dikarenakan pembangunan Kaltim akan semakin berkembang pesat. Lahan adalah kunci awal investasi bisa masuk ke Kaltim.
“Kasus tumpang tindih lahan berkaitan dengan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Jika tidak bisa diselesaikan, maka akan berdampak buruk. Apalagi jumlah kasusnya hingga ratusan dan tersebar di kabupaten/kota,” jelasnya.
Dijelaskan juga, Pemprov Kaltim bersikap tegas dalam penertiban perijinan tambang, perkebunan dan kehutanan. Menerbitkan moratorium yang intinya melarang bupati/walikota menerbitkan ijin baru tambang, perkebunan dan kehutanan.
“Saat ini, Pemprov Kaltim telah membentuk tim terpadu untuk mengaudit ijin tambang, perkebunan dan kehutanan yang sudah diterbitkan. Tentunya bekerjasama dengan Polri, Kejaksaan dan BPN,” tandasnya. mar

Disiplin Pegawai Terus Ditegakkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kaltim Meiliana, Percepatan reformasi birokrasi terus dilakukan Pemprov Kaltim guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dengan tujuan utama meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuh Pemprov melalui melaksanakan Team Building Transformasi Budaya Organisasi dan Budaya Kerja. Dilaksanakan dalam rangka mendorong setiap aparatur agar dapat meningkatkan disiplin, semangat kerja dan produktivitas sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
“Kita ingin membangun kapasitas setiap aparatur dan juga memberikan pemahaman tentang bagaimana dalam bersikap/bertutur kata kepada orang lain, berkoordinasi dan mengambil keputusan. Sekaligus mengubah pola pikir aparatur agar lebih inovatif serta meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan juga memberikan reward kepada kelompok budaya kerja terbaik. Kami mengawalinya dari lingkungan Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kaltim,” kata Meiliana beberapa hari lalu.
Ditambahkan, agar implementasi penerapan budaya kerja aparatur dapat lebih berhasil pada masing-masing SKPD, perlu adanya langkah-langkah strategis dengan mewujudkan tindakan-tindakan operasional antara lain memberi pemahaman dan penyamaan persepsi dalam melaksanakan program budaya kerja secara benar.
"Pemprov Kaltim pada 11 September 2014 telah melakukan kesepakatan bersama yaitu seluruh pejabat struktural eselon II (pimpinan SKPD) lingkup Pemprov Kaltim dengan menandatangani pakta integritas komitmen bersama penerapan budaya kerja disiplin PNS. Komitmen itu berisi tentang penerapan kehadiran kerja PNS tepat waktu dengan sanksi pemotongan TPP, penerapan pakaian dinas lengkap, penerapan tertib administrasi keuangan, penerapan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) dan penerapan kehadiran rapat tepat waktu,” tandas Meiliana.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim, Hasanuddin menjelaskan Pemprov Kaltim melalui Tim Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara (PDASN) berencana melakukan kunjungan lapangan atau inspeksi Mendadak (Sidak) berkala ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemprov Kaltim.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap SKPD menerapkan PP No 53/2010 tentang peraturan disiplin PNS dan Pergub Kaltim No 73/2013 tentang perubahan ke empat atas ketentuan pengisian daftar hadir PNS.
“Satpol PP bersama Tim PDASN akan turun lapangan untuk mengecek kesiapan apel dan penggunaan seragam dengan atribut lengkap sesuai ketentuan. Makanya harus siap, karena ada sanksi tegas bagi yang melanggar,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim, Hasanuddin ketika ditemui, di Samarinda, Kamis (25/9).
Sebagai pendahuluan, Tim PDASN akan menyebarkan surat edaran gubernur perihal penegakan penegakan disiplin jajaran pegawai lingkup Kaltim.Setelah itu baru dilakukan sidak secara bertahap ke seluruh SKPD lingkup Kaltim. Setidaknya dilakukan sidak ke satu SKPD dalam setiap minggunya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan disiplin pegawai lingkup Kaltim.
Berkaitan itu, setiap Kepala SKPD diminta menginstruksikan seluruh jajarannya agar memakai pakaian dinas lengkap dengan atribut lengkap sesuai ketentuan. Termasuk menginstruksikam pengisian daftar hadir manual dan elektronik pada jam kerja yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangan berlaku.
Selain itu, Kepala SKPD diminta membekali surat izin keluar bagi pegawai yang ingin meninggalkan kantor saat jam kerja. Dengan demikian keberadaan pegawai bersangkutan di luar kantor tetap dalam sepengetahuan Kepala SKPD.
“Sidak intinya menegakan poin-poin disiplin pegawai dimaksud. Ini sebagai bentuk pengawasan, kita tidak ingin hanya menerima laporan tingkat kehadirian 90 persen, tapi nyatanya banyak yang mangkir atau hadir tidak sesuai waktu yang ditetapkan, yakni pukul 07.30 wita hingga 16.00 wita (Senin – Kamis), dan 07.00 wita hingga 11.30 wita (khusus Jumat),” pungkasnya. mar

Tahapan Pilkada Kaltim dan Kaltara Dihentikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kaltim dan Kaltara tahun 2015 ini terhenti menyusul disahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada oleh DPRD.
Anggota komisioner KPU Kaltim Viko Januardy mengatakan, dihentikan tahapan Pilkada karena payung hukumnya untuk melaksanakan Pilkada langsung tersebut sudah tidak ada.
"Tentu setelah RUU Pilkada ini disahkan tadi malam, menjadi UU, seluruh pilkada langsung di tahun 2015 ini otomasti akan dihentikan tahapannya termasuk di Kaltim dan Kaltara," jelasnya.
Dengan demikian, KPU kabupaten/kota di Kaltim agar menunggu terlebih dahulu. Langkah selanjutnya kebijakan yang diambil oleh KPU RI. Setelah ada peraturan dari KPU RI baru kemudian KPU kabupaten/kota di Kaltim bisa memulai program tahapan yang disesuaikan dengan Pilkada DPRD.
"Ini adalah sebuah konsekuensi dari kebijakan, sehingga KPU juga tidak bisa melakukan tahapan apapun sampai ada aturan yang mengaturnya," katanya.
Sementara terkait apakah dengan adanya undang-undang Pilkada ini bisa membubarkan komisioner KPU, dan hanya dibentuk pada saat menjelang Pilkada saja, Viko menjawab posisi KPU kabupaten/kota saat ini tetap sebagai peyelengara pemilih legeslatif dan Presdien. Walaupun tidak lagi mempunyai wewenang dalam Pilkada kepala daerah.
"Reposisi peran ini yang masih kami tunggu bagaimana bentuknya. Namun menurut saya funsionaris KPU provinsi dan kabupaten/kota tetap berjalan dalam rangka pendidikan demokrasi, sosialisasi, peraturan yang berkenaan dengan politik pemerintahan dan hal-hal terkait dengan demokrasi," jelas Viko.
Ia menjelaskan keberadaan KPU sendiri diatur dalam UU No 15 tahun 2011, tentang penyelenggaraan pemilu sehingga KPU sifatnya permanen selama 5 tahun.
"Adapun KPPS, PPS dan PPK mungkin rekrutmen menjelang Pilkada tahun 2015 akan dihapus sebab adanya pemilihan tidak langsung ini," katanya.
Sementara kabupaten/kota di Kaltim yang terhenti tahapan pilkadanya yakni, Kabupaten Tanah Tidung (KTT), Kukar, Paser, Kutai Timur, Samarinda, mahakam Ulu dan Kota Bontang.
Terpisah anggota Komisioner badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Syaiful Bahtiar mengatakan, terkait dengan keputusan RUU Pilkada tersebut pihaknya masih menunggu hasil keputusan yang diambil oleh Bawaslu RI.
Menurutnya pengesahan Undang-undang Pilkada tidak langsung itu diakuinya berdampak terhadap pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu maupun Panwaslu di kabupaten/kota.
"Yang semula kami bisa mengawasi keseluruhan dari mulai tahapan pendaftaran calon, kampanye hingga sampai dilantiknya kepala daerah. Tapi dengan adanya ndang-undang ini, ranah pengawasan kami sangat terbatas, selebihnya kan pemilihan itu dipilih oleh anggota dewan," jelasnya.
Ia menjelaskan pengawasan terbatas tersebut pilkada ini, Bawaslu nantinya hanya sebatas mengawasi ditahapan pendaftaran dan kampanye. Namun undang-undang tersebut diakuinya tidak mengancam posisi komisioner saat ini.
"Artinya komisioner Bawaslu bisa dibentuk selama 5 tahun ia bekerja dan tidak dibentuk pada saat pelaksanaan pilkada berlangsung," pungkasnya. tha

Dispora Samarinda Gelar Jalan Santai

Peringati Haornas


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda mengagendakan pelaksanaan jalan santai pada 28 September 2014 di GOR Segiri Samarinda, dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2014.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Samarinda, Muslimin di Samarinda,Kamis, mengatakan, acara jalan santai tersebut diperuntukan untuk masyarakat umum di Samarinda dan sekitarnya, gratis tanpa pengutan biaya.
"Banyak "door prize" dan hadiah menarik yang kami sediakan untuk para peserta, dengan kupon yang nantinya bakal diundi oleh panitia," terang Muslimin.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kupon jalan santai tersebut, bisa langsung meminta kepada panitia jalan santai kantor Dispora Samarinda, maupun sekretariat PB Porprov ke-V di GOR Segiri Samarinda.
"Kami menyediakan sekitar 10 ribu kupon, yang nantinya kami bagikan gratis kepada masyarakat, silakan yang mau berpartisipasi untuk mengambil kupon berhadiah tersebut," papar Muslimin.
Selain acara jalan santai, pada peringatan Haornas 2014 tersebut, Dispora Samarinda juga menggelar acara sepeda santai pada hari yang sama.
"Untuk sepeda santai pusat kegiatan kita lakukan di Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Disana juga banyak hadiah yang kami sediakan," imbuh Muslimin.
Dikatakan Muslimin acara jalan santai dan sepeda santai menjadi pilahan Dispora Samarinda dalam rangka peringatan Haornas 2014, dengan maksud dan tujuan untuk menyemarakkan budaya hidup sehat dengan cara berolahraga.
"Olahraga tidak perlu harus mengeluarkan biaya besar, dengan hal yang kecil seperti jalan dan sepeda santai juga bisa mengeluarkan keringat dan menjadikan badan menjadi lebih sehat," tegas Muslimin. at

Ikasi Kaltim Seriusi Pelatih Korea

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kaltim mulai serius untuk mendatangkan pelatih dari Korea dalam rangka persiapan jangka panjang menuju PON 2016 di Jawa Barat.
Ketua umum Pengprov IKASI Kaltim, Muslimin di Samarinda, Kamis, mengatakan, pihaknya tengah mengajukan kontrak dengan pelatih Korea tersebut untuk menangani atlet anggar Kaltim mulai awal tahun depan.
"Awal Januari kita harapkan pelatih asing tersebut sudah bisa melatih di Kaltim, meski program KONI Kaltim untuk pelatih belum ada anggarannya namun kami akan mengupayakan lebih dulu dengan dana pribadi," terang Muslimin.
Pelatih Korea yang bakal dikontrak oleh Pengprov IKASI Kaltim adalah Mr Yun Nam Jin, yang sebelumnya pernah menangani tim PON Jawa Barat.
"Dia (Mr Yun, red) merupakan pelatih floret, yang punya reputasi Internasional baik sebagai atlet maupun pelatih,"papar Muslimin.
Menurut Muslimin kontrak pelatih Korea tersebut perbulannya sekitar Rp25 juta, yang sudah meliputi akomodasi dan konsumsi selama berdomisili di Kaltim.
"Persoalannya saat ini anggaran KONI Kaltim untuk pelatih asing memang belum ada, mau tidak mau kami harus mengupayakan dana sendiri, supaya bisa terealisasi dengan cepat," jelas Muslimin.
Pertimbangan Pengprov IKASI Kaltim untuk mendatangkan pelatih dari Korea tersebut, karena memang kualitas yang cukup baik untuk menangani nomor senjata floret.
Disisi lain Mr Yun juga sudah bisa beradaptasi dengan iklim di Indonesia, dan sedikit-sedikit sudah bisa berbahasa Indonesia.
"Dia (Mr Yun, red) sudah satu tahun lebih tinggal di Indonesia, ketika menangani tim Jabar, dan saya rasa bila berdomisili di Samarinda pun juga bakal tidak ada kendala bagi Mr Yun," tegas Muslimin. at

Persiapan Pemekaran tak Mutlak 3 Tahun

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Ferza Agustia mengatakan, mengenai adanya aturan proses Pemekaran Wilayah melalui proses tahapan daerah persiapan selama tiga tahun, waktu tersebut cukup ideal. Namun demikian, menurutnya tidak mutlak harus berjalan selama tiga tahun daerah yang diusulkan dimekarkan baru bisa diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Adanya aturan mengenai masa berjalan tiga tahun menjadi daerah persiapan untuk sebuah pemekaran wilayah tersebut saya kira tidak mutlak. Perhitungan waktu yang dipersyaratkan ideal, sebab dalam proses tersebut membutuhkan waktu tertentu untuk sebuah penilaian kesiapan dan kelayakan untuk dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru,” kata Ferza, politisi termuda di Karang Paci ini.
Demikian disampaikan wakil rakyat dari Partai Golkar ini terkait kedepan berubahnya pola aturan persyaratan pemekaran wilayah. Menyambut positif aturan baru yang kedepan akan dijalankan itu, mengenai masa berjalan yang tidak mutlak tiga tahun, menurut Ferza jika memang daerah yang akan dimekarkan sebelum waktu yang ditentukan sudah dianggap siap dan layak, tentu tak perlu membuang banyak waktu untuk segera diusulkan menjadi DOB.
“Memang syaratnya tiga tahun, namun menurut saya ketika syarat, persiapan perangkat atau struktur daerah sudah siap bisa segera diusulkan ke DPR-RI menjadi Daerah Otonomi Baru melalui Undang-Undang untuk kemudian disetujui DPR-RI melalui Paripurna,” urai Ferza.
Seperti diketahui bahwa aturan yang disosialisasikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) bahwa kedepan usulan pemekaran tidak lagi melalui DPR dan DPP, melainkan melalui masyarakat yang disampaikan ke Pemerintah Pusat. Kemudian etelah usulan disampaikan dan diterima akan diproses kemudian dibentuk tim independen untuk menguji dengan pengawasan. Sementara manajemen kontrolnya adalah DPR dan DPD.
Jika lolos persyaratan akan jadi daerah persiapan yang dikuatkan melalui Peraturan Pemerintah dalam prosesnya. Lalu setelah berjalan tiga tahun oleh Dirjen Otda Kemendagri akan di evaluasi. Jika sudah baik, Dirjen Otda Kemendagri akan mengusulkan ke DPR-RI menjadi DOB melalui Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (DOB), DPR-RI yang akan mensahkan. Namun memang pada tahap dievaluasi dinilai tidak berhasil Dirjen Otda Kemendagri tidak perlu mengusulkan kepada DPR-RI.
Politisi muda ini juga menambahkan, bahwa dirinya sangat mendukung setiap usulan dan rencana pemekaran wilayah khususnya di Kalimantan Timur. Dimana tujuan dari pemekaran adalah untuk memajukan daerah-daerah yang layak dimekarkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat khususnya pada wilayah tersebut serta dampak positif hasil pemekaran bagi daerah lain. “Dengan cara ini perekonomian di Kaltim semakin tumbuh dengan luas, karena setiap titik pemekaran mendapat perhatian dari masing-masing pemerintah daerahnya. Selain itu pendapatan daerah juga akan membaik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ungkap Ferza.
Ferza berharap, setiap daerah yang lolos dimekarkan, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi daerah tertinggal lain untuk berpacu meningkatkan kemajuan daerahnya. “Sehingga daerah-daerah tertinggal bisa terpacu untuk berkembang secara cepat dan menyeluruh, pembangunan di berbagai sektor akan merata,” pungkasnya. hms

Puluhan Mahasiswa Tolak MP3EI Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Puluhan Mahasiswa melakukan demo didepan kantor Gubernur Jl Gajah Mada, Rabu(24/9)kemarin sekitar pukul 11.30 wita. Mereka menolak program MP3EI di Samarinda. Selain itu, aksi itu juga dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, tanggal
24 September.
Mahasiswa menuntut agar pemerintah memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan bagi para petani yang menjadi pondasi utama ketahanan pangan. Selain itu, mereka mendesak pemerintah berkonsentrasi memberi perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan jaminan keseahteraan untuk para petani.
Juru bicara mahasiswa, Merah Johansa mengatakan bahwa pihaknya selaku pemuda meminta dan menolak pemerintah melakukan program MP3EI yang sangat berpotensi merampas tanah dan lahan rakyat untuk memperluas eksploitasi sumber alam secara berlebihan.
"Kami menolak program MP3EI. Karena program itu bisa merampak tanah dan lahan masyarakat, dan kemudian di eksploitasi secara rakus," tandasnya. opi

Renang Lintasi Sungai Mahakam Dibagi 2 Kategori

Peluang Perenang Junior Lebih besar


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Agenda tahunan peringatan Festival Mahakam 2014 akan lebih bergengsi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lomba renang menyeberangi sungai Mahakam yang menjadi salah satu daya tarik Festival Mahakam akan memperlombakan 2 Kategori.
Jika pada tahun sebelumnya lomba renang hanya memperlombakan satu kategori. Kali ini panitia Festival Mahakam memperlombakan dua kategori yakni kategori anak anak dan dewasa.
Dengan adanya dua kategori ini peluang para perenang anak-anak lebih besar karena pada tahun sebelumnya bertarung melawan perenang dewasa.
"Tahun ini tentu kami tetap menggelar Lomba Renang Lintas Sungai Mahakam pada penyelenggaraan Festival Mahakam, pada hari Minggu pagi tanggal 2 November 2014." kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo kota Samarinda HM Faisal kepada media ini.
Keputusan ini lanjut Faisal merupakan hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya sehingga kelak benar-benar dapat menjadi event nasional.
Hasil evaluasinya adalah pelaksanaan lomba berenang menyeberangi sungai mahakam kali ini dibagi menjadi dua kelompok yakni kategori Junior dan Senior dengan masing-masing untuk putra dan putri.
"Tidak itu saja kami juga mewajibkan seluruh peserta untuk cek kesehatan sebelum berenang, wajib menggunakan baju rompi renang atau swim vest dan semua peserta akan di asuransikan." kata Faisal.
Setiap tahunnya peserta kegiatan ini terus bertambah sehingga mereka sangat optimis jumlah peserta akan meningkat dibandingkan kegiatan serupa tahun lalu.
"Kami akan sediakan trophy khusus dan piagam penghargaan sebagai apresiasi bagi mereka yang menjadi tercepat berenang melintasi sungai Mahakam dengan lebar sekitar 500 meter ini, selain total hadiah sebesar Rp 20 juta," lanjutnya.
Untuk Menjaga keamanan dalam pelaksanaan Faisal mengaku bahwa panitia juga telah melakukan langkah koordinasi ke beberapa pihak untuk mensukseskan kegiatan ini, terutama kepada Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), Adpel, Dinas Perhubungan, BPBD dan lainnya.
"Bagaimanapun juga pada saat lomba renang ini nantinya berlangsung maka tidak ada kapal atau alat transportasi sungai lainnya yang boleh melintas hingga acara ini tuntas," terang mantan Kabag Humas ini.
Berbagai pihak tersebut juga telah menyatakan kesiapannya untuk membantu meminjamkan Jaket Pelampung atau swim vest, speed boat patroli, dan perlengkapan lain untuk keperluaan lomba renang.
"Kesepakatan kami pada saat rapat koordinasi fesma'14 yang dipimpin Walikota Samarinda H.Syaharie Jaang, alur sungai mahakam akan ditutup sejak pukul 6 pagi hingga pukul 2 siang maka sekaligus melalui kesempatan ini kami sampaikan dan mohon pengertiannya," kata Faisal. M4n

Arsiparis Berperan Dukung Tertib Administrasi


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk Wujudkan administrasi yang tertib di masing-masing kantor dan dinas di lingkungan Pemprov Kaltim terutama di Sekretariat Provinsi (Setprov), maka peran Arsiparis dapat mendukung tertib administrasi di masing-masing kantor. Karena, jika pengelolaan arsip tertib, maka administrasi di kantor juga baik. Dengan demikian, adanya dukungan dari arsiparis sangat diperlukan di masing-masing kantor.
“Tertib arsip tentu juga akan berimplikasi dengan tertibnya administrasi. Jadi, kuncinya adalah tertib arsip. Karena itu, seorang arsiparis berfungsi untuk menertibkan arsip terlebih dulu. Setelah itu tertib administrasi dapat terlihat,” kata Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kaltim Dr Meiliana usai membuka in house training kearsipan di lingkungan Setda Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (25/9).
Untuk mewujudkan administrasi yang baik, maka masing-masing biro di lingkungan Setprov Kaltim dapat memiliki dua orang arsiparis dengan tujuan untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi pemerintahan, khususnya biro-biro. Bahkan, arsiparis wajib mengikuti in house training saat ini yang dilakukan Biro Umum Setprov Kaltim tentang kearsipan.
Banyak tugas yang patut dilakukan oleh arsiparis. Misal, mendata arsip keuangan di masing-masing kantor dan asset. Contoh, jika ada asset yang sudah 10 tahun tidak dapat digunakan, maka segera untuk dilaporkan ke Badan Arsip Daerah, sehingga dapat didata keberadaan asset yang dimaksud.
“Dengan begitu pemerintah bisa mengatur mana asset yang patut dimusnahkan, dipertahankan dan diperbaharui. Karena itu, setiap biro perlu adanya arsiparis yang mendata arsip yang dimiliki sehingga tertib administrasi,” jelasnya.
Kepala Biro Umum Setprov Kaltim Ishak diwakili Kepala Bagian Umum Haidar Fachmi mengatakan tujuan dari in house training tentang kearsipan di lingkungan Setprov Kaltim untuk meningkatkan wawasan pegawai dalam pengelolaan arsip yang baik dan professional, sehingga mampu mengklasifikasi arsip yang dimiliki.
“Dengan mengetahui pengelolaan arsip yang professional diharapkan administrasi masing-masing instansi pemerintahan, terutama di lingkungan Setprov Kaltim dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari perwakilan staf tata usaha di lingkungan Setprov Kaltim. mar

Gubernur Ajak Masyarakat Olahraga Gembira


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim H Rusmadi menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim kembali menggelar olahraga sehat gembira keluarga yang akan digelar di halaman parkir GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (28/9). Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 06.00 Wita.
“Kami mengimbau agar seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dapat mengerahkan seluruh pegawai untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga diharapkan terjalin silaturrahmi antara staf dan pimpinan. Kegiatan ini juga diikuti jajaran instansi vertikal, baik TNI dan Polri. Sesuai harapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, masyarakat juga diharapkan dapat meramaikan kegiatan ini,” kata H Rusmadi di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (25/9).
Selain meningkatkan silaturrahmi, kegiatan rutin ini bertujuan membantu membentuk tubuh sehat, sehingga mampu melaksanakan aktivitas sebagai aparatur pemerintah demi pelayanan yang prima kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 31 dan HUT TNI ke 69 2014.
Kegiatan ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, antara lain senam massal, jalan sehat, sepeda sehat gembira, pasar murah, perpanjangan STNK dan SIM, band asal Go Green Band Setprov Kaltim serta pembagian doorprize dengan hadiah utama Mobil Ayla.
“Kegiatan ini juga disemarakan pasar murah yang didukung Dinas Perindagkop Kaltim. Promosi perbankan juga akan dilakukan BPD Kaltim dan BRI. Selain itu juga disiapkan promosi produk-produk UKM perusahaan dan Dharma Wanita Persatuan, pameran kendaraan roda dua dan empat juga aksi sosial donor darah dari PMI,” jelasnya.
Diharapkan seluruh pegawai Pemprov Kaltim dan instansi vertikal serta masyarakat hadir 15 menit sebelum acara sehingga olahraga sehat gembira keluarga berlangsung meriah. Yang jelas kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan serta meningkatkan kesegaran jasmani dan mendukung program gubernur Kaltim Maju 2018. mar

Percepatan Pembangunan Pedesaan Bisa Terwujud

UU No 16/2014 Tentang Desa


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Terbitnya UU No 16/2014 tentang desa diharap dapat memberi semangat baru dalam mewujudkan percepatan pembangunan daerah. Tidak terkecuali desa di kawasan perbatasan, lahirnya UU yang memberi peluang kepala desa mengelola keuangan desa dari berbagai sumber pendapatan tersebut diharap mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dengan wilayah perkotaan.
“Memang yang diharapkan setelah terbitnya UU Desa dengan adanya bantuan keuangan, perangkat desanya harus dilatih. Sebab kepala desa yang punya peran pengelolan. Sedangkan camat hanya sebagai pengawas, dan bupati/walikota sebagai pembimbing,” kata Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalamanan, dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Provinsi Kaltim, Fredrik Bid baru-baru ini.
Menurutnya, UU desa merupakan instrumen yang dibuat dalam rangka percepatan pembangunan di desa. Tujuannya tidak lain memperkuat masyarakat desa karena pembangunan berbasis kemasyarakat yang dilaksanakan membuka peluang usaha dan kesempatan kerja.
Jika masyarakat desa semakin kuat, bisa dipastikan suatu daerah juga kuat. Sebab desa merupakan bagian penunjang kota kecil berupa kecamatan. Ditandai semua kebutuhan pokok biasanya dipenuhi dari desa.
“Ini berjenjang. Jika desa kuat maka kecamatan kuat. Begitu seterusnya hingga tataran kabupaten/kota dan provinsi. Makanya penyelenggara pemerintahan di desa harus diperkuat,” katanya.
Khusus lingkup bidang tugas BPKP2DT, pihaknya mengaku sudah melakukan penguatan perangkat desa kawasan perbatasan. Pelaksanaannya bekerjasama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melaksanakan pelatihan bagi camat hingga kepala desa kawasan perbatasan.
Kerjasama dimulai 2013 dan direncanakan terus dilaksanakan secara kesinambungan karena merupakan program rutin BNPP. Sedangkan BPKP2DT hanya berperan sebagai fungsi koordinasi menetapkan camat maupun kepala desa yang akan dilatih.
Sebagai contoh, pada 2013 BNPP sudah melakukan pelatihan bagi camat di seluruh wilayah Indonesia bagian timur. Pelaksanaannya di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
“Mereka sudah dilatih tentang penyusunan perencanaan pembangunan wilayah desa perbatasan. Terbitnya UU nanti ada hubungannya,” tandasnya.
Setelah dilakukan penguatan, tinggal komitmen kepala desanya membuat kebijakan yang memberi peluang agar bisa berpartisipasi melaksanakan pembangunan di desanya. Dengan begitu, pemberdyaan masyarakat akan tercipta dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
“Makanya kegiatan yang dikembangkan harus disesuaikan dengan kebudayaan masyarakat dengan pola padat karya agar mereka bisa terlibat. Mereka akan merasakan uang hariannya. Ibu-ibunya masak untuk pekerja juga dibayar, sehingga dapat penghasilan tambahan,” pungkasnya. mar

Jl Kakap Akan Ditutup 2 Bulan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jembatan S yang akan menghubungkan Jl Kakap dengan Jl Mulawarman ditarget rampung Desember 2014. Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan S, Eko Restu, pihaknya akan memulai pemasangan operate di sisi Jl Kakap.
Jalan Kakap untuk sementara waktu akan ditutup dan dilakukan rekayasa lalu lintas. Diperkirakan, penutupan ini akan dilakukan selama proses pekerjaan proyek yang akan memakan waktu kurang lebih selama 2 bulan.
"Kami sudah kordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dishub (Dinas Perhubungan) Samarinda, sudah disetujui pengalihannya. Surat yang dari Kepolisian dan Dishub yang kita tunggu," kata Eko.
Ditambahkannya, jika sedang tidak ada kegiatan proyek sama sekali jalan akan kembali dibuka. Pembangunan jembatan berbentuk huruf S tersebut untuk memecah konsentrasi kemacetan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Sungai Dama Samarinda Ilir menghubungkan Jalan Pangeran Hidayatullah dengan Jalan Otto Iskandardinata. Rencana pembangunan Jembatan S sebenarnya sudah dikonsep sejak sekitar tahun 2000.
"Kami mohon dukungannya dan doa untuk masyarakat agar pembangunan Jembatan ini bisa segera terselesaikan dengan maksimal," pungkasnya. aon

Diskanak Buka Konsultasi Pengurusan UKL-UPL dan SPPL

Khusus Untuk Peternakan dan Pembudidaya Perikanan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejauh ini para pelaku usaha peternak dan pembudidaya bidang perikanan, peternakan di Samarinda masih belum mengetahui ketentuan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SPPL), untuk dipenuhi sebagai persyaratan dalam memperoleh legalitas ijin usaha. Oleh karena itu, kini Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) telah membuka layanan konsultasi untuk pengurusan izin tadi.
Kepala Diskanak Samarinda Syamsul Bahri mengutarakan kalau izin UKL-UPL maupun SPPL tadi diperuntukkan bagi jenis usaha yang tidak berdampak penting.”Dan disusun berdasarkan pada tahap perencanaan sebelum usaha dibangun,” sebut Syamsul.
Serta sambung ia disusun penanggung jawab usaha dengan rencana usaha dampak lingkungan yang ditimbulkan. Namun dalam pelaksanaannya UPL-UKL dan SPPL ini tidak dipresentasikan seperti AMDAL. “Melainkan hanya dilakukan pemeriksaan dari instansi Badan Lingkungan Hidup (BLH) dengan melibatkan Dinas Cipta Karya dan Tata Kota,” ungkapnya.
Sedangkan tujuan penyusunan UKL-UPL dan SPPL ini jelas Syamsul sebagai acuan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Sehingga bila ada dampak negatif kegiatan usaha, dapat diketahui dan diantisipasi dini. Ini sejalan visi misi Kota Samarinda yang berwawasan lingkungan. hms/adv

Motivasi Bagi Perajin

Jaang: Terima Kasih Warga Kampung Tenun

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kehadiran isteri wakil Presiden RI selaku ketua umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Herawati Boediono beberapa waktu lalu tentunya sangat memberi kesan luar biasa bagi perajin maupun warga di kampung Tenun Samarinda Seberang.
“Dengan kehadiran ibu Wapres, tentunya membuat kampung Tenun yang telah dilaunching sebagai daerah tujuan wisata nasional melalui program Dekranas Berserri (Bersih, Sehat, Rapi dan Ramah Lingkungan) semakin dikenal. Bagi perajin akan semakin termotivasi dalam berkarya dan berkreasi dalam menenun sarung Samarinda,” ungkap wali kota Samarinda H Syaharie Jaang.
Jaang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga kampung Tenun dan pihak-pihak lainnya yang telah maksimal dalam menerima kunjungan ketua umum Dekranas berserta rombongannya, termasuk menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.
“Ibu Wapres melalui ajudannya Ibu Yuni, kepada isteri saya (Puji Setyowati, red) menyampaikan rasa bahagia dengan penyambutan luar biasa selama di kampung Tenun. Untuk itu, saya atas nama pemerintah kota, dan mewakili Dekrnasda kota Samarinda mengucapkan terima kasih kepada warga dan perajin di Kampung Tenun yang menyambut begitu luar biasa dan menunjukkan sikap bersahabat kepada rombongan,” imbuh Jaang yang juga Pembina Dekranasda kota Samarinda.
Jaang juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemprop dan Dekranasda Propinsi Kaltim, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) propinsi dan kota, dan kantor Perwakilan BI Kaltim. hms/adv

Jaang Pembina PDAM Terbaik 2014

PDAM Tirta Kencana Samarinda Rangking 5 Nasional


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Buah dari pelayanan kepada masyarakat kembali menorehkan prestasi tingkat nasional.BUMD milik Pemkot Samarinda dalam hal ini PDAM Tirta Kencana Samarinda meraih peringkat 5 nasional PDAM Terbaik 2014 sekaligus mengantarkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebagai Pembina PDAM terbaik se Indonesia.
Penghargaan dari Dirjen Keuangan BUMD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diterima langsung Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda Alimuddin ST di Financial Hall Graha CIMB Niaga Jakarta, baru-baru ini.
Kegiatan BUMD dan CEO BUMD Award 2014 ini di selenggarakan oleh majalah Business Review beserta beberapa lembaga Tim penilai seperti Dunamis Organization, Melani K Harriman & Associate, Dunamis Human Capital, Portege Internasional, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, ini juga memberikan penghargaan Pembina BUMD Terbaik kepada Pemerintah Daerah yang BUMD-nya berhasil meraih penghargaan.
“Terima kasih atas penghargaan ini sebagai apresiasi kepada kami semua di jajaran Pemkot dan PDAM. Tentunya ini cambuk dan motivasi bagi kami untuk terus berbuat terbaik dalam pelayanan air bersih,” ucap Syaharie Jaang.
Namun, menurut Jaang, yang utama bukan penghargaan walaupun penghargaan ini pun memberikan dampak positif agar bisa terus meningkatkan pelayanan karena telah menyandang predikat terbaik.
“Selama ini niat dan harapan kami, bagaimana kalau warga memutar kran, air langsung mengalir. Hal ini saja yang terus kami tekankan kepada PDAM agar bisa terus maksimal berupaya mewujudkan harapan warga,” tegas Jaang.
Sementara Alimuddin mengatakan hal ini menjadi salah satu prestasi, amanah sekaligus tantangan buat PDAM Tirta Kencana Samarinda, agar bisa memberikan layanan lebih baik lagi. “Ini juga menjadi motivasi buat karyawan, artinya raihan prestasi ini bukan kerja direksi saja , tetapi kerja semua komponen yang ada di PDAM,“ ujar Alimuddin.
Alimuddin pun mengaku, tak menyangka berhasil keluar sebagai peringkat 5 terbaik se-Indonesia, karena memang penyelenggara sebelumnya tidak menyampaikan jika ada penyelenggaraan ini.
“Rupanya selama ini dari pusat mengawasi kinerja PDAM tanpa kami sadari. Jadi dari semua PDAM, termasuk BUMD se-Indonesia dinilai dengan berbagai indikator keberhasilan. Dari semua itu, ada 18 yang dinominasikan termasuk PDAM Tirta Kencana Samarinda. Baru kemudian kami dipanggil menjalani serangkaian wawancara yang merupakan bagian dari konfirmasi atas data-data tersebut. Alhamdulillah akhirnya kami masuk 5 besar, “ terangnya.
Award ini diberikan 2 tahun sekali, yang mana pelaksanaannya telah dimulakan sejak 2006, ini merupakan kali pertama BUMD dan CEO BUMD Award yang diterima oleh PDAM Tirta Kencana Samarinda. hms/adv

Label Hotel Syariah Perlu Kajian

Rencana Pembangunan Hotel Islamic Center

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rencana pembangunan Hotel Primebiz di Kompleks Islamic Center, Jalan Slamet Riyadi, kembali mendapat penolakan. Kali ini datang dari politikus Karang Paci Ahmad Rosyidi. Menurutnya label syariah yang nantinya diterapkan harus benar-benar dievaluasi.
“Saya secara pribadi tidak setuju dengan adanya pembangunan hotel di Kompleks Islamic Center. Pasalnya, elain adanya penolakan dari masyarakat sekitar dan ormas Islam juga terkait dengan menjaga kesucian dari tempat ibadah tersebut,” kata Rosyidi.
Menurutnya, jika pemerintah bersikeras mengizinkan pembangunan tersebut maka hanya akan menimbulkan polemik di masyarakat yang berujung kepada mengganggu kondusivitas keamanan di Samarinda secara umum.
“Memang bisnis hotel di Kota-kota Kaltim cukup marak seiring dengan langkah pemerintah dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Selain menjadi bisnis yang menjanjikan juga akan menjadi salah satu masukan bagi daerah,”kata Rosyidi.
Kendati demikian, yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana menjaga kesakralan salah satu tempat studi Islam tersebut dalam membangun pendidikan spiritual bagi masyarakat yang semakin tahun seakan tergerus oleh perkembangan zaman.
Rosyidi mengatakan sebaiknya pemerintah melakukan evaluasi dan meninjau ulang keinginan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat. Karena jika itu sampai terjadi maka akan mengganggu terhadap semua bidang termasuk perekonomian.
“Jadi harus jelas walaupun sudah berlabel syariah, polanya seperti apa. Jangan sampai hanya dijadikan sarana meningkatkan pemasukan daerah tetapi dengan mengorbankan yang lain. Sebab yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat berakhlakulkarimah,”harap Rosyidi.
Politikus PPP itu menyebutkan syariah yang dimaksud harus sesuai dengan standar Islam dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh lembaga terkait yakni MUI Kaltim, di antaranya tidak menerima pasangan yang bukan suami-istri, dan lainnya. Serta yang tidak kalah pentingnya lagi adalah bagaimana pengawasan yang dilakukan secara ketat dan intensif serta berkala guna mencegah terjadinya pelanggaran. hms

Dewan Ingin Blok Mahakam Dikelola Pertamina

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Meski belum diputuskan oleh pemerintah pusat siapa yang akan mengelola Blok Mahakam di Kaltim, namun Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menaruh harapan Blok Mahakam dapat dikelola oleh Pertamina.
Harapan tersebut disampaikan politikus dari daerah pemilihan (dapil) Kukar – Kubar ini agar apabila nantinya Pertamina mengelola Blok Mahakam maka Pertamina harus memberikan kontribusi yang lebih besar kepada Kaltim dan Kukar pada khususnya.
“Kontribusi untuk Kukar harus lebih besar. Terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi operasi harus disejahterakan. Itulah harapan kami kepada Pertamina ataupun perusahaan lain yang nantinya mengelola Blok Mahakam,” harapnya
Politikus PAN ini menjelaskan, kontribusi yang dimaksud yakni fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti fasilitas kesehatan dan infrastruktur.
“Misalnya membangun Puskesmas dengan peralatan medis yang lengkap, perbaikan dan pembangunan jalan. Serta fasilitas umum lainnya yang bersentuhan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. hms

Pansus Tatib Sharing ke DPRD DKI

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk melengkapi kajian dalam penyusunan draf tata tertib (tatib) DPRD Kalimantan Timur, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Tatib DPRD melakukan kunjungan kerja dalam rangka sharing pendapat tentang draf tatib ke DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9).
Shering pendapat dengan DPRD DKI tersebut dilakukan mengingat waktu yang diberikan untuk Pansus Tatib cukup terbatas. Agar maksimal dalam pembuatan draf tatib, sharing dilakukan agar bisa menjadi bahan perbandingan dalam penyusunan tatib.
“Kunjungan kerja kali ini agar penyusunan draf tatib agar bisa lebih maksimal,” ucap Ketua Pansus Tatib DPRD Andi Burhanuddin Solong.
Kapala Bagian (Kabag) Persidangan Sekretariat DPRD DKI Zulkarnaen yang menerima langsung rombongan sangat mengapresiasi kunjungan kerja Pansus Tatib DPRD Kaltim.
“Tentang sharing pendapat kali ini sangat bermanfaat bagi dewan DKI Jakarta yang saat ini juga akan menyusun draf tatib dewan,” terangnya.
Diiharapkan dengan sharing pendapat tentang penyusunan draf, target sesuai rapat beberapa pekan lalu dapat terpenuhi.
ABS --sapaan akrab Andi Burhanuddin Solong mengatakan, apa yang dilakukan pansus tatib pada dua hari kunjungan kerja ini sangat berdampak pada penyusunan rancangan draf tatib nantinya.
“Apa yang telah dilakukan oleh anggota dewan yang tergabung dalam pansus tatib ini di dua tempat, yaitu di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD DKI Jakarta perlu mendapat apresiasi. Karena akan menjadi bahan perbandingan dalam hal penyusunan rancangan tatib,” ucapnya.
Hasil konsultasi dan sharing pendapat yang didapatkan pansus di Kemendagri dan DPRD DKI akan ditindaklanjuti dalam rapat pansus tatib yang akan dilakukan Senin pekan depan. hms

Lulusan Yarsi Mesti Berkemampuan Ganda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Seiring tingginya persaingan tenaga medis kesehatan, terutama bidang keperawatan, baik di tingkat nasional maupun internasional maka diharapkan lulusan yang dimiliki Akademi Keperawatan (Akper) Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Samarinda harus memiliki kemampuan ganda, khususnya bagi mahasiswa Yarsi yang baru lulus tahun akademik 2013/2014.
Kemampuan ganda dimaksud adalah jangan sampai menjadi perawat lokal atau umum, yakni perawat yang memiliki keahlian lebih. Misal, perawat spesialis bedah, anak dan jiwa. “Karena itu, lulusan Akper Yarsi harus memiliki kemampuan secara bilingual atau menyeluruh. Misal, dia bisa menjadi spesialis perawat jiwa, anak dan bedah. Diharapkan ini dapat dikembangkan Akper Yarsi. Dengan demikian, lulusan Yarsi harus berkemampuan ganda. Bahkan diharapkan bisa bersaing dengan tenaga perawat di tingkat internasional,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Kaltim Dr H Sigit Muryono usai menghadiri wisuda Akper Yarsi Samarinda di Samarinda, Rabu (24/9).
Dengan kemampuan ganda yang dimiliki, diharapkan tenaga perawat dari Akper Yarsi dapat bersaing di tingkat internasional, terutama ketika memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Dari SDM yang dimiliki, diharapkan negara ini terutama Kaltim tidak lagi mengirim tenaga buruh kasar, tetapi tenaga medis atau kesehatan khususnya perawat yang profesional dan berkualitas ke luar negeri, baik Malaysia maupun negara Asean yang lain.
“Apalagi Pemprov Kaltim telah membantu beasiswa sebanyak 200 orang kepada Akper Yarsi Samarinda, diharapkan lulusan tersebut menjadi perawat yang profesional dan siap bekerja. Bahkan, tidak hanya harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” jelasnya.
Pemprov Kaltim juga berharap Akper Yarsi Samarinda dapat meningkatkan akreditasi yang dimiliki saat ini, sehingga ke depan mampu meningkatkan kualitas lulusan yang dimiliki. Sebab, melalui peningkatan akreditasi tersebut sebagai syarat untuk meningkatkan status Akper Yarsi Samarinda menjadi sekolah tinggi yang bisa mencetak lulusan berstatus strata satu atau sarjana.
Direktur Akper Yarsi Samarinda Susanto AS mengatakan tahun ini mahasiswa yang lulus dan diwisuda berjumlah 100 orang. Sedangkan yang saat ini mengikuti masa perkuliahan sebanyak 241 orang terdiri dari tingkat I sebanyak 78 orang, tingkat II 86 orang dan tingkat III 77 orang.
“Kami berharap dengan meningkatnya kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama dibidang keperawatan maka perlu adanya peningkatan kemampuan secara profesional yang dilakukan oleh para lulusan perawat Akper Yarsi Samarinda. Dengan demikian mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat,” jelasnya.
Akper Yarsi Samarinda berupaya meningkatkan status yang ada saat ini yang semula diploma III ke depan mampu menjadi institusi pendidikan sekolah tinggi kesehatan tingkat ahli atau sarjana.
Melalui peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk percepatan pembangunan kesehatan masyarakat serta mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Puskesmas 24 jam. mar

Pendidikan Gratis Tanggungjawab Semua Pihak

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menegaskan, pelaksanaan program pendidikan gratis yang dilakukan pemerintah daerah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim, tetapi menjadi tanggungjawab bersama atau semua pihak.
Karena itu, pendidikan gratis tersebut jangan diartikan bahwa menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi. Sebab, pembiayaan pendidikan gratis dilakukan secara sharing atau bersama dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan orang tua siswa serta pengusaha atau masyarakat.
“Jadi semua stakeholder bertanggungjawab terhadap program pendidikan gratis tersebut. Contoh, untuk pakaian sekolah siswa, tentu orang tua harus membelikan pakaian anak mereka. Sedangkan mengenai biaya operasional ada dari pemerintah pusat dan ada dari pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota,” papar H Musyahrim ketika dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (24/9).
Selain itu, mengenai sarana dan prasarana yang lain tentu disiapkan pemerintah. Misal, buku cetak juga telah disiapkan pemerintah secara gratis. Karena itu, menyukseskan pendidikan di daerah ini dengan program pendidikan gratis tidak berarti orang tua harus hanya mengharap bantuan pemerintah 100 persen.
Melalui kebersamaan tersebut, maka pemerintah bersama semua pihak dapat mencetak generasi muda yang berkualitas dan professional serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sehingga dapat membangun daerah ini dari tenaga terampil yang dihasilkan.
“Karena itu, program pendidikan gratis bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab kita semua. Jadi membangun program pendidikan di daerah tidak seperti membangun proyek fisik, sebab adanya keterkaitan antara satu dengan yang lain. Artinya, gratis tersebut bukan berarti melepaskan tanggungjawab sehingga semua pemerintah bergotongroyong membangun program pendidikan, termasuk DPRD. Dengan demikian, tidak adalagi anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena masalah biaya,” jelasnya.
Meski demikian, untuk meraih pendidikan yang berkualitas tentu mahal dan memerlukan biaya dan tidak ada yang gratis. Hanya saja, pembebanan biaya tersebut harus dibagi, yakni ada yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota serta swasta, terutama melalui dana-dana corporate social responsibility (CSR) dan orang tua tidak bisa melepaskan diri untuk membiayai sekolah anak.
Sejak 2009 Gubernur Kaltim telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama Bupati/Walikota se Kaltim tentang pemberian bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk siswa SMA dan SMK dengan alokasi tingkat SMA dan MA sebesar Rp2 juta per siswa per tahun dan SMK sebesar Rp2,5 juta per siswa per tahun.
“Dengan demikian, maka untuk operasional sekolah siswa tidak terbebani lagi sehingga semua gratis. Kemudian bantuan beasiswa yang dilaksanakan sejak 2009 hingga 2013 pertahun mencapai 30.000 orang penerima dan sejak 2014 mencapai 50.000 penerima. Diharapkan, melalui program yang dilakukan Pemprov Kaltim pemerintah bisa mencetak SDM berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional,” jelasnya. mar

Pengelolaan Keuangan Daerah Mesti Tertib

Sosialisasi Pergub Soal Pemberian Honorarium Kegiatan 


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim No 32 tahun 2014 tentang pemberian honorarium kegiatan di lingkungan Pemprov Kaltim mempunyai arti yang penting dan strategis. Ini sebagai langkah dalam rangka tertib pelaksanaan dan pengelolaan keuangan daerah pada SKPD ataupun UPTD dilingkungan Pemprov Kaltim.
"Sosialisasi ini sangat penting, agar pejabat pengelola keuangan daerah yang diberi wewenang melaksanakan program dan kegiatan dalam DPA SKPD/UPTD secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efesien, ekonomis, transparan dan bertangjawab dalam penatausahaan keuangan daerah,"kata Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kaltim Dr Meiliana membacakan sambutan Plt Sekprov Kaltim pada pembukaan sosialisasi pengelolaan pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim No 32 tahun 2014 tentang pemberian honorarium kegiatan di lingkungan Pemprov Kaltim, yang digelar Rabu (24/9) di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Pemprov Kaltim.
Lebih lanjut Meiliana mengatakan, pengelolaan keuangan daerah apabila tidak dilaksanakan secara baik dan benar sesuai ketentuan yang ada, akan mempunyai implikasi yang kurang baik terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah. Untuk mengukur indikator kualitas pengelolaan keuanagan daerah dapat dilihat dari openi BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah, apakah Wajar Dengan Pengecualian (WDP), apakah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Tidak Wajar (TW) atau tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclamer serta munculnya berbagai permasalahan hukum yang menimpa pelaksana pengelola keuangan.
"Dengan adanya sosialisasi Pergub ini, tentu diharapkan kepada pejabat pengelola keuangan daerah, baik pada SKPD ataupun UPTD dilingkungan Pemprov Kaltim, untuk mentaati surat edaran Gubernur Kalti Nomor 900/6145/579-V/KUE dan Nomor 900/6178-V/KUE, tanggal 12 September 2014 dan Paraturan Gubernur Kaltim Nomor 32 tahun 2014,"tandas Meiliana.
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan Setprov Kaltim H Fadliansyah dalam laporanya mengatakan, tujuan pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim No 32 tahun 2014 tentang pemberian honorarium kegiatan di lingkungan Pemprov Kaltim, adalah menyamakan persepsi dan pemahaman bagi pejabat pengelola keuangan daerah dilingkungan pemprov Kaltim, tentang penerapan batas pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) gaji, GU, TU, LS pihak ketiga serta LS hibah dan Bansos.
"Anggaran belanja yang dialokasikan dalam APBD adalah merupakan batas maksimal, oleh karena itu dalam pelaksanaannya didasarkan pada prinsip hemat, tidak mewah, efektif, efesien, transparan, akuntable, auditable dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memberikan pedoman kepada seluruh SKPD dalam bentuk ederan Gubernur Kaltim tentang pengusulan pejabat pengelola keuangan daerah tahun anggaran 2015,"papar Fadliansyah.
Usai pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampian materi dan sesi tanya jawab yang disampaikan langsung oleh nara sumber Inspektur Itwil Sa'aduddin dan dari Biro Keuangan Pemprov Kaltim. Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut sebanyak 248 peserta yang terdiri dari kepala SKPD/UPTD, Kasubag keuangan SKPD dilingkungan Pemprov Kaltim. mar

Pemerintah Harus Lindungi Lahan Pertanian

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasus alih funsi lahan pertanian yang dijadikan area pertambangan batubara, makin marak terjadi di Kaltim tak terkecuali di Samarinda. Pemerintah diminta untuk dapat melindungi lahan pertanian agar tak terjamah oleh perusahaan tambang batubara.
Anggota DPRD Kaltim Andi Harun meminta kepada bupati dan walikota agar tak memberikan izin terhadap perusahaan tambang batubara di area lahan pertanian. Pasalnya, ini akan memberikan efek tenggelamnya sektor pertanian di Kaltim.
Menurutnya jika pemerintah setempat tetap bersihkukuh memberikan izin kepada para pelaku usaha dibidang pertambangan, maka sama halnya pemerintah menghancurkan daerahnya sendiri. Mengingat tambang batubara merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharuhi.
"Harus tegas dan jangan membeikan izin kepada perusahaan, apalagi lahan pertanian yang masih produktif digali untuk tambang," jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, selain problem aktifitas tambang yang menggerus lahan pertanian, kasus kelangkaan pupuk yang kerap terjadi ini juga perlu penanganan yang sangat serius yang perlu dibenahi oleh pemerintah setempat.
Aneh, katanya, jika di Kaltim mengalami kelangkaan pupuk, sementara Kaltim merupakan penghasil pupuk.
"Harus ada kerja sama dengan Pupuk Kaltim yang ada di Bontang, jangan sampai ada kelangkaan pupuk ini terjadi," jelasnya.
Sementara jika sudah terjalin kerjasama dengan perusahaan pupuk, pemerintah juga harus mengawasi pendistribusian pupuk tersebut, jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh oknum yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan sendiri.
"Pengawasan jangan sampai ada penimbunan pupuk, pada saat pupuk langkah baru pelaku yang menimbun ini menjual dengan mematok tarif yang tinggi," katanya mengingatkan. tha

Dewan Minta Diberi Sanksi Tegas

Guru Penjual Buku K-13

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Rita Barito meminta, kepada kepala dinas pendidikan di kabupaten/kota memberikan sanksi terhadap oknum guru yang memperjual belikan buku kurikulum tahun 2013 (K-13).
Menurutnya tindakan oknum guru yang memanfaatkan keterlambatan buku dari pemerintah pusat dan menjual buku diniliannya sangat tidak etis. Pasalnya, pemerintah sendiri telah membebaskan siswa dari jual beli buku-buku tersebut.
"Harus ditindak bila perlu diberikan sanksi. Karena disaat pemerintah setempat seperti Kukar misalnya bupatinya berupaya membenahi pendidikan untuk kemajuan, justru ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk berbisnis," jelasnya.
Rita menjelaskan praktik jual beli buku tersebut diakuinya telah terjadi hampir di 14 kabupaten/kota di Kaltim. Praktik ini sering terjadi menjelang tahun ajaran baru. Anehnya, hal ini tidak mendapatkan tindakan tegas dari pemeintah setempat.
"Kami cukup prihatin atas kondisi ini. Maka dari itu kita minta oknum ini ditindak. Kalau seperti ini terus maka bisa-bisa masyarakat yang seharusnya orang tua murid bisa memanfaatkan uangnya untuk kebutuhan lainnya. Ini justru dibuat beli buku kan kasihan mereka (orang tua)," ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ferza. Anggota DPRD Kaltim termuda ini juga meyarankan sebaiknya proses pencetakan dan penjilidan buku kurikulum dilakukan di daerah saja.
Alasannya, selain bisa mensejahterakan perekonomian khususnya bagi para pelaku usaha dibidang percetakan, juga dianggap bisa mempermudah proses distribusi di daerah Kaltim.
"Jangan disamakan dong dengan di Pulau Jawa, yang letak geografisnya sangat berdekatan, seharusnya pemerintah pusat melihat kondisi di daerah ini seperti apa, infrastruktur dan kondisi alam," katanya.
Lebih lanjut Ferza mengatakan, oknum guru yang telah menjual belikan buku tersebut, harusnya diberikan tindakan berupa saknsi tidak dinaikan jabatannya, atau pencopotan sebagai PNS.
"Harus tegas, dan rencananya jika sudah dibentuk alat kelangkapan dewan kita nanti akan panggil dinas pendidikan untuk kita mintai kejelasan terkait dengan jual beli buku ini," katanya mengakhiri. tha

Golkar Resmi Usung Irianto Lambrie

Calon Gubernur Kaltara 


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Golkar telah resmi mengusung Irianto Lambrie maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2015 mendatang. Untuk mewujudkan hal itu partai berlambang pohon beringin itu sudah mulai "menggoyang" Kaltara dengan menjalin komunikasi dengan sejumlah partai yang duduk di dewan provinsi yang terbaru di Kalimantan tersebut.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltim Ahmad Albert saat dihubungi media ini, Selasa (23/9) mengatakan, komunikasi yang sudah dijalankan oleh Partai Golkar dengan sejumlah parpol seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra dan Partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih itu masih sebatas komunikasi biasa.
"Hanya sekedar komunikasi dan penjajakan biasa saja. Belum sampai pada tahap pembahasan secara serius," jelasnya.
Meski demikian, Albert mengaku komunikasi biasa ini bakal menjadi awal masuknya beberapa Parpol untuk bergabung bersama Golkar dalam memangkan Irianto Lambri menjadi orang nomor satu di wilayah utara kalimantan itu.
"Yang pasti Koalisi Merah Putih masih solid di Kaltim, tapi kita juga tidak menutup kemungkinan membuka sejumlah parpol lain untuk berkoalisi," tegasnya.
Diketahui sebelumnya Ketua DPD Golkar Kaltim Mukmin Faisal HP, telah menunjuk Irianto sebagai calon kuat Gubernur Kaltara di Pilgub 2015 mendatang.
Untuk mewujudkan hal itu tentu Golkar harus melakukan koalisi dengan sejumlah partai untuk memenuhi persyaratan mengusung calon gubernur. tha

Bayu Gatra Masih Betah di Pusam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemain andalan Timnas U-23 Asean Games 2014, Bayu Gatra mengaku belum berpikir untuk hengkang dari klub Putra Samarinda hingga kompetisi sepak bola musim depan.
Saat dihubungi hari Selasa 23-9-2014 kemarin, Bayu mengaku masih berkosentrasi membela Timnas di ajang Asean Games XVII 2014 di Incheon, Korea Selatan.
“Saya belum ada kepikiran untuk pindah, saya masih konsentrasi dengan timnas di Asian Games untuk saat ini,” jelas Bayu melalui pesan singkatnya.
Kompetisi LSI musim ini memang belum usai, masih tersisa sejumlah bertandingnya di putaran delapan besar. Hal ini menjadikan bursa pemain di daftar jendela transfer pemain untuk kompetisi musim depan juga belum terlihat secara jelas.
Namun beberapa pemain dari klub yang sudah mengakhiri kompetisi musim ini, dikabarkan tengah menjadi incaran klub besar di liga Indonesia pada kompetisi musim depan.
Bayu sendiri dikabarkan tengah dilirik sejumlah klub besar seperti Mitra Kukar, Sriwijaya, dan klubn Divisi Utama Borneo FC Samarinda yang saat ini tengah berjuang mendapatkan tiket di Liga Super Indonesia.
Menanggapi persoalan tersebut Manajer tim Pusam Agus Coeng Setiawan mengatakan rumor dalam sepak bola biasa terjadi.
Namun Coeng menekankan bahwa hingga saat ini status Bayu dan pemain Pusam lainnya masih terikat kontrak.
“Kontrak mereka akan berakhir pada Desember 2014 mendatang, dan kami masih punya kewajiban dengan pemain,” tegas Agus Coeng.
Meski kewenangan pemilihan tim untuk kompetisi musim mendatang menjadi prioritas pelatih yang akan menangani klub Pusam untuk musim mendatang, namun Coeng mengatakan komposisi pemain untuk musim depan kemungkinan tidak mengalami perubahan besar.
“Delapan puluh persen dari skuad musim ini masih kita pakai, tapi akan menunggu juga perkembangan selanjutnya,” pungkas Agus Coeng. at

Pemkot Berharap Perhotelan Harus Memberi andil

Jelang Festival Mahakam dan Porprov


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jelang pelaksanaan festival Mahakam dan Pekan olahraga Provinsi Kaltim di Kota Samarinda, Pemkot Samarinda berharap agar masyarakat kalangan perhotelan bisa memberi andil positif untuk mempromosikan Kota Samarinda dan memberi pelayanan yang terbaik kepada setiap tamu yang datang ke Ibukota Provinsi Kaltim.
Hal ini diungkapkan Asisten III Pemkot Samarinda H Ridwan Tassa saat memberikan arahan dalam kegiatan tersebut mengatakan melalui coffe morning yang rutin digelar di Hotel Diamond Selasa (23/9) kemarin
"Pada intinya Pemerintah sangat berharap tamu yang berkunjung kesini kerana ada daya tarik yang memang patut dijual melalui program Dinas Pariwisata. Untuk itu saya berharap perhotelan bisa bersinergi untuk menangkap potensi yang satu ini," kata Ridwan tassa.
Dari itu lanjutnya ia berharap agar para pengusaha perhotelan bisa memberi banyak informasi kepada para wisatawan melalui agenda kegiatan untuk memanjukan pariwisata di kota Tepian.
"Terlepas dari masalah informasi, di sini juga kita bisa saling diskusi, membahas persoalan yang dihadapi. mulai dari masalah perizinan atau lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan permasalahan," jelasnya.
Sehingga melalui diskusi tadi ada solusi yang dapat dipecahkan bersama sehingga pada ujungnya pelayanan kepada masyarakat yang berkunjung ke Samarinda dapat maksimal.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Komimfo HM Faisal mengatakan bahwa Coffe Morning bersama manager Hotel se Samarinda sudah merupakan agenda Rutin manager Hotel Di Samarinda.
Forum diskusi yang dikemas secara informal ini tujuannya untuk menggarap potensi pasar pariwisata Kota Samarinda dengan mengkombinasikan strategi pemasaran perhotelan, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antar sektor dunia usaha.
Tak heran, dalam pemaparan yang disampaikan Kepala Disbudpar dan Kominfo Samarinda HM Faisal kemarin, jauh-jauh hari menyebutkan akan ada berbagai event yang bakal siap digelar di kota Tepian nantinya .
Diantaranya sebut ia seperti Festival Mahakam yang akan digelar 1 hingga 2 November mendatang. Lanjut di bulan yang sama juga akan ada perhelatan akbar didunia olahraga dimana Samarinda ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim tahun ini.
"Tentu dievent akbar ini pastinya banyak tamu dari luar daerah baik sebagai peserta maupun wisatawan yang mencari hotel representatip untuk stay beberapa hari hanya untuk menyaksikan dua agenda tadi," timpal Faisal.
Karena itu, dia berharap potensi tadi setidaknya bisa ditangkap perhotelan untuk mendukung memenuhi target tingkat hunian.
Selain dari Unsur Kepolisian, coffe morning kemarin juga menghadirkan nara sumber dari Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Satpol PP, dan Bagian Hukum di lingkungan Sekretariatan Kota Samarinda. M4n

Dispora Kaltim Gelar Pelatihan Guru Olahraga

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar pelatihan kepada mahasiswa IKIP jurusan olahraga yang sudah menjadi guru dalam upaya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Benua Etam. Acara tersebut digelar pada 19-21 September, di kantor Dispora Kaltim komplek Stadion Madya Samarinda, dengan mendatangkan narasumber profesional dari Jakarta.
Kepala Dispora Kaltim Fachruddin Djaprie di Samarinda, Senin, mengatakan ada sejumlah 40 peserta yang merupakan mahasiswa IKIP jurusan olahraga yang sudah menjadi guru berasal dari kab/kota se-Kaltim.
“Mereka berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim, kita berharap setelah mereka dapat pelatihan ini bisa mengembangkannya di Daerah masing-masing," terang Fachruddin Djaprie.
Menurut Fachruddin, untuk melaksanakan. Program ini Dispora bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Narasumber pelatihan adalah Adi Purnomo dari Kemenpora serta Dr Ria Lumintuarso, mantan konsultan prestasi KONI Kaltim pada PON XVIII/2012 lalu.
“Pelatihan seperti ini sudah dilaksanakan di tingkat nasional dan pencetusnya doktor Ria,” tambah Fachruddin.
Kepala Bidang Olahraga Ego Arifin menambahkan, Dispora melaksanakan pelatih dengan maksud supaya Kaltim tak kehabisan pelatih berkualitas.
Menurutnya, untuk membentuk prestasi olahraga maka harus diciptakan pelatih yang memiliki kapabilitas. “Seorang pelatih bisa menghasilkan atlet berprestasi, bila dia sudah paham dan mengerti akan metode kepelatihan,” ungkapnya.
Ego mengatakan membeberkan alasan mengapa pesertanya mahasiswa IKIP yang sudah menjadi guru olahraga. Sebab, guru tersebut langsung dengan siswa setiap harinya.
“Kalau sudah dapat pelatihan seperti ini, mereka diharapkan bisa mengetahui potensi atlet berbakat,” tegasnya. at

Pemprov Siapkan Pelayanan Kesehatan di Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Rini Retno Sukesi mengatakan, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk membangun pusat layanan kesehatan masyarakat di daerah. Karena Pemprov Kaltim sangat berkepentingan pada eksistensi keperawatan di dalam masyarakat. Melalui komitmen tersebut pemerintah berkeyakinan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat secara maksimal.
“Untuk itu, Pemprov Kaltim mengusahan agar di setiap daerah harus ada pusat-pusat layanan kesehatan masyarakat yang dapat menjangkau masyarakat hingga di pelosok desa dan pedalaman,” kata Rini Retno Sukesi dikonfirmasi usai Wisuda Angkatan XXII Akper Pemprov Kaltim 2013/2014 di Gedung Serbaguna Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (23/9).
Salah satu upaya pemerintah dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah dengan penyediaan fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu serta Puskesmas Keliling. Ketiga fasilitas kesehatan tersebut mampu menjangkau segala lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil.
Sementara itu, terkait permasalahan tenaga medis, meskipun jumlah tenaga perawat sudah mulai bertambah, namun perlu terus ada penambahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam pelayanan kesehatan.
“Untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis, Pemprov Kaltim juga memberikan paket bantuan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan dan kebidanan untuk bisa ditempatkan di daerah. Terutama di daerah perbatasan dan terpencil,” jelasnya.
Sehubungan dengan itu, Pemprov Kaltim berharap Akper Pemprov Kaltim dapat memberikan kontribusi untuk pemenuhan kekurangan tenaga medis dengan menghasilkan lulusan para perawat yang handal dan profesional.
Perawat yang handal dan profesional sangat penting menjadi perhatian, karena perawat yang tidak profesional, yang lambat dan tidak tanggap dalam pelayanan pasti akan ditinggalkan orang. Karena masyarakat akan mencari alternatif layanan lain yang lebih baik. Apalagi, 2015 sudah masuk pasar bebas. Yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Diharapkan lulusan Akper Pemprov dapat bersaing di tingkat internasional, meskipun baru di tingkat Asia.
“Untuk itu, meskipun para wisudawan sudah menyelesaikan studinya, tetapi saya mengharapkan agar semua tetap rajin belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasannya, sebagai bekal yang berharga untuk kelak dibawa dalam lapangan kehidupan di dalam masyarakat. Bahkan diharapkan lulusan Akper Pemprov Kaltim bisa melayani dan berimpati terhadap pasien, sehingga pasien yang dirawat merasa dilayani dengan baik,” jelasnya.
Direktur Akper Pemprov Kaltim Achmad Saubani mengatakan jumlah wisudawan dan wisudawati yang diambil sumpahnya mencapai 135 orang, terdiri dari 85 orang lulusan reguler dan 50 orang lulusan program khusus kelas puskesmas Dinas Kesehatan PPU.
“Kami berharap dengan meningkatnya kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan, maka perlu adanya peningkatan kemampuan secara profesional yang dilakukan oleh para lulusan perawat Akper Pemprov Kaltim. Dengan demikian mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat,” jelasnya.
Mewujudkan langkah itu, Akper Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan status yang ada saat ini yang semula diploma III ke depan mampu menjadi institusi pendidikan tingkat ahli atau sarjana.
Melalui peningkatan tersebut diharapkan Akper Pemprov Kaltim dapat mendukung pemerintah untuk percepatan pembangunan kesehatan menuju Kaltim Maju 2018 serta mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Puskesmas 24 jam.
“Karena itu, peningkatan mutu SDM kesehatan terutama keperawatan menjadi keharusan,” jelasnya.
Selain itu, saat ini jumlah mahasiswa Akper Pemprov Kaltim mencapai 385 mahasiswa tahun akademik 2014/2015 yang terdiri dari tingkat I sebanyak 150 mahasiswa, tingkat II 117 mahasiswa dan tingkat III 117 mahasiswa, termasuk didalamnya ada mahasiswa asal dari daerah terpencil perbatasan dan kepulauan (DTPK).
Sementara lulusan yang berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) terbaik, antara lain dari kelas reguler peringkat pertama Ummi Rahmawaty dengan IPK 3.58, kedua Rabian Ikwan IPK 3.50, ketiga Raudhatun Nisa IPK 3.43. Sementara kelas program khusus peringkat pertama Ismu Waskito IPK 3.50, kedua Edi Purnomo IPK 3.46 dan ketiga Sri Ngati IPK 3.45. mar

Wujudkan Kebutuhan Pangan Lewat Metode Baru

Diskusi Panel Peringati Hakteknas ke 19


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pj Sekprov Kaltim H Rusmadi menyampaikan bahwa pangan menjadi isu penting dunia, karena merupakan tolak ukur penting tentang kesejahteraan, kedaulatan suatu bangsa dan negara. Diberbagai bagai tempat orang dan masyarakat dunia selalu mencari berbagai upaya agar dapat menemukan metode baru agar dapat mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.
"Begitu pula energi, dalam kehidupan masyarakat dunia energi seolah menjadi suatu faktor primer menentukan strategisnya. Suatu bangsa dan negara dalam percaturan pergaulan dunia . Bangsa yang dapat di pandang sebagai negara/bangsa yang unggul memiliki kemampuan energi yang baik,"terang Rusmadi pada kegiatan Diskusi Panel memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 yang kali ini mengangkat tema “Inovasi Pangan, Energi dan Air Kalimantan Timur, yang dilaksanakan Selasa (23/9) di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim. Dalam kegiatan tersebut panitia menghadirkan nara sumber seperti Waskito Pandu (Kepala Balitbang Kementerian PU) Ira Nurhayati (Asisten Deputi Produktivitas Iptek Kementerian Ristek,Rudi Armita (Dosen Fahutan Unmul) Fuad Asaddin (Kepala BKPP Kaltim)
Rusmadi menambahkan,AIR semenjak isu Climat Change mengemuka isu tentang air untuk kebutuhan menjadi sangat penting. Aspek-aspek penting dari air adalah apakah masyarakat sudah dapat terpenuhi kebutuhan minimumnya, Apakah kita memiliki sumber daya air untuk kebutuhan sudah memadai, Sumber daya air kita sudahkah terlindungi (terkonservasi) dengan baik. Apakah air merupakan sumber daya terbaharukan sudah dimaksimalkan dan manfaatkan dengan baik. Pendek kata ketiga kosa kata tadi akan menjadi penting, populer dimasa kini apalagi masa mendatang.
"Kita menyadari akan betapa pentingnya pangan, energi dan air. Oleh karenanya visi kita tetap menjadi pusat agro industri dan energi terkemuka untuk menuju kesejahteraan masyarakat,"ujarnya.
Dikatakan, beberapa saat yang lalu baru saja kita memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas). Di era globalisasi saat ini seluruh aktivitas manusia hampir semuanya bersentuhan dan menggunakan teknologi.Teknologi informasi mengantarkan kita untuk mampu mengetahui apa saja yang terjadi dibelahan dunia lain dengan mudah dan cepat. Teknologi produksi membuat kita lebih produktif dan efisien. Teknologi seni budaya membuat hidup kita semakin bahagia dan sejahtera. "Pokoknya teknologi menyebabkan kehidupan kita sama sekali berbeda dengan kehidupan masa lalu yang mengantarkan masyarakat bangsa pada suatu tingkat peradaban,"tandas Rusmadi.
Ditambahkan, jika kita menoleh keadaan daerah kita maka kita masih memiliki tugas yang tidak mudah contohnya terhadap masalah pangan, energi dan air. Dibidang panganKita belum mencapai suatu kedaan dimana kita sudah swasembada. Padahal swasembada merupakan salah satu prasarat untuk kehidupan. Kebutuhan akan beras, jagung, kedelai masih kita datangkan dari luar daerah . Sementara kita memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia. Kemudian bidang energi, keadaan masyarakat kita masih mengalami kekurangan konsumsi energi. Sebagian masyarakat kita masih belum mendapatkan sambungan listrik di rumah tangga.
Antrian pembelian bahan bakar masih sering terlihat kontras dengan daerah kita sebagai sumber produksi migas dan tambang. Kutim memiliki terbarukan sumber energi baru terbarukan salah satunya adalah potensi hidrologi tetapi potensi inipun belum termaanfaatkan dengan maksimal.
Sementara bidang air bersih/air minum baru sebagian besar di nikmati oleh masyarakat .Sementara itu sumber-sumber air baku harus kita konservasi jika tidak ingin seperti daerah lain di Indonesia. Jika musim kemarau tiba maka sumber air menjadi sangat kritis.
"Semua bidang tersebut dapat kita atasi dengan pemanfaatan inovasi teknologi dengan tetap menjaga komitmen dan saling bekerjasama.
Beberapa waktu saya sudah mengintruksikan kepada Kepala Balitbangda untuk membentuk Kelompok Kerja (POKJA) dalam upaya kerja terpadu untuk merumuskan kerja kolektif seluruh stoke holder dalam menangani masalah pangan, energi dan ari.Saya menaruh harapan besar, kegiatan saat ini merupakan awal kegiatan panjang terencana dan terpadu seluruh stokeholder, dalam mencapai visi besar Kaltim maju dan sejahtera,"papar Rusmadi. mar

Kebutuhan Pangan Kaltim Masih Tergantung Daerah Lain

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal mengatakan bahwa saat ini kebutuhan konsumsi pangan masyarakat Kaltim asal ternak, seperti sapi potong, telur dan susu masih tergantung daerah lain. Karena itu dibuatlah program 2 juta ekor sapi yang merupakan program strategis, yaitu terkait dengan program pembangunan kedaulatan pangan (termasuk pangan asal ternak) yang berkeinginan untuk dapat mewujudkan Kaltim sebagai produsen komoditas peternakan.
"Namun demikian, diperlukan program strategis. Kunci utama membangunan dan pengembangkan peternakan adalah bagaimana dapat mendorong dan menggerakkan serta mensinergikan para stakeholder pembangunan peternakan yang meliputi Akademisi, Bisnismen dan Pemerintah/Government (ABG) untuk mengembangkan sistem agribisnis peternakan dari hulu sampai hilir dengan memanfaatkan peluang pasar dan sumber daya yang ada secara optimal, untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,"papar Mukmin Faisyal pada peringatan Bulan Bhakti Peternakan Tahun 2014 yang mengangkat tema : "Dengan Gerakan Menanam Hijauan Pakan Ternak dan Gerakan Pelayanan Terpadu Peternakan Kita Tingkatkan Produktifitas Ternak Menuju 2 Juta Ekor Sapi "., yang berlansung dihalaman Dinas Peternakan Kaltim Selasa (23/9).
Menurut Mukmin, kerjasama berbagai pihak diperlukan, terutama da-lam segi pendanaan memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik melalui pemerintah pusat berupa APBN, pemerintah daerah APBD, pemerintah Kabupa-ten/Kota APBD II, Perbankan, Pihak Swaswa dalam hal ini investor, perusahan pertambangan, Perusahaan kelapa sawit, perusahaan perkebunan yang banyak beroperasi di Kaltim serta perusahan lainnya.
"Berdasarkan analisa potensi ternak, Kaltim dapat menampung ruminansia besar dan kecil sekitar 2.283.324 satuan ternak atau 3.538.605 ekor yang terdiri dari sapi, kerbau kambing dan domba. Pengembangan peternakan sapi khususnya, dapat dilakukan melalui pola berbasis agribisnis peternakan, integrasi dengan tanaman pangan (Food Eastate), integrasi dengan perkebunan (Sapi-Sawit), dan pemanfaatan lahan eks tambang,"terang.
Untuk diketahui, data tahun 2013 menunjukkan populasi sapi di Kaltim (termasuk Kaltara) sebanyak 114.735 ekor. Untuk mewujudkan sasaran pengembangan 2 Juta ekor sapi 2018, maka sasaran populasi akhir tahun 2014 sebesar 236.654 ekor. Karena itu masih sangat-sangat diperlukan upaya peningkatan populasi dan kerja keras kita semua untuk dapat mewujudkannya.
Dalam hal ini saya menghargai peran perusahaan melalui program CSR, misalnya berupa pengembangan kegiatan integrasi sapi sawit, integrasi sapi dengan tanaman coklat, integrasi sapi dengan pertanian dan tanaman pangan integrasi sapi dengan eks tambang batu bara.
"Di Kaltim terdapat 1.250 unit usaha di bidang peternakan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5.307 orang, sedangtkan investasi swasta mencapai Rp152.135.218.032 dengan berbagai jenis usaha, seperti pembibitan, budidaya dan penyaluran sarana produksi. Usaha peternakan yang paling banyak digeluti oleh para pengusaha dalah peternakan ayam pedaging, yang dipacu dengan adanya investasi dibidang pembibtan (Breeding Farm) dan didukung oleh beberapa Poultry shop,"ujarnya
Hal ini sangat menggembirakan kita dan oleh sebab itu saya harapkan agar kesempatan usaha yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah melalui dukungan Perbankan seperti BPD (Bankaltim), dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan mandiri, serta mampu bersaing di era global, utamanya dalam rangka menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
"Bankaltim melalui kredit Ternak Sejahtera sejak tahun 2010 sampai dengan bulan Agustus 2014 ini telah menyalurkan 578 Nasabah plafon kredit sebesar Rp. 50.243.420.578 untuk diberikan ke Debitur atau kelompok usaha di bidang peternakan se-Kaltim. Untuk itu saya mengimbau kepada aparat dan masyarakat peternakan untuk dapat mengembangkan komoditas peternakan unggulan," ungkapnya. mar

KONI Samarinda Tunggu Kucuran Dana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
KONI Samarinda masih menunggu pencairan dana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memenuhi kebutuhan peralatan latihan dan tanding cabang olahraga dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi bulan November 2014 di Samarinda.
Sekretaris Umum KONI Samarinda Darmin Saleh Balfas di Samarinda, Senin, mengatakan pihaknya tengah memproses pencairan dana tersebut, dan hingga saat ini memang belum bisa dicairkan oleh bagian keuangan Pemkot Samarinda.
Sebab itu Darmin berharap kepada seluruh pengurus cabor yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan daerah (puslatda) agar bersabar menunggu hingga bantuan tersebut bisa direalisasikan.
"Jika dana dari Pemkot cair, KONI langsung memberikan anggaran kepada masing-masing cabor sesuai porsinya, termasuk keluhan tentang peralatan," jelas Darmin.
Menurut Darmin, sampai saat ini seluruh cabang olahraga yang kini menjalani puslatda belum ada satupun yang diberikan anggaran untuk peralatan.
Seandainya ada cabang olahraga yang sudah mempunyai peralatan, maka peralatan itu bukan bantuan dari KONI Samarinda, melainkan peralatan yang sudah dimiliki oleh Pengcab/ pengkot masing-masing.
“Tidak ada cabang olahraga yang diistimewakan, karena kami masih berusaha mengeluarkan dana tersebut, dan saat ini tinggal menunggu dari APBD Perubahan saja," jelas Darmin.
Darmin memprediksi anggaran untuk peralatan tersebut paling lambat pada akhir September ini bakal terealisasi.
Mengingat anggaran masih dalam proses, maka Darmin berharap kepada seluruh pelatih dan atletnya untuk bersabar dan tetap fokus dalam menjalani latihan sehari-hari.
“Kami berharap kepada semua pelatih cabor dapat membantu KONI untuk menciptakan suasana yang kondusif demi sukses prestasi di Porprov,” tegasnya. at

Sarkowi dan Dahri Berebut Ketua Komisi III

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua Komisi III DPRD Kaltim periode 2014-2019, memang belum ada. Masih sekitar Oktober 2014 mendatang. Namun bisa dipastikan berasal dari kader Partai Golkar yang duduk di "karang paci". Ada dua nama yang kuat jadi kandidat calon ketua Komisi bidang pembangunan tersebut yakni, Sarkowi V zahri dan Dahri Yasin.
Sebelumnya ada tiga nama yang senter berpeluang menjadi ketua yakni Andi Harun. Namun Andi Harun sendiri telah ditunjuk sebagai ketua fraksi Golkar.
Mengenai hal itu Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltim Ahmad Albert mengatakan, semua kader Golkar yang duduk menjadi anggota DPRD merupakan kader yang terbaik. Penunjukan ketua komisi III sendiri saat ini masih dalam proses pemantapan.
"Masih kami bicarakan. Semua kader partai yang duduk di dewan memiliki kandidat untuk dicalonkan jadi Ketua Komisi," jelasnya, Selasa (23/9) kemarin.
Menurutnya, selain mengodok ketua komisi, internal Partai berlambang beringin ini juga mengodok sejumlah nama yang akan ditempatkan di empat komisi berbeda. Karena Golkar sendiri masih tegabung dengan sejumlah parpol di Koalisi Merah Putih, Koalisi yang didirikan untuk memenangkan duet pasangan calon Presiden Prabowo Subianto dan Hatta.
"Secara umum masih dilakukan evaluasi sehingga akan mungkin muncul nama-nama diluar perkiraan kita," katanya.
Albert menjelaskan, tidak penting siapa yang nantinya yang bakal duduk sebagai ketua di Komisi III. Pada dasarnya semua kader yang duduk di dewan memiliki visi yang sama yakni memajukan Kaltim.
"Itu cita-cita kami di Golkar dapat menjadikan Kaltim ini sejahterah dan Golkar bisa ikut andil dalam memajukan," pungkasnya. tha

Narkoba Dikendalikan Dari Tahanan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Walau telah 'dikerangkeng' di tahanan Lapas Kelas IIA, tapi bukan berarti bisnis haram mengedarkan narkoba berhenti. Terbukti, Ansu alias Babe (51) dan Marwan (44) yang ditahan di Lapas Kelas IIA JL Jenderal Sudirman karena tersandung kasus narkoba kembali diperiksa aparat kepolisian, karena diduga telah mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Samarinda.

Terkuaknya kasus itu, berawal ketika aparat kepolisian Samarinda membekuk pengedar narkoba Ismail (39) yang diringkus di Jl Rajawali Dalam 3 Kelurangan Sungai Pinang, Minggu (21/9) kemarin.

Menurut Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bambang Budiyanto bahwa tersangka Ismail hendak membeli barang haram tersebut dalam jumlah banyak. 

"Dia mau beli sabu-sabu sama Babe. Karena tidak ada barang, dia minta tolong sama si Marwan. Nah, barang haram itu pun diambilkan Marwan melalui seorang pengedar lain yang kini masih menjadi target operasi Tim Resanarkoba. Ini masih kita cari anak buah si Marwan," jelas Bambang. 

Menurut keterangan Ismail kepada polisi, dia baru saja mengambil barang haram tersebut dari anak buah Marwan yang di Jembatan Sungai Meriam. Tersangka Marwan rupanya menghubungi anak buahnya tersebut menggunakan handphone. 

Saat ini aparat kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan kasus pengedaran narkoba tersebut. Dan, aparat kepolisian masih memintai keterangan tersangka terkait komunikasi telpon seluler dengan Marwan yang kini berada dalam tahanan. opi

Qamay: Evaluasi Perusahaan Tambang di Kaltim

Ratusan Perusahaan Tambang Tanpa NPWP

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Beberapa waktu lalu  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, ada ratusan perusahaan tambang tanpa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Perusahaan tambang itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Anggota DPRD Kaltim Siti Qomariah meminta kepada pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengevaluasi seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltim. Terutama Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan NPWP terkait kewajiban perusahaan dalam membayar pajak. Selama ini penerimaan pajak dari sektor pertambangan dinilai kurang optimal.

“Terindikasi perizinan usaha pertambangan sering kali tidak tertib membayar pajak. Seharusnya dalam izin-izin usaha yang ada terdata di pemerintah dan di Ditjen pajak. Sehingga wajib pajak tersebut bisa dikejar kewajibannya untuk membayar pajak kepada Negara,” ucap Qamay, sapaan akbar Siti Qomariah. 

Masalah ini sebut Qamay, harus segera mendapat tindaklanjut dari pemerintah. Sebab menurutnya jika perusahaan tambang tidak punya NPWP bagaimana mau bayar pajak?..

“Pemerintah harus tegas, kalau tidak punya NPWP cabut saja IUP-nya, tidak boleh beroperasi lagi,” tegas Qamay. hms

SKPD Wajib Apliksikan Website

Tingkatkan Pelayanan Publik 

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar dapat dilakukan secara cepat, mudah, dan murah, diharapkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Kaltim diwajibkan menyediakan aplikasi website dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (e-government) di Kaltim. 

“Ini penting karena tuntutan masyarakat terhadap pelayanan berkualitas semakin kuat. Makanya setiap SKPD perlu menyediakan aplikasi web dalam memberikan berbagai jasa pelayanan lebih baik, mulai dari informasi publik, hingga pelayanan berbasis elektronik,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.

Pada prinsipnya, lanjur Awang Faroek, penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik dimaksudkan untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan bersih dan berwibawa (good government) yakni penyelenggaraan pemerintahan terbuka. Seperti halnya terkait penyediaan informasi publik dilakukan dalam rangka mempublikasikan kinerja pembangunan. Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui secara jelas uang rakyat yang dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Memang situs web pemerintah diakui baru dikenal abad 21 ini, tapi sekarang menjadi terdepan dalam perwujudan penyebaran informasi,” tandasnya.

Itu sebabnya, sosialisasi yang diselenggarakan diharap sekaligus menjadi media meningkatkan pengetahuan jajaran pemerintah tentang pemanfaat dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), disamping melakukan penilaian pemeringkatan e-government.

“Silahkan gali informasi dari narasumber agar dapat laksanakan e-government dengan baik. Gilirannya pelayanan publik semakin berkualitas dan transparan,” ujarnya.

Awang Faroek , pengembangan TIK penting dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Makanya perlu kembangkan e-government yang cakupannya sangat luas seperti e-office, maupun e-catalog. Semua pakai fiber optic. Inilah lingkup kerja PeGi,” katanya.

Awang Faroek  menargetkan pengembangan pemanfaatan TIK yang lebih baik agar aksesnya semakin cepat dan bisa menyampaikan informasi dengan cepat pula. Mewujudkannya tentu perlu perecanaan matang didukung pendanaan memadai.

"Terkait keterbataan SDM jajaran pemerintah, pihaknya mengaku terus melakukan peningkatan SDM nya setiap saat. DIskominfo siap memberi pelatihan melalui pelayanan training room yang dimiliki. Prinsipnya kita akan terus tingkatkan pengetahuan, jika perlu akan datangkan pakar IT yang kompeten di bidangnya,” paparnya. mar

Wujudkan Penanggulangan Bencana Cepat dan Tepat

Pelatihan Dasar SAR se Kaltim dan Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menyampaikan bahwa untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang cepat dan tepat, maka Sumber Daya Manusia (SDM) atau relawan penanggulangan bencana harus cakap, efektif dan efisien sehingga mengetahui informasi yang tepat dan akurat ketika terjadi bencana di daerah.

"Karena itu, relawan harus memiliki pengetahuan dasar yang cukup sebelum terjun ke daerah bencana. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam penanggulangan bencana pada saat terjadi bencana, yaitu melalui pelatihan dasar SAR. Dan dengan adanya kecakapan yang dimiliki SDM penanggulangan bencana di daerah tentu akan mendukung proses penyelematan yang cepat dan tepat terhadap korban bencana. Karena itu, pelatihan dasar SAR patut dilaksanakan bagi relawan penanggulangan bencana di daerah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim H Wahyu Widhi Heranata mewakili Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak usai membuka pelatihan dasar SAR se Kaltim dan Kaltara di Balikpapan, Senin (22/9).

Melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat membentuk karakater yang kuat bagi SDM penanggulangan bencana yang dimiliki masing-masing daerah. Karena semua peserta dibekali dasar-dasar pengetahuan, baik tentang bencana diperairan maupun didaratan dan diudara.

Dengan demikian, SDM yang dimiliki masing-masing daerah mengetahui system penanggulangan bencana yang baik dan tepat, sesuai standar operasional produk (SOP) yang ditetapkan BPBD masing-masing daerah.

”Mencermati berbagai perubahan dan fenomena alam serta aktivitas kehidupan manusia yang penuh resiko dari berbagai ancaman bencana, maka saya menilai pelatihan ini, sangat penting, karena musibah atau kecelakaan selalu mengancam kehidupan manusia, di mana dan kapan saja. Setiap saat bisa terjadi apakah di daratan, perairan maupun udara,” jelasnya.

Sesuai pengalaman dalam penanganan bencana khususnya pada masa tanggap darurat di berbagai kejadian bencana memang masih banyak kedala atau kekurangan dalam pengkoordinasian dengan LSM/Relawan penanggulangan bencana pada saat terjadi bencana, maupun dalam pengkajian cepat bencana, pemenuhan kebutuhan dasar dan distribusi logistik. Hal ini banyak faktor penyebabnya antara lain kurang terlatih para petugas penanggulangan bencana termasuk para relawan yang diturunkan ketika terjadi bencana.

”Yang jelas relawan yang cakap, efektif dan efisien sangat ditentukan oleh informasi yang tepat dan akurat serta harus dikelola secara baik agar relawan memiliki pengetahuan dasar yang cukup sebelum terjun ke daerah bencana,” jelasnya.

Kaltim bersyukur karena sudah berdiri BPBD sebagai tindak lanjut dari terbitnya UU Nomor 24/2007 tentang penanggulangan bencana dan peraturan pemerintah dan pedoman-pedoman yang keluar sebagai dasar dalam penanggulangan bencana.

Tugas utama BPBD adalah melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi meliputi prabencana, saat tanggap darurat dan pascabencana. Unsur pelaksana BPBD berfungsi menyelenggarakan pengkoordinasian, pengkomandoan dan pelaksana dalam penanggulangan bencana.

”Karena itu, dengan pelatihan ini, saya berharap agar peserta mendapat bekal yang cukup tentang prosedur penanggulangan bencana, sehingga menjadi lebih profesional dan siap memberikan pertolongan kemanusiaan, kapan dan dimana pun berada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Kresnayana mengatakan pelatihan dasar SAR tersebut difokuskan pada penanggulangan bencana diperairan sehingga dapat mengetahui bagaimana cara penyelamatan di lokasi perairan.

“Karena itu, peserta setelah diberikan materi juga akan mengikuti praktek lapangan, terutama di pantai, sehingga mnegetahui dasar penyelamatan penanggulangan bencana. Mengenai peserta, peserta diikuti 40 orang yang memawakili masing-masing tim relawan bencana kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara,” paparnya. mar

Pencapain Produksi Optimal Perlu Didukung

Ketersediaan Benih Sawit Unggul Bermutu

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Dalam upaya penyediaan benih  kelapa sawit unggul bermutu terutama dalam mendukung pencapaian produksi yang optimal, maka strategi yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan pola kemitraan usaha.

“Optimalisasi kemitraan usaha sangat perlu antara penghasil varietas sawit dan kelompok penangkar (waralaba benih) serta asosiasi petani sawit di daerah,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman kepada media beberapa hari lalu. 

Hal ini lanjut Etnawati sangat penting serta strategis khususnya dalam upaya bersama mengantisipasi beredarnya benih sawit palsu. Selama ini terjadi karena kurangnya koordinasi dan informasi tentang bahan tanaman yang baik, benar dan bermutu.

"Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditi ekspor Kaltim bahkan Indonesia. Dan tanaman ini sudah dikembangkan secara meluas di Kaltim baik perusahaan besar swasta, perusahaan besar negara maupun kelompok tani dan masyarakat,” ujar Etna.

Sejalan dengan ditetapkannya sektor pertanian sebagai program prioritas pembangunan daerah. Maka, instansi terkait di subsektor perkebunan terus memacu dan memotivasi pengembangan komoditi sawit di daerah.Pengembangan sejuta hektar kelapa sawit tahap kedua di Kaltim saat ini sangat memungkinkan kebutuhan akan benih kelapa sawit semakin meningkat sementara ketersediaan benih ataupun bibit tidak tercukupi.

"Tidak memungkiri saat ini sering ditemukan beredarnya benih palsu kelapa sawit atau benih yang tidak jelas asal usulnya (illigitim). “Hal ini terjadi akibat kurang informasi juga terbatasnya benih kelapa sawit unggul bermutu,” ucapnya.

Ditambahkan, realisasi penyaluran kecambah kelapa sawit di Kaltim sejak tahun 2009 semakin tahun kian meningkat. Hal ini sebagai bentuk mendukung terwujudnya program sejuta hektar sawit Kaltim tahap pertama dan kedua.

Misalnya, tahun 2009 sebanyak 20,954 juta kecambah dan tahun 2010 meningkat menjadi 27,967 juta kecambah. Tahun 2011 sebanyak 32,277 juta kecambah dan 2012 meningkat 33,466 juta kecambah serta 2013 sebanyak 25,268 juta kecambah.

"Kelapa sawit merupakan salah satukomoditi unggulan perkebunan, dimana selain mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi juga mampu meningkatkan fugsi sosial dan ekologi bagi pengembangan sektor pertanian Kaltim,"ujarnya.

Benih lanjut Etnawati, merupakan karier teknologi yang memiliki empat aspek yakni aspek teknologi, aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek hukum. “Untuk itu benih yang digunakan perlu dijaga mutunya baik mutu fisik, fisiologis dan genetis,” ujarnya.

Khusus benih kelapa sawit yang digunakan yakni beih unggul dan bermutu guna meningkatkan produktivitas komoditi perkebunan.

“Gubernur Awang Faroek Ishak program satu juta hektar sawit tahap II,” jelas Etnawati.

Pencanangan program ini lajutnya, sebagai upaya atau solusi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Kaltim pada eksploitasi sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable).

Menurut Etnawati, sesuai rencana pembangunan jangka panjang menengah daerah (RPJMD) Kaltim tahun 2013-2018 subsektor perkebunan ditarget untuk mengembangkan satu juta hektar sawit tahap kedua dan 250 ribu hektar aneka tanaman lainnya.

Disebutkannya, realisasi penanaman sampai 2013 untuk inti, plasma dan sawit rakyat seluas 1,134 juta hektar dan terdapat 55 unit pabrik minyak kelapa sawit (PKS) yang sudah beroperasional dan tersebur di beberapa kabupaten sentra perkebunan sawit.

“Di Kaltim terdapat 344 perusahaan ijin lokasi dengan luasan mencapai 3,92 juta hektar terdapat 127 perusahaan yang sudah memegang Hak Guna Usaha (HGU) dengan luasan mencapai 1,136 juta hektar,” pungkas  Etnawati. mar

Dewan Mesti Cepat Surati Mendagri

Penetapan Pimpinan Dewan Definitif

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Anggota DPRD Kaltim Dahri Yasin mengusulkan agar pimpinan sementara segera menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI agar mempercepat proses penetapan ketua dan pimpinan DPRD Kaltim deiInitif dalam waktu dekat.

Menurut Dahri, dengan mempercepat penetapan ketua dan pimpinan definitif, maka akan semakin cepat kinerja dewan ke depannya. Sebab pengambilan kebijakan terlebih yang berkaitan dengan kerjasama kepada pemerintah daerah hingga pusat hanya bisa dilakukan oleh ketua dan pimpinan definitif.

“Memang keputusan untuk menjadi unsur pimpinan di dewan itu dikembalikan kepada partai peraih kursi terbanyak. Namun sesuai Peraturan Perundang-undangan Nomor 27/2010 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3), unsur yang diusung harus yang memiliki suara terbanyak. Keputusan tetap dikembalikan kepada kebijakan partai. Namun satu hal yang perlu diingat bahwa harus tetap sesuai dengan undang-undang dan tidak boleh menyimpang dari itu,” tegasnya.

Ditambahkannya, pansus sedang melakukan kerja cepat dalam membentuk tata tertib yang nantinya salah satu didalamnya memuat tentang pembentukan alat dan badan kelengkapan dewan.

”Jauh lebih efektif dan efisien jika pembentukan alat dan badan kelengkapan bersamaan dengan terbitnya surat dari Mendagri tentang ketua dan pimpinan defenitif,”tegas Dahri.

Jika semua alat dan badan kelengkapan dewan telah terbentuk dengan pimpinan definitif di dalamnya maka dewan akan kerja cepat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, khususnya berkaitan dengan penyelesaian persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Masyarakat tentu menaruh harapan besar kepada dewan sehingga semua kepercayaan itu harus dijawab dengan kerja cepat dan nyata. Oleh sebab dewan saat ini berusaha agar alat dan badan kelengkapan dewan segera bisa terbentuk,” sebut Dahri. hms

Sarung Samarinda dan Ulap Doyo Unggulan Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua Dekranasda Prov. Kaltim Hj Ence Amelia Suharni Faroek mengatakan, kerajinan Sarung Samarinda dan kerajinan tenun Ulap Doyo merupakan kerajinan unggulan Kaltim,  disamping potensi kerajinan lainnya seperti kerajinan ukir kayu, kerajinan manik, ampik Kaltim dan batu mulia, tersebar di sepuluh kabupaten dan kota dengan beragam jenis dan coraknya masing-masing. 

"Kerajinan lainnya antara lain berupa anyaman dan kerajinan kayu, sulam tumpar, anyaman rotan dan manon, anyaman akar jangat, anyaman manik, keramik, kerajinan kerang, mandau dan lain-lain," Hj Ence Amelia Suharni Faroek pada silaturahmi Dekranas Pusat dengan Dekranasda Kaltim dan Dekranasda Kota Samarinda, Jum'at (19/9) lalu.

Dijelaskannya, pendampingan dan bimbingan langsung dari Dekranas sangat penting dan mendukung pengembangan dan pelestarian warisan budaya bangsa. 

“Disamping meningkatkan daya saing dan peluang pasar, dukungan ini juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,”kata Ence Amalia Faroek.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Herawati Boediono pada kesempatan yang sama mengungkapkan program Dekranas yang dikerjasamakan dan didukung Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Lingkungan Hidup ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.

"Kami mengajak jajaran Dekranas Pusat hingga daerah untuk  menyambut semangat warga masyarakat dengan meningkatkan kinerja yang lebih baik serta melakukan berbagai kreativitas dan inovasi yang semakin baik.   Tadi penduduknya sangat semangat ya. Jadi kita (jajaran Dekranas-red) wajib menyambut semangat itu tadi dengan kinerja yang lebih baik dan berkelanjutan,” harap Herawati Boediono seusai kunjungan di Kampung Tenun Samarinda Seberang.

Diakuinya, program Dekranas yang dikerjasamakan dan didukung Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Lingkungan Hidup ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.

"Program Dekranas Berserri ini diharapkan mampu memacu pengrajin tradisional melakukan kegiatan yang bersih, sehat, ramah lingkungan, rapi dan indah, sehingga selain berkualitas juga memiliki daya saing yang tinggi,"ujarnya.

Dalam silaturahmi Dekranas Pusat dengan Dekranasda Kaltim dan Dekranasda Kota Samarinda ikut hadir Pemimpin Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Ameriza M Moesa serta jajaran lembaga perbankan di daerah dan pimpnan SKPD lingkup Pemprov Kaltim serta pengurus Dekranasda kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara. 

Seperti diketahui, sebelum meninjau hasil kerajinan tenun sarung dan kerajinan lainnya di Rumah Cagar Budaya, Ketua Umum Dekranas Pusat bersama rombongan meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Bank Sampah yang merupakan bantuan Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Di tempat tersebut Herawati Boediono menyaksikan penandatangan prasasti tanda peresmian IPAL dan Bank Sampah oleh Menteri LH Balthasar Kambuaya.

Seletah meninjau dan menyaksikan hasil pengolahan limbah di IPAL dan Bank Sampah yang dilakukan masyarakat sekitar instalasi tersebut, Herawati Boediono menyusuri jalan di Gang Pertenunan Kampung Pengrajin Tenun Sarung Samarinda.

Selain melihat langsung cara warga menenun sarung dengan menggunakan alat tenun tradisional, Herawati yang terkesan dengan pelaksanaan program Dekranas Berserri di daerah itu berkesempatan mencoba alat tenun milik warga serta memberi nama hasil tenunan dengan nama “Corak Tiga Dara”.

Usai berkeliling menyusuri Gang Pertenunan, rombongan berkesempatan masuk ke Rumah Cagar Budaya yang di dalamnya menampilkan berbagai hasil tenunan Sarung Samarinda dan kain untuk pakaian termasuk Ulap Doyo (pakaian khas pedalaman Kaltim). mar

Duta Wisata Harus Mampu Promosikan Wisata Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Putra-putri Balikpapan berhasil menjadi juara pertama atas nama Matthew Hervoe Febrianus Huki Ludji dan Novita Adipati Chandra sebagai Duta Wisata Kaltim 2014, kemudian juara kedua diraih putra-putri asal Berau I Putu Oka Atmaweda dan Lina Pawestri dan ketiga diraih putra-putri asal Samarinda Fitriansyah Zulmy dan Christina Lois.

Dari hasil pemilihan tersebut Duta wisata Kaltim 2014 diharapkan mampu mempromosikan daerah-daerah tujuan wisata di kabupaten/kota, baik di Kaltim maupun di Kaltara. Apalagi, dalam menggalakan Kaltim sebagai kunjungan wisata setiap tahun, maka peran duta wisata Kaltim sangat diperlukan untuk mempromosikan daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak usai grand final pemilihan Duta Wisata Kaltim 2014 di Halaman Parkir Gor Segiri Samarinda, Sabtu malam (20/9). Meski demikian, gubernur menilai bahwa setiap tahun kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnu) terus mengalami peningkatan di Kaltim.

“Kita banyak daerah-daerah tujuan wisata yang menarik dan mampu menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dan nusantara datang ke Kaltim. Karena itu, saya berharap kepada duta wisata yang terpilih serta semua pemangku kepentingan wisatawan dapat membenahi diri sehingga Kaltim bisa menjadi salah satu daerah kunjungan wisata yang diminati. Karena, kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini,” kata Awang Faroek Ishak.

Awang menilai, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, tahun kunjungan wisata Kaltim dilaksanakan setiap tahun telah ditetapkan mulai sejak 2009 dan terus dilanjutkan hingga 2018.

Dari komitmen tersebut, tentu saja setiap masyarakat Kaltim maupun pemerintah memiliki tanggungjawab bersama untuk menggalakkan dunia pariwisata di Kaltim. Pemprov bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim dan Kaltara bertekad untuk memajukan wisata menjadi salah satu sektor yang harus terus dikembangkan setiap tahun.

Karena sektor pariwisata saat ini harus menjadi perhatian bersama sehingga harus ditata dengan baik. Apalagi, rencana induk pengembangan pariwisata Kaltim harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian setiap tahun sesuai tuntutan zaman, terlebih pada era globalisasi saat ini.

“Di era globalisasi ini kita semua dituntut untuk lebih kreatif. Karena persaingan di tingkat internasional, terutama di bidang pariwisata begitu ketat. Bahkan setiap Negara telah mempersiapkan diri dengan baik. Karena itu, untuk menghadapi semua ini, maka kita harus menata diri dengan baik,” jelasnya.

Mewujudkan langkah tersebut, tentu semua pihak maupun pemerintah dapat mengetahui dan menetapkan daerah mana saja yang menjadi pusat kunjungan wisata yang diunggulkan dan dikembangkan di setiap daerah.

Kaltim memiliki banyak tempat kunjungan wisata yang dinilai patut dikembangkan. Misal, dari aspek sejarah. Daerah ini banyak memiliki potensi sejarah yang dapat dikembangkan. Apalagi Kaltim sejak Abad IV dikenal dengan sejarah kerajaan Kutai Kartanegara yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Bahkan, diabad selanjutnya daerah ini dikenal dari sejarah kerajaan Bulungan dan Berau, serta Paser yang hingga saat ini berkembangan dengan baik.

“Semua itu, harus kita tata dengan baik. Saya berharap Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif Kaltim bersama Dinas Pendidikan dapat menyampaikan pendidikan sejarah tersebut dipendidikan muatan lokal bagi pelajar di daerah ini. Jangan sampai anak-anak kita, mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi tidak mengetahui sejarah daerah mereka,” jelasnya.

Selain itu, gubernur juga berharap duta wisata Kaltim dan pemangku kepentingan wisata di daerah dapat mempromosikan obyek wisata Kaltim yang telah dikenal luas di mancanegara, tetapi tidak semua diketahui secara individu oleh wisatawan mancanegara dan nusantara yang berkunjung ke daerah ini. Misal, tentang kekayaan hutan Kaltim dan Kaltara, yaitu Taman Nasional Hutan Kayan Mantarang yang ada di Malinau yang biasa disebut Heart of Borneo, yang merupakan paru-parunya dunia dengan luasan mencapai 1,3 juta hektar hutan yang masih utuh.

Bukan hanya itu, potensi sungai di Kaltim juga dapat dipromosikan dan dikembangkan menjadi tujuan wisata, yaitu Danau Jempang, Danau Melintang dan Danau Semayang yang ada di Kutai Kartanegara.

Kemudian yang tidak kalah menariknya lagi adalah potensi wisata cagar budaya yang patut dikembangan dan dipromosikan adalah gugusan kepulauan derawan di Berau, yaitu Pulau Sangalaki, Maratua, Kakaban yang kekayaan bawah lautnya sangat luar biasa dan diharapkan dapat menjadi salah satu tujuan wisata mancanegara dan nusantara.

“Mewujudkan itu semua, maka pemerintah akan berupaya meningkatkan pembangunan akses infrastruktur yang ada di daerah ini. Tetapi, yang terpenting lagi adalah semua stakeholder harus membenahi diri. Mulai dari maskapai penerbangan, travel, hotel, restoran, dan pramu wisata harus membenahi diri. Apalagi persaingan kita semakin ketat pada 2015, yakni Asean Economic Community (AEC). Jangan sampai, di mal-mal dan di hotel-hotel kita banyak orang asing yang bekerja. Jadi, kita tidak boleh kalah dengan saudara kita dari Negara Asean,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif Prof Dr HM Aswin mengatakan sasaran dari pemilihan duta wisata Kaltim 2014 adalah untuk mengirimkan wakil Kaltim diajang Duta Wisata 2014 tingkat nasional yang dilaksanakan di Riau, pada November 2014.

“Selain untuk menjadi wakil Kaltim di tingkat nasional, diharapkan duta wisata yang terpilih mampu mempromosikan daerah kunjungan wisata yang dimiliki masing-masing daerah di tingkat nasional maupun internasional sehingga kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Kaltim maupun Kaltara terus meningkat. Dengan demikian, tentu akan mendukung juga peningkatan ekonomi masyarakat di daerah,” jelasnya.

Peserta yang mengikuti duta wisata Kaltim dinilai bukan hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki kecerdasan, wawasan tentang budaya dan wisata di daerah  serta mampu menguasai bahasa asing maupun daerah. Dengan demikian, sebagai duta wisata tentu tidak mudah. Karena ada seleksi yang dilakukan, yaitu harus cerdas, memiliki wawasan, memiliki ketrampilan berbahasa asing serta berpenampilan menarik.

“Jadi, peran duta wisata sangat penting untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya di daerah. Karena mereka merupakan idola daerah dan pemuda-pemudi di daerah ini. Terutama mampu mempromosikan daerah kunjungan wisata yang telah menjadi pusat kunjungan setiap wisatawan nusantara dan mancanegara ke daerah,” jelasnya. mar

260 PNS Terima SK Kenaikan Pangkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian PNS (Pegawai Negeri Sipil) terhadap negara, di samping mnejadi  motivasi kepada PNS untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdian. Atas keberhasilannya tersebut Pemprov Kaltim menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat  kepada 260 PNS Pemprov dan kabupaten/kota se Kaltim.

Penyerahan SK kenaikan pangkat periode 2014  tersebut diserahkan langsung Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak,  yang dilaksanakan  di  halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jum'at (19/9) lalu.

Sesuai data yang disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Kaltim, untuk jumlah pegawai Pemerintah Kabupaten/Kota yang menerima SK kenaikan pangkat sebanyak 235 orang, terdiri dari Samarinda 28 SK, Balikpapan 32, Bontang 29, Paser 7, Penajam Paser Utara 7, Kutai Kartanegara 79, Kutai Timur 39, Kutai Barat 24, Berau 3 dan Mahakam Ulu 11 SK. Sedangkan SK Kenaikan pangkat yang diterima PNS Pemprov Kaltim sebanyak 86 orang, terdiri dari untuk golongan I 11 orang, golongan II 1 orang, golongan III 55 orang, golongan IV ab 28 orang dan Golongan IV d 2 orang. Sementara untuk penerima sertifikat tanda lulus ujian penyesuaian ijazah diberikan sebanyak 117 PNS. 

Awang Faroek Ishak dalam arahannya   mengingatkan agar seluruh PNS senantiasa berupaya meningkatkan SDM, memiliki etos kerja tinggi yang dilandasi semangat kerja keras, disiplin, jujur serta bertanggung jawab pada tugas.Karenanya, dengan pemberian kenaikan pangkat, maka kinerja dan prestasi serta pelaksanaan tugas aparatur juga akan semakin meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya, agar pelayanan kepada masyarakat semakin membaik.

"Pemprov memberi apresiasi tinggi kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim yang melakukan percepatan signifikan dalam pelayanan di bidang kepegawaian, sehingga PNS mendapat SK Kenaikan Pangkat lebih cepat dan mendapatkan hak-haknya tepat waktu.

“Hendaknya ini dapat dipahami dengan baik oleh para PNS penerima SK Kenaikan Pangkat, bahwa perhatian kita terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur sangatlah besar dan tidak pernah surut," terang Awang Faroek Ishak. 

Awang Faroek mengatakan, Pengawai Negeri Sipil (PNS) adalah  sebagai salah satu pilar penyelengga pembangunan, oleh karena itu harus menyadari sepenuhnya bahwa diera kemajuan ilmu pengetahuan khususnya Teknologi Impormasi (TI) dalam menghadapi  perubahan dan dinamika  masyarakat begitu cepat berlangsung.

Dimana, hingga kini pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan diberbagai sektor, namun perlu disadari saat ini masyarakat juga sudah cerdas dan sadar mengenai akan hak dan kewajibannya, tuntutan masyarakat terhadap berbagai pelayanan pun semakin hari semakin bertambah dan beraneka ragam.

"Oleh karena itu, seorang PNS harus mampu mengambil langkah terbaik dan mengantisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi, dan dengan semangat baru sebagai PNS, hendaknya dapat membawa darah segar terhadap peningkatan 

kualitas layanan dan birokrasi yang semakin handal, serta respomnsif terhadap tuntuntan masyarakat,"jelasnya.

Ditambahkan,  saat ini peradigma penyelenggaraan pemerintahaan menempatkan negara pada posisi sebagai pembuat kebijakan, regulator dan fasilitator. Paradigma ini berimplikasi pada farmat kelembagaan dan pelaksanaan tugas-tugas diberbagai sektor kehidupan.

"Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau hingga saat ini cukup banyak orang berminat  dan berkeinginan menjadi PNS, termasuk dilingkungan Pemprov Kaltim, karena itu janganlah saudara sia-siakan kesempatan emas yang telah saudara peroleh saat ini, khususnya bagi PNS daerah,"pintanya

Selain itu Awang Faroek meminta kepada PNS yang telah mendapatkan SK kenaikan pangkat, kiranya bisa mengukir prestasi dengan cara bekerja secara serius, selalu ingin menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan keterampilan dalam bidang tugas masing-masing  dan memegang teguh disiplin pegawai serta mampu memberikan keteladanan dimanapun bertugas.

"Dalam kaitan itulah, sebagai PNS harus  memiliki idealisme tinggi dan bisa memberikan warna tersendiri terhadap upaya peningkatan profesionalisme pegawai dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik, guna mendukung upaya pencapian kesejahteraan masyarakat," tandasnya. mar

Bulutangkis Samarinda tak Berani Target Mendali

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Cabang olahraga Bulu Tangkis Samarinda tak berani memasang target perolehan medali pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi ke V di Samarinda, November 2014 mendatang.

Pelatih Bulutangkis Samarinda Andi Rahmat Riadi di Samarinda, Minggu (21/9), mengatakan ketidak beranian untuk menargetkan medali pada even akbar se-Kaltim tersebut karena persiapan tim yang kurang optimal.

Persoalannya menurut Rahmad bukan karena kualitas atlet, ataupun terkait venus latihan namun lebih disebabkan kurangnya perhatian dari KONI samarinda kepada olahraga Bulutangkis di Samarinda.

“Sampai saat ini untuk latihan sehari-hari kami harus mengeluarkan dana pribadi untuk membeli, belum peralatan lainnya,terus terang kami belum mendapat bantuan sama sekali,” ungkapnya.

Rahmad mengatakan atlet dan pelatih sebenarnya masih optimis menyambut pelaksanaan Porprov tersebut. Terlebih lanjut dia,  Samarinda akan bertindak sebagai tuan rumah, tentunya  dukungan dari warga Samarinda, diyakininya akan membangkitkan semangat tanding atletnya.

Karena pada saat Porprov  di Bontang empat tahun lalu, menurut Rahmad  tim Samarinda masih cukup diperhitungkan dalam perebutan medali dengan bukti tim Samarinda bisa menjadi runner -up perolehan medali di bawah Kukar.

“Kami sangat berharap bantuan segera datang, karena ini merupakan kendala utama bagi kami. Kami latihan dengan perlengkapan seadanya,” paparnya.

Ditambahkan Rahmad, dari tujuh  nomor yang akan di pertandingakan di Porprov, Samarinda akan menurunkan 9 atlet putra dan 8 putri. Namun jika persoalan perlengkapan belum terselesaikan.

“Kalau memang menggunakan peralatan yang ada, kami cuma bisa berusaha semaksimal mungkin saja. Tapi kami tetap menunggu agar bantuan segara datang,” tegas Rahmad. at

Satlantas Razia di Titik Rawan Kecelakaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Jumlah kecelakaan hingga merenggut nyawa pengendara roda dua maupun roda empat membuat Satlantas Polresta Samarinda menggelar razia dan patroli disejumlah ruas jalan rawan kecelakaan. Maka, dengan razia ini diharapkan akan menekan tingkat kecelakaan di Kota Samarinda.

Sejumlah titik ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan antara lain jalan poros Jl Jakarta, Jl Slamet Riyadi, jalan poros Samarinda-Bontang, Jl AW Sjahranie, Jl Juanda, simpang patung Lembusuana dan Jl PM Noor.

Seperti kecelakaan Minggu (21/9) di Teluk Lerong. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) jatuh dari motor akibat badan jalan yang dilewatinya bergelombang. Karena itu, IRT yang diketahui bernama Yuliawati itu berharap kepada pemerintah agar memperhatikan perbaikan sejumlah jalan yang kondisinya sudah bergelombang.

Sementara,  Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol Didiq menghimbau kepada masyarakat agar dapat mengikuti aturan lalulintas dan melengkapi keamanan dalam mengendarai kendaraannya.

"Kami telah melakukan patroli-patroli di jam-jam rawan kecelakaan. Mulai pukul 7 pagi dan siang pukul 12 siang, serta sore hari. Ketika masyarakat pulang kerja sekitar pukul 5 sore, tidak hanya dilakukan patroli, kami pun melakukan razia bagi pengguna jalan yang tidak menggunakan kelengkapan kendaraan, melawan arus dan kendaraan yang ocerlout atau kelebihan muatan. Kita akan melakukan tilang ditempat," ungkapnya. opi

Ketua Komisi III Dari Golkar

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Partai Golkar Kaltim Dahri Yasin mengatakan, ketua komisi III DPRD Kaltim akan tetap dipegang oleh Golkar. Hal ini sekaligus menjawab teka teki siapa yang bakal memimpin komisi bidang pembangunan tersebut.

"Positif ketua dari Golkar. Hanya saja siapa orangnya mash dalam pembahasan," kata Dahri.

Menurutnya penetapan ketua tersebut bisa diketahui setelah alat kelengkapan DPRD sudah terbentuk. Dirinya juga belum memberikan bocoran nama yang bakal menduduki jabatan ketua.

“Belum ada nama yang dikeluarkan, karena masih menunggu keputusan sampai ketua dan unsur pimpinan defintif keluar,” terang Dahri.

Dia mengatakan, Golkar akan terus melakukan pemantapan dan penggodokan soal nama yang bakal ditunjuk sebagai ketua komisi III hingga unsur pimpinan DPRD lainnya baru akan ketahuan Oktober mendatang, sekaligus menunggu pengesahan tata tertib atau tatib dewan. “Yang jelas setelah pengesahan ta’tib pasti akan ketahuan,”tandasnya.

Dahri menegaskan penempatan posisi Golkar sebagai ketua Komisi III merupakan bentuk kepercayaan dari fraksi lain dalam upaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kaltim.

Bahkan ketika disebut sebagai calon ketua komisi III incumbent, dirinya hanya tersenyum. Sebab, seperti yang santer diberitakan, sejumlah nama digadang sebagai calon kuat Ketua Komisi III DPRD Kaltim, diantaranya Dahri Yasin, Syarkowi V. Zuhri, hingga Andi Harun.

“Ya dikembalikan kepada keputusan oktober mendatang saja. Kalau saya masih diberi kepercayaan ya pastinya akan tetap jalankan tugas seperti biasanya,” kata Dahri.

Dahri berharap keberadaan Golkar sebagai salah satu partai terbesar akan memberikan dampak posistif bagi pembangunan di Kaltim. "Yang terpenting adalah bagaimana Golkar dapat mengabdi kepada masyarakat Kaltim yang lebih makmur," harapnya. tha

Kaltim Ingin Tuan Rumah Asian Games

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Provinsi Kaltim berminat menjadi bagian dari tuan rumah Asean Games 2018 di Indonesia, selain dua Provinsi yang menjadi rujukan KONI Pust yakni  Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.

Usulan tersebut sempat diutarakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar Kaltim bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018, khususnya untuk empat cabang olahraga yakni Menembak, Tenis lapangan, Squas dan Sepak bola.

Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya. Zuhdi di Samarinda, Minggu, mengatakan, bahwa KONI Kaltim telah menyampaikan usulan Gubernur Kaltim tersebut kepada Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di Jakarta.

Dikatakan  Zuhdi,  usulan Gubernur Awang Faroek agar Kaltim dapat menggelar sebagian cabang olahraga (cabor) di Asian Games 2018. Gubernur menginginkan selain Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, Kaltim juga dapat menggelar pertandingan cabor menembak, tenis lapangan dan squash di Balikpapan serta sepak bola di Samarinda.

“Tanggapan KONI Pusat cukup positif, bahkan Ketua KONI Pusat Tono Suratman  menyambut baik usulan Kaltim dan akan membahasnya di tingkat pusat,” jelas Zuhdi.

Zuhdi membeberkan keunggulan fasilitas yang dimiliki Kaltim, yang  tidak kalah dengan kedua provinsi tersebut.

Dikatakannya, venue menembak di Manggar, Balikpapan, sudah berstandar internasional. Begitu pula tenis lapangan dan squash. Balikpapan juga ditunjang bandara internasional dan hotel bintang 5.

“Kalau untuk akomodasi dan transportasi, di Balikpapan sudah sangat memenuhi kelayakannya. Jadi tidak ada masalah,” papar Zuhdi.

Setelah pertemuan itu, Zuhdi mengatakan surat resmi dari Pemprov, DPRD serta KONI Kaltim segera dikirimkan.

Sebelumnya Gubernur Awang Faroek sudah mengutarakan niatnya kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin, agar Kaltim dapat melaksanakan 4 cabor di Asian Games.

“Saya sudah bicara dengan Pak Alex Noerdin dan beliau mendukung,” papar Gubernur.

Menurut Gubernur tidak semua cabang olahraga  harus dipertandingkan di kedua provinsi itu. Oleh karena itu Gubernur meminta kepada KONI Kaltim untuk membuat surat yang ditujukan ke KONI Pusat mengenai usulan tersebut. at

Tindak Aksi Premanisme, Kantor Polsek Kunjang 'Diserbu' Warga

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gara-gara menindak aksi premanisme di Jl Jakarta Loa bakung, Kantor Polsek Sungai Kunjang didatangi puluhan warga yang merasa tidak terima akan akan tindakan aparat kepolisian Polresta Samarinda.

Puluhan warga yang mendatangi kantor Polisi agar pihak kepolisian melepaskan seorang warga yang ditahan aparat kepolisian, dan meminta pihak kepolisian memproses oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap warga.

Aksi massa ini berawal saat polisi mendapat laporan dari sopir truk alat berat. Para sopir melaporkan adanya penghadangan sekelompok warga yang meminta uang kepada kepada mereka saat melintas di Jl Jakarta.

Mendengar laporan dari masyarakat, petugas yang kebetulan berpatroli di kawasan tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat sekelompok warga yang berkumpul, polisi pun langsung melakukan pendekatan persuasif untuk menangani keadaan.

Namun sayang saat polisi menjalankan tugasnya, salah satu warga bernama Ar (35), warga Jalan Jakarta mencoba memprovokasi petugas. Ar disebut polisi seolah menantang saat petugas sedang menenangkan suasana.

Apalagi Ar saat itu diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras itu, sempat menantang petugas kepolisian yang bertugas. Melihat hal itu polisi kemudian meringkus pelaku dan membawa pelaku ke Polsek Sungai Kunjang.

Aksi polisi kemudian mengundang reaksi warga sekitar, merekapun langsung mendatangi kantor polsek. Mereka menuntut Ar dilepaskan. Suasana semakin memanas. Sebab tak berselang lama massa yang datang semakin banyak. Suasana pun semakin rumit, karena beberapa massa membawa senjata tajam (sajam).

Polisi kemudian langsung melakukan sweeping dan berhasil mengamankan samurai yang dibawa salah seorang massa tersebut. Suasana akhirnya tenang setelah sejumlah perwira kepolisian yang di pimpin Kompol Andreas Susanto Kabag Ops Polresta Samarinda tiba dilokasi dan berjanji akan memproses kasus ini, wargapun akhirnya membubarkan diri setelah AR dibawa ke Mako Polresta Samarinda untuk diperiksa.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Wisnu Sutirta, melalui Waka Polsekta Sungai Kunjang, AKP M Ishak menuturkan, untuk sementara Ar yang diduga menjadi provokator diamankan untuk jangka waktu belum ditentukan.

“Kami mengamankan Ar, karena bersikap melawan polisi di lapangan. Warga pun sudah kami berikan penjelasan untuk tetap berpikir dengan kepala dingin,” ujar Ishak.

Dikatakannya lagi, untuk sementara waktu, proses hukum ini ditangani lebih lanjut. “Kami sudah amankan pemuda tersebut, ke Mapolres Samarinda,” katanya mengakhiri. M4n

Dispora Kaltim Gelar TOT Pelatih Paskibra

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala Dispora Kaltim H Fachruddin Djaprie menjelaskan terhitung 42 pembina dan pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim mengikuti program pelatihan Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini menurut 

"Kegiatan ini  sangat penting terutama untuk menambhakn pengetahuan serta kemampuan para pelatih dan pembina Paskibraka di daerah.

Untuk membina dan mengembangkan pondasi generasi muda tidak saja melalui pendidikan formal tetapi juga melalui pendidikan non formal,” ujar Fachruddin disela-sela pelatihan TOT pelatih dan pembina Paskibraka se-Kaltim, Rabu (17/9).

Salah satunya lanjut Fachruddin,  melalui pelatihan dan pembinaan Paskibraka. Dimana pelatihan ini dapat dijadikan sebagai wadah meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan serta mengembangkan kepemimpinan pemuda dan disiplin diri.

Di sisi lain, pelatihan Paskibraka dapat pula dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan wawasan intelektual. “Sebab, setiap anggota Paskibra akan diberikan pelatihan dan pendidikan sebelum melaksanakan tugas,” ujarnya saat didampingi Kabid Pemuda Syahril.

Dijelaskan, keberadaan Paskibra sangat diperlukan diantaranya setiap 17 Agustus memperingati HUT kemerdekaan. Selain itu, kegiatan dan upacara resmi seperti ulang tahun provinsi, kabupaten dan kota.

Termasuk pembukaan dan penutupan event olahraga, event keagamaan, hari bersejarah serta hari besar nasional yang dilakukan instansi pemerintah, swasta, organisasi dan partai politik.

“Jelasnya, Paskibraka sangat diperlukan dan keanggotaannya harus tetap ada dengan merekrut keanggotaan baru dari sekolah-sekolah. Kemudian bagi yang sudah menjadi anggota maupun Purna Paskibraka dapat dijadikan sebagai pelatih,” ungkap Fachruddin.

Pelatihan TOT pembina dan pelatih Paskibra se-Kaltim dilaksanakan selama tiga hari sejak 16-18 September dengan narasumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Polri serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kaltim dan Dispora Kaltim. mar

Kedepan Masih Banyak PR Dituntaskan

Peringatan Hari Perhungan Nasional 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemprov Kaltim  melalui Dinas Perhungan Kaltim  memperingati Hari Perhubugan Nasional 2014. Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal bertindak inspektur upacara, yang berlangsung di halaman Dinas Perhungan Kaltim, Rabu (17/9) kemarin.

Mukmin Faisyal  membacakan sambutan tertulis Menteri Perhubungan Republik Indonesia E.E Mangindaan mengatakan, setiap kali kita memperingati Hari Perhungan Nasional, tentunya harus dijadikan momentum untuk mengingat kembali akan jasa-jasa para lendahulu kita, yang dengan semangat juang yang tinggi telah meletakkan dasar-dasar pembangunan disektor transportasi. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan ujian, telah mampun secara bertahap menunjukkan berbagai keberhasilan pembangunan, baik perhubungan darat, laut, udara maupun perkeretaapian.

"Banyak yang telah dicapai, namun kedepan tidak sedikit pekerjaan rumah yan harus kita selesaikan bila hadapkan pada perkembangan lingkungan strategis dalam pembangunan nasional,"kata  Mukmin Faisyal.

Dikatakan, pembangunan perhubungan harus betul-betul menjadi sarana yang dapat mensejahterakan masyarakat, oleh karena itu agar cita-cita para pendahulu kita dapat tercapai, saya mengajak segenap insan perhubungan agar terus memantapkan komitmen untuk bekera keras dan cerdas dalam melaksanakan program-program pembangunan.

"permasalahan yang dihadapi sektor transportasi semakin kompleks, permasalahan tentang aksesibilitas dan keterjangkuan, permasalahan transportasi massal, kelanjutan reformasi disektor transportasi, dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi   telah menjadi isu yang harus segera diselesaikan,"ujarnya.

Sementara itu, lanjut Mukmin, tuntutan masyarakat akan perubahan layanan jasa transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi transportasi, selain itu, kita juga menghadapi adanya arus globalisasi yang semakin masif dan komprehensif serta diperlukan kesiapan transportasi dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN tahun 2015.

"Disamping itu, program pembangunan dan pengembangan transportasi dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonsia (MP3EI) belum dapat diwujudkan sepenuhnya, Melalui program MP3EI ini, kita akan memperkuat aspek konektivitas, keselamatan dan aksesibilitas serta  keterjangkuan  domestik  sekaligus untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, kesinambungan MP3EI diharapkan akan memperkuat sistem logistik nasional dalam menghadapi persaingan bebas,"paparnya.

Ditambahkan, menghadapi berbagai permasalahan tersebut rencana kerja kementerian perhubungan tahun 2015 kiranya dapat mengakomodasi penuntasan permasalahan tersebut, untuk itu segenap insan perhubungan dituntut untuk harus melakukan perubahan sikap dan pola pikir menghadapi berbagai tantangan kedepan.  

"Satu hal penting yang perlu saya sampaikan juga yaitu dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada diperlukan kepekaan dan kemampuan untuk melakukan terobosan dan membuiat inovasi bagi kepentingan peningkatan pelayanan yang lebih baik,"pungkas Mukmin. mar

Pemprov Siap Bentuk Perda Larangan CPO ke Luar Negeri

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, pengembangan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy. Sehingga kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan industri perkebunan serta pengembangan hilirisasi dari kelapa sawit. T erkait  hal tersebut Pemprov Kaltim siap membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan kepada perusahaan kelapa sawit untuk mengirimkan Crude Plam Oil (CPO)/minyak mentah sawit ke luar negeri.

“Karena itu, pengembangan kawasan ini perlu adanya dukungan semua pihak. Sebab, dalam perkembangannya, KIPI Maloy diusulkan Pemprov Kaltim untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ) dengan luas 32.800 hektare. MTKEZ merupakan salah satu lokus pembangunan di Koridor Ekonomi Kalimantan yang akan menjadi bagian dari postur konektivitas nasional guna memaksimalkan pertumbuhan di daerah,” kata Awang Faroek Ishak saat peresmian dan groundbreaking proyek MP3EI Plus oleh Menteri Bidang Perekonomian Chairul Tanjung di Maloy, Sangkulirang Kutai Timur, Selasa (16/9).

Menyukseskan pengembangan kawasan tersebut, maka perlu adanya peraturan daerah yang mengatur larangan pengiriman CPO ke luar negeri, sehingga CPO yang dihasilkan dapat diolah di daerah.

Bahkan, untuk pengembangan KIPI Maloy, semua persyaratan telah dipenuhi pemerintah daerah. Apalagi, Bupati dan DPRD Kutim telah menyelesaikan permasalahan tata ruang di daerah ini. “Dengan dilengkapinya semua persyaratan untuk pengembangan tersebut, maka diharapkan kawasan ini dapat berkembang dengan baik. Kami berharap pelabuhan cargo segera dibangun yang bekerjasama dengan PT Pelindo IV. Apalagi PT Indonesia Plantation Synergy (IPS) juga akan membangun pelabuhan. Diharapkan, semua ini dapat terintegrasi dengan KIPI Maloy dan tentu semua itu akan kita kordinasikan dengan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Selain itu, Awang berharap Kawasan Industri Kimia Batuta Coal Industrial Port (BCIP) di KIPI Maloy dapat diwujudkan. Apalagi, potensi pengembangan kelapa sawit di Kaltim lebih dari tiga juta hektar. Bahkan, saat ini telah tercapai 1,3 juta hektar.

Pemprov Kaltim berkeyakinan, bahwa Kutai Timur akan berkembang menyaingi Sumatera Utara dan Riau. Karena itu, diharapkan semua pihak dapat mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Saya yakin kawasan ini bukan hanya menjadi masa depan daerah saja, tetapi masyarakat Indonesia. Bahkan, kami menargetkan dalam waktu dekat bisa mendatangkan masyarakat dari Pulau Jawa sebanyak satu juta orang untuk program transmigrasi. Dengan tujuan untuk dipekerjakan dalam program plasma di kebun sawit di wilayah ini,” paparnya. mar

Sarkowi V Zahry : Gubernur Dipilih DPRD, Bupati Dipilih Rakyat

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Anggota DPRD Provinsi Kaltim Sarkowi V Zahry, mempunyai pendapat tersendiri terkait wacana Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada. Ia sepakat jika pemilihan Gubernur dipilih oleh anggota DPRD, sedangkan bupati dipilih langsung oleh rakyat. 

Menurut politisi Golkar ini, pemilihan Gubernur yang dipilih melalui voting anggota dewan tersebut karena Gubenrur tidak mempunyai wilayah kekuasaan dan hanya sebagai kepanjangan tangan oleh pemrintah pusat di daerah.

"Jadi lebih baik Gubernurnya dipilih oleh DPRD Walikota/bupati di pilih rakyat," jelasnya. 

Ia mengatakan pemilihan secara langsung yang berdampak terhadap perpecahan, misalnya adanya pengelompokan masyarakat serta bisa mengakibatkan konflik horisontal, tersebut itu bagai mana cara masyarakat itu sendiri memahaminya.

Namun jika kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat maka bisa berdampak terhadap pemimpin tersebut. "Misalnya mereka rajin blusukan, itu salah satu dampak yang dihasilkan dari pemilihan langsung," jelasnya.

Tetapi jika mereka tidak dipilih secara langsung oleh mayarakat atau melalui voting anggota dewan, maka dipastikan dia hanya turun pada saat pemilihan legeslatig.

"Dari pada kita berdebat masalah RUU ini mendingan cara seperti ini yang kami anggap bagus," katanya.

Lebih lanjut Sarkowi mengatakan, terkait hal ini masyarakat mempunyai hak untuk menguggat undang-undang ini jika nantinya jadi disahkan.

"Jika nanti undang-undang ini disahkan oleh DPRD maka dipastikan ada masyarakat yang menggugat melalui Mahkama Konstitusi (MK), dulu saja ada UU yang digugat mahasiswa bisa tembus," katanya. tha

 

Ichruni Lufti Terpilih Ketua FPD

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Meski terjadi kontroversi akhirnya Ichruni Lufti Sarasakti, terpilih jadi ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD). Pengangkatan Ichruni Lufti Sarasakti, ini juga sekaligus menjawab teka teki soal calon ketua FPD.

Ketua DPRD Provinsi Kaltim sementara Syahrun mengatakan, memang ada usulan dua versi yang disampaikan oleh Partai Demokrat, pertama usulan dari Wakil Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Wibowo Handoko dan Yefta Berto. Sementara Ichruni Lufti Sarasakti diusulkan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

"Maka dari itu kita minta internal Partai Demokrat agar mengadakan rembukan, memutuskan salah satu kader mereka dari tiga yang diusulkan, jika tidak maka kami akan mengambil alih dan memutuskannya, karena dalam peraturannya ada wewenang ketua untuk menetapan ketua fraksi," katanya kepada sejumlah wartawan, disela-sela rapat paripurna ke 1 di DPRD Kaltim, Rabu (17/9).

Sementara itu Anggota DPRD Kaltim dari PD Wibowo Handoko mengatakan, meski telah diputuskan sementara namun pihaknya masih menunggu hasil keputusan yang bakal diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat partai Demokrat di Jakarta.

"Meskipun bersifat sementara kami mempercayakan komposisi yang sudah terbentuk tadi itu masih menunggu keputusan dari pusat,' katanya.

Sebenarnya kata Wibowo Handoko, pengusulan tiga nama tersebut dalam partai telah diatur mengenai surat menyurat, yang disampaikan dari DPC, DPD dan DPP, masing-maisng para petinggi ini telah mengusulkan tiga nama tersebut ke DPP.

"Adanya dinamika di internal kami, ini lah yang mengakibatkankan sampai diusulkannya tiga nama calon, dan kita masih menunggu hasil keputusan dari DPP saja," katanya mengakhiri. tha

Lahan Parkir Baru SCP Disegel

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Parkir milik pusat perbelanjaan Samarinda Central Plaza (SCP) di samping pintu keluar Jl Mulawarman disegel Pengawas Bangunan (Wasbang). Sebanyak 5 buah loket pembayaran yang baru saja dibangun dipasangi Police Line dan tidak diperbolehkan beroperasi sementara.

Kepala UPTD Pengawas Bangunan (Wasbang) Pemkot Samarinda Jusmaramdhana Alus mengatakan bahwa parkiran yang berada di samping pintu keluar SCP disegel. Sebab belum ada izin untuk memfungsikan lahan tersebut sebagai lokasi parkir. Secara prinsip, pihaknya mendukung langkah pengelola menyediakan lahan parkir untuk pengunjung. Hanya saja, pembuatan lahan parkir tanpa izin yang jelas sama saja melegalkan adanya parkir liar. Sejauh ini pihaknya telah melakukan 3 kali peringatan tapi tidak diindahkan.

"Sampai beberapa hari kami kroscek tidak ada tindak lanjut izin yang mereka proses. Dengan terpaksa kita ambil tindakan penyegelan. Karena pengadaan lahan parkir tanpa izin itu sama saja seperti yang lain  jadi parkir liar," kata Jusmaramdhana.

Ditambahkannya, penyegelan ini akan dilakukan sampai semua izin yang diperlukan selesai diurus pengelola SCP. Pengelola juga masih bisa memaksimalkan penggunaan lahan parkir yang sudah ada dan memang berizin. "Sampai semua izin sudah diselesaikan pihak SCP baru kami bolehkah beroperasi kembali," pungkasnya. aon

Penerjun Payung Diserbu Warga

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Angin yang sedikit kencang membuat seorang penerjun terpaksa mendarat ditengah kerumunan penonton. Tal ayal, para penonton langsung memburu penerjun yang membawa bendera merah putih tersebut. Namun bukan untuk dianiaya. Para penonton ingin berfoto bersama dengan sang penerjun. Ini terjadi pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redep di Lapangan Pemuda Tanjung Redep, Selasa (16/9) kemarin.

Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisal serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Berau serta Kesultanan Berau hadir dalam acara seremonial itu. 20 penerjun payung dari pasukan khas Angkatan Udara Bandara Adi Waluyo Jogyakarta menampilkan kebolehannya di langit kota Tanjung Redep mulai pukul 10.00 wita.

Cuaca cukup terik tidak mengganggu para penerjun untuk melakukan tugasnya menghibur para warga Tanjung Redep yang terlihat haus akan hiburan yang langka ini.

Meski sudah sering melakukan penerjunan disejumlah tempat namun kecepatan angin kota Tanjung Redep membuat sejumlah penerjun terlihat kesulitan menentukan titik pendaratan.

Salah satunya Sertu Didit anggota pasukan khas Angkatan Udara ini terpaksa mendarat ditengah-tengah kerumunan penonton yang berada di pinggir lapangan pemuda Tanjung Redep, akibatnya pembawa bendera merah putih ini langsung diserbu para penonton yang ingin meminta foto bersama.

"Angin yang cukup keras membuat saya terpaksa harus melakukan gerakan yang sedikit berbahaya, hal ini dilakukan agar tidak ada warga yang terluka akibat tertimpa bandol bendera," kata Didit.

Akibat penyelamatan yang gemilang inilah kemudian membuat Didit bak seorang selebriti dadakan. Dia pun harus terus tersenyum melayani ribuan warga kota Tanjung Redep yang ingin berfoto bersama, terjun payung yang dilakukan pasukan khas angkatan udara dari bandara Adi Waluto ini merupakan rangkaiaan peringatan haru ulang tahun kabupaten berau dan kota Tanjung Redep yang disumbangkan PT Berau Coal untuk menghibur warga Tanjung Redep.

Sementara itu selain menampilkan atraksi terjun payung, untuk menumbuhan rasa kecintaan terhadap budaya kabupaten Berau, ratusan pelajar dari SMP SMU dan SMK di kota Tanjung Redep menampilkan tarian kolosal yang memperlihatkan sejarah berdirinya kabupaten Berau.

"Kegiatan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kita terhadap seni dan Budaya asli Kabupaten Berau," kata Rohaini Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Berau. M4n

Pemprov Dukung Penyebarluasan Informasi Publik

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemprov Kaltim siap mendukung Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Samarinda dan LPP TVRI Kaltim dalam memaksimalkan peran penyebarluasan informasi. Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak bahkan tidak ragu meningkatkan dukungan asalkan siaran RRI dan TVRI dapat dijangkau seluruh masyarakat Kaltim hingga daerah pedalaman, terpencil, dan kawasan perbatasan.

"Ini kaitannya untuk kepentingan keutuhan NKRI. Kita tidak ingin masyarakat perbatasan lebih banyak menyimak siaran radio dan TV Malaysia ketimbang siaran dalam negeri," kata Awang Faroek Ishak dikonfirmasi baru-baru ini di Samarinda.

Gubernur mangaku prihatin melihat kondisi masyarakat perbatasan Kaltim yang kondisinya terisolir akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga tidak dapat menjangkau siaran RRI dan TVRI. Masyarakat setempat hanya dapat menangkap siaran radio dan TV dari Malaysia.

Itu sebabnya, sejak awal pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2009 - 2013 sudah diberikan dukungan, dan akan terus dilanjutkan pada pelaksanaan RPJMD Kaltim 2013 - 2018.

Maksudnya tidak lain dalam rangka penyebarluasan informasi program dan kebijakan Pemprov Kaltim. Keberadaan media informasi di daerah dianggap penting dan strategis memasyarakatkan keberhasilan pembangunan yang dicapai, khususnya bagi masyarakat pedalaman, pesisir (pulau terluar/terpencil), dan kawasan perbatasan.

"Sudah menjadi komitmen kita mewujudkan pemerataan informasi di seluruh wilayah Kaltim. Ini juga sejalan dengan amanah pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik (UU No 14/2008) berkaitan memenuhi hak untuk tahu ditandai terpenuhi kebutuhan informasi masyarakat," akunya.

Terkait penghargaan yang diperoleh, gubernur berharap dapat memotivasinya untuk terus meningkatkan dukungan. "Ini menunjukan apa yang kita canangkan benar-benar diwujudkan dan diakui, karena semua yang dibuat memang untuk kepentingan bangsa dan negara," sebutnya. mar

SKPD Harus Buat Rencana Kerja

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Plt Sekprov Kaltim  Rusmadi mengingatkan,  untuk mendukung aspek legalitas dalam pelaksanaan program pembangunan daerah selanjutnya. Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kaltim untuk segera menyusun Rencana Kerja (Renja) sebagai langkah lanjutan setelah terbitnya  Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJMPD) Provinsi Kaltim  Tahun 2013-2018.

"Mudah-mudahan per 30 September 2014 nanti tidak ada lagi SKPD yang belum memiliki Renja. Saya kira tidak ada ruang maaf lagi untuk hal itu. Sebab tidak mungkin kita bisa melaksanakan program dan kegiatan tanpa aspek legalitas itu," tegas Rusmadi kepada media ini belum lama ini.

Rusmadi menambahkan, jajaran SKPD yang harus bertindak cepat dengan penuh ketulusan untuk segera menyusun Renja dan melanjutkannya dengan langkah-langkah yang terarah dan terukur.Visi yang tidak dilanjutkan dengan upaya yang nyata dan serius hanya akan menjadi mimpi. Tetapi dengan komitmen kita bersama.

"Maka ini tidak boleh terjadi. Kita harus optimis mampu mewujudkan visi Kaltim ini agar tidak hanya menjadi mimpi. Lebih jauh Rusmadi memaparkan bahwa program prioritas berdasarkan berdasarkan isu dan persoalan strategis sudah dirumuskan dengan baik dalam RPJMD Kaltim," ujarnya.

Dari berbagai hasil kajian dan pembahasan sebelum penetapan  RPJMD tersebut diketahui terdapat lima permasalahan yang masih terjadi dan harus dihadapi. Yakni persoalan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, ekonomi daerah yang masih berbasis sumber daya alam tidak terbarukan, permasalahan infrastruktur, belum terwujudnya tata kelola birokrasi pemerintahan yang baik dan belum terciptanya kualitas lingkungan hidup yang sehat dan baik.

"Karena itu, dalam arsitektur kinerja RPJMD Kaltim 2013-2018, setelah visi Kaltim, maka misi yang akan kita lakukan dibagi menjadi lima bagian. Yaitu misi I dengan fokus SDM, misi II fokus ekonomi, misi III fokus infrastruktur, misi IV pemerintah dan aparatur serta misi V dengan fokus lingkungan hidup,"paparnya.

Dijelaskan,  dalam RPJMD tentang rumusan 12 strategi untuk mencapai sasaran pembangunan, yaitu peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan pengentasan kemiskikan, peningkatan dan perluasan kesempatan kerja.

Selanjutnya  pengembangan ekonomi kerakyatan, percepatan transformasi ekonomi, pengembangan agribisnis, peningkatan produksi pangan, pemenuhan energi ramah lingkungan, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas lingkungan.

Penyusunan RPJMD dilakukan dengan tahapan yang panjang dengan mengakomodasi berbagai masukan dari akademisi dan masyarakat. RPJMD dilahirkan melalui banyak masukan diantaranya berasal dari kajian akademik yang bersumber dari masukan teknokratik dari akademisi.

“Secara politik RPJMD juga merupakan gambaran dari visi dan misi gubernur terpilih. Selanjutnya, RPJMD ini juga sangat aspiratif melalui rembuk rakyat dan Kaltim Summit. Sehingga bisa dikatakan bahwa dokumen RPJMD ini merupakan dokumen rakyat, bukan dokumen pemerintah semata," tegasnya.  

Ditambahkan, Khusus untuk urusan ekonomi dan infrastruktur, strategi yang saat ini diterapkan adalah dengan terus mendorong keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, partisipasi swasta dan masyarakat. Menurut dia, meski pemerintah sudah melakukan berbagai kalkulasi dalam perencanaan pembangunan ekonomi dan infrastruktur melalui alokasi APBD Provinsi, namun bisa dipastikan kemampuan provinsi tidak akan maksimal.

Karena itu, diperlukan dukungan pusat, swasta dan peran serta masyarakat. Terobosan harus terus kita lakukan untuk 'memaksa' pusat memberi perhatian lebih besar demi percepatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Kalau itu masih tidak cukup, kita juga akan membuka ruang-ruang itu untuk sektor swasta dan swadaya masyarakat," beber Rusmadi.

Rusmadi juga menyebutkan, evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat secara cermat sejauh mana target perencanaan pembangunan sudah mampu dicapai. Jika nantinya ditemui kendala, maka kendala-kendala itu harus segera diselesaikan sehingga tidak menghambat proses pembangunan selanjutnya.

Jika RPJMD ini dapat kita laksanakan dengan baik untuk mendukung rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2005-2025, maka pada 2030 dengan transformasi ekonomi maka sektor industri berbasis sumber daya terbarukan pada struktur ekonomi akan berada pada posisi 42 persen. Sektor perdagangan dan jasa 20 persen, pertanian 10 persen sedangkan sektor tambang tertinggal hanya 17 persen.

“Ini Sangat berbeda jika tanpa transformasi ekonomi, dimana sektor tambang masih akan mendominasi struktur ekonomi dengan 51 persen, sementara sektor industri 9 persen dan pertanian hanya 4 persen," Tandas Rusmadi. mar

Menhub Siap Bantu Kembangkan Tiga Bandara Perbatasan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) EE Mangindaan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltim dan TNI AD yang telah melaksanakan pembangunan 3 bandara diperbatasan. Apalagi, pemerintah pusat belum ada ikut campur sedikitpun. Dan, kedepan pemerintah pusat juga siap mengembangkan ketiga bandara tersebut. Karena berada dikawasan perbatasan, supaya lebih meningkatkan konektifitas  ke daerah atau kawasan tersebut.

"Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan sekarang ini sangat strategis, karena mampu meningkatkan pelayanan pengguna jasa transportasi dalam hal sebagi jawaban tuntutan pelayanan transportasi khususnya transportasi udara saat ini yang semakin meningkat. Kedepan kami juga akan siap membantu mengembangkan 3 bandara diperbatasan tersebut, supaya lebih meningkatkan konektifitas diwilayah perbatasan," kata EE Mangindaan ketika memberikan laporan pelaksanaan proyek MP3EI khususnya pembangunan infrastruktur transportasi udara yang akan diresmikan Presiden  Susilo Bambang Yudhono (SBY) di Balikpapan Senin (15/9). 

EE Mangindaan menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan dana APBD Kaltim sekitar Rp400 miliar untuk ketiga proyek tersebut. Yaitu Bandara Long Bawan Rp120 miliar untuk pekerjaan perpanjangan Landasan Pacu (Runaway) dari 950 meter menjadi 1.600 meter dan lebar 23 meter. Sedangkan Bandara Long Apung mendapatkan alokasi Rp130 miliar untuk pekerjaan perpanjangan landasan pacu dari 850 meter menjadi 1.020 meter dan lebar 23 meter. Selanjutnya, Bandara Datah Dawai mendapatkan alokasi Rp150 miliar, untuk pekerjaan perpanjangan Landasan Pacu (Runway) dari 850 meter menjadi 1.490 meter dan lebar 30 meter.

"Ketiga bandara di kawasan perbatasan tersebut masih perlu pengembangan,  Oleh Karena itu, kedepan, kita siap membantu untuk mengembangkannya," ujar Magindaan. 

Diketahui tiga bandara di kawasan perbatasan yang diresmikan langsung Presiden SBY adalah Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Bandara Long Apung di Kabupaten Malinau dan Bandara Datah Dawai di Kabupaten Mahakam Ulu. Ketiga bandara itu berada di kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia.

Sejak 2012, Pemprov bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat (AD) melalui Operasi Bhakti Kartika Jaya TNI-AD melaksanakan pembangunan tiga bandara tersebut.  Perluasan dan perpanjangan landasan pacu ketiga bandara itu didanai melalui alokasi APBD Kaltim pola Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2012-2013.

Pemprov Kaltim sangat yakin kerjasama dengan TNI-AD merupakan kebijakan yang tepat. Karena, dengan kemampuan dan kekuatan TNI-AD dalam melakukan pembangunan ketiga bandara yang juga masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), maka impian dan harapan masyarakat perbatasan dapat segera terwujud. Sehingga saatnya nanti ketiga Bandara yang menjadi tumpuan dan harapan masyarakat perbatasan sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Hercules C 130 milik TNI dan ATR-72. 

Untuk kawasan perbatasan, Awang Faroek menegaskan pembangunan dan peningkatan tiga bandara, yakni di Yuvai Semaring Long Bawan di Kabupaten Nunukan, Long Ampung di Kabupaten Malinau, dan Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan terus dilanjutkan. Seperti diketahui, pembangunan ketiga bandara tersebut dilakukan Pemprov bekerjasama dengan TNI AD melalui Operasi Bhakti Kartika Jaya.

“Ketiga bandara tersebut menjadi sangat penting dan strategis. Karena selain sebagai jalur distribusi bahan pokok di kawasan perbatasan dan memacu percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di perbatasan, juga bisa difungsikan sebagai sarana pengamanan dan ketahanan negara di perbatasan,” jelasnya.

Keberadaan bandara di 15 kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara, lanjut Awang Faroek akan berperan penting dalam upaya mewujudkan konektivitas antar kabupaten/kota pada kedua provinsi tersebut. Hal itu juga seiring dengan upaya Pemprov Kaltim untuk membangun jembatan udara melalui Kaltim Airlines.

“Bandara di 15 kabupaten/kota tersebut nantinya akan didarati oleh pesawat jenis ATR milik maskapai penerbangan Kaltim Airlines. Sehingga masyarakat Kaltim dan Kaltara yang ingin bepergian antar kabupaten/kota tidak lagi bergantung dengan jadwal dari maskapai penerbangan lain yang tidak selalu ada setiap harinya,”pungkasnya. mar

PPP Kaltim Harap DPP Islah

Rusman: Senior Partai Mesti Memfasilitasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Perpecahan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membawa dampak kepada pengurus di daerah. Dimana, usai dilengserkan dari posisi Ketua Umum PPP melalui Rapat Harian DPP PPP, giliran Suryadharma Ali memecat sejumlah pengurus harian DPP PPP yang dianggap 'makar' terhadap partai.

Menyikapi perpecahan di tubuh DPP PPP,  Ketua DPW PPP Kaltim,  Rusman Ya'qub menyatakan tak mendukung ke salah satu kubu yang berkonflik. Saat ini, dia justru meminta kepada para tetuah partai seperti Mbah Maimun untuk menyatukan kembali. "Kami di Kaltim  sampai sekarang hanya memantau perkembangan, tapi kami berharap ada yang bisa mendamaikan, islah lebih baik tapi harus di fasilitasi para senior partai," kata Rusman Ya'qub.

Ancaman di gelarnya Muktamar oleh Suryadharma Ali pada Oktober mendatang Rusman menyatakan sangat mendukung. "Kami berharap arahnya tetap dilakukan islah, muktamar ini sebagai media untuk dilakukan itu (islah)," kata dia.

Sekadar diketahui, pasca pemecatan SDA sebagai Ketua Umum PPP, mulai melakukan konsolidasi ke daerah untuk meraup dukungan. Setelah Yogyakarta, SDA merencanakan akan ke Bali dan Sumatera. "Kalau ke Kaltim  saya belum ada konfirmasi," tutup  Ruman Ya'qub. fer

Hari Ini, Presiden SBY Resmikan Proyek MP3EI Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengaku bahwa persiapan peresmian proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Kaltim yang rencananya dilakukan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Balikpapan, 15 September telah mantap. Semua pihak terkait sudah mempersiapkan teknis pelaksanaannya sesuai bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

“Sudah mantap,  Sebab gladi sudah dilakukan dan  juga menentukan sukses lancarnya acara peresmian nanti,” yakin Mukmin ketika ditemui seusai memimpin rapat pemantapan persiapan peresmian proyek MP3EI Kaltim, dikonfirmasi di Gedung VVIP Room Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Sabtu (13/9).

Keyakinan tersebut didasari laporan semua instansi terkait yang terlibat dalam kegiatan tersebut menunjukan progres persiapan cukup baik. Makanya, semua pihak yang diberi tanggung jawab diminta dapat melakukan tanggung jawab dengan tulus ikhlas dan sebaik-baiknya untuk mencapai hasil optimal.

“Yakin dan percaya jika semuanya dilakukan dengan baik, maka hasilnya juga baik. Sukses dan lancarnya acara sekaligus menunjukan keseriusan kita mempersiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, S Adiyat pun mengamini. Menurutnya, semua persiapan telah dilakukan dengan baik. Saat ini tinggal menunggu gladi kotor yang dijadwalkan sore ini (pukul 15.00 wita), dan gladi bersih yang dijadwalkan 14 September besok (pukul 10.00 wita).

“Gladi bersih besok rencananya akan disaksikan Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) langsung. Semua dilakukan layaknya rangkaian kegiatan peresmian yang ditetapkan,” sebutnya.

Terkait proyek yang akan diresmikan, Adiyat mengaku terjadi sedikit perubahan. Hasil rapat terakhir di Sekretariat Kepresidenan Istana Negara Jakarta, 11 September menyepakati hanya ada 10 proyek yang diresmikan dan dua proyek dimulai pembangunannya (ground breaking) dari rencana awal sebanyak 27 proyek.

Proyek yang diresmikan adalah Terminal Baru Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan beserta proyek pembangunan VVIP Roomnya, Bandara Internasional Juanda Surabaya, serta tiga bandara perbatasan (Long Bawan-Nunukan, Long Ampung-Malinau, dan Datah Dawai-Mahulu).

Selain itu, Presiden juga bakal meresmikan proyek pembangunan dan peningkatan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Kaltim, yakni PLTU Embalut (Unit 3, 110 MegaWatt) dan PLTG Peaking 2x60 MW yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kemudian, proyek minyak dan gas yang ditangani swasta, yakni proyek Anjungan Sisi-NUBI 2B dilepas pantai Kaltim oleh PT Total Indonesie dan proyek pengembangan Lapangan Ruby oleh PT Mubadala Petroleum.

Sedangkan dua proyek yang dimulai pembangunannya adalah Intitut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kukar

“Peresmian semua proyek ini akan dipusatkan di Gedung Terminal Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Rencananya akan dihadiri 1.000 undangan, termasuk duta besar negara-negara yang bermitra melaksanakan pembangunan di Kaltim,” tandas Adiyat. mar

Dekatkan Lembaga DPRD dengan Rakyat

SAMARINDA, Poskota Kaltim

DPRD merupakan lembaga legislatif yang merupakan perpanjangan suara rakyat. Itu artinya anggota dewan memegang dan menjalankan penuh amanah dari masyarakat untuk kemajuan di segala sektor pembangunan.

Anggota DPRD Kaltim Josef mengatakan anggota dewan saat ini bertekad lebih mendekatkan lembaga ini kepada rakyat. Sehingga Gedung DPRD akan lebih ramai dengan aspirasi rakyat, dan akan menjadi junjungan rakyat untuk mengadu.

”Tidak ada alasan bagi anggota dewan untuk tidak dekat dengan rakyat. Karena bagaimanapun, kita sebagai wakil rakyat telah memegang apa yang telah diamanahkan oleh masyarakat untuk menjadi wakilnya di gedung dewan ini,” ucapnya.

Politikus dari Partai Gerindra ini pun mengungkapkan, ia berharap lembaga DPRD bisa menjadikan masyarakat terlibat aktif dalam politik, sekaligus menjadikan partai politik dapat diterima kembali oleh masyarakat sebagai alat perjuangan untuk memperjungakan hak-hak rakyat. 

“Lembaga legislatif yang didalamnya terdiri dari berbagai warna partai politik ini adalah wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang optimal. Baik dalam upaya pengawasan pembangunan, atau melahirkan peraturan yang menjadi solusi atas masalah-masalah yang ada di masyarakat. Jadi masyarakat pun bisa kapan saja melakukan pengawasan serta mengontrolnya langsung," ucap Josef.

Sebagai seorang politikus, prinsip hidup yang selalu dipegang adalah harus bisa memberi makna dan manfaat bagi masyarakat. Adapun sikap masyarakat yang terlanjur apatis terhadap partai politik dan bahkan kepada anggota dewan, merupakan hal yang wajar dalam dinamika berpolitik agar lebih berwarna. “Dewan memiliki peran yang sangat penting. Jadi walau bagaimanapun anggota dewan dan masyarakat harus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah. Pasti ada prokontra. Namun itu adalah warna bagi dinamika politik. Intinya bagaimanapun juga anggota dewan yang berada DPRD harus bisa mendekatkan diri kepada masyarakat,” ucapnya. hms

Pemprov Kaltim Siap Sambut Pangdam dan Kasdam Baru

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengaku siap menyambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman (Mlw) dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI Mlw yang baru untuk terus melanjutkan kerjasama antara Kodam VI Mulawarman dengan Pemprov Kaltim.

"Pimpinan boleh berganti, tapi misi sebagai unsur pertahanan harus tetap dilaksanakan dengan baik. Apalagi Kalimantan merupakan kompartemen (bagian,Red) kemanan strategis nasional," kata Awang Faroek Ishak dikonfirmasi baru-baru ini di Samarinda.

Berkaitan itu, Kaltim dengan wilayahnya yang terbilang luas harus mampu menunjukan keberhasilan menciptakan suasana aman dan strategis. Hal tersebut dapat terwujud dengan kerjasama baik  melibatkan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan daerah.

Menurutnya, masalah keamanan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah pusat. "Ini yang namanya pemikiran komperhensif integral. Dilakukan secara terpadu melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat pusat hingga daerah," katanya.

Stabilitas keamanan, kata Faroek, merupakan modal utama pelaksanaan pembangunan. Makanya harus diwujudkan bersama sesuai bidang tugas masing-masing, sehingga sukses di segala bidang.

“Kita berharap jajaran TNI mampu mendukung menyukseskan pembangunan Kaltim, khususnya dalam perannya menjamin stabilitas keamanan daerah. Ini (keamanan,Red) bahkan kita tetapkan sebagai salah satu dari lima agenda prioritas pembangunan Kaltim, yakni “menciptakan Kaltim yang aman, demokratis, damai didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa” akunya.

Secara spesifik, gubernur minta jajaran TNI membantu pelaksanaan pembangunan Kaltim sebagai daerah yang ditetapkan menjadi koridor ekonomi nasional. Diantaranya membantu proses pembebasan lahan dua proyek besar pembangunan rel kereta api yang dilaksanakan menggunakan pola masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kita juga sangat berharap dukungan keamanan pada rencana peresmian sejumlah proyek MP3EI Kaltim yang rencananya dihadiri Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), di Balikpapan, 15 September ini,” tuturnya. mar

Kerjasama dan Dukungan Pemda Tetap Dilanjutkan

Pergantian Pimpinan Kodam VI Mulawarman

SAMARINDA, Poskota  Kaltim

Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman berharap Pemda tetap melanjutkan kerjasama dan dukungan yang diberikan meskipun terjadi pergantian pada pucuk pimpinan Kodam VI Mulawarman.

“Hubungan dan kerjasama baik yang selama ini dibangun harus tetap dipertahankan, dengan besaran sama. Meskipun disadari setiap pemimpin punya karakteristik gaya kepemimpinan berbeda,” kata Dicky saat memberikan kesan dan pesan pada pisah sambut dirinya kepada Pangdam VI/MLW Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono dan Pisah Sambut Kasdam dari Brigjen TNI Abdul Kadir Sultan kepada Brigjen TNI Lowedyk Pusung, di Balikpapan.

Prinsipnya, jajaran Kodam VI Mlw harus siap membantu pemda membangun stabilitas keamanan daerah, karena memang harus dibangun dan itu merupakan tugas TNI sebagai satuan pengamanan negeri.

“Jika tidak, maka tidak ada yang bangun itu. Di jajaran TNI tidak ada nilai lain selain menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya. 

Pada kesempatan itu, Dicky juga berharap Kaltim ke depan harus lebih maju dengan SDA melimpah yang tidak dimiliki daerah lain. Ditandai semakin bergeliatnya pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Kaltim.

Ia juga meminta maaf kepada jajaran Pemprov Kaltim dan Kodam VI Mlw karena menyadari pelaksanaan tugas selama ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan. Prinsipnya, apa yang dilaksanakan selama ini sudah sesuai kemampuan dan koridornya sebagai Pangdam.

Sementara itu, Pangdam VI/MLW Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono mengaku siap melanjutkan apa yang telah dilaksanakan pangdam terdahulu. Dicky dianggap sudah meletakan dasar sebagai acuan dirinya mengemban amanah sebagai pangdam.

“Sebagai prajurit sudah sepatutnya berterima kasih atas kepercayaan melanjutkan tugas sebagai pangdam. Konsekwensinya harus mampu mengemban tugas sebaik-baiknya,” ujarnya. mar

Nicolas : Tak Ada Pemecatan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim, Nicolas Pangeran, membantah jika pihaknya dipecat oleh Partai Demokrat Kaltim. Menurutnya pemecatan tersebut tidak ada.

"Tidak ada pemecatan mas itu keliru. Yang benar itu ada pergantian dari Ketua DPD PD Kaltim Pak Isran Noor, jadi mohon diluruskan," katanya.

Nicolas mengaku jika dirinya dinon aktifkan dari Partai tak mungkin dirinya menghadiri rapat yang digelar oleh Ketua Harian PD pusat.

"Ngak ada ini saja saya barusan rapat dengan Ketua Harian PD, ngak ada itu," tandasnya. Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihaknya membahas tentang pergantian ketua sementara Plt Ketua DPD Kaltim.

"Pergantian Ketua DPD nantinya sepenuhnya akan diserahkan kepada pusat, nanti bagai mana mekanisme pemilihannya. dan untuk saat ini saya yang memegang kendali Partai Demokrat di Kaltim," jelasnya. tha

PD Kaltim 'Pecat' Nicolas Pangeran

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim, Nicolas Pangeran dinon-aktifkan dari jabatan sekretaris terhitung sejak 8 September 2014. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat jajaran pengurus teras DPD dipimpin Wakil Ketua James B Tuwo pada 7 September lalu di salah satu restoran di Klandasan Balikpapan.

Juru Bicara DPD Partai Demokrat Kaltim, Rachmadi Kasim menyebutkan, hasil rapat tersebut dituangkan dalam surat keputusan DPD Nomor 105/SK/DPD.PD/Kaltim/IX/2014 tentang Pemberhentian Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim. disebutkan, Nicolas Pangeran tak dapat bekerja sama dengan Ketua DPD Demokrat Kaltim Isran Noor, selain itu beberapa masalah internal harus dipertanggung jawabkan Nicolas, seperti moralitas.

"Kami tidak bisa membeber masalah internal. Karena menunggu keputusan DPP menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) sekretaris DPD Demokrat Kaltim," kata Rachmadi yang bertugas untuk konsolidasi internal dan persiapkan kondisional DPD Demokrat Kaltim.

Ia menjelaskan, gejolak di internal partai berlambang mercy itu telah berlangsung lama. Namun, jajaran pengurus tetap berupaya agar terwujud situasi kondusif di internal. Karena, Rachmadi mengakui situasi tak sehat di internal telah berlangsung sejak dua tahun lalu, namun masih diupayakan rekonsiliasi di internal.

Beberapa kesalahan yang dilakukan Nicolas disebutkan, terkait perpindahan daerah pemilihan (dapil) Caleg di Pileg 9 April lalu yang tak logis. Kebijakan itu dinilai mementingkan pribadi dan kelompok, tanpa memperhatikan keberlangsungan partai untuk meraih kursi di DPRD Kaltim. Hasilnya, Demokrat kehilangan dua kursi pada Pileg 2014 dibanding Pileg 2009 lalu.

"Setelah kita upayakan agar kembali sinergi, tapi tak bisa. Akhirnya kondisi ini disampaikan ke Ketua DPD dan beliau (Isran Noor.Red) memberi kebijakan sangat rasional untuk menon-aktifkan sekretaris DPD. Sehingga digelar pertemuan di Balikpapan," jelas Rachmadi.

Sementara Plt Sekretaris saat ini belum diputuskan DPP, namun sesuai amanat Musda Partai Demokrat Tahun 2010 menyebut sesuai urutan di struktur, maka Wakil Sekretaris H Afiuddin Zainal Abidin yang diusulkan ke DPP untuk mengisi posisi sekretaris DPD. Meski penetapan itu kewenangan Ketua DPD, namun tetap atas persetujuan DPP. tha

4 Jemaah Haji Samarinda Gunakan Kursi Roda

SAMARINDA, Poskota Kaltim

4 JemaaH Haji Samarinda terpaksa harus menggunakan kursi roda menuju Tanah Suci karena faktor kesehatan yang terganggu diakhir-akhir jelang keberangkatan.

Meski menggunakan kursi roda, namun para jemaah haji yang berangkat telah mengantongi surat rekomendasi dari dinas kesehatan yang menyatakan bahwa kondisi fisik jemaah haji yang menggunakan kursi roda masih bisa ditoleransi.

"Meski menggunakan kursi roda mereka dalam kondisi sehat, sehingga oleh tim kesehatan Jemaah haji mereka dikatakan layak untuk berangkat, selain itu ada juga keluarga mereka yang mendampingi keberangkatan mereka," kata kepala kantor kementrian agama Kaltim Masdar Amin di sela sela pelepasan jemaah haji di Gor segiri Samarinda, Kamis (11/9) kemarin.

Masdar mengatakan bahwa selain ada keluarga mereka yang mengantar, masih ada petugas haji dan para jemaah haji juga bisa membayar orang di Saudi untuk menemani mereka melakukan ibadah ketika di sana.

Jadi lanjutnya meski menggunakan kursi roda para jemaah masih bisa melakukan tahapan-tahapan haji di tanah Suci.

Sementara itu Keharuan mewarnai pelepasan 649 orang Jemaah Calon Haji kloter 3, 5, dan 7 pemberangkatan bandara Sepinggan Balikpapan. sebanyak 355 jemaah haji asal Samarinda dilepas Assisten I Ridwan Tassa yang mewakili pemkot Samarinda dengan menggunakan 9 bus menuju asrama haji Batakan Samarinda.

Dalam Sambutannya Ridwan Tassa mengingatkan agar para jemaah haji bisa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

Ridwan juga mendoakan mendoakan agar jemaah haji Samarinda menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan tidak kurang satu apapun.

Sementara itu iringan isak tangis tak urung berbaur dengan lantunan kalimat talbiyah yang terus bergema selama acara berlangsung. Demikian pula saat suara azan dikumandangkan, juga berbaur dengan suara isak tangis.

Pada keberangkatan kali ini Kanwil Agama Kaltim mencatat 4 calon jemaah haji Samarinda yang gagal berangkat, 2 calon jemaah haji yang gagal karena meninggal dunia, sementara yang 2 jemaah haji lainya tidak mendapat ijin dari tempatnya berkerja. M4n

Implementasi Wawasan Kebangsaan Masih Minim

Disparitas Pusat dan Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akan tetapi situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu.

Anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengatakan implementasi dari wawasan kebangsaan itu sendiri dinilai masih minim dan berlangsung berubah-ubah seiring dengan proses politik yang pastinya memiliki dampak implikatif hingga ke daerah.

Penerapan wawasan kebangsaan menurut Rusman harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara atau orang banyak dari pada kepentingan pribadi maupun golongan.

“Wawasan kebangsaan adalah konsep politik bangsa yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilyah serta merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa indonesia. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terkadang masih terpisah-pisah tidak menjadi satu kesatuan yang menguatkan,” tutur Rusman.

Rusman mencontohkan akibat dari implementasinya oleh pusat yang seolah masih dipertanyakan membuat daerah seakan kehilangan kepala yang seharusnya menjadi satu kesatuan kesepahaman yang nantinya bisa membawa kesejahteraan masyarakat.

“Asal persoalan dalam konteks ini adalah pemerintah pusat, semua itu bisa dilihat dalam banyak hal misalnya, semua daerah dipaksa harus berfikir tentang bagaimana untuk kepentingan nasional akan tetapi kondisi terbalik terjadi ketika pusat tidak berfikir tentang bagaimana memajukan daerah-daerah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” kata Rusman. 

Dicontohkannya, diantara banyak hal tersebut adalah perhatian pemerintah terhadap pembagian dana bagi hasil migas yang sangat terlihat jelas bahwa daerah yang dalam hal ini Kaltim seolah hanya menjadi “Sapi Perahan” mengingat hasil yang kembali ke daerah masih jauh dari kata ideal. ”Devisit fluktuatifnya harga batu bara menyebabkan dana bagi hasil tersebut masih dikurangi lagi,” tegas Rusman.

Terkait program infrastruktur dukungan pemerintah pusat juga sangat minim, terbukti dengan lambatnya proses perizinan banyak bidang hingga persoalan jalan nasional yang rusak yang tak kunjung diperbaiki, dan masih banyak yang lainnya.

Kondisi itu menurutnya, jika terus dibiarkan akan berdampak kepada sulit berkembangnya daerah dikarenakan jika merujuk kepada peraturan yang berlaku harus melibatkan pusat dalam hal ini perizinan bagi pembangunan infrastruktur tertentu. ”Masalah izin saja dipersulit apalagi bantuan anggaran, memang sudah saatnya pemerintah pusat sadar sehingga bisa membawa perubahan banyak untuk semua daerah ditanah air,”pungkasnya. hms

APBD Baiknya Fokus Infrastruktur

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang harus dititik-beratkan untuk pembangunan infrastruktur yang ada di daerah, seperti jalan, jembatan, pasar, dan pembangunan disisi lainnya. Seperti kita tahu, RAPBD Kaltim tahun 2015 diprediksikan sebesar Rp8,527 triliun, atau turun Rp2,664 triliun karena pada rencana APBD 2014 setelah perubahan sebesar Rp11,192 triliun.. 

Selaku Anggota DPRD Provinsi Kaltim terlantik 2014-2019, Veridiana Wang mengatakan keseriusannya mengawasi penggunaan anggaran belanja ditahun 2015 nanti. Pasalnya, masih banyak kekurangan dalam hal pembangunan insfrastruktur, sehingga tak salah jika harus di-push lebih kuat, agar pembangunan itu bisa rampung sesuai tenggat waktunya. 

"Sebaiknya kita fokus ke pembangunan infrastruktur, persentasenya harus lebih banyak daripada anggaran untuk belanja pegawai atau belanja tidak langsung. Karena, kita semua paham sisi pembangunan infrastruktur di Kaltim adalah hal yang terus menerus harus ditambah. " kata Veridiana.

Politikus PDI-P ini menambahkan, sejumlah infrastruktur yang akan dibangun, antara lain jalan utama antar kota, sarana dan prasarana pendidikan, rehabilitasi pasar-pasar tradisional, dan berbagai macam infrastruktur lainnya. Dengan bertambahnya infrastruktur tersebut, maka Kaltim sendiri dipercaya akan mengalami kemajuan secara signifikan. Misalnya saja, luasan wilayah Kaltim dengan kota/kabupaten terpisah jarak cukup jauh akan mengalami hambatan jika infrastruktur jalan penghubungnya tidak bagus. Namun, jika sarana penghubungnya mulus dan terawat, maka mobilisasi perdagangan lintas kota akan mudah sehingga berimbas pada perekonomian yang meningkat pesat pula.

“Saya sangat hapal jalan lintas kota Kaltim melalui beberapa perjalanan dinas yang saya ikuti. Sangat susah untuk dilewati, bahkan menggunakan kendaraan kecil sekalipun. Lantas, bagaimana kendaraan besar yang mengangkut berbagai jenis komoditi dagang bisa lancar melintas jika terus seperti ini. Saya harap, akan ada perubahan ditahun selanjutnya,” kata Veridiana. 

Menurutnya, pemerataan pembangunan adalah situasi dimana program pembangunan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Pemerataan pembangunan juga diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat bisa terwujud.

“Pembenahan infrastruktur itu selain meningkatkan ekonomi masyarakat, juga memancing nilai investasi daerah," Imbuh Veridiana 

Lebih lanjut Veridiana mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan wajib diselenggarakan agar kebutuhan fasilitas pelayanan umum dapat terpenuhi. Hal ini berlaku secara kuantitas maupun kualitas, jangan sampai terpuaskan dengan pembangunan tahun ini saja. Jika memang iya, maka sama saja pembangunan berjalan ditempat alias tidak mengalami kemajuan. 

“Masih banyak yang perlu dikejar, kebutuhan masyarakat juga masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan defisitnya APBD Kaltim 2015 jangan berimbas pembangunan tak berjalan maju. Saya harap ini bukan alasan pembangunan tidak berjalan,” tutup Veridiana. hms

Warung Makanan Ngeluh Elpiji Naik

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemerintah resmi menaikan harga elpiji 12 kg. Agen penjualan elpiji di kota Samarinda ini pun serentak menaikan harga jual elpiji 12 kg. Alhasil imbasnya, pemilik warung skala kecil pun menjerit.

Agen Elpiji Pertamina PT Sumber Gas Prima misalnya, telah memberlakukan harga baru elpiji 12 kg. Sebelum kenaikan, harga jual di tingkat agen Rp 96.000 per 12 kg. Saat ini kenaikan mencapai hingga Rp 10.000 per 12 kg.

"Sebelumnya kita jual Rp 96.000 per 12 kg. Sekarang berlaku harga baru Rp 116.000 per 12 kg," kata Noto Krisno Petugas Agen Elpiji di Jl Mugirejo, kemarin.

Menurutnya, di agen saya selain tersedia 12 kg, juga tersedia Bright Gas dan elpiji 3 kg. Saat ini untuk permintaan elpiji 12 dan 3 kg, masih berlangsung normal. Umumnya, mereka yang membeli adalah penjual tingkat pengecer.

"Normal permintaan 12 kg dan 3 kg. Belum ada permintaan meningkat signifikan 3 kg. Semua tergantung permintaan," ujarnya.

Bagi pedagang kecil, kenaikan elpiji mengejutkan mereka. Seperti pemilik warung makan di Jl Panjaitan, mereka baru mengetahui kenaikan harga baru elpiji 12 kg dari media ini.

"Kalau naik otomatis saya naikkan harga makanan saya. Jelas saya juga menambah menu makannya. Kalau nggak ikut naik, kasihan saya mas. Elpiji naik, masak saya tidak naik," kata Sudarno.

Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg mulai 10 September 2014 pukul 00.00, harga elpiji 12 kg naik Rp 1.500 per kg. Harga di daerah berbeda, bergantung pada ongkos angkut hingga ke konsumen. aon

Pembinaan Cabor di Kaltim Harus Berlanjut

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua KONI Kaltim  Zuhdi Yahya mengatakan,  kebijakan penunjukan perusahaan-perusahaan di Kaltim sebagai "bapak angkat" pembina Cabang Olahraga (Cabor) perlu dilanjutkan. Ini dimaksudkan agar pembinaan bisa lebih optimal dan prestasi yang diharapkan didapat cabor bisa maksimal.

"Pak Gubernur Kaltim kan sudah mencanangkan "bapak angkat" dengan MoU. Tentunya MoU antara pemerintah, pengurus cabor dan pengusaha ini harus dilanjutkan, kalau bisa hal itu bisa dilakukan saat pra PON mendatang," Zuhdi Yahya kepada media usai melakukan penandatangan MoU dengan Dispora, Selasa (9/9) lalu

Menurut Yuhdi, keterlibatan "bapak angkat" diharapkan terus berlanjut membina cabor secara berkesinambungan. Bukan melepas tanggung jawab atau tidak menjadi "bapak angkat" cabor lagi seiring berakhirnya perhelatan akbar PON XVII.

"Tanggung jawab "bapak angkat" mulai dari pelatihan hingga pertandingan di arena PON XVIII Riau sudah cukup bagus. Hasilnya pun sudah terlihat. Kontingen Kaltim mampu bercokol di peringkat lima besar dengan mengoleksi 44 medali emas, 45 perak, dan 50 perunggu.

Prestasi ini disebutnya cukup membanggakan, walau target mempertahankan tiga besar gagal. Sebab, Kaltim menjadi satu-satunya kontingen di Kalimantan yang mampu mengimbangi dominasi kejayaan atlet-atlet Pulau Jawa. Istimewanya, sukses Kaltim kali ini menjadi kontingen Kalimantan pertama yang menjuarai cabor sepak bola sepanjang sejarah PON,"paparnya.

Yuhdi mengakui, pembinaan cabor-cabor di Kaltim sendiri sebenarnya dilakukan "bapak angkat" hanya beberapa bulan menjelang PON Riau. Namun, melalui pembinaan yang relatif singkat ini, para atlet Kaltim sudah mampu berprestasi maksimal, apalagi kalau pembinaannya berkesinambungan.

"Kita berharap, "bapak angkat" terus dilanjutkan untuk melakukan pembinaan sejak sekarang hingga PON XIX di Jawa Barat, 2016 mendatang. Karena itu bapak angkat cabor kalau bisa jangan dilakukan saat mendekati pelaksanaan PON tatetapi jauh-jauh hari sudah bisa dilaksanakan, dengan begitu pelaksanaan latihan bisa maksimal begitu juga saat trayout, sehingga hasilnya juga maksimal  dalam peningkatan prestasi," ujarnya.

Dilanjutkan, untuk bapak angkat cabor ini, nantinya kita akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengprov yang ada, untuk membuat suatu perencanaan paupun program-program, termasuk berapa biaya yang akan butuhkan,  dimana program-program tersebut akan dilaporkan kepada pak gubernur, yang kemudian melakukan koordinasi  dengan pihak  perusahaan yang  ada di Kaltim. mar/adv

Kebutuhan Daging Dipastikan Terpenuhi

TENGGARONG, Poskota Kaltim

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Kutai Kartanegara, Putu Swartika memastikan kebutuhan daging jelang hari raya Idul Adha di Kutai Kartanegara akan terpenuhi.

Hal itu mengingat jumlah rata-rata kebutuhan konsumsi daging yang masih sesuai dengan jumlah ternak yang dikembangkan masyarakat."Melihat kebutuhan rata-rata konsumsi masyarakat, kami bisa memastikan kebutuhan daging mencukupi sekalipun ada peningkatan kebutuhan daging jelang dan saat hari raya kurban nanti," kata Putu Swartika, Kamis (11/9/2014).

Dijelaskan, di Kutai Kartanegara kebutuhan daging itu rata-rata di kisaran 900 sampai 1000 ekor sapi, sementara untuk kebutuhan daging kambing berada di kisaran 300 ekor.

Hingga saat ini, lanjutnya, adanya peningkatan kebutuhan daging yang disertai peningkatan ekonomi atau daya beli masyarakat serta peningkatan jumlah penduduk disertai dengan peningkatan jumlah peternak penggemukan. Tentunya dengtan peningkatan jumlah peternak itu secara otomatis ada peningkatan kuantitas ternak, sehingga dapat mengiringi peningkatan jumlah kebutuhan masyarakat.

"Saat ini jumlah peternak penggemukan di wilayah kita terus meningkat dan berkembang. Jadi kita tidak terlalu khawatir akan kekurangan daging, sekalipun jelang hari raya kurban," ujarnya.

Untuk pengembangan ternak itu sendiri, pemkab melalui Disnakeswan setiap tahunnya selalu memprogramkan sapi gaduhan. Sapi-sapi bantuan pemerintah yang jumlahnya minimal 500 ekor per tahun itu diharapkan mampu menjadikan Kutai Kartanegara nantinya menjadi kabupaten swasembada daging, setidaknya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani ternak di Kutai Kartanegara.

Namun diakui pula bahwa pada umumnya setiap tahun jelang hari raya, baik hari raya Idul Adha maupun Idul Fitri ada pihak yang mendatangkan sapi-sapi dari luar daerah, yang sengaja untuk diperdagangkan. Datangnya sapi-sapi dari luar daerah tersebut juga membantu ketersediaan daging di Kutai Kartanegara. yd

Jatungnya HOB, Membangun Dengan Konsep Kota Masuk Hutan

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (4)

PJ BUPATI Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) MS Ruslan menjelaskan, dalam membangun Kabupaten Mahakam Ulu, ia  punya mimpi bahwa Kabupaten Mahakam Ulu konsep pembangunannya nanti adalah Kota Masuk hutan, bukan hutan masuk kota, kenapa dikatakan kota masuk hutan, karena rancangan untuk pembangunan kota tidak harus menebang pohon-pohon yang ada, tetapi  tetap dibiarkan tumbuh dan lestari, Karena Kabupaten Mahakam Ulu merupakan jantungnya Hart Of Borneo (HOB) Kaltim.

"Dengan membangun tampa merusak hutan, itu nantinya dampaknya selain untuk pelestarian hutan juga agar anak cucu kita bisa melihat langsung hutan yang asli begitu juga dengan pohon asli Kalimantan seperti Ulin, Bengkirai serta pohonya lainnya semuanya ada dan dibiarkan seperti semula, tanpa harus ditebang,"kata Ruslan.

Ruslan menambahkan untuk pembangunan kawasan perkotaan  di Kabupaten Mahakam Ulu, oleh masyarakat telah menghibahkan tanahnya seluas 950 hekatare,  dimana 450 hektare diantaranya diperuntukkan untuk kawasan perkantoran Pemkab Magulu,   dikawasan tersebut  masih terdapat  pohon-pohon  besar, ada pohon ulin, lokal bengkirai serta beberapa pohon asli kalimantan semua ada  dilokasi tersebut, semua akan  kita pertahankan dijaga dan lestarikan, tidak  perlu kita babat, baru kemudian baru kita tanami lagi, tetapi kita biarkan seperti semula, dmana lokasi tersebut dari  Ujoh Bilang berjarak kurang lebih 5 Km, disana juga ada air terjunnya, sehingga pemandangan masih asri. 

"Oleh karena itu dengan konsep Kota Masuk Hutan, tentu diharapkan dapat memberikan suasana yang sejuk, karena semuanya masih asri, bukan itu saja dengan begitu kita bisa menjaga kelestarian hutan, dimana Kabupaten Mahakam Ulu merupakan jangtungnya Hart Of Borneo  di Kaltim,  jadi HOB ada di Mahakam Ulu," terangnya.

Ruslan menambahkan, yang diutamakaan dulu adalah penyusunan  RTRW dulu, kemudian penyusunan teta ruang ibu kota ujoh bilang, penyusunan detail ruang peta kecamatan, penyusunan master plan pusat perkantoran Pemkab Mahakam Ulu,  penyusunan master plan jaringan jalan pemkab mahakam ulu, penyusunan master plan kawasan perbatasan Pemkaab Mahakam Ulu. Di mana dalam penyususnannya tersebut Pemkab Mahakam Ulu telah bekerja sama dengan dinas instansi terkait  bahkan dengan beberapa perguruan tinggi ditanah air, hal itu sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena kita membangun berwawasan lingkungan sehingga dengan konsep kota masuk hutan pelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik. 

"Semua itu dikerjasamakan dengan perguruan tinggi, sedah berjalan, bahkan sudah ada laporan dari IPB terkait laporan akhir dari pelaksanaan tersebut,"pungkasnya.

Ketika singgung terkait Sumber Daya Aalam (SDA), Ruslan memaparkan, potensi SDA Kabupaten Mahakam Ulu sangat besar, hanya saja tutupan hutan kabupaten Mahulu yang 85 persen, hutan lindungnya adalah paling banyak yakni kurang lebih 30 persen, sedangnkan Areal Penggunaan Lain (APL) itu hanya 18 persen, terlalu sedikit. Inilah yang kawan-kawan di Bappeda terus memperjuangkannya, agar APL kita bisa naik.

"Karena kalau kita membangun di daerah hutan lindung, nantinya akan melanggar hukum, maka dari itu dari  18 persen APLnya  nantinya  bisa lebih besar lagi. bahkan dalam waktu dekat pemerintah Norwegia sebagai nonatur  besar  WWF dan  pemerintah Jepang, akhir bulan September ini duta besarnya akan berkunjung ke Kabupaten Mahulu, ingin melihat langsung perkembangan Mahalu,"papar Ruslan      

Sebagai jantung HOB, Pembkab Mahulu terus menjadi kelestarian alamnya, begitu juga masyarakatnya punya hak untuk menjaga hutan adatnya, dengan begitu hutan tetap terjaga dan lestari dengan kearifan lokal, dimana dalam melakukan pendekan kepada masyarakat adalah pendekan budaya.

"Oleh karena itu, yang pertama kita lakukan adalah landasan dasarnya dulu, sehingga siapun pemimpinnya nanti mereka sudah bisa melanjutkannya saja karena sudah ada acuannya,"kata Ruslan

Terkait dengan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu, menurut Ruslan sangat tinggi, walaupun demikian Mahakam Ulu hanya miskin infrastruktur,  sehingga masyarakat yang ingin menjual hasil kebunnya sangat bingung, mau dijual kemana, karena biaya transportasi di Kabupaten Mahulu sangat tinggi, oleh karena itu kalau ingin masyarakat Mahulu makmur, yang utama harus dibangun adalah infrastrukturnya dulu.

"Jadi kendala utama yang dialami Mahulu adalah pembangunan infrastrukturnya, karena biaya/ongkos naik speedboat menuju daerah tujuan biayanya jutaan, sehingga tidak sebanding dengan apa yang masyarakat jual dari hasil kebunnya, seperti contoh satu tahun yang lalu kita carter speed dari sini menuju long apari itu biayanya mencapai Rp 25 juta lebih, walaupun demikian Pemkab Mahulu akan terus berusaha untuk bisa menuntaskan pembangunan infrastruktur dengan bertahap, dengan demikian  permasalahan yang dialami masyarakat bisa terselesaikan,"pungkasnya. (umar/bersambung) 

Ratusan Rumah di Jl Slamet Riyadi Terbakar

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ratusan rumah petak di Jl Selamet Riyadi  Gang 2,  kelurahan  Karang Asam Ilir Rabu (10/9) dini hari hangus terbakar. 150 warga yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang di Pasar Kedondong  terpaksa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi disekitar pasar yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Sejumlah warga mengatakan bahwa api langsung membesar dan melahap rumah petak dikawasan padat penduduk tepat disamping Pasar Kedondong Samarinda. Konstruksi sebagian besar rumah yang dari kayu membuat api semakin sulit dikendalikan, ditambah akses masuk jalan yang sempit.

Para pedagang yang saat kejadian telah bersiap menuju ke pasar  berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar. Warga di sekitar lokasi kebakaran langsung sigap membantu menyiramkan air ke rumah petak untuk memadamkan api. Namun minimnya ketersediaan sumber air membuat api terus membesar.

Petugaspun terpaksa harus menarik selang hingga 200-300  meter untuk mencapai lokasi kebakaran. Api diduga berasal dari rumah Gondrong, salah satu penghuni rumah petak yang berada di tengah pemukiman. Instalasi listrik yang semrawut diduga menjadi penyebab munculnya api dan menghanguskan seratusan rumah petak pedagang Pasar Kedondong.

Selain rumah para pedagang, api juga menghanguskan 6 lokal Sekolah SMP  Muhamadiyah 2 yang berada tidak jauh dari sumber api. Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa api berasal dari sebuah rumah petak yang berada di tengah lokasi perumahan.

"Sebagian besar warga sudah bersiap untuk ke pasar. Tiba-tiba muncul asap tebal dan api dari dalam rumah Gondrong pedagang buah di kawasan Pasar Kedondong. Karena api langsung besar, wargapun tidak sempat menyelamatkan harta bendannya," kata Solichin.

Sementara itu pihak Polsek Sungai Kunjang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadiaan. Petugas mengumpulkan sejumlah keterangan dari para warga yang menjadi korban termasuk Ketua RT setempat yang juga menjadi korban kebakaran.

Ase pedagang buku di Pasar Kedondong mengaku melihat berbagai kejanggalan pada musibah kebakaran yang dialaminya. Dia yang saat kejadian bertetangga langsung dengan gondrong mengaku terkejut saat api tiba-tiba besar.

"Saya tidak mencium adanya tanda-tanda jika akan terjadi kebakaran tidak terlihat, misalnya bau kabel gosong jika memang konsleting listrik atau ledakan jika diakibatkan kompor," ungkapnya.

Sementara itu, akibat sebagian bangunan sekolah menjadi korban kebakaran, pelajar SMP dan SMU Muhamadiyah Karang Asam diliburkan. Apalagi sebagian warga yang rumahnya hangus terbakar mengungsi di teras sekolah untuk sementara.

"Hari ini mereka kami liburkan , jika sekolah sudah bersih dan anak-anak sudah bebas dari traumanya, maka maka kami akan mulai belajar kembali.  Sementara untuk kelas yang rusak secepatnya pihak sekolah akan melakukan perbaikan," katanya.

Sementara aparat kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan terkait musibah beruntun yang dialami warga kota Samarinda dalam dua hari terakhir. M4n

Bebaskan Tersangka, Warga 'Demo' Polisi

SAMARINDA, POskota Kaltim

Tidak terima karena pelaku pencurian kendaraan bermotor yang diamanakan warga di bebaskan polisi, puluhan warga Jl Pangeran Patimura Samarinda Seberang mendatangi Kantor Polsekta Samarinda Seberang. Aksi ini sempat menimbulkan kemarahan dari anggota polisi yang tidak terima kantornya di demo warga.

Keributan pun tidak bisa dihindarkan salah seorang berpangkat Brigadir, anggota unit Intelkam Polsekta Samarinda Seberang mengamuk saat melihat sejumlah warga yang sebagian besar anak-anak dan ibu-ibu ini mendatangi Kantor Polsekta Samarinda Seberang.

Turun dari motornya, Brigadir S langsung menantang warga yang ada di halaman ruang Reskrim Polsekta Samarinda Seberang. Bahkan salah satu warga yang ada ditempat itu langsung ditarik dan didorong. Meski sejumlah anggota polisi lainnya berusaha mengamankan pelaku, oknum polisi ini tetap saja mengamuk. Setelah bersusah payah petugas lainya akhirnya bisa mengamankan pelaku.

Kepada sejumlah wartawan Warga mengaku bahwa kedatangan mereka adalah untuk menanyakan alasan pihak kepolisian melepaskan pelaku pencurian kendaraan motor yang diserahkan warga kepada polisi.

"Kita datang kesini bukanmau menyerang, mana ada orang menyerang membawa anak-anak dan ibu-ibu. Justru kedatangan kami kesini adalah untuk menanyakan alasan pelepasan pelaku pencurian yang diserahkan warga dua hari lalu," kata ibu Eka.

Eka mengatakan bahwa sejumlah saksi sudah menyampaikan perihal perbuatan pelaku yang terang-terangan mengambil dan membawa kendaraan itu kebeberapa tempat untuk ditawarkan untuk digadai.

"Kami sudah membuat laporan ke pihak kepolisian, namun herannya sejak kami buat laporan meski mengendaraan motor itu pelaku tidak pernah ditangkap," katanya.

Baru dua hari lalu , lanjutnya pelaku diamankan oleh warga dan kemudian di serahkan kepada pihak kepolisian.

Anehnya meski sudah menjalani masa penahanan dua hari pelaku ternyata dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Dari itu lanjutnya selasa malam warga mendatangi Kantor Polsek Samarinda Seberang untuk menyampaikan aspirasinya. " Jangan sampai ketika polisi yang menangkap orang bukan maling dipaksa untuk mengaku menjadi maling, namun ketika warga yang nangkap, meski maling justru dikatakan bukan maling," kata Eka.

Sementara itu Ramdan, warga Samarida Seberang mengaku bahwa warga terkejut pasalnya salah satu pelaku pencurian motor yang diamankan warga dua hari lalu ternyata dibebaskan polisi.

Warga kaget dengan alasan kepolisian yang mengatakan bahwa polisi tidak menemukan cukup bukti untuk menjerat pelaku pencurian, padahal warga telah membawa dua orang saksi yang melihat pelaku mencuri dan menggadaikan motor curianya itu.

"Jika motor curian yang dianggap bukti, warga justru mempertanyakan kinerja kepolisian, bagamana bisa bukti dicari sementara pelaku sendiri dibiarkan keluar bebas," ujarnya.

Sementara itu untuk mendalami kasus ini pihak kepolisian polresta samarinda langsung menurunkan sejumlah penyidiknya untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap sejumlah saksi yang diajukan warga. Namun pelaku yang sempat di laporkan warga hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian pihak kepolisian. M4n

BPBD Siapkan Rp 10 Miliar

Antisipasi Kebakaran Hutan dan lahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala BPBD Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, mengalokasikan anggaran sebesar  Rp10 miliar. Anggaran itu akan digunakan  untuk mengantisipasi berbagai bencana termasuk kebakaran hutan dan lahan.

"Kaltim termasuk Kaltara merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu ada alokasi anggaran untuk melakukan antisipasi," ujar Wahyu Widhi Heranata, kemarin.

Menurutnya, dana tersebut secara umum sebagai bentuk antisipasi penanggulangan bencana alam di Kaltim dan Kaltara.

“Dana ini untuk penanggulangan bencana. Bisa juga digunakan untuk kebakaran hutan dan lahan, jika memang dinyatakan darurat asap,” katanya.

Belakangan ini, tiga satelit yang rutin melakukan pemantauan setiap hari selalu menemukan adanya titik api. Tiga satelit tersebut yakni Terra, Aqua dan NOAA-18.

“Kemarin (9/9), terpantau sebanyak 52 titik api. Kabupaten Nunukan 15 titik, Kutai barat 9 titik api, Kabvupaten Berau 8 titik, Kabupaten Paser 5 titik, Bulungan 4, Kutai Timur 3 titik, Mahakam Ulu 2 dan Kabupaten Kutai Kartanegara 1 titik api,” beber Wahyu.

Meski mulai memasuki musim kemarau, Kaltim tergolong cukup aman lantaran hujan masih turun kendati hanya sesaat. “Beruntung karena masih ada hujan walau sebentar. Padahal kita sudah mulai masuk di musim kemarau,” ujar Wahyu.

Antisipasi kebakaran hutan dan lahan jelang musim kemarau ini sejatinya sudah dilakukan sejak Juli lalu. “Rapat koordinasi sudah menyepakati antisipasi melibatkan seluruh instansi pemerintah dan LSM peduli kebakaran hutan,” katanya lagi.

Wahyu juga menuturkan, UPTD Dinas Kehutanan, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) terus memantau perkembangan titik api. Dinas Perkebunan dan DInas Pertambangan turut dilibatkan secara berkala memantau aktifitas usaha perkebunan dan pertambangan.

Diketahui, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, sekitar Oktober-November Kaltim akan merasakan dampak El Nino, alias musim kering. tha

Robby Ingin Tetap Bela Pusam

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemain libero nasionl Muhammad Robby mengaku ingin tetap bertahan di tim Putra Samarinda untuk musim depan, meskipun sejumlah klub telah menawarinya bergabung.

"Kalau memang dipertahakan oleh manajemen saya akan tetap membela Pusam, karena saya sudah merasa betah disana (Samarinda-red),"terang M Robby dihubungi dari Samarinda, Rabu (10/9).

M Robby memang seperti sudah menjadi ikon bagi tim berjuluk "Pesut Mahakam", karena dia merupakan satu-satunya pemain yang paling lama bertahan di klub Pusam, tercatat M Robbby sudah empat musim bergabung dengan skuad Pusam.

"Nuansa kekeluargaannya yang membuat saya betah, mulai dari manajemen, pemain dan juga pelatih,"terang M Roby.

Kapten tim Pusam dua musim tersebut, mengaku sudah ada beberapa klub yang menawarinya bergabung,meskipun dia enggan untuk membuka nama klub tersebut.

"Pokoknya ada, tapi saya belum merespon, karena saya masih menunggu keputusan manajemen Pusam,"terang Robby.

Disinggung rencana perpindahan "home base" Pusam untuk musim depan diluar dari Samarinda, Robby menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada manajemen.

"Saya tidak ada hak untuk mengomentari hal tersebut, itu urusan manajemen, karena saya juga sebagai pemain dikontrak oleh manajemen," tutur Roby.

Sejak diliburkannya Pusam, karena gagal menembus babak delapan besar, Robby langsung bergabung dengan skuad timnas senior, di Yogyakarta.

Namun dia mengatakan, akan segera meluncur ke Samarinda bila ada pemanghilan dari manajemen Pusam terkait persiapan untuk musim depan. at

Polisi Bekuk 2 Pengedar Narkoba

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Aparat kepolisian dari Polresta samarinda berhasil meringkus 2 pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu di  Jl Padat Karya Gang Suku RT 64.  Kedua tersangka adalah Sugianur(36) dan Samsul(38). Mereka tertangkap tangan memiliki barang bukti 2 poket sabu-sabu seberat 6,93 gram. Tidak itu saja, polisi juga menyita 2 telpon seluler. Tersangka ditangkap Selasa (9/9) pukul jam 20.00 wita. 

Tersangka sempat melarikan diri lewat pintu jendela kamar, saat mengetahui kedatangan aparat kepolisian. Namun aksi itu berhasil dicegah. Aparat kepolisian berhasil meringkus tersangka.

Saat dimintai keterangan aparat kepolisian, tersangka mengaku khanya menjual berdasarkan pesanan dari seseorang. Dan barang haram itu diedarkan di seputaran Jl Padat Karya.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Bambang saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. "Kedua tersangka akan dijerat pasal 114, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara," tuturnya. opi

Samarinda Juara

Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Tahun ini Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kota Samarinda kembali menjadi juara pertama dalam ajang lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat provinsi.

Selanjutnya, berhak mewakili Kaltim dalam ajang lomba tingkat nasional di Makassar Sulawesi Selatan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34 tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada 6-11 November mendatang.

Dalam ajang lomba cipta menu B2SA tingkat provinsi ini, Ketua TP-PKK Kaltim Hj Ence Amelia Suharni Faroek mengatakan penyusunan menu dalam keluarga harus memenuhi angka kecukupan energi (AKE).

Hal ini lanjut Amelia, sesuai dengan anjuran pedoman gizi seimbang bagi anggota keluarga yang harus memenuhi AKE. “Rata-rata perkapita perhari sebesar 2.150 kalori,” kata Amelia Faroek pada Lomba Cipta Menu B2SA di BKPP Kaltim, Rabu (10/9).

AKE ini terlihat atau diukur dalam bentuk porsi makan yang dikonsumsi setiap anggota keluarga. “Termasuk komposisi makanan berdasarkan kelompok umur harus disesuaikan dengan kecukupan energi dengan pola B2SA,” jelas Amelia Faroek.

Dia mengharapkan penyelenggaraan lomba cipta menu B2SA baik tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota serta provinsi ini mampu menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan serta kualitas dalam peningkatan gizi keluarga.

Selain itu, para kader PKK yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dituntut berperan aktif mendukung sekaligus membantu program cadangan pangan masyarakat. “Khususnya melakukan pemanfaatan pekarangan kering maupun basah untuk pemenuhan pangan,” harap Amelia Faroek.

Sementara itu Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asaddin menyebutkan peserta lomba cipta menu B2SA tahun ini diikuti delapan dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. “Berau dan Mahakam Ulu tidak berpartisipasi dalam lomba tahun ini,” ujarnya.

Fuad mengemukakan peserta lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya lokal diwajibkan membuat menu untuk satu keluarga masing-masing ayah usia 42 tahun, ibu (39 tahun) serta anak perempuan (14 tahun) dan anak laki-laki (10 tahun).

Bahan pangan yang digunakan dalam menu B2SA adalah bahan pangan yang mudah didapat serta tersedia setiap waktu dan harga terjangkau biasa dikonsumsi masyarakat . “Bahan pangan lokal sumber karbohidrat selain beras dan terigu,” ujar Fuad Asaddin.

Juara 2 dan 3 diraih Kutai Barat dan Balikpapan, sedangkan Harapan 1 dimenangkan Bontang, Harapan 2 dan 3 diperoleh Kutai Timur dan Paser. Tampak hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan HM Sa’bani dan para kepala BKPP serta ketua TP-PKK kabupaten dan kota se-Kaltim. mar

Hutan Kaltim Tentukan Strategi Pembangunan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pertanian, Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup (LH), Prof Dr Sigit Hardwinarto mengatakan saat ini kondisi hutan Kaltim merupakan salah satu yang turut mempengaruhi jalannya pembangunan. Sehingga kedepan keberadaannya patut diperhitungkan untuk menentukan strategi pembangunan daerah maupun negara.

"Namun demikian, pembangunan hutan dan kehutanan Kaltim saat ini mengalami keadaan yang cukup sulit. Hal ini nampak diantaranya dengan kondisi lahan-lahan kritis yang semakin bertambah. Karena itu, komitmen semua pihak sangat diperlukan dalam mendukung keseimbangan lingkungan hidup, terutama terhadap pemanfaatan hutan. Sebab, saat ini masih lembahnya disiplin serta komitmen beberapa pihak terhadap pemanfaatan hutan yang akhirnya ikut mempercepat proses kerusakan hutan dan memberi dampak lain terhadap keseimbangan lingkungan hidup,” papar  Sigit Hardwinarto saat membuka seminar internasional hutan tropis di Aula Rektorat Universitas Mulawarman, Rabu (10/9).

Menurut Sigit, Kaltim memiliki hutan tropis yang cukup luas dan termasuk yang terbesar di Indonesia. Hutan tropis penting artinya dalam mengelola keseimbangan ekologis yaitu sebagai penyerap, sumber maupun penampung Gas Rumah Kaca (GRK), di samping sebagai sumber kehidupan dan penyimpan warisan budaya yang kini telah mendapat perhatian khusus.

Selain itu ekosistem hutan juga merupakan penyedia jasa sebagai habitat berbagai macam species biologi dan penyimpan sumber daya genetik bagi makanan dan obat-obatan. Karena itu, pemerintah menyadari bahwa pencegahan dan penanggulangan terhadap kerusakan hutan harus dilaksanakan semaksimal mungkin, bukan hanya sebatas slogan saja. Termasuk, kegiatan rehabilitasi hutan juga harus ditangani secara serius dan dengan komitmen moral dari tingkat pusat sampai ke daerah.

”Kerusakan hutan banyak diakibatkan oleh kebakaran hutan, illegal logging, perambahan, pengelolaan hutan yang tidak lestari dan pengelolaan hutan yang tidak mengindahkan asas konservasi. Apalagi, illegal logging merupakan permasalahan yang sangat sulit diberantas,” jelasnya.

Menyadari semakin parah kondisi sumberdaya hutan, maka tidak ada hal lain yang dapat diperbuat, kecuali dengan meningkatkan komitmen untuk melakukan usaha-usaha nyata di lapangan. Misal, dengan melakukan tindakan proaktif untuk melindungi hutan dari bahaya kehancuran seperti yang dibuktikan Pemprov Kaltim yang telah mencanangkan dan menggerakkan program Kaltim Green dengan kewajiban satu orang menanam lima pohon (one man five trees) sejak 2010.

“Melalui program Kaltim Green telah ditanam puluhan juta pohon. Hingga kini dan ke depan, Kaltim Green terus digalakkan tanpa henti yang tentunya juga perlu mendapat dukungan semua pihak dan masyarakat secara luas, sehingga keseimbangan lingkungan hidup dan kelestarian hutan dapat terjaga dengan baik,” jelasnya. mar

Karyawan PT UCI Laporkan Bosnya ke Polda

Buntut 5 Bulan Tak Digaji

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah melaporkan PT UCI ke Polres Samarinda, atas keterlambatan gaji, karyawan perusahaan tambang batubara tersebut kembali melaporkan  ke Polda Kaltim, kemarin.

Karyawan menuding perusahaan telah melanggar undang-undang 13 tahun 2003 Pasal 169 huruf A dan B tentang Ketenagakerjaan. Mereka yang tak mendapatkan upah dari pihak perusahaan selama 5 bulan itu terpaksa membawa kasus ini ke pihak berwajib.

Karyawan menilai,  perusahaan tersebut tak memiliki niat baik untuk membayar tunggakan gaji, sehingga karyawan merasa perlu mengadukan nasib mereka.

Perwakilan karyawan PT UCI, Firhan mengatakan, selain tak dibayar gaji mereka, pihak perusahaan juga memotong 3 persen gaji mereka.

"Gaji kami juga dipotong dengan alasan untuk pembayaran biaya kesehatan karyawan," katanya.

Sebelumnya karyawan dan pihak perusahaan telah menggelar mediasi lebih dari dua kali. Namun upaya mediasi tersebut belum membuahkan hasil karena kepala perusahaan tidak hadir dalam pertemuan itu dan mewakilkannya.

Anehnya lagi, katanya, Perwakilan menejemen yang dikirim ternyata tak bisa mengambil keputusan. "Ya kalau begini kan sama saja kami dibohongi," tegasnya.

Karyawan bertekad akan terus berupaya mendesak pihak perusahaan PT UCI untuk segera memberikan gaji beserta hak-hak yang sesuai dengan peraturan yang ada.

"Kami akan terus berusaha memperjuangkan hak karyawan. Kasihan mereka sudah banting tulang bekerja tapi tidak mendapatkan gaji," pungkasnya. tha

KDRT dan Kekerasan Seksual Tertinggi

P2TP2A Kaltim Tangani 178 Kasus

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua P2TP2A  Kaltim Hj Eka Komariah Kuncoro menyampaikan bahwa sejak terbentuknya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim pada 2009 hingga 2013 telah menangani sebanyak 178 kasus dan tertinggi adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

"Pada tahun pertama sejak pendirian lembaga ini telah menangani 6 kasus KDRT, namun pada tahun kedua penanganan kasus meningkat seiring dengan tingginya kasus di masyarakat yang melalporkan ke P2TP2A Kaltim. Misalnya, tahun 2010 kasus yang ditangani sebanyak 29 kasus terdiri 15 KDRT, kekerasan seksual lima kasus, penelantaran dan hak asuh anak masing-masing tiga serta kekerasan masa pacaran dua dan penculikan satu kasus,"papar Eka Komariah Kuncoro kepada media belum lama ini.

Eka Komariah menambahkan, pada tahun 2011 terjadi peningkatan lagi mencapai 49 kasus dan tertinggi KDRT (30 kasus) dan kekerasan seksual sembilan kasus. Walaupun jumlah kasus yang ditangani fluktuatif sebut Eka Komariah, namun trennya meningkat. “Kasus-kasus ini seperti gunung es dan semakin kita gali semakin banyak temuan di masyarakat.

"Data terakhir hingga 2013 penanganan kasus oleh P2TP2A Odah Etam untuk KDRT sebanyak  93 kasus, kekerasan seksual 29 kasus, penelantaran 19 kasus serta Hak asuh anak 15 kasus, kekerasan masa pacaran lima kasus, penganiayaan 11 kasus dan penculikan enam kasus,"ujarnya.

Diterangkan,  saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kasus KDRT maupun kekerasan seksual termasuk pelentaran, hak asuh anak, kekerasan masa pacaran, penganiayaan serta penculikan tetapi masih sedikit yang berani melaporkan ke lembaga ini.

"Padahal, keberadaan lembaga ini guna memfasilitasi penyeediaan pelayanan untuk masyarakat baik fisik maupun non fisik meliputi informasi dan data, rujukan, konsultasi (konseling) serta pendampingan apabila terjadi kasus serta pelatihan keterampilan,"tandasnya.

Komariah mpula nambahkan, bahwa pemicu terjadinya kasus-kasus kekerasan maupun penganiayaan dalam rumah tangga dan masyarakat akibat salah pemanfaatan teknologi informasi, sehingga terjadi konflik dalam keluarga maupun masalah seksual.

“Tidak dipungkiri era globalisasi dan pemanfaatan IT  juga salah satu pemicu kasus-kasus konflik dan seksual. Misalnya, bermain facebook yang mengarah pada perselingkuhan. Ditambah lagi jarang berkumpul sesama anggota keluarga,” jelasnya.

Selain itu, pergaulan yang terlalu bebas serta kesibukan para orang tua dan anak-anak diluar rumah. “Keterbukaan informasi mampu merusak prilaku dan moral masyarakat khususnya lingkup terkecil atau keluarga,” ujar Komariah.

Dia menambahkan guna mengantisipasi terjadinya kasus KDRT maupun kekerasan lainnya diperlukan kepedulian semua pihak. “P2TP2A sebagai mitra pemerintah melakukan pelayanan bagi korban kekerasan melalui pendampingan dan advokasi,” ungkapnya.

Pada dasarnya lanjut Komariah, P2TP2A Odah Etam melakukan pelayanan bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan sekaligus berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan guna terwujud kesetaraa gender dan kesejahteraan keluarga di Kaltim.

“Kami sabagai mitra pemerintah daerah dan atas dukungan Gubernur Awang Faroek Ishak merasa berkepentingan untuk memberikan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak di Kaltim,” tandasnya. mar

Diduga Dibakar, 10 rumah di Sempaja Utara Hangus Terbakar

57 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

 

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Api kembali mengamuk di Samarinda. Ironisnya kali ini bukan lagi akibat kompor gas, atau konsleting Listrik, isu yang beredar justru kebakaran ini justru disengaja.

Pelakunya diduga tiga pelajar sekolah kejuruan di Samarinda yang sebelumnya sempat ribut dengan pemilik kos tempatnya tinggal, ketiganya kini menjadi orang yang paling dicari oleh warga sekitar. Pasalnya api yang menghanguskan rumah warga diduga berasal dari kamar kos mereka.

 Sejumlah warga yang ditemui Poskota Kaltim selasa pagi di Gang Rahman RT 01 Sempaja,  yang menjadi korban kebakaran selasa dini hari masih berada disekitar rumah mereka. Mereka terlihat berusaha mencari barang-barang berharga yang tidak sempat diselamatkan saat terjadi kebakaran selasa dini hari.

Sejumlah warga saat ini masih memilih tinggal disekitar rumah mereka, sekaligus menunggu rumah mereka dibangun kembali.

Sedikitnya 8 bangunan rumah tunggal dan 2 rumah petak dengan 10 pintu hangus terbakar, akibatnya kejadian ini sedikitnya 50 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah warga mengatakan bahwa kebakaran diduga disengaja  oleh salah satu penghuni kos yang menjadi tempat asal api, keributan  yang terjadi sebelum kebakaran diduga menjadi penyebab salah satu anak kos yang masih duduk di sekolah menengah kejuruan itu diduga melakukan aksi nekadnya.

"Sebelum kebakaran salah seorang warga sempat menyium bau bensin, namun tidak terlalu lama api langsung membesar dan menyebar hingga menghanguskan rumah warga," kata Siti Mariamah.

Konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu dan berdempetan, membuat api dengan cepat membesar dan menyebar kesejumlah rumah di Rt 01, selain itu

lokasi kejadian yang berada jauh didalam gang membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan masuk kelokasi, akibatnya dengan peralatan seadanya warga pun berusaha memadamkan api, meski menggunakan ember.

Beruntung satu unit mesin portebel milik badan penanggulangan bencana kota Samarinda tiba dilokasi, dengan memanfaatkan sumur dan air parit disekitar lokasi, petugas akhirnya bisa menguasai api.

Sementara itu Ketua Rt 01 sempaja utara Ahmad Hasan mengaku bahwa saat ini para ia dan para warga saat ini masih mencari keberadaan para anak kos yang menempati rumah kos tersebut.

Ahmad Hasan mengatakan bahwa keributan yang terjadi antara anak kos dan pemilik kos itu diduga menjadi penyebab kebakaran itu.

"Kami masih mencari 3 orang pelajar yang menghuni kos itu, saya mau tanya saat kebakaran mereka ada dimana, karena sejumlah warga melihat bahwa mereka sudha tidak ada dirumah itu saat terjadi kebakaran, " kata Ahmad.

Api akhirnya dapat dipadamkan setelah satu jam setengan petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan  juta rupiah.

Sementara itu kasusnya sendiri saat ini masih dalam penyelidikan polsekta Samarinda Utara. M4n

RSI Ibnu Sina Wajib Tampung Tenaga Kesehatan Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak memberikan dukungan tinggi terhadap pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Balikpapan di Jalan Soekarno Hatta Km 9 Balikpapan dengan luas lahan mencapai 2.070 ha.

Awang berharap agar setelah pembangunan tersebut selesai, diharapkan mampu menampung tenaga kesehatan dari daerah ini, baik tenaga dokter, perawat, kebidanan serta staf administrasi wajib diterima dari sumber daya daerah.

“Sesuai komitmen saya bersama semua jajaran Pemprov Kaltim, semua aspirasi masyarakat yang baik pasti kami terima. Apalagi, hal ini terkait pembangunan rumah sakit. Saya dan jajaran Pemprov Kaltim siap mendukung. Tetapi, yang terpenting adalah SDM yang diterima untuk mendukung aktivitas tersebut dari daerah ini,” kata Awang Faroek Ishak usai mendengarkan presentasi Pengurus Yayasan Madinatul Iman Balikpapan terkait rencana pembangunan RSI Ibnu Sina Balikpapan di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa (9/9).

Mendukung rencana pembangunan tersebut, diharapkan pengurus yayasan rumah sakit dapat menyiapkan persyaratan yang harus dilengkapi, sehingga dapat diusulkan untuk mendapatkan dukungan melalui bantuan sosial Pemprov Kaltim dari dana hibah.

Meski demikian, untuk menyukseskan pembangunan ini, maka diharapkan dukungan anggota DPRD Kaltim dan DPRD Kota Balikpapan sangat diperlukan, sehingga pembangunan tersebut dapat terwujud.

“Aspirasi seperti ini, diharapkan para anggota DPRD Kaltim maupun Balikpapan dapat mengetahui. Sehingga dengan demikian bisa bersama-sama mendukung pembangunan rumah sakit tersebut. Apalagi, rumah sakit ini akan memberikan peluang besar bagi tenaga kesehatan yang dimiliki daerah untuk bekerja. Karena itu, pembangunan ini wajib didukung,” jelasnya. mar

SKPD Harus Dukung Program Pertanian

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Guberur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kaltim bisa membuat koperasi untuk mendukung  dan menunjang pengembangan program pertanian arti luas di Kaltim. Ini sekaligus mendukung pencanangan program ketahanan dan kemandiran pangan yang ditetapkan dalam Visi Kaltim Maju 2018.

"upaya tersebut sebagai upaya memenuhi persedian pangan berbasis kemandirian, khususnya untuk  menjamin ketersediaan enam komoditas utama pangan seperti beras, jagung, kedelai, ubi kayu, daging sapi. Sebagai contoh, melalui koperasi SKPD bisa mengambil 2 ribu ekor sapi untuk dikembangkan, sehingga dapat medukung perwujudan target pembangunan sektor peternakan 2 juta ekor sapi hingga 2018,” papar Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.

Awang Faroek menambahkan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Peternakan (Disnak) menetapkan target pembangunan jangka menengah (RPJMD) 2013-2018 bidang peternakan melalui pengembangan 2 juta ekor sapi untuk mewujudkan swasembada pangan di Kaltim. Secara mandiri memenuhi kebutuhan konsumsi daging melalui produksi ternak lokal. Tidak hanya itu, melalui koperasi tersebut SKPD diminta mengembangkan sektor pertanian tanaman pangan seperti singkong gajah yang mulai digalakan di Kaltim

“Selain mendukung program ketahanan dan kemandiri pangan, program ini sekaligus dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kalau SKPD kaya dari hasil usaha tidak masalah,” tegasnya.

Menurutnya, pola fikir SKPD harus dirubah tidak hanya menggunakan anggaran, tapi juga harus mampu menghasilkan. “Prinsipnya semua harus ada perubahan. Semua harus dimulai dari sekarang,” tukasnya.

Selain itu, Awang Faroek  berharap pemanfaatan lahan tersebut lebih baik dilaksanakan sejak dini dari pada terlambat. Karena itu, setiap perusahaan tambang saat ini harus memiliki program, sebelum perusahaan tersebut ditutup. Termasuk yang dimiliki Kuasa Pertambangan (KP) batu bara yang dikeluarkan pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim.

"Karena itu, lahan tersebut harus dikelola dengan baik. Sehingga rakyat di Kaltim tidak menderita. Jadi, wajib perusahaan tambang mengembalikan lahan yang tidak dimanfaatkan kepada pemerintah. Apalagi, perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi. Sehingga lahan yang tidak digunakan tersebut bisa digunakan untuk pengembangan program pertanian dalam arti luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Dari pemanfaatan tersebut, lahan itu diharapkan dapat dimanfaatkan pengembangan peternakan, pertanian, perikanan dan perkebunan. Bahkan diharapkan dapat menyukseskan ketahanan pangan Kaltim, mulai dari pengembangan padi, jagung, kedelai, singkong, sapi dan ikan.

Melalui program pengembangan pertanian dalam arti luas tersebut dengan memanfaatkan lahan eks tambang.

“Untuk perusahaan tambang, seperti Kitadin hingga PT KPC diharapkan bisa menyumbang untuk masyarakat mencapai 250.000 ekor selama lima tahun. Tetapi, yang paling besar harus diberikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni setiap hektar harus ada tiga ekor sapi yang dipelihara. Karena, itu masuk dalam program kemitraan antara kebun dengan sapi. Jadi, saya yakin program pertanian dalam arti luas di Kaltim dapat terwujud,” jelasnya.

Mewujudkan itu semua, maka setiap perusahaan dapat membantu dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki dari program penutupan tambang tersebut. Karena itu, semua perusahaan wajib melakukan program tersebut.

Selain itu, agar menyukseskan program tersebut, maka penyuluh di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan harus diperbanyak. Terutama penyuluh peternakan. Karena, para peternak jangan dibiarkan beternak tanpa ada penyuluh.

Bahkan, untuk menyukseskan peternakan masyarakat, perlu adanya pasar peternakan di masing-masing daerah dan seluruh perusahaan besar di kabupaten/kota harus bisa menyiapkan lahan untuk pembangunan tersebut.

“Saya yakin program pertanian dalam arti luas ini, terutama peternakan yang memanfaatkan lahan eks tambang batu bara dapat sukses,” jelasnya. mar

Nasib Bus Kian Terjerumus

Angkutan Tak Resmi Kian Merajalela

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pengusaha dan sopir bus angkutan dalam kota di Kalimantan Timur  mengeluhkan maraknya aksi angkutan gelap yang berkeliaran di sekitar terminal Lempake, Samarinda Utara, Samarinda. Akibat taksi gelap ini, banyak rute bus yang harus tutup akibat kekurangan penumpang.

Menurut seorang sopir bus, Muslimin, ada tiga rute yang terpaksa ditutup akibat tak ada penumpang. Rute tersebut antara lain Samarinda–Berau, Samarinda–Sangkulirang, dan Samarinda–Muara Wahau.

“Sebenarnya bukan karena persoalan jalan yang rusak yang membuat tiga rute ini tutup, namun keberadaan taksi gelap ini,” kata Muslimin, kemarin.

Awalnya sempat diinformasikan jika penutupan rute ini akibat infrastruktur jalan yang rusak. Namun seiring waktu, akses jalan sudah diperbaiki dan kini telah baik. Namun karena minim penumpang, rute ini tak pernah dibuka kembali.

“Pernah waktu itu dulu kita buka lagi rute ke Berau, tapi penumpangnya hanya sembilan orang, mana bisa menutupi ongkos jalan bus. Kalau soal infrastruktur jalan, sekarang  sudah begini (jempol),” katanya.

Para sopir bus tidak meminta taksi gelap untuk dihentikan. Mereka hanya meminta agar aktivitas taksi gelap itu tidak dilakukan di sekitar terminal karena mengurangi jumlah penumpang mereka.

“Taksi gelap ini perkembangannya terlalu pesat sekarang, makanya penumpang turun. Silahkan saja mau cari (penumpang) di mana, yang penting jangan mengganggu di terminal di sini,” katanya.

Dari pantauan di sekitar terminal, keberadaan taksi gelap memang cukup mencolok. Mereka mencari penumpang persis di depan pintu masuk Terminal Lempake. Sehingga, saat ada penumpang yang ingin masuk ke terminal, langsung ditawari oleh calo taksi gelap.

Bahkan saat sopir bus menggelar aksi mogok pada Minggu (7/9/2014) kemarin, taksi gelap ini mencari penumpang di dalam terminal. Hal inilah yang sangat disesalkan oleh sopir bus.

Sebelumnya, selama empat hari sopir bus di Terminal Lempake menggelar aksi mogok bekerja. Mereka enggan membawa penumpang karena kesulitan BBM saat mengantre di SPBU. Selain persoalan BBM, para sopir juga mengeluhkan maraknya taksi gelap ini.

"Kami berharap akan ada solusi dari pemerintah dalam menangani hal ini. Pemerintah harus tegas dalam tindakan dan pengawasan," pintanya. tha

Calhaj Samarinda Waspadai Mers-cov dan Ebola

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Jemaah calon haji (calhaj) Kota Samarinda diminta lebih berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Salah satunya dengan tidak membeli makanan disembarangan tempat.

"Kalau ingin membeli makanan, harus dilihat kebersihan dan kesehatannya. Jangan sampai setelah mengkonsumsi, justru terjangkit virus dan terserang penyakit, sehingga akan terganggu melaksanakan prosesi ibadah haji,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, drg. Nina Endang Rahayu MKes.

Menurutnya, masalah makanan mesti benar-benar diperhatikan. Meskipun memasak sendiri, tetap harus dijaga kebersihannya.

"Sebab, virus penyakit bisa masuk ke dalam makanan yang dikonsumsi. Makanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, sebelum dan sesudah makan, hendaknya mencuci tangan yang bersih," ujarnya.

Selama berada di Tanah Suci, Nina menyarankan jamaah haji Samarinda lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan demi menjaga agar badan tetap segar dan fit. Berikut mengkonsumsi suplemen agar ketahanan tubuh terjaga dengan baik. Mengingat kondisi iklim di Arab Saudi berbeda dengan di Tanah Air, sebaiknya jamaah juga banyak minum air putih agar tidak kehilangan cairan dalam tubuh. Lebih lanjut Nina menyatakan, tahun ini program pemeriksaan diberlakukan satu pintu. Hal ini untuk mengetahui dan memberikan kepastian tentang pemberian vaksin, dan lebih rapi pendataannya.

"Kami mengharapkan agar pemeriksaan bisa lebih terkontrol baik saat akan berangkat maupun sepulang dari Tanah Suci nantinya. Mengingat rata-rata usia calon haji tidak muda lagi, pola hidup sehat harus diberlakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga teratur," ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, istirahat yang cukup dan jangan stres. Berusahalah agar jiwa selalu tenang. Sebab, semua itu bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Soal potensi penyakit mers-cov dan ebola, ia juga meinta agar perlu perhatian bersama. Namun, apabila calon jamaah mematuhi seluruh aturan dan anjuran yang diberikan petugas, maka penyakit tersebut kemungkinan besar tidak akan menjangkiti jamaah haji asal Samarinda.

"Kami dari Dinas Kesehatan meminta kepada seluruh jamaah untuk selalu aktif melaporkan keadaan kesehatannya pada pos kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit agar kesiapan keberangkatan ke Tanah Suci dan dalam menjalankan ibadah nantinya tidak terhambat," pungkasnya. aon

Istri Wapres akan Kembali Berkunjung ke Samarinda

Tinjau Kampung Tenun dan Pengelalolaan IPAL

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Herawati Boediono kembali dijadwalkan akan berkunjung ke Kota Tepian  tanggal 18 September mendatang.   Kedatangan istri Wakil Presiden RI Boediono ini tidak sendiri. Rencanannya akan didampingi Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.

Selama empat jam berada di Samarinda, rencanannya Herawati juga akan meninjau sejauh mana realisasi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah, Red) yang dibangun atas bantuan Kementerian LH di Kampung Tenun tadi.

Dalam rapat persiapan penyambutan, Senin (08/09) lalu, Ketua Dekranasda Samarinda Hj Puji Setyowati  mengatakan maksud kedatangan  Herawati nanti untuk melihat sejauh mana progres kegiatan hasil dari program Dekranasda Samarinda yang menjadikan kampung tenun sebagai objek wisata andalan.

Dalam rapat yang berlangsung di atas kapal Pariwisata ini, Ketua TP PKK mengatakan pada intinya kehadiran Ketua Dekranas nanti ingin melihat lingkungan di sekitar para pengrajin kampung tenun termasuk sasaran terpenting adalah  realisasi pengoperasian IPAL  setelah diserah terimakan ke daerah.

 Masih kata Puji, setelah  dua jam berada di kampung Tenun, rombongan Dekranas juga nantinya akan berkunjung ke kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur di Jl Gajah Mada, sebagai bentuk apresiasi Dekranas kepada BI yang telah mendukung pengembangan kampung tenun di Samarinda.

Sebelumnya, pada tanggal 14 Maret 2012 silam, ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pusat  Hj Okke Hatta Rajasa telah mencanangkan kampung tenun Samarinda Seberang sebagai tujuan wisata nasional yang merupakan bagian dalam program Dekranas Berseri—Bersih, sehat, ramah, rapi dan indah. Sejak itu, kini Dekranas Samarinda terus menggenjot penataannya.

Sementara, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang saat memimpin rapat tersebut meminta seluruh panitia agar maksimal melakukan persiapan penyambutan ibu RI 2 ini di kota Tepian.

Termasuk menyiapkan aneka produk kerajinan kota Samarinda, seperti batik Kaltim, manik-manik, ukiran kayu hingga makanan khas seperti amplang, abon dan lainnya di rumah tua. hms/adv

Air Surut Pengaruhi Harga Kebutuhan Masyarakat

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (2)

PERJALANAN rombongan jurnalistik yang menggunakan kapal taxi tidak semulus perkiraaan rombongan. Pasalnya malam harinya media ini mendapatkan informasi dari pemilik kapal taksi Dayak Lestari pak Anyeq. Dia baru saja mendapatkan kabar melalui telpon selulernya. Air mahakam bertambah surut, sehingga kapal kemungkinan tidak sampai tujuan ke Ujoh Bilang, tetapi hanya sampai paling jauh di Kecematan Long Hubung atau Datah Bilang.

Bahkan Anyeq memaparkan bahwa air mahakam sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran khususnya untuk kapal taksi menuju daerah hulu mahakam. Pasalnya semakin air besar, semakin sedikit kendala bahkan tidak ada, kecuali kendala teknis dari kapal itu sendiri, seperti ada kerusakan mesin atau hal lainnya. sehingga dengan leluasa kapal bisa lancar tanpa takut tersangkut di karangan.

Sementara kalau air surut, bukan saja berpengaruh terhadap kelancaran transportasi menuju hulu mahakam, tetapi juga biaya akan  semakin membengkak bagi para penumpang, kalau sudah air surut, para penumpang harus menyiapkan biaya ekstra, dimana setelah kapal tidak sampai tujuan yang dituju karena air kecil, mereka para penumpang harus transit lagi dengan 

menggunakan longboat atau speedboat, dengan demikian mereka haru membayar perjalan dua kali, yang mana besar biaya bisa hampir sama dengan biaya kapal itu sendiri, bahkan semakin besar, seperti Samarinda-Tering sebesar Rp175 ribu, sedangkan dengan menggunakan speedboat dari Tering-Ujoh Bilang biayanya lebih besar  mencapai Rp 300 ribu per orang. hal itu disebabkan karena besarnya biaya operasional speedboat itu sendiri, seperti untuk harga premium  (bensin)  perliternya mencapai Rp12 ribu bahkan bisa mencapai Rp15 ribu/liter, belum lagi biaya lainnya.

Hal senada juga disampaikan Rahmadi salah seorang penumpang kapal, memaparkan bahwa besarnya harga Sembako maupun barang-  barang lainnya  di ulu mahakam, dikarenakan besarnya  biaya transportasinya, apalagi kalau air mahakam sudah surut, dimana kapal barang tidak sampai ke tujuan,  harga barang bisa tiga kali lipat naiknya.

"Tetapi kenaikan harga barang tersebut tidak pernah diprotes warga, karena hal itu sudah dimaklumi, begitu pula dengan harga minyak, untuk masyarakat ulu mahakam, tidak pernah protes harga premium atau bensin bila pemerintah menaikkan harganya, karena sebelum pemerintah menaikkan harga bensin di ulu mahakam sudah mencapai Rp12 ribu bahkan sampai Rp18 ribu/liternya, bagi mereka yang penting barang atau minyaknya ada," terang Rahmadi.     

Mendengar cerita  Anyeq sebelumnya, staf Humas Pemprov Kaltim Eko Susanto langsung menghubungi pihak staf Humas  Pemkab Mahakam Ulu, yang mengabarkan kapal yang ditumpangi rombongan kemungkinan tidak bisa sampai ke Kampung Ujoh Bilang, mendengar kabar tersebut, pihak Humas Pemkab Mahakam Ulu, akan menyambut rombangan besok paginya dengan menyiapkan speed boat.

Sekitar pukul 10.00 wita, akhirnya kapal yang ditumpangi rombongan jurnalistik sampai di Kampung Tering Kabupaten Kutai Barat, setelah rombongan sudah turun dari kapal, tidak lama kemudian menuju ke speedboat   milik Pemkab Mahakam Ulu yang sudah disiapkan sebelumnya, kurang lebih  pukul 11.00 wita, rombongan  melanjutkan perjalanan menuju Ujoh Bilang, Speedboat yang kami tumpangi sangat laju, karena menggunakan dua mesin berkekuatan masing-masing  200 PH (Power House),  dengan kecepatan diperkirakan  sekitar 60 atau 70 Km/jam. Dalam peralanan kami melihat beberapa kampung yang berada  di bantaran sungai mahakam, begitu pula dengan batu karang dan pulau-pulau yang ada di tengah sungai mahakam, sehingga menambah suasana perjalan begitu indah, belum lagi karangan (merupakan batu-batu koral dan pasir   yang terhampar dipinggir sungai bahkan ada yang berbentuk pulau-pulau) sehingga laju speedboat meliuk-liuk mengikuti arus yang dalam, sesekali terlihat speedboat, ataupun ces yang hilir mudik membawa penumpang ataupun barang dagangan.     

Dan sekitar pukul 12.30 wita speed boat mampir di kampung Datah Bilang untuk  beristirahat sejanak, sekalian makan siang, setalah itu rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Ujoh Bilang.

Setelah perjalanan mencapai kurang lebih 4 jam akhirnya, speedboat rombongan jurnalistik sampai dipelabuhan  Ujoh Bilang yang merupakan ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, rombongan diterima langsung oleh staf ahli bidang pemerintahan Pemkab Mahakam Ulu Dra Lily Kusnowati, Kasubag Umum Pemkab Mahakam Ulu Yuli serta beberapa staf Humas Pemkab Mahakam Ulu. setelah itu rombongan jurnalistik kemudian dibawa ke penginapan untuk beristirahat. (umar/bersambung)

Blusukan, Wawali Temukan Penimbun BBM Ilegal

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sikap frustasi akan kelangkaan Bahan bakar Minyak (BBM) jenis solar ditunjukan wakil Walikota Samarinda Nusirwan Ismail dengan cara blusukan kesejumlah tempat yang diduga menjadi tempat kegiatan penimbunan solar.

Bersama sejumlah PNS dan aparat kepolisian, orang nomor dua dilingkungan Pemkot Samarinda ini langsung menuju kawasan Samarinda Seberang, tepatnya di Komplek Perumahan Pinang Bahari sesuai SMS yang diterima Wakil Walikota Samarinda.

Benar saja, ketika tiba di lokasi Nusirwan Ismail dibuat kaget dengan deretan mobil tangki BBM mirip milik Pertamina yang biasa mengatarkan BBM kesejumlah SPBU dan tempat yang membeli BBM bersubsidi.

Jika tidak ada laporan mungkin praktik penimbunan ini masih terus berlangsung karena lokasi praktek penimbunan dan penyaluran solar bersubsidi dilakukan di bagian belakang perumahan,  yang sulit terpantau oleh aparat berwajib, aktivitas bongkar muat dilakukan malam hari sehingga sulit terendus.

“Kasus ini terbongkar akibat masyarakat sekitar yang sudah mulai gerah dengan aktifitas bongkar muat yang dilakukan para pelaku, selain membahayakan bagi masyarakat sekitar, kebisingan kendaraan yang lalu lalang mengganggu masyarakat yang sedang istirahat,” kata Nusirwan.

Dalam operasinya, lanjut Nusirwan BBM yang ada dikumpulkan dari ratusan pengetap yang berkeliaran di sejumlah SPBU di Samarinda, BBM itu kemudian dikumpulkan dan dimasukan ke mobil tangki yang ada, dan kemudian disalurkan kesejumlah tempat yang memerlukan BBM jenis solar dengan harga yang sedikit miring.

Truk BBM yang ada disini ternyata ilegal, karena yang dilaporkan ke Pertamina hanya satu, sementara yang lainnya tidak dilaporkan.

Penemuan lokasi penimbunan BBM jenis Solar ini cukup mengagetkan Pertamina, dari itu pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait operasional perusahaan yang diduga milik mantan anggota TNI ini.

“Ada indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. entah mereka ambil dari SPBU Modusnya gimana, pakai mobil kemudian ditap, modusnya banyak. nah justru ada temuan seperti ini kita terbantu sekali. jadi bbm subsidi yang seharusnya untuk masyarakat, tadinya ada penyelewengan, dengan hal ini bisa terselesaikan.” Agung Wibowo Sales Retail Pertamina Samarinda.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda berhasil mengamankan belasan mobil yang digunakan untuk mengetap BBM, para pengetap memodifikasi tangki di dalam mobil agar bisa membeli BBM  bersubsidi di SPBU,  modus seperti inilah yang dilakukan para penimbun BBM lalu dijual kembali dengan harga industry. M4n

Fraksi PDI-P Bahas Tatib

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah mengikuti pelaksanaan masa orientasi yang berlangsung di Bandung pekan kemarin, anggota DPRD Kota Samarinda, kini disibukkan dengan tugas baru yakni menyiapkan penetapan tata tertib (Tatib) dewan. Tak terkecuali Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan, Senin (8/9) kemarin, membahas sejumlah tatib.

H Siswadi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda sementara, membenarkan hal itu. Bahwa, FPDI Perjuangan tengah serius membahas tatib dewan.

"FPDI Perjuangan tengah melakukan pembahasan tatib ini dengan serius. Karena tatib ini merupakan bagian terpenting dalam melakukan tugas pokok, fungsi dan alat kelengkapan dewan," ujar H Siswadi.

Menurut Siswadi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda ini, selain membahas poin-poin utama Tatib, juga dibicarakan mengenai Tatib interupsi anggota dewan dalam rapat internal, bersama, maupun rapat paripurna.

"Banyak hal yang menyangkut tatib ini dibahas. Untuk kemudian diajukan dalam sidang paripurna mendatang," katanya.

Dia katakan, FPDI Perjuangan memandang perlu memiliki peraturan tata tertib yang mengatur susunan dan kedudukan, hak dan kewajiban, serta pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenang DPRD beserta alat kelengkapannya.

"Karena ini bagian terpenting dalam melaksanakan tugas kedewanan, maka FPDI Perjuangan dengan serius menggodok tatib ini," katanya.

Dia menilai, meski DPRD Kota Samarinda  masa bakti 2014-2019 belum lama dilantik, namun untuk penetapan keanggotaan fraksi-fraksi serta alat kelengkapan lain baik itu komisi maupun badan-badan lain di DPRD Kaltim, menurutnya  harus secepatnya ditetapkan agar tugas dewan bisa bekerja secara optimal.

"Kami sudah diberikan amanat oleh rakyat dan oleh undang undang. Untuk itu, tak ada istilah santai. Karena kami sudah diharuskan melakukan berbagai hal untuk menjalanlanntugas dan tanggung jawab ini," ungkapnya.

Kembali dijelaskan, untuk pembahasan penetapan susunan pimpinan maupun keanggotaan tentu akan membutuhkan pembahasan panjang.

“Pada dasarnya bagaimana alat kelengkapan dewan dan tatib ini bisa segera disahkan untuk kemudian anggota segera melakukan tugasnya masing-masing. Karena bagaimanapun anggota dewan adalah amanat rakyat," paparnya.

Siswadi belum bisa menetapkan target kapan penetapan pimpinan dan keanggotaan pada alat kelengkapan DPRD Kota Samarinda. Namun demikian, untuk penetapan tersebut ada proses yang harus dilalui. Seperti membentuk Kelompok Kerja (Pokja) baik itu Pokja Internal, Pokja Eksternal dan Pokja Tatib membahas Tata Tertib Dewan untuk kemudian menyiapkan alat kelengkapan dewan. “Mudahan satu bulan ini kita akan bekerja bersama-sama. Karena kami juga tak ingin berlama-lama," katanya.

Dalam menggodok pembentukan alat-alat kelengkapan dewan, Siswadi, memaparkan tentu akan mengikuti arahan dari Menteri Dalam Negeri atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD, yakni soal  Tata Tertib DPRD. 

“Yang pasti pertama dilakukan adalah pembentukkan fraksi dan pembentukkan Pokja. Untuk permulaan komisi akan bisa dibentuk lebih awal, baru kemudian  Banggar, Banmus, BK dan Banleg. Targetnya paling lama satu bulan,” katanya.

Dia berharap, semua proses dan mekanisme utamanya pembentukan tatib ini akan segera rampung. Pasalnya, dengan terbentuknya tatib ini sebagai wujud gerak langkah dan tanggung jawab dari amanah rakyat.

"Tatib ini sebagai bagian dari  berdemokrasi. Maka dari itu ini harus kita kejar untuk segera selsai," pungkasnya. tha

Jambret Nyaris Tewas Diamuk Massa

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Dua orang pemuda tanggung babak belur diamuk massa setelah tertangkap basah merampas perhiasan warga didepan Kantor Pegadaiaan di Jl Lambung Mangkurat Samarinda.

Meski sempat melarikan diri, keduanya akhirnya tertangkap setelah ratusan warga mengepungnya. Keduanya nyaris tewas dihakimi warga. Beruntung ada petugas kepolisian berpakaiaan preman yang mengamankan keduannya.

Warga Jl Merdeka 3 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Samarinda dihebohkan dengan tertangkapnya dua orang pelaku penjambretan. dua orang pria pelaku penjambretan ini diamankan petugas berpakaiaan preman, untuk menghindari aksi amuk massa lebih jauh. Saat tertangkap tangan, seusai beraksi didepan pegadaiaan di Jl Gerilya Samarinda, namun apes meski sudah diamankan, pelaku sudah terlanjur babak belur dikeroyok massa.

Aksi nekat para pelaku berawal saat korbannya yang baru keluar dari pegadaian  dengan membawa uang sebesar Rp2 juta,  namun apes belum sempat menikmati uang hasil menggandai perhiasannya uang itu justru raib dibawa kabur kedua pelaku yang memang sudah mengintainya sejak lama.

Pelaku yang berdiri dibelakang korban spontan merampas paksa uang dan gelang milik korban yang berada didalam tas milik korban. Menyadari harta miliknya telah berpindah tangan, korban segera berteriak sehingga menarik perhatian warga lainnya.

Hasilnya meski sempat kabur sejauh 1 kilometer, para pelaku akhirnya tertangkap setelah puluhan warga yang ada disekitar tempat itu ikut mengejar keduannya. Setelah tertangkap, mereka langsung ditelanjangi warga. Bahkan saat proses evakuasi yang dilakukan jajaran Polsek Samarinda Utara keduanya masih mendapat bogem mentah dari warga yang jengkel atas perbuatan pelaku.

“Pelaku sempat sembunyi di dalam parit, namun karena banyaknya warga yang mencari maka kedua pelaku berhasil ditangkap didua tempat berbeda,” kata Sugi.

Kini untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya pelaku kini terpaksa mendekam di sel tahanan petugas Polsek Samarinda Utara. M4n

Big Mall Samarinda Harus Terima SDM Lokal

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembangunan Big Mall Samarinda yang berlokasi di Jl Untung Suropati Samarinda. Apalagi, Big Mall tersebut akan terbangun shopping mall yang terbesar di luar Pulau Jawa yang mempunyai luasan mencapai 280.000 M2 dan berlokasi sangat strategis dipinggiran Sungai Mahakam.

"Karena itu, diharapkan dengan adanya pembangunan tersebut, dapat menampung Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dari Samarinda dan sekitar, sehingga tingkat pengangguran di wilayah Samarinda berkurang. Diharapkan dengan kehadiran Big Mall ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Kaltim, khususnya di Samarinda dan tentu pembangunan ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Apalagi, Big Mall tersebut terbesar di luar Pulau Jawa,” kata Awang Faroek Ishak usai menerima kunjungan manajemen Big Mall Samarinda di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Senin (8/9).

Pembangunan tersebut tentu menjadi kembanggaan bagi masyarakat Kaltim, terutama Samarinda. Meski demikian, yang patut diperhatikan dalam pembangunan tersebut adalah bagaimana penanganan Amdal pembangunan itu, sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar.

Apalagi, pembangunan tersebut juga dilengkapi dengan pembangunan hotel. Karena itu, diharapkan pembangunan hotel tersebut juga harus dibangun dengan indah dan nyaman. “Saya menginstruksikan agar pembangunan hotel dan mall di lokasi tersebut harus dihijaukan, sehingga tampak indah dan nyaman. Apalagi, lokasi tersebut di pinggir Sungai Mahakam. Meski demikian, yang terpenting adalah tenaga kerja, baik di mall dan hotel yang dibangun dapat diterima dari sumber daya lokal, sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud,” jelasnya.

General Meneger Big Mall Purhandoko mengatakan Big Mall yang dibangun merupakan sebuah rencana besar kompleks terpadu yang menyangkut shopping, mall, hotel dan apartemen. Big Mall menawarkan sebuah layanan pusat pembelanjaan terbaru berdasarkan lease mall konsep dengan mengetengahkan Tenant Mix berkelas nasional dan internasional seperti  Sogo Dept Store, Matahari Dept Store, Hypermart, Cinema XXI, Amazone, Gramedia, Electronic Solusion dan Home Solusion.

“BIG Mall  ini  luasan mencapai 280.000 m2  merupakan  Shopping Mall terbesar di luar jawa, yang diharapkan  menjadi  kebanggan masyarakat Kaltim khususnya Kota Samarinda. Diharapkan sebagai icon terbaik Kota Samarinda. Diharapkan bisnis unit kami tersebut dapat dijadikan  parameter  akan dinamisnya serta terkoordinasinya dengan baik, konsep dan kinerja provinsi Kaltim. Apalagi rencana soft opening akan dilaksanakan 16 Oktober 2014,” paparnya. mar

Sopir Bus Masih Mogok Operasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Meski Pemkot Samarinda telah melakukan pertemuan dengan para pengemudi bus dan Organda Kaltim, namun hingga Senin petang (8/9), bus jurusan Bontang-Sangatta masih belum beroperasi. Karena masih belum ada jaminan jaminan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Tanah merah yang selama ini memasok BBM subsidi.

“Iya kalau ada, kalau ternyata saat kami isi ternyata kosong, kami lagi yang nombok untuk beli eceran,” kata Susanto kepada Poskota Kaltim di Terminal Lempake Samarinda (8/9) kemarin.

Pembatasan BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah sejak awal bulan September lalu membuat angkutan bus antar kota dalam Provinsi Kaltim tidak mendapat jatah BBM jenis solar. Hal ini yang membuat puluhan armada bus angkutan kota dalam provinsi di Terminal Lempake Samarinda mogok beroperasi.

Pembatasan BBM subsidi yang diterapkan pemerintah sejak beberapa waktu lalu terus berdampak. Di Samarinda antrian kendaraan jenis truk mengantri hingga 2 kilometer.

Panjangnya antrian kendaraan membuat pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl Panglima M Noor Samarinda melakukan pembatasan penjualan. Setiap truk hanya diberi jatah 30 liter sementara kendaraan pribadi diberi jatah 20 liter.

Namun untuk angkutan sembako dari Pulau Jawa tetap diberikan sesuai permintaan asal menunjukan dokumen perjalanan dari daerah asal, kendaraan yang mengisi juga dicatat untuk menghindari penimbun BBM.

Bahkan pihak SPBU telah meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap pembatasan penjualan BBM subsidi ini agar tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang.

Sementara itu menyinggung tidak adanya kuota khusus bagi Bus, pengelola SPBU mengaku tidak memberikan karena tidak ada instruksi dari Pertamina, bus bisa membeli asal mau antri bersama kendaraan yang lain.

“Kami tidak bisa memberikan kuota khusus kepada Bus karena memang tidak ada instruksi dari Pertamina, kalau memang Bus mau antri silahkan,” kata Bobby.

Sebelumnya puluhan sopir bus yang biasa melayani rute Samarinda-Bontang-Sangatta, memilih mogok,  hal itu dilakukan setelah kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Bus-bus yang biasa mengangkut penumpang, sudah lima hari terakhir hanya terparkir di terminal Lempake, akibat pembatasan kuota bersubsidi oleh pemerintah, di SPBU yang sudah bekerja sama dengan angkutan umum,  sopir bus mendapatkan prioritas, mereka tak perlu antre namun  sejak pembatasan solar bersubsidi dilakukan, para sopir bus bahkan sering tak kebagian solar.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena persoalan BBM, jika persoalan lainya mungkin masih bisa kita bantu, apalagi selama ini para pengemudi sudah sering mengalami kerugian akibat harus membeli BBM  eceran,” kata Suprapto kepala Terminal Lempake .

Akibat aksi yang dilakukan para pengemudi  para penumpang pun terpaksa harus merogok kocek lebih  dalam karena menggunakan angkutan lain, untuk menuju ke Bontang biasanya membayar tiket Rp 29 ribu saat ini harus membayar Rp 60 ribu. Sementara  ke Sangatta-Kutim, penumpang harus membayar Rp 100 ribu.

“Pada dasarnya kami kasihan jika melihat biaya yang cukup besar dikeluarkan penumpang jika naik angkutan plat hitam, namun kami harus berbuat apa sementara modal kami terus berkurang,” kata Susanto pengemudi bus.

Para sopir bus meminta aturan untuk pembatasan solar bersubsidi ini dikembalikan seperti semula,  mereka meminta ada kebijakan khusus untuk angkutan umum seperti bus. M4n

Bagaimana Perkembangan Setelah 1 Tahun Dimekarkan?

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (1)

KABUPATEN Mahakam Ulu terbentuk berdasarkan UU No 22 tahun 2013 pada tgl 17 Januari 2013, dan baru diresmikan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal  22 April 2013, kemudian pada  tanggal 20 Mei 2013, perangkat kerja daerah Kabupaten Mahakam ulu diresmikan oleh Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, dan pelantikan pertama para pejabat esselon II, III, dan esselon IV  dan para camat para pimpinan Puskesmas pada tanggal 22 juni 2013, dan pada tanggal 7 Nopember 2013 Pemkab Mahakam Ulu baru memiliki sekretariat daerah  sebagai pelaksanaan pemerintahan daerah.  Kabupaten Mahakam Ulu memiliki 5 Kecamatan, 48 desa/Kampung dengan luas wilayah  15.314,40 Km2. Setelah dimekarkan setahun lebih  dari  kabupaten Kutai Barat, tentu kabupaten  termudah  di Kaltim tersebut terus melakukan pembenahan pembangunan diberbagai sektor.

Terkait hal tersebut  Humas Pemprov Kaltim  melakukan perjalanan jurnalistik ke Kabuapeten Mahakam Ulu mulai tanggal 2-6 September 2014, bersama  beberapa  wartawan, baik   cetak maupun elektronik untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan yang Kabupaten  Mahakam Ulu setelah satu tahun lebih berpisah dengan kabupaten induknya yaitu Kabupaten Kutai Barat.

Perjalanan  Jurnalistik  tahun ini   dipimpin langsung Kabag Kehumasan   Pemprov Kaltim Imanuddin, Kasubag Internal dan eksternal Humas Pemprov Kaltim Hj Elly Hasni serta beberapa stap Humas Pemprov Kaltim,  sebelumnya berkumpul di Pelabuhan Kapal Sungai Kunjang Samarinda, dan tepat pukul 07.00 wita, rombongan dengan menggunakan kapal taksi Dayak Lestari meninggalkan pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda menuju Ujoh Bilang yang merupakan ibukota Kabupaten Mahakan Ulu, dimana  sebelum kapal berangkat,  pempinan rombongan Imanudin memberikan arahan kepada seluruh  perwakilan media yang ikut, yang mana pada inti perjalanan jurnalistik yang dilakukan tahun ini ke Kabupaten Mahakam Ulu, tidak lain untuk melihat langsung kondisi serta potensi dan perkembangan kabupaten pecahan dari Kabupaten Kutai Barat tersebut. Dalam kesempatan tersebut Imanuddin berharap agar seluruh  wartawan  yang ikut, kiranya bisa menulis cerita yang kiranya bisa memberikan motivasi kepada seluruh stakeholders untuk bisa mengembangkan obyek wisata di Sungai Mahakam. 

"Ya kita harapkan para wartawan  yang ikut dalam rombongan ini, sebelum sampai ke tujuan yaitu kabupaten Mahakam ulu,  kiranya bisa menceritakan perjalan yang kita lakukan ini, walaupun kami tahu mungkin perjalanan kali ini ada wartawan yang baru pertama kali mengikutinya, oleh karena itu kalau ada hal yang memang belum diketahui kiranya jangan malas bertanya, baik kepada rekan-rekannya maupun kepada jurangan kapal,"kata Imanuddin.

Rombongan yang mengambil tempat tidur pada tingkat dua, serta paling depan, sebelumnya sudah diatur oleh kru kapal, yaitu sepuluh sebelah kiri dan sepuluh  orang sebelah kanan, dan setelah serapan pagi, para awak media sudah melakukan aktifitas diatas kapal, ada yang bercengkrama sesama teman, ada yang main kartu, baik domino, remi maupun main catur, adapula  yang nelpon keluarganya serta ada yang langsung tidur-tiduran, selain ada juga awak media yang langsung mengambil kameranya untuk mengabadikan aktivitas yang ada diatas sungan mahakam, khususnya takebout  yang sedang menarik ponton, baik yang sedang berisi batu bara dari uluh maupun ponton yang kosong yang sedang  ditarik menuju kompeyer.

Sekitar pukul 09.00 wita, kapal yang kami tumpangi mampir di pelabuhan kapal di Mangkurawang Tenggarong, Sesampai dipelabuhan beberapa  asongan langsung naik ke kapaluntuk menjajakan barang dagangannya, seperti nasi bungkus, buah-buahan, koran dan majalah,

setelah merapat kurang lebih sepuluh menit, kapal kemudian kembali berangkat  membawa penumpang menuju desa-desa baik yang ada di kabupaten Kutai Barat maupun Mahakam Ulu.

Sekitar pukul 15.30  wita kapal kembali mampir di pelabuhan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara, dimana para asongan yang didominasi anak-anak secera berebutan naik ke atas kapal untuk menjajakan dagangannya kepada para penumpang kapal, termasuk kepada rombongan awak media yang mengikuti perjalanan jurnalistik ke Mahakam Ulu.

Setelah bersandar kurang lebih 20 menit kepal kembali melanjutkan perjalanan dengan  meninggalkan pelabuhan Kota Bangun, dalam perjalan tersebut para awak media yang baru pertama kali mengikuti perjalanan jurnalistik ke hulu mahakam, merasa terkagum-kagum melihat deretan rumah yang berada disepanjang sungan mahakam, belum lagi rumah apung yang dibuat warga sebagai tempat tinggal mereka,

"Dari beberapa desa yang sudah kita lalui, desa yang ada di Kota Bangun ini yang paling panjang, coba lihar mulai dari jembatan Abunawas ke ratusan  meter, bahkan mungkin beberapa kilometer panjangnya,"ujarnya. 

Tidak terasa  perjalan yang kita lalui yang semakin senja, semakin indah suasana pemandangan, karena awan berwarna kuning yang memancarkan cahaya  sinar kemerahan  yang begitu indah belum lagi liuk-liuk sungai mahakam, para awak media kembali mengabadikan momen yang langka tersebut,   

"Aduh indahnya pemandangan di senja hari, yang kita lihat langsung dari atas kapal, walaupun demikian kita juga sangat kecewa  karena maskot Kaltim yaitu pesut Mahakam tidak terlihat  ataupun  muncul ke permukaan air mahakam,"ujarnya. mar (Bersambung)

Wilayah Perbatasan Mesti Dibangun 'Keroyokan'

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim, Husaini, mengatakan, Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di kawasan perbatasan pelaksanaannya mesti dilakukan secara bersama -sama  dengan  melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan lintas sektor terkait.

"Karena kita ketahui,  permasalahan  pembangunan di kawasan perbatasan yang komplek dan beragam dianggap tidak bisa tuntas hanya menggunakan pola konvensional atau yang biasa dilaksanakan di wilayah non perbatasan. Pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan merupakan tugas berat yang harus dipikul bersama. Statusnya sebagai beranda depan negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia mengamanatkan semua pihak harus terlibat dalam pelaksanaan pembangunannya,"tegas Husaini kepada media belum lama ini.

Ditambahkan, tujuan pembangunan kawasan perbatasan tidak lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang merupakan aspek pembangunan. Lebih dari itu, pembangunan memiliki keterkaitan erat dengan citra dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ketika berbicara citra dan keutuhan negara maka tanggung jawabnya melekat pada semua pihak. Tidak hanya pemerintah daerah setempat saja, tapi juga pemerintah pusat, termasuk dunia usaha. Semua harus terlibat mewujudkan kawasan perbatasan sebagai beranda negara,”ujarnya.

Husaini  mengatakan, kawasan perbatasan dengan kondisi yang penuh keterbatasan di segala aspek bidang pembangunan seperti sekarang menjadiknya bukan sebagai beranda negara. Melainkan sebagai bagian belakang negara yang pembangunannya tertinggal dari wilayah non perbatasan di Kaltim. Ketertinggalan pembangunan tersebut harus dikejar dengan melakukan pembagian tugas sesuai kewenangannya. “Pemerintah pusat sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI bertanggung jawab apa, kemudian pemda bertanggung jawab apa, serta dunia usaha mendukung dari sisi apa. Pelaksanaannya harus saling sinergis agar semua aspek pembangunan dapat terpenuhi dengan baik,” katanya. 

Meskipun demikian, lanjutnya instansi teknis terkait di daerah, juga diamatkan ambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan sesuai bidang tugas masing-masing. Gubernur Kaltim bahkan menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Kaltim mengalokasikan anggaran pembangunan kawasan perbatasan pada rencanan anggaran instansinya.

"BPKP2DT tidak bisa sendiri menuntaskan pembangunan kawasan perbatasan. Secara kelembagaan fungsi BPKP2DT hanya sebagai badan koordinasi, bukan pelaksana teknis kegiatan. BPKPDT hanya berperan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan kebutuhan pembangunan, untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait,"tandasnya.

Menurutnya,  keterliban pihak lain dibutuhkan tidak hanya dalam kaitan pelaksanaan pembangunan fisik. Dukungan juga dibutuhkan dalam pelaksanaan program peningkatan kapasitas dan kreatifitas usaha masyarakat.

BPKP2DT melalui Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha disebut punya tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap masyarakat kawasan perbatasan untuk meningkatkan kapasitas dan kreatifitas yang dibutuhkan untuk membuka peluang usaha mereka.

“Karena keterbatasan anggaran, pelatihan yang diselenggarakan juga terbatas sehingga target pesertanya juga sedikit. Makanya kita juga butuh dukungan berbagai pihak agar target sasaranya semakin luas,” ujarnya. mar

Program Satu PAUD Satu Desa Mesti Tuntas

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menaruh harapan besar kepada masing-masing Bunda PAUD di kabupaten/kota se Kaltim, agar mampu menuntaskan program satu PAUD satu Desa/Kelurahan di daerah. Karena, pendidikan anak usia dini dinilai penting bagi pertumbuhan pendidikan anak. Apalagi, anak merupakan generasi penerus perjuangan bangsa. Karena itu, anak-anak harus diberikan bekal untuk masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak harus kita bangun menjadi anak-anak yang cerdas, pintar dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Mewujudkan itu, maka melalui pendidikan usia dini sangat diperlukan. Karena itu, saya berharap Bunda PAUD dan didukung bupati dan walikota harus mampu menuntaskan satu PAUD satu desa di masing-masing daerah. Sehingga Kaltim mampu mewujudkan generasi emas yang dapat diandalkan di masa depan,” kata Awang Faroek Ishak saat menghadiri peringatan hari anak nasional dan gebyar PAUD di GOR Serbaguna Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (6/9).

Melalui pendidikan usia dini, diharapkan anak-anak Kaltim mampu menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, semua pihak diharapkan dapat memberikan perhatian yang tinggi kepada anak-anak usia dini. Mulai dari pendidikan agama yang baik, pendidikan moral yang baik, pendidikan kepribadian yang baik.

Dengan demikian, diharapkan anak-anak saat ini mampu tumbuh menjadi anak yang berkepribadian dan mampu dibanggakan. “Pihak keluarga faktor yang sangat penting dalam membina dan mendidik anak-anak dengan baik, sehingga anak-anak dapat menerima hak-haknya sebagai anak. Bahkan keluarga diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak,” jelasnya.

Selain itu, seluruh masyarakat juga diharapkan dapat menyukseskan gerakan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan. Bahkan, Pemprov Kaltim mengapresiasi terhadap pemerintah kabupaten/kota yang telah memprogramkan gerakan kabupaten/kota layak anak.

Bukan hanya itu, guna memberikan motivasi kepada pemerintah kabupaten/kota se Kaltim menyukseskan pendidikan anak usia dini, maka 2015 Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa atau kelurahan.

“Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan bagi kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa/kelurahan di daerah, yakni panji penghargaan program satu PAUD satu desa/kelurahan. Penghargaan ini akan diberikan ketika puncak HUT Provinsi Kaltim 2015,” jelasnya.

Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan perhatian terhadap peningkatan pendidikan usia dini, mulai dari Taman Kanak-kanan (TK), Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Indonesia.

Karena itu, diharapkan para pendidik pendidikan usia dini selalu berkembang di Kaltim, sehingga mampu mencetak generasi muda yang dapat diandalkan di masa depan. Apalagi, dari 103 kecamatan, 1.002 desa baru 700 desa yang memiliki PAUD dan tersisa mencapai 300an desa.

“Mewujudkan itu, maka saya berharap setiap perusahaan juga turut mendukung program tersebut, melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) masing-masing, sehingga daerah ini mampu menciptakan generasi yang dapat diandalkan di masa depan,” jelasnya.     

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih berharap Bunda PAUD kabupaten/kota bersama bupati dan walikota se Kaltim terus termotivasi dalam menyukseskan pendidikan usia dini di daerah.

“Kami berharap semua kabupaten/kota dapat berinovasi, sehingga program pendidikan usia dini di daerah dapat sukses dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas serta berkepribadian baik,” jelasnya. mar

September, SKPD Wajib Absen Online

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mennyatakan bahwa akhir September 2014 seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim dapat menggunakan absen online atau absen sidik jari.

"Hal ini sesuai instruksi Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak agar disiplin kerja pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dapat lebih baik. Yang jelas pemasangan alat absen online ini sudah mencapai 70 persen. Kami targetkan akhir September 2014 sudah terpasang semua, sehingga semua SKPD wajib menggunakan absen online,” kata M Robyan Noor dikonfirmasi di Samarinda akhir pekan lalu.

Penggunaan absen online ini merupakan bagian untuk perubahan dalam peningkatan disiplin kerja pegawai. Karena itu, disiplin kerja diharapkan menjadi kesadaran bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim.

Jika program tersebut telah diterapkan, maka tidak perlu lagi seorang pegawai harus diingatkan. Karena, kesadaran itu tentu akan tumbuh dengan sendiri. Sebab, ini adalah system kerja yang harus ditaati dengan baik seluruh pegawai.

“Dengan disiplin yang baik, sesuai dengan aturan yang ada, maka Pemprov Kaltim yakin kinerja pegawai juga akan maksimal. Dengan demikian, sasaran utama dari program Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mewujudkan pelayanan publik terhadap masyarakat juga akan berjalan baik,” jelasnya.

Menurut dia, disiplin merupakan hal yang paling mendasar. Sebab, disiplin merupakan pondasi pegawai dalam melaksanakan tugas dengan baik. Karena itu, setiap pegawai jangan menganggap sepele mengenai disiplin kerja. Disiplin kerja merupakan kewajiban bagi pegawai.      

Karena itu, Kepala SKPD menjadi eksekutor utama dalam menyukseskan peningkatan disiplin kerja pegawai. “Hal ini sudah dievaluasi sejak 10 bulan yang lalu. Sehingga bulan ini menjadi eksen masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk menyukseskan disiplin kerja pegawai,” jelasnya.

Melalui dasar ini, maka Pemprov Kaltim berhak memberikan kesejahteraan bagi pegawai yang rajin. Jangan sampai pegawai yang malas sama dengan pegawai yang rajin kesejahteraannya. Dengan demikian, hal ini tentu tidak adil.

Karena itu, dengan kesadaran seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk menerapkan absen online, diharapkan seluruh pegawai dapat sadar tentang disiplin kerja.

“Mengenai alat absen online tersebut tidak ada masalah. Karena hal ini sudah disosialisasikan sejak 2012, sehingga setiap SKPD wajib melaksanakan,” tandasnya. mar

Anggaran Pertanian Idealnya 10% APBD

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Alokasi belanja langsung yang tercermin pada APBD 2015 pada beberapa bidang terhadap total belanja langsung meningkat. Persentase tertinggi pada sektor pekerjaan umum (PU) sebesar 41,63 persen. Menyusul sektor kesehatan 14,82 persen pendidikan 7,55 persen perhubungan 6,23 persen dan alokasi untuk sektor pertanian 5,26 persen.

Kemudian sektor kepemudaan dan olahraga 2,3 persen, koperasi dan UMKM 2,17 persen, sektor perencanaan 1,54 persen, ESDM 1,39 persen, dan sektor ketenagakerjaan 1,08 persen. Sementara bidang-bidang lainnya kurang dari satu persen dari total belanja langsung. 

Dari gambaran tersebut diharapkan besar alokasi anggaran tiap bidang tersebut dipilih berdasar pertimbangan bahwa sektor tersebut sesuai urutan bobot manfaat dan dampaknya bagi masyarakat. 

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Ismail yang ditemui pekan lalu (1/9), menanggapi mengenai beberapa hal terkait penunjang visi misi pembangunan Kaltim. 

Menurutnya pemerintah perlu untuk memberikan perhatian pada anggaran pertanian, seiring meningkatnya pengalokasian anggaran berbagai sektor. "Masuk revitalisasi pertanian dalam arti luas, harus dibarengi alokasi anggaran pertanian yang signifikan. Jadi sampai hari ini alokasi anggaran pertanian kita belum maksimal untuk menunjang visi misi Gubernur Kaltim. Setiap pembahasan pada DPRD periode lalu selalu saya sampaikan bahwa melihat geografis Kaltim, APBD itu minimal 10 persen untuk anggaran pertanian. Sampai hari ini ‘kan belum sampai ke situ. Kami fokus untuk mengawal itu, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat kalau bisa tahun yang akan datang ini alokasi anggaran untuk pertanian meningkat signifikan," imbuhnya.

Alokasi anggaran hingga 10 persen dari APBD 2015 yang berjumlah sekitar Rp 9,3 triliun menurutnya perlu dilakukan, terutama untuk ketahanan pangan masyarakat Kaltim. 

Selain soal anggaran, ia juga mendesak pemerintah memikirkan dampak dari makin meluasnya pertambangan dan perkebunan sawit yang kini menggeser fungsi lahan pertanian.

“Ini juga harus tetap menjadi perhatian masyarakat kita, kaitannya dengan bagaimana kondisi lapangan. Kini banyak muka baru di DPRD, tentu banyak pemikiran yang baru. Mudah-mudahan sepaham dengan apa yang kita sampaikan melalui komisi II pada periode lalu,” kata Ismail.

Terutama, lanjutnya, untuk menunjang prioritas pembangunan Kaltim yang salah satunya mengembangkan pertanian dalam arti luas.

Sementara itu mengenai monitoring capaian SKPD pertanian dirinya menilai bagus. Artinya tidak salah ketika diberikan tambahan anggaran untuk SKPD.

Ismail juga optimistis peningkatan anggaran tersebut dapat menunjang pembangunan. "Salah satunya, yang bisa menunjang visi misi pemprov, selama ini sektor pertanian hampir semuanya terserap. Catatan kami selama 5 tahun Alhamdulillah SKP pertanian mampu merealisasikan. Kalaupun ada sedikit yang tidak itu hal yang normal. SKPD disitu ‘kan ada pertanian, perikanan dan kelautan, dan perkebunan. Saya melihat mereka sudah bekerja sangat baik," katanya. hms

Bimtek Dulu, Baru Alat Kelengkapan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur masa bakti 2014-2019 akan mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama lima hari ke depan, terhitung sejak Senin (8/9).

Hal tersebut mengacu kesepakatan rapat anggota pada (3/9) lalu. Anggota DPRD yang hampir seluruhnya hadir sepakat membentuk alat kelengkapan dewan sepulang bimtek yang lazim diikuti pada awal masa bakti DPRD.

Ketua DPRD Sementara M Syahrun yang memimpin rapat mengatakan, banyak yang harus dipertimbangkan ketika akan melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan. Mengingat pembentukan alat kelengkapan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah lembaga legislatif. “Anggota DPRD Kaltim sepakat bahwa pembentukan alat kelengkapan dewan sangat penting. Tapi mereka juga sepakat hal itu diputuskan setelah seluruh anggota mendapat bimbingan teknis,” bebernya. 

Sebab dalam bimtek tersebut sekaligus akan dikonsultasikan di Kemendagri bagaimana aturan dalam pembentukan alat kelengkapan dewan.

”Dari hasil konsultasi akan kita ketahui landasan hukum kelengkapan pengurus DPRD Kaltim periode 2014-2019,” kata Syahrun.

Yang jelas, ketua DPRD yang akrab disapa Haji Alung ini berharap alat kelengkapan dewan segera dibentuk agar wakil rakyat Kaltim bisa bekerja secepatnya.

Alat kelengkapan dewan dimaksud adalah fraksi, unsur pimpinan, komisi, badan anggaran, badan legislasi, badan musyawarah hingga badan kehormatan.  hms

Taksi Gelap 'Panen' Penumpang

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Akibat aksi mogok yang dilakukan sopir bus rute Samarinda – Bontang – Sangatta, sejumlah penumpang terpaksa menggunakan angkutan tak resmi. Mereka memilih menggunakan taksi gelap yang memang banyak beroperasi di sekitar Terminal Lempake.

Mereka terpaksa menggunakan taksi gelap karena tak punya pilihan lain. Penumpang harus tiba di kota tujuan agar bisa masuk kerja pada awal pekan.

“Mau tidak mau, terpaksa pakai taksi gelap. Soalnya harus sampai paling lambat malam ini. Besok harus sudah masuk kerja,” kata Hendra, penumpang tujuan Bontang, Minggu (7/9).

Kebanyakan penumpang adalah pekerja di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Mereka memiliki keluarga di Kota Samarinda atau Balikpapan. Pada akhir pekan, mereka biasanya pulang menjenguk keluarga.

“Biasanya akhir pekan pulang, minggu sore atau malam kembali ke tempat kerja di Sangatta. Senin pagi sudah masuk kantor.  sekarang jadi kerepotan karena ada aksi mogok sopir bus ini,” kata Wawan, seorang PNS di Sangatta.

Tarif yang ditawarkan sangat mahal. Untuk tujuan Bontang, mereka harus merogoh Rp60 ribu dengan menggunakan taksi gelap. Jika menggunakan bus, cukup mengeluarkan uang Rp20 ribu.

Sedangkan untuk tujuan Sangatta, ibukota Kabupaten Kutai Timur, penumpang harus membayar taksi gelap sebesar Rp100 ribu. Jika menggunakan bus resmi, tarifnya hanya Rp35 ribu. “Namanya terpaksa, daripada di kantor kena hukuman karena tak masuk kerja,” tambah Hendra.

Aksi mogok sopir bus di Terminal Lempake, Samarinda dipicu kesulitan memperoleh solar. Pembatasan solar bersubsidi membuat sopir sering tak dapat solar. Aksi mogok ini sudah berlangsung empat hari sejak Kamis (4/9) lalu. tha

Sampah 'Disulap' Jadi Alat Musik

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Siapa sangka ember dan kaleng bekas cat layak dibuang atau ke tempat sampah bisa 'disulap' menjadi alat musik yang menghasilkan harmonisasi suara dan nada keren.

Nggak percaya? tengok saja kiprah sejumlah pelajar yang tergabung dalam ekstra kurikuler musik perkusi SMP Budi Bhakti Samarinda yang eksis bermusik dengan 'sampah' sejak setahun lalu.

Menciptakan bunyi dengan ember cat,  jerigen dan  kaleng merupakan tantangan anak-anak SMP Budi Bhakti Samarinda. Bahkan dengan menggunakan cat dan ember bekas inilah yang mengantarkan mereka bisa tampil menghibur Gubernur Kaltim dalam puncah acara hari anak nasional belum lama ini.

Minimnya peralatan musik di sekolah membuat para pelajar mencoba belajar alat musik perkusi. Mereka mengumpulkan ember dan kaleng bekas cat para pelajar ini kemudian mulai menabuh ember dan kaleng cat itu menjadi sebuah nada.

Dengan dibimbing seorang guru musik, para pelajar ini mulai menggebuk kaleng dan ember bekas ini membentuk satu irama,  Adi Kristanto guru seni SMP Budi Bhakti mengatakan bahwa ide muncul kegiatan ini berawal dari minimnya peralatan musik disekolah, dari itu tercetuslah ide untuk memperkenalkan musik perkusi.

Saat menciptakan komposisi yang enak didengar, mereka hanya mengandalkan perasaan masing-masing penabuh. Awalnya lanjut Adi karena alat music di sekolah yang minim, namun banyaknya referensi tentang alat music perkusi maka saya memutuskan untuk mengajak anak-anak untuk belajar perkusi.

Banyak alat yang bisa digunakan, namun banyak siswa yang memilih ember bekas dan kaleng karena beberapa anak sudah pandai menabuh drum.

“Disini mereka harus peka karena jika tidak peka dalam mendengarkan alunan yang mereka gebuk  suara yang muncul juga beda,” kata Adi.

Sementara itu Natania Teo pelajar Klas 8 SMP Bukti Bhakti mengaku senang bisa belajar alat musik perkusi menggunakan barang-barang bekas ini, pelajar yang mengaku gemar menggebuk apa saja ini merasa hobinya tersalurkan

“Main Perkusi asik , murah dan unik, jadi saya senang apalagi ini sudah menjadi hobby saya sejak kecil,” kata Natania.

Akibat hobi yang unik ini membuat para pelajar smp budi bhakti mendapatkan kesempatan menghibur para pejabat dilingkungan Pemprov Kaltim termasuk Gubernur Kaltim.

Memang, suara atau nada yang indah nggak hanya berasal dari instrumen yang harganya selangit, tapi juga dari barang-barang bekas,  menariknya semangat mereka terus ditularkan oleh personel yang sudah lulus sekolah,  mereka  akan membentuk grup musik serupa di sekolah yang baru. M4n

PAN-PKB Sepakat Gabung Fraksi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat bergabung menjadi satu fraksi di DPRD Kaltim periode 2014-2019 ini. Penegasan ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Syafruddin, pekan ini.

Dia mengatakan, meski PAN-PKB sudah membentuk fraksi namun pihaknya masih membuka bagi parpol lainnya untuk bergabung.

"Ya PKB dan PAN sudah sepakat membantuk fraksi, kita juga tak menutup diri untuk partai lain masih bisa bergabung dengan kami," katanya. 

Pada bagian lain, Ketua Farksi Partai Gerindra, Sutrisno Toha mengatakan, hal yang sama dilakukan Partai  Gerindra juga membuka pintu bagi parpol lain untuk bergabung.

"Memang kita sudah  cukup persyaratan untuk membentuk fraksi karena perolehan kursi kita sudah memenuhi. Tapi kita juga membuka partai lain untuk gabung," jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PDIP Kaltim Dody Rondonuwu mengatakan, saat ini pembentukan struktur fraksi masih dalam tahapan penggodokan.

"Kita belum bisa umumkan secepatnya karena masih kita godok, ketua fraksi termasuk wakil ketua yang kita usulkan ke DPP PDIP di Jakarta,' jelasnya. tha

Giliran Sungai Kerbau Membara

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah Samarinda Seberang yang membara. Sabtu malam (6/9) giliran Kelurahan Selili Samarinda Ilir di Sungai Kerbau yang membara. 5 rumah di RT 22,23, dan 33 hangus dilahap si jago merah meski sebelumnya habis diguyur hujan deras.

Ahmad Saiful, warga Gang Rakat 3 mengatakan bahwa sedikitnya 5 bangunan yang terdiri dari 4 rumah tunggal dan 1 bangsal 2 pintu yang dihuni puluhan warga ludes dilalap api. Kontruksi bangunan terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan merembet membakar rumah lainnya.Satu unit motor Suzuki Thunder milik warga dikabarkan ikut terbakar. Warga yang sedang istirahatpun dibuat terkejut. 

"Sebelum api besar saya turun dari lantai dua. Tiba-tiba saya dengar seperti suara ledakan dan api sudah besar membakar plafon rumah," kata Saiful.

Dikatakan Saiful lagi, sebelum terdengar ledakan dan api membesar, aliran listrik di rumahnya seketika padam.

"Salah satu MCB (Main Circuit Breaker, Red) tiba-tiba anjlok, baru setelah itu terdengar suara ledakan. Saya langsung teriak begitu api berkobar," tutur Saiful.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yuniar Ariefianto belum bisa memberikan komentar banyak terkait kebakaran di wilayahnya.

"Masih kami selidiki dan menelusuri dari mana asal api sebenarnya. Anggota saya juga tengah mencari saksi guna memastikan bagaimana kebakaran yang sebenarnya terjadi. Sementara bagi warga yang mengaku rumahnya menjadi asal mula api, nanti akan kami periksa," katanya. M4n

Sulit Solar, Puluhan Sopir Bus Mogok

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gara-gara Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar makin langka,  puluhan Sopir bus yang biasa melayani rute Samarinda–Bontang–Sangatta memilih mogok. Mereka kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Bus-bus yang biasa mengangkut penumpang, sudah 3 hari terakhir hanya terparkir di Terminal Lempak, Samarinda.

Akibat pembatasan kuota bersubsidi oleh pemerintah, sopir bus ini ikut mendapatkan imbasnya. Mereka kesulitan mendapatkan solar, meski di SPBU yang sudah punya kerjasama.“Sudah 4 hari kami mogok karena terus merugi. Sulit mendapatkan solar, apalagi sekarang dibatasi.

Kadang kami malah harus membeli secara eceran,” kata seorang sopir bus, Muslimin, Minggu (7/9).Dia menceritakan, di SPBU yang sudah bekerjasama untuk angkutan umum, sopir bus mendapatkan prioritas. Mereka tak perlu antre. Namun sejak pembatasan solar bersubsidi dilakukan, para sopir bus bahkan sering tak kebagian solar.“Sebelum kita mengadakan pemogokan ini, antisipasinya ya itu tadi, kita beli di eceran. Ternyata itu kita tidak mampu lagi, akhirnya kita stop. Lebih baik stop daripada terus merugi,” tambahnya.

Para sopir bus ini meminta aturan untuk pembatasan solar bersubsidi ini dikembalikan seperti semula. Paling tidak, kata Muslimin, ada kebijakan khusus untuk angkutan umum seperti bis. tha

Pusam Siap Redam Persebaya

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Tim Putra Samarinda  (Pusam) siap meredam kekuatan pimpinan klasemen Wilayah Timur, Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Kaltim, Jum'at besok (5/9).Pelatih Pusam Nil Maizar di Samarinda, Kamis, mengatakan, anak asuhnya akan bermain lepas menghadapi "Bajul Ijo", karena sudah lolos dari zona degradasi untuk musim depan."Pertandingan terberat sudah kami lalui melawan PSM kemarin,Alhamdulillah  kami bisa meraih tiga angka dan masuk dalam zona aman, sekarang ini lawan Persebaya, kami tetap akan fokus, karena sudah pasti kami juga mengincar hasil maksimal,"tutur Nil.Nil mengakui bahwa Persebaya merupakan lawan yang tangguh, hal tersebut dibuktikan dengan kesuksesannya mengalahkan tim papan atas Mitra Kukar di kandangnya, sehingga perlu perjuangan ekstra keras dari skuad Pusam untuk meredam tim asal Surabaya tersebut.Utamanya, lanjut Nil pergerakan dua pemain depan Greg dan Paco Kenmogne harus ditempel ketat, karena selain kecepatan keduanya juga mempunyai nluri mencetak gol yang cukup bagus."Harus ada pressing dari pemain kita, bukan hanya untuk dua pemain tersebut, namun pemain lawan secara keseluruhan minimal tim lawan tidak bisa berkreasi,"jelas Nil.Absennya M Roby dan Sandi Darma Sute yang cidera di pertandingan terakhir, menambah rentetan pemain Pusam yang bakal absen setelah sebelumnya Ibrahim Lovinian, Rio Ramandika dan Loudrey Meliana masih dalam masa penyembuhan."Memang bakal ada rotasi pemain, untuk menutupi lini yang kurang, tapi untuk strategi mungkin hampir sama dengan pertandingan sebelumnya yang sudah kita lakoni,"tutur Nil.Hal yang memungkinkan terjadinya rotasi dikatakan Nil, seperti mengembalikan lagi posisi Naser Alsebay di posisi center bek, paska kemungkinan absennya M Roby."Naser akan kita duetkan dengan Wahyu Kristanto, atau mungkin Rio kalau memang dia sudah fit, tinggal menunggu saja kondisi terakhir,"tegas Nil. at

Ada Formalin Mayat di Buah Anggur

Masyarakat Diimbau Waspadai Buah Impor

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Masyarakat diminta berhati-hati dalam mengkonsumsi buah impor. Pasalnya, hasil uji laboratorium (LAB) di Jogjakarta beberapa waktu yang lalu menunjukan adanya formalin atau pengawet mayat yang dibalut dalam buah anggur yang didatangkan dari mancanegara.Selain itu jeruk kuning yang dari Negara China itu juga sudah melalui tahapan pengasapan, sehingga kandungan vitamin dalam buah tersebut sudah tidak ada."Kita jangan bangga dengan buah yang kita kosumsi dari luar. Hasil penelitian buah anggur  itu kan dibalut dengan lilin. Nah, itu mengandung merkuri yang bisa mengakibatkan kesehatan kita terganggu," kata kepala Dinas Pertanian Kaltim Ibrahim, kemarin.Menurut Ibrahim, buah nusantara dimiliki Indonesia khususnya Kaltim yang juga mempunyai unggulan beberapa buah, selain mencintai buah lokal buah tersebut juga sangat menyehatkan karena tidak terkontaminasi dengan zat berbahaya."Dalam rangka untuk mengurangi buah impor, kita harapkan masyarakat Kaltim menyukai buah lokal," jelasnya.Dia melanjutkan, diantaranya tanaman buah yang menjadi andalan Kaltim antara lain pepaya mini di Balikpapan, yang mempunyai tingkat kemanisnya bagus dan sudah go nasional. Demikian juga dengan buah jeruk borneo prima yang memiliki kelebihan tahan penyimpanan hingga satu minggu. Durian Melak serta buah naga."Kita punya unggulan, kita punya manggis di Sanga sanga dan Malinau. Dan buah mangga dan buah naga. Kita paling luas di indonesia. Di Kaltim punya 800 hektare, " katanya.Ia menjelaskan buah yang menjadi andalan masyarkat Kaltim ini juga selalu ada, menginggat Kaltim sendiri iklimnya atau musim tidak teratur."Kalau di pulau Jawa biasanya satu tahun baru ada karena mengikuti musim, tapi di Kaltim setiap bulannya ada, karena kadang terjadi hujan dan panas ini lah keunggulan iklim di sini," katanya.Dengan mencintai buah lokal tentu selain menyehatkan badan juga akan meningkatkan perkebunan dan buah-buahan di wilayah Kaltim."Kita himbau kepada semua lapisan masyarakat selalau mengkonsumsi buah, tapi harus buah yang sehat dan murah. Dan Kaltim adalah "gudangnya" buah sehat," pungkasnya. tha

PKB Merapat ke Jaang

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), nampaknya mulai ambil ancang-ancang dalam pemilihan walikota-wakil walikota Samarinda yang dihelat 2015 mendatang. Isyarat ke arah mana perahu partainya "Muhaimin Iskandar" itu ternyata semakin jelas, yaknimengarah pada dukungan ke H Syaharie Jaang.Dukungan lain untuk Jaang, sebelumnya juga diperoleh dari partai islam lainnya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga kini tengah inten menjalin komunikasi.Pernyataan dukungan terhadap Jaang yang kini menjabat sebagai walikota Samarinda ini langsung disampaikan oleh  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltim Syafruddin, kemarin."Ami dari PKB masih mendukung pencalonan Pak Syaharie Jaang untuk kembali memimpin Samarinda," tegasnya.Ia mengatakan dukungan PKB terhadap Walikota Samarinda ke 9 ini karena Syaharie Jaang, dinilai mempunyai konsep arah pembangunan kedepan yang baik."Pak Jaang masih mampu untuk lebih mensejahterakan warga Samarinda dengan berbagai program pembangunan yang dicanangkannya," ucapnya.Terbukti, selama hampir 5 tahun Samarinda di bawah pimpinanan Jaang telah banyak menuai kemajuan, mulai pembangunan insfrastruktur hingga lainnya."Kita sudah sering menjalin komunikasi dengan Pak Syaharie Jaang, kita berikan kesempatan kepada beliau untuk membangun samarinda yang maju lagi," jelasnya.Syafruddin meyakini jika pemerintahan Syaharie Jaang di Periode yang akan datang ini mampu membuat Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) terhindar dari banjir.Selain itu, lanjutnya, banyak konsep pembangunan yang bakal dijalankan. Atas dasar inilah PKB mendukungnya untuk kembali menjadi orang nomor satu di kota Tepian."Sepanjang beliau bisa membenahi Samarinda dan mensejahterakan rakyat ya kita pasti dukung," katanya.Dia berharap, pencalonan kembali Jaang akan mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat. "Saya yakin Pak Jaang masih didukung oleh masyarakat Samarinda. Dan PKB akan ikut bersama bahu membahu untuk menciptakan masyaralat yang adil makmur dan sejahtera," pungkasnya. tha

Bisnis Perhotelah Kian Menggairahkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sebagai daerah Hyterailand, Samarinda menjadi kota paling beruntung. Meski cadangan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Ibukota Kaltim ini jauh lebih kecil dari daerah-daerah lain di Kaltim, namun tingkat pertumbuhan ekonomi daerah ini terus meningkat.Terbukti Okupansi atau jumlah unit yang tersewa/terisi dalam sebuah bisnis perhotelan di Samarinda saat ini berada pada urutan paling atas di tingkat.Hal ini yang kemudian memancing pelaku usaha perhotelan di Indonesia mulai melirik Ibukota Kaltim ini untuk berinvestasi. Samarinda ini memiliki potensi hal ini bisa dilihat dengan kehaadiran jaringan Hotel Internasional seperti Ibis dan Mercury yang mau berinvestasi di kota Samarinda."Mereka tidak gila mau berinvestasi didaerah yang tidak berpotensial, kehadiran mereka di kota Samarinda tentunya sudah melalui perhitungan yang detail. dan kehadiran mereka ke Samarinda membuktikan bahwa daerah ini potensial," tegas HM Faisal yang ditemui di ruang kerjannya Kamis (4/9) kemarin.Faisal mengatakan saat ini sedikitnya ada sekitar 69 hotel dan penginapan yang terdiri dari 14 penginapan, dan 14 hotel bintang yang dua diatarannya bertaraf bintang 5.Dengan adanya dua hotel di Samarinda yang berstatus hotel bintang 5 diharapkan geliat perhotelan di Samarinda bisa lebih bergairah lagi. Selain itu dari segi ekonomi, lanjut Faisal bisnis perhotelan akan tumbuh sebagai bisnis cerah dari tahun ke tahun."Sedikitnya Akan ada 4 hotel berbintang jaringan internasional lainnya yang akan Tumbuh di Indonesia yang didua sudah terlihat yakni ibis dan Mercury," kata Faisal.Pertumbuhan hotel di Samarinda memberikan kontribusi terhadap daerah, sektor perhotelan dan restoran menyetor 50 persen dari nilai total PAD (Pendapatan Asli Daerah). Selain itu ada sektor lain yang ikut terkena dampak positif dari perhotelan, seperti permintaan sektor pertanian yang meningkat dan moda transportasi."Jadi tak hanya satu sektor yang merasakan, tapi ada sektor lain juga yang terkena imbas dari geliat bisnis perhotelan ini," lanjut Faisal.Disinggung kompetisi yang kian sengit lantaran ekspansi 'jorjoran' yang digelar para pebisnis hotel, dia mengatakan bahwa persaingan akan makin ketat nanti. "Untuk booking tahun baru saja, saya belum lihat ada pertumbuhan besar," kata Faisal.Namun para pemilik hotel melati maupun penginapan jangan minderatau berkecil hati, seharusnya dengan bertumbuhnya Hotel-hotel besar ini memotifasi mereka untuk memperbaiki pelayanan dan memilih segmentasi para penginap."Mereka jangan terpaku pada pelayanan yang biasa-biasa saja, justru mereka harus berinofasi untuk mencari pasar dan pola pelayanan kepada tamu agar para tamu betah dan akan kembali ke hotel mereka jika berkunjung ke Kota Samarinda," kata Faisal.Dirinya, jika berkunjung ke Jogjakarta tidak mencari hotel yang mahal, karena disana ada beberapa hotel yang memang sudah menjadi langganan."Tempatnya biasa saja, namun pelayanan hotel dan penataan ruangan cukup membuat saya merasa seperti rumah sendiri, kita tamu dilayani seperti keluarga," kata Faisal.Nah hal-hal seperti inilah yang harus dikembangkan oleh para pengusaha hotel di Samarinda, mereka jangan mau terpaku sebagai penyedia jasa kamar saja, sementara untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang maksimal bagi pengunjung mereka tidak mau."Jika demikian maka tunggu saja mereka akan ditinggalkan oleh pengunjung," tegas Faisal.Disinggung mengenai adanya hotel yang menyediakan jasa wanita penghibur, Faisal mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan penelitian secara pasti, namun ia yakin bahwa hotel hotel semacam itu ditinggalkan oleh para pengunjung dengan sendirinya."Masyarakat saat ini sudah pahak kok dimana mereka akan menginap, mereka bisa memilih," jelas Faisal. M4n

Samarinda Seberang Membara

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Warga Samarinda Seberang dikejutkan peristiwa kebakaran Kamis (4/9) siang. Api yang diduga konsleting listrik ini menghanguskan 4 rumah warga.Sejumlah saksi dilapangan menyebutkan sekitar pukul 14.00 wita tiba-tiba terdengar teriakan warga yang mengatakan dari lantai dua rumah Fuad keluar asap tebal. Lalu, warga bergegas memadamkan api tersebut. Namun karena konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan lain didekatnya.Ruddy mengatakan sebelum terjadi kebakaran penghuni rumah berada dilantai dasar bangunan yang juga digunakan sebagai tempat pencucian kendaraan ini."Para pemilik rumah semuanya berada dilantai dasar. Namun tiba-tiba ada teriakan dari luar kalau dikatakan ada asap tebal keluar dari dalam rumah" kata Ruddy.Wargapun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun lokasi api yang berada dilantai dua dan bangunan yang terbuat dari kayu membuat mereka tidak bisa memadamkan. "Api langsung menyebar ke bangunan lain," kata Ruddy.Akibat kejadian ini 4 bangunan terbakar, yang dihuni 4 Keluarga yang terdiri dari 21 Jiwa. Kurang lebih 1 jam api dapat dipadamkan kurang lebih 10 unit balakar.Lurah Rapak Dalam Irawati mengatakan bahwa para korban untuk sementara di tampung dirumah para tetangga yang ada di tempat ini, namun sebagian yang memiliki keluarga langsung pergi kerumah keluargannya. "Kami masih melakukan pendataan awal,namun kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar," kata Irawati. opi

Darlis Berniat Maju di Pilbup Kukar

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua DPW  Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim Darlis Pattalongi berniat untuk ikut meramaikan Pemilihan Bupati (Pilbup)  Kutai Kartanegara 2015 mendatang.Darlis Pattalongi di Samarinda, Selasa, mengatakan, keseriusan maju di Pemilu Bupati Kukar tersebut dimulai dengan penjajakan dengan partai lain untuk menjalin koalisi.Informasinya mantan anggota DPRD Kaltim tersebut tengah  menjalin komunikasi dengan Golkar sebagai persiapan menuju Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara.“Kami memang sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tapi baru sebatas komunikasi saja untuk menjajaki peluang berkoalisi dengan Golkar,” kata Darlis.Darlis tidak memungkiri keinginannya untuk mendampingi Rita Widyasari, sebagai calon wakil bupati, di bursa Pilbub Kukar yang akan 2015 mendatang.“Memang ada wacana untuk berpasangan dengan Ibu Rita, tapi semua itu kita serahkan lagi sama Ibu Rita, siapa yang nantinya bakal ditunjuk mendmapingi Beliau,” tutur Darlis.Dalam beberapa poling yang dilaksankan oleh Lembaga Survey Lokal, Rita yang merupakan Bupati Kukar saat ini digadang-gadang sebagai calon Bupati terkuat di Kukar.Bahkan Rita Widyasari akan melangkah mulus untuk menjabat lagi Bupati Kukar untuk kedua kalinya dengan siapapun pasangan Wakil Bupatinya.Darlis mengaku dirinya siap menjalankan amanat rakyat Kukar jika dipercaya maju di Pilbup kabupaten terkaya di Indonesia tersebut.“Kalau dikehendaki saya akan mempejuangkan rakyat dan bekerja membuat Kutai Kartanegara tambah lebih maju lagi," tegas Darlis. at

Bocah 11 Tahun Kabur

Kerap Dianiaya Ibu Tiri

SAMARINDA, Poskota Kaltim
M (11) warga Gang Melati RT 10 Jl Harun Nafsi Samarinda Seberang kabur dari rumahnya, karena kerap mendapatkan kekerasan fisik oleh SM (30) ibu tirinya.
Pelajar masih duduk kelas 1 SD ini terpaksa ditampung warga sekitar karena prihatin melihat kondisi M yang disekujur tubuhnya penuh luka lebab akibat cubitan dan pukulan yang diduga dilakukan oleh kedua orang tuannya.
M merasa sudah tidak bisa bertahan lagi karena selain ibu tirinya, ia juga mendapat kekerasan fisik dari sang SK (37) bapaknya, yang seharusnya bisa melindunginnya.
Saat di temui di rumah tetanggannya M tampak sedikit lebih sehat dari sebelumnya, menurut ibu Aj wanita yang menampung M, saat datang kerumahnya  M dalam kondisi memprihatinkan, tangan dan kakinya terlihat bengkak bengkak.
"Untuk menggenggam saja saat itu tidak bisa, sementara untuk berjalan ia terpincang-pincang," kata AJ kepada media ini.
Sementara itu M kepada Poskota Kaltim mengaku penderitaan yang dialaminya sudah berlangsung sejak 2 tahun yang lalu, saat sang ayam memutuskan menikan dengan wanita yang juga memiliki satu orang anak laki-laki itu.
"Sejak dua tahun lalu saya kerap mendapatkan perlakuan kasar dari sang ibu, alasannya macam-macam, bahkan sang bapak juga ikut menganiaya jika sang ibu marah kepadannya," kata M.
kehidupan orang tuannya yang tidak menentu membuat ia selalu sekolah terputus-putus sehingga wajar jika saat ini meski ia berumur 11 tahun masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.
Ditanya penyebab ia menjadi ajang pelampiasan sang ayah dan sang ibu beberapa waktu lalu, M mengatakan bahwa saat itu ia diminta sang ibu untuk mencuci sepatu, namun karena tangannya masih sakit ia menunda untuk mencuci sepatu, si ibu tiri yang marah kemudian menganiaya korban, penderitaan M makin bertambah saat sang ayah ikut-ikut menganiayaanya.
Melihat hal itu M akhirnya memutuskan meninggalkan rumah yang dikontrak orang tuannya, merasa kasihan ibu Aj yang juga tetanggannya kemudian menampungnya agar kondisi M bisa lebih baik.
"Saat anak ini tiba dirumah saya, suami saya langsung memanggil bapaknya dan meminta agar anaknya tetap dirumah saya untuk beberapa waktu, yang pasti kami tidak ingin anak ini menjadi sasaran penganiayaan lagi," kata ibu AJ yang minta namanya tidak dipublikasikan.
Sebenarnya lanjut AJ sudah tidak ada masalah antara anak ini dengan sang bapak hanya saja memang anak ini masih takut pulang kerumah karena ibu tirinya.
Sementara itu Irawati Lurah Rapak Dalam yang mendapatkan kabar penganiayaan ini langsung menjenguk korban dirumah penampungannya.
Naluri keibuan sang lurah muncul saat melihat M yang duduk di ruang tamu tumah milik AJ. Irawati lalu dengan seksama mendengarkan penjelasan M yang ternyata telah ditinggal oleh sang ibu kembali ke Jawa barat sejak berumur 6 tahun.
M terpaksa tinggal bersama sang ayah sedangkan sang kakak laki-lakinya tinggal bersama sang ibu di Jawa Barat.
M mengaku sangat ingin hidup bersama sang ibu bersama sang kakak dan adik kecilnya di jawa Barat, karena ia sendiri tidak tahan mendapat siksaan dari sang ibu tiri dan bapaknya.
Setelah mendapat penjelasan dari M salah satu lurah perempuan di pemerintahan Kota Samarinda ini kemudian mendatangi rumah kontrakan yang didiami pasangan SP dan SM di gang melati RT 10 itu.
Saat tiba Ibu Tiri korban membantah melakukan penganiayaan, namun ia mengakui bahwa ia kerap mencubit anaknya untuk memberi pelajaran.
"Tidak ada penyiksaan, saya hanya mencubit karena anak itu nakal," kata SM kepada Ibu lurah dan petugas kepolisian yang mendatangi rumahnya.
hal yang sama juga diungkapkan SP yang kaget rumah kontrakannya dipenuhi warga, ia mengaku bahwa sangat menyayangi M bahkan ia menyesal setiap mencubit anak kandungnya itu.
"Cubitan itu hanya untuk memperingatkan ia agar tidak nakal, dan bukan untuk menyiksa, memang sejak ditinggal ibunya beberapa tahun lalu kondisi ekonomi mereka selalu susah," kata bapak yang mengaku bertahun-tahun hidup di perkebunan kelapa sawit ini.
Saat ini meski kehidupannya belum sepenuhnya membaik, namun ia berusaha tetap menyekolahkan M. "Kehidupan kami yang terus berpindah pindah membuat pendidikannya tidak terkontrol, akibatnya meski telah berumur 11 tahun anak ini masih duduk di kelas 1," kata SP.
Disinggung mengenai kehadirannya di rumah orang tua M, Irawati mengatakan bahwa kami hanya mengingatkan kepada orang tua M untuk tidakmelakukan penganiayaan terhadap M.
"Kami saat ini hanya mengingatkan kedua orang tua M, namun tidak menutup kemungkinan jika mereka tetap melakukan penganiayaan langkah hukum akan kami lakukan," kata Irawati.
Masyarakat dan RT disini lanjutnya pada hari ini menjadi saksi, Jika M kembali mendapat siksaan langkah hukum akan kami lakukan.
"Kedua orang tua nanti akan membuat perjanjian di Polsek Samarinda Seberang, orangtua M masih sayang kepada M jadi kita beri kesempatan kepada mereka untuk merawatnya," kata Irawati. M4N

Truk Alat Berat Masih Antri Solar Subsidi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kendaraan pertambangan dan perkebunan dilarang mengisi solar subsidi. Hal ini memang sudah diberlakukan sejak lama. Namun SPBU di kota Samarinda masih melayani penjualan ke truk yang mengangkut alat berat. Dari hasil pantauan Poskota Kaltim, Rabu (3/9), SPBU No 64.751.09 di Jl PM. Noor, terlihat antrean truk, termasuk truk tronton yang mengangkut alat berat sedang melakukan pengisian solar.
Pemandangan berbeda terlihat di SPBU No 64.751.07 di Jalan KH Wahid Hasyim. SPBU itu dengan tegas memasang spanduk bertuliskan 'SPBU Tidak Melayani Kendaraan Besar (Truk dan Bus)'. Spanduk itu sudah terpasang sejak beberapa tahun lalu.
"Kalau memang kendaraan tambang atau perkebunan dilarang, kenapa kendaraan mengangkut alat berat boleh- boleh saja ya," kata seorang pengendara roda empat, Mustofa, usai mengisi BBM solar di SPBU Jalan PM Noor.
Mustofa menilai, peraturan larangan itu, masih belum jelas. Mengingat, kendaraan yang mengangkut alat berat, masih membeli solar bersubsidi di SPBU.
"Menurut saya, percuma kalau kendaraan untuk pertambangan dan perkebunan dilarang, tapi yang mengangkut alat berat, boleh-boleh saja," terangnya.
Sebagian warga kan tidak tahu, apakah kendaraan itu kendaraan jenis tronton, kendaraan perusahaan alat berat atau kendaraan pribadi. Tapi kalau pribadi, saya pikir bukan yang pastinya kendaraan perusahaan yang ikut beli solar subsidi," pungkasnya. aon

Pemprov Kaltim tak Anggarkan Jembatan Nipah nipah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Keinginan masyarakat Kota Balikpapan dan sekitarnya untuk memiliki jembatan alternatif yang menghubungkan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan nampaknya belum bisa terealisasi. Pasalnya pemerintah Provinsi Kaltim tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembaan Nipah nipah dalam Anggarapan Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2015.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Kaltim Dahri Yasin, saat dikomfirmasi, Rabu (3/9) kemarin mengatakan, pembiyaan pembangunan jembatan itu bukan bersumber dari APBD Kaltim tetapi dialokasikan melalui APBN.
"Memang tak dialokasikan dalam APBD 2015. Karena dialokasikan dalam APBN yang tentu realisasinya juga dimungkinkan akan selesai sesuai target," kata Dahri Yasin.
Menurutnya berdasarkan informasi yang diterima jika tahun ini jembatan tersebut mendapatkan kucuran dana dari APBN. Namun belum diketahui seberapa besar jumlahnya.
"Saya juga kurang tahu persis berapa jumlah alokasi dana yang diperuntukan untuk jembatan ini dari APBN, tapi yang jelas jembatan ini tidak mendapatkan dana dari APBD Kaltim,' katanya.
Mantan ketua Komisi III DPRD Kaltim Priode 2009-2014 ini berharap  kabupaten PPU dan Balikpapan bisa mengalokasikan anggaran melalui  APBD masing-masing sehingga dapat melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.
"Saya meyakini bahwa pembangunan jembatan itu pasti akan dapat diselesaikan sesuai rencana. Karena ini melibatkan dua kabupaten dan kota. Menjalin komunikasi yang bagus pasti akan segera bisa merampungkan," pungkasnya. tha

Pokja 30 Tolak Pilkada Dipilih Dewan

Jaringan Pemantau Pemilih Nasional

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Direktur Pokja 30, Carolus Tuah, yang juga ikut dalam lembaga Jaringan Pemantau Pemilih Nasional (JPPN), mengatakan jika pemerintah mengusulkan pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, itu sama saja artinya dengan  membuat sistem pemilihan kepala daerah kembali ke masa orde baru.
“Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap sistem pemerintahan daerah, dan merupakan suatu bentuk kemunduran karena rakyat tidak lagi memberikan mandat secara langsung kepada kepala daerah,” kata Carolus Tuah, Rabu (3/9/) kemarin.
Menurut Tuah, kepala daerah yang kedudukannya seharusnya sejajar dengan DPRD di daerahnya akan semakin sangat sulit karena dipilih oleh DPRD. Apalagi dalam debat capres lalu, masing-masing pasangan kandidat berjanji untuk tetap mempertahankan pilkada secara langsung.
Persoalan lain yang belum terselesaikan adalah saat Mahkamah Konstitusi telah menetapkan lembaga ini tidak lagi menangani sengketa Pilkada. Belum ada penetapan siapa yang berwenang menangani sengketa pilkada.
Sementara itu, sebut Tuah, KPU sebagai penyelenggara pemilu sedang bersiap-siap untuk jadwal pemilihan kepala daerah di 247 daerah pada tahun 2015. Bahkan, menurut jadwal pergantian masa jabatan kepala daerah bulan Januari 2015 ada daerah yang akan memulai tahapan pilkada. Sementara itu, aturan hukum yang ada masih menunggu apa yang akan diatur di dalam RUU Pilkada yang masih sedang digodok oleh DPR RI.
“Untuk itu kami meminta Panja RUU Pilkada DPR RI untuk menunda pembahasan dan pengesahan RUU Pilkada dan menyerahkan pembahasannya kepada anggota DPR terpilih hasil Pemilu 2014. Apalagi pembahasan RUU Pilkada ini tidak sejalan dengan janji kampanye pemerintahan baru,” kata Tuah.
DPR RI, sebutnya, sebaiknya lebih fokus membahas APBN di akhir masa jabatannya. Pemerintahan lama tidak punya legitimasi untuk membuat kebijakan besar yang drastis,  karena pemerintahan yang baru dan anggota legislatif yang baru sudah terpilih dalam Pemilu 2014 dan akan segera dilantik.
“Jika dipaksakan maka pembahasan hanya akan menjadi ajang pertarungan lanjutan Pilpres, sehingga arah desain pelaksanaan Pilkada menjadi kabur,” katanya.
Lebih khusus, JPPN mendesak kepada DPR RI agar menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada. Apalagi RUU ini terkesan politis karena harus diselesaikan oleh DPR RI periode 2009-2014.
Carolus Tuah,  menyebutkan, dalam RUU Pilkada ini mengalami perubahan yang sangat signifikan terhadap pemilihan kepala daerah. RUU Pilkada adalah bagian dari RUU Pemerintahan Daerah yang diusulkan oleh Pemerintah melalui Kemendagri untuk menggantikan UU Nomor 32 tahun 2004 junto UU Nomor 12 tahun 2008 yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah secara terpisah dari RUU Pemda. tha

PAN-Golkar Duetkan Rita-Darlis di Pilbub Kukar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemilihan bupati (pilbub) Kutai Kartanegara akan digelar 2015 mendatang. Namun diam-diam Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) terus melakukan komunikasi serius  untuk mencalonkan pasangan Rita Wisyasari-Darli Pattalongi untuk memipin Kukar 5 tahun kedepan.
Darlis Pattalongi, sendiri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kaltim, tidak menampik hal itu. Bahkan secara tertang-terangan dirinya mangakui telah menjalin komunikasi secara intensif soal dirinya yang akan mendampingi Rita yang kini menjabat sebagai bupati Kukar.
"Ya kita memang sering berkomunikasi cukup serius. Hasilnya meang telah ada. Namun secara resmi belum diumumkan,' katanya, kemarin.
Sementara sumber kader internal PAN, yang dihimpun media ini  menyebutkan jika Darlis kerap disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang diusulkan Partai berlambang matahari bersinar ini maju menjadi wakil bupati.
"Tau dari mana? ya memang ada wacana kesana, tapi semua itu kita serahkan lagi sama Ibu Rita, siapa yang nantinya bakal ditunjuk mendapingi beliau,' jelas sumber tersebut.
Ditanya soal kesipannya Darlis mengaku siap menjalankan amanah partai yang mngusungnya. Dan berjanji akan bahu membahu dengan Rita.
"Ya kalau dikehendaki rakyat saya akan mempejuangkan rakyat dan bekerja membuat Kutai Kartanegara tambah lebih maju lagi," jelasnya.
Dia katakan, dirinya sudah memahami apa dan bagaimana Kukar untuk lebih maju lagi. "Sebelumnya saya kan sudah menjabat 10 tahun menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi untuk Kukar dan Kubar, dan selama itu saya juga bekerja untuk kemajuan Kukar-Kubar,' pungkasnya. tha

Pangdam Dilamar 2 Parpol

Suksesi Pilgub Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gaung pemilihan Calon Gubernur (cagub) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai terdengar. Terkini, Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Dicky Wainal Usman, mengaku telah dipinang oleh dua partai politik (parpol) untuk maju sebagai "Kaltara 1".
Pangdam mengatakan kedua Parpol  tersebut dinyatakan telah memenuhi jumlah perolehan kursi dan suara sah Parpol yang menjadi syarat utama maju pencalonan sebagai cagub.
"Ada dua parpol yang telah membahas soal pencalonan gubernur Kaltara. Tapi sejujurnya saya pribadi secara resmi belum dihubungi," katanya  kepada media ini usai menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kaltim Periode 2014-2019 di Samarinda, Senin (1/9) lalu..
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah menuunggu gerakan kedua parpol tersebut untuk melakukan langkah-langkah konkrit guna mendeklasikan pencalonan dirinya.
"Ya pokoknya ada dua Partai, saya ngak bisa sebutkan partai itu ngak etis dong, biar nanti dari Partai itu sendiri yang mengumumkan," katanya.
Dia mengatakan, kedua parpol itu dinyatakan sudah memenuhi persyaratan yakni  cukup kursinya untuk mencalonkan gubernur.
"Karena persyaratanya maju sendiri harus memperoleh 7 kursi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya ya tinggal menunggu saja bagaimana perkembangannya," katanya.
Lebih lanjut dikatakan,  keinginan dirinya maju sebagai Gubernur karena wilayah Kaltara yang bersentuhan dengan perbatasan Negara Malaysia sangat rawan dengan aksi kriminalitas seperti penyelundupan barang terlarang narkoba dan rawan dengan konflik sosial antar negara.
"Masyarakat di sana (Kaltara, Red) membutuhkan keamanan yang ekstra karena berbatasan dengan negara tetangga. Selain itu ada beberapa strategi yang dijalankan antara pertahanan, keamanan dan kesejahteraan yang dilakukan oleh Pemerintah nantinya," jelasnya.
Terpisah,  Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang dicalonkan Golkar maju sebagai Gubernur tidak mau berkomentar banyak.
"Seperti yang sudah saya sampaikan saya tidak mau berkomentar karena saya masih berstatus PNS. Kalau bicara nanti ya kita bahas nanti sajalah,' katanya dengan tegas. tha

Dishub Tertibkan Parkir Liar Pasar Segiri

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Permasalahan yang sering terjadi di Kota Samarinda akibat kemacetan di jalan salah satunya adalah parkir liar. Oleh sebab itu Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terus melakukan penertiban yang ada di Samarinda. Kali ini penertiban dilakukan di sekitar wilayah Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu menjadi perhatian serius Dishub Samarinda.
Bahkan lokasi tersebut akan menjadi fokus
selama beberapa hari ke depan, di luar lokasi rawan macet lainnya. Karena itu, penertiban mulai dilakukan senin (1/9) kemarin sore. Baik terhadap aktivitas parkir liar maupun keberadaan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang
berjualan di trotoar dan badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
"Kami mengharapkan supaya wilayah Segiri itu bisa steril dari PKL maupun parkir liar. Biar arus lalu lintas kembali normal dan tidak menimbulkan kemacetan," kata Kepala Dishub Kota Samarinda, Abdullah.
Menurutnya, pihaknya berharap agar dengan penertiban yang dilakukan itu, para PKL tidak lagi berjualan di lokasi terlarang. Begitu pula dengan parkir kendaraan, agar bisa lebih tertib.
"Karena rambu larangan parkir sudah lama kami pasang di sana. Jadi masyarakat juga harus tertib," ujarnya.
Untuk penertiban tersebut, Abdullah mengaku tidak hanya tim Dishub. Tetapi juga melibatkan tim terpadu lainnya di Pemkot Samarinda, terutama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Satpol PP dan Dinas Pasar.
"Jadi kami bergerak bersama-sama saling membantu agar penertiban ini bisa berjalan lancar dan tidak terlihat semerawut," pungkasnya. aon

Mahasiswa Protes Biaya Pelantikan DPRD Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Belum sepenuh berkerja sebagai wakil rakyat, 55 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Senin (1/9) kemarin dilantik justru sudah melakukan pemborosan anggaran untuk acara pelantikan di ruang Sidang Paripurna DPRD Kaltim.
Besarnya biaya pelantikan anggota DPRD Kaltim  yang mencapai Rp 650 juta oleh gabungan Mahasiswa Kaltim dan Kaltara tidak menunjukan sikap kritis anggota DPRD Kaltim terhadap berbagai persoalan sosial di Kalimantan Timur dan Kaltara.
Masih tingginya angka kemiskinan, infrastruktur yang belum memadai, masih banyak anak putus sekolah hingga masih banyaknya sekolah yang tidak layak digunakan.
Namun aksi protes yang disampaikan para mahasiswa ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Aksi protes mahasiswa itu ternyata dihadang ribuan aparat kepolisian yang berjaga di lingkungan kantor DPRD Kaltim ditambah dengan 3 ekor anjing terlatih yang dibawa oleh satuan hewan Polda Kaltim.
Aksi nekad seorang mahasiswa yang melakukan aksi penghadangan terhadap sebuah mobil dinas milik Pemprov Kaltim didepan kantor DPRD Kaltim menjadi pemicunya. Aksi mahasiswa ini mengundang reaksi petugas kepolisian yang langsung mengamankan pelaku. Aksi petugas kemudian mengundang rekan-rekannya untuk melakukan negoisasi dengan para petugas.
Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan masih banyaknya masyarakat miskin di Kaltim dan Kalimantan Utara. Mereka menilai bahwa anggaran yang dikeluarkan Sekretariat DPRD Kaltim untuk pelantikan anggota DPRD yang baru sangat besar, padahal mereka belum berkerja.
Anggota DPRD Kaltim yang baru dilantik telah mendapatkan pin emas seberat 7 gram untuk 55 orang anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019, selain itu para anggota DPRD bersama keluargannya juga menginap di hotel bintang 5  selama 2 malam  mereka juga mendapatkan kendaraan dinas operasional.
"Hal ini yang menjadi sumber keprihatinan kami, disaat banyaknya masalah-masalah sosial yang terjadi di Kaltim mereka justru asik menggunakan uang negara untuk kepentingan prestise sebuah pelantikan atau kegiatan seremoni yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat Kaltim," kata Joni.
Seharusnya mereka bisa lebih bijaksana dan meminta kepada sekretariat DPRD untuk menyiapkan acara pelantikan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat, bukan justru menggelar sebuah pesta mewah dengan menempatkan ribuan petugas kepolisian untuk mengamankan acara pelantikan itu.
"Kami mahasiswa asal Kalimantan Utara mengingatkan kepada anggota dewan yang dilantik  untuk lebih memperhatikan persoalan sosial di daerah  perbatasan dan pedalaman yang ada di kaltim dan Kaltara," kata Jony.
Joni mengatakan bahwa fenomena yang dilihat ketika pemekaran terjadi hanya melahirkan raja-raja kecil dan permainan elit politik partai agar lebih luas kekuasaan yang dicapai, sementara pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat tidak tercapai.
"Ini seperti kata pepatah Pungguk merindukan Bulan, anggaran besar yang diharapkan serta janji pengelolaan keuangan daerah lebih terfokus ternyata hanya impian belaka, nyatanya komitmen untuk memperbaiki kondisi masyarakat perbatasan hingga saat ini tidak nyata.
Saat ini lanjut Joni kondisi dunia pendidikan di wilayah Kaltara masih jauh dari harapan, bangunan sekolah masih banyak yang tidak layak, minimnya pasokan buku-buku penunjang, hingga minimnya tenaga pendidik.
Begitu juga dengan sektor kesehatan, saat ini didaerah pedalaman dan perbatasan Kaltara masih kekurangan tenaga medis, baik itu perawat maupun tenaga dokternya,
Dari itu lanjut Joni pada kesempatan ini ia menghimbau agar anggota DPRF yang baru dilantik segera menepati janji-janji politiknya kepada masyarakat Kaltara.
Dia meminta agar mereka segera melakukan langkah-langkah untuk menekan pemerintah Kaltim maupun Kaltara untuk melakukan percepatan pembangunan di sektor pendidikan , kesehatan, Infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat di Kaltara.
Sementara itu disaat sejumlah mahasiswa melakukan aksi didepan kantor DPRD Kaltim hingga berujung kericuhan, suasana diruang sidang paripurna DPRD Kaltim begitu kontras, diruang yang sejuk dan kursi yang empuk, sejumlah anggota DPRD Kaltim terlihat asik bermain telpon seluler dan mengobrol sesama anggota DPRD Kaltim, padahal  saat itu gubernur kaltim Awang Faroek Ishak sedang membacakan pidato  Menteri Dalam Negeri terkait pelantikan para anggota DPRD Kaltim.
Beginikah  mental  para legislator yang baru di lantik, pertanyaanya bagaimana mereka bisa berkerja secara serius memperjuangkan hak-hak warga yang diwakilinnya sementara  mendengarkan pidato saja mereka tidak serius.
Sementara itu untuk mengamankan pelaksanaan pelantikan Anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 di kantor DPRD Kaltim sedikitnya 3200 personil aparat kepolisian disiagakan di Kota Samarinda.
Personil personil itu ditempatkan disejumlah titik di kota Samarinda dan sejumlah titik masuk ke kota Samarinda.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kabag Operasional Kompol Andreas Susanto Sik didepan kantor DPRD Kaltim senin (1/9) kemarin.
Andreas mengatakan bahwa penjagaan yang dilakukan di seputara gedung DPRD Kaltim dilakukan oleh personil kepolisian dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltim dan Samapta Polda Kaltim. sementara untuk pengamanan di beberapa pintu masuk kota Samarinda  dilakukan oleh Polres Balikpapan, Polres Kutai Kartanegara, Polres Bontang dan Polres Kutai Timur. "Total pasukan yang kita turunkan sekitar 3200 personil," kata Andreas. M4n

Nusyirwan Atau Jafar

Golkar Mulai Godok Cawali Samarinda
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kendati masih satu tahun lagi, namun suksesi Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda mulai bermunculan nama-nama yang akan berlaga di Pilwali 2015 mendatang. Tak terkecuali Golkar. Partai berlambang Pohon Beringin ini, disinyalir mulai membahas dua nama yang bakal diusungnya yakni, Nusyirwan Ismail dan Jafar Abdul Gaffar.
M Albert, Sekretaris DPD Golkar Kaltim mengatakan, saat ini ada beberapa nama bermunculan dalam bursa pencalonan Pilwali diinternal Golkar. Namun sampai saat ini diakuinya, partai belum menentukan siapa nama yang akan diusung sebagai Cawali Samarinda 2015-2020 mendatang. Pasalnya imbuh Albert, pendaftaran calon yang akan digelar partai belum dibuka. “"Siapa saja bisa menjadi calon yang diusung partai nanti. Tapi sekarang belum, kita lihat saja nanti,” katanya singkat.
Namun Albert tidak menampik bahwa Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail kabarnya termasuk nama yang diperhitungkan untuk diusung Partai Golkar. Termasuk Ketua DPD Samarinda, Jafar Abdul  Gaffar juga masuk dalam nama yang disebut-sebut. “O iya. Kedua nama (Nusyirwan dan Jafar, red) itu memang sudah lama kita jadikan bahan diskusi internal,” ujar Albert.
Albert juga mengatakan, Golkar tidak mmenutup kemungkinan bahwa akan ada calon lain yang akan dibahas untuk diusung di Pilwali nanti. “Kami (Golkar, red) banyak stok kader untuk kami usung. Nah sekarang tentunya Golkar akan mempertimbangkan berbagai faktor, yang memungkinkan ketika kami mengusung calon, dan calon itu wajib menang,” urainya.
Partai Golkar sendiri, menurutnya pada saatnya nanti akan buka tahapan bagaimana menjaring calon. Baik itu wali kota atau wakil wali kota yang mengacu pada aturan yang ada. "Prosesnya nanti memang melalui pendaftaran di DPD 2, namun tetap ada arahan dari DPP atau DPD I (provinsi)," ujarnya. fer

Berharap Ada Menteri Dari Kaltim

Kabinet Jokowi -JK

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, berharap pemerintahan baru dalam kabinet Jokowidodo - H Jusuf Kalla, akan mempercayakan salah satu menterinya berasal dari Kaltim.
“Sebagai gubernur tentu saya sangat bersyukur jika ada menteri dari Kaltim. selain itu masyarakat Kaltim tentu sangat bangga,” kata Awang Faroek kepada wartawan, belum lama ini.
Awang Faroek Ishak mengaku bersyukur jika ada tokoh masyarakat dari Kaltim yang menjadi menteri dalam kabinet Jokowi periode 2014-2019. Sebab selama ini belum pernah ada menteri yang berasal dari Benua Etam.
Dia menyebut, dengan adanya menteri dari Kaltim membuktikan adanya kepercayaan pemerintah pusat bagi putra-putri Kaltim berjuang untuk daerah.
Awang tidak menyatakan ini merupakan keharusan, sebab menjadi hak perogeratif presiden terpilih nantinya. Hanya saja Awang mengingatkan kontribusi Kaltim bagi pusat sangat tinggi, terutama soal pendapatan negara dari sektor pertambangan.
“Sehingga wajar, jika ada aspirasi masyarakat yang berharap ada kepercayaan dari Presiden untuk menjadikan putra-putri terbaik dari Kaltim sebagai Menteri dalam kabinet yang baru,” katanya.
Awang pun mengakui ada aspirasi yang ia terima agar ada tokoh masyarakat Kaltim yang duduk menjadi menteri. “Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat Kaltim dapat didengar oleh Presiden terpilih,” pungkasnya.
Secara khusus dirinya tak menyebut nama dari menteri yang dimaksud. Namun Awang merasa putra-putra di Kaltim cukup cakap untuk menduduki salah satu jabatan menteri.
"Siapapun itu. Yang pasti Kaltim akan bangga jika ada salah satu putra terbaiknya menjadi menteri. Ini akan lebih mengembangkan Kaltim kedepan," katanya. tha

Balai POM Sita Ribuan Obat dan Kosmetik Ilegal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) menyita kosmetik ilegal dan obat-obatan mengandung zat berbahaya yang beredar di berbagai tempat di Samarinda. Ribuan produk dari luar negeri ini disita dari 11 gudang di Samarinda dan beredar dengan cara pemesanan online. Total produk yang disita kali ini mencapai Rp63 juta.
Operasi gabungan nasional yang diberi sandi storm ini berhasil menemukan 164 macam obat terlarang dan kosmetik ilegal yang tidak layak pakai, tidak layak edar dan tidak mempunyai izin. Rinciannya, dari 11 lokasi, BBPOM mengamankan 1.293 jenis produk lantaran terindikasi karena melanggar hukum. Sebagian besar barang sitaan tersebut terdiri dari obat 10 jenis, jamu tradisonal 44 jenis dan, 110 kosmetik berbagai merek.
Kosmetik yang diamankan juga tidak hanya dari produk luar negeri pemutih wajah, krim dan make up, serta viagra obat penambah vitalitaas pria. selain produk luar petugaas juga berhasil mengamankan obat yang diproduksi di indonesia yang tidak mempunyai izin edar seperti urat madu obat untuk menambah vitalitas pria/ asam urat untuk penyakit nyeri sendi dan sakit gigi.
Plh Kepala BPPOM Kota Samarinda Muhammad Faizal mengatakan bahwa masih maraknya peredaran obat tidak layak edar dan kosmetikan luar negeri ini akibat kurang sadarnya masyarakat tentang bahayanya zat kimia yang terkandung dalam obat obat yang diamankan tersebut. Padahal bahan kimia berbahaya tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Faizal mengaku bahwa pihaknya mengalami kesulitan menertibkan peredaran obat, makanan, serta kosmetik yang dijual secara online. “Kalau penjualan di warung bisa kita tarik dari peredaran dengan mudah. Tapi kalau online ini cukup sulit,” sebutnya.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, ratusan produk sitaan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. “Ini operasi yang dilakukan serentak secara nasional. Hasilnya kita mengamankan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya senilai Rp 63 juta,” kata Faizal.
Kandungan logam berat seperti Mercury, lanjut Faizal, bisa mengakibatkan keracunan pada penggunanya. "Tergantung jenis kosmetik apa yang dipakianya misalnya mengandung mercury akan mengakibatkan keracunan terhadap penguna.
Seperti penggunaan merkuri dalam kosmetik yang bisa membuat kulit manusia menjadi rusak, begitu juga zat kimia lainnya.
Minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan produk-produk kosmetik ilegal yang tanpa ada izin edar dan tidak layak pakai, memang masih harus terus disosialisasi sehingga tumbuh kesadaran dalam masyarakat.
jika tidak ada masyarakat yang menggunakan produk-produk itu, dengan sendirinya  produk tersebut tidak akan masuk lagi ke Indonesia. M4n

Jaang : Tolong Disimpan Baik-Baik

Warga Sambutan Terima 300 Sertifikat Tanah
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 300 sertifikat tanah jatah dari Program Nasional Daerah (Pronada) yang diperuntukan bagi warga Kecamatan Sambutan akhirnya diserahkan  Wali Kota Samarinda H Syahariwe Jaang Kamis (28/08) kemarin, di Kantor Camat Sambutan. Tahun ini ada sebanyak 3000 peningkatkan Surat Tanah Pelepasan Hak (STPH) menjadi sertifikat  yang siap diserahkan untuk warga yang tersebar  di 10 Kecamatan . Program ini sendiri diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu dimana negara membantu dalam hal pembebasan biaya pembuatan sertifikat kepemilikan sebidang tanah yang diajukan melalui kelurahan tembusan kecamatan dan kemudian didaftarkan ke Badan Pertanahan Nasional.   Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang usai membagikan secara simbolis sertifikat tadi dalam arahannya mengakui  kalau dalam pengurusan sertifikat tanah menurutnya tidak cukup memakan waktu satu sampai dua hari agar bisa kelar. “Untuk itu harapan saya sertifikat yang telah diterima hari ini melalui program pronada agar bisa disimpan  baik-baik, karena untuk mendapat sertifikat ini tidak mudah,”Pesannya.  Pemerintah sendiri menurutnya punya kewajiban untuk memastikan masyarakat punya hak untuk memiliki tanah yang dapat diolah untuk menopang kehidupan. Untuk itu ia menginginkan jangan sampai warga tadi kehilangan akses atas tanah hanya karena desakan investasi ataupun kepentingan lainya. “Untuk itu melalui program ini kita utama bagi warga yang memang betul-betul bisa memanfaatkan sebidang tanahnya tadi untuk  menunjang ekonominya dalam membangun tempat usaha maupun berkebun,”Kata Jaang.  Sebaliknya, ia juga mengapresiasikan kepada warga  yang telah mewakafkan sebidang tanahnya tadi untuk menunjang sarana dan prasarana  lingkungan bersih dan sehat melalui pemilahan Bank sampah. “Seperti yang telah dilakukan oleh keluarga H Harbiansyah yang telah mewakafkan sebidang   tanahnya  untuk meunjang program hijau bersih dan sehat, tentu  Pemerintah mengucapkan terima kasih,”Sebut Jaang mengakhiri. ike

150 Model Peragakan Kreasi Busana Sarung Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
150 model asal Kota Samarinda belum lama ini memperagakan berbagai kreasi busana menggunakan bahan atau kain khas Samarinda dalam Kemilau Sarung Samarinda 2014 yang dijadwalkan digelar Jumat (29/8) lalu.
Peragaan busana kali ini terbilang spesial karena meningkatnya jumlah peserta yang terlibat dalam peragaan busana yang diadakan di Hotel Mesra Internasional, bahkan para model menunjukan kebolehannya di tepi kolam renang.
"Setelah dua tahun kami gelar, maka tahun ini Kemilau Sarung Samarinda kembali kami laksanakan pada Jumat (29/8) malam di Hotel Mesra Internasional, sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-69," Kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda HM Faisal kepada Poskota Kaltim.
Faisal mengatakan bahwa peragaan busana kali ini memang sengaja menampilkan konsep dan suasana yang baru dan audien yang berbeda, pagelaran Kemilau Sarung Samarinda itu diharapkan dapat menambah tinggi nilai seni dan kreasi dengan materi bahan sarung Samarinda.
"Terutama, untuk dapat lebih mempromosikan bahwa bahan Sarung Samarinda dapat digunakan untuk banyak karya desainer bukan hanya untuk sarung saja," katanya.
pada pagelaran kali ini juga menampilkan musik jazz live dari jazzer lokal Samarinda, sebuah poin baru di acara sejenis yang pernah ada. Tantangan baru juga pada gelaran Kemilau Sarung Samarinda tahun ini.
"kita sengaja menyiapkan areal catwalk berada di atas swimming pool atau kolam renang dengan suasana alami malam hari ditambah pencahayaan menawan menambah nilai plus untuk acara ini kelak sehingga kami berharap masyarakat akan semakin menicntai Sarung Samarinda," kata Faisal.
Tema Kemilau Sarung Samarinda 2014 tersebut yakni Jazz, Love dan Fashion, kemudian ada juga kejutan lain di mana akan tampil tim perbankan Kota Samarinda di bawah koordinasi Bank Indonesia yang juga akan menampilkan beragam busana kerja sarung Samarinda ala perbankan,
"Mudah-mudahan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan penjualan sarung, jika kelak perbankan pun berpartisipasi menggunakan busana kerja dengan bahan dari sarung Samarinda," harap Faisal.
Sementara, Ketua Panitia Kemilau Sarung Samarinda 2014 Agnes Gering, mengatakan, pada kegiataan tersebut akan menampilkan desain Sarung Samarinda hasil kreasi desainer lokal yang pada tahun lalu (2013) menampilkan karya 15 disainer.
"Tahun ini (2014) ada 20 disainer/agency modeling Samarinda yang siap beraksi dengan menampilkan 150-an model dengan busana bahan Sarung Samarinda, kemudian ditambah model dari kalangan perbankan dan instansi di lingkungan pemkot sehingga pagelaran ini akan meriah dan seru," ungkap Agnes Gering.
Pagelaran Kemilau Sarung Samarinda 2014 itu, lanjut Agnes Gering, juga menggandeng Dekranasda Samarinda. "Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda juga memastikan kehadirannya dan undangan sudah mulai kami sebarkan untuk menyaksikan acara ini. Bagi masyarakat yang berminat hadir dapat menghubungi kami di Disbudparkominfo," ujar Agnes Gering. M4n

BBM Dibatasi, Operasional Bus Terganggu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebijakan pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah awal Agustus lalu membuat sebagian pengusaha bus antar kota dalam propinsi memarkir kendaraanya. Alasannya, para pengemudi mulai kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU karena tidak lagi mendapat jatah.
Para penumpang bus antar kota dalam Provisi Kaltim tujuan Samarinda-Bontang terpaksa harus berdesak-desakan didalam bus, mereka memilih berdesakan karena banyaknya bus yang memilih tidak operasi karena keterbatasan BBM.
Terbatasnya bus membuat sebagian penumpang terpaksa memilih menggunakan kendaraan lain, meski harus rela merogoh kocek lebih mahal dari biasanya.
Salah satunya Abdi warga Bontang, ia mengaku tidak menyangka jika bus sudah tidak ada yang beroperasi ketika ia datang, iapun terpaksa menggunakan taksi tembak meski harus membayar lebih mahal.
"Biasanya bus yang melayani jalur bontang cukup banyak, namun saat ini baru jam 3.00 wita siang bus sudah tidak ada, kalaupun ada penumpangnya cukup banyak," kata Abdi.
 Sementara itu Ketua Organda Ambo Dale membantah jika ada kendaraan yang tidak beroperasi akibat tidak adanya BBM,
namun Ambo Dale mengakui bahwa khusus jalur Samarinda-Bontang para pengemudi memang mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar.
Jika sebelumnya ada sebuah SPBU yang ditunjuk Pertamina untuk memberikan jatah khusus angkutan bus, kini seiring dengan keputusan pembatasan subsidi BBM jatah itu tidak ada, akibatnya meski membawa penumpang bus harus antri bersama ratusan truk untuk mendapatkan bbm jenis solar yang berada di SPBU.
Meski demikian ia menegaskan bahwa tidak ada bus yang berhenti beroperasi akibat kelangkaan BBM, bahkan para supir berani nombok beli BBM eceran. Berhentinya sebagian bus jalur samarinda-bontang akibat bus yang tidak memiliki cukup solar, tidak berani melayani perjalanan,  khawatir kehabisan bbm di tengah jalan, kondisi tersebut sangat merugikan pengusaha transportasi.
"Yang terpenting tidak mogok ditengah jalan saja, jika sudah demikian supir rugi penumpang juga rugi," kata Ambo Dale. M4n

Antisipasi Potensi Kerawanan di Kaltara

Kunjungan KKDK Sespimti di DPRD Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Delapan perwira Polri yang kini mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polisi Republik Indonesia (Polri) Pendidikan Reguler ke-23, melakukan kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) ke DPRD Provinsi Kaltim.
Kunjungan pada Selasa (26/8) kemarin diselingi rapat dengar pendapat (hearing) soal kinerja para anggota dewan dalam lima tahun terakhir.
Pimpinan rapat yang juga ketua DPRD Provinsi Kaltim Syahrun mengutarakan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri dalam kunjungan kerja tersebut. Mengingat, pendidikan Sespimti merupakan salah satu langkah kepolisian dalam rangka menyelenggarakan pendidikan calon pimpinan Polri dan penegak hukum lainnya yang memiliki profesionalisme, wawasan kepemimpinan, strategi dan komitmen yang kuat terhadap integritas moral sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
“Kunjungan dalam rangka tukar pendapat ini akan memperkuat tali silaturahmi antara jajaran pemerintah dan unsur kepolisian. Selain itu, kajian data dari peserta Sespimti ini tentu saja akan menjadi sarana terbaik, dalam rangka mengukur kinerja anggota dewan selama ini,” kata Syahrun.
Rapat yang berlangsung di Gedung B Komplek DPRD Provinsi Kaltim tersebut juga dihadiri oleh sejumlah ketua fraksi, yakni, Bahrid Buseng dari Fraksi Golkar, Datu yaser Arafat dari PDIP dan Zain Taufik Nurrohman dari PAN.  Hadir juga Ketua Komisi II Rusman Ya’qub dan Ketua Banleg Rakhmat Majid Gani. Pertemuan ini dalam rangka mengetahui sejauh mana kinerja DPRD dalam upaya memajukan daerahnya. Seperti, bagaimana peran DPRD dalam menangani pemekaran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam pertemuan Datu yaser Arafat memaparkan DPRD Provinsi Kaltim masih terus memberikan bantuan demi bantuan kepada Provinsi Kaltara dalam upaya mematangkan provinsi pemekaran Kaltim ini. Seperti diketahui, Kaltara merupakan akses masuk paling mudah ke beberapa negara tetangga. Hal ini justru harus diwaspadai karena rentan wilayah diklaim negara lain. Belum lagi kemudahan keluar masuk yang berimbas pula pada mudahnya akses barang-barang ilegal. Karena itu jumlah personel di Katara harus ditambah agar bisa menekan sedini mungkin hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.
“Hal seperti ini yang harus kita waspadai bersama. Saya sangat berharap jajaran kepolisian turut mengantisipasi. Jadi jangan tunggu sudah menjadi masalah baru ditindaklanjuti. Satuan pengamanan di daerah yang rawan tersebut harus segera diperketat,” kata Datu Yaser Arafat.
Selain itu, peserta Sespimti juga juga menanyakan bagaimana hubungan kerja DPRD dengan jajaran Pemerintah Provinsi. Diyakini Syahrun, jika hubungan kedua belah pihak selama ini cukup bersinergi. Terbukti dalam pembangunan Kaltim yang semakin maju dari tahun ke tahun. “Sinegritas antar jajaran Pemprov dan DPRD Provinsi mencapai kata sangat baik. Mengingat seringnya kedua belah pihak melakukan rapat dan evaluasi bersama terhadap pola pembangunan bagi rakyat. Kaltim ini wilayah yang sangat luas. Masih banyak daerah-daerah yang belum terjamah. Sinegritas antara DPRD Provinsi Kaltim dan jajaran pemerintah provinsi harus sangat erat untuk terus mengeksplor pembangunan yang merata ke seluruh Kaltim,” kata Syahrun. hms

Kelapa Sawit Dinilai Mampu Gantikan Batubara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Amireza M Moesa, mengemukakan sektor perkebunan kelapa sawit dinilai bisa menggantikan sektor batubara yang saat ini mengalami kelesuan ekspor.
"Ekspor Batu bara di Kaltim tengah berada dalam posisi yang lesu. Diperkirakan sektor ini (batu bara, Red) akan  sulit pulih ke masa emasnya. Saya kira kalau di Kaltim pilihannya ada di sektor perkebunan kepala sawit,” ujar Amireza, belum lama ini.
Dia ungkapkan, kendati belum bisa sepenuhnya menggantikan sektor batubara, namun sektor perkebunan bisa dioptimalkan untuk menjadi lokomotif baru perekonomian Kaltim.
"Program pembukaan lahan sawit hingga empat juta hektare saya kira akan bisa mendongkrak laju perekonomian Kaltim," katanya.
Syaratnya, lanjut dia, pemerintah harus serius dalam melakukan program perkebunan kelapa sawit ini hingga menjadi sektor unggulan. Sehingga mampu mendongkrak perekonomian di Kaltim.
“Hanya saja dengan adanya program pemda setempat yang akan membuka 4 juta hektare kebun kelapa sawit, bisa menjadi andalan untuk terus didorong sehingga mampu mendongkrak perekonomian,” urainya.
Dia katakan, imbas dari lesunya  ekspor batubara cukup dirsakan di Kaltim dimana pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2014 ini  hanya sebesar 1,89 persen. Sedangkan di triwulan pertama 2014, pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 2,1 persen.
“Seperti diketahui, lokomotif perekonomian Kaltim sampai saat ini masih ditopang oleh sektor batubara. Akibatnya, jika sektor batubara lesu, pertumbuhan ekonomi Kaltim jadi melambat,” imbuh Amireza.
Kondisi lesunya ekspor batubara ini diperkirakan berlanjut hingga triwulan ketiga 2014. Diprediksi, pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan ketiga hanya berkisar 1,6 hingga 2,1 persen. “Capaian pesimisnya 1,6 persen, dan optimisnya bisa sampai 2,1 persen,” katanya lagi.
Amireza menyarankan pemerintah Kaltim segera mengambil langkah strategis guna mengantisipasi ketergantungan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada sektor batubara. “Sektor batubara terus melorot. Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis,” saran Amireza.
Amireza menyebut lesunya bisnis batubara ini dipengaruhi penurunan ekspor ke Tiongkok yang juga sangat mempengaruhi bisnis batubara internasional.
“Dengan kondisi ini diperkirakan sektor batubara sulit kembali kemasa kejayaannya. Waktu 2011 ekspor batubara sedang marak, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun itu mencapai 5 persen,” tandasnya.
Dia berharap, pemerintah akan segera bergerak untuk mengalihkan bidikan pada sektor baru yakni perkebunan kelapa sawit.
"Saya yakin dengan pembukaan lahan-lahan perkebunan kelapa sawit akan mampu mengangkat perekonomian di Kaltim sebagaimana pada masa jayanya sektor batu bara," pungkasnya. tha

SMAN 13 Samarinda dan SMPN 5 PPU Juara LPI se Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
SMA Negeri 13 Samarinda dan SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara (PPU) berhasil menjadi juara dalam Liga Pendidikan Indonesia (LPI) se Kaltim 2014 di Samarinda yang dilaksanakan sejak 25-30 Agustus 2014.
Selain itu, juara kedua ditingkat SMA sederajat diraih SMA Negeri 1 Rantau Pulung Kutim, juara ketiga diraih SMK Geologi Pertambangan Tenggarong. Sementara tingkat SMP sederajat sebagai juara diraih SMP Negeri 8 Tanah Grogot dan juara tiga diraih SMP YPPSB Sangatta.
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali ketika menutup LPI 2014 Kaltim menaruh harapan besar kepada tim yang telah menjadi juara pertama di tingkat provinsi, agar mampu memberikan prestasi yang baik di tingkat nasional.
Karena, juara pertama LPI tingkat provinsi dipersiapkan untuk mewakili provinsi di tingkat nasional yang rencana dilaksanakan September 2014. “Karena itu, saya berharap sekolah yang meraih juara tahun ini dapat mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, perjuangan mereka belum selesai, yakni di tingkat nasional. Makanya, saya berharap para pelatih atau Pembina dapat mempersiapkan tim ini, sehingga dapat memberikan terbaik bagi daerah ini,” kata Bere Ali usai menutup LPI Kaltim 2014 di Samarinda, Sabtu (30/8).
Melalui LPI diharapkan terlahir bibit sepakbola berkualitas di Kaltim, sehingga mampu menciptakan prestasi sepakbola di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembinaan sepakbola di tingkat pelajar juga patut dilakukan di masing-masing sekolah, sehingga prestasi sepakbola Kaltim terus ada di daerah ini.
Apalagi, dengan adanya pembinaan tersebut mampu mendukung para generasi muda untuk jauh dari tindakan negatif, sehingga dapat meraih prestasi dan cita-cita yang diinginkan. “Saya pikir dengan adanya kegiatan seperti ini mampu mengurangi tindakan yang menyimpang terhadap para generasi muda, terutama pelajar sehingga mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim berharap dengan adanya LPI diharapkan mampu mencetak generasi muda Kaltim yang mampu membawa nama daerah di tingkat nasional, terutama melalui olahraga sepakbola.
“Kita tahun PON di Riau sepakbola Kaltim mampu meraih juara pertama dan meraih medali emas. Saya berharap melalui LPI ini ada pelajar yang terpilih dan mampu membawa nama daerah untuk mempertahankan juara tersebut,” jelasnya. mar

Kualitas SDM Pengelola Keuangan Desa Wajib Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi  mengatakan, Pemprov Kaltim menegaskan agar sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan pemerintah desa di Kaltim wajib meningkatkan kualitas yang dimiliki. Karena, sesuai dengan Undang-Undang (UU) 6/2014 tentang desa, bahwa pengelolaan keuangan desa hingga mencapai Rp1 Miliar harus dikelola dengan professional, agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap aparatur pemerintah desa.
"Karena itu, pengetahuan tentang pengelolaan keuangan desa wajib dimiliki aparatur pemerintah desa di daerah, sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa terlaksana dengan baik dan tertib administrasi,"kata HM Jauhar Efendi di Samarinda, Minggu (31/8).
 Menurutya, dengan adanya aturan tersebut, maka Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan pembinaan terhadap aparatur pemerintah desa. Caranya, dengan melakukan bimbingan teknik pengelolaan keuangan daerah bagi aparatur pemerintah desa. Dengan demikian, pengelolaan keuangan desa dapat terlaksana dengan baik dan tertib administrasi.
Dengan adanya aturan melalui UU tersebut, diharapkan aparatur pemerintah desa lebih professional dalam mengelola administrasi keuangan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa tertib administrasi.
Termasuk mengenai pelaksanaan proyek pembangunan di desa, diharapkan pengelolaannya dapat dilaksanakan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Misal, pembangunan jalan desa dan pembangunan jembatan.
“Jadi, diharapkan pemerintah desa harus memahami pengelolaan keuangan tersebut. Karena itu, kami juga berharap, ketika 2015 yang direncanakan adanya bantuan keuangan desa dari Pemprov Kaltim dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas SDM masing-masing, sehingga pengelolaan keuangan desa betul-betul tertib aturan,” paparnya. mar

2018, Kaltim Bebas Blank Spot Area

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Diskominfo Kaltim  Abdullah Sani menjelaskan,  Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diakui menetapkan pembangunan menara telekomunikasi perbatasan sebagai program pembangunan yang diprioritaskan. Ini untuk mengejar target pembangunan bidang kominfo “kaltim bebas blank spot area 2018”.
“Pemprov Kaltim melihat kawasan perbatasan merupakan wilayah strategis yang perlu dibangun. Apalagi ini berkaitan keterisoliran akses telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) juga sudah berkomitmen tidak ada daerah yang tidak terhubung jaringan telekomunikasi,” kata Abdullah Sani saat menghadiri audiensi Pemkab Mahulu dengan Telkomsel Regional Kalimantan, di Balikpapan beberapa hari lalu.
Itu sebabnya,  lanjut Sani  Diskominfo setiap tahunnya selalu mengusulkan rencana pembangunan menara telekomunikasi perbatasan. Termasuk daerah non perbatasan yang masih terisolir akses jaringan telekomunikasi atau disebut blank spot area.
Tidak terkecuali program pemerintah melalui Kemkominfo RI. Sani mengaku sudah mengusulkan Kemkominfo mengarahkan program pembangunan kominfo di daerah untuk membangun menara telekomunikasi perbatasan.
“Kita ingin program yang dibuat Kemkominfo bermanfaat bagi masyarakat Kaltim. Dari pada diberi bantuan MPLIK (mobil pusat layanan internet kecamatan) yang tidak termanfaatkan optimal, masyarakat perbatasan lebih butuh tower (menara telekomunikasi,Red),” tegasnya.
Diskominfo sendiri, aku Sani, sudah membangun delapan menara telekomunikasi sepanjang 2012 – 2014. Rinciannya 2012 membangun dua menara telekomunikasi perbatasan di Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Desa Long Ampung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau dengan pola bantuan keuangan ke pemkab masing-masing.
Pada 2013, Pemprov Kaltim membangun tiga menara telekomunikasi perbatasan, di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, kemudian Desa Agung Baru, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, serta Desa Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu. Ketiganya dibangun menggunakan pola swakelola dengan TNI AD.
“Sedangkan 2014, kita bangun satu di Desa Long Lunuk Baru, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu. Tahun ini kita fokus bangun di Mahulu saja, karena Nunukan dan Malinau sudah masuk wilayah Provinsi Kaltara (daerah pemekaran kaltim,Red),” sebutnya.
Selain satu menara telekomunikasi perbatasan, Diskominfo juga membangun dua di  Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser dan di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur yang merupakan wilayah terisolir jaringan telekomunikasi.
“Untuk tahun depan (2015,Red), jika anggaran memadai kita rencanakan bangun satu atau dua menara telekomunikasi perbatasan di Mahulu. Kita juga mengusulkan Pemkab Mahulu memasang penguat signal (repeater) untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh wilayah desa tersebut,” demikian Sani mengakhiri perbincangan. mar

Presiden SBY akan Resmikan Tujuh Proyek MP3EI di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengungkapkan sebanyak tujuh proyek pembangunan yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Plus di Kaltim diusulkan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peresmian ketujuh proyek strategis tersebut direncanakan pada pertengahan September mendatang.
"Tujuh proyek tersebut diantaranya, pembangunan dan peningkatan bandara, yakni Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan tiga bandara di wilayah perbatasan, yaitu Long Bawan (Nunukan), Long Apung (Malinau) dan Datah Dawai (Mahakam Ulu),"kata Awang Faroek Ishak pada acara rapat persiapan peresmian proyek MP3EI Plus, di ruang Video Conference lantai II Kantor Gubernur Kaltim beberapa hari lalu.
Selanjutnya,  proyek lainnya  yaitu  pembangunan dan peningkatan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Kaltim, yakni PLTU Embalut (Unit 3, 110 MegaWatt), PLTG Senipah 2x40 MW  dan PLTG Peaking 2x60 MW. Ketiga pembangkit listrik tersebut terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian, proyek minyak dan gas yang ditangani oleh swasta, yakni proyek Anjungan Sisi-NUBI 2B dilepas pantai Kaltim oleh PT Total Indonesie dan proyek pengembangan Lapangan Ruby oleh PT Mubadala. Proyek-proyek itu disebut MP3EI Plus karena dalam pelaksanaan pembangunannya, tidak hanya mengandalkan sumber dana dari APBN atau APBD saja. Melainkan adanya dana dari pihak ketiga atau swasta, sehingga terjadi kolaborasi dengan sistem kerjasama yang telah ditentukan sebelumnya.
“Saat sekarang ini kita tidak bisa bergantung dengan dana dari pemerintah saja, ada sumber dana yang lebih besar dari pihak ketiga yang bisa kita manfaatkan untuk merealisasikan pembangunan guna kesejahteraan rakyat. Dan ini sudah terbukti berjalan dengan baik di Kaltim, mulai dari pelabuhan, bandara ataupun infrastruktur lainnya,”paparnya.
Selain ketujuh proyek MP3EI Plus dengan total nilai investasi sekitar Rp18 triliun yang akan diresmikan Presiden SBY, serta  ada dua proyek milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga akan digroundbreaking, yaitu pembangunan Kampus Insitut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kariangau, Balikpapan dan pembangunan Kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
“Bersamaan dengan itu, ada proyek nasional lain yang direncanakan akan ikut diresmikan oleh Presiden SBY di Balikpapan, seperti pembangunan Kampus Institut Teknologi Sumatera, Universitas Timor (Unimor) dan Politeknik di Jawa Barat yang statusnya ditingkatkan menjadi negeri. Serta peresmian terminal baru Bandara Juanda Surabaya,” ujarnya.
Selain itu, ada sejumlah proyek MP3EI Plus lainnya yang akan diresmikan oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Diantaranya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan, yang ditandai dengan peresmian tiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Indonesia Platation Sinergy (IPS).
Sedangkan proyek MP3EI Plus yang akan diresmikan oleh Gubernur Awang Faroek Ishak, diantaranya Education Centre Samarinda, Masjid Al Ma’ruf di Komplek PNS Vorvo Samarinda, Gedung Kaltim Convention Hall di Samarinda, Gedung VIP Room Bandara di Balikpapan, Gedung Guest House Pemprov Kaltim di Balikpapan, Grand Launching Pemberian 50.000 Beasiswa Kaltim Cemerlang, serta tiga proyek di Kabupaten Berau. mar

Empat Softbol Kaltim Ikut Pelatnas

Persiapan Hadapi Kejuaraan Asean

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Empat atlet softbol Kaltim ikut tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menghadapi kejuaraan Softbol  Asean di Makasar, Sulawesi Selatan 2-6 September mendatang.
Wakil Ketua Pengprov Perbasasi Kaltim Hardi Purnama di Samarinda, Selasa, mengatakan, empat atlet diantaranya Dedi Purnomo, Rully, Hermansyah dan Feri sudah berangkat ke Jakarta untuk bergabung menjalani latihan dengan atlet timnas lainnya.
"Sudah beberapa Minggu ini mereka ke Jakarta, untuk menjalani pemusatan latihan yang juga sebagai evaluasi untuk tim SEA Games tahun mendatang," tutur Hardi.
Selain ke- empat atlet tersebut, dikatakan Hardi ada tambahan satu pelatih asal Kaltimyakni Rahmansyah yang juga didaulat menangani timnas tersebut.
"Rahmansyah merupakan pelatih tim PON Kaltim 2012 kemarin, yang telah sukses membawa tim menuju babak final,"imbuh Hardi.
Ikut terpilihnya atlet Kaltim untuk timnas menurut Hardi bukan hal yang baru, karena dari tahun ketahun selalu ada regenerasi atlet Kaltim yang mendapatkan panggilan pelatnas.
"Saya sendiri juga termasuk mantan atlet pelatnas SEA Games, yang sukses menyabet medali perak untuk tim Indonesia,"papar Hardi.
Tantangan kedepan atlet softbol Kaltim bukan semata untuk bisa masuk dalam timnas, namun harus ada proyeksi prestasi yang lebih besar utama pada even empat tahunan di ajang PON.
"Dengan banyaknya atlet Kaltim yang dipanggil pelatnas, sayangnya kita belum pernah meraih emas PON, ya mudah-mudahan pada tahun 2016 kita bisa mewujudkannya,"terang Hardi.
Silih bergantinya atlet yang tergabung dalam tim PON kedepan, hendaknya bisa menjadi motivasi para atlet untuk mewujudkan prestasi terbaiknya. at

Operasi Yustisi DKP Samarinda Beri Efek Jera

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gelaran Operasi Yustisi yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda, ternyata memberi dampak efektif di lapangan. Terbukti, dari kegiatan yang dilakukan, selalu mendapatkan peningkatan berupa berkurangnya jumlah warga yang tertangkap. Dari empat hari kegiatan yang dilaksanakan, jumlah warga yang tertangkap sebanyak 55 orang.
Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Penyuluhan, Norsalim, operasi yang dilakukan selama empat hari ini jauh berkurang
dibandingkan sebelumnya. Apalagi dengan waktu pembuangan sampah yang sangat panjang yaitu 12 jam. Ini berarti warga sudah mulai paham jam yang membolehkan untuk membuang sampah.
"Dengan jangka waktu 12 jam tersebut. Harusnya, warga bisa memaksimalkan untuk membuang sampah tepat waktu," kata Norsalim.
Ditambahkannya, waktu yang cukup panjang ini, warga bisa membuang sampah tepat waktu dan tidak ada alasan apapun. Karena, sudah ada peraturan serta sosialisasi sudah seringkali dilakukan di masyarakat.
"Ya, tak ada alasan bagi warga untuk tidak mengetahui. Apalagi, petugas kami pun sudah memasang spanduk waktu pembuangan sampah disetiap TPS," ujarnya.
Ia pun meminta, kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Samarinda yang bersih dan sehat. "Lakukan dengan hal kecil saja dulu, seperti membuang sampah tepat waktu dan ditempatnya," katanya.
Sebanyak 55 orang yang terjaring operasi Yustisi tersebut langsung disuruh datang ke Pengadilan Negri untuk menjalani sidang. Para warga tersebut dikenakan denda sebesar Rp 100.000 oleh majelis hakim yang berada diruang sidang.
Menurut seorang yang terjaring razia Hasan, dengan adanya razia ini saya tidak akan kembali membuang sampah di siang hari.
"kalau saya tau pasti gak akan buang sampah siang hari," pungkasnya. aon

Sejumlah Mantan Anggota Dewan Kembalikan Mobdin

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sekretaris DPRD Kaltim Achmadi mengatakan, sejumlah anggota DPRD Kaltim telah mengembalikan mobil Dinas (mobdin) dan rumah dinas yang diketahui telah dikosongkan. Hal ini menyusul telah usainya masa jabatan sebagai unsur pimpinan DPRD Kaltim.
"Alhamdulillah mereka suda mengembalikan semua, rumah dinas juga sudah kosong," katanya.
Pernyataan sekretaris dewan ini disampaikan karena sebelumnya sempat terjadi tarik ulur dalam mengembalikan mobil dinas dan juga rumah dinas. Sehingga memaksa sekretaris dewan melayangkan surat yang meminta pengembalian aset negara tersebut.
"Sebenarnya pengembalian mobil dinas dan rumah dinas hanya menunggu waktu saja. Sebab ada beberapa anggota dewan yang harus menyelesaikan beberapa urusan lainnya," katanya.
Menurutnya, mobdin dan rumah dinas tersebut saat ini telah diamankan untuk kemudian dibagikan lagi bagi fraksi dan komisi pada anggota dewan yang baru.
"Pokoknya sudah dikembalikan untuk jumlahnya saya kurang tau, tapi informasi yang kita terima sudah semua," jelasnya.
Sebelumnya Sekretaris DPRD Provinsi Kaltim Achmadi, Senin (25/8) lalu melayangkan surat penarikan terhadap mobil dinas (mobdin) terhadap sejumlah anggota menyusul belum kembalikannya fasilitas mobdin yang menjadi kendaraan operasional dewan sewaktu menjabat sebagai wakil rakyat.
"Kita rencanakan hari ini Senin akan menyurati mereka, agar cepat mengembalikannya, karena dari satu pun mereka belum mengembalikan," jelasnya.
Masa akhir jabatan anggota dewan priode 2009-2014 sendiri tinggal menghitung hari, karena pelantikannya akan dilaksanakan pada (1/9) mendatang. Kendaraan itu sendiri nantinya direncanakan akan digunakan keperluan anggota yang terpilih 2014-2019 untuk keperluan menginap di hotel, dan gladi bersih sebagai persiapan pelantikan selama tiga hari.
"Kami sedang melakukan pendataan berapa jumlah kendaraan yang akan diperlukan dalam persiapan pelantikan anggota dewan baru nanti," katanya mengakhiri. tha

Hari Ini, 55 Anggota DPRD Disumpah

700 Aparat Amankan Pelantikan
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim terpilih hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu, dipastikan hari ini (1/9) diambil janji dan sumpahnya sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019. Pelantikan pengambilan sumpah dan janji itu akan dihadiri 1.000 undangan dan diamankan sebanyak 700 personil dari anggota Polda Kaltim.
Menurut Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kaltim Agus Harikesuma, berbagai persiapan telah dilakukan guna menyukseskan prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah wakil rakyat hasil Poleg 9 April tersebut. Bahkan simulasi pengamanan melibatkan 700 personel Polri dan Pamdal juga digelar di dalam dan luar gedung wakil rakyat Kaltim, kemarin.
“Insya Allah seluruh persiapan sudah maksimal. Hanya menunggu pelantikan besok (hari ini, red),” kata Agus kepada Poskota Kaltim melalui telepon genggamnya, kemarin. Ia juga menyebutkan, 700 personel pengamanan terdiri 2 kompi personel Polri serta petugas Jihandak Brimob Polda Kaltim telah mensterilkan lokasi pelantikan.
“Pengamanan yang dikerahkan Polri merupakan instruksi nasional dalam rangkaian Pilpres, termasuk mengamankan pelantikan DPRD Kaltim. Tim Jihandak Brimob Polda juga menyisir seluruh isi dan sekeliling gedung guna memastikan bebas ancaman bom atau teror lain,” ungkap Agus.
Lanjut Agus, 1.000 undangan telah disebar disesuaikan kapasitas gedung utama tempat berlangsungnya pelantikan. Namun, Agus mengaku hingga kini pihaknya belum memutuskan apakah menyiapkan layar lebar untuk tamu dan undangan yang berada di luar gedung. “Karena gedung mampu menampung 1.000 orang sesuai jumlah undangan yang disebar, kemungkinan tak ada layar lebar yang disiapkan sekretariat dan panitia pelantikan. Hanya saja, setiap undangan dan keluarga anggota DPRD yang hadir harus melalui pintu detektor untuk memastikan keamanan saat memasuki arena pelantikan,” sebutnya.
Sekadar diketahui, untuk melengkapi prosesi pelantikan itu, Sekretariat DPRD Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.500.000 untuk Jas wakil rakyat tersebut.
Alokasi anggaran untuk seragam para anggota DPRD berkisar Rp 2,5 juta per anggota DPRD atau sebesar Rp137,5 juta. fer

Demokrat Incar Gubernur Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim Nicholas Pangeran mengatakan, Partai Demokrat (PD) mulai melakukan penjaringan terhadap sejumlah kader internal PD, untuk dijagokan maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Utara (Kaltara).
"Pencalonan gubernur Kaltara mulai proses. Januari 2015 ini kita sudah memulai tahapan penjaringan. Meski kita (Demokrat) menang disana kita tetap berkoalisi, tidak cukup la dengan sendiri untuk mengusung dan kita akan melakukan koalisi dengan partai lain," katanya, kemarin.
Nicholas Pangeran mengatakan, meski PD meraup suara terbanyak namun untuk maju menjadi Gubernur PD tetap berkoalisi dengan sejumlah Parpol lainnya.
Dia katakan,  ada beberapa nama yang telah dikantongi oleh pimpinan Partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini untuk maju. Namun dirinya masih enggan menyebutkan. "Yang jelas ada beberapa yang sudah kita incar, nanti kalau sudah saatnya baru kita rilis," katanya.
Dari beberapa sumber diperoleh beberapa nama yang masuk dalam bursa pencalonan Gubernur Kaltara, diantaranya Hafid Hassan, Bupati Bulungan 2 Periode, Budiman Arifin dan Basri, Bupati Nunukan.
Lebih jauh dikatakan beberapa nama yang masuk daftar penjaringan jika dinilai tak layak atau sudah dicalonkan oleh partai lain, maka PD juga akan melakukan beberapa langkah. Diantaranya dengan melakukan penjaringan dari calon gubernur di luar partai.
"Itu kan kader demokrat semua tapi kita tidak menutup kemungkinan dari luar kita usung walaupun ada dari kader demokrat sendiri. Ya meskipun di internal kami ada yang bagus kalau ngak ada ya tidak memaksakan diri, atau kita memasangkannya dengan calon dari luar," paparnya.
Sementara untuk proses penjaringan sendiri masih mengunakan hasil surve atau tingkat elektabislitas dari calon itu sendiri, kemudian DPD akan mengusulkannya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Kita berpatokan dengan hasil surve yang ada. Data tersebutlah yang akan menentukan kader mana yang layak dan pantas untuk diusung menjadi calon gubernur Kaltara,' tandasnya. tha

Desember, Perda Adat Ditarget Tuntas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Desakan Forum Masyarakat Adat Kalimantan Timur (FMAKT) kepada DPRD Provinsi Kaltim untuk mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Adat Kaltim mulai mendapat titik terang. Setelah dua hari berturut-turut menyuarakan desakan kepada para wakil rakyat di Gedung DPRD Kaltim di Karang Paci, akhirnya ditetapkan, pengesahan Perda Adat ini akan dilakukan selambat-lambatnya Desember.
Rapat konsultasi FMAKT dihadiri Asisten I Pemprov Kaltim bersama anggota DPRD Provinsi Kaltim dipimpin oleh Ketua DPRD M Syahrun. Hadir sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus) Adat yang diketuai Suwandi beserta anggota Syaparudin, Josep, dan Veridiana Wang.
Masa jabatan Pansus seharusnya sudah berakhir pada Juli lalu.Namun, untuk menjawab tuntutan FMAKT ini maka mantan Pansus tersebut kembali dipanggil untuk melaporkan hasil Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Adat ini.
“Raperda ini terus mendapatkan kajian dari berbagai sisi, pertimbangan-pertimbangan terus dilakukan oleh beberapa pihak agar Raperda ini tidak bertentangan denganUndang-Undang. Jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah Raperda ini tidak bergantung kepada masa jabatan anggotadewan. Ini akan terus berlanjut, hingga mencapai kata pengesahan,” kata Syahrun.
FMAKT melalui juru bicaranya mengatakan keadaan di lapangan sudah sangat kritis.Masyarakat yang selama ini mengalah dalam menentukan hak-hak wilayahnya kini sudah tidak bisa lagi menolelir direbutnya lahan mereka oleh beberapa perusahaan asing yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat menilai, kian hari kehidupan mereka kian terpuruk oleh aktivitas perusahaan ini. Untuk mendapatkan perlindungan dari pemerintah sendiri sangatlah teramat sulit, mengingat beberapa kebijakan pengelolaan lahan oleh perusahaan justru dikeluarkan oleh pemerintah itu sendiri. Perda ini sebenarnya mendapat dukungan penuh dari beberapa pihak. Tak hanya dari masyarakat adat se-Kaltim, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terus menggunung, mendukung pengesahan Perda Adat ini.
Menurut Suwandi, Perda ini sudah bisa dikatakan 90 persen selesai. Perda ini juga mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat Kaltim, jadi bukan hanya kepentingan golongan tertentu saja. Perda ini sebenarnya tinggal dibawa ke Kementrian Dalam Negeri, lalu melakukan konsultasi dan uji publik saja. Dari situ bisa terlihat bagaimana penerapan perda ini di kalangan masyarakat luas. Baik dan buruknya, akan segera mengalami revisi lalu akan diplenokan oleh DPRD Provinsi Kaltim.
“Jangan khawatir dengan pergantian anggotadewan yang lama ke yang baru maka Perda ini juga akan dimulai dari awal lagi.Nantinya, tim Pansus yang baru juga akan kembali menyelesaikan rancangan-rancangan yang belum dapat diselesaikan oleh Pansus sebelumnya. Jadi, saya yakin kalau Perda Adat ini hanya tinggal disahkan oleh anggota dewan yang baru,” kata Suwandi.
Izin penggunaan lahan produksi sendiri sebenarnya sudah dipagari oleh ketentuan perundang-undangan, hanya payung hukum bagi para pelanggar ketentuan tersebut masihlah teramat lemah. Jadi, dengan leluasa beberapa perusahaan nakal sama sekali tak mengindahkan ketentuan perundang-undangan ini. Benar adanya, jika masyarakat Kaltim menuntut penerapan payung hukum ini melebar sampai kepada masyarakat pedalaman. Masyarakat hanya bisa mengandalkan perlindungan hukum dari Perda Adat ini agar lahan mereka terselamatkan ketika perusahaan produksi kian menjamur hingga ke pedalaman.
Sementara itu, Pansus melalui anggotanya Syaparudin mengatakan,menghargai pikiran-pikiran akomodatif  yang mengalir dari FMAKT. Dirinya juga berharap Perda ini harus berlakui mplementatif kepada seluruh pihak yang berkepentingan di dalamnya. Konten atau isi Perda juga harusmemiliki kekuatanhukum yang jelas dan tegas. Jadi perda ini tidak memiliki potensi untuk dikoreksi dan disalahgunakan oleh kepentingan suatu golongan saja.
“Kami mendiskusikan ini dalam rapat Pansus beberapa waktu lalu. Setelah saya kaji dan selami lebih dalam ternyata Raperda ini masih sangat banyak sisi lemahnya. Belum ada korelasi antara hak dan kewajiban dalam Raperda Adat ini. Maka dari itu, kajian lebih dalam harus terus dilakukan agar terciptanya Perda yang benar-benar memiliki nilai hukum yang kuat serta mampu mengakomodir semua kepentingan masyarakat yang nantinya memiliki kepentingan didalamnya.Isi dan substansi Perda ini amat sangat penting, jangan sampai ada celah di dalamnya yang nantinya berakibat penyalahgunaan Perda ini untuk kepentingan golongan tertentu saja,” kata Syaparudin.
Sejatinya, Raperda ini sudah bisa dikatakan selesai. Namun masih ada tiga tahapan lagi untuk menjadikan nya Raperda ini sebagai produk hukum lokal yang fungsinya mencakup seluruh kepentingan masyarakat Kaltim. Raperda ini, akan segera dikonsultasikan ke Kementrian Dalam Negeri agar layak untuk diujipublikkan. Setelah mengalami uji publik maka akan terlihat bagaimana penerapan Perda ini untuk kalangan masyarakat, positif dan negatif dari penerapan Perda ini lalu akan segera mendapat revisilebih lanjut sehingga bisa digelar rapat paripurna untuk pengesahanRaperda ini menjadi Perda sebelum Desember 2014. hms

DPRD Kaltim Dukung Anggaran Penanggulangan AIDS

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Bermacam kasus kesehatan beberapa tahun belakangan seperti tiada hentinya di Indonesia. Tak hanya masalah buruknya gizi, juga masalah sosial yang berhubungan dengan kesehatan seakan bergantian tumbuh.Di sisi lain anggaran kesehatan yang belum maksimal berpihak kepada rakyat pun menjadi bom waktu bagi pengambil kebijakan.
Pandangan tersebut mengemuka ketika Komisi IV DPRD Kaltim beraudiensi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim, Selasa (19/8) di Gedung DPRD.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Yahya Anja, Ketua Komisi IV Ahmad Abdullah dan anggotanya Yakub Ukung. Rapat kali ini fokus pada program-program penanggulangan penyakit menular, salah satunya adalah AIDS.
Perwakilan Country Coordinating Mechanism (CCM) pusat Prof. Supratman yang hadir di dalam pertemuan menyatakan, penyakit menular seksual merupakan penyakit yang sangat berbahaya, dan memerlukan penanganan yang sangat serius, namun juga memerlukan dana yang tidak sedikit.
”Kami kemari bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus mencoba memahami bagaimana bantuan anggaran yang diberikan untuk penangulangan AIDS serta kendala-kendalanya,” ucap dia.
Yakub Ukung mengatakan, AIDS adalah masalah yang serius dan harus menjadi perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan pihak-pihak yang lain secaraluas.
”Masalah AIDS dan penyebaran virus HIV merupakan fenomena.  Di kaltim ini merupakan isu nyata dari kondisi sosial masyarakat. Harus ada penanggulangan yang serius. Tidak hanya bagi dinas kesehatan (diskes) yang berperan namun, harus semua pihak dan lapisan masyarakat,” kata Yakub.
Ahmad Abdullah sependapat. Ia sangat mengapresiasi upaya KPA, dinas kesehatan dan CCM dalam upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS.
”AIDS harus kita perangi secara bersama-sama. Masalah penyebaran virus HIV sangat mengancam bagi generasi muda kita. Penyebab-penyebabnya juga harus segera dihindari. Dan yang penting saya mengatakan seharusnya hal-hal yang menyangkut masalah kesehatan harus menjadi prioritas anggaran, baik di pusat maupun di daerah, Kaltim pada khususnya. Sangat beralasan jika ingin Indonesia sejahtera maka masyarakatnya juga harus sejahtera,” ucap politikus PKS ini.
Yahya Anja menilai menangani AIDS harus dilakukan dengan keseriusan, jangan hanya setengah-setengah. Dalam anggaran pun dewan siap mem-back up.
”Bidang nonfisik seperti pendidikan dan kesehatan merupakan program yang sangat prioritas dalam melanjutkan pembangunan nasional. Anggota dewan sangat mengapresiasi sekaligus siap mem-back up anggaran demi sejahteranya masyarakat dalam hal sektor kesehatan. Silahkan kepada dinas kesehatan provinsi Kaltim membuat program-programnya khusus terkait penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV /AIDS tadi. Kami akan semampu mungkin memperjuangkan anggaran untuk program tersebut,” kata Yahya.
Selain dihadiri oleh perwakilan CCM pusat audensi yang tersebut juga dihadiri KPA Kaltim, PKBI Kaltim, dan Dinas Kesehatan Kaltim. hms

Bandar Narkoba dan Teroris tak Dapat Remisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Kanwil Hukum dan HAM Kaltim Leo Detri, menegaskan proses penyaringan penerima remisi bagi narapidana cukup ketat. Syarat paling penting adalah bukan narapidana kejahatan berat seperti bandar narkoba dan pelaku terorisme.
“Selama sembilan bulan terakhir narapidana tidak boleh melakukan pelanggaran. Itu bisa mendapat remisi,” kata Leo Detri, belum lama ini.
Pernyataan, Leo Detri, diungkapkan menyusul terpilihnya ribuan narapidana di Kaltim mendapat remisi dalam rangka hari kemerdekaan.
"Sebagian juga ada narapidana ada yang langsung mendapat bebas murni. Ini setelah dilakukan penyeleksian secara ketat," katanya.
Penyerahan remisi bagi narapidana di Kaltim dilakukan secara simbolis di Rumah Tahanan Klas IIA Sempaja, Samarinda.
Tercatat ada 2.448 narapidana yang mendapat remisi dari 3.776 narapidana yang ada di Kaltim. Jumlah remisi yang didapat bervariasi, mulai dari potongan satu bulan hingga enam bulan masa tahanan. Tidak semua narapidana mendapat remisi. Narapidana kasus teroris dan kejahatan berat tidak mendapat remisi.
“Ada beberapa yang mendapat remisi bebas langsung, dan besok (17/8) mereka bisa langsung bebas,” kata Leo Detri.
Untuk narapidana yang mendapat bebas murni, tercatat ada 107 narapidana. Seluruhnya akan menghirup udara bebas saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia.
Narapidana yang bebas murni ini mendapat remisi pada saat tinggal beberapa bulan lagi menjalani masa tahanan. Sehingga ketika mendapat remisi, masa tahanannya langsung habis.
"Kami berharap narapidana yang mendapat remisi bebas dapat menjadikan ini sebagai pelajaran agar tak melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum yang berlaku," harapnya. tha

Pengujian Kendaraan akan Pindah ke Jl HM Ardans

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan segera memfungsikan tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) baru di Jalan HM Ardans (Jalan Ring Road III), Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Pemindahan PKB  baru tersebut dikarenakan lokasi yang sudah tidak layak dilakukan pengujian kendaraan. Pemindahan lokasi tersebut diperkirakan akhir Agustus ini tempat PKB baru tersebut sudah bisa digunakan.
"Lokasi PKB lama di Jalan MT Haryono akan segera kami pindah ke tempat baru, karena lokasi yang sekarang sudah tak layak dan kurang memadai untuk melakukan pelayanan," kata Kepala Dishub Samarinda Abdullah.
Menurutnya, di lokasi PKB lama salah satu kendalanya ialah tak bisa maksimal melakukan pelayanan oleh karena itu lokasinya yang kecil. Sehingga untuk melakukan pengujian terhadap kendaraan berat mengalami hambatan.
"Di lokasi PKB lama kendaraan berat sulit untuk bermanuver ketika hendak diuji, makanya kami upayakan bisa memfungsikan lokasi PKB baru itu secepatnya," ujarnya.
Supaya pelayanan bisa maksimal, Dishub mengupayakan sejumlah pembenahan di lokasi PKB yang baru. Diharapkan dengan pindahnya PKB baru tersebut bisa lebih maksimalkan pengujian kendaraan berat maupun kecil yang akan melakukan pengujian berkala tersebut.
"Ada penambahan loket untuk pelayanan, mungkin setelah itu sudah bisa difungsikan. Di sana juga areal parkirnya luas dan cukup memadahi bagik kendaraan yang besar maupun kecil," terang Abdullah.
Untuk perhari di lokasi PKB lama di Jalan MT Haryono mereka bisa melakukan pengujian sekitar 100 kendaraan. Jadi jika pindah makan kemungkinan bisa lebih dari 100 kendaraan yang akan di ujikan.
"Kami harapkan di lokasi PKB yang baru bisa menambah kualitas pelayanan dan pengawasan terhadap kendaraan yang layak jalan," pungkasnya. aon

Denny Indrayana : Harus Dikelola Profesional

Buntut Byar Pet Listrik di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, meminta kepada pemerintah Kaltim untuk mengelola listrik di Benua Etam dengan profesional. Hal ini agar tak terjadi pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kaltim akhir-akhir ini.
"Apapaun jika tak dikelola dengan cermat dan profesional maka akan terjadi kesalahan, termasuk pengelolaan listrik di Kaltim," ujar Denny, dalam acara Focus Group Discussion soal Raperda Hukum Adat di Samarinda, akhir pekan ini.
Dia menyebut persoalan listrik di Kalimantan Timur  akibat salah kelola pemerintahan, terutama pengelolaan energi.
"Kaltim adalah lumbung energi nasional dengan kekayaan pertambangan energi dan mineral yang melimpah," ucapnya.
Ternyata, kata dia, soal byar petnya listrik di Kaltim juga menjadi sorotan pusat. Nyatanya, Denny mengomentari soal itu dengan serius dan penuh semangat.
“Di grup BBM, kemarin ada di bahas soal survey yang menyebut Kota Balikpapan sebagai kota layak huni peringkat satu di Indonesia. Teman saya protes survey itu, karena di Balikpapan sering mati lampu,” kata Denny.
Dia mengemukakan persoalan listrik di Kaltim menjadi ironis bagi daerah penghasil Sumber Daya Alam yang melimpah.
"Di Kaltim, sebutnya, merupakan daerah penghasil energi seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara," katanya.
Dia menekankan, seharusnya Kaltim menjadi daerah yang bebas dari byar pet. Bahkan harusnya menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kaltim ini sering mati lampu, padahal di sini merupakan daerah penghasil energi terbesar di Indonesia. Kalau sering  mati lampu, patut dipertanyakan ke mana batubara yang dihasilkan,” tambahnya.
Dia pun menceritakan sejumlah kegiatan yang sering dihadirinya di Kaltim terganggu akibat pemadaman bergilir. Tentu saja ini mengganggu jalannya kegiatan, terutama kegiatan sehari-hari warga Kaltim.
“Batubara melimpah. Ini ada salah kelola pemerintahan sehingga daerah lumbung energi malah kekurangan energi,” kata Denny.
Menyikapi hal itu, dia meminta kepada pemerintah provinsi Kaltim untuk melakukan pengelolaan dengan cara yang profesional.
"Harus dengan profesional. Jika tidak Kaltim akan menjadi daerah yang selalu khawatir akan pemadaman listrik," pungkasnya. tha

Permintaan Uang NKRI di Samarinda Meningkat

Pertukaran Uang Mencapai Rp 1,2 Miliar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Permintaan pertukaran uang pecahan Rp100 ribu baru di Bank Indonesia Cabang Samarinda meningkat. Hingga hari ketiga, permintaan pertukaran uang mencapai Rp1,2 milyar. Angka ini lebih besar dari permintaan pertukaran hari biasa, bahkan saat jelang Hari Raya Idul Fitri.
Hari pertama peredaran uang NKRI pada 17 Agustus lalu, meski bertepatan hari minggu, permintaan tukar uang pada layanan mobile BI di halaman parkir BI mencapai angka Rp70 juta lebih. Selanjutnya hari kedua mencapai Rp200 juta dan hari ketiga Selasa (19/8) kemarin mencapai Rp 900 juta.
Sebagian warga mengaku tertarik menyimpan uang baru NKRI, meski uang pecahan Rp100 ribu lama masih bisa digunakan. "Penasaran dengan bentuk uang baru NKRI, jadi ingin segera memiliki. Apalagi kabarnya uang baru ini dicetak terbatas," kata H Herman, warga Loa Janan kepada Poskota Kaltim di Bank Indonesia.
Sementara Kepala Bank Indonesia Kaltim Ameriza Ma'ruf Moesa mengatakan bahwa uang baru yang diedarkan Bank Indonesia merupakan uang kertas pecahan Rp100.000. Meski sekilas sama dengan lama, uang kertas yang baru menampilkan tulisan ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’, dan ada tanda warna kuning di ujung kanannya. Uang baru juga mencantumkan tanda tangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan.
Moesa mengatakan tingginya permintaan pecahan uang NKRI karena rasa penasaran warga,  dan juga besarnya nilai mata uang yang ditukarkan.
"Wajar jika nilai penukaran begitu besar, karena memang nilai mata uang yang ditukarkan besar, beda dengan hari biasa yang nilai uang yang ditukarkan berfariasi," kata Moesa.
Ameriza mengatakan penerbitan uang baru bagian dari Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Pasal 42 menyebutkan bahwa uang kertas yang baru mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan 17 Agustus 2014. Meski saat ini beredar uang baru NKRI,  namun pihak Bank Indonesia tidak berniat menarik peredaran uang pecahan Rp 100 ribu yang lama.
Selain itu lanjut Amerizal pencetakan uang dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat sehingga tidak memunculkan inflasi seperti yang diramalkan beberapa pihak.
“Berapa besar jumlah uang baru yang diedarkan sebenarnya kurang relevan. Sebab, kami mengedarkan secara rutin. Jika ada uang-uang lusuh, kami akan gantikan dengan yang baru,” kata Amerizal. M4n

Industri Batubara Kian Lesu

Nasibnya Nyaris Serupa Dengan Industri Perkayuan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Nasib industri batubara beberapa tahun belakangan ini menjadi sektor penopang pembangunan Kaltim bersama sektor migas akan berakhir seperti zaman keemasan industri perkayuan beberapa tahun silam.
Sektor industri perkayuan yang sempat menjadi sektor andalan perekonomian Kaltim berakhir seiring dengan terus menipisnya lahan hutan yang menjadi penopang industri tersebut.
Berbeda dengan sektor kehutanan, nasib batubara masih sedikit lebih beruntung, meski harga batubara terjun bebas hingga titik terendah, namun cadangan batu bara didaerah ini masih cukup banyak.
Meski demikian pemerintah diharapkan bisa segera mencari sektor pengganti batubara dan migas yang selama ini menopang perekonomian daerah ini. Sektor itu bisa dimulai dari sektor perkebunan. Hal ini diungkapkan Peneliti Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Oikos Mando Panjaitan.
Oikos mengatakan bahwa jatuhnya ekspor batubara akibat beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan importir batubara sudah mulai memproduksi batubara dalam negerinya. Batubara kita kalah bersaing dengan Tiongkok yang saat ini mulai mengelola industri batubara untuk kebutuhan dalam negeri dan beberapa negara disekitarnya.
"Saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana mempersiapkan industri pengganti yang menopang perekonomian Kaltim selain industri batubara. Sektor itu adalah sektor perkebunan," kata Oikos.
Potensi dan peluang investasi sub sektor Perkebunan diarahkan pada beberapa komoditas, terutama komoditas yang kurang mendapat perhatian. Adapun titik berat dari pengembangan dan pemberdayaan sub sektor Perkebunan adalah Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Tebu, Pisang Abaca, Lada dan Rami.
Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor andalan yang dijadikan bahan baku minyak goreng. Saat ini tengah diteliti untuk dijadikan bahan bakar kendaraan bermotor pengganti minyak bumi yang kini kian menipis. Komoditi Kelapa Sawit menjadi andalan bagi masuknya investasi. Hingga kini jumlah investor yang berminat mengelola komoditas Kelapa Sawit masih sangat kurang.
Namun Oikos memprediksi bahwa harga jual batu bara dalam negeri akan kembali eksis di tahun 2015, saat itu kemungkinan industri yang ada saat ini sudah mulai bisa beradaptasi dan kembali menata ekspor mereka kembali.
"2015 dimungkinkan industri batu bara yang ada saat ini bisa kembali eksis," katanya.
Saat ini lanjutnya dampak dari lesunya industri batu bara di Kalimantan Timur membuat pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat mencapai 1,89 persen pada Triwulan kedua. Pertumbuhan ini menurun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 2,1 persen.
Dari itu, kata dia, pemerintah sudah saatnya menentukan langkah-langkah strategis untuk menggantikan sektor batubara yang terus melorot. Pilihannya di Kalimantan Timur adalah sektor perkebunan kelapa sawit. M4n

Ekspor Batubara Lesu

Ekonomi Kaltim Dibawah 2 Persen

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lesunya pengiriman batu bara keluar negeri membuat pertumbuhan ekonomi Kaltim yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam  (SDA) tumbuh dibawah 2 persen.
Tercatat hingga triwulan kedua Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur terus melambat  bahkan mencapai 1,89 persen.
Pertumbuhan ini menurun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 2,1 persen. Penyebabnya adalah ekspor batubara yang lesu.
"Lokomotif ekonomi Kalimantan Timur ini sektor batubara, sekarang ekspor sedang lesu," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda, Ameriza Ma'ruf Moesa, Selasa, (19.8) kemarin.
Ameriza mengatakan lesunya bisnis batubara berimplikasi pada pengolahan. Kondisi ini menurut dia masih akan berlanjut hingga triwulan ketiga. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga nanti berkisar antara 1,6 persen sampai 2,1 persen.
"Itu capai pesimis dan capaian optimisnya, tapi bisa juga melebihi itu," kata dia.
Ameriza menyatakan pemerintah sudah saatnya menentukan langkah-langkah strategis untuk menggantikan sektor batubara yang terus melorot. Pilihannya di Kalimantan Timur adalah sektor perkebunan kelapa sawit.
Lebih jauh dia menyatakan sektor perkebunan memang masih belum mampu menggantikan dalam waktu dekat. Hanya saja dengan adanya program pemda setempat yang akan membuka 4 juta hektare kebun kelapa sawit, bisa menjadi andalan untuk terus didorong sehingga mampu mendongkrak perekonomian.
Dia menyebutkan lesunya bisnis batubara ini dipengaruhi ekspor ke Tiongkok yang menurun. Tiongkok kata dia sangat mempengaruhi bisnis batubara internasional.
Dengan kondisi ini Ameriza memperkirakan sektor batubara sulit kembali kemasa kejayaannya. DIa menyebutkan pada tahun 2011 saat ekspor batubara sedang marak, pertumbuhan ekonomi pada tahun itu mencapai 5 persen. "Dua tahun terakhir ini bisnis batubara terus menurun," kata dia. M4n

Ikan Pesut Maskot Porprov Kaltim 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ikan Pesut dijadikan sebagai maskot pada Pekan Olahraga Provinsi ke IV bulan Oktober 2014 mendatang di Samarinda. Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda, Muslimin,di Samarinda, Rabu, mengatakan ikan Pesut merupakan salah satu binatang langka yang pernah hidup di Sungai Mahakam.
Keberadaan ikan mirip dengan Lumba-luma tersebut saat ini sudah jarang dijumpai di perairan Sungai Mahakam, toh kalaupun mundul lanjut Muslimin sudah menjauh dari hilir sungai Mahakam yang sudah padat dengan keberadaan kehidupan manusia.
"Melalui koordinasi dengan Walikota Samarinda, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya akhirnya disepakati Pesut sebagai maskot untuk pesta Porprov ke IV mendatang," jelas Muslimin.
Dikatakan Muslimin, Dispora Samarinda  telah menyayembarakan desain logo dan maskot Porprov ikan Pesut tersebut terbuka kepada masyarakat.
"Sudah ada 60 logo dan maskot yang masuk ke meja panitia, dipilih sekitar 16 peserta masing-masing 8 maskot dan logo yang dianggap paling bagus. Selanjutnya penentuan pemenangnya kita diskusikan dengan Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang," papar Muslimin.
Melalui seleksi yang cukup ketat akhirnya Panitia Lomba Logo dan Maskot Porprov V Kaltim berhasil memilih juara logo dan maskot. Peserta dari Samarinda yakni Zhan Azmi Aradzan berhasil menjadi juara lomba desain maskot.
Sementara Mustang Salim berhasil menjadi juara untuk lomba desain logo. Diakuinya Dispora bersama tim juri cukup kesulitan menentukan juara dari masing-masing desain karena desain yang dikirim rata-rata cukup bagus dan menarik.
"Hampir semua bagus. Makanya kita cukup kesulitan juga menentukan juaranya. Tapi setelah melalui diskusi dan penilaian yang cukup ketat, dua desain masing-masing milik Zhan dan Mustang kita tentukan sebagai pemenangnya," papar Muslimin.
Namun demikian menurut Muslimin dari semua pengirim desain maskot dan logo tidak ada yang dua desainnya sekaligus menang. Sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memecah juaranya.
"Awalnya kita tentukan satu pengirim menang logo dan maskot. Tetapi ternyata semua pengirim tidak memenuhi syarat, sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memisahkannya saja," katanya.
Sementara untuk Juara II lomba logo masing-masing diberikan kepada Abdul Wahid dan Juara III diberikan kepada Rio Yudha. Selanjutnya untul maskot Juara II diberikan kepada Wahyuni dan untuk Juara III direbut oleh Situr Kuswantoro asal Banjarsari, Surakarta, Jateng.
"Minat peserta terhadap lomba logo dan maskot ini cukup tinggi. Peserta dari seluruh Indonesia, mulai Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali dan Kalimantan sendiri ada," ungkapnya.
Penilaian pemenang menurut Muslimin tak hanay dinilai dari desain saja. Tetapi makna dan arti logo maupun maskot juga dinilai. Sedangkan lomba ini dibuka untuk umum dengan total hadiah Rp15 juta lebih. at

Diminta Antar DvD, Pemuda Tanggung Diamankan Polisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hanya gara-gara diminta mengantarkan DVD sebut saja BS (22) warga Jl Patimura Kelurahan Masjid Samarinda Seberang harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Samarinda.
BS ditangkap Unit Narkoba karena membawa 45 gram sabu-sabu yang diletakan secara terpisah masing-masing di kotak DVD, dan bungkus rokok.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta didampingi Kasat Narkoba Kompol Bambang Budianto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang aktivitas mencurigakan warga di jalan RA Kartini, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Ilir.
Berdasarkan laporan ini jajarannya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap BS dilokasi yang disampaikan warga pada pukul 17.00 wita.
Dari tangan BS Polisi berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 45 gramm yang disimpan dalam kotak kaset DVD, terus sebagian disimpan juga dalam kotak rokok,
"Kepada petugas BS mengaku bahwa barang haram ini bukan miliknya, ia hanya diminta mengantarkan barang yang nilainnya mencapai Rp50 an juta ini oleh seorang bandar, yang saat ini dalam lidik jajarannya," kata Bambang.
Bambang menegaskan bahwa Modus yang dilakukan BS pun terbilang cukup baru yakni mengantarkan kaset.
Selain satu poket sabu-sabu seberat 38,4 gram, satu poket sabu seberat 5,0 gram, satu poket paketan seberat 0,5 gram.
Polisi juga mengamankan ponsel milik tersangka, satu motor Honda Beat KT 2263 IK yang digunakan tersangka. Dan  BS akan dijerat dengan pasal 114 . opi

Kaltim Andalkan Atlet Pelatnas Raih Emas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar dan babak Pra-kualifikasi PON Remaja 2014, Kalimantan Timur mengandalkan sejumlah atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk meraih medali emas di ajang Nasional tersebut.
Ketua Pengprov IKASI Kaltim Muslimin di Samarinda, Senin, mengatakan, dua atlet putri Kaltim yakni Ima Sapitri (kelas sabel putri) dan Ayu Miftahul Jannah (kelas floret putri) menjadi tumpuan tim Kaltim untuk meraih prestasi terbaik.
"Secara jam terbang mereka sudah beberapa kali melakoni kejuaraan Internasional, makanya kami berharap keduanya bisa tampil sebaik-baiknya," papar Muslimin.
Diakui Muslimin persaingan merebut gelar pada nomor perseorangan memang cukup kompetitif, makanya target dan sasaran Kaltim lebih terfokus untuk meraih gelar pada nomor beregu.
"Dua nomor beregu putri kita yakni sabel dan floret punya kekuatan yang berimbang antara atlet satu dan lainnya, dan setidaknya tergabung didalamnya atlet pelatnas bisa menambah motivasi untuk merebut gelar juara," jelas Muslimin.
Selain dua atlet pelatnas tersebut, dikatakan Muslimin bahwa tim Kaltim juga masih punya atlet andalan Rizky Hafidz di nomor floret putra.
Rizky Hafidz juga merupakan mantan atlet pelatnas SEA Games, dan beberapa kali menjadi juara dikejurnas, sayangnya dalam beberapa kali even terakhir Rizky telah banyak mengalami penurunan. "Pada beberapa sesi latihan Rizky telah menunjukan geliat dan semangat untuk bisa meraih gelarnya kembali.
Menurut Muslimin, selain gelar juara motivasi tim Kaltim pada kejurnas tahun ini juga untuk meloloskan atlet sebanyak-banyaknya dalam pagelaran PON Remaja 2014 di Surabaya.
"Target kita selain juara umum, juga meloloskan atlet-atlet Kaltim masuk tim pelatnas SEA Games di Singapura tahun depan, dan sekaligus untuk PON Remaja di Surabaya," tegas Muslimin. at

Embalut Patut Dicontoh

Peringkat IV Lomba Desa Tingkat Nasional 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan, sebagai desa terbaik di tingkat nasional, yakni dengan meraih peringkat IV dalam perlombaan desa dan kelurahan se Indonesia 2014, Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa yang lain di Kaltim.
"Karena itu, apa yang diraih Desa Embalut tidak mudah. Sebab, desa tersebut harus bersaing dengan 72.944 desa se Indonesia. Sehingga wajar, jika prestasi tersebut patut diapresiasi. “Menurut kami prestasi tersebut adalah hal yang luar biasa. Karena, meraih empat besar dari 72.944 desa tidak mudah. Karena itu, apa yang telah dilakukan dan dicapai Desa Embalut patut menjadi motivasi bagi seluruh Pemerintah Desa se Kaltim untuk meningkatkan prestasi desanya masing-masing,” papar HM Jauhar Efendi di Kantor BPM-PD Kaltim, Selasa (19/8).
Melalui prestasi tersebut, Pemprov Kaltim yakin akan banyak pemerintah desa yang akan berkunjung ke Kutai Kartanegara, khususnya ke Desa Embalut. Dengan tujuan bertukar informasi.
Hal ini, karena Pemprov Kaltim, terutama Desa Embalut juga melakukan hal yang sama, yakni berkunjung ke daerah lain. “Hukumnya pasti demikian, karena bertujuan untuk saling belajar. Tahun lalu Pemprov Kaltim telah menyarankan Desa Embalut dapat belajar ke Demak yang ketika itu menjadi juara pertama lomba desa se Indonesia. Misal, mengetahui bagaimana membangun visi dan misi serta pengembangan pemberdayaan masyarakat di desa. Termasuk mengenai pengelolaan administrasi pemerintah desa,” jelasnya.
Menurut dia, Kaltim memang belum bisa meraih peringkat pertama. Namun, prestasi ini merupakan langkah yang baik menuju prestasi yang terbaik di masa akan datang. Diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa lain dalam bekerja lebih baik.
Prestasi memang bukan tujuan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Yang patut diberikan apresiasi kepada Desa Embalut adalah, desa tersebut telah berhasil memanfaatkan lahan eks tambang batu bara menjadi lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan lahan peternakan. Apalagi, Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa mereka saat ini calon doctor. Saya yakin ini satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.
Untuk meraih prestasi tersebut memang tidak mudah, karena banyak sektor yang dinilai. Misal, tentang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan kesehatan keluarga, keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk keberadaan profil desa. mar

Lulusan Diklat Mesti Jadi Pemimpin Perubahan

Pembukaan Diklat PIM III Angkatan IV

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kaltim Dr Meiliana sangat menaruh harapan besar kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan (PIM) III angkatan IV di lingkungan Pemprov Kaltim, agar ketika lulus Diklat bisa menjadi pemimpin perubahan, terutama perubahan dalam instansi tempat bekerja masing-masing.
Karena, dengan adanya pola baru dalam Diklat PIM di Indonesia, maka setiap peserta dituntut membuat perencanaan atau program baru yang berasal dari pemikiran sendiri. “Karena itu, diharapkan setelah lulus dari Diklat ini, mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin perubahan di instansi masing-masing. Contoh, mengubah system pengelolaan arsip. Memang kecil saja yang dibutuhkan, tetapi cukup merepotkan. Karena untuk mencari bukti arsip tidak mudah,” kata  Meiliana mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak usai membuka Diklat PIM III angkatan IV di Bandiklat Kaltim Samarinda Seberang, Selasa (19/8).
Bahkan melalui Diklat, diharapkan mindset atau pola pikir peserta juga dapat berubah. Karena, dengan diklat pola baru, seluruh peserta tidak bisa membuat makalah dengan cara menjiplak atau copy paste. Sebab, makalah yang dibuat harus sesuai dari observasi yang dilakukan peserta ketika di kantor masing-masing.
Karena itu, diharapkan melalui Diklat tersebut peserta dapat membawa perubahan bagi instansi masing-masing. “Memang ini butuh proses yang lama. Tetapi kami yakin melalui pola baru ini lebih efektif dilaksanakan,” jelasnya.
Apalagi, tuntutan masyarakat dewasa ini kian kritis dan sangat beragam menuntut kerja keras dan kerja cerdas aparatur pemerintahan.
"Karena itu, Pemprov Kaltim memerlukan pejabat yang mampu bergerak cepat dan mau bekerja keras. Berarti anda-anda inilah yang diharapkan," kata Meiliana.
Lebih jauh Meiliana menegaskan bahwa ke depan, Pemprov Kaltim akan lebih selektif untuk penempatan seseorang dalam jabatan struktural maupun jabatan fungsional.
"Kemampuan dan kecakapan akan lebih dipertimbangkan dibanding senioritas dan lainnya. Setiap aparatur pemerintah harus bekerja dengan kinerja dan disiplin yang tinggi serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik sehingga tercipta pemerintahan yang baik dan bersih," papar Meiliana.
Dia juga mengingatkan agar setiap pegawai, khususnya para pejabat yang baru saja dilantik agar lebih berdisiplin, inovatif dan kreatif. "Pegawai itu tidak boleh hanya menunggu. Mereka harus memahami tupoksi masing-masing dan melaksanakan tupoksi itu dengan sebaik-baiknya," pungkas Meiliana.
Kepala Bandiklat Kaltim Syafruddin Pernyata mengatakan untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM di Kaltim, maka perlu adanya diklat. Karena, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, maka perlu adanya keahlian yang dimiliki masing-masing pegawai.
“Karena tujuan diklat ini adalah mencari pemimpin yang mampu membawa perubahan di instansi mereka maupun daerah. Maka, perlu adanya sikap yang dilakukan. Karena itu, dengan adanya pola baru ini, diharapkan ada percepatan peningkatan kualitas SDM dalam pemerintahan. Makanya, salah satu tugas dalam diklat ini, mereka harus membuat proyek perubahan dalam instansi masing-masing,” jelasnya.
Diklat tersebut dilaksanakan selama 93 hari sejak 19 Agustus 2014 dengan jumlah peserta 30 orang, yang terdiri dari 14 orang di lingkungan Pemprov Kaltim, 10 orang dari Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Timur 6 orang. mar

Pelaku Ekonomi Harus Tingkatkan Daya Saing

Hadapi ASEAN Ekonomic Community 2015

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Memasuki era perdagangan bebas atau ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sebagai integrasi ekonomi negara-negara ASEAN, maka pelaku ekonomi di Kaltim harus mampu meningkatkan daya saing serta kualitas produk.
“Pada tahun 2015 kawasan Asean akan menjadi pasar terbuka yang berbasis produksi. Dimana aliran barang, jasa dan investasi akan bergerak bebas. Mau tidak mau kita harus siap dan pelaku ekonomi harus sanggup meningkatkan daya saing dan kualitas produk,” harap Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, beberapa waktu lalu.
Dalam era tersebut tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif yang berbeda antara Negara ASEAN akan berpengaruh dalam menentukan manfaat perdagangan bebas yang melibatkan seluruh negara-negera lingkup AEC tersebut.
Karenanya, Kaltim dalam konteks ini harus terlebih dahulu mengambil kesempatan dan berperan aktif serta mempersiapkan diri menghadapi integrasi perekonomian dengan meningkatkan potensi pasar domestic.
Khususnya, para pelaku ekonomi didaerah dengan mendorong daya saing dan nilai tambah sumber daya alam (SDA) di tingkat nasional bahkan international.
Karena itu kesiapan pengembangan industri berbasis Agroindustri sebagai unggulan Kaltim  yang didukung oleh infrastruktur yang berkualitas menjadi target utama pembangunan lima tahun ke depan.
Dalam hal ini, upaya bersama untuk mencapai keberhasilan dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas dan berdaya saing merupakan faktor kunci keberhasilan dalam memenangkan persaingan di level regional, nasional dan dunia.
“Insya Allah, Pemprov bersama unsur terkait di lembaga legislatif, yudikatif dan seluruh masyarakat Kaltim mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Sehingga mampu mewujudkan tahap demi tahap pembangunan terlaksana dengan baik,” sebutnya.
Gubernur mengakui pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota hanya sebagai fasilitator melalui penyediaan sarana dan prasarana serta pembuatan kebijakan yang pro pada peningkatan daya saing dan kualitas produk lokal.
“Namun semua itu pada akhirnya pihak pelaku ekonomi jualah yang harus mampu memanfaatkan tantangan era ini menjadi peluang yang lebih baik guna mencapai kemajuan ekonomi daerah. Kami terus berupaya memberikan dukungan penuh,” ungkap Awang Faroek. mar

Tim Paskibrakan Kaltim Dijanjikan Beasiswa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menyatakan bahwa Pemprov Kaltim siap memberikan bantuan beasiswa kepada tim Paskibraka Kaltim yang telah menjalankan tugas pada HUT Kemerdekaan RI ke 69 di daerah ini, termasuk juga kepada tim Paskibraka yang telah melaksanakan tugas sejak 2009.
Karena tim Paskibraka Kaltim telah memberikan kontribusi besar terhadap penyelenggaraan HUT Kemerdekaan tahun ini, maka wajar jika pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap generasi muda tersebut.
“Mereka para teladan bagi daerah ini. Karena itu, tahun ini Pemprov Kaltim akan pertimbangan untuk memberikan beasiswa Kaltim Cemerlang kepada mereka,” kata Awang Faroek Ishak usai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 Kaltim, Minggu (17/8).
Menurut dia, sejak pengibaran bendera dan penurunan bendera, tim Paskibraka Kaltim melaksanakan tugas yang baik dan berkualitas. Meski demikian, tugas itu tidak akan bisa dilaksanakan apabila tidak adanya pembinaan yang baik dilakukan para alumni paskibraka.
Diharapkan, dengan pembinaan yang dilakukan para pelatih dan alumni paskibraka, diharapkan tim tersebut di tahun selanjutnya dapat menularkan ilmu yang telah diterima selama berlatih kepada tim yang akan bertugas pada tahun akan datang.
“Apa yang telah dilaksanakan tim Paskibraka Kaltim tahun ini berlangsung sukses. Kami sangat berterimakasih, termasuk kepada, alumni paskibraka, pembina dan pelatih mereka. Apalagi ini merupakan hal yang rutin dilaksanakan,” jelasnya.
Selain itu, gubernur berharap pada tahun berikutnya, Negara memperingati HUT Kemerdekaan yang ke 70. Usia ke 70 merupakan hal yang istimewa. Karena itu, tim paskibraka yang akan melaksanakan tugas diharapkan dapat disiapkan sejak jauh-jauh hari, sehingga berlangsung sukses.
Apalagi dengan semangat para pahlawan dan pejuang yang telah berjuang meraih kemerdekaan Negara ini, diharapkan dapat melanjutkan cita-cita bangsa ini menuju bangsa dan Negara yang sejahtera, terutama di daerah ini.
“Karena tahun depan kita semua akan merayakan HUT Kemerdekaan ke 70 dan ini merupakan yang istimewa. Maka, saya berharap tahun depan pelaksanaan atau peringatan HUT Kemerdekaan dapat dilaksanakan semua lapisan masyarakat di Kaltim, terutama di Samarinda. Untuk di Samarinda, tahun depan saya berharap peringatan ini dapat dilaksanakan di Stadion Utama Palaran Samarinda. Karena, ini merupakan usia yang yang special,” paparnya. mar

Diduga Mesum, Pelajar Digerebek Warga

SAMARINDA,Poskota Kaltim  
Miris, baru saja negara ini memperingati hari kemerdekaanya ke 69 tahun, namun sayang kemerdekaan ini ternoda akibat ulah sepasang pelajar yang melakukan perbuatan yang tidak pantas untuk dilakukan oleh mereka.
Kemerdekaan yang seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat justru dinodai dengan perbuatan hina dan sangat tidak bermoral.
Contohnya seperti yang dilakukan dua pelajar di kota Samarinda. memperingati kemerdekaan RI keduanya justru digrebek warga didalam kamar kosnya sedang melakukan perbuatan mesum.
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jl M Yamin Samarinda berinisial FB (16) dan MG (15), digerebek di Jl Blatuk I di tempat kosnya.
Keduanya diduga berbuat mesum dan membuat mereka harus dikeler ke Polsekta Samarinda Utara, belum lama ini.
Awalnya, warga mengira pasangan siswa SMK kelas 8 dan 7 ini pasangan suami-istri jadi warga cuek saja dengan aktivitas mereka.
Namun setelah salah seorang warga menanyakan status mereka, FB mengaku perempuan tersebut adalah sepupunya. Warga tidak langsung percaya. Ketika pintu indekos yang ditempati salah satu siswa SMK.
Wargapun pun mengintip dari lubang di bagian samping bangunan. Warga terkejut melihat FB nyaris telanjang bulat. Warga langsung berkumpul dan kemudian menggerebek kamar yang disewa MG.
Keduanya langsung diamankan kerumah ketua RT dan kemudian dibawa ke Polsekta Samarinda Utara untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu FB yang tinggal di Jl Yos Sudarso membantah tuduhan warga, ia mengaku mendatangi Kos yang dihuni MG untuk membantu menyusun kamarnya.
"MG butuh bantuan karena itu FB datang menolong menyusun barang-barang dan memasang kardus di lantai, tiba-tiba aja pintu didobrak dan kami dituduh mesum. Silahkan visum kami kalau memang berbuat mesum," bela FB.
Sementara itu pengakuan mengejutkan datang dari Mg (16) pasangan FB, warga Jl Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang ini mengaku hamil 2 bulan.
Mg mengaku telah berulang kali melakukan hubungan suami Istri bersama Fb, pertama kali berhubungan badan setelah lulus SMP di Loa Janan dirumah temannya.
Setelah mengetahui hamil MG yang mengaku hubungannya dengan Fb tidak direstui oleh orang tua Fb akhirnya Mg memilih kos agar kehamilannya tidak diketahui oleh pihak keluarga. Mg mengaku hubungannya dengan Fb telah berlangsung selama dua tahun.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta melalui Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, kedua pelaku masih diamankan. Kedua orang tua pelaku akan dipanggil guna dimintai keterangan. Dengan pertimbangan keduanya masih berstatus siswa, tentu akan dilakukan pembinaan. "Kita amankan dulu. Mereka perlu pembinaan karena apa yang dilakukan kalau memang terbukti benar, tentu harus dipertanggungjawabkan meski tidak harus ditahan," pungkasnya. opi

Uang NKRI Pengganti Uang Tahun 2004

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Peluncuran uang pecahan baru Rp100 ribu bernama "uang NKRI" yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltim, merupakan uang terbitan edisi tahun 2014, dimana diproyeksikan sebagai pengganti uang terbitan tahun 2004.
"Secara perlahan, uang pecahan Rp100 ribu lama akan ditarik dari peredaran," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan timur, Ameriza Ma’ruf Moesa, kemarin.
Dia mengatakan, bahwa secara resmi "uang NKRI" telag diluncurkan. Namun, lanjutnya, peredarannya masih terbatas. Hal ini juga dikatakan sebagai bentuk perkenalan dan sosialisasi uang baru kepada masyarakat Indonesia.
“Kami di kantor bank Indonesia Kaltim sudah menyediakan dan sudah dipasok oleh kantor pusat kami sejumlah uang. Diharapkan pengiriman pertama ini cukup sebagai perkenalan,” kata Ameriza kepada wartawan.
Ameriza pun menjelaskan jika uang lama tak otomatis tidak berlaku lagi. Hanya saja ada mekanisme penarikan dari masyarakat yang dilakukan secara bertahap. Artinya, tidak serta merta uang lama tak laku lagi.
"Selama tahapan pergantiannya secara perlahan uang lama akan ditarik dari peredaran dan digantikan dengan "uang NKRI"," katanya.
Ameriza menjelaskan, pada uang baru hanya ada beberapa penyesuain. Ada tiga hal yang membedakan uang baru dengan uang lama. Namu, tidak terlaku mencolok desainnya.
“Perbedaan mendasar yang pertama adalah tertulis NKRI, itu ciri khas yang berbeda. Kedua, dari sisi pejabat yg menandatangani, kali ini ada Menteri Keuangan bersama Gubernur Bank Indonesia. Ketiga perbedaan design, hal ini akan memperkuat dari sisi keamanan,” jelas Ameriza.
Untuk hari pertama penukaran, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menyediakan mobil kas keliling di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Jl  Gajah Mada, Samarinda.
“Kami sengaja menyediakan mobil kas keliling. Jadi kalau ada warga yang ingin memiliki uang baru hari ini, bisa terlayani. Besok sudah bisa menukarkan di kantor bank-bank umum,” pungkasnya. tha

Uang NKRI Diserbu Warga

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Bank Indonesia (BI) secara resmi telah mengeluarkan uang baru yang dinamakan "Uang NKRI", kemarin. Uang senilai Rp100 ribu tersebut ternyata dapat sambutan antusias dari warga Kota samarinda. uang baru tersebut dinamakan "Uang NKRI" karena diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 Tahun 2014 ini.
Bertempat di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur, Jl Gajah Mada, Samarinda, mobil kas keliling membuka layanan penukaran uang baru. Mobil ini pun langsung diserbu warga yang penasaran dengan uang baru tersebut. Ada yang memang berminat menukarkan uang, ada pula yang penasaran dengan model uang baru tersebut.
“Penasaran sama uang baru ini, ternyata perubahan tak terasa jika dilihat secara sekilas. Cuma penasaran aja, makanya saya menukar Cuma tiga lembar,” kata Hamda, salah seorang warga, usai menukarkan uang baru.
Diluncurkannya "Uang NKRI" ini memang cukup menimbulkan rasa penasaran warga, lantaran gencarnya pemberitaan di beberapa media.Apalagi sejumlah media sosial dan pesan instan menyebarkan berbagai macam bentuk uang baru.
“Di sosial media sama di-broadcast pesan kalau ada uang baru. Malah saya dapat kiriman uang baru yang sudah di redenominasi, ternyata lain, Cuma uang Rp100 ribu,” kata Astuti, warga Samarinda, yang juga mengaku penasaran dengan uang baru tersebut.
Akibat antusias warga Samarinda yang tinggi, transaksi keuangan di mobil kas keliling ini cukup cepat. Hanya dalam 45 menit, total warga menukarkan uang sekitar Rp60 juta uang. Bahkan warga yang tak puas juga langsung mendatangi kantor BI.
“Antusias tinggi sekali, padahal banyak yang menukarkan uang dalam jumlah kecil. Ada yang hanya selembar, dua lembar. Jadi yang menukar sangat banyak,” kata Rudi
Faturrahman, Kasir Mobil Kas Keliling Bank Indonesia Kaltim. Untuk memberikan informasi lebih jauh tentang "uang NKRI". pihak BI juga menyediakan waktu untuk memberikan penjelasan tentang uang baru tersebut, mulai perbedaan dengan uang lama dan bentuk lembaran uang tersebut.
“Satu per satu kita jelaskan, namanya juga melayani. Tapi kami bersyukur karena antusias warga Samarinda cukup besar, sehingga uang NKRI ini kami yakini akan diterima baik oleh masyarakat luas,” sambung Rudi.
Sejalan dengan diluncurkannya "uang NKRI", BI juga menggelar berbagai kegiatan guna menyambut peringatan Proklamasi 17 Agustus 214 ini, yakni dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan perbankan dan masyarakat umum. Beragam perlombaan disajikan. tha

Plat Luar Daerah Perlu Diatur

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur  Kaltim HM Mukmin Faisyal mengakui bahwa Pemprov Kaltim membutuhkan payung hukum peraturan perundang-undangan yang mengatur penanganan kendaraan luar daerah atau berplat nomor polisi non KT. Payung hukum dibutuhkan sebagai dasar pemerintah membuat maupun menerapkan kebijakan dalam rangka memaksimalkan penanganan kendaraan non KT.
“Sampai saat ini belum ada ketentuan pemerintah yang mengatur penanganan  kendaraan luar daerah yang beroperasi di Kaltim. Yang ada sebatas kewenangan melakukan wajib lapor sebagaimana diamanatkan Pasal 7 Ayat 1 hurub b UU No 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya (LLAJR),” papar   HM Mukmin Faisyal   saat menyampaikan tanggapan dan penjelasan pemerintah atas pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Kaltim terhadap nota penjelasan keuangan RAPBD Kaltim 2015 pada Rapat Paripurna ke 25, di Gedung DPRD Kaltim, baru-baru ini.
Menurutnya, sejauh ini penanganan yang dilakukan baru sebata menerbitkan Pergub Kaltim No 404/2014 tentang memberikan keringanan nilai pajak pokok kendaraan bermotor dan pembebasan pajak pokok bea balik nama kendaraan dari luar Kaltim.
Kebijakan tersebut dibuat dalam rangka memberi insentif bagi pemilik kendaraan non KT agar melakukan balik nama kendaraannya, sehingga pajak kendaraan bermotor (PKB) nya masuk ke kas daerah.
“Prinsinya kebijakan ini dibuat sebagai bentuk respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat soal penanganan kendaraan non KT. Termasuk sebagai terobosan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak,” katanya.
Langkah lain yang ditempuh, mensosialisasikan imbauan melakukan balik nama melalui sepanduk dan media massa. Pemprov juga membuat kesepakatan bersama antara Dirlantas Polda Kaltim dan Jasa Raharja terkait penanganan kendaraan non KT yang dituangkan dalam rapat tim pembina Samsat di Kaltim.Tindak lanjutnya secara intensif melakukan kegiatan operasional dengan melibatkan unsur Polri dan dinas terkait.
“Jangka panjangnya pemprov mengusulkan pentingnya menggelar pertemuan berupa forum group discussion (FGD) dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Tujuannya untuk merumuskan rancangan aturan yang nantinya diharap menjadi payung hukum penanganannya,” katanya lagi.
Pun demikian berkaitan payung hukum pemungutan PKB maupun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) alat besar dan alat berat. Penangannya masih belum diatur dalam mekanisme Samsat.
Hal tersebut masih disusun sistem dan prosedur pajak daerahnya oleh Kementerian Dalam Negeri (kemedagri) yang saat ini dalam proses finalisasi. Harapannya Permedagri yang diterbitkan tersebut nantinya menjadi pedoman pemungutan PKB/BBNKB alat besar dan berat di Kaltim. mar

"Jangan Sia-Siakan Makna Kemerdekaan"

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak berharap seluruh masyarakat Kaltim, terutama generasi muda agar tidak menyia-nyiakan kemerdekaan yang telah diraih bangsa dan negara ini. Karena itu, makna dari peringatan Hari Kemerdekaan yang telah diraih saat ini diharapkan dapat dipahami dan dihayati secara mendalam. Sehingga menjadi renungan hati untuk memberikan motivasi dalam berjuang menyukseskan program pembangunan di daerah.
“Kemerdekaan yang telah dicapai bukan waktu yang singkat, yakni sudah 69 tahun bangsa dan negara ini merdeka. Bahkan tahun depan telah mencapai 70 tahun. Sehingga kedepan semua masyarakat mempunyai kewajiban dan tanggungjawab moral dan kolektif untuk melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkan para pahlawan. Karena itu, saya berharap jangan kita sia-siakan makna dari kemerdekaan ini,” kata Awang Faroek Ishak ketika malam resepsi HUT Kemerdekaan RI ke 69 di Pendopo Lamin Etam Kaltim, Minggu malam (17/8).
Perjuangan mewujudkan cita-cita tersebut belum berakhir. Semua masyarakat mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan-perjuangan dan nilai kejuangan yang dulu telah berhasil diperjuangan oleh para pejuang maupun pahlawan di Negara ini.
Nilai perjuangan tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan pada saat ini. Apalagi, bangsa saat ini tumbuh besar menjadi bangsa yang besar, maju, bermartabat dan dihormati bangsa-bangsa di seluruh dunia.
“Yang jelas, tidak berlebihan jika saya menilai bahwa prestasi bangsa ini telah banyak diakui bangsa lain. Bahkan, diprediksi bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar termasuk dalam 10 negara besar di dunia,” jelasnya.
Karena itu, mari bersama-sama dengan rakyat di provinsi lain dalam membangun bangsa ini. Terutama Kaltim, harus memberikan kontribusi besar dalam Negara. Sehingga Negara ini bisa menjadi Negara yang besar.
Karena itu, seluruh masyarakat patut bangga dengan para pejuang di Negara ini, terutama di Kaltim yang saat ini telah berusia antara 80 hingga 90 tahun. “Kita patut bersyukur dengan perjuangan yang telah dilakukan tersebut dan mari kita mengabdi lebih baik lagi kepada bangsa dan Negara apapun profesi yang kita jalani. Ada yang dari legislative, eksekutif, yudikatif, TNI, Polri serta pengusaha. Terutama di Kaltim,” jelasnya.
Mewujudkan bangsa dan Negara yang baik diharapkan dapat dilakukan sejak dari diri sendiri. Jangan tanyakan apa yang telah diberikan Negara kepada diri sendiri, tetapi mari tanyakan apa yang telah diberikan diri kepada Negara ini.
“Saya yakin jika dengan prinsip demikian, meski kecil yang kita lakukan untuk Negara ini, pasti itu sangat berarti,” pungkasnya. mar

Petugas dan Pemulung Kewalahan Kumpulkan Sampah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sampah yang berserakan disepanjang jalur pawai pembangunan, Senin (18/8) kemarin ternyata tidak hanya membuat para petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota samarinda kewalahan, namun juga bagi para pengumpul plastik bekas dan kardus yang ada di Samarinda.
Memanfaatkan momentum tahunan ini puluhan pemulung memunguti botol bekas minuman mineral yang tercecer di jalanan. Botol-botol bekas minuman itu dibuang oleh warga usai melepas dahaganya karena berdiri di terik matahari yang menyengat.
Contohnya Suratmin pengumpul kaleng, plastik dan kardus  bekas warga jalan Jelawat Samarinda mengaku kewalahan mengumpulkan plastik yang begitu banyak di Jl Kusumah Bangsa.
Kepada Poskota Suratmin mengaku mendapatkan 4 karung besar ukuran 50 kilo plastik bekas dan kaleng disepanjang jalan kusumah Bangsa.
"Alhamdulillah, hari ini baru setengah hari saya mendapatkan 4 karung besar plastik dan kaleng bekas di daerah ini saja, biasanya satu karung saja susahnya bukan main," kata Suratmin.
Suratmin mengaku mengumpulkan plastik dan kaleng yang dibuang warga disekitar lokasi sepanjang pelaksanaan pawai. "Botol-botol itu saya punguti untuk dijual ke pengepul," kata Suratmin.
Pada hari-hari biasa, kata Suratmin, dalam sehari penuh, dia hanya bisa mengumpulkan 15 kilogram botol plastik. Sementara per kilogramnya, botol-botol bekas itu dihargai Rp2.500 oleh pengepul. Jika dikali 15 kilogram, maka sehari, Toyib hanya meraup keuntungan Rp 35 ribu sehari.
"Namun, karena ada pawai, tiga jam saja saya sudah dapat 20 kilogram. Kan sehari saya bisa dapat rezeki nomplok," katanya senang. M4n

Ribuan Warga Padati Jalan Protokol

Saksikan Pawai Pembangunan HUT Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
RIBUAN orang tumpah di jalan utama Samarinda senin (18/8), kemarin. Mereka memeriahkan pawai pembangunan memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Indonesia.
Agenda tahunan yang terus dikembangkan Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim ini menampilkan 300 peserta pawai jalan kaki dan 80 peserta pawai kendaraan hias.
Antusias warga sangat tinggi saat menyaksikan iring-iringan peserta pawai sejak pukul 07.00 wita sejumlah ruas jalan telah dipenuhi warga, bahkan pihak kepolisian terpaksa melakukan pengalihan arus guna mencegah terjadinya kemacetan di jalur lintas peserta pawai.
Pawai dimulai dari Jl Kesuma Bangsa (depan GOR Segiri Samarinda) menuju Jl Bhayangkara. Kemudian menyusuri Jl Awang Long, Jl Jenderal Sudirman, Jl KH Abul Hasan, Jl Pengeran Diponegoro, Jl Imam Bonjol, Jl Basuki Rahmad, Jl Agus Salim, dan kembali ke Jl Kesuma Bangsa.
Ratusan peserta pawai mulai dari instansi di pemerintah kota, provinsi, kelurahan, kecamatan, sekolah, komunitas, perkumpulan olahraga, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Masing-masing peserta unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan,  beberapa meter dari Plaza Mulia.
Hadir di panggung kehormatan Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Wakil Gubernur Mukmin Faisal, Ketua DPRD Kaltim Syahrumsyah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi.
Sejumlah peserta mengaku senang bisa tampil di ajang tahunan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 69.
Kegiatan ini menjadi tolak ukur keberhasilan kota Samarinda dalam pembangunan baik itu infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia.
Dibidang infrastruktur sejumlah Instansi pemerintah menampilkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama ini.
Sementara itu dibidang Sumber Daya Manusia sejumlah sekolah memperlihatkan berbagai keberhasilan melakukan pembinaan terhadap peserta didiknya.
Baik itu dalam bidang Sains maupun Ekstrakurikuler dibidang keolahragaan hingga bidang pengembangan diri.
Harpiah salah satu peserta Marching Band Dahana Persada dari SMP 7 Samarinda mengaku, penampilan sekolahnya tidak hanya marching band. Juga ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang ditampilkan. Seperti teater, futsal, olahraga basket, PMR, Taekwondo dan lainnya.
“Ya, motivasi kami ikut pawai ini adalah menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia, sekaligus ingin memperkenalkan sekolah,” katanya.
Sementara itu Yanti warga Djuanda yang ditemui disela-sela menonton pawai pembangunan mengaku sangat antusias menyaksikan beragam pertunjukan peserta pawai. “Sejak pukul 07.00 pagi tadi saya dan anggota keluarga mengambil tempat paling depan di bibir Jl Bhayangkara, biar jelas kelihatan,” katanya.
Namun pawai yang berakhir pukul 11.00 Wita itu, menyisakan pekerjaan rumah bagi pegawai Dinas Kebersihan.
Warga yang memenuhi jalan protokol rute pawai meninggalkan area dengan sampah yang berserakan. Pantauan media ini sepanjang rute pawai, sampah plastik makanan ringan, serta koran berserakan. M4n

Bibit Sawit Palsu Beredar di Kaltim

Pemprov Kaltim Minta Masyarakat Waspada

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gencarnya Pemprov Kaltim melalui kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk meneruskan pembangunan subsektor perkebunan untuk komoditi kelapa sawit dari satu juta hektar menjadi 2,4 juta hektar pada 2018 dikhawatirkan memicu peredaran bibit sawit palsu.
Namun terpenting ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman, para petani pekebun juga perusahaan perkebunan sawit (swasta) harus lebih berhati-hati dalam membeli bibit sawit dari para penangkar.
Sesuai data Badan Intelejen Negara telah beredar bibit palsu di wilayah Sumatera dan Kalimantan sekitar 40 persen. “Informasi ini ini membuat kami lebih aktif mengawasi peredaran bibit di Kaltim,” ujar Etnawati didampingi Kepala UPTD PBP Irsal Syamsa, Jumat (15/8).
Disebutkannya, sejak 2012 hingga saat ini sudah sekitar 551.000 bibit palsu atau bibit yang tanmpa memiliki sertifikat resmi dari sumber benih yang dimusnahkan dan diindikasikan masih banyak yang beredar maupun ditangkar oleh pelaku tidak bertangungjawab.
Pemusnahan terbesar yaitu di wilayah Nunukan untuk bibit sawit yang diindikasikan berasal dari Malaysia sebanyak 514.000 bibit pada tahun 2013 dan pemusnahan yang baru dilakukan di wilayah Desa Petangis Kabupaten Paser sebanyak 12.000 bibit.
Selisih harga bibit bersertifikat dari sumber benih yang ditunjuk pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan bibit palsu sangat mencolok. Misalnya, harga resmi Rp7.500 per bibit (kecambah/benih) dan 1,5 US Dollar bibit palsu hanya kisaran Rp5.000.
Menurut Etnawati, peluang-peluang usaha untuk subsektor perkebunan untuk tanaman sawit saat ini memberikan celah bagi pelaku-pelaku (oknum) tidak bertanggungjawab untuk memperjualbelikan bibit sawit illigitim (palsu).
Karenanya, pihak Dinas Perkebunan Kaltim terus menyosialisasikan pentingnya para petani pekebun termasuk perusahaan swasta untuk membeli bibit sawit yang berasal dari sumber benih resmi pemerintah.
“Kerugian sangat besar akan ditanggung petani pekebun maupun pihak perusahaan apabila terlanjur membeli bibit illigitim. Sebab produksi rendah dengan kurun waktu puluhan tahun bahkan kerugian diperkirakan mencapai miliar rupiah,” sebut Etnawati.
Etnawati menambahkan sebaiknya petani maupun perusahaan swasta yang kan membeli bibit sawit sebaiknya berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kaltim selaku instansi teknis yang diberi kewenangan untuk pengembangan tanaman perkebunan.
Disebutkan selama periode Januari-April 2014, Dinas Perkebunan Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 453.285 kecambah kelapa sawit. mar

2.448 Napi di Kaltim Terima Remisi Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 2.448 Napi di Kaltim memperoleh remisi atau pengurangan masa hukuman yang diberikan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak.  Jumlah tersebut, sebanyak 2.381 warga binaan mendapatkan Remisi Umum (RU) 1 atau yang masih harus menjalani sisa hukuman dan 107 warga binaan mendapatkan RU 2 atau langsung bebas.
Kebijakan remisi setiap perayaan Hari Kemerdekaan sebagai upaya memotivasi napi sebagai warga binaan untuk menjaga perilaku baik. Patuh terhadap tata tertib dan kesediaan mengikuti pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat.
“Pemberian remisi ini sebagai bukti penghargaan pemerintah terhadap napi yang berperilaku baik selama menjalani hukuman. Diharapkan mereka bisa  kembali diterima masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik sebelum menjalani pembinaan,” kata Faroek saat ditemui usai penyerahan remisi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Sempaja, Samarinda, Sabtu (16/8).
Disisi lain, Awang mengatakan prihatin mengenai Rutan atau Lapas yang sudah melebihi kapasitas. Ia pun berharap walaupun tempatnya menjadi kecil karena jumlah yang menghuni banyak, petugas agar tetap bisa memberikan pelayanan kepada narapidana dengan manusiawi.
“Lapas di Kaltim, semuanya sudah over kapasitas. Kita akan upayakan mereka bisa diberikan pelayanan secara manusiawi di dalam Lapas. Karena itu Pemprov mendukung sekali upaya untuk pengembangan Lapas”, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayan Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, Leo Detri, mengatakan kriteria untuk mendapatkan remisi bagi para warga binaan disaring cukup ketat dengan berbagai persyaratan. Syarat paling penting adalah, bukan narapidana kejahatan berat, seperti bandar narkoba dan pelaku terorisme. Dan juga patuh terhadap tata tertib dan kesediaan mengikuti pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat.
“Yang paling utama adalah mereka selama sembilan bulan terakhir, tidak boleh melakukan pelanggaran. Itu bisa mendapat remisi. Bisa bekerja sama dan taat hukum selama menjalani masa tahanan. Kita juga akan melakukan pembinaan lahir batin terhadap napi yang belum mendapatkan remisi,” jelas Leo.
Suasana penuh suka cita terlihat di raut ratusan napi yang ada di Rutan Kelas II A Sempaja. Pembukaan acara penyerahan remisi diawali dengan tarian adat yang dilakukan oleh narapidana, juga dengan paduan suara serta dirangkai dengan penyerahan tali asih.
Kebahagiaan para napi semakin terlihat saat Awang bernyanyi bersama mereka. Para napi terlihat sangat senang dan bergoyang ria. Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Gubernur Kaltim, Ketua DPRD Kaltim, Asisten IV Setprov, Wakil Walikota Samarinda, dan sejumlah petinggi lainnya. mar

Penjambret Nyaris Tewas Digebuki Massa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dua orang jambret nyaris tewas dihakimi massa, setelah mereka terjatuh saat mencoba kabur membawa barang rampasannya. Ratusan warga yang berada dilokasi langsung memburu untuk menangkap dan menghajar keduanya.
Bahkan salah satu dari pelaku yang sempat kabur setelah mengancam warga menggunakan senjata tajam juga berhasil ditangkap usai upayanya kabur dengan menceburkan diri ke Sungai Mahakam gagal. Bahkan petugas TNI 0901 Samarinda ikut memburunnya.
Tersangka akhirnya menyerahkan diri ke petugas TNI dan kemudian dibawa ke Mako Kodim 0901 Samarinda untuk menghindari aksi main hakim sendiri warga yang  memang mengejar pelaku.
Rudiansyah alias Aco dan Sudarmin warga Jl Otto Iskandardinata Kelurahan Sidodamai Samarinda Ilir merampas gelang tangan Nor Hammah (30) warga Jl Dwikora Palaran di depan kantor BRI Samarinda.
Namun apes, setelah berhasil menarik gelang emas dari tangan Nor Hammah, keduanya tidak berhasil kabur. Padatnya kendaraan dan korban yang terus mengejar keduanya dan berteriak jambret-jambret membuat keduanya panik merekapun kemudian menabrak kendaraan roda 4 milik warga di depan Pasar Pagi.
Kepanikan membuat mereka berpisah, bahkan Aco  yang saat itu menjadi joki kendaraan memilih menceburkan diri ke Sungai Mahakam tepat didepan Kodim 0901 Samarinda saat dikejar warga dan sejumlah polisi lalu lintas.
Sial bagi Aco, aksinya mencebur sungai justru membuat puluhan anggota TNI keluar dari markasnya dan ikut memburunya. Aco pun ketakutan ketika melihat puluhan TNI sudah bersiap memburunya ikut terjun ke sungai. Dia kemudian menyerahkan diri.
Hal yang sama juga dialami Sudarmin. Penjambret yang satu ini jadi bulan-bulanan massa saat diamankan di Pos Satpman salah satu bank di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota.
Polisi yang awalnya datang untuk mengamankan Sudarmin dari amuk massa dibuat kewalahan. Meski sudah melarang agar tak main hakim sendiri. Namun warga tetap tak peduli dan terus menghajar Sudarmin hingga berhasil dimasukkan ke dalam mobil patroli.
Belum puas, warga lanjut melampiaskan kekesalannya terhadap penjahat jalanan itu dengan melakukan pengerusakan motor Honda Vario KT 2962 IN yang digunakan menjambret.
Setelah merasa puas melampiaskan amarah, warga kemudian membantu polisi menaikan motor jambret itu ke bak mobil patroli yang kemudian kembali bergerak untuk menjemput Aco, yang tengah "diamankan" sejumlah tentara di Makodim.
Sementara itu korban penjambretan Nor Hamnah (30), mangatakan bahwa  saat itu ia yang tengah mengendarai motor Honda Beat KT 5214 IA dan membonceng Erwis (39), ibunya. Tiba-tiba dipepet dari sebelah kanan motor yang dikendarai Aco, di Jl Gadah Mada menuju arah Pasar Pagi.
Sudarmin yang berada di belakang kemudian menarik gelang emas seberat 3 gram lebih yang dikenakan Hamnah ditangan kanannya, setelah  berhasil merebut gelang Sudarmin kemudian meminta Aco segera tancap gas untuk kabur .
Nor Hamnah yang tidak ingin kehilangan barang miliknya kemudian ikut tancap gas dan terus berteriak jambret-jambret. Teriakan korban ini kemudian memancing warga sekitar untuk membantu keduanya untuk mengejar.
"Motor mereka (Aco dan Sudarmin) ditabrak motor orang lain, mereka jatuh lalu lari. Saya fan ibu saya terus saja berteriak, jadi banyak orang yang mengejar mereka," kata Nur.
Teriakan keduanya ternyata ampuh. Aco yang kabur ke arah simpang empat Jl Awang Long, terus dikejar warga. Begitupula dengan Sudarmin yang coba mengamankan diri ke arah salah satu bank di sekitar lokasi tempat keduanya terjatuh.
"Saya tidak tahu lagi setelah itu, karena banyak sekali warga yang mengejar dia. Yang saya lihat salah satunya (Sudarmin, Red) sudah dipukuli di dalam bank. Kalau yang satunya lagi (Aco, Red) saya tidak tahu," ujar Erwis.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yuniar Ariefianto menyatakan Aco dan Sudarmin masih menjalani pemeriksaan.
"Kami berupaya menanyakan ke mana pelaku membuang gelang emas yang dijambret, karena sejauh ini belum ditemukan," kata Yuniar. M4n

Bertekad Emban Amanah Rakyat

Anggota DPRD Kota Samarinda, Andi Saharuddin SH

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Andi Saharuddin SH, merupakan wajah baru di dewan Samarinda. Meski mengaku harus banyak belajar, namun politisi Partai Golkar ini bertekad akan mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya.
"DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah sebagai mitra sejajar Pemerintah Daerah. Ini harus dilakukan langkah-langkah konkrit guna mewujudkan komunikasi yang bagus antara legislatif dan pemerintah," ujar Andi Saharuddin, saat diwawancarai Poskota, Minggu (17/8) kemarin.
Berbicara usai mengikuti upacara detik-detik proklamasi, Andi Saharuddin, mengatakan, tugas dan Wewenang DPRD membentuk peraturan daerah kabupaten bersama Kepala Daerah dan membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah yang diajukan oleh Kepala Daerah.
"Kita upayakan juga dapat dengan jeli melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah," kata dia.
Anggota dewan terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Samarinda Seberang dan Palaran ini mengatakan dewan harus mampu mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan/atau wakil Kepala Daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian.
"Beberapa fungsi dean diantaranya meminta laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah," paparnya.
Ditanya soal fungsi legislasi dia mengatakan salah satunya diwujudkan dalam membentuk Peraturan Daerah bersama-sama Kepala Daerah. Sedang Fungsi anggaran diwujudkan dalam membahas, memberikan persetujuan dan menetapkan APBD bersama Pemerintah Daerah.
"Kalau fungsi pengawasan diwujudkan dalam bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang, Peraturan Perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah, Keputusan Kepala Daerah dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah," ungkapnya.
Saat disodorkan pertanyaan soal hak-hak yang dimiliki DPRD dalam menjalankan kegiatannya, Andi mengatakan bahwa  hak DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan daerah.
"Ada juga hak dewan yang berupa hak Angket yakni pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan daerah  yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," paparnya.
Lebih jauh dikatakan, dewan juga memiliki hak menyatakan pendapat, yaitu hak DPRD untuk menyertakan pendapat terhadap kebijakan kepala daerah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daerah disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket.
"Semua pendapat tersebut diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan," pungkasnya. tha/adv

Cambridge University Tawarkan Kerjasama Belajar bahasa Inggris

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Demi kepentingan peningkatan mutu pendidikan  bidang bahasa Inggris khususnya pada kalangan pelajar, Cambridge University Press yang berkedudukan di Jerman, melakukan tawaran kerjasama pembelajaran dengan Pemerintah Kota Samarinda.  Menurut penjelasan Ketua Tim Cambridge University Govindan metode pembelajarannya nanti tidak hanya terpokus pada siswa sekolah melainkan juga mencakup bagi para tenaga guru.
”Metode ini sengaja didesign sedemikian rupa, maksudnya agar dalam pengembangannya nanti kemampuan para guru akan menjadi seimbang dengan murid,”Ungkap dia. Selain itu metode pembelajarannya juga akan disesuaikan dengan kurikulum pendidikan yang ada.  Yang berbeda sambung dia dalam program ini pembelajaran bahasa inggris tidak hanya dilakukan dalam bidang mata pelajaran bahasa inggris itu sendiri, melainkan juga dilakukan pada bidang mata pelajaran lain seperti IPA, IPS, matematika dan lain sebagainya. ”Maksudnya  agar proses belajar bahasa Inggris tadi bisa lebih efektif dan berlanjut dalam semua kesempatan dan tidak terbatas pada pelajaran bahasa inggris saja,” urainya.
Sementara, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail  sangat menyambut baik tawaran kerjasama Cambridge University tadi. Namun hal itu harus dikembalikan lagi kepada SKPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan agar bisa memiliki komitmen sama untuk dapat melaksanakan program tadi. ”Karena sebagai pembuat kebijakan publik intinya kami setuju, tinggal bagaimana Dinas terkait dan sekolah agar bisa membangun semangat yang sama,” sebutnya. Ike

Disnak Buka Klinik Kesehatan Hewan Peliharaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci dan hewan kesayangan lainnnya, Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda telah membuka fasilitas layanan kesehatan berupa klinik hewan.
Walaupun keberadaan klinik hewan ini sudah ada sejak tahun 2009 lalu, namun  menurut Kadis Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda Syamsul Bachri perlu diketahui masayarakat secara luas.
”Agar pemanfaatannya bisa menjadi lebih maksimal untuk itu perlu terus diinformasikan kepada masyarakat,” kata Syamsul.
Sejak bulan Februari lalu, klinik hewan tadi sudah mempunyai ruangan tersendiri dan terletak dilantai dasar tepatnya berada didepan pintu gerbang Dinas Perikanan dan Peternakan jalan Biola nomor satu.
“Penempatan ruangan ini sengaja dibuat sedemikian rupa agar bila ada masyarakat yang datang berkunjung untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya tidak perlu susah-susah naik ke lantai tiga,” ujarnya.
Maksudnya agar kehadiran hewan-hewan tersebut juga diharapkan tidak sampai mengganggu aktivitas kerja para pegawai lain. Klinik hewan tadi tamba ia buka  setiap hari pada jam kerja. Dimana pelayanannya meliputi   pengobatan dan vaksinasi atau konsultasi. Mengingat sesuai Perda nomor 13 tahun 2011 tentang Restribusi Jasa Umum tarip pengobatan atau rawat jalan hewan-hewan, maka pihaknya tetap mengenakan tarif setiap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan hewan peliharaan.
”Seperti untuk hewan ternak pangan besar dikenakan Rp25.000,- hewan kecil Rp7.500 dan unggas sebesar Rp1.000. Sedangkan untuk jenis hewan peliharaan/kesayaangan kuda sebesar Rp30.000, anjing Rp15.000, kucing Rp10.000, unggas Rp7.500, dan primata Rp15.000,” rincinya. Ike

Band RI 1 Hibur Warga Samarinda

Memperingati HUT RI ke 69

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 69, Pemkot Samarinda menggelar acara panggung hiburan rakyat untuk warga Kota Samarinda, dengan mendatangkan Goup Band RI 1
“Untuk mengobati rasa kerinduan warga Kota Samarinda terhadap panggung hiburan, karena sempat absen beberapa tahun dalam peringatan HUT RI, kami kembali menggelar dengan menampilkan group Band RI 1 pada  16 Agustus 2014  pukul  19.00 Wita  di halaman Parkir GOR Segiri Samarinda,” kata Koordinator Hiburan dan Keseniaan, Panitia bersama HUT RI ke-69 antara Pemprov  Kaltim dan Pemkot Samarinda, HM Faisal.
Adapun tajuk dari panggung hiburan tersebut "Konser Kemenangan". Maknanya adalah merayakan kemenangan kemerdekaan RI  dan kemenangan  kembali ke Fitrah karena masih dalam suasana Idul Fitri 1435 H.
Faisal menjelaskan terselenggaranya panggung hiburan tersebut berkat bantuan dari pihak sponsorship, dengan menghadirkan  group RI 1 yang beranggotakan Roy Jeconiah, John Paul Ivan  (personil "Boomerang"),  guest star Andi (Riff) dan Yoda (Indonesia Idol).
Menurutnya sebagai band pembuka nanti akan ditampilkan  dua group band lokal serta sajian tarian tradisional. Panggung hiburan tersebutu nantinya agak  kental dengan suasana musik rock untuk mengelorakan semangat kemerdekaan, tetapi tetap yang nyaman dinikmati serta disajikan lagu-lagu perjuangan.
Selanjutnya, kata dia, untuk memriahkan HUT RI ke 69,  pada sore harinya  pukul 15.00 – 18.00 Wita digelar aneka lomba antar pasukan Balakar seperti lomba tarik tambang, lari karung, lomba gulung selang. Selain itu digelar  parade band  lokal di panggung utama.
“Kepada  seluruh warga Kota Samarinda dapat perbartisipasi untuk hadir menyaksikan berbagai kegiatan 17 Agustus  di halaman GOR Segiri. Dijadwalkan Bapak Gubernur dan Walikota Samarinda beserta pejabatlainnya akan ikut hadiri di acara ini." katanya.
Faisal menambahkan Senin 18 Agustus 2014 akan kembali digelar Pawai Pembangunan dengan start dan finish di halaman GOR Segiri. Bagi organisasi, instansi pemerintah dan  swasta  paguyuban, sekolah dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dapat mendaftar di kantor Disbudparkominfo jalan Dahlia.
“Tujuan dari pawai pembangunan tersebut selain untuk memeriahkan dan menghibur masyarakat juga sebagai refleksi keberhasilan dan prestasi yang selama ini dicapai ,” kata  Faisal. M4n

PNS Asyik Main HP

Gubernur Kaltim Pimpin Peringatan Proklamasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI  di Stadion Sempaja , Minggu (17/8) pagi dipimpin langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebagai inspektur upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Upacara berlangsung khidmat, tepat pukul 10.00 wita Gubernur bersama seluruh peserta upacara dan tamu undangan  mendengarkan bunyi suara sirine yang menandakan peringatan HUT 17 agustus selama satu menit. Setelah itu upacara dilanjutkan dengan pemcacaan duplikat naskah Proklamasi oleh ketua DPRD Kaltim H Syahrumsyah.
Puncaknya peringatan deti-detik proklamasi  adalah pengibaran replika bendera merah putih  oleh anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik di 9 kabupaten dan kota se Kaltim.
Pasukan Paskibraka ini telah berlatih selama satu bulan di Samarinda dan telah dilantik Gubernur Kaltim pada Kamis (14/8) lalu.
Sayangnya suasana hening dan sakral tidak terlihat saat pengibaran bendera sejumlah pegawai pemerintahan yang berdiri di tribun penonton terlihat mengobrol dan terlihat asik memainkan telpon selulernya.
Pengibaran bendera merah putih yang dilakukan sejumlah pelajar asal beberapa daerah ini juga mendapat perhatian masyarakat yang menyaksikan acara sakral ini sekaligus mengabadikan momen ini menggunakan telpon selulerny.
Aksi para pegawai yang tidak menghormati bendera merah putih saat pengibaran memperingati kemerdekaan ini dianggap tidak menghargai jerih payah pejuang yang memerdekaan RI.
Ketua Legium Veteran Republik Indonesia Padlansyah  menganggap bahwa nasionalisme masyarakat saat ini memang sudah jauh dari harapan. Terbukti selain tidak adanya penghormatan pada bendera Negara kebangsaan saat dikibarkan di stadion sempaja oleh sejumlah pegawai, juga terlihat di kota Samarinda Saat ini.
Sedikit sekali rumah warga yang memiliki kesadaran memasang bendera merah putih dirumahnya, kecuali kantor-kantor pemerintahan yang terlihat ramai oleh umbul-umbul.
“Kami berjuang untuk mengibarkan bendera merah putih ini bertahun-tahun, namun saat ini keberadaan bendera itu justru tidak diperhatikan, kami yang hidup maupun yang saat ini telah tiada merasa perjuangan kami sia-sia,” kata Padlansyah.
Sudah 69 tahun bangsa ini merdeka. Kemerdekaan Indonesia yang direbut dengan perjuangan darah para pejuang seharusnya dihormati. Mereka tidak meminta penghormatan yang berlebih. Mereka hanya meminta agar kemerdekaan yang mereka rebut tidak kembali terjajah akibat ulah generasi penerus yang tidak menghormati nilai-nilai perjuangan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa jasa pahlawannya. M4n

Pemprov Terus Upayakan Penuhi Ketersedian Listrik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak mengaku akan terus mengupayakan pemenuhan ketersedian listrik dalam rangka mendukung pembangungan di Kaltim. Pembangunan yang direncanakan  akan terhambat tanpa dukungan ketersedian listrik memadai.
“Makanya selain bekerjasama dengan PT PLN (Pesero), Pemprov Kaltim dan Pemkab/Pemkot se Kaltim prinsipnya memberikan kesempatan kepada semua pihak yang berminat untuk menanamkan investasinya di bidang kelistrikan,” kata Awang  Faroek  dalam sambutan sesaat sebelum membuka sosialisasi penyesuaian tarif tenaga listrik 2014, di Ruang Ruhui Rahayu Gubernuran Kaltim, Samarinda, Jumat (15/8) lalu.
Selain itu, lanjut Awang  pemerintah juga akan berusaha memberikan kemudahan dan layanan untuk memperlancar terwujudnya suatu kegiatan usaha. Terlebih penerapan otonomi daerah seperti sekarang memberikan kewenangan lebih kepada kepala daerah untuk memberikan rekomendasi izin penyelenggaraan usaha di daerah.
Berkaitan itu, PLN diminta mempermudah birokrasi ketika ada pihak yang mau investasi litrik. Semakin banyak investor yang tertarik mengembangkan usaha bidang kelistrikan diharap memaksimalkan pengelolaan ketenaga listrikan yang dilakukan operator pengelola listrik di Indonesia ini (sebutan lain PLN). 
“Pemda siap bantu hal-hal yang dibutuhkan. PLN dengan pemerintah harus saling bersinergi. Sering-sering datang ke pemprov untuk membangun komunikasi yang baik. Jangan datang hanya sosialisasi seperti ini,” tandasnya.
Menyangkut sosialisasi, pihaknya mengapresiasi langkah tersebut karena masalah Tarif Tenaga Listrik (TTL) sudah mulai menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Permasalahan tersebut memerlukan penjelasan lebih rinci dari pihak berkompeten, yakni PT PLN (Persero). Terutama menyangkut alasan dan besaran tarif yang akan dikenakan agar para pelanggan memahami dan tidak muncul gejolak di dalam masyarakat.
“Kebijakan penyesuaianTTL 2014 akan berdampak pada pelanggan rumah tangga (Tarif R/Residance/Perumahan) yang mencapai 321.124 pelanggan dan pelanggan pemerintah (Tarif P) di PLN di Samarinda,” katanya.
Sumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI  menyatakan kenaikan TTL diberlakukan mulai 1 Juli 2014 karena ada desakan dari seluruh kementerian dan lembaga (K/L) serta DPR yang menuntut diturunkannya beban subsidi.
“Kenaikan tarif listrik dengan inflasi juga akan saling terkait. Namun inflasi menjadi beban PLN kalau mereka tidak menaikan dalam beberapa tahun. Sementara pemerintah melakukan penurunan beban subsidi energi yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp 400 triliun,” jelasnya.
Itu sebabnya, mulai 1 Juli ini penyesuain tarif listrik baru diberlakukan untuk enam golongan pelanggan PT PLN (Persero). Dari enam golongan pelanggan, subsidi untuk sektor rumah tangga R1 (1.300 VA) dan R1 (3.500 VA) telah diturunkan mulai  1 Juli.
Untuk  golongan R1 (1.300 VA) yang setiap bulannya biasa membayar tarif listrik sebesar Rp168.000, dengan kenaikan tarif ini, golongan rumah tangga itu harus membayar fasilitas listrik yang diberikan PLN sebesar Rp 202.675.
Besaran itu menandakan kenaikan dalam tahap awal hanya sebesar R p22.675. Selanjutnya, per September nanti atau kenaikan tahap kedua, golongan R1 (1.300 VA) mengalami kenaikan penyesuaian tarif listrik sebesar Rp23.800. Adapun golongan R1 (3.500 VA) yang tiap bulan biasanya membayar listrik sebesar Rp 731.000, maka beban tambahan yang diterima hanya sebesar Rp 41.000.
“Besaran kenaikan Rp 41.000 sebenarnya tidak sebesar yang ditakutkan oleh seluruh pelanggan PLN yang terkena dampak penyesuaian tarif listrik, di samping kenaikannya juga tetap dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. mar

Awang Faroek Pimpin Peringatan HUT RI

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 tahun ini, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa seluruh komponen masyarakat wajib meneruskan perjuangan luhur para pahlawan.
"Pahlwan berjuang dengan semangat yang luar biasa tanpa pamrih bahkan rela mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk merdeka. “Pahlawan telah berjuang demi kemerdekaan dan kita wajib meneruskannya dengan membangun negeri ini,” ujarnya.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Awang Faroek Ishak usai memimpin peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (17/8).
Awang Faroek menyampaikan bahwa semangat perjuangan para pahlwan di tahun 1945 harus menginspirasi seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah untuk bersama-sama membangun negeri ini agar lebih baik pantang menyerah. Jaman perjuangan melawan penjajah saat itu para pahlawan berjuang tanpa kenal lelah bahkan harta benda dan jiwa raga dipertaruhkan.
“Terlepas dari penjajah merupakan target mereka. Sekarang kita harus mengisi kemerdekaan ini untuk kemajuan bangsa,” tegas Awang.
Saat sekarang ini lanjut Awang, pemerintah khususnya Pemprov Kaltim telah enetapkan berbagai kebijakan dengan program-program prioritas pembangunan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar lebih baik dan sejahtera.
Walaupun kemajuan daerah yang diperoleh terasa lambat terutama untuk kawasan pedalama dan daerah terpencil serta perbatasan dan tertinggal.
Namun Gubernur meyakinkan pemerintah terus berjuang untuk melakukan pembangunan dan pengembangan daerah. “Pembanguna yang kita laksanakan sekarang ini tidaklah seperti membalikkan kedua tangan. Namun, yakinlah masyarakat bahwa kami akan terus berupaya mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat akan kita capai bersama-sama,” jelasnya.
Komitmen pemerintahini ujar Awang dapat terwujud kalau seluruh komponen di daerah secara bersama-sama mendukung dan terlibat dalam membangun, terutama tetap memelihara kondusifitas daerah yang selama ini telah tercipta.
“Kaltim termasuk Kaltara merupakan daerah yang sudah dikenal sebagai wilayah yang aman dan damai serta kondusifitas yang terus terpelihara. Kondisi ini merupakan modal dasar bagi kita semua untuk merlaksanakan pembangunan secara berkelanjutan,” ujar Awang Faroek.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Stadion Madya Sempaja Samarinda dihadiri seluruh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kaltim dan Wakil GUbernur Kaltim HM Mukmin Faisyal serta Walikota Samarinda H Syaharie Jaang dan Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail beserta istri.
Tampak hadir pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta selurh camata dan lurah se-Kota Samarinda. Peserta upacara diikuti ribuan peserta terdiri dari TNI/Polri dan mahasiswa, pelajar serta organisasi kemasyarakatan. mar

Monumen Pompa Angguk

Samarinda, Poskota Kaltim
WALI KOTA Samarinda H Syaharie Jaang yang tidak pernah jenuh berkreasi dalam menata wajah kota Samarinda, bakal menambah satu monumen lagi di kota Samarinda, berupa “Monumen Pompa Angguk” dengan meminta dukungan Pertamina untuk membangunkannya.
Ini berawal dari kunjungan wali kota ke rig PDSI D700 kelurahan Bantuas, kecamatan Palaran untuk melakukan peresmian tajak perdana sumur Under Muara Mahakam (UMM)-1, yang melihat pompa angguk atau pompa yang digunakan pada pengeboran minyak berada di lokasi sedang beroperasi.
“Kalau bisa nanti pertamina bangun monument ini. Karena saat ini kita terus menata wajah kota. Saat ini kita sudah membangun monument tambangan dan kampung Tenun sebagai identitas Samarinda. Dengan adanya monument pompa ini, harapan kita biar warga dan tamu tahu, Samarinda juga penghasil Migas, walaupun tidak sebanyak tetangga kita,” pinta Jaang yang diamini Manajer Pertamina EP Field Sangasanga Hanief Jauhari.
Untuk itu, Jaang meminta pihak pertamina untuk berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan supaya disiapkan lahannya. “Tenang aja, Pertamina boleh memasang logo dan tulisan Pertamina tanpa dikenakan pajak,” imbuh wali kota lagi.
Sekkot Samarinda Dr Zulfakar senada dengan wali kota. Dimana Samarinda juga mesti dikenal sebagai daerah penghasil migas dan sudah ada surat keputusan dari kementerian ESDM.
“Sudah ada 3 perusahaan Migas yang memberikan kontribusi pendapatan bagi kota Samarinda. PT Pertamina EP asset 5 Field Sangasanga berproduksi minyak bumi, PT Pertamina EP TAC EMP Semberah (Ex Semco) berproduksi minyak dan gas bumi, dan PT VICO Indonesia yang juga berproduksi Minyak dan gas bumi,” timpal Zulfakar.
Di Samarinda, lanjut Zulfakar untuk PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga terdapat 3 blok, yaitu Muara Seberang, Muara Tapian dan Louise-Nonny.
“Tiga perusahaan tadi belum termasuk PT SPC Mahakam Hilir dan PT Ephindo yang masih melakukan penelitian atau eksplorasi,” pungkasnya.Ike

Dana Bagi Hasil Samarinda Bakal Naik

Pertamina EP Tajak Sumur Under Muara Mahakam di Bantuas
SAMARINDA Poskota Kaltim
Dana bagi hasil (DBH) Minyak Bumi dan Gas (Migas) kota Samarinda dipastikan bakal bertambah lagi, jika PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field yang Kamis (14/8) kemarin melakukan pemboran perdana sumur Under Muara Mahakam (UMM)-1 berhasil memproduksi minyak bumi dengan maksimal terdapat 6 sumur di rig PDSI D700 kelurahan Bantuas, kecamatan Palaran.
“Tahun 2013 lalu, pendapatan kota Samarinda dari sumber pendapatan dana bagi hasil kegiatan hulu migas totalnya Rp 451.509.490.385, terdiri dari minyak bumi Rp 117.346.313.430 dan gas bumi  Rp 334.163.176.955. Tentunya jika berproduksi akan berkontribusi terhadapat pendapatan Negara dan daerah sendiri,” ucap wali kota Samarinda H Syaharie Jaang dalam sambutannya pada kegiatan Tajak Perdana Sumur UMM-1 di kelurahan Bantuas kecamatan Palaran atau tepatnya berseberangan sungai dengan kecamatan Sangasanga Kutai Kartanegara.
Oleh karena itu, Jaang yang hadir bersama rombongan yang terdiri dari Sekkot Dr Zulfakar, Asisten II Suko Sunawar dan instansi terkait memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Samarinda, sehingga sumur minyak di sini bisa produksi.
“Yang jelas Samarinda sebagai daerah penghasil migas akan kebagian pendapatan dana bagi hasil migas, yang nilainya tidak kecil. Tanpa sumur yang di sini saja, kita sudah kebagian Rp 451 miliar lebih atau sekitar 15 persen dari APBD kota, disamping kita juga terus menggenjot sektor pajak perhotelan, restoran, PBB, IMB, retribusi dan lainnya sebagai kota jasa, termasuk pendapatan dari pelabuhan Palaran,” imbuhnya.
Walaupun demikian, Jaang mengingatkan pentingnya Corporate Social Responbility (CSR) bagi masyarakat demi menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat. “Jangan sampai ada kebuntuan komunikasi dengan masyarakat. Ini penting, dan saya tekankan keberadaan perusahaan ini ada multiplier effect diluar kontribusi pendapatan resmi,” tegasnya.
Ditambahkan Jaang, pemkot bisa menjalankan program semenisasi jalan, bangun puskesmas, renovasi sekolah, juga tidak terlepas dari dana bagi hasil migas. “Berdasarkan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3952 tahun 2013, menetapkan kota Samarinda sebagai salah satu daerah penghasil migas,” terangnya.
Sementara Manajer Pertamina EP Field Sangasanga Hanief Jauhari mengatakan ini merupakan pemboran perdana dengan target minimal memproduksi 200 barrels minyak bumi per hari.
“Ini untuk satu sumur 200 barrels, tapi untuk di lokasi ini jika berhasil bisa memproduksi 6 sumur,” beber Hanief di kesempatan itu.
Untuk menuju ke Rig sumur UMM, wali kota dan rombongan tidak melalui jalan darat, namun jalur sungai Mahakam, yang difasilitasi speed boat Pertamina dengan jaminan keamanan dan dipandu staf Relation Pertamina EP Field Sangasanga Januar Hidayat.
Jika melalui jalur darat, jaraknya mencapai 50 KM dengan melalui akses jalan tambang. Ike
 
 

200 PNS Pemkot Terima Satyalencana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun 2014, kemarin (13/08) sebanyak 200 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda mendapat penganugerahan Satya Lencana Karya Satya. Penyematan penghargaan dari Presiden RI ini dilakukan Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail di rumah jabatan Jl S Parman.
Dalam arahannya pagi itu Wawali  meminta kepada PNS yang mendapat kepercayaan menerima penghargaaan ini agar bisa menjaga dan memelihara dengan sebaik-baiknya.
”Karena penghargaan ini tidaklah secara otomatis bisa diberikan kepada pegawai dengan masa pengabdian tertentu, melainkan berkaitan pula dengan loyalitas pegawai bersangkutan yang tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin dalam ukuran apapun,” tandasnya.
Untuk itu ia mengingatkan agar penghargaan tadi bisa dijaga dan dipertahankan melalui cerminan pelaksanaan tugas sehari-hari.
”Pegawai adalah pelayan masyarakat, laksanakan semua tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, dan jangan lupa jadikan tugas pengabdian ini sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Berkaitan penerima Satya Lencana Karyasatya kali ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah  Kota Samarinda Adji Syarif Hidayatulah menguraikan untuk satya lencana 10 tahun terdiri dari 108 orang dimana terdiri dari 76 orang tenaga pendidik dan 32 orang pejabat struktural.
Sedangkan 55 orang penerima satya lencana 20 tahun  terdiri dari 52 orang tenaga pendidik dan 3 orang pejabat struktual.”Ditambah penerima satya lencana untuk masa bakti 30 tahun sebanyak 37 orang terdiri tenaga pendidik 37 orang dan pejabat struktural 8 orang. ”Dari penerima penghargaan tadi beberapa diantaranya ada yang akan memasuki masa purna tugas,” kata Dayat sapaan akrabnya. Ike.

PDGI Samarinda Gelar Operasi Bibir Sumbing

Gratis Bagi Warga,Berakhir Hingga 31 Desember
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jelang peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional yang jatuh pada 16 September mendatang, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Samarinda kembali menggelar bhakti sosial. Kali ini program peduli kasih berupa operasi bibir sumbing secara gratis telah dilaksanakan mulai Rabu (13/08) kemarin.
Ketua PDGI Samarinda Drg Aprilia mengatakan kalau  program ini agenda tahunan setiap menjelang Hari Kesatuan Gigi Nasional.”Tahun ini kami bekerjasama dengan Rumah Sakit Haji Darjat sebagai tempat untuk menggelar operasi tersebut,” ungkap Aprilia.
Menurut Kepala Puskesmas Wonorejo ini operasi bibir sumbing tadi bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terkhusus para penderita bibir sumbing. Sehingga setelah operasi nanti jelas ia diharapkan bisa lebih menjadi percaya diri.”Untuk itu kegiatan ini kami gelar hingga akhir Desember dan gratis,” kukuhnya. Dia mengutarakan saat soft launching kemarin sedikitnya ada empat orang pasien yang sudah melakukan operasi tahap pertama. Pihaknya juga sambung dia  masih menerima bagi warga Samarinda yang ingin mendapat pelayanan operasi hingga sampai tahap kontrol pasca operasi. Caranya mudah urai dia, cukup dengan mendatangi seluruh puskesmas untuk mendaftarkan diri.
”Nantinya pihak puskesmas yang akan melakukan screening dan uji awal melalui tes laboratorium sebelum melakukan tahap operasi dan tentunya semua itu gratis,” kata Aprilia.
Adapun syarat-syaratnya  Pria atau wanita berumur minimal 3 bulan, Hb tidak kurang 10 mg/dl, Leukosit tidak lebih 10.000 berat badan tidak kurang dari 5 Kg dan celah langit-langit bias 1,5 tahun lebih. “Intinya kegiatan yang kita lakukan ini merupakan kontribusi PDGI kepada warga Samarinda yang membutuhkan,” ucapnya mengakhiri. Ike

4 Simpangan Terkontrol dengan ATCS

Samarinda, Poskota Kaltim
Bagi pengendara kendaraan harap berhati-hati jika melintasi areal persimpangan yang ada di kota samarinda , apalagi jika akan berlaku nakal misalnya menerobos lampu pengatur lalu lintas atau melakukan kejahatan.
Pasalnya saat ini 4 simpangan yang ada di kota Samarinda telah terpasang alat pengontrol lalu lintas yang berfungsi untuk Mengatur Ritme Lalu Lintas, Pantau Kemacetan Imbas Banjir, hingga Rekam Lakalants dan Kriminalitas
BAGI Mereka yang sering melakukan pelanggaran lalu lintas maupun kriminalitas di area persimpangan jalan, penerapan teknologi Area Traffic Control System (ATCS) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda di 24 titik simpangan dari 34 titik se Samarinda, tentunya menjadi kabar buruk. Mereka secara otomatis bisa terekam melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas.
“Nomor polisi kendaraannya pun bisa terpantau, karena kualitas dari kamera CCTV sangat mendukung. Begitu juga ketika ada kriminalitas, sistem ATCS di pusat kontrol ATCS di kantor kami bisa merekamnya secara otomatis. Bahkan kecelakaan besar di Tengkawang pun, terekam di sini,” ucap Kepala Dishub Samarinda H Abdulah kepada media ini di ruang pusat kontrol ATCS di Dishub Samarinda, Rabu (13/8) kemarin.
Jadi keberadaan ATCS bukan hanya sebatas penataan ritme lalu lintas dalam melakukan rekayasa lalu lintas sehingga diperoleh kondisi pergerakan lalu lintas secara efisien.
Di sini lanjut abdula bisa dilakukan penataan siklus lampu lalu lintas berdasar input data lalu lintas yang diperoleh secara real time melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas pada titik-titik persimpangan. Penentuan waktu siklus lampu persimpangan dapat diubah berkali-kali dalam satu hari sesuai kebutuhan lalu lintas paling efisien yang mencakup keseluruhan wilayah tersebut.
 “kita bisa memantau banjir, dan bisa langsung menurunkan petugas kami untuk turun mengatur arus lalu lintas karena pasti menyebabkan kemacetan,” imbuh Abdulah lagi.
Setiap peristiwa di persimpangan bisa tidak luput dari pantau dan terekam. “Polantas yang menilang saja bisa terlihat, bahkan perampokan di salah satu rumah di sekitar simpang juga terekam di sini. Keberadaannya multifungsi dan memberikan kemaslahatan,” kata Abdulah.
ATCS Dishub Samarinda yang merupakan bantuan dari APBN dan operasional dengan APBD kota ini salah satu yang terbaik di nasional.
“Kita juga pernah kedatangan kunjungan studi banding dari Bandung,” ucap Abdulah seraya menyebutkan pusat kontrol ATCS dikendalikan 3 operator. Ike.

Polresta Samarinda Himbau masyarakat Taat Berlalulintas

Didiq : Angka Kecelakaan Meningkat

Samarinda,Poskota Kaltim
Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan Protokol Kota Samarinda membuat jajaran Polresta Samarinda kembali mengingatkan agar masyarakat pengguna jalan di Ibukota Propinsi Kalimantan timur ini taat dan tertip dalam berlalu lintas.
Peningkatan jumlah kendaraan tanpa dibarengi dengan peningkatan ruas jalan di kota Samarinda membuat angka kecelakaan lalulintas di kota ini sangat tinggi.
Bisa dilihat periode juli hingga Agustus 2014 saat ini angka kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda meningkat bahkan angka ini diberengi dengan meningkatnya jumlah korban yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta SIk yang didampingi Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol DidiqSIK mengatakan bahwa kurang sadarnya warga Samarinda berlalu lintas membuat Angka kecelakaan lalu lintas meningkat.
Seperti yang terjadi Kamis pagi seorang pengendara motor merenggang nyawa di jalan kadrie Oening akibat menabrak sebuah Truk yang datang dari arah berlawanan.
Pengendara motor yang datang dari arah Simpang air Hitam memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi, sementara truk pengangkut pasir yang datang dari arah Suryanata dengan kecepatan sedang menuruni tanjakan di depan kompleks perumahan Kehutanan.
diduga karena kaget keduanya tidak bisa menghindari terjadinya kecelakaan, benturan yang cukup keras antara keduanya menyebabkan pengemudi kendaraan roda dua langsung tewas di lokasi kejadian.
Kasusnya kini ditangani oleh unit laka Polresta Samarinda.
Sebelumnya diduga sang sopir mengantuk sebuah kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan mini bus terjadi di di jalan Gajah mada beberapa waktu lalu, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun akibat kejadian ini antrian kendaraan memanjang hingga 4 km dari arah luar kota Samarinda.
Petugas dan warga yang melintasi jalan gajah mada akhirnya bergegas mengevakuasi 4 mobil mini bus yang terlibat tabrakan beruntun, kerusakan yang cukup parah yang dialami tiga mobil dari 4 mobil yang terlibat tabrakan membuat ketiganya harus didorong.
Tabrakan bermula dari sebuah mobil minibus merk toyota fortuner dengan nomor polisi  KT 1054 CW yang dikemudikan Hermanto warga handil kabupaten kutai kartanegara yang melaju dari luar kota menuju ke jalan gajah mada, menabrak mobil inova kt 1219 kb yang dikemudikan subekti warga samarinda  yang saat itu sedang berhenti menanti trafik light di simpangan jalan gajah mada – cermai.
Kerasnya tabrakan membuat mobil Inova yang dikemudikan subekti kembali menabkar mobil avanza KT 1915 N yang dikemudikan nur supriyadi dan berakhir pada kendaraan toyota strada B 942 BBC yang dikemudikan Daniel .
Akibat tabrakan beruntun ini membuat jalan protokol yang menjadikan kemacetan cukup panjang, sejumlah pengendara juga terlihat memilih menonton kejadian ini.
Sri Hartika saksi mata mengatakan bahwa saat kejadian kondisi jalan gajah mada lengang, kendaraan yang melintas juga hanya beberapa kendaraan, namun ia tidak mengetahui pasti terjadinya tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari kendaraan itu.
"jalan kosong sebelum kejadian, saya aja kaget tiba tiba terdengar bunyi benturankeras," kata Sri Hartika, pedagang bensin eceran di jalan gajah mada.
3 pengendara kendaraan mini bus yang terlibat kecelakaan beruntun dan mengalami kerusakan cukup parah langsung melakukan pembicaraan dengan difasilitasi aparat kepolisian, sementara satu mobil toyota strada yang berada paling depan tidak mengalami kerusakan memilih melanjutkan perjalanan.
Nur Supriyadi salah seorang pengemudi mobil yang terlibat tabrakan mengaku bahwa ia tiba-tiba saja ditabrak oleh pengemudi yang berada dibelakangnya saat antri melintasi trafik light.
"Alasanya pengemudi Fortuner ia tidak melihat jalan karena saat kejadian ia sedang memperhatika SPBU yang ada diseberang jalan, tiba tiba saja tidak sengaja kakinya terinjak gas," kata Nur.
Disinggung menegnai proses ganti rugi Nur menegaskan bahwa pemilik Fortuner berjanji akan mengganti semua kerusakan.
sementara itu untuk mengungkap penyebab tabrakan beruntun itu unit laka polresta samarinda langsung turun ke tkp untuk melakukan olah tkp.
Tingkat kepadatan kendaraan dan bagan jalan yang kurang seimbang dapat menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan. Yang dapat terjadi kapan saja" tegas Kasat Lantas..Ike/ Opi

Pembatasan BBM Membuat Solar Subsidi Diselundupkan

Samarinda, Poskota Kaltim
Pasca kebijakan pemerintah yang mengeluarkan pengendalian pendistribusi solar bersubsidi dengan memberikan batas waktu penjualan Bahan Bakar Minyak Jenis SOlar disejumlah Stasiun   Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jenis Solar, keberadaan BBM ini semakin langka.
Sejumlah SPBU terlihat tertulis papan Solar dalam Pengiriman, sementara disejumlah SPBU yang masih ada BBM jenis Solar subsidi justru terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.
Sungguh Dramatis disatu negara yang memiliki Sumber Daya Alam Minyak Bumi yang cukup berlimpah, rakyatnya kesulitan mendapatkan minyak untuk kendaraan transportasi.
Sistem pengelolaan yang tidak benar membuat persoalan klasik ini terus berulang apalagi lembaga yang dibentuk pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM ini ternyata belum bisa secara maksimal mencegah penyelewengan penggunaan BBM  bersubsidi.
ujungnya adalah munculnya satu kebijakan pemerintah yang membatasi waktu penjualan bbm bersubsidi ternyata dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang mencoba mengambil keuntungan dari kebijakan pemerintah ini,  bahkan aksi yang dilakukan kian berani, dengan menggunakan tangki modifikasi didalam mobilnya,  mobilnya pun mobil keluaran terbaru.
terbukti petugas satuan polisi pamong praja pemkot Samarinda berhasil mengamankan 4 mobil yang sedang antri di SPBU  milik pertamina di jalan Selamet Riyadi, dengan menggunakan tangki modifikasi dan jerigen yang terisi penuh solar yang diduga di beli dari SPBU di kota Samarinda, dari keempat mobil petugas berhasil mengamankan 620 liter solar.
Empat mobil yang diamankan petugas satpol pp langsung dibawa ke mako satpol pp untuk didata dan diserahkan ke penyidik kepolisian polresta Samarinda.
"Kita dapat laporan dari warga bahwa mobil-mobil yang digunakan pengetap solar umumnya berkaca gelap. setelah kami periksa benar awalnya kami dapatkan Dua mobil berisi solar dalam jeriken dan tangki modifikasi di dalam mobil," kata Ibnu.
Saat di SPBU COCO Pertamina Jl Slamet Riyadi lanjut Ibnu, beberapa mobil yang tengah antre mengisi solar kabur setelah mengetahui kedatangan puluhan personel petugas gabungan. Empat mobil beserta sopirnya, tepergok dan tidak dapat menghindari petugas.
Empat mobil tersebut adalah mobil Kijang Innova Hitam KT 1918 BY, Toyota Kijang LSX KT 1208 AP, Toyota Kijang LSX Hitam KT 1737 AQ serta Toyota Kijang Biru KT 1630 AQ. Setelah diperiksa, 120 liter solar ditemukan dalam 6 jeriken di mobil Kijang KT 1208 AP dan 500 liter solar ditemukan di mobil Kijang KT 1630 AQ yang dimuat dalam tangki modifikasi. Kesemua mobil berkaca gelap saat antre di SPBU tersebut.
"Dua mobil lainnya, tangki modifikasi di dalam mobil dan di bagian bawah mesin, tidak ada isinya. Ini kami proses dan segera kami serahkan ke Polresta Samarinda," jelas Ibnu. M4n

Disbudpar dan Kominfo Samarinda Gelar Workshop

Samarinda, Poskota Kaltim
Dinas Kebudayaan , Pariwisata dan Komunikasi Informasi (Disbudpar dan Kominfo  ) kota Samarinda menggelar workshop  mengenai penulisan  berita  dan foto dalam rangka meningkatkan wawasan  Pegawai Negeri Sipil (PNS)  dilingkungan  pemerintah kota Samarinda  tentang Jurnalistik.
“Workshop ini  untuk menambah wawasan  PNS agar mengetahui  cara-cara penulisan  sebuah berita , dan  menyajikan  sebuah foto yang menarik di Koran ,” kata Kepala Disbudparkominfo Kota Samarinda, HM. Faisal di Hotel Amaris , beberapa waktu lalu.
Menurutnya kegiatan workshop  tentang  penulisan berita dan foto  ini  dilatar belakangi
banyaknya anggapan  bahwa  masyarakat  tidak mengetahui  apa saja yang dikerjakan oleh pegawai  negeri  dilingkungan Pemkot Samarinda .
“Anggapan itu muncul karena masyarakat minim mendapatkan informasi tentang  program Pemkot  dan kinerja  pegawai , padahal Pemkot Samarinda  sudah banyak berbuat untuk pembangunan dan menataan kota Samarinda  serta pelayanan  terhadap masyarakat.,” katanya.
Dikatakannya  salah satu cara untuk menepis anggapan itu ,perlu  meningkatkan kinerja pegawai  terutama  berkaitan dengan kehumasan , karena segala informasi kinerja  dapat disebarluaskan melalui humas.
Diakui Faisal  bahwa    staf yang ada di bagian kehumasan  kuirang memahami bagaimana penulisan sebuah berita  yang menarik  yang menjadi perhatian masyarakat, selain itu foto –foto  yang ditampilkan terkesan monoton,serimonial dan kurang menarik.
Faisal mengaku bahwa  permasalahan yang mendasar  pegawai yakni kurang memahami bagaimana menulis sebuah berita yang menarik , agar  masyarakat  tertarik untuk membacanya. Tak hanya itu, foto yang ditampilkan juga  terkesan monoton, seremonial, dan kurang menarik.
“Workshop dilaksanakan selama dua hari,  satu hari  digunakan untuk mendapatkan teori dan satu hari lagi untuk praktek  foto di lapangan, “katanya.
Adapun dua pembicara yang memberikan materi  mengenai pengenalan jurnalistik dasar, terkait penulisan berita dan berita foto, yakni Akbar Ciptanto dan Irfan Aditama..
Dalam materinya, Akbar Ciptanto lebih banyak mengupas perbedaan dasar penulisan berita straight news, feature, dan artikel atau opini. Yang menjelaskan  teknik penulisan berita dengan menggunakan metode piramida terbalik.
Sementara itu, Irfan Aditama memberikan materi  mengenai teknik pengambilan sudut pandang sebuah foto sehingga menarik untuk dipandang, serta mampu menceritakan peristiwa yang terjadi hanya dengan melihat foto tersebut tanpa disertai berita pendamping. M4n

Bantah Isis, Pimpinan Jemaah akui ajaran yang dibawa untuk Persatuan

Samarinda, Poskota Kaltim
Pimpinan jemaah Khalifatul Muslimin membantah ajaran yang dibawanya adalah ajaran sesat, ia menegaskan bahwa ajaran yang dibawanya adalah untuk mempersatukan umat yang ada di Dunia untuk bernaung dibawah satu khilafah.
Khilafatul Muslimin di Indonesia dibawa oleh Abdul qadir Hasan Bara  yang dipercaya menjadi kholifah atau Amirul Mu'minin di tingkat Indonesia sejak tahun 1997 .
Hal ini diungkapkan Kusmadi Warga Rt 12 Jahap Kabupaten Kutai Kartanegara Kamis (14/8) kemarin
KUsmadi mengatakan bahwa Ajaran yang dibawanya sudah ada sejak lama, dan di Indonesia dibawa oleh Amirul Mu'minin Abdul Qadir Hasan Bara yang merupakan lulusan pondok pesantren Gontor Jawa Timur pada tahun 1965 dan saat ini menetap dilampung.
Berdasarkan arahan dari Amirul Mu'minin Abdul Qadir Hasan Bara jamaah Khilafatul Muslimin ini berazaskan Islam dan kemerdekaan, bertujuan memakmurkan bumi dan mensejahterakan umat, melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rasul-Nya bersama kebebasan penerapan ajaran semua agama sebagai “PRINSIP DASAR JAMAAH” tanpa memperkenankan seorang warganya membuat aturan/ketentuan/norma-norma yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri.
Kustandi menegaskan bahwa Khilafatul Muslimin bertujuan untuk Mengajak umat Islam sebagai Khalifah fil ‘Ardhi, pengemban amanah dimuka bumi untuk dilaksanakan sesuai dengan Amanah yang diberikan oleh Pemberi Amanah yaitu Allah Rabbul ‘Alamin.
Selain itu Mengajak umat Islam menyambut datangnya kembali masa “Khilafah Alaa Minhajin Nubuwwah”, hal ini dapat dilakukan dengan cara memulai dengan mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Kustandi juga tidak menekankan tindakan jihad kepada anggotannya namun justru mengajak masyarakat untuk menuju Kehidupan berjama’ah dalam system kekhilafahan seperti kehidupan kaum Muhajirin dan kaum Anshar atau shalafush shalih, yaitu mempunyai Ulil Amri / Amirul Mu’minin / Khalifah, yang tidak hanya dibatasi oleh keberhasilan, kemenangan, kekuasaan dan kekuatan fisik semata, dan tidak pula dibatasi oleh teritorial wilayah tertentu, tidak juga dibatasi oleh suku bangsa tertentu dan lain-lain.
kami tidak membatasi agama yang dianut lanjut Kustandi, dibeberapa daerah anggota kami justru beragama nasrani, namun karena memiliki kesamaan visi maka kami bisa bergabung dalam satu faham yakni Khilafatul Muslimin.
Tujuan kami jelas yakni menyerukan kepada umat Islam diseluruh Dunia untuk segera meninggalkan firqah, perpecahan, pertikaian, fanatik golongan, fanatik suku / bangsa, fanatik aliran mazhab, terjebak dalam masalah khilafiah ubudiyyah.
Kami Menyerukan kepada umat Islam untuk bertauhid yang bersih kepada Allah dan menjauhi Thaguth, beraqidah yang shahih, berilmu yang benar dan juga harus berkepemimpinan yang benar.
"Berfikir yang benar yaitu bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah Ash Shahih dan menegekkan sistem kepemimpinan yang benar (Khilafatul Muslimin) adalah menjadi wajib hukumnya," tegas Kustandi.
Kustadi menekankan bahwa  Bersatu (Berjam’ah) adalah rahmat dan berpahala sedangkan berfirqah (berpecah belah) adalah adzab dan berdosa. M4n

Kapolres akui beda, Namun Tetap Meningkatkan Kewaspadaan

Ajakan Paham Mirip Isis Beredar di Kukar

Samarinda, Poskota Kaltim
Dua kali menjadi tempat pelarian pelaku teroris membuat jajaran Polres Kutai Kartaengara meningkatkan kewaspadaan terkait beredarnya faham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang saat ini marak beredar.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Abdul Karim Sik mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran faham yang cukup ramai dibicarakan di dunia Internasional itu.
Abdul Karim mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi masuknya faham sejenis diKabupaten Kutai Kartanegara, dan saat ini telah dalam pengawasan Polres Kutai Kartanegara.
"Beberapa waktu lalu kami mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan janji setia atau Baiyat oleh pimpinan faham yang menamakan diri Khalifatul Muslimin," Kata Abdul karim diruang kerjanya Kamis (14/8) kemarin.
Kapolres mengatakan bahwa jajaranya terus mengawasi indikasi pergerakan ISIS didaerahnya, meski baru Indikasi namun pihaknya tidak ingin kecolongan.
Abdul Karim mengatakan bahwa berdasarkan hasil deteksi yang dilakukan jajarannya Khalifatul Muslimin merupakan Faham yang berpusat di bandar Lampung yang dipimpin oleh seorang Amirul Mu'minin bernama Abdul Qadir Hasan Bara.
Faham ini dibawa oleh seorang petani di desa Jahab KM 7 yang baru saja pulang dari Sorong Papua Barat. Faham ini kemudian dibawa ke Kukar dan dikembangkan diwilayah ini.
Untuk saat ini penyebarannya masih terbatas dilingkungan Masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya.
"Saat ini perkembangan faham ini terus kami awasi, jika kami melihat menyimpang maka akan langsung kita beri tindakan tegas," kata Abdul Karim.
Disinggung mengenai faham Khalifatul Muslimin Abdul karim mengatakan bahwa saat ini ajaran yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan faham yang dibawa oleh Ormas Islam lainnya , baik itu cara sholat hingga amalan-amalan yang dipergunakan.
Namun dalam pemeriksaan yang dilakukan jajarannya Khalifatul Muslimin mengaku memiliki tujuan untuk   Mengajak umat Islam bersatu dalam satu Jama’ah, satu Imamah dan dalam satu system yang Haq yaitu system Khilafah.
Beberapa sumber mengatakan bahwa mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI, namun hal itu masih kami terud dalami.
"JIka itu benar maka kami akan lakukan tindakan tegas, karena ini sudah pasti mengancam kedaulatan negara," tegas Abdul karim.
Saat ini lanjutnya kami masih mencari Amir atau pimpinan wilayah organisasi ini di tingkat Kaltim yang terdeteksi berada di Balikpapan.
"Jika ada kamai akan lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," lanjutnya. M4n

Mulai Agustus, Pengguna Narkoba Direhabilitasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
BNN  Komisaris Jenderal Pol Dr Anang Iskandar mengatakan, mulai pertengahan bulan ini, tepatnya pada Bulan Agustus 2014, para pengguna narkoba yang tertangkap tidak akan lagi dikenai sanksi kurungan penjara, melainkan bagi mereka yang terbukti sebagai pengguna murni, akan langsung menjalani proses rehabilitasi.
"Dalam implementasi ini, setiap penyalahgunaan yang tertangkap akan langsung diproses assesment. Jika terbukti sebagai penyalahguna narkoba akan langsung direkomendasi untuk rehabilitasi, yang artinya mulai dari proses penyidikan sudah tidak ditahan tetapi direhabilitasi,"kata Anang Iskandar kepada media usai  acara Sosialisasi Operasional Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda Kaltim, beberapa hari lalu
Dikatakan, peraturan bersama itu dibentuk BNN bersama Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kemenkum HAM, Kemensos dan Kemenkes. Dengan berlakunya peraturan ini, maka pengguna atau penyalahguna narkoba tidak ditahan di penjara, melainkan direhabilitasi.
Dengan peraturan bersama tersebut, lanjutnya, penanganan penyalahguna narkoba yang tertangkap tidak akan lagi dipenjara. Penerapan Perber itu sendiri, saat ini, akan dilaksanakan di 16 kota. Kota-kota tersebut, yang nantinya akan menjadi pilot project, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Tangerang Selatan, Semarang, Surabaya, Makassar, Maros, Samarinda, Balikpapan, Padang, Sleman, Pontianak, Banjar Baru, Mataram, dan Kepulauan Riau.
“Sosialiasi ini tidak hanya berlaku bagi badan narkotika tingkat kota dan provinsi, tetapi juga di tingkat Polres dan Polsek di 16 kota yang menjadi pilot project, “ungkapnya
Nantinya akan dilakukan evaluasi secara berkala karena pelaksanaan peraturan ini juga masih tahap uji coba. Ditargetkan setiap tahunnya akan ada 400.000 pengguna yang dapat direhabilitasi, sehingga persoalaan penyalah guna narkoba di Indonesia dapat diselesaikan dalam tempo 10 tahun.
Ditambahkan, harapannya kedepan prevalensi pengguna narkoba yang mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk Kaltim dapat diturunkan. Kaltim berada di peringkat ketiga nasional dalam hal narkoba. Diperlukan kerjasama untuk memberantas peredarannya, oleh karena itu, diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan  terima kasihnya atas dukungan Pemprov Kaltim bersama kabupaten dan kota yang mendukung sehingga terbangun pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
“Terbangunnya pusat rehabilitasi di Kaltim ini merupakan pilot project secara nasional dan diharapkan nantinya menjadi rujukan bagi seluruh daerah dalam hal penanganan pengguna narkoba yang kembali pulih dan sehat,” ujar Anang Iskandar.
Anang menjelaskan undang-undang sudah diamanatkan setiap pengguna harus dipulihkan karena tergolong orang sakit yang harus disembuhkan, sehingga pembangunan pusat rehabilitasi merupakan upaya pemerintah untuk menyembuhkan pengguna narkoba.
Walaupun lanjut Anang tidak dipungkiri masih banyak aparat hukum yang memilih lebih baik menghukum pidana (kurungan) bagi pengguna ketimbang harus memvonis dengan hukuman pemulihan atau rehabilitasi.
“Dikhawatirkan, apabila pengguna narkoba dihukum kurungan akan bertemu dan berkumpul dengan pengedar yang notabene akan memberikan pengaruh buruk bahkan akan memperparah si pengguna selama menjalani hukuman pidana tersebut,” jelas Anang. mar

Sejumlah ATCS Pantau Kriminalitas di Persimpangan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Perhubungan Kota Samarinda, memantau berbagai pelanggaran lalu lintas maupun kriminalitas di sejumlah persimpangan melalui penerapan teknologi Area Traffic Control System (ATCS).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda H Abdulah mengatakan, berbagai pelanggaran dan tindak kriminal itu dapat secara jelas terekam melalui CCTV pemantau lalu lintas yang terpasang di 24 persimpangan jalan di daerah.
"Nomor polisi kendaraannya pun bisa terpantau karena kualitas dari kamera CCTV sangat mendukung. Begitu juga ketika terjadi aksi kriminalitas, sistem ATCS di pusat kontrol
di kantor kami (Dinas Perhubungan) bisa merekamnya secara otomatis," kata Abdullah.
Ditambahkannya, keberadaan ATCS itu bukan hanya sebatas penataan ritme lalu lintas dalam melakukan rekayasa lalu lintas sehingga diperoleh kondisi pergerakan lalu lintas
secara efisien, tetapi juga dapat memantau kemacetan yang disebabkan genangan air, kecelakaan serta kriminalitas.
Di pusat kontrol ATCS di Kantor Dinas Perhubungan Samarinda, dapat dilakukan penataan siklus lampu lalu lintas berdasar input data lalu lintas yang diperoleh secara "real time" melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas pada titik-titik persimpangan.
Penentuan waktu siklus lampu persimpangan dapat diubah berkali-kali dalam satu hari, sesuai
kebutuhan lalu lintas paling efisien yang mencakup keseluruhan wilayah tersebut.
"Dari pusat kontrol ATCS petugas memantau banjir dan bisa langsung menurunkan petugas kami untuk turun mengatur arus lalu lintas karena pasti menyebabkan kemacetan," ujarnya.
Selain itu juga setiap di persimpangan bisa terpantau dan terekam. Polisi Lalu Lintas yang menilang saja bisa terlihat, bahkan perampokan di salah satu rumah di sekitar simpangan juga terekam. Jadi, keberadaan ATCS ini banyak
memberikan keuntungan.
ATCS milik Dishub Samarinda yang merupakan bantuan dari APBN dan APBD Kota Samarinda tersebut menurut dia merupakan salah satu yang terbaik secara nasional.
"Kami juga pernah kedatangan kunjungan studi banding dari Bandung. Pusat kontrol ATCS tersebut dikendalikan tiga operator. Dengan adanya ATCS ini diharapkan bisa membantu pihak kepolisian dalam memerangi kejahatan yang ada di Kota Samarinda," pungkasnya. aon

Lekop Dukung Penambahan Anggaran KONI Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim mendukung penambahan anggaran untuk KONI Kaltim dalam rangka  memenuhi kebutuhan melaksanakan program  persiapan atlet menuju PON 2016 di Jawa Barat.
Ketua Penasehat Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim, Ahmad Husry di Samarinda, Rabu, mengatakan, dengan target lima besar yang diusung oleh KONI Kaltim  pada PON 2016, maka perlu adanya dukungan dana yang cukup  dari Pemerintah Provinsi, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan atlet selama persiapan menuju PON.
Sayangnya, lanjut Husry dari Rp 144 miliar dana yang diusulkan KONI kepada Pemprov Kaltim melalui APBD 2015 hanya disetujui Rp25 miliar.
"Kalau diprosentasekan tidak ada 50 persen dari pengajuan anggaran yang diminta oleh KONI, tentunya akan menjadi tugas berat bagi KONI dalam melaksanakan program-programnya, "urai Husry.
Dengan kondisi tersebut  Husry menyarakan kepada KONI untuk menjalin komunikasi lebih intensif dengan Pemprov Kaltim, supaya kebutuhan dana yang diperlukan bisa ada solusi.
"Minimal ada pemecahannya di anggaran perubahan tahun depan, ataupun mungkin dicarikan solusi lainnya oleh pemerintah," terang Husry.
Husry menilai minimnya dana yang diterima KONI, 2015 mendatang disebabkan kurang harmonisnya komunikasi antara pengurus KONI dan Gubernur Kaltim.
“Menurut kami pengajuan anggaran itu perlu dijelaskan secara rinci, Rp 144 miliar itu untuk apa saja. Berapa kebutuhan atlet agar bisa meraih emas, sehingga Gubernur mengerti,” tegas Husry.
Bila perlu, kata Husry, pengurus KONI Kaltim mengajukan usulan anggaran yang patriotik dengan mengutamakan kebutuhan atlet.
“Ajukan anggaran yang realistis,  Bahwa anggaran ini benar-benar untuk atlet dan pelatih. Bukan untuk pengurus,” urai Husry.
Lekop sendiri sejatinya telah menyusun kajian kebutuhan dana untuk bidang olahraga dengan target lima besar di PON Jabar nanti. Berdasarkan kajian Lekop, untuk mendapatkan satu medali emas diperlukan biaya pendanaan sekitar Rp 4,9 miliar. Sementara, untuk duduk di posisi lima besar, Lekop menghitung Kaltim paling sedikit harus meraih 42 medali emas.
“Dana tersebut bisa digulirkan selama empat tahun, mulai dari persiapan, pra PON, dan PON sendiri. Dan itu baru hitungan untuk atlet dan pelatih sendiri, belum termasuk operasional pengurus,” sebut Husry.
Husry berharap pengurus KONI saat ini lebih jeli dalam mengelola dana pembinaan dari pemerintah. “Ya kalau bantuan yang diberi tetap minim. KONI harus berani mengubah strategi pembinaan. Misalnya yang dibina hanya yang berpotensi meraih emas saja. Jadi bukan membina pemula lagi. Tapi kuncinya komunikasi yang harmonis dengan Pemprov,” tegas Husry. at

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Rasa Syukur Pencapaian Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim, M Mukmin Faisyal HP mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan rasa syukur atas pencapaian kemerdekaan yang direbut dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan tersebut.
“Rasa syukur dapat diwujudkan dengan bekerja keras sesuai bidang tugas masing-masing. Ini merupakan tindakan paling tepat dilakukan dalam rangka mengisi kemerdekaan,” kata Mukmin ketika ditemui seusai menghadiri ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, warakauri, dan angkatan 45, di Pendopo Lamin Etam, beberapa hari lalu.
Menurut Mukmin, perjuangan dalam pelaksanaan pembangunan bukan lagi berperang melawan penjajah, melainkan menyelesaikan masalah pembangunan seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidak merataan pembangunan.
Oleh sebab itu, generasi penerus diharap mencontoh semangat kejuangan yang dimiliki para perintis kemerdekaan untuk terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan pembangunan. Termasuk harus terus meningkatkan kapasitas diri untuk menjawab tantangan perkembangan jaman yang semakin komplek dan beragam.
“Paling tidak ini menunjukan rasa syukur kita atas kemerdekaan yang dipersembahkan para perintis kemerdekaan, veteran, warakauri, purnawirawan, dan angkatan 45. Sebab apa yang dihasilkan  telah memberikan kita kebahagian luar biasa. Tanpa apa yang diperjuangkan kita tidak bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan ramah tamah, Mukmin mengaku kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan lingkup Kaltim dalam rangka mempererat silaturahim dengan para perintis kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi media komunikasi untuk memperoleh masukan pembangunan.
“Hingga saat ini kita masih berharap dukungan veteran memberikan masukan. Ada hal yang tidak kita miliki mereka miliki. Pengalaman panjang yang mereka miliki setiap saat masih dibutuhkan untuk mendukung pembangunan,” tandasnya
Mukmin mengatakan semangat yang telah ditunjukan para veteran dalam berjuang melawan penjajah patut dicontoh, termasuk perjuangan para purnawirawan, wredatama dan warakawuri selama ini.
"Apalagi jasa para veteran, purnawirawan, wredatama dan warakawuri telah memberikan kebahagian kepada masyarakat di Indonesia, terutama di daerah ini. “Tanpa perjuangan yang dilakukan para veteran, purnawirawan, wredatama dan warakawuri tentu kita semua tidak bisa menikmati kemerdekaan yang ada saat ini. Karena itu, semangat perjuangan yang dilakukan para pejuang tersebut patut dicontoh,” kata Mukmin
Selain itu, pemikiran dan saran, serta kritik yang dilakukan para pejuang tersebut tentu sangat diperlukan. Karena, ada pemikiran yang tidak dimiliki pemerintah tentu dimiliki para pejuang tersebut.
Apalagi pengalaman yang dimiliki para pejuang sangat banyak, sehingga wajar jika pemerintah perlu menerima masukan dari pemikiran yang diberikan. “Yang jelas pemerintah tetap memandang saran dan kritik yang diberikan adalah hal yang baik bagi kemajuan pembangunan daerah ini. Karena itu, kami sangat terbuka jika ada saran dan kritik yang diberikan para pejuang di Kaltim,” jelasnya.
Melalui perjuangan yang telah dilakukan para pejuang, tentu berbagai penghargaan patut diberikan. Mulai dari perhatian terhadap pejuang tersebut maupun anak, cucu maupun istri pejuang.
Apalagi, Presiden RI telah menetapkan bahwa istri, anak dan cucu veteran dan semua pejuang patut diberikan penghargaan. “Perjuangan mereka sangat luar biasa dalam mewujudkan kemerdekaan ini. Karena itu, wajar penghargaan diberikan. Bahkan, Kaltim telah memberikan bantuan beasiswa kepada anak dan cucu veteran dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya. mar

PNS Pemprov Terima Satyalencana Karya Satya

Gubernur : Momentum Tingkatkan Prestasi Kerja

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap penganugerahan tanda kehormatan Presiden RI satyalencana karya satya yang diberikan kepada PNS di lingkungan Pemprov Kaltim dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan prestasi dan kinerja, sehingga program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Karena dengan pengharagaan tersebut pegawai yang menerima dinilai mampu melaksanakan tugas dengan baik, menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kecakapan, kedisiplinan dan pengabdian serta bekerja dengan baik terus menerus sekurang-kurangan 10 hingga 30 tahun. Bahkan tidak pernah menerima hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat.
“Saya sangat bangga atas penghargaan yang diberikan kepada seluruh pegawai Pemprov Kaltim. Diharapkan, hal ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja dan prestasi yang telah dicapai selama ini, sehingga program kerja yang direncanakan dapat dilaksanakan lebih baik,” kata Awang Faroek Ishak saat penganugerahan tanda kehormatan Presiden RI satyalencana karya satya yang diberikan kepada PNS di lingkungan Pemprov Kaltim di Pendopo Lamin Etam Samarinda, Kamis (14/8).
Anugerah tersebut merupakan tanda kehormatan dari Negara. Penghargaan tersebut sesuai PP 25/2014 tentang tanda kehormatan satyalancana karya satya. Bahkan penyampaian tersebut dilakukan pada hari-hari besar, terutama di Hari Kemerdekaan tahun ini.
Karena itu, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pegawai yang menerima penghargaan tersebut. “Meski demikian, kami berharap prestasi dan kinerja atas pengabdian yang dilakukan selama ini terus ditingkatkan. Sehingga kinerja instansi di tempat bekerja dapat berkembang baik dan lebih maju,” jelasnya.
Selain itu, tanda kehormatan yang telah diraih dapat dijaga dengan baik. Karena, jangan sampai ada prilaku yang tidak patut dilakukan, sehingga mengakibatkan tanda kehormatan tersebut dicabut dan dikembalikan kepada Negara.
Karena penghargaan ini sebagai wujud penghargaan yang akan diperhitungkan oleh Negara dan pemerintah kepada PNS. Misal, untuk kenaikan pangkat, pertimbangan untuk pemberian insentif. “Karena itu, penghargaan ini sangat bernilai dan mengandung makna yang sangat dalam, yaitu sebagai suatu kebangaan dan kewajiban untuk menjaganya dengan cara memperbaiki diri sebaik-baiknya,” jelas Awang.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan jumlah pegawai yang menerima penghargaan tersebut sebanyak 235 orang, terdiri dari pengabdian 10 tahun sebanyak 65 orang, 20 tahun 120 orang dan 30 tahun 50 orang.
“Penghargaan ini sesuai usulan gubernur kepada Sekretariat Negara. Usulan ini, tentu ada syaratnya, missal 10 tahun telah bekerja diatas 12 tahun, 20 tahun 22 tahun keatas dan yang ke 30 tahun juga demikian. Semua usulan tentu tidak semua dipenuhi. Karena juga dinilai sesuai dengan kinerja yang baik, dan berkelakuan baik,” jelasnya.
Sedangkan yang menerima, juga bisa dicabut, jika yang bersangkutan melakukan perbuatan tercela atau mendapatkan tindakan hukum kriminal atau pidana, maka bisa ditarik kembali oleh Presiden sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
“Mudah-mudahan mereka bisa menjadi teladan bagi PNS yang lain. Karena tidak semua pegawai yang menerima. Jadi, dari 7.428 orang di lingkungan Pemprov Kaltim tahun ini hanya 235 orang yang menerima penghargaan tersebut,” jelasnya. mar

Bupati dan Walikota se-Kalimantan Deklarasi Gerakan Bebas Sampah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, Riza Indra Riyadi mengatakan,  bupati/walikota se Kalimantan direncanakan mendeklarasikan gerakan bebas sampah untuk seluruh kota-kota di Kalimantan. Deklarasi yang rencananya disaksikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Berth Kambuaya ini merupakan gerakan nasional ‘deklarasi menuju Indonesia bersih 2020’ untuk mengurangi sampah melalui pembudayaan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sampah.
“Intinya deklarasi merupakan kesatuan aksi seluruh bupati/walikota se Kalimantan mengelola sampahnya dengan baik. Diantaranya mebudayakankan pengelolaan dengan pola 3R. Termasuk pembentukan bank sampah untuk menunjang pengelolaan pola 3R dimaksud,” kata  Riza Indra Riyadi ketika dikonfirmasi baru-baru ini.
Deklarasi yang sebelumnya dilakukan di Surabaya bertepatan peringatan hari peduli sampah 2014 tersebut rencananya dilaksanakan pada 20 Agustus 2014, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peluncuran Kebun Raya Balikpapan (KRB), Kilometer 15 Balikpapan yang juga akan dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) RI, dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Setelah deklarasi, Riza berharap pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, dan menunjang kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak lagi sebatas dibungkus kemudian dibuang, tapi diolah menjadi sumberdaya berupa bahan yang dapat di daur ulang, maupun menjadi sumber energi.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi ditemukan sampah disembarang tempat. “Selain menggangu estetika (keindahan) kota, sampah menjadi sumber penyakit, dan itu menjadi faktor penyebab penularan penyakit ke masyarakat,” sebutnya.
Diakui Riza, sebagian besar kabupaten/kota di Kaltim sudah menerapkan pengelolaan sampah dengan pola 3R. Sebab, pengelolaan sampah dengan pembakaran terbuka sudah dilarang diterapkan.
Metode yang dianjurkan pemusnahan sampah dengan metode sanitary landfill atau membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkannya, kemudian menutupnya dengan tanah.
Meski begitu, Riza menilai deklarasi tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran setiap individu untuk tidak membuang sampah sembarang tempat dan membuang sampah pada waktu yang ditentukan sangat dibutuhkan.
“Tanpa kesadaran pribadi tidak mungkin. Padahal aturan hukumnya ada. Setiap kabupaten/kota sudah membuat perda sampah yang mengatur tempat dan waktu membuangnya. Tapi memang pengawasannya yang susah, sehingga masih perlu ditingkatkan,” tandasnya. mar

Rancangan KUA dan PPAS APBD 2015 DiSetujui

Dewan Minta Optimalkan PAD


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemerintah Provinsi Kaltim dan DPRD Kaltim sepakat terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kaltim 2015. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan bersama oleh Ketua DPRD Kaltim Syahrun dan Plt Sekprov Kaltim Rusmadi, pada Rapat Paripurna ke-22 DPRD Kaltim, Senin (21/7).
Menurut Syahrun, dalam pembahasan rancangan KUA dan PPAS APBD Kaltim 2015 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37/2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2015 dan Peraturan DPRD nomor 28/2012 tentang Perubahan atas Peraturan DPRD nomor 06/2010 tentang Tata Tertib DPRD Kaltim.
“Pada kesempatan yang baik ini saya meminta kepada pemerintah provinsi agar mengoptimalkan realisasi belanja sebagaimana yang telah ditetapkan dan meinta kepada pemerintah provinsi Kaltim agar lebih lagi menggali sumber-sumber pendapatan lainnya,”tutur Syahrun.
Dicontohkannya, seperti mengoptimalkan sumber pendapatan daerah melalui perusahaan daerah milik Provinsi Kaltim serta melakukan intensifikasi dan ekstasifikasi sumber-sumber pendapatan sehingga bisa meningkatkan jumlah APBD Kaltim di masa mendatang.
Politikus asal Golkar itu mengingatkan kepada seluruh anggota dewan dan pemerintah kaltim berserta jajarannya khususnya tim anggaran pemerintah daerah, terkait masih ada beberapa tahapan perubahan raperda APBD 2015. “Untuk itu kami berharap agar semua mencurahkan perhatian pada proses-proses berikutnya agar penetapan raperda APBD 2015 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu Sekretaris DPRD Kaltim Fachrudin Djaprie menyampaikan laporan Badan Anggaran (Banggar), menyebutkan bahwa kebijakan Rancangan KUA-PPAS Provinsi Kaltim 2015 yang mengacu pada RPJMD 2013-2018 harus memastikan terwujudnya tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim melalui peningkatan kualitas sistem penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan pengentasan kemiskinan, peningatan dan perluasan kesempatan kerja, pengembangan ekonomi kerakyatan dan lainnya.
“Tidak kalah pentingnya adalah mencapai tujuan percepatan transformasi ekonomi, pemenuhan kebutuhan energy ramah lingkungan, pengembangan agrobisnis, peingkatan produksi pangan, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, reformasi birokrasi dan layanan publik dan peingkatan kualitas lingkungan hidup,”tegas Fachruddin. hms/adv

DPRD Merasa Kecewa

Kantor Penghubung Dibangun Tanpa Ornamen Kaltim

JAKARTA, Poskota Kaltim
Ketua DPRD Kaltim Syahrun HS menyatakan kekecewaannya terhadap pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim yang tak menunjukkan ciri khas ataupun ornamen Kaltim.
Kekecewaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Komisi III DPRD Kaltim dengan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim di Jakarta beberapa pecan lalu dalam rangka monitoring perkembangan pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim di Jakarta. Dimana Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi, Yusmaizal menyampaikan bahwa dalan waktu dekat Gedung Kantor Penghubung yang juga merupakan mess Kaltim akan membangun ciri khas ornamen Kaltim yang menelan biaya sekitar Rp 700 juta.
"Harusnya Kantor Perwakilan peka saat proses pembangunan. Jangan sampai seperti sekarang, sudah terbangun baru sadar tidak ada ornamen Kaltim, sehingga memerlukan anggaran lagi untuk membangun atau membuat ornamen. Harusnya dari perencanaan pembangunan sudah menjadi perhatian itu," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Darlis Pattalongi. Dia mengatakan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan masukan agar dalam pembangunan Kantor Penghubung Provinsi Kaltim menonjolkan ciri khas Kaltim. Namun hingga terbangun tak ada ciri khas atau pun ornamen yang menunjukkan bahwa gedung tersebut merupakan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim.
"Dari awal pembangunannya kami Komisi III sudah mengawal dan memberikan  masukan-masukan namun tampaknya masukan yang kami berikan tidak menjadi perhatian sehingga apa yang dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya bagai angin lalu saja," timpalnya.
Kekecewaan juga disampaikan Anggota Komisi III, M Adam terkait kontraktor yang tidak bonafide dalam pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim yang kedua di sebelah gedung pertama yang tidak tepat waktu penyelesaiannya.
"Selain dikenakan denda keterlambatan sebesar 5 persen dari nilai kontrak, harusnya  dipenalti saja kontraktornya. Sebab jika dilihat dari progres pekerjaan dan perpanjangan waktu yang diminta oleh kontraktor diyakini tidak akan mampu memenuhi target hingga batas waktu yang ditentukan," pungkasnya. hms/adv

Setiap Bulan Ramadan, Volume Sampah Selalu Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Volume sampah di Samarinda mencapai 700 ton per hari oleh sedikitnya 760.000 jiwa warganya, sehingga jika para petugas kebersihan terlambat mengangkutnya maka sampah tersebut akan merusak estetika kota karena berserakan dimana-mana.
Memang seperti Ramadan sebelumnya setiap selama Ramadan ini volume sampah di Kota Samarinda semakin meningkat.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda Sugeng Chairudin mengatakan, peningkatan volume sampah selama Ramadan ini memang mengalami peningkatan antara sampai 30 persen.
"Jika hari biasa volume sampah 700 ton perhari, maka selama Ramadan ini kenaikan jumlah sampai 800 ton hingga 850 ton," kata Sugeng.
Ditambahkannya, kebanyakan sampah mulai sampah rumah tangga hingga perkakas maupun perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja hingga ke sejumlah peralatan elektronik dibuang warga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Untuk membersihkan dan mengangkut sampah agar tak terbengkalai, DKP pun mengerahkan semua petugas lapangannya. "Petugas lapangan 1.680 orang semua kami kerahkan, untuk mengangkut sampah," ujar Sugeng.
Petugas tersebut bahkan terpaksa lembur secara bergantian, untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada masalah. Semua sampah bisa diangkut dengan baik dan tak ada keluhan warga," terangnya.
Untuk itu ia kembali mengingatkan warga agar tertib membuang sampah, baik dari segi waktu, tempat pembuangan serta tata cara membuang sampah tersebut.
"Aturan membuang sampah itu telah diatur pada Perda Nomor 2 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah sehingga kami kembali mengingatkan warga agar menaati aturan tersebut apalagi kecenderungan produksi sampah pada Ramadhan akan meningkat sehingga tata kelolanya harus dipatuhi," ungkapnya.
Dikatakannya, sampah yang masih dapat dimanfaatkan sebaiknya tidak dibuang melainkan dikumpul untuk kemudian dijual sedangkan sampah organik dapat dibuat menjadi pupuk kompos.
Sebelum dibuang, sampah tersebut lanjut dia harus dikemas dengan rapi dan ditempatkan ke TPS (tempat pembuangan sementara).
"Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan TPS pada setiap kawasan perumahan warga sehingga sampah itu jangan sampai dibuang ke depan rumah, warung, toko, trotoar atau di pinggir jalan," katanya.
Sementara untuk sampah kawasan industri, komersial dan kawasan perumahan akan dibuang sendiri ke TPA oleh pengelola kawasan
tersebut.
"Jadi, pengelola kawasan industri pusat perbelanjaan dan perumahan tidak diperkenankan membuang sampah di TPS yang telah disiapkan pemerintah dan pembuangan boleh dilakukan pada siang hari dan kawasan ini juga diwajibkan memiliki TPS tersendiri bagi lingkungannya," ujarnya.
Namun masih banyak warga lanjut Sugeng Chairuddin yang membuang sampah pada siang hari dan tidak pada TPS yang ditentukan.
"Prilaku masyarakat inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di TPS bahkan ada yang sampai di drainase sehingga rawan menyebabkan banjir. Padahal petugas DKP sendiri tidak berkewajiban mengambil sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Jadi, kami meminta peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan sebab dampaknya akan terpulang pada masyarakat sendiri," pungkasnya. oan

Pengedar Benih Sawit Palsu Diancam Pidana Kurungan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman menegaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,  maka apabila mengedarkan benih bina (bibit Kelapa sawit)  yang tidak sesuai dengan label karena dilakukan dengan sengaja dapat dikenakan pidana penjara (kurungan) selama lima tahun dan denda Rp250 juta.
"Menyikapi masih tingginya peredaran benih bina tidak sesuai label di masyarakat. Sementara apabila mengedarkan benih bina yang tidak sesuai dengan label karena kelalaian dapat dikenakan pidana penjara 12 bulan dan denda Rp 50 juta,"tegas Etnawati kepada media beberapa hari lalu.
Menurut dia, Undang-Undang tersebut sangat penting terutama dalam upaya memberikan perlindungan bagi para penguna (petani maupun perusahaan besar) benih sawit agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan produktivas tinggi. Dan diakuinya, peredaran benih kelapa sawit ilegal di masyarakat masih banyak diperdagangkan bebas.
“Benih kelapa sawit yang tidak memenuhi aspek legalitas itu  diproduksi oleh lembaga dan perorangan yang tidak diakui pemerintah,” ujarnya.
Etnawati menambahkan, benih kelapa sawit yang tidak memenuhi syarat-syarat serta tata cara pelepasan varietas juga tidak melalui proses sertifikasi. Perkecambahan dilakukan secara alami dan asal usul pohonnya tidak jelas dan tidak tercatat.  Benih berasal dari buah (kecambah) yang dikumpulkan dibawah pohon sawit terdapat di kebun produksi Tenera (T) atau pohon Dura (D) yang disilangkan. Sehingga tidak dapat disertifikasi karena asal usul tidak jelas dan proses pengecambahannya tidak mengikuti standar.
"Pengguna benih ilegal akan mengurangi kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dan biaya yang dikeluarkan sia-sia.  Bahkan kebanyakan benih sawit palsu tidak berproduksi walaupun sudah memasuki usia tanaman menghasilkan,” jelas Etnawati.
Sementara benih sawit asli berasal dari varietas unggul Dura disilangkan Pisifera yang dilepas secara resmi Menteri Pertanian. Disertifikasi kemurnian genetik terjamin dan perkecambahan dilakukan rapi dan sistematis sehingga asal usul dapat ditelusuri ke pohon induk.
“Diproduksi di kebun benih khusus yang sudah disertifikasi dengan cara menyilangkan pohon ibu induk (Dura/D) dengan menyilangkan pohon bapak (Pisifera/P) yang telah teruji keunggulannya,” ungkap Etnawati.
Dia menambahkan tindakan yang dilakukan masyarakat jika mengetahui adanya benih ilegal untuk segera melaporkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berada di Dinas Perkebunan setempat atau ke Polres setempat.
“Terutama tidak membeli benih tersebut walaupun dengan harga murah serta menyita dan melakukan pemusnahan. Karena imbasnya akan terlihat setelah usia tanaman lima tahun dan tidak menghasilkan buah,” pungkas Etnawati. mar

Pengembangan Pariwisata Kaltim Harus Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan, pada momentum Tahun Kunjungan Wisata Kaltim 2014 (Visit Kaltim 2014 Years), kesiapan Kaltim sebagai daerah tujuan wisata harus semakin ditingkatkan dan seluruh masyarakat Kaltim berkewajiban menyukseskannya.
"Karena Kaltim merupakan salah satu provinsi yang cukup banyak mendapat kunjungan para wisatawan, baik lokal (domestik) maupun mancanegara. Sebagai daerah destinasi wisata andalan, Kaltim sejak dulu telah mempersiapkan diri menyambut kunjungan para wisatawan untuk datang ke daerah ini,"kata Mukmin Faisyal beberapa hari lalu.
Terkait hal itu, ujar Mukmin, Pemprov Kaltim berusaha melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi. Khususnya untuk UMKM pangan dengan seluruh jaringan di hulu dan hilirnya, termasuk di dalamnya jasa catering dan rumah makan. Selain itu, UMKM kerajinan dan cinderamata yang dimulai dari penyedia bahan baku, perajin hingga pedagang, dan UMKM sandang yang  dimulai dari penyedia bahan baku, perajin hingga pedagangnya.
“Dengan keterlibatan para pelaku ekonomi kreatif itu, kita berharap apa yang menjadi keperluan para wisatawan akan dapat terpenuhi dan terakomodir dengan baik.        Untuk itu, kita semua hendaknya mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan sebaik-baiknya melalui penjualan produk berciri khas Kaltim yang menarik. Baik berupa makanan tradisional, hasil kerajinan dari kayu dan logam, maupun aneka jenis pakaian atau sandang,” ujar Mukmin.
Menurut dia, produk ekonomi kreatif khas Kaltim sudah cukup lama dikenal dan disukai untuk dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan untuk dibawa pulang setelah para wisatawan berkunjung ke daerah ini. Diantaranya, Ulap Doyo dan Sarung Samarinda. Untuk Ulap Doyo, sebut dia, Pemprov bersama Pemkab Kutai Barat terus berupaya untuk menjaga kelangsungan usaha ini, karena tanaman Doyo perlu dilestarikan.
“Ini tentunya memerlukan dukungan dinas, instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Dinas Perkebunan serta masyarakat di daerah setempat untuk bersama-sama melakukan pembudidayaan tanaman Doyo agar tidak punah,” jelasnya.
Selanjutnya, proses pembuatan dan desain tenun Ulap Doyo bisa menjadi domain Disperindagkop dan UMKM, sedangkan pemanfaatan lamin yang menjadi wadah untuk pengembangan kerajinan Ulap Doyo sebagai destinasi wisata budaya menjadi tugas Dinas Pariwisata.
“Kita harapkan juga produk ekonomi kreatif berbahan baku Ulap Doyo hendaknya dapat terus ditingkatkan mutu atau kualitasnya, sehingga tidak sampai kalah bersaing dengan produk ekonomi kreatif dari daerah lain,” harapnya.
Sementara itu, untuk kerajinan Sarung Samarinda sudah terlebih dulu memiliki wadah untuk pengembangan dan destinasi wisata, tepatnya di kawasan Kelurahan Masjid Kecamatan Samarinda Seberang, yang dikenal dengan “Kampung Tenun Sarung Samarinda”. Di kampung tersebut pengunjung atau wisatawan dapat melihat langsung pembuatan Sarung Samarinda, dirumah-rumah warga. mar

Gubernur Minta Kepala Derah Fokus Pengembangan Pertanian

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubermnur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan,  dalam upaya bersama mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan baik di daerah bahkan nasional, maka diminta bupati/walikota harus fokus pada pengembangan pertanian di daerah masing-masing.
"Kita harapkan, agar para bupati dan walikota memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian dalam arti luas di daerahnya, terutama disesuaikan dengan keunggulan dan potensi wilayahnya. Kebijakan yang dibuat  para kepala daerah harus mengarah pada peningkatan serta pemberdayaan pelaku utama baik petani maupun nelayan serta pelaku usaha di sektor pertanian lainnya di daerah,"kata Awang Faroek Ishak belum lama ini.
Apalagi ujar Awang, potensi lahan yang dimiliki Kaltim sangat besar untuk pengembangan kegiatan pertaian dalam arti luas. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah semakin menurunnya pelaku utama serta terjadi alih fungsi lahan.
Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian para kepala daerah sekaligus melakukan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi terjadinya alih fungsi lahan pertanian pada kegiatan usaha yang belum tentu memberikan imbas positif bagi masyarakat.
“Sekarang ini bagaimana kita semua baik pemerintah (bupati/walikota) perguruan tinggi didukung privat sektor (swasta) fokus dan satu semangat serta satu tekad untuk bersama-sama mengembangkan pertanian di daerah,” ujarnya.
Awang menjelaskan kemandirian atau ketahanan pangan tidak semata diukur pada kemampuan mensuplai kebutuhan pangan domestic atau tidak tetapi minimal bagaimana komoditi pangan atau kebutuhan pokok masyarakat selalu tersedia.
"Diakui aat ini Kaltim masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Diantaranya, kebutuhan pokok berupa beras hanya mampu dipenuhi (ketersediaan) sekitar 81,41 persen atau kekurangan 80.836 ton. Sebab produksi gabah Kaltim  pada 2013 sebesar 564.075 ton GKG sementara beras (siap konsumsi)  353.901 ton dari kebutuhan  434.737 ton,"tandasnya.
Sementara  untuk komoditi Jagung mampu diproduksi sekitar 5.804 ton dan siap konsumsi mencapai 4.991 ton atau 27,13 persen dari kebutuhan 18.390 ton atau terjadi kekurangan 13.999 ton.
"Produksi kedelai 1.486 ton dengan siap konsumsi sekitar 1.345 ton atau ketersediaan 5,06 persen dari kebutuhan 26.546 ton atau terjadi kekurangan sebesar 25.251 ton,"akunya.
Sementara potensi lahan yang dimiliki Kaltim sangat besar namun belum dikelola secara maksimal, terutama dari segi kebijakan di tingkat kabupaten dan kota yang belum menjadikan program pertanian dalam arti luas sebagai program prioritas daerah.
Kedepan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) khususnya kabupaten dan kota baik bupati/walikota, akademisi (perguruan tinggi) serta swasta harus menyatukan komitmen dan memberikan perhatian pada pengembangan pertanian dalam arti luas.
“Jangka panjang kita berharap semua komponen selain petani dan nelayan juga bupati dan walikota mampu menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan swasta untuk  mendukung pengembangan pertanian di daeranya,” harapnya.
Awang Faroek,  menambahkan pertanian dalam arti luas selain potensial dikembangkan tetapi diharapkan menjadi lokomotif ekonomi di Kaltim. Sebab, penunjang pertumbuhan ekonomi daerah masih bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Sementara itu jumlah maupun kualitasnya setiap tahunnya semakin menurun bahkan pada saatnya nanti akan habis baik minyak bumi dan gas maupun batubara. Sehingga, pemerintah daerah harus mempersiapkan pengganti lokomotif ekonomi terbarukan.
“Tidak ada pilihan lain, maka pertanian dalam arti luas sebagai sumber daya alam yang dapat diperbarui harus dikembangkan sejak saat ini yang pada saatnya nanti mampu menggantikan migas dan batubara yang akan habis,” pungkas Awang Faroek Ishak. mar

Unmul Siap Jadi Mitra Pemerintah

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Rektor baru Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Masjaya menegaskan pihaknya siap menjalin kemitraan yang lebih baik dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Hal ini penting dilakukan, agar perguruan tinggi terbesar di Kaltim tersebut mampu memberikan kontribusi yang  jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan daerah.
“Sebagian besar sumber daya manusia kita tersedia di sini, hanya saja belum terinventarisasi dan tergarap secara baik. Inventarisasi akan kami lakukan dan apa-apa kebutuhan pemerintah untuk pembangunan akan kita sesuaikan. Kami ingin ada kerjasama antarlembaga bukan hanya kerja-kerja individu,” kata Masjaya usai menghadiri buka puasa bersama gubernur dan Gapki Kaltim, baru-baru ini.
Kerjasama dengan pemerintah daerah menurut Masjaya sangat mungkin dilakukan dalam hal penelitian-penelitian, yang merupakan satu bagian dari tiga komponen utama aktifitas universitas selain  pendidikan dan pengajaran. Namun dia menegaskan, kerjasama bidang penelitian itu tidak bersifat individu, tetapi kerjasama secara kelembagaan.
Dia sangat yakin, bahwa Unmul sesungguhnya juga memiliki sumber daya manusia yang lengkap dan andal untuk penelitian di berbagai bidang. Sayangnya, hal tersebut belum terkelola secara baik.
Demikian halnya untuk urusan penelitian yang dilakukan pemerintah daerah yang umumnya justru dilakukan dengan universitas terkemuka di Indonesia, seperti UGM, IPB, UI maupun Unhas.
“Insyaallah kita juga bisa dan kami mau peduli. Kami akan koordinasikan ini secara kelembagaan. Dalam berbagai kerjasama dengan universitas luar daerah sebelumnya, sebenarnya kita juga bisa, tapi tidak kita lakukan.  Kalaupun nanti SDM kita belum tersedia, maka bisa saja kerjasama dilakan dengan universitas lain, tetapi Unmul harus ada di dalamnya,” tegas Masjaya.
Pada berbagai kesempatan sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak selalu menekankan agar Unmul harus mampu menjadi mitra pemerintah daerah untuk mendukung sukses pembangunan. Gubernur kerap kali menyinggung tidak selarasnya lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung visi dan misi pembangunan daerah. Satu contoh, potensi sektor kehutanan yang masih tinggi melalui pengembangan hutan tanaman industri (HTI), tetapi Fakultas Kehutanan justru makin sepi peminat.
Demikian pula kerjasama penelitian, peluang kerjasama yang sudah dibuka pemerintah untuk melakukan berbagai penelitian terkait pembangunan ekonomi baru terbarukan tidak segera ditangkap, hingga akhirnya berbagai penelitian harus dilakukan dengan universitas dari luar daerah. john

Diharapkan Berperan Kenalkan Potensi Wisata Kaltim

Audisi Top Model Kalimantan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Para top model diharapkan mampu berperan dalam sosialisasi dan pengenalan tentang kepariwisataan, penanggulangan masalah Narkoba serta  membantu daerah dalam kegiatan acara resmi serta turut membantu promosi potensi daerah.
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Audisi Tip Model Kalimantan yang digelar di Ball Room Hotel Senyiur Balikpapan, Minggu malam (20/7).
Dijelaskan pada event-event sebelumnya di tingkat provinsi maupun Nasional, juga telah digelar pemilihan Putri Pariwisata dan Duta Anti Narkoba. Dengan adanya Putri Pariwisata, maka semua potensi wisata di daerah dapat dipromosikan secara luas, tidak hanya di Tanah Air, akan tetapi juga hingga dikenal mancanegara.
Sementara itu, dengan adanya Duta Anti Narkoba, maka mereka akan dapat menjadi contoh dan teladan yang baik untuk turut membantu program-program Pemerintah dalam mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menghindari Narkoba, memerangi peredaran dan penggunaan Narkoba.
Dalam keterkaitan hal itu Pemprov Kaltim akan tetap mendukung generasi muda yang ingin berperan dan berpartisipasi dalam pengembangan kreatifitas guna meningkatkan dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Salah satunya sebagai peragawan dan peragawati.
Melalui event audisi top model ini yang diutamakan tidak hanya sekedar menonjolkan kecantikan atau kelebihan fisik lahiriah dan intelegensi semata, namun lebih dari itu sangat ditekankan pada kepribadian dan potensi diri serta mempunyai wawasan yang lebih luas dalam berbagai hal.
"Dengan potensi diri dan kepribadian yang baik, ditambah dengan kemampuan modeling yang profesional, maka mereka yang terpilih sebagai yang terbaik dalam audisi top model ini, akan bisa menjadi asset yang berguna bagi para peserta itu sendiri maupun untuk daerah yang diwakilinya," ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pembina Model Indonesia ( Yapmi) , Iwan Setiawan Masse mengatakan, pada  audisi, para peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi yang sangat tepat untuk menambah pengetahuan dan pembentukan pribadi ke arah yang profesional. Antara lain mencakup materi tentang kecantikan, pariwisata, pengetahuan tentang Narkoba, seni berbicara dan berakting, pengetahuan tentang busana dan bagaimana menjadi peragawan dan peragawati yang baik. john

Pemprov Diminta Segera Rampungkan Sisi Udara BSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H Andi Harun mendesak agar Pemprop Kaltim segera mengambil langkah untuk segera merampungkan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB). Hal itu imbuhnya, agar pembangunan BSB tidak kembali mangkrak seperti saat diserahkan ke Pemkot Samarinda.
Menurut Andi Harun, Pemprop harus mengambil langkah terukur agar sisi darat BSB yang telah rampung tak menjadi sia-sia. “Harus ada langkah terukur, dan sesegera mungkin agar sisi udara BSB itu mulai dibangun,” tegas Andi Harun, Senin (21/7).
Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut-sebut siap menyelesaikan sisi udara BSB, juga didesak mengambil langkah inisiatif memulai pembangunan. “Kalau semua syarat atau administrasinya terpenuhi, segera saja konsorsium BUMN berinisiatif memulai pembangunannya,” tegas Andi.
Adapun langkah terukur yang harus dikerjakan Pemprop, kata Andi, seperti target dimulai dan selesainya pekerjaan. Selanjutnya, besaran biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan sisi udara BSB.
“Ya semuanya harus dijelaskan segera. Kapan dibangun, kapan selesai, berapa biaya yang diperlukan. Karena BSB ini bukan lagi mendesak, tapi sudah sangat mendesak sekali. Selesainya BSB, akan berpengaruh terhadap pereknomian Samarinda,” ucapnya.
Mengenai pola modified turnkey project yang digunakan Pemprop untuk mempercepat penyelesaian BSB juga mendapat dukungan dari DPRD Kaltim. “Jangankan mencicil, kalau mau pakai APBD saja sejak awal kita sudah mendukung. Yang penting sekarang harus jelas, kapan selesainya,” tegasnya.
Menurut Andi, tanpa menggandeng pihak pihak ketiga, Kaltim dengan postur APBDnya dinilai mampu menyelesaikan program strategis seperti BSB. “Pondasi APBD kita sangat kuat. PAD kita juga sangat optimal dan stabil, dan sangat layak untuk digunakan menyelesaikan program strategis,” katanyanyalagi.
Kendati demikian, Andi mengingatkan agar pola pengembalian dana pembangunan sisi udara menggunakan APBD harus dengan tingkat bunga yang wajar. “Mencicil tidak masalah asalkan dengan tingkat pengembalian bunga yang wajar. Intinya, kami mendukung semua langkah yang diambil Gubernur asalkan BSB segera operasi,” tandasnya. fer

Biaya Jas Anggota DPRD Kaltim Rp 137,5 Juta

SAMARINDA, Poskota Kaltim
1 September mendatang, sebanyak 55 anggota DPRD Kaltim hasil pemilu legislatif yang terpilih pada 9 April 2014 lalu, dipastikan akan dilantik sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 secara definitif. Untuk melengkapi prosesi pelantikan itu, Sekretariat DPRD Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.500.000 untuk Jas wakil rakyat tersebut.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs H Fachruddin Djaprie Msi kepada wartawan, usai Rapat Paripurna, Senin (21/7) kemarin.
Kendati Fachruddin mengaku belum menerima surat penetapan 55 anggota DPRD terpilih, namun sejumlah persiapan sudah dicicil pihak sekretariat, salah satunya, pengukuran baju untuk anggota DPRD baru tersebut. “Sudah diukur Jas untuk anggota dewan yang baru itu, dan sekarang tinggal 15 orang lagi yang belum kita ukur bajunya,” sebut Fachruddin.
Alokasi anggaran untuk seragam para anggota DPRD disebut Fachruddin berkisar Rp 2,5 juta per anggota DPRD atau sebesar Rp137,5 juta. “Biayanya sama saja dengan kita-kita kalau buat jas, ya sekitar Rp 2,5 juta perorang. Dikalikan saja dengan jumlah anggota yang sebanyak 55 orang itu,” sebutnya.
Fachruddin berharap, surat penetapan anggota DPRD terpilih sudah diterima Sekretariat Dewan, paling lambat pekan pertama Agustus ini. “Kita harapkan pekan pertama sudah ada, supaya persiapan bisa kita laksanakan dengan matang,” katanya lagi.
Pelantikan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 1 September. Sebelum dilantik para caleg terpilih ini akan menjalani serangkaian acara seperti prosesi gladih bersih, acara pisah sambut antara anggota baru dan lama. "Ada pengarahan juga dan ini kan banyak anggota yang jauh ya dapilnya jadi perlu persiapan yang matang," sebutnya.
 Ia juga mengatakan, hingga kini belum menerima surat penetapan, namun Sekretariat DPRD sudah diberi tahu nama-nama caleg terpilih, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. “Kita sudah dikasih tahu namanya, jadi tidak ada masalah lagi,” paparnya.
 Surat penetapan tersebut dikeluarkan KPU Kaltim dan diteruskan ke Biro Pemerintahan Setprov Kaltim. Selanjutnya, oleh Gubernur Kaltim, surat tersebut diteruskan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). fer

Pelatih Puji Semangat Pemain Pusam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelatih Putra Samarinda (Pusam), Nil Maizar memuji semangat para pemain Pusam dengan konsistensi performa selama menjalani latihan di bulan puasa.
“Secara umum saya melihat pemain masih bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Penetrasi pemain berjalan dengan baik. Tapi saya juga tak bisa memaksakan mereka bermain lebih bertenaga, karena situasinya mereka tengah berpuasa,” terang Nil di Samarinda kemarin.
Menurut Nil,  mayoritas skuad Pusam musim ini beragama muslim. Bahkan dua pemain asing yakni Naser Al Sebai dan Ebrahim Loveinian, juga beragama Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa.
Namun Nil melihat, selama menjalni latihan dan uji coba seakan para pemain Pusam tidak terhalang dengan ibadah yang dijalankannya, meskipun latihan sudah memasuki porsi yang cukup berat.
"Sentuhan pemain masih bagus, dari hasil latihan selama sepekan terakhir, ada progres positif, utamanya dari sisi koordinasi," jelas Nil.
Mantan pelatih Timnas Indonesia ini berharap, dalam latihan lanjutan hingga menjelang kompetisi bergulir kembali Agustus nanti, pemainnya bisa terus meningkatkan kemampuan.
Sementara itu manajer tim Coeng Agus Setiawan mengatakan, agenda uji coba internal diharapkan bisa memberi dampak positif bagi pemain.
Utamanya lanjut Coeng, untuk mengembalikan kembali sentuhan bola, karena para pemain juga harus bisa beradaptasi dengan situasi kompetisi.
“Saya harap uji coba bisa berlangsung lagi pada  pekan depan. Saat ini kami sudah melakukan pembicaraan dengan salah satu klub untuk kepastiannya,” terang Coeng.
Sayangnya Coeng enggan membocorkan klub yang telah melakukan komunikasi untuk beruji coba, karena segala kemungkinan bisa berubah.
“Nanti kalau sudah ada kepastian, baru saya informasikan, takutnya bisa berubah lagi,”tegas Agus Coeng. at

Kaltim Ikuti 18 Cabang PON Remaja

SAMARINDA, Poskota Kaltim
KONI Kaltim bakal mengikuti 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja Desember 2014 di Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Bidang Binpres KONI Kaltim Alfons T Lung di Samarinda, Senin, mengatakan, 18 cabang olahraga yang bakal dikirim tersebut tidak semuanya akan diturunkan full tim untuk semua kelas.
"Tidak semua nomor akan kita ikuti, karena mungkin saja dari  lima nomor dalam satu cabor, kita ikut tiga atau empat nomor saja. Jadi tidak full team," ungkap Alfons.
Menurut Alfons, persoalan anggaran menjadi penyebab Kaltim tidak menurunkan atlet dengan full team di PON Remaja tersebut.
Hal ini dikarenakan sebagian anggaran KONI Kaltim telah terkosentrasikan untuk pembiayaan pra kualifikasi PON yang dilaksanakan tahun depan.
Menurut Alfons, prestasi lima besar pada PON Jabar 2016 menjadi program prioritas, sehingga persiapan menuju pra PON hanya tersisa sekitar satu tahun terus digenjot oleh KONI Kaltim.
"Saat ini kita masih fokus pra PON, mengingat waktu persiapan hanya tersisa satu tahun, tentunya upaya untuk meloloskan atlet menuju PON 2016 menjadi program yang dirasakan penting," ungkapnya.
Alfon mengatakan tidak menyepelekan arti PON Remaja, namun karena soal pendanaan yang cukup mepet, maka keikutsertaan kontingen Kaltim pada even tersebut masih belum bisa dimaksimalkan.
Diakui Alfons, sampai saat ini KONI Kaltim juga tengah mempersiapkan tim untuk PON Remaja, termasuk pengarahan awal kepada semua cabang olahraga.
"Pengarahan masih bersifat umim, dan untuk pengarahan menyangkut teknisnya akan kita lakukan hingga adanya informasi lanjutan," tambahnya.
Dikatakan Alfon, ada usulan mengenai pemusatan latihan atlet PON remaja digabung dengan atlet yang menjalani Training Center (TC) Desentralisasi Mandiri. Namun hal itu harus dibicarakan dulu di internal KONI.
"Wacana seperti itu memang ada, tapi harus kita bicarakan lagi karena menyangkut anggaran juga," terangnya.
Alfons menambahkan, KONI Kaltim juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari PB PON Remaja. Apalagi pelaksanaan PON Remaja sudah menjadi kesepakatan nasional.
"Seluruh KONI saya rasa punya persoalan yang sama menghadapi PON Remaja ini, khususnya dari sisi anggaran," pungkasnya. at

Kaltim Perlu Pengawas Lingkungan Hidup

Minimalisir Dampak Kerusakan Lingkungan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH)  Kaltim H Riza Indra Riadi mengatakan bahwa Pemprov Kaltim melalui BLH  Kaltim terus berupaya melakukan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan di daerah. Karena itu, Kaltim memerlukan pengawas lingkungan hidup untuk mewujudkan pengurangan dampak dari kerusakan lingkungan hidup di daerah, akibat berbagai aktivitas yang dilakukan manusia.
“Pengawasan ini sangat diutamakan, tujuannya adalah, agar aktivitas pembangunan yang dilakukan pengusaha di daerah dapat terarah, sehingga pengelolaan lingkungan hidup di daerah ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Riza Indra Riadi, di Kantor BLH Kaltim beberapa hari lalu.
Menurut Riza Indra, adanya pengawas lingkungan hidup tersebut, diharapkan menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional khususnya SDM aparatur yang peduli terhadap usaha–usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Hal ini, dapat disadari karena manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan. Karena itu, maka pembangunan SDM diarahkan agar benar-benar mampu dan memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional.
“Karena itu, kami berharap para pengawas yang dibutuhkan dapat mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki serta menggunakan teknologi tepat guna yang inovatif dalam rangka mendukung pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup agar pembangunan di daerah dapat selaras,” jelasnya.
Ditambahkan, BLH Kaltim telah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha dan atau kegiatan melalui program penilaian  peringkat kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup yang lebih dikenal dengan PROPER.
Menurut dia, pengawasan tersebut juga berdasarkan pada Pasal 71 Ayat (4) Undang-undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan bahwa Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan wewenangnya wajib melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha atau kegiatan atas ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Mewujudkan hal itu, BLH juga berencana akan melakukan pendidikan dan pelatihan dasar-dasar Pengawasan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Lingkungan Hidup (PUSDIKLAT KLH),” jelasnya. mar

Ramadan, Disiplin Kerja Harus Tetap Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim H Mukmin Faisyal  menegaskan, pada pelaksanaan bulan suci  Ramadan 1435 hijriah, seleruh PNS (Pegawai Negeri Sipil) baik dilingkungan Pemprov Kaltim,  maupun di kabupaten kota, disiplin kerjanya harus  tetap ditingkatkan.
"Semua  agar terus meningkatkan kinerja masing-masing. Beberapa persoalan paling penting yang patut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan manajemen kepemerintahan dan kepegawaian secara umum adalah, disiplin, integritas, netralitas dan profesionalitas harus ditegakan melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang mengatur tentang 17 kewajiban dan 15 larangan,"papar Mukmin Faisyal kepada media  beberapa hari lalu.
Menurutnya, kewajiban adalah hal-hal yang harus ditaati dan dilaksanakan sementara larangan adalah hal-hal yang harus dijauhi atau dihindari, Beberapa kewajiban yang menjadi penekanan dalam ketentuan PP yang baru ini antara lain adalah masuk kerja dan mentaati jam kerja, mencapai sasaran kerja pegawai dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.
"Sebagai pemberi layanan pada masyarakat setiap PNS sejak pengangkatan harus memahami benar, apa tufoksinya,  yaitu pelayanan kepada masyarakat, tetapi pelayanan dimaksud bukan sekedar standar yang ditetapkan secara sektoral, tetapi juga seorang PNS harus dapat mempedomani Undang-undang UU No.25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Dalam Undang-undang tersebut diatur dengan tegas sanksi bagi PNS yang tidak mampu memberikan pelayanan sebagaimana standar yang telah ditetapkan dengan ketentuan tersebut,"pungkasnya.
Mukmin  menambahkan, bulan Suci Ramadan identik dengan bulan penuh berkah dan dimanfaatkan Umat Islam untuk meraih pahala berlimpah. Namun, seharusnya kegiatan ibadah selama malam Ramadan ini tetap menjunjung tinggi toleransi dan menjaga ketertiban dalam masyarakat.
“Sudah menjadi kebiasaan Umat Islam selama Ramadhan khususnya pada malam hari selalu melakukan ibadah-ibadah sunat. Namun, hendaknya tetap menjaga ketertiban dan meningkatkan toleransi dengan umat beragama lainnya,” katanya.
Menurut dia, semangat beribadah Umat Islam selama Ramadan, baik siang maupun malam selalu tinggi. Karenanya, khusus pada malam hari yang biasa dimanfaatkan untuk ibadah membaca atau tadarus Al Qur’an selesai Shalat Tarawih agar waktunya diatur.
Selain mengatur waktu agar tidak mengganggu warga  sekitar masjid atau mushala, Wagub juga meminta agar tidak menggunakan pengeras suara dengan volume yang berlebihan. Hal ini penting dilakukan agar ibadah tetap bisa dilaksanakan dengan baik, sementara ketertiban lingkungan pun tetap terjaga.   
Selain itu, hikmah Ramadan hendaknya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan tali silaturahim dengan sesama warga muslim, terutama dengan mengutamakan shalat berjamaah, baik shalat wajib maupun shalat sunah tarawih.
Sehingga dari kerukunan dan keakraban itu akan berimbas pada kehidupan sehari-hari di bulan yang lain.  Termasuk saling menghormati dan menghargai warga agama lain.
“Hikmah Ramadhan selain meningkatkan amaliah hubungan hamba dengan Allah SWT juga amaliah atau hubungan sesama manusia baik sesama muslim maupun non muslim sebagai upaya kita bersama untuk menjaga agar Kaltim ini tetap aman dan damai,” ungkap Mukmin. mar

Koperasi dan UMKM di Kaltim Harus Bertambah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengungkapkan saat ini jumlah koperasi di Kaltim  mencapai 5.975 unit, dan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim mencapai 446.965 unit. Karena itu diharapkan jumlah tersebut akan  terus bertambah.
"Pemprov Kaltim, akan terus mendukung kinerja UMKM dan koperasi serta menambah semakin banyak wirausahawan baru dan wirausahawan muda yang penuh semangat untuk mengembangkan usaha  inovatif, andal dan berkualitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah program telah digulirkan, antara lain program pelatihan bagi 1.200 wirausaha, seminar motivasi kewirausahaan, bantuan peralatan produksi dan sarana pengembangan usaha seperti motor roda tiga, gerobak PKL (Pedagang Kaki Lima), alat kemasan, mesin produksi dan lainnya,"papar  Awang Faroek Ishak  belum lama ini.
Menurutnya, program bantuan sosial dan perkuatan modal, bantuan kredit/dana bergulir, Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kemitraan dan bina lingkungan, serta program pembiayaan melalui CSR (Corporate Social Responsibility) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri.
“Dengan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, kita berharap koperasi dan UMKM di Kaltim jumlahnya semakin meningkat dan tentunya berdampak pada terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat hingga dapat mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan,” kata Awang Faroek
Terkait hal itu, lanjut dia, Pemprov juga meminta dukungan dunia usaha, dengan melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan pada para wirausahawan melalui program CSR. Saat ini memang sudah ada perusahaan yang melakukan itu dan kepada perusahaan yang belum melaksanakan binaan dan diklat, diimbau untuk segera membantu diklat kewirausahaan.
"Karena, sesuai Perda 4/2012 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, bahwa semua BUMN dan perusahaan swasta yang melaksanakan kegiatan usaha di Kaltim harus mengalokasikan 20 persen dari dana CSR untuk dana pemberdayaan koperasi dan UMKM sehinga mencapai kemandirian, profesional dan berdaya saing,"paparnya.
Selain itu, sesuai dengan Perda 9/2012 tentang Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah, diharapkan para pelaku usaha, termasuk wirausaha dapat terfasilitasi untuk mengakses pembiayaan ke perbankan.
“Pemprov mengharapkan adanya keterlibatan dunia usaha (perusahaan) melalui program CSR baik BUMN maupun swasta yang dilaksanakan secara transparan (utamanya pendanaan) dan kegiatannya langsung pada kelompok sasaran di masyarakat,” harapnya.
Program CSR, sebut dia, juga harus memperhatikan aspek sosial di masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, kesehatan, olahraga dan agama. Penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi (UMKM) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan potensi daerah masing-masing.
Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan program CSR untuk mendukung pengembangan seni budaya masyarakat, serta menjadikan program CSR sebagai media penyampaian informasi tentang perusahaan maupun informasi lain yang diperlukan masyarakat, baik melalui media cetak maupun elektronik.
“Artinya antara pemerintah dengan perusahaan dapat saling bersinergi dalam melaksanakan pembangunan di daerah,” jelas Awang Faroek. mar

Bakohumas Bahas Kanker Serviks

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebagai agenda rutin bulanan kegiatan Bakohumas yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo (Disbudparkominfo) Kota Samarinda, maka kali ini mengambil tema Kanker Serviks atau kanker leher rahim dengan segmen ibu-ibu, dilaksanakan Senin (23/06) di Segiri Grosir Samarinda (SGS).
"Kali ini segmen kami adalah ibu-ibu dengan tema Kanker Serviks, dengan lokasi di sekitar pasar segiri atau tepatnya di mall SGS, sebagai narasumber utama adalah dr Fernando dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Samarinda," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda HM Faisal.
Diikuti sekitar 120 ibu-ibu, semua tampak antusias mendengarkan penjelasan yang apik dan menarik dari narasumber. "Semua terlihat antusias mengikuti acara ini, terutama pada saat sesi tanya-jawab, sampai akhirnya tidak semua penanya dapat bertanya langsung kepada dr Fernando, karena keterbatasan waktu yang ada, bahkan ketika sesi giliran dr Fernando yang bertanya kepada audiens ternyata semua bisa dijawab dengan lugas oleh ibu-ibu" terang Faisal.
Menurut dr Fernando, kanker serviks ini merupakan kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita, karena umumnya diketahui setelah masuk di stadium lanjut (IIIb ke atas), karena biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya dan dapat menyebabkan kematian.
"Untuk itu kami sarankan melakukan pemeriksaan rutin secara dini dengan test pap smear, setidaknya 2 tahun sekali, biasanya kami juga rutin melaksanakan pemeriksaan pap smear gratis melalui YKI bagi yang tidak mampu atau bisa langsung ke dokter," ujarnya.
Kanker Serviks membutuhkan proses yang sangat panjang antara 10-20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya sebuah infeksi, untuk penularan biasanya melalui hubungan seksual. "Untuk itu mohon dihindari berganti-ganti pasangan jadi slogan kita adalah "SETIA" setialah dengan pasangan kita dan terutama juga melalui hubungan di usia dini" ungkap pak dokter yang humoris ini. M4n

Jaang tak Sabar Lihat Samarinda Indah

Huja-hujan Tinjau Taman Kota

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Setelah melakukan shalat Dzuhur di masjid Al Ma'ruf Voorvo sekaligus melihat pembangunan mesjid yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang melakukan peninjauan ke taman di simpang Voorvo dan Taman Cerdas di sekretariat PKK Terpadu.
Meski dalam suasana hujan Jaang melakukan peninjauan dadakan dengan didampingi kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sugeng Chairudin, Kabag Humas dan Protokol Masrullah. Dalam kunjungan tersebut Jaang memberikan beberapa arahan dan masukan kepada kepala DKP mengenai jenis tanaman yang akan ditanam baik di lokasi tersebut dan di tempat-tempat lain.
Dalam pembicaraan tersebut sangat jelas terlihat Jaang tak sabar melihat kota Samarinda jadi asri yang dipenuhi dengan taman-taman kota indah. "Aku jikanya kawa bimsalabim (bisa disulap, red) keinginan-keinginan dipikiran ini supaya terwujud maka aku sulap aja pang saking pengennya cepat," ungkapnya dalam logat Banjar.
Semangat Jaang hari itu sangat besar dengan dilanjutkannya peninjauan ke taman Cerdas yang terletak di halaman gedung PKK. Di lokasi tersebut juga menyampaikan beberapa keinginan agar taman tersebut lebih indah dan menarik supaya lebih ramai lagi didatangi h masyarakat. Dalam kesempatan itu Ia mengungkapkan jika tidak hambatan taman kota yang akan dibangun di eks SMPN 1 dan SMAN 1 akan segera dimulai pembangunannya dan akan diwujudkan dalam tahun ini juga.
"Insya Allah rencana pembangunan taman di lokasi eks SMPN 1 dan SMAN 1 akan segera dimulai pembangunannya dan diharapkan rampung pada tahun ini juga. Semoga tidak ada halangan," lanjut Jaang di tengah hujan yang tak kunjung reda.
Memang seperti yang sudah sering diberitakan Pemkot Samarinda akan membangun taman kota di lokasi eks SMPN 1 dan SMAN 1 dan saat ini sedang dilakukan tender. Dari informasi yang diperoleh proses pengerjaan taman tersebut akan segera mungkin dilaksanakan. ike

Walikota Silaturahmi ke Ponpes Al Adnan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Di tengah kesibukkannya yang cukup padat di bulan Ramadan, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang masih sempat bersilaturahmi dengan  Pondok Pesantren Al Adnan yang berlokasi di kelurahan Mugirejo, kecamatan Sungai Pinang, Jumat (18/7).
Dalam silaturahmi itu, wali kota didampingi kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Hero Mardanus, kepala Bagian Humas dan Protokol Masrullah, Camat Sungai Pinang M Fahmi, Danramil Samarinda Utara Kusworo, Lurah Mugirejo Idham yang diterima langsung Pimpinan Ponpes Al Adnan Kyai Gus Rofiq bersama 40 santrinya.
“Kedatangan kami di sini untuk menyambung tali silaturahmi, karena silaturahmi ini dapat memanjangkan umur,” tutur wali kota.
Jaang juga tidak menafik, keberadaan majelis taklim, pengajian termasuk pondok pesantren melalui rutinitas pengajian dan doa doa para santri membuat Samarinda dijauhkan dari bencana, pertikaian dan perpecahan.
“Doa-doa alim ulama, ustadz-ustadz, para kyai serta santri-santrilah yang membawa Samarinda kondusif, walaupun ada riak-riak kecil namun tidak berujung sampai ke perpecahan yang besar,” ucap Jaang lagi.
Makanya Jaang tidak pernah bosan meminta seluruh warga Samarinda, termasuk para pemuka agama, alim ulama dan ustadz untuk mendoakan kota Samarinda selalu dijauhkan dari mara bencana dan pertikaian.
Oleh karena itu, diujung silaturahmi wali kota berdoa bersama para santri yang dipimpin Kyai Gus Rofiq untuk Samarinda selalu tetap aman, kondusif dan dijauhkan dari bencana.
Dikesempatan itu, walikota juga meninjau ponpes dengan konstruksi artistik dan lahan yang sedang tahap pembuatan lapangan Sepak Bola. ike

Penjualan Emas Mulai Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
H-9 Hari Raya Idul Fitri suasana perdagangan emas meningkat. Para warga Samarinda  mulai membeli logam mulia untuk digunakan saat Hari Raya Idul Fitri. Turunnya harga jual emas membuat sejumlah warga mulai memanfaatkannya membeli emas.
Jelang lebaran penjualan emas semakin meningkat seperti di los perhiasan emas di pasar pagi samarinda, sejak kamis pagi para pembeli mulai berdatangan untuk memilih dan membeli logam mulia.
Harga logam mulia yang selalu berubah menjadi pertimbangan para warga untuk membeli emas disaat harganya yang saat ini sedang turun,  mereka khawatir jika mendekati hari lebaran harga emas semakin melonjak.
Saat ini harga logam mulia di sejumlah toko emas di kawasan ini menjual emas dengan harga Rp 375.000/gram-Rp 380.000/gram padahal sebelumnya harga emas berkisar Rp 410.000/gram - Rp 415.00/gram.
Harga ini tidak termasuk ongkos kerja jika pembeli menginginkan perubahan terhadap model perhiasan yang akan dibelinya. Sejumlah logam mulia yang diminati saat momen lebaran ini seperti gelang, kalung,  cincin dengan berbagai model yang bisa dibeli dengan harga sedikit lebih mahal.
Pedagang Emas di pusat perdagangan emas pasar pagi ramai dikunjungi masyarakat yang membeli maupun menukar barang berhargannya, bahkan ada juga yang menjual perhiasannya, hal ini ramai dilakukan disaat momen mendekati hari lebaran.
“Ini sudah biasa jika mendekati lebaran warga biasanya membeli emas, nanti setelah lebaran kebanyakan mereka menjual kembali, namanya juga hari raya kemungkinan emas itu digunakan untuk merayakan hari kemenangan itu,” kata Marjuki.
Emas menjadi pilihan warga karena selain bisa digunakan untuk mempercantik diri , emas juga memiliki nilai investasi yang tinggi,  karena para warga tidak pernah mengalami kerugian jika menyimpan emas. M4n

Prihatin Nasib Bocah Korban Kekerasan

Puji : Pembelajaran Bagi Warga Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasus kekerasan terhadap  YT, ternyata mencuri perhatian istri Walikota Samarinda Hj Puji Setyowati. Didampingi Wakil Ketua TP PKK Samarinda Hj Sri Lestari, Jumat (18/07) kemarin  Puji menyambangi panti asuhan milik Dinas Sosial Pemprov Kaltim di Jl HM Riffadin, Kecamatan Loa Janan Ilir. Tempat dimana korban mendapat perlindungan sementara.
Puji mengakui kekerasan yang terjadi pada Putri  dari Marina ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan bagi anak seumurannya. Menurutnya tak seharusnya YT mendapat perlakuan yang menyimpang dari orang tua, khususnya dalam hal ini ayah tiri dari YT itu sendiri.
“Harus diakui kita sebagai orang tua tidak menyangka kalau kejadian semacam ini masih terjadi di daerah sekarang, tentunya ini menjadi catatan penting bagi semua orang tua di kota Samarinda,” katanya.
Untuk itu khusus bagi korban, Puji menambahkan kedepan harus tetap mendapat penanganan khusus dari lembaga yang memang menangani terhadap perlindungan anak. Dengan harapan trauma yang dialami korban seiring waktu terus berkurang.
”Terpenting kita juga harus mengembalikan perkembangan anak tadi dengan menumbuhkan  kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anak yang saat ini memang sangat dibutuhkannya,” kata Puji.
Dia juga menginginkan kejadian  yang dialami YT setidaknya bisa menjadi pembelajaran terburuk yang pernah terjadi di kota Tepian dengan harapan  semoga tidak pernah terulang lagi bagi anak-anak yang lain.
”Karena anak merupakan amanah dari Allah SWT dan juga generasi  penerus bangsa, bagaimana mereka bisa tumbuh kuat dan tangguh kalau dia sendiri tidak diberikan kasih sayang dan pendidikan terhadap tumbuh kembang mereka,” pesan Ketua TP PKK Samarinda ini. M4n

Berzakat tak Harus di Bulan Ramadhan

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan bahwa zakat bagi setiap umat muslim hendaknya tidak hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan, tetapi juga harus dilakukan di luar bulan ramadhan.
Kewajiban zakat adalah menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan yang diperoleh.  Diharapkan setiap umat muslim dapat menyalurkannya dengan tepat. Apalagi, Negara ini memiliki Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang juga ada di daerah yakni Baznas Kaltim. Setiap masyarakat dapat menyalurkan zakat mereka ke lembaga ini. Karena lembaga ini merupakan lembaga resmi yang berwenang menerima dan menyalurkan zakat kepada kaum muslim yang tidak mampu.
“Saya berharap seluruh umat muslim di Kaltim dapat membiasakan diri untuk berzakat. Sehingga kita juga bisa berbagi kepada sesama. Tetapi, yang terpenting saat ini adalah bagaimana meningkatkan solidaritas kita terhadap sesama, terutama yang kurang mampu,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin lalu.
Menurut Awang, hal itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh paguyuban dan ormas kepada masyarakat yang tidak mampu. Apalagi, potensi untuk berzakat dari seluruh pemangku kepentingan sangat besar. Karena itu, pemerintah patut menyadarkan.
“Potensi zakat ini sangat dahsyat untuk kehidupan kita. Sebab itu, jangan hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan. Mari terus kita sosialisasikan pentingnya berzakat ini,” jelasnya.
Selain itu, gubernur juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan di Kaltim, mulai, perbankan, tambang batu bara, minyak, gas dan perkebunan hingga kehutanan untuk juga menggalang zakat untuk membantu sesama yang kurang mampu.
Sesuai Inpres 03/2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, diharapkan pegawai kementerian-kementerian, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota dapat menyalurkan zakat ke Baznas.
“Saya yakin dengan menyalurkan zakat, kita semua mendapatkan berkah dari Allah SWT. Karena semua umat muslim telah terjalin kebersamaannya dengan penuh kasih sayang. Karena itu, saya terus mengatakan no day without solidarity atau tiada hari tanpa solidaritas. Maksudnya bagaimana kita bisa membiasakan diri untuk saling membantu sesama,” jelasnya. john

Selama Puasa Efektifitas Pelayanan Diutamakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi mengatakan rasa bangga dan terimkasih kepada jajaran PNS Sekprov Kaltim meskipun menjalankan ibadah puasa1435 H tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
"Semuanya harus dilandasi semangat pengabdian sebagai cerminan akhlaqul karimah selaku aparatur negara, abdi negara dan pelayanan masyarakat," kata Rusmadi pada pengajian rutin setiap Jumat selama bulan Ramadhan di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (18/7).
Menurutnya, ibadah puasa yang telah dijalankan khususnya  kalangan PNS, kita ibaratkan petani yang menunggu hasil  panennnya. Karena itu akhir puasa ini perbanyak ibadah diantaranya membayar zakat.
"Manfaatkan bulan suci ini untuk berbagi kepada sesama dengan berzakat, karena zakat penting  bagi seorang Muslim, karena konsep zakat yang memiliki tujuan membersihkan harta dan mensucikan jiwa," ungkapnya.
Sementara itu ustad KH Hamri Haz juga Ketua MUI Kaltim menguraikan pentingnya arti zakat bagi mereka yang memenuhi kategori wajib zakat, yang menginginkan harta yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga hidup menjadi berkah.
Karena zakat, kata dia, sebagai ibadah maaliyah ijtimaiyah (ibadah yang terkait dengan harta dan jiwa sosial yang dimiliki) adalah satu-satunya cara untuk membersihkan harta dari segala kekotoran yang menghinggapinya. Maka dari itu,tidak dapat ditawar-tawar lagi karena zakat adalah perintah Allah yang mutlak harus dipenuhi.
Dia menjelaskan bahwa membayar kewajiban menunaikan zakat fitrah atau zakat mal serta sedekah tidak akan menyebabkan harta yang dimiliki menjadi berkurang jumlahnya karena telah dikeluarkan zakatnya.
"Sebab itu, bagi umat Islam yang hendak menunaikan zakat tidak perlu ragu hartanya akan berkurang, karena sebenarnya zakat yang disalurkan merupakan hak orang lain yang dititipkan melalui tangan kita," ujarnya.
Dikatakannya, dengan membayar zakat lebih awal baik melalui lembaga amil zakat atau disalurkan langsung, masyarakat dapat lebih fokus melaksanakan ibadah Ramadhan dengan optimal terutama 10 hari terakhir. john

Gara-Gara Masak Mie, Ayah Tiri Siksa Anak

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hanya karena lapar dan ingin memasak mie instans, seorang bocah perempuan di Samarinda mendapat kekerasan fisik dari ayah tiri dirumah kontrakannya. Tragisnya, sang anak mendapat penyiksaan hingga terancam mengalami kelumpuhan akibat beberapa tulang dikedua kakinya mengalami keretakan.
Yi, bocah berumur 6 tahun warga Jl Bung Tomo RT 05 Samarinda Seberang hanya bisa diam dipelukan Marlina ibu kandungnya,  saat sejumlah warga menjenguknya di Panti Sosial Perlindungan Anak milik Pemprov Kaltim, Jumat pagi (18/7).
Sebelumnya Yi dilarikan warga yang prihatin akan nasibnya karena mendapat siksaan dari ayah tiri Rs. Yi menjadi obyek kekerasan ayah tirinya lantaran lupa mematikan kompor gas,  saat membuat makanannya sendiri.
Selama orang tuanya berkerja, Yi memang kerap dikunci didalam rumah kontrakannya. Bocah 6 tahun ini selalu terkurung didalamnya tanpa ada teman yang menjagannya. Bahkan sejumlah tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumahnya cukup kasihan melihat bocah itu.
Tidak ada yang tahu apakah bocah ini disiapkan makanan yang cukup saat bapak dan ibunya itu pergi berkerja. Kemungkinan saat itu korban kelaparan sehingga memutuskan untuk memasak. Namun hal itu justru memicu kemarahan sang ayah tiri yang berkerja sebagai sopir mobil pengantar barang disebuah toko elektronik di Samarinda Seberang.
Menggunakan sebuah sisir yang cukup besar, Rs memukul sekujur tubuh bocah 6 tahun ini hingga mengalami luka memar disekujur tubuhnya. Bahkan Yi terancam tidak bisa berjalan akibat adanya keretakan pada tulang kakinya.
warga yang kesal melihat perbuatan Rs langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Kini Rs terancam mendekam lama di jeruji besi akibat perbuatannya. Laki-laki yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMP ini mengaku jengkel melihat anaknya keluar dari jendela dan menghidupkan kompor.
“Saya jengkel ketika pulang Yi tidak ada dirumah. Padahal saat itu kompor gas didalam rumah menyala, karena jengkel itulah ia kemudian mencari Yi dan membawanya pulang, namun saya hanya memukul 2 kali menggunakan sisir,” kata Rs.
Sementara itu Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Hari Widodo mengatakan bahwa kasusnya saat ini sudah ditangani tim penyidik Reskrim Polsekta Samarinda Seberang. Meski sang ibu tidak melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, namun sejumlah warga yang prihatin akan kasus ini sudah melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Kasusnya telah kita tangani meski sang ibu tidak menyampaikan surat laporan keberatan, namun karena warga yang melaporkan kekerasan ini maka kasusnya kita lanjutkan, apalagi pelakunya adalah bapak tiri,” kata Hari Widodo.
Berdasarkan laporan warga kejadian penganiayaan terhadap korban ini telah berulang kali terjadi,  atas perbuatannya polisi menjerat pelaku dengan pasal 80 nomor 23 tahun 2002 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan pasal 351 kuhp tentang penganiayaan. M4n

Walikota 'Keok' di PN Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengadilan Negeri (PN) Samarinda akhirnya memenangkan sebagian gugatan warga negara (citizen lawsuit) kepada pemerintah,  Rabu (16/7) siang. Pemerintah dinyatakan lalai menyediakan lingkungan bersih dan sehat bagi warga Negara.
Menanggapi kemenangan ini, empat orang penggiat lingkungan Kota Samarinda langsung melakukan aksi cukur rambut didepan pintu masuk PN Samarinda. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah yang tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam gugatannya Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) mengajukan gugatan kepada Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup,  Gubernur Kaltim,  Walikota Samarinda dan DPRD Samarinda terkait aktivitas tambang batu bara di Samarinda dan dampak yang ditimbulkannya.
Setelah melalui proses persidangan cukup panjang, akhirnya majelis Hakim PN Samarinda Sugeng Hiyanto menyatakan bahwa para tergugat telah lalai menyediakan lingkungan yang sehat untuk kepentingan umum. Adanya korban jiwa warga Samarinda yang  tenggelam di kolam bekas tambang yang tidak direlokasi hingga banjir lumpur di sejumlah wilayah di Samarinda juga menjadi pertimbangan majelis hakim.
Atas putusan itu, Dinamisator Jaringan Tambang (Jatam) Kahar Al Bahri mengatakan bahwa apa yang disangkakan masyarakat saat ini terbukti, pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan benar terhadap eksploitasi tambang batu bara yang ada di Samarinda. Terbukti, dengan banyaknya lubang bekas tambang yang tidak ditutup kembali dan mengakibatkan 8 anak tewas di danau bekas galian tambang.
“Ini bukti bahwa pemerintah lalai. Selama ini kita hanya mengira-ngira bahwa tidak ada pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap pembukaan lahan tambang batu bara di kota Samarinda,” kata Kahar.
Keputusan yang ditetapkan PN Samarinda disambut baik koordinator GSM Cornelius Tuah. Ini membuktikan bahwa warga Samarinda berhak untuk menggugat pemerintah apabila hak-haknya dirampas.
Bencana banjir, debu,  serta perubahan lingkungan yang terjadi di Samarinda akibat aktivitas tambang batu bara harus segera diselesaikan oleh pemerintah, hal ini sesuai dengan putusan PN Samarinda yang meminta segera kepada pemerintah untuk melakukan reklamasi terhadap lubang-lubang tambang yang hingga saat ini ada dan membahayakan warga Samarinda.
“Sekarang sudah terkonfirmasi bahwa bencana yang terjadi di Samarinda adalah akibat eksploitasi tambang batu bara yang ada disekitar kota Samarinda, sudah saatnya kita menuntut kepada pemerintah segera melakukan perbaikan lingkungan,” kata Tuah.
Sidang citizien lawsuit didaftarkan di PN Samarinda pada juli 2013 lalu, tuntutannya ada  empat belas materi gugatan yang didaftarkan ke PN Samarinda mulai dari evaluasi izin tambang di Samarinda secara menyeluruh dengan transparan hingga tuntutan mengembalikan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen dari luas kota Samarinda.
Saat ini kota Samarinda memiliki luas 71.800 hektare, dimana sekitar 51 ribu hektare adalah lahan tambang batu bara pengantong izin usaha pertambangan (IUP) dari pemkot dan 5 izin PKB2B yang dikeluarkan pemerintah pusat.
Berdasarkan data banyaknya lubang bekas tambang yang ditinggalkan pengusaha tanpa penanganan reklamasi yang benar dan telah menewaskan 8 anak. M4n

Perdamaian Diego-Hendra Gagal

SAMARINDA, POskota Kaltim
Kasus perdamaiaan antara pemain naturalisasi Diego Micheil dengan korbannya Hendra kembali gagal. Setelah korban yang juga petugas Keamanan perumahan Pandan Harum Hill di Jl Kadrie Oening batal bertemu dengan Diego dan manajemen Mitra Kukar dengan alasan tidak jelas.
Kuasa Hukum Korban M Yasin mengatakan bahwa seharusnya Senin (02/06) kemarin pelaku yakni Diego melakukan pertemuan dengan korbannya Hendra didepan penyidik Polresta Samarinda.
"Seharusnya pukul 14.00 wita tadi, namun hingga saat ini 16.30 wita pelaku tidak datang, seharusnya mereka yang lebih proaktif dalam hal ini bukan justru korban yang seperti ini," kata Yasin.
Kedatangan pihaknya, kata dia, berdasarkan permintaan penyidik yang mengatakan bahwa akan ada upaya perdamaiaan yang coba difasilitasi oleh petugas, namun nyatanya justru kami yang terkesan berkeinginan mengejar perdamaiaan ini.
Sementara itu Wakil Kepala Satuan Reskrim AKP Suyono membantah ada pertemuan itu. Dia justru bendapat laporan jika ada pembicaraan perdamaiaan yang dilakukan pihak pelapor terhadap pihak terlapor. "Nanti saya cek dulu  ke penyidiknya," kata Suyono.
Sebelumnya pesepakbola naturalisasi, Diego Michiels (23) dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap Hendra dan Penyidik Satreskrim Polresta Samarinda sudah resmi menetapkan pemain klub Mitra Kukar tersebut sebagai tersangka.
"Hari ini kita tetapkan Diego Michiels sebagai tersangka," kata Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Feby DP Hutagalung, kepada wartawan Jumat (23/5) lalu.
Kepolisian menilai mantan kekasih Nikita Willy itu bersikap kooperatif. Didampingi Manajer Operasional Mitra Kukar, Suwanto, Diego mendatangi Mapolresta Samarinda sore tadi, meski belum menerima panggilan dari kepolisian.
"Didampingi manajemen klubnya, dia menyerahkan diri datang ke kantor. Dia (Diego Michiels) datang setelah kita periksa Raphael Maitimo sebagai saksi," ujar Feby.
"Dari keterangan saksi (Raphael Maitimo), meyakinkan yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka. Kami punya bukti-bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dengan pasal 351 tentang penganiayaan," tambahnya.
Sebelumnya, manajemen Mitra Kukar masih berupaya damai kepada korban pelapor terkait kasus Diego. Namun Feby menegaskan, upaya damai itu adalah hal yang wajar.
"Kalau mengupayakan itu (damai) silakan dan kami tidak membatasi selama tidak melanggar aturan. Tapi jangan libatkan kami sebagai mediator upaya damai," tegas Feby. M4n

Dishub Kaltim Siapkan 30 Kapal Laut

Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk mengantisipasi arus mudik lebaran di Kaltim  tahun 2014, Dinas Perhubungan  Kaltim  menyiapkan sedikitnya 30 kapal laut,  kapal  itu terdiri dari kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) maupun  kapal milik perusahaan swasta yang melayani angkutan lebaran pada empat pelabuhan laut di Kaltim. Yakni Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, Pelabuhan Lok Tuan, Bontang, dan Pelabuhan Pondong, Paser.
“Ini khusus kapal yang melayani angkutan pada empat pelabuhan laut Kaltim. Mulai tahun ini jumlah kapal di Kaltara tidak dihitung karena telah menjadi provinsi sendiri,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut, Muhammad Rijali, di Samarinda, beberapa hari lalu.
Ditambahkan, apabila digabung dengan dua pelabuhan melayani angkutan lebaran antar provinsi di Kaltara, maka total jumlah kapal yang siap melayani angkutan lebaran di Kaltim menjadi 74 armada setelah ada tambahan satu kapal di Pelabuhan Samarinda. Kapal yang disiapkan dari Balikpapan terdapat 16 armada, antara lain Kapal Motor (KM) Dorolonda kapasitas 2.130 penumpang dengan tujuan Surabaya, Loan, Bitung, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Serul, Biak, dan Jaya Pura. Kemudian KM Bukit Siguntang kapasitas 2.003 penumpang yang siap melayani angkutan lebaran tujuan Pare-pare, Makassar, Bau-bau, Kupang, Laweleba, dan Maumere.
"Selanjutnya KM Madani Nusantara berkapasitas 650 penumpang untuk tujuan Pare-pare dan Makasar, KM Santika Nusantara berkapasitas 400 penumpang dengan tujuan Surabaya, dan KM Satria Pratama berkapasitas 238 penumpang dengan tujuan Mamuju,"ujarnya.
Kemudian Pelabuhan di Samarinda terdapat enam armada kapal, yakni KM Bukit Raya berkapasitas 1.518 penumpang dengan tujuan Pare-pare, Batu Licin, dan Surabaya, serta KM Pantokrator yang merupakan armada baru berkapasitas 2.000 penumpang dengan tujuan Pare-pare. Selanjutnya KM Queen Soya dan KM Prince Soya yang sama-sama berkapasitas 2.000 penumpang dengan tujuan Pare-pare, serta KM teratai Prima Dua berkapasita 150 penumpang, dan KM Tanjung Manis berkapasitas 168 penumpang dengan tujuan Pare-pare.
Sedangkan kapal yang melayani di Pelabuhan Bontang dan Pelabuhan Paser belum terdata nama, serta kapasitas penumpangnya. Menurutnya, dua pelabuhan laut tersebut baru beroperasi, sehingga nama-nama kapal yang beroperasi belum masuk ke Dishub Kaltim.
“Makanya kita belum pegang data riilnya. Meski begitu, dua pelabuhan itu sudah beroperasi dan siap melayani arus mudik dan balik lebaran. Hasil komunikasi yang kami lakukan, pekan depan akan dikirimkan nama-nama kapal apa saja yang beroperasi di dua pelabuhan itu,” kata Rijali.
Hanya saja,  Rijali memperkirakan penumpang kapal pada arus mudik dan balik lebaran 2014 ini menurun. Masyarakat dinilai lebih banyak memilih menggunakan pesawat.
"Alasannya, selisih biaya tidak terlalu jauh, kemudian waktu tempuh menggunakan pesawat lebih cepat ketimbang menggunakan kapal laut, sehingga diperkirakan arus mudik lebaran tahun ini akan menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya,"pungkasnya. mar

Curah Hujan Tinggi

BMKG Minta Warga Waspada


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Temindung mengingatkan warga Samarinda agar mewaspadai banjir. Peringatan itu disampaikan menyusul sering turunnya hujan di wilayah Kota Samarinda beberapa hari kemarin.
"Kami kembali mengingatkan warga agar mewaspadai banjir khususnya di wilayah yang selama ini rawan tergenang," kata Kepala
BMKG Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno.
Menurut Sutrisno, hujan yang mengguyur Kota Samarinda masih dalam kategori sedang. Curah hujan yang terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 hingga pukul 17.00 Wita hanya sekitar 70 milimeter.
"Curah hujan mulai pukul 15.00 hingga 17.00 Wita sekitar 70 milimeter. Curah hujan di bawah 100 milimeter masih masuk kategori sedang dan di atas 100 milimeter kategori ekstrem. Kalau hujan seperti ini, biasanya genangan air hanya berlangsung sesaat. Tetapi warga tetap harus waspada dan terpenting menjaga lingkungan," katanya.
Hujan dengan kategori sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Samarinda dan beberapa kota lainnya di Kaltim dalam sepekan ke depan.
"Potensi terjadinya hujan dengan kategori sedang masih kemungkingan terjadi dalam satu pekan ke depan. Untuk musim kemarau di Kota Samarinda dan sejumlah wilayah lainnya di Kaltim diprediksi berlangsung pada Juni atau Juli 2014," ujarnya.
Meski demikian Sutrinso mengatakan, untuk jalur pelayaran dan penerbangan masih aman dan tidak ada kendala. Akibat hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak Minggu, sejumlah ruas jalan protokol di daerah itu tergenang.
Genangan air terlihat terjadi di kawasan Simpang Empat Mal Lembuswana dengan ketinggian air berkisar 40-50 cm. Genangan air setinggi 60 cm juga terlihat di kawasan Simpang Empat Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan PM Noor. Selain itu juga masih banyak lagi lokasi daerah lain yang juga mengalami banjir. aon

Hapuskan Buta Aksara di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tingginya angka buta aksara di Kaltim dinilai Anggota Komisi IV DPRD Zain Taufik Nurrohman sangat memprihatinkan. Menurutnya tingkat buta aksara di Kaltim sangat berbanding terbalik dengan alokasi anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari APBD Kaltim baik kabupaten maupun kota.
“Buta aksara merupakan mereka yang tidak bisa membaca, menulis, maupun menghitung atau dengan kata lain ialah buta huruf. Data yang ada pada pemerintah menunjukkan sedikitnya ada 44.365 jiwa yang mengalami buta aksara di akhir tahun 2013. Hal ini tentu saja memprihatinkan mengingat program pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengacu kepada peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kaltim,” ungkap Zain.
Zain meminta kepada Dinas Pendidikan beserta instansi terkait lainnya untuk saling berkoordinasi dalam memaksimalkan program pemberantasan buta aksara di seluruh provinsi Kaltim.
Zain juga mengakui pencapaian peningkatan kualitas sumber daya manusia yang maju dan berkembang akan terhalang dengan masih banyaknya jumlah buta aksara di Kaltim. Sehingga dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan iklim perekonomian masyarakat yang tidak sehat, adil dan sejahtera.
Zain mengimbau sebaiknya Dinas Pendidikan di seluruh daerah wajib mensosialisasikan tentang pentingnya menempuh pendidikan baik di jalur formal maupun non-formal, terutama mempromosikan program kejar paket pendidikan masyarakat yang dinilai masuk kategori buta akasara.
“Kini, kebanyakan dari masyarakat yang mengalami buta aksara telah bekerja dengan baik sebagai buruh ataupun mencari kesibukan yang lainnya. Hal ini mungkin sedikit menjadi kendala dalam melakukan pemberantasan buta aksara. Diharapkan dengan sosialisasi program kejar paket dapat menarik minat mereka untuk kembali belajar, mengingat waktu belajarnya yang sangat fleksibel,” tutur Zain.
Zain dengan rekan-rekan dari Komisi IV lainnya mengaku sangat mendukung penuh terhadap kemajuan sumber daya manusia termasuk pemberantasan buta aksara di berbagai daerah. Zain mengharapkan baik Dinas Pendidikan maupun instansi terkait lainnya apabila mengalami kendala dalam pemberantasan buka aksara sebaiknya langsung segera berkoordinasi dan bertukar pikiran kepada  DPRD, sehingga masalah yang ada dapat menemukan solusi yang tepat.
“Komisi IV yang membidangi pendidikan tentunya akan menyambut baik serta akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan tupoksinya,” tandas Zain. hms/adv

Pusam U-21 Wajib Menang Hadapi Mitra U-21

Samarinda, Poskota Kaltim
Tim Pusam U-21 punya kewajiban untuk bisa memenangi pertandingan melawan tuan Mitra Kukar U-21 di Stadion Aji Imbut Tenggarong,Jumat (6/6) untuk bisa lolos menuju putaran 12 besar.
“Kita masih ada peluang lolos dari grup ini. Walaupun sangat berat, kita wajib mengalahkan Mitra. Kita percayakan kepada pemain, mereka bisa tampil dengan semangat tinggi,”jelas Manajer Pusam U-21 Ony Yahya di Samarinda, Senin.
Dijelaskan Ony posisi Putra Samarinda (Pusam) U-21 di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) U-21 sedang genting. Indra Permana Koting dkk terancam tidak lolos ke babak 12 besar. Pusam U-21 saat ini berada di peringkat ketiga dengan poin 9, sama dengan Mitra Kukar U-21 yang berada di peringkat kedua.
Namun Mitra U-21 masih unggul dalam selisih gol. Sementara peringkat teratas ditempati Persiba Balikpapan.
Persiba U-21 hampir dipastikan lolos. Hari ini Jumansyah dkk akan menghadapi Barito Putera U-21 di Stadion Demang Lehman Martapura. Barito U-21 merupakan tim terlemah di Grup IV.
Ony mengatakan,  di pertandingan terakhir Pusam U-21 akan kembali didampingi Heriansyah yang baru saja menjalani ibadah umrah. Heri-sapaan akrabnya-sudah melakukan evaluasi hasil pertandingan sebelumnya.
Pemain diminta meniru fighting spirit Pusam senior ketika bertanding melawan Persela Lamongan. Ketika itu Pusam tertinggal 0-2 dan pada akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Kita yakinkan kepada pemain agar meniru semangat juang tim senior. Mereka tidak berhenti berjuang sebelum peluit berakhir. Dan itu pula yang harus dilakukan anak-anak melawan Mitra nanti. Berjuang hingga peluit akhir berbunyi,” ungkap Ony.
Pusam U-21, lanjut Ony, juga mengharapkan wasit yang memimpin pertandingan nanti bisa menjalankan tugasnya dengan bijak.
 Sebab di laga sebelumnya ketika melawan Persiba, Pusam U-21 kecewa dengan kepemimpinan wasit dan mengajukan surat protes ke PT Liga Indonesia.
 “Yang kami harapkan wasit bisa memimpin dengan baik. Kalau wasit sudah memimpin dengan baik, apapun hasil pertandingan nanti akan kami terima,” tegasnya. at

Program ODNR Perlu Disosialisasikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jika Pemerintah Kota Samarinda, menetapkan program, One Day No Rice (ODNR) atau satu hari tanpa mengkonsumsi beras, maka harus disosialisasikan kepada warga. Pasalnya, konsumsi beras merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat yang telah mengakar. Hal itu dikemukakan anggota DPRD Kota Samarinda, Sugiono, kemarin.
Menurutnya, konsumsi beras adalah hal kewajaran bagi masyarakat di Indonesia termasuk Kota Samarinda. Jadi, lanjutnya, perlu benar-benar disosialisasikan dengan baik. "Sosialisasi ini untuk menghindari penolakan dari warga Samarinda," kata Sugiono.
Dia mengatakan, tidak mudah mengubah pola pikir dan kebiasaan suatu masyarakat, terlebih hal itu menyangkut masalah kebiasaan pola makan.
"Saya mendengar bahwa pemerintah Samarinda akan  membahas aksi ini pada rapat bersama Kepala Badan Ketahan Pangan Samarinda untuk menentukan hari khusus bagi program tersebut. Ini baik untuk kemudian menjelaskan kepada masyarakat," kata dia.
Dia berharap, rencana itu bukan saja sekedar mengikuti program nasional saja, melainkan benar-benar dijalankan demi meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Jangan setengah hati dalam melaksanakan sebuah kebaikan. Namun demikian tetap melalui tahapan dan sosialisasi yang tepat," ungkapnya.
Sebelumnya, Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang, mengungkapkan program nasional sehari tanpa nasi  merupakan upaya diversifikasi pangan yang bertujuan meningkatkan kualitas makanan ke arah yang beragam, bergizi dan berimbang.
"Jadi, upaya pemerintah untuk mendukung program tadi jelas bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar beralih ke makanan sehat, kendati program nasional ini dianggap menabrak kebiasaan yang sudah terlanjur menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia," kata Jaang.
Jaang sendiri dengan antusias akan segera melakukan berbagai langkah guna mensukseskan program tersebut. "Untuk itu, saya akan terus berupaya mengkampanyekan program nasional ini mungkin bisa diawali mulai dari tingkat birokrasi di lingkungan pegawai pemkot maupun provinsi dulu. Karena jujur seperti saya pribadi sehari tanpa pisang rebus rasanya ada yang kurang, sehingga dengan adanya program ini artinya dalam satu hari saya harus siap memakan pisang saja," ungkap Syaharie Jaang.
Sementara, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah (BKP3D) Samarinda Ary Yasir Philipus, menambahkan, gerakan mengurangi makan nasi merupakan bagian upaya pemerintah untuk mensukseskan diversifikasi pangan nasional agar ketergantungan pada pangan tidak terlalu tinggi sehingga stabilitas pangan bisa tetap terjaga.
"Untuk itu, melalui kegiatan aksi ketahanan pangan yang hari ini dilaksanakan, maka kami menggaungkan slogan one day no rice atau satu hari tanpa makan beras," ungkap Ary Yasir Philipus.
Maksudnya lanjut dia, sejak bergulir setahun lalu, kampanye "One Day No Rice" itu, BKP3D Samarinda ingin mencoba untuk menyadarkan warga sebenarnya tanpa makan nasi pun bisa.
"Kami berharap, melalui hasil rapat bersama dewan ketahan pangan nanti, setidaknya sudah ada penetapan hari khusus untuk menjalankan program ini tadi," ujar Ary Yasir Philipus.
Sebagai gambaran, selera makan masyarakat Indonesia cenderung sulit diubah. Pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia pada saat ini umumnya masih timpang, belum beragam dan bergizi seimbang. Tingkat konsumsi per kapita Indonesia sebesar 139 kg/ tahun.
Sementara untuk konsumsi hasil pertanian dari tanaman kelompok gramineae (beras, jagung dan terigu) di rumah tangga sebesar 316/gram per kapita/hari, padahal menurut Standar Pola Pangan Harapan (PPH) seharusnya 275 gram/hari saja.
Pada kenyataannya, konsumsi umbi –umbian hanya 40 gram per kapita per hari, jumlah ideal 100 gram per kapita per hari. Mengkonsumsi satu jenis karbohidrat secara terus menerus mampu menyebabkan gangguan kesehatan. tha

2.714 Anggota TNI dan Polri Siap Amankan TTG-N

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 2.714 pasukan dari TNI dan Polri siap mengamankan dan menyukseskan penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI di Kaltim tahun ini, yang dilaksanakan sejak 18-23 Juni 2014, yang dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.
Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Korem 091/ASN Letkol Inf TNI Waston Purba mengatakan, dengan jumlah tersebut diharapkan pengamanan pelaksanaan dapat berjalan dengan baik dan tertib.
“Jumlah tersebut terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (UD), Angkatan Laut (AL) dan Polri. Semua siap diturunkan. Mulai dari Balikpapan hingga tempat pelaksanaan kegiatan diamankan. Apalagi, pelaksanaan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir, tentu pengamanan harus siap siaga,” kata Waston Purba usai rapat bersama panitia TTG-N Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/6).
Menurut dia, ketika pengamanan presiden, sejak kedatangan hingga kepulangan presiden akan dijaga ketat dari personil yang akan diturunkan. Termasuk selama perjalan dari Balikpapan hingga ke Samarinda. Bahkan ketika presiden menginap juga dilakukan pengamanan yang ekstra ketat, sehingga keamanan bagi Presiden RI terjaga dengan baik.
Rencana Presiden akan menginap di Pendopo Lamin Etam Samarinda bersama ibu negara Ani Yudhoyono. “Kami berharap keamanan bagi kepala negara dapat terlaksana dengan baik. Bahkan tim sniper juga akan diturunkan sebanyak 1 regu. Yang jelas, ketika satu hari sebelum Presiden RI datang, pengamanan dilakukan,” jelasnya.
Dengan pengamanan ini, diharapkan penyelenggaraan TTG-N di Kaltim berlangsung sukses dan lancar. Apalagi, pelaksanaan tersebut akan diikuti peserta dari 34 Provinsi se Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 7.000 orang dan dihadiri 12 menteri terkait.
Asisten Bidang Administrasi Umum H Sofyan Helmi yang juga sebagai panitia membidangi keamanan berharap dengan kondisi yang aman dalam penyelenggaraan tersebut, dapat mewujudkan penyebarluasan informasi berbagai teknologi tepat guna perdesaan yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
Apalagi, pelaksanaan tersebut dimaksud sebagai forum untuk menggali gagasan dan pemikiran dalam rangka penyusunan kebijakan pengembangan dan pemasyarakatan serta penerapan TTG perdesaan.
“Kami berharap pelaksanaan nanti tidak ada masalah yang mengganggu, sehingga kegiatan berlangsung sukses, termasuk ketika kedatangan dan kepulangan Presiden RI. Selain itu, kami juga berharap dengan pelaksanaan ini, dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa menuju kemandirian masyarakat,” pungkasnya. mar

Pemprov Gelar Bazar Sejuta Buku 2014

SAMARINDA,Poiskota Kaltim
Dalam upaya pencanangan sekaligus mewujudkan Kaltim sebagai Provinsi Gemar Membaca serta sebagai upaya mendekatkan buku kepada seluruh lapisan masyarakat dan sarana informasi, transaksi maupun komunikasi antar masyarakat perbukuan, Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim mengelar Bazar Sejuta Buku 2014. Kegiatan ini resmi dibuka Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di halaman kantor perpustakaan Kaltim, Senin (2/6).
Pada kesempatan itu Rusmadi mengatakan, di era globalisasi dewasa ini, perkembangan teknologi dalam memberdayakan peran perpustakaan, sudah merupakan kebutuhan. Era perpustakaan digital dan keberadaan perpustakaan keliling digital perlu disikapi secara positif. Begitu juga  akses masyarakat ke perpustakaan melalui internet, perlu direspon dan terus dikembangkan.
"Melalui pelayanan dan kemudahan akses, masyarakat akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaan. Minat berkunjung ke perpustakaan, akan mempercepat proses menuju bangsa yang cerdas dan berbudaya ilmiah.," ujarnya.
Mengingat pentingnya perpustakaan  dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pada masa kini dan masa yang akan datang, maka sangatlah penting untuk dikembangkan semua jenis perpustakaan pada setiap kantor pemerintah dan swasta, baik lembaga pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Selain itu,perpustakaan umum yang telah tersedia di seluruh provinsi, kabupaten, kota hingga kecamatan, perlu terus menerus ditingkatkan peran dan fungsinya. Perpustakaan keliling yang berada di setiap kabupaten, kota, perlu ditingkatkan pelayanannya dan diperluas jangkauannya, hingga ke pelosok-pelosok desa.
"Upaya menumbuhkan pemberdayaan perpustakaan di masyarakat, kehadiran perpustakaan di lingkungan keluarga, mulai dari keluarga kita sendiri  sebaiknya menyediakan buku-buku bacaan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarganya," ujarnya.
Sementara itu Kepala Badan Perpustakaan  Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, pameran buku yang berkualitas tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan guna meningkatkan minat baca masyarakat dengan harga buku relatif murah.
“Pameran sejuta buku tahun ini  mendatangkan 50 penerbit nasinal  dengan jumlah buku yang dipamerkan  sekitar 200 ribu judul dengan berbagai ragam jenis buku," jelasnya.
Diantaranya, terdiri buku anak-anak dan remaja, pendidikan, sains, iptek, agama dan ekonomi, novel serta sastra. Kegiatan pameran tidak hanya sekedar diisi pameran buku tetapi digelar berbagai kegiatan edukasi dan entertaint (hiburan) yang mampu mengasah kreatifitas dan imajinasi seluruh kalangan masyarakat Kaltim.
Dijelaskan, memadukan kegiatan pendukung melalui acara wisata buku, games (permainan) pengunjung, lomba-lomba serta hiburan dan talkshow (bincang bareng) dengan  tokoh (publik figure) dan penulis terkenal nusantara yakni Alvin Adam dan Dewi Lestari juga seoramg penyanyi dan penulis.
“Kegiatan ini juga agar masyarakat mampu memperoleh buku-buku bacaan yang berkualitas. Sehingga berimbas pada peningkatan minat dan kegemaran baca masyarakat,” ujarnya.
Pameran buku yang dilaksanakan selama delapan hari sejak 2 hingga 9 Juni  di rangkai Nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding (MoU) tentang kerjsama perpustakaan antara Badan Perpustakaan Kaltim oleh Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, dengan Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukun dan HAM Kaltim Darmaji di saksikan langsung Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi, dirangkai peluncuran mobil perpustakaan. john

Kaltim Bakal Bangun Perpustakaan Representatif

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kaltim akan memiliki gedung perpustakaan representatif untuk memenuhi kebutuhan warga atas buku dan media informasi lainnya. Lahan untuk pembangunan gedung berstandar nasional tersebut sudah terseeia yang berlokasi din Jl Perjuangan Sempaja Samarinda seluas 2 hektar.
"Rencana pembangunan gedung tersebut diharapkan segera terwujud karena  sudah mendapat persetujuan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak," kata Kepala Badan Perpustakaan Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, saat diikonfirmasi di Samarinda Senin (2/5).
Saat ini sudah dilaksanakan Proyek Detail Engineering Design (DED) belum dilakukan pembangunan fisiknya, meskipun demikian gedung perpustakaan yang resprentatif bakal terbangun karena mendapat perhatian Gubernur.
Dijelaskan gedung Perpustakaan Kaltim di Jl Juanda Samarinda saat ini dinilai sudah tidak layak. Selain karena aksesnya yang sulit, kapasitas ruangan sudah tak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 orang per hari. Tempat ini juga tidak memiliki ruang baca dan belajar yang terpisah, layaknya perpustakaan berstandar internasional.
"Meskipuh gedung baru sudah terwujud tentunya tidak akan  langsung pindah, gedung lama akan dimanfaatkan sebagai pusat informasi layanan," ujarnya.
Gedung itu nantinya selain bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat supaya lebih cerdas, pembangunan perpustakaan ini bertujuan menyediakan sarana penyimpanan koleksi-koleksi perpustakaan yang lebih representatif. john

Pemprov Bantu Dosen PTN dan PTS

SAMARINDA, Poskota  Kaltim
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim memberikan bantuan biaya penelitian bagi peneliti (dosen) dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kaltim.   Bantuan tersebut diberikan sesuai harapan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak agar hasil penelitian para dosen di Kaltim dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Ini merupakan tindak lanjut dari keinginan gubernur untuk memberikan fasilitas kepada dosen perguruan tinggi negeri dan swasta pada tahun ini. Kami berharap penelitian ini dapat memberi manfaat bagi penyelenggaraan program pembangunan yang dilakukan masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim maupun kabupaten/kota se Kaltim,” kata Kepala Balibangda Kaltim Hj Halda Arsyad didampingi Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan M Nasir di Kantor Balitbangda Kaltim, Senin (2/6).
Bantuan tersebut dilakukan sejak 2012 yang alokasinya mencapai Rp450 juta untuk 10 judul penelitian. Sedangkan 2013 juga mencapai Rp450 juta untuk 11 judul penelitian. Diharapkan tahun ini dari alokasi Rp450 juta juga dapat menetapkan 10 judul penelitian yang akan diimplementasikan ke masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim, sehingga dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
Pemprov berharap, dari hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. “Terkait implementasi hasil penelitian yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu, semua itu kami kembalikan kepada masing-masing SKPD merealisasikannya. Karena, Balitbangda Kaltim sebagai penyelenggara kegiatan hanya memberikan motivasi kepada para dosen untuk melakukan penelitian, sebagai wujud perhatian Pemprov Kaltim kepada para dosen dan diharapkan semua itu dapat bermanfaat,” jelasnya.
Dia mengatakan, setiap penelitian akan didampingi dan dibimbing oleh Dewan Riset Pemprov Kaltim. Karena, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi penentu kebijakan pemerintah untuk pengembangan peluang usaha jika memang masuk dalam sektor dunia usaha dan peningkatkan penghasilan bagi masyarakat.
Ada beberapa penelitian yang telah terealisasi di Kaltim, yakni cara pemindaian wilayah yang rawan bencana dengan basis website. Selain itu, di Tarakan penelitian tentang buah chitosan untuk alat pengawet alami dan bisa dimanfaatkan untuk sektor perikanan.
Selain itu, bagi para dosen yang berminat untuk melakukan penelitian, sesuai syarat yang telah ditentukan Balitbangda Kaltim, bisa saja mendaftarkan diri ke Kantor Balitbangda Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda, No.126 atau mendaftarkan diri melalui via website http://litbang.kaltimprov.go.id dan via mail, yakni humas@litbang.kaltimprov.go.id.
“Pendaftaran telah kami buka sejak 23 Mei hingga 6 Juni ini. Tetapi hingga saat ini baru 4 proposal penelitian yang baru diajukan. Diharapkan para dosen di Kaltim dapat mengikuti program ini, sehingga Pemprov Kaltim dapat menerima masukan yang berharga dalam proses penyelenggaraan pembangunan di daerah,” jelasnya.
Kegiatan ini lebih difokuskan pada peningkatan 5 pilar program pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltim, salah satunya adalah program peningkatan kualitas pendidikan, pertanian dalam arti luas dan kesehatan. mar

Gubernur Larang Pungutan PSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak melarang pihak sekolah negeri, baik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memungut biaya Penerimaan Siswa Baru (PSB).
"PSB bagi sekolah negeri telah ditanggung dari masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sehingga hal itu tidak perlu dilakukan sekolah negeri di Kaltim. Saya kira sekolah negeri tidak perlu lagi ada pungutan biaya. Karena semua itu sudah ditanggung masing-masing sekolah, kecuali sekolah swasta. Saya harap ini tidak boleh terjadi,” kata Awang Faroek Ishak akhir pekan lalu di Kantor Gubernur Kaltim.
Awang berharap dari PSB, masing-masing orang tua siswa tidak memaksakan diri dalam menentukan pilihan sekolah yang akan dipilih anak mereka. Karena, dengan memaksakan kehendak, tentu akan memberikan dampak tidak baik terhadap perkembangan pola pikir anak.
Orang tua diharapkan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih sekolah yang diinginkan. Sehingga, anak-anak mampu berkreasi dalam berpikir. “Saya pikir semua orang tua berharap anak mereka bisa masuk sekolah negeri atau unggulan. Tapi, saya mengimbau, biarkanlah anak-anak menentukan pilihan mereka, sehingga dengan begitu anak-anak lebih kreatif dalam berpikir dan mampu menunjukkan prestasi mereka sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki,” jelasnya.
Dengan kebebasan anak memilih sekolah, diharapkan kemampuan berpikir dan kreatifitas anak lebih baik. Karena, sekolah yang diinginkan adalah sekolah yang disuka.
Pemerintah juga tidak menganjurkan kepada orang tua untuk mendaftarkan anak mereka agar memilih sekolah unggulan atau sekolah negeri. Karena, semua itu tergantung pilihan dari anak-anak.
“Semoga apa yang menjadi pilihan anak mampu mewujudkan cita-cita mereka menjadi kebanggan orang tua, daerah dan negara ini,” jelasnya. mar

PLN Samarinda Tindak 400 Pelanggan Nakal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Samarinda kini serius menangani pencurian listrik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Setidaknya sudah ada 10 tim yang dibentuk untuk melakukan penyisiran dari rumah ke rumah.
“Kami punya 10 tim yang melakukan operasi penertiban. Setiap tim terdiri dari tiga orang. Mereka jalan setiap hari memeriksa setiap rumah,” kata Kepala Cabang PLN Samarinda, Ismail Deu, Sabtu (31/5) lalu.
Dia menjelaskan, dengan tim ini pihaknya tak perlu lagi memeriksa data pelanggan yang mencurigakan. Namun langsung memeriksa satu per satu setiap rumah. Hasilnya, sepanjang Tahun 2014, sekira 400 pelanggan terjaring dalam operasi ini.
Jumlah pelanggaran tersebut terbagi menjadi empat bagian, mulai dari yang paling ringan hingga paling berat. Ismail menjelaskan, pelanggaran sambungan listrik PLN terbagi menjadi empat bagian. Pelanggaran pertama atau biasa disebut P1 adalah pelanggaran terhadap MCB yang tidak sesuai dengan daya kontrak atau dengan mengganti MCB.
P2 adalah pelanggaran alat pengukur pemakaian jumlah KWh. Untuk P3 adalah pelanggaran sambungan langsung tanpa melalui KWh meter. Sedangkan P4 adalah pelanggaran sambungan langsung tanpa melalui KWh meter atau masyarakat yang tidak pernah menjadi pelanggan PLN tetapi di rumahnya terdapat aliran listrik dari PLN.
Ismail menyebutkan, pelanggaran paling banyak adalah P1 dan P4. Bahkan untuk P4, tercatat sekira 20 persen dari total temuan pelanggaran PLN Samarinda adalah pelanggaran jenis P4.
“Banyak kita dapatkan warga yang langsung mencantol aliran listrik dari PLN. Ada yang melalui sambungan rumah lain, tak sedikit juga yang mengambil langsung dari jaringan kami di tiang listrik,” sebut Ismail.
Untuk hukuman, pihaknya memberikan hukuman administrasi berupa denda. Sedangkan untuk pelanggaran P4, selain denda, juga diupayakan hukuman pidana dengan menyerahkan ke aparat kepolisian.
“Untuk pelanggaran P4, masih kami data. Belum ada yang kita serahkan ke kepolisian, masih menunggu hasil rekap pelanggaran,” katanya.
PLN Cabang Samarinda mampu meraup denda atas pelanggaran pelanggan sebanyak Rp1,6 miliar.  Denda sebanyak itu merupakan hasil operasi pelanggaran yang dilakukan sepanjang tahun 2014.
“Ya, kita berhasil menghimpun denda dari pelanggaran yang dilakukan masyarakat dengan total Rp1,6 milyar dari Januari 2014 hingga Mei 2014,” kata Ismail .
Jumlah denda tersebut dihimpun dari 400 pelanggan yang kedapatan melakukan pelanggaran. Ismail menyebut, angka pelanggaran tersebut cukup besar dan belum seluruh wilayah Samarinda yang disisir.
“Kami akan mengintensifkan kinerja tim operasi penyisiran untuk menyisir langsung ke rumah-rumah warga,” tambahnya.
Ismail mengakui, akibat pelanggaran yang banyak tersebut, PLN Samarinda harus kehilangan daya yang sangat besar. Tak heran jika banyak daya listrik yang hilang dan merugikan PLN. M4n

Penyebaran Virus MERS Terus Diwaspadai

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Maraknya penyebaran  dan  kemungkinan  masuknya Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau sindrom pernapasan asal Arab Saudi ke wilayah Kaltim terus diwaspadai, virus MERS yang menyerang jamaah Umroh Indonesia ketika tiba di Tanah Air menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Saat ini di Kaltim, untuk mengantisipasi kejadian jamaah Umroh  yang tertular ataupun membawa virus MERS dapat dipantau kesehatannya di RSU Abdul Wahab Syahranie di Samarinda.
“Kami sudah menyiapkan petugas kesehatan khusus untuk menangani kasus MERS. Tentunya juga dengan alat memadai yang diberikan olh Kemenkes. Alat kami boleh dikatakan telah lengkap dan memenuhi standar”,  kata Dirut RSUD Abdul Wahab Sjahrani (AWS) Samarinda, Rachim Dinata beberapa hari lalu.
Rachim menambahkan RSU. AW. Syahranie menyediakan 8 tempat tidur untuk pasien  di ruang khusus dengan  perlengkapan dan siap di fungsikan apabila ada indikasi penyakit MERS.
Sementara itu, IDI Kaltim menghimbau masyarakat selalu waspada dan mematuhi anjuran dokter dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Selama masyarakat sehat, gizi terpenuhi, tidur cukup, pakai masker bila ada yang batuk, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menghindarkan penularan virus tersebut. Bagi yang melaksanakan umroh hindari kontak dengan binatang unta selama di Timur Tengah.
"Kunci pencegahan virus MERS itu adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Ini yang terus kita ingatkan kepada seluruh jamaah selama berada di tanah suci," ujar Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kaltim Spesialis Paru, dr. Donny Irfandi.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim terus proaktif mengantisipasi penularan penyakit mematikan, termasuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang kini meresahkan jamaah umroh asal Indonesia. Selain memiliki fungsi kuratif, dokter pada hakikatnya juga harus memiliki tanggung jawab mencegah penularan penyakit dengan aktif mensosialisasikan.
"Dokter harus proaktif melakukan sosialisasi. Berikan informasi sedetail mungkin terkait virus MERS ini supaya masyarakat paham dan tidak panik,” katanya.
Doni menyarankan masyarakat menghindarinya dengan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Kemudian mempraktikkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut dan hidung dengan tangan, serta menghindari kontak dengan orang sakit.
Para jamaah yang akan menunaikan ibadah umrah juga diminta berhati-hati memilih makanan selama di Arab Saudi. “Terpenting mengenakan masker dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” sebutnya.
Gejala penyakitnya, terang Doni, penderita akan merasakan sesak napas dengan suhu tubuh tinggi mencapai 38 derajat celsius dan tekanan darah mencapai 120/80. Penularannya biasanya melalui penularan langsung, yakni melalui cairan penderita yang batuk atau bersin.
Penularannya juga bisa secara tidak langsung, yakni melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus. Termasuk kontak langsung dengan penderita.
"Virus tersebut dapat dicegah dengan membiasakan diri hidup sehat selama berada di Arab Saudi. Hidup sehat itu dapat dimulai dari hal kecil, misalnya rajin mencuci tangan. Kunci pencegahan virus MERS itu adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Ini yang terus kita ingatkan kepada seluruh jamaah selama berada di tanah suci," tandasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim juga mengakui  terus mewaspadai kemungkinan penyebaran atau masuknya Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau sindrom pernapasan asal Arab Saudi ke wilayah Kaltim.
"Sejak merebaknya virus MERS di Arab Saudi, dinas telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota tentang tindakan upaya pecegahan penyebarannya. Makanya sosialisasi juga melibatkan pengusaha travel haji dan umrah yang ada di Kaltim. Maksudnya agar travel turut mensosialisasikan upaya pencegahannya kepada calon jamaah,“ kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim Nurhasanah.
Dinkes juga sudah memasang thermal scanner atau alat deteksi temperatur suhu tubuh penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman
Sepinggan Balikpapan. Pemasangan alat itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus MERS ke Kaltim. Utamanya melalui penumpang yang habis melakukan perjalanan ke negara penyebarannya.
Nurhasanah mengimbau semua pihak tidak perlu terlalu khawatir terhadap penyebaran penyakit Flu Arab Saudi tersebut. Virus MERS hanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah. Artinya, mereka yang dapat menjaga kondisi badan tetap fit tidak perlu khawtir tertular.
“Paling penting masyarakat yang melaksanakan ibadah umroh harus menjaga kondisi kesehatannya serta menyiapkan segala sesuatunya agar tidak tertular penyakit itu saat berada di Tanah Suci," pungkasnya. mar

SPPN Samarinda Luluskan 90 Siswa

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Kelulusan bukanlah merupakan langkah akhir, tetapi merupakan langkah awal bagi para siswa dan siswi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pemprov Kaltim memberikan dukungan pendidikan yang lebih tinggi melalui pemberian beasiswa. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim saat pengukuhan lulusan siswa Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri (SPPN) Samarinda Angkatan 46 Tahun Ajaran 2012/2013 di Samarinda kemarin.
Ibrahim menyampaikan bahwa keseriusan Pemprov Kaltim dalam membangun dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan diwujudkan dengan pemberian beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan. Tidak terkecuali untuk bidang pertanian, beasiswa yang diberikan sangat besar dan terbuka bagi semua anak-anak di seluruh Kaltim.
Salah satu beasiswa yang diberikan Pemprov Kaltim untuk  beasiswa belajar pada Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian di Subang dan Politeknik Agroindustri Sang Hyang Seri di Sukamandi Jawa Barat dengan bidang studi pertanian, perikanan dan peternakan.
”Saya berharap semua beasiswa yang disediakand apat dimantaafkan oleh para lulusan SPP Samarinda, sehingga ilmu yang didapat akan berguna kelak,” ujarnya.
Dia berpesan agar para siswa yang lulus tuntuk melanjutkan keperguruan tinggi, sedangkan yang tidak kuliah jangan berpikir menjadi PNS tetapi jadilah pengusaha andal di bidang pertanian.
"Mereka sudah memiliki ilmu berbagai ketrampilan pertanian, sehingga bisa memgembangkan ilmu pertanian dengan konsep terpadu kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu pasca migas habis sektor pertanian akan menopang perekonomian di Kaltim, sehingga jangan ragu para oramngb tua untuk menyekolahan anaknya di SPP, karena selama mabusia masih hidup pasti perlu makan sehingga pertanian akan terus berkembang dengan berbagai teknologi modern.
Terkait penerimaan siswa baru di SPP ada kebijakan baru pada penerimaan siswa di utamakan pada  senrtra-sentra pertanian di kabupaten/kota, khususnya pedesaan, hal ini untuk mencetak generasi pertanian yang andal juga menjawab kekurangan tenaga pertanian yang saat ini semakin berkurang.
Sementara itu, Kepala Sekolah Pertanian Pembangunan  (SPPN) Samarinda, Hj Marfiatun mengatakan sekolah yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim ini memiliki visi mencetak sumber daya manusia bidang pertanian yang profesional, berjiwa enterpreneurship dan mandiri serta berwaasan global.
Pada kelulusan angkatan 46 tahun ajaran 2012/2013, sebanyak 90 siswa lulus 100 persen terdiri dari jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Diharapkan para lulusan dapat meningkatkan pengetahuannya dengan memanfaatkan fasilitas beasiswa yang ditawarkan oleh Pemprov Kaltim, sehingga nantinya seluruh ilmu yang didapat akan berguna bagi masyarakat sekitarnya. john

SKPD Harus Gotong Royong Sukseskan TTGN

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak, diharapkan  seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim agar bergotong royong menyukseskan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTGN) XVI Kaltim yang akan dilaksanakan pada 18-23 Juni 2014 di Samarinda.
“Gubernur berharap agar semua SKPD bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Gelar TTGN XVI di Kaltim. Seluruh SKPD wajib mendukung,” kata Jauhar Efendi beberapa hari lalu.
Ditambahkan, event rutin nasional ini rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda. Karena itu, seluruh SKPD wajib menyukseskan kegiatan ini, sejak awal hingga akhir pelaksanaan acara. Misal, terkait transportasi, akomodasi, konsumsi hingga pelayanan terhadap peserta patut dipersiapkan dengan baik. Termasuk mengenai penerima tamu ketika pembukaan dan penutupan acara.
“Pada prinsipnya, gubernur berharap panitia daerah mampu memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh peserta. Sehingga tamu atau peserta yang hadir merasa senang dan bangga dapat berkunjung ke daerah ini, begitu pula  semua pihak dapat berperan aktif, tidak terkecuali para pimpinan SKPD, termasuk saat melayani para tamu penting hingga para gubernur se-Indonesia,"ujarnya. 
Berkaitan tugas pelayanan sebagai perwira pendamping (LO) tamu undangan dan kontingen dari 33 provinsi se Indonesia. Jajaran SKPD yang bertugas sebagai LO diminta memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, selama di Samarinda, hingga kepulangan.
“Semua harus dipersiapkan. Kendaraan, hingga pelayanan yang diberikan harus disiapkan sesuai protap undangan resmi. LO harus bertanggung jawab selama tamu undangan di sini. Berikan service terbaik agar mereka senang,” serunya.
Menyikapi masalah ketersedian pasokan listrik selama penyelenggaran, gubernur mengaku lega karena persoalan tersebut sudah bisa diatasi. PLN Samarinda memastikan siap mendukung pasokan listrik baik saat pembukaan yang dihadiri presiden dan pejabat tinggi negara lainnya, maupun selama penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Solusinya antara lain mendukung daya dari aliran listrik PLN, serta menyediakan 5 genset dengan kapasitas 630 kva setiap gensetnya untuk menutupi kekurangan daya pasokan listrik selama penyelenggaraan.
Pada kesempatan itu, gubernur juga meminta SKPD Kaltim memasang baleho di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga sepanjang jalan menuju Stadion Sempaja. Ini dalam rangka memaksimalkan publikasi dan menyemarakkan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Setiap SKPD diinstruksikan memasang minimal dua baleho bertuliskan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional beserta temanya. Untuk pengaturan tata letaknya menjadi tanggung jawab Diskominfo Kaltim bersama Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim.
"Selain itu, pihak perbankan, perhotelan, pertambangan, perkebunan, termasuk kehutanan juga diminta terlibat. SKPD teknis membidangi sektor terkait diminta mengkoordinasikan perusahaaan-perusahaan tersebut untuk memasang umbul-umbul minimal lima buah di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga menuju Stadion Sempaja,"pungkasnya. mar

KKS Mesti Jadi Pelopor Pembangunan di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menaruh harapan besar kepada Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS), baik secara nasional maupun di daerah, khususnya di Kaltim dapat menjadi pelopor pembangunan, terutama pembangunan di daerah.
Karena, sebagai komunitas suku di negara ini, KKS memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah, terutama pemerintah daerah di Kaltim.
“Pemprov Kaltim sangat berterima kasih kepada seluruh Kerukunan Keluarga Soppeng, terutama yang berada di Kaltim. Karena hingga saat ini pemerintah daerah mampu melaksanakan program pembangunan dengan baik dan sukses. Sebab, semua itu tidak lepas dari peran warga Soppeng yang bekerja di masing-masing sektor, baik pemerintahan maupun swasta,” kata Mukmin Faisyal saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV KKS di Kaltim, Jumat malam (30/5).
Pemprov Kaltim juga mengapresiasi kepada KKS di Kaltim, bahwa hingga saat ini warga Soppeng tidak pernah meresahkan masyarakat di daerah. Misal, membuat keributan atau kerusuhan antar penduduk.
Pemerintah daerah berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga dengan baik, sehingga KKS di Kaltim mampu bersama pemerintah menjaga kondusifitas di daerah, agar penyelenggaraan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sukses di masa akan datang.
“Saya yakin semua warga Soppeng baik-baik, sopan santun dan ringan tangan, yakni suka membantu kepada warga yang tidak mampu. Karena itu, kami berharap warga Soppeng atau KKS harus menjadi pelopor pembangunan di daerah ini, sehingga mampu mensejahterakan rakyat di daerah,” jelasnya.
Selain itu, diharapkan warga Soppeng di Kaltim terus berbuat yang terbaik bagi daerah. Misal, dengan cara, ketika ada bencana banjir atau kebakaran, warga Soppeng turut membantu memberikan dukungan, yakni bisa dengan memberikan bantuan dana atau pakaian layak pakai dan sembilan bahan pokok (Sembako).
Agar kerukunan tersebut terus berjalan baik, maka diharapkan warga Soppeng dapat saling menghargai dan menghormati sesama suku, termasuk antar suku, agama dan pandangan politik.
“Karena, dengan adanya kerukunan yang baik, maka setiap daerah akan mampu mewujudkan pembangunan yang lebih baik. Sebab, dengan kerukunan yang baik akan memberikan stabilitas keamanan yang baik bagi daerah, sehingga penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan baik dan sukses. Kami berharap ke depan kerukunan yang baik ini dapat dipertahankan,” jelasnya.
Bupati Soppeng Andi Soetomo menyatakan bangga terhadap perhatian yang diberikan Pemprov Kaltim kepada KKS di daerah. Karena, dengan adanya perhatian tersebut KKS di Kaltim mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai organisasi masyarakat dengan baik.
“Saya berharap dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota dapat bermanfaat bagi organisasi KKS di Kaltim dalam melaksanakan program kerja, sehingga KKS mampu berpartisipasi mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah,” jelasnya. mar

Sistem Buka Tutup Jembatan Mahakam Diberlakukan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jembatan Mahakam yang menjadi salah satu tempat perlintasan bagi sejumlah kendaraan yang hendak keluar kota maupun yang akan menuju Kota Samarinda selalu mengalami kepadatan. Apalagi saat akhir pekan selalu mengalami kepadatan yang akan menuju ke Jembatan Mahakam. Oleh sebab itu sistem buka tutup terhadap kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam tak hanya diterapkan setiap akhir pekan. Jika arus lalu lintas sedang macet parah dan terjadi antrean panjang, maka sistem buka tutup akan diterapkan polisi.
Menurut Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Didik Haryanto, sistem buka tutup untuk jalur ke Jembatan Mahakam memang dilakukan sebab jika kondisi dilapangan mengalami kemacetan yang cukup panjang maka sistem buka tutup akan di berlakukan.
"Kami melihat kondisi di lapangan. Jika Jalan Slamet Riyadi sedang macet parah atau di Jalan Cipto Mangunkusumo juga terjadi antrian panjang kendaraan maka akan langsung kami terapkan sistem buka tutup," kata Didik.
Ditambahkannya, dari hasil pengamatan dan evaluasi di lapangan sistem buka tutup terhadap kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam sangat efektif mengurangi kemacetan di Jalan Slamet Riyadi.
"Kemacetan di Jl Slamet Riyadi salah satu penyebabnya karena ada antrean kendaraan yang hendak masuk Jembatan Mahakam.
Makanya dengan sistem ini kami harapkan bisa mengatasi kemacetan. Namun evaluasi ini terus kami lakukan agar benar-benar bisa memberikan rasa nyaman saat melintas," ujarnya.
Dengan adanya sistem buka tutup ini bisa mengurangi kemacetan dan masyarakat bisa memaklumi dengan aturan yang di berlakukan tersebut. Sebab Jembatan Mahakam ini adalah jalan akses menuju keluar kota oleh sebab itu wajar saja kalau sering terjadi kemacetan dikawasan tersebut. aon

PT HJP Surati Kapolri

Minta Perlindungan Hukum

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tim kuasa hukum PT Harimas Jaya Plywood dari kantor Advokat dan Konsultan Hukum Sayid Machmud, SH dan Partner meminta perlindungan hukum kepada aparat kepolisian terhadap kasus hukum yang ditanganinya.
Sebelumnya tim kuasa hukum mengaku bingung karena sejumlah Objek sengketa yang berada dilingkungan PT Harimast Jaya Plywood (HJP) dilaporkan hilang dan dipindahkan dari tempatnya. Padahal saat ini pihak PT HJP masih dalam proses pengajuan Kasasi ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Ironisnya yang mengangkut seluruh barang bukti adalah Kurator yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian Polresta Samarinda.
"Bagaimana bisa objek sengketa yang saat ini masih berproses dipindahkan dari gudang HJP, ini kan jelas penyimpangan dari itu menindaklanjuti apa yang dilakukan pihak Kepolisian, Pihaknya menyampaikan kejadian ini ke Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kapolri," kata Sayid Mahmud kuasa Hukum PT HJP melalui siaran persnya ke Poskota Kaltim.
Permohonan perlindungan hukum ini lanjutnya didasarkan atas telah berpindahnya objek sengketa PT Harimas Jaya Plywood dari tempatnya, padahal karena masih adanya upaya hukum yang dilakukan oleh PT HJP, seharusnya hal itu tidak dibenarkan.
"Dalam surat permohonan perlindungan itu kami juga melaporkan petugas kepolisian Polresta Samarinda yang bertugas mengamankan aset tersebut yang masih dalam sengketa itu mengatakan bahwa pembongkaran atas perintah Kabag Ops Polresta Samarinda.
Ironisnya setelah pihaknya meneliti objek sengketa yang seharusnya dijaga itu ternyata telah dijual kepada PT Chen Hsi Jaya Perkasa dan barang bukti itu telah dikirim keluar kota tepatnya di kota Tanggerang. Atas tindakan itu lanjut Sayid Hukum telah diabaikan, dilecehkan bahkan hukum telah dibunuh dan yang menyedihkan pelakunya adalah Oknum aparat kepolisian yang mestinya dihormati.
"Kami sengaja menulis surat itu sekaligus sebagai upaya klarifikasi terhadap pengawalan yang dilakukan anggota Polresta Samarinda dilokasi PT HJP belum lama ini," kata Sayid.
Pada kesempatan itu Sayid juga mengatakan bahwa sebelumnya mereka juga telah mengirimkan surat  tertanggal 24 Mei 2014 itu, Sayid mempertanyakan alas an kapolresta berani memindahkan objek sengketa yang masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung. Padahal sesuai peraturan yang ada barang bukti yang masih dalam sengketa tidak dibenarkan dipindahkan.
"Apakah benar objek sengketa yang masih dalam proses kasasi diperbolehkan untuk dipindahkan," kata Sayid dengan nada tanya.
Selain itu, Sayid juga mengingatkan bahwa objek barang yang berada dilingkungan perusahaan tidak seluruhnya milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ketiga yang tidak termasuk dalam objek sengketa.
"Satu hal yang musti dipahami tidak semua objek barang yang berada dilingkungan perusahaan menjadi milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ke tiga dan itu tidak termasuk dalam objek yang kini disengketakan," Tegas Sayid.
Ironisnya lanjut Sayid saat ini pemilik yang memiliki surat-surat kepemilikan yang sah justru diusir dan tidak diperbolehkan masuk kelokasi, hal ini memperlihatkan adanya upaya perampasan hak dan perampokan yang dilakukan oleh Oknum petugas yang memiliki kekuasaan.
"Intinya kami menuntut keadilan dan meminta perlindungan hukum kepada Kapolri atas apa yang dilakukan jajarannya di Polresta Samarinda," kata Sayid. M4n

Banjir Rendam Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hujan deras selama 3 jam yang mengguyur Samarinda Jumat sore lalu (30/5) membuat sejumlah kawasan di Samarinda tergenang hingga kedalaman 1 meter - 1,5 meter.
Lokasi yang paling parah adalah dikawasan Lempake Samarinda Utara  ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan kerasnya arus membuat beberapa kandang hewan milik warga mengalami kerusakan.
Seperti biasanya dampak dari banjir rutin yang terjadi dikawasan ini jika curah hujan cukup tinggi adalah lumpuhnya lalu lintas kendaraan yang menuju keluar kota seperti  ke Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, bahkan  antrian kendaraan bahkan mengular hingga 6 km dikedua sisi jalan.
Sejumlah kantor pelajanan publik seperti kantor Kamat Samarinda Utara, Kantor Camat Sungai Pinang, Kantor Koramil dan Kantor Polsek Samarinda utara tidak luput dari genangan air.
Sehingga tidak heran jika pasca banjir terlihat petugas koramil Samarinda Utara yang terpaksa mengguras air yang menggenangi kantor mereka,  banjir yang terjadi setiap kali hujan membuat kantor yangterletak didataran rendah ini terpaksa mengepung bangunannya dengan dam. Namun akibat debit air yang datang lebih tinggi dari dam membuat kantor prajurit TNI itu menjadi kolam.
Petugas yang bertugas pun terpaksa mengeluarkan air yang menggenangi Mako Koramil Samarinda Utara dengan menggunakan dua timba air.
Sama halnya dengan Kantor Koramil Samarinda Utara, KJantor Polsek Samarinda Utara juga mengalami kebanjiran  meski petugas telam membuat dam setinggi 80 cm , namun debit air yang terus meninggi membuat petugas kepolisian terpaksa mematikan aliran listrik yang masuk ke kantor itu. Merekapun terpaksa menggunakan lilin sebagai alat penerangan,  begitu juga di ruang tahanan Polsek Samarinda Utara.
“Kami terpaksa memadamkan aliran listrik untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, namun sejumlah tempat kita tempatkan lilin penerang dan selalu diawasi oleh petugas jaga yang tugas mala mini,” kata AKP Darsono, Wakapolsek Samarinda Utara.
Selain itu banjir yang terjadi sejak selasa sore hingga pukul 22.00 wita membuat arus trasportasi mengalami hambatan ratusan kendaraan hanya bisa mengantri menunggu giliran lewat.
Ratusan kendaraan antir mulai dari roda dua, roda empat hingga truk berbadan lebar, berada di kawasan Jl DI Panjaitan serta Jl Panglima M Noor menuju kawasan simpang tiga Jl Panjaitan,  antrian di kedua ruas jalan itu mencapai 6 kilometer .
Seperti Haji Arwan terpaksa menunggu lebih dari 3 jam untuk bisa melewati Jl Panjaitan menuju ke Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.
Banjir kali ini tergolong semakin parah lantaran mobil yang dikendarainya tidak bergerak sama sekali akibat tumpukan antrean ratusan kendaraan di Jl DI Panjaitan.
“Sejak sebelum Magrib hingga saat ini pukul 21.30 Wita kendaraan saya baru berjalan 50 meter. Itupun karena sebagian kendaraan memilih memutar balik kendaraanya, “ kata Arwan. M4n

Cabai Rusak Dijual

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Cuaca buruk didalam yang terjadi saat pengiriman bahan kebutuhan pokok seperti cabai dari Sulawesi dan pulau Jawa membuat sejumlah pedagang terpaksa menaikan harga cabai dipasaran pasar Tradisional pasar Segiri Samarinda, apalagi 20 persen cabai mengalami kerusakan.
Ironisnya meski mengalami kerusakan cabai busuk ternyata tidak dibuang,  namun oleh pedagang tetap dikumpulkan karena beberapa kalangan justru mencari cabai busuk ini.
Jika pasaran cabai baik saat ini mengalami kenaikan hingga Rp20 ribu perkilonya, cabai busuk dijual dengan harga yang cukup tinggi pula yakni Rp 10ribu perkilonya.
“Ini tetap kita jual namun tidak dicampur dengan yang bagus, karena untuk cabai yang rusak, layu dan busuk ini memang ada pembelinya khusus, saya tidak tahu akan dibuat apa,” kata Wakoi, pedagang cabai di pasar segiri Samarinda.
Kenaikan harga komoditi ini dipastikan akan terus merangkak  naik hingga memasuki bulan ramadhan, sebab  pasokan komoditi tersebut kebanyakan berasal dari luar Kaltim. john

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebulan jelang bulan suci ramadhan sejumlah harga bahan pokok terus melonjak naik,  seperti ayam potong kenaikan harga mencapai 50-60 persen dari harga biasanya, akibatnya pedagang terpaksa menjual ayam kecil kecil.
Harga barang kebutuhan masyarakat di Samarinda meroket hingga 60 persen, di pasar tradisional Segiri harga ayam potong yang sebelumnya Rp25 ribu saat ini naik menjadi harga Rp35 ribu–Rp 40 ribu/kilonya.
Hal ini membuat sebagian pedagang terpaksa menjual ayam dengan bobot yang ringan namun harga jual tetap tinggi, dengan alasan stok ayam potong di kandang mulai berkurang. Apalagi akan memasuki bulan ramadhan.
Haji Abdulah  pedagang ayam potong di pasar segiri mengaku sejak beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan ayam potong karena di tingkat distributor ayam potong sedang kosong.
“Kami sudah mengambil dengan harag tinggi, otomatis harga jualnya juga tinggi, apalagi di distributor saat ini stok ayam potong kurang, mau tidak mau kami hanya mengambil yang ada meski terlihat bobotnya kecil,” katanya.
Haji Abdulah berharap menjelang bulan ramadhan kebutuhan ayam potong ini segera teratasi sehingga  kenaikan harga ayam potong ini tidak mengganggu persiapan masyarakat khususnya umat Islam untuk menjalankan ibadah.
Sementara itu kenaikan ayam potong ini membuat pedagang nasi kuning memutar otak untuk menyiasati agar tidak mengalami kerugian, ayam potong yang sudah kecil membuat ia terpaska mengecilkan kembali potongan ayam potongnya,  karena ia tidak mungkin menaikan harga nasi kuning yang dijualnya.
“Ya mau diapakan lagi memang ini sudah lauknya, kalau kita kosongkan nanti pembeli nanya, kalau kita naikan harga pelanggan malah kabur, serba salah,” kata Lasti pedagang nasi kuning di kawasan Jl Lambung Mangkurat.
Dari itu agar tidak mengalami kerugian, dan usahannya tetap berjalan dia terpaksa mengecilkan kembali potongan ayamnya sehingga diharapkan pembeli tidak kabur.
Hal sama diutarakan Pakde John pedagang ayam penyet dibilangan jalan M Yamin Samarinda selain harus mengecilkan ayam potong dagangannya ia juga terpaska harus mengurangi penggunaan tomat pada sambel ayam penyet dagangananya. Pasalnya kenaikan ayam potong juga dibarengi dengan kenaikan tomat yang mencapai 110 persen.
Harga tomat yang sebelumnya Rp 4000 kini menjadi Rp 10000 - Rp 11.000. Hal ini disebabkan karena mahalnya ongkos angkut dan panen dipulau Jawa yang berkurang.
“Semua cara dilakukan agar usahannya tetap hidup, namun ia tidak menggunakan bahan pengganti untuk menyiasati hal itu, yang penting pembeli tahu bahwa saat ini ayam naik tomat naik namun kami tidak menaikan harga jual makanan yang mereka beli, konsekuensinya adalah pengurangan potongan ayam dan penggunaan tomat,” kata  john

Muhamadiyah Terbitkan 7 Kriteria Capres Layak Pilih

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Berdasarkan hasil Tanwir Muhamadiyah di Hotel Mesra Internasional Samarinda belum lama ini, Muhammadiyah telah mengeluarkan tujuh kriteria pasangan capres-cawapres yang layak dipilih warga Muhammadiyah. Namun Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengingatkan bahwa rekomendasi itu harus dipahami secara kesuluruhan dan jangan ditafsirkan secara parsial.
Dihadapan wartawan usai menutup Tanwir Muhamadiyah, Din menyampaikan bahwa seluruh warga Muhammadiyah dibebaskan memilih pasangan manapun yang mencalonkan diri dalam Pilpres 2014 nanti. Namun PP Muhammadiyah telah mengeluarkan 'Maklumat Kebangsaan' berupa tujuh kriteria pasangan capres-cawapres layak dipilih.
Dan, warga Muhammadiyah sudah bisa memahami isi 7 kriteria yang dihasilkan dalam sidang Tanwir PP Muhammadiyah di Samarinda tersebut. Menurutnya, warga Muhammadiyah adalah warga yang cerdas sehingga tidak harus diberi arahan secara gamblang untuk menentukan pilihan.
"Saya yakin warga Muhammadiyah sudah bisa menentukan pilihan dengan 7 kriteria tersebut. karena lughatu dzaki wal hakim al-isyarah (bahasa orang pandai cukup dengan isyarat). Tentukan pilihan anda, tapi yang jelas adalah memilih yang memiliki komitmen terhadap aspirasi politik umat Islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan seperti semboyan dan semangat Muhammadiyah selama ini," kata Din .
Tujuh rekomendasi dalam maklumat itu, lanjutnya adalah arahan yang normatif bagi seluruh warga Muhammadiyah. Menurutnya semua poin dalam tujuh kriteria itu adalah syarat ideal bagi calon pemimpin.
Salah satu dari kriteria yang disebut dalam maklumat itu adalah memilih pasangan capres-cawapres yang mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakan hukum, serta penyelamatan aset dan kekayaan negara.
Warga punya hak untuk menganggap capres pilihannya memiliki kemampuan menyelamatkan asset negara, namun tidak ada niatan dari Muhammadiyah untuk mengarahkan warganya dengan membuat kriteria itu.
"Bisa jadi kedua pasangan itu berkemampuan menyelamatkan asset negara, bisa jadi keduanya juga tidak bisa. Tapi harus disebutkan agar menjadi pesan kepada siapapun nanti yang terpilih agar menjalankan kewajiban menjaga aset negara itu. Saya sendiri sampai sekarang juga belum yakin keduanya mampu melakukan itu (menyelamatkan aset negara)," kata Din.
"Namun kita harus memilih, harus bertanggung jawab sebagai warga negara untuk menggunakan hak politiknya. Muhammadiyah ikut mendirikan negara ini, tidak bisa kalau tidak ikut menentukan nasib negara ini ke depan. Lagipula penafsiran maklumat itu harus secara utuh, jangan parsial seperti itu. Nanti bisa dilihat kriteria 1 mengarah ke pasangan yang itu, kriteria yang 2 atau selanjutnya mengarah ke pasangan yang ini. Malah repot. Itu kan pesan yang utuh," pesan Din. M4n

Jokowi Takjub Pertumbuhan Ekonomi Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pertumbuhan ekonomi di Samarinda yang mencapai 6,5 persen ternyata mendapat apresiasi positif dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Di sela-sela hadir dalam rangkaian kegiatan aksi damai stop pada kekerasan terhadap perempuan dan anak Minggu lalu di Stadion Madya Sempaja Samarinda belum lama ini.
Jokowi sapaan akrab dari Joko Widodo ini saat berbincang santai kepada Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail saat mendampingi pagi itu mengaku takjub dengan berkembang pesatnya pusat industri maupun  perbankan  yang telah menggeliat di kota Tepian sebagai indikator pendukung pertumbuhan ekonomi tadi.
Bahkan selama 2 hari di Samarinda, dirinya mengaku telah meninjau langsung transaksi jual beli yang berada di pusat pasar tradisonal maupun modern.
”Alhamdulillah saya sempat mengunjungi pasar Segiri. Saya perhatikan pedagang di sana bahagia semua begitu juga saat malam harinya saya sempat mampir ke Mall Lembuswana dimana warga disini sangat luar biasa sekali,” puji Jokowi.
Artinya, tambah dia secara kasat mata tingkat ekonomi warga Samarinda sudah membaik seiring jumlah penduduk yang lebih banyak ketimbang kota Solo yang pernah dipimpinnya.
”Melihat pertumbuhan ekonomi tadi, jadi sangat wajar kalau pertumbuhan penduduk disini sangat cepat,” ungkapnya. Sehingga bisnis property pun mengalami peningkatan, dengan pembukaan pemukiman baru di wilayah Samarinda yang mulai berjalan ke arah kota pinggiran.
Mendapat pujian  tersebut, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail mengatakan pertumbuhan ekonomi  yang dianggap membaik oleh Gubernur DKI Jakarta tadi merupakan sebagai bukti kesiapan Samarinda mewujudkan perluasan pembangunan koridor ekonomi untuk masuk dalam program nasional yakni Masterplan Ekonomi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Sehingga dampak dari geliat pertumbuhan ekonomi  tadi saat ini semakin dirasakan masyarakat.
”Seperti perkembangan kota sekarang yang oleh Pemerintah  mulai mengarah ke pinggiran seperti Palaran,” sebutnya. Tujuannya untuk menciptakan peluang ekonomi yang bisa merata diseluruh kota tanpa terkecuali.
Begitu pula mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla ketika mengunjungi pasar Segiri dengan didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, memuji pesatnya pertumbuhan perekonomian Samarinda yang secara kasat mata bisa terlihat.
“Pertumbuhan ekonominya bagus. Tentunya ini tidak terlepas dukungan dari suasana kondusifnya kota Samarinda. Kalau tidak aman, bagaimana mau berjualan di pasar, menjalankan bisnis di kota jasa, karena Samarinda tidak bisa bertumpu dengan SDA,” tandasnya. ike

Gubernur Tak Campuri Pemilihan Rektor Unmul

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa tidak turut campur dalam pemilihan calon Rektor Unmul untuk periode 2014-2019. Hal itu bukan domainnya untuk menentukan siapa yang akan di pilih. Meski demikian, Pemprov Kaltim berharap Rektor Unmul ke depan harus mampu bekerjasama dengan pemerintah di daerah, sehingga pelaksanaan program pemerintah juga sejalan dengan pemikiran yang diberikan pihak akademisi.
“Pemilihan rektor ini, bukan domain saya untuk ikut campur. Silahkan para anggota dewan rektor dan dekan fakultas untuk memilih. Hanya saja, harapan saya rektor yang terpilih, siapa pun orangnya diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah di daerah,” kata Awang Faroek Ishak usai menghadiri Rapat Paripurna ke 14 DPRD Kaltim tentang penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim atas nota penjelasan tentang Raperda rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018 di DPRD Kaltim, Senin (26/5).
Dukungan dari perguruan tinggi sangat diperlukan dalam menyukseskan program pemerintah di daerah. Karena, dari RPJMD Kaltim periode 2013-2018 sangat memerlukan dukungan perguruan tinggi.
Lembaga pendidikan tinggi ini sangat penting. Karena bertujuan untuk mendukung semua program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah di berbagai bidang pembangunan saat ini.
“Jadi, siapa pun orangnya, bagi saya silahkan secara demokrasi dipilih dengan baik. Sesuai kriteria yang telah ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi menegaskan, jika memang ada calon rektor yang berkunjung ke Gubernur Kaltim tentu hal yang wajar. Karena, sebagai mitra strategis atau mitra pendukung program pembangunan daerah, tentu perlu adanya kerjasama yang harmonis, sehingga pelaksanaan pembangunan juga berjalan dengan baik.
“Yang jelas pemilihan rektor tidak dapat dipengaruhi siapa pun, karena semua telah di atur dalam perguruan tinggi,” jelasnya. mar

Dana Perimbangan Turun Drastis

Proyeksi 5 Tahun Kedepan Dalam PU Fraksi Demokrat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam lima tahun ke depan, proyeksi pendapatan dana perimbangan hanya Rp2,8 triliun. Ini menurun drastis karena pada 2013 dana perimbangan yang diperoleh Kaltim mencapai Rp5,34 triliun.
Hal ini diungkapkan juru bicara Fraksi Demokrat Windy Imelda dalam pemandangan umum fraksinya saat Rapat Paripurna ke-14 DPRD Kaltim.
Pemandangan Umum Fraksi Demokrat sebagai tanggapan atas penyampaian Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltim Tahun 2013-2018.
Soal menurunnya dana perimbangan ini, Windy memaparkan hal tersebut disebabkan adanya penurunan dari bagi hasil Pajak Bumi Bangunan (PBB) sektor pedesaan dan perkotaan yang telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota, dan moratorium perizinan pembukaan lahan pertambangan dan kehutanan.
“Penyebab lainnya dari dana perimbangan hasil bukan pajak yang meliputi pembatasan jumlah produksi oleh pemerintah, harga batu bara dan permintaan yang cenderung menurun karena habis,” urai Windy.
Selain itu Windy menjabarkan bahwa proyeksi pendapatan keseluruhan Provinsi Kaltim yang digambarkan hampir tidak ada kenaikan secara signifikan hingga akhir tahun 2018, bahkan turun dibanding tahun 2014.
“Tahun 2014 diperoleh pendapatan sebesar Rp10,335 triliun dan pada tahun 2018 pendapatan diperkirakan Rp8,956 triliun,” papar Windy.
Hingga kini Windy menyampaikan bahwa perekonomian Provinsi Kaltim masih sangat bergantung dengan sumber daya alam tak terbarui terutama minyak, gas, dan batubara.
Menurut Windy, hal tersebut akan menjadi sebuah masalah utama jika sumber daya alam tak terbarui tersebut semakin menipis dan pemerintah belum maksimal mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis lain yang menunjang perekonomian.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas mencapai 5,17 persen pada tahun 2013. Tahun 2010-2012 pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas berada pada posisi dua digit, di atas 11 persen,” katanya.
Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas dan batubara jauh lebih besar yaitu 7,47 persen pada tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi dengan migas Kaltim yang menurun sejak 2010. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batubara meningkat dari 2010-2012 yaitu masing-masing, 7,93 persen, 8,77 persen dan 10,14 persen.
Fraksi Demokrat menyimpulkan bahwa indeks tersebut dalam kurun waktu 2011-2012 mengalami peningkatan yang mengindikasikan  bahwa pemerataan pendapatan masyarakat secara horisontal di Provinsi Kaltim mengalami penambahan ketimpangan. hms/adv

Pansus LKPj Cek Aset Pemprov

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) 2013 Sarkowi V Zahri mengatakan, tim pansus akan terjun ke lapangan untuk meninjau aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Pernyataan tersebut disampaikan Politikus Golkar ini didampingi beberapa anggota lain yakni Zain Taufiknurrohman, Abdurahman Alhasni, Syarif, Yaqub Ukung dan Ichruni Lutfi Sarasakti dalam pertemuan antara Pansus LKPj dengan Biro Pemerintahan dan Biro Umum Pemprov Kaltim sebagai monitoring DPRD terhadap LKPj Gubernur yang dilaporkan beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini dewan berkewajiban melakukan cross check kepada SKPD yang bersangkutan, di tke lapangan.
“Pansus akan tinjau ulang ke lapangan untuk mengecek pembangunan atau aset Pemprov yang dianggarkan pada APBD 2013,” ucapnya, Jumat (23/5) lalu di Gedung E DPRD Provinsi Kaltim.
Sarkowi mengungkapkan, tinjauan ulang terhadap beberapa aset pemprov tersebut dilakukan sebab didapatkan banyak ketidaksesuaian antara pembangunan di lapangan dengan hasil LKPj Gubernur.
Sebelumnya, dalam kesempatan itu, Pansus LPKj meminta kepada  Biro Perlengkapan dan Biro umum yang hadir untuk menjelaskan terkait realisasi anggaran 2013 dan daya serapnya. Kepada Biro Perlengkapan, pansus meminta penjelasan mengenai aset-aset Pemprov Kaltim yang memiliki nilai ekonomis.
"Penjelasan dari Biro Umum dan Biro Perlengkapan ini merupakan gambaran bagi kami untuk mengecek ulang LKPj gubernur yang diberikan kepada kami (Dewan, Red) dan nantinya dengan yang ada di lapangan. Bagaimana realisasi pada anggaran 2013 yang tentunya berkaitan dengan LKPj Gubernur untuk kami sikapi," ungkapnya.
Adapun beberapa aset yang rencananya akan ditinjau oleh pansus adalah pembangunan VIP Room Bandara Sepinggan Balikpapan dan aset-aset Pemprov Kaltim yang kini berada di Kaltara. hms/adv

Barang Bukti PT HJP Diangkut Polisi

Kuasa Hukum PT HJP Bingung

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tim kuasa hukum PT Harimas Jaya Plywood (HJP) mengaku bingung karena sejumlah objek sengketa dilingkungan PT HJP sebagian diantaranya dilaporkan hilang dan dipindahkan dari tempatnya. Padahal saat ini pihak PT HJP masih dalam proses pengajuan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Ironisnya yang mengangkut seluruh barang bukti adalah pihak kepolisian Polresta Samarinda.
"Bagaimana bisa objek sengketa yang saat ini masih berproses dipindahkan dari gudang HJP, ini kan jelas penyimpangan dari itu menindaklanjuti apa yang dilakukan pihak Kepolisian, Pihaknya menyampaikan kejadian ini ke Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kapolri," kata Sayid Mahmud, kuasa Hukum PT HJP melalui siaran Pernya ke Poskota Kaltim kemarin.
Selain kepada petinggi di jajaran Kepolisian Republik Indonesia, Sayid juga melayangkan surat ke Kapolresta Samarinda melalui Kabag Ops dan Kasat Reskrim.
"Kami sengaja menulis surat itu sekaligus sebagai upaya klarifikasi terhadap pengawalan yang dilakukan anggota Polresta Samarinda dilokasi PT HJP belum lama ini," kata Sayid.
Dalam surat tertanggal 24 Mei 2014 itu, Sayid mempertanyakan alasan Kapolresta berani memindahkan objek sengketa yang masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung. Padahal sesuai peraturan yang ada barang bukti yang masih dalam sengketa tidak dibenarkan dipindahkan. "Apakah benar objek sengketa yang masih dalam proses kasasi diperbolehkan untuk dipindahkan," Kata Sayid dengan nada tanya.
Selain itu, Sayid juga mengingatkan bahwa objek barang yang berada dilingkungan perusahaan tidak seluruhnya milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ketiga yang tidak termasuk dalam objek sengketa.
"Satu hal yang musti dipahami tidak semua objek barang yang berada dilingkungan perusahaan menjadi milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ke tiga dan itu tidak termasuk dalam objek yang kini disengketakan," tegas Sayid.
Dari itu lanjutnya, dia meminta Kapolresta secepatnya memberikan klarifikasi alasan pemindahan tersebut. Tujuannya untuk menghindari munculnya sengketa baru dibalik sengketa yang hingga kini masih berlangsung.
"Saya hanya berharap kapolres segera mengklarifikasi alasan pemindahan tersebut dan seterusnya mengembalikan semua barang yang sudah dipindahkan agar tidak menimbulkan sengketa baru," katanya.
Sementara itu Kasat Reskrim Kompol Febby Hutagalung Sik yang dihubungi melalui telpon selulernya membenarkan pengangkutan aset milik HJP ke gudang milik Kurator Pengadilan Niaga Surabaya.
"Kami mengamankan aset perusahaan berdasarkan permintaan Kurator dari pengadilan Negeri Surabaya yang melakukan sita aset perusahaan yang telah dinyatakan Failit," kata Febby. M4n

Semenisasi Jalan Lingkungan Mesti Dilanjutkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pekerjaan semenisasi jalan lingkungan yang dikerjakan pemerintah Kota (Pemkot)  Samarinda pada tahun ini, nampaknya harus menjadi skala prioritas pembangunan di kota Tepian ini. Pasalnya, usulan semenisasi dilanjutkan  masih mendominasi usulan semua warga. Semenisasi begitu terasa dampaknya bagi warga. Jalan lingkungan yang tadinya becek dan licin kini mulus dan nyaman.
Namun demikian, warga tetap meminta agar program semenisasi tersebut dilanjutkan. Pasalnya, masih banyak jalan lingkungan yang belum disentuh semenisasi. Bahkan, ada sebagian besar jalan lingkungan masih separo pengerjaannya.
"Dari usulan yang masuk sementara, dominasi pekerjaan yakni semenisasi jalan lingkungan. Ini membuktikan tingginya keinginan warga terhadap jalan lingkungannya," ujar Rokhim, warga Sungai Pinang, kemarin.
Menurutnya, kondisi jalan lingkungan di wilayah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir banyak yang rusak akibat banjir dan lumpur. "Dengan program semenisasi ini sangat tepat. Karena semen tahan terhadap air dan lumpur," katanya.
Dia mengatakan, kelanjutan program pemerintah ini sangat ditunggu warga. Karena dengan jalan yang mulus akan memudahkan aktifitas warga. "Saya kira semua warga tidak ingin jalan lingkungan becek dan berlumpur," tegasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M Fachmi Azuari, mengatakan pemerintah telah melakukan semenisasi sekitar 70 persen jalan lingkungan. "Dewan akan terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap proyek ini," katanya.
Dia meyakini pemerintah akan melanjutkan pembangunan perbaikan jalan lingkungan ini untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, rapi aman dan nyaman.
"Semenisasi ini akan mampu melancarkan perekonomian warga. Maka dari itu dewan akan terus mengawal proyek tersebut," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa ada juga program pemerintah berupa bantuan stimulan atau rangsangan berupa bahan material bangunan. Untuk itu, dia meminta kepada ketua RT untuk berkoordinasi dengan pengurus RT dan warganya, demi peningkatan peran swadaya warga. "Biasanya beragam bentuknya. Bukan hanya membantu tambahan bahan material. Tetapi juga berupa tenaga melalui gotong royong, bayar tukang hingga konsumsi," katanya. tha

Gubernur Ajak Sukseskan TTG Nasional di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Kaltim terlibat dan memaksimalkan persiapan penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI 2014 yang akan dihelat, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, 18–23 Juni 2014. Ini agar penyelenggaraannya sukses, sehingga meninggalkan kesan bagi Presiden dan tamu undangan bahwa Kaltim mampu menjadi tuan rumah yang baik.
“Pendek kata gotong royong sukseskan Gelar TTG Nasional di Kaltim. Semuannya harus mensukseskan. Jangan sampai ada yang tidak terlibat. Buktikan mampu jadi tuan rumah. Kesannya harus sama seperti penyelenggaraan beberapa even nasional yang dihadiri presiden sebelumnya,” tegas Gubernur Faroek saat memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional, di Ruang Rapat Gubernuran Kaltim, Samarinda, Senin (26/5) lalu.
Jajaran SKPD Kaltim diminta memastikan kesiapan penyelenggaraan sesuai bidang tugas kepanitian yang ditetapkan. Bila perlu dijadwalkan gladi bersih untuk memastikan kelancaran rangkaian kegiatan seremonial pembukaannya.
Gubernur mengaku siap mengawal gladi bersih agar penyelenggaraannya sesuai harapan. Apalagi, menurut Faroek, presiden sangat memperhatikan kelancaran acara. Itu sebabnya, pihaknya mengagendakan rapat persiapan ini. Tujuannya tidak lain untuk mendengar persiapan yang telah dilakukan unsur kepanitian.
Pun demikian berkaitan tugas pelayanan sebagai perwira pendamping (LO) tamu undangan dan kontingen dari 33 provinsi se Indonesia. Jajaran SKPD yang bertugas sebagai LO diminta memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, selama di Samarinda, hingga kepulangan.
“Semua harus dipersiapkan. Kendaraan, hingga pelayanan yang diberikan harus disiapkan sesuai protap undangan resmi. LO harus bertanggung jawab selama tamu undangan di sini. Berikan service terbaik agar mereka senang,” serunya.
Menyikapi masalah ketersedian pasokan listrik selama penyelenggaran, gubernur mengaku lega karena persoalan tersebut sudah bisa diatasi. PLN Samarinda memastikan siap mendukung pasokan listrik baik saat pembukaan yang dihadiri presiden dan pejabat tinggi negara lainnya, maupun selama penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Solusinya antara lain mendukung daya dari aliran listrik PLN, serta menyediakan 5 genset dengan kapasitas 630 kva setiap gensetnya untuk menutupi kekurangan daya pasokan listrik selama penyelenggaraan.
Pada kesempatan itu, gubernur juga meminta SKPD Kaltim memasang baleho di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga sepanjang jalan menuju Stadion Sempaja. Ini dalam rangka memaksimalkan publikasi dan menyemarakkan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Setiap SKPD diinstruksikan memasang minimal dua baleho bertuliskan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional beserta temanya. Untuk pengaturan tata letaknya menjadi tanggung jawab Diskominfo Kaltim bersama Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim.
"Selain itu, pihak perbankan, perhotelan, pertambangan, perkebunan, termasuk kehutanan juga diminta terlibat. SKPD teknis membidangi sektor terkait diminta mengkoordinasikan perusahaaan-perusahaan tersebut untuk memasang umbul-umbul minimal lima buah di sepanjang jalan Balikpapan–Samarinda, hingga menuju Stadion Sempaja,"pungkasnya. mar

Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Pilpres 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim, H  Awang Faroek Ishak meminta tim terpadu penanganan keamanan dalam daerah memiliki rasa kepekaan atau kejelian terhadap kondisi keamanan di Kaltim. Utamanya dalam menjaga kondusifitas keamanan menjelang Pemilihan Presiden dan Wapres  (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.
“Pemprov Kaltim sangat menyadari pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas keamanan. Termasuk mensukseskan perhelatan pesta demokrasi pilpres mendatang agar penyelenggaraannya sukses, didukung dengan situasi  kemanan yang kondusif,” kata Awang  Faroek Ishak dalam sambutan sebelum membuka sosialisasi tim terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Daerah (PGKD), di Ruang Ruhui Rahayu beberapa hari lalu.
Menurutnya, disinilah peran penting tim terpadu penangananan gangguan keamanan daerah didukung jajaran TNI dan Polri dalam menjalankan Inpres  No 1/2014 sebagai tindak lanjut Inpres No 2/2013 tentang penanganan gangguan keamanan daerah. Berkenaan itu, Awang Faroek  menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi yang nantinya diharapkan mampu mewujudkan Kaltim yang lebih kondusif, aman, nyaman, rukun serta damai. Termasuk diharapkan dapat menyamakan persepsi peran tim terpadu penanganan gangguan  keamanan  dalam daerah menjaga kondusifitas keamanan daerah.
“Sosialisasi Inpres menekankan penanganan gangguan keamanan dalam daerah dan mewujudkan stabilitas daerah menjelang pilpres. Tujuannya untuk menciptakan iklim hukum positif dan keamanan dalam negeri yang kondusif demi kelancaran pembangunan baik nasional maupun daerah dengan mengedepankan aspek hukum dan HAM,” tandasnya.
Awang Faroek meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan   Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2014 ini.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak kepada semua pelaku kepentingan di Kaltim mari kita terus jaga stabilitas keamanan Kaltim untuk terlaksananya  Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,"ujarnya.
Sebagaimana Pemilihan Umum Kepala Daerah lalu, selain masyarakat, peranan Kapolda, Kepala TNI dan seluruh jajarannya sangat membantu dalam menjaga keamanan masyarakat untuk melaksanakan hak pilihnya. Kerjasama yang baik akan membuahkan hasil yang maksimal. Dibutuhkan kearifan dari seluruh pejabat provinsi maupun kabupaten/kota untuk benar-benar bisa menjadi pembina di dalam menjaga stabilitas daerah saat pemilu berlangsung.
“Komunikasikanlah hal-hal yang belum bisa diterima sehingga menjadi keputusan yang bulat bagi kita bersama. Jangan hanya karena perbedaan pendapat lalu stabilitas daerah saat pemilu jadi terganggu,” tegas Awang.
Awang Faroek juga  meminta agar setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kaltim tidak terlibat politik praktis  menjelang Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan April  2014 mendatang, PNS harus tetap netral, tidak boleh ikut kampanye dan  mendukung pemenangan salah satu Caleg maupun Capres yang bertarung pada Pemilu mendatang.
"Netralitas PNS ini sangat diharapkan, karena keterlibatan dalam politik praktis bertentangan dengan peraturan perundang-undangan  dan disiplin pegawai. Sehingga untuk menjamin pelaksanaan pesta demokrasi tidak diciderai dengan praktek menyimpang. Krena itu diharapkan para PNS diminta untuk tetap bertindak netral," kata Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.
Awang Faroek menegaskan, PNS, TNI dan Polri tugasnya mendukung penyelenggara (KPU dan Bawaslu, red) mensukseskan pemilu. Memastikan penyelenggaraannya lancar dan aman. Tidak boleh mendukung atau menginterpensi peserta Pemilu, Apalagi menjadi  peserta Pemilu,
"Larangan tersebut sesuai UU Kepegawaian yang tidak membenarkan PNS terlibat dalam politik praktis.  Dalam aturan itu disebutkan, bagi pegawai yang ingin terlibat aktif dalam politik praktis bersedia keluar dari PNS. Dan Peraturan perundangan tidak melarang PNS masuk parpol. Tapi harus berhenti. Kecuali jika UU ASN (Aparat  Sipil Negara/pengganti UU Kepegawaian) nanti membolehkan PNS berpolitik praktis seperti dulu. Prinsipnya kita ikuti saja ketentuan berlaku," paparnya. mar

Honorer Puskesmas Hamili Anak Kandung

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Normansyah (61) meski telah berusia senja namun nafsu Birahinya tidak bisa dibilang tua, Nafsu besarnya tidak hanya dilampiaskan ekapda sang istri namun juga melati (bukan nama sebenarnya) anak kandungnya sendiri. Ironisnya kelakuan bejat laki-laki ujur ini berbuah anak ketujuh yang juga cucunya sendiri didalam rahim Melati yang saat ini berumur 2 bulan.
Jengkel dengan perbuatan sang suami, Rima (bukan nama sebenarnya) langsung melaporkan perbuatan Norman yang tercatat sebagai tenaga Honor di Puskesmas Sungai Kapih Samarinda Ilir.
Pria paruh baya inipun terpaksa digiring petugas satuan Reskrim Polresta Samarinda dari tempat ia berkerja. Melati merupakan  anak kedua dari enam bersaudara. Melati diketahui diketahui hamil setelah sang ibu yang curiga melihat pertumbuhan tubuh anaknya yang memang sudah tidak bersekolah lagi setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepada ibunya, Melati mengaku terpaksa melayani nafsu bejat sang bapak karena diancam akan dibunuh jika menolak melayani bapaknya. Rima yang tidak terima atas kejadian ini kemudian langsung melaporkan perbuatan bejat sang suami ke polsek Samarinda Ilir .
Sementara itu Norman membantah jika perbuatan bejatnya dilakukan dengan paksaan. Kepada petugas, Norman mengaku bahwa perbuatannya dengan sang anak didasari suka sama suka. Bahkan beberapa kali sang anak yang meminta perbuatan itu dilakukan saat rumah dalam keadaan kosong.
“Saya tidak pernah mengancam seperti yang dikatakan Rima. Perbuatan ini suka sama suka, kadang saya yang minta, namun beberapa kali juga dia yang minta, jadi saya tidak pernah memaksa. Namun kalau Melati Hamil saya baru tahu,” kata Norman.
Ditanya awal ia melakukan perbuatan bejat ini, Norman mengaku bahwa awalnya ia memergoki Melati melakukan maturbasi didalam kamar, karena kasihan iapun kemudian mengajak anaknya berhubungan badan.
“Saya kasihan dengan dia, rasa ingin tahunya yang besar membuat ia melakukan perbuatan itu, dari itu saya lajari sekalian,” kata orang tua bejat ini.
Usai melakukan hubungan badan pertama kali Norman mengaku khilaf, namun setelah sering melakukan iapun menikmati perbuatan itu, bahkan ia mengaku memahami kode yang diberikan sang anak jika mengajak berhubungan intim.
“Melati kadang member kode kepada saya jika ia minta digitui. Dia suka menyodorkan organ fitalnya ketubuh saya, dan kemudian kami masuk kekamar,” kata Norman.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kapolsekta Samaridna Ilir Kompol Yuniar mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban,  pelapor dan pelaku.
Berdasarkan informasi awal diketahui bahwa pelaku bisa melakukan perbuatan bejatnya karena saat rumah dalam keadaan kosong, sementara sang ibu yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga membuat pengawasan terhadap anaknya terbatas.
Pelaku dijemput ditempat kerjannya dan telah mengakui perbuatannya, ia pun terancam melanggar UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Latar belakang pendidikan yang minim kadang membuat seseorang bisa saja melakukan perbuatan yang dilakukan Norman, ditambah lagi himpitan ekonomi yang membuat mereka menjadi sering bersama tanpa pengawasan dari orang lain.
Kini akibat perbuatan sang bapak Melati harus bersiap melahirkan sang anak yang juga akan menjadi adiknya dikemudian hari. M4n

Kantor Dishub Nyaris Terbakar

Akibat Instalasi Listrik Sudah Tua

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda di Jl MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, hampir saja terbakar. Hal ini disebabkan karena Instalasi listrik yang berada di Kantor Dishub tersebut yang sudah tua. Musibah tersebut nyaris saja membuat kantor tersebut hangus terbakar. Percikan api disertai kepulan asap hitam tiba-tiba muncul di plafon dekat pintu masuk kantor, sekitar pukul 14.15 Wita. Untung saja percikan api dan kepulan asap cepat terlihat sejumlah pegawai, yang saat itu sedang sibuk beraktivitas. Denga melihat kejadian tersebut pegawai pun berusaha memadamkan api.
Demi mengantisipasi timbulnya api yang cukup besar anggota Dishub menghubungi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda hanya berjarak beberapa meter dan satu unit armada pemadam kebakaran pun diterjunkan untuk memadamkan api.
Kepala Dishub Samarinda Abdullah mengatakan, jika kantornya hampir terbakar akibat instalasi yang sudah tua tersebut.
"Kami menduga kabel instalasi listrik yang sudah tua mengalami korsleting. Begitu ada asap dan percikan api cepat dipadamkan, sehingga tak sempat terjadi kebakaran. Sekarang sedang diperbaiki oleh petugas yang paham terhadap instalasi listrik tersebut," kata Abdullah, Senin (26/5).
Ditambahkan Abdullah, instalasi listrik di tempatnya bekerja sudah lama tak diganti. Memamg sudah saatnya untuk diganti semua instalasi yang ada dikantor tersebut. "Sebenarnya sudah kami usulkan agar ada pergantian instalasi yang sudah tua ini. Dengan adanya kejadian ini kami berharap pergantian bisa segera dilakukan demi keamanan kantor," pungkasnya. aon

Prabowo Minta Lupakan Masa Lalu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Calon Presiden Republik Indonesia (Capres RI) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto mengharapkan agar bangsa Indonesia melupakan masa lalu demi kemajuan kedepan, karena untuk menjadi bangsa yang kuat dan dihormati bangsa lain, maka harus bersatu dan maju bersama-sama.
Mantan Danjen Kopasus ini juga mengharapkan dukungan segenap bangsa indonesia jika dirinya dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia kedepan.
Prabowo mengatakan masing-masing presiden sudah memberikan hal terbaik bagi bangsa dan negara ini. Dari itu diharapkan bahwa presiden kedepan tidak hanya punya konsep, namun juga keinginan untuk melanjutkan program dasar negara ini kedepan.
Prabowo justru khawatir jika masing-masing presiden lebih memprioritaskan program kerjanya tanpa memperhatikan program yang sudah berjalan, dan dikhawatirkan program jangka panjang negara ini tidak akan berjalan dengan baik. Imbasnya adalah masyarakat terombang ambing dalam kebingungan.
“Kalau setiap ganti presiden, seluruh program harus berubah maka yang kasihan rakyat Indonesia, mereka bingung mau dibawa kemana masa depannegara ini,” kata Prabowo.
Calon presiden RI dari partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku dirinya masih terus membangun koalisi dengan partai Demokrat. Hasilnya, dirinya telah diundang oleh Partai Demokrat untuk melakukan pemaparan visi misi kembali. Prabowo berharap undangan ini tidak hanya undangan untuk menyampaikan visi misi namun juga peryataan bergabungnya Partai Demokrat ke dalam koalisi merah putih.
Didepan ribuan pendukungnya di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Prabowo kembali menegaskan bahwa koalisi merah putih yang dibangunnya bukan koalisi bagi-bagi jabatan jika terpilih.
Koalisi merah putih merupakan koalisi untuk membawa indonesia lebih maju dan dapat bersaing dan sejajar dengan negara-negara lain didunia,  bukan negara yang mudah ditekan dan diintimidasi oleh negara lain.
Dihadapan ribuan pendukung koalisi merah putih prabowo mengatakan bahwa keputusan Partai Golkar, PAN, PKS, PPP dan PBB merupakan koalisi untuk membawa Rakyat Indonesia lebih sejahtera.
Sementara ketika berada diruang tunggu Bandara Temindung Samarinda, Prabowo  menegaskan akan ada satu partai besar merapat ke koalisi merah putih, komunikasi terus menerus dengan pimpinan partai demokrat terus dilakukan.
“Besok (minggu, Red) saya diundang oleh pengurus Demokrat untuk menyampaikan visi misi dan program saya sebagai presiden jika saya dipercaya rakyat untuk menjadi presiden Indonesia,” kata Prabowo.
Sementara itu bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi merah putih dipastikan akan membuat peluang Prabowo Subianto- Hatta Rajasa menjadi Presiden RI 2014-2019 akan lebih mudah. M4n

Tanwir Muhammadiyah Ajang Pertemuan Dua Capres

Muhammadiyah Tentukan Masa Depan Bangsa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah berakhir dan ditutup secara resmi, Minggu (25/5) kemarin. Yang menarik dalam gelaran itu, Tanwir Muhammadiyah dijadikan ajang pertemuan dua bakal capres yang hadir Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan memaparkan visi misinya di hadapan warga Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memaparkan, kehadiran dua bakal capres di Tanwir merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Muhammadiyah terhadap kelangsungan Indonesia.
“Kami merasa berkewajiban untuk ikut menetukan arah masa depan bangsa. Penting untuk kita mengetahui pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat. Oleh sebab itu, kita minta kedua bakal capres ini menjelaskan visi misinya dihadapan warga Muhammadiyah,” kata Din.
Untuk menyatukan gerak organisasi, Muhammadiyah menggelar Tanwir di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Tanwir adalah pertemuan tingkat nasional di bawah Muktamar. Tanwir ini diikuti seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.
Din Syamsuddin mengharapkan Tanwir Muhammadiyah ini mampu menghasilkan pemikiran yang mencerahkan. Sebab semangat Tanwir adalah untuk pencerahan, maka sudah menjadi kewajiban bagi Muhammadiyah tampil menjadi pencerah Bangsa dan Negara.
“Cita-cita pendiri bangsa Indonesia juga tidak akan berbeda dengan cita-cita Muhammadiyah, karena juga menjadi keinginan Muhammadiyah agar Indonesia menjadi Negara yang berkemajuan dan mampu duduk sejajar dengan negara-negara maju di dunia,” kata Din yang juga Ketua MUI ini.
Ketua Steering Committee Tanwir Muhammadiyah yang juga ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais mengatakan dalam Tanwir kali ini membedah mengenai sumbangsih Muhammadiyah untuk Indonesia. “Muhammadiyah akan memberikan buku pedoman yang berisi pemikiran Muhammadiyah mengenai Indonesia untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan,” kata Dahlan. fer

2 Capres Blusukan ke Pasar di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemilu Presiden (Pilpres) tahun ini agak beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Jika pada pemilu sebelumnya Kaltim tidak dianggap sebagai pendulang suara signifikan bagi calon presiden (capres), namun kali ini Kaltim sudah naik tingkat. Dua Presiden diwaktu yang bersamaan hadir di Kota Samarinda Ibukota Propinsi Kaltim.
Kedatangan di Kaltim pun tidak sia-sia meski agenda utama menghadiri Tanwir Muhamadiyah yang dilaksanakan di Hotel Mesra Internasional, namun para capres juga melakukan agenda diluar agenda tanwir.
Capres dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan Koalisi Indonesia Hebat mendatangi Pasar Segiri Samarinda, kedatangan mantan Walikota Solo ini mendapat sambutan antusias dari Ribuan pedagang dan pembeli yang berada di pasar tertua di Kota Samarinda itu.
Dengan menggunakan mobil Kijang Inova berwarna hitam Jokowi dan rombongan dari pengurus Partai PDIP Kaltim, Partai Hanura, partai Nasdem, dan Partai PKB disambut bak pahlawan.
Sorak-sorai "Jokowi" menyeruak dari berbagai sudut pasar. Mulai kaum ibu, remaja, hingga bapak-bapak menyempatkan untuk berfoto bersama capres PDI Perjuangan tersebut.
Usai mengitari lorong pasar di lantai satu yang didominasi pedagang sembako, daging dan ikan tersebut, tiba-tiba pedagang di lantai 2 terdiri dari penjual pakaian dengan kompak meminta Jokowi naik. Permintaan itu direspon Gubernur DKI Jakarta ini dengan langsung menemui warga.
Disela-sela kunjungannya seperti biasa Jokowi tidak hanya sekedar melintas dan mengajak bersalaman para pedagang , namun ia juga sempat berdialog mengenai harga sembako hingga suasana pasar segiri .
Usai mengunjungi pasar segiri jokowi melanjutkan perjalanan ke sejumlah tempat lainnya seperti Pasar Pagi, Kantor Partai politik pendukung dan beberapa kantor Biro media di kota Samarinda.
Sementara itu kepada wartawan diselasela kunjungannya Joko Widodo mengingatkan bahwa tantangan Indonsesia kedepan adalah kemampuan sumber daya manusia yang kuat karena sumber daya alam yang ada saat ini jika tidak dikelola oleh Rakyat Indonesia yeng kuat maka sumber daya alam itu akan sia-sia.
Jokowi mengngatkan bahwa Kaltim memiliki sumber daya alam yang begitu berlimpah di Indonesia namun SDA yang berlimpah itu tidak akan ada artinya jika tidak dikelola oleh anak-anak bangsa yang memiliki kekuatan mental yang kuat dan untuk mempekuat mental itu pemerintah kedepan akan memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan.
Jadi menurut gubernur DKI  Jakarta Non Aktif ini pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan namun lebih khusus pada pendidikan karakter dan budi pekerti.
Sementara itu Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto  pada kedatangannya di Kaltim menyempatkan diri mendatangi pasar dan melaksanakan sholat djuhur di Masjid Raya Darusalam .
Pada kesempatan itu Prabowo menyatakan kesedihannya akan kondisi Kaltim yang kaya akan Sumber Daya Alam , namun rakyatnya banyak yang belum sejahtera. Dan hal seperti ini tidak boleh terulang lagi. Kekayaan alam Kaltim harus bisa dinikmati warga Kaltim sendiri.
"Gas diekspor, minyak juga, batubara dan mineral lain, hingga sawit diekspor dalam bentuk mentah. Ke depan, industri harus membangun smelter supaya nilai tambahnya bisa dinikmati masyarakat sekitar," kata Prabowo. M4n

Samarinda Rebut Lagi Juara Umum MTQ

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kafilah Samarinda kembali berhasil mengembalikan piala juara umum Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Provinsi Kaltim-Kaltara ke-36 di Kabupaten Kutim, kembali ke kota “Tepian” setelah 5 tahun penantian.
"MTQ kali ini menurut saya sangat luar biasa dengan 18 cabang lomba yang berhasil masuk final kafilah Samarinda dengan poin 65 berhasil menempatkan juara I 8 orang, juara II 7 orang dan juara III 4 orang dan terjadi selisih poin yang cukup jauh dari peringkat 2 kabupaten Berau dengan 56 poin,” ucap Ketua LPTQ Samarinda Ridwan Tassa dalam laporannya di rumah jabatan wali kota, Minggu (25/2).
Ridwan yang juga Asisten III Pemkot Samarinda ini mengatakan, ini berkat doa dari masyarakat Samarinda dan juga kerja keras dari para pelatih, official beserta pengurus LPTQ kota Samarinda yang telah membimbing peserta mulai TC hingga Musabaqah berlangsung.
Adapun cabang yang dijuarai Kafilah Samarinda adalah Cabang Tartil putri, Tilawah Anak dan Remaja, Qiraat, Tahfidz 5 Juz, Tafsir bahasa Inggris, M2KQ putra serta cabang beregu Syarhil Qur’an.
Kedatangan kafilah Samarinda sendiri disambut dengan arak-arakan piala juara umum mengelilingi kota Samarinda dan antusias warga terlihat dengan cukup memacetkan jalan protokol di kota Samarinda.
Konvoi sendiri berakhir di rumah jabatan walikota Samarinda untuk menyerahkan piala juara umum kepada Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail yang didampingi Sekkot Zulfakar.
Dalam kesempatan tersebut Pemkot Samarinda melalui Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail memberikan apresiasi kepada kafilah Samarinda yang telah berhasil memberikan usaha kerasnya dalam mengharumkan kota Samarinda melalui MTQ.
“Walaupun juara umum bukan tujuan utama dari MTQ, tapi ini adalah suatu anugrah buat kita semua, khususnya warga Samarinda, akan tetapi title juara umum ini diharapkan betul-betul bisa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat Kota Samarinda,” tuturnya. ike

Kodam VI Mulawarman Siap Kawal Kunker SBY di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman (Mlw) Mayjen TNI Dicky Wainal Usman memastikan siap mengawal pengamanan rencana kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) ke Kaltim yang direncanakan pada 18 – 19 Juni 2014. Serta akan mengerahkan segenap kekuatan bersama-sama jajaran Polda Kaltim menyukseskan seluruh rangkaian kegiatannya guna menjaga kondusifitas keamanan daerah.
“Prinsipnya secara teknis kita siap menudukung penyelenggaraan keamanan. Semua akan dipersiapkan sesuai standar pengamanan presiden,” akunya ketika ditemui seusai menghadiri rapat persiapan kunker presiden ke Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, beberapa hari lalu.
Ditambahkan, sebagai persiapan, pihaknnya berencana menggelar rapat awal internal jajaran TNI AD. Seminggu ke depan mulai bergerak menggelar rapat gabungan dengan jajaran Polda Kaltim untuk pembagian tugas tim pengamanan. Setelah formasi pengamanan ditetapkan dilakukan gladi pada H – 3 penyelenggaraan atau 15 Juni. Yang jelas semua sudah disiapkan jauh-jauh hari. Terkait kekuatan pasukan pengamanan, Jendral Bintang Dua ini mengaku akan menyiapkan pasukan pengaman wilayah (pamwil), serta pasukan anti hura hara (PHH) dari brimob maupun dari TNI.
“Kan malu kalau presiden datang ada demo. Kesannya tidak nyaman. Kalau ada pesan akan disampaikan,” katanya.
Sebagai antisipasi, pihaknya bersama jajaran akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat guna menyadarkan mereka tentang peringnya menciptakan suasana Kaltim aman dan aman. “Aman untuk investasi dan semuanya,  sehingga Kaltim nyaman,” serunya.
Kondisi aman dan nyaman, dianggapnya menjadi citra positif daerah yang mesti dipelihara. Kesan setiap orang bahwa Kaltim merupakan daerah kondusif harus terus dijaga bersama.
Seperti diketahui, Presiden SBY dijawalkan meresmikan 29 proyek masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) Kaltim, proyek daaerah, serta proyek yang didanai APBN pada 18 Juni, di Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Kemudian dilanjutkan dengan agenda membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI, pada 19 Juni, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda.
Pelaksana proyek yang akan diresmikan, secara keseluruhan kegiatannya telah selesai dan siap diresmikan, antara lain Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sultan Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Long Bawan Nunukan, Bandara Long Apung Malinau, serta Bandara Data Dawai Mahulu.
Kemudian Balai Rehabilitasi Narkoba BNNP Kaltim, Education Center Samarinda, Kaltim Convention Hall Samarinda, Masjid Al Maruf Samarinda, serta bebarapa pabrik kelapa sawit, beberapa pembangkit tenaga listrik di kabupaten/kota se Kaltim. Sedangkan proyek yang akan diground breaking pembangunan Gedung Intitut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, dan Gedung Institut Seni Budaya Indonesi (ISBI) Tenggarong. mar

Keunggulan SDM Kunci Daya Saing

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam Visi Kaltim Maju 2018, Pemprov bertekad memajukan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi yang diwujudkan melalui program Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang).
"Hal itu diwujudkan melalui pemberian beasiswa, Wajib Belajar 12 Tahun, peningkatan kualitas pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi, dan lain sebagainya. Perhatian pada peningkatan kualitas SDM, di era globalisasi saat ini menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam penguasaan teknologi, manajemen dan SDM. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi, meningkatkan kandungan nilai tambah, memperluas keragaman produk, dan meningkatkan mutu produk. Sedangkan keunggulan manajemen akan meningkatkan efektifitas dan efesiensi,” papar Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak beberapa waktu lalu.
Namun  demikian, lanjut Awang, keunggulan SDM merupakan kunci daya saing, karena SDM yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan dan kemenangan dalam persaingan. Melalui prioritas pembangunan sektor pendidikan diharapkan dapat mentransformasi sumber daya alam (SDA) menjadi SDM yang andal, sehingga pada saatnya jika SDA sudah menipis, Kaltim sudah memiliki SDM yang siap dengan kemampuan dan daya saing yang tinggi.
“Pembangunan pendidikan di Kaltim selama ini sudah menunjukkan banyak kemajuan dengan dicapainya sejumlah prestasi. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang sudah mencapai rata-rata di atas nasional,”jelasnya.
Keberhasilan di bidang Pendidikan Dasar dan Menengah selama ini, tidak lantas membuat pemerintah merasa sudah cukup puas. Karena, harus disadari sepenuhnya daya saing SDM yang diharapkan ke depan adalah SDM dengan daya saing tinggi pada level pendidikan tinggi, khususnya dengan basis keilmuan sains, teknologi, kedokteran dan pertanian.
Meskipun menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun Pemprov Kaltim juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Kaltim. Hal itu diwujudkan dengan pendirian Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan dan Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
“Untuk itu, pemerintah daerah juga turut serta melakukan percepatan peningkatan daya saing SDM berpendidikan tinggi. Karena, dengan pendidikan perguruan tinggi yang berkualitas, kita berharap akan dapat pula dilahirkan SDM yang berkualitas yang mampu didayagunakan untuk membangun daerah.,” harapnya.
Hal ini, lanjut dia, juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kaltim yang selama ini didominasi lulusan SMP ataupun SMA/SMK. Terlebih menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, dimana semua tenaga kerja dari negara anggota ASEAN akan bebas masuk dan berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
“Waktu akan membuktikan, bahwa membangun pendidikan sebenarnya memerlukan investasi yang tidak sedikit, tetapi hasilnya akan terasa bagi pembangunan berkelanjutan di Kaltim pada masa yang akan datang,” pungkasnya. mar

Kaltim Bentuk Desa Tangguh Siaga Bencana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyiapkan Program Desa Tangguh Siaga Bencana, khususnya banjir. Desa yang dipersiapkan menjadi percontohan adalah Desa Pampang dan Lempake, Samarinda.
"Jika terjadi banjir, masyarakat di kedua desa tersebut sudah dilatih untuk peka dan tanggap,"  kata Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widi Heranata, Kamis (22/5).
Dijelaskan, program ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana. Diawali dari aparat hingga masyarakat desa yang selalu peka terhadap potensi bencana di sekitar mereka.
Pembentukan desa siaga ini disiapkan untuk membangun kesiapsiagaan warga dan aparatur setempat untuk memperkecil risiko bencana. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dini terhadap  kemungkinan dampak buruk bencana.
Langkah cepat dan tanggap terhadap potensi bencana itu diharapkan mampu menekan jumlah korban jiwa dan harta benda,  serta korban jiwa.
"Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam setiap penanggulangan bencana. Khususnya dalam hal penyelamatan diri agar tidak terkena bencana dan menjadi sumber bencana," tegas Wahyu Widhi.
Secara  teknis seluruh unsur masyarakat di suatu kampung, mulai dari Lurah, Ketua RT, hingga masyarakat umum setempat akan diberi pelatihan terkait tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana, baik pada  penyelamatan diri, maupun memberi informasi kepada penduduk kampung lainnya saat terjadi bencana.
Di seluruh wilayah Kaltim,  desa tangguh ini sudah terbentuk di Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Bulungan. Masing-masing satu desa. BPBD akan terus terus mendorong semua daerah agar segera membentuk desa tangguh siaga bencana tersebut. john

Kafe di SKM Diawasi Satpol PP

SAMARINDA, POskota Kaltim
Sebagai petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda penegak Perda tersebut mempunyai tugas yang cukup banyak. Salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap sejumlah kafe yang berada di tepi Sungai Karang Mumus di jalan Muso Salim. Pengawasan tersebut dengan cara melakukan kegiatan patroli oleh Satpol PP bersama pihak Polisi.
Plt Kepala Satpol PP Rustam mengatakan, siap membackup polisi melakukan pengawasan terhadap kafe yang kerap dijadikan muda-mudi nongkrong tersebut.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk melakukan pengawasan, termasuk razia kafe di sepanjang SKM. Ini demi menjaga keamanan dan penegakan Perda," kata Rustam.
Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan, satpol PP menggiatkan patroli ke arah Jalan Muso Salim. Terutama malam, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran Perda.
"Sembari melakukan patroli kami juga mengimbau pemilik kafe yang kedapatan menyalakan musik kencang. Kemudian kami juga mengingatkan mereka, untuk memperhatikan batasan jam beroperasi. Satpol PP juga siap terlibat dalam razia besar-besaran yang diwacanakan polisi terhadap pengunjung kafe," ujarnya.
Razia yang dilakukan rutin juga efektif menjaga keamanan dan ketertiban jelang pelaksanaan Pilpres," imbuh.
Satpol PP juga akan memanggil warga setempat yang dipercaya mengawasi kafe di tepi SKM. Selama ini ada warga yang dipercaya untuk membantu pengawasan kafe dan secepatnya warga bersangkutan akan dipanggil untuk diminta meneruskan imbauan kepada pemilik kafe yang bandel. aon

Tambang PT ECI Minta Distop

Merusak Sumber Mata Air

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi III DPRD Kota Samarinda, meminta aktivitas tambang PT Energi Cahaya Industri (ECI) di wilayah Bantuas Kecamatan Palaran distop. Pasalnya, eksplorasi tambang perusahaan tersebut akan merusak sumber mata air warga.
Hal itu dikemukakan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M Fachmi Azuari, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bantuas, akhir pekan ini.
"Aktivitas tambang PT ECI telah masuk ke area mata air warga. Sehingga berpotensi akan mengganggu warga untuk memperoleh air bersih," ujar Fachmi.
Sidak diikuti oleh anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda diantaranya Agus suwandi, H.Joha, Sugiono dan M Fachmi Azuari sendiri, beserta dari Pemkot Samarinda.
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan sumber mata air di Bantuas itu merupakan satu-satunya sumber mata air yang dipakai warga memenuhi kebutuhan air bersih.
"Kalau tambang ini tidak dihentikan sementara waktu sampai ada solusi maka akan mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup warga," katanya.
Menurutnya, warga sejauh ini bisa diajak komunikasi dengan pihak menejemen PT ECI. Sementara menejemen sendiri juga sampai saat ini masih belum melakukan aktivitasnya. "Dewan memang menghendaki tambang itu distop dulu sampai ada solusinya," katanya.
Penghentian aktivitas tambang PT ECI di Bantuas tersebut bukan tanpa alasan. Jika hal itu tetap dilaksanakan maka akan terjadi kekurangan air bersih di lingkungan Bantuas.
"Warga butuh air bersih. Warga Bantuas terlalu jauh dari akses PDAM sehingga bergantung pada sumber mata air itu," katanya.
Fachmi juga mengkhawatirkan jika PT ECI terus melakukan pengupasan di kawasan sumber mata air akan terjadi pergesekan dengan warga.
"Kalau warga tidak setuju kemudian terjadi saling menyalahkan bisa jadi akan mengganggu keamanan dan kenyamanan warga," tegasnya.
Komisi III sendiri secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya atas aktivitas tambang yang akan merusak mata air warga. Untuk itu, Komisi III menyatakan distop.
"Menurut kami itu tidak dibenarkan karena  mata air itu satu-satunya untuk kehidupan warga disana dimana mata air itu dibutukan untuk keperluan sehari-hari," tegasnya.
Pihak Komisi III sendiri sedianya melakukan pertemuan dengan menejemen PT ECI. Namun hingga saat ini hal itu belum terlaksana.
"Rencananya Rabu minggu ini akan dilakukan dengar pendapat dengan menejemen PT ECI dengan warga Bantuas yang dijembatani Komisi III," katanya.
Dia berharap dalam pertemuan itu nanti akan memberikan solusi kedua pihak. Karena bagaimanapun sumber mata air sangat diperlukan bagi kelangsungan kehidupan warga Bantuas. "Kita akan seriusi hal ini untuk mencari solusi terbaik dari persoalan ini," pungkasnya. tha

Lima BUMN Siap Bantu Pembangunan Sisi Udara BSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB), di Sungai Siring Samarinda akan terus dilanjutkan. Dimana 5 BUMN dipastikan siap ambil bagian menjadi investor pembangunan Landasan Pacu (Runway) mendukung percepatan pemanfaatan pengganti Bandara Temindung Samarinda ini.
“Atas permintaan Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) BUMN siap membantu mempercepat penyelesaian pembangunan BSB. 5 BUMN sudah menyatakan siap bergabung. Setelah ini kita akan bicarakan solusi bagaimana mencari dananya. Minta doanya mudahan bisa terealisasi,” jelas Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan ketika ditemui seusai meninjau lokasi pembangunan BSB, Sabtu (24/5) lalu.
Menurut Dahlan, dukungan tersebut tidak lain sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pembangunan BSB yang tidak kunjung tuntas. Padahal keberadaan BSB menjadi salah satu faktor penunjang percepatan pembangunan Kaltim, khususnya Samarinda sebagai Ibukota Provinsi. Disamping itu, sebagian besar fasilitas penunjang bandara seperti gedung terminal, akses jalan, tower komunikasi, hingga gedung perumahan dan perkantoran sudah jadi. Pihaknya menyayangkan jika fasilitas penunjang lainnya tid