samarinda

PPP Kaltim Harap DPP Islah

Rusman: Senior Partai Mesti Memfasilitasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Perpecahan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membawa dampak kepada pengurus di daerah. Dimana, usai dilengserkan dari posisi Ketua Umum PPP melalui Rapat Harian DPP PPP, giliran Suryadharma Ali memecat sejumlah pengurus harian DPP PPP yang dianggap 'makar' terhadap partai.

Menyikapi perpecahan di tubuh DPP PPP,  Ketua DPW PPP Kaltim,  Rusman Ya'qub menyatakan tak mendukung ke salah satu kubu yang berkonflik. Saat ini, dia justru meminta kepada para tetuah partai seperti Mbah Maimun untuk menyatukan kembali. "Kami di Kaltim  sampai sekarang hanya memantau perkembangan, tapi kami berharap ada yang bisa mendamaikan, islah lebih baik tapi harus di fasilitasi para senior partai," kata Rusman Ya'qub.

Ancaman di gelarnya Muktamar oleh Suryadharma Ali pada Oktober mendatang Rusman menyatakan sangat mendukung. "Kami berharap arahnya tetap dilakukan islah, muktamar ini sebagai media untuk dilakukan itu (islah)," kata dia.

Sekadar diketahui, pasca pemecatan SDA sebagai Ketua Umum PPP, mulai melakukan konsolidasi ke daerah untuk meraup dukungan. Setelah Yogyakarta, SDA merencanakan akan ke Bali dan Sumatera. "Kalau ke Kaltim  saya belum ada konfirmasi," tutup  Ruman Ya'qub. fer

Hari Ini, Presiden SBY Resmikan Proyek MP3EI Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengaku bahwa persiapan peresmian proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Kaltim yang rencananya dilakukan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Balikpapan, 15 September telah mantap. Semua pihak terkait sudah mempersiapkan teknis pelaksanaannya sesuai bidang tugas dan kewenangan masing-masing.

“Sudah mantap,  Sebab gladi sudah dilakukan dan  juga menentukan sukses lancarnya acara peresmian nanti,” yakin Mukmin ketika ditemui seusai memimpin rapat pemantapan persiapan peresmian proyek MP3EI Kaltim, dikonfirmasi di Gedung VVIP Room Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Sabtu (13/9).

Keyakinan tersebut didasari laporan semua instansi terkait yang terlibat dalam kegiatan tersebut menunjukan progres persiapan cukup baik. Makanya, semua pihak yang diberi tanggung jawab diminta dapat melakukan tanggung jawab dengan tulus ikhlas dan sebaik-baiknya untuk mencapai hasil optimal.

“Yakin dan percaya jika semuanya dilakukan dengan baik, maka hasilnya juga baik. Sukses dan lancarnya acara sekaligus menunjukan keseriusan kita mempersiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, S Adiyat pun mengamini. Menurutnya, semua persiapan telah dilakukan dengan baik. Saat ini tinggal menunggu gladi kotor yang dijadwalkan sore ini (pukul 15.00 wita), dan gladi bersih yang dijadwalkan 14 September besok (pukul 10.00 wita).

“Gladi bersih besok rencananya akan disaksikan Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) langsung. Semua dilakukan layaknya rangkaian kegiatan peresmian yang ditetapkan,” sebutnya.

Terkait proyek yang akan diresmikan, Adiyat mengaku terjadi sedikit perubahan. Hasil rapat terakhir di Sekretariat Kepresidenan Istana Negara Jakarta, 11 September menyepakati hanya ada 10 proyek yang diresmikan dan dua proyek dimulai pembangunannya (ground breaking) dari rencana awal sebanyak 27 proyek.

Proyek yang diresmikan adalah Terminal Baru Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan beserta proyek pembangunan VVIP Roomnya, Bandara Internasional Juanda Surabaya, serta tiga bandara perbatasan (Long Bawan-Nunukan, Long Ampung-Malinau, dan Datah Dawai-Mahulu).

Selain itu, Presiden juga bakal meresmikan proyek pembangunan dan peningkatan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Kaltim, yakni PLTU Embalut (Unit 3, 110 MegaWatt) dan PLTG Peaking 2x60 MW yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kemudian, proyek minyak dan gas yang ditangani swasta, yakni proyek Anjungan Sisi-NUBI 2B dilepas pantai Kaltim oleh PT Total Indonesie dan proyek pengembangan Lapangan Ruby oleh PT Mubadala Petroleum.

Sedangkan dua proyek yang dimulai pembangunannya adalah Intitut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kukar

“Peresmian semua proyek ini akan dipusatkan di Gedung Terminal Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Rencananya akan dihadiri 1.000 undangan, termasuk duta besar negara-negara yang bermitra melaksanakan pembangunan di Kaltim,” tandas Adiyat. mar

Dekatkan Lembaga DPRD dengan Rakyat

SAMARINDA, Poskota Kaltim

DPRD merupakan lembaga legislatif yang merupakan perpanjangan suara rakyat. Itu artinya anggota dewan memegang dan menjalankan penuh amanah dari masyarakat untuk kemajuan di segala sektor pembangunan.

Anggota DPRD Kaltim Josef mengatakan anggota dewan saat ini bertekad lebih mendekatkan lembaga ini kepada rakyat. Sehingga Gedung DPRD akan lebih ramai dengan aspirasi rakyat, dan akan menjadi junjungan rakyat untuk mengadu.

”Tidak ada alasan bagi anggota dewan untuk tidak dekat dengan rakyat. Karena bagaimanapun, kita sebagai wakil rakyat telah memegang apa yang telah diamanahkan oleh masyarakat untuk menjadi wakilnya di gedung dewan ini,” ucapnya.

Politikus dari Partai Gerindra ini pun mengungkapkan, ia berharap lembaga DPRD bisa menjadikan masyarakat terlibat aktif dalam politik, sekaligus menjadikan partai politik dapat diterima kembali oleh masyarakat sebagai alat perjuangan untuk memperjungakan hak-hak rakyat. 

“Lembaga legislatif yang didalamnya terdiri dari berbagai warna partai politik ini adalah wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang optimal. Baik dalam upaya pengawasan pembangunan, atau melahirkan peraturan yang menjadi solusi atas masalah-masalah yang ada di masyarakat. Jadi masyarakat pun bisa kapan saja melakukan pengawasan serta mengontrolnya langsung," ucap Josef.

Sebagai seorang politikus, prinsip hidup yang selalu dipegang adalah harus bisa memberi makna dan manfaat bagi masyarakat. Adapun sikap masyarakat yang terlanjur apatis terhadap partai politik dan bahkan kepada anggota dewan, merupakan hal yang wajar dalam dinamika berpolitik agar lebih berwarna. “Dewan memiliki peran yang sangat penting. Jadi walau bagaimanapun anggota dewan dan masyarakat harus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah. Pasti ada prokontra. Namun itu adalah warna bagi dinamika politik. Intinya bagaimanapun juga anggota dewan yang berada DPRD harus bisa mendekatkan diri kepada masyarakat,” ucapnya. hms

Mahasiswa Thailand Belajar Olah Sampah Plastik di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Belasan Mahasiswa asal Sirindhorn College Of Public Health Khonkaen, Thailand berkunjung ke Indonesia untuk menimba keterampilan mengolah sampah plastik menjadi barang ekonomis. Mahasiswa yang fokus ke studi kesehatan ini mengunjungi Rustiana, pengrajin sampah plastik di RT 22, Kelurahan Pelita.

Mereka didampingi oleh mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Samarinda. Mahasiswa Samarinda kemudian melakukan pendampingan untuk memberikan keterampilan mengolah sampah plastik.

“Kita sudah punya kerjasama dengan Sirindhorn College Of Public Health Khonkaen. Jadi sebelumnya kami sudah berkunjung ke sana, dan mereka sekarang yang berkunjung ke Samarinda,” kata Wakil Ketua STIKES Muhammadiyah Samarinda, Andri Praja Satria, akhir pekan ini.

Salah satu yang menjadi target kerjasama ini, kata Andri, mengenai persoalan kesehatan lingkungan, seperti sampah. Di Indonesia maupun di Thailand menghadapi masalah yang sama mengenai sampah plastik.

“Dua negara ini punya permasalahan yang sama soal sampah plastik. Jadi, dalam studi kesehatan lingkungan, kita bisa saling kerja sama. Di samping itu, kita berupaya saling mengenal budaya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Health Sciences Sirindhorn College Of Public Health Khonkaen, Pitthaya Srimuang, kedatangannya ke Samarinda untuk mempelajari pengolahan sampah plastik. Apalagi, kreasi pengrajin ini cukup unik dan menarik.

“Kami datang dari Thailand untuk berbagi pendidikan dengan perguruan tinggi di sini, dan sekarang kami kerjasama dengan STIKES Muhammadiyah. Ini pertama kali saya dan peguruan tinggi saya berkunjung ke Indonesia,” katanya.

Pitthaya pun mengaku bahagia datang ke Indonesia, terutama ke Samarinda, karena disambut dengan sangat baik oleh masyarakatnya. Ditambah lagi dengan keramahan dalam memberikan keterampilan baru bagi mahasiswanya dalam mengolah sampah plastik.

“Kami ucapkan terima kasih karena diberi kesempatan untuk belajar dan melakukan riset mengenai pengolahan sampah ini,” tambahnya.

Salah seorang mahasiswa Thailand, Kittisak Srisan, mengaku di negaranya juga melakukan hal serupa dalam mengolah sampah plastik. Hanya saja, ada cara berbeda dalam mengkreasikan hasil olahannya.

“Di tempat ini merupakan ide bagus untuk belajar dari sebuah komunitas yang kreatif. Saya mempelajari banyak hal yang bisa saya baa nanti saat pulang ke Thailand,” kata Kittisak.

Kunjungan mahasiswa Thailand ini tentu saja membuat bangga Rustiana, pengrajin hasil olahan sampah plastik. Meski sulit berkomunikasi karena perbedaan bahasa, namun proses berbagi keterampilan dapat berjalan dengan baik.

“Ini kebanggan buat saya, juga kebanggan untuk kelurahan dan RT saya, serta kebanggaan untuk Samarinda. Saya juga tidak menyangka jika ada mahasiswa luar negeri yang mau belajar ke saya,” kata Rustiana.

Rustiana sendiri belajar membuat kerajinan dari sampah plastik secara otodidak. Kini, sekira 100 orang sudah pernah berguru dengannya, termasuk warga di lingkungan sekitar rumahnya. tha

Pemprov Kaltim Siap Sambut Pangdam dan Kasdam Baru

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengaku siap menyambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman (Mlw) dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI Mlw yang baru untuk terus melanjutkan kerjasama antara Kodam VI Mulawarman dengan Pemprov Kaltim.

"Pimpinan boleh berganti, tapi misi sebagai unsur pertahanan harus tetap dilaksanakan dengan baik. Apalagi Kalimantan merupakan kompartemen (bagian,Red) kemanan strategis nasional," kata Awang Faroek Ishak dikonfirmasi baru-baru ini di Samarinda.

Berkaitan itu, Kaltim dengan wilayahnya yang terbilang luas harus mampu menunjukan keberhasilan menciptakan suasana aman dan strategis. Hal tersebut dapat terwujud dengan kerjasama baik  melibatkan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan daerah.

Menurutnya, masalah keamanan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah pusat. "Ini yang namanya pemikiran komperhensif integral. Dilakukan secara terpadu melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat pusat hingga daerah," katanya.

Stabilitas keamanan, kata Faroek, merupakan modal utama pelaksanaan pembangunan. Makanya harus diwujudkan bersama sesuai bidang tugas masing-masing, sehingga sukses di segala bidang.

“Kita berharap jajaran TNI mampu mendukung menyukseskan pembangunan Kaltim, khususnya dalam perannya menjamin stabilitas keamanan daerah. Ini (keamanan,Red) bahkan kita tetapkan sebagai salah satu dari lima agenda prioritas pembangunan Kaltim, yakni “menciptakan Kaltim yang aman, demokratis, damai didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa” akunya.

Secara spesifik, gubernur minta jajaran TNI membantu pelaksanaan pembangunan Kaltim sebagai daerah yang ditetapkan menjadi koridor ekonomi nasional. Diantaranya membantu proses pembebasan lahan dua proyek besar pembangunan rel kereta api yang dilaksanakan menggunakan pola masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kita juga sangat berharap dukungan keamanan pada rencana peresmian sejumlah proyek MP3EI Kaltim yang rencananya dihadiri Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), di Balikpapan, 15 September ini,” tuturnya. mar

Kerjasama dan Dukungan Pemda Tetap Dilanjutkan

Pergantian Pimpinan Kodam VI Mulawarman

SAMARINDA, Poskota  Kaltim

Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman berharap Pemda tetap melanjutkan kerjasama dan dukungan yang diberikan meskipun terjadi pergantian pada pucuk pimpinan Kodam VI Mulawarman.

“Hubungan dan kerjasama baik yang selama ini dibangun harus tetap dipertahankan, dengan besaran sama. Meskipun disadari setiap pemimpin punya karakteristik gaya kepemimpinan berbeda,” kata Dicky saat memberikan kesan dan pesan pada pisah sambut dirinya kepada Pangdam VI/MLW Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono dan Pisah Sambut Kasdam dari Brigjen TNI Abdul Kadir Sultan kepada Brigjen TNI Lowedyk Pusung, di Balikpapan.

Prinsipnya, jajaran Kodam VI Mlw harus siap membantu pemda membangun stabilitas keamanan daerah, karena memang harus dibangun dan itu merupakan tugas TNI sebagai satuan pengamanan negeri.

“Jika tidak, maka tidak ada yang bangun itu. Di jajaran TNI tidak ada nilai lain selain menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya. 

Pada kesempatan itu, Dicky juga berharap Kaltim ke depan harus lebih maju dengan SDA melimpah yang tidak dimiliki daerah lain. Ditandai semakin bergeliatnya pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Kaltim.

Ia juga meminta maaf kepada jajaran Pemprov Kaltim dan Kodam VI Mlw karena menyadari pelaksanaan tugas selama ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan. Prinsipnya, apa yang dilaksanakan selama ini sudah sesuai kemampuan dan koridornya sebagai Pangdam.

Sementara itu, Pangdam VI/MLW Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono mengaku siap melanjutkan apa yang telah dilaksanakan pangdam terdahulu. Dicky dianggap sudah meletakan dasar sebagai acuan dirinya mengemban amanah sebagai pangdam.

“Sebagai prajurit sudah sepatutnya berterima kasih atas kepercayaan melanjutkan tugas sebagai pangdam. Konsekwensinya harus mampu mengemban tugas sebaik-baiknya,” ujarnya. mar

Nicolas : Tak Ada Pemecatan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim, Nicolas Pangeran, membantah jika pihaknya dipecat oleh Partai Demokrat Kaltim. Menurutnya pemecatan tersebut tidak ada.

"Tidak ada pemecatan mas itu keliru. Yang benar itu ada pergantian dari Ketua DPD PD Kaltim Pak Isran Noor, jadi mohon diluruskan," katanya.

Nicolas mengaku jika dirinya dinon aktifkan dari Partai tak mungkin dirinya menghadiri rapat yang digelar oleh Ketua Harian PD pusat.

"Ngak ada ini saja saya barusan rapat dengan Ketua Harian PD, ngak ada itu," tandasnya. Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihaknya membahas tentang pergantian ketua sementara Plt Ketua DPD Kaltim.

"Pergantian Ketua DPD nantinya sepenuhnya akan diserahkan kepada pusat, nanti bagai mana mekanisme pemilihannya. dan untuk saat ini saya yang memegang kendali Partai Demokrat di Kaltim," jelasnya. tha

PD Kaltim 'Pecat' Nicolas Pangeran

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim, Nicolas Pangeran dinon-aktifkan dari jabatan sekretaris terhitung sejak 8 September 2014. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat jajaran pengurus teras DPD dipimpin Wakil Ketua James B Tuwo pada 7 September lalu di salah satu restoran di Klandasan Balikpapan.

Juru Bicara DPD Partai Demokrat Kaltim, Rachmadi Kasim menyebutkan, hasil rapat tersebut dituangkan dalam surat keputusan DPD Nomor 105/SK/DPD.PD/Kaltim/IX/2014 tentang Pemberhentian Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim. disebutkan, Nicolas Pangeran tak dapat bekerja sama dengan Ketua DPD Demokrat Kaltim Isran Noor, selain itu beberapa masalah internal harus dipertanggung jawabkan Nicolas, seperti moralitas.

"Kami tidak bisa membeber masalah internal. Karena menunggu keputusan DPP menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) sekretaris DPD Demokrat Kaltim," kata Rachmadi yang bertugas untuk konsolidasi internal dan persiapkan kondisional DPD Demokrat Kaltim.

Ia menjelaskan, gejolak di internal partai berlambang mercy itu telah berlangsung lama. Namun, jajaran pengurus tetap berupaya agar terwujud situasi kondusif di internal. Karena, Rachmadi mengakui situasi tak sehat di internal telah berlangsung sejak dua tahun lalu, namun masih diupayakan rekonsiliasi di internal.

Beberapa kesalahan yang dilakukan Nicolas disebutkan, terkait perpindahan daerah pemilihan (dapil) Caleg di Pileg 9 April lalu yang tak logis. Kebijakan itu dinilai mementingkan pribadi dan kelompok, tanpa memperhatikan keberlangsungan partai untuk meraih kursi di DPRD Kaltim. Hasilnya, Demokrat kehilangan dua kursi pada Pileg 2014 dibanding Pileg 2009 lalu.

"Setelah kita upayakan agar kembali sinergi, tapi tak bisa. Akhirnya kondisi ini disampaikan ke Ketua DPD dan beliau (Isran Noor.Red) memberi kebijakan sangat rasional untuk menon-aktifkan sekretaris DPD. Sehingga digelar pertemuan di Balikpapan," jelas Rachmadi.

Sementara Plt Sekretaris saat ini belum diputuskan DPP, namun sesuai amanat Musda Partai Demokrat Tahun 2010 menyebut sesuai urutan di struktur, maka Wakil Sekretaris H Afiuddin Zainal Abidin yang diusulkan ke DPP untuk mengisi posisi sekretaris DPD. Meski penetapan itu kewenangan Ketua DPD, namun tetap atas persetujuan DPP. tha

4 Jemaah Haji Samarinda Gunakan Kursi Roda

SAMARINDA, Poskota Kaltim

4 JemaaH Haji Samarinda terpaksa harus menggunakan kursi roda menuju Tanah Suci karena faktor kesehatan yang terganggu diakhir-akhir jelang keberangkatan.

Meski menggunakan kursi roda, namun para jemaah haji yang berangkat telah mengantongi surat rekomendasi dari dinas kesehatan yang menyatakan bahwa kondisi fisik jemaah haji yang menggunakan kursi roda masih bisa ditoleransi.

"Meski menggunakan kursi roda mereka dalam kondisi sehat, sehingga oleh tim kesehatan Jemaah haji mereka dikatakan layak untuk berangkat, selain itu ada juga keluarga mereka yang mendampingi keberangkatan mereka," kata kepala kantor kementrian agama Kaltim Masdar Amin di sela sela pelepasan jemaah haji di Gor segiri Samarinda, Kamis (11/9) kemarin.

Masdar mengatakan bahwa selain ada keluarga mereka yang mengantar, masih ada petugas haji dan para jemaah haji juga bisa membayar orang di Saudi untuk menemani mereka melakukan ibadah ketika di sana.

Jadi lanjutnya meski menggunakan kursi roda para jemaah masih bisa melakukan tahapan-tahapan haji di tanah Suci.

Sementara itu Keharuan mewarnai pelepasan 649 orang Jemaah Calon Haji kloter 3, 5, dan 7 pemberangkatan bandara Sepinggan Balikpapan. sebanyak 355 jemaah haji asal Samarinda dilepas Assisten I Ridwan Tassa yang mewakili pemkot Samarinda dengan menggunakan 9 bus menuju asrama haji Batakan Samarinda.

Dalam Sambutannya Ridwan Tassa mengingatkan agar para jemaah haji bisa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

Ridwan juga mendoakan mendoakan agar jemaah haji Samarinda menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan tidak kurang satu apapun.

Sementara itu iringan isak tangis tak urung berbaur dengan lantunan kalimat talbiyah yang terus bergema selama acara berlangsung. Demikian pula saat suara azan dikumandangkan, juga berbaur dengan suara isak tangis.

Pada keberangkatan kali ini Kanwil Agama Kaltim mencatat 4 calon jemaah haji Samarinda yang gagal berangkat, 2 calon jemaah haji yang gagal karena meninggal dunia, sementara yang 2 jemaah haji lainya tidak mendapat ijin dari tempatnya berkerja. M4n

Implementasi Wawasan Kebangsaan Masih Minim

Disparitas Pusat dan Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akan tetapi situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu.

Anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengatakan implementasi dari wawasan kebangsaan itu sendiri dinilai masih minim dan berlangsung berubah-ubah seiring dengan proses politik yang pastinya memiliki dampak implikatif hingga ke daerah.

Penerapan wawasan kebangsaan menurut Rusman harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara atau orang banyak dari pada kepentingan pribadi maupun golongan.

“Wawasan kebangsaan adalah konsep politik bangsa yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilyah serta merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa indonesia. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terkadang masih terpisah-pisah tidak menjadi satu kesatuan yang menguatkan,” tutur Rusman.

Rusman mencontohkan akibat dari implementasinya oleh pusat yang seolah masih dipertanyakan membuat daerah seakan kehilangan kepala yang seharusnya menjadi satu kesatuan kesepahaman yang nantinya bisa membawa kesejahteraan masyarakat.

“Asal persoalan dalam konteks ini adalah pemerintah pusat, semua itu bisa dilihat dalam banyak hal misalnya, semua daerah dipaksa harus berfikir tentang bagaimana untuk kepentingan nasional akan tetapi kondisi terbalik terjadi ketika pusat tidak berfikir tentang bagaimana memajukan daerah-daerah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” kata Rusman. 

Dicontohkannya, diantara banyak hal tersebut adalah perhatian pemerintah terhadap pembagian dana bagi hasil migas yang sangat terlihat jelas bahwa daerah yang dalam hal ini Kaltim seolah hanya menjadi “Sapi Perahan” mengingat hasil yang kembali ke daerah masih jauh dari kata ideal. ”Devisit fluktuatifnya harga batu bara menyebabkan dana bagi hasil tersebut masih dikurangi lagi,” tegas Rusman.

Terkait program infrastruktur dukungan pemerintah pusat juga sangat minim, terbukti dengan lambatnya proses perizinan banyak bidang hingga persoalan jalan nasional yang rusak yang tak kunjung diperbaiki, dan masih banyak yang lainnya.

Kondisi itu menurutnya, jika terus dibiarkan akan berdampak kepada sulit berkembangnya daerah dikarenakan jika merujuk kepada peraturan yang berlaku harus melibatkan pusat dalam hal ini perizinan bagi pembangunan infrastruktur tertentu. ”Masalah izin saja dipersulit apalagi bantuan anggaran, memang sudah saatnya pemerintah pusat sadar sehingga bisa membawa perubahan banyak untuk semua daerah ditanah air,”pungkasnya. hms

APBD Baiknya Fokus Infrastruktur

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang harus dititik-beratkan untuk pembangunan infrastruktur yang ada di daerah, seperti jalan, jembatan, pasar, dan pembangunan disisi lainnya. Seperti kita tahu, RAPBD Kaltim tahun 2015 diprediksikan sebesar Rp8,527 triliun, atau turun Rp2,664 triliun karena pada rencana APBD 2014 setelah perubahan sebesar Rp11,192 triliun.. 

Selaku Anggota DPRD Provinsi Kaltim terlantik 2014-2019, Veridiana Wang mengatakan keseriusannya mengawasi penggunaan anggaran belanja ditahun 2015 nanti. Pasalnya, masih banyak kekurangan dalam hal pembangunan insfrastruktur, sehingga tak salah jika harus di-push lebih kuat, agar pembangunan itu bisa rampung sesuai tenggat waktunya. 

"Sebaiknya kita fokus ke pembangunan infrastruktur, persentasenya harus lebih banyak daripada anggaran untuk belanja pegawai atau belanja tidak langsung. Karena, kita semua paham sisi pembangunan infrastruktur di Kaltim adalah hal yang terus menerus harus ditambah. " kata Veridiana.

Politikus PDI-P ini menambahkan, sejumlah infrastruktur yang akan dibangun, antara lain jalan utama antar kota, sarana dan prasarana pendidikan, rehabilitasi pasar-pasar tradisional, dan berbagai macam infrastruktur lainnya. Dengan bertambahnya infrastruktur tersebut, maka Kaltim sendiri dipercaya akan mengalami kemajuan secara signifikan. Misalnya saja, luasan wilayah Kaltim dengan kota/kabupaten terpisah jarak cukup jauh akan mengalami hambatan jika infrastruktur jalan penghubungnya tidak bagus. Namun, jika sarana penghubungnya mulus dan terawat, maka mobilisasi perdagangan lintas kota akan mudah sehingga berimbas pada perekonomian yang meningkat pesat pula.

“Saya sangat hapal jalan lintas kota Kaltim melalui beberapa perjalanan dinas yang saya ikuti. Sangat susah untuk dilewati, bahkan menggunakan kendaraan kecil sekalipun. Lantas, bagaimana kendaraan besar yang mengangkut berbagai jenis komoditi dagang bisa lancar melintas jika terus seperti ini. Saya harap, akan ada perubahan ditahun selanjutnya,” kata Veridiana. 

Menurutnya, pemerataan pembangunan adalah situasi dimana program pembangunan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Pemerataan pembangunan juga diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat bisa terwujud.

“Pembenahan infrastruktur itu selain meningkatkan ekonomi masyarakat, juga memancing nilai investasi daerah," Imbuh Veridiana 

Lebih lanjut Veridiana mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan wajib diselenggarakan agar kebutuhan fasilitas pelayanan umum dapat terpenuhi. Hal ini berlaku secara kuantitas maupun kualitas, jangan sampai terpuaskan dengan pembangunan tahun ini saja. Jika memang iya, maka sama saja pembangunan berjalan ditempat alias tidak mengalami kemajuan. 

“Masih banyak yang perlu dikejar, kebutuhan masyarakat juga masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan defisitnya APBD Kaltim 2015 jangan berimbas pembangunan tak berjalan maju. Saya harap ini bukan alasan pembangunan tidak berjalan,” tutup Veridiana. hms

Warung Makanan Ngeluh Elpiji Naik

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemerintah resmi menaikan harga elpiji 12 kg. Agen penjualan elpiji di kota Samarinda ini pun serentak menaikan harga jual elpiji 12 kg. Alhasil imbasnya, pemilik warung skala kecil pun menjerit.

Agen Elpiji Pertamina PT Sumber Gas Prima misalnya, telah memberlakukan harga baru elpiji 12 kg. Sebelum kenaikan, harga jual di tingkat agen Rp 96.000 per 12 kg. Saat ini kenaikan mencapai hingga Rp 10.000 per 12 kg.

"Sebelumnya kita jual Rp 96.000 per 12 kg. Sekarang berlaku harga baru Rp 116.000 per 12 kg," kata Noto Krisno Petugas Agen Elpiji di Jl Mugirejo, kemarin.

Menurutnya, di agen saya selain tersedia 12 kg, juga tersedia Bright Gas dan elpiji 3 kg. Saat ini untuk permintaan elpiji 12 dan 3 kg, masih berlangsung normal. Umumnya, mereka yang membeli adalah penjual tingkat pengecer.

"Normal permintaan 12 kg dan 3 kg. Belum ada permintaan meningkat signifikan 3 kg. Semua tergantung permintaan," ujarnya.

Bagi pedagang kecil, kenaikan elpiji mengejutkan mereka. Seperti pemilik warung makan di Jl Panjaitan, mereka baru mengetahui kenaikan harga baru elpiji 12 kg dari media ini.

"Kalau naik otomatis saya naikkan harga makanan saya. Jelas saya juga menambah menu makannya. Kalau nggak ikut naik, kasihan saya mas. Elpiji naik, masak saya tidak naik," kata Sudarno.

Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg mulai 10 September 2014 pukul 00.00, harga elpiji 12 kg naik Rp 1.500 per kg. Harga di daerah berbeda, bergantung pada ongkos angkut hingga ke konsumen. aon

Pembinaan Cabor di Kaltim Harus Berlanjut

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua KONI Kaltim  Zuhdi Yahya mengatakan,  kebijakan penunjukan perusahaan-perusahaan di Kaltim sebagai "bapak angkat" pembina Cabang Olahraga (Cabor) perlu dilanjutkan. Ini dimaksudkan agar pembinaan bisa lebih optimal dan prestasi yang diharapkan didapat cabor bisa maksimal.

"Pak Gubernur Kaltim kan sudah mencanangkan "bapak angkat" dengan MoU. Tentunya MoU antara pemerintah, pengurus cabor dan pengusaha ini harus dilanjutkan, kalau bisa hal itu bisa dilakukan saat pra PON mendatang," Zuhdi Yahya kepada media usai melakukan penandatangan MoU dengan Dispora, Selasa (9/9) lalu

Menurut Yuhdi, keterlibatan "bapak angkat" diharapkan terus berlanjut membina cabor secara berkesinambungan. Bukan melepas tanggung jawab atau tidak menjadi "bapak angkat" cabor lagi seiring berakhirnya perhelatan akbar PON XVII.

"Tanggung jawab "bapak angkat" mulai dari pelatihan hingga pertandingan di arena PON XVIII Riau sudah cukup bagus. Hasilnya pun sudah terlihat. Kontingen Kaltim mampu bercokol di peringkat lima besar dengan mengoleksi 44 medali emas, 45 perak, dan 50 perunggu.

Prestasi ini disebutnya cukup membanggakan, walau target mempertahankan tiga besar gagal. Sebab, Kaltim menjadi satu-satunya kontingen di Kalimantan yang mampu mengimbangi dominasi kejayaan atlet-atlet Pulau Jawa. Istimewanya, sukses Kaltim kali ini menjadi kontingen Kalimantan pertama yang menjuarai cabor sepak bola sepanjang sejarah PON,"paparnya.

Yuhdi mengakui, pembinaan cabor-cabor di Kaltim sendiri sebenarnya dilakukan "bapak angkat" hanya beberapa bulan menjelang PON Riau. Namun, melalui pembinaan yang relatif singkat ini, para atlet Kaltim sudah mampu berprestasi maksimal, apalagi kalau pembinaannya berkesinambungan.

"Kita berharap, "bapak angkat" terus dilanjutkan untuk melakukan pembinaan sejak sekarang hingga PON XIX di Jawa Barat, 2016 mendatang. Karena itu bapak angkat cabor kalau bisa jangan dilakukan saat mendekati pelaksanaan PON tatetapi jauh-jauh hari sudah bisa dilaksanakan, dengan begitu pelaksanaan latihan bisa maksimal begitu juga saat trayout, sehingga hasilnya juga maksimal  dalam peningkatan prestasi," ujarnya.

Dilanjutkan, untuk bapak angkat cabor ini, nantinya kita akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengprov yang ada, untuk membuat suatu perencanaan paupun program-program, termasuk berapa biaya yang akan butuhkan,  dimana program-program tersebut akan dilaporkan kepada pak gubernur, yang kemudian melakukan koordinasi  dengan pihak  perusahaan yang  ada di Kaltim. mar/adv

Kebutuhan Daging Dipastikan Terpenuhi

TENGGARONG, Poskota Kaltim

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Kutai Kartanegara, Putu Swartika memastikan kebutuhan daging jelang hari raya Idul Adha di Kutai Kartanegara akan terpenuhi.

Hal itu mengingat jumlah rata-rata kebutuhan konsumsi daging yang masih sesuai dengan jumlah ternak yang dikembangkan masyarakat."Melihat kebutuhan rata-rata konsumsi masyarakat, kami bisa memastikan kebutuhan daging mencukupi sekalipun ada peningkatan kebutuhan daging jelang dan saat hari raya kurban nanti," kata Putu Swartika, Kamis (11/9/2014).

Dijelaskan, di Kutai Kartanegara kebutuhan daging itu rata-rata di kisaran 900 sampai 1000 ekor sapi, sementara untuk kebutuhan daging kambing berada di kisaran 300 ekor.

Hingga saat ini, lanjutnya, adanya peningkatan kebutuhan daging yang disertai peningkatan ekonomi atau daya beli masyarakat serta peningkatan jumlah penduduk disertai dengan peningkatan jumlah peternak penggemukan. Tentunya dengtan peningkatan jumlah peternak itu secara otomatis ada peningkatan kuantitas ternak, sehingga dapat mengiringi peningkatan jumlah kebutuhan masyarakat.

"Saat ini jumlah peternak penggemukan di wilayah kita terus meningkat dan berkembang. Jadi kita tidak terlalu khawatir akan kekurangan daging, sekalipun jelang hari raya kurban," ujarnya.

Untuk pengembangan ternak itu sendiri, pemkab melalui Disnakeswan setiap tahunnya selalu memprogramkan sapi gaduhan. Sapi-sapi bantuan pemerintah yang jumlahnya minimal 500 ekor per tahun itu diharapkan mampu menjadikan Kutai Kartanegara nantinya menjadi kabupaten swasembada daging, setidaknya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani ternak di Kutai Kartanegara.

Namun diakui pula bahwa pada umumnya setiap tahun jelang hari raya, baik hari raya Idul Adha maupun Idul Fitri ada pihak yang mendatangkan sapi-sapi dari luar daerah, yang sengaja untuk diperdagangkan. Datangnya sapi-sapi dari luar daerah tersebut juga membantu ketersediaan daging di Kutai Kartanegara. yd

Jatungnya HOB, Membangun Dengan Konsep Kota Masuk Hutan

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (4)

PJ BUPATI Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) MS Ruslan menjelaskan, dalam membangun Kabupaten Mahakam Ulu, ia  punya mimpi bahwa Kabupaten Mahakam Ulu konsep pembangunannya nanti adalah Kota Masuk hutan, bukan hutan masuk kota, kenapa dikatakan kota masuk hutan, karena rancangan untuk pembangunan kota tidak harus menebang pohon-pohon yang ada, tetapi  tetap dibiarkan tumbuh dan lestari, Karena Kabupaten Mahakam Ulu merupakan jantungnya Hart Of Borneo (HOB) Kaltim.

"Dengan membangun tampa merusak hutan, itu nantinya dampaknya selain untuk pelestarian hutan juga agar anak cucu kita bisa melihat langsung hutan yang asli begitu juga dengan pohon asli Kalimantan seperti Ulin, Bengkirai serta pohonya lainnya semuanya ada dan dibiarkan seperti semula, tanpa harus ditebang,"kata Ruslan.

Ruslan menambahkan untuk pembangunan kawasan perkotaan  di Kabupaten Mahakam Ulu, oleh masyarakat telah menghibahkan tanahnya seluas 950 hekatare,  dimana 450 hektare diantaranya diperuntukkan untuk kawasan perkantoran Pemkab Magulu,   dikawasan tersebut  masih terdapat  pohon-pohon  besar, ada pohon ulin, lokal bengkirai serta beberapa pohon asli kalimantan semua ada  dilokasi tersebut, semua akan  kita pertahankan dijaga dan lestarikan, tidak  perlu kita babat, baru kemudian baru kita tanami lagi, tetapi kita biarkan seperti semula, dmana lokasi tersebut dari  Ujoh Bilang berjarak kurang lebih 5 Km, disana juga ada air terjunnya, sehingga pemandangan masih asri. 

"Oleh karena itu dengan konsep Kota Masuk Hutan, tentu diharapkan dapat memberikan suasana yang sejuk, karena semuanya masih asri, bukan itu saja dengan begitu kita bisa menjaga kelestarian hutan, dimana Kabupaten Mahakam Ulu merupakan jangtungnya Hart Of Borneo  di Kaltim,  jadi HOB ada di Mahakam Ulu," terangnya.

Ruslan menambahkan, yang diutamakaan dulu adalah penyusunan  RTRW dulu, kemudian penyusunan teta ruang ibu kota ujoh bilang, penyusunan detail ruang peta kecamatan, penyusunan master plan pusat perkantoran Pemkab Mahakam Ulu,  penyusunan master plan jaringan jalan pemkab mahakam ulu, penyusunan master plan kawasan perbatasan Pemkaab Mahakam Ulu. Di mana dalam penyususnannya tersebut Pemkab Mahakam Ulu telah bekerja sama dengan dinas instansi terkait  bahkan dengan beberapa perguruan tinggi ditanah air, hal itu sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena kita membangun berwawasan lingkungan sehingga dengan konsep kota masuk hutan pelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik. 

"Semua itu dikerjasamakan dengan perguruan tinggi, sedah berjalan, bahkan sudah ada laporan dari IPB terkait laporan akhir dari pelaksanaan tersebut,"pungkasnya.

Ketika singgung terkait Sumber Daya Aalam (SDA), Ruslan memaparkan, potensi SDA Kabupaten Mahakam Ulu sangat besar, hanya saja tutupan hutan kabupaten Mahulu yang 85 persen, hutan lindungnya adalah paling banyak yakni kurang lebih 30 persen, sedangnkan Areal Penggunaan Lain (APL) itu hanya 18 persen, terlalu sedikit. Inilah yang kawan-kawan di Bappeda terus memperjuangkannya, agar APL kita bisa naik.

"Karena kalau kita membangun di daerah hutan lindung, nantinya akan melanggar hukum, maka dari itu dari  18 persen APLnya  nantinya  bisa lebih besar lagi. bahkan dalam waktu dekat pemerintah Norwegia sebagai nonatur  besar  WWF dan  pemerintah Jepang, akhir bulan September ini duta besarnya akan berkunjung ke Kabupaten Mahulu, ingin melihat langsung perkembangan Mahalu,"papar Ruslan      

Sebagai jantung HOB, Pembkab Mahulu terus menjadi kelestarian alamnya, begitu juga masyarakatnya punya hak untuk menjaga hutan adatnya, dengan begitu hutan tetap terjaga dan lestari dengan kearifan lokal, dimana dalam melakukan pendekan kepada masyarakat adalah pendekan budaya.

"Oleh karena itu, yang pertama kita lakukan adalah landasan dasarnya dulu, sehingga siapun pemimpinnya nanti mereka sudah bisa melanjutkannya saja karena sudah ada acuannya,"kata Ruslan

Terkait dengan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu, menurut Ruslan sangat tinggi, walaupun demikian Mahakam Ulu hanya miskin infrastruktur,  sehingga masyarakat yang ingin menjual hasil kebunnya sangat bingung, mau dijual kemana, karena biaya transportasi di Kabupaten Mahulu sangat tinggi, oleh karena itu kalau ingin masyarakat Mahulu makmur, yang utama harus dibangun adalah infrastrukturnya dulu.

"Jadi kendala utama yang dialami Mahulu adalah pembangunan infrastrukturnya, karena biaya/ongkos naik speedboat menuju daerah tujuan biayanya jutaan, sehingga tidak sebanding dengan apa yang masyarakat jual dari hasil kebunnya, seperti contoh satu tahun yang lalu kita carter speed dari sini menuju long apari itu biayanya mencapai Rp 25 juta lebih, walaupun demikian Pemkab Mahulu akan terus berusaha untuk bisa menuntaskan pembangunan infrastruktur dengan bertahap, dengan demikian  permasalahan yang dialami masyarakat bisa terselesaikan,"pungkasnya. (umar/bersambung) 

Ratusan Rumah di Jl Slamet Riyadi Terbakar

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ratusan rumah petak di Jl Selamet Riyadi  Gang 2,  kelurahan  Karang Asam Ilir Rabu (10/9) dini hari hangus terbakar. 150 warga yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang di Pasar Kedondong  terpaksa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi disekitar pasar yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Sejumlah warga mengatakan bahwa api langsung membesar dan melahap rumah petak dikawasan padat penduduk tepat disamping Pasar Kedondong Samarinda. Konstruksi sebagian besar rumah yang dari kayu membuat api semakin sulit dikendalikan, ditambah akses masuk jalan yang sempit.

Para pedagang yang saat kejadian telah bersiap menuju ke pasar  berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar. Warga di sekitar lokasi kebakaran langsung sigap membantu menyiramkan air ke rumah petak untuk memadamkan api. Namun minimnya ketersediaan sumber air membuat api terus membesar.

Petugaspun terpaksa harus menarik selang hingga 200-300  meter untuk mencapai lokasi kebakaran. Api diduga berasal dari rumah Gondrong, salah satu penghuni rumah petak yang berada di tengah pemukiman. Instalasi listrik yang semrawut diduga menjadi penyebab munculnya api dan menghanguskan seratusan rumah petak pedagang Pasar Kedondong.

Selain rumah para pedagang, api juga menghanguskan 6 lokal Sekolah SMP  Muhamadiyah 2 yang berada tidak jauh dari sumber api. Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa api berasal dari sebuah rumah petak yang berada di tengah lokasi perumahan.

"Sebagian besar warga sudah bersiap untuk ke pasar. Tiba-tiba muncul asap tebal dan api dari dalam rumah Gondrong pedagang buah di kawasan Pasar Kedondong. Karena api langsung besar, wargapun tidak sempat menyelamatkan harta bendannya," kata Solichin.

Sementara itu pihak Polsek Sungai Kunjang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadiaan. Petugas mengumpulkan sejumlah keterangan dari para warga yang menjadi korban termasuk Ketua RT setempat yang juga menjadi korban kebakaran.

Ase pedagang buku di Pasar Kedondong mengaku melihat berbagai kejanggalan pada musibah kebakaran yang dialaminya. Dia yang saat kejadian bertetangga langsung dengan gondrong mengaku terkejut saat api tiba-tiba besar.

"Saya tidak mencium adanya tanda-tanda jika akan terjadi kebakaran tidak terlihat, misalnya bau kabel gosong jika memang konsleting listrik atau ledakan jika diakibatkan kompor," ungkapnya.

Sementara itu, akibat sebagian bangunan sekolah menjadi korban kebakaran, pelajar SMP dan SMU Muhamadiyah Karang Asam diliburkan. Apalagi sebagian warga yang rumahnya hangus terbakar mengungsi di teras sekolah untuk sementara.

"Hari ini mereka kami liburkan , jika sekolah sudah bersih dan anak-anak sudah bebas dari traumanya, maka maka kami akan mulai belajar kembali.  Sementara untuk kelas yang rusak secepatnya pihak sekolah akan melakukan perbaikan," katanya.

Sementara aparat kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan terkait musibah beruntun yang dialami warga kota Samarinda dalam dua hari terakhir. M4n

Bebaskan Tersangka, Warga 'Demo' Polisi

SAMARINDA, POskota Kaltim

Tidak terima karena pelaku pencurian kendaraan bermotor yang diamanakan warga di bebaskan polisi, puluhan warga Jl Pangeran Patimura Samarinda Seberang mendatangi Kantor Polsekta Samarinda Seberang. Aksi ini sempat menimbulkan kemarahan dari anggota polisi yang tidak terima kantornya di demo warga.

Keributan pun tidak bisa dihindarkan salah seorang berpangkat Brigadir, anggota unit Intelkam Polsekta Samarinda Seberang mengamuk saat melihat sejumlah warga yang sebagian besar anak-anak dan ibu-ibu ini mendatangi Kantor Polsekta Samarinda Seberang.

Turun dari motornya, Brigadir S langsung menantang warga yang ada di halaman ruang Reskrim Polsekta Samarinda Seberang. Bahkan salah satu warga yang ada ditempat itu langsung ditarik dan didorong. Meski sejumlah anggota polisi lainnya berusaha mengamankan pelaku, oknum polisi ini tetap saja mengamuk. Setelah bersusah payah petugas lainya akhirnya bisa mengamankan pelaku.

Kepada sejumlah wartawan Warga mengaku bahwa kedatangan mereka adalah untuk menanyakan alasan pihak kepolisian melepaskan pelaku pencurian kendaraan motor yang diserahkan warga kepada polisi.

"Kita datang kesini bukanmau menyerang, mana ada orang menyerang membawa anak-anak dan ibu-ibu. Justru kedatangan kami kesini adalah untuk menanyakan alasan pelepasan pelaku pencurian yang diserahkan warga dua hari lalu," kata ibu Eka.

Eka mengatakan bahwa sejumlah saksi sudah menyampaikan perihal perbuatan pelaku yang terang-terangan mengambil dan membawa kendaraan itu kebeberapa tempat untuk ditawarkan untuk digadai.

"Kami sudah membuat laporan ke pihak kepolisian, namun herannya sejak kami buat laporan meski mengendaraan motor itu pelaku tidak pernah ditangkap," katanya.

Baru dua hari lalu , lanjutnya pelaku diamankan oleh warga dan kemudian di serahkan kepada pihak kepolisian.

Anehnya meski sudah menjalani masa penahanan dua hari pelaku ternyata dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Dari itu lanjutnya selasa malam warga mendatangi Kantor Polsek Samarinda Seberang untuk menyampaikan aspirasinya. " Jangan sampai ketika polisi yang menangkap orang bukan maling dipaksa untuk mengaku menjadi maling, namun ketika warga yang nangkap, meski maling justru dikatakan bukan maling," kata Eka.

Sementara itu Ramdan, warga Samarida Seberang mengaku bahwa warga terkejut pasalnya salah satu pelaku pencurian motor yang diamankan warga dua hari lalu ternyata dibebaskan polisi.

Warga kaget dengan alasan kepolisian yang mengatakan bahwa polisi tidak menemukan cukup bukti untuk menjerat pelaku pencurian, padahal warga telah membawa dua orang saksi yang melihat pelaku mencuri dan menggadaikan motor curianya itu.

"Jika motor curian yang dianggap bukti, warga justru mempertanyakan kinerja kepolisian, bagamana bisa bukti dicari sementara pelaku sendiri dibiarkan keluar bebas," ujarnya.

Sementara itu untuk mendalami kasus ini pihak kepolisian polresta samarinda langsung menurunkan sejumlah penyidiknya untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap sejumlah saksi yang diajukan warga. Namun pelaku yang sempat di laporkan warga hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian pihak kepolisian. M4n

BPBD Siapkan Rp 10 Miliar

Antisipasi Kebakaran Hutan dan lahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala BPBD Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, mengalokasikan anggaran sebesar  Rp10 miliar. Anggaran itu akan digunakan  untuk mengantisipasi berbagai bencana termasuk kebakaran hutan dan lahan.

"Kaltim termasuk Kaltara merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu ada alokasi anggaran untuk melakukan antisipasi," ujar Wahyu Widhi Heranata, kemarin.

Menurutnya, dana tersebut secara umum sebagai bentuk antisipasi penanggulangan bencana alam di Kaltim dan Kaltara.

“Dana ini untuk penanggulangan bencana. Bisa juga digunakan untuk kebakaran hutan dan lahan, jika memang dinyatakan darurat asap,” katanya.

Belakangan ini, tiga satelit yang rutin melakukan pemantauan setiap hari selalu menemukan adanya titik api. Tiga satelit tersebut yakni Terra, Aqua dan NOAA-18.

“Kemarin (9/9), terpantau sebanyak 52 titik api. Kabupaten Nunukan 15 titik, Kutai barat 9 titik api, Kabvupaten Berau 8 titik, Kabupaten Paser 5 titik, Bulungan 4, Kutai Timur 3 titik, Mahakam Ulu 2 dan Kabupaten Kutai Kartanegara 1 titik api,” beber Wahyu.

Meski mulai memasuki musim kemarau, Kaltim tergolong cukup aman lantaran hujan masih turun kendati hanya sesaat. “Beruntung karena masih ada hujan walau sebentar. Padahal kita sudah mulai masuk di musim kemarau,” ujar Wahyu.

Antisipasi kebakaran hutan dan lahan jelang musim kemarau ini sejatinya sudah dilakukan sejak Juli lalu. “Rapat koordinasi sudah menyepakati antisipasi melibatkan seluruh instansi pemerintah dan LSM peduli kebakaran hutan,” katanya lagi.

Wahyu juga menuturkan, UPTD Dinas Kehutanan, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) terus memantau perkembangan titik api. Dinas Perkebunan dan DInas Pertambangan turut dilibatkan secara berkala memantau aktifitas usaha perkebunan dan pertambangan.

Diketahui, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, sekitar Oktober-November Kaltim akan merasakan dampak El Nino, alias musim kering. tha

Robby Ingin Tetap Bela Pusam

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pemain libero nasionl Muhammad Robby mengaku ingin tetap bertahan di tim Putra Samarinda untuk musim depan, meskipun sejumlah klub telah menawarinya bergabung.

"Kalau memang dipertahakan oleh manajemen saya akan tetap membela Pusam, karena saya sudah merasa betah disana (Samarinda-red),"terang M Robby dihubungi dari Samarinda, Rabu (10/9).

M Robby memang seperti sudah menjadi ikon bagi tim berjuluk "Pesut Mahakam", karena dia merupakan satu-satunya pemain yang paling lama bertahan di klub Pusam, tercatat M Robbby sudah empat musim bergabung dengan skuad Pusam.

"Nuansa kekeluargaannya yang membuat saya betah, mulai dari manajemen, pemain dan juga pelatih,"terang M Roby.

Kapten tim Pusam dua musim tersebut, mengaku sudah ada beberapa klub yang menawarinya bergabung,meskipun dia enggan untuk membuka nama klub tersebut.

"Pokoknya ada, tapi saya belum merespon, karena saya masih menunggu keputusan manajemen Pusam,"terang Robby.

Disinggung rencana perpindahan "home base" Pusam untuk musim depan diluar dari Samarinda, Robby menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada manajemen.

"Saya tidak ada hak untuk mengomentari hal tersebut, itu urusan manajemen, karena saya juga sebagai pemain dikontrak oleh manajemen," tutur Roby.

Sejak diliburkannya Pusam, karena gagal menembus babak delapan besar, Robby langsung bergabung dengan skuad timnas senior, di Yogyakarta.

Namun dia mengatakan, akan segera meluncur ke Samarinda bila ada pemanghilan dari manajemen Pusam terkait persiapan untuk musim depan. at

Polisi Bekuk 2 Pengedar Narkoba

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Aparat kepolisian dari Polresta samarinda berhasil meringkus 2 pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu di  Jl Padat Karya Gang Suku RT 64.  Kedua tersangka adalah Sugianur(36) dan Samsul(38). Mereka tertangkap tangan memiliki barang bukti 2 poket sabu-sabu seberat 6,93 gram. Tidak itu saja, polisi juga menyita 2 telpon seluler. Tersangka ditangkap Selasa (9/9) pukul jam 20.00 wita. 

Tersangka sempat melarikan diri lewat pintu jendela kamar, saat mengetahui kedatangan aparat kepolisian. Namun aksi itu berhasil dicegah. Aparat kepolisian berhasil meringkus tersangka.

Saat dimintai keterangan aparat kepolisian, tersangka mengaku khanya menjual berdasarkan pesanan dari seseorang. Dan barang haram itu diedarkan di seputaran Jl Padat Karya.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Bambang saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. "Kedua tersangka akan dijerat pasal 114, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara," tuturnya. opi

Samarinda Juara

Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Tahun ini Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kota Samarinda kembali menjadi juara pertama dalam ajang lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat provinsi.

Selanjutnya, berhak mewakili Kaltim dalam ajang lomba tingkat nasional di Makassar Sulawesi Selatan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34 tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada 6-11 November mendatang.

Dalam ajang lomba cipta menu B2SA tingkat provinsi ini, Ketua TP-PKK Kaltim Hj Ence Amelia Suharni Faroek mengatakan penyusunan menu dalam keluarga harus memenuhi angka kecukupan energi (AKE).

Hal ini lanjut Amelia, sesuai dengan anjuran pedoman gizi seimbang bagi anggota keluarga yang harus memenuhi AKE. “Rata-rata perkapita perhari sebesar 2.150 kalori,” kata Amelia Faroek pada Lomba Cipta Menu B2SA di BKPP Kaltim, Rabu (10/9).

AKE ini terlihat atau diukur dalam bentuk porsi makan yang dikonsumsi setiap anggota keluarga. “Termasuk komposisi makanan berdasarkan kelompok umur harus disesuaikan dengan kecukupan energi dengan pola B2SA,” jelas Amelia Faroek.

Dia mengharapkan penyelenggaraan lomba cipta menu B2SA baik tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota serta provinsi ini mampu menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan serta kualitas dalam peningkatan gizi keluarga.

Selain itu, para kader PKK yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dituntut berperan aktif mendukung sekaligus membantu program cadangan pangan masyarakat. “Khususnya melakukan pemanfaatan pekarangan kering maupun basah untuk pemenuhan pangan,” harap Amelia Faroek.

Sementara itu Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asaddin menyebutkan peserta lomba cipta menu B2SA tahun ini diikuti delapan dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. “Berau dan Mahakam Ulu tidak berpartisipasi dalam lomba tahun ini,” ujarnya.

Fuad mengemukakan peserta lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya lokal diwajibkan membuat menu untuk satu keluarga masing-masing ayah usia 42 tahun, ibu (39 tahun) serta anak perempuan (14 tahun) dan anak laki-laki (10 tahun).

Bahan pangan yang digunakan dalam menu B2SA adalah bahan pangan yang mudah didapat serta tersedia setiap waktu dan harga terjangkau biasa dikonsumsi masyarakat . “Bahan pangan lokal sumber karbohidrat selain beras dan terigu,” ujar Fuad Asaddin.

Juara 2 dan 3 diraih Kutai Barat dan Balikpapan, sedangkan Harapan 1 dimenangkan Bontang, Harapan 2 dan 3 diperoleh Kutai Timur dan Paser. Tampak hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan HM Sa’bani dan para kepala BKPP serta ketua TP-PKK kabupaten dan kota se-Kaltim. mar

Hutan Kaltim Tentukan Strategi Pembangunan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pertanian, Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup (LH), Prof Dr Sigit Hardwinarto mengatakan saat ini kondisi hutan Kaltim merupakan salah satu yang turut mempengaruhi jalannya pembangunan. Sehingga kedepan keberadaannya patut diperhitungkan untuk menentukan strategi pembangunan daerah maupun negara.

"Namun demikian, pembangunan hutan dan kehutanan Kaltim saat ini mengalami keadaan yang cukup sulit. Hal ini nampak diantaranya dengan kondisi lahan-lahan kritis yang semakin bertambah. Karena itu, komitmen semua pihak sangat diperlukan dalam mendukung keseimbangan lingkungan hidup, terutama terhadap pemanfaatan hutan. Sebab, saat ini masih lembahnya disiplin serta komitmen beberapa pihak terhadap pemanfaatan hutan yang akhirnya ikut mempercepat proses kerusakan hutan dan memberi dampak lain terhadap keseimbangan lingkungan hidup,” papar  Sigit Hardwinarto saat membuka seminar internasional hutan tropis di Aula Rektorat Universitas Mulawarman, Rabu (10/9).

Menurut Sigit, Kaltim memiliki hutan tropis yang cukup luas dan termasuk yang terbesar di Indonesia. Hutan tropis penting artinya dalam mengelola keseimbangan ekologis yaitu sebagai penyerap, sumber maupun penampung Gas Rumah Kaca (GRK), di samping sebagai sumber kehidupan dan penyimpan warisan budaya yang kini telah mendapat perhatian khusus.

Selain itu ekosistem hutan juga merupakan penyedia jasa sebagai habitat berbagai macam species biologi dan penyimpan sumber daya genetik bagi makanan dan obat-obatan. Karena itu, pemerintah menyadari bahwa pencegahan dan penanggulangan terhadap kerusakan hutan harus dilaksanakan semaksimal mungkin, bukan hanya sebatas slogan saja. Termasuk, kegiatan rehabilitasi hutan juga harus ditangani secara serius dan dengan komitmen moral dari tingkat pusat sampai ke daerah.

”Kerusakan hutan banyak diakibatkan oleh kebakaran hutan, illegal logging, perambahan, pengelolaan hutan yang tidak lestari dan pengelolaan hutan yang tidak mengindahkan asas konservasi. Apalagi, illegal logging merupakan permasalahan yang sangat sulit diberantas,” jelasnya.

Menyadari semakin parah kondisi sumberdaya hutan, maka tidak ada hal lain yang dapat diperbuat, kecuali dengan meningkatkan komitmen untuk melakukan usaha-usaha nyata di lapangan. Misal, dengan melakukan tindakan proaktif untuk melindungi hutan dari bahaya kehancuran seperti yang dibuktikan Pemprov Kaltim yang telah mencanangkan dan menggerakkan program Kaltim Green dengan kewajiban satu orang menanam lima pohon (one man five trees) sejak 2010.

“Melalui program Kaltim Green telah ditanam puluhan juta pohon. Hingga kini dan ke depan, Kaltim Green terus digalakkan tanpa henti yang tentunya juga perlu mendapat dukungan semua pihak dan masyarakat secara luas, sehingga keseimbangan lingkungan hidup dan kelestarian hutan dapat terjaga dengan baik,” jelasnya. mar

Karyawan PT UCI Laporkan Bosnya ke Polda

Buntut 5 Bulan Tak Digaji

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah melaporkan PT UCI ke Polres Samarinda, atas keterlambatan gaji, karyawan perusahaan tambang batubara tersebut kembali melaporkan  ke Polda Kaltim, kemarin.

Karyawan menuding perusahaan telah melanggar undang-undang 13 tahun 2003 Pasal 169 huruf A dan B tentang Ketenagakerjaan. Mereka yang tak mendapatkan upah dari pihak perusahaan selama 5 bulan itu terpaksa membawa kasus ini ke pihak berwajib.

Karyawan menilai,  perusahaan tersebut tak memiliki niat baik untuk membayar tunggakan gaji, sehingga karyawan merasa perlu mengadukan nasib mereka.

Perwakilan karyawan PT UCI, Firhan mengatakan, selain tak dibayar gaji mereka, pihak perusahaan juga memotong 3 persen gaji mereka.

"Gaji kami juga dipotong dengan alasan untuk pembayaran biaya kesehatan karyawan," katanya.

Sebelumnya karyawan dan pihak perusahaan telah menggelar mediasi lebih dari dua kali. Namun upaya mediasi tersebut belum membuahkan hasil karena kepala perusahaan tidak hadir dalam pertemuan itu dan mewakilkannya.

Anehnya lagi, katanya, Perwakilan menejemen yang dikirim ternyata tak bisa mengambil keputusan. "Ya kalau begini kan sama saja kami dibohongi," tegasnya.

Karyawan bertekad akan terus berupaya mendesak pihak perusahaan PT UCI untuk segera memberikan gaji beserta hak-hak yang sesuai dengan peraturan yang ada.

"Kami akan terus berusaha memperjuangkan hak karyawan. Kasihan mereka sudah banting tulang bekerja tapi tidak mendapatkan gaji," pungkasnya. tha

KDRT dan Kekerasan Seksual Tertinggi

P2TP2A Kaltim Tangani 178 Kasus

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua P2TP2A  Kaltim Hj Eka Komariah Kuncoro menyampaikan bahwa sejak terbentuknya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim pada 2009 hingga 2013 telah menangani sebanyak 178 kasus dan tertinggi adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

"Pada tahun pertama sejak pendirian lembaga ini telah menangani 6 kasus KDRT, namun pada tahun kedua penanganan kasus meningkat seiring dengan tingginya kasus di masyarakat yang melalporkan ke P2TP2A Kaltim. Misalnya, tahun 2010 kasus yang ditangani sebanyak 29 kasus terdiri 15 KDRT, kekerasan seksual lima kasus, penelantaran dan hak asuh anak masing-masing tiga serta kekerasan masa pacaran dua dan penculikan satu kasus,"papar Eka Komariah Kuncoro kepada media belum lama ini.

Eka Komariah menambahkan, pada tahun 2011 terjadi peningkatan lagi mencapai 49 kasus dan tertinggi KDRT (30 kasus) dan kekerasan seksual sembilan kasus. Walaupun jumlah kasus yang ditangani fluktuatif sebut Eka Komariah, namun trennya meningkat. “Kasus-kasus ini seperti gunung es dan semakin kita gali semakin banyak temuan di masyarakat.

"Data terakhir hingga 2013 penanganan kasus oleh P2TP2A Odah Etam untuk KDRT sebanyak  93 kasus, kekerasan seksual 29 kasus, penelantaran 19 kasus serta Hak asuh anak 15 kasus, kekerasan masa pacaran lima kasus, penganiayaan 11 kasus dan penculikan enam kasus,"ujarnya.

Diterangkan,  saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kasus KDRT maupun kekerasan seksual termasuk pelentaran, hak asuh anak, kekerasan masa pacaran, penganiayaan serta penculikan tetapi masih sedikit yang berani melaporkan ke lembaga ini.

"Padahal, keberadaan lembaga ini guna memfasilitasi penyeediaan pelayanan untuk masyarakat baik fisik maupun non fisik meliputi informasi dan data, rujukan, konsultasi (konseling) serta pendampingan apabila terjadi kasus serta pelatihan keterampilan,"tandasnya.

Komariah mpula nambahkan, bahwa pemicu terjadinya kasus-kasus kekerasan maupun penganiayaan dalam rumah tangga dan masyarakat akibat salah pemanfaatan teknologi informasi, sehingga terjadi konflik dalam keluarga maupun masalah seksual.

“Tidak dipungkiri era globalisasi dan pemanfaatan IT  juga salah satu pemicu kasus-kasus konflik dan seksual. Misalnya, bermain facebook yang mengarah pada perselingkuhan. Ditambah lagi jarang berkumpul sesama anggota keluarga,” jelasnya.

Selain itu, pergaulan yang terlalu bebas serta kesibukan para orang tua dan anak-anak diluar rumah. “Keterbukaan informasi mampu merusak prilaku dan moral masyarakat khususnya lingkup terkecil atau keluarga,” ujar Komariah.

Dia menambahkan guna mengantisipasi terjadinya kasus KDRT maupun kekerasan lainnya diperlukan kepedulian semua pihak. “P2TP2A sebagai mitra pemerintah melakukan pelayanan bagi korban kekerasan melalui pendampingan dan advokasi,” ungkapnya.

Pada dasarnya lanjut Komariah, P2TP2A Odah Etam melakukan pelayanan bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan sekaligus berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan guna terwujud kesetaraa gender dan kesejahteraan keluarga di Kaltim.

“Kami sabagai mitra pemerintah daerah dan atas dukungan Gubernur Awang Faroek Ishak merasa berkepentingan untuk memberikan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak di Kaltim,” tandasnya. mar

Diduga Dibakar, 10 rumah di Sempaja Utara Hangus Terbakar

57 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

 

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Api kembali mengamuk di Samarinda. Ironisnya kali ini bukan lagi akibat kompor gas, atau konsleting Listrik, isu yang beredar justru kebakaran ini justru disengaja.

Pelakunya diduga tiga pelajar sekolah kejuruan di Samarinda yang sebelumnya sempat ribut dengan pemilik kos tempatnya tinggal, ketiganya kini menjadi orang yang paling dicari oleh warga sekitar. Pasalnya api yang menghanguskan rumah warga diduga berasal dari kamar kos mereka.

 Sejumlah warga yang ditemui Poskota Kaltim selasa pagi di Gang Rahman RT 01 Sempaja,  yang menjadi korban kebakaran selasa dini hari masih berada disekitar rumah mereka. Mereka terlihat berusaha mencari barang-barang berharga yang tidak sempat diselamatkan saat terjadi kebakaran selasa dini hari.

Sejumlah warga saat ini masih memilih tinggal disekitar rumah mereka, sekaligus menunggu rumah mereka dibangun kembali.

Sedikitnya 8 bangunan rumah tunggal dan 2 rumah petak dengan 10 pintu hangus terbakar, akibatnya kejadian ini sedikitnya 50 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah warga mengatakan bahwa kebakaran diduga disengaja  oleh salah satu penghuni kos yang menjadi tempat asal api, keributan  yang terjadi sebelum kebakaran diduga menjadi penyebab salah satu anak kos yang masih duduk di sekolah menengah kejuruan itu diduga melakukan aksi nekadnya.

"Sebelum kebakaran salah seorang warga sempat menyium bau bensin, namun tidak terlalu lama api langsung membesar dan menyebar hingga menghanguskan rumah warga," kata Siti Mariamah.

Konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu dan berdempetan, membuat api dengan cepat membesar dan menyebar kesejumlah rumah di Rt 01, selain itu

lokasi kejadian yang berada jauh didalam gang membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan masuk kelokasi, akibatnya dengan peralatan seadanya warga pun berusaha memadamkan api, meski menggunakan ember.

Beruntung satu unit mesin portebel milik badan penanggulangan bencana kota Samarinda tiba dilokasi, dengan memanfaatkan sumur dan air parit disekitar lokasi, petugas akhirnya bisa menguasai api.

Sementara itu Ketua Rt 01 sempaja utara Ahmad Hasan mengaku bahwa saat ini para ia dan para warga saat ini masih mencari keberadaan para anak kos yang menempati rumah kos tersebut.

Ahmad Hasan mengatakan bahwa keributan yang terjadi antara anak kos dan pemilik kos itu diduga menjadi penyebab kebakaran itu.

"Kami masih mencari 3 orang pelajar yang menghuni kos itu, saya mau tanya saat kebakaran mereka ada dimana, karena sejumlah warga melihat bahwa mereka sudha tidak ada dirumah itu saat terjadi kebakaran, " kata Ahmad.

Api akhirnya dapat dipadamkan setelah satu jam setengan petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan  juta rupiah.

Sementara itu kasusnya sendiri saat ini masih dalam penyelidikan polsekta Samarinda Utara. M4n

RSI Ibnu Sina Wajib Tampung Tenaga Kesehatan Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak memberikan dukungan tinggi terhadap pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Balikpapan di Jalan Soekarno Hatta Km 9 Balikpapan dengan luas lahan mencapai 2.070 ha.

Awang berharap agar setelah pembangunan tersebut selesai, diharapkan mampu menampung tenaga kesehatan dari daerah ini, baik tenaga dokter, perawat, kebidanan serta staf administrasi wajib diterima dari sumber daya daerah.

“Sesuai komitmen saya bersama semua jajaran Pemprov Kaltim, semua aspirasi masyarakat yang baik pasti kami terima. Apalagi, hal ini terkait pembangunan rumah sakit. Saya dan jajaran Pemprov Kaltim siap mendukung. Tetapi, yang terpenting adalah SDM yang diterima untuk mendukung aktivitas tersebut dari daerah ini,” kata Awang Faroek Ishak usai mendengarkan presentasi Pengurus Yayasan Madinatul Iman Balikpapan terkait rencana pembangunan RSI Ibnu Sina Balikpapan di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa (9/9).

Mendukung rencana pembangunan tersebut, diharapkan pengurus yayasan rumah sakit dapat menyiapkan persyaratan yang harus dilengkapi, sehingga dapat diusulkan untuk mendapatkan dukungan melalui bantuan sosial Pemprov Kaltim dari dana hibah.

Meski demikian, untuk menyukseskan pembangunan ini, maka diharapkan dukungan anggota DPRD Kaltim dan DPRD Kota Balikpapan sangat diperlukan, sehingga pembangunan tersebut dapat terwujud.

“Aspirasi seperti ini, diharapkan para anggota DPRD Kaltim maupun Balikpapan dapat mengetahui. Sehingga dengan demikian bisa bersama-sama mendukung pembangunan rumah sakit tersebut. Apalagi, rumah sakit ini akan memberikan peluang besar bagi tenaga kesehatan yang dimiliki daerah untuk bekerja. Karena itu, pembangunan ini wajib didukung,” jelasnya. mar

SKPD Harus Dukung Program Pertanian

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Guberur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kaltim bisa membuat koperasi untuk mendukung  dan menunjang pengembangan program pertanian arti luas di Kaltim. Ini sekaligus mendukung pencanangan program ketahanan dan kemandiran pangan yang ditetapkan dalam Visi Kaltim Maju 2018.

"upaya tersebut sebagai upaya memenuhi persedian pangan berbasis kemandirian, khususnya untuk  menjamin ketersediaan enam komoditas utama pangan seperti beras, jagung, kedelai, ubi kayu, daging sapi. Sebagai contoh, melalui koperasi SKPD bisa mengambil 2 ribu ekor sapi untuk dikembangkan, sehingga dapat medukung perwujudan target pembangunan sektor peternakan 2 juta ekor sapi hingga 2018,” papar Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.

Awang Faroek menambahkan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Peternakan (Disnak) menetapkan target pembangunan jangka menengah (RPJMD) 2013-2018 bidang peternakan melalui pengembangan 2 juta ekor sapi untuk mewujudkan swasembada pangan di Kaltim. Secara mandiri memenuhi kebutuhan konsumsi daging melalui produksi ternak lokal. Tidak hanya itu, melalui koperasi tersebut SKPD diminta mengembangkan sektor pertanian tanaman pangan seperti singkong gajah yang mulai digalakan di Kaltim

“Selain mendukung program ketahanan dan kemandiri pangan, program ini sekaligus dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kalau SKPD kaya dari hasil usaha tidak masalah,” tegasnya.

Menurutnya, pola fikir SKPD harus dirubah tidak hanya menggunakan anggaran, tapi juga harus mampu menghasilkan. “Prinsipnya semua harus ada perubahan. Semua harus dimulai dari sekarang,” tukasnya.

Selain itu, Awang Faroek  berharap pemanfaatan lahan tersebut lebih baik dilaksanakan sejak dini dari pada terlambat. Karena itu, setiap perusahaan tambang saat ini harus memiliki program, sebelum perusahaan tersebut ditutup. Termasuk yang dimiliki Kuasa Pertambangan (KP) batu bara yang dikeluarkan pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim.

"Karena itu, lahan tersebut harus dikelola dengan baik. Sehingga rakyat di Kaltim tidak menderita. Jadi, wajib perusahaan tambang mengembalikan lahan yang tidak dimanfaatkan kepada pemerintah. Apalagi, perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi. Sehingga lahan yang tidak digunakan tersebut bisa digunakan untuk pengembangan program pertanian dalam arti luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Dari pemanfaatan tersebut, lahan itu diharapkan dapat dimanfaatkan pengembangan peternakan, pertanian, perikanan dan perkebunan. Bahkan diharapkan dapat menyukseskan ketahanan pangan Kaltim, mulai dari pengembangan padi, jagung, kedelai, singkong, sapi dan ikan.

Melalui program pengembangan pertanian dalam arti luas tersebut dengan memanfaatkan lahan eks tambang.

“Untuk perusahaan tambang, seperti Kitadin hingga PT KPC diharapkan bisa menyumbang untuk masyarakat mencapai 250.000 ekor selama lima tahun. Tetapi, yang paling besar harus diberikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni setiap hektar harus ada tiga ekor sapi yang dipelihara. Karena, itu masuk dalam program kemitraan antara kebun dengan sapi. Jadi, saya yakin program pertanian dalam arti luas di Kaltim dapat terwujud,” jelasnya.

Mewujudkan itu semua, maka setiap perusahaan dapat membantu dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki dari program penutupan tambang tersebut. Karena itu, semua perusahaan wajib melakukan program tersebut.

Selain itu, agar menyukseskan program tersebut, maka penyuluh di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan harus diperbanyak. Terutama penyuluh peternakan. Karena, para peternak jangan dibiarkan beternak tanpa ada penyuluh.

Bahkan, untuk menyukseskan peternakan masyarakat, perlu adanya pasar peternakan di masing-masing daerah dan seluruh perusahaan besar di kabupaten/kota harus bisa menyiapkan lahan untuk pembangunan tersebut.

“Saya yakin program pertanian dalam arti luas ini, terutama peternakan yang memanfaatkan lahan eks tambang batu bara dapat sukses,” jelasnya. mar

Nasib Bus Kian Terjerumus

Angkutan Tak Resmi Kian Merajalela

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Pengusaha dan sopir bus angkutan dalam kota di Kalimantan Timur  mengeluhkan maraknya aksi angkutan gelap yang berkeliaran di sekitar terminal Lempake, Samarinda Utara, Samarinda. Akibat taksi gelap ini, banyak rute bus yang harus tutup akibat kekurangan penumpang.

Menurut seorang sopir bus, Muslimin, ada tiga rute yang terpaksa ditutup akibat tak ada penumpang. Rute tersebut antara lain Samarinda–Berau, Samarinda–Sangkulirang, dan Samarinda–Muara Wahau.

“Sebenarnya bukan karena persoalan jalan yang rusak yang membuat tiga rute ini tutup, namun keberadaan taksi gelap ini,” kata Muslimin, kemarin.

Awalnya sempat diinformasikan jika penutupan rute ini akibat infrastruktur jalan yang rusak. Namun seiring waktu, akses jalan sudah diperbaiki dan kini telah baik. Namun karena minim penumpang, rute ini tak pernah dibuka kembali.

“Pernah waktu itu dulu kita buka lagi rute ke Berau, tapi penumpangnya hanya sembilan orang, mana bisa menutupi ongkos jalan bus. Kalau soal infrastruktur jalan, sekarang  sudah begini (jempol),” katanya.

Para sopir bus tidak meminta taksi gelap untuk dihentikan. Mereka hanya meminta agar aktivitas taksi gelap itu tidak dilakukan di sekitar terminal karena mengurangi jumlah penumpang mereka.

“Taksi gelap ini perkembangannya terlalu pesat sekarang, makanya penumpang turun. Silahkan saja mau cari (penumpang) di mana, yang penting jangan mengganggu di terminal di sini,” katanya.

Dari pantauan di sekitar terminal, keberadaan taksi gelap memang cukup mencolok. Mereka mencari penumpang persis di depan pintu masuk Terminal Lempake. Sehingga, saat ada penumpang yang ingin masuk ke terminal, langsung ditawari oleh calo taksi gelap.

Bahkan saat sopir bus menggelar aksi mogok pada Minggu (7/9/2014) kemarin, taksi gelap ini mencari penumpang di dalam terminal. Hal inilah yang sangat disesalkan oleh sopir bus.

Sebelumnya, selama empat hari sopir bus di Terminal Lempake menggelar aksi mogok bekerja. Mereka enggan membawa penumpang karena kesulitan BBM saat mengantre di SPBU. Selain persoalan BBM, para sopir juga mengeluhkan maraknya taksi gelap ini.

"Kami berharap akan ada solusi dari pemerintah dalam menangani hal ini. Pemerintah harus tegas dalam tindakan dan pengawasan," pintanya. tha

Calhaj Samarinda Waspadai Mers-cov dan Ebola

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Jemaah calon haji (calhaj) Kota Samarinda diminta lebih berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Salah satunya dengan tidak membeli makanan disembarangan tempat.

"Kalau ingin membeli makanan, harus dilihat kebersihan dan kesehatannya. Jangan sampai setelah mengkonsumsi, justru terjangkit virus dan terserang penyakit, sehingga akan terganggu melaksanakan prosesi ibadah haji,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, drg. Nina Endang Rahayu MKes.

Menurutnya, masalah makanan mesti benar-benar diperhatikan. Meskipun memasak sendiri, tetap harus dijaga kebersihannya.

"Sebab, virus penyakit bisa masuk ke dalam makanan yang dikonsumsi. Makanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, sebelum dan sesudah makan, hendaknya mencuci tangan yang bersih," ujarnya.

Selama berada di Tanah Suci, Nina menyarankan jamaah haji Samarinda lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan demi menjaga agar badan tetap segar dan fit. Berikut mengkonsumsi suplemen agar ketahanan tubuh terjaga dengan baik. Mengingat kondisi iklim di Arab Saudi berbeda dengan di Tanah Air, sebaiknya jamaah juga banyak minum air putih agar tidak kehilangan cairan dalam tubuh. Lebih lanjut Nina menyatakan, tahun ini program pemeriksaan diberlakukan satu pintu. Hal ini untuk mengetahui dan memberikan kepastian tentang pemberian vaksin, dan lebih rapi pendataannya.

"Kami mengharapkan agar pemeriksaan bisa lebih terkontrol baik saat akan berangkat maupun sepulang dari Tanah Suci nantinya. Mengingat rata-rata usia calon haji tidak muda lagi, pola hidup sehat harus diberlakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga teratur," ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, istirahat yang cukup dan jangan stres. Berusahalah agar jiwa selalu tenang. Sebab, semua itu bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Soal potensi penyakit mers-cov dan ebola, ia juga meinta agar perlu perhatian bersama. Namun, apabila calon jamaah mematuhi seluruh aturan dan anjuran yang diberikan petugas, maka penyakit tersebut kemungkinan besar tidak akan menjangkiti jamaah haji asal Samarinda.

"Kami dari Dinas Kesehatan meminta kepada seluruh jamaah untuk selalu aktif melaporkan keadaan kesehatannya pada pos kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit agar kesiapan keberangkatan ke Tanah Suci dan dalam menjalankan ibadah nantinya tidak terhambat," pungkasnya. aon

Istri Wapres akan Kembali Berkunjung ke Samarinda

Tinjau Kampung Tenun dan Pengelalolaan IPAL

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Herawati Boediono kembali dijadwalkan akan berkunjung ke Kota Tepian  tanggal 18 September mendatang.   Kedatangan istri Wakil Presiden RI Boediono ini tidak sendiri. Rencanannya akan didampingi Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.

Selama empat jam berada di Samarinda, rencanannya Herawati juga akan meninjau sejauh mana realisasi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah, Red) yang dibangun atas bantuan Kementerian LH di Kampung Tenun tadi.

Dalam rapat persiapan penyambutan, Senin (08/09) lalu, Ketua Dekranasda Samarinda Hj Puji Setyowati  mengatakan maksud kedatangan  Herawati nanti untuk melihat sejauh mana progres kegiatan hasil dari program Dekranasda Samarinda yang menjadikan kampung tenun sebagai objek wisata andalan.

Dalam rapat yang berlangsung di atas kapal Pariwisata ini, Ketua TP PKK mengatakan pada intinya kehadiran Ketua Dekranas nanti ingin melihat lingkungan di sekitar para pengrajin kampung tenun termasuk sasaran terpenting adalah  realisasi pengoperasian IPAL  setelah diserah terimakan ke daerah.

 Masih kata Puji, setelah  dua jam berada di kampung Tenun, rombongan Dekranas juga nantinya akan berkunjung ke kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur di Jl Gajah Mada, sebagai bentuk apresiasi Dekranas kepada BI yang telah mendukung pengembangan kampung tenun di Samarinda.

Sebelumnya, pada tanggal 14 Maret 2012 silam, ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pusat  Hj Okke Hatta Rajasa telah mencanangkan kampung tenun Samarinda Seberang sebagai tujuan wisata nasional yang merupakan bagian dalam program Dekranas Berseri—Bersih, sehat, ramah, rapi dan indah. Sejak itu, kini Dekranas Samarinda terus menggenjot penataannya.

Sementara, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang saat memimpin rapat tersebut meminta seluruh panitia agar maksimal melakukan persiapan penyambutan ibu RI 2 ini di kota Tepian.

Termasuk menyiapkan aneka produk kerajinan kota Samarinda, seperti batik Kaltim, manik-manik, ukiran kayu hingga makanan khas seperti amplang, abon dan lainnya di rumah tua. hms/adv

Air Surut Pengaruhi Harga Kebutuhan Masyarakat

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (2)

PERJALANAN rombongan jurnalistik yang menggunakan kapal taxi tidak semulus perkiraaan rombongan. Pasalnya malam harinya media ini mendapatkan informasi dari pemilik kapal taksi Dayak Lestari pak Anyeq. Dia baru saja mendapatkan kabar melalui telpon selulernya. Air mahakam bertambah surut, sehingga kapal kemungkinan tidak sampai tujuan ke Ujoh Bilang, tetapi hanya sampai paling jauh di Kecematan Long Hubung atau Datah Bilang.

Bahkan Anyeq memaparkan bahwa air mahakam sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran khususnya untuk kapal taksi menuju daerah hulu mahakam. Pasalnya semakin air besar, semakin sedikit kendala bahkan tidak ada, kecuali kendala teknis dari kapal itu sendiri, seperti ada kerusakan mesin atau hal lainnya. sehingga dengan leluasa kapal bisa lancar tanpa takut tersangkut di karangan.

Sementara kalau air surut, bukan saja berpengaruh terhadap kelancaran transportasi menuju hulu mahakam, tetapi juga biaya akan  semakin membengkak bagi para penumpang, kalau sudah air surut, para penumpang harus menyiapkan biaya ekstra, dimana setelah kapal tidak sampai tujuan yang dituju karena air kecil, mereka para penumpang harus transit lagi dengan 

menggunakan longboat atau speedboat, dengan demikian mereka haru membayar perjalan dua kali, yang mana besar biaya bisa hampir sama dengan biaya kapal itu sendiri, bahkan semakin besar, seperti Samarinda-Tering sebesar Rp175 ribu, sedangkan dengan menggunakan speedboat dari Tering-Ujoh Bilang biayanya lebih besar  mencapai Rp 300 ribu per orang. hal itu disebabkan karena besarnya biaya operasional speedboat itu sendiri, seperti untuk harga premium  (bensin)  perliternya mencapai Rp12 ribu bahkan bisa mencapai Rp15 ribu/liter, belum lagi biaya lainnya.

Hal senada juga disampaikan Rahmadi salah seorang penumpang kapal, memaparkan bahwa besarnya harga Sembako maupun barang-  barang lainnya  di ulu mahakam, dikarenakan besarnya  biaya transportasinya, apalagi kalau air mahakam sudah surut, dimana kapal barang tidak sampai ke tujuan,  harga barang bisa tiga kali lipat naiknya.

"Tetapi kenaikan harga barang tersebut tidak pernah diprotes warga, karena hal itu sudah dimaklumi, begitu pula dengan harga minyak, untuk masyarakat ulu mahakam, tidak pernah protes harga premium atau bensin bila pemerintah menaikkan harganya, karena sebelum pemerintah menaikkan harga bensin di ulu mahakam sudah mencapai Rp12 ribu bahkan sampai Rp18 ribu/liternya, bagi mereka yang penting barang atau minyaknya ada," terang Rahmadi.     

Mendengar cerita  Anyeq sebelumnya, staf Humas Pemprov Kaltim Eko Susanto langsung menghubungi pihak staf Humas  Pemkab Mahakam Ulu, yang mengabarkan kapal yang ditumpangi rombongan kemungkinan tidak bisa sampai ke Kampung Ujoh Bilang, mendengar kabar tersebut, pihak Humas Pemkab Mahakam Ulu, akan menyambut rombangan besok paginya dengan menyiapkan speed boat.

Sekitar pukul 10.00 wita, akhirnya kapal yang ditumpangi rombongan jurnalistik sampai di Kampung Tering Kabupaten Kutai Barat, setelah rombongan sudah turun dari kapal, tidak lama kemudian menuju ke speedboat   milik Pemkab Mahakam Ulu yang sudah disiapkan sebelumnya, kurang lebih  pukul 11.00 wita, rombongan  melanjutkan perjalanan menuju Ujoh Bilang, Speedboat yang kami tumpangi sangat laju, karena menggunakan dua mesin berkekuatan masing-masing  200 PH (Power House),  dengan kecepatan diperkirakan  sekitar 60 atau 70 Km/jam. Dalam peralanan kami melihat beberapa kampung yang berada  di bantaran sungai mahakam, begitu pula dengan batu karang dan pulau-pulau yang ada di tengah sungai mahakam, sehingga menambah suasana perjalan begitu indah, belum lagi karangan (merupakan batu-batu koral dan pasir   yang terhampar dipinggir sungai bahkan ada yang berbentuk pulau-pulau) sehingga laju speedboat meliuk-liuk mengikuti arus yang dalam, sesekali terlihat speedboat, ataupun ces yang hilir mudik membawa penumpang ataupun barang dagangan.     

Dan sekitar pukul 12.30 wita speed boat mampir di kampung Datah Bilang untuk  beristirahat sejanak, sekalian makan siang, setalah itu rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Ujoh Bilang.

Setelah perjalanan mencapai kurang lebih 4 jam akhirnya, speedboat rombongan jurnalistik sampai dipelabuhan  Ujoh Bilang yang merupakan ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, rombongan diterima langsung oleh staf ahli bidang pemerintahan Pemkab Mahakam Ulu Dra Lily Kusnowati, Kasubag Umum Pemkab Mahakam Ulu Yuli serta beberapa staf Humas Pemkab Mahakam Ulu. setelah itu rombongan jurnalistik kemudian dibawa ke penginapan untuk beristirahat. (umar/bersambung)

Blusukan, Wawali Temukan Penimbun BBM Ilegal

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sikap frustasi akan kelangkaan Bahan bakar Minyak (BBM) jenis solar ditunjukan wakil Walikota Samarinda Nusirwan Ismail dengan cara blusukan kesejumlah tempat yang diduga menjadi tempat kegiatan penimbunan solar.

Bersama sejumlah PNS dan aparat kepolisian, orang nomor dua dilingkungan Pemkot Samarinda ini langsung menuju kawasan Samarinda Seberang, tepatnya di Komplek Perumahan Pinang Bahari sesuai SMS yang diterima Wakil Walikota Samarinda.

Benar saja, ketika tiba di lokasi Nusirwan Ismail dibuat kaget dengan deretan mobil tangki BBM mirip milik Pertamina yang biasa mengatarkan BBM kesejumlah SPBU dan tempat yang membeli BBM bersubsidi.

Jika tidak ada laporan mungkin praktik penimbunan ini masih terus berlangsung karena lokasi praktek penimbunan dan penyaluran solar bersubsidi dilakukan di bagian belakang perumahan,  yang sulit terpantau oleh aparat berwajib, aktivitas bongkar muat dilakukan malam hari sehingga sulit terendus.

“Kasus ini terbongkar akibat masyarakat sekitar yang sudah mulai gerah dengan aktifitas bongkar muat yang dilakukan para pelaku, selain membahayakan bagi masyarakat sekitar, kebisingan kendaraan yang lalu lalang mengganggu masyarakat yang sedang istirahat,” kata Nusirwan.

Dalam operasinya, lanjut Nusirwan BBM yang ada dikumpulkan dari ratusan pengetap yang berkeliaran di sejumlah SPBU di Samarinda, BBM itu kemudian dikumpulkan dan dimasukan ke mobil tangki yang ada, dan kemudian disalurkan kesejumlah tempat yang memerlukan BBM jenis solar dengan harga yang sedikit miring.

Truk BBM yang ada disini ternyata ilegal, karena yang dilaporkan ke Pertamina hanya satu, sementara yang lainnya tidak dilaporkan.

Penemuan lokasi penimbunan BBM jenis Solar ini cukup mengagetkan Pertamina, dari itu pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait operasional perusahaan yang diduga milik mantan anggota TNI ini.

“Ada indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. entah mereka ambil dari SPBU Modusnya gimana, pakai mobil kemudian ditap, modusnya banyak. nah justru ada temuan seperti ini kita terbantu sekali. jadi bbm subsidi yang seharusnya untuk masyarakat, tadinya ada penyelewengan, dengan hal ini bisa terselesaikan.” Agung Wibowo Sales Retail Pertamina Samarinda.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda berhasil mengamankan belasan mobil yang digunakan untuk mengetap BBM, para pengetap memodifikasi tangki di dalam mobil agar bisa membeli BBM  bersubsidi di SPBU,  modus seperti inilah yang dilakukan para penimbun BBM lalu dijual kembali dengan harga industry. M4n

Fraksi PDI-P Bahas Tatib

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah mengikuti pelaksanaan masa orientasi yang berlangsung di Bandung pekan kemarin, anggota DPRD Kota Samarinda, kini disibukkan dengan tugas baru yakni menyiapkan penetapan tata tertib (Tatib) dewan. Tak terkecuali Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan, Senin (8/9) kemarin, membahas sejumlah tatib.

H Siswadi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda sementara, membenarkan hal itu. Bahwa, FPDI Perjuangan tengah serius membahas tatib dewan.

"FPDI Perjuangan tengah melakukan pembahasan tatib ini dengan serius. Karena tatib ini merupakan bagian terpenting dalam melakukan tugas pokok, fungsi dan alat kelengkapan dewan," ujar H Siswadi.

Menurut Siswadi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda ini, selain membahas poin-poin utama Tatib, juga dibicarakan mengenai Tatib interupsi anggota dewan dalam rapat internal, bersama, maupun rapat paripurna.

"Banyak hal yang menyangkut tatib ini dibahas. Untuk kemudian diajukan dalam sidang paripurna mendatang," katanya.

Dia katakan, FPDI Perjuangan memandang perlu memiliki peraturan tata tertib yang mengatur susunan dan kedudukan, hak dan kewajiban, serta pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenang DPRD beserta alat kelengkapannya.

"Karena ini bagian terpenting dalam melaksanakan tugas kedewanan, maka FPDI Perjuangan dengan serius menggodok tatib ini," katanya.

Dia menilai, meski DPRD Kota Samarinda  masa bakti 2014-2019 belum lama dilantik, namun untuk penetapan keanggotaan fraksi-fraksi serta alat kelengkapan lain baik itu komisi maupun badan-badan lain di DPRD Kaltim, menurutnya  harus secepatnya ditetapkan agar tugas dewan bisa bekerja secara optimal.

"Kami sudah diberikan amanat oleh rakyat dan oleh undang undang. Untuk itu, tak ada istilah santai. Karena kami sudah diharuskan melakukan berbagai hal untuk menjalanlanntugas dan tanggung jawab ini," ungkapnya.

Kembali dijelaskan, untuk pembahasan penetapan susunan pimpinan maupun keanggotaan tentu akan membutuhkan pembahasan panjang.

“Pada dasarnya bagaimana alat kelengkapan dewan dan tatib ini bisa segera disahkan untuk kemudian anggota segera melakukan tugasnya masing-masing. Karena bagaimanapun anggota dewan adalah amanat rakyat," paparnya.

Siswadi belum bisa menetapkan target kapan penetapan pimpinan dan keanggotaan pada alat kelengkapan DPRD Kota Samarinda. Namun demikian, untuk penetapan tersebut ada proses yang harus dilalui. Seperti membentuk Kelompok Kerja (Pokja) baik itu Pokja Internal, Pokja Eksternal dan Pokja Tatib membahas Tata Tertib Dewan untuk kemudian menyiapkan alat kelengkapan dewan. “Mudahan satu bulan ini kita akan bekerja bersama-sama. Karena kami juga tak ingin berlama-lama," katanya.

Dalam menggodok pembentukan alat-alat kelengkapan dewan, Siswadi, memaparkan tentu akan mengikuti arahan dari Menteri Dalam Negeri atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD, yakni soal  Tata Tertib DPRD. 

“Yang pasti pertama dilakukan adalah pembentukkan fraksi dan pembentukkan Pokja. Untuk permulaan komisi akan bisa dibentuk lebih awal, baru kemudian  Banggar, Banmus, BK dan Banleg. Targetnya paling lama satu bulan,” katanya.

Dia berharap, semua proses dan mekanisme utamanya pembentukan tatib ini akan segera rampung. Pasalnya, dengan terbentuknya tatib ini sebagai wujud gerak langkah dan tanggung jawab dari amanah rakyat.

"Tatib ini sebagai bagian dari  berdemokrasi. Maka dari itu ini harus kita kejar untuk segera selsai," pungkasnya. tha

Jambret Nyaris Tewas Diamuk Massa

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Dua orang pemuda tanggung babak belur diamuk massa setelah tertangkap basah merampas perhiasan warga didepan Kantor Pegadaiaan di Jl Lambung Mangkurat Samarinda.

Meski sempat melarikan diri, keduanya akhirnya tertangkap setelah ratusan warga mengepungnya. Keduanya nyaris tewas dihakimi warga. Beruntung ada petugas kepolisian berpakaiaan preman yang mengamankan keduannya.

Warga Jl Merdeka 3 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Samarinda dihebohkan dengan tertangkapnya dua orang pelaku penjambretan. dua orang pria pelaku penjambretan ini diamankan petugas berpakaiaan preman, untuk menghindari aksi amuk massa lebih jauh. Saat tertangkap tangan, seusai beraksi didepan pegadaiaan di Jl Gerilya Samarinda, namun apes meski sudah diamankan, pelaku sudah terlanjur babak belur dikeroyok massa.

Aksi nekat para pelaku berawal saat korbannya yang baru keluar dari pegadaian  dengan membawa uang sebesar Rp2 juta,  namun apes belum sempat menikmati uang hasil menggandai perhiasannya uang itu justru raib dibawa kabur kedua pelaku yang memang sudah mengintainya sejak lama.

Pelaku yang berdiri dibelakang korban spontan merampas paksa uang dan gelang milik korban yang berada didalam tas milik korban. Menyadari harta miliknya telah berpindah tangan, korban segera berteriak sehingga menarik perhatian warga lainnya.

Hasilnya meski sempat kabur sejauh 1 kilometer, para pelaku akhirnya tertangkap setelah puluhan warga yang ada disekitar tempat itu ikut mengejar keduannya. Setelah tertangkap, mereka langsung ditelanjangi warga. Bahkan saat proses evakuasi yang dilakukan jajaran Polsek Samarinda Utara keduanya masih mendapat bogem mentah dari warga yang jengkel atas perbuatan pelaku.

“Pelaku sempat sembunyi di dalam parit, namun karena banyaknya warga yang mencari maka kedua pelaku berhasil ditangkap didua tempat berbeda,” kata Sugi.

Kini untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya pelaku kini terpaksa mendekam di sel tahanan petugas Polsek Samarinda Utara. M4n

Big Mall Samarinda Harus Terima SDM Lokal

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembangunan Big Mall Samarinda yang berlokasi di Jl Untung Suropati Samarinda. Apalagi, Big Mall tersebut akan terbangun shopping mall yang terbesar di luar Pulau Jawa yang mempunyai luasan mencapai 280.000 M2 dan berlokasi sangat strategis dipinggiran Sungai Mahakam.

"Karena itu, diharapkan dengan adanya pembangunan tersebut, dapat menampung Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dari Samarinda dan sekitar, sehingga tingkat pengangguran di wilayah Samarinda berkurang. Diharapkan dengan kehadiran Big Mall ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Kaltim, khususnya di Samarinda dan tentu pembangunan ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Apalagi, Big Mall tersebut terbesar di luar Pulau Jawa,” kata Awang Faroek Ishak usai menerima kunjungan manajemen Big Mall Samarinda di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Senin (8/9).

Pembangunan tersebut tentu menjadi kembanggaan bagi masyarakat Kaltim, terutama Samarinda. Meski demikian, yang patut diperhatikan dalam pembangunan tersebut adalah bagaimana penanganan Amdal pembangunan itu, sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar.

Apalagi, pembangunan tersebut juga dilengkapi dengan pembangunan hotel. Karena itu, diharapkan pembangunan hotel tersebut juga harus dibangun dengan indah dan nyaman. “Saya menginstruksikan agar pembangunan hotel dan mall di lokasi tersebut harus dihijaukan, sehingga tampak indah dan nyaman. Apalagi, lokasi tersebut di pinggir Sungai Mahakam. Meski demikian, yang terpenting adalah tenaga kerja, baik di mall dan hotel yang dibangun dapat diterima dari sumber daya lokal, sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud,” jelasnya.

General Meneger Big Mall Purhandoko mengatakan Big Mall yang dibangun merupakan sebuah rencana besar kompleks terpadu yang menyangkut shopping, mall, hotel dan apartemen. Big Mall menawarkan sebuah layanan pusat pembelanjaan terbaru berdasarkan lease mall konsep dengan mengetengahkan Tenant Mix berkelas nasional dan internasional seperti  Sogo Dept Store, Matahari Dept Store, Hypermart, Cinema XXI, Amazone, Gramedia, Electronic Solusion dan Home Solusion.

“BIG Mall  ini  luasan mencapai 280.000 m2  merupakan  Shopping Mall terbesar di luar jawa, yang diharapkan  menjadi  kebanggan masyarakat Kaltim khususnya Kota Samarinda. Diharapkan sebagai icon terbaik Kota Samarinda. Diharapkan bisnis unit kami tersebut dapat dijadikan  parameter  akan dinamisnya serta terkoordinasinya dengan baik, konsep dan kinerja provinsi Kaltim. Apalagi rencana soft opening akan dilaksanakan 16 Oktober 2014,” paparnya. mar

Sopir Bus Masih Mogok Operasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Meski Pemkot Samarinda telah melakukan pertemuan dengan para pengemudi bus dan Organda Kaltim, namun hingga Senin petang (8/9), bus jurusan Bontang-Sangatta masih belum beroperasi. Karena masih belum ada jaminan jaminan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Tanah merah yang selama ini memasok BBM subsidi.

“Iya kalau ada, kalau ternyata saat kami isi ternyata kosong, kami lagi yang nombok untuk beli eceran,” kata Susanto kepada Poskota Kaltim di Terminal Lempake Samarinda (8/9) kemarin.

Pembatasan BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah sejak awal bulan September lalu membuat angkutan bus antar kota dalam Provinsi Kaltim tidak mendapat jatah BBM jenis solar. Hal ini yang membuat puluhan armada bus angkutan kota dalam provinsi di Terminal Lempake Samarinda mogok beroperasi.

Pembatasan BBM subsidi yang diterapkan pemerintah sejak beberapa waktu lalu terus berdampak. Di Samarinda antrian kendaraan jenis truk mengantri hingga 2 kilometer.

Panjangnya antrian kendaraan membuat pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl Panglima M Noor Samarinda melakukan pembatasan penjualan. Setiap truk hanya diberi jatah 30 liter sementara kendaraan pribadi diberi jatah 20 liter.

Namun untuk angkutan sembako dari Pulau Jawa tetap diberikan sesuai permintaan asal menunjukan dokumen perjalanan dari daerah asal, kendaraan yang mengisi juga dicatat untuk menghindari penimbun BBM.

Bahkan pihak SPBU telah meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap pembatasan penjualan BBM subsidi ini agar tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang.

Sementara itu menyinggung tidak adanya kuota khusus bagi Bus, pengelola SPBU mengaku tidak memberikan karena tidak ada instruksi dari Pertamina, bus bisa membeli asal mau antri bersama kendaraan yang lain.

“Kami tidak bisa memberikan kuota khusus kepada Bus karena memang tidak ada instruksi dari Pertamina, kalau memang Bus mau antri silahkan,” kata Bobby.

Sebelumnya puluhan sopir bus yang biasa melayani rute Samarinda-Bontang-Sangatta, memilih mogok,  hal itu dilakukan setelah kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Bus-bus yang biasa mengangkut penumpang, sudah lima hari terakhir hanya terparkir di terminal Lempake, akibat pembatasan kuota bersubsidi oleh pemerintah, di SPBU yang sudah bekerja sama dengan angkutan umum,  sopir bus mendapatkan prioritas, mereka tak perlu antre namun  sejak pembatasan solar bersubsidi dilakukan, para sopir bus bahkan sering tak kebagian solar.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena persoalan BBM, jika persoalan lainya mungkin masih bisa kita bantu, apalagi selama ini para pengemudi sudah sering mengalami kerugian akibat harus membeli BBM  eceran,” kata Suprapto kepala Terminal Lempake .

Akibat aksi yang dilakukan para pengemudi  para penumpang pun terpaksa harus merogok kocek lebih  dalam karena menggunakan angkutan lain, untuk menuju ke Bontang biasanya membayar tiket Rp 29 ribu saat ini harus membayar Rp 60 ribu. Sementara  ke Sangatta-Kutim, penumpang harus membayar Rp 100 ribu.

“Pada dasarnya kami kasihan jika melihat biaya yang cukup besar dikeluarkan penumpang jika naik angkutan plat hitam, namun kami harus berbuat apa sementara modal kami terus berkurang,” kata Susanto pengemudi bus.

Para sopir bus meminta aturan untuk pembatasan solar bersubsidi ini dikembalikan seperti semula,  mereka meminta ada kebijakan khusus untuk angkutan umum seperti bus. M4n

Bagaimana Perkembangan Setelah 1 Tahun Dimekarkan?

Perjalanan Jurnalistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (1)

KABUPATEN Mahakam Ulu terbentuk berdasarkan UU No 22 tahun 2013 pada tgl 17 Januari 2013, dan baru diresmikan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal  22 April 2013, kemudian pada  tanggal 20 Mei 2013, perangkat kerja daerah Kabupaten Mahakam ulu diresmikan oleh Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, dan pelantikan pertama para pejabat esselon II, III, dan esselon IV  dan para camat para pimpinan Puskesmas pada tanggal 22 juni 2013, dan pada tanggal 7 Nopember 2013 Pemkab Mahakam Ulu baru memiliki sekretariat daerah  sebagai pelaksanaan pemerintahan daerah.  Kabupaten Mahakam Ulu memiliki 5 Kecamatan, 48 desa/Kampung dengan luas wilayah  15.314,40 Km2. Setelah dimekarkan setahun lebih  dari  kabupaten Kutai Barat, tentu kabupaten  termudah  di Kaltim tersebut terus melakukan pembenahan pembangunan diberbagai sektor.

Terkait hal tersebut  Humas Pemprov Kaltim  melakukan perjalanan jurnalistik ke Kabuapeten Mahakam Ulu mulai tanggal 2-6 September 2014, bersama  beberapa  wartawan, baik   cetak maupun elektronik untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan yang Kabupaten  Mahakam Ulu setelah satu tahun lebih berpisah dengan kabupaten induknya yaitu Kabupaten Kutai Barat.

Perjalanan  Jurnalistik  tahun ini   dipimpin langsung Kabag Kehumasan   Pemprov Kaltim Imanuddin, Kasubag Internal dan eksternal Humas Pemprov Kaltim Hj Elly Hasni serta beberapa stap Humas Pemprov Kaltim,  sebelumnya berkumpul di Pelabuhan Kapal Sungai Kunjang Samarinda, dan tepat pukul 07.00 wita, rombongan dengan menggunakan kapal taksi Dayak Lestari meninggalkan pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda menuju Ujoh Bilang yang merupakan ibukota Kabupaten Mahakan Ulu, dimana  sebelum kapal berangkat,  pempinan rombongan Imanudin memberikan arahan kepada seluruh  perwakilan media yang ikut, yang mana pada inti perjalanan jurnalistik yang dilakukan tahun ini ke Kabupaten Mahakam Ulu, tidak lain untuk melihat langsung kondisi serta potensi dan perkembangan kabupaten pecahan dari Kabupaten Kutai Barat tersebut. Dalam kesempatan tersebut Imanuddin berharap agar seluruh  wartawan  yang ikut, kiranya bisa menulis cerita yang kiranya bisa memberikan motivasi kepada seluruh stakeholders untuk bisa mengembangkan obyek wisata di Sungai Mahakam. 

"Ya kita harapkan para wartawan  yang ikut dalam rombongan ini, sebelum sampai ke tujuan yaitu kabupaten Mahakam ulu,  kiranya bisa menceritakan perjalan yang kita lakukan ini, walaupun kami tahu mungkin perjalanan kali ini ada wartawan yang baru pertama kali mengikutinya, oleh karena itu kalau ada hal yang memang belum diketahui kiranya jangan malas bertanya, baik kepada rekan-rekannya maupun kepada jurangan kapal,"kata Imanuddin.

Rombongan yang mengambil tempat tidur pada tingkat dua, serta paling depan, sebelumnya sudah diatur oleh kru kapal, yaitu sepuluh sebelah kiri dan sepuluh  orang sebelah kanan, dan setelah serapan pagi, para awak media sudah melakukan aktifitas diatas kapal, ada yang bercengkrama sesama teman, ada yang main kartu, baik domino, remi maupun main catur, adapula  yang nelpon keluarganya serta ada yang langsung tidur-tiduran, selain ada juga awak media yang langsung mengambil kameranya untuk mengabadikan aktivitas yang ada diatas sungan mahakam, khususnya takebout  yang sedang menarik ponton, baik yang sedang berisi batu bara dari uluh maupun ponton yang kosong yang sedang  ditarik menuju kompeyer.

Sekitar pukul 09.00 wita, kapal yang kami tumpangi mampir di pelabuhan kapal di Mangkurawang Tenggarong, Sesampai dipelabuhan beberapa  asongan langsung naik ke kapaluntuk menjajakan barang dagangannya, seperti nasi bungkus, buah-buahan, koran dan majalah,

setelah merapat kurang lebih sepuluh menit, kapal kemudian kembali berangkat  membawa penumpang menuju desa-desa baik yang ada di kabupaten Kutai Barat maupun Mahakam Ulu.

Sekitar pukul 15.30  wita kapal kembali mampir di pelabuhan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara, dimana para asongan yang didominasi anak-anak secera berebutan naik ke atas kapal untuk menjajakan dagangannya kepada para penumpang kapal, termasuk kepada rombongan awak media yang mengikuti perjalanan jurnalistik ke Mahakam Ulu.

Setelah bersandar kurang lebih 20 menit kepal kembali melanjutkan perjalanan dengan  meninggalkan pelabuhan Kota Bangun, dalam perjalan tersebut para awak media yang baru pertama kali mengikuti perjalanan jurnalistik ke hulu mahakam, merasa terkagum-kagum melihat deretan rumah yang berada disepanjang sungan mahakam, belum lagi rumah apung yang dibuat warga sebagai tempat tinggal mereka,

"Dari beberapa desa yang sudah kita lalui, desa yang ada di Kota Bangun ini yang paling panjang, coba lihar mulai dari jembatan Abunawas ke ratusan  meter, bahkan mungkin beberapa kilometer panjangnya,"ujarnya. 

Tidak terasa  perjalan yang kita lalui yang semakin senja, semakin indah suasana pemandangan, karena awan berwarna kuning yang memancarkan cahaya  sinar kemerahan  yang begitu indah belum lagi liuk-liuk sungai mahakam, para awak media kembali mengabadikan momen yang langka tersebut,   

"Aduh indahnya pemandangan di senja hari, yang kita lihat langsung dari atas kapal, walaupun demikian kita juga sangat kecewa  karena maskot Kaltim yaitu pesut Mahakam tidak terlihat  ataupun  muncul ke permukaan air mahakam,"ujarnya. mar (Bersambung)

Wilayah Perbatasan Mesti Dibangun 'Keroyokan'

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim, Husaini, mengatakan, Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di kawasan perbatasan pelaksanaannya mesti dilakukan secara bersama -sama  dengan  melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan lintas sektor terkait.

"Karena kita ketahui,  permasalahan  pembangunan di kawasan perbatasan yang komplek dan beragam dianggap tidak bisa tuntas hanya menggunakan pola konvensional atau yang biasa dilaksanakan di wilayah non perbatasan. Pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan merupakan tugas berat yang harus dipikul bersama. Statusnya sebagai beranda depan negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia mengamanatkan semua pihak harus terlibat dalam pelaksanaan pembangunannya,"tegas Husaini kepada media belum lama ini.

Ditambahkan, tujuan pembangunan kawasan perbatasan tidak lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang merupakan aspek pembangunan. Lebih dari itu, pembangunan memiliki keterkaitan erat dengan citra dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ketika berbicara citra dan keutuhan negara maka tanggung jawabnya melekat pada semua pihak. Tidak hanya pemerintah daerah setempat saja, tapi juga pemerintah pusat, termasuk dunia usaha. Semua harus terlibat mewujudkan kawasan perbatasan sebagai beranda negara,”ujarnya.

Husaini  mengatakan, kawasan perbatasan dengan kondisi yang penuh keterbatasan di segala aspek bidang pembangunan seperti sekarang menjadiknya bukan sebagai beranda negara. Melainkan sebagai bagian belakang negara yang pembangunannya tertinggal dari wilayah non perbatasan di Kaltim. Ketertinggalan pembangunan tersebut harus dikejar dengan melakukan pembagian tugas sesuai kewenangannya. “Pemerintah pusat sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI bertanggung jawab apa, kemudian pemda bertanggung jawab apa, serta dunia usaha mendukung dari sisi apa. Pelaksanaannya harus saling sinergis agar semua aspek pembangunan dapat terpenuhi dengan baik,” katanya. 

Meskipun demikian, lanjutnya instansi teknis terkait di daerah, juga diamatkan ambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan sesuai bidang tugas masing-masing. Gubernur Kaltim bahkan menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Kaltim mengalokasikan anggaran pembangunan kawasan perbatasan pada rencanan anggaran instansinya.

"BPKP2DT tidak bisa sendiri menuntaskan pembangunan kawasan perbatasan. Secara kelembagaan fungsi BPKP2DT hanya sebagai badan koordinasi, bukan pelaksana teknis kegiatan. BPKPDT hanya berperan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan kebutuhan pembangunan, untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait,"tandasnya.

Menurutnya,  keterliban pihak lain dibutuhkan tidak hanya dalam kaitan pelaksanaan pembangunan fisik. Dukungan juga dibutuhkan dalam pelaksanaan program peningkatan kapasitas dan kreatifitas usaha masyarakat.

BPKP2DT melalui Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha disebut punya tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap masyarakat kawasan perbatasan untuk meningkatkan kapasitas dan kreatifitas yang dibutuhkan untuk membuka peluang usaha mereka.

“Karena keterbatasan anggaran, pelatihan yang diselenggarakan juga terbatas sehingga target pesertanya juga sedikit. Makanya kita juga butuh dukungan berbagai pihak agar target sasaranya semakin luas,” ujarnya. mar

Program Satu PAUD Satu Desa Mesti Tuntas

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menaruh harapan besar kepada masing-masing Bunda PAUD di kabupaten/kota se Kaltim, agar mampu menuntaskan program satu PAUD satu Desa/Kelurahan di daerah. Karena, pendidikan anak usia dini dinilai penting bagi pertumbuhan pendidikan anak. Apalagi, anak merupakan generasi penerus perjuangan bangsa. Karena itu, anak-anak harus diberikan bekal untuk masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak harus kita bangun menjadi anak-anak yang cerdas, pintar dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Mewujudkan itu, maka melalui pendidikan usia dini sangat diperlukan. Karena itu, saya berharap Bunda PAUD dan didukung bupati dan walikota harus mampu menuntaskan satu PAUD satu desa di masing-masing daerah. Sehingga Kaltim mampu mewujudkan generasi emas yang dapat diandalkan di masa depan,” kata Awang Faroek Ishak saat menghadiri peringatan hari anak nasional dan gebyar PAUD di GOR Serbaguna Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (6/9).

Melalui pendidikan usia dini, diharapkan anak-anak Kaltim mampu menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, semua pihak diharapkan dapat memberikan perhatian yang tinggi kepada anak-anak usia dini. Mulai dari pendidikan agama yang baik, pendidikan moral yang baik, pendidikan kepribadian yang baik.

Dengan demikian, diharapkan anak-anak saat ini mampu tumbuh menjadi anak yang berkepribadian dan mampu dibanggakan. “Pihak keluarga faktor yang sangat penting dalam membina dan mendidik anak-anak dengan baik, sehingga anak-anak dapat menerima hak-haknya sebagai anak. Bahkan keluarga diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak,” jelasnya.

Selain itu, seluruh masyarakat juga diharapkan dapat menyukseskan gerakan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan. Bahkan, Pemprov Kaltim mengapresiasi terhadap pemerintah kabupaten/kota yang telah memprogramkan gerakan kabupaten/kota layak anak.

Bukan hanya itu, guna memberikan motivasi kepada pemerintah kabupaten/kota se Kaltim menyukseskan pendidikan anak usia dini, maka 2015 Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa atau kelurahan.

“Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan bagi kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa/kelurahan di daerah, yakni panji penghargaan program satu PAUD satu desa/kelurahan. Penghargaan ini akan diberikan ketika puncak HUT Provinsi Kaltim 2015,” jelasnya.

Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan perhatian terhadap peningkatan pendidikan usia dini, mulai dari Taman Kanak-kanan (TK), Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Indonesia.

Karena itu, diharapkan para pendidik pendidikan usia dini selalu berkembang di Kaltim, sehingga mampu mencetak generasi muda yang dapat diandalkan di masa depan. Apalagi, dari 103 kecamatan, 1.002 desa baru 700 desa yang memiliki PAUD dan tersisa mencapai 300an desa.

“Mewujudkan itu, maka saya berharap setiap perusahaan juga turut mendukung program tersebut, melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) masing-masing, sehingga daerah ini mampu menciptakan generasi yang dapat diandalkan di masa depan,” jelasnya.     

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih berharap Bunda PAUD kabupaten/kota bersama bupati dan walikota se Kaltim terus termotivasi dalam menyukseskan pendidikan usia dini di daerah.

“Kami berharap semua kabupaten/kota dapat berinovasi, sehingga program pendidikan usia dini di daerah dapat sukses dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas serta berkepribadian baik,” jelasnya. mar

September, SKPD Wajib Absen Online

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mennyatakan bahwa akhir September 2014 seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim dapat menggunakan absen online atau absen sidik jari.

"Hal ini sesuai instruksi Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak agar disiplin kerja pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dapat lebih baik. Yang jelas pemasangan alat absen online ini sudah mencapai 70 persen. Kami targetkan akhir September 2014 sudah terpasang semua, sehingga semua SKPD wajib menggunakan absen online,” kata M Robyan Noor dikonfirmasi di Samarinda akhir pekan lalu.

Penggunaan absen online ini merupakan bagian untuk perubahan dalam peningkatan disiplin kerja pegawai. Karena itu, disiplin kerja diharapkan menjadi kesadaran bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim.

Jika program tersebut telah diterapkan, maka tidak perlu lagi seorang pegawai harus diingatkan. Karena, kesadaran itu tentu akan tumbuh dengan sendiri. Sebab, ini adalah system kerja yang harus ditaati dengan baik seluruh pegawai.

“Dengan disiplin yang baik, sesuai dengan aturan yang ada, maka Pemprov Kaltim yakin kinerja pegawai juga akan maksimal. Dengan demikian, sasaran utama dari program Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mewujudkan pelayanan publik terhadap masyarakat juga akan berjalan baik,” jelasnya.

Menurut dia, disiplin merupakan hal yang paling mendasar. Sebab, disiplin merupakan pondasi pegawai dalam melaksanakan tugas dengan baik. Karena itu, setiap pegawai jangan menganggap sepele mengenai disiplin kerja. Disiplin kerja merupakan kewajiban bagi pegawai.      

Karena itu, Kepala SKPD menjadi eksekutor utama dalam menyukseskan peningkatan disiplin kerja pegawai. “Hal ini sudah dievaluasi sejak 10 bulan yang lalu. Sehingga bulan ini menjadi eksen masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk menyukseskan disiplin kerja pegawai,” jelasnya.

Melalui dasar ini, maka Pemprov Kaltim berhak memberikan kesejahteraan bagi pegawai yang rajin. Jangan sampai pegawai yang malas sama dengan pegawai yang rajin kesejahteraannya. Dengan demikian, hal ini tentu tidak adil.

Karena itu, dengan kesadaran seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk menerapkan absen online, diharapkan seluruh pegawai dapat sadar tentang disiplin kerja.

“Mengenai alat absen online tersebut tidak ada masalah. Karena hal ini sudah disosialisasikan sejak 2012, sehingga setiap SKPD wajib melaksanakan,” tandasnya. mar

Anggaran Pertanian Idealnya 10% APBD

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Alokasi belanja langsung yang tercermin pada APBD 2015 pada beberapa bidang terhadap total belanja langsung meningkat. Persentase tertinggi pada sektor pekerjaan umum (PU) sebesar 41,63 persen. Menyusul sektor kesehatan 14,82 persen pendidikan 7,55 persen perhubungan 6,23 persen dan alokasi untuk sektor pertanian 5,26 persen.

Kemudian sektor kepemudaan dan olahraga 2,3 persen, koperasi dan UMKM 2,17 persen, sektor perencanaan 1,54 persen, ESDM 1,39 persen, dan sektor ketenagakerjaan 1,08 persen. Sementara bidang-bidang lainnya kurang dari satu persen dari total belanja langsung. 

Dari gambaran tersebut diharapkan besar alokasi anggaran tiap bidang tersebut dipilih berdasar pertimbangan bahwa sektor tersebut sesuai urutan bobot manfaat dan dampaknya bagi masyarakat. 

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Ismail yang ditemui pekan lalu (1/9), menanggapi mengenai beberapa hal terkait penunjang visi misi pembangunan Kaltim. 

Menurutnya pemerintah perlu untuk memberikan perhatian pada anggaran pertanian, seiring meningkatnya pengalokasian anggaran berbagai sektor. "Masuk revitalisasi pertanian dalam arti luas, harus dibarengi alokasi anggaran pertanian yang signifikan. Jadi sampai hari ini alokasi anggaran pertanian kita belum maksimal untuk menunjang visi misi Gubernur Kaltim. Setiap pembahasan pada DPRD periode lalu selalu saya sampaikan bahwa melihat geografis Kaltim, APBD itu minimal 10 persen untuk anggaran pertanian. Sampai hari ini ‘kan belum sampai ke situ. Kami fokus untuk mengawal itu, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat kalau bisa tahun yang akan datang ini alokasi anggaran untuk pertanian meningkat signifikan," imbuhnya.

Alokasi anggaran hingga 10 persen dari APBD 2015 yang berjumlah sekitar Rp 9,3 triliun menurutnya perlu dilakukan, terutama untuk ketahanan pangan masyarakat Kaltim. 

Selain soal anggaran, ia juga mendesak pemerintah memikirkan dampak dari makin meluasnya pertambangan dan perkebunan sawit yang kini menggeser fungsi lahan pertanian.

“Ini juga harus tetap menjadi perhatian masyarakat kita, kaitannya dengan bagaimana kondisi lapangan. Kini banyak muka baru di DPRD, tentu banyak pemikiran yang baru. Mudah-mudahan sepaham dengan apa yang kita sampaikan melalui komisi II pada periode lalu,” kata Ismail.

Terutama, lanjutnya, untuk menunjang prioritas pembangunan Kaltim yang salah satunya mengembangkan pertanian dalam arti luas.

Sementara itu mengenai monitoring capaian SKPD pertanian dirinya menilai bagus. Artinya tidak salah ketika diberikan tambahan anggaran untuk SKPD.

Ismail juga optimistis peningkatan anggaran tersebut dapat menunjang pembangunan. "Salah satunya, yang bisa menunjang visi misi pemprov, selama ini sektor pertanian hampir semuanya terserap. Catatan kami selama 5 tahun Alhamdulillah SKP pertanian mampu merealisasikan. Kalaupun ada sedikit yang tidak itu hal yang normal. SKPD disitu ‘kan ada pertanian, perikanan dan kelautan, dan perkebunan. Saya melihat mereka sudah bekerja sangat baik," katanya. hms

Bimtek Dulu, Baru Alat Kelengkapan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur masa bakti 2014-2019 akan mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama lima hari ke depan, terhitung sejak Senin (8/9).

Hal tersebut mengacu kesepakatan rapat anggota pada (3/9) lalu. Anggota DPRD yang hampir seluruhnya hadir sepakat membentuk alat kelengkapan dewan sepulang bimtek yang lazim diikuti pada awal masa bakti DPRD.

Ketua DPRD Sementara M Syahrun yang memimpin rapat mengatakan, banyak yang harus dipertimbangkan ketika akan melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan. Mengingat pembentukan alat kelengkapan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah lembaga legislatif. “Anggota DPRD Kaltim sepakat bahwa pembentukan alat kelengkapan dewan sangat penting. Tapi mereka juga sepakat hal itu diputuskan setelah seluruh anggota mendapat bimbingan teknis,” bebernya. 

Sebab dalam bimtek tersebut sekaligus akan dikonsultasikan di Kemendagri bagaimana aturan dalam pembentukan alat kelengkapan dewan.

”Dari hasil konsultasi akan kita ketahui landasan hukum kelengkapan pengurus DPRD Kaltim periode 2014-2019,” kata Syahrun.

Yang jelas, ketua DPRD yang akrab disapa Haji Alung ini berharap alat kelengkapan dewan segera dibentuk agar wakil rakyat Kaltim bisa bekerja secepatnya.

Alat kelengkapan dewan dimaksud adalah fraksi, unsur pimpinan, komisi, badan anggaran, badan legislasi, badan musyawarah hingga badan kehormatan.  hms

Taksi Gelap 'Panen' Penumpang

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Akibat aksi mogok yang dilakukan sopir bus rute Samarinda – Bontang – Sangatta, sejumlah penumpang terpaksa menggunakan angkutan tak resmi. Mereka memilih menggunakan taksi gelap yang memang banyak beroperasi di sekitar Terminal Lempake.

Mereka terpaksa menggunakan taksi gelap karena tak punya pilihan lain. Penumpang harus tiba di kota tujuan agar bisa masuk kerja pada awal pekan.

“Mau tidak mau, terpaksa pakai taksi gelap. Soalnya harus sampai paling lambat malam ini. Besok harus sudah masuk kerja,” kata Hendra, penumpang tujuan Bontang, Minggu (7/9).

Kebanyakan penumpang adalah pekerja di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Mereka memiliki keluarga di Kota Samarinda atau Balikpapan. Pada akhir pekan, mereka biasanya pulang menjenguk keluarga.

“Biasanya akhir pekan pulang, minggu sore atau malam kembali ke tempat kerja di Sangatta. Senin pagi sudah masuk kantor.  sekarang jadi kerepotan karena ada aksi mogok sopir bus ini,” kata Wawan, seorang PNS di Sangatta.

Tarif yang ditawarkan sangat mahal. Untuk tujuan Bontang, mereka harus merogoh Rp60 ribu dengan menggunakan taksi gelap. Jika menggunakan bus, cukup mengeluarkan uang Rp20 ribu.

Sedangkan untuk tujuan Sangatta, ibukota Kabupaten Kutai Timur, penumpang harus membayar taksi gelap sebesar Rp100 ribu. Jika menggunakan bus resmi, tarifnya hanya Rp35 ribu. “Namanya terpaksa, daripada di kantor kena hukuman karena tak masuk kerja,” tambah Hendra.

Aksi mogok sopir bus di Terminal Lempake, Samarinda dipicu kesulitan memperoleh solar. Pembatasan solar bersubsidi membuat sopir sering tak dapat solar. Aksi mogok ini sudah berlangsung empat hari sejak Kamis (4/9) lalu. tha

Sampah 'Disulap' Jadi Alat Musik

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Siapa sangka ember dan kaleng bekas cat layak dibuang atau ke tempat sampah bisa 'disulap' menjadi alat musik yang menghasilkan harmonisasi suara dan nada keren.

Nggak percaya? tengok saja kiprah sejumlah pelajar yang tergabung dalam ekstra kurikuler musik perkusi SMP Budi Bhakti Samarinda yang eksis bermusik dengan 'sampah' sejak setahun lalu.

Menciptakan bunyi dengan ember cat,  jerigen dan  kaleng merupakan tantangan anak-anak SMP Budi Bhakti Samarinda. Bahkan dengan menggunakan cat dan ember bekas inilah yang mengantarkan mereka bisa tampil menghibur Gubernur Kaltim dalam puncah acara hari anak nasional belum lama ini.

Minimnya peralatan musik di sekolah membuat para pelajar mencoba belajar alat musik perkusi. Mereka mengumpulkan ember dan kaleng bekas cat para pelajar ini kemudian mulai menabuh ember dan kaleng cat itu menjadi sebuah nada.

Dengan dibimbing seorang guru musik, para pelajar ini mulai menggebuk kaleng dan ember bekas ini membentuk satu irama,  Adi Kristanto guru seni SMP Budi Bhakti mengatakan bahwa ide muncul kegiatan ini berawal dari minimnya peralatan musik disekolah, dari itu tercetuslah ide untuk memperkenalkan musik perkusi.

Saat menciptakan komposisi yang enak didengar, mereka hanya mengandalkan perasaan masing-masing penabuh. Awalnya lanjut Adi karena alat music di sekolah yang minim, namun banyaknya referensi tentang alat music perkusi maka saya memutuskan untuk mengajak anak-anak untuk belajar perkusi.

Banyak alat yang bisa digunakan, namun banyak siswa yang memilih ember bekas dan kaleng karena beberapa anak sudah pandai menabuh drum.

“Disini mereka harus peka karena jika tidak peka dalam mendengarkan alunan yang mereka gebuk  suara yang muncul juga beda,” kata Adi.

Sementara itu Natania Teo pelajar Klas 8 SMP Bukti Bhakti mengaku senang bisa belajar alat musik perkusi menggunakan barang-barang bekas ini, pelajar yang mengaku gemar menggebuk apa saja ini merasa hobinya tersalurkan

“Main Perkusi asik , murah dan unik, jadi saya senang apalagi ini sudah menjadi hobby saya sejak kecil,” kata Natania.

Akibat hobi yang unik ini membuat para pelajar smp budi bhakti mendapatkan kesempatan menghibur para pejabat dilingkungan Pemprov Kaltim termasuk Gubernur Kaltim.

Memang, suara atau nada yang indah nggak hanya berasal dari instrumen yang harganya selangit, tapi juga dari barang-barang bekas,  menariknya semangat mereka terus ditularkan oleh personel yang sudah lulus sekolah,  mereka  akan membentuk grup musik serupa di sekolah yang baru. M4n

PAN-PKB Sepakat Gabung Fraksi

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat bergabung menjadi satu fraksi di DPRD Kaltim periode 2014-2019 ini. Penegasan ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Syafruddin, pekan ini.

Dia mengatakan, meski PAN-PKB sudah membentuk fraksi namun pihaknya masih membuka bagi parpol lainnya untuk bergabung.

"Ya PKB dan PAN sudah sepakat membantuk fraksi, kita juga tak menutup diri untuk partai lain masih bisa bergabung dengan kami," katanya. 

Pada bagian lain, Ketua Farksi Partai Gerindra, Sutrisno Toha mengatakan, hal yang sama dilakukan Partai  Gerindra juga membuka pintu bagi parpol lain untuk bergabung.

"Memang kita sudah  cukup persyaratan untuk membentuk fraksi karena perolehan kursi kita sudah memenuhi. Tapi kita juga membuka partai lain untuk gabung," jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PDIP Kaltim Dody Rondonuwu mengatakan, saat ini pembentukan struktur fraksi masih dalam tahapan penggodokan.

"Kita belum bisa umumkan secepatnya karena masih kita godok, ketua fraksi termasuk wakil ketua yang kita usulkan ke DPP PDIP di Jakarta,' jelasnya. tha

Giliran Sungai Kerbau Membara

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Setelah Samarinda Seberang yang membara. Sabtu malam (6/9) giliran Kelurahan Selili Samarinda Ilir di Sungai Kerbau yang membara. 5 rumah di RT 22,23, dan 33 hangus dilahap si jago merah meski sebelumnya habis diguyur hujan deras.

Ahmad Saiful, warga Gang Rakat 3 mengatakan bahwa sedikitnya 5 bangunan yang terdiri dari 4 rumah tunggal dan 1 bangsal 2 pintu yang dihuni puluhan warga ludes dilalap api. Kontruksi bangunan terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan merembet membakar rumah lainnya.Satu unit motor Suzuki Thunder milik warga dikabarkan ikut terbakar. Warga yang sedang istirahatpun dibuat terkejut. 

"Sebelum api besar saya turun dari lantai dua. Tiba-tiba saya dengar seperti suara ledakan dan api sudah besar membakar plafon rumah," kata Saiful.

Dikatakan Saiful lagi, sebelum terdengar ledakan dan api membesar, aliran listrik di rumahnya seketika padam.

"Salah satu MCB (Main Circuit Breaker, Red) tiba-tiba anjlok, baru setelah itu terdengar suara ledakan. Saya langsung teriak begitu api berkobar," tutur Saiful.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yuniar Ariefianto belum bisa memberikan komentar banyak terkait kebakaran di wilayahnya.

"Masih kami selidiki dan menelusuri dari mana asal api sebenarnya. Anggota saya juga tengah mencari saksi guna memastikan bagaimana kebakaran yang sebenarnya terjadi. Sementara bagi warga yang mengaku rumahnya menjadi asal mula api, nanti akan kami periksa," katanya. M4n

Sulit Solar, Puluhan Sopir Bus Mogok

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Gara-gara Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar makin langka,  puluhan Sopir bus yang biasa melayani rute Samarinda–Bontang–Sangatta memilih mogok. Mereka kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Bus-bus yang biasa mengangkut penumpang, sudah 3 hari terakhir hanya terparkir di Terminal Lempak, Samarinda.

Akibat pembatasan kuota bersubsidi oleh pemerintah, sopir bus ini ikut mendapatkan imbasnya. Mereka kesulitan mendapatkan solar, meski di SPBU yang sudah punya kerjasama.“Sudah 4 hari kami mogok karena terus merugi. Sulit mendapatkan solar, apalagi sekarang dibatasi.

Kadang kami malah harus membeli secara eceran,” kata seorang sopir bus, Muslimin, Minggu (7/9).Dia menceritakan, di SPBU yang sudah bekerjasama untuk angkutan umum, sopir bus mendapatkan prioritas. Mereka tak perlu antre. Namun sejak pembatasan solar bersubsidi dilakukan, para sopir bus bahkan sering tak kebagian solar.“Sebelum kita mengadakan pemogokan ini, antisipasinya ya itu tadi, kita beli di eceran. Ternyata itu kita tidak mampu lagi, akhirnya kita stop. Lebih baik stop daripada terus merugi,” tambahnya.

Para sopir bus ini meminta aturan untuk pembatasan solar bersubsidi ini dikembalikan seperti semula. Paling tidak, kata Muslimin, ada kebijakan khusus untuk angkutan umum seperti bis. tha

Pusam Siap Redam Persebaya

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Tim Putra Samarinda  (Pusam) siap meredam kekuatan pimpinan klasemen Wilayah Timur, Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Kaltim, Jum'at besok (5/9).Pelatih Pusam Nil Maizar di Samarinda, Kamis, mengatakan, anak asuhnya akan bermain lepas menghadapi "Bajul Ijo", karena sudah lolos dari zona degradasi untuk musim depan."Pertandingan terberat sudah kami lalui melawan PSM kemarin,Alhamdulillah  kami bisa meraih tiga angka dan masuk dalam zona aman, sekarang ini lawan Persebaya, kami tetap akan fokus, karena sudah pasti kami juga mengincar hasil maksimal,"tutur Nil.Nil mengakui bahwa Persebaya merupakan lawan yang tangguh, hal tersebut dibuktikan dengan kesuksesannya mengalahkan tim papan atas Mitra Kukar di kandangnya, sehingga perlu perjuangan ekstra keras dari skuad Pusam untuk meredam tim asal Surabaya tersebut.Utamanya, lanjut Nil pergerakan dua pemain depan Greg dan Paco Kenmogne harus ditempel ketat, karena selain kecepatan keduanya juga mempunyai nluri mencetak gol yang cukup bagus."Harus ada pressing dari pemain kita, bukan hanya untuk dua pemain tersebut, namun pemain lawan secara keseluruhan minimal tim lawan tidak bisa berkreasi,"jelas Nil.Absennya M Roby dan Sandi Darma Sute yang cidera di pertandingan terakhir, menambah rentetan pemain Pusam yang bakal absen setelah sebelumnya Ibrahim Lovinian, Rio Ramandika dan Loudrey Meliana masih dalam masa penyembuhan."Memang bakal ada rotasi pemain, untuk menutupi lini yang kurang, tapi untuk strategi mungkin hampir sama dengan pertandingan sebelumnya yang sudah kita lakoni,"tutur Nil.Hal yang memungkinkan terjadinya rotasi dikatakan Nil, seperti mengembalikan lagi posisi Naser Alsebay di posisi center bek, paska kemungkinan absennya M Roby."Naser akan kita duetkan dengan Wahyu Kristanto, atau mungkin Rio kalau memang dia sudah fit, tinggal menunggu saja kondisi terakhir,"tegas Nil. at

Ada Formalin Mayat di Buah Anggur

Masyarakat Diimbau Waspadai Buah Impor

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Masyarakat diminta berhati-hati dalam mengkonsumsi buah impor. Pasalnya, hasil uji laboratorium (LAB) di Jogjakarta beberapa waktu yang lalu menunjukan adanya formalin atau pengawet mayat yang dibalut dalam buah anggur yang didatangkan dari mancanegara.Selain itu jeruk kuning yang dari Negara China itu juga sudah melalui tahapan pengasapan, sehingga kandungan vitamin dalam buah tersebut sudah tidak ada."Kita jangan bangga dengan buah yang kita kosumsi dari luar. Hasil penelitian buah anggur  itu kan dibalut dengan lilin. Nah, itu mengandung merkuri yang bisa mengakibatkan kesehatan kita terganggu," kata kepala Dinas Pertanian Kaltim Ibrahim, kemarin.Menurut Ibrahim, buah nusantara dimiliki Indonesia khususnya Kaltim yang juga mempunyai unggulan beberapa buah, selain mencintai buah lokal buah tersebut juga sangat menyehatkan karena tidak terkontaminasi dengan zat berbahaya."Dalam rangka untuk mengurangi buah impor, kita harapkan masyarakat Kaltim menyukai buah lokal," jelasnya.Dia melanjutkan, diantaranya tanaman buah yang menjadi andalan Kaltim antara lain pepaya mini di Balikpapan, yang mempunyai tingkat kemanisnya bagus dan sudah go nasional. Demikian juga dengan buah jeruk borneo prima yang memiliki kelebihan tahan penyimpanan hingga satu minggu. Durian Melak serta buah naga."Kita punya unggulan, kita punya manggis di Sanga sanga dan Malinau. Dan buah mangga dan buah naga. Kita paling luas di indonesia. Di Kaltim punya 800 hektare, " katanya.Ia menjelaskan buah yang menjadi andalan masyarkat Kaltim ini juga selalu ada, menginggat Kaltim sendiri iklimnya atau musim tidak teratur."Kalau di pulau Jawa biasanya satu tahun baru ada karena mengikuti musim, tapi di Kaltim setiap bulannya ada, karena kadang terjadi hujan dan panas ini lah keunggulan iklim di sini," katanya.Dengan mencintai buah lokal tentu selain menyehatkan badan juga akan meningkatkan perkebunan dan buah-buahan di wilayah Kaltim."Kita himbau kepada semua lapisan masyarakat selalau mengkonsumsi buah, tapi harus buah yang sehat dan murah. Dan Kaltim adalah "gudangnya" buah sehat," pungkasnya. tha

PKB Merapat ke Jaang

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), nampaknya mulai ambil ancang-ancang dalam pemilihan walikota-wakil walikota Samarinda yang dihelat 2015 mendatang. Isyarat ke arah mana perahu partainya "Muhaimin Iskandar" itu ternyata semakin jelas, yaknimengarah pada dukungan ke H Syaharie Jaang.Dukungan lain untuk Jaang, sebelumnya juga diperoleh dari partai islam lainnya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga kini tengah inten menjalin komunikasi.Pernyataan dukungan terhadap Jaang yang kini menjabat sebagai walikota Samarinda ini langsung disampaikan oleh  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltim Syafruddin, kemarin."Ami dari PKB masih mendukung pencalonan Pak Syaharie Jaang untuk kembali memimpin Samarinda," tegasnya.Ia mengatakan dukungan PKB terhadap Walikota Samarinda ke 9 ini karena Syaharie Jaang, dinilai mempunyai konsep arah pembangunan kedepan yang baik."Pak Jaang masih mampu untuk lebih mensejahterakan warga Samarinda dengan berbagai program pembangunan yang dicanangkannya," ucapnya.Terbukti, selama hampir 5 tahun Samarinda di bawah pimpinanan Jaang telah banyak menuai kemajuan, mulai pembangunan insfrastruktur hingga lainnya."Kita sudah sering menjalin komunikasi dengan Pak Syaharie Jaang, kita berikan kesempatan kepada beliau untuk membangun samarinda yang maju lagi," jelasnya.Syafruddin meyakini jika pemerintahan Syaharie Jaang di Periode yang akan datang ini mampu membuat Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) terhindar dari banjir.Selain itu, lanjutnya, banyak konsep pembangunan yang bakal dijalankan. Atas dasar inilah PKB mendukungnya untuk kembali menjadi orang nomor satu di kota Tepian."Sepanjang beliau bisa membenahi Samarinda dan mensejahterakan rakyat ya kita pasti dukung," katanya.Dia berharap, pencalonan kembali Jaang akan mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat. "Saya yakin Pak Jaang masih didukung oleh masyarakat Samarinda. Dan PKB akan ikut bersama bahu membahu untuk menciptakan masyaralat yang adil makmur dan sejahtera," pungkasnya. tha

Bisnis Perhotelah Kian Menggairahkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Sebagai daerah Hyterailand, Samarinda menjadi kota paling beruntung. Meski cadangan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Ibukota Kaltim ini jauh lebih kecil dari daerah-daerah lain di Kaltim, namun tingkat pertumbuhan ekonomi daerah ini terus meningkat.Terbukti Okupansi atau jumlah unit yang tersewa/terisi dalam sebuah bisnis perhotelan di Samarinda saat ini berada pada urutan paling atas di tingkat.Hal ini yang kemudian memancing pelaku usaha perhotelan di Indonesia mulai melirik Ibukota Kaltim ini untuk berinvestasi. Samarinda ini memiliki potensi hal ini bisa dilihat dengan kehaadiran jaringan Hotel Internasional seperti Ibis dan Mercury yang mau berinvestasi di kota Samarinda."Mereka tidak gila mau berinvestasi didaerah yang tidak berpotensial, kehadiran mereka di kota Samarinda tentunya sudah melalui perhitungan yang detail. dan kehadiran mereka ke Samarinda membuktikan bahwa daerah ini potensial," tegas HM Faisal yang ditemui di ruang kerjannya Kamis (4/9) kemarin.Faisal mengatakan saat ini sedikitnya ada sekitar 69 hotel dan penginapan yang terdiri dari 14 penginapan, dan 14 hotel bintang yang dua diatarannya bertaraf bintang 5.Dengan adanya dua hotel di Samarinda yang berstatus hotel bintang 5 diharapkan geliat perhotelan di Samarinda bisa lebih bergairah lagi. Selain itu dari segi ekonomi, lanjut Faisal bisnis perhotelan akan tumbuh sebagai bisnis cerah dari tahun ke tahun."Sedikitnya Akan ada 4 hotel berbintang jaringan internasional lainnya yang akan Tumbuh di Indonesia yang didua sudah terlihat yakni ibis dan Mercury," kata Faisal.Pertumbuhan hotel di Samarinda memberikan kontribusi terhadap daerah, sektor perhotelan dan restoran menyetor 50 persen dari nilai total PAD (Pendapatan Asli Daerah). Selain itu ada sektor lain yang ikut terkena dampak positif dari perhotelan, seperti permintaan sektor pertanian yang meningkat dan moda transportasi."Jadi tak hanya satu sektor yang merasakan, tapi ada sektor lain juga yang terkena imbas dari geliat bisnis perhotelan ini," lanjut Faisal.Disinggung kompetisi yang kian sengit lantaran ekspansi 'jorjoran' yang digelar para pebisnis hotel, dia mengatakan bahwa persaingan akan makin ketat nanti. "Untuk booking tahun baru saja, saya belum lihat ada pertumbuhan besar," kata Faisal.Namun para pemilik hotel melati maupun penginapan jangan minderatau berkecil hati, seharusnya dengan bertumbuhnya Hotel-hotel besar ini memotifasi mereka untuk memperbaiki pelayanan dan memilih segmentasi para penginap."Mereka jangan terpaku pada pelayanan yang biasa-biasa saja, justru mereka harus berinofasi untuk mencari pasar dan pola pelayanan kepada tamu agar para tamu betah dan akan kembali ke hotel mereka jika berkunjung ke Kota Samarinda," kata Faisal.Dirinya, jika berkunjung ke Jogjakarta tidak mencari hotel yang mahal, karena disana ada beberapa hotel yang memang sudah menjadi langganan."Tempatnya biasa saja, namun pelayanan hotel dan penataan ruangan cukup membuat saya merasa seperti rumah sendiri, kita tamu dilayani seperti keluarga," kata Faisal.Nah hal-hal seperti inilah yang harus dikembangkan oleh para pengusaha hotel di Samarinda, mereka jangan mau terpaku sebagai penyedia jasa kamar saja, sementara untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang maksimal bagi pengunjung mereka tidak mau."Jika demikian maka tunggu saja mereka akan ditinggalkan oleh pengunjung," tegas Faisal.Disinggung mengenai adanya hotel yang menyediakan jasa wanita penghibur, Faisal mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan penelitian secara pasti, namun ia yakin bahwa hotel hotel semacam itu ditinggalkan oleh para pengunjung dengan sendirinya."Masyarakat saat ini sudah pahak kok dimana mereka akan menginap, mereka bisa memilih," jelas Faisal. M4n

Samarinda Seberang Membara

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Warga Samarinda Seberang dikejutkan peristiwa kebakaran Kamis (4/9) siang. Api yang diduga konsleting listrik ini menghanguskan 4 rumah warga.Sejumlah saksi dilapangan menyebutkan sekitar pukul 14.00 wita tiba-tiba terdengar teriakan warga yang mengatakan dari lantai dua rumah Fuad keluar asap tebal. Lalu, warga bergegas memadamkan api tersebut. Namun karena konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan lain didekatnya.Ruddy mengatakan sebelum terjadi kebakaran penghuni rumah berada dilantai dasar bangunan yang juga digunakan sebagai tempat pencucian kendaraan ini."Para pemilik rumah semuanya berada dilantai dasar. Namun tiba-tiba ada teriakan dari luar kalau dikatakan ada asap tebal keluar dari dalam rumah" kata Ruddy.Wargapun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun lokasi api yang berada dilantai dua dan bangunan yang terbuat dari kayu membuat mereka tidak bisa memadamkan. "Api langsung menyebar ke bangunan lain," kata Ruddy.Akibat kejadian ini 4 bangunan terbakar, yang dihuni 4 Keluarga yang terdiri dari 21 Jiwa. Kurang lebih 1 jam api dapat dipadamkan kurang lebih 10 unit balakar.Lurah Rapak Dalam Irawati mengatakan bahwa para korban untuk sementara di tampung dirumah para tetangga yang ada di tempat ini, namun sebagian yang memiliki keluarga langsung pergi kerumah keluargannya. "Kami masih melakukan pendataan awal,namun kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar," kata Irawati. opi

Darlis Berniat Maju di Pilbup Kukar

SAMARINDA, Poskota Kaltim

Ketua DPW  Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim Darlis Pattalongi berniat untuk ikut meramaikan Pemilihan Bupati (Pilbup)  Kutai Kartanegara 2015 mendatang.Darlis Pattalongi di Samarinda, Selasa, mengatakan, keseriusan maju di Pemilu Bupati Kukar tersebut dimulai dengan penjajakan dengan partai lain untuk menjalin koalisi.Informasinya mantan anggota DPRD Kaltim tersebut tengah  menjalin komunikasi dengan Golkar sebagai persiapan menuju Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara.“Kami memang sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tapi baru sebatas komunikasi saja untuk menjajaki peluang berkoalisi dengan Golkar,” kata Darlis.Darlis tidak memungkiri keinginannya untuk mendampingi Rita Widyasari, sebagai calon wakil bupati, di bursa Pilbub Kukar yang akan 2015 mendatang.“Memang ada wacana untuk berpasangan dengan Ibu Rita, tapi semua itu kita serahkan lagi sama Ibu Rita, siapa yang nantinya bakal ditunjuk mendmapingi Beliau,” tutur Darlis.Dalam beberapa poling yang dilaksankan oleh Lembaga Survey Lokal, Rita yang merupakan Bupati Kukar saat ini digadang-gadang sebagai calon Bupati terkuat di Kukar.Bahkan Rita Widyasari akan melangkah mulus untuk menjabat lagi Bupati Kukar untuk kedua kalinya dengan siapapun pasangan Wakil Bupatinya.Darlis mengaku dirinya siap menjalankan amanat rakyat Kukar jika dipercaya maju di Pilbup kabupaten terkaya di Indonesia tersebut.“Kalau dikehendaki saya akan mempejuangkan rakyat dan bekerja membuat Kutai Kartanegara tambah lebih maju lagi," tegas Darlis. at

Bocah 11 Tahun Kabur

Kerap Dianiaya Ibu Tiri

SAMARINDA, Poskota Kaltim
M (11) warga Gang Melati RT 10 Jl Harun Nafsi Samarinda Seberang kabur dari rumahnya, karena kerap mendapatkan kekerasan fisik oleh SM (30) ibu tirinya.
Pelajar masih duduk kelas 1 SD ini terpaksa ditampung warga sekitar karena prihatin melihat kondisi M yang disekujur tubuhnya penuh luka lebab akibat cubitan dan pukulan yang diduga dilakukan oleh kedua orang tuannya.
M merasa sudah tidak bisa bertahan lagi karena selain ibu tirinya, ia juga mendapat kekerasan fisik dari sang SK (37) bapaknya, yang seharusnya bisa melindunginnya.
Saat di temui di rumah tetanggannya M tampak sedikit lebih sehat dari sebelumnya, menurut ibu Aj wanita yang menampung M, saat datang kerumahnya  M dalam kondisi memprihatinkan, tangan dan kakinya terlihat bengkak bengkak.
"Untuk menggenggam saja saat itu tidak bisa, sementara untuk berjalan ia terpincang-pincang," kata AJ kepada media ini.
Sementara itu M kepada Poskota Kaltim mengaku penderitaan yang dialaminya sudah berlangsung sejak 2 tahun yang lalu, saat sang ayam memutuskan menikan dengan wanita yang juga memiliki satu orang anak laki-laki itu.
"Sejak dua tahun lalu saya kerap mendapatkan perlakuan kasar dari sang ibu, alasannya macam-macam, bahkan sang bapak juga ikut menganiaya jika sang ibu marah kepadannya," kata M.
kehidupan orang tuannya yang tidak menentu membuat ia selalu sekolah terputus-putus sehingga wajar jika saat ini meski ia berumur 11 tahun masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.
Ditanya penyebab ia menjadi ajang pelampiasan sang ayah dan sang ibu beberapa waktu lalu, M mengatakan bahwa saat itu ia diminta sang ibu untuk mencuci sepatu, namun karena tangannya masih sakit ia menunda untuk mencuci sepatu, si ibu tiri yang marah kemudian menganiaya korban, penderitaan M makin bertambah saat sang ayah ikut-ikut menganiayaanya.
Melihat hal itu M akhirnya memutuskan meninggalkan rumah yang dikontrak orang tuannya, merasa kasihan ibu Aj yang juga tetanggannya kemudian menampungnya agar kondisi M bisa lebih baik.
"Saat anak ini tiba dirumah saya, suami saya langsung memanggil bapaknya dan meminta agar anaknya tetap dirumah saya untuk beberapa waktu, yang pasti kami tidak ingin anak ini menjadi sasaran penganiayaan lagi," kata ibu AJ yang minta namanya tidak dipublikasikan.
Sebenarnya lanjut AJ sudah tidak ada masalah antara anak ini dengan sang bapak hanya saja memang anak ini masih takut pulang kerumah karena ibu tirinya.
Sementara itu Irawati Lurah Rapak Dalam yang mendapatkan kabar penganiayaan ini langsung menjenguk korban dirumah penampungannya.
Naluri keibuan sang lurah muncul saat melihat M yang duduk di ruang tamu tumah milik AJ. Irawati lalu dengan seksama mendengarkan penjelasan M yang ternyata telah ditinggal oleh sang ibu kembali ke Jawa barat sejak berumur 6 tahun.
M terpaksa tinggal bersama sang ayah sedangkan sang kakak laki-lakinya tinggal bersama sang ibu di Jawa Barat.
M mengaku sangat ingin hidup bersama sang ibu bersama sang kakak dan adik kecilnya di jawa Barat, karena ia sendiri tidak tahan mendapat siksaan dari sang ibu tiri dan bapaknya.
Setelah mendapat penjelasan dari M salah satu lurah perempuan di pemerintahan Kota Samarinda ini kemudian mendatangi rumah kontrakan yang didiami pasangan SP dan SM di gang melati RT 10 itu.
Saat tiba Ibu Tiri korban membantah melakukan penganiayaan, namun ia mengakui bahwa ia kerap mencubit anaknya untuk memberi pelajaran.
"Tidak ada penyiksaan, saya hanya mencubit karena anak itu nakal," kata SM kepada Ibu lurah dan petugas kepolisian yang mendatangi rumahnya.
hal yang sama juga diungkapkan SP yang kaget rumah kontrakannya dipenuhi warga, ia mengaku bahwa sangat menyayangi M bahkan ia menyesal setiap mencubit anak kandungnya itu.
"Cubitan itu hanya untuk memperingatkan ia agar tidak nakal, dan bukan untuk menyiksa, memang sejak ditinggal ibunya beberapa tahun lalu kondisi ekonomi mereka selalu susah," kata bapak yang mengaku bertahun-tahun hidup di perkebunan kelapa sawit ini.
Saat ini meski kehidupannya belum sepenuhnya membaik, namun ia berusaha tetap menyekolahkan M. "Kehidupan kami yang terus berpindah pindah membuat pendidikannya tidak terkontrol, akibatnya meski telah berumur 11 tahun anak ini masih duduk di kelas 1," kata SP.
Disinggung mengenai kehadirannya di rumah orang tua M, Irawati mengatakan bahwa kami hanya mengingatkan kepada orang tua M untuk tidakmelakukan penganiayaan terhadap M.
"Kami saat ini hanya mengingatkan kedua orang tua M, namun tidak menutup kemungkinan jika mereka tetap melakukan penganiayaan langkah hukum akan kami lakukan," kata Irawati.
Masyarakat dan RT disini lanjutnya pada hari ini menjadi saksi, Jika M kembali mendapat siksaan langkah hukum akan kami lakukan.
"Kedua orang tua nanti akan membuat perjanjian di Polsek Samarinda Seberang, orangtua M masih sayang kepada M jadi kita beri kesempatan kepada mereka untuk merawatnya," kata Irawati. M4N

Truk Alat Berat Masih Antri Solar Subsidi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kendaraan pertambangan dan perkebunan dilarang mengisi solar subsidi. Hal ini memang sudah diberlakukan sejak lama. Namun SPBU di kota Samarinda masih melayani penjualan ke truk yang mengangkut alat berat. Dari hasil pantauan Poskota Kaltim, Rabu (3/9), SPBU No 64.751.09 di Jl PM. Noor, terlihat antrean truk, termasuk truk tronton yang mengangkut alat berat sedang melakukan pengisian solar.
Pemandangan berbeda terlihat di SPBU No 64.751.07 di Jalan KH Wahid Hasyim. SPBU itu dengan tegas memasang spanduk bertuliskan 'SPBU Tidak Melayani Kendaraan Besar (Truk dan Bus)'. Spanduk itu sudah terpasang sejak beberapa tahun lalu.
"Kalau memang kendaraan tambang atau perkebunan dilarang, kenapa kendaraan mengangkut alat berat boleh- boleh saja ya," kata seorang pengendara roda empat, Mustofa, usai mengisi BBM solar di SPBU Jalan PM Noor.
Mustofa menilai, peraturan larangan itu, masih belum jelas. Mengingat, kendaraan yang mengangkut alat berat, masih membeli solar bersubsidi di SPBU.
"Menurut saya, percuma kalau kendaraan untuk pertambangan dan perkebunan dilarang, tapi yang mengangkut alat berat, boleh-boleh saja," terangnya.
Sebagian warga kan tidak tahu, apakah kendaraan itu kendaraan jenis tronton, kendaraan perusahaan alat berat atau kendaraan pribadi. Tapi kalau pribadi, saya pikir bukan yang pastinya kendaraan perusahaan yang ikut beli solar subsidi," pungkasnya. aon

Pemprov Kaltim tak Anggarkan Jembatan Nipah nipah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Keinginan masyarakat Kota Balikpapan dan sekitarnya untuk memiliki jembatan alternatif yang menghubungkan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan nampaknya belum bisa terealisasi. Pasalnya pemerintah Provinsi Kaltim tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembaan Nipah nipah dalam Anggarapan Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2015.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Kaltim Dahri Yasin, saat dikomfirmasi, Rabu (3/9) kemarin mengatakan, pembiyaan pembangunan jembatan itu bukan bersumber dari APBD Kaltim tetapi dialokasikan melalui APBN.
"Memang tak dialokasikan dalam APBD 2015. Karena dialokasikan dalam APBN yang tentu realisasinya juga dimungkinkan akan selesai sesuai target," kata Dahri Yasin.
Menurutnya berdasarkan informasi yang diterima jika tahun ini jembatan tersebut mendapatkan kucuran dana dari APBN. Namun belum diketahui seberapa besar jumlahnya.
"Saya juga kurang tahu persis berapa jumlah alokasi dana yang diperuntukan untuk jembatan ini dari APBN, tapi yang jelas jembatan ini tidak mendapatkan dana dari APBD Kaltim,' katanya.
Mantan ketua Komisi III DPRD Kaltim Priode 2009-2014 ini berharap  kabupaten PPU dan Balikpapan bisa mengalokasikan anggaran melalui  APBD masing-masing sehingga dapat melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.
"Saya meyakini bahwa pembangunan jembatan itu pasti akan dapat diselesaikan sesuai rencana. Karena ini melibatkan dua kabupaten dan kota. Menjalin komunikasi yang bagus pasti akan segera bisa merampungkan," pungkasnya. tha

Pokja 30 Tolak Pilkada Dipilih Dewan

Jaringan Pemantau Pemilih Nasional

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Direktur Pokja 30, Carolus Tuah, yang juga ikut dalam lembaga Jaringan Pemantau Pemilih Nasional (JPPN), mengatakan jika pemerintah mengusulkan pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, itu sama saja artinya dengan  membuat sistem pemilihan kepala daerah kembali ke masa orde baru.
“Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap sistem pemerintahan daerah, dan merupakan suatu bentuk kemunduran karena rakyat tidak lagi memberikan mandat secara langsung kepada kepala daerah,” kata Carolus Tuah, Rabu (3/9/) kemarin.
Menurut Tuah, kepala daerah yang kedudukannya seharusnya sejajar dengan DPRD di daerahnya akan semakin sangat sulit karena dipilih oleh DPRD. Apalagi dalam debat capres lalu, masing-masing pasangan kandidat berjanji untuk tetap mempertahankan pilkada secara langsung.
Persoalan lain yang belum terselesaikan adalah saat Mahkamah Konstitusi telah menetapkan lembaga ini tidak lagi menangani sengketa Pilkada. Belum ada penetapan siapa yang berwenang menangani sengketa pilkada.
Sementara itu, sebut Tuah, KPU sebagai penyelenggara pemilu sedang bersiap-siap untuk jadwal pemilihan kepala daerah di 247 daerah pada tahun 2015. Bahkan, menurut jadwal pergantian masa jabatan kepala daerah bulan Januari 2015 ada daerah yang akan memulai tahapan pilkada. Sementara itu, aturan hukum yang ada masih menunggu apa yang akan diatur di dalam RUU Pilkada yang masih sedang digodok oleh DPR RI.
“Untuk itu kami meminta Panja RUU Pilkada DPR RI untuk menunda pembahasan dan pengesahan RUU Pilkada dan menyerahkan pembahasannya kepada anggota DPR terpilih hasil Pemilu 2014. Apalagi pembahasan RUU Pilkada ini tidak sejalan dengan janji kampanye pemerintahan baru,” kata Tuah.
DPR RI, sebutnya, sebaiknya lebih fokus membahas APBN di akhir masa jabatannya. Pemerintahan lama tidak punya legitimasi untuk membuat kebijakan besar yang drastis,  karena pemerintahan yang baru dan anggota legislatif yang baru sudah terpilih dalam Pemilu 2014 dan akan segera dilantik.
“Jika dipaksakan maka pembahasan hanya akan menjadi ajang pertarungan lanjutan Pilpres, sehingga arah desain pelaksanaan Pilkada menjadi kabur,” katanya.
Lebih khusus, JPPN mendesak kepada DPR RI agar menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada. Apalagi RUU ini terkesan politis karena harus diselesaikan oleh DPR RI periode 2009-2014.
Carolus Tuah,  menyebutkan, dalam RUU Pilkada ini mengalami perubahan yang sangat signifikan terhadap pemilihan kepala daerah. RUU Pilkada adalah bagian dari RUU Pemerintahan Daerah yang diusulkan oleh Pemerintah melalui Kemendagri untuk menggantikan UU Nomor 32 tahun 2004 junto UU Nomor 12 tahun 2008 yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah secara terpisah dari RUU Pemda. tha

PAN-Golkar Duetkan Rita-Darlis di Pilbub Kukar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemilihan bupati (pilbub) Kutai Kartanegara akan digelar 2015 mendatang. Namun diam-diam Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) terus melakukan komunikasi serius  untuk mencalonkan pasangan Rita Wisyasari-Darli Pattalongi untuk memipin Kukar 5 tahun kedepan.
Darlis Pattalongi, sendiri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kaltim, tidak menampik hal itu. Bahkan secara tertang-terangan dirinya mangakui telah menjalin komunikasi secara intensif soal dirinya yang akan mendampingi Rita yang kini menjabat sebagai bupati Kukar.
"Ya kita memang sering berkomunikasi cukup serius. Hasilnya meang telah ada. Namun secara resmi belum diumumkan,' katanya, kemarin.
Sementara sumber kader internal PAN, yang dihimpun media ini  menyebutkan jika Darlis kerap disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang diusulkan Partai berlambang matahari bersinar ini maju menjadi wakil bupati.
"Tau dari mana? ya memang ada wacana kesana, tapi semua itu kita serahkan lagi sama Ibu Rita, siapa yang nantinya bakal ditunjuk mendapingi beliau,' jelas sumber tersebut.
Ditanya soal kesipannya Darlis mengaku siap menjalankan amanah partai yang mngusungnya. Dan berjanji akan bahu membahu dengan Rita.
"Ya kalau dikehendaki rakyat saya akan mempejuangkan rakyat dan bekerja membuat Kutai Kartanegara tambah lebih maju lagi," jelasnya.
Dia katakan, dirinya sudah memahami apa dan bagaimana Kukar untuk lebih maju lagi. "Sebelumnya saya kan sudah menjabat 10 tahun menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi untuk Kukar dan Kubar, dan selama itu saya juga bekerja untuk kemajuan Kukar-Kubar,' pungkasnya. tha

Pangdam Dilamar 2 Parpol

Suksesi Pilgub Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gaung pemilihan Calon Gubernur (cagub) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai terdengar. Terkini, Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Dicky Wainal Usman, mengaku telah dipinang oleh dua partai politik (parpol) untuk maju sebagai "Kaltara 1".
Pangdam mengatakan kedua Parpol  tersebut dinyatakan telah memenuhi jumlah perolehan kursi dan suara sah Parpol yang menjadi syarat utama maju pencalonan sebagai cagub.
"Ada dua parpol yang telah membahas soal pencalonan gubernur Kaltara. Tapi sejujurnya saya pribadi secara resmi belum dihubungi," katanya  kepada media ini usai menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kaltim Periode 2014-2019 di Samarinda, Senin (1/9) lalu..
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah menuunggu gerakan kedua parpol tersebut untuk melakukan langkah-langkah konkrit guna mendeklasikan pencalonan dirinya.
"Ya pokoknya ada dua Partai, saya ngak bisa sebutkan partai itu ngak etis dong, biar nanti dari Partai itu sendiri yang mengumumkan," katanya.
Dia mengatakan, kedua parpol itu dinyatakan sudah memenuhi persyaratan yakni  cukup kursinya untuk mencalonkan gubernur.
"Karena persyaratanya maju sendiri harus memperoleh 7 kursi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya ya tinggal menunggu saja bagaimana perkembangannya," katanya.
Lebih lanjut dikatakan,  keinginan dirinya maju sebagai Gubernur karena wilayah Kaltara yang bersentuhan dengan perbatasan Negara Malaysia sangat rawan dengan aksi kriminalitas seperti penyelundupan barang terlarang narkoba dan rawan dengan konflik sosial antar negara.
"Masyarakat di sana (Kaltara, Red) membutuhkan keamanan yang ekstra karena berbatasan dengan negara tetangga. Selain itu ada beberapa strategi yang dijalankan antara pertahanan, keamanan dan kesejahteraan yang dilakukan oleh Pemerintah nantinya," jelasnya.
Terpisah,  Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang dicalonkan Golkar maju sebagai Gubernur tidak mau berkomentar banyak.
"Seperti yang sudah saya sampaikan saya tidak mau berkomentar karena saya masih berstatus PNS. Kalau bicara nanti ya kita bahas nanti sajalah,' katanya dengan tegas. tha

Dishub Tertibkan Parkir Liar Pasar Segiri

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Permasalahan yang sering terjadi di Kota Samarinda akibat kemacetan di jalan salah satunya adalah parkir liar. Oleh sebab itu Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terus melakukan penertiban yang ada di Samarinda. Kali ini penertiban dilakukan di sekitar wilayah Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu menjadi perhatian serius Dishub Samarinda.
Bahkan lokasi tersebut akan menjadi fokus
selama beberapa hari ke depan, di luar lokasi rawan macet lainnya. Karena itu, penertiban mulai dilakukan senin (1/9) kemarin sore. Baik terhadap aktivitas parkir liar maupun keberadaan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang
berjualan di trotoar dan badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
"Kami mengharapkan supaya wilayah Segiri itu bisa steril dari PKL maupun parkir liar. Biar arus lalu lintas kembali normal dan tidak menimbulkan kemacetan," kata Kepala Dishub Kota Samarinda, Abdullah.
Menurutnya, pihaknya berharap agar dengan penertiban yang dilakukan itu, para PKL tidak lagi berjualan di lokasi terlarang. Begitu pula dengan parkir kendaraan, agar bisa lebih tertib.
"Karena rambu larangan parkir sudah lama kami pasang di sana. Jadi masyarakat juga harus tertib," ujarnya.
Untuk penertiban tersebut, Abdullah mengaku tidak hanya tim Dishub. Tetapi juga melibatkan tim terpadu lainnya di Pemkot Samarinda, terutama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Satpol PP dan Dinas Pasar.
"Jadi kami bergerak bersama-sama saling membantu agar penertiban ini bisa berjalan lancar dan tidak terlihat semerawut," pungkasnya. aon

Mahasiswa Protes Biaya Pelantikan DPRD Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Belum sepenuh berkerja sebagai wakil rakyat, 55 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Senin (1/9) kemarin dilantik justru sudah melakukan pemborosan anggaran untuk acara pelantikan di ruang Sidang Paripurna DPRD Kaltim.
Besarnya biaya pelantikan anggota DPRD Kaltim  yang mencapai Rp 650 juta oleh gabungan Mahasiswa Kaltim dan Kaltara tidak menunjukan sikap kritis anggota DPRD Kaltim terhadap berbagai persoalan sosial di Kalimantan Timur dan Kaltara.
Masih tingginya angka kemiskinan, infrastruktur yang belum memadai, masih banyak anak putus sekolah hingga masih banyaknya sekolah yang tidak layak digunakan.
Namun aksi protes yang disampaikan para mahasiswa ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Aksi protes mahasiswa itu ternyata dihadang ribuan aparat kepolisian yang berjaga di lingkungan kantor DPRD Kaltim ditambah dengan 3 ekor anjing terlatih yang dibawa oleh satuan hewan Polda Kaltim.
Aksi nekad seorang mahasiswa yang melakukan aksi penghadangan terhadap sebuah mobil dinas milik Pemprov Kaltim didepan kantor DPRD Kaltim menjadi pemicunya. Aksi mahasiswa ini mengundang reaksi petugas kepolisian yang langsung mengamankan pelaku. Aksi petugas kemudian mengundang rekan-rekannya untuk melakukan negoisasi dengan para petugas.
Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan masih banyaknya masyarakat miskin di Kaltim dan Kalimantan Utara. Mereka menilai bahwa anggaran yang dikeluarkan Sekretariat DPRD Kaltim untuk pelantikan anggota DPRD yang baru sangat besar, padahal mereka belum berkerja.
Anggota DPRD Kaltim yang baru dilantik telah mendapatkan pin emas seberat 7 gram untuk 55 orang anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019, selain itu para anggota DPRD bersama keluargannya juga menginap di hotel bintang 5  selama 2 malam  mereka juga mendapatkan kendaraan dinas operasional.
"Hal ini yang menjadi sumber keprihatinan kami, disaat banyaknya masalah-masalah sosial yang terjadi di Kaltim mereka justru asik menggunakan uang negara untuk kepentingan prestise sebuah pelantikan atau kegiatan seremoni yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat Kaltim," kata Joni.
Seharusnya mereka bisa lebih bijaksana dan meminta kepada sekretariat DPRD untuk menyiapkan acara pelantikan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat, bukan justru menggelar sebuah pesta mewah dengan menempatkan ribuan petugas kepolisian untuk mengamankan acara pelantikan itu.
"Kami mahasiswa asal Kalimantan Utara mengingatkan kepada anggota dewan yang dilantik  untuk lebih memperhatikan persoalan sosial di daerah  perbatasan dan pedalaman yang ada di kaltim dan Kaltara," kata Jony.
Joni mengatakan bahwa fenomena yang dilihat ketika pemekaran terjadi hanya melahirkan raja-raja kecil dan permainan elit politik partai agar lebih luas kekuasaan yang dicapai, sementara pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat tidak tercapai.
"Ini seperti kata pepatah Pungguk merindukan Bulan, anggaran besar yang diharapkan serta janji pengelolaan keuangan daerah lebih terfokus ternyata hanya impian belaka, nyatanya komitmen untuk memperbaiki kondisi masyarakat perbatasan hingga saat ini tidak nyata.
Saat ini lanjut Joni kondisi dunia pendidikan di wilayah Kaltara masih jauh dari harapan, bangunan sekolah masih banyak yang tidak layak, minimnya pasokan buku-buku penunjang, hingga minimnya tenaga pendidik.
Begitu juga dengan sektor kesehatan, saat ini didaerah pedalaman dan perbatasan Kaltara masih kekurangan tenaga medis, baik itu perawat maupun tenaga dokternya,
Dari itu lanjut Joni pada kesempatan ini ia menghimbau agar anggota DPRF yang baru dilantik segera menepati janji-janji politiknya kepada masyarakat Kaltara.
Dia meminta agar mereka segera melakukan langkah-langkah untuk menekan pemerintah Kaltim maupun Kaltara untuk melakukan percepatan pembangunan di sektor pendidikan , kesehatan, Infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat di Kaltara.
Sementara itu disaat sejumlah mahasiswa melakukan aksi didepan kantor DPRD Kaltim hingga berujung kericuhan, suasana diruang sidang paripurna DPRD Kaltim begitu kontras, diruang yang sejuk dan kursi yang empuk, sejumlah anggota DPRD Kaltim terlihat asik bermain telpon seluler dan mengobrol sesama anggota DPRD Kaltim, padahal  saat itu gubernur kaltim Awang Faroek Ishak sedang membacakan pidato  Menteri Dalam Negeri terkait pelantikan para anggota DPRD Kaltim.
Beginikah  mental  para legislator yang baru di lantik, pertanyaanya bagaimana mereka bisa berkerja secara serius memperjuangkan hak-hak warga yang diwakilinnya sementara  mendengarkan pidato saja mereka tidak serius.
Sementara itu untuk mengamankan pelaksanaan pelantikan Anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 di kantor DPRD Kaltim sedikitnya 3200 personil aparat kepolisian disiagakan di Kota Samarinda.
Personil personil itu ditempatkan disejumlah titik di kota Samarinda dan sejumlah titik masuk ke kota Samarinda.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kabag Operasional Kompol Andreas Susanto Sik didepan kantor DPRD Kaltim senin (1/9) kemarin.
Andreas mengatakan bahwa penjagaan yang dilakukan di seputara gedung DPRD Kaltim dilakukan oleh personil kepolisian dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltim dan Samapta Polda Kaltim. sementara untuk pengamanan di beberapa pintu masuk kota Samarinda  dilakukan oleh Polres Balikpapan, Polres Kutai Kartanegara, Polres Bontang dan Polres Kutai Timur. "Total pasukan yang kita turunkan sekitar 3200 personil," kata Andreas. M4n

Nusyirwan Atau Jafar

Golkar Mulai Godok Cawali Samarinda
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kendati masih satu tahun lagi, namun suksesi Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda mulai bermunculan nama-nama yang akan berlaga di Pilwali 2015 mendatang. Tak terkecuali Golkar. Partai berlambang Pohon Beringin ini, disinyalir mulai membahas dua nama yang bakal diusungnya yakni, Nusyirwan Ismail dan Jafar Abdul Gaffar.
M Albert, Sekretaris DPD Golkar Kaltim mengatakan, saat ini ada beberapa nama bermunculan dalam bursa pencalonan Pilwali diinternal Golkar. Namun sampai saat ini diakuinya, partai belum menentukan siapa nama yang akan diusung sebagai Cawali Samarinda 2015-2020 mendatang. Pasalnya imbuh Albert, pendaftaran calon yang akan digelar partai belum dibuka. “"Siapa saja bisa menjadi calon yang diusung partai nanti. Tapi sekarang belum, kita lihat saja nanti,” katanya singkat.
Namun Albert tidak menampik bahwa Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail kabarnya termasuk nama yang diperhitungkan untuk diusung Partai Golkar. Termasuk Ketua DPD Samarinda, Jafar Abdul  Gaffar juga masuk dalam nama yang disebut-sebut. “O iya. Kedua nama (Nusyirwan dan Jafar, red) itu memang sudah lama kita jadikan bahan diskusi internal,” ujar Albert.
Albert juga mengatakan, Golkar tidak mmenutup kemungkinan bahwa akan ada calon lain yang akan dibahas untuk diusung di Pilwali nanti. “Kami (Golkar, red) banyak stok kader untuk kami usung. Nah sekarang tentunya Golkar akan mempertimbangkan berbagai faktor, yang memungkinkan ketika kami mengusung calon, dan calon itu wajib menang,” urainya.
Partai Golkar sendiri, menurutnya pada saatnya nanti akan buka tahapan bagaimana menjaring calon. Baik itu wali kota atau wakil wali kota yang mengacu pada aturan yang ada. "Prosesnya nanti memang melalui pendaftaran di DPD 2, namun tetap ada arahan dari DPP atau DPD I (provinsi)," ujarnya. fer

Berharap Ada Menteri Dari Kaltim

Kabinet Jokowi -JK

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, berharap pemerintahan baru dalam kabinet Jokowidodo - H Jusuf Kalla, akan mempercayakan salah satu menterinya berasal dari Kaltim.
“Sebagai gubernur tentu saya sangat bersyukur jika ada menteri dari Kaltim. selain itu masyarakat Kaltim tentu sangat bangga,” kata Awang Faroek kepada wartawan, belum lama ini.
Awang Faroek Ishak mengaku bersyukur jika ada tokoh masyarakat dari Kaltim yang menjadi menteri dalam kabinet Jokowi periode 2014-2019. Sebab selama ini belum pernah ada menteri yang berasal dari Benua Etam.
Dia menyebut, dengan adanya menteri dari Kaltim membuktikan adanya kepercayaan pemerintah pusat bagi putra-putri Kaltim berjuang untuk daerah.
Awang tidak menyatakan ini merupakan keharusan, sebab menjadi hak perogeratif presiden terpilih nantinya. Hanya saja Awang mengingatkan kontribusi Kaltim bagi pusat sangat tinggi, terutama soal pendapatan negara dari sektor pertambangan.
“Sehingga wajar, jika ada aspirasi masyarakat yang berharap ada kepercayaan dari Presiden untuk menjadikan putra-putri terbaik dari Kaltim sebagai Menteri dalam kabinet yang baru,” katanya.
Awang pun mengakui ada aspirasi yang ia terima agar ada tokoh masyarakat Kaltim yang duduk menjadi menteri. “Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat Kaltim dapat didengar oleh Presiden terpilih,” pungkasnya.
Secara khusus dirinya tak menyebut nama dari menteri yang dimaksud. Namun Awang merasa putra-putra di Kaltim cukup cakap untuk menduduki salah satu jabatan menteri.
"Siapapun itu. Yang pasti Kaltim akan bangga jika ada salah satu putra terbaiknya menjadi menteri. Ini akan lebih mengembangkan Kaltim kedepan," katanya. tha

Balai POM Sita Ribuan Obat dan Kosmetik Ilegal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) menyita kosmetik ilegal dan obat-obatan mengandung zat berbahaya yang beredar di berbagai tempat di Samarinda. Ribuan produk dari luar negeri ini disita dari 11 gudang di Samarinda dan beredar dengan cara pemesanan online. Total produk yang disita kali ini mencapai Rp63 juta.
Operasi gabungan nasional yang diberi sandi storm ini berhasil menemukan 164 macam obat terlarang dan kosmetik ilegal yang tidak layak pakai, tidak layak edar dan tidak mempunyai izin. Rinciannya, dari 11 lokasi, BBPOM mengamankan 1.293 jenis produk lantaran terindikasi karena melanggar hukum. Sebagian besar barang sitaan tersebut terdiri dari obat 10 jenis, jamu tradisonal 44 jenis dan, 110 kosmetik berbagai merek.
Kosmetik yang diamankan juga tidak hanya dari produk luar negeri pemutih wajah, krim dan make up, serta viagra obat penambah vitalitaas pria. selain produk luar petugaas juga berhasil mengamankan obat yang diproduksi di indonesia yang tidak mempunyai izin edar seperti urat madu obat untuk menambah vitalitas pria/ asam urat untuk penyakit nyeri sendi dan sakit gigi.
Plh Kepala BPPOM Kota Samarinda Muhammad Faizal mengatakan bahwa masih maraknya peredaran obat tidak layak edar dan kosmetikan luar negeri ini akibat kurang sadarnya masyarakat tentang bahayanya zat kimia yang terkandung dalam obat obat yang diamankan tersebut. Padahal bahan kimia berbahaya tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Faizal mengaku bahwa pihaknya mengalami kesulitan menertibkan peredaran obat, makanan, serta kosmetik yang dijual secara online. “Kalau penjualan di warung bisa kita tarik dari peredaran dengan mudah. Tapi kalau online ini cukup sulit,” sebutnya.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, ratusan produk sitaan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. “Ini operasi yang dilakukan serentak secara nasional. Hasilnya kita mengamankan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya senilai Rp 63 juta,” kata Faizal.
Kandungan logam berat seperti Mercury, lanjut Faizal, bisa mengakibatkan keracunan pada penggunanya. "Tergantung jenis kosmetik apa yang dipakianya misalnya mengandung mercury akan mengakibatkan keracunan terhadap penguna.
Seperti penggunaan merkuri dalam kosmetik yang bisa membuat kulit manusia menjadi rusak, begitu juga zat kimia lainnya.
Minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan produk-produk kosmetik ilegal yang tanpa ada izin edar dan tidak layak pakai, memang masih harus terus disosialisasi sehingga tumbuh kesadaran dalam masyarakat.
jika tidak ada masyarakat yang menggunakan produk-produk itu, dengan sendirinya  produk tersebut tidak akan masuk lagi ke Indonesia. M4n

Jaang : Tolong Disimpan Baik-Baik

Warga Sambutan Terima 300 Sertifikat Tanah
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 300 sertifikat tanah jatah dari Program Nasional Daerah (Pronada) yang diperuntukan bagi warga Kecamatan Sambutan akhirnya diserahkan  Wali Kota Samarinda H Syahariwe Jaang Kamis (28/08) kemarin, di Kantor Camat Sambutan. Tahun ini ada sebanyak 3000 peningkatkan Surat Tanah Pelepasan Hak (STPH) menjadi sertifikat  yang siap diserahkan untuk warga yang tersebar  di 10 Kecamatan . Program ini sendiri diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu dimana negara membantu dalam hal pembebasan biaya pembuatan sertifikat kepemilikan sebidang tanah yang diajukan melalui kelurahan tembusan kecamatan dan kemudian didaftarkan ke Badan Pertanahan Nasional.   Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang usai membagikan secara simbolis sertifikat tadi dalam arahannya mengakui  kalau dalam pengurusan sertifikat tanah menurutnya tidak cukup memakan waktu satu sampai dua hari agar bisa kelar. “Untuk itu harapan saya sertifikat yang telah diterima hari ini melalui program pronada agar bisa disimpan  baik-baik, karena untuk mendapat sertifikat ini tidak mudah,”Pesannya.  Pemerintah sendiri menurutnya punya kewajiban untuk memastikan masyarakat punya hak untuk memiliki tanah yang dapat diolah untuk menopang kehidupan. Untuk itu ia menginginkan jangan sampai warga tadi kehilangan akses atas tanah hanya karena desakan investasi ataupun kepentingan lainya. “Untuk itu melalui program ini kita utama bagi warga yang memang betul-betul bisa memanfaatkan sebidang tanahnya tadi untuk  menunjang ekonominya dalam membangun tempat usaha maupun berkebun,”Kata Jaang.  Sebaliknya, ia juga mengapresiasikan kepada warga  yang telah mewakafkan sebidang tanahnya tadi untuk menunjang sarana dan prasarana  lingkungan bersih dan sehat melalui pemilahan Bank sampah. “Seperti yang telah dilakukan oleh keluarga H Harbiansyah yang telah mewakafkan sebidang   tanahnya  untuk meunjang program hijau bersih dan sehat, tentu  Pemerintah mengucapkan terima kasih,”Sebut Jaang mengakhiri. ike

Taman ?Terowongan Air Biru? Jadi Ikon Baru

Pertengahan September Sudah Bisa Dinikmati
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Setelah keberhasilan Pemkot Samarinda membangun Taman Cerdas di area PKK samping rumah jabatan wali kota yang hingga sekarang terus ramai dikunjungi, akan ada lagi taman kota yang siap menjadi ikon baru lagi di ibukota Kaltim ini.
Taman ini terletak tepat di samping Taman Makam Pahlawan di Jl Pahlawan. Lahan yang selama ini terlihat angker, akan berubah menjadi ramai dikunjungi orang. Taman ini dilengkapi dengan air mancur bagaikan terowongan air biru di malam hari yang bisa dilalui dan menjadi objek foto yang indah.
Wali kota Samarinda H Syaharie Jaang dan isteri Hj Puji Setyowati pun tidak bisa menyembunyikan rona kebahagiaannya melihat kecantikan taman terowongan air biru itu ketika meninjaunya Rabu (27/8) malam.
Kontan saja mereka yang didampingi kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda H Sugeng Chairudin dan Kabag Humas dan Protokol Masrullah berpose dibawah aliran air yang membentuk terowongan dengan biasan warna cahaya biru.
“Insya Allah, paling cepat pertengahan September sudah bisa dibuka untuk umum. Harapan kami, setelah dibuka, warga bisa menikmatinya seperti taman cerdas yang sekarang sangat ramai dikunjungi, dan tentunya yang utama bisa memelihara juga menjaga kebersihan di sini,” ucap Jaang penuh semangat.
Selain keindahan terowongan air dengan disinari lampu-lampu hias berwarna biru, di area itu terdapat juga zona refleksi kaki untuk kesehatan. “Rekreasi di taman ini bisa sambil refleksi untuk kesehatan. Jadi bisa menghilangkan stres dan mengurangi penyakit dengan terapi refleksi,” imbuh Jaang yang malam itu juga langsung meninjau toilet umum yang terdapat di area taman.
Namun di mata wali kota, masih ada kekurangan di taman itu, yaitu tempat untuk shalat. “Pak Sugeng, tolong nanti juga dibuatkan tempat shalatnya,” pinta Jaang.
Jaang mengatakn akan terus mengejar pembangunan taman-taman bahkan di malam hari pun meski turun mengecek langsung. “Saya tidak segan-segan mengawasi sendiri khusus taman. Tidak sa mpai di sini saja taman kota kita ini, karena akan masih ada lagi taman yang juga dalam pembangunan saat ini di Jl MT Haryono seluas 3 hektar dan juga di kawasan Tepian Mahakam di segmen Karang Asam,” imbuh Jaang dibenarkan Sugeng yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Samarinda. ike

150 Model Peragakan Kreasi Busana Sarung Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
150 model asal Kota Samarinda belum lama ini memperagakan berbagai kreasi busana menggunakan bahan atau kain khas Samarinda dalam Kemilau Sarung Samarinda 2014 yang dijadwalkan digelar Jumat (29/8) lalu.
Peragaan busana kali ini terbilang spesial karena meningkatnya jumlah peserta yang terlibat dalam peragaan busana yang diadakan di Hotel Mesra Internasional, bahkan para model menunjukan kebolehannya di tepi kolam renang.
"Setelah dua tahun kami gelar, maka tahun ini Kemilau Sarung Samarinda kembali kami laksanakan pada Jumat (29/8) malam di Hotel Mesra Internasional, sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-69," Kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda HM Faisal kepada Poskota Kaltim.
Faisal mengatakan bahwa peragaan busana kali ini memang sengaja menampilkan konsep dan suasana yang baru dan audien yang berbeda, pagelaran Kemilau Sarung Samarinda itu diharapkan dapat menambah tinggi nilai seni dan kreasi dengan materi bahan sarung Samarinda.
"Terutama, untuk dapat lebih mempromosikan bahwa bahan Sarung Samarinda dapat digunakan untuk banyak karya desainer bukan hanya untuk sarung saja," katanya.
pada pagelaran kali ini juga menampilkan musik jazz live dari jazzer lokal Samarinda, sebuah poin baru di acara sejenis yang pernah ada. Tantangan baru juga pada gelaran Kemilau Sarung Samarinda tahun ini.
"kita sengaja menyiapkan areal catwalk berada di atas swimming pool atau kolam renang dengan suasana alami malam hari ditambah pencahayaan menawan menambah nilai plus untuk acara ini kelak sehingga kami berharap masyarakat akan semakin menicntai Sarung Samarinda," kata Faisal.
Tema Kemilau Sarung Samarinda 2014 tersebut yakni Jazz, Love dan Fashion, kemudian ada juga kejutan lain di mana akan tampil tim perbankan Kota Samarinda di bawah koordinasi Bank Indonesia yang juga akan menampilkan beragam busana kerja sarung Samarinda ala perbankan,
"Mudah-mudahan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan penjualan sarung, jika kelak perbankan pun berpartisipasi menggunakan busana kerja dengan bahan dari sarung Samarinda," harap Faisal.
Sementara, Ketua Panitia Kemilau Sarung Samarinda 2014 Agnes Gering, mengatakan, pada kegiataan tersebut akan menampilkan desain Sarung Samarinda hasil kreasi desainer lokal yang pada tahun lalu (2013) menampilkan karya 15 disainer.
"Tahun ini (2014) ada 20 disainer/agency modeling Samarinda yang siap beraksi dengan menampilkan 150-an model dengan busana bahan Sarung Samarinda, kemudian ditambah model dari kalangan perbankan dan instansi di lingkungan pemkot sehingga pagelaran ini akan meriah dan seru," ungkap Agnes Gering.
Pagelaran Kemilau Sarung Samarinda 2014 itu, lanjut Agnes Gering, juga menggandeng Dekranasda Samarinda. "Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda juga memastikan kehadirannya dan undangan sudah mulai kami sebarkan untuk menyaksikan acara ini. Bagi masyarakat yang berminat hadir dapat menghubungi kami di Disbudparkominfo," ujar Agnes Gering. M4n

BBM Dibatasi, Operasional Bus Terganggu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebijakan pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah awal Agustus lalu membuat sebagian pengusaha bus antar kota dalam propinsi memarkir kendaraanya. Alasannya, para pengemudi mulai kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU karena tidak lagi mendapat jatah.
Para penumpang bus antar kota dalam Provisi Kaltim tujuan Samarinda-Bontang terpaksa harus berdesak-desakan didalam bus, mereka memilih berdesakan karena banyaknya bus yang memilih tidak operasi karena keterbatasan BBM.
Terbatasnya bus membuat sebagian penumpang terpaksa memilih menggunakan kendaraan lain, meski harus rela merogoh kocek lebih mahal dari biasanya.
Salah satunya Abdi warga Bontang, ia mengaku tidak menyangka jika bus sudah tidak ada yang beroperasi ketika ia datang, iapun terpaksa menggunakan taksi tembak meski harus membayar lebih mahal.
"Biasanya bus yang melayani jalur bontang cukup banyak, namun saat ini baru jam 3.00 wita siang bus sudah tidak ada, kalaupun ada penumpangnya cukup banyak," kata Abdi.
 Sementara itu Ketua Organda Ambo Dale membantah jika ada kendaraan yang tidak beroperasi akibat tidak adanya BBM,
namun Ambo Dale mengakui bahwa khusus jalur Samarinda-Bontang para pengemudi memang mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar.
Jika sebelumnya ada sebuah SPBU yang ditunjuk Pertamina untuk memberikan jatah khusus angkutan bus, kini seiring dengan keputusan pembatasan subsidi BBM jatah itu tidak ada, akibatnya meski membawa penumpang bus harus antri bersama ratusan truk untuk mendapatkan bbm jenis solar yang berada di SPBU.
Meski demikian ia menegaskan bahwa tidak ada bus yang berhenti beroperasi akibat kelangkaan BBM, bahkan para supir berani nombok beli BBM eceran. Berhentinya sebagian bus jalur samarinda-bontang akibat bus yang tidak memiliki cukup solar, tidak berani melayani perjalanan,  khawatir kehabisan bbm di tengah jalan, kondisi tersebut sangat merugikan pengusaha transportasi.
"Yang terpenting tidak mogok ditengah jalan saja, jika sudah demikian supir rugi penumpang juga rugi," kata Ambo Dale. M4n

Antisipasi Potensi Kerawanan di Kaltara

Kunjungan KKDK Sespimti di DPRD Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Delapan perwira Polri yang kini mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polisi Republik Indonesia (Polri) Pendidikan Reguler ke-23, melakukan kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) ke DPRD Provinsi Kaltim.
Kunjungan pada Selasa (26/8) kemarin diselingi rapat dengar pendapat (hearing) soal kinerja para anggota dewan dalam lima tahun terakhir.
Pimpinan rapat yang juga ketua DPRD Provinsi Kaltim Syahrun mengutarakan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri dalam kunjungan kerja tersebut. Mengingat, pendidikan Sespimti merupakan salah satu langkah kepolisian dalam rangka menyelenggarakan pendidikan calon pimpinan Polri dan penegak hukum lainnya yang memiliki profesionalisme, wawasan kepemimpinan, strategi dan komitmen yang kuat terhadap integritas moral sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
“Kunjungan dalam rangka tukar pendapat ini akan memperkuat tali silaturahmi antara jajaran pemerintah dan unsur kepolisian. Selain itu, kajian data dari peserta Sespimti ini tentu saja akan menjadi sarana terbaik, dalam rangka mengukur kinerja anggota dewan selama ini,” kata Syahrun.
Rapat yang berlangsung di Gedung B Komplek DPRD Provinsi Kaltim tersebut juga dihadiri oleh sejumlah ketua fraksi, yakni, Bahrid Buseng dari Fraksi Golkar, Datu yaser Arafat dari PDIP dan Zain Taufik Nurrohman dari PAN.  Hadir juga Ketua Komisi II Rusman Ya’qub dan Ketua Banleg Rakhmat Majid Gani. Pertemuan ini dalam rangka mengetahui sejauh mana kinerja DPRD dalam upaya memajukan daerahnya. Seperti, bagaimana peran DPRD dalam menangani pemekaran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam pertemuan Datu yaser Arafat memaparkan DPRD Provinsi Kaltim masih terus memberikan bantuan demi bantuan kepada Provinsi Kaltara dalam upaya mematangkan provinsi pemekaran Kaltim ini. Seperti diketahui, Kaltara merupakan akses masuk paling mudah ke beberapa negara tetangga. Hal ini justru harus diwaspadai karena rentan wilayah diklaim negara lain. Belum lagi kemudahan keluar masuk yang berimbas pula pada mudahnya akses barang-barang ilegal. Karena itu jumlah personel di Katara harus ditambah agar bisa menekan sedini mungkin hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.
“Hal seperti ini yang harus kita waspadai bersama. Saya sangat berharap jajaran kepolisian turut mengantisipasi. Jadi jangan tunggu sudah menjadi masalah baru ditindaklanjuti. Satuan pengamanan di daerah yang rawan tersebut harus segera diperketat,” kata Datu Yaser Arafat.
Selain itu, peserta Sespimti juga juga menanyakan bagaimana hubungan kerja DPRD dengan jajaran Pemerintah Provinsi. Diyakini Syahrun, jika hubungan kedua belah pihak selama ini cukup bersinergi. Terbukti dalam pembangunan Kaltim yang semakin maju dari tahun ke tahun. “Sinegritas antar jajaran Pemprov dan DPRD Provinsi mencapai kata sangat baik. Mengingat seringnya kedua belah pihak melakukan rapat dan evaluasi bersama terhadap pola pembangunan bagi rakyat. Kaltim ini wilayah yang sangat luas. Masih banyak daerah-daerah yang belum terjamah. Sinegritas antara DPRD Provinsi Kaltim dan jajaran pemerintah provinsi harus sangat erat untuk terus mengeksplor pembangunan yang merata ke seluruh Kaltim,” kata Syahrun. hms

Kelapa Sawit Dinilai Mampu Gantikan Batubara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Amireza M Moesa, mengemukakan sektor perkebunan kelapa sawit dinilai bisa menggantikan sektor batubara yang saat ini mengalami kelesuan ekspor.
"Ekspor Batu bara di Kaltim tengah berada dalam posisi yang lesu. Diperkirakan sektor ini (batu bara, Red) akan  sulit pulih ke masa emasnya. Saya kira kalau di Kaltim pilihannya ada di sektor perkebunan kepala sawit,” ujar Amireza, belum lama ini.
Dia ungkapkan, kendati belum bisa sepenuhnya menggantikan sektor batubara, namun sektor perkebunan bisa dioptimalkan untuk menjadi lokomotif baru perekonomian Kaltim.
"Program pembukaan lahan sawit hingga empat juta hektare saya kira akan bisa mendongkrak laju perekonomian Kaltim," katanya.
Syaratnya, lanjut dia, pemerintah harus serius dalam melakukan program perkebunan kelapa sawit ini hingga menjadi sektor unggulan. Sehingga mampu mendongkrak perekonomian di Kaltim.
“Hanya saja dengan adanya program pemda setempat yang akan membuka 4 juta hektare kebun kelapa sawit, bisa menjadi andalan untuk terus didorong sehingga mampu mendongkrak perekonomian,” urainya.
Dia katakan, imbas dari lesunya  ekspor batubara cukup dirsakan di Kaltim dimana pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2014 ini  hanya sebesar 1,89 persen. Sedangkan di triwulan pertama 2014, pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 2,1 persen.
“Seperti diketahui, lokomotif perekonomian Kaltim sampai saat ini masih ditopang oleh sektor batubara. Akibatnya, jika sektor batubara lesu, pertumbuhan ekonomi Kaltim jadi melambat,” imbuh Amireza.
Kondisi lesunya ekspor batubara ini diperkirakan berlanjut hingga triwulan ketiga 2014. Diprediksi, pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan ketiga hanya berkisar 1,6 hingga 2,1 persen. “Capaian pesimisnya 1,6 persen, dan optimisnya bisa sampai 2,1 persen,” katanya lagi.
Amireza menyarankan pemerintah Kaltim segera mengambil langkah strategis guna mengantisipasi ketergantungan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada sektor batubara. “Sektor batubara terus melorot. Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis,” saran Amireza.
Amireza menyebut lesunya bisnis batubara ini dipengaruhi penurunan ekspor ke Tiongkok yang juga sangat mempengaruhi bisnis batubara internasional.
“Dengan kondisi ini diperkirakan sektor batubara sulit kembali kemasa kejayaannya. Waktu 2011 ekspor batubara sedang marak, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun itu mencapai 5 persen,” tandasnya.
Dia berharap, pemerintah akan segera bergerak untuk mengalihkan bidikan pada sektor baru yakni perkebunan kelapa sawit.
"Saya yakin dengan pembukaan lahan-lahan perkebunan kelapa sawit akan mampu mengangkat perekonomian di Kaltim sebagaimana pada masa jayanya sektor batu bara," pungkasnya. tha

SMAN 13 Samarinda dan SMPN 5 PPU Juara LPI se Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
SMA Negeri 13 Samarinda dan SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara (PPU) berhasil menjadi juara dalam Liga Pendidikan Indonesia (LPI) se Kaltim 2014 di Samarinda yang dilaksanakan sejak 25-30 Agustus 2014.
Selain itu, juara kedua ditingkat SMA sederajat diraih SMA Negeri 1 Rantau Pulung Kutim, juara ketiga diraih SMK Geologi Pertambangan Tenggarong. Sementara tingkat SMP sederajat sebagai juara diraih SMP Negeri 8 Tanah Grogot dan juara tiga diraih SMP YPPSB Sangatta.
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali ketika menutup LPI 2014 Kaltim menaruh harapan besar kepada tim yang telah menjadi juara pertama di tingkat provinsi, agar mampu memberikan prestasi yang baik di tingkat nasional.
Karena, juara pertama LPI tingkat provinsi dipersiapkan untuk mewakili provinsi di tingkat nasional yang rencana dilaksanakan September 2014. “Karena itu, saya berharap sekolah yang meraih juara tahun ini dapat mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, perjuangan mereka belum selesai, yakni di tingkat nasional. Makanya, saya berharap para pelatih atau Pembina dapat mempersiapkan tim ini, sehingga dapat memberikan terbaik bagi daerah ini,” kata Bere Ali usai menutup LPI Kaltim 2014 di Samarinda, Sabtu (30/8).
Melalui LPI diharapkan terlahir bibit sepakbola berkualitas di Kaltim, sehingga mampu menciptakan prestasi sepakbola di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembinaan sepakbola di tingkat pelajar juga patut dilakukan di masing-masing sekolah, sehingga prestasi sepakbola Kaltim terus ada di daerah ini.
Apalagi, dengan adanya pembinaan tersebut mampu mendukung para generasi muda untuk jauh dari tindakan negatif, sehingga dapat meraih prestasi dan cita-cita yang diinginkan. “Saya pikir dengan adanya kegiatan seperti ini mampu mengurangi tindakan yang menyimpang terhadap para generasi muda, terutama pelajar sehingga mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim berharap dengan adanya LPI diharapkan mampu mencetak generasi muda Kaltim yang mampu membawa nama daerah di tingkat nasional, terutama melalui olahraga sepakbola.
“Kita tahun PON di Riau sepakbola Kaltim mampu meraih juara pertama dan meraih medali emas. Saya berharap melalui LPI ini ada pelajar yang terpilih dan mampu membawa nama daerah untuk mempertahankan juara tersebut,” jelasnya. mar

Kualitas SDM Pengelola Keuangan Desa Wajib Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi  mengatakan, Pemprov Kaltim menegaskan agar sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan pemerintah desa di Kaltim wajib meningkatkan kualitas yang dimiliki. Karena, sesuai dengan Undang-Undang (UU) 6/2014 tentang desa, bahwa pengelolaan keuangan desa hingga mencapai Rp1 Miliar harus dikelola dengan professional, agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap aparatur pemerintah desa.
"Karena itu, pengetahuan tentang pengelolaan keuangan desa wajib dimiliki aparatur pemerintah desa di daerah, sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa terlaksana dengan baik dan tertib administrasi,"kata HM Jauhar Efendi di Samarinda, Minggu (31/8).
 Menurutya, dengan adanya aturan tersebut, maka Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan pembinaan terhadap aparatur pemerintah desa. Caranya, dengan melakukan bimbingan teknik pengelolaan keuangan daerah bagi aparatur pemerintah desa. Dengan demikian, pengelolaan keuangan desa dapat terlaksana dengan baik dan tertib administrasi.
Dengan adanya aturan melalui UU tersebut, diharapkan aparatur pemerintah desa lebih professional dalam mengelola administrasi keuangan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa tertib administrasi.
Termasuk mengenai pelaksanaan proyek pembangunan di desa, diharapkan pengelolaannya dapat dilaksanakan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Misal, pembangunan jalan desa dan pembangunan jembatan.
“Jadi, diharapkan pemerintah desa harus memahami pengelolaan keuangan tersebut. Karena itu, kami juga berharap, ketika 2015 yang direncanakan adanya bantuan keuangan desa dari Pemprov Kaltim dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas SDM masing-masing, sehingga pengelolaan keuangan desa betul-betul tertib aturan,” paparnya. mar

2018, Kaltim Bebas Blank Spot Area

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Diskominfo Kaltim  Abdullah Sani menjelaskan,  Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diakui menetapkan pembangunan menara telekomunikasi perbatasan sebagai program pembangunan yang diprioritaskan. Ini untuk mengejar target pembangunan bidang kominfo “kaltim bebas blank spot area 2018”.
“Pemprov Kaltim melihat kawasan perbatasan merupakan wilayah strategis yang perlu dibangun. Apalagi ini berkaitan keterisoliran akses telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) juga sudah berkomitmen tidak ada daerah yang tidak terhubung jaringan telekomunikasi,” kata Abdullah Sani saat menghadiri audiensi Pemkab Mahulu dengan Telkomsel Regional Kalimantan, di Balikpapan beberapa hari lalu.
Itu sebabnya,  lanjut Sani  Diskominfo setiap tahunnya selalu mengusulkan rencana pembangunan menara telekomunikasi perbatasan. Termasuk daerah non perbatasan yang masih terisolir akses jaringan telekomunikasi atau disebut blank spot area.
Tidak terkecuali program pemerintah melalui Kemkominfo RI. Sani mengaku sudah mengusulkan Kemkominfo mengarahkan program pembangunan kominfo di daerah untuk membangun menara telekomunikasi perbatasan.
“Kita ingin program yang dibuat Kemkominfo bermanfaat bagi masyarakat Kaltim. Dari pada diberi bantuan MPLIK (mobil pusat layanan internet kecamatan) yang tidak termanfaatkan optimal, masyarakat perbatasan lebih butuh tower (menara telekomunikasi,Red),” tegasnya.
Diskominfo sendiri, aku Sani, sudah membangun delapan menara telekomunikasi sepanjang 2012 – 2014. Rinciannya 2012 membangun dua menara telekomunikasi perbatasan di Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Desa Long Ampung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau dengan pola bantuan keuangan ke pemkab masing-masing.
Pada 2013, Pemprov Kaltim membangun tiga menara telekomunikasi perbatasan, di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, kemudian Desa Agung Baru, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, serta Desa Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu. Ketiganya dibangun menggunakan pola swakelola dengan TNI AD.
“Sedangkan 2014, kita bangun satu di Desa Long Lunuk Baru, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu. Tahun ini kita fokus bangun di Mahulu saja, karena Nunukan dan Malinau sudah masuk wilayah Provinsi Kaltara (daerah pemekaran kaltim,Red),” sebutnya.
Selain satu menara telekomunikasi perbatasan, Diskominfo juga membangun dua di  Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser dan di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur yang merupakan wilayah terisolir jaringan telekomunikasi.
“Untuk tahun depan (2015,Red), jika anggaran memadai kita rencanakan bangun satu atau dua menara telekomunikasi perbatasan di Mahulu. Kita juga mengusulkan Pemkab Mahulu memasang penguat signal (repeater) untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh wilayah desa tersebut,” demikian Sani mengakhiri perbincangan. mar

Presiden SBY akan Resmikan Tujuh Proyek MP3EI di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengungkapkan sebanyak tujuh proyek pembangunan yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Plus di Kaltim diusulkan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peresmian ketujuh proyek strategis tersebut direncanakan pada pertengahan September mendatang.
"Tujuh proyek tersebut diantaranya, pembangunan dan peningkatan bandara, yakni Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan tiga bandara di wilayah perbatasan, yaitu Long Bawan (Nunukan), Long Apung (Malinau) dan Datah Dawai (Mahakam Ulu),"kata Awang Faroek Ishak pada acara rapat persiapan peresmian proyek MP3EI Plus, di ruang Video Conference lantai II Kantor Gubernur Kaltim beberapa hari lalu.
Selanjutnya,  proyek lainnya  yaitu  pembangunan dan peningkatan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Kaltim, yakni PLTU Embalut (Unit 3, 110 MegaWatt), PLTG Senipah 2x40 MW  dan PLTG Peaking 2x60 MW. Ketiga pembangkit listrik tersebut terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian, proyek minyak dan gas yang ditangani oleh swasta, yakni proyek Anjungan Sisi-NUBI 2B dilepas pantai Kaltim oleh PT Total Indonesie dan proyek pengembangan Lapangan Ruby oleh PT Mubadala. Proyek-proyek itu disebut MP3EI Plus karena dalam pelaksanaan pembangunannya, tidak hanya mengandalkan sumber dana dari APBN atau APBD saja. Melainkan adanya dana dari pihak ketiga atau swasta, sehingga terjadi kolaborasi dengan sistem kerjasama yang telah ditentukan sebelumnya.
“Saat sekarang ini kita tidak bisa bergantung dengan dana dari pemerintah saja, ada sumber dana yang lebih besar dari pihak ketiga yang bisa kita manfaatkan untuk merealisasikan pembangunan guna kesejahteraan rakyat. Dan ini sudah terbukti berjalan dengan baik di Kaltim, mulai dari pelabuhan, bandara ataupun infrastruktur lainnya,”paparnya.
Selain ketujuh proyek MP3EI Plus dengan total nilai investasi sekitar Rp18 triliun yang akan diresmikan Presiden SBY, serta  ada dua proyek milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga akan digroundbreaking, yaitu pembangunan Kampus Insitut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kariangau, Balikpapan dan pembangunan Kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
“Bersamaan dengan itu, ada proyek nasional lain yang direncanakan akan ikut diresmikan oleh Presiden SBY di Balikpapan, seperti pembangunan Kampus Institut Teknologi Sumatera, Universitas Timor (Unimor) dan Politeknik di Jawa Barat yang statusnya ditingkatkan menjadi negeri. Serta peresmian terminal baru Bandara Juanda Surabaya,” ujarnya.
Selain itu, ada sejumlah proyek MP3EI Plus lainnya yang akan diresmikan oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Diantaranya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan, yang ditandai dengan peresmian tiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Indonesia Platation Sinergy (IPS).
Sedangkan proyek MP3EI Plus yang akan diresmikan oleh Gubernur Awang Faroek Ishak, diantaranya Education Centre Samarinda, Masjid Al Ma’ruf di Komplek PNS Vorvo Samarinda, Gedung Kaltim Convention Hall di Samarinda, Gedung VIP Room Bandara di Balikpapan, Gedung Guest House Pemprov Kaltim di Balikpapan, Grand Launching Pemberian 50.000 Beasiswa Kaltim Cemerlang, serta tiga proyek di Kabupaten Berau. mar

Empat Softbol Kaltim Ikut Pelatnas

Persiapan Hadapi Kejuaraan Asean

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Empat atlet softbol Kaltim ikut tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menghadapi kejuaraan Softbol  Asean di Makasar, Sulawesi Selatan 2-6 September mendatang.
Wakil Ketua Pengprov Perbasasi Kaltim Hardi Purnama di Samarinda, Selasa, mengatakan, empat atlet diantaranya Dedi Purnomo, Rully, Hermansyah dan Feri sudah berangkat ke Jakarta untuk bergabung menjalani latihan dengan atlet timnas lainnya.
"Sudah beberapa Minggu ini mereka ke Jakarta, untuk menjalani pemusatan latihan yang juga sebagai evaluasi untuk tim SEA Games tahun mendatang," tutur Hardi.
Selain ke- empat atlet tersebut, dikatakan Hardi ada tambahan satu pelatih asal Kaltimyakni Rahmansyah yang juga didaulat menangani timnas tersebut.
"Rahmansyah merupakan pelatih tim PON Kaltim 2012 kemarin, yang telah sukses membawa tim menuju babak final,"imbuh Hardi.
Ikut terpilihnya atlet Kaltim untuk timnas menurut Hardi bukan hal yang baru, karena dari tahun ketahun selalu ada regenerasi atlet Kaltim yang mendapatkan panggilan pelatnas.
"Saya sendiri juga termasuk mantan atlet pelatnas SEA Games, yang sukses menyabet medali perak untuk tim Indonesia,"papar Hardi.
Tantangan kedepan atlet softbol Kaltim bukan semata untuk bisa masuk dalam timnas, namun harus ada proyeksi prestasi yang lebih besar utama pada even empat tahunan di ajang PON.
"Dengan banyaknya atlet Kaltim yang dipanggil pelatnas, sayangnya kita belum pernah meraih emas PON, ya mudah-mudahan pada tahun 2016 kita bisa mewujudkannya,"terang Hardi.
Silih bergantinya atlet yang tergabung dalam tim PON kedepan, hendaknya bisa menjadi motivasi para atlet untuk mewujudkan prestasi terbaiknya. at

Operasi Yustisi DKP Samarinda Beri Efek Jera

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gelaran Operasi Yustisi yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda, ternyata memberi dampak efektif di lapangan. Terbukti, dari kegiatan yang dilakukan, selalu mendapatkan peningkatan berupa berkurangnya jumlah warga yang tertangkap. Dari empat hari kegiatan yang dilaksanakan, jumlah warga yang tertangkap sebanyak 55 orang.
Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Penyuluhan, Norsalim, operasi yang dilakukan selama empat hari ini jauh berkurang
dibandingkan sebelumnya. Apalagi dengan waktu pembuangan sampah yang sangat panjang yaitu 12 jam. Ini berarti warga sudah mulai paham jam yang membolehkan untuk membuang sampah.
"Dengan jangka waktu 12 jam tersebut. Harusnya, warga bisa memaksimalkan untuk membuang sampah tepat waktu," kata Norsalim.
Ditambahkannya, waktu yang cukup panjang ini, warga bisa membuang sampah tepat waktu dan tidak ada alasan apapun. Karena, sudah ada peraturan serta sosialisasi sudah seringkali dilakukan di masyarakat.
"Ya, tak ada alasan bagi warga untuk tidak mengetahui. Apalagi, petugas kami pun sudah memasang spanduk waktu pembuangan sampah disetiap TPS," ujarnya.
Ia pun meminta, kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Samarinda yang bersih dan sehat. "Lakukan dengan hal kecil saja dulu, seperti membuang sampah tepat waktu dan ditempatnya," katanya.
Sebanyak 55 orang yang terjaring operasi Yustisi tersebut langsung disuruh datang ke Pengadilan Negri untuk menjalani sidang. Para warga tersebut dikenakan denda sebesar Rp 100.000 oleh majelis hakim yang berada diruang sidang.
Menurut seorang yang terjaring razia Hasan, dengan adanya razia ini saya tidak akan kembali membuang sampah di siang hari.
"kalau saya tau pasti gak akan buang sampah siang hari," pungkasnya. aon

Sejumlah Mantan Anggota Dewan Kembalikan Mobdin

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sekretaris DPRD Kaltim Achmadi mengatakan, sejumlah anggota DPRD Kaltim telah mengembalikan mobil Dinas (mobdin) dan rumah dinas yang diketahui telah dikosongkan. Hal ini menyusul telah usainya masa jabatan sebagai unsur pimpinan DPRD Kaltim.
"Alhamdulillah mereka suda mengembalikan semua, rumah dinas juga sudah kosong," katanya.
Pernyataan sekretaris dewan ini disampaikan karena sebelumnya sempat terjadi tarik ulur dalam mengembalikan mobil dinas dan juga rumah dinas. Sehingga memaksa sekretaris dewan melayangkan surat yang meminta pengembalian aset negara tersebut.
"Sebenarnya pengembalian mobil dinas dan rumah dinas hanya menunggu waktu saja. Sebab ada beberapa anggota dewan yang harus menyelesaikan beberapa urusan lainnya," katanya.
Menurutnya, mobdin dan rumah dinas tersebut saat ini telah diamankan untuk kemudian dibagikan lagi bagi fraksi dan komisi pada anggota dewan yang baru.
"Pokoknya sudah dikembalikan untuk jumlahnya saya kurang tau, tapi informasi yang kita terima sudah semua," jelasnya.
Sebelumnya Sekretaris DPRD Provinsi Kaltim Achmadi, Senin (25/8) lalu melayangkan surat penarikan terhadap mobil dinas (mobdin) terhadap sejumlah anggota menyusul belum kembalikannya fasilitas mobdin yang menjadi kendaraan operasional dewan sewaktu menjabat sebagai wakil rakyat.
"Kita rencanakan hari ini Senin akan menyurati mereka, agar cepat mengembalikannya, karena dari satu pun mereka belum mengembalikan," jelasnya.
Masa akhir jabatan anggota dewan priode 2009-2014 sendiri tinggal menghitung hari, karena pelantikannya akan dilaksanakan pada (1/9) mendatang. Kendaraan itu sendiri nantinya direncanakan akan digunakan keperluan anggota yang terpilih 2014-2019 untuk keperluan menginap di hotel, dan gladi bersih sebagai persiapan pelantikan selama tiga hari.
"Kami sedang melakukan pendataan berapa jumlah kendaraan yang akan diperlukan dalam persiapan pelantikan anggota dewan baru nanti," katanya mengakhiri. tha

Hari Ini, 55 Anggota DPRD Disumpah

700 Aparat Amankan Pelantikan
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim terpilih hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu, dipastikan hari ini (1/9) diambil janji dan sumpahnya sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019. Pelantikan pengambilan sumpah dan janji itu akan dihadiri 1.000 undangan dan diamankan sebanyak 700 personil dari anggota Polda Kaltim.
Menurut Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kaltim Agus Harikesuma, berbagai persiapan telah dilakukan guna menyukseskan prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah wakil rakyat hasil Poleg 9 April tersebut. Bahkan simulasi pengamanan melibatkan 700 personel Polri dan Pamdal juga digelar di dalam dan luar gedung wakil rakyat Kaltim, kemarin.
“Insya Allah seluruh persiapan sudah maksimal. Hanya menunggu pelantikan besok (hari ini, red),” kata Agus kepada Poskota Kaltim melalui telepon genggamnya, kemarin. Ia juga menyebutkan, 700 personel pengamanan terdiri 2 kompi personel Polri serta petugas Jihandak Brimob Polda Kaltim telah mensterilkan lokasi pelantikan.
“Pengamanan yang dikerahkan Polri merupakan instruksi nasional dalam rangkaian Pilpres, termasuk mengamankan pelantikan DPRD Kaltim. Tim Jihandak Brimob Polda juga menyisir seluruh isi dan sekeliling gedung guna memastikan bebas ancaman bom atau teror lain,” ungkap Agus.
Lanjut Agus, 1.000 undangan telah disebar disesuaikan kapasitas gedung utama tempat berlangsungnya pelantikan. Namun, Agus mengaku hingga kini pihaknya belum memutuskan apakah menyiapkan layar lebar untuk tamu dan undangan yang berada di luar gedung. “Karena gedung mampu menampung 1.000 orang sesuai jumlah undangan yang disebar, kemungkinan tak ada layar lebar yang disiapkan sekretariat dan panitia pelantikan. Hanya saja, setiap undangan dan keluarga anggota DPRD yang hadir harus melalui pintu detektor untuk memastikan keamanan saat memasuki arena pelantikan,” sebutnya.
Sekadar diketahui, untuk melengkapi prosesi pelantikan itu, Sekretariat DPRD Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.500.000 untuk Jas wakil rakyat tersebut.
Alokasi anggaran untuk seragam para anggota DPRD berkisar Rp 2,5 juta per anggota DPRD atau sebesar Rp137,5 juta. fer

Demokrat Incar Gubernur Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim Nicholas Pangeran mengatakan, Partai Demokrat (PD) mulai melakukan penjaringan terhadap sejumlah kader internal PD, untuk dijagokan maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Utara (Kaltara).
"Pencalonan gubernur Kaltara mulai proses. Januari 2015 ini kita sudah memulai tahapan penjaringan. Meski kita (Demokrat) menang disana kita tetap berkoalisi, tidak cukup la dengan sendiri untuk mengusung dan kita akan melakukan koalisi dengan partai lain," katanya, kemarin.
Nicholas Pangeran mengatakan, meski PD meraup suara terbanyak namun untuk maju menjadi Gubernur PD tetap berkoalisi dengan sejumlah Parpol lainnya.
Dia katakan,  ada beberapa nama yang telah dikantongi oleh pimpinan Partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini untuk maju. Namun dirinya masih enggan menyebutkan. "Yang jelas ada beberapa yang sudah kita incar, nanti kalau sudah saatnya baru kita rilis," katanya.
Dari beberapa sumber diperoleh beberapa nama yang masuk dalam bursa pencalonan Gubernur Kaltara, diantaranya Hafid Hassan, Bupati Bulungan 2 Periode, Budiman Arifin dan Basri, Bupati Nunukan.
Lebih jauh dikatakan beberapa nama yang masuk daftar penjaringan jika dinilai tak layak atau sudah dicalonkan oleh partai lain, maka PD juga akan melakukan beberapa langkah. Diantaranya dengan melakukan penjaringan dari calon gubernur di luar partai.
"Itu kan kader demokrat semua tapi kita tidak menutup kemungkinan dari luar kita usung walaupun ada dari kader demokrat sendiri. Ya meskipun di internal kami ada yang bagus kalau ngak ada ya tidak memaksakan diri, atau kita memasangkannya dengan calon dari luar," paparnya.
Sementara untuk proses penjaringan sendiri masih mengunakan hasil surve atau tingkat elektabislitas dari calon itu sendiri, kemudian DPD akan mengusulkannya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Kita berpatokan dengan hasil surve yang ada. Data tersebutlah yang akan menentukan kader mana yang layak dan pantas untuk diusung menjadi calon gubernur Kaltara,' tandasnya. tha

Desember, Perda Adat Ditarget Tuntas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Desakan Forum Masyarakat Adat Kalimantan Timur (FMAKT) kepada DPRD Provinsi Kaltim untuk mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Adat Kaltim mulai mendapat titik terang. Setelah dua hari berturut-turut menyuarakan desakan kepada para wakil rakyat di Gedung DPRD Kaltim di Karang Paci, akhirnya ditetapkan, pengesahan Perda Adat ini akan dilakukan selambat-lambatnya Desember.
Rapat konsultasi FMAKT dihadiri Asisten I Pemprov Kaltim bersama anggota DPRD Provinsi Kaltim dipimpin oleh Ketua DPRD M Syahrun. Hadir sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus) Adat yang diketuai Suwandi beserta anggota Syaparudin, Josep, dan Veridiana Wang.
Masa jabatan Pansus seharusnya sudah berakhir pada Juli lalu.Namun, untuk menjawab tuntutan FMAKT ini maka mantan Pansus tersebut kembali dipanggil untuk melaporkan hasil Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Adat ini.
“Raperda ini terus mendapatkan kajian dari berbagai sisi, pertimbangan-pertimbangan terus dilakukan oleh beberapa pihak agar Raperda ini tidak bertentangan denganUndang-Undang. Jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah Raperda ini tidak bergantung kepada masa jabatan anggotadewan. Ini akan terus berlanjut, hingga mencapai kata pengesahan,” kata Syahrun.
FMAKT melalui juru bicaranya mengatakan keadaan di lapangan sudah sangat kritis.Masyarakat yang selama ini mengalah dalam menentukan hak-hak wilayahnya kini sudah tidak bisa lagi menolelir direbutnya lahan mereka oleh beberapa perusahaan asing yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat menilai, kian hari kehidupan mereka kian terpuruk oleh aktivitas perusahaan ini. Untuk mendapatkan perlindungan dari pemerintah sendiri sangatlah teramat sulit, mengingat beberapa kebijakan pengelolaan lahan oleh perusahaan justru dikeluarkan oleh pemerintah itu sendiri. Perda ini sebenarnya mendapat dukungan penuh dari beberapa pihak. Tak hanya dari masyarakat adat se-Kaltim, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terus menggunung, mendukung pengesahan Perda Adat ini.
Menurut Suwandi, Perda ini sudah bisa dikatakan 90 persen selesai. Perda ini juga mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat Kaltim, jadi bukan hanya kepentingan golongan tertentu saja. Perda ini sebenarnya tinggal dibawa ke Kementrian Dalam Negeri, lalu melakukan konsultasi dan uji publik saja. Dari situ bisa terlihat bagaimana penerapan perda ini di kalangan masyarakat luas. Baik dan buruknya, akan segera mengalami revisi lalu akan diplenokan oleh DPRD Provinsi Kaltim.
“Jangan khawatir dengan pergantian anggotadewan yang lama ke yang baru maka Perda ini juga akan dimulai dari awal lagi.Nantinya, tim Pansus yang baru juga akan kembali menyelesaikan rancangan-rancangan yang belum dapat diselesaikan oleh Pansus sebelumnya. Jadi, saya yakin kalau Perda Adat ini hanya tinggal disahkan oleh anggota dewan yang baru,” kata Suwandi.
Izin penggunaan lahan produksi sendiri sebenarnya sudah dipagari oleh ketentuan perundang-undangan, hanya payung hukum bagi para pelanggar ketentuan tersebut masihlah teramat lemah. Jadi, dengan leluasa beberapa perusahaan nakal sama sekali tak mengindahkan ketentuan perundang-undangan ini. Benar adanya, jika masyarakat Kaltim menuntut penerapan payung hukum ini melebar sampai kepada masyarakat pedalaman. Masyarakat hanya bisa mengandalkan perlindungan hukum dari Perda Adat ini agar lahan mereka terselamatkan ketika perusahaan produksi kian menjamur hingga ke pedalaman.
Sementara itu, Pansus melalui anggotanya Syaparudin mengatakan,menghargai pikiran-pikiran akomodatif  yang mengalir dari FMAKT. Dirinya juga berharap Perda ini harus berlakui mplementatif kepada seluruh pihak yang berkepentingan di dalamnya. Konten atau isi Perda juga harusmemiliki kekuatanhukum yang jelas dan tegas. Jadi perda ini tidak memiliki potensi untuk dikoreksi dan disalahgunakan oleh kepentingan suatu golongan saja.
“Kami mendiskusikan ini dalam rapat Pansus beberapa waktu lalu. Setelah saya kaji dan selami lebih dalam ternyata Raperda ini masih sangat banyak sisi lemahnya. Belum ada korelasi antara hak dan kewajiban dalam Raperda Adat ini. Maka dari itu, kajian lebih dalam harus terus dilakukan agar terciptanya Perda yang benar-benar memiliki nilai hukum yang kuat serta mampu mengakomodir semua kepentingan masyarakat yang nantinya memiliki kepentingan didalamnya.Isi dan substansi Perda ini amat sangat penting, jangan sampai ada celah di dalamnya yang nantinya berakibat penyalahgunaan Perda ini untuk kepentingan golongan tertentu saja,” kata Syaparudin.
Sejatinya, Raperda ini sudah bisa dikatakan selesai. Namun masih ada tiga tahapan lagi untuk menjadikan nya Raperda ini sebagai produk hukum lokal yang fungsinya mencakup seluruh kepentingan masyarakat Kaltim. Raperda ini, akan segera dikonsultasikan ke Kementrian Dalam Negeri agar layak untuk diujipublikkan. Setelah mengalami uji publik maka akan terlihat bagaimana penerapan Perda ini untuk kalangan masyarakat, positif dan negatif dari penerapan Perda ini lalu akan segera mendapat revisilebih lanjut sehingga bisa digelar rapat paripurna untuk pengesahanRaperda ini menjadi Perda sebelum Desember 2014. hms

DPRD Kaltim Dukung Anggaran Penanggulangan AIDS

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Bermacam kasus kesehatan beberapa tahun belakangan seperti tiada hentinya di Indonesia. Tak hanya masalah buruknya gizi, juga masalah sosial yang berhubungan dengan kesehatan seakan bergantian tumbuh.Di sisi lain anggaran kesehatan yang belum maksimal berpihak kepada rakyat pun menjadi bom waktu bagi pengambil kebijakan.
Pandangan tersebut mengemuka ketika Komisi IV DPRD Kaltim beraudiensi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim, Selasa (19/8) di Gedung DPRD.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Yahya Anja, Ketua Komisi IV Ahmad Abdullah dan anggotanya Yakub Ukung. Rapat kali ini fokus pada program-program penanggulangan penyakit menular, salah satunya adalah AIDS.
Perwakilan Country Coordinating Mechanism (CCM) pusat Prof. Supratman yang hadir di dalam pertemuan menyatakan, penyakit menular seksual merupakan penyakit yang sangat berbahaya, dan memerlukan penanganan yang sangat serius, namun juga memerlukan dana yang tidak sedikit.
”Kami kemari bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus mencoba memahami bagaimana bantuan anggaran yang diberikan untuk penangulangan AIDS serta kendala-kendalanya,” ucap dia.
Yakub Ukung mengatakan, AIDS adalah masalah yang serius dan harus menjadi perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan pihak-pihak yang lain secaraluas.
”Masalah AIDS dan penyebaran virus HIV merupakan fenomena.  Di kaltim ini merupakan isu nyata dari kondisi sosial masyarakat. Harus ada penanggulangan yang serius. Tidak hanya bagi dinas kesehatan (diskes) yang berperan namun, harus semua pihak dan lapisan masyarakat,” kata Yakub.
Ahmad Abdullah sependapat. Ia sangat mengapresiasi upaya KPA, dinas kesehatan dan CCM dalam upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS.
”AIDS harus kita perangi secara bersama-sama. Masalah penyebaran virus HIV sangat mengancam bagi generasi muda kita. Penyebab-penyebabnya juga harus segera dihindari. Dan yang penting saya mengatakan seharusnya hal-hal yang menyangkut masalah kesehatan harus menjadi prioritas anggaran, baik di pusat maupun di daerah, Kaltim pada khususnya. Sangat beralasan jika ingin Indonesia sejahtera maka masyarakatnya juga harus sejahtera,” ucap politikus PKS ini.
Yahya Anja menilai menangani AIDS harus dilakukan dengan keseriusan, jangan hanya setengah-setengah. Dalam anggaran pun dewan siap mem-back up.
”Bidang nonfisik seperti pendidikan dan kesehatan merupakan program yang sangat prioritas dalam melanjutkan pembangunan nasional. Anggota dewan sangat mengapresiasi sekaligus siap mem-back up anggaran demi sejahteranya masyarakat dalam hal sektor kesehatan. Silahkan kepada dinas kesehatan provinsi Kaltim membuat program-programnya khusus terkait penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV /AIDS tadi. Kami akan semampu mungkin memperjuangkan anggaran untuk program tersebut,” kata Yahya.
Selain dihadiri oleh perwakilan CCM pusat audensi yang tersebut juga dihadiri KPA Kaltim, PKBI Kaltim, dan Dinas Kesehatan Kaltim. hms

Bandar Narkoba dan Teroris tak Dapat Remisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Kanwil Hukum dan HAM Kaltim Leo Detri, menegaskan proses penyaringan penerima remisi bagi narapidana cukup ketat. Syarat paling penting adalah bukan narapidana kejahatan berat seperti bandar narkoba dan pelaku terorisme.
“Selama sembilan bulan terakhir narapidana tidak boleh melakukan pelanggaran. Itu bisa mendapat remisi,” kata Leo Detri, belum lama ini.
Pernyataan, Leo Detri, diungkapkan menyusul terpilihnya ribuan narapidana di Kaltim mendapat remisi dalam rangka hari kemerdekaan.
"Sebagian juga ada narapidana ada yang langsung mendapat bebas murni. Ini setelah dilakukan penyeleksian secara ketat," katanya.
Penyerahan remisi bagi narapidana di Kaltim dilakukan secara simbolis di Rumah Tahanan Klas IIA Sempaja, Samarinda.
Tercatat ada 2.448 narapidana yang mendapat remisi dari 3.776 narapidana yang ada di Kaltim. Jumlah remisi yang didapat bervariasi, mulai dari potongan satu bulan hingga enam bulan masa tahanan. Tidak semua narapidana mendapat remisi. Narapidana kasus teroris dan kejahatan berat tidak mendapat remisi.
“Ada beberapa yang mendapat remisi bebas langsung, dan besok (17/8) mereka bisa langsung bebas,” kata Leo Detri.
Untuk narapidana yang mendapat bebas murni, tercatat ada 107 narapidana. Seluruhnya akan menghirup udara bebas saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia.
Narapidana yang bebas murni ini mendapat remisi pada saat tinggal beberapa bulan lagi menjalani masa tahanan. Sehingga ketika mendapat remisi, masa tahanannya langsung habis.
"Kami berharap narapidana yang mendapat remisi bebas dapat menjadikan ini sebagai pelajaran agar tak melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum yang berlaku," harapnya. tha

Pengujian Kendaraan akan Pindah ke Jl HM Ardans

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan segera memfungsikan tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) baru di Jalan HM Ardans (Jalan Ring Road III), Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Pemindahan PKB  baru tersebut dikarenakan lokasi yang sudah tidak layak dilakukan pengujian kendaraan. Pemindahan lokasi tersebut diperkirakan akhir Agustus ini tempat PKB baru tersebut sudah bisa digunakan.
"Lokasi PKB lama di Jalan MT Haryono akan segera kami pindah ke tempat baru, karena lokasi yang sekarang sudah tak layak dan kurang memadai untuk melakukan pelayanan," kata Kepala Dishub Samarinda Abdullah.
Menurutnya, di lokasi PKB lama salah satu kendalanya ialah tak bisa maksimal melakukan pelayanan oleh karena itu lokasinya yang kecil. Sehingga untuk melakukan pengujian terhadap kendaraan berat mengalami hambatan.
"Di lokasi PKB lama kendaraan berat sulit untuk bermanuver ketika hendak diuji, makanya kami upayakan bisa memfungsikan lokasi PKB baru itu secepatnya," ujarnya.
Supaya pelayanan bisa maksimal, Dishub mengupayakan sejumlah pembenahan di lokasi PKB yang baru. Diharapkan dengan pindahnya PKB baru tersebut bisa lebih maksimalkan pengujian kendaraan berat maupun kecil yang akan melakukan pengujian berkala tersebut.
"Ada penambahan loket untuk pelayanan, mungkin setelah itu sudah bisa difungsikan. Di sana juga areal parkirnya luas dan cukup memadahi bagik kendaraan yang besar maupun kecil," terang Abdullah.
Untuk perhari di lokasi PKB lama di Jalan MT Haryono mereka bisa melakukan pengujian sekitar 100 kendaraan. Jadi jika pindah makan kemungkinan bisa lebih dari 100 kendaraan yang akan di ujikan.
"Kami harapkan di lokasi PKB yang baru bisa menambah kualitas pelayanan dan pengawasan terhadap kendaraan yang layak jalan," pungkasnya. aon

Denny Indrayana : Harus Dikelola Profesional

Buntut Byar Pet Listrik di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, meminta kepada pemerintah Kaltim untuk mengelola listrik di Benua Etam dengan profesional. Hal ini agar tak terjadi pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kaltim akhir-akhir ini.
"Apapaun jika tak dikelola dengan cermat dan profesional maka akan terjadi kesalahan, termasuk pengelolaan listrik di Kaltim," ujar Denny, dalam acara Focus Group Discussion soal Raperda Hukum Adat di Samarinda, akhir pekan ini.
Dia menyebut persoalan listrik di Kalimantan Timur  akibat salah kelola pemerintahan, terutama pengelolaan energi.
"Kaltim adalah lumbung energi nasional dengan kekayaan pertambangan energi dan mineral yang melimpah," ucapnya.
Ternyata, kata dia, soal byar petnya listrik di Kaltim juga menjadi sorotan pusat. Nyatanya, Denny mengomentari soal itu dengan serius dan penuh semangat.
“Di grup BBM, kemarin ada di bahas soal survey yang menyebut Kota Balikpapan sebagai kota layak huni peringkat satu di Indonesia. Teman saya protes survey itu, karena di Balikpapan sering mati lampu,” kata Denny.
Dia mengemukakan persoalan listrik di Kaltim menjadi ironis bagi daerah penghasil Sumber Daya Alam yang melimpah.
"Di Kaltim, sebutnya, merupakan daerah penghasil energi seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara," katanya.
Dia menekankan, seharusnya Kaltim menjadi daerah yang bebas dari byar pet. Bahkan harusnya menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kaltim ini sering mati lampu, padahal di sini merupakan daerah penghasil energi terbesar di Indonesia. Kalau sering  mati lampu, patut dipertanyakan ke mana batubara yang dihasilkan,” tambahnya.
Dia pun menceritakan sejumlah kegiatan yang sering dihadirinya di Kaltim terganggu akibat pemadaman bergilir. Tentu saja ini mengganggu jalannya kegiatan, terutama kegiatan sehari-hari warga Kaltim.
“Batubara melimpah. Ini ada salah kelola pemerintahan sehingga daerah lumbung energi malah kekurangan energi,” kata Denny.
Menyikapi hal itu, dia meminta kepada pemerintah provinsi Kaltim untuk melakukan pengelolaan dengan cara yang profesional.
"Harus dengan profesional. Jika tidak Kaltim akan menjadi daerah yang selalu khawatir akan pemadaman listrik," pungkasnya. tha

Permintaan Uang NKRI di Samarinda Meningkat

Pertukaran Uang Mencapai Rp 1,2 Miliar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Permintaan pertukaran uang pecahan Rp100 ribu baru di Bank Indonesia Cabang Samarinda meningkat. Hingga hari ketiga, permintaan pertukaran uang mencapai Rp1,2 milyar. Angka ini lebih besar dari permintaan pertukaran hari biasa, bahkan saat jelang Hari Raya Idul Fitri.
Hari pertama peredaran uang NKRI pada 17 Agustus lalu, meski bertepatan hari minggu, permintaan tukar uang pada layanan mobile BI di halaman parkir BI mencapai angka Rp70 juta lebih. Selanjutnya hari kedua mencapai Rp200 juta dan hari ketiga Selasa (19/8) kemarin mencapai Rp 900 juta.
Sebagian warga mengaku tertarik menyimpan uang baru NKRI, meski uang pecahan Rp100 ribu lama masih bisa digunakan. "Penasaran dengan bentuk uang baru NKRI, jadi ingin segera memiliki. Apalagi kabarnya uang baru ini dicetak terbatas," kata H Herman, warga Loa Janan kepada Poskota Kaltim di Bank Indonesia.
Sementara Kepala Bank Indonesia Kaltim Ameriza Ma'ruf Moesa mengatakan bahwa uang baru yang diedarkan Bank Indonesia merupakan uang kertas pecahan Rp100.000. Meski sekilas sama dengan lama, uang kertas yang baru menampilkan tulisan ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’, dan ada tanda warna kuning di ujung kanannya. Uang baru juga mencantumkan tanda tangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan.
Moesa mengatakan tingginya permintaan pecahan uang NKRI karena rasa penasaran warga,  dan juga besarnya nilai mata uang yang ditukarkan.
"Wajar jika nilai penukaran begitu besar, karena memang nilai mata uang yang ditukarkan besar, beda dengan hari biasa yang nilai uang yang ditukarkan berfariasi," kata Moesa.
Ameriza mengatakan penerbitan uang baru bagian dari Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Pasal 42 menyebutkan bahwa uang kertas yang baru mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan 17 Agustus 2014. Meski saat ini beredar uang baru NKRI,  namun pihak Bank Indonesia tidak berniat menarik peredaran uang pecahan Rp 100 ribu yang lama.
Selain itu lanjut Amerizal pencetakan uang dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat sehingga tidak memunculkan inflasi seperti yang diramalkan beberapa pihak.
“Berapa besar jumlah uang baru yang diedarkan sebenarnya kurang relevan. Sebab, kami mengedarkan secara rutin. Jika ada uang-uang lusuh, kami akan gantikan dengan yang baru,” kata Amerizal. M4n

Industri Batubara Kian Lesu

Nasibnya Nyaris Serupa Dengan Industri Perkayuan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Nasib industri batubara beberapa tahun belakangan ini menjadi sektor penopang pembangunan Kaltim bersama sektor migas akan berakhir seperti zaman keemasan industri perkayuan beberapa tahun silam.
Sektor industri perkayuan yang sempat menjadi sektor andalan perekonomian Kaltim berakhir seiring dengan terus menipisnya lahan hutan yang menjadi penopang industri tersebut.
Berbeda dengan sektor kehutanan, nasib batubara masih sedikit lebih beruntung, meski harga batubara terjun bebas hingga titik terendah, namun cadangan batu bara didaerah ini masih cukup banyak.
Meski demikian pemerintah diharapkan bisa segera mencari sektor pengganti batubara dan migas yang selama ini menopang perekonomian daerah ini. Sektor itu bisa dimulai dari sektor perkebunan. Hal ini diungkapkan Peneliti Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Oikos Mando Panjaitan.
Oikos mengatakan bahwa jatuhnya ekspor batubara akibat beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan importir batubara sudah mulai memproduksi batubara dalam negerinya. Batubara kita kalah bersaing dengan Tiongkok yang saat ini mulai mengelola industri batubara untuk kebutuhan dalam negeri dan beberapa negara disekitarnya.
"Saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana mempersiapkan industri pengganti yang menopang perekonomian Kaltim selain industri batubara. Sektor itu adalah sektor perkebunan," kata Oikos.
Potensi dan peluang investasi sub sektor Perkebunan diarahkan pada beberapa komoditas, terutama komoditas yang kurang mendapat perhatian. Adapun titik berat dari pengembangan dan pemberdayaan sub sektor Perkebunan adalah Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Tebu, Pisang Abaca, Lada dan Rami.
Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor andalan yang dijadikan bahan baku minyak goreng. Saat ini tengah diteliti untuk dijadikan bahan bakar kendaraan bermotor pengganti minyak bumi yang kini kian menipis. Komoditi Kelapa Sawit menjadi andalan bagi masuknya investasi. Hingga kini jumlah investor yang berminat mengelola komoditas Kelapa Sawit masih sangat kurang.
Namun Oikos memprediksi bahwa harga jual batu bara dalam negeri akan kembali eksis di tahun 2015, saat itu kemungkinan industri yang ada saat ini sudah mulai bisa beradaptasi dan kembali menata ekspor mereka kembali.
"2015 dimungkinkan industri batu bara yang ada saat ini bisa kembali eksis," katanya.
Saat ini lanjutnya dampak dari lesunya industri batu bara di Kalimantan Timur membuat pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat mencapai 1,89 persen pada Triwulan kedua. Pertumbuhan ini menurun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 2,1 persen.
Dari itu, kata dia, pemerintah sudah saatnya menentukan langkah-langkah strategis untuk menggantikan sektor batubara yang terus melorot. Pilihannya di Kalimantan Timur adalah sektor perkebunan kelapa sawit. M4n

Ekspor Batubara Lesu

Ekonomi Kaltim Dibawah 2 Persen

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lesunya pengiriman batu bara keluar negeri membuat pertumbuhan ekonomi Kaltim yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam  (SDA) tumbuh dibawah 2 persen.
Tercatat hingga triwulan kedua Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur terus melambat  bahkan mencapai 1,89 persen.
Pertumbuhan ini menurun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 2,1 persen. Penyebabnya adalah ekspor batubara yang lesu.
"Lokomotif ekonomi Kalimantan Timur ini sektor batubara, sekarang ekspor sedang lesu," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda, Ameriza Ma'ruf Moesa, Selasa, (19.8) kemarin.
Ameriza mengatakan lesunya bisnis batubara berimplikasi pada pengolahan. Kondisi ini menurut dia masih akan berlanjut hingga triwulan ketiga. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga nanti berkisar antara 1,6 persen sampai 2,1 persen.
"Itu capai pesimis dan capaian optimisnya, tapi bisa juga melebihi itu," kata dia.
Ameriza menyatakan pemerintah sudah saatnya menentukan langkah-langkah strategis untuk menggantikan sektor batubara yang terus melorot. Pilihannya di Kalimantan Timur adalah sektor perkebunan kelapa sawit.
Lebih jauh dia menyatakan sektor perkebunan memang masih belum mampu menggantikan dalam waktu dekat. Hanya saja dengan adanya program pemda setempat yang akan membuka 4 juta hektare kebun kelapa sawit, bisa menjadi andalan untuk terus didorong sehingga mampu mendongkrak perekonomian.
Dia menyebutkan lesunya bisnis batubara ini dipengaruhi ekspor ke Tiongkok yang menurun. Tiongkok kata dia sangat mempengaruhi bisnis batubara internasional.
Dengan kondisi ini Ameriza memperkirakan sektor batubara sulit kembali kemasa kejayaannya. DIa menyebutkan pada tahun 2011 saat ekspor batubara sedang marak, pertumbuhan ekonomi pada tahun itu mencapai 5 persen. "Dua tahun terakhir ini bisnis batubara terus menurun," kata dia. M4n

Ikan Pesut Maskot Porprov Kaltim 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ikan Pesut dijadikan sebagai maskot pada Pekan Olahraga Provinsi ke IV bulan Oktober 2014 mendatang di Samarinda. Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda, Muslimin,di Samarinda, Rabu, mengatakan ikan Pesut merupakan salah satu binatang langka yang pernah hidup di Sungai Mahakam.
Keberadaan ikan mirip dengan Lumba-luma tersebut saat ini sudah jarang dijumpai di perairan Sungai Mahakam, toh kalaupun mundul lanjut Muslimin sudah menjauh dari hilir sungai Mahakam yang sudah padat dengan keberadaan kehidupan manusia.
"Melalui koordinasi dengan Walikota Samarinda, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya akhirnya disepakati Pesut sebagai maskot untuk pesta Porprov ke IV mendatang," jelas Muslimin.
Dikatakan Muslimin, Dispora Samarinda  telah menyayembarakan desain logo dan maskot Porprov ikan Pesut tersebut terbuka kepada masyarakat.
"Sudah ada 60 logo dan maskot yang masuk ke meja panitia, dipilih sekitar 16 peserta masing-masing 8 maskot dan logo yang dianggap paling bagus. Selanjutnya penentuan pemenangnya kita diskusikan dengan Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang," papar Muslimin.
Melalui seleksi yang cukup ketat akhirnya Panitia Lomba Logo dan Maskot Porprov V Kaltim berhasil memilih juara logo dan maskot. Peserta dari Samarinda yakni Zhan Azmi Aradzan berhasil menjadi juara lomba desain maskot.
Sementara Mustang Salim berhasil menjadi juara untuk lomba desain logo. Diakuinya Dispora bersama tim juri cukup kesulitan menentukan juara dari masing-masing desain karena desain yang dikirim rata-rata cukup bagus dan menarik.
"Hampir semua bagus. Makanya kita cukup kesulitan juga menentukan juaranya. Tapi setelah melalui diskusi dan penilaian yang cukup ketat, dua desain masing-masing milik Zhan dan Mustang kita tentukan sebagai pemenangnya," papar Muslimin.
Namun demikian menurut Muslimin dari semua pengirim desain maskot dan logo tidak ada yang dua desainnya sekaligus menang. Sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memecah juaranya.
"Awalnya kita tentukan satu pengirim menang logo dan maskot. Tetapi ternyata semua pengirim tidak memenuhi syarat, sehingga akhirnya panitia memutuskan untuk memisahkannya saja," katanya.
Sementara untuk Juara II lomba logo masing-masing diberikan kepada Abdul Wahid dan Juara III diberikan kepada Rio Yudha. Selanjutnya untul maskot Juara II diberikan kepada Wahyuni dan untuk Juara III direbut oleh Situr Kuswantoro asal Banjarsari, Surakarta, Jateng.
"Minat peserta terhadap lomba logo dan maskot ini cukup tinggi. Peserta dari seluruh Indonesia, mulai Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali dan Kalimantan sendiri ada," ungkapnya.
Penilaian pemenang menurut Muslimin tak hanay dinilai dari desain saja. Tetapi makna dan arti logo maupun maskot juga dinilai. Sedangkan lomba ini dibuka untuk umum dengan total hadiah Rp15 juta lebih. at

Diminta Antar DvD, Pemuda Tanggung Diamankan Polisi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hanya gara-gara diminta mengantarkan DVD sebut saja BS (22) warga Jl Patimura Kelurahan Masjid Samarinda Seberang harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Samarinda.
BS ditangkap Unit Narkoba karena membawa 45 gram sabu-sabu yang diletakan secara terpisah masing-masing di kotak DVD, dan bungkus rokok.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta didampingi Kasat Narkoba Kompol Bambang Budianto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang aktivitas mencurigakan warga di jalan RA Kartini, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Ilir.
Berdasarkan laporan ini jajarannya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap BS dilokasi yang disampaikan warga pada pukul 17.00 wita.
Dari tangan BS Polisi berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 45 gramm yang disimpan dalam kotak kaset DVD, terus sebagian disimpan juga dalam kotak rokok,
"Kepada petugas BS mengaku bahwa barang haram ini bukan miliknya, ia hanya diminta mengantarkan barang yang nilainnya mencapai Rp50 an juta ini oleh seorang bandar, yang saat ini dalam lidik jajarannya," kata Bambang.
Bambang menegaskan bahwa Modus yang dilakukan BS pun terbilang cukup baru yakni mengantarkan kaset.
Selain satu poket sabu-sabu seberat 38,4 gram, satu poket sabu seberat 5,0 gram, satu poket paketan seberat 0,5 gram.
Polisi juga mengamankan ponsel milik tersangka, satu motor Honda Beat KT 2263 IK yang digunakan tersangka. Dan  BS akan dijerat dengan pasal 114 . opi

Kaltim Andalkan Atlet Pelatnas Raih Emas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar dan babak Pra-kualifikasi PON Remaja 2014, Kalimantan Timur mengandalkan sejumlah atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk meraih medali emas di ajang Nasional tersebut.
Ketua Pengprov IKASI Kaltim Muslimin di Samarinda, Senin, mengatakan, dua atlet putri Kaltim yakni Ima Sapitri (kelas sabel putri) dan Ayu Miftahul Jannah (kelas floret putri) menjadi tumpuan tim Kaltim untuk meraih prestasi terbaik.
"Secara jam terbang mereka sudah beberapa kali melakoni kejuaraan Internasional, makanya kami berharap keduanya bisa tampil sebaik-baiknya," papar Muslimin.
Diakui Muslimin persaingan merebut gelar pada nomor perseorangan memang cukup kompetitif, makanya target dan sasaran Kaltim lebih terfokus untuk meraih gelar pada nomor beregu.
"Dua nomor beregu putri kita yakni sabel dan floret punya kekuatan yang berimbang antara atlet satu dan lainnya, dan setidaknya tergabung didalamnya atlet pelatnas bisa menambah motivasi untuk merebut gelar juara," jelas Muslimin.
Selain dua atlet pelatnas tersebut, dikatakan Muslimin bahwa tim Kaltim juga masih punya atlet andalan Rizky Hafidz di nomor floret putra.
Rizky Hafidz juga merupakan mantan atlet pelatnas SEA Games, dan beberapa kali menjadi juara dikejurnas, sayangnya dalam beberapa kali even terakhir Rizky telah banyak mengalami penurunan. "Pada beberapa sesi latihan Rizky telah menunjukan geliat dan semangat untuk bisa meraih gelarnya kembali.
Menurut Muslimin, selain gelar juara motivasi tim Kaltim pada kejurnas tahun ini juga untuk meloloskan atlet sebanyak-banyaknya dalam pagelaran PON Remaja 2014 di Surabaya.
"Target kita selain juara umum, juga meloloskan atlet-atlet Kaltim masuk tim pelatnas SEA Games di Singapura tahun depan, dan sekaligus untuk PON Remaja di Surabaya," tegas Muslimin. at

Embalut Patut Dicontoh

Peringkat IV Lomba Desa Tingkat Nasional 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan, sebagai desa terbaik di tingkat nasional, yakni dengan meraih peringkat IV dalam perlombaan desa dan kelurahan se Indonesia 2014, Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa yang lain di Kaltim.
"Karena itu, apa yang diraih Desa Embalut tidak mudah. Sebab, desa tersebut harus bersaing dengan 72.944 desa se Indonesia. Sehingga wajar, jika prestasi tersebut patut diapresiasi. “Menurut kami prestasi tersebut adalah hal yang luar biasa. Karena, meraih empat besar dari 72.944 desa tidak mudah. Karena itu, apa yang telah dilakukan dan dicapai Desa Embalut patut menjadi motivasi bagi seluruh Pemerintah Desa se Kaltim untuk meningkatkan prestasi desanya masing-masing,” papar HM Jauhar Efendi di Kantor BPM-PD Kaltim, Selasa (19/8).
Melalui prestasi tersebut, Pemprov Kaltim yakin akan banyak pemerintah desa yang akan berkunjung ke Kutai Kartanegara, khususnya ke Desa Embalut. Dengan tujuan bertukar informasi.
Hal ini, karena Pemprov Kaltim, terutama Desa Embalut juga melakukan hal yang sama, yakni berkunjung ke daerah lain. “Hukumnya pasti demikian, karena bertujuan untuk saling belajar. Tahun lalu Pemprov Kaltim telah menyarankan Desa Embalut dapat belajar ke Demak yang ketika itu menjadi juara pertama lomba desa se Indonesia. Misal, mengetahui bagaimana membangun visi dan misi serta pengembangan pemberdayaan masyarakat di desa. Termasuk mengenai pengelolaan administrasi pemerintah desa,” jelasnya.
Menurut dia, Kaltim memang belum bisa meraih peringkat pertama. Namun, prestasi ini merupakan langkah yang baik menuju prestasi yang terbaik di masa akan datang. Diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa lain dalam bekerja lebih baik.
Prestasi memang bukan tujuan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Yang patut diberikan apresiasi kepada Desa Embalut adalah, desa tersebut telah berhasil memanfaatkan lahan eks tambang batu bara menjadi lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan lahan peternakan. Apalagi, Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa mereka saat ini calon doctor. Saya yakin ini satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.
Untuk meraih prestasi tersebut memang tidak mudah, karena banyak sektor yang dinilai. Misal, tentang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan kesehatan keluarga, keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk keberadaan profil desa. mar

Lulusan Diklat Mesti Jadi Pemimpin Perubahan

Pembukaan Diklat PIM III Angkatan IV

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kaltim Dr Meiliana sangat menaruh harapan besar kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan (PIM) III angkatan IV di lingkungan Pemprov Kaltim, agar ketika lulus Diklat bisa menjadi pemimpin perubahan, terutama perubahan dalam instansi tempat bekerja masing-masing.
Karena, dengan adanya pola baru dalam Diklat PIM di Indonesia, maka setiap peserta dituntut membuat perencanaan atau program baru yang berasal dari pemikiran sendiri. “Karena itu, diharapkan setelah lulus dari Diklat ini, mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin perubahan di instansi masing-masing. Contoh, mengubah system pengelolaan arsip. Memang kecil saja yang dibutuhkan, tetapi cukup merepotkan. Karena untuk mencari bukti arsip tidak mudah,” kata  Meiliana mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak usai membuka Diklat PIM III angkatan IV di Bandiklat Kaltim Samarinda Seberang, Selasa (19/8).
Bahkan melalui Diklat, diharapkan mindset atau pola pikir peserta juga dapat berubah. Karena, dengan diklat pola baru, seluruh peserta tidak bisa membuat makalah dengan cara menjiplak atau copy paste. Sebab, makalah yang dibuat harus sesuai dari observasi yang dilakukan peserta ketika di kantor masing-masing.
Karena itu, diharapkan melalui Diklat tersebut peserta dapat membawa perubahan bagi instansi masing-masing. “Memang ini butuh proses yang lama. Tetapi kami yakin melalui pola baru ini lebih efektif dilaksanakan,” jelasnya.
Apalagi, tuntutan masyarakat dewasa ini kian kritis dan sangat beragam menuntut kerja keras dan kerja cerdas aparatur pemerintahan.
"Karena itu, Pemprov Kaltim memerlukan pejabat yang mampu bergerak cepat dan mau bekerja keras. Berarti anda-anda inilah yang diharapkan," kata Meiliana.
Lebih jauh Meiliana menegaskan bahwa ke depan, Pemprov Kaltim akan lebih selektif untuk penempatan seseorang dalam jabatan struktural maupun jabatan fungsional.
"Kemampuan dan kecakapan akan lebih dipertimbangkan dibanding senioritas dan lainnya. Setiap aparatur pemerintah harus bekerja dengan kinerja dan disiplin yang tinggi serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik sehingga tercipta pemerintahan yang baik dan bersih," papar Meiliana.
Dia juga mengingatkan agar setiap pegawai, khususnya para pejabat yang baru saja dilantik agar lebih berdisiplin, inovatif dan kreatif. "Pegawai itu tidak boleh hanya menunggu. Mereka harus memahami tupoksi masing-masing dan melaksanakan tupoksi itu dengan sebaik-baiknya," pungkas Meiliana.
Kepala Bandiklat Kaltim Syafruddin Pernyata mengatakan untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM di Kaltim, maka perlu adanya diklat. Karena, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, maka perlu adanya keahlian yang dimiliki masing-masing pegawai.
“Karena tujuan diklat ini adalah mencari pemimpin yang mampu membawa perubahan di instansi mereka maupun daerah. Maka, perlu adanya sikap yang dilakukan. Karena itu, dengan adanya pola baru ini, diharapkan ada percepatan peningkatan kualitas SDM dalam pemerintahan. Makanya, salah satu tugas dalam diklat ini, mereka harus membuat proyek perubahan dalam instansi masing-masing,” jelasnya.
Diklat tersebut dilaksanakan selama 93 hari sejak 19 Agustus 2014 dengan jumlah peserta 30 orang, yang terdiri dari 14 orang di lingkungan Pemprov Kaltim, 10 orang dari Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Timur 6 orang. mar

Pelaku Ekonomi Harus Tingkatkan Daya Saing

Hadapi ASEAN Ekonomic Community 2015

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Memasuki era perdagangan bebas atau ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sebagai integrasi ekonomi negara-negara ASEAN, maka pelaku ekonomi di Kaltim harus mampu meningkatkan daya saing serta kualitas produk.
“Pada tahun 2015 kawasan Asean akan menjadi pasar terbuka yang berbasis produksi. Dimana aliran barang, jasa dan investasi akan bergerak bebas. Mau tidak mau kita harus siap dan pelaku ekonomi harus sanggup meningkatkan daya saing dan kualitas produk,” harap Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, beberapa waktu lalu.
Dalam era tersebut tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif yang berbeda antara Negara ASEAN akan berpengaruh dalam menentukan manfaat perdagangan bebas yang melibatkan seluruh negara-negera lingkup AEC tersebut.
Karenanya, Kaltim dalam konteks ini harus terlebih dahulu mengambil kesempatan dan berperan aktif serta mempersiapkan diri menghadapi integrasi perekonomian dengan meningkatkan potensi pasar domestic.
Khususnya, para pelaku ekonomi didaerah dengan mendorong daya saing dan nilai tambah sumber daya alam (SDA) di tingkat nasional bahkan international.
Karena itu kesiapan pengembangan industri berbasis Agroindustri sebagai unggulan Kaltim  yang didukung oleh infrastruktur yang berkualitas menjadi target utama pembangunan lima tahun ke depan.
Dalam hal ini, upaya bersama untuk mencapai keberhasilan dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas dan berdaya saing merupakan faktor kunci keberhasilan dalam memenangkan persaingan di level regional, nasional dan dunia.
“Insya Allah, Pemprov bersama unsur terkait di lembaga legislatif, yudikatif dan seluruh masyarakat Kaltim mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Sehingga mampu mewujudkan tahap demi tahap pembangunan terlaksana dengan baik,” sebutnya.
Gubernur mengakui pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota hanya sebagai fasilitator melalui penyediaan sarana dan prasarana serta pembuatan kebijakan yang pro pada peningkatan daya saing dan kualitas produk lokal.
“Namun semua itu pada akhirnya pihak pelaku ekonomi jualah yang harus mampu memanfaatkan tantangan era ini menjadi peluang yang lebih baik guna mencapai kemajuan ekonomi daerah. Kami terus berupaya memberikan dukungan penuh,” ungkap Awang Faroek. mar

Tim Paskibrakan Kaltim Dijanjikan Beasiswa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menyatakan bahwa Pemprov Kaltim siap memberikan bantuan beasiswa kepada tim Paskibraka Kaltim yang telah menjalankan tugas pada HUT Kemerdekaan RI ke 69 di daerah ini, termasuk juga kepada tim Paskibraka yang telah melaksanakan tugas sejak 2009.
Karena tim Paskibraka Kaltim telah memberikan kontribusi besar terhadap penyelenggaraan HUT Kemerdekaan tahun ini, maka wajar jika pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap generasi muda tersebut.
“Mereka para teladan bagi daerah ini. Karena itu, tahun ini Pemprov Kaltim akan pertimbangan untuk memberikan beasiswa Kaltim Cemerlang kepada mereka,” kata Awang Faroek Ishak usai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 Kaltim, Minggu (17/8).
Menurut dia, sejak pengibaran bendera dan penurunan bendera, tim Paskibraka Kaltim melaksanakan tugas yang baik dan berkualitas. Meski demikian, tugas itu tidak akan bisa dilaksanakan apabila tidak adanya pembinaan yang baik dilakukan para alumni paskibraka.
Diharapkan, dengan pembinaan yang dilakukan para pelatih dan alumni paskibraka, diharapkan tim tersebut di tahun selanjutnya dapat menularkan ilmu yang telah diterima selama berlatih kepada tim yang akan bertugas pada tahun akan datang.
“Apa yang telah dilaksanakan tim Paskibraka Kaltim tahun ini berlangsung sukses. Kami sangat berterimakasih, termasuk kepada, alumni paskibraka, pembina dan pelatih mereka. Apalagi ini merupakan hal yang rutin dilaksanakan,” jelasnya.
Selain itu, gubernur berharap pada tahun berikutnya, Negara memperingati HUT Kemerdekaan yang ke 70. Usia ke 70 merupakan hal yang istimewa. Karena itu, tim paskibraka yang akan melaksanakan tugas diharapkan dapat disiapkan sejak jauh-jauh hari, sehingga berlangsung sukses.
Apalagi dengan semangat para pahlawan dan pejuang yang telah berjuang meraih kemerdekaan Negara ini, diharapkan dapat melanjutkan cita-cita bangsa ini menuju bangsa dan Negara yang sejahtera, terutama di daerah ini.
“Karena tahun depan kita semua akan merayakan HUT Kemerdekaan ke 70 dan ini merupakan yang istimewa. Maka, saya berharap tahun depan pelaksanaan atau peringatan HUT Kemerdekaan dapat dilaksanakan semua lapisan masyarakat di Kaltim, terutama di Samarinda. Untuk di Samarinda, tahun depan saya berharap peringatan ini dapat dilaksanakan di Stadion Utama Palaran Samarinda. Karena, ini merupakan usia yang yang special,” paparnya. mar

Diduga Mesum, Pelajar Digerebek Warga

SAMARINDA,Poskota Kaltim  
Miris, baru saja negara ini memperingati hari kemerdekaanya ke 69 tahun, namun sayang kemerdekaan ini ternoda akibat ulah sepasang pelajar yang melakukan perbuatan yang tidak pantas untuk dilakukan oleh mereka.
Kemerdekaan yang seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat justru dinodai dengan perbuatan hina dan sangat tidak bermoral.
Contohnya seperti yang dilakukan dua pelajar di kota Samarinda. memperingati kemerdekaan RI keduanya justru digrebek warga didalam kamar kosnya sedang melakukan perbuatan mesum.
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jl M Yamin Samarinda berinisial FB (16) dan MG (15), digerebek di Jl Blatuk I di tempat kosnya.
Keduanya diduga berbuat mesum dan membuat mereka harus dikeler ke Polsekta Samarinda Utara, belum lama ini.
Awalnya, warga mengira pasangan siswa SMK kelas 8 dan 7 ini pasangan suami-istri jadi warga cuek saja dengan aktivitas mereka.
Namun setelah salah seorang warga menanyakan status mereka, FB mengaku perempuan tersebut adalah sepupunya. Warga tidak langsung percaya. Ketika pintu indekos yang ditempati salah satu siswa SMK.
Wargapun pun mengintip dari lubang di bagian samping bangunan. Warga terkejut melihat FB nyaris telanjang bulat. Warga langsung berkumpul dan kemudian menggerebek kamar yang disewa MG.
Keduanya langsung diamankan kerumah ketua RT dan kemudian dibawa ke Polsekta Samarinda Utara untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu FB yang tinggal di Jl Yos Sudarso membantah tuduhan warga, ia mengaku mendatangi Kos yang dihuni MG untuk membantu menyusun kamarnya.
"MG butuh bantuan karena itu FB datang menolong menyusun barang-barang dan memasang kardus di lantai, tiba-tiba aja pintu didobrak dan kami dituduh mesum. Silahkan visum kami kalau memang berbuat mesum," bela FB.
Sementara itu pengakuan mengejutkan datang dari Mg (16) pasangan FB, warga Jl Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang ini mengaku hamil 2 bulan.
Mg mengaku telah berulang kali melakukan hubungan suami Istri bersama Fb, pertama kali berhubungan badan setelah lulus SMP di Loa Janan dirumah temannya.
Setelah mengetahui hamil MG yang mengaku hubungannya dengan Fb tidak direstui oleh orang tua Fb akhirnya Mg memilih kos agar kehamilannya tidak diketahui oleh pihak keluarga. Mg mengaku hubungannya dengan Fb telah berlangsung selama dua tahun.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta melalui Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, kedua pelaku masih diamankan. Kedua orang tua pelaku akan dipanggil guna dimintai keterangan. Dengan pertimbangan keduanya masih berstatus siswa, tentu akan dilakukan pembinaan. "Kita amankan dulu. Mereka perlu pembinaan karena apa yang dilakukan kalau memang terbukti benar, tentu harus dipertanggungjawabkan meski tidak harus ditahan," pungkasnya. opi

Uang NKRI Pengganti Uang Tahun 2004

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Peluncuran uang pecahan baru Rp100 ribu bernama "uang NKRI" yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltim, merupakan uang terbitan edisi tahun 2014, dimana diproyeksikan sebagai pengganti uang terbitan tahun 2004.
"Secara perlahan, uang pecahan Rp100 ribu lama akan ditarik dari peredaran," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan timur, Ameriza Ma’ruf Moesa, kemarin.
Dia mengatakan, bahwa secara resmi "uang NKRI" telag diluncurkan. Namun, lanjutnya, peredarannya masih terbatas. Hal ini juga dikatakan sebagai bentuk perkenalan dan sosialisasi uang baru kepada masyarakat Indonesia.
“Kami di kantor bank Indonesia Kaltim sudah menyediakan dan sudah dipasok oleh kantor pusat kami sejumlah uang. Diharapkan pengiriman pertama ini cukup sebagai perkenalan,” kata Ameriza kepada wartawan.
Ameriza pun menjelaskan jika uang lama tak otomatis tidak berlaku lagi. Hanya saja ada mekanisme penarikan dari masyarakat yang dilakukan secara bertahap. Artinya, tidak serta merta uang lama tak laku lagi.
"Selama tahapan pergantiannya secara perlahan uang lama akan ditarik dari peredaran dan digantikan dengan "uang NKRI"," katanya.
Ameriza menjelaskan, pada uang baru hanya ada beberapa penyesuain. Ada tiga hal yang membedakan uang baru dengan uang lama. Namu, tidak terlaku mencolok desainnya.
“Perbedaan mendasar yang pertama adalah tertulis NKRI, itu ciri khas yang berbeda. Kedua, dari sisi pejabat yg menandatangani, kali ini ada Menteri Keuangan bersama Gubernur Bank Indonesia. Ketiga perbedaan design, hal ini akan memperkuat dari sisi keamanan,” jelas Ameriza.
Untuk hari pertama penukaran, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menyediakan mobil kas keliling di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Jl  Gajah Mada, Samarinda.
“Kami sengaja menyediakan mobil kas keliling. Jadi kalau ada warga yang ingin memiliki uang baru hari ini, bisa terlayani. Besok sudah bisa menukarkan di kantor bank-bank umum,” pungkasnya. tha

Uang NKRI Diserbu Warga

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Bank Indonesia (BI) secara resmi telah mengeluarkan uang baru yang dinamakan "Uang NKRI", kemarin. Uang senilai Rp100 ribu tersebut ternyata dapat sambutan antusias dari warga Kota samarinda. uang baru tersebut dinamakan "Uang NKRI" karena diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 Tahun 2014 ini.
Bertempat di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur, Jl Gajah Mada, Samarinda, mobil kas keliling membuka layanan penukaran uang baru. Mobil ini pun langsung diserbu warga yang penasaran dengan uang baru tersebut. Ada yang memang berminat menukarkan uang, ada pula yang penasaran dengan model uang baru tersebut.
“Penasaran sama uang baru ini, ternyata perubahan tak terasa jika dilihat secara sekilas. Cuma penasaran aja, makanya saya menukar Cuma tiga lembar,” kata Hamda, salah seorang warga, usai menukarkan uang baru.
Diluncurkannya "Uang NKRI" ini memang cukup menimbulkan rasa penasaran warga, lantaran gencarnya pemberitaan di beberapa media.Apalagi sejumlah media sosial dan pesan instan menyebarkan berbagai macam bentuk uang baru.
“Di sosial media sama di-broadcast pesan kalau ada uang baru. Malah saya dapat kiriman uang baru yang sudah di redenominasi, ternyata lain, Cuma uang Rp100 ribu,” kata Astuti, warga Samarinda, yang juga mengaku penasaran dengan uang baru tersebut.
Akibat antusias warga Samarinda yang tinggi, transaksi keuangan di mobil kas keliling ini cukup cepat. Hanya dalam 45 menit, total warga menukarkan uang sekitar Rp60 juta uang. Bahkan warga yang tak puas juga langsung mendatangi kantor BI.
“Antusias tinggi sekali, padahal banyak yang menukarkan uang dalam jumlah kecil. Ada yang hanya selembar, dua lembar. Jadi yang menukar sangat banyak,” kata Rudi
Faturrahman, Kasir Mobil Kas Keliling Bank Indonesia Kaltim. Untuk memberikan informasi lebih jauh tentang "uang NKRI". pihak BI juga menyediakan waktu untuk memberikan penjelasan tentang uang baru tersebut, mulai perbedaan dengan uang lama dan bentuk lembaran uang tersebut.
“Satu per satu kita jelaskan, namanya juga melayani. Tapi kami bersyukur karena antusias warga Samarinda cukup besar, sehingga uang NKRI ini kami yakini akan diterima baik oleh masyarakat luas,” sambung Rudi.
Sejalan dengan diluncurkannya "uang NKRI", BI juga menggelar berbagai kegiatan guna menyambut peringatan Proklamasi 17 Agustus 214 ini, yakni dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan perbankan dan masyarakat umum. Beragam perlombaan disajikan. tha

Plat Luar Daerah Perlu Diatur

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur  Kaltim HM Mukmin Faisyal mengakui bahwa Pemprov Kaltim membutuhkan payung hukum peraturan perundang-undangan yang mengatur penanganan kendaraan luar daerah atau berplat nomor polisi non KT. Payung hukum dibutuhkan sebagai dasar pemerintah membuat maupun menerapkan kebijakan dalam rangka memaksimalkan penanganan kendaraan non KT.
“Sampai saat ini belum ada ketentuan pemerintah yang mengatur penanganan  kendaraan luar daerah yang beroperasi di Kaltim. Yang ada sebatas kewenangan melakukan wajib lapor sebagaimana diamanatkan Pasal 7 Ayat 1 hurub b UU No 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya (LLAJR),” papar   HM Mukmin Faisyal   saat menyampaikan tanggapan dan penjelasan pemerintah atas pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Kaltim terhadap nota penjelasan keuangan RAPBD Kaltim 2015 pada Rapat Paripurna ke 25, di Gedung DPRD Kaltim, baru-baru ini.
Menurutnya, sejauh ini penanganan yang dilakukan baru sebata menerbitkan Pergub Kaltim No 404/2014 tentang memberikan keringanan nilai pajak pokok kendaraan bermotor dan pembebasan pajak pokok bea balik nama kendaraan dari luar Kaltim.
Kebijakan tersebut dibuat dalam rangka memberi insentif bagi pemilik kendaraan non KT agar melakukan balik nama kendaraannya, sehingga pajak kendaraan bermotor (PKB) nya masuk ke kas daerah.
“Prinsinya kebijakan ini dibuat sebagai bentuk respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat soal penanganan kendaraan non KT. Termasuk sebagai terobosan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak,” katanya.
Langkah lain yang ditempuh, mensosialisasikan imbauan melakukan balik nama melalui sepanduk dan media massa. Pemprov juga membuat kesepakatan bersama antara Dirlantas Polda Kaltim dan Jasa Raharja terkait penanganan kendaraan non KT yang dituangkan dalam rapat tim pembina Samsat di Kaltim.Tindak lanjutnya secara intensif melakukan kegiatan operasional dengan melibatkan unsur Polri dan dinas terkait.
“Jangka panjangnya pemprov mengusulkan pentingnya menggelar pertemuan berupa forum group discussion (FGD) dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Tujuannya untuk merumuskan rancangan aturan yang nantinya diharap menjadi payung hukum penanganannya,” katanya lagi.
Pun demikian berkaitan payung hukum pemungutan PKB maupun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) alat besar dan alat berat. Penangannya masih belum diatur dalam mekanisme Samsat.
Hal tersebut masih disusun sistem dan prosedur pajak daerahnya oleh Kementerian Dalam Negeri (kemedagri) yang saat ini dalam proses finalisasi. Harapannya Permedagri yang diterbitkan tersebut nantinya menjadi pedoman pemungutan PKB/BBNKB alat besar dan berat di Kaltim. mar

"Jangan Sia-Siakan Makna Kemerdekaan"

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak berharap seluruh masyarakat Kaltim, terutama generasi muda agar tidak menyia-nyiakan kemerdekaan yang telah diraih bangsa dan negara ini. Karena itu, makna dari peringatan Hari Kemerdekaan yang telah diraih saat ini diharapkan dapat dipahami dan dihayati secara mendalam. Sehingga menjadi renungan hati untuk memberikan motivasi dalam berjuang menyukseskan program pembangunan di daerah.
“Kemerdekaan yang telah dicapai bukan waktu yang singkat, yakni sudah 69 tahun bangsa dan negara ini merdeka. Bahkan tahun depan telah mencapai 70 tahun. Sehingga kedepan semua masyarakat mempunyai kewajiban dan tanggungjawab moral dan kolektif untuk melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkan para pahlawan. Karena itu, saya berharap jangan kita sia-siakan makna dari kemerdekaan ini,” kata Awang Faroek Ishak ketika malam resepsi HUT Kemerdekaan RI ke 69 di Pendopo Lamin Etam Kaltim, Minggu malam (17/8).
Perjuangan mewujudkan cita-cita tersebut belum berakhir. Semua masyarakat mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan-perjuangan dan nilai kejuangan yang dulu telah berhasil diperjuangan oleh para pejuang maupun pahlawan di Negara ini.
Nilai perjuangan tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan pada saat ini. Apalagi, bangsa saat ini tumbuh besar menjadi bangsa yang besar, maju, bermartabat dan dihormati bangsa-bangsa di seluruh dunia.
“Yang jelas, tidak berlebihan jika saya menilai bahwa prestasi bangsa ini telah banyak diakui bangsa lain. Bahkan, diprediksi bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar termasuk dalam 10 negara besar di dunia,” jelasnya.
Karena itu, mari bersama-sama dengan rakyat di provinsi lain dalam membangun bangsa ini. Terutama Kaltim, harus memberikan kontribusi besar dalam Negara. Sehingga Negara ini bisa menjadi Negara yang besar.
Karena itu, seluruh masyarakat patut bangga dengan para pejuang di Negara ini, terutama di Kaltim yang saat ini telah berusia antara 80 hingga 90 tahun. “Kita patut bersyukur dengan perjuangan yang telah dilakukan tersebut dan mari kita mengabdi lebih baik lagi kepada bangsa dan Negara apapun profesi yang kita jalani. Ada yang dari legislative, eksekutif, yudikatif, TNI, Polri serta pengusaha. Terutama di Kaltim,” jelasnya.
Mewujudkan bangsa dan Negara yang baik diharapkan dapat dilakukan sejak dari diri sendiri. Jangan tanyakan apa yang telah diberikan Negara kepada diri sendiri, tetapi mari tanyakan apa yang telah diberikan diri kepada Negara ini.
“Saya yakin jika dengan prinsip demikian, meski kecil yang kita lakukan untuk Negara ini, pasti itu sangat berarti,” pungkasnya. mar

Petugas dan Pemulung Kewalahan Kumpulkan Sampah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sampah yang berserakan disepanjang jalur pawai pembangunan, Senin (18/8) kemarin ternyata tidak hanya membuat para petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota samarinda kewalahan, namun juga bagi para pengumpul plastik bekas dan kardus yang ada di Samarinda.
Memanfaatkan momentum tahunan ini puluhan pemulung memunguti botol bekas minuman mineral yang tercecer di jalanan. Botol-botol bekas minuman itu dibuang oleh warga usai melepas dahaganya karena berdiri di terik matahari yang menyengat.
Contohnya Suratmin pengumpul kaleng, plastik dan kardus  bekas warga jalan Jelawat Samarinda mengaku kewalahan mengumpulkan plastik yang begitu banyak di Jl Kusumah Bangsa.
Kepada Poskota Suratmin mengaku mendapatkan 4 karung besar ukuran 50 kilo plastik bekas dan kaleng disepanjang jalan kusumah Bangsa.
"Alhamdulillah, hari ini baru setengah hari saya mendapatkan 4 karung besar plastik dan kaleng bekas di daerah ini saja, biasanya satu karung saja susahnya bukan main," kata Suratmin.
Suratmin mengaku mengumpulkan plastik dan kaleng yang dibuang warga disekitar lokasi sepanjang pelaksanaan pawai. "Botol-botol itu saya punguti untuk dijual ke pengepul," kata Suratmin.
Pada hari-hari biasa, kata Suratmin, dalam sehari penuh, dia hanya bisa mengumpulkan 15 kilogram botol plastik. Sementara per kilogramnya, botol-botol bekas itu dihargai Rp2.500 oleh pengepul. Jika dikali 15 kilogram, maka sehari, Toyib hanya meraup keuntungan Rp 35 ribu sehari.
"Namun, karena ada pawai, tiga jam saja saya sudah dapat 20 kilogram. Kan sehari saya bisa dapat rezeki nomplok," katanya senang. M4n

Ribuan Warga Padati Jalan Protokol

Saksikan Pawai Pembangunan HUT Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
RIBUAN orang tumpah di jalan utama Samarinda senin (18/8), kemarin. Mereka memeriahkan pawai pembangunan memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Indonesia.
Agenda tahunan yang terus dikembangkan Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim ini menampilkan 300 peserta pawai jalan kaki dan 80 peserta pawai kendaraan hias.
Antusias warga sangat tinggi saat menyaksikan iring-iringan peserta pawai sejak pukul 07.00 wita sejumlah ruas jalan telah dipenuhi warga, bahkan pihak kepolisian terpaksa melakukan pengalihan arus guna mencegah terjadinya kemacetan di jalur lintas peserta pawai.
Pawai dimulai dari Jl Kesuma Bangsa (depan GOR Segiri Samarinda) menuju Jl Bhayangkara. Kemudian menyusuri Jl Awang Long, Jl Jenderal Sudirman, Jl KH Abul Hasan, Jl Pengeran Diponegoro, Jl Imam Bonjol, Jl Basuki Rahmad, Jl Agus Salim, dan kembali ke Jl Kesuma Bangsa.
Ratusan peserta pawai mulai dari instansi di pemerintah kota, provinsi, kelurahan, kecamatan, sekolah, komunitas, perkumpulan olahraga, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Masing-masing peserta unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan,  beberapa meter dari Plaza Mulia.
Hadir di panggung kehormatan Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Wakil Gubernur Mukmin Faisal, Ketua DPRD Kaltim Syahrumsyah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi.
Sejumlah peserta mengaku senang bisa tampil di ajang tahunan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 69.
Kegiatan ini menjadi tolak ukur keberhasilan kota Samarinda dalam pembangunan baik itu infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia.
Dibidang infrastruktur sejumlah Instansi pemerintah menampilkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama ini.
Sementara itu dibidang Sumber Daya Manusia sejumlah sekolah memperlihatkan berbagai keberhasilan melakukan pembinaan terhadap peserta didiknya.
Baik itu dalam bidang Sains maupun Ekstrakurikuler dibidang keolahragaan hingga bidang pengembangan diri.
Harpiah salah satu peserta Marching Band Dahana Persada dari SMP 7 Samarinda mengaku, penampilan sekolahnya tidak hanya marching band. Juga ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang ditampilkan. Seperti teater, futsal, olahraga basket, PMR, Taekwondo dan lainnya.
“Ya, motivasi kami ikut pawai ini adalah menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia, sekaligus ingin memperkenalkan sekolah,” katanya.
Sementara itu Yanti warga Djuanda yang ditemui disela-sela menonton pawai pembangunan mengaku sangat antusias menyaksikan beragam pertunjukan peserta pawai. “Sejak pukul 07.00 pagi tadi saya dan anggota keluarga mengambil tempat paling depan di bibir Jl Bhayangkara, biar jelas kelihatan,” katanya.
Namun pawai yang berakhir pukul 11.00 Wita itu, menyisakan pekerjaan rumah bagi pegawai Dinas Kebersihan.
Warga yang memenuhi jalan protokol rute pawai meninggalkan area dengan sampah yang berserakan. Pantauan media ini sepanjang rute pawai, sampah plastik makanan ringan, serta koran berserakan. M4n

Bibit Sawit Palsu Beredar di Kaltim

Pemprov Kaltim Minta Masyarakat Waspada

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gencarnya Pemprov Kaltim melalui kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk meneruskan pembangunan subsektor perkebunan untuk komoditi kelapa sawit dari satu juta hektar menjadi 2,4 juta hektar pada 2018 dikhawatirkan memicu peredaran bibit sawit palsu.
Namun terpenting ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman, para petani pekebun juga perusahaan perkebunan sawit (swasta) harus lebih berhati-hati dalam membeli bibit sawit dari para penangkar.
Sesuai data Badan Intelejen Negara telah beredar bibit palsu di wilayah Sumatera dan Kalimantan sekitar 40 persen. “Informasi ini ini membuat kami lebih aktif mengawasi peredaran bibit di Kaltim,” ujar Etnawati didampingi Kepala UPTD PBP Irsal Syamsa, Jumat (15/8).
Disebutkannya, sejak 2012 hingga saat ini sudah sekitar 551.000 bibit palsu atau bibit yang tanmpa memiliki sertifikat resmi dari sumber benih yang dimusnahkan dan diindikasikan masih banyak yang beredar maupun ditangkar oleh pelaku tidak bertangungjawab.
Pemusnahan terbesar yaitu di wilayah Nunukan untuk bibit sawit yang diindikasikan berasal dari Malaysia sebanyak 514.000 bibit pada tahun 2013 dan pemusnahan yang baru dilakukan di wilayah Desa Petangis Kabupaten Paser sebanyak 12.000 bibit.
Selisih harga bibit bersertifikat dari sumber benih yang ditunjuk pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan bibit palsu sangat mencolok. Misalnya, harga resmi Rp7.500 per bibit (kecambah/benih) dan 1,5 US Dollar bibit palsu hanya kisaran Rp5.000.
Menurut Etnawati, peluang-peluang usaha untuk subsektor perkebunan untuk tanaman sawit saat ini memberikan celah bagi pelaku-pelaku (oknum) tidak bertanggungjawab untuk memperjualbelikan bibit sawit illigitim (palsu).
Karenanya, pihak Dinas Perkebunan Kaltim terus menyosialisasikan pentingnya para petani pekebun termasuk perusahaan swasta untuk membeli bibit sawit yang berasal dari sumber benih resmi pemerintah.
“Kerugian sangat besar akan ditanggung petani pekebun maupun pihak perusahaan apabila terlanjur membeli bibit illigitim. Sebab produksi rendah dengan kurun waktu puluhan tahun bahkan kerugian diperkirakan mencapai miliar rupiah,” sebut Etnawati.
Etnawati menambahkan sebaiknya petani maupun perusahaan swasta yang kan membeli bibit sawit sebaiknya berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kaltim selaku instansi teknis yang diberi kewenangan untuk pengembangan tanaman perkebunan.
Disebutkan selama periode Januari-April 2014, Dinas Perkebunan Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 453.285 kecambah kelapa sawit. mar

2.448 Napi di Kaltim Terima Remisi Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 2.448 Napi di Kaltim memperoleh remisi atau pengurangan masa hukuman yang diberikan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak.  Jumlah tersebut, sebanyak 2.381 warga binaan mendapatkan Remisi Umum (RU) 1 atau yang masih harus menjalani sisa hukuman dan 107 warga binaan mendapatkan RU 2 atau langsung bebas.
Kebijakan remisi setiap perayaan Hari Kemerdekaan sebagai upaya memotivasi napi sebagai warga binaan untuk menjaga perilaku baik. Patuh terhadap tata tertib dan kesediaan mengikuti pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat.
“Pemberian remisi ini sebagai bukti penghargaan pemerintah terhadap napi yang berperilaku baik selama menjalani hukuman. Diharapkan mereka bisa  kembali diterima masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik sebelum menjalani pembinaan,” kata Faroek saat ditemui usai penyerahan remisi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Sempaja, Samarinda, Sabtu (16/8).
Disisi lain, Awang mengatakan prihatin mengenai Rutan atau Lapas yang sudah melebihi kapasitas. Ia pun berharap walaupun tempatnya menjadi kecil karena jumlah yang menghuni banyak, petugas agar tetap bisa memberikan pelayanan kepada narapidana dengan manusiawi.
“Lapas di Kaltim, semuanya sudah over kapasitas. Kita akan upayakan mereka bisa diberikan pelayanan secara manusiawi di dalam Lapas. Karena itu Pemprov mendukung sekali upaya untuk pengembangan Lapas”, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayan Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, Leo Detri, mengatakan kriteria untuk mendapatkan remisi bagi para warga binaan disaring cukup ketat dengan berbagai persyaratan. Syarat paling penting adalah, bukan narapidana kejahatan berat, seperti bandar narkoba dan pelaku terorisme. Dan juga patuh terhadap tata tertib dan kesediaan mengikuti pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat.
“Yang paling utama adalah mereka selama sembilan bulan terakhir, tidak boleh melakukan pelanggaran. Itu bisa mendapat remisi. Bisa bekerja sama dan taat hukum selama menjalani masa tahanan. Kita juga akan melakukan pembinaan lahir batin terhadap napi yang belum mendapatkan remisi,” jelas Leo.
Suasana penuh suka cita terlihat di raut ratusan napi yang ada di Rutan Kelas II A Sempaja. Pembukaan acara penyerahan remisi diawali dengan tarian adat yang dilakukan oleh narapidana, juga dengan paduan suara serta dirangkai dengan penyerahan tali asih.
Kebahagiaan para napi semakin terlihat saat Awang bernyanyi bersama mereka. Para napi terlihat sangat senang dan bergoyang ria. Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Gubernur Kaltim, Ketua DPRD Kaltim, Asisten IV Setprov, Wakil Walikota Samarinda, dan sejumlah petinggi lainnya. mar

Penjambret Nyaris Tewas Digebuki Massa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dua orang jambret nyaris tewas dihakimi massa, setelah mereka terjatuh saat mencoba kabur membawa barang rampasannya. Ratusan warga yang berada dilokasi langsung memburu untuk menangkap dan menghajar keduanya.
Bahkan salah satu dari pelaku yang sempat kabur setelah mengancam warga menggunakan senjata tajam juga berhasil ditangkap usai upayanya kabur dengan menceburkan diri ke Sungai Mahakam gagal. Bahkan petugas TNI 0901 Samarinda ikut memburunnya.
Tersangka akhirnya menyerahkan diri ke petugas TNI dan kemudian dibawa ke Mako Kodim 0901 Samarinda untuk menghindari aksi main hakim sendiri warga yang  memang mengejar pelaku.
Rudiansyah alias Aco dan Sudarmin warga Jl Otto Iskandardinata Kelurahan Sidodamai Samarinda Ilir merampas gelang tangan Nor Hammah (30) warga Jl Dwikora Palaran di depan kantor BRI Samarinda.
Namun apes, setelah berhasil menarik gelang emas dari tangan Nor Hammah, keduanya tidak berhasil kabur. Padatnya kendaraan dan korban yang terus mengejar keduanya dan berteriak jambret-jambret membuat keduanya panik merekapun kemudian menabrak kendaraan roda 4 milik warga di depan Pasar Pagi.
Kepanikan membuat mereka berpisah, bahkan Aco  yang saat itu menjadi joki kendaraan memilih menceburkan diri ke Sungai Mahakam tepat didepan Kodim 0901 Samarinda saat dikejar warga dan sejumlah polisi lalu lintas.
Sial bagi Aco, aksinya mencebur sungai justru membuat puluhan anggota TNI keluar dari markasnya dan ikut memburunya. Aco pun ketakutan ketika melihat puluhan TNI sudah bersiap memburunya ikut terjun ke sungai. Dia kemudian menyerahkan diri.
Hal yang sama juga dialami Sudarmin. Penjambret yang satu ini jadi bulan-bulanan massa saat diamankan di Pos Satpman salah satu bank di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota.
Polisi yang awalnya datang untuk mengamankan Sudarmin dari amuk massa dibuat kewalahan. Meski sudah melarang agar tak main hakim sendiri. Namun warga tetap tak peduli dan terus menghajar Sudarmin hingga berhasil dimasukkan ke dalam mobil patroli.
Belum puas, warga lanjut melampiaskan kekesalannya terhadap penjahat jalanan itu dengan melakukan pengerusakan motor Honda Vario KT 2962 IN yang digunakan menjambret.
Setelah merasa puas melampiaskan amarah, warga kemudian membantu polisi menaikan motor jambret itu ke bak mobil patroli yang kemudian kembali bergerak untuk menjemput Aco, yang tengah "diamankan" sejumlah tentara di Makodim.
Sementara itu korban penjambretan Nor Hamnah (30), mangatakan bahwa  saat itu ia yang tengah mengendarai motor Honda Beat KT 5214 IA dan membonceng Erwis (39), ibunya. Tiba-tiba dipepet dari sebelah kanan motor yang dikendarai Aco, di Jl Gadah Mada menuju arah Pasar Pagi.
Sudarmin yang berada di belakang kemudian menarik gelang emas seberat 3 gram lebih yang dikenakan Hamnah ditangan kanannya, setelah  berhasil merebut gelang Sudarmin kemudian meminta Aco segera tancap gas untuk kabur .
Nor Hamnah yang tidak ingin kehilangan barang miliknya kemudian ikut tancap gas dan terus berteriak jambret-jambret. Teriakan korban ini kemudian memancing warga sekitar untuk membantu keduanya untuk mengejar.
"Motor mereka (Aco dan Sudarmin) ditabrak motor orang lain, mereka jatuh lalu lari. Saya fan ibu saya terus saja berteriak, jadi banyak orang yang mengejar mereka," kata Nur.
Teriakan keduanya ternyata ampuh. Aco yang kabur ke arah simpang empat Jl Awang Long, terus dikejar warga. Begitupula dengan Sudarmin yang coba mengamankan diri ke arah salah satu bank di sekitar lokasi tempat keduanya terjatuh.
"Saya tidak tahu lagi setelah itu, karena banyak sekali warga yang mengejar dia. Yang saya lihat salah satunya (Sudarmin, Red) sudah dipukuli di dalam bank. Kalau yang satunya lagi (Aco, Red) saya tidak tahu," ujar Erwis.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yuniar Ariefianto menyatakan Aco dan Sudarmin masih menjalani pemeriksaan.
"Kami berupaya menanyakan ke mana pelaku membuang gelang emas yang dijambret, karena sejauh ini belum ditemukan," kata Yuniar. M4n

Bertekad Emban Amanah Rakyat

Anggota DPRD Kota Samarinda, Andi Saharuddin SH

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Andi Saharuddin SH, merupakan wajah baru di dewan Samarinda. Meski mengaku harus banyak belajar, namun politisi Partai Golkar ini bertekad akan mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya.
"DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah sebagai mitra sejajar Pemerintah Daerah. Ini harus dilakukan langkah-langkah konkrit guna mewujudkan komunikasi yang bagus antara legislatif dan pemerintah," ujar Andi Saharuddin, saat diwawancarai Poskota, Minggu (17/8) kemarin.
Berbicara usai mengikuti upacara detik-detik proklamasi, Andi Saharuddin, mengatakan, tugas dan Wewenang DPRD membentuk peraturan daerah kabupaten bersama Kepala Daerah dan membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah yang diajukan oleh Kepala Daerah.
"Kita upayakan juga dapat dengan jeli melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah," kata dia.
Anggota dewan terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Samarinda Seberang dan Palaran ini mengatakan dewan harus mampu mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan/atau wakil Kepala Daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian.
"Beberapa fungsi dean diantaranya meminta laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah," paparnya.
Ditanya soal fungsi legislasi dia mengatakan salah satunya diwujudkan dalam membentuk Peraturan Daerah bersama-sama Kepala Daerah. Sedang Fungsi anggaran diwujudkan dalam membahas, memberikan persetujuan dan menetapkan APBD bersama Pemerintah Daerah.
"Kalau fungsi pengawasan diwujudkan dalam bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang, Peraturan Perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah, Keputusan Kepala Daerah dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah," ungkapnya.
Saat disodorkan pertanyaan soal hak-hak yang dimiliki DPRD dalam menjalankan kegiatannya, Andi mengatakan bahwa  hak DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan daerah.
"Ada juga hak dewan yang berupa hak Angket yakni pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan daerah  yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," paparnya.
Lebih jauh dikatakan, dewan juga memiliki hak menyatakan pendapat, yaitu hak DPRD untuk menyertakan pendapat terhadap kebijakan kepala daerah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daerah disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket.
"Semua pendapat tersebut diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan," pungkasnya. tha/adv

Cambridge University Tawarkan Kerjasama Belajar bahasa Inggris

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Demi kepentingan peningkatan mutu pendidikan  bidang bahasa Inggris khususnya pada kalangan pelajar, Cambridge University Press yang berkedudukan di Jerman, melakukan tawaran kerjasama pembelajaran dengan Pemerintah Kota Samarinda.  Menurut penjelasan Ketua Tim Cambridge University Govindan metode pembelajarannya nanti tidak hanya terpokus pada siswa sekolah melainkan juga mencakup bagi para tenaga guru.
”Metode ini sengaja didesign sedemikian rupa, maksudnya agar dalam pengembangannya nanti kemampuan para guru akan menjadi seimbang dengan murid,”Ungkap dia. Selain itu metode pembelajarannya juga akan disesuaikan dengan kurikulum pendidikan yang ada.  Yang berbeda sambung dia dalam program ini pembelajaran bahasa inggris tidak hanya dilakukan dalam bidang mata pelajaran bahasa inggris itu sendiri, melainkan juga dilakukan pada bidang mata pelajaran lain seperti IPA, IPS, matematika dan lain sebagainya. ”Maksudnya  agar proses belajar bahasa Inggris tadi bisa lebih efektif dan berlanjut dalam semua kesempatan dan tidak terbatas pada pelajaran bahasa inggris saja,” urainya.
Sementara, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail  sangat menyambut baik tawaran kerjasama Cambridge University tadi. Namun hal itu harus dikembalikan lagi kepada SKPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan agar bisa memiliki komitmen sama untuk dapat melaksanakan program tadi. ”Karena sebagai pembuat kebijakan publik intinya kami setuju, tinggal bagaimana Dinas terkait dan sekolah agar bisa membangun semangat yang sama,” sebutnya. Ike

Disnak Buka Klinik Kesehatan Hewan Peliharaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci dan hewan kesayangan lainnnya, Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda telah membuka fasilitas layanan kesehatan berupa klinik hewan.
Walaupun keberadaan klinik hewan ini sudah ada sejak tahun 2009 lalu, namun  menurut Kadis Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda Syamsul Bachri perlu diketahui masayarakat secara luas.
”Agar pemanfaatannya bisa menjadi lebih maksimal untuk itu perlu terus diinformasikan kepada masyarakat,” kata Syamsul.
Sejak bulan Februari lalu, klinik hewan tadi sudah mempunyai ruangan tersendiri dan terletak dilantai dasar tepatnya berada didepan pintu gerbang Dinas Perikanan dan Peternakan jalan Biola nomor satu.
“Penempatan ruangan ini sengaja dibuat sedemikian rupa agar bila ada masyarakat yang datang berkunjung untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya tidak perlu susah-susah naik ke lantai tiga,” ujarnya.
Maksudnya agar kehadiran hewan-hewan tersebut juga diharapkan tidak sampai mengganggu aktivitas kerja para pegawai lain. Klinik hewan tadi tamba ia buka  setiap hari pada jam kerja. Dimana pelayanannya meliputi   pengobatan dan vaksinasi atau konsultasi. Mengingat sesuai Perda nomor 13 tahun 2011 tentang Restribusi Jasa Umum tarip pengobatan atau rawat jalan hewan-hewan, maka pihaknya tetap mengenakan tarif setiap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan hewan peliharaan.
”Seperti untuk hewan ternak pangan besar dikenakan Rp25.000,- hewan kecil Rp7.500 dan unggas sebesar Rp1.000. Sedangkan untuk jenis hewan peliharaan/kesayaangan kuda sebesar Rp30.000, anjing Rp15.000, kucing Rp10.000, unggas Rp7.500, dan primata Rp15.000,” rincinya. Ike

Band RI 1 Hibur Warga Samarinda

Memperingati HUT RI ke 69

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 69, Pemkot Samarinda menggelar acara panggung hiburan rakyat untuk warga Kota Samarinda, dengan mendatangkan Goup Band RI 1
“Untuk mengobati rasa kerinduan warga Kota Samarinda terhadap panggung hiburan, karena sempat absen beberapa tahun dalam peringatan HUT RI, kami kembali menggelar dengan menampilkan group Band RI 1 pada  16 Agustus 2014  pukul  19.00 Wita  di halaman Parkir GOR Segiri Samarinda,” kata Koordinator Hiburan dan Keseniaan, Panitia bersama HUT RI ke-69 antara Pemprov  Kaltim dan Pemkot Samarinda, HM Faisal.
Adapun tajuk dari panggung hiburan tersebut "Konser Kemenangan". Maknanya adalah merayakan kemenangan kemerdekaan RI  dan kemenangan  kembali ke Fitrah karena masih dalam suasana Idul Fitri 1435 H.
Faisal menjelaskan terselenggaranya panggung hiburan tersebut berkat bantuan dari pihak sponsorship, dengan menghadirkan  group RI 1 yang beranggotakan Roy Jeconiah, John Paul Ivan  (personil "Boomerang"),  guest star Andi (Riff) dan Yoda (Indonesia Idol).
Menurutnya sebagai band pembuka nanti akan ditampilkan  dua group band lokal serta sajian tarian tradisional. Panggung hiburan tersebutu nantinya agak  kental dengan suasana musik rock untuk mengelorakan semangat kemerdekaan, tetapi tetap yang nyaman dinikmati serta disajikan lagu-lagu perjuangan.
Selanjutnya, kata dia, untuk memriahkan HUT RI ke 69,  pada sore harinya  pukul 15.00 – 18.00 Wita digelar aneka lomba antar pasukan Balakar seperti lomba tarik tambang, lari karung, lomba gulung selang. Selain itu digelar  parade band  lokal di panggung utama.
“Kepada  seluruh warga Kota Samarinda dapat perbartisipasi untuk hadir menyaksikan berbagai kegiatan 17 Agustus  di halaman GOR Segiri. Dijadwalkan Bapak Gubernur dan Walikota Samarinda beserta pejabatlainnya akan ikut hadiri di acara ini." katanya.
Faisal menambahkan Senin 18 Agustus 2014 akan kembali digelar Pawai Pembangunan dengan start dan finish di halaman GOR Segiri. Bagi organisasi, instansi pemerintah dan  swasta  paguyuban, sekolah dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dapat mendaftar di kantor Disbudparkominfo jalan Dahlia.
“Tujuan dari pawai pembangunan tersebut selain untuk memeriahkan dan menghibur masyarakat juga sebagai refleksi keberhasilan dan prestasi yang selama ini dicapai ,” kata  Faisal. M4n

PNS Asyik Main HP

Gubernur Kaltim Pimpin Peringatan Proklamasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI  di Stadion Sempaja , Minggu (17/8) pagi dipimpin langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebagai inspektur upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Upacara berlangsung khidmat, tepat pukul 10.00 wita Gubernur bersama seluruh peserta upacara dan tamu undangan  mendengarkan bunyi suara sirine yang menandakan peringatan HUT 17 agustus selama satu menit. Setelah itu upacara dilanjutkan dengan pemcacaan duplikat naskah Proklamasi oleh ketua DPRD Kaltim H Syahrumsyah.
Puncaknya peringatan deti-detik proklamasi  adalah pengibaran replika bendera merah putih  oleh anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik di 9 kabupaten dan kota se Kaltim.
Pasukan Paskibraka ini telah berlatih selama satu bulan di Samarinda dan telah dilantik Gubernur Kaltim pada Kamis (14/8) lalu.
Sayangnya suasana hening dan sakral tidak terlihat saat pengibaran bendera sejumlah pegawai pemerintahan yang berdiri di tribun penonton terlihat mengobrol dan terlihat asik memainkan telpon selulernya.
Pengibaran bendera merah putih yang dilakukan sejumlah pelajar asal beberapa daerah ini juga mendapat perhatian masyarakat yang menyaksikan acara sakral ini sekaligus mengabadikan momen ini menggunakan telpon selulerny.
Aksi para pegawai yang tidak menghormati bendera merah putih saat pengibaran memperingati kemerdekaan ini dianggap tidak menghargai jerih payah pejuang yang memerdekaan RI.
Ketua Legium Veteran Republik Indonesia Padlansyah  menganggap bahwa nasionalisme masyarakat saat ini memang sudah jauh dari harapan. Terbukti selain tidak adanya penghormatan pada bendera Negara kebangsaan saat dikibarkan di stadion sempaja oleh sejumlah pegawai, juga terlihat di kota Samarinda Saat ini.
Sedikit sekali rumah warga yang memiliki kesadaran memasang bendera merah putih dirumahnya, kecuali kantor-kantor pemerintahan yang terlihat ramai oleh umbul-umbul.
“Kami berjuang untuk mengibarkan bendera merah putih ini bertahun-tahun, namun saat ini keberadaan bendera itu justru tidak diperhatikan, kami yang hidup maupun yang saat ini telah tiada merasa perjuangan kami sia-sia,” kata Padlansyah.
Sudah 69 tahun bangsa ini merdeka. Kemerdekaan Indonesia yang direbut dengan perjuangan darah para pejuang seharusnya dihormati. Mereka tidak meminta penghormatan yang berlebih. Mereka hanya meminta agar kemerdekaan yang mereka rebut tidak kembali terjajah akibat ulah generasi penerus yang tidak menghormati nilai-nilai perjuangan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa jasa pahlawannya. M4n

Pemprov Terus Upayakan Penuhi Ketersedian Listrik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak mengaku akan terus mengupayakan pemenuhan ketersedian listrik dalam rangka mendukung pembangungan di Kaltim. Pembangunan yang direncanakan  akan terhambat tanpa dukungan ketersedian listrik memadai.
“Makanya selain bekerjasama dengan PT PLN (Pesero), Pemprov Kaltim dan Pemkab/Pemkot se Kaltim prinsipnya memberikan kesempatan kepada semua pihak yang berminat untuk menanamkan investasinya di bidang kelistrikan,” kata Awang  Faroek  dalam sambutan sesaat sebelum membuka sosialisasi penyesuaian tarif tenaga listrik 2014, di Ruang Ruhui Rahayu Gubernuran Kaltim, Samarinda, Jumat (15/8) lalu.
Selain itu, lanjut Awang  pemerintah juga akan berusaha memberikan kemudahan dan layanan untuk memperlancar terwujudnya suatu kegiatan usaha. Terlebih penerapan otonomi daerah seperti sekarang memberikan kewenangan lebih kepada kepala daerah untuk memberikan rekomendasi izin penyelenggaraan usaha di daerah.
Berkaitan itu, PLN diminta mempermudah birokrasi ketika ada pihak yang mau investasi litrik. Semakin banyak investor yang tertarik mengembangkan usaha bidang kelistrikan diharap memaksimalkan pengelolaan ketenaga listrikan yang dilakukan operator pengelola listrik di Indonesia ini (sebutan lain PLN). 
“Pemda siap bantu hal-hal yang dibutuhkan. PLN dengan pemerintah harus saling bersinergi. Sering-sering datang ke pemprov untuk membangun komunikasi yang baik. Jangan datang hanya sosialisasi seperti ini,” tandasnya.
Menyangkut sosialisasi, pihaknya mengapresiasi langkah tersebut karena masalah Tarif Tenaga Listrik (TTL) sudah mulai menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Permasalahan tersebut memerlukan penjelasan lebih rinci dari pihak berkompeten, yakni PT PLN (Persero). Terutama menyangkut alasan dan besaran tarif yang akan dikenakan agar para pelanggan memahami dan tidak muncul gejolak di dalam masyarakat.
“Kebijakan penyesuaianTTL 2014 akan berdampak pada pelanggan rumah tangga (Tarif R/Residance/Perumahan) yang mencapai 321.124 pelanggan dan pelanggan pemerintah (Tarif P) di PLN di Samarinda,” katanya.
Sumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI  menyatakan kenaikan TTL diberlakukan mulai 1 Juli 2014 karena ada desakan dari seluruh kementerian dan lembaga (K/L) serta DPR yang menuntut diturunkannya beban subsidi.
“Kenaikan tarif listrik dengan inflasi juga akan saling terkait. Namun inflasi menjadi beban PLN kalau mereka tidak menaikan dalam beberapa tahun. Sementara pemerintah melakukan penurunan beban subsidi energi yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp 400 triliun,” jelasnya.
Itu sebabnya, mulai 1 Juli ini penyesuain tarif listrik baru diberlakukan untuk enam golongan pelanggan PT PLN (Persero). Dari enam golongan pelanggan, subsidi untuk sektor rumah tangga R1 (1.300 VA) dan R1 (3.500 VA) telah diturunkan mulai  1 Juli.
Untuk  golongan R1 (1.300 VA) yang setiap bulannya biasa membayar tarif listrik sebesar Rp168.000, dengan kenaikan tarif ini, golongan rumah tangga itu harus membayar fasilitas listrik yang diberikan PLN sebesar Rp 202.675.
Besaran itu menandakan kenaikan dalam tahap awal hanya sebesar R p22.675. Selanjutnya, per September nanti atau kenaikan tahap kedua, golongan R1 (1.300 VA) mengalami kenaikan penyesuaian tarif listrik sebesar Rp23.800. Adapun golongan R1 (3.500 VA) yang tiap bulan biasanya membayar listrik sebesar Rp 731.000, maka beban tambahan yang diterima hanya sebesar Rp 41.000.
“Besaran kenaikan Rp 41.000 sebenarnya tidak sebesar yang ditakutkan oleh seluruh pelanggan PLN yang terkena dampak penyesuaian tarif listrik, di samping kenaikannya juga tetap dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. mar

Awang Faroek Pimpin Peringatan HUT RI

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 tahun ini, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa seluruh komponen masyarakat wajib meneruskan perjuangan luhur para pahlawan.
"Pahlwan berjuang dengan semangat yang luar biasa tanpa pamrih bahkan rela mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk merdeka. “Pahlawan telah berjuang demi kemerdekaan dan kita wajib meneruskannya dengan membangun negeri ini,” ujarnya.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Awang Faroek Ishak usai memimpin peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (17/8).
Awang Faroek menyampaikan bahwa semangat perjuangan para pahlwan di tahun 1945 harus menginspirasi seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah untuk bersama-sama membangun negeri ini agar lebih baik pantang menyerah. Jaman perjuangan melawan penjajah saat itu para pahlawan berjuang tanpa kenal lelah bahkan harta benda dan jiwa raga dipertaruhkan.
“Terlepas dari penjajah merupakan target mereka. Sekarang kita harus mengisi kemerdekaan ini untuk kemajuan bangsa,” tegas Awang.
Saat sekarang ini lanjut Awang, pemerintah khususnya Pemprov Kaltim telah enetapkan berbagai kebijakan dengan program-program prioritas pembangunan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar lebih baik dan sejahtera.
Walaupun kemajuan daerah yang diperoleh terasa lambat terutama untuk kawasan pedalama dan daerah terpencil serta perbatasan dan tertinggal.
Namun Gubernur meyakinkan pemerintah terus berjuang untuk melakukan pembangunan dan pengembangan daerah. “Pembanguna yang kita laksanakan sekarang ini tidaklah seperti membalikkan kedua tangan. Namun, yakinlah masyarakat bahwa kami akan terus berupaya mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat akan kita capai bersama-sama,” jelasnya.
Komitmen pemerintahini ujar Awang dapat terwujud kalau seluruh komponen di daerah secara bersama-sama mendukung dan terlibat dalam membangun, terutama tetap memelihara kondusifitas daerah yang selama ini telah tercipta.
“Kaltim termasuk Kaltara merupakan daerah yang sudah dikenal sebagai wilayah yang aman dan damai serta kondusifitas yang terus terpelihara. Kondisi ini merupakan modal dasar bagi kita semua untuk merlaksanakan pembangunan secara berkelanjutan,” ujar Awang Faroek.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Stadion Madya Sempaja Samarinda dihadiri seluruh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kaltim dan Wakil GUbernur Kaltim HM Mukmin Faisyal serta Walikota Samarinda H Syaharie Jaang dan Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail beserta istri.
Tampak hadir pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta selurh camata dan lurah se-Kota Samarinda. Peserta upacara diikuti ribuan peserta terdiri dari TNI/Polri dan mahasiswa, pelajar serta organisasi kemasyarakatan. mar

Monumen Pompa Angguk

Samarinda, Poskota Kaltim
WALI KOTA Samarinda H Syaharie Jaang yang tidak pernah jenuh berkreasi dalam menata wajah kota Samarinda, bakal menambah satu monumen lagi di kota Samarinda, berupa “Monumen Pompa Angguk” dengan meminta dukungan Pertamina untuk membangunkannya.
Ini berawal dari kunjungan wali kota ke rig PDSI D700 kelurahan Bantuas, kecamatan Palaran untuk melakukan peresmian tajak perdana sumur Under Muara Mahakam (UMM)-1, yang melihat pompa angguk atau pompa yang digunakan pada pengeboran minyak berada di lokasi sedang beroperasi.
“Kalau bisa nanti pertamina bangun monument ini. Karena saat ini kita terus menata wajah kota. Saat ini kita sudah membangun monument tambangan dan kampung Tenun sebagai identitas Samarinda. Dengan adanya monument pompa ini, harapan kita biar warga dan tamu tahu, Samarinda juga penghasil Migas, walaupun tidak sebanyak tetangga kita,” pinta Jaang yang diamini Manajer Pertamina EP Field Sangasanga Hanief Jauhari.
Untuk itu, Jaang meminta pihak pertamina untuk berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan supaya disiapkan lahannya. “Tenang aja, Pertamina boleh memasang logo dan tulisan Pertamina tanpa dikenakan pajak,” imbuh wali kota lagi.
Sekkot Samarinda Dr Zulfakar senada dengan wali kota. Dimana Samarinda juga mesti dikenal sebagai daerah penghasil migas dan sudah ada surat keputusan dari kementerian ESDM.
“Sudah ada 3 perusahaan Migas yang memberikan kontribusi pendapatan bagi kota Samarinda. PT Pertamina EP asset 5 Field Sangasanga berproduksi minyak bumi, PT Pertamina EP TAC EMP Semberah (Ex Semco) berproduksi minyak dan gas bumi, dan PT VICO Indonesia yang juga berproduksi Minyak dan gas bumi,” timpal Zulfakar.
Di Samarinda, lanjut Zulfakar untuk PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga terdapat 3 blok, yaitu Muara Seberang, Muara Tapian dan Louise-Nonny.
“Tiga perusahaan tadi belum termasuk PT SPC Mahakam Hilir dan PT Ephindo yang masih melakukan penelitian atau eksplorasi,” pungkasnya.Ike

Dana Bagi Hasil Samarinda Bakal Naik

Pertamina EP Tajak Sumur Under Muara Mahakam di Bantuas
SAMARINDA Poskota Kaltim
Dana bagi hasil (DBH) Minyak Bumi dan Gas (Migas) kota Samarinda dipastikan bakal bertambah lagi, jika PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field yang Kamis (14/8) kemarin melakukan pemboran perdana sumur Under Muara Mahakam (UMM)-1 berhasil memproduksi minyak bumi dengan maksimal terdapat 6 sumur di rig PDSI D700 kelurahan Bantuas, kecamatan Palaran.
“Tahun 2013 lalu, pendapatan kota Samarinda dari sumber pendapatan dana bagi hasil kegiatan hulu migas totalnya Rp 451.509.490.385, terdiri dari minyak bumi Rp 117.346.313.430 dan gas bumi  Rp 334.163.176.955. Tentunya jika berproduksi akan berkontribusi terhadapat pendapatan Negara dan daerah sendiri,” ucap wali kota Samarinda H Syaharie Jaang dalam sambutannya pada kegiatan Tajak Perdana Sumur UMM-1 di kelurahan Bantuas kecamatan Palaran atau tepatnya berseberangan sungai dengan kecamatan Sangasanga Kutai Kartanegara.
Oleh karena itu, Jaang yang hadir bersama rombongan yang terdiri dari Sekkot Dr Zulfakar, Asisten II Suko Sunawar dan instansi terkait memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Samarinda, sehingga sumur minyak di sini bisa produksi.
“Yang jelas Samarinda sebagai daerah penghasil migas akan kebagian pendapatan dana bagi hasil migas, yang nilainya tidak kecil. Tanpa sumur yang di sini saja, kita sudah kebagian Rp 451 miliar lebih atau sekitar 15 persen dari APBD kota, disamping kita juga terus menggenjot sektor pajak perhotelan, restoran, PBB, IMB, retribusi dan lainnya sebagai kota jasa, termasuk pendapatan dari pelabuhan Palaran,” imbuhnya.
Walaupun demikian, Jaang mengingatkan pentingnya Corporate Social Responbility (CSR) bagi masyarakat demi menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat. “Jangan sampai ada kebuntuan komunikasi dengan masyarakat. Ini penting, dan saya tekankan keberadaan perusahaan ini ada multiplier effect diluar kontribusi pendapatan resmi,” tegasnya.
Ditambahkan Jaang, pemkot bisa menjalankan program semenisasi jalan, bangun puskesmas, renovasi sekolah, juga tidak terlepas dari dana bagi hasil migas. “Berdasarkan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 3952 tahun 2013, menetapkan kota Samarinda sebagai salah satu daerah penghasil migas,” terangnya.
Sementara Manajer Pertamina EP Field Sangasanga Hanief Jauhari mengatakan ini merupakan pemboran perdana dengan target minimal memproduksi 200 barrels minyak bumi per hari.
“Ini untuk satu sumur 200 barrels, tapi untuk di lokasi ini jika berhasil bisa memproduksi 6 sumur,” beber Hanief di kesempatan itu.
Untuk menuju ke Rig sumur UMM, wali kota dan rombongan tidak melalui jalan darat, namun jalur sungai Mahakam, yang difasilitasi speed boat Pertamina dengan jaminan keamanan dan dipandu staf Relation Pertamina EP Field Sangasanga Januar Hidayat.
Jika melalui jalur darat, jaraknya mencapai 50 KM dengan melalui akses jalan tambang. Ike
 
 

200 PNS Pemkot Terima Satyalencana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun 2014, kemarin (13/08) sebanyak 200 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda mendapat penganugerahan Satya Lencana Karya Satya. Penyematan penghargaan dari Presiden RI ini dilakukan Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail di rumah jabatan Jl S Parman.
Dalam arahannya pagi itu Wawali  meminta kepada PNS yang mendapat kepercayaan menerima penghargaaan ini agar bisa menjaga dan memelihara dengan sebaik-baiknya.
”Karena penghargaan ini tidaklah secara otomatis bisa diberikan kepada pegawai dengan masa pengabdian tertentu, melainkan berkaitan pula dengan loyalitas pegawai bersangkutan yang tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin dalam ukuran apapun,” tandasnya.
Untuk itu ia mengingatkan agar penghargaan tadi bisa dijaga dan dipertahankan melalui cerminan pelaksanaan tugas sehari-hari.
”Pegawai adalah pelayan masyarakat, laksanakan semua tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, dan jangan lupa jadikan tugas pengabdian ini sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Berkaitan penerima Satya Lencana Karyasatya kali ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah  Kota Samarinda Adji Syarif Hidayatulah menguraikan untuk satya lencana 10 tahun terdiri dari 108 orang dimana terdiri dari 76 orang tenaga pendidik dan 32 orang pejabat struktural.
Sedangkan 55 orang penerima satya lencana 20 tahun  terdiri dari 52 orang tenaga pendidik dan 3 orang pejabat struktual.”Ditambah penerima satya lencana untuk masa bakti 30 tahun sebanyak 37 orang terdiri tenaga pendidik 37 orang dan pejabat struktural 8 orang. ”Dari penerima penghargaan tadi beberapa diantaranya ada yang akan memasuki masa purna tugas,” kata Dayat sapaan akrabnya. Ike.

PDGI Samarinda Gelar Operasi Bibir Sumbing

Gratis Bagi Warga,Berakhir Hingga 31 Desember
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jelang peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional yang jatuh pada 16 September mendatang, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Samarinda kembali menggelar bhakti sosial. Kali ini program peduli kasih berupa operasi bibir sumbing secara gratis telah dilaksanakan mulai Rabu (13/08) kemarin.
Ketua PDGI Samarinda Drg Aprilia mengatakan kalau  program ini agenda tahunan setiap menjelang Hari Kesatuan Gigi Nasional.”Tahun ini kami bekerjasama dengan Rumah Sakit Haji Darjat sebagai tempat untuk menggelar operasi tersebut,” ungkap Aprilia.
Menurut Kepala Puskesmas Wonorejo ini operasi bibir sumbing tadi bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terkhusus para penderita bibir sumbing. Sehingga setelah operasi nanti jelas ia diharapkan bisa lebih menjadi percaya diri.”Untuk itu kegiatan ini kami gelar hingga akhir Desember dan gratis,” kukuhnya. Dia mengutarakan saat soft launching kemarin sedikitnya ada empat orang pasien yang sudah melakukan operasi tahap pertama. Pihaknya juga sambung dia  masih menerima bagi warga Samarinda yang ingin mendapat pelayanan operasi hingga sampai tahap kontrol pasca operasi. Caranya mudah urai dia, cukup dengan mendatangi seluruh puskesmas untuk mendaftarkan diri.
”Nantinya pihak puskesmas yang akan melakukan screening dan uji awal melalui tes laboratorium sebelum melakukan tahap operasi dan tentunya semua itu gratis,” kata Aprilia.
Adapun syarat-syaratnya  Pria atau wanita berumur minimal 3 bulan, Hb tidak kurang 10 mg/dl, Leukosit tidak lebih 10.000 berat badan tidak kurang dari 5 Kg dan celah langit-langit bias 1,5 tahun lebih. “Intinya kegiatan yang kita lakukan ini merupakan kontribusi PDGI kepada warga Samarinda yang membutuhkan,” ucapnya mengakhiri. Ike

4 Simpangan Terkontrol dengan ATCS

Samarinda, Poskota Kaltim
Bagi pengendara kendaraan harap berhati-hati jika melintasi areal persimpangan yang ada di kota samarinda , apalagi jika akan berlaku nakal misalnya menerobos lampu pengatur lalu lintas atau melakukan kejahatan.
Pasalnya saat ini 4 simpangan yang ada di kota Samarinda telah terpasang alat pengontrol lalu lintas yang berfungsi untuk Mengatur Ritme Lalu Lintas, Pantau Kemacetan Imbas Banjir, hingga Rekam Lakalants dan Kriminalitas
BAGI Mereka yang sering melakukan pelanggaran lalu lintas maupun kriminalitas di area persimpangan jalan, penerapan teknologi Area Traffic Control System (ATCS) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda di 24 titik simpangan dari 34 titik se Samarinda, tentunya menjadi kabar buruk. Mereka secara otomatis bisa terekam melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas.
“Nomor polisi kendaraannya pun bisa terpantau, karena kualitas dari kamera CCTV sangat mendukung. Begitu juga ketika ada kriminalitas, sistem ATCS di pusat kontrol ATCS di kantor kami bisa merekamnya secara otomatis. Bahkan kecelakaan besar di Tengkawang pun, terekam di sini,” ucap Kepala Dishub Samarinda H Abdulah kepada media ini di ruang pusat kontrol ATCS di Dishub Samarinda, Rabu (13/8) kemarin.
Jadi keberadaan ATCS bukan hanya sebatas penataan ritme lalu lintas dalam melakukan rekayasa lalu lintas sehingga diperoleh kondisi pergerakan lalu lintas secara efisien.
Di sini lanjut abdula bisa dilakukan penataan siklus lampu lalu lintas berdasar input data lalu lintas yang diperoleh secara real time melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas pada titik-titik persimpangan. Penentuan waktu siklus lampu persimpangan dapat diubah berkali-kali dalam satu hari sesuai kebutuhan lalu lintas paling efisien yang mencakup keseluruhan wilayah tersebut.
 “kita bisa memantau banjir, dan bisa langsung menurunkan petugas kami untuk turun mengatur arus lalu lintas karena pasti menyebabkan kemacetan,” imbuh Abdulah lagi.
Setiap peristiwa di persimpangan bisa tidak luput dari pantau dan terekam. “Polantas yang menilang saja bisa terlihat, bahkan perampokan di salah satu rumah di sekitar simpang juga terekam di sini. Keberadaannya multifungsi dan memberikan kemaslahatan,” kata Abdulah.
ATCS Dishub Samarinda yang merupakan bantuan dari APBN dan operasional dengan APBD kota ini salah satu yang terbaik di nasional.
“Kita juga pernah kedatangan kunjungan studi banding dari Bandung,” ucap Abdulah seraya menyebutkan pusat kontrol ATCS dikendalikan 3 operator. Ike.

Polresta Samarinda Himbau masyarakat Taat Berlalulintas

Didiq : Angka Kecelakaan Meningkat

Samarinda,Poskota Kaltim
Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan Protokol Kota Samarinda membuat jajaran Polresta Samarinda kembali mengingatkan agar masyarakat pengguna jalan di Ibukota Propinsi Kalimantan timur ini taat dan tertip dalam berlalu lintas.
Peningkatan jumlah kendaraan tanpa dibarengi dengan peningkatan ruas jalan di kota Samarinda membuat angka kecelakaan lalulintas di kota ini sangat tinggi.
Bisa dilihat periode juli hingga Agustus 2014 saat ini angka kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda meningkat bahkan angka ini diberengi dengan meningkatnya jumlah korban yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta SIk yang didampingi Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol DidiqSIK mengatakan bahwa kurang sadarnya warga Samarinda berlalu lintas membuat Angka kecelakaan lalu lintas meningkat.
Seperti yang terjadi Kamis pagi seorang pengendara motor merenggang nyawa di jalan kadrie Oening akibat menabrak sebuah Truk yang datang dari arah berlawanan.
Pengendara motor yang datang dari arah Simpang air Hitam memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi, sementara truk pengangkut pasir yang datang dari arah Suryanata dengan kecepatan sedang menuruni tanjakan di depan kompleks perumahan Kehutanan.
diduga karena kaget keduanya tidak bisa menghindari terjadinya kecelakaan, benturan yang cukup keras antara keduanya menyebabkan pengemudi kendaraan roda dua langsung tewas di lokasi kejadian.
Kasusnya kini ditangani oleh unit laka Polresta Samarinda.
Sebelumnya diduga sang sopir mengantuk sebuah kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan mini bus terjadi di di jalan Gajah mada beberapa waktu lalu, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun akibat kejadian ini antrian kendaraan memanjang hingga 4 km dari arah luar kota Samarinda.
Petugas dan warga yang melintasi jalan gajah mada akhirnya bergegas mengevakuasi 4 mobil mini bus yang terlibat tabrakan beruntun, kerusakan yang cukup parah yang dialami tiga mobil dari 4 mobil yang terlibat tabrakan membuat ketiganya harus didorong.
Tabrakan bermula dari sebuah mobil minibus merk toyota fortuner dengan nomor polisi  KT 1054 CW yang dikemudikan Hermanto warga handil kabupaten kutai kartanegara yang melaju dari luar kota menuju ke jalan gajah mada, menabrak mobil inova kt 1219 kb yang dikemudikan subekti warga samarinda  yang saat itu sedang berhenti menanti trafik light di simpangan jalan gajah mada – cermai.
Kerasnya tabrakan membuat mobil Inova yang dikemudikan subekti kembali menabkar mobil avanza KT 1915 N yang dikemudikan nur supriyadi dan berakhir pada kendaraan toyota strada B 942 BBC yang dikemudikan Daniel .
Akibat tabrakan beruntun ini membuat jalan protokol yang menjadikan kemacetan cukup panjang, sejumlah pengendara juga terlihat memilih menonton kejadian ini.
Sri Hartika saksi mata mengatakan bahwa saat kejadian kondisi jalan gajah mada lengang, kendaraan yang melintas juga hanya beberapa kendaraan, namun ia tidak mengetahui pasti terjadinya tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari kendaraan itu.
"jalan kosong sebelum kejadian, saya aja kaget tiba tiba terdengar bunyi benturankeras," kata Sri Hartika, pedagang bensin eceran di jalan gajah mada.
3 pengendara kendaraan mini bus yang terlibat kecelakaan beruntun dan mengalami kerusakan cukup parah langsung melakukan pembicaraan dengan difasilitasi aparat kepolisian, sementara satu mobil toyota strada yang berada paling depan tidak mengalami kerusakan memilih melanjutkan perjalanan.
Nur Supriyadi salah seorang pengemudi mobil yang terlibat tabrakan mengaku bahwa ia tiba-tiba saja ditabrak oleh pengemudi yang berada dibelakangnya saat antri melintasi trafik light.
"Alasanya pengemudi Fortuner ia tidak melihat jalan karena saat kejadian ia sedang memperhatika SPBU yang ada diseberang jalan, tiba tiba saja tidak sengaja kakinya terinjak gas," kata Nur.
Disinggung menegnai proses ganti rugi Nur menegaskan bahwa pemilik Fortuner berjanji akan mengganti semua kerusakan.
sementara itu untuk mengungkap penyebab tabrakan beruntun itu unit laka polresta samarinda langsung turun ke tkp untuk melakukan olah tkp.
Tingkat kepadatan kendaraan dan bagan jalan yang kurang seimbang dapat menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan. Yang dapat terjadi kapan saja" tegas Kasat Lantas..Ike/ Opi

Pembatasan BBM Membuat Solar Subsidi Diselundupkan

Samarinda, Poskota Kaltim
Pasca kebijakan pemerintah yang mengeluarkan pengendalian pendistribusi solar bersubsidi dengan memberikan batas waktu penjualan Bahan Bakar Minyak Jenis SOlar disejumlah Stasiun   Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jenis Solar, keberadaan BBM ini semakin langka.
Sejumlah SPBU terlihat tertulis papan Solar dalam Pengiriman, sementara disejumlah SPBU yang masih ada BBM jenis Solar subsidi justru terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.
Sungguh Dramatis disatu negara yang memiliki Sumber Daya Alam Minyak Bumi yang cukup berlimpah, rakyatnya kesulitan mendapatkan minyak untuk kendaraan transportasi.
Sistem pengelolaan yang tidak benar membuat persoalan klasik ini terus berulang apalagi lembaga yang dibentuk pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM ini ternyata belum bisa secara maksimal mencegah penyelewengan penggunaan BBM  bersubsidi.
ujungnya adalah munculnya satu kebijakan pemerintah yang membatasi waktu penjualan bbm bersubsidi ternyata dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang mencoba mengambil keuntungan dari kebijakan pemerintah ini,  bahkan aksi yang dilakukan kian berani, dengan menggunakan tangki modifikasi didalam mobilnya,  mobilnya pun mobil keluaran terbaru.
terbukti petugas satuan polisi pamong praja pemkot Samarinda berhasil mengamankan 4 mobil yang sedang antri di SPBU  milik pertamina di jalan Selamet Riyadi, dengan menggunakan tangki modifikasi dan jerigen yang terisi penuh solar yang diduga di beli dari SPBU di kota Samarinda, dari keempat mobil petugas berhasil mengamankan 620 liter solar.
Empat mobil yang diamankan petugas satpol pp langsung dibawa ke mako satpol pp untuk didata dan diserahkan ke penyidik kepolisian polresta Samarinda.
"Kita dapat laporan dari warga bahwa mobil-mobil yang digunakan pengetap solar umumnya berkaca gelap. setelah kami periksa benar awalnya kami dapatkan Dua mobil berisi solar dalam jeriken dan tangki modifikasi di dalam mobil," kata Ibnu.
Saat di SPBU COCO Pertamina Jl Slamet Riyadi lanjut Ibnu, beberapa mobil yang tengah antre mengisi solar kabur setelah mengetahui kedatangan puluhan personel petugas gabungan. Empat mobil beserta sopirnya, tepergok dan tidak dapat menghindari petugas.
Empat mobil tersebut adalah mobil Kijang Innova Hitam KT 1918 BY, Toyota Kijang LSX KT 1208 AP, Toyota Kijang LSX Hitam KT 1737 AQ serta Toyota Kijang Biru KT 1630 AQ. Setelah diperiksa, 120 liter solar ditemukan dalam 6 jeriken di mobil Kijang KT 1208 AP dan 500 liter solar ditemukan di mobil Kijang KT 1630 AQ yang dimuat dalam tangki modifikasi. Kesemua mobil berkaca gelap saat antre di SPBU tersebut.
"Dua mobil lainnya, tangki modifikasi di dalam mobil dan di bagian bawah mesin, tidak ada isinya. Ini kami proses dan segera kami serahkan ke Polresta Samarinda," jelas Ibnu. M4n

Disbudpar dan Kominfo Samarinda Gelar Workshop

Samarinda, Poskota Kaltim
Dinas Kebudayaan , Pariwisata dan Komunikasi Informasi (Disbudpar dan Kominfo  ) kota Samarinda menggelar workshop  mengenai penulisan  berita  dan foto dalam rangka meningkatkan wawasan  Pegawai Negeri Sipil (PNS)  dilingkungan  pemerintah kota Samarinda  tentang Jurnalistik.
“Workshop ini  untuk menambah wawasan  PNS agar mengetahui  cara-cara penulisan  sebuah berita , dan  menyajikan  sebuah foto yang menarik di Koran ,” kata Kepala Disbudparkominfo Kota Samarinda, HM. Faisal di Hotel Amaris , beberapa waktu lalu.
Menurutnya kegiatan workshop  tentang  penulisan berita dan foto  ini  dilatar belakangi
banyaknya anggapan  bahwa  masyarakat  tidak mengetahui  apa saja yang dikerjakan oleh pegawai  negeri  dilingkungan Pemkot Samarinda .
“Anggapan itu muncul karena masyarakat minim mendapatkan informasi tentang  program Pemkot  dan kinerja  pegawai , padahal Pemkot Samarinda  sudah banyak berbuat untuk pembangunan dan menataan kota Samarinda  serta pelayanan  terhadap masyarakat.,” katanya.
Dikatakannya  salah satu cara untuk menepis anggapan itu ,perlu  meningkatkan kinerja pegawai  terutama  berkaitan dengan kehumasan , karena segala informasi kinerja  dapat disebarluaskan melalui humas.
Diakui Faisal  bahwa    staf yang ada di bagian kehumasan  kuirang memahami bagaimana penulisan sebuah berita  yang menarik  yang menjadi perhatian masyarakat, selain itu foto –foto  yang ditampilkan terkesan monoton,serimonial dan kurang menarik.
Faisal mengaku bahwa  permasalahan yang mendasar  pegawai yakni kurang memahami bagaimana menulis sebuah berita yang menarik , agar  masyarakat  tertarik untuk membacanya. Tak hanya itu, foto yang ditampilkan juga  terkesan monoton, seremonial, dan kurang menarik.
“Workshop dilaksanakan selama dua hari,  satu hari  digunakan untuk mendapatkan teori dan satu hari lagi untuk praktek  foto di lapangan, “katanya.
Adapun dua pembicara yang memberikan materi  mengenai pengenalan jurnalistik dasar, terkait penulisan berita dan berita foto, yakni Akbar Ciptanto dan Irfan Aditama..
Dalam materinya, Akbar Ciptanto lebih banyak mengupas perbedaan dasar penulisan berita straight news, feature, dan artikel atau opini. Yang menjelaskan  teknik penulisan berita dengan menggunakan metode piramida terbalik.
Sementara itu, Irfan Aditama memberikan materi  mengenai teknik pengambilan sudut pandang sebuah foto sehingga menarik untuk dipandang, serta mampu menceritakan peristiwa yang terjadi hanya dengan melihat foto tersebut tanpa disertai berita pendamping. M4n

Bantah Isis, Pimpinan Jemaah akui ajaran yang dibawa untuk Persatuan

Samarinda, Poskota Kaltim
Pimpinan jemaah Khalifatul Muslimin membantah ajaran yang dibawanya adalah ajaran sesat, ia menegaskan bahwa ajaran yang dibawanya adalah untuk mempersatukan umat yang ada di Dunia untuk bernaung dibawah satu khilafah.
Khilafatul Muslimin di Indonesia dibawa oleh Abdul qadir Hasan Bara  yang dipercaya menjadi kholifah atau Amirul Mu'minin di tingkat Indonesia sejak tahun 1997 .
Hal ini diungkapkan Kusmadi Warga Rt 12 Jahap Kabupaten Kutai Kartanegara Kamis (14/8) kemarin
KUsmadi mengatakan bahwa Ajaran yang dibawanya sudah ada sejak lama, dan di Indonesia dibawa oleh Amirul Mu'minin Abdul Qadir Hasan Bara yang merupakan lulusan pondok pesantren Gontor Jawa Timur pada tahun 1965 dan saat ini menetap dilampung.
Berdasarkan arahan dari Amirul Mu'minin Abdul Qadir Hasan Bara jamaah Khilafatul Muslimin ini berazaskan Islam dan kemerdekaan, bertujuan memakmurkan bumi dan mensejahterakan umat, melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rasul-Nya bersama kebebasan penerapan ajaran semua agama sebagai “PRINSIP DASAR JAMAAH” tanpa memperkenankan seorang warganya membuat aturan/ketentuan/norma-norma yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri.
Kustandi menegaskan bahwa Khilafatul Muslimin bertujuan untuk Mengajak umat Islam sebagai Khalifah fil ‘Ardhi, pengemban amanah dimuka bumi untuk dilaksanakan sesuai dengan Amanah yang diberikan oleh Pemberi Amanah yaitu Allah Rabbul ‘Alamin.
Selain itu Mengajak umat Islam menyambut datangnya kembali masa “Khilafah Alaa Minhajin Nubuwwah”, hal ini dapat dilakukan dengan cara memulai dengan mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Kustandi juga tidak menekankan tindakan jihad kepada anggotannya namun justru mengajak masyarakat untuk menuju Kehidupan berjama’ah dalam system kekhilafahan seperti kehidupan kaum Muhajirin dan kaum Anshar atau shalafush shalih, yaitu mempunyai Ulil Amri / Amirul Mu’minin / Khalifah, yang tidak hanya dibatasi oleh keberhasilan, kemenangan, kekuasaan dan kekuatan fisik semata, dan tidak pula dibatasi oleh teritorial wilayah tertentu, tidak juga dibatasi oleh suku bangsa tertentu dan lain-lain.
kami tidak membatasi agama yang dianut lanjut Kustandi, dibeberapa daerah anggota kami justru beragama nasrani, namun karena memiliki kesamaan visi maka kami bisa bergabung dalam satu faham yakni Khilafatul Muslimin.
Tujuan kami jelas yakni menyerukan kepada umat Islam diseluruh Dunia untuk segera meninggalkan firqah, perpecahan, pertikaian, fanatik golongan, fanatik suku / bangsa, fanatik aliran mazhab, terjebak dalam masalah khilafiah ubudiyyah.
Kami Menyerukan kepada umat Islam untuk bertauhid yang bersih kepada Allah dan menjauhi Thaguth, beraqidah yang shahih, berilmu yang benar dan juga harus berkepemimpinan yang benar.
"Berfikir yang benar yaitu bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah Ash Shahih dan menegekkan sistem kepemimpinan yang benar (Khilafatul Muslimin) adalah menjadi wajib hukumnya," tegas Kustandi.
Kustadi menekankan bahwa  Bersatu (Berjam’ah) adalah rahmat dan berpahala sedangkan berfirqah (berpecah belah) adalah adzab dan berdosa. M4n

Kapolres akui beda, Namun Tetap Meningkatkan Kewaspadaan

Ajakan Paham Mirip Isis Beredar di Kukar

Samarinda, Poskota Kaltim
Dua kali menjadi tempat pelarian pelaku teroris membuat jajaran Polres Kutai Kartaengara meningkatkan kewaspadaan terkait beredarnya faham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang saat ini marak beredar.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Abdul Karim Sik mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran faham yang cukup ramai dibicarakan di dunia Internasional itu.
Abdul Karim mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi masuknya faham sejenis diKabupaten Kutai Kartanegara, dan saat ini telah dalam pengawasan Polres Kutai Kartanegara.
"Beberapa waktu lalu kami mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan janji setia atau Baiyat oleh pimpinan faham yang menamakan diri Khalifatul Muslimin," Kata Abdul karim diruang kerjanya Kamis (14/8) kemarin.
Kapolres mengatakan bahwa jajaranya terus mengawasi indikasi pergerakan ISIS didaerahnya, meski baru Indikasi namun pihaknya tidak ingin kecolongan.
Abdul Karim mengatakan bahwa berdasarkan hasil deteksi yang dilakukan jajarannya Khalifatul Muslimin merupakan Faham yang berpusat di bandar Lampung yang dipimpin oleh seorang Amirul Mu'minin bernama Abdul Qadir Hasan Bara.
Faham ini dibawa oleh seorang petani di desa Jahab KM 7 yang baru saja pulang dari Sorong Papua Barat. Faham ini kemudian dibawa ke Kukar dan dikembangkan diwilayah ini.
Untuk saat ini penyebarannya masih terbatas dilingkungan Masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya.
"Saat ini perkembangan faham ini terus kami awasi, jika kami melihat menyimpang maka akan langsung kita beri tindakan tegas," kata Abdul Karim.
Disinggung mengenai faham Khalifatul Muslimin Abdul karim mengatakan bahwa saat ini ajaran yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan faham yang dibawa oleh Ormas Islam lainnya , baik itu cara sholat hingga amalan-amalan yang dipergunakan.
Namun dalam pemeriksaan yang dilakukan jajarannya Khalifatul Muslimin mengaku memiliki tujuan untuk   Mengajak umat Islam bersatu dalam satu Jama’ah, satu Imamah dan dalam satu system yang Haq yaitu system Khilafah.
Beberapa sumber mengatakan bahwa mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI, namun hal itu masih kami terud dalami.
"JIka itu benar maka kami akan lakukan tindakan tegas, karena ini sudah pasti mengancam kedaulatan negara," tegas Abdul karim.
Saat ini lanjutnya kami masih mencari Amir atau pimpinan wilayah organisasi ini di tingkat Kaltim yang terdeteksi berada di Balikpapan.
"Jika ada kamai akan lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," lanjutnya. M4n

Mulai Agustus, Pengguna Narkoba Direhabilitasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
BNN  Komisaris Jenderal Pol Dr Anang Iskandar mengatakan, mulai pertengahan bulan ini, tepatnya pada Bulan Agustus 2014, para pengguna narkoba yang tertangkap tidak akan lagi dikenai sanksi kurungan penjara, melainkan bagi mereka yang terbukti sebagai pengguna murni, akan langsung menjalani proses rehabilitasi.
"Dalam implementasi ini, setiap penyalahgunaan yang tertangkap akan langsung diproses assesment. Jika terbukti sebagai penyalahguna narkoba akan langsung direkomendasi untuk rehabilitasi, yang artinya mulai dari proses penyidikan sudah tidak ditahan tetapi direhabilitasi,"kata Anang Iskandar kepada media usai  acara Sosialisasi Operasional Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda Kaltim, beberapa hari lalu
Dikatakan, peraturan bersama itu dibentuk BNN bersama Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kemenkum HAM, Kemensos dan Kemenkes. Dengan berlakunya peraturan ini, maka pengguna atau penyalahguna narkoba tidak ditahan di penjara, melainkan direhabilitasi.
Dengan peraturan bersama tersebut, lanjutnya, penanganan penyalahguna narkoba yang tertangkap tidak akan lagi dipenjara. Penerapan Perber itu sendiri, saat ini, akan dilaksanakan di 16 kota. Kota-kota tersebut, yang nantinya akan menjadi pilot project, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Tangerang Selatan, Semarang, Surabaya, Makassar, Maros, Samarinda, Balikpapan, Padang, Sleman, Pontianak, Banjar Baru, Mataram, dan Kepulauan Riau.
“Sosialiasi ini tidak hanya berlaku bagi badan narkotika tingkat kota dan provinsi, tetapi juga di tingkat Polres dan Polsek di 16 kota yang menjadi pilot project, “ungkapnya
Nantinya akan dilakukan evaluasi secara berkala karena pelaksanaan peraturan ini juga masih tahap uji coba. Ditargetkan setiap tahunnya akan ada 400.000 pengguna yang dapat direhabilitasi, sehingga persoalaan penyalah guna narkoba di Indonesia dapat diselesaikan dalam tempo 10 tahun.
Ditambahkan, harapannya kedepan prevalensi pengguna narkoba yang mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk Kaltim dapat diturunkan. Kaltim berada di peringkat ketiga nasional dalam hal narkoba. Diperlukan kerjasama untuk memberantas peredarannya, oleh karena itu, diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan  terima kasihnya atas dukungan Pemprov Kaltim bersama kabupaten dan kota yang mendukung sehingga terbangun pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
“Terbangunnya pusat rehabilitasi di Kaltim ini merupakan pilot project secara nasional dan diharapkan nantinya menjadi rujukan bagi seluruh daerah dalam hal penanganan pengguna narkoba yang kembali pulih dan sehat,” ujar Anang Iskandar.
Anang menjelaskan undang-undang sudah diamanatkan setiap pengguna harus dipulihkan karena tergolong orang sakit yang harus disembuhkan, sehingga pembangunan pusat rehabilitasi merupakan upaya pemerintah untuk menyembuhkan pengguna narkoba.
Walaupun lanjut Anang tidak dipungkiri masih banyak aparat hukum yang memilih lebih baik menghukum pidana (kurungan) bagi pengguna ketimbang harus memvonis dengan hukuman pemulihan atau rehabilitasi.
“Dikhawatirkan, apabila pengguna narkoba dihukum kurungan akan bertemu dan berkumpul dengan pengedar yang notabene akan memberikan pengaruh buruk bahkan akan memperparah si pengguna selama menjalani hukuman pidana tersebut,” jelas Anang. mar

Sejumlah ATCS Pantau Kriminalitas di Persimpangan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Perhubungan Kota Samarinda, memantau berbagai pelanggaran lalu lintas maupun kriminalitas di sejumlah persimpangan melalui penerapan teknologi Area Traffic Control System (ATCS).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda H Abdulah mengatakan, berbagai pelanggaran dan tindak kriminal itu dapat secara jelas terekam melalui CCTV pemantau lalu lintas yang terpasang di 24 persimpangan jalan di daerah.
"Nomor polisi kendaraannya pun bisa terpantau karena kualitas dari kamera CCTV sangat mendukung. Begitu juga ketika terjadi aksi kriminalitas, sistem ATCS di pusat kontrol
di kantor kami (Dinas Perhubungan) bisa merekamnya secara otomatis," kata Abdullah.
Ditambahkannya, keberadaan ATCS itu bukan hanya sebatas penataan ritme lalu lintas dalam melakukan rekayasa lalu lintas sehingga diperoleh kondisi pergerakan lalu lintas
secara efisien, tetapi juga dapat memantau kemacetan yang disebabkan genangan air, kecelakaan serta kriminalitas.
Di pusat kontrol ATCS di Kantor Dinas Perhubungan Samarinda, dapat dilakukan penataan siklus lampu lalu lintas berdasar input data lalu lintas yang diperoleh secara "real time" melalui kamera CCTV pemantau lalu lintas pada titik-titik persimpangan.
Penentuan waktu siklus lampu persimpangan dapat diubah berkali-kali dalam satu hari, sesuai
kebutuhan lalu lintas paling efisien yang mencakup keseluruhan wilayah tersebut.
"Dari pusat kontrol ATCS petugas memantau banjir dan bisa langsung menurunkan petugas kami untuk turun mengatur arus lalu lintas karena pasti menyebabkan kemacetan," ujarnya.
Selain itu juga setiap di persimpangan bisa terpantau dan terekam. Polisi Lalu Lintas yang menilang saja bisa terlihat, bahkan perampokan di salah satu rumah di sekitar simpangan juga terekam. Jadi, keberadaan ATCS ini banyak
memberikan keuntungan.
ATCS milik Dishub Samarinda yang merupakan bantuan dari APBN dan APBD Kota Samarinda tersebut menurut dia merupakan salah satu yang terbaik secara nasional.
"Kami juga pernah kedatangan kunjungan studi banding dari Bandung. Pusat kontrol ATCS tersebut dikendalikan tiga operator. Dengan adanya ATCS ini diharapkan bisa membantu pihak kepolisian dalam memerangi kejahatan yang ada di Kota Samarinda," pungkasnya. aon

Lekop Dukung Penambahan Anggaran KONI Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim mendukung penambahan anggaran untuk KONI Kaltim dalam rangka  memenuhi kebutuhan melaksanakan program  persiapan atlet menuju PON 2016 di Jawa Barat.
Ketua Penasehat Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim, Ahmad Husry di Samarinda, Rabu, mengatakan, dengan target lima besar yang diusung oleh KONI Kaltim  pada PON 2016, maka perlu adanya dukungan dana yang cukup  dari Pemerintah Provinsi, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan atlet selama persiapan menuju PON.
Sayangnya, lanjut Husry dari Rp 144 miliar dana yang diusulkan KONI kepada Pemprov Kaltim melalui APBD 2015 hanya disetujui Rp25 miliar.
"Kalau diprosentasekan tidak ada 50 persen dari pengajuan anggaran yang diminta oleh KONI, tentunya akan menjadi tugas berat bagi KONI dalam melaksanakan program-programnya, "urai Husry.
Dengan kondisi tersebut  Husry menyarakan kepada KONI untuk menjalin komunikasi lebih intensif dengan Pemprov Kaltim, supaya kebutuhan dana yang diperlukan bisa ada solusi.
"Minimal ada pemecahannya di anggaran perubahan tahun depan, ataupun mungkin dicarikan solusi lainnya oleh pemerintah," terang Husry.
Husry menilai minimnya dana yang diterima KONI, 2015 mendatang disebabkan kurang harmonisnya komunikasi antara pengurus KONI dan Gubernur Kaltim.
“Menurut kami pengajuan anggaran itu perlu dijelaskan secara rinci, Rp 144 miliar itu untuk apa saja. Berapa kebutuhan atlet agar bisa meraih emas, sehingga Gubernur mengerti,” tegas Husry.
Bila perlu, kata Husry, pengurus KONI Kaltim mengajukan usulan anggaran yang patriotik dengan mengutamakan kebutuhan atlet.
“Ajukan anggaran yang realistis,  Bahwa anggaran ini benar-benar untuk atlet dan pelatih. Bukan untuk pengurus,” urai Husry.
Lekop sendiri sejatinya telah menyusun kajian kebutuhan dana untuk bidang olahraga dengan target lima besar di PON Jabar nanti. Berdasarkan kajian Lekop, untuk mendapatkan satu medali emas diperlukan biaya pendanaan sekitar Rp 4,9 miliar. Sementara, untuk duduk di posisi lima besar, Lekop menghitung Kaltim paling sedikit harus meraih 42 medali emas.
“Dana tersebut bisa digulirkan selama empat tahun, mulai dari persiapan, pra PON, dan PON sendiri. Dan itu baru hitungan untuk atlet dan pelatih sendiri, belum termasuk operasional pengurus,” sebut Husry.
Husry berharap pengurus KONI saat ini lebih jeli dalam mengelola dana pembinaan dari pemerintah. “Ya kalau bantuan yang diberi tetap minim. KONI harus berani mengubah strategi pembinaan. Misalnya yang dibina hanya yang berpotensi meraih emas saja. Jadi bukan membina pemula lagi. Tapi kuncinya komunikasi yang harmonis dengan Pemprov,” tegas Husry. at

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Rasa Syukur Pencapaian Kemerdekaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim, M Mukmin Faisyal HP mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan rasa syukur atas pencapaian kemerdekaan yang direbut dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan tersebut.
“Rasa syukur dapat diwujudkan dengan bekerja keras sesuai bidang tugas masing-masing. Ini merupakan tindakan paling tepat dilakukan dalam rangka mengisi kemerdekaan,” kata Mukmin ketika ditemui seusai menghadiri ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, warakauri, dan angkatan 45, di Pendopo Lamin Etam, beberapa hari lalu.
Menurut Mukmin, perjuangan dalam pelaksanaan pembangunan bukan lagi berperang melawan penjajah, melainkan menyelesaikan masalah pembangunan seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidak merataan pembangunan.
Oleh sebab itu, generasi penerus diharap mencontoh semangat kejuangan yang dimiliki para perintis kemerdekaan untuk terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan pembangunan. Termasuk harus terus meningkatkan kapasitas diri untuk menjawab tantangan perkembangan jaman yang semakin komplek dan beragam.
“Paling tidak ini menunjukan rasa syukur kita atas kemerdekaan yang dipersembahkan para perintis kemerdekaan, veteran, warakauri, purnawirawan, dan angkatan 45. Sebab apa yang dihasilkan  telah memberikan kita kebahagian luar biasa. Tanpa apa yang diperjuangkan kita tidak bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan ramah tamah, Mukmin mengaku kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan lingkup Kaltim dalam rangka mempererat silaturahim dengan para perintis kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi media komunikasi untuk memperoleh masukan pembangunan.
“Hingga saat ini kita masih berharap dukungan veteran memberikan masukan. Ada hal yang tidak kita miliki mereka miliki. Pengalaman panjang yang mereka miliki setiap saat masih dibutuhkan untuk mendukung pembangunan,” tandasnya
Mukmin mengatakan semangat yang telah ditunjukan para veteran dalam berjuang melawan penjajah patut dicontoh, termasuk perjuangan para purnawirawan, wredatama dan warakawuri selama ini.
"Apalagi jasa para veteran, purnawirawan, wredatama dan warakawuri telah memberikan kebahagian kepada masyarakat di Indonesia, terutama di daerah ini. “Tanpa perjuangan yang dilakukan para veteran, purnawirawan, wredatama dan warakawuri tentu kita semua tidak bisa menikmati kemerdekaan yang ada saat ini. Karena itu, semangat perjuangan yang dilakukan para pejuang tersebut patut dicontoh,” kata Mukmin
Selain itu, pemikiran dan saran, serta kritik yang dilakukan para pejuang tersebut tentu sangat diperlukan. Karena, ada pemikiran yang tidak dimiliki pemerintah tentu dimiliki para pejuang tersebut.
Apalagi pengalaman yang dimiliki para pejuang sangat banyak, sehingga wajar jika pemerintah perlu menerima masukan dari pemikiran yang diberikan. “Yang jelas pemerintah tetap memandang saran dan kritik yang diberikan adalah hal yang baik bagi kemajuan pembangunan daerah ini. Karena itu, kami sangat terbuka jika ada saran dan kritik yang diberikan para pejuang di Kaltim,” jelasnya.
Melalui perjuangan yang telah dilakukan para pejuang, tentu berbagai penghargaan patut diberikan. Mulai dari perhatian terhadap pejuang tersebut maupun anak, cucu maupun istri pejuang.
Apalagi, Presiden RI telah menetapkan bahwa istri, anak dan cucu veteran dan semua pejuang patut diberikan penghargaan. “Perjuangan mereka sangat luar biasa dalam mewujudkan kemerdekaan ini. Karena itu, wajar penghargaan diberikan. Bahkan, Kaltim telah memberikan bantuan beasiswa kepada anak dan cucu veteran dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya. mar

PNS Pemprov Terima Satyalencana Karya Satya

Gubernur : Momentum Tingkatkan Prestasi Kerja

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap penganugerahan tanda kehormatan Presiden RI satyalencana karya satya yang diberikan kepada PNS di lingkungan Pemprov Kaltim dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan prestasi dan kinerja, sehingga program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Karena dengan pengharagaan tersebut pegawai yang menerima dinilai mampu melaksanakan tugas dengan baik, menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kecakapan, kedisiplinan dan pengabdian serta bekerja dengan baik terus menerus sekurang-kurangan 10 hingga 30 tahun. Bahkan tidak pernah menerima hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat.
“Saya sangat bangga atas penghargaan yang diberikan kepada seluruh pegawai Pemprov Kaltim. Diharapkan, hal ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja dan prestasi yang telah dicapai selama ini, sehingga program kerja yang direncanakan dapat dilaksanakan lebih baik,” kata Awang Faroek Ishak saat penganugerahan tanda kehormatan Presiden RI satyalencana karya satya yang diberikan kepada PNS di lingkungan Pemprov Kaltim di Pendopo Lamin Etam Samarinda, Kamis (14/8).
Anugerah tersebut merupakan tanda kehormatan dari Negara. Penghargaan tersebut sesuai PP 25/2014 tentang tanda kehormatan satyalancana karya satya. Bahkan penyampaian tersebut dilakukan pada hari-hari besar, terutama di Hari Kemerdekaan tahun ini.
Karena itu, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pegawai yang menerima penghargaan tersebut. “Meski demikian, kami berharap prestasi dan kinerja atas pengabdian yang dilakukan selama ini terus ditingkatkan. Sehingga kinerja instansi di tempat bekerja dapat berkembang baik dan lebih maju,” jelasnya.
Selain itu, tanda kehormatan yang telah diraih dapat dijaga dengan baik. Karena, jangan sampai ada prilaku yang tidak patut dilakukan, sehingga mengakibatkan tanda kehormatan tersebut dicabut dan dikembalikan kepada Negara.
Karena penghargaan ini sebagai wujud penghargaan yang akan diperhitungkan oleh Negara dan pemerintah kepada PNS. Misal, untuk kenaikan pangkat, pertimbangan untuk pemberian insentif. “Karena itu, penghargaan ini sangat bernilai dan mengandung makna yang sangat dalam, yaitu sebagai suatu kebangaan dan kewajiban untuk menjaganya dengan cara memperbaiki diri sebaik-baiknya,” jelas Awang.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan jumlah pegawai yang menerima penghargaan tersebut sebanyak 235 orang, terdiri dari pengabdian 10 tahun sebanyak 65 orang, 20 tahun 120 orang dan 30 tahun 50 orang.
“Penghargaan ini sesuai usulan gubernur kepada Sekretariat Negara. Usulan ini, tentu ada syaratnya, missal 10 tahun telah bekerja diatas 12 tahun, 20 tahun 22 tahun keatas dan yang ke 30 tahun juga demikian. Semua usulan tentu tidak semua dipenuhi. Karena juga dinilai sesuai dengan kinerja yang baik, dan berkelakuan baik,” jelasnya.
Sedangkan yang menerima, juga bisa dicabut, jika yang bersangkutan melakukan perbuatan tercela atau mendapatkan tindakan hukum kriminal atau pidana, maka bisa ditarik kembali oleh Presiden sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
“Mudah-mudahan mereka bisa menjadi teladan bagi PNS yang lain. Karena tidak semua pegawai yang menerima. Jadi, dari 7.428 orang di lingkungan Pemprov Kaltim tahun ini hanya 235 orang yang menerima penghargaan tersebut,” jelasnya. mar

Bupati dan Walikota se-Kalimantan Deklarasi Gerakan Bebas Sampah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, Riza Indra Riyadi mengatakan,  bupati/walikota se Kalimantan direncanakan mendeklarasikan gerakan bebas sampah untuk seluruh kota-kota di Kalimantan. Deklarasi yang rencananya disaksikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Berth Kambuaya ini merupakan gerakan nasional ‘deklarasi menuju Indonesia bersih 2020’ untuk mengurangi sampah melalui pembudayaan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sampah.
“Intinya deklarasi merupakan kesatuan aksi seluruh bupati/walikota se Kalimantan mengelola sampahnya dengan baik. Diantaranya mebudayakankan pengelolaan dengan pola 3R. Termasuk pembentukan bank sampah untuk menunjang pengelolaan pola 3R dimaksud,” kata  Riza Indra Riyadi ketika dikonfirmasi baru-baru ini.
Deklarasi yang sebelumnya dilakukan di Surabaya bertepatan peringatan hari peduli sampah 2014 tersebut rencananya dilaksanakan pada 20 Agustus 2014, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peluncuran Kebun Raya Balikpapan (KRB), Kilometer 15 Balikpapan yang juga akan dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) RI, dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Setelah deklarasi, Riza berharap pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, dan menunjang kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak lagi sebatas dibungkus kemudian dibuang, tapi diolah menjadi sumberdaya berupa bahan yang dapat di daur ulang, maupun menjadi sumber energi.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi ditemukan sampah disembarang tempat. “Selain menggangu estetika (keindahan) kota, sampah menjadi sumber penyakit, dan itu menjadi faktor penyebab penularan penyakit ke masyarakat,” sebutnya.
Diakui Riza, sebagian besar kabupaten/kota di Kaltim sudah menerapkan pengelolaan sampah dengan pola 3R. Sebab, pengelolaan sampah dengan pembakaran terbuka sudah dilarang diterapkan.
Metode yang dianjurkan pemusnahan sampah dengan metode sanitary landfill atau membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkannya, kemudian menutupnya dengan tanah.
Meski begitu, Riza menilai deklarasi tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran setiap individu untuk tidak membuang sampah sembarang tempat dan membuang sampah pada waktu yang ditentukan sangat dibutuhkan.
“Tanpa kesadaran pribadi tidak mungkin. Padahal aturan hukumnya ada. Setiap kabupaten/kota sudah membuat perda sampah yang mengatur tempat dan waktu membuangnya. Tapi memang pengawasannya yang susah, sehingga masih perlu ditingkatkan,” tandasnya. mar

Rancangan KUA dan PPAS APBD 2015 DiSetujui

Dewan Minta Optimalkan PAD


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemerintah Provinsi Kaltim dan DPRD Kaltim sepakat terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kaltim 2015. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan bersama oleh Ketua DPRD Kaltim Syahrun dan Plt Sekprov Kaltim Rusmadi, pada Rapat Paripurna ke-22 DPRD Kaltim, Senin (21/7).
Menurut Syahrun, dalam pembahasan rancangan KUA dan PPAS APBD Kaltim 2015 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37/2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2015 dan Peraturan DPRD nomor 28/2012 tentang Perubahan atas Peraturan DPRD nomor 06/2010 tentang Tata Tertib DPRD Kaltim.
“Pada kesempatan yang baik ini saya meminta kepada pemerintah provinsi agar mengoptimalkan realisasi belanja sebagaimana yang telah ditetapkan dan meinta kepada pemerintah provinsi Kaltim agar lebih lagi menggali sumber-sumber pendapatan lainnya,”tutur Syahrun.
Dicontohkannya, seperti mengoptimalkan sumber pendapatan daerah melalui perusahaan daerah milik Provinsi Kaltim serta melakukan intensifikasi dan ekstasifikasi sumber-sumber pendapatan sehingga bisa meningkatkan jumlah APBD Kaltim di masa mendatang.
Politikus asal Golkar itu mengingatkan kepada seluruh anggota dewan dan pemerintah kaltim berserta jajarannya khususnya tim anggaran pemerintah daerah, terkait masih ada beberapa tahapan perubahan raperda APBD 2015. “Untuk itu kami berharap agar semua mencurahkan perhatian pada proses-proses berikutnya agar penetapan raperda APBD 2015 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu Sekretaris DPRD Kaltim Fachrudin Djaprie menyampaikan laporan Badan Anggaran (Banggar), menyebutkan bahwa kebijakan Rancangan KUA-PPAS Provinsi Kaltim 2015 yang mengacu pada RPJMD 2013-2018 harus memastikan terwujudnya tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim melalui peningkatan kualitas sistem penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan pengentasan kemiskinan, peningatan dan perluasan kesempatan kerja, pengembangan ekonomi kerakyatan dan lainnya.
“Tidak kalah pentingnya adalah mencapai tujuan percepatan transformasi ekonomi, pemenuhan kebutuhan energy ramah lingkungan, pengembangan agrobisnis, peingkatan produksi pangan, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, reformasi birokrasi dan layanan publik dan peingkatan kualitas lingkungan hidup,”tegas Fachruddin. hms/adv

DPRD Merasa Kecewa

Kantor Penghubung Dibangun Tanpa Ornamen Kaltim

JAKARTA, Poskota Kaltim
Ketua DPRD Kaltim Syahrun HS menyatakan kekecewaannya terhadap pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim yang tak menunjukkan ciri khas ataupun ornamen Kaltim.
Kekecewaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Komisi III DPRD Kaltim dengan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim di Jakarta beberapa pecan lalu dalam rangka monitoring perkembangan pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim di Jakarta. Dimana Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi, Yusmaizal menyampaikan bahwa dalan waktu dekat Gedung Kantor Penghubung yang juga merupakan mess Kaltim akan membangun ciri khas ornamen Kaltim yang menelan biaya sekitar Rp 700 juta.
"Harusnya Kantor Perwakilan peka saat proses pembangunan. Jangan sampai seperti sekarang, sudah terbangun baru sadar tidak ada ornamen Kaltim, sehingga memerlukan anggaran lagi untuk membangun atau membuat ornamen. Harusnya dari perencanaan pembangunan sudah menjadi perhatian itu," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Darlis Pattalongi. Dia mengatakan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan masukan agar dalam pembangunan Kantor Penghubung Provinsi Kaltim menonjolkan ciri khas Kaltim. Namun hingga terbangun tak ada ciri khas atau pun ornamen yang menunjukkan bahwa gedung tersebut merupakan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim.
"Dari awal pembangunannya kami Komisi III sudah mengawal dan memberikan  masukan-masukan namun tampaknya masukan yang kami berikan tidak menjadi perhatian sehingga apa yang dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya bagai angin lalu saja," timpalnya.
Kekecewaan juga disampaikan Anggota Komisi III, M Adam terkait kontraktor yang tidak bonafide dalam pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kaltim yang kedua di sebelah gedung pertama yang tidak tepat waktu penyelesaiannya.
"Selain dikenakan denda keterlambatan sebesar 5 persen dari nilai kontrak, harusnya  dipenalti saja kontraktornya. Sebab jika dilihat dari progres pekerjaan dan perpanjangan waktu yang diminta oleh kontraktor diyakini tidak akan mampu memenuhi target hingga batas waktu yang ditentukan," pungkasnya. hms/adv

Setiap Bulan Ramadan, Volume Sampah Selalu Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Volume sampah di Samarinda mencapai 700 ton per hari oleh sedikitnya 760.000 jiwa warganya, sehingga jika para petugas kebersihan terlambat mengangkutnya maka sampah tersebut akan merusak estetika kota karena berserakan dimana-mana.
Memang seperti Ramadan sebelumnya setiap selama Ramadan ini volume sampah di Kota Samarinda semakin meningkat.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda Sugeng Chairudin mengatakan, peningkatan volume sampah selama Ramadan ini memang mengalami peningkatan antara sampai 30 persen.
"Jika hari biasa volume sampah 700 ton perhari, maka selama Ramadan ini kenaikan jumlah sampai 800 ton hingga 850 ton," kata Sugeng.
Ditambahkannya, kebanyakan sampah mulai sampah rumah tangga hingga perkakas maupun perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja hingga ke sejumlah peralatan elektronik dibuang warga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Untuk membersihkan dan mengangkut sampah agar tak terbengkalai, DKP pun mengerahkan semua petugas lapangannya. "Petugas lapangan 1.680 orang semua kami kerahkan, untuk mengangkut sampah," ujar Sugeng.
Petugas tersebut bahkan terpaksa lembur secara bergantian, untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada masalah. Semua sampah bisa diangkut dengan baik dan tak ada keluhan warga," terangnya.
Untuk itu ia kembali mengingatkan warga agar tertib membuang sampah, baik dari segi waktu, tempat pembuangan serta tata cara membuang sampah tersebut.
"Aturan membuang sampah itu telah diatur pada Perda Nomor 2 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah sehingga kami kembali mengingatkan warga agar menaati aturan tersebut apalagi kecenderungan produksi sampah pada Ramadhan akan meningkat sehingga tata kelolanya harus dipatuhi," ungkapnya.
Dikatakannya, sampah yang masih dapat dimanfaatkan sebaiknya tidak dibuang melainkan dikumpul untuk kemudian dijual sedangkan sampah organik dapat dibuat menjadi pupuk kompos.
Sebelum dibuang, sampah tersebut lanjut dia harus dikemas dengan rapi dan ditempatkan ke TPS (tempat pembuangan sementara).
"Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan TPS pada setiap kawasan perumahan warga sehingga sampah itu jangan sampai dibuang ke depan rumah, warung, toko, trotoar atau di pinggir jalan," katanya.
Sementara untuk sampah kawasan industri, komersial dan kawasan perumahan akan dibuang sendiri ke TPA oleh pengelola kawasan
tersebut.
"Jadi, pengelola kawasan industri pusat perbelanjaan dan perumahan tidak diperkenankan membuang sampah di TPS yang telah disiapkan pemerintah dan pembuangan boleh dilakukan pada siang hari dan kawasan ini juga diwajibkan memiliki TPS tersendiri bagi lingkungannya," ujarnya.
Namun masih banyak warga lanjut Sugeng Chairuddin yang membuang sampah pada siang hari dan tidak pada TPS yang ditentukan.
"Prilaku masyarakat inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di TPS bahkan ada yang sampai di drainase sehingga rawan menyebabkan banjir. Padahal petugas DKP sendiri tidak berkewajiban mengambil sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Jadi, kami meminta peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan sebab dampaknya akan terpulang pada masyarakat sendiri," pungkasnya. oan

Pengedar Benih Sawit Palsu Diancam Pidana Kurungan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman menegaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,  maka apabila mengedarkan benih bina (bibit Kelapa sawit)  yang tidak sesuai dengan label karena dilakukan dengan sengaja dapat dikenakan pidana penjara (kurungan) selama lima tahun dan denda Rp250 juta.
"Menyikapi masih tingginya peredaran benih bina tidak sesuai label di masyarakat. Sementara apabila mengedarkan benih bina yang tidak sesuai dengan label karena kelalaian dapat dikenakan pidana penjara 12 bulan dan denda Rp 50 juta,"tegas Etnawati kepada media beberapa hari lalu.
Menurut dia, Undang-Undang tersebut sangat penting terutama dalam upaya memberikan perlindungan bagi para penguna (petani maupun perusahaan besar) benih sawit agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan produktivas tinggi. Dan diakuinya, peredaran benih kelapa sawit ilegal di masyarakat masih banyak diperdagangkan bebas.
“Benih kelapa sawit yang tidak memenuhi aspek legalitas itu  diproduksi oleh lembaga dan perorangan yang tidak diakui pemerintah,” ujarnya.
Etnawati menambahkan, benih kelapa sawit yang tidak memenuhi syarat-syarat serta tata cara pelepasan varietas juga tidak melalui proses sertifikasi. Perkecambahan dilakukan secara alami dan asal usul pohonnya tidak jelas dan tidak tercatat.  Benih berasal dari buah (kecambah) yang dikumpulkan dibawah pohon sawit terdapat di kebun produksi Tenera (T) atau pohon Dura (D) yang disilangkan. Sehingga tidak dapat disertifikasi karena asal usul tidak jelas dan proses pengecambahannya tidak mengikuti standar.
"Pengguna benih ilegal akan mengurangi kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dan biaya yang dikeluarkan sia-sia.  Bahkan kebanyakan benih sawit palsu tidak berproduksi walaupun sudah memasuki usia tanaman menghasilkan,” jelas Etnawati.
Sementara benih sawit asli berasal dari varietas unggul Dura disilangkan Pisifera yang dilepas secara resmi Menteri Pertanian. Disertifikasi kemurnian genetik terjamin dan perkecambahan dilakukan rapi dan sistematis sehingga asal usul dapat ditelusuri ke pohon induk.
“Diproduksi di kebun benih khusus yang sudah disertifikasi dengan cara menyilangkan pohon ibu induk (Dura/D) dengan menyilangkan pohon bapak (Pisifera/P) yang telah teruji keunggulannya,” ungkap Etnawati.
Dia menambahkan tindakan yang dilakukan masyarakat jika mengetahui adanya benih ilegal untuk segera melaporkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berada di Dinas Perkebunan setempat atau ke Polres setempat.
“Terutama tidak membeli benih tersebut walaupun dengan harga murah serta menyita dan melakukan pemusnahan. Karena imbasnya akan terlihat setelah usia tanaman lima tahun dan tidak menghasilkan buah,” pungkas Etnawati. mar

Pengembangan Pariwisata Kaltim Harus Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan, pada momentum Tahun Kunjungan Wisata Kaltim 2014 (Visit Kaltim 2014 Years), kesiapan Kaltim sebagai daerah tujuan wisata harus semakin ditingkatkan dan seluruh masyarakat Kaltim berkewajiban menyukseskannya.
"Karena Kaltim merupakan salah satu provinsi yang cukup banyak mendapat kunjungan para wisatawan, baik lokal (domestik) maupun mancanegara. Sebagai daerah destinasi wisata andalan, Kaltim sejak dulu telah mempersiapkan diri menyambut kunjungan para wisatawan untuk datang ke daerah ini,"kata Mukmin Faisyal beberapa hari lalu.
Terkait hal itu, ujar Mukmin, Pemprov Kaltim berusaha melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi. Khususnya untuk UMKM pangan dengan seluruh jaringan di hulu dan hilirnya, termasuk di dalamnya jasa catering dan rumah makan. Selain itu, UMKM kerajinan dan cinderamata yang dimulai dari penyedia bahan baku, perajin hingga pedagang, dan UMKM sandang yang  dimulai dari penyedia bahan baku, perajin hingga pedagangnya.
“Dengan keterlibatan para pelaku ekonomi kreatif itu, kita berharap apa yang menjadi keperluan para wisatawan akan dapat terpenuhi dan terakomodir dengan baik.        Untuk itu, kita semua hendaknya mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan sebaik-baiknya melalui penjualan produk berciri khas Kaltim yang menarik. Baik berupa makanan tradisional, hasil kerajinan dari kayu dan logam, maupun aneka jenis pakaian atau sandang,” ujar Mukmin.
Menurut dia, produk ekonomi kreatif khas Kaltim sudah cukup lama dikenal dan disukai untuk dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan untuk dibawa pulang setelah para wisatawan berkunjung ke daerah ini. Diantaranya, Ulap Doyo dan Sarung Samarinda. Untuk Ulap Doyo, sebut dia, Pemprov bersama Pemkab Kutai Barat terus berupaya untuk menjaga kelangsungan usaha ini, karena tanaman Doyo perlu dilestarikan.
“Ini tentunya memerlukan dukungan dinas, instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Dinas Perkebunan serta masyarakat di daerah setempat untuk bersama-sama melakukan pembudidayaan tanaman Doyo agar tidak punah,” jelasnya.
Selanjutnya, proses pembuatan dan desain tenun Ulap Doyo bisa menjadi domain Disperindagkop dan UMKM, sedangkan pemanfaatan lamin yang menjadi wadah untuk pengembangan kerajinan Ulap Doyo sebagai destinasi wisata budaya menjadi tugas Dinas Pariwisata.
“Kita harapkan juga produk ekonomi kreatif berbahan baku Ulap Doyo hendaknya dapat terus ditingkatkan mutu atau kualitasnya, sehingga tidak sampai kalah bersaing dengan produk ekonomi kreatif dari daerah lain,” harapnya.
Sementara itu, untuk kerajinan Sarung Samarinda sudah terlebih dulu memiliki wadah untuk pengembangan dan destinasi wisata, tepatnya di kawasan Kelurahan Masjid Kecamatan Samarinda Seberang, yang dikenal dengan “Kampung Tenun Sarung Samarinda”. Di kampung tersebut pengunjung atau wisatawan dapat melihat langsung pembuatan Sarung Samarinda, dirumah-rumah warga. mar

Gubernur Minta Kepala Derah Fokus Pengembangan Pertanian

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubermnur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan,  dalam upaya bersama mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan baik di daerah bahkan nasional, maka diminta bupati/walikota harus fokus pada pengembangan pertanian di daerah masing-masing.
"Kita harapkan, agar para bupati dan walikota memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian dalam arti luas di daerahnya, terutama disesuaikan dengan keunggulan dan potensi wilayahnya. Kebijakan yang dibuat  para kepala daerah harus mengarah pada peningkatan serta pemberdayaan pelaku utama baik petani maupun nelayan serta pelaku usaha di sektor pertanian lainnya di daerah,"kata Awang Faroek Ishak belum lama ini.
Apalagi ujar Awang, potensi lahan yang dimiliki Kaltim sangat besar untuk pengembangan kegiatan pertaian dalam arti luas. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah semakin menurunnya pelaku utama serta terjadi alih fungsi lahan.
Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian para kepala daerah sekaligus melakukan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi terjadinya alih fungsi lahan pertanian pada kegiatan usaha yang belum tentu memberikan imbas positif bagi masyarakat.
“Sekarang ini bagaimana kita semua baik pemerintah (bupati/walikota) perguruan tinggi didukung privat sektor (swasta) fokus dan satu semangat serta satu tekad untuk bersama-sama mengembangkan pertanian di daerah,” ujarnya.
Awang menjelaskan kemandirian atau ketahanan pangan tidak semata diukur pada kemampuan mensuplai kebutuhan pangan domestic atau tidak tetapi minimal bagaimana komoditi pangan atau kebutuhan pokok masyarakat selalu tersedia.
"Diakui aat ini Kaltim masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Diantaranya, kebutuhan pokok berupa beras hanya mampu dipenuhi (ketersediaan) sekitar 81,41 persen atau kekurangan 80.836 ton. Sebab produksi gabah Kaltim  pada 2013 sebesar 564.075 ton GKG sementara beras (siap konsumsi)  353.901 ton dari kebutuhan  434.737 ton,"tandasnya.
Sementara  untuk komoditi Jagung mampu diproduksi sekitar 5.804 ton dan siap konsumsi mencapai 4.991 ton atau 27,13 persen dari kebutuhan 18.390 ton atau terjadi kekurangan 13.999 ton.
"Produksi kedelai 1.486 ton dengan siap konsumsi sekitar 1.345 ton atau ketersediaan 5,06 persen dari kebutuhan 26.546 ton atau terjadi kekurangan sebesar 25.251 ton,"akunya.
Sementara potensi lahan yang dimiliki Kaltim sangat besar namun belum dikelola secara maksimal, terutama dari segi kebijakan di tingkat kabupaten dan kota yang belum menjadikan program pertanian dalam arti luas sebagai program prioritas daerah.
Kedepan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) khususnya kabupaten dan kota baik bupati/walikota, akademisi (perguruan tinggi) serta swasta harus menyatukan komitmen dan memberikan perhatian pada pengembangan pertanian dalam arti luas.
“Jangka panjang kita berharap semua komponen selain petani dan nelayan juga bupati dan walikota mampu menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan swasta untuk  mendukung pengembangan pertanian di daeranya,” harapnya.
Awang Faroek,  menambahkan pertanian dalam arti luas selain potensial dikembangkan tetapi diharapkan menjadi lokomotif ekonomi di Kaltim. Sebab, penunjang pertumbuhan ekonomi daerah masih bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Sementara itu jumlah maupun kualitasnya setiap tahunnya semakin menurun bahkan pada saatnya nanti akan habis baik minyak bumi dan gas maupun batubara. Sehingga, pemerintah daerah harus mempersiapkan pengganti lokomotif ekonomi terbarukan.
“Tidak ada pilihan lain, maka pertanian dalam arti luas sebagai sumber daya alam yang dapat diperbarui harus dikembangkan sejak saat ini yang pada saatnya nanti mampu menggantikan migas dan batubara yang akan habis,” pungkas Awang Faroek Ishak. mar

Unmul Siap Jadi Mitra Pemerintah

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Rektor baru Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Masjaya menegaskan pihaknya siap menjalin kemitraan yang lebih baik dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Hal ini penting dilakukan, agar perguruan tinggi terbesar di Kaltim tersebut mampu memberikan kontribusi yang  jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan daerah.
“Sebagian besar sumber daya manusia kita tersedia di sini, hanya saja belum terinventarisasi dan tergarap secara baik. Inventarisasi akan kami lakukan dan apa-apa kebutuhan pemerintah untuk pembangunan akan kita sesuaikan. Kami ingin ada kerjasama antarlembaga bukan hanya kerja-kerja individu,” kata Masjaya usai menghadiri buka puasa bersama gubernur dan Gapki Kaltim, baru-baru ini.
Kerjasama dengan pemerintah daerah menurut Masjaya sangat mungkin dilakukan dalam hal penelitian-penelitian, yang merupakan satu bagian dari tiga komponen utama aktifitas universitas selain  pendidikan dan pengajaran. Namun dia menegaskan, kerjasama bidang penelitian itu tidak bersifat individu, tetapi kerjasama secara kelembagaan.
Dia sangat yakin, bahwa Unmul sesungguhnya juga memiliki sumber daya manusia yang lengkap dan andal untuk penelitian di berbagai bidang. Sayangnya, hal tersebut belum terkelola secara baik.
Demikian halnya untuk urusan penelitian yang dilakukan pemerintah daerah yang umumnya justru dilakukan dengan universitas terkemuka di Indonesia, seperti UGM, IPB, UI maupun Unhas.
“Insyaallah kita juga bisa dan kami mau peduli. Kami akan koordinasikan ini secara kelembagaan. Dalam berbagai kerjasama dengan universitas luar daerah sebelumnya, sebenarnya kita juga bisa, tapi tidak kita lakukan.  Kalaupun nanti SDM kita belum tersedia, maka bisa saja kerjasama dilakan dengan universitas lain, tetapi Unmul harus ada di dalamnya,” tegas Masjaya.
Pada berbagai kesempatan sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak selalu menekankan agar Unmul harus mampu menjadi mitra pemerintah daerah untuk mendukung sukses pembangunan. Gubernur kerap kali menyinggung tidak selarasnya lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung visi dan misi pembangunan daerah. Satu contoh, potensi sektor kehutanan yang masih tinggi melalui pengembangan hutan tanaman industri (HTI), tetapi Fakultas Kehutanan justru makin sepi peminat.
Demikian pula kerjasama penelitian, peluang kerjasama yang sudah dibuka pemerintah untuk melakukan berbagai penelitian terkait pembangunan ekonomi baru terbarukan tidak segera ditangkap, hingga akhirnya berbagai penelitian harus dilakukan dengan universitas dari luar daerah. john

Diharapkan Berperan Kenalkan Potensi Wisata Kaltim

Audisi Top Model Kalimantan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Para top model diharapkan mampu berperan dalam sosialisasi dan pengenalan tentang kepariwisataan, penanggulangan masalah Narkoba serta  membantu daerah dalam kegiatan acara resmi serta turut membantu promosi potensi daerah.
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Audisi Tip Model Kalimantan yang digelar di Ball Room Hotel Senyiur Balikpapan, Minggu malam (20/7).
Dijelaskan pada event-event sebelumnya di tingkat provinsi maupun Nasional, juga telah digelar pemilihan Putri Pariwisata dan Duta Anti Narkoba. Dengan adanya Putri Pariwisata, maka semua potensi wisata di daerah dapat dipromosikan secara luas, tidak hanya di Tanah Air, akan tetapi juga hingga dikenal mancanegara.
Sementara itu, dengan adanya Duta Anti Narkoba, maka mereka akan dapat menjadi contoh dan teladan yang baik untuk turut membantu program-program Pemerintah dalam mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menghindari Narkoba, memerangi peredaran dan penggunaan Narkoba.
Dalam keterkaitan hal itu Pemprov Kaltim akan tetap mendukung generasi muda yang ingin berperan dan berpartisipasi dalam pengembangan kreatifitas guna meningkatkan dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Salah satunya sebagai peragawan dan peragawati.
Melalui event audisi top model ini yang diutamakan tidak hanya sekedar menonjolkan kecantikan atau kelebihan fisik lahiriah dan intelegensi semata, namun lebih dari itu sangat ditekankan pada kepribadian dan potensi diri serta mempunyai wawasan yang lebih luas dalam berbagai hal.
"Dengan potensi diri dan kepribadian yang baik, ditambah dengan kemampuan modeling yang profesional, maka mereka yang terpilih sebagai yang terbaik dalam audisi top model ini, akan bisa menjadi asset yang berguna bagi para peserta itu sendiri maupun untuk daerah yang diwakilinya," ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pembina Model Indonesia ( Yapmi) , Iwan Setiawan Masse mengatakan, pada  audisi, para peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi yang sangat tepat untuk menambah pengetahuan dan pembentukan pribadi ke arah yang profesional. Antara lain mencakup materi tentang kecantikan, pariwisata, pengetahuan tentang Narkoba, seni berbicara dan berakting, pengetahuan tentang busana dan bagaimana menjadi peragawan dan peragawati yang baik. john

Pemprov Diminta Segera Rampungkan Sisi Udara BSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H Andi Harun mendesak agar Pemprop Kaltim segera mengambil langkah untuk segera merampungkan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB). Hal itu imbuhnya, agar pembangunan BSB tidak kembali mangkrak seperti saat diserahkan ke Pemkot Samarinda.
Menurut Andi Harun, Pemprop harus mengambil langkah terukur agar sisi darat BSB yang telah rampung tak menjadi sia-sia. “Harus ada langkah terukur, dan sesegera mungkin agar sisi udara BSB itu mulai dibangun,” tegas Andi Harun, Senin (21/7).
Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut-sebut siap menyelesaikan sisi udara BSB, juga didesak mengambil langkah inisiatif memulai pembangunan. “Kalau semua syarat atau administrasinya terpenuhi, segera saja konsorsium BUMN berinisiatif memulai pembangunannya,” tegas Andi.
Adapun langkah terukur yang harus dikerjakan Pemprop, kata Andi, seperti target dimulai dan selesainya pekerjaan. Selanjutnya, besaran biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan sisi udara BSB.
“Ya semuanya harus dijelaskan segera. Kapan dibangun, kapan selesai, berapa biaya yang diperlukan. Karena BSB ini bukan lagi mendesak, tapi sudah sangat mendesak sekali. Selesainya BSB, akan berpengaruh terhadap pereknomian Samarinda,” ucapnya.
Mengenai pola modified turnkey project yang digunakan Pemprop untuk mempercepat penyelesaian BSB juga mendapat dukungan dari DPRD Kaltim. “Jangankan mencicil, kalau mau pakai APBD saja sejak awal kita sudah mendukung. Yang penting sekarang harus jelas, kapan selesainya,” tegasnya.
Menurut Andi, tanpa menggandeng pihak pihak ketiga, Kaltim dengan postur APBDnya dinilai mampu menyelesaikan program strategis seperti BSB. “Pondasi APBD kita sangat kuat. PAD kita juga sangat optimal dan stabil, dan sangat layak untuk digunakan menyelesaikan program strategis,” katanyanyalagi.
Kendati demikian, Andi mengingatkan agar pola pengembalian dana pembangunan sisi udara menggunakan APBD harus dengan tingkat bunga yang wajar. “Mencicil tidak masalah asalkan dengan tingkat pengembalian bunga yang wajar. Intinya, kami mendukung semua langkah yang diambil Gubernur asalkan BSB segera operasi,” tandasnya. fer

Biaya Jas Anggota DPRD Kaltim Rp 137,5 Juta

SAMARINDA, Poskota Kaltim
1 September mendatang, sebanyak 55 anggota DPRD Kaltim hasil pemilu legislatif yang terpilih pada 9 April 2014 lalu, dipastikan akan dilantik sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 secara definitif. Untuk melengkapi prosesi pelantikan itu, Sekretariat DPRD Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.500.000 untuk Jas wakil rakyat tersebut.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs H Fachruddin Djaprie Msi kepada wartawan, usai Rapat Paripurna, Senin (21/7) kemarin.
Kendati Fachruddin mengaku belum menerima surat penetapan 55 anggota DPRD terpilih, namun sejumlah persiapan sudah dicicil pihak sekretariat, salah satunya, pengukuran baju untuk anggota DPRD baru tersebut. “Sudah diukur Jas untuk anggota dewan yang baru itu, dan sekarang tinggal 15 orang lagi yang belum kita ukur bajunya,” sebut Fachruddin.
Alokasi anggaran untuk seragam para anggota DPRD disebut Fachruddin berkisar Rp 2,5 juta per anggota DPRD atau sebesar Rp137,5 juta. “Biayanya sama saja dengan kita-kita kalau buat jas, ya sekitar Rp 2,5 juta perorang. Dikalikan saja dengan jumlah anggota yang sebanyak 55 orang itu,” sebutnya.
Fachruddin berharap, surat penetapan anggota DPRD terpilih sudah diterima Sekretariat Dewan, paling lambat pekan pertama Agustus ini. “Kita harapkan pekan pertama sudah ada, supaya persiapan bisa kita laksanakan dengan matang,” katanya lagi.
Pelantikan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 1 September. Sebelum dilantik para caleg terpilih ini akan menjalani serangkaian acara seperti prosesi gladih bersih, acara pisah sambut antara anggota baru dan lama. "Ada pengarahan juga dan ini kan banyak anggota yang jauh ya dapilnya jadi perlu persiapan yang matang," sebutnya.
 Ia juga mengatakan, hingga kini belum menerima surat penetapan, namun Sekretariat DPRD sudah diberi tahu nama-nama caleg terpilih, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. “Kita sudah dikasih tahu namanya, jadi tidak ada masalah lagi,” paparnya.
 Surat penetapan tersebut dikeluarkan KPU Kaltim dan diteruskan ke Biro Pemerintahan Setprov Kaltim. Selanjutnya, oleh Gubernur Kaltim, surat tersebut diteruskan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). fer

Pelatih Puji Semangat Pemain Pusam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelatih Putra Samarinda (Pusam), Nil Maizar memuji semangat para pemain Pusam dengan konsistensi performa selama menjalani latihan di bulan puasa.
“Secara umum saya melihat pemain masih bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Penetrasi pemain berjalan dengan baik. Tapi saya juga tak bisa memaksakan mereka bermain lebih bertenaga, karena situasinya mereka tengah berpuasa,” terang Nil di Samarinda kemarin.
Menurut Nil,  mayoritas skuad Pusam musim ini beragama muslim. Bahkan dua pemain asing yakni Naser Al Sebai dan Ebrahim Loveinian, juga beragama Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa.
Namun Nil melihat, selama menjalni latihan dan uji coba seakan para pemain Pusam tidak terhalang dengan ibadah yang dijalankannya, meskipun latihan sudah memasuki porsi yang cukup berat.
"Sentuhan pemain masih bagus, dari hasil latihan selama sepekan terakhir, ada progres positif, utamanya dari sisi koordinasi," jelas Nil.
Mantan pelatih Timnas Indonesia ini berharap, dalam latihan lanjutan hingga menjelang kompetisi bergulir kembali Agustus nanti, pemainnya bisa terus meningkatkan kemampuan.
Sementara itu manajer tim Coeng Agus Setiawan mengatakan, agenda uji coba internal diharapkan bisa memberi dampak positif bagi pemain.
Utamanya lanjut Coeng, untuk mengembalikan kembali sentuhan bola, karena para pemain juga harus bisa beradaptasi dengan situasi kompetisi.
“Saya harap uji coba bisa berlangsung lagi pada  pekan depan. Saat ini kami sudah melakukan pembicaraan dengan salah satu klub untuk kepastiannya,” terang Coeng.
Sayangnya Coeng enggan membocorkan klub yang telah melakukan komunikasi untuk beruji coba, karena segala kemungkinan bisa berubah.
“Nanti kalau sudah ada kepastian, baru saya informasikan, takutnya bisa berubah lagi,”tegas Agus Coeng. at

Kaltim Ikuti 18 Cabang PON Remaja

SAMARINDA, Poskota Kaltim
KONI Kaltim bakal mengikuti 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja Desember 2014 di Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Bidang Binpres KONI Kaltim Alfons T Lung di Samarinda, Senin, mengatakan, 18 cabang olahraga yang bakal dikirim tersebut tidak semuanya akan diturunkan full tim untuk semua kelas.
"Tidak semua nomor akan kita ikuti, karena mungkin saja dari  lima nomor dalam satu cabor, kita ikut tiga atau empat nomor saja. Jadi tidak full team," ungkap Alfons.
Menurut Alfons, persoalan anggaran menjadi penyebab Kaltim tidak menurunkan atlet dengan full team di PON Remaja tersebut.
Hal ini dikarenakan sebagian anggaran KONI Kaltim telah terkosentrasikan untuk pembiayaan pra kualifikasi PON yang dilaksanakan tahun depan.
Menurut Alfons, prestasi lima besar pada PON Jabar 2016 menjadi program prioritas, sehingga persiapan menuju pra PON hanya tersisa sekitar satu tahun terus digenjot oleh KONI Kaltim.
"Saat ini kita masih fokus pra PON, mengingat waktu persiapan hanya tersisa satu tahun, tentunya upaya untuk meloloskan atlet menuju PON 2016 menjadi program yang dirasakan penting," ungkapnya.
Alfon mengatakan tidak menyepelekan arti PON Remaja, namun karena soal pendanaan yang cukup mepet, maka keikutsertaan kontingen Kaltim pada even tersebut masih belum bisa dimaksimalkan.
Diakui Alfons, sampai saat ini KONI Kaltim juga tengah mempersiapkan tim untuk PON Remaja, termasuk pengarahan awal kepada semua cabang olahraga.
"Pengarahan masih bersifat umim, dan untuk pengarahan menyangkut teknisnya akan kita lakukan hingga adanya informasi lanjutan," tambahnya.
Dikatakan Alfon, ada usulan mengenai pemusatan latihan atlet PON remaja digabung dengan atlet yang menjalani Training Center (TC) Desentralisasi Mandiri. Namun hal itu harus dibicarakan dulu di internal KONI.
"Wacana seperti itu memang ada, tapi harus kita bicarakan lagi karena menyangkut anggaran juga," terangnya.
Alfons menambahkan, KONI Kaltim juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari PB PON Remaja. Apalagi pelaksanaan PON Remaja sudah menjadi kesepakatan nasional.
"Seluruh KONI saya rasa punya persoalan yang sama menghadapi PON Remaja ini, khususnya dari sisi anggaran," pungkasnya. at

Kaltim Perlu Pengawas Lingkungan Hidup

Minimalisir Dampak Kerusakan Lingkungan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH)  Kaltim H Riza Indra Riadi mengatakan bahwa Pemprov Kaltim melalui BLH  Kaltim terus berupaya melakukan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan di daerah. Karena itu, Kaltim memerlukan pengawas lingkungan hidup untuk mewujudkan pengurangan dampak dari kerusakan lingkungan hidup di daerah, akibat berbagai aktivitas yang dilakukan manusia.
“Pengawasan ini sangat diutamakan, tujuannya adalah, agar aktivitas pembangunan yang dilakukan pengusaha di daerah dapat terarah, sehingga pengelolaan lingkungan hidup di daerah ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Riza Indra Riadi, di Kantor BLH Kaltim beberapa hari lalu.
Menurut Riza Indra, adanya pengawas lingkungan hidup tersebut, diharapkan menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional khususnya SDM aparatur yang peduli terhadap usaha–usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Hal ini, dapat disadari karena manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan. Karena itu, maka pembangunan SDM diarahkan agar benar-benar mampu dan memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional.
“Karena itu, kami berharap para pengawas yang dibutuhkan dapat mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki serta menggunakan teknologi tepat guna yang inovatif dalam rangka mendukung pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup agar pembangunan di daerah dapat selaras,” jelasnya.
Ditambahkan, BLH Kaltim telah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha dan atau kegiatan melalui program penilaian  peringkat kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup yang lebih dikenal dengan PROPER.
Menurut dia, pengawasan tersebut juga berdasarkan pada Pasal 71 Ayat (4) Undang-undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan bahwa Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan wewenangnya wajib melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha atau kegiatan atas ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Mewujudkan hal itu, BLH juga berencana akan melakukan pendidikan dan pelatihan dasar-dasar Pengawasan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Lingkungan Hidup (PUSDIKLAT KLH),” jelasnya. mar

Ramadan, Disiplin Kerja Harus Tetap Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim H Mukmin Faisyal  menegaskan, pada pelaksanaan bulan suci  Ramadan 1435 hijriah, seleruh PNS (Pegawai Negeri Sipil) baik dilingkungan Pemprov Kaltim,  maupun di kabupaten kota, disiplin kerjanya harus  tetap ditingkatkan.
"Semua  agar terus meningkatkan kinerja masing-masing. Beberapa persoalan paling penting yang patut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan manajemen kepemerintahan dan kepegawaian secara umum adalah, disiplin, integritas, netralitas dan profesionalitas harus ditegakan melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang mengatur tentang 17 kewajiban dan 15 larangan,"papar Mukmin Faisyal kepada media  beberapa hari lalu.
Menurutnya, kewajiban adalah hal-hal yang harus ditaati dan dilaksanakan sementara larangan adalah hal-hal yang harus dijauhi atau dihindari, Beberapa kewajiban yang menjadi penekanan dalam ketentuan PP yang baru ini antara lain adalah masuk kerja dan mentaati jam kerja, mencapai sasaran kerja pegawai dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.
"Sebagai pemberi layanan pada masyarakat setiap PNS sejak pengangkatan harus memahami benar, apa tufoksinya,  yaitu pelayanan kepada masyarakat, tetapi pelayanan dimaksud bukan sekedar standar yang ditetapkan secara sektoral, tetapi juga seorang PNS harus dapat mempedomani Undang-undang UU No.25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Dalam Undang-undang tersebut diatur dengan tegas sanksi bagi PNS yang tidak mampu memberikan pelayanan sebagaimana standar yang telah ditetapkan dengan ketentuan tersebut,"pungkasnya.
Mukmin  menambahkan, bulan Suci Ramadan identik dengan bulan penuh berkah dan dimanfaatkan Umat Islam untuk meraih pahala berlimpah. Namun, seharusnya kegiatan ibadah selama malam Ramadan ini tetap menjunjung tinggi toleransi dan menjaga ketertiban dalam masyarakat.
“Sudah menjadi kebiasaan Umat Islam selama Ramadhan khususnya pada malam hari selalu melakukan ibadah-ibadah sunat. Namun, hendaknya tetap menjaga ketertiban dan meningkatkan toleransi dengan umat beragama lainnya,” katanya.
Menurut dia, semangat beribadah Umat Islam selama Ramadan, baik siang maupun malam selalu tinggi. Karenanya, khusus pada malam hari yang biasa dimanfaatkan untuk ibadah membaca atau tadarus Al Qur’an selesai Shalat Tarawih agar waktunya diatur.
Selain mengatur waktu agar tidak mengganggu warga  sekitar masjid atau mushala, Wagub juga meminta agar tidak menggunakan pengeras suara dengan volume yang berlebihan. Hal ini penting dilakukan agar ibadah tetap bisa dilaksanakan dengan baik, sementara ketertiban lingkungan pun tetap terjaga.   
Selain itu, hikmah Ramadan hendaknya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan tali silaturahim dengan sesama warga muslim, terutama dengan mengutamakan shalat berjamaah, baik shalat wajib maupun shalat sunah tarawih.
Sehingga dari kerukunan dan keakraban itu akan berimbas pada kehidupan sehari-hari di bulan yang lain.  Termasuk saling menghormati dan menghargai warga agama lain.
“Hikmah Ramadhan selain meningkatkan amaliah hubungan hamba dengan Allah SWT juga amaliah atau hubungan sesama manusia baik sesama muslim maupun non muslim sebagai upaya kita bersama untuk menjaga agar Kaltim ini tetap aman dan damai,” ungkap Mukmin. mar

Koperasi dan UMKM di Kaltim Harus Bertambah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengungkapkan saat ini jumlah koperasi di Kaltim  mencapai 5.975 unit, dan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim mencapai 446.965 unit. Karena itu diharapkan jumlah tersebut akan  terus bertambah.
"Pemprov Kaltim, akan terus mendukung kinerja UMKM dan koperasi serta menambah semakin banyak wirausahawan baru dan wirausahawan muda yang penuh semangat untuk mengembangkan usaha  inovatif, andal dan berkualitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah program telah digulirkan, antara lain program pelatihan bagi 1.200 wirausaha, seminar motivasi kewirausahaan, bantuan peralatan produksi dan sarana pengembangan usaha seperti motor roda tiga, gerobak PKL (Pedagang Kaki Lima), alat kemasan, mesin produksi dan lainnya,"papar  Awang Faroek Ishak  belum lama ini.
Menurutnya, program bantuan sosial dan perkuatan modal, bantuan kredit/dana bergulir, Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kemitraan dan bina lingkungan, serta program pembiayaan melalui CSR (Corporate Social Responsibility) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri.
“Dengan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, kita berharap koperasi dan UMKM di Kaltim jumlahnya semakin meningkat dan tentunya berdampak pada terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat hingga dapat mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan,” kata Awang Faroek
Terkait hal itu, lanjut dia, Pemprov juga meminta dukungan dunia usaha, dengan melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan pada para wirausahawan melalui program CSR. Saat ini memang sudah ada perusahaan yang melakukan itu dan kepada perusahaan yang belum melaksanakan binaan dan diklat, diimbau untuk segera membantu diklat kewirausahaan.
"Karena, sesuai Perda 4/2012 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, bahwa semua BUMN dan perusahaan swasta yang melaksanakan kegiatan usaha di Kaltim harus mengalokasikan 20 persen dari dana CSR untuk dana pemberdayaan koperasi dan UMKM sehinga mencapai kemandirian, profesional dan berdaya saing,"paparnya.
Selain itu, sesuai dengan Perda 9/2012 tentang Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah, diharapkan para pelaku usaha, termasuk wirausaha dapat terfasilitasi untuk mengakses pembiayaan ke perbankan.
“Pemprov mengharapkan adanya keterlibatan dunia usaha (perusahaan) melalui program CSR baik BUMN maupun swasta yang dilaksanakan secara transparan (utamanya pendanaan) dan kegiatannya langsung pada kelompok sasaran di masyarakat,” harapnya.
Program CSR, sebut dia, juga harus memperhatikan aspek sosial di masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, kesehatan, olahraga dan agama. Penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi (UMKM) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan potensi daerah masing-masing.
Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan program CSR untuk mendukung pengembangan seni budaya masyarakat, serta menjadikan program CSR sebagai media penyampaian informasi tentang perusahaan maupun informasi lain yang diperlukan masyarakat, baik melalui media cetak maupun elektronik.
“Artinya antara pemerintah dengan perusahaan dapat saling bersinergi dalam melaksanakan pembangunan di daerah,” jelas Awang Faroek. mar

Bakohumas Bahas Kanker Serviks

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebagai agenda rutin bulanan kegiatan Bakohumas yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo (Disbudparkominfo) Kota Samarinda, maka kali ini mengambil tema Kanker Serviks atau kanker leher rahim dengan segmen ibu-ibu, dilaksanakan Senin (23/06) di Segiri Grosir Samarinda (SGS).
"Kali ini segmen kami adalah ibu-ibu dengan tema Kanker Serviks, dengan lokasi di sekitar pasar segiri atau tepatnya di mall SGS, sebagai narasumber utama adalah dr Fernando dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Samarinda," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda HM Faisal.
Diikuti sekitar 120 ibu-ibu, semua tampak antusias mendengarkan penjelasan yang apik dan menarik dari narasumber. "Semua terlihat antusias mengikuti acara ini, terutama pada saat sesi tanya-jawab, sampai akhirnya tidak semua penanya dapat bertanya langsung kepada dr Fernando, karena keterbatasan waktu yang ada, bahkan ketika sesi giliran dr Fernando yang bertanya kepada audiens ternyata semua bisa dijawab dengan lugas oleh ibu-ibu" terang Faisal.
Menurut dr Fernando, kanker serviks ini merupakan kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita, karena umumnya diketahui setelah masuk di stadium lanjut (IIIb ke atas), karena biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya dan dapat menyebabkan kematian.
"Untuk itu kami sarankan melakukan pemeriksaan rutin secara dini dengan test pap smear, setidaknya 2 tahun sekali, biasanya kami juga rutin melaksanakan pemeriksaan pap smear gratis melalui YKI bagi yang tidak mampu atau bisa langsung ke dokter," ujarnya.
Kanker Serviks membutuhkan proses yang sangat panjang antara 10-20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya sebuah infeksi, untuk penularan biasanya melalui hubungan seksual. "Untuk itu mohon dihindari berganti-ganti pasangan jadi slogan kita adalah "SETIA" setialah dengan pasangan kita dan terutama juga melalui hubungan di usia dini" ungkap pak dokter yang humoris ini. M4n

Jaang tak Sabar Lihat Samarinda Indah

Huja-hujan Tinjau Taman Kota

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Setelah melakukan shalat Dzuhur di masjid Al Ma'ruf Voorvo sekaligus melihat pembangunan mesjid yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang melakukan peninjauan ke taman di simpang Voorvo dan Taman Cerdas di sekretariat PKK Terpadu.
Meski dalam suasana hujan Jaang melakukan peninjauan dadakan dengan didampingi kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sugeng Chairudin, Kabag Humas dan Protokol Masrullah. Dalam kunjungan tersebut Jaang memberikan beberapa arahan dan masukan kepada kepala DKP mengenai jenis tanaman yang akan ditanam baik di lokasi tersebut dan di tempat-tempat lain.
Dalam pembicaraan tersebut sangat jelas terlihat Jaang tak sabar melihat kota Samarinda jadi asri yang dipenuhi dengan taman-taman kota indah. "Aku jikanya kawa bimsalabim (bisa disulap, red) keinginan-keinginan dipikiran ini supaya terwujud maka aku sulap aja pang saking pengennya cepat," ungkapnya dalam logat Banjar.
Semangat Jaang hari itu sangat besar dengan dilanjutkannya peninjauan ke taman Cerdas yang terletak di halaman gedung PKK. Di lokasi tersebut juga menyampaikan beberapa keinginan agar taman tersebut lebih indah dan menarik supaya lebih ramai lagi didatangi h masyarakat. Dalam kesempatan itu Ia mengungkapkan jika tidak hambatan taman kota yang akan dibangun di eks SMPN 1 dan SMAN 1 akan segera dimulai pembangunannya dan akan diwujudkan dalam tahun ini juga.
"Insya Allah rencana pembangunan taman di lokasi eks SMPN 1 dan SMAN 1 akan segera dimulai pembangunannya dan diharapkan rampung pada tahun ini juga. Semoga tidak ada halangan," lanjut Jaang di tengah hujan yang tak kunjung reda.
Memang seperti yang sudah sering diberitakan Pemkot Samarinda akan membangun taman kota di lokasi eks SMPN 1 dan SMAN 1 dan saat ini sedang dilakukan tender. Dari informasi yang diperoleh proses pengerjaan taman tersebut akan segera mungkin dilaksanakan. ike

Walikota Silaturahmi ke Ponpes Al Adnan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Di tengah kesibukkannya yang cukup padat di bulan Ramadan, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang masih sempat bersilaturahmi dengan  Pondok Pesantren Al Adnan yang berlokasi di kelurahan Mugirejo, kecamatan Sungai Pinang, Jumat (18/7).
Dalam silaturahmi itu, wali kota didampingi kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Hero Mardanus, kepala Bagian Humas dan Protokol Masrullah, Camat Sungai Pinang M Fahmi, Danramil Samarinda Utara Kusworo, Lurah Mugirejo Idham yang diterima langsung Pimpinan Ponpes Al Adnan Kyai Gus Rofiq bersama 40 santrinya.
“Kedatangan kami di sini untuk menyambung tali silaturahmi, karena silaturahmi ini dapat memanjangkan umur,” tutur wali kota.
Jaang juga tidak menafik, keberadaan majelis taklim, pengajian termasuk pondok pesantren melalui rutinitas pengajian dan doa doa para santri membuat Samarinda dijauhkan dari bencana, pertikaian dan perpecahan.
“Doa-doa alim ulama, ustadz-ustadz, para kyai serta santri-santrilah yang membawa Samarinda kondusif, walaupun ada riak-riak kecil namun tidak berujung sampai ke perpecahan yang besar,” ucap Jaang lagi.
Makanya Jaang tidak pernah bosan meminta seluruh warga Samarinda, termasuk para pemuka agama, alim ulama dan ustadz untuk mendoakan kota Samarinda selalu dijauhkan dari mara bencana dan pertikaian.
Oleh karena itu, diujung silaturahmi wali kota berdoa bersama para santri yang dipimpin Kyai Gus Rofiq untuk Samarinda selalu tetap aman, kondusif dan dijauhkan dari bencana.
Dikesempatan itu, walikota juga meninjau ponpes dengan konstruksi artistik dan lahan yang sedang tahap pembuatan lapangan Sepak Bola. ike

Penjualan Emas Mulai Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
H-9 Hari Raya Idul Fitri suasana perdagangan emas meningkat. Para warga Samarinda  mulai membeli logam mulia untuk digunakan saat Hari Raya Idul Fitri. Turunnya harga jual emas membuat sejumlah warga mulai memanfaatkannya membeli emas.
Jelang lebaran penjualan emas semakin meningkat seperti di los perhiasan emas di pasar pagi samarinda, sejak kamis pagi para pembeli mulai berdatangan untuk memilih dan membeli logam mulia.
Harga logam mulia yang selalu berubah menjadi pertimbangan para warga untuk membeli emas disaat harganya yang saat ini sedang turun,  mereka khawatir jika mendekati hari lebaran harga emas semakin melonjak.
Saat ini harga logam mulia di sejumlah toko emas di kawasan ini menjual emas dengan harga Rp 375.000/gram-Rp 380.000/gram padahal sebelumnya harga emas berkisar Rp 410.000/gram - Rp 415.00/gram.
Harga ini tidak termasuk ongkos kerja jika pembeli menginginkan perubahan terhadap model perhiasan yang akan dibelinya. Sejumlah logam mulia yang diminati saat momen lebaran ini seperti gelang, kalung,  cincin dengan berbagai model yang bisa dibeli dengan harga sedikit lebih mahal.
Pedagang Emas di pusat perdagangan emas pasar pagi ramai dikunjungi masyarakat yang membeli maupun menukar barang berhargannya, bahkan ada juga yang menjual perhiasannya, hal ini ramai dilakukan disaat momen mendekati hari lebaran.
“Ini sudah biasa jika mendekati lebaran warga biasanya membeli emas, nanti setelah lebaran kebanyakan mereka menjual kembali, namanya juga hari raya kemungkinan emas itu digunakan untuk merayakan hari kemenangan itu,” kata Marjuki.
Emas menjadi pilihan warga karena selain bisa digunakan untuk mempercantik diri , emas juga memiliki nilai investasi yang tinggi,  karena para warga tidak pernah mengalami kerugian jika menyimpan emas. M4n

Prihatin Nasib Bocah Korban Kekerasan

Puji : Pembelajaran Bagi Warga Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasus kekerasan terhadap  YT, ternyata mencuri perhatian istri Walikota Samarinda Hj Puji Setyowati. Didampingi Wakil Ketua TP PKK Samarinda Hj Sri Lestari, Jumat (18/07) kemarin  Puji menyambangi panti asuhan milik Dinas Sosial Pemprov Kaltim di Jl HM Riffadin, Kecamatan Loa Janan Ilir. Tempat dimana korban mendapat perlindungan sementara.
Puji mengakui kekerasan yang terjadi pada Putri  dari Marina ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan bagi anak seumurannya. Menurutnya tak seharusnya YT mendapat perlakuan yang menyimpang dari orang tua, khususnya dalam hal ini ayah tiri dari YT itu sendiri.
“Harus diakui kita sebagai orang tua tidak menyangka kalau kejadian semacam ini masih terjadi di daerah sekarang, tentunya ini menjadi catatan penting bagi semua orang tua di kota Samarinda,” katanya.
Untuk itu khusus bagi korban, Puji menambahkan kedepan harus tetap mendapat penanganan khusus dari lembaga yang memang menangani terhadap perlindungan anak. Dengan harapan trauma yang dialami korban seiring waktu terus berkurang.
”Terpenting kita juga harus mengembalikan perkembangan anak tadi dengan menumbuhkan  kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anak yang saat ini memang sangat dibutuhkannya,” kata Puji.
Dia juga menginginkan kejadian  yang dialami YT setidaknya bisa menjadi pembelajaran terburuk yang pernah terjadi di kota Tepian dengan harapan  semoga tidak pernah terulang lagi bagi anak-anak yang lain.
”Karena anak merupakan amanah dari Allah SWT dan juga generasi  penerus bangsa, bagaimana mereka bisa tumbuh kuat dan tangguh kalau dia sendiri tidak diberikan kasih sayang dan pendidikan terhadap tumbuh kembang mereka,” pesan Ketua TP PKK Samarinda ini. M4n

Berzakat tak Harus di Bulan Ramadhan

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan bahwa zakat bagi setiap umat muslim hendaknya tidak hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan, tetapi juga harus dilakukan di luar bulan ramadhan.
Kewajiban zakat adalah menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan yang diperoleh.  Diharapkan setiap umat muslim dapat menyalurkannya dengan tepat. Apalagi, Negara ini memiliki Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang juga ada di daerah yakni Baznas Kaltim. Setiap masyarakat dapat menyalurkan zakat mereka ke lembaga ini. Karena lembaga ini merupakan lembaga resmi yang berwenang menerima dan menyalurkan zakat kepada kaum muslim yang tidak mampu.
“Saya berharap seluruh umat muslim di Kaltim dapat membiasakan diri untuk berzakat. Sehingga kita juga bisa berbagi kepada sesama. Tetapi, yang terpenting saat ini adalah bagaimana meningkatkan solidaritas kita terhadap sesama, terutama yang kurang mampu,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin lalu.
Menurut Awang, hal itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh paguyuban dan ormas kepada masyarakat yang tidak mampu. Apalagi, potensi untuk berzakat dari seluruh pemangku kepentingan sangat besar. Karena itu, pemerintah patut menyadarkan.
“Potensi zakat ini sangat dahsyat untuk kehidupan kita. Sebab itu, jangan hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan. Mari terus kita sosialisasikan pentingnya berzakat ini,” jelasnya.
Selain itu, gubernur juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan di Kaltim, mulai, perbankan, tambang batu bara, minyak, gas dan perkebunan hingga kehutanan untuk juga menggalang zakat untuk membantu sesama yang kurang mampu.
Sesuai Inpres 03/2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, diharapkan pegawai kementerian-kementerian, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota dapat menyalurkan zakat ke Baznas.
“Saya yakin dengan menyalurkan zakat, kita semua mendapatkan berkah dari Allah SWT. Karena semua umat muslim telah terjalin kebersamaannya dengan penuh kasih sayang. Karena itu, saya terus mengatakan no day without solidarity atau tiada hari tanpa solidaritas. Maksudnya bagaimana kita bisa membiasakan diri untuk saling membantu sesama,” jelasnya. john

Selama Puasa Efektifitas Pelayanan Diutamakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi mengatakan rasa bangga dan terimkasih kepada jajaran PNS Sekprov Kaltim meskipun menjalankan ibadah puasa1435 H tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
"Semuanya harus dilandasi semangat pengabdian sebagai cerminan akhlaqul karimah selaku aparatur negara, abdi negara dan pelayanan masyarakat," kata Rusmadi pada pengajian rutin setiap Jumat selama bulan Ramadhan di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (18/7).
Menurutnya, ibadah puasa yang telah dijalankan khususnya  kalangan PNS, kita ibaratkan petani yang menunggu hasil  panennnya. Karena itu akhir puasa ini perbanyak ibadah diantaranya membayar zakat.
"Manfaatkan bulan suci ini untuk berbagi kepada sesama dengan berzakat, karena zakat penting  bagi seorang Muslim, karena konsep zakat yang memiliki tujuan membersihkan harta dan mensucikan jiwa," ungkapnya.
Sementara itu ustad KH Hamri Haz juga Ketua MUI Kaltim menguraikan pentingnya arti zakat bagi mereka yang memenuhi kategori wajib zakat, yang menginginkan harta yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga hidup menjadi berkah.
Karena zakat, kata dia, sebagai ibadah maaliyah ijtimaiyah (ibadah yang terkait dengan harta dan jiwa sosial yang dimiliki) adalah satu-satunya cara untuk membersihkan harta dari segala kekotoran yang menghinggapinya. Maka dari itu,tidak dapat ditawar-tawar lagi karena zakat adalah perintah Allah yang mutlak harus dipenuhi.
Dia menjelaskan bahwa membayar kewajiban menunaikan zakat fitrah atau zakat mal serta sedekah tidak akan menyebabkan harta yang dimiliki menjadi berkurang jumlahnya karena telah dikeluarkan zakatnya.
"Sebab itu, bagi umat Islam yang hendak menunaikan zakat tidak perlu ragu hartanya akan berkurang, karena sebenarnya zakat yang disalurkan merupakan hak orang lain yang dititipkan melalui tangan kita," ujarnya.
Dikatakannya, dengan membayar zakat lebih awal baik melalui lembaga amil zakat atau disalurkan langsung, masyarakat dapat lebih fokus melaksanakan ibadah Ramadhan dengan optimal terutama 10 hari terakhir. john

Gara-Gara Masak Mie, Ayah Tiri Siksa Anak

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hanya karena lapar dan ingin memasak mie instans, seorang bocah perempuan di Samarinda mendapat kekerasan fisik dari ayah tiri dirumah kontrakannya. Tragisnya, sang anak mendapat penyiksaan hingga terancam mengalami kelumpuhan akibat beberapa tulang dikedua kakinya mengalami keretakan.
Yi, bocah berumur 6 tahun warga Jl Bung Tomo RT 05 Samarinda Seberang hanya bisa diam dipelukan Marlina ibu kandungnya,  saat sejumlah warga menjenguknya di Panti Sosial Perlindungan Anak milik Pemprov Kaltim, Jumat pagi (18/7).
Sebelumnya Yi dilarikan warga yang prihatin akan nasibnya karena mendapat siksaan dari ayah tiri Rs. Yi menjadi obyek kekerasan ayah tirinya lantaran lupa mematikan kompor gas,  saat membuat makanannya sendiri.
Selama orang tuanya berkerja, Yi memang kerap dikunci didalam rumah kontrakannya. Bocah 6 tahun ini selalu terkurung didalamnya tanpa ada teman yang menjagannya. Bahkan sejumlah tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumahnya cukup kasihan melihat bocah itu.
Tidak ada yang tahu apakah bocah ini disiapkan makanan yang cukup saat bapak dan ibunya itu pergi berkerja. Kemungkinan saat itu korban kelaparan sehingga memutuskan untuk memasak. Namun hal itu justru memicu kemarahan sang ayah tiri yang berkerja sebagai sopir mobil pengantar barang disebuah toko elektronik di Samarinda Seberang.
Menggunakan sebuah sisir yang cukup besar, Rs memukul sekujur tubuh bocah 6 tahun ini hingga mengalami luka memar disekujur tubuhnya. Bahkan Yi terancam tidak bisa berjalan akibat adanya keretakan pada tulang kakinya.
warga yang kesal melihat perbuatan Rs langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Kini Rs terancam mendekam lama di jeruji besi akibat perbuatannya. Laki-laki yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMP ini mengaku jengkel melihat anaknya keluar dari jendela dan menghidupkan kompor.
“Saya jengkel ketika pulang Yi tidak ada dirumah. Padahal saat itu kompor gas didalam rumah menyala, karena jengkel itulah ia kemudian mencari Yi dan membawanya pulang, namun saya hanya memukul 2 kali menggunakan sisir,” kata Rs.
Sementara itu Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Hari Widodo mengatakan bahwa kasusnya saat ini sudah ditangani tim penyidik Reskrim Polsekta Samarinda Seberang. Meski sang ibu tidak melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, namun sejumlah warga yang prihatin akan kasus ini sudah melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Kasusnya telah kita tangani meski sang ibu tidak menyampaikan surat laporan keberatan, namun karena warga yang melaporkan kekerasan ini maka kasusnya kita lanjutkan, apalagi pelakunya adalah bapak tiri,” kata Hari Widodo.
Berdasarkan laporan warga kejadian penganiayaan terhadap korban ini telah berulang kali terjadi,  atas perbuatannya polisi menjerat pelaku dengan pasal 80 nomor 23 tahun 2002 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan pasal 351 kuhp tentang penganiayaan. M4n

Walikota 'Keok' di PN Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengadilan Negeri (PN) Samarinda akhirnya memenangkan sebagian gugatan warga negara (citizen lawsuit) kepada pemerintah,  Rabu (16/7) siang. Pemerintah dinyatakan lalai menyediakan lingkungan bersih dan sehat bagi warga Negara.
Menanggapi kemenangan ini, empat orang penggiat lingkungan Kota Samarinda langsung melakukan aksi cukur rambut didepan pintu masuk PN Samarinda. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah yang tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam gugatannya Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) mengajukan gugatan kepada Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup,  Gubernur Kaltim,  Walikota Samarinda dan DPRD Samarinda terkait aktivitas tambang batu bara di Samarinda dan dampak yang ditimbulkannya.
Setelah melalui proses persidangan cukup panjang, akhirnya majelis Hakim PN Samarinda Sugeng Hiyanto menyatakan bahwa para tergugat telah lalai menyediakan lingkungan yang sehat untuk kepentingan umum. Adanya korban jiwa warga Samarinda yang  tenggelam di kolam bekas tambang yang tidak direlokasi hingga banjir lumpur di sejumlah wilayah di Samarinda juga menjadi pertimbangan majelis hakim.
Atas putusan itu, Dinamisator Jaringan Tambang (Jatam) Kahar Al Bahri mengatakan bahwa apa yang disangkakan masyarakat saat ini terbukti, pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan benar terhadap eksploitasi tambang batu bara yang ada di Samarinda. Terbukti, dengan banyaknya lubang bekas tambang yang tidak ditutup kembali dan mengakibatkan 8 anak tewas di danau bekas galian tambang.
“Ini bukti bahwa pemerintah lalai. Selama ini kita hanya mengira-ngira bahwa tidak ada pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap pembukaan lahan tambang batu bara di kota Samarinda,” kata Kahar.
Keputusan yang ditetapkan PN Samarinda disambut baik koordinator GSM Cornelius Tuah. Ini membuktikan bahwa warga Samarinda berhak untuk menggugat pemerintah apabila hak-haknya dirampas.
Bencana banjir, debu,  serta perubahan lingkungan yang terjadi di Samarinda akibat aktivitas tambang batu bara harus segera diselesaikan oleh pemerintah, hal ini sesuai dengan putusan PN Samarinda yang meminta segera kepada pemerintah untuk melakukan reklamasi terhadap lubang-lubang tambang yang hingga saat ini ada dan membahayakan warga Samarinda.
“Sekarang sudah terkonfirmasi bahwa bencana yang terjadi di Samarinda adalah akibat eksploitasi tambang batu bara yang ada disekitar kota Samarinda, sudah saatnya kita menuntut kepada pemerintah segera melakukan perbaikan lingkungan,” kata Tuah.
Sidang citizien lawsuit didaftarkan di PN Samarinda pada juli 2013 lalu, tuntutannya ada  empat belas materi gugatan yang didaftarkan ke PN Samarinda mulai dari evaluasi izin tambang di Samarinda secara menyeluruh dengan transparan hingga tuntutan mengembalikan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen dari luas kota Samarinda.
Saat ini kota Samarinda memiliki luas 71.800 hektare, dimana sekitar 51 ribu hektare adalah lahan tambang batu bara pengantong izin usaha pertambangan (IUP) dari pemkot dan 5 izin PKB2B yang dikeluarkan pemerintah pusat.
Berdasarkan data banyaknya lubang bekas tambang yang ditinggalkan pengusaha tanpa penanganan reklamasi yang benar dan telah menewaskan 8 anak. M4n

Perdamaian Diego-Hendra Gagal

SAMARINDA, POskota Kaltim
Kasus perdamaiaan antara pemain naturalisasi Diego Micheil dengan korbannya Hendra kembali gagal. Setelah korban yang juga petugas Keamanan perumahan Pandan Harum Hill di Jl Kadrie Oening batal bertemu dengan Diego dan manajemen Mitra Kukar dengan alasan tidak jelas.
Kuasa Hukum Korban M Yasin mengatakan bahwa seharusnya Senin (02/06) kemarin pelaku yakni Diego melakukan pertemuan dengan korbannya Hendra didepan penyidik Polresta Samarinda.
"Seharusnya pukul 14.00 wita tadi, namun hingga saat ini 16.30 wita pelaku tidak datang, seharusnya mereka yang lebih proaktif dalam hal ini bukan justru korban yang seperti ini," kata Yasin.
Kedatangan pihaknya, kata dia, berdasarkan permintaan penyidik yang mengatakan bahwa akan ada upaya perdamaiaan yang coba difasilitasi oleh petugas, namun nyatanya justru kami yang terkesan berkeinginan mengejar perdamaiaan ini.
Sementara itu Wakil Kepala Satuan Reskrim AKP Suyono membantah ada pertemuan itu. Dia justru bendapat laporan jika ada pembicaraan perdamaiaan yang dilakukan pihak pelapor terhadap pihak terlapor. "Nanti saya cek dulu  ke penyidiknya," kata Suyono.
Sebelumnya pesepakbola naturalisasi, Diego Michiels (23) dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap Hendra dan Penyidik Satreskrim Polresta Samarinda sudah resmi menetapkan pemain klub Mitra Kukar tersebut sebagai tersangka.
"Hari ini kita tetapkan Diego Michiels sebagai tersangka," kata Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Feby DP Hutagalung, kepada wartawan Jumat (23/5) lalu.
Kepolisian menilai mantan kekasih Nikita Willy itu bersikap kooperatif. Didampingi Manajer Operasional Mitra Kukar, Suwanto, Diego mendatangi Mapolresta Samarinda sore tadi, meski belum menerima panggilan dari kepolisian.
"Didampingi manajemen klubnya, dia menyerahkan diri datang ke kantor. Dia (Diego Michiels) datang setelah kita periksa Raphael Maitimo sebagai saksi," ujar Feby.
"Dari keterangan saksi (Raphael Maitimo), meyakinkan yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka. Kami punya bukti-bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dengan pasal 351 tentang penganiayaan," tambahnya.
Sebelumnya, manajemen Mitra Kukar masih berupaya damai kepada korban pelapor terkait kasus Diego. Namun Feby menegaskan, upaya damai itu adalah hal yang wajar.
"Kalau mengupayakan itu (damai) silakan dan kami tidak membatasi selama tidak melanggar aturan. Tapi jangan libatkan kami sebagai mediator upaya damai," tegas Feby. M4n

Dishub Kaltim Siapkan 30 Kapal Laut

Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk mengantisipasi arus mudik lebaran di Kaltim  tahun 2014, Dinas Perhubungan  Kaltim  menyiapkan sedikitnya 30 kapal laut,  kapal  itu terdiri dari kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) maupun  kapal milik perusahaan swasta yang melayani angkutan lebaran pada empat pelabuhan laut di Kaltim. Yakni Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, Pelabuhan Lok Tuan, Bontang, dan Pelabuhan Pondong, Paser.
“Ini khusus kapal yang melayani angkutan pada empat pelabuhan laut Kaltim. Mulai tahun ini jumlah kapal di Kaltara tidak dihitung karena telah menjadi provinsi sendiri,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut, Muhammad Rijali, di Samarinda, beberapa hari lalu.
Ditambahkan, apabila digabung dengan dua pelabuhan melayani angkutan lebaran antar provinsi di Kaltara, maka total jumlah kapal yang siap melayani angkutan lebaran di Kaltim menjadi 74 armada setelah ada tambahan satu kapal di Pelabuhan Samarinda. Kapal yang disiapkan dari Balikpapan terdapat 16 armada, antara lain Kapal Motor (KM) Dorolonda kapasitas 2.130 penumpang dengan tujuan Surabaya, Loan, Bitung, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Serul, Biak, dan Jaya Pura. Kemudian KM Bukit Siguntang kapasitas 2.003 penumpang yang siap melayani angkutan lebaran tujuan Pare-pare, Makassar, Bau-bau, Kupang, Laweleba, dan Maumere.
"Selanjutnya KM Madani Nusantara berkapasitas 650 penumpang untuk tujuan Pare-pare dan Makasar, KM Santika Nusantara berkapasitas 400 penumpang dengan tujuan Surabaya, dan KM Satria Pratama berkapasitas 238 penumpang dengan tujuan Mamuju,"ujarnya.
Kemudian Pelabuhan di Samarinda terdapat enam armada kapal, yakni KM Bukit Raya berkapasitas 1.518 penumpang dengan tujuan Pare-pare, Batu Licin, dan Surabaya, serta KM Pantokrator yang merupakan armada baru berkapasitas 2.000 penumpang dengan tujuan Pare-pare. Selanjutnya KM Queen Soya dan KM Prince Soya yang sama-sama berkapasitas 2.000 penumpang dengan tujuan Pare-pare, serta KM teratai Prima Dua berkapasita 150 penumpang, dan KM Tanjung Manis berkapasitas 168 penumpang dengan tujuan Pare-pare.
Sedangkan kapal yang melayani di Pelabuhan Bontang dan Pelabuhan Paser belum terdata nama, serta kapasitas penumpangnya. Menurutnya, dua pelabuhan laut tersebut baru beroperasi, sehingga nama-nama kapal yang beroperasi belum masuk ke Dishub Kaltim.
“Makanya kita belum pegang data riilnya. Meski begitu, dua pelabuhan itu sudah beroperasi dan siap melayani arus mudik dan balik lebaran. Hasil komunikasi yang kami lakukan, pekan depan akan dikirimkan nama-nama kapal apa saja yang beroperasi di dua pelabuhan itu,” kata Rijali.
Hanya saja,  Rijali memperkirakan penumpang kapal pada arus mudik dan balik lebaran 2014 ini menurun. Masyarakat dinilai lebih banyak memilih menggunakan pesawat.
"Alasannya, selisih biaya tidak terlalu jauh, kemudian waktu tempuh menggunakan pesawat lebih cepat ketimbang menggunakan kapal laut, sehingga diperkirakan arus mudik lebaran tahun ini akan menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya,"pungkasnya. mar

Curah Hujan Tinggi

BMKG Minta Warga Waspada


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Temindung mengingatkan warga Samarinda agar mewaspadai banjir. Peringatan itu disampaikan menyusul sering turunnya hujan di wilayah Kota Samarinda beberapa hari kemarin.
"Kami kembali mengingatkan warga agar mewaspadai banjir khususnya di wilayah yang selama ini rawan tergenang," kata Kepala
BMKG Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno.
Menurut Sutrisno, hujan yang mengguyur Kota Samarinda masih dalam kategori sedang. Curah hujan yang terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 hingga pukul 17.00 Wita hanya sekitar 70 milimeter.
"Curah hujan mulai pukul 15.00 hingga 17.00 Wita sekitar 70 milimeter. Curah hujan di bawah 100 milimeter masih masuk kategori sedang dan di atas 100 milimeter kategori ekstrem. Kalau hujan seperti ini, biasanya genangan air hanya berlangsung sesaat. Tetapi warga tetap harus waspada dan terpenting menjaga lingkungan," katanya.
Hujan dengan kategori sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Samarinda dan beberapa kota lainnya di Kaltim dalam sepekan ke depan.
"Potensi terjadinya hujan dengan kategori sedang masih kemungkingan terjadi dalam satu pekan ke depan. Untuk musim kemarau di Kota Samarinda dan sejumlah wilayah lainnya di Kaltim diprediksi berlangsung pada Juni atau Juli 2014," ujarnya.
Meski demikian Sutrinso mengatakan, untuk jalur pelayaran dan penerbangan masih aman dan tidak ada kendala. Akibat hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak Minggu, sejumlah ruas jalan protokol di daerah itu tergenang.
Genangan air terlihat terjadi di kawasan Simpang Empat Mal Lembuswana dengan ketinggian air berkisar 40-50 cm. Genangan air setinggi 60 cm juga terlihat di kawasan Simpang Empat Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan PM Noor. Selain itu juga masih banyak lagi lokasi daerah lain yang juga mengalami banjir. aon

Hapuskan Buta Aksara di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tingginya angka buta aksara di Kaltim dinilai Anggota Komisi IV DPRD Zain Taufik Nurrohman sangat memprihatinkan. Menurutnya tingkat buta aksara di Kaltim sangat berbanding terbalik dengan alokasi anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari APBD Kaltim baik kabupaten maupun kota.
“Buta aksara merupakan mereka yang tidak bisa membaca, menulis, maupun menghitung atau dengan kata lain ialah buta huruf. Data yang ada pada pemerintah menunjukkan sedikitnya ada 44.365 jiwa yang mengalami buta aksara di akhir tahun 2013. Hal ini tentu saja memprihatinkan mengingat program pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengacu kepada peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kaltim,” ungkap Zain.
Zain meminta kepada Dinas Pendidikan beserta instansi terkait lainnya untuk saling berkoordinasi dalam memaksimalkan program pemberantasan buta aksara di seluruh provinsi Kaltim.
Zain juga mengakui pencapaian peningkatan kualitas sumber daya manusia yang maju dan berkembang akan terhalang dengan masih banyaknya jumlah buta aksara di Kaltim. Sehingga dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan iklim perekonomian masyarakat yang tidak sehat, adil dan sejahtera.
Zain mengimbau sebaiknya Dinas Pendidikan di seluruh daerah wajib mensosialisasikan tentang pentingnya menempuh pendidikan baik di jalur formal maupun non-formal, terutama mempromosikan program kejar paket pendidikan masyarakat yang dinilai masuk kategori buta akasara.
“Kini, kebanyakan dari masyarakat yang mengalami buta aksara telah bekerja dengan baik sebagai buruh ataupun mencari kesibukan yang lainnya. Hal ini mungkin sedikit menjadi kendala dalam melakukan pemberantasan buta aksara. Diharapkan dengan sosialisasi program kejar paket dapat menarik minat mereka untuk kembali belajar, mengingat waktu belajarnya yang sangat fleksibel,” tutur Zain.
Zain dengan rekan-rekan dari Komisi IV lainnya mengaku sangat mendukung penuh terhadap kemajuan sumber daya manusia termasuk pemberantasan buta aksara di berbagai daerah. Zain mengharapkan baik Dinas Pendidikan maupun instansi terkait lainnya apabila mengalami kendala dalam pemberantasan buka aksara sebaiknya langsung segera berkoordinasi dan bertukar pikiran kepada  DPRD, sehingga masalah yang ada dapat menemukan solusi yang tepat.
“Komisi IV yang membidangi pendidikan tentunya akan menyambut baik serta akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan tupoksinya,” tandas Zain. hms/adv

Pusam U-21 Wajib Menang Hadapi Mitra U-21

Samarinda, Poskota Kaltim
Tim Pusam U-21 punya kewajiban untuk bisa memenangi pertandingan melawan tuan Mitra Kukar U-21 di Stadion Aji Imbut Tenggarong,Jumat (6/6) untuk bisa lolos menuju putaran 12 besar.
“Kita masih ada peluang lolos dari grup ini. Walaupun sangat berat, kita wajib mengalahkan Mitra. Kita percayakan kepada pemain, mereka bisa tampil dengan semangat tinggi,”jelas Manajer Pusam U-21 Ony Yahya di Samarinda, Senin.
Dijelaskan Ony posisi Putra Samarinda (Pusam) U-21 di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) U-21 sedang genting. Indra Permana Koting dkk terancam tidak lolos ke babak 12 besar. Pusam U-21 saat ini berada di peringkat ketiga dengan poin 9, sama dengan Mitra Kukar U-21 yang berada di peringkat kedua.
Namun Mitra U-21 masih unggul dalam selisih gol. Sementara peringkat teratas ditempati Persiba Balikpapan.
Persiba U-21 hampir dipastikan lolos. Hari ini Jumansyah dkk akan menghadapi Barito Putera U-21 di Stadion Demang Lehman Martapura. Barito U-21 merupakan tim terlemah di Grup IV.
Ony mengatakan,  di pertandingan terakhir Pusam U-21 akan kembali didampingi Heriansyah yang baru saja menjalani ibadah umrah. Heri-sapaan akrabnya-sudah melakukan evaluasi hasil pertandingan sebelumnya.
Pemain diminta meniru fighting spirit Pusam senior ketika bertanding melawan Persela Lamongan. Ketika itu Pusam tertinggal 0-2 dan pada akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Kita yakinkan kepada pemain agar meniru semangat juang tim senior. Mereka tidak berhenti berjuang sebelum peluit berakhir. Dan itu pula yang harus dilakukan anak-anak melawan Mitra nanti. Berjuang hingga peluit akhir berbunyi,” ungkap Ony.
Pusam U-21, lanjut Ony, juga mengharapkan wasit yang memimpin pertandingan nanti bisa menjalankan tugasnya dengan bijak.
 Sebab di laga sebelumnya ketika melawan Persiba, Pusam U-21 kecewa dengan kepemimpinan wasit dan mengajukan surat protes ke PT Liga Indonesia.
 “Yang kami harapkan wasit bisa memimpin dengan baik. Kalau wasit sudah memimpin dengan baik, apapun hasil pertandingan nanti akan kami terima,” tegasnya. at

Program ODNR Perlu Disosialisasikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jika Pemerintah Kota Samarinda, menetapkan program, One Day No Rice (ODNR) atau satu hari tanpa mengkonsumsi beras, maka harus disosialisasikan kepada warga. Pasalnya, konsumsi beras merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat yang telah mengakar. Hal itu dikemukakan anggota DPRD Kota Samarinda, Sugiono, kemarin.
Menurutnya, konsumsi beras adalah hal kewajaran bagi masyarakat di Indonesia termasuk Kota Samarinda. Jadi, lanjutnya, perlu benar-benar disosialisasikan dengan baik. "Sosialisasi ini untuk menghindari penolakan dari warga Samarinda," kata Sugiono.
Dia mengatakan, tidak mudah mengubah pola pikir dan kebiasaan suatu masyarakat, terlebih hal itu menyangkut masalah kebiasaan pola makan.
"Saya mendengar bahwa pemerintah Samarinda akan  membahas aksi ini pada rapat bersama Kepala Badan Ketahan Pangan Samarinda untuk menentukan hari khusus bagi program tersebut. Ini baik untuk kemudian menjelaskan kepada masyarakat," kata dia.
Dia berharap, rencana itu bukan saja sekedar mengikuti program nasional saja, melainkan benar-benar dijalankan demi meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Jangan setengah hati dalam melaksanakan sebuah kebaikan. Namun demikian tetap melalui tahapan dan sosialisasi yang tepat," ungkapnya.
Sebelumnya, Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang, mengungkapkan program nasional sehari tanpa nasi  merupakan upaya diversifikasi pangan yang bertujuan meningkatkan kualitas makanan ke arah yang beragam, bergizi dan berimbang.
"Jadi, upaya pemerintah untuk mendukung program tadi jelas bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar beralih ke makanan sehat, kendati program nasional ini dianggap menabrak kebiasaan yang sudah terlanjur menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia," kata Jaang.
Jaang sendiri dengan antusias akan segera melakukan berbagai langkah guna mensukseskan program tersebut. "Untuk itu, saya akan terus berupaya mengkampanyekan program nasional ini mungkin bisa diawali mulai dari tingkat birokrasi di lingkungan pegawai pemkot maupun provinsi dulu. Karena jujur seperti saya pribadi sehari tanpa pisang rebus rasanya ada yang kurang, sehingga dengan adanya program ini artinya dalam satu hari saya harus siap memakan pisang saja," ungkap Syaharie Jaang.
Sementara, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah (BKP3D) Samarinda Ary Yasir Philipus, menambahkan, gerakan mengurangi makan nasi merupakan bagian upaya pemerintah untuk mensukseskan diversifikasi pangan nasional agar ketergantungan pada pangan tidak terlalu tinggi sehingga stabilitas pangan bisa tetap terjaga.
"Untuk itu, melalui kegiatan aksi ketahanan pangan yang hari ini dilaksanakan, maka kami menggaungkan slogan one day no rice atau satu hari tanpa makan beras," ungkap Ary Yasir Philipus.
Maksudnya lanjut dia, sejak bergulir setahun lalu, kampanye "One Day No Rice" itu, BKP3D Samarinda ingin mencoba untuk menyadarkan warga sebenarnya tanpa makan nasi pun bisa.
"Kami berharap, melalui hasil rapat bersama dewan ketahan pangan nanti, setidaknya sudah ada penetapan hari khusus untuk menjalankan program ini tadi," ujar Ary Yasir Philipus.
Sebagai gambaran, selera makan masyarakat Indonesia cenderung sulit diubah. Pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia pada saat ini umumnya masih timpang, belum beragam dan bergizi seimbang. Tingkat konsumsi per kapita Indonesia sebesar 139 kg/ tahun.
Sementara untuk konsumsi hasil pertanian dari tanaman kelompok gramineae (beras, jagung dan terigu) di rumah tangga sebesar 316/gram per kapita/hari, padahal menurut Standar Pola Pangan Harapan (PPH) seharusnya 275 gram/hari saja.
Pada kenyataannya, konsumsi umbi –umbian hanya 40 gram per kapita per hari, jumlah ideal 100 gram per kapita per hari. Mengkonsumsi satu jenis karbohidrat secara terus menerus mampu menyebabkan gangguan kesehatan. tha

2.714 Anggota TNI dan Polri Siap Amankan TTG-N

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 2.714 pasukan dari TNI dan Polri siap mengamankan dan menyukseskan penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI di Kaltim tahun ini, yang dilaksanakan sejak 18-23 Juni 2014, yang dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.
Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Korem 091/ASN Letkol Inf TNI Waston Purba mengatakan, dengan jumlah tersebut diharapkan pengamanan pelaksanaan dapat berjalan dengan baik dan tertib.
“Jumlah tersebut terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (UD), Angkatan Laut (AL) dan Polri. Semua siap diturunkan. Mulai dari Balikpapan hingga tempat pelaksanaan kegiatan diamankan. Apalagi, pelaksanaan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir, tentu pengamanan harus siap siaga,” kata Waston Purba usai rapat bersama panitia TTG-N Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/6).
Menurut dia, ketika pengamanan presiden, sejak kedatangan hingga kepulangan presiden akan dijaga ketat dari personil yang akan diturunkan. Termasuk selama perjalan dari Balikpapan hingga ke Samarinda. Bahkan ketika presiden menginap juga dilakukan pengamanan yang ekstra ketat, sehingga keamanan bagi Presiden RI terjaga dengan baik.
Rencana Presiden akan menginap di Pendopo Lamin Etam Samarinda bersama ibu negara Ani Yudhoyono. “Kami berharap keamanan bagi kepala negara dapat terlaksana dengan baik. Bahkan tim sniper juga akan diturunkan sebanyak 1 regu. Yang jelas, ketika satu hari sebelum Presiden RI datang, pengamanan dilakukan,” jelasnya.
Dengan pengamanan ini, diharapkan penyelenggaraan TTG-N di Kaltim berlangsung sukses dan lancar. Apalagi, pelaksanaan tersebut akan diikuti peserta dari 34 Provinsi se Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 7.000 orang dan dihadiri 12 menteri terkait.
Asisten Bidang Administrasi Umum H Sofyan Helmi yang juga sebagai panitia membidangi keamanan berharap dengan kondisi yang aman dalam penyelenggaraan tersebut, dapat mewujudkan penyebarluasan informasi berbagai teknologi tepat guna perdesaan yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
Apalagi, pelaksanaan tersebut dimaksud sebagai forum untuk menggali gagasan dan pemikiran dalam rangka penyusunan kebijakan pengembangan dan pemasyarakatan serta penerapan TTG perdesaan.
“Kami berharap pelaksanaan nanti tidak ada masalah yang mengganggu, sehingga kegiatan berlangsung sukses, termasuk ketika kedatangan dan kepulangan Presiden RI. Selain itu, kami juga berharap dengan pelaksanaan ini, dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa menuju kemandirian masyarakat,” pungkasnya. mar

Pemprov Gelar Bazar Sejuta Buku 2014

SAMARINDA,Poiskota Kaltim
Dalam upaya pencanangan sekaligus mewujudkan Kaltim sebagai Provinsi Gemar Membaca serta sebagai upaya mendekatkan buku kepada seluruh lapisan masyarakat dan sarana informasi, transaksi maupun komunikasi antar masyarakat perbukuan, Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim mengelar Bazar Sejuta Buku 2014. Kegiatan ini resmi dibuka Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di halaman kantor perpustakaan Kaltim, Senin (2/6).
Pada kesempatan itu Rusmadi mengatakan, di era globalisasi dewasa ini, perkembangan teknologi dalam memberdayakan peran perpustakaan, sudah merupakan kebutuhan. Era perpustakaan digital dan keberadaan perpustakaan keliling digital perlu disikapi secara positif. Begitu juga  akses masyarakat ke perpustakaan melalui internet, perlu direspon dan terus dikembangkan.
"Melalui pelayanan dan kemudahan akses, masyarakat akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaan. Minat berkunjung ke perpustakaan, akan mempercepat proses menuju bangsa yang cerdas dan berbudaya ilmiah.," ujarnya.
Mengingat pentingnya perpustakaan  dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pada masa kini dan masa yang akan datang, maka sangatlah penting untuk dikembangkan semua jenis perpustakaan pada setiap kantor pemerintah dan swasta, baik lembaga pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Selain itu,perpustakaan umum yang telah tersedia di seluruh provinsi, kabupaten, kota hingga kecamatan, perlu terus menerus ditingkatkan peran dan fungsinya. Perpustakaan keliling yang berada di setiap kabupaten, kota, perlu ditingkatkan pelayanannya dan diperluas jangkauannya, hingga ke pelosok-pelosok desa.
"Upaya menumbuhkan pemberdayaan perpustakaan di masyarakat, kehadiran perpustakaan di lingkungan keluarga, mulai dari keluarga kita sendiri  sebaiknya menyediakan buku-buku bacaan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarganya," ujarnya.
Sementara itu Kepala Badan Perpustakaan  Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, pameran buku yang berkualitas tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan guna meningkatkan minat baca masyarakat dengan harga buku relatif murah.
“Pameran sejuta buku tahun ini  mendatangkan 50 penerbit nasinal  dengan jumlah buku yang dipamerkan  sekitar 200 ribu judul dengan berbagai ragam jenis buku," jelasnya.
Diantaranya, terdiri buku anak-anak dan remaja, pendidikan, sains, iptek, agama dan ekonomi, novel serta sastra. Kegiatan pameran tidak hanya sekedar diisi pameran buku tetapi digelar berbagai kegiatan edukasi dan entertaint (hiburan) yang mampu mengasah kreatifitas dan imajinasi seluruh kalangan masyarakat Kaltim.
Dijelaskan, memadukan kegiatan pendukung melalui acara wisata buku, games (permainan) pengunjung, lomba-lomba serta hiburan dan talkshow (bincang bareng) dengan  tokoh (publik figure) dan penulis terkenal nusantara yakni Alvin Adam dan Dewi Lestari juga seoramg penyanyi dan penulis.
“Kegiatan ini juga agar masyarakat mampu memperoleh buku-buku bacaan yang berkualitas. Sehingga berimbas pada peningkatan minat dan kegemaran baca masyarakat,” ujarnya.
Pameran buku yang dilaksanakan selama delapan hari sejak 2 hingga 9 Juni  di rangkai Nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding (MoU) tentang kerjsama perpustakaan antara Badan Perpustakaan Kaltim oleh Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, dengan Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukun dan HAM Kaltim Darmaji di saksikan langsung Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi, dirangkai peluncuran mobil perpustakaan. john

Kaltim Bakal Bangun Perpustakaan Representatif

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kaltim akan memiliki gedung perpustakaan representatif untuk memenuhi kebutuhan warga atas buku dan media informasi lainnya. Lahan untuk pembangunan gedung berstandar nasional tersebut sudah terseeia yang berlokasi din Jl Perjuangan Sempaja Samarinda seluas 2 hektar.
"Rencana pembangunan gedung tersebut diharapkan segera terwujud karena  sudah mendapat persetujuan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak," kata Kepala Badan Perpustakaan Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti, saat diikonfirmasi di Samarinda Senin (2/5).
Saat ini sudah dilaksanakan Proyek Detail Engineering Design (DED) belum dilakukan pembangunan fisiknya, meskipun demikian gedung perpustakaan yang resprentatif bakal terbangun karena mendapat perhatian Gubernur.
Dijelaskan gedung Perpustakaan Kaltim di Jl Juanda Samarinda saat ini dinilai sudah tidak layak. Selain karena aksesnya yang sulit, kapasitas ruangan sudah tak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 orang per hari. Tempat ini juga tidak memiliki ruang baca dan belajar yang terpisah, layaknya perpustakaan berstandar internasional.
"Meskipuh gedung baru sudah terwujud tentunya tidak akan  langsung pindah, gedung lama akan dimanfaatkan sebagai pusat informasi layanan," ujarnya.
Gedung itu nantinya selain bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat supaya lebih cerdas, pembangunan perpustakaan ini bertujuan menyediakan sarana penyimpanan koleksi-koleksi perpustakaan yang lebih representatif. john

Pemprov Bantu Dosen PTN dan PTS

SAMARINDA, Poskota  Kaltim
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim memberikan bantuan biaya penelitian bagi peneliti (dosen) dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kaltim.   Bantuan tersebut diberikan sesuai harapan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak agar hasil penelitian para dosen di Kaltim dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Ini merupakan tindak lanjut dari keinginan gubernur untuk memberikan fasilitas kepada dosen perguruan tinggi negeri dan swasta pada tahun ini. Kami berharap penelitian ini dapat memberi manfaat bagi penyelenggaraan program pembangunan yang dilakukan masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim maupun kabupaten/kota se Kaltim,” kata Kepala Balibangda Kaltim Hj Halda Arsyad didampingi Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan M Nasir di Kantor Balitbangda Kaltim, Senin (2/6).
Bantuan tersebut dilakukan sejak 2012 yang alokasinya mencapai Rp450 juta untuk 10 judul penelitian. Sedangkan 2013 juga mencapai Rp450 juta untuk 11 judul penelitian. Diharapkan tahun ini dari alokasi Rp450 juta juga dapat menetapkan 10 judul penelitian yang akan diimplementasikan ke masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim, sehingga dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
Pemprov berharap, dari hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. “Terkait implementasi hasil penelitian yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu, semua itu kami kembalikan kepada masing-masing SKPD merealisasikannya. Karena, Balitbangda Kaltim sebagai penyelenggara kegiatan hanya memberikan motivasi kepada para dosen untuk melakukan penelitian, sebagai wujud perhatian Pemprov Kaltim kepada para dosen dan diharapkan semua itu dapat bermanfaat,” jelasnya.
Dia mengatakan, setiap penelitian akan didampingi dan dibimbing oleh Dewan Riset Pemprov Kaltim. Karena, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi penentu kebijakan pemerintah untuk pengembangan peluang usaha jika memang masuk dalam sektor dunia usaha dan peningkatkan penghasilan bagi masyarakat.
Ada beberapa penelitian yang telah terealisasi di Kaltim, yakni cara pemindaian wilayah yang rawan bencana dengan basis website. Selain itu, di Tarakan penelitian tentang buah chitosan untuk alat pengawet alami dan bisa dimanfaatkan untuk sektor perikanan.
Selain itu, bagi para dosen yang berminat untuk melakukan penelitian, sesuai syarat yang telah ditentukan Balitbangda Kaltim, bisa saja mendaftarkan diri ke Kantor Balitbangda Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda, No.126 atau mendaftarkan diri melalui via website http://litbang.kaltimprov.go.id dan via mail, yakni humas@litbang.kaltimprov.go.id.
“Pendaftaran telah kami buka sejak 23 Mei hingga 6 Juni ini. Tetapi hingga saat ini baru 4 proposal penelitian yang baru diajukan. Diharapkan para dosen di Kaltim dapat mengikuti program ini, sehingga Pemprov Kaltim dapat menerima masukan yang berharga dalam proses penyelenggaraan pembangunan di daerah,” jelasnya.
Kegiatan ini lebih difokuskan pada peningkatan 5 pilar program pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltim, salah satunya adalah program peningkatan kualitas pendidikan, pertanian dalam arti luas dan kesehatan. mar

Gubernur Larang Pungutan PSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak melarang pihak sekolah negeri, baik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memungut biaya Penerimaan Siswa Baru (PSB).
"PSB bagi sekolah negeri telah ditanggung dari masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sehingga hal itu tidak perlu dilakukan sekolah negeri di Kaltim. Saya kira sekolah negeri tidak perlu lagi ada pungutan biaya. Karena semua itu sudah ditanggung masing-masing sekolah, kecuali sekolah swasta. Saya harap ini tidak boleh terjadi,” kata Awang Faroek Ishak akhir pekan lalu di Kantor Gubernur Kaltim.
Awang berharap dari PSB, masing-masing orang tua siswa tidak memaksakan diri dalam menentukan pilihan sekolah yang akan dipilih anak mereka. Karena, dengan memaksakan kehendak, tentu akan memberikan dampak tidak baik terhadap perkembangan pola pikir anak.
Orang tua diharapkan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih sekolah yang diinginkan. Sehingga, anak-anak mampu berkreasi dalam berpikir. “Saya pikir semua orang tua berharap anak mereka bisa masuk sekolah negeri atau unggulan. Tapi, saya mengimbau, biarkanlah anak-anak menentukan pilihan mereka, sehingga dengan begitu anak-anak lebih kreatif dalam berpikir dan mampu menunjukkan prestasi mereka sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki,” jelasnya.
Dengan kebebasan anak memilih sekolah, diharapkan kemampuan berpikir dan kreatifitas anak lebih baik. Karena, sekolah yang diinginkan adalah sekolah yang disuka.
Pemerintah juga tidak menganjurkan kepada orang tua untuk mendaftarkan anak mereka agar memilih sekolah unggulan atau sekolah negeri. Karena, semua itu tergantung pilihan dari anak-anak.
“Semoga apa yang menjadi pilihan anak mampu mewujudkan cita-cita mereka menjadi kebanggan orang tua, daerah dan negara ini,” jelasnya. mar

PLN Samarinda Tindak 400 Pelanggan Nakal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Samarinda kini serius menangani pencurian listrik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Setidaknya sudah ada 10 tim yang dibentuk untuk melakukan penyisiran dari rumah ke rumah.
“Kami punya 10 tim yang melakukan operasi penertiban. Setiap tim terdiri dari tiga orang. Mereka jalan setiap hari memeriksa setiap rumah,” kata Kepala Cabang PLN Samarinda, Ismail Deu, Sabtu (31/5) lalu.
Dia menjelaskan, dengan tim ini pihaknya tak perlu lagi memeriksa data pelanggan yang mencurigakan. Namun langsung memeriksa satu per satu setiap rumah. Hasilnya, sepanjang Tahun 2014, sekira 400 pelanggan terjaring dalam operasi ini.
Jumlah pelanggaran tersebut terbagi menjadi empat bagian, mulai dari yang paling ringan hingga paling berat. Ismail menjelaskan, pelanggaran sambungan listrik PLN terbagi menjadi empat bagian. Pelanggaran pertama atau biasa disebut P1 adalah pelanggaran terhadap MCB yang tidak sesuai dengan daya kontrak atau dengan mengganti MCB.
P2 adalah pelanggaran alat pengukur pemakaian jumlah KWh. Untuk P3 adalah pelanggaran sambungan langsung tanpa melalui KWh meter. Sedangkan P4 adalah pelanggaran sambungan langsung tanpa melalui KWh meter atau masyarakat yang tidak pernah menjadi pelanggan PLN tetapi di rumahnya terdapat aliran listrik dari PLN.
Ismail menyebutkan, pelanggaran paling banyak adalah P1 dan P4. Bahkan untuk P4, tercatat sekira 20 persen dari total temuan pelanggaran PLN Samarinda adalah pelanggaran jenis P4.
“Banyak kita dapatkan warga yang langsung mencantol aliran listrik dari PLN. Ada yang melalui sambungan rumah lain, tak sedikit juga yang mengambil langsung dari jaringan kami di tiang listrik,” sebut Ismail.
Untuk hukuman, pihaknya memberikan hukuman administrasi berupa denda. Sedangkan untuk pelanggaran P4, selain denda, juga diupayakan hukuman pidana dengan menyerahkan ke aparat kepolisian.
“Untuk pelanggaran P4, masih kami data. Belum ada yang kita serahkan ke kepolisian, masih menunggu hasil rekap pelanggaran,” katanya.
PLN Cabang Samarinda mampu meraup denda atas pelanggaran pelanggan sebanyak Rp1,6 miliar.  Denda sebanyak itu merupakan hasil operasi pelanggaran yang dilakukan sepanjang tahun 2014.
“Ya, kita berhasil menghimpun denda dari pelanggaran yang dilakukan masyarakat dengan total Rp1,6 milyar dari Januari 2014 hingga Mei 2014,” kata Ismail .
Jumlah denda tersebut dihimpun dari 400 pelanggan yang kedapatan melakukan pelanggaran. Ismail menyebut, angka pelanggaran tersebut cukup besar dan belum seluruh wilayah Samarinda yang disisir.
“Kami akan mengintensifkan kinerja tim operasi penyisiran untuk menyisir langsung ke rumah-rumah warga,” tambahnya.
Ismail mengakui, akibat pelanggaran yang banyak tersebut, PLN Samarinda harus kehilangan daya yang sangat besar. Tak heran jika banyak daya listrik yang hilang dan merugikan PLN. M4n

Penyebaran Virus MERS Terus Diwaspadai

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Maraknya penyebaran  dan  kemungkinan  masuknya Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau sindrom pernapasan asal Arab Saudi ke wilayah Kaltim terus diwaspadai, virus MERS yang menyerang jamaah Umroh Indonesia ketika tiba di Tanah Air menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Saat ini di Kaltim, untuk mengantisipasi kejadian jamaah Umroh  yang tertular ataupun membawa virus MERS dapat dipantau kesehatannya di RSU Abdul Wahab Syahranie di Samarinda.
“Kami sudah menyiapkan petugas kesehatan khusus untuk menangani kasus MERS. Tentunya juga dengan alat memadai yang diberikan olh Kemenkes. Alat kami boleh dikatakan telah lengkap dan memenuhi standar”,  kata Dirut RSUD Abdul Wahab Sjahrani (AWS) Samarinda, Rachim Dinata beberapa hari lalu.
Rachim menambahkan RSU. AW. Syahranie menyediakan 8 tempat tidur untuk pasien  di ruang khusus dengan  perlengkapan dan siap di fungsikan apabila ada indikasi penyakit MERS.
Sementara itu, IDI Kaltim menghimbau masyarakat selalu waspada dan mematuhi anjuran dokter dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Selama masyarakat sehat, gizi terpenuhi, tidur cukup, pakai masker bila ada yang batuk, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menghindarkan penularan virus tersebut. Bagi yang melaksanakan umroh hindari kontak dengan binatang unta selama di Timur Tengah.
"Kunci pencegahan virus MERS itu adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Ini yang terus kita ingatkan kepada seluruh jamaah selama berada di tanah suci," ujar Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kaltim Spesialis Paru, dr. Donny Irfandi.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim terus proaktif mengantisipasi penularan penyakit mematikan, termasuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang kini meresahkan jamaah umroh asal Indonesia. Selain memiliki fungsi kuratif, dokter pada hakikatnya juga harus memiliki tanggung jawab mencegah penularan penyakit dengan aktif mensosialisasikan.
"Dokter harus proaktif melakukan sosialisasi. Berikan informasi sedetail mungkin terkait virus MERS ini supaya masyarakat paham dan tidak panik,” katanya.
Doni menyarankan masyarakat menghindarinya dengan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Kemudian mempraktikkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut dan hidung dengan tangan, serta menghindari kontak dengan orang sakit.
Para jamaah yang akan menunaikan ibadah umrah juga diminta berhati-hati memilih makanan selama di Arab Saudi. “Terpenting mengenakan masker dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” sebutnya.
Gejala penyakitnya, terang Doni, penderita akan merasakan sesak napas dengan suhu tubuh tinggi mencapai 38 derajat celsius dan tekanan darah mencapai 120/80. Penularannya biasanya melalui penularan langsung, yakni melalui cairan penderita yang batuk atau bersin.
Penularannya juga bisa secara tidak langsung, yakni melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus. Termasuk kontak langsung dengan penderita.
"Virus tersebut dapat dicegah dengan membiasakan diri hidup sehat selama berada di Arab Saudi. Hidup sehat itu dapat dimulai dari hal kecil, misalnya rajin mencuci tangan. Kunci pencegahan virus MERS itu adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Ini yang terus kita ingatkan kepada seluruh jamaah selama berada di tanah suci," tandasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim juga mengakui  terus mewaspadai kemungkinan penyebaran atau masuknya Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau sindrom pernapasan asal Arab Saudi ke wilayah Kaltim.
"Sejak merebaknya virus MERS di Arab Saudi, dinas telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota tentang tindakan upaya pecegahan penyebarannya. Makanya sosialisasi juga melibatkan pengusaha travel haji dan umrah yang ada di Kaltim. Maksudnya agar travel turut mensosialisasikan upaya pencegahannya kepada calon jamaah,“ kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim Nurhasanah.
Dinkes juga sudah memasang thermal scanner atau alat deteksi temperatur suhu tubuh penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman
Sepinggan Balikpapan. Pemasangan alat itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus MERS ke Kaltim. Utamanya melalui penumpang yang habis melakukan perjalanan ke negara penyebarannya.
Nurhasanah mengimbau semua pihak tidak perlu terlalu khawatir terhadap penyebaran penyakit Flu Arab Saudi tersebut. Virus MERS hanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah. Artinya, mereka yang dapat menjaga kondisi badan tetap fit tidak perlu khawtir tertular.
“Paling penting masyarakat yang melaksanakan ibadah umroh harus menjaga kondisi kesehatannya serta menyiapkan segala sesuatunya agar tidak tertular penyakit itu saat berada di Tanah Suci," pungkasnya. mar

SPPN Samarinda Luluskan 90 Siswa

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Kelulusan bukanlah merupakan langkah akhir, tetapi merupakan langkah awal bagi para siswa dan siswi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pemprov Kaltim memberikan dukungan pendidikan yang lebih tinggi melalui pemberian beasiswa. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim saat pengukuhan lulusan siswa Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri (SPPN) Samarinda Angkatan 46 Tahun Ajaran 2012/2013 di Samarinda kemarin.
Ibrahim menyampaikan bahwa keseriusan Pemprov Kaltim dalam membangun dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan diwujudkan dengan pemberian beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan. Tidak terkecuali untuk bidang pertanian, beasiswa yang diberikan sangat besar dan terbuka bagi semua anak-anak di seluruh Kaltim.
Salah satu beasiswa yang diberikan Pemprov Kaltim untuk  beasiswa belajar pada Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian di Subang dan Politeknik Agroindustri Sang Hyang Seri di Sukamandi Jawa Barat dengan bidang studi pertanian, perikanan dan peternakan.
”Saya berharap semua beasiswa yang disediakand apat dimantaafkan oleh para lulusan SPP Samarinda, sehingga ilmu yang didapat akan berguna kelak,” ujarnya.
Dia berpesan agar para siswa yang lulus tuntuk melanjutkan keperguruan tinggi, sedangkan yang tidak kuliah jangan berpikir menjadi PNS tetapi jadilah pengusaha andal di bidang pertanian.
"Mereka sudah memiliki ilmu berbagai ketrampilan pertanian, sehingga bisa memgembangkan ilmu pertanian dengan konsep terpadu kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu pasca migas habis sektor pertanian akan menopang perekonomian di Kaltim, sehingga jangan ragu para oramngb tua untuk menyekolahan anaknya di SPP, karena selama mabusia masih hidup pasti perlu makan sehingga pertanian akan terus berkembang dengan berbagai teknologi modern.
Terkait penerimaan siswa baru di SPP ada kebijakan baru pada penerimaan siswa di utamakan pada  senrtra-sentra pertanian di kabupaten/kota, khususnya pedesaan, hal ini untuk mencetak generasi pertanian yang andal juga menjawab kekurangan tenaga pertanian yang saat ini semakin berkurang.
Sementara itu, Kepala Sekolah Pertanian Pembangunan  (SPPN) Samarinda, Hj Marfiatun mengatakan sekolah yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim ini memiliki visi mencetak sumber daya manusia bidang pertanian yang profesional, berjiwa enterpreneurship dan mandiri serta berwaasan global.
Pada kelulusan angkatan 46 tahun ajaran 2012/2013, sebanyak 90 siswa lulus 100 persen terdiri dari jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Diharapkan para lulusan dapat meningkatkan pengetahuannya dengan memanfaatkan fasilitas beasiswa yang ditawarkan oleh Pemprov Kaltim, sehingga nantinya seluruh ilmu yang didapat akan berguna bagi masyarakat sekitarnya. john

SKPD Harus Gotong Royong Sukseskan TTGN

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak, diharapkan  seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim agar bergotong royong menyukseskan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTGN) XVI Kaltim yang akan dilaksanakan pada 18-23 Juni 2014 di Samarinda.
“Gubernur berharap agar semua SKPD bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Gelar TTGN XVI di Kaltim. Seluruh SKPD wajib mendukung,” kata Jauhar Efendi beberapa hari lalu.
Ditambahkan, event rutin nasional ini rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda. Karena itu, seluruh SKPD wajib menyukseskan kegiatan ini, sejak awal hingga akhir pelaksanaan acara. Misal, terkait transportasi, akomodasi, konsumsi hingga pelayanan terhadap peserta patut dipersiapkan dengan baik. Termasuk mengenai penerima tamu ketika pembukaan dan penutupan acara.
“Pada prinsipnya, gubernur berharap panitia daerah mampu memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh peserta. Sehingga tamu atau peserta yang hadir merasa senang dan bangga dapat berkunjung ke daerah ini, begitu pula  semua pihak dapat berperan aktif, tidak terkecuali para pimpinan SKPD, termasuk saat melayani para tamu penting hingga para gubernur se-Indonesia,"ujarnya. 
Berkaitan tugas pelayanan sebagai perwira pendamping (LO) tamu undangan dan kontingen dari 33 provinsi se Indonesia. Jajaran SKPD yang bertugas sebagai LO diminta memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, selama di Samarinda, hingga kepulangan.
“Semua harus dipersiapkan. Kendaraan, hingga pelayanan yang diberikan harus disiapkan sesuai protap undangan resmi. LO harus bertanggung jawab selama tamu undangan di sini. Berikan service terbaik agar mereka senang,” serunya.
Menyikapi masalah ketersedian pasokan listrik selama penyelenggaran, gubernur mengaku lega karena persoalan tersebut sudah bisa diatasi. PLN Samarinda memastikan siap mendukung pasokan listrik baik saat pembukaan yang dihadiri presiden dan pejabat tinggi negara lainnya, maupun selama penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Solusinya antara lain mendukung daya dari aliran listrik PLN, serta menyediakan 5 genset dengan kapasitas 630 kva setiap gensetnya untuk menutupi kekurangan daya pasokan listrik selama penyelenggaraan.
Pada kesempatan itu, gubernur juga meminta SKPD Kaltim memasang baleho di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga sepanjang jalan menuju Stadion Sempaja. Ini dalam rangka memaksimalkan publikasi dan menyemarakkan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Setiap SKPD diinstruksikan memasang minimal dua baleho bertuliskan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional beserta temanya. Untuk pengaturan tata letaknya menjadi tanggung jawab Diskominfo Kaltim bersama Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim.
"Selain itu, pihak perbankan, perhotelan, pertambangan, perkebunan, termasuk kehutanan juga diminta terlibat. SKPD teknis membidangi sektor terkait diminta mengkoordinasikan perusahaaan-perusahaan tersebut untuk memasang umbul-umbul minimal lima buah di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga menuju Stadion Sempaja,"pungkasnya. mar

KKS Mesti Jadi Pelopor Pembangunan di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menaruh harapan besar kepada Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS), baik secara nasional maupun di daerah, khususnya di Kaltim dapat menjadi pelopor pembangunan, terutama pembangunan di daerah.
Karena, sebagai komunitas suku di negara ini, KKS memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah, terutama pemerintah daerah di Kaltim.
“Pemprov Kaltim sangat berterima kasih kepada seluruh Kerukunan Keluarga Soppeng, terutama yang berada di Kaltim. Karena hingga saat ini pemerintah daerah mampu melaksanakan program pembangunan dengan baik dan sukses. Sebab, semua itu tidak lepas dari peran warga Soppeng yang bekerja di masing-masing sektor, baik pemerintahan maupun swasta,” kata Mukmin Faisyal saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV KKS di Kaltim, Jumat malam (30/5).
Pemprov Kaltim juga mengapresiasi kepada KKS di Kaltim, bahwa hingga saat ini warga Soppeng tidak pernah meresahkan masyarakat di daerah. Misal, membuat keributan atau kerusuhan antar penduduk.
Pemerintah daerah berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga dengan baik, sehingga KKS di Kaltim mampu bersama pemerintah menjaga kondusifitas di daerah, agar penyelenggaraan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sukses di masa akan datang.
“Saya yakin semua warga Soppeng baik-baik, sopan santun dan ringan tangan, yakni suka membantu kepada warga yang tidak mampu. Karena itu, kami berharap warga Soppeng atau KKS harus menjadi pelopor pembangunan di daerah ini, sehingga mampu mensejahterakan rakyat di daerah,” jelasnya.
Selain itu, diharapkan warga Soppeng di Kaltim terus berbuat yang terbaik bagi daerah. Misal, dengan cara, ketika ada bencana banjir atau kebakaran, warga Soppeng turut membantu memberikan dukungan, yakni bisa dengan memberikan bantuan dana atau pakaian layak pakai dan sembilan bahan pokok (Sembako).
Agar kerukunan tersebut terus berjalan baik, maka diharapkan warga Soppeng dapat saling menghargai dan menghormati sesama suku, termasuk antar suku, agama dan pandangan politik.
“Karena, dengan adanya kerukunan yang baik, maka setiap daerah akan mampu mewujudkan pembangunan yang lebih baik. Sebab, dengan kerukunan yang baik akan memberikan stabilitas keamanan yang baik bagi daerah, sehingga penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan baik dan sukses. Kami berharap ke depan kerukunan yang baik ini dapat dipertahankan,” jelasnya.
Bupati Soppeng Andi Soetomo menyatakan bangga terhadap perhatian yang diberikan Pemprov Kaltim kepada KKS di daerah. Karena, dengan adanya perhatian tersebut KKS di Kaltim mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai organisasi masyarakat dengan baik.
“Saya berharap dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota dapat bermanfaat bagi organisasi KKS di Kaltim dalam melaksanakan program kerja, sehingga KKS mampu berpartisipasi mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah,” jelasnya. mar

Sistem Buka Tutup Jembatan Mahakam Diberlakukan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jembatan Mahakam yang menjadi salah satu tempat perlintasan bagi sejumlah kendaraan yang hendak keluar kota maupun yang akan menuju Kota Samarinda selalu mengalami kepadatan. Apalagi saat akhir pekan selalu mengalami kepadatan yang akan menuju ke Jembatan Mahakam. Oleh sebab itu sistem buka tutup terhadap kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam tak hanya diterapkan setiap akhir pekan. Jika arus lalu lintas sedang macet parah dan terjadi antrean panjang, maka sistem buka tutup akan diterapkan polisi.
Menurut Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Didik Haryanto, sistem buka tutup untuk jalur ke Jembatan Mahakam memang dilakukan sebab jika kondisi dilapangan mengalami kemacetan yang cukup panjang maka sistem buka tutup akan di berlakukan.
"Kami melihat kondisi di lapangan. Jika Jalan Slamet Riyadi sedang macet parah atau di Jalan Cipto Mangunkusumo juga terjadi antrian panjang kendaraan maka akan langsung kami terapkan sistem buka tutup," kata Didik.
Ditambahkannya, dari hasil pengamatan dan evaluasi di lapangan sistem buka tutup terhadap kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam sangat efektif mengurangi kemacetan di Jalan Slamet Riyadi.
"Kemacetan di Jl Slamet Riyadi salah satu penyebabnya karena ada antrean kendaraan yang hendak masuk Jembatan Mahakam.
Makanya dengan sistem ini kami harapkan bisa mengatasi kemacetan. Namun evaluasi ini terus kami lakukan agar benar-benar bisa memberikan rasa nyaman saat melintas," ujarnya.
Dengan adanya sistem buka tutup ini bisa mengurangi kemacetan dan masyarakat bisa memaklumi dengan aturan yang di berlakukan tersebut. Sebab Jembatan Mahakam ini adalah jalan akses menuju keluar kota oleh sebab itu wajar saja kalau sering terjadi kemacetan dikawasan tersebut. aon

PT HJP Surati Kapolri

Minta Perlindungan Hukum

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tim kuasa hukum PT Harimas Jaya Plywood dari kantor Advokat dan Konsultan Hukum Sayid Machmud, SH dan Partner meminta perlindungan hukum kepada aparat kepolisian terhadap kasus hukum yang ditanganinya.
Sebelumnya tim kuasa hukum mengaku bingung karena sejumlah Objek sengketa yang berada dilingkungan PT Harimast Jaya Plywood (HJP) dilaporkan hilang dan dipindahkan dari tempatnya. Padahal saat ini pihak PT HJP masih dalam proses pengajuan Kasasi ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Ironisnya yang mengangkut seluruh barang bukti adalah Kurator yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian Polresta Samarinda.
"Bagaimana bisa objek sengketa yang saat ini masih berproses dipindahkan dari gudang HJP, ini kan jelas penyimpangan dari itu menindaklanjuti apa yang dilakukan pihak Kepolisian, Pihaknya menyampaikan kejadian ini ke Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kapolri," kata Sayid Mahmud kuasa Hukum PT HJP melalui siaran persnya ke Poskota Kaltim.
Permohonan perlindungan hukum ini lanjutnya didasarkan atas telah berpindahnya objek sengketa PT Harimas Jaya Plywood dari tempatnya, padahal karena masih adanya upaya hukum yang dilakukan oleh PT HJP, seharusnya hal itu tidak dibenarkan.
"Dalam surat permohonan perlindungan itu kami juga melaporkan petugas kepolisian Polresta Samarinda yang bertugas mengamankan aset tersebut yang masih dalam sengketa itu mengatakan bahwa pembongkaran atas perintah Kabag Ops Polresta Samarinda.
Ironisnya setelah pihaknya meneliti objek sengketa yang seharusnya dijaga itu ternyata telah dijual kepada PT Chen Hsi Jaya Perkasa dan barang bukti itu telah dikirim keluar kota tepatnya di kota Tanggerang. Atas tindakan itu lanjut Sayid Hukum telah diabaikan, dilecehkan bahkan hukum telah dibunuh dan yang menyedihkan pelakunya adalah Oknum aparat kepolisian yang mestinya dihormati.
"Kami sengaja menulis surat itu sekaligus sebagai upaya klarifikasi terhadap pengawalan yang dilakukan anggota Polresta Samarinda dilokasi PT HJP belum lama ini," kata Sayid.
Pada kesempatan itu Sayid juga mengatakan bahwa sebelumnya mereka juga telah mengirimkan surat  tertanggal 24 Mei 2014 itu, Sayid mempertanyakan alas an kapolresta berani memindahkan objek sengketa yang masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung. Padahal sesuai peraturan yang ada barang bukti yang masih dalam sengketa tidak dibenarkan dipindahkan.
"Apakah benar objek sengketa yang masih dalam proses kasasi diperbolehkan untuk dipindahkan," kata Sayid dengan nada tanya.
Selain itu, Sayid juga mengingatkan bahwa objek barang yang berada dilingkungan perusahaan tidak seluruhnya milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ketiga yang tidak termasuk dalam objek sengketa.
"Satu hal yang musti dipahami tidak semua objek barang yang berada dilingkungan perusahaan menjadi milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ke tiga dan itu tidak termasuk dalam objek yang kini disengketakan," Tegas Sayid.
Ironisnya lanjut Sayid saat ini pemilik yang memiliki surat-surat kepemilikan yang sah justru diusir dan tidak diperbolehkan masuk kelokasi, hal ini memperlihatkan adanya upaya perampasan hak dan perampokan yang dilakukan oleh Oknum petugas yang memiliki kekuasaan.
"Intinya kami menuntut keadilan dan meminta perlindungan hukum kepada Kapolri atas apa yang dilakukan jajarannya di Polresta Samarinda," kata Sayid. M4n

Banjir Rendam Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hujan deras selama 3 jam yang mengguyur Samarinda Jumat sore lalu (30/5) membuat sejumlah kawasan di Samarinda tergenang hingga kedalaman 1 meter - 1,5 meter.
Lokasi yang paling parah adalah dikawasan Lempake Samarinda Utara  ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan kerasnya arus membuat beberapa kandang hewan milik warga mengalami kerusakan.
Seperti biasanya dampak dari banjir rutin yang terjadi dikawasan ini jika curah hujan cukup tinggi adalah lumpuhnya lalu lintas kendaraan yang menuju keluar kota seperti  ke Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, bahkan  antrian kendaraan bahkan mengular hingga 6 km dikedua sisi jalan.
Sejumlah kantor pelajanan publik seperti kantor Kamat Samarinda Utara, Kantor Camat Sungai Pinang, Kantor Koramil dan Kantor Polsek Samarinda utara tidak luput dari genangan air.
Sehingga tidak heran jika pasca banjir terlihat petugas koramil Samarinda Utara yang terpaksa mengguras air yang menggenangi kantor mereka,  banjir yang terjadi setiap kali hujan membuat kantor yangterletak didataran rendah ini terpaksa mengepung bangunannya dengan dam. Namun akibat debit air yang datang lebih tinggi dari dam membuat kantor prajurit TNI itu menjadi kolam.
Petugas yang bertugas pun terpaksa mengeluarkan air yang menggenangi Mako Koramil Samarinda Utara dengan menggunakan dua timba air.
Sama halnya dengan Kantor Koramil Samarinda Utara, KJantor Polsek Samarinda Utara juga mengalami kebanjiran  meski petugas telam membuat dam setinggi 80 cm , namun debit air yang terus meninggi membuat petugas kepolisian terpaksa mematikan aliran listrik yang masuk ke kantor itu. Merekapun terpaksa menggunakan lilin sebagai alat penerangan,  begitu juga di ruang tahanan Polsek Samarinda Utara.
“Kami terpaksa memadamkan aliran listrik untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, namun sejumlah tempat kita tempatkan lilin penerang dan selalu diawasi oleh petugas jaga yang tugas mala mini,” kata AKP Darsono, Wakapolsek Samarinda Utara.
Selain itu banjir yang terjadi sejak selasa sore hingga pukul 22.00 wita membuat arus trasportasi mengalami hambatan ratusan kendaraan hanya bisa mengantri menunggu giliran lewat.
Ratusan kendaraan antir mulai dari roda dua, roda empat hingga truk berbadan lebar, berada di kawasan Jl DI Panjaitan serta Jl Panglima M Noor menuju kawasan simpang tiga Jl Panjaitan,  antrian di kedua ruas jalan itu mencapai 6 kilometer .
Seperti Haji Arwan terpaksa menunggu lebih dari 3 jam untuk bisa melewati Jl Panjaitan menuju ke Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.
Banjir kali ini tergolong semakin parah lantaran mobil yang dikendarainya tidak bergerak sama sekali akibat tumpukan antrean ratusan kendaraan di Jl DI Panjaitan.
“Sejak sebelum Magrib hingga saat ini pukul 21.30 Wita kendaraan saya baru berjalan 50 meter. Itupun karena sebagian kendaraan memilih memutar balik kendaraanya, “ kata Arwan. M4n

Cabai Rusak Dijual

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Cuaca buruk didalam yang terjadi saat pengiriman bahan kebutuhan pokok seperti cabai dari Sulawesi dan pulau Jawa membuat sejumlah pedagang terpaksa menaikan harga cabai dipasaran pasar Tradisional pasar Segiri Samarinda, apalagi 20 persen cabai mengalami kerusakan.
Ironisnya meski mengalami kerusakan cabai busuk ternyata tidak dibuang,  namun oleh pedagang tetap dikumpulkan karena beberapa kalangan justru mencari cabai busuk ini.
Jika pasaran cabai baik saat ini mengalami kenaikan hingga Rp20 ribu perkilonya, cabai busuk dijual dengan harga yang cukup tinggi pula yakni Rp 10ribu perkilonya.
“Ini tetap kita jual namun tidak dicampur dengan yang bagus, karena untuk cabai yang rusak, layu dan busuk ini memang ada pembelinya khusus, saya tidak tahu akan dibuat apa,” kata Wakoi, pedagang cabai di pasar segiri Samarinda.
Kenaikan harga komoditi ini dipastikan akan terus merangkak  naik hingga memasuki bulan ramadhan, sebab  pasokan komoditi tersebut kebanyakan berasal dari luar Kaltim. john

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebulan jelang bulan suci ramadhan sejumlah harga bahan pokok terus melonjak naik,  seperti ayam potong kenaikan harga mencapai 50-60 persen dari harga biasanya, akibatnya pedagang terpaksa menjual ayam kecil kecil.
Harga barang kebutuhan masyarakat di Samarinda meroket hingga 60 persen, di pasar tradisional Segiri harga ayam potong yang sebelumnya Rp25 ribu saat ini naik menjadi harga Rp35 ribu–Rp 40 ribu/kilonya.
Hal ini membuat sebagian pedagang terpaksa menjual ayam dengan bobot yang ringan namun harga jual tetap tinggi, dengan alasan stok ayam potong di kandang mulai berkurang. Apalagi akan memasuki bulan ramadhan.
Haji Abdulah  pedagang ayam potong di pasar segiri mengaku sejak beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan ayam potong karena di tingkat distributor ayam potong sedang kosong.
“Kami sudah mengambil dengan harag tinggi, otomatis harga jualnya juga tinggi, apalagi di distributor saat ini stok ayam potong kurang, mau tidak mau kami hanya mengambil yang ada meski terlihat bobotnya kecil,” katanya.
Haji Abdulah berharap menjelang bulan ramadhan kebutuhan ayam potong ini segera teratasi sehingga  kenaikan harga ayam potong ini tidak mengganggu persiapan masyarakat khususnya umat Islam untuk menjalankan ibadah.
Sementara itu kenaikan ayam potong ini membuat pedagang nasi kuning memutar otak untuk menyiasati agar tidak mengalami kerugian, ayam potong yang sudah kecil membuat ia terpaska mengecilkan kembali potongan ayam potongnya,  karena ia tidak mungkin menaikan harga nasi kuning yang dijualnya.
“Ya mau diapakan lagi memang ini sudah lauknya, kalau kita kosongkan nanti pembeli nanya, kalau kita naikan harga pelanggan malah kabur, serba salah,” kata Lasti pedagang nasi kuning di kawasan Jl Lambung Mangkurat.
Dari itu agar tidak mengalami kerugian, dan usahannya tetap berjalan dia terpaksa mengecilkan kembali potongan ayamnya sehingga diharapkan pembeli tidak kabur.
Hal sama diutarakan Pakde John pedagang ayam penyet dibilangan jalan M Yamin Samarinda selain harus mengecilkan ayam potong dagangannya ia juga terpaska harus mengurangi penggunaan tomat pada sambel ayam penyet dagangananya. Pasalnya kenaikan ayam potong juga dibarengi dengan kenaikan tomat yang mencapai 110 persen.
Harga tomat yang sebelumnya Rp 4000 kini menjadi Rp 10000 - Rp 11.000. Hal ini disebabkan karena mahalnya ongkos angkut dan panen dipulau Jawa yang berkurang.
“Semua cara dilakukan agar usahannya tetap hidup, namun ia tidak menggunakan bahan pengganti untuk menyiasati hal itu, yang penting pembeli tahu bahwa saat ini ayam naik tomat naik namun kami tidak menaikan harga jual makanan yang mereka beli, konsekuensinya adalah pengurangan potongan ayam dan penggunaan tomat,” kata  john

Muhamadiyah Terbitkan 7 Kriteria Capres Layak Pilih

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Berdasarkan hasil Tanwir Muhamadiyah di Hotel Mesra Internasional Samarinda belum lama ini, Muhammadiyah telah mengeluarkan tujuh kriteria pasangan capres-cawapres yang layak dipilih warga Muhammadiyah. Namun Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengingatkan bahwa rekomendasi itu harus dipahami secara kesuluruhan dan jangan ditafsirkan secara parsial.
Dihadapan wartawan usai menutup Tanwir Muhamadiyah, Din menyampaikan bahwa seluruh warga Muhammadiyah dibebaskan memilih pasangan manapun yang mencalonkan diri dalam Pilpres 2014 nanti. Namun PP Muhammadiyah telah mengeluarkan 'Maklumat Kebangsaan' berupa tujuh kriteria pasangan capres-cawapres layak dipilih.
Dan, warga Muhammadiyah sudah bisa memahami isi 7 kriteria yang dihasilkan dalam sidang Tanwir PP Muhammadiyah di Samarinda tersebut. Menurutnya, warga Muhammadiyah adalah warga yang cerdas sehingga tidak harus diberi arahan secara gamblang untuk menentukan pilihan.
"Saya yakin warga Muhammadiyah sudah bisa menentukan pilihan dengan 7 kriteria tersebut. karena lughatu dzaki wal hakim al-isyarah (bahasa orang pandai cukup dengan isyarat). Tentukan pilihan anda, tapi yang jelas adalah memilih yang memiliki komitmen terhadap aspirasi politik umat Islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan seperti semboyan dan semangat Muhammadiyah selama ini," kata Din .
Tujuh rekomendasi dalam maklumat itu, lanjutnya adalah arahan yang normatif bagi seluruh warga Muhammadiyah. Menurutnya semua poin dalam tujuh kriteria itu adalah syarat ideal bagi calon pemimpin.
Salah satu dari kriteria yang disebut dalam maklumat itu adalah memilih pasangan capres-cawapres yang mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakan hukum, serta penyelamatan aset dan kekayaan negara.
Warga punya hak untuk menganggap capres pilihannya memiliki kemampuan menyelamatkan asset negara, namun tidak ada niatan dari Muhammadiyah untuk mengarahkan warganya dengan membuat kriteria itu.
"Bisa jadi kedua pasangan itu berkemampuan menyelamatkan asset negara, bisa jadi keduanya juga tidak bisa. Tapi harus disebutkan agar menjadi pesan kepada siapapun nanti yang terpilih agar menjalankan kewajiban menjaga aset negara itu. Saya sendiri sampai sekarang juga belum yakin keduanya mampu melakukan itu (menyelamatkan aset negara)," kata Din.
"Namun kita harus memilih, harus bertanggung jawab sebagai warga negara untuk menggunakan hak politiknya. Muhammadiyah ikut mendirikan negara ini, tidak bisa kalau tidak ikut menentukan nasib negara ini ke depan. Lagipula penafsiran maklumat itu harus secara utuh, jangan parsial seperti itu. Nanti bisa dilihat kriteria 1 mengarah ke pasangan yang itu, kriteria yang 2 atau selanjutnya mengarah ke pasangan yang ini. Malah repot. Itu kan pesan yang utuh," pesan Din. M4n

Jokowi Takjub Pertumbuhan Ekonomi Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pertumbuhan ekonomi di Samarinda yang mencapai 6,5 persen ternyata mendapat apresiasi positif dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Di sela-sela hadir dalam rangkaian kegiatan aksi damai stop pada kekerasan terhadap perempuan dan anak Minggu lalu di Stadion Madya Sempaja Samarinda belum lama ini.
Jokowi sapaan akrab dari Joko Widodo ini saat berbincang santai kepada Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail saat mendampingi pagi itu mengaku takjub dengan berkembang pesatnya pusat industri maupun  perbankan  yang telah menggeliat di kota Tepian sebagai indikator pendukung pertumbuhan ekonomi tadi.
Bahkan selama 2 hari di Samarinda, dirinya mengaku telah meninjau langsung transaksi jual beli yang berada di pusat pasar tradisonal maupun modern.
”Alhamdulillah saya sempat mengunjungi pasar Segiri. Saya perhatikan pedagang di sana bahagia semua begitu juga saat malam harinya saya sempat mampir ke Mall Lembuswana dimana warga disini sangat luar biasa sekali,” puji Jokowi.
Artinya, tambah dia secara kasat mata tingkat ekonomi warga Samarinda sudah membaik seiring jumlah penduduk yang lebih banyak ketimbang kota Solo yang pernah dipimpinnya.
”Melihat pertumbuhan ekonomi tadi, jadi sangat wajar kalau pertumbuhan penduduk disini sangat cepat,” ungkapnya. Sehingga bisnis property pun mengalami peningkatan, dengan pembukaan pemukiman baru di wilayah Samarinda yang mulai berjalan ke arah kota pinggiran.
Mendapat pujian  tersebut, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail mengatakan pertumbuhan ekonomi  yang dianggap membaik oleh Gubernur DKI Jakarta tadi merupakan sebagai bukti kesiapan Samarinda mewujudkan perluasan pembangunan koridor ekonomi untuk masuk dalam program nasional yakni Masterplan Ekonomi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Sehingga dampak dari geliat pertumbuhan ekonomi  tadi saat ini semakin dirasakan masyarakat.
”Seperti perkembangan kota sekarang yang oleh Pemerintah  mulai mengarah ke pinggiran seperti Palaran,” sebutnya. Tujuannya untuk menciptakan peluang ekonomi yang bisa merata diseluruh kota tanpa terkecuali.
Begitu pula mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla ketika mengunjungi pasar Segiri dengan didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, memuji pesatnya pertumbuhan perekonomian Samarinda yang secara kasat mata bisa terlihat.
“Pertumbuhan ekonominya bagus. Tentunya ini tidak terlepas dukungan dari suasana kondusifnya kota Samarinda. Kalau tidak aman, bagaimana mau berjualan di pasar, menjalankan bisnis di kota jasa, karena Samarinda tidak bisa bertumpu dengan SDA,” tandasnya. ike

Gubernur Tak Campuri Pemilihan Rektor Unmul

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa tidak turut campur dalam pemilihan calon Rektor Unmul untuk periode 2014-2019. Hal itu bukan domainnya untuk menentukan siapa yang akan di pilih. Meski demikian, Pemprov Kaltim berharap Rektor Unmul ke depan harus mampu bekerjasama dengan pemerintah di daerah, sehingga pelaksanaan program pemerintah juga sejalan dengan pemikiran yang diberikan pihak akademisi.
“Pemilihan rektor ini, bukan domain saya untuk ikut campur. Silahkan para anggota dewan rektor dan dekan fakultas untuk memilih. Hanya saja, harapan saya rektor yang terpilih, siapa pun orangnya diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah di daerah,” kata Awang Faroek Ishak usai menghadiri Rapat Paripurna ke 14 DPRD Kaltim tentang penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim atas nota penjelasan tentang Raperda rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018 di DPRD Kaltim, Senin (26/5).
Dukungan dari perguruan tinggi sangat diperlukan dalam menyukseskan program pemerintah di daerah. Karena, dari RPJMD Kaltim periode 2013-2018 sangat memerlukan dukungan perguruan tinggi.
Lembaga pendidikan tinggi ini sangat penting. Karena bertujuan untuk mendukung semua program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah di berbagai bidang pembangunan saat ini.
“Jadi, siapa pun orangnya, bagi saya silahkan secara demokrasi dipilih dengan baik. Sesuai kriteria yang telah ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi menegaskan, jika memang ada calon rektor yang berkunjung ke Gubernur Kaltim tentu hal yang wajar. Karena, sebagai mitra strategis atau mitra pendukung program pembangunan daerah, tentu perlu adanya kerjasama yang harmonis, sehingga pelaksanaan pembangunan juga berjalan dengan baik.
“Yang jelas pemilihan rektor tidak dapat dipengaruhi siapa pun, karena semua telah di atur dalam perguruan tinggi,” jelasnya. mar

Dana Perimbangan Turun Drastis

Proyeksi 5 Tahun Kedepan Dalam PU Fraksi Demokrat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam lima tahun ke depan, proyeksi pendapatan dana perimbangan hanya Rp2,8 triliun. Ini menurun drastis karena pada 2013 dana perimbangan yang diperoleh Kaltim mencapai Rp5,34 triliun.
Hal ini diungkapkan juru bicara Fraksi Demokrat Windy Imelda dalam pemandangan umum fraksinya saat Rapat Paripurna ke-14 DPRD Kaltim.
Pemandangan Umum Fraksi Demokrat sebagai tanggapan atas penyampaian Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltim Tahun 2013-2018.
Soal menurunnya dana perimbangan ini, Windy memaparkan hal tersebut disebabkan adanya penurunan dari bagi hasil Pajak Bumi Bangunan (PBB) sektor pedesaan dan perkotaan yang telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota, dan moratorium perizinan pembukaan lahan pertambangan dan kehutanan.
“Penyebab lainnya dari dana perimbangan hasil bukan pajak yang meliputi pembatasan jumlah produksi oleh pemerintah, harga batu bara dan permintaan yang cenderung menurun karena habis,” urai Windy.
Selain itu Windy menjabarkan bahwa proyeksi pendapatan keseluruhan Provinsi Kaltim yang digambarkan hampir tidak ada kenaikan secara signifikan hingga akhir tahun 2018, bahkan turun dibanding tahun 2014.
“Tahun 2014 diperoleh pendapatan sebesar Rp10,335 triliun dan pada tahun 2018 pendapatan diperkirakan Rp8,956 triliun,” papar Windy.
Hingga kini Windy menyampaikan bahwa perekonomian Provinsi Kaltim masih sangat bergantung dengan sumber daya alam tak terbarui terutama minyak, gas, dan batubara.
Menurut Windy, hal tersebut akan menjadi sebuah masalah utama jika sumber daya alam tak terbarui tersebut semakin menipis dan pemerintah belum maksimal mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis lain yang menunjang perekonomian.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas mencapai 5,17 persen pada tahun 2013. Tahun 2010-2012 pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas berada pada posisi dua digit, di atas 11 persen,” katanya.
Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Kaltim tanpa migas dan batubara jauh lebih besar yaitu 7,47 persen pada tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi dengan migas Kaltim yang menurun sejak 2010. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batubara meningkat dari 2010-2012 yaitu masing-masing, 7,93 persen, 8,77 persen dan 10,14 persen.
Fraksi Demokrat menyimpulkan bahwa indeks tersebut dalam kurun waktu 2011-2012 mengalami peningkatan yang mengindikasikan  bahwa pemerataan pendapatan masyarakat secara horisontal di Provinsi Kaltim mengalami penambahan ketimpangan. hms/adv

Pansus LKPj Cek Aset Pemprov

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) 2013 Sarkowi V Zahri mengatakan, tim pansus akan terjun ke lapangan untuk meninjau aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Pernyataan tersebut disampaikan Politikus Golkar ini didampingi beberapa anggota lain yakni Zain Taufiknurrohman, Abdurahman Alhasni, Syarif, Yaqub Ukung dan Ichruni Lutfi Sarasakti dalam pertemuan antara Pansus LKPj dengan Biro Pemerintahan dan Biro Umum Pemprov Kaltim sebagai monitoring DPRD terhadap LKPj Gubernur yang dilaporkan beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini dewan berkewajiban melakukan cross check kepada SKPD yang bersangkutan, di tke lapangan.
“Pansus akan tinjau ulang ke lapangan untuk mengecek pembangunan atau aset Pemprov yang dianggarkan pada APBD 2013,” ucapnya, Jumat (23/5) lalu di Gedung E DPRD Provinsi Kaltim.
Sarkowi mengungkapkan, tinjauan ulang terhadap beberapa aset pemprov tersebut dilakukan sebab didapatkan banyak ketidaksesuaian antara pembangunan di lapangan dengan hasil LKPj Gubernur.
Sebelumnya, dalam kesempatan itu, Pansus LPKj meminta kepada  Biro Perlengkapan dan Biro umum yang hadir untuk menjelaskan terkait realisasi anggaran 2013 dan daya serapnya. Kepada Biro Perlengkapan, pansus meminta penjelasan mengenai aset-aset Pemprov Kaltim yang memiliki nilai ekonomis.
"Penjelasan dari Biro Umum dan Biro Perlengkapan ini merupakan gambaran bagi kami untuk mengecek ulang LKPj gubernur yang diberikan kepada kami (Dewan, Red) dan nantinya dengan yang ada di lapangan. Bagaimana realisasi pada anggaran 2013 yang tentunya berkaitan dengan LKPj Gubernur untuk kami sikapi," ungkapnya.
Adapun beberapa aset yang rencananya akan ditinjau oleh pansus adalah pembangunan VIP Room Bandara Sepinggan Balikpapan dan aset-aset Pemprov Kaltim yang kini berada di Kaltara. hms/adv

Barang Bukti PT HJP Diangkut Polisi

Kuasa Hukum PT HJP Bingung

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tim kuasa hukum PT Harimas Jaya Plywood (HJP) mengaku bingung karena sejumlah objek sengketa dilingkungan PT HJP sebagian diantaranya dilaporkan hilang dan dipindahkan dari tempatnya. Padahal saat ini pihak PT HJP masih dalam proses pengajuan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Ironisnya yang mengangkut seluruh barang bukti adalah pihak kepolisian Polresta Samarinda.
"Bagaimana bisa objek sengketa yang saat ini masih berproses dipindahkan dari gudang HJP, ini kan jelas penyimpangan dari itu menindaklanjuti apa yang dilakukan pihak Kepolisian, Pihaknya menyampaikan kejadian ini ke Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kapolri," kata Sayid Mahmud, kuasa Hukum PT HJP melalui siaran Pernya ke Poskota Kaltim kemarin.
Selain kepada petinggi di jajaran Kepolisian Republik Indonesia, Sayid juga melayangkan surat ke Kapolresta Samarinda melalui Kabag Ops dan Kasat Reskrim.
"Kami sengaja menulis surat itu sekaligus sebagai upaya klarifikasi terhadap pengawalan yang dilakukan anggota Polresta Samarinda dilokasi PT HJP belum lama ini," kata Sayid.
Dalam surat tertanggal 24 Mei 2014 itu, Sayid mempertanyakan alasan Kapolresta berani memindahkan objek sengketa yang masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung. Padahal sesuai peraturan yang ada barang bukti yang masih dalam sengketa tidak dibenarkan dipindahkan. "Apakah benar objek sengketa yang masih dalam proses kasasi diperbolehkan untuk dipindahkan," Kata Sayid dengan nada tanya.
Selain itu, Sayid juga mengingatkan bahwa objek barang yang berada dilingkungan perusahaan tidak seluruhnya milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ketiga yang tidak termasuk dalam objek sengketa.
"Satu hal yang musti dipahami tidak semua objek barang yang berada dilingkungan perusahaan menjadi milik HJP sebab sebagian diantaranya milik pihak ke tiga dan itu tidak termasuk dalam objek yang kini disengketakan," tegas Sayid.
Dari itu lanjutnya, dia meminta Kapolresta secepatnya memberikan klarifikasi alasan pemindahan tersebut. Tujuannya untuk menghindari munculnya sengketa baru dibalik sengketa yang hingga kini masih berlangsung.
"Saya hanya berharap kapolres segera mengklarifikasi alasan pemindahan tersebut dan seterusnya mengembalikan semua barang yang sudah dipindahkan agar tidak menimbulkan sengketa baru," katanya.
Sementara itu Kasat Reskrim Kompol Febby Hutagalung Sik yang dihubungi melalui telpon selulernya membenarkan pengangkutan aset milik HJP ke gudang milik Kurator Pengadilan Niaga Surabaya.
"Kami mengamankan aset perusahaan berdasarkan permintaan Kurator dari pengadilan Negeri Surabaya yang melakukan sita aset perusahaan yang telah dinyatakan Failit," kata Febby. M4n

Semenisasi Jalan Lingkungan Mesti Dilanjutkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pekerjaan semenisasi jalan lingkungan yang dikerjakan pemerintah Kota (Pemkot)  Samarinda pada tahun ini, nampaknya harus menjadi skala prioritas pembangunan di kota Tepian ini. Pasalnya, usulan semenisasi dilanjutkan  masih mendominasi usulan semua warga. Semenisasi begitu terasa dampaknya bagi warga. Jalan lingkungan yang tadinya becek dan licin kini mulus dan nyaman.
Namun demikian, warga tetap meminta agar program semenisasi tersebut dilanjutkan. Pasalnya, masih banyak jalan lingkungan yang belum disentuh semenisasi. Bahkan, ada sebagian besar jalan lingkungan masih separo pengerjaannya.
"Dari usulan yang masuk sementara, dominasi pekerjaan yakni semenisasi jalan lingkungan. Ini membuktikan tingginya keinginan warga terhadap jalan lingkungannya," ujar Rokhim, warga Sungai Pinang, kemarin.
Menurutnya, kondisi jalan lingkungan di wilayah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir banyak yang rusak akibat banjir dan lumpur. "Dengan program semenisasi ini sangat tepat. Karena semen tahan terhadap air dan lumpur," katanya.
Dia mengatakan, kelanjutan program pemerintah ini sangat ditunggu warga. Karena dengan jalan yang mulus akan memudahkan aktifitas warga. "Saya kira semua warga tidak ingin jalan lingkungan becek dan berlumpur," tegasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M Fachmi Azuari, mengatakan pemerintah telah melakukan semenisasi sekitar 70 persen jalan lingkungan. "Dewan akan terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap proyek ini," katanya.
Dia meyakini pemerintah akan melanjutkan pembangunan perbaikan jalan lingkungan ini untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, rapi aman dan nyaman.
"Semenisasi ini akan mampu melancarkan perekonomian warga. Maka dari itu dewan akan terus mengawal proyek tersebut," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa ada juga program pemerintah berupa bantuan stimulan atau rangsangan berupa bahan material bangunan. Untuk itu, dia meminta kepada ketua RT untuk berkoordinasi dengan pengurus RT dan warganya, demi peningkatan peran swadaya warga. "Biasanya beragam bentuknya. Bukan hanya membantu tambahan bahan material. Tetapi juga berupa tenaga melalui gotong royong, bayar tukang hingga konsumsi," katanya. tha

Gubernur Ajak Sukseskan TTG Nasional di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Kaltim terlibat dan memaksimalkan persiapan penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI 2014 yang akan dihelat, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, 18–23 Juni 2014. Ini agar penyelenggaraannya sukses, sehingga meninggalkan kesan bagi Presiden dan tamu undangan bahwa Kaltim mampu menjadi tuan rumah yang baik.
“Pendek kata gotong royong sukseskan Gelar TTG Nasional di Kaltim. Semuannya harus mensukseskan. Jangan sampai ada yang tidak terlibat. Buktikan mampu jadi tuan rumah. Kesannya harus sama seperti penyelenggaraan beberapa even nasional yang dihadiri presiden sebelumnya,” tegas Gubernur Faroek saat memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional, di Ruang Rapat Gubernuran Kaltim, Samarinda, Senin (26/5) lalu.
Jajaran SKPD Kaltim diminta memastikan kesiapan penyelenggaraan sesuai bidang tugas kepanitian yang ditetapkan. Bila perlu dijadwalkan gladi bersih untuk memastikan kelancaran rangkaian kegiatan seremonial pembukaannya.
Gubernur mengaku siap mengawal gladi bersih agar penyelenggaraannya sesuai harapan. Apalagi, menurut Faroek, presiden sangat memperhatikan kelancaran acara. Itu sebabnya, pihaknya mengagendakan rapat persiapan ini. Tujuannya tidak lain untuk mendengar persiapan yang telah dilakukan unsur kepanitian.
Pun demikian berkaitan tugas pelayanan sebagai perwira pendamping (LO) tamu undangan dan kontingen dari 33 provinsi se Indonesia. Jajaran SKPD yang bertugas sebagai LO diminta memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, selama di Samarinda, hingga kepulangan.
“Semua harus dipersiapkan. Kendaraan, hingga pelayanan yang diberikan harus disiapkan sesuai protap undangan resmi. LO harus bertanggung jawab selama tamu undangan di sini. Berikan service terbaik agar mereka senang,” serunya.
Menyikapi masalah ketersedian pasokan listrik selama penyelenggaran, gubernur mengaku lega karena persoalan tersebut sudah bisa diatasi. PLN Samarinda memastikan siap mendukung pasokan listrik baik saat pembukaan yang dihadiri presiden dan pejabat tinggi negara lainnya, maupun selama penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Solusinya antara lain mendukung daya dari aliran listrik PLN, serta menyediakan 5 genset dengan kapasitas 630 kva setiap gensetnya untuk menutupi kekurangan daya pasokan listrik selama penyelenggaraan.
Pada kesempatan itu, gubernur juga meminta SKPD Kaltim memasang baleho di sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda, hingga sepanjang jalan menuju Stadion Sempaja. Ini dalam rangka memaksimalkan publikasi dan menyemarakkan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional.
Setiap SKPD diinstruksikan memasang minimal dua baleho bertuliskan penyelenggaraan Gelar TTG Nasional beserta temanya. Untuk pengaturan tata letaknya menjadi tanggung jawab Diskominfo Kaltim bersama Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim.
"Selain itu, pihak perbankan, perhotelan, pertambangan, perkebunan, termasuk kehutanan juga diminta terlibat. SKPD teknis membidangi sektor terkait diminta mengkoordinasikan perusahaaan-perusahaan tersebut untuk memasang umbul-umbul minimal lima buah di sepanjang jalan Balikpapan–Samarinda, hingga menuju Stadion Sempaja,"pungkasnya. mar

Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Pilpres 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim, H  Awang Faroek Ishak meminta tim terpadu penanganan keamanan dalam daerah memiliki rasa kepekaan atau kejelian terhadap kondisi keamanan di Kaltim. Utamanya dalam menjaga kondusifitas keamanan menjelang Pemilihan Presiden dan Wapres  (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.
“Pemprov Kaltim sangat menyadari pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas keamanan. Termasuk mensukseskan perhelatan pesta demokrasi pilpres mendatang agar penyelenggaraannya sukses, didukung dengan situasi  kemanan yang kondusif,” kata Awang  Faroek Ishak dalam sambutan sebelum membuka sosialisasi tim terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Daerah (PGKD), di Ruang Ruhui Rahayu beberapa hari lalu.
Menurutnya, disinilah peran penting tim terpadu penangananan gangguan keamanan daerah didukung jajaran TNI dan Polri dalam menjalankan Inpres  No 1/2014 sebagai tindak lanjut Inpres No 2/2013 tentang penanganan gangguan keamanan daerah. Berkenaan itu, Awang Faroek  menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi yang nantinya diharapkan mampu mewujudkan Kaltim yang lebih kondusif, aman, nyaman, rukun serta damai. Termasuk diharapkan dapat menyamakan persepsi peran tim terpadu penanganan gangguan  keamanan  dalam daerah menjaga kondusifitas keamanan daerah.
“Sosialisasi Inpres menekankan penanganan gangguan keamanan dalam daerah dan mewujudkan stabilitas daerah menjelang pilpres. Tujuannya untuk menciptakan iklim hukum positif dan keamanan dalam negeri yang kondusif demi kelancaran pembangunan baik nasional maupun daerah dengan mengedepankan aspek hukum dan HAM,” tandasnya.
Awang Faroek meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan   Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2014 ini.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak kepada semua pelaku kepentingan di Kaltim mari kita terus jaga stabilitas keamanan Kaltim untuk terlaksananya  Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,"ujarnya.
Sebagaimana Pemilihan Umum Kepala Daerah lalu, selain masyarakat, peranan Kapolda, Kepala TNI dan seluruh jajarannya sangat membantu dalam menjaga keamanan masyarakat untuk melaksanakan hak pilihnya. Kerjasama yang baik akan membuahkan hasil yang maksimal. Dibutuhkan kearifan dari seluruh pejabat provinsi maupun kabupaten/kota untuk benar-benar bisa menjadi pembina di dalam menjaga stabilitas daerah saat pemilu berlangsung.
“Komunikasikanlah hal-hal yang belum bisa diterima sehingga menjadi keputusan yang bulat bagi kita bersama. Jangan hanya karena perbedaan pendapat lalu stabilitas daerah saat pemilu jadi terganggu,” tegas Awang.
Awang Faroek juga  meminta agar setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kaltim tidak terlibat politik praktis  menjelang Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan April  2014 mendatang, PNS harus tetap netral, tidak boleh ikut kampanye dan  mendukung pemenangan salah satu Caleg maupun Capres yang bertarung pada Pemilu mendatang.
"Netralitas PNS ini sangat diharapkan, karena keterlibatan dalam politik praktis bertentangan dengan peraturan perundang-undangan  dan disiplin pegawai. Sehingga untuk menjamin pelaksanaan pesta demokrasi tidak diciderai dengan praktek menyimpang. Krena itu diharapkan para PNS diminta untuk tetap bertindak netral," kata Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.
Awang Faroek menegaskan, PNS, TNI dan Polri tugasnya mendukung penyelenggara (KPU dan Bawaslu, red) mensukseskan pemilu. Memastikan penyelenggaraannya lancar dan aman. Tidak boleh mendukung atau menginterpensi peserta Pemilu, Apalagi menjadi  peserta Pemilu,
"Larangan tersebut sesuai UU Kepegawaian yang tidak membenarkan PNS terlibat dalam politik praktis.  Dalam aturan itu disebutkan, bagi pegawai yang ingin terlibat aktif dalam politik praktis bersedia keluar dari PNS. Dan Peraturan perundangan tidak melarang PNS masuk parpol. Tapi harus berhenti. Kecuali jika UU ASN (Aparat  Sipil Negara/pengganti UU Kepegawaian) nanti membolehkan PNS berpolitik praktis seperti dulu. Prinsipnya kita ikuti saja ketentuan berlaku," paparnya. mar

Honorer Puskesmas Hamili Anak Kandung

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Normansyah (61) meski telah berusia senja namun nafsu Birahinya tidak bisa dibilang tua, Nafsu besarnya tidak hanya dilampiaskan ekapda sang istri namun juga melati (bukan nama sebenarnya) anak kandungnya sendiri. Ironisnya kelakuan bejat laki-laki ujur ini berbuah anak ketujuh yang juga cucunya sendiri didalam rahim Melati yang saat ini berumur 2 bulan.
Jengkel dengan perbuatan sang suami, Rima (bukan nama sebenarnya) langsung melaporkan perbuatan Norman yang tercatat sebagai tenaga Honor di Puskesmas Sungai Kapih Samarinda Ilir.
Pria paruh baya inipun terpaksa digiring petugas satuan Reskrim Polresta Samarinda dari tempat ia berkerja. Melati merupakan  anak kedua dari enam bersaudara. Melati diketahui diketahui hamil setelah sang ibu yang curiga melihat pertumbuhan tubuh anaknya yang memang sudah tidak bersekolah lagi setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepada ibunya, Melati mengaku terpaksa melayani nafsu bejat sang bapak karena diancam akan dibunuh jika menolak melayani bapaknya. Rima yang tidak terima atas kejadian ini kemudian langsung melaporkan perbuatan bejat sang suami ke polsek Samarinda Ilir .
Sementara itu Norman membantah jika perbuatan bejatnya dilakukan dengan paksaan. Kepada petugas, Norman mengaku bahwa perbuatannya dengan sang anak didasari suka sama suka. Bahkan beberapa kali sang anak yang meminta perbuatan itu dilakukan saat rumah dalam keadaan kosong.
“Saya tidak pernah mengancam seperti yang dikatakan Rima. Perbuatan ini suka sama suka, kadang saya yang minta, namun beberapa kali juga dia yang minta, jadi saya tidak pernah memaksa. Namun kalau Melati Hamil saya baru tahu,” kata Norman.
Ditanya awal ia melakukan perbuatan bejat ini, Norman mengaku bahwa awalnya ia memergoki Melati melakukan maturbasi didalam kamar, karena kasihan iapun kemudian mengajak anaknya berhubungan badan.
“Saya kasihan dengan dia, rasa ingin tahunya yang besar membuat ia melakukan perbuatan itu, dari itu saya lajari sekalian,” kata orang tua bejat ini.
Usai melakukan hubungan badan pertama kali Norman mengaku khilaf, namun setelah sering melakukan iapun menikmati perbuatan itu, bahkan ia mengaku memahami kode yang diberikan sang anak jika mengajak berhubungan intim.
“Melati kadang member kode kepada saya jika ia minta digitui. Dia suka menyodorkan organ fitalnya ketubuh saya, dan kemudian kami masuk kekamar,” kata Norman.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kapolsekta Samaridna Ilir Kompol Yuniar mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban,  pelapor dan pelaku.
Berdasarkan informasi awal diketahui bahwa pelaku bisa melakukan perbuatan bejatnya karena saat rumah dalam keadaan kosong, sementara sang ibu yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga membuat pengawasan terhadap anaknya terbatas.
Pelaku dijemput ditempat kerjannya dan telah mengakui perbuatannya, ia pun terancam melanggar UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Latar belakang pendidikan yang minim kadang membuat seseorang bisa saja melakukan perbuatan yang dilakukan Norman, ditambah lagi himpitan ekonomi yang membuat mereka menjadi sering bersama tanpa pengawasan dari orang lain.
Kini akibat perbuatan sang bapak Melati harus bersiap melahirkan sang anak yang juga akan menjadi adiknya dikemudian hari. M4n

Kantor Dishub Nyaris Terbakar

Akibat Instalasi Listrik Sudah Tua

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda di Jl MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, hampir saja terbakar. Hal ini disebabkan karena Instalasi listrik yang berada di Kantor Dishub tersebut yang sudah tua. Musibah tersebut nyaris saja membuat kantor tersebut hangus terbakar. Percikan api disertai kepulan asap hitam tiba-tiba muncul di plafon dekat pintu masuk kantor, sekitar pukul 14.15 Wita. Untung saja percikan api dan kepulan asap cepat terlihat sejumlah pegawai, yang saat itu sedang sibuk beraktivitas. Denga melihat kejadian tersebut pegawai pun berusaha memadamkan api.
Demi mengantisipasi timbulnya api yang cukup besar anggota Dishub menghubungi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda hanya berjarak beberapa meter dan satu unit armada pemadam kebakaran pun diterjunkan untuk memadamkan api.
Kepala Dishub Samarinda Abdullah mengatakan, jika kantornya hampir terbakar akibat instalasi yang sudah tua tersebut.
"Kami menduga kabel instalasi listrik yang sudah tua mengalami korsleting. Begitu ada asap dan percikan api cepat dipadamkan, sehingga tak sempat terjadi kebakaran. Sekarang sedang diperbaiki oleh petugas yang paham terhadap instalasi listrik tersebut," kata Abdullah, Senin (26/5).
Ditambahkan Abdullah, instalasi listrik di tempatnya bekerja sudah lama tak diganti. Memamg sudah saatnya untuk diganti semua instalasi yang ada dikantor tersebut. "Sebenarnya sudah kami usulkan agar ada pergantian instalasi yang sudah tua ini. Dengan adanya kejadian ini kami berharap pergantian bisa segera dilakukan demi keamanan kantor," pungkasnya. aon

Prabowo Minta Lupakan Masa Lalu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Calon Presiden Republik Indonesia (Capres RI) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto mengharapkan agar bangsa Indonesia melupakan masa lalu demi kemajuan kedepan, karena untuk menjadi bangsa yang kuat dan dihormati bangsa lain, maka harus bersatu dan maju bersama-sama.
Mantan Danjen Kopasus ini juga mengharapkan dukungan segenap bangsa indonesia jika dirinya dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia kedepan.
Prabowo mengatakan masing-masing presiden sudah memberikan hal terbaik bagi bangsa dan negara ini. Dari itu diharapkan bahwa presiden kedepan tidak hanya punya konsep, namun juga keinginan untuk melanjutkan program dasar negara ini kedepan.
Prabowo justru khawatir jika masing-masing presiden lebih memprioritaskan program kerjanya tanpa memperhatikan program yang sudah berjalan, dan dikhawatirkan program jangka panjang negara ini tidak akan berjalan dengan baik. Imbasnya adalah masyarakat terombang ambing dalam kebingungan.
“Kalau setiap ganti presiden, seluruh program harus berubah maka yang kasihan rakyat Indonesia, mereka bingung mau dibawa kemana masa depannegara ini,” kata Prabowo.
Calon presiden RI dari partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku dirinya masih terus membangun koalisi dengan partai Demokrat. Hasilnya, dirinya telah diundang oleh Partai Demokrat untuk melakukan pemaparan visi misi kembali. Prabowo berharap undangan ini tidak hanya undangan untuk menyampaikan visi misi namun juga peryataan bergabungnya Partai Demokrat ke dalam koalisi merah putih.
Didepan ribuan pendukungnya di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Prabowo kembali menegaskan bahwa koalisi merah putih yang dibangunnya bukan koalisi bagi-bagi jabatan jika terpilih.
Koalisi merah putih merupakan koalisi untuk membawa indonesia lebih maju dan dapat bersaing dan sejajar dengan negara-negara lain didunia,  bukan negara yang mudah ditekan dan diintimidasi oleh negara lain.
Dihadapan ribuan pendukung koalisi merah putih prabowo mengatakan bahwa keputusan Partai Golkar, PAN, PKS, PPP dan PBB merupakan koalisi untuk membawa Rakyat Indonesia lebih sejahtera.
Sementara ketika berada diruang tunggu Bandara Temindung Samarinda, Prabowo  menegaskan akan ada satu partai besar merapat ke koalisi merah putih, komunikasi terus menerus dengan pimpinan partai demokrat terus dilakukan.
“Besok (minggu, Red) saya diundang oleh pengurus Demokrat untuk menyampaikan visi misi dan program saya sebagai presiden jika saya dipercaya rakyat untuk menjadi presiden Indonesia,” kata Prabowo.
Sementara itu bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi merah putih dipastikan akan membuat peluang Prabowo Subianto- Hatta Rajasa menjadi Presiden RI 2014-2019 akan lebih mudah. M4n

Tanwir Muhammadiyah Ajang Pertemuan Dua Capres

Muhammadiyah Tentukan Masa Depan Bangsa

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah berakhir dan ditutup secara resmi, Minggu (25/5) kemarin. Yang menarik dalam gelaran itu, Tanwir Muhammadiyah dijadikan ajang pertemuan dua bakal capres yang hadir Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan memaparkan visi misinya di hadapan warga Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memaparkan, kehadiran dua bakal capres di Tanwir merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Muhammadiyah terhadap kelangsungan Indonesia.
“Kami merasa berkewajiban untuk ikut menetukan arah masa depan bangsa. Penting untuk kita mengetahui pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat. Oleh sebab itu, kita minta kedua bakal capres ini menjelaskan visi misinya dihadapan warga Muhammadiyah,” kata Din.
Untuk menyatukan gerak organisasi, Muhammadiyah menggelar Tanwir di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Tanwir adalah pertemuan tingkat nasional di bawah Muktamar. Tanwir ini diikuti seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.
Din Syamsuddin mengharapkan Tanwir Muhammadiyah ini mampu menghasilkan pemikiran yang mencerahkan. Sebab semangat Tanwir adalah untuk pencerahan, maka sudah menjadi kewajiban bagi Muhammadiyah tampil menjadi pencerah Bangsa dan Negara.
“Cita-cita pendiri bangsa Indonesia juga tidak akan berbeda dengan cita-cita Muhammadiyah, karena juga menjadi keinginan Muhammadiyah agar Indonesia menjadi Negara yang berkemajuan dan mampu duduk sejajar dengan negara-negara maju di dunia,” kata Din yang juga Ketua MUI ini.
Ketua Steering Committee Tanwir Muhammadiyah yang juga ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais mengatakan dalam Tanwir kali ini membedah mengenai sumbangsih Muhammadiyah untuk Indonesia. “Muhammadiyah akan memberikan buku pedoman yang berisi pemikiran Muhammadiyah mengenai Indonesia untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan,” kata Dahlan. fer

2 Capres Blusukan ke Pasar di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemilu Presiden (Pilpres) tahun ini agak beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Jika pada pemilu sebelumnya Kaltim tidak dianggap sebagai pendulang suara signifikan bagi calon presiden (capres), namun kali ini Kaltim sudah naik tingkat. Dua Presiden diwaktu yang bersamaan hadir di Kota Samarinda Ibukota Propinsi Kaltim.
Kedatangan di Kaltim pun tidak sia-sia meski agenda utama menghadiri Tanwir Muhamadiyah yang dilaksanakan di Hotel Mesra Internasional, namun para capres juga melakukan agenda diluar agenda tanwir.
Capres dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan Koalisi Indonesia Hebat mendatangi Pasar Segiri Samarinda, kedatangan mantan Walikota Solo ini mendapat sambutan antusias dari Ribuan pedagang dan pembeli yang berada di pasar tertua di Kota Samarinda itu.
Dengan menggunakan mobil Kijang Inova berwarna hitam Jokowi dan rombongan dari pengurus Partai PDIP Kaltim, Partai Hanura, partai Nasdem, dan Partai PKB disambut bak pahlawan.
Sorak-sorai "Jokowi" menyeruak dari berbagai sudut pasar. Mulai kaum ibu, remaja, hingga bapak-bapak menyempatkan untuk berfoto bersama capres PDI Perjuangan tersebut.
Usai mengitari lorong pasar di lantai satu yang didominasi pedagang sembako, daging dan ikan tersebut, tiba-tiba pedagang di lantai 2 terdiri dari penjual pakaian dengan kompak meminta Jokowi naik. Permintaan itu direspon Gubernur DKI Jakarta ini dengan langsung menemui warga.
Disela-sela kunjungannya seperti biasa Jokowi tidak hanya sekedar melintas dan mengajak bersalaman para pedagang , namun ia juga sempat berdialog mengenai harga sembako hingga suasana pasar segiri .
Usai mengunjungi pasar segiri jokowi melanjutkan perjalanan ke sejumlah tempat lainnya seperti Pasar Pagi, Kantor Partai politik pendukung dan beberapa kantor Biro media di kota Samarinda.
Sementara itu kepada wartawan diselasela kunjungannya Joko Widodo mengingatkan bahwa tantangan Indonsesia kedepan adalah kemampuan sumber daya manusia yang kuat karena sumber daya alam yang ada saat ini jika tidak dikelola oleh Rakyat Indonesia yeng kuat maka sumber daya alam itu akan sia-sia.
Jokowi mengngatkan bahwa Kaltim memiliki sumber daya alam yang begitu berlimpah di Indonesia namun SDA yang berlimpah itu tidak akan ada artinya jika tidak dikelola oleh anak-anak bangsa yang memiliki kekuatan mental yang kuat dan untuk mempekuat mental itu pemerintah kedepan akan memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan.
Jadi menurut gubernur DKI  Jakarta Non Aktif ini pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan namun lebih khusus pada pendidikan karakter dan budi pekerti.
Sementara itu Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto  pada kedatangannya di Kaltim menyempatkan diri mendatangi pasar dan melaksanakan sholat djuhur di Masjid Raya Darusalam .
Pada kesempatan itu Prabowo menyatakan kesedihannya akan kondisi Kaltim yang kaya akan Sumber Daya Alam , namun rakyatnya banyak yang belum sejahtera. Dan hal seperti ini tidak boleh terulang lagi. Kekayaan alam Kaltim harus bisa dinikmati warga Kaltim sendiri.
"Gas diekspor, minyak juga, batubara dan mineral lain, hingga sawit diekspor dalam bentuk mentah. Ke depan, industri harus membangun smelter supaya nilai tambahnya bisa dinikmati masyarakat sekitar," kata Prabowo. M4n

Samarinda Rebut Lagi Juara Umum MTQ

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kafilah Samarinda kembali berhasil mengembalikan piala juara umum Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Provinsi Kaltim-Kaltara ke-36 di Kabupaten Kutim, kembali ke kota “Tepian” setelah 5 tahun penantian.
"MTQ kali ini menurut saya sangat luar biasa dengan 18 cabang lomba yang berhasil masuk final kafilah Samarinda dengan poin 65 berhasil menempatkan juara I 8 orang, juara II 7 orang dan juara III 4 orang dan terjadi selisih poin yang cukup jauh dari peringkat 2 kabupaten Berau dengan 56 poin,” ucap Ketua LPTQ Samarinda Ridwan Tassa dalam laporannya di rumah jabatan wali kota, Minggu (25/2).
Ridwan yang juga Asisten III Pemkot Samarinda ini mengatakan, ini berkat doa dari masyarakat Samarinda dan juga kerja keras dari para pelatih, official beserta pengurus LPTQ kota Samarinda yang telah membimbing peserta mulai TC hingga Musabaqah berlangsung.
Adapun cabang yang dijuarai Kafilah Samarinda adalah Cabang Tartil putri, Tilawah Anak dan Remaja, Qiraat, Tahfidz 5 Juz, Tafsir bahasa Inggris, M2KQ putra serta cabang beregu Syarhil Qur’an.
Kedatangan kafilah Samarinda sendiri disambut dengan arak-arakan piala juara umum mengelilingi kota Samarinda dan antusias warga terlihat dengan cukup memacetkan jalan protokol di kota Samarinda.
Konvoi sendiri berakhir di rumah jabatan walikota Samarinda untuk menyerahkan piala juara umum kepada Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail yang didampingi Sekkot Zulfakar.
Dalam kesempatan tersebut Pemkot Samarinda melalui Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail memberikan apresiasi kepada kafilah Samarinda yang telah berhasil memberikan usaha kerasnya dalam mengharumkan kota Samarinda melalui MTQ.
“Walaupun juara umum bukan tujuan utama dari MTQ, tapi ini adalah suatu anugrah buat kita semua, khususnya warga Samarinda, akan tetapi title juara umum ini diharapkan betul-betul bisa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat Kota Samarinda,” tuturnya. ike

Kodam VI Mulawarman Siap Kawal Kunker SBY di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman (Mlw) Mayjen TNI Dicky Wainal Usman memastikan siap mengawal pengamanan rencana kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) ke Kaltim yang direncanakan pada 18 – 19 Juni 2014. Serta akan mengerahkan segenap kekuatan bersama-sama jajaran Polda Kaltim menyukseskan seluruh rangkaian kegiatannya guna menjaga kondusifitas keamanan daerah.
“Prinsipnya secara teknis kita siap menudukung penyelenggaraan keamanan. Semua akan dipersiapkan sesuai standar pengamanan presiden,” akunya ketika ditemui seusai menghadiri rapat persiapan kunker presiden ke Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, beberapa hari lalu.
Ditambahkan, sebagai persiapan, pihaknnya berencana menggelar rapat awal internal jajaran TNI AD. Seminggu ke depan mulai bergerak menggelar rapat gabungan dengan jajaran Polda Kaltim untuk pembagian tugas tim pengamanan. Setelah formasi pengamanan ditetapkan dilakukan gladi pada H – 3 penyelenggaraan atau 15 Juni. Yang jelas semua sudah disiapkan jauh-jauh hari. Terkait kekuatan pasukan pengamanan, Jendral Bintang Dua ini mengaku akan menyiapkan pasukan pengaman wilayah (pamwil), serta pasukan anti hura hara (PHH) dari brimob maupun dari TNI.
“Kan malu kalau presiden datang ada demo. Kesannya tidak nyaman. Kalau ada pesan akan disampaikan,” katanya.
Sebagai antisipasi, pihaknya bersama jajaran akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat guna menyadarkan mereka tentang peringnya menciptakan suasana Kaltim aman dan aman. “Aman untuk investasi dan semuanya,  sehingga Kaltim nyaman,” serunya.
Kondisi aman dan nyaman, dianggapnya menjadi citra positif daerah yang mesti dipelihara. Kesan setiap orang bahwa Kaltim merupakan daerah kondusif harus terus dijaga bersama.
Seperti diketahui, Presiden SBY dijawalkan meresmikan 29 proyek masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) Kaltim, proyek daaerah, serta proyek yang didanai APBN pada 18 Juni, di Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Kemudian dilanjutkan dengan agenda membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI, pada 19 Juni, di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda.
Pelaksana proyek yang akan diresmikan, secara keseluruhan kegiatannya telah selesai dan siap diresmikan, antara lain Terminal Baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sultan Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Long Bawan Nunukan, Bandara Long Apung Malinau, serta Bandara Data Dawai Mahulu.
Kemudian Balai Rehabilitasi Narkoba BNNP Kaltim, Education Center Samarinda, Kaltim Convention Hall Samarinda, Masjid Al Maruf Samarinda, serta bebarapa pabrik kelapa sawit, beberapa pembangkit tenaga listrik di kabupaten/kota se Kaltim. Sedangkan proyek yang akan diground breaking pembangunan Gedung Intitut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, dan Gedung Institut Seni Budaya Indonesi (ISBI) Tenggarong. mar

Keunggulan SDM Kunci Daya Saing

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam Visi Kaltim Maju 2018, Pemprov bertekad memajukan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi yang diwujudkan melalui program Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang).
"Hal itu diwujudkan melalui pemberian beasiswa, Wajib Belajar 12 Tahun, peningkatan kualitas pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi, dan lain sebagainya. Perhatian pada peningkatan kualitas SDM, di era globalisasi saat ini menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam penguasaan teknologi, manajemen dan SDM. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi, meningkatkan kandungan nilai tambah, memperluas keragaman produk, dan meningkatkan mutu produk. Sedangkan keunggulan manajemen akan meningkatkan efektifitas dan efesiensi,” papar Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak beberapa waktu lalu.
Namun  demikian, lanjut Awang, keunggulan SDM merupakan kunci daya saing, karena SDM yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan dan kemenangan dalam persaingan. Melalui prioritas pembangunan sektor pendidikan diharapkan dapat mentransformasi sumber daya alam (SDA) menjadi SDM yang andal, sehingga pada saatnya jika SDA sudah menipis, Kaltim sudah memiliki SDM yang siap dengan kemampuan dan daya saing yang tinggi.
“Pembangunan pendidikan di Kaltim selama ini sudah menunjukkan banyak kemajuan dengan dicapainya sejumlah prestasi. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang sudah mencapai rata-rata di atas nasional,”jelasnya.
Keberhasilan di bidang Pendidikan Dasar dan Menengah selama ini, tidak lantas membuat pemerintah merasa sudah cukup puas. Karena, harus disadari sepenuhnya daya saing SDM yang diharapkan ke depan adalah SDM dengan daya saing tinggi pada level pendidikan tinggi, khususnya dengan basis keilmuan sains, teknologi, kedokteran dan pertanian.
Meskipun menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun Pemprov Kaltim juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Kaltim. Hal itu diwujudkan dengan pendirian Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan dan Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
“Untuk itu, pemerintah daerah juga turut serta melakukan percepatan peningkatan daya saing SDM berpendidikan tinggi. Karena, dengan pendidikan perguruan tinggi yang berkualitas, kita berharap akan dapat pula dilahirkan SDM yang berkualitas yang mampu didayagunakan untuk membangun daerah.,” harapnya.
Hal ini, lanjut dia, juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kaltim yang selama ini didominasi lulusan SMP ataupun SMA/SMK. Terlebih menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, dimana semua tenaga kerja dari negara anggota ASEAN akan bebas masuk dan berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
“Waktu akan membuktikan, bahwa membangun pendidikan sebenarnya memerlukan investasi yang tidak sedikit, tetapi hasilnya akan terasa bagi pembangunan berkelanjutan di Kaltim pada masa yang akan datang,” pungkasnya. mar

Kaltim Bentuk Desa Tangguh Siaga Bencana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyiapkan Program Desa Tangguh Siaga Bencana, khususnya banjir. Desa yang dipersiapkan menjadi percontohan adalah Desa Pampang dan Lempake, Samarinda.
"Jika terjadi banjir, masyarakat di kedua desa tersebut sudah dilatih untuk peka dan tanggap,"  kata Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widi Heranata, Kamis (22/5).
Dijelaskan, program ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana. Diawali dari aparat hingga masyarakat desa yang selalu peka terhadap potensi bencana di sekitar mereka.
Pembentukan desa siaga ini disiapkan untuk membangun kesiapsiagaan warga dan aparatur setempat untuk memperkecil risiko bencana. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dini terhadap  kemungkinan dampak buruk bencana.
Langkah cepat dan tanggap terhadap potensi bencana itu diharapkan mampu menekan jumlah korban jiwa dan harta benda,  serta korban jiwa.
"Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam setiap penanggulangan bencana. Khususnya dalam hal penyelamatan diri agar tidak terkena bencana dan menjadi sumber bencana," tegas Wahyu Widhi.
Secara  teknis seluruh unsur masyarakat di suatu kampung, mulai dari Lurah, Ketua RT, hingga masyarakat umum setempat akan diberi pelatihan terkait tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana, baik pada  penyelamatan diri, maupun memberi informasi kepada penduduk kampung lainnya saat terjadi bencana.
Di seluruh wilayah Kaltim,  desa tangguh ini sudah terbentuk di Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Bulungan. Masing-masing satu desa. BPBD akan terus terus mendorong semua daerah agar segera membentuk desa tangguh siaga bencana tersebut. john

Kafe di SKM Diawasi Satpol PP

SAMARINDA, POskota Kaltim
Sebagai petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda penegak Perda tersebut mempunyai tugas yang cukup banyak. Salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap sejumlah kafe yang berada di tepi Sungai Karang Mumus di jalan Muso Salim. Pengawasan tersebut dengan cara melakukan kegiatan patroli oleh Satpol PP bersama pihak Polisi.
Plt Kepala Satpol PP Rustam mengatakan, siap membackup polisi melakukan pengawasan terhadap kafe yang kerap dijadikan muda-mudi nongkrong tersebut.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk melakukan pengawasan, termasuk razia kafe di sepanjang SKM. Ini demi menjaga keamanan dan penegakan Perda," kata Rustam.
Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan, satpol PP menggiatkan patroli ke arah Jalan Muso Salim. Terutama malam, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran Perda.
"Sembari melakukan patroli kami juga mengimbau pemilik kafe yang kedapatan menyalakan musik kencang. Kemudian kami juga mengingatkan mereka, untuk memperhatikan batasan jam beroperasi. Satpol PP juga siap terlibat dalam razia besar-besaran yang diwacanakan polisi terhadap pengunjung kafe," ujarnya.
Razia yang dilakukan rutin juga efektif menjaga keamanan dan ketertiban jelang pelaksanaan Pilpres," imbuh.
Satpol PP juga akan memanggil warga setempat yang dipercaya mengawasi kafe di tepi SKM. Selama ini ada warga yang dipercaya untuk membantu pengawasan kafe dan secepatnya warga bersangkutan akan dipanggil untuk diminta meneruskan imbauan kepada pemilik kafe yang bandel. aon

Tambang PT ECI Minta Distop

Merusak Sumber Mata Air

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi III DPRD Kota Samarinda, meminta aktivitas tambang PT Energi Cahaya Industri (ECI) di wilayah Bantuas Kecamatan Palaran distop. Pasalnya, eksplorasi tambang perusahaan tersebut akan merusak sumber mata air warga.
Hal itu dikemukakan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M Fachmi Azuari, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bantuas, akhir pekan ini.
"Aktivitas tambang PT ECI telah masuk ke area mata air warga. Sehingga berpotensi akan mengganggu warga untuk memperoleh air bersih," ujar Fachmi.
Sidak diikuti oleh anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda diantaranya Agus suwandi, H.Joha, Sugiono dan M Fachmi Azuari sendiri, beserta dari Pemkot Samarinda.
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan sumber mata air di Bantuas itu merupakan satu-satunya sumber mata air yang dipakai warga memenuhi kebutuhan air bersih.
"Kalau tambang ini tidak dihentikan sementara waktu sampai ada solusi maka akan mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup warga," katanya.
Menurutnya, warga sejauh ini bisa diajak komunikasi dengan pihak menejemen PT ECI. Sementara menejemen sendiri juga sampai saat ini masih belum melakukan aktivitasnya. "Dewan memang menghendaki tambang itu distop dulu sampai ada solusinya," katanya.
Penghentian aktivitas tambang PT ECI di Bantuas tersebut bukan tanpa alasan. Jika hal itu tetap dilaksanakan maka akan terjadi kekurangan air bersih di lingkungan Bantuas.
"Warga butuh air bersih. Warga Bantuas terlalu jauh dari akses PDAM sehingga bergantung pada sumber mata air itu," katanya.
Fachmi juga mengkhawatirkan jika PT ECI terus melakukan pengupasan di kawasan sumber mata air akan terjadi pergesekan dengan warga.
"Kalau warga tidak setuju kemudian terjadi saling menyalahkan bisa jadi akan mengganggu keamanan dan kenyamanan warga," tegasnya.
Komisi III sendiri secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya atas aktivitas tambang yang akan merusak mata air warga. Untuk itu, Komisi III menyatakan distop.
"Menurut kami itu tidak dibenarkan karena  mata air itu satu-satunya untuk kehidupan warga disana dimana mata air itu dibutukan untuk keperluan sehari-hari," tegasnya.
Pihak Komisi III sendiri sedianya melakukan pertemuan dengan menejemen PT ECI. Namun hingga saat ini hal itu belum terlaksana.
"Rencananya Rabu minggu ini akan dilakukan dengar pendapat dengan menejemen PT ECI dengan warga Bantuas yang dijembatani Komisi III," katanya.
Dia berharap dalam pertemuan itu nanti akan memberikan solusi kedua pihak. Karena bagaimanapun sumber mata air sangat diperlukan bagi kelangsungan kehidupan warga Bantuas. "Kita akan seriusi hal ini untuk mencari solusi terbaik dari persoalan ini," pungkasnya. tha

Lima BUMN Siap Bantu Pembangunan Sisi Udara BSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB), di Sungai Siring Samarinda akan terus dilanjutkan. Dimana 5 BUMN dipastikan siap ambil bagian menjadi investor pembangunan Landasan Pacu (Runway) mendukung percepatan pemanfaatan pengganti Bandara Temindung Samarinda ini.
“Atas permintaan Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) BUMN siap membantu mempercepat penyelesaian pembangunan BSB. 5 BUMN sudah menyatakan siap bergabung. Setelah ini kita akan bicarakan solusi bagaimana mencari dananya. Minta doanya mudahan bisa terealisasi,” jelas Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan ketika ditemui seusai meninjau lokasi pembangunan BSB, Sabtu (24/5) lalu.
Menurut Dahlan, dukungan tersebut tidak lain sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pembangunan BSB yang tidak kunjung tuntas. Padahal keberadaan BSB menjadi salah satu faktor penunjang percepatan pembangunan Kaltim, khususnya Samarinda sebagai Ibukota Provinsi. Disamping itu, sebagian besar fasilitas penunjang bandara seperti gedung terminal, akses jalan, tower komunikasi, hingga gedung perumahan dan perkantoran sudah jadi. Pihaknya menyayangkan jika fasilitas penunjang lainnya tidak segera dikerjakan.
“Sisi mubazirnya terlalu besar. Apalagi apronnya (tempat parkir pesawat) akan dibiaya APBD, kemudian taxiway (marka di landas ancang) dibiayai APBN. Tinggal landasan yang belum. Biar BUMN yang kerjakan agar segera bisa dimanfaatkan,”tandasnya.
Ditambahkan, Lima BUMN yang akan diajak mengerjakan pembangunan landasan adalah Wijaya Karya, Adikarya, Waskita Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya. Bahkan Dahlan berencana mengajak Angkasa Pura I bergabung agar ada penambahan dana untuk pembangunannya.
Dahlan berkeinginan pembangunan landasan pacu BSB sampai 2.250 meter bahkan 2.500 meter. Ini jauh dari target pembangunan awal yang hanya 1.600 meter. Maksudnya agar bisa didarati pesawat jenis boeing.
“Infrastruktur lain sudah siap dan memang idealnya untuk bandara sedang,  bukan bandara kecil. Makanya kita usulkan sebaiknya langsung landasan besar. Prinsipnya BUMN siap bantu kerjakan landasan,” tegasnya.
Soal pembiayaan, untuk membangun landasan pacu sepanjang 2.250 meter dibutuhkan biaya senilai Rp1,2 triliun. Waktu pengerjaan yang dibutuhkan paling lambat satu tahun. Apalagi yang mengerjakan banyak BUMN dan semua ahli di bidangnya.
Lantas berapa keuntungan yang akan diperoleh BUMN ? Menurutnya, BUMN mendukung pembangunan BSB tidak melihat untung. Tapi lebih pada upaya mendorong percepatan pemenuhan investasi infrastruktur Kaltim.
“Kalau bangun bandara jangan liat untung rugi. Tapi asas manfaatnya. Apalagi BUMN tangan Negara jadi tidak terlalu mementingkan untung rugi,” yakinnya.
Sementara Gubernur Kaltim, H  Awang Faroek Ishak menaruh harapan rencana kerjasama tersebut bisa segera terealisasi. DIharapkan BSB bisa diselesaikan tepat waktu.  Satu tahun ke depan sudah bisa dimanfatkan.
“Ini sesuai harapan. BUMN berpartisipasi dalam pembangunannya. Alhamdulilah mereka datang dan beri keyakinan, diharapkan realisasi kerjasama akan dimulai setelah seluruh prosedurnya dipenuhi. Paling lambat satu hingga dua bulan ke depan sudah mulai jalan,"tandas Awang Faroek. mar

MBS Diminta Tanggung Jawab

Gagalnya PT PI Bangun Sisi Udara BSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) diminta bertanggung jawab terkait batalnya pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB) oleh PT Persada Investama (PI). Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Dahri Yasin kepada Poskota Kaltim, melalui telepon genggamnya Minggu (25/5) kemarin.
Dikatakan Dahri Yasin, investor PT PI tersebut diperkenalkan jajaran Direksi MBS ke Pemprov untuk membangun sisi udara BSB. "Jadi MBS harus bertanggung jawab. Karena dia yang bawa investor,” tegas Dahri.
Kegagalan bekerjasama dengan investor untuk membangun BSB, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, jalinan kerjasama Pemprov Kaltim dengan Bakrie Capital juga harus berakhir. “Kalau ada tawaran kerjasama dan investasi pasti Pemprov merespon. Tapi tugasnya MBS untuk menyortir orang-orang yang mau investasi itu. Dan ini bukan yang pertama sudah,” sebutnya.
Dinilainya, kelemahan kerjasama dengan pihak ketiga yang terjadi selama ini disebabkan tidak dilibatkannya DPRD dalam pemilihan investor. “Salah satu kelemahannnya ya DPRD tidak diajak menilai calon investor itu,” katanya.
Dahri pun menduga, jalinan perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kaltim, kerap dimanfaatkan investor tertentu untuk mengeruk keuntungan sendiri. “Ya MoU  ataupun perjanjian kerjasama lainnya kan bisa dipakai untuk mendapat pinjaman. Jangan sampai, kerjasama ini hanya dimanfaatkan investor untuk hal-hal seperti itu. Begitu mereka dapat yang diinginkan, mereka pergi. Bisa saja ini permainan surat berharga,” katanya lagi.
Dahri meminta Pemprov Kaltim belajar dari kegagalan kerjasama dengan investor dalam pembangunan BSB. “Sudah pakai acara ground breaking, tapi ternyata gagal lagi. Ini harus segera disikapi. Jangan gagal, terus ganti investor tanpa ada evaluasi. Harus ditelusuri kenapa PT PI tidak bisa melaksanakan komitmennya. Kemudian, Perusda MBS yang membawa investor itu, harus dievaluasi juga,” tegasnya.
Begitu pula dengan rencana konsorsium BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang direncanakan mengambi alih pembangunan sisi udara BSB. “Saya dengar BUMN mau masuk. Tapi sebagai investor atau kontraktor, kita belum tahu pasti. Yang jelas, kalau ada investor lagi, harus dipelajari betul-betul tranck record investasinya,” katanya lagi.
Dahri juga meminta Pemprov Kaltim mulai memikirkan opsi pembangunan sisi udara menggunakan APBD Kaltim. “Ya kalau memang gagal lagi ya pakai APBD saja. Walaupun dibiayai bertahap, tapi jelas progres pembangunannya. Atau dibiayai secara multiyears saja seperti sisi daratnya,” tandas Dahri.
Seperti diketahui, Pemprov Kaltim akhirnya mendepak PT PI sebagai investor sisi udara BSB. “PT PI ini kita nilai belum sanggup membangun BSB. Karena kita perlunya cepat, makanya kita ganti. Rencananya, konsorsium BUMN mau masuk sebagai investor,” ujar Kepala Dishub Kaltim, Zairin Zain, beberapa waktu lalu. fer

Jalur Samarinda-Bontang Lumpuh

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hujan yang melanda sebagian besar wilayah Kota Samarinda, Kamis (22/5) kemarin, mengakibatkan banjir di beberapa titik diantaranya jalan DI Panjaitan. Jalur Samarinda menuju Kota Bontang ini lumpuh. Antrian panjang kendaraan roda empat dan dua mengular hingga beberapa kilo meter.
Beberapa pengguna jalan yang terjebak macet ini mengatakan banjir terjadi di sejumlah titik jalan, termasuk Jalan DI Panjaitan yang merupakan jalur Samarinda-Bontang dengan ketingian air rata-rata mencapai 60 senti meter.
"Banjir di Jl DI Panjaitan ini cukup dalam. Akibatnya terjadi antrian panjang dan hampir tak bisa bergerak," kata Fahmawati, salah seorang pengguna jalan.
Kemarin, ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang akan menuju Kota Bontang sempat beberapa jam terjebak macet hingga ujung di Jalan DI Panjaitan.
"Di beberapa titik jalan terjadi kemacetan akibat penumpukan kendaraan roda dua yang tidak bisa melintas sementara banyak juga kendaraan yang mogok akibat mencoba menerobos genangan air," katanya.
Kemacetan parah terjadi di kawasan Jl PM Noor menuju simpang tiga Jalan DI Panjaitan dan simpangan Alaya. Kemacetan panjang hingga tiga kilometer akibat ratusan kendaraan mulai dari roda dua, roda empat hingga truk berbadan lebar terjebak banjir.
"Di kawasan Simpang Empat Sempaja, diantaranya di Jl Wahid Hasyim dan Jl AW Syahranie dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter," imbuhnya.
Banjir lebih dalam juga terjadi di Jalan Sentosa. Ketinggian air mencapai 70 centi meter yang juga terjadi kemacetan cukup parah.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Samarinda, H Narimo, mengatakan persoalan banjir di Samarinda harus mendapat perhatian serius dari semua pihak dan mendesak untuk segera diselesaikan.
"Penyelesaian persoalan banjir ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan komitmen serius seluruh warga kota," kata Narimo.
Beberapa tahun lalu, proses penanganan banjir di Samarinda juga melibatkan ahli-ahli tata kota dan ahli penanganan banjir yang telah memberikan informasi tentang langkah-langkah yang tepat untuk penanganan banjir di kota ini.
"Saya berharap proses penanganan banjir di Samarinda  berhasil secara maksimal. Intinya bagaimana caranya agar permasalahan banjir di ibukota provinsi Kalimantan Timur ini bisa segera dituntaskan," kata Narimo. tha

Kaji Ulang Beasiswa Kaltim Cemerlang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pertemuan antara Komisi IV DPRD Kaltim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim pada Rabu (21/5) sedianya membahas rencana KUA (Kebijakan Umum Anggaran)  dan PPAS ( Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) P-APBD (Perubahan APBD) 2014.
Namun pertemuan yang dipimpin Ahmad Abdullah didampingi Mudiyat Noor, Abdul Djalil Fattah, Sudarno, Maria Margaretha Rini Puspa tersebut juga membahas keluhan dalam bidang pendidikan Kaltim.
Sudarno  mengeluhkan masih adanya tugas-tugas yang memberatkan siswa SD. Selain itu Darno juga mengeluhkan warna gedung-gedung sekolah di Kaltim rata-rata berwarna sesuai kepentingan politikus Keluhan lain, di Kaltim keberadaan gedung teater masih sangat diperlukan. “Saya hanya melihat gedung kesenian, dan itu bukan gedung teater, padahal potensi anak-anak di Kaltim sangat banyak. Sangat disayangkan apabila tidak tersalurkan dengan baik,” tutur Darno.
Djalil dalam pertemuan tersebut juga mempertanyakan soal beasiswa dari provinsi Kaltara yang nantinya akan berpisah dengan Kaltim. Djalil mengharapkan beasiswa di Provinsi Kaltara juga mendapatkan perhatian lebih.
Di sisi lain, Mudiyat Noor juga menambahkan bahwa selama ini beasiswa yang diberikan kepada seluruh masyarakat Kaltim tidak menyentuh sasaran dengan tepat.
“Saya pernah beberapa kali mengadakan kunjungan langsung ke lapangan dan melihat langsung bahwa tingkat pelajar dari SD ke SMP hanya 50%, dan SMP ke SMA juga hanya 50%, dari SMA ke S1 hanya  30-40%. Saya rasa beasiswa kali ini harus menyentuh sasaran dengan tepat. Bukan masyarakat mampu yang diberikan. Sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi harus bekerja sama dengan sekolah untuk langsung membiayai siapa saja siswa yang lebih berhak,” papar Mudiyat.
Sepakat dengan Mudiyat, Darno menambahkan beasiswa Kaltim Cemerlang perlu dikaji ulang. “Dalam hal ini, selaku anggota Komisi IV kami mengimbau untuk meninjau ulang beasiswa Kaltim Cemerlang dan sebaiknya diserahkan saja kepada pihak-pihak yang berkompeten dalam bidangnya,” papar Darno.
Menanggapi komentar dari para anggota Komisi IV, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrin menginformasikan bahwa pada Juni mendatang, kurikulum untuk Sekolah Dasar hingga Menengah Atas akan mendapatkan pergantian, yaitu kurikulum 2013.
“Kurikulum 2013 siswa tak lagi diwajibkan terbebani untuk membawa buku. Namun gurulah yang harus memahami materi dengan baik dan menyampaikan kepada anak didiknya. Diharapkan para anak didik yang ada di Indonesia pun akan ringan dari tugas-tugas sekolah,” tuturnya.
Musyahrin menyutujui usulan gedung teater di Kaltim demi meningkatkan potensi anak-anak Kaltim. Mengenai program-program pendidikan, menurut Musyahrin pihaknya sudah melaksanakan sesuai prosedur yang diatur dalam undang-undang untuk mengusulkan dana pendidikan sebesar 20 persen “Mengenai beasiswa tentunya hal ini akan dievaluasi kembali agar kedepannya sesuai dengan harapan masyarakat Kaltim,” ucapnya. hms/adv

Segera Atasi Pemadaman Listrik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Listrik merupakan salah kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia pada umumnya, listrik meruapakan sektor penunjang kebutuhan perekonomian.
Hampir di semua bidang memerlukan listrik untuk memenuhi kebutuhannnya. Sayangnya di Kaltim yang dikenal dengan daerah kaya SDA, masih tertinggal untuk urusan pasokan listrik.
Pemadaman massal dan bergilir bisa sewaktu-waktu terjadi. Kondisi yang dengan tegas menunjukkan bahwa adanya ketidakoptimalan PLN dalam mengelola pasokan ketersediaan listrik bagi pelanggan.
“Saya tidak pernah bosan mendengar keluhan tentang permasalahan padamnya listrik. Saya rasa ini sudah berlarut-larut sekali. Saya juga tidak paham sebenarnya ada apa dengan pihak PLN terkait pemadaman listrik, masalah ini harusnya bisa dicarikan solusi konkret, “ ucap Anggota DPRD Kaltim Nicolas Pangeran.
Wakil rakyat dari Partai Demokrat ini menyebutkan, hingga saat ini masih banyak warga, baik di desa dan kota di Kaltim yang masih belum merasakan nikmatnya fasilitas listrik. Bahkan di beberapa wilayah, justru belum teraliri jaringan listrik hingga puluhan tahun lamanya.
“Manajemen PLN sebenarnya pernah bertemu dengan saya dan kawan-kawan di kantor DPRD beberapa bulan yang lalu. Namun saya masih tidak paham sampai sekarang permasalahan pemadaman listrik masih sering menjadi derita bersama. Sebenarnya ada apa? Kan itu yang menjadi pertanyaannya. Padahal cadangan energi listrik kita sudah cukup bagus,“ paparnya.
“Harus kita pahami bahwa listrik ini adalah salah satu kebutuhan primer, alasan yang disampaikan pihak PLN bila terjadi pemadaman listrik, terkesan hanya seperti kisah klasik dan terkesan monoton, yakni alasan mesin rusak,” tambahnya.
Dengan alasan kerusakan mesin tersebut, lanjutnya, telah membuat kesengsaraan di berbagai sektor, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, UKM dan semua sektor lainnya. imbuhnya.
Ia menambahkan pemadaman listrik ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena yang menjadi korban masyarakat. Apalagi dengan aturan yang dibuat PLN jika telat membayar, langsung dikenakan denda. Sedangkan bila terjadi pemadaman, tidak ada kompensasi diberikan PLN kepada masyarakat. Jelas kondisi yang tidak adil.
Nicolas Pangeran juga meminta kepada pihak PLN lebih serius dan berkomitmen tegas dalam mengatasi persoalan listrik.
“Selain kebutuhan vital, listrik memudahkan masyarakat untuk berkembang. Misalnya membuka berbagai jenis usaha yang pada gilirannya membantu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat ke depan,“ ucapnya. hms/adv

Tenaga Medis Masih Kurang

RSUD Minta Diakomodasi di APBD Perubahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebagai bagian dari tahapan pembahasan rancangan KUA dan PPAS Perubahan APBD Kaltim 2014, Komisi IV menggelar pertemuan dengan manajemen RSUD AWS Samarinda, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD Atma Husada Mahakam Samarinda, RSUD Tarakan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Kamis (22/5).
Dalam pertemuan tersebut seluruh rumah sakit berplat merah tersebut mengeruhkan kurangnya tenaga medis dokter dan perawat hingga sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian, dan diakomodasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Kaltim 2014.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahmad Abdullah mengatakan pertemuan ini digelar untuk mengevaluasi sejauh mana daya serap anggaran melalui maksimalisasi pelaksanaan program kegiatan pada masing-masing rumah sakit umum.
“Ini dalam rangka pembahasan rancangan KUA dan PPAS Perubahan APBD Kaltim 2014. Jadi hasil pertemuan ini akan menjadi salah satu pertimbangan bagi komisi 4 dalam memberikan rekomendasi pada badan anggaran,” sebut Ahmad Abdullah didampingi Wakil Ketua Encik Widyani, Anggota Yakub Ukung, dan Maria Margatera Rini Puspa.
Dikatakannya, sejumlah keluhan dari masyarakat terhadap lambannya pelayanan di beberapa rumah sakit daerah menjadi bahasan dalam rapat tersebut dengan tujuan menjadi masukan terhadap kinerja rumah sakit.
“Seperti diketahui bersama APBD Kaltim 2014 mengalami defisit sehingga nanti pihaknya akan melakukan seleksi ketat terhadap berbagai usulan rumah sakit. Artinya jika memang itu merupakan program yang urgen maka tentu menjadi prioritas,”tutur Abdullah.
Sementara itu Kepala UPTD Akper Provinsi Kaltim Ahmad Saubani menuturkan akan memaksimalkan sejumlah program yang ada dan harus rela jika banyak usulannya banyak yang tidak masuk demi berbagi dengan seluruh SKPD di Kaltim, mengingat adanya defisit anggaran.
“Kami berharap agar pemerintah dan dewan dapat memperjuangkan sejumlah program yang krusial karena akan berdampak langsung kepada internal dan eksternal,” sebut Saubani.
Dicontohkannya, salah satu program yang dinilai krusial tersebut adalah pemberian prioritas kuota 40 orang bagi calon mahasiswa dari daerah perbatasan dan daerah terpencil untuk bisa juga memiliki kesempatan menempuh pendidikan keperawatan. hms/adv

Usai Dirawat di Rumah Sakit, Kemana Harus Menetap

Korban Penggusuran Gang Musyawarah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pasca pembongkaran tempat tinggalnya di Gang Musyawarah, Jl Panglima Batur belum lama ini, membuat Karsiyem pedagang kue keliling bingung mau pulang kemana. Karsiyem merupakan korban penggusuran sengketa lahan antara warga dengan penggugat Ahmad Burhan yang merupakan ahli waris dari Haji Sunarto, dan dia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam Samarinda akibat sakit yang dideritanya.
Saat poskota Kaltim mengunjunginya di Rumah Sakit Islam Samarinda kelas 3, Karsiyem wanita berumur 85 tahun terlihat masih terbaring di tempat tidur.
Ditempat itu Karsiyem bersama 6 pasien lainnya yang juga dirawat. Karsiyem sehari-hari hanya menjadi pedagang kue keliling di Pasar Pagi Samarinda terbaring lemas dengan satu selang infus ditangannya.
Kini, setelah rumahnya rata dengan tanah, wanita ini hanya bisa pasrah. Dia bingung akan pulang kemana setelah dirinya dinyatakan sembuh oleh rumah sakit.  Ditambah lagi dengan kepastian penanggung jawab biaya perawatan di rumah sakit swasta di Samarinda ini.
Karena masih bingung dan tidak mau menderita ketika pulang dari Rumah Sakit, Karsiyem bertekad tetap akan tinggal di rumah sakit meski telah dinyatakan sembuh. Dia meminta Pengadilan Negeri (PN) Samarinda membangunkan rumah yang dibongkar belum lama ini.
"Saya ini sudah tua, tabungan saya tidak ada, harta saya satu-satunya di bongkar oleh pengadilan. Dari itu, saya minta pengadilan membangunkan kembali rumah saya, membayar biaya rumah sakit dan saya hidup selanjutnya," kata Karsiyem.
Karsiyem menegaskan bahwa rumah yang dibongkar oleh PN Samarinda merupakan uang hasil jerih payahnya dari menjual kue di Pasar Pagi.
Selain itu, Karsiyem mengaku bukan penghuni bangunan liar. Dia membeli rumah yang didiami saat ini dari penghuni sebelumnya sejak tahun 1980an.
Sama halnya dengan Karsiyem, sejumlah warga yang rumahnya juga dirobohkan oleh PN Samarinda, juga masih menunggu di lokasi penggusuran, karena bingung mau ke mana. Sebagian lainnya ada yang mengungsi ke tempat saudaranya dan mencari kontrakan untuk tempat tinggal sementara. Mereka menjaga lahan mereka, karena masih menunggu keputusan Peninjauan Kembali ke MK.
"Kami tidak akan meninggalkan lahan ini sampai ada keputusan baru dari Mahkamah Konstitusi, kalau memang nanti MK memutuskan kami harus keluar dari lahan ini, maka kami akan keluar, jika tidak kami juga tidak akan keluar," kata Maria.
Namun dia meminta kepada penggugat agar tetap membiarkan mereka tetap tinggal ditempat itu, dan menegaskan bahwa pihak penggugat tetap menyediakan akses jalan para pemilik rumah yang masih berada dilokasi itu.
"Kami harapkan penggugat memberi kami toleransi dengan tetap membiarkan jalan akses masuk ke tempat ini," pinta Maria.
Sementara itu perwakilan dari tim pengugat mengaku masih memberi toleransi kepada warga untuk menempati mushola itu, karena
lahan yang ada saat ini akan digunakan oleh penggugat Ahmad Burhan yang merupakan ahli waris dari Haji Sunarto.
"Kami memberi waktu hingga Kamis (kemarin,red) jika mereka tidak pindah maka terpaksa kami menutup lokasi ini, kalau memang ada langkah hukum baru silahkan ditempuh, yang pasti kami menjalankan keputusan," katanya.
Sementara itu petugas keamanan dari Polresta Samarinda masih mengamankan lokasi lahan yang dieksekusi, pihak penggugat juga sudah menutup lokasi sengketa dengan menggunakan seng dan segera menutup akses masuk ke lahan tersebut. M4n

Disbun Berupaya Tingkatkan Produksi Kakao

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Hj  Etnawati  Usman menjelaskan,  produksi dan produktivitas komoditi kakao di Kaltim masih rendah. Penyebannya disinyalir karena masih minimnya pengetahunan petani tentang teknik budidaya kakao secara  benar. Oleh karena itu pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan produksinya dengan menambah Sumber Daya Manusia (SDM) para petani kakao.
“Makanya perlu ada upaya peningkatan produksi dan produktivitas petani. Salah satunya melalui pelatihan budidaya kakao yang baru kita selenggarakan bagi 30 petani kakao, di Kecamatan Karangan, Kutai Timur beberapa waktu lalu,” terang  Etnawati melalui  Kabid Produksi, Sukardi ketika bebincang, di Samarinda, Rabu  (21/5).
Menurutnya, pelatihan bukan kali pertama diselenggarakan. Sebelumnya, Disbun juga pernah melatih 30 petani kakao yang berada di Pulau Sebatik, Nunukan.
Menurutnya pelatihan merupakan program rutin Disbun melalui bidang produksi. Penyelenggaraannya merupakan bagian tanggung jawab Disbun dalam membina petani guna memaksimalkan potensi usaha perkebunannya.
Kegiatan dianggap penting karena menguntungkan petani. Dengan pengetahuan yang diberikan, petani diharapkan memahami ilmu dan cara pemeliharaan tanaman kakao yang baik agar dapat berproduksi dan mencapai produktivitas maksimal secara berkelanjutan.
“Program serupa akan terus kita selenggarakan sampai petani kakao mampu mengembangkan usaha budidaya kakaonya secara benar. Kemudian produksi dan produktivitasnya meningkat. Target pembangunan sektor perkebunan kan bagaimana meningkatkan produksi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” akunya.
Ditambahkan, hingga 2013 luas areal komoditi kakao mencapai 10.999 hektare tersebar hampir di seluruh wilayah Kaltim  dengan produksi sebesar 6.193 ton biji kakao. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat sebanyak 8.540 KK.
Sebelumnya, Kepala Balitbangda Kaltim Hj Halda Arsyad optimis pada 2015 Kaltim  mampu memproduksi coklat kemasan. Seiring dengan terus berkembangnya potensi penanaman coklat yang tersebar di sejumlah daerah,  termasuk di Kutai Timur (Kutim).
Potensi sentra penanaman kakao di Kaltim antara lain di Kabupaten Nunukan (Kecamatan Lumbis dan Pulau Sebatik), Malinau (Kecamatan Malinau), Berau (Kecamatan Talisayan), Kota Samarinda (Sempaja dan Berambai), Kutai Timur (Teluk Pandan, Kecamatan Karangan, Kecamatan Sanderan dan Kecamatan Busang).
Luas areal pertanaman kakao menurut statistik 2012 mencapai 30.712 hektare dengan produksi biji kakao kering mencapai 23.562 ton.
“Saya yakin Kaltim bisa mewujudkan itu. Asalkan, SKPD terkait di lingkungan Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan koordinasi terintegrasi dan sinkronisasi dengan baik. Koordinasi meliputi Disperindagkop, Dinas Perkebunan hingga Badan Perijinan Penanaman Modal Daerah (BPPMD)," kata Halda Arsyad
Menurut dia, jika semua fokus dan serius terhadap pengembangan produksi tersebut, dia sangat yakin pada 2015 Kaltim mampu memproduksi coklat dalam kemasan. Bahkan diharapkan saat Agrinex 2014, Kaltim sudah mampu menyajikan produk olahan kakao coklat.
Mendukung hal tersebut, Balitbangda Kaltim siap memberikan pembinaan terhadap para petani kakao untuk memanfaatkan teknologi tepat guna.  
Selain itu, untuk menyukseskan produksi coklat di daerah, ke depan bukan hanya sebatas penelitian saja yang harus dilakukan, tetapi pemahaman  penggunaan alat teknologi tepat guna tentang pengolahan coklat juga perlu dilakukan. Sehingga petani kakao mampu memproduksi coklat yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Dengan begitu, diharapkan ekonomi petani kakao di Kaltim akan bangkit, sehingga kesejahteraan petani juga terwujud. “Yang jelas Balitbangda Kaltim akan terus memberikan motivasi kepada petani kakao di Kaltim, sehingga ke depan petani mampu memproduksi dan memasarkan bahan olahan yang telah dibuat,” jelasnya. mar

Masyarakat Diimbau Tetap Jaga Kondusifitas Daerah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Wapres 9 Juli 2014 mendatang, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas keamanan di daerah. Karena, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 Kaltim berhasil melaksanakan dengan sukses. Sehingga diharapkan pada saat Pilpres dan Wapres dapat berlangsung aman dan tertib.
“Dengan kesuksesan yang telah dicapai, ketika penyelenggaraan pemilihan umum baru-baru ini, diharapkan penyelenggaraan Pilpres berlangsung aman dan tertib. Karena itu, masyarakat saya imbau agar tetap menjaga kondusifitas daerah, yang kini telah dicapai,” kata Awang Faroek Ishak usai membuka sosialisasi tim terpadu inpres No 1/2014 dalam rangka efektifitas tim terpadu tingkat provinsi, kaupaten/kota dalam menjaga kondusifitas daerah menjelang Pilpres, di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis  (22/5).
Menurut Awang Faroek,  Pemilu Presiden dan Wakil Presiden harus disukseskan. Karena dengan pesta demokrasi yang langsung, umum, bebas, rahasia dan bermartabat diharapkan dapat melahirkan para pemimpin bangsa yang berkualitas yang dalam kepemimpinannya mampu membawa ke arah pembangunan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang lebih baik dari yang dicapai saat ini.
"Kesusksesan pelaksanaan Pemilu,  tergantung dari partisipasi aktif  semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dari sisi pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu di semua wilayah, terutama wilayah perbatasan, pedalaman dan terpencil, sehingga warga mengetahui bahwa ada pemilu untuk menentukan pemimpin negara untuk lima tahun kedepan,"ujarnya.
Dan yang tidak kalah penting adalah peranan masyarakat. Awang Faroek menyebut dengan partisipasi aktif masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, tentu saja mencerminkan kehidupan berdemokrasi yang baik di Kaltim. Karena, dengan tingkat partisipasi pemilu yang tinggi, pemimpin yang terpilih juga benar-benar mewakili rakyat untuk menyuarakan kepentingan rakyat di dewan baik daerah maupun tingkat pusat.
“Kita semua harus dapat berpartispasi aktif untuk mewujudkan pemilu damai dan aman di Kaltim. Dan kita juga harus bisa menjaga suasana Kaltim yang kondusif untuk pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya.
Awang Faroek menambahkan,  untuk menjaga kondusifitas tersebut, maka perlu adanya kesadaran yang tinggi bagi seluruh masyarakat, sehingga keamanan dan ketertiban menjelang Pilpres dapat terjaga dengan baik.
Meski begitu, Pemprov Kaltim bertekad menyukseskan penyelenggaraan tersebut. Dengan cara melakukan persiapan-persiapan yang matang sejak saat ini. Misal, dengan melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang menganggu penyelenggaraan tersebut.
“Pemprov Kaltim bersyukur pelaksanaan Pileg baru-baru ini berlangsung sukses dan aman. Karena itu, kami sangat berterimakasih kepada pihak Pangdam VI Mulawarman, Badan Intelejen Negara (BIN), Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim dan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) serta seluruh pihak di daerah yang mendukung penyelenggaraan tersebut. Diharapkan pelaksanaan Pilpres dan Wapres juga demikian,” jelasnya.
Dia berharap kondisi yang aman di daerah ini dapat dipertahankan. Karena itu, jajaran TNI dan Polri dapat bersama-sama mendukung menyukseskan penyelenggaraan tersebut.
Bahkan, masyarakat patut bersyukur bahwa penetapan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) berlangsung dengan baik.
“Diharapkan, dengan penetapan calon tersebut mari bersama-sama untuk menyukseskan penyelenggaraan tahapan-tahapan yang selanjutnya, mulai dari kampanye hingga pemilihan. Dengan cara menjaga kondusifitas di daerah, sehingga pemilihan umum yang jujur, adil, bebas, umum dan rahasia berlangsung sukses dan damai,” harapnya. mar

Partisipasi Masyarakat Cukup Baik

Sosialisasi Preventif Pengurangan Resiko Bencana

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Bencana setiap saat bisa terjadi, apakah di daratan, perairan maupun udara, begitu pula bencana alam  tanah longsor, banjir bandang, angin ribut, kebakaran hutan dan lahan, maupun kebakaran pada permukiman penduduk, datangnya tak terduga sehingga diharapkan agar  senantiasa masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan.
"Berdasarkan pengamatan yang ada, partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam penanggulangan dan mengurangi resiko bencana, sudah terbilang cukup baik," kata Asisten I Sekprov Kaltim bidang Pemerintahan H Aji Sayid Fathurrahman saat membuka Sosialisasi Upaya Preventif dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana di ruang rapat Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (22/5).
Meskipun demikian, kata dia, belum semuanya memiliki pengalaman, keahlian dan keterampilan yang memadai, juga masih lemahnya manajemen penanggulangan bencana sehingga terus diperlukan pemahaman pada penanggulangan bencana.
"Saya berharap agar setiap permasalahan bencana, dapat  diatasi dengan sistem dan pola penanganan yang tepat, disertai dengan pembenahan sumber daya manusia (SDM), profesionalisme personel dan penyediaan kelengkapan sarana serta faslitas penunjang lainnya," ungkapnya.
Sementara itu Panitia Penyelenggara Edy Suhaedi, yang Kepala Bidang Pemuda Boro Sosial Sekprov menyampaikan bahwa tujuan digelar sosialisasi ini juga mensosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang penanggulangan bencana daerah. Juga pencerahan tentang penangulangan bencana yang sewaktu-waktu terjadi dan bisa menimpa setiap ibnsan manusia, baik  dilingjkungan kantor atau tempat tinggal masing-masing peserta.
"Melalui Kegiatan ini diharapkan para peserta mengerti dan memahami tentang penangulangan bencana dan pada gilirannya akan mampu mempermainkan peran sebagai duta tangguh menghadapi bencana," jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti perangkat kerja SKPD dilingkungan Sekprov Kaltim dan instansi vertikal dan kabupaten dan kota, dengan nara sumber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kaltim H wahyu widhi Heranata. john

Produksi dan Distribusi Pertanian Perlu Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk meningkatkan kemampuan produksi dan distribusi pertania, maka diperlukan upaya khusus. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, tentu akan mampu mendorong pembangunan sistem usaha agribisnis tanaman dan dan hortikultura secara signifikan, dengan membantu penyediaan sarana prasarana, mekanisasi pertanian, modal kerja dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia.
“Setelah Kaltara berdiri sendiri, Kaltim hanya mampu memenuhi Kebutuhan beras sekitar 74 persen, yang sebelum berpisah mencapai 83 persen. Sehingga perlu upaya yang serius untuk peningkatan tanaman pngan khususnya padi ditahun mendatang,” kata Kepala Dinas Perrtanuian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim pada pertemuan Penyusunan Angka Tetap 2013 dan Angka Ramalan 2014di Bulungan, kemarin lalu.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, perlu pengembangan program tanaman pangan dan hortikultura untuk mendorong berkembangnya usaha pertanian dengan wawasan agribisnis yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian dan industri pertanian primer yang berdaya saing untuk  menghasilkan nilai tambah. Lalu, meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja pertanian dan pengembangan ekonomi wilayah sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Upayakan mengembangkan komoditi padi dengan mekanisasi, alat mesin pertanian (Alsintan) baik itu transplanter, hand tractor, combine. Tujuannya, untuk menekan biaya produksi yang saat ini sangat tinggi karena untuk upah buruh tani yang  semakin mahal hingga dapat menekan biaya produksi, sehingga tingkat kehilangan hasil produksi  dilapangan bisa ditekan semaksimal mungkin.
Menurut dia, berdasarkan Angka Tetap (ATAP) 2013 dibandingkan Angka Tetap  2012, produksi tiga komoditas utama tanaman pangan.Yaitu,  kedelai, jagug, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi jalar mengalami penurunan.
"Dilihat dari data tersebut terlihat bahwa produksi padi meningkat, tetapi hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk tetap melakukan analisa dan evaluasi serta melakukan upaya-upaya untk lebih meningkatkan capaian kinerja dikarenakan peningkatan produksinya masih sangat kecil sekali," jelasnya.
Selain itu, upaya-upaya terobosan sangat diperlukan dalam rangka mengakselerasi penngkatan kinerja capaian produksi untuk mewujudakan swasembada beras di Kaltim. john

Jl Gerilya Dilanda Banjir

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hujan lebat di wilayah Samarinda Utara membuat sebagian kawasan Jalan Gerilya , Jl Lambung Mangkurat, Jl Merdeka dan Jl Kesejahteraan tergenang air. Genangan air tertinggi terjadi di Jl Gerilya yang mencapai pinggang orang dewasa.
Air yang diduga akibat rusaknya lingkungan kawasan Utara Jl Gerilya. Ini membuat tidak ada lagi daerah resapan air, dan dampaknya air langsung turun kebawah dan menggenangi kawasan pemukiman warga dibawahnya.
Murdian, warga Jl Proklamasi 2 mengatakan bahwa penanggulangan banjir yang dilakukan Pemkot Samarinda ternyata belum membuahkan hasil. Terbukti, baru hujan 1,5 jam banjir sudah menggenangi beberapa kawasan langganan banjir.
Yang parah hari ini (kemarin,red), kawasan Jl Gerilya menjadi tergenang, padahal selama ini kawasan ini tidak pernah tergenang air.
"Ini benar benar memalukan, kawasan banjir di Samarinda bukanya berkurang, namun justru bertambah," kata Murdian.
Sementara itu genangan air juga terjadi dikawasan Jl Pasundan,  Jl M Yamin.
Seperti di Jl Dr Sutomo, genangan air berkisar 20-50 Cm, akibatnya kendaraan harus mengantri sepanjang untuk melintasi genangan air.
Seperti biasa, banjir selalu datang jika hujan sudah reda. Hal ini dikarenakan limpahan air dari gunung yang sudah rusak akibat eksploitasi batu bara.
Genangan air juga membuat pos polisi sempaja terendam air. Air juga menggenangi jalan Antasari dan sekitarnya. M4n

Kaltim Wujudkan Bebas Korupsi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemprov Kaltim terus berupaya mewujudkan daerah bebas dari korupsi dengan mengeluarkan program-program untuk mencegah dan memberantas korupsi yang bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Kaltim dan kedepannya  akan membuat kerjasama dengan Polda Kaltim sebagai upaya penegakan hukum.
Demikian disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai membuka sosialisasi hukum pidana di lingkungan Pemprov Kaltim Ruang Ruhui Rahayu, Rabu (21/5).
Sedangkan pendidikan dan budaya anti korupsi maupun praktek KKN memerlukan kerjasama antara pemerintah beserta segenap pemangku kepentingan, dengan  menanamkan nilai budaya integritas yang dilaksanakan secara kolektif baik melalui aktivitas pendidikan anti korupsi dan internalisasi budaya anti korupsi di lingkungan publik maupun swasta.
Setelah penegakan hukum di Kaltim berjalan baik tentunya pembangunan diharapkan mampu berjalan dengan baik pula. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujudkan  dengan memiliki rasa keadilan dan  kedudukan hukum.
"Hukum dan masyarakat bagaikan mata uang yang tidak bisa terpisahkan, sehingga agar mampu mewujudkannya tidak bisa lepas dari tugas atau fungsi yang diembankan, apalagi untuk mencapai dan mewujudkan tujuan hukum maka harus difungsikan sesuai apa yang hendak dicapai," jelasnya.
Untuk mencapai kehidupan, salah satu fungsi hukum yang dapat dilakukan, fungsi hukum sebagai kontrol sosial atau pengendalian sosial yakni bahwa hukum berfungsi untuk mempertahankan dan menjaga suatu keadaan pada suatu masyarakat agar tetap berada dalam pola tingkah laku yang diterima oleh masyarakat.
Proses pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara, tanpa paksaan juga  dengan paksaan atau kekerasan, cara ini lebih bersifat represif yang berwujud seperti dengan penjatuhan sanksi kepada pelaku yang melanggar dari kaidah-kaidah yang berlaku.
Salah satunya tindak pidana korupsi, yaitu perbuatan yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri dengan menyalahgunakan kekua-saan publik yang dipercayakan kepada mereka.
"Tindak pidana korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga merugikan dan meresahkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat sehingga diperlukan adanya kesadaran hukum sebagai landasan untuk memperbaiki sistimnya," jelasnya. john

Infrastruktur Pendidikan di Pedalaman Jauh Tertinggal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Minimnya fasilitas pendidikan di daerah pedalaman kembali membuat prihatin anggota DPRD Kaltim, Yakub Ukung. Derasnya kritikan terhadap kualitas pendidikan di daerah pedalaman tetap saja belum membuka mata pemerintah untuk berbuat lebih optimal.
“Saya sangat mengharapkan agar pemerintah tidak henti-hentinya mengadakan pemerataan infrastruktur khususnya dalam bidang pembangunan dan pendidikan di wilayah pedalaman Kaltim. Standarisasi guru, fasilitas dan infrastruktur, masih kurang memadai,” ungkap Yakub.
Menurut Yakub dukungan fasilitas dan infrastruktur sangat penting bagi kinerja guru di pedalaman. Minimnya kedua item itu justru membuat guru di pedalaman mangkir dari tugasnya dan memilih untuk mengabdi di perkotaan.
“Apabila para guru tidak mendapat perhatian lebih, respek terhadap tugas dan tanggungjawabnya pun menurun. Ini sudah beberapa kali terjadi, banyak yang meninggalkan tugasnya karena beberapa kebutuhan dasarnya kurang terpenuhi oleh pemerintah,” ucapnya.
Selanjutnya Yakub memaparkan, bahwa pendidikan di pedalaman selain membutuhkan fasilitas juga pengawasan akan kualitas termasuk di dalamnya kesetaraan kurikulum. “Ke depannya saya mengharapkan pemerintah akan terus memperbaiki sistem pendidikan dan pengajaran yang ada demi majunya kualitas pendidikan yang merata di Kaltim,” tutup Yakub. hms/adv

Iklim Usaha Pengaruhi Tingkat Kemiskinan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemandangan wajah kemiskinan negeri ini selalu menjadi hiasan yang memperburuk citra bagi pengambil kebijakan. Kinerja pemerintahan dalam pengentasan kemiskinan setiap saat selalu dipertanyakan. Apalagi bicara dalam konteks anggaran, program pengentasan kemiskinan tidak pernah absen dalam pembahasan APBD di beberapa sektor program pada beberapa SKPD baik provinsi maupun kota. Namun dalam implementasinya, baik dalam pengalokasian anggaran maupun dalam penggunaannya selalu tidak berkorelasi terhadap pengurangan angka kemiskinan di daerah. Bahkan program pemerintah pusat dalam bentuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) dianggap sebagai program yang membuat masyarakat semakin tak berdaya dan nyatanya menjadi sia-sia saja. Terkesan memanjakan masyarakat yang memang sudah apatis atas kehidupan mereka.
Demikian kondisi yang digambarkan anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Bahrid Buseng. Ia berpendapat pemerintah dan DPRD Kaltim sudah maksimal dalam mendorong penekanan kuantitas kemiskinan tersebut, namun masih ada keterbatasan dalam menjalani prosesnya.
“Sebenarnya pemerintah dan DPRD sudah sangat maksimal sekali dalam mengatasi kemiskinan tersebut, bahkan program-program yang di buat pemerintah untuk mengatasi kemiskinan selalu didukung DPRD. Saya juga sangat setuju bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim telah memikirkan segala solusinya, mungkin salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan, tentunya dengan dukungan DPRD, “ ucapnya saat ditemui di ruang kerja.
Wakil rakyat dari Fraksi Golkar ini juga sangat berharap bahwa pemerintah provinsi memprioritaskan program yang dibuat untuk menangani masalah ini.
Menurutnya dari data, selama 5 than terakhir persentase tingkat kemiskinan di Kaltim sekarang telah menurun.  Dari tahun 2008 hingga 2012 yaitu dari 8,53% menurun menjadi 6,68%. Jadi pada dasarnya, kata dia, program yang telah berjalan sesuai harapan mesti lebih diseriusi.
“Saya sangat setuju dengan program yang telah dikonsepkan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Namun masih ada yang harus dimaksimakan dalam program tersebut, penuntasan kemiskinan juga harus dibarengi dengan penciptaan iklim investasi dan iklim usaha yang baik. Sebab, banyaknya investor yang masuk mencerminkan pertumbuhan ekonomi.  Di sisi lain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bisa mengentaskan kemiskinan di daerah, kondisi di daerah juga mesti di benahi agar investasi bisa berkembang dan bisa membuka diri agar investor bisa masuk ke kaltim, serta memperbanyak bank perkreditan rakyat agar usaha kecil menengah mandiri dapat berkembang dan meningkatkan usaha rakyat,“ ucapnya mengakhiri. hms/adv

Pengesahan APBD-P Dipercepat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim, kemarin (21/5) membahas Rancangan KUA dan PPAS APBD Perubahan (APBD-P) 2014. Disepakati pengesahan APBD-P 2014 akan dipercepat.
Demikian disampaikan Ketua DPRD Kaltim, Syahrun HS setelah memimpin rapat. “Dipercepatnya pengesahan APBD-P 2014 akibat terjadinya defisit anggaran,” ujarnya.
Politikus Golkar ini mengurai, penyebab terjadinya defisit tersebut akibat merosotnya target dana perimbangan khususnya bagi hasil sumber daya alam dan tidak tercapainya target SiLPA Tahun Anggaran (TA) 2013.
APBD Kaltim TA 2014 sebesar Rp 13,930 triliun pada Rancangan KUA PPAS P-APBD TA 2014 menjadi sebesar Rp 11,882 triliun atau terjadi selisih kurang sebesar Rp 2,047 triliun. “Untuk menjadi perhatian dan tidak terulangnya defisit anggaran pada tahun mendatang kami meminta agar TAPD khususnya Dispenda menghitung cermat sumber-sumber penerimaan. Sehingga kalkulasi penerimaan tidak jauh berbeda antara perencanaan penerimaan dan realisasi penerimaan,” bebernya.
Kendati disepakati untuk mempercepat pengesahan APBD-P 2014, menurut anggota DPRD lainnya, Sarkowi V Zahri pembahasan APBD-P 2014 tetap melalui mekanisme dan tahapan-tahapan sesuai ketentuan.
Di antaranya digelarnya rapat paripurna untuk kesepakatan perubahan KUA dan PPAS TA 2014 antara Gubernur Kaltim dan DPRD Kaltim, lalu penyampaian nota keuangan dan Raperda APBD-P TA 2014, penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terhadap nota keuangan dan Raperda APBD-P 2014 kemudian diakhiri dengan penyampaian laporan banggar terhadap rancangan APBD-P 2014 dan persetujuan DPRD terhadap rancangan APBD-P 2014. 
“Setelah ini kita masih harus melalui  beberapa tahapan sebelum mengesahkan APBD-P 2014. Saya harap tahapan tersebut tetap kita lalui sebagaimana mestinya,” katanya.
Sebelumnya TAPD yang dipimpin Asisten 3 Bidang Kesejahteraan Rakyat  Bere Ali menguraikan, dengan adanya defisit anggaran ini Pemprov Kaltim telah melakukan efesiensi pengeluaran.
Di antaranya efisiensi sebagian bantuan keuangan Nonspesifik untuk kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Utara dan Kaltim.
Lalu ada efisiensi sebagian pada belanja hibah ditambah dengan efisiensi terhadap belanja hibah DOB Kalimantan Utara, efisiensi belanja tidak terduga, efisiensi pada penyertaan modal Bank Pembanguna Daerah dan efisiensi sebagian belanja langsung SKPD. hms/adv

Komisi IV Bakal Panggil Disdik Samarinda

Evaluasi Hasil UN dan PSB

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi IV DPRD Kota Samarinda, bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda terkait hasil Ujian Nasional (UN) sekaligus soal Penerimaan Siswa Baru (PSB).
"Komisi IV akan meminta keterangan dan evaluasi terkait hasil UN. Ini untuk melihat seberapa besar pencapaian target sekolah menjalankan tugas dan kewajiban peningkatan mutu pendidikan di Kota Samarinda," ujar Anggota Komisi IV Kota Samarinda, Misirah, Rabu (21/5) kemarin.
Dia mengatakan dengan melihat target UN maka akan terlihat sebera besar pencapaian target Disdik dalam menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan menciptakan masyarakat berpendidikan.
"Sebagai dewan tetap mendorong dan memberikan support kepada instansi terkait termasuk Disdik," kata dia.
Dia berharap dengan evaluasi yang disampaikan Disdik kota Samarinda akan ditemukan solusi tepat dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar.
"Pada dasarnya semua tugas dan kewajiban Disdik telah ada panduan secara baku. Namun tetap saja perlu diketahui kekurangannya untuk kemudian ditemukan solusinya," kata dia.
Menurutnya, Disdik tetap bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan belajar mengajar di satu wilayah. Ini memberikan sinyal bahwa semua kemajuan dibidang pendidikan berada di instansi Disdik.
"Dengan demikian tidak berlebihan jika selalu dilakukan evaluasi dan progres dalam dunia pendidikan," kata Misirah.
Sebagaimana diketahui, angka kelulusan ditahun ini mencapai 99.63 persen dan hanya 0.37 persen angka tidak lulus.
"Dari catatan ini memang menggembirakan. Namun tetap saja perlu ada pembenahan diberbagai sisi," katanya.
Soal PSB, politisi wanita PDI Perjuangan ini menyinggung bahwa Disdik telah diberikan standar yakni mellaui urutan ranking.
"Meski demikian perlu ada kebijakan dari sekolah dalam melaksanakan PSB. Misalnya soal pelayanan dan informasi yang akurat," katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa Komisi IV akan melakukan rapat internal guna menentukan jadwal melakukan hearing dengan Disdik.
"Kita akan atur waktunya. Karena kita sadari juga Disdik pada saat seperti ini sangat sibuk melakukan kegiatan pengumuman UN dan persiapan PSB," pungkasnya. tha/adv

Disbun Kaltim Telah Sertifikasi 453.285 Benih Sawit

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan(Disbun) Kaltim  Hj Etnawati Usman menjelaskan, Disbun Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 453.285 kecambah kelapa sawit sepanjang periode Januari - April 2014.
"Ini sesuai dengan jumlah keperluan benih sawit. Sepanjang periode Januari  –  April kita sudah menerbitkan Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2B-KS) untuk  453.285 kecambah dari sumber benih resmi yang ditunjuk Kementerian Pertanian," terang  Etnawati Usman, Rabu (21/5).
Menurut Etnawati, proses sertifikasi benih diperlukan guna mencegah terjadinya peredaran benih palsu yang akhir-akhir ini marak beredar di lapangan. Ini harus diantisipasi lantaran benih merupakan faktor awal dan menjadi kunci utama keberhasilan usaha perkebunan, peredaran benih palsu, khususnya kelapa sawit saat ini cukup banyak. Ini jadi masalah karena kondisinya sangat sulit dibedakan antara benih asli dan palsu. Pembedanya, benih asli berbuah dan sedangkan benih/bibit  yang palsu tidak berbuah. Kondisi tersebut tentu sangat merugikan para pemilik kebun. karena setelah sekian  lama dirawat namun tidak ada hasilnya.
"Itulah sebabnya perlu dilakukan sertifikasi benih. Tujuan tidak lain untuk menjaga kemurnian varietas melalui pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan asal usul bibit,"ujarnya.
Ditambahkan, sertifikasi juga dimaksudkan untuk memelihara mutu benih melalui pemeriksaan kesehatan benih, memberikan jaminan kepada pengguna benih tentang kepastian mutu bibit dan varietas yang akan digunakan, serta memberikan legalitas kepada produsen benih bahwa benih yang dihasilkan terjamin kemurnian dan mutunya.
Selain itu, Disbun juga melakukan sertikasi bibit sawit sebanyak 752.360 bibit, dan entres karet sebanyak 7.782 batang.
Sertifikasi dimaksudkan untuk memberikan jaminan kapada masyarakat terhadap keaslian bibit sawit. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan. “Pentingnya sertifikasi benih sawit diantaranya mencegah terjadinya peredaran benih sawit palsu (tidak bersertifikat) yang kondisinya semakin marak beredar di masyarakat," ujarnya.
Berkaitan itu, Etnawati mengimbau petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih, maupun bibit bersertifikat. Ini untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam. Jangan sampai sudah puluhan tahun ditanam, namun tidak membuahkan hasil karena menggunakan benih maupun bibit palsu.
Untuk menjamin kualitas benih maupun bibit, masyarakat diminta membeli hanya pada sumber benih resmi yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Di Indonesia hanya ada 10 perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber benih resmi.
Adapun 10 perusahaan tersebut Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan, PT  Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru, PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau, kemudian PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor. mar

Sanitasi Perlu Penanganan Serius

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim HM Taufik Fauz menegaskan masalah lingkungan hidup, khususnya lingkungan permukiman dan sanitasi di Indonesia, terutama di Kaltim masih menjadi persoalan yang rumit dan perlu penanganan serius agar masyarakat tetap dalam kondisi sehat dan sejahtera.
"Karena itu, upaya perbaikan lingkungan hidup, permukiman dan sanita terus diusahakan pemerintah maupun masyarakat di daerah. Meski begitu, masyarakat tentu masih sering menyaksikan terjadi bencana lingkungan seperti banjir dan kekeringan yang mengakibatkan terganggu usaha dan aktivitas manusia serta dan munculnya wabah penyakit. Bencana lingkungan berupa banjir karena tidak berfungsinya drainase, erosi tanah dan tercemarnya sungai oleh sampah-sampah, mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit, bahkan bisa sampai menelan korban jiwa yang tak ternilai harganya. Karena itu, sanitasi masih perlu penanganan serius di daerah,” papar HM Taufik Fauzi saat pembukaan kampanye edukasi sanitasi bidang penyehatan lingkungan permukiman (PLP) yang ditandai dengan kegiatan lomba karya tulis dan poster tingkat SMP/sederajat serta pemilihan duta sanitasi tingkat provinsi Kaltim 2014 di Samarinda, Rabu (21/5).
Menurut dia, terjadi bencana hendaknya dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mampu belajar dan mengambil hikmah bahwa hubungan manusia dengan alam dan lingkungan hidup serta permukinan saat ini sudah dalam keadaan yang tidak harmonis yang ditandai dengan perubahan iklim dan terjadi pemanasan global (global warming).
Hal ini terjadi karena manusia cenderung hanya memanfaatkan potensi sumber daya alam, tetapi kurang memperhatikan perlindungan dan kelestarian. Pembangunan yang lakukan lebih banyak tidak ramah lingkungan, sehingga memunculkan bencana di mana-mana.
Bahkan, masyarakat di daerah menyatakan tanpa air tidak akan ada kehidupan. Tetapi, sumber daya air dewasa ini sudah banyak yang dalam kondisi kritis karena semakin meningkat pencemaran, eksploitasi yang berlebihan, rusaknya sumber air dan pemakaian air serta pengelolaan yang belum optimal.
”Karena itu, melalui kampanye edukasi sanitasi bidang PLP ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita semua untuk mampu merenungkan dan menghayati akan pentingnya penyehatan lingkungan permukiman dan meningkatkan kepedulian serta komitmen akan sanitasi untuk mendukung penyediaan air baku yang berkualitas,” jelasnya. mar

Jalan PM Noor Berdebu

Gara-gara Tanah Uruk


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sampai saat ini warga yang tinggal di Jl PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, selalu terkena debu. Salah satu penyebabnya debu di Jl PM Noor tersebut adanya pengurukan tanah. Debu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut mengancam kesehatan. Yang disayangkan, meski berhari-hari melakukan pengurukan lahan, baik pekerja maupun pemilik lahan tidak melakukan tindakan preventif (pencegahan), terhadap kemungkinan dampak lingkungan dari pekerjaan mereka. Padahal terlihat jelas, Jalan PM Noor kotor dan
berdebu.
Seorang warga yang berjualan tidak jauh dari lokasi, Joko mengatakan, sebenarnya dia dan keluarganya takut terkena penyakit. Sebab sudah ada salah satu anggota keluarganya yang menderita alergi debu dan kerap bersin. Dia khawatir kalau anggota keluarga yang lain juga terjangkit. "Saya takut keluarga saya menderita sakit pernapasan," kata Joko, kemarin.
Adanya aktivitas di sekitar rumahnya rupanya berdampak besar bagi dagangan. Joko mengaku harus menutup warungnya setengah hari ketika debu benar-benar tidak bisa dihindari. Bahkan dia sendiri terpaksa menyiram jalan di depan rumahnya agar debu tidak mengoroti jualannya.
"Ini kan jalan besar jadi banyak kendaran yang sering lalu-lalang. Setiap mobil yang lewat menerbangkan debu dan mengganggu
pelanggan saya. Mau tidak mau saya siram jalan walaupun akhirnya jadi becek," ujarnya.
Camat Samarinda Utara Syamsu Alam angkat bicara soal debu di Jalan PM Noor. Dia menyarankan pemilik lahan segera menemui ketua RT dan meminta agar warga dikumpulkan. Tujaunnya untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut serta meredam jika kemungkinan ada warga yang tidak suka dengan kondisi jalan mereka.
"Warga dan pengusaha itu harus bertemu dalam satu forum. Perjelas semua masalah dan harus ada solusinya. Pemilik lahan tidak boleh mengabaikan warga sekitar yang terkena dampak dari aktivitas pengurukan lahannya. Jangan mau enaknya saja," pungkasnya. aon

Polresta Samarinda Panggil Rafael Moitimo

Diego Michiel Diduga Aniaya Satpam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Diego Michiels (23) saat ini semakin santer dibicarakan masyarakat Samarinda dan Kutai Kartanegara. Bahkan untuk mengecek kebenarannya itu, Polresta Samarinda berencana memanggil rekan DM di tim Mitra Kukar Samarinda yang dilaporkan berada ditempat kejadian yakni Rafael Moitimo.
Sebelumnya pesepakbola naturalisasi, Diego Michiels (23), yang kini membela klub ISL Mitra Kukar dilaporkan ke polisi. Dia diduga menganiaya Hendra Wahyudi (38), seorang Satpam di perumahan elit daerah Samarinda yang dia tinggali.
Kejadian itu dilaporkan Hendra, Jumat (16/5/2014) kemarin ke Polresta Samarinda, Jl Slamet Riyadi, dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) kepolisian bernomor TBL/344/V/2014/Kaltim/Resta Smd. Dalam bukti laporan tertera perihal penganiayaan yang terjadi di Perum Pandan Harum Hill Blok ND-12 yang ditinggali Diego.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Febby Hutagalung SIk mengatakan bahwa penyelidik Polresta Samarinda masih mendalami laporan itu.
Sejumlah saksi sudah diperiksa yakni saksi korban atas nama Hendra Wahyudi (38) dan seorang satpam lainnya yang diketahui berada dilokasi kejadian saat itu.
"Rencanannya rabu besok (21/5) kami akan memanggil rekan korban Rafael Moitimo untuk menjalani pemeriksaan, karena saat terjadi penganiayaan terhadap korban DM diketahui bersama Rafael," kata Febby.
Disinggung mengenai status DM Febby mengaku belum bisa memastikan karena masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terkait hal itu.
"Kita tunggu hasil pemeriksaan rekan pelaku, jadi keterangan RM bisa menjadi dasar status pelaku," kata Febby.
Sementara itu M Yasin koordinator penasehat hukum Hendra Wahyudi korban penganiayaan yang dilakukan DM mengatakan bahwa tindakan penganiayaan yang dilakukan sang pesepakbola itu terjadi pada Jumat 16 Mei dinihari kemarin, Hendra ditelepon oleh Diego untuk datang ke rumah kontrakannya.
korban datang bersama rekan kerjanya ke rumahnya dan saya ditanya soal laptop dia (Diego Michiels) yang hilang. saat itu korban bilang tidak tahu menahu perihal labtop milik DM.
Namun jawaban korban membuat DM marah iapun kemudian melemparkan garpu ke arah korban dan mengenai dagu hingga mengakibatkan luka, tidak cukup sampai di situ, Diego pun menendang pinggang kiri dan kanannya berulang kali.
Beruntung saat itu rekan Diego datang melerai, dibantu oleh rekan Hendra yang menemani ketempat itu.
Hendra pun diminta meninggalkan rumah DM, namun saat akan meninggalkan rumah, lagi-lagi DM merangkul leher korban dan kemudian membenturkan kepala korban ke dinding.
"Saat itu pelaku meminta korban mengembalikan laptopnya kalau tidak bayar Rp15 juta korban diancam dibunuh oleh pelaku, bahkan pelaku akan mendatangkan beberapa pembunuh bayaran dari Jakarta jika Laptop itu tidak dikembalikan," kata M Yasin.
M Yasin sendiri menyatakan bahwa Hendra merupakan orang yang dipercaya menjaga rumah pemain belakang Timnas Indonesia itu, sebelum kejadian ini Korban memang diminta pelaku untuk membersihkan rumah korban yang berantakan saat dia tinggalkan.
Namun saat bersih-bersih itu korban tidak pernah melihat atau memindahkan laptop milik pelaku di rumah itu, bahkan sudah lama ia tidak melihat labtop itu dibawa oleh pelaku.
Hendra juga telah menyertakan hasil visum et repertum dari medis RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Polisi bakal segera meminta keterangan pesepakbola kelahiran tahun 1990 itu. M4n

Disdik Diminta Evaluasi Hasil UN

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Misirah, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda untuk melakukan evaluasi terhadap hasil Ujian Nasional (UN) 2014 ini. Hal ini terkait dengan adanya siswa yang tidak lulus UN.
"Harus itu. Harus dilakukan evaluasi utamanya soal siswa yang tidak lulus," ujar Misirah, Selasa (20/5) kemarin.
Menurutnya,  Disdik perlu membuat catatan besar bahwa dua SMA memperoleh predikat peringkat pertama sekolah berdasarkan nilai UN, yaitu, jenjang SMA jurusan IPA dan IPS diraih oleh SMA Negeri 1 Muara Bengkal dan jurusan Bahasa diperoleh SMA Negeri 5 Berau. Sedangkan jenjang SMK diraih oleh SMK Kehutanan Negeri Samarinda.
"Evaluasi ini dilakukan untuk memperbaiki predikat peringkat pertama sekolah berdasarkan nilai UN. Dengan target tahun depan milik kota Samarinda," katanya.
Politisi wanita PDI Perjuangan ini juga memberi catatan khusus Disdik Kota Samarinda, yakni siswa dengan nilai tertinggi dijenjang SMA pada UN tahun ini, diperoleh Selly Dwi Hardianti dari SMA Negeri 2 Samarinda, Titus Haryanto Vhau dari SMA Negeri 1 Balikpapan dan Muhammad Rasyid Ridho dari SMA Negeri 10 Samarinda.
"Perlu ada penekanan didalam perolehan nilai tertinggi UN bahwa harus dipertahankan," tegasnya.
Sebagai catatan sebanyak 145 siswa SMA/MA dan SMK di Kaltim tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2013/2014. Siswa SMA dan MA yang tidak lulus, di antaranya 39 siswa jurusan IPA, 82 siswa jurusan IPS dan lima siswa jurusan keagamaan. Sedangkan SMK hanya 19 siswa yang tidak lulus.
“Meruntut dari hasil UN di Kaltim patut diwaspadai untuk di Kota Samarinda bahwa harus ada peningkatan kegiatan belajar mengajar dengan metode yang tepat sehingga mampu memperbaiki hasil UN tahun depan," ungkapnya.
Kembali dia katakan, meski siswa yang tidak lulus UN tahun ini, dapat mengulang kembali tahun depan dengan hanya mengikuti UN mata pelajaran yang tidak lulus saja, namun hal itu tetaplah sebuah "PR" yang harus diberbaiki.
”Terus dilakukan perbaikan dengan memberikan catatan khusus terhadap pelajaran yang masih belum memuaskan," katanya.
Diketahui, jumlah kelulusan siswa tingkat SLTA di Kaltim yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 38.588 siswa. Jurusan IPA meluluskan 8.563 siswa, jurusan IPS meluluskan 10.130 siswa dan jurusan keagamaan meluluskan 152 siswa. Sedangkan jurusan bahasa meluluskan seluruh siswanya dengan jumlah 283 siswa.
Angka kelulusan ditahun ini mencapai 99.63 persen dan hanya 0.37 persen angka tidak lulus. “Rata-rata di setiap Kabupaten dan Kota ada siswanya yang tidak lulus,” imbuhnya.
Pengumuman kelulusan UN tersebut akan disampaikan, Selasa (20/5) kemarin oleh masing-masing sekolah.
Misirah, mengingatkan kepada seluruh siswa yang telah dinyatakan lulus agar tidak merayakan kelulusan dengan berlebihan.
"Sebaiknya tak usah pake acara coret-coret seragam sekolah dan melanjutkan konvoi mengelilingi kota dengan kendaraan bermotor. Karena ini berbahaya," pintanya.
Bahkan dia menyarankan  agar seragam tersebut disumbangkan kepada yang lebih membutuhkan daripada menyoret seragam tersebut.
“Silahkan merayakan kelulusan, tapi jangan sampai menggangu maupun membuat keributan di lingkungan masyarakat," tegasnya. tha/adv

Kesbangpol Garap Cerdas Cermat 4 Pilar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dimotori Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Samarinda, di Balaikota selama dua hari mulai Senin (19/5) berlangsung kegiatan lomba cerdas cermat 4 pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, bagi pelajar  SLTA Kota Samarinda.
Dalam sambutannya ketika membuka acara diruang rapat utama Balaikota, Kepala Badan Kesbangpol Erham Yusuf menyebut penting kegiatan ini sebagai salah satu langkah strategis dalam membingkai prilaku individu khususnya kalangan pelajar, yang selama ini kurang menyadari nilai nilai 4 pilar ini sebagai fundamental kehidupan bermasyarakat
“Karena sebagai aparat pemerintah tidak saja dari sektor pendidikan, kita semua dituntut dengan segala upaya untuk mencetak generasi yang tidak saja cerdas tapi juga berbudi luhur, berjiwa kebangsaan dan bermoral,” sebutnya.
Untuk lebih mendukung terwujudnya generasi muda yang cinta terhadap Negara karena paham dengan ideologinya ini, Erham menginginkan kegiatan serupa ini bisa berkesinambungan.
“Bahkan bila memang bisa dikemas dalam bentuk kegiatan lain yang lebih menarik itu tentu akan lebih baik, untuk itu kami terbuka menerima saran dan pendapat dari pihak lain,” imbuhnya kepada para guru-guru yang juga banyak ikut hadir di acara tersebut.
Karena tidak saja selama menuntut pendidikan, yang diharapkan sebut Erham pelajar ini dimasa mendatangnya bisa menjadikan Pancasila benar-benar sebagai falsafah hidupnya.
“Dengan pemahaman yang baik tentang 4 pilar ini generasi muda kita tentu tidak akan mudah terpengaruh terhadap pengaruh buruk lingkungan dimana ia berada,” tegasnya. Ike

Buang Sampah Diluar Jam, 65 Warga Terjaring

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Selama 2 hari, sebanyak 65 warga Samarinda terjaring dalam operasi yustisi yang digelar oleh Dinas Kebersihan dan Pertaman bersama dengan jajaran terkait. Pelanggaran yang kedapatan  dilakukan  oleh warga kali ini adalah membuang sampah di luar jam ketentuan.
”Karena sebagaimana kita ketahui sesuai ketentuan Perda nomor 2 tahun 2011 waktu membuang sampah adalah malam hari mulai jam 6 sore sampai jam 6 pagi” ucap Kabid Penyuluhan Nur Salim ketika memimpin operasi Senin hingga Selasa kemarin.
Menurut Nur Salim lokasi yang disisir dalam kegiatan yustisi kali ini diantaranya adalah kawasan jalan Juanda dan Suryanata, tepatnya kawasan kemplek Perumahan Batu Alam Permai, sekitaran kawasan SPBU dan Juanda 9.
Operasi ini merupakan yang pertama untuk tahun 2014,  dan akan berlangsung selama 4 hari, mulai Senin hingga Kamis mendatang. Kawasan yang akan disisir meliputi beberapa lokasi pada beberapa kecamatan se Kota Samarinda. ”Selanjutnya sepanjang  tahun 2014 ini, DKP telah menjadwalkan operasi yustisi  sebanyak 20 kali, sehingga bila dirata-ratakan dengan jumlah hari operasi maka selama 1 bulan akan dilakukan operasi  sebanyak 4 kali dengan 5 kali kegiatan sidang,” sebutnya.
Ditambahkan Nursalim pula dengan adanya warga yang tertangkap dalam kegiatan operasi bukan berati keberhasilan bagi tim, melainkan suatu pertanda masih adanya warga yang kurang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan Kota Samarinda.
”Karena bila ada operasi  tidak sampai ada warga yang terjaring itu menandakan bahwa tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan,” pungkasnya. ike

Kendaraan Antri Panjang di Jl Slamet Riyadi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Antrian panjang kendaraan, baik mobil maupun motor yang melintas di Tepian Mahakam setiap sore selalu mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Antrian panjang mobil maupun motor terlihat mulai simpang tiga Jl Slamet Riyadi hingga pintu masuk Jembatan Mahakam. Diperkirakan panjang antrean mencapai 2 kilometer.
Sejumlah anggota Polantas Polresta Samarinda terlihat berjaga, untuk mengarahkan mobil dan motor tersebut. Selain persimpangan, polisi juga terlihat di tikungan putar balik yang terdapat di kawasan Jl Slamet Riyadi.
Kasat Lantas Kompol Didik Haryanto mengungkapkan, macet parah tiap sore saat sejumlah orang pulang kerja sudah menjadi rutinitas di sepanjang akses menuju Jembatan Mahakam.
“Penyebabnya banyak kendaraan yang hendak menuju Samarinda Sebaran dan sekitarnya. Selain hari biasa juta terlihat saat akhir pekan.
Bukan hanya warga Samarinda saja, ada juga warga dari Bontang, Sangatta yang hendak ke Balikpapan ya lewat Samarinda. Makanya kerap terjadi antrean panjang," kata Didik.
Dijelaskan Didik, biasanya kemacetan paling parah terjadi mulai Sabtu sore hingga malam. Kemudian untuk arus balik, kemacetan tidak terlalu panjang.
"Untuk antisipasi kemacetan yang lebih parah, kami menyiagakan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Untuk mengatur kemacetan, personel yang kami siagakan tiap sore hari," tutur Didik.
Untuk mengurai kemacetan, polisi juga memberlakukan sistem buka tutup di Jembatan Mahakam. Mobil maupun motor dibuat melintas Jembatan Mahakam secara bergantian. aon

Gubernur Ajak Penerus Bangsa Berantas Kemiskinan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak  menegaskan,
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 106 hendaknya dimaknai sebagai momentum meningkatkan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama mengisi kemerdekan. Gerenasi penerus bangsa diajak memaknainya dengan senantiasa melakukan kerja nyata memberantas kemiskinan dan penangguran yang merupakan musuh bersama permbangunan nasional.
"Kami mengajak semua pihak menyamakan persepsi mengisi pembangunan. Mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Kaltim," kata Awang Faroek Ishak ketika ditemui seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Harkitnas ke 106 tingkat Kaltim, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (20/5),
Intinya bagaimana tingkat kepuasan masyarakat bisa terpenuhi. Ke depan ditarget tidak boleh lagi ada pengangguran, tidak boleh ada masyarakat miskin, serta kualitas pendidikan dan kesehatan harus bagus. 
“Makanya harus kerja keras. Sejalan dengan itu Pemprov kembali mencanangkan tahun ini sebagai tahun peningkatan kinerja dan prestasi. Ini untuk terus mewujudkan pemerintahan bersih dan berwibawa,” katanya.
Harapanya, kepercayaan rakyat semakin baik kepada pemerintah sebagai bentuk keberhasilan melaksanakan tugas pemerintahan dengan baik.
Di sisi lain, Awang Faroek mengajak masyarakat mensyukuri  kondisi Kaltim yang heterogen dengan beraneka ragam suku budaya dan agama di dalamnya, sehingga menjadikannnya seperti Indonesia mini.
Perbedaan tidak perlu menjadi persoalan. Perbedaan suku, agama, maupun kepentingan harus tetap menjadikan masyarakatnya tetap satu. “Pembangunan butuh keterlibatan semua pihak. Bagaimana mau membangun kalau tidak bersatu,” katanya.
Termasuk perbedaan pilihan pada pilpres mendatang, masyarakat diajak tetap berpolitik dengan santun meskipun berbeda. Dengan demikian diharapkan dapat menjaga kondusifitas keamanan Kaltim yang selama ini dapat dipertahankan.
Sementara Komandan Korem 091 Aji Suryanata Kesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Nono Suharsono menilai, makna penting harkitnas diharap dapat mengembalkan budaya Indonesia yang santun seperti dulu. Kondisinya saat ini telah terjadi penurunan. Ditandai banyaknya tindakan menyimpang seperti kekerasan yang merupakan bentuk menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme.
“Budaya Indonesia tidak sepeti itu. Makanya ini yang harus ditumbuhkan ke genrasi penerus. Semangat kebersamaan membangun negeri,” katanya.
Upacara Peringatan Harkitnas ke 106 tingkat Kaltim juga dirangkai penyerahan penghargaan kepada insan penggiat media dan filatelis berdedikasi. Termasuk penyerahan penghargaan pemenang lomba-lomba yang diselenggarakan Diskominfo Kaltim dalam rangka peringatan Harkitnas ke 106. Nampak hadir saat itu Kapolres Samarinda, Kombes Anthonius Wisnu Sutirta, Asisten II Sekprov Kaltim, HM Sabani serta Kepala SKPD lingkup Kaltim. mar

Bandiklat Kaltim Gelar 3 Diklat

Diklat Pelayanan Publik, Keprotokolan dan Table Manner

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Permasalahan yang sering dialami di jajaran pemerintahan adanya kesenjangan antara kompetensi individu dengan kebutuhan organisasi. Sehingga setiap kelembagaan diklat perlu melaksanakan adanya diklat Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) atau Training Need Analys (TNA).
Demikian dikatakan  Asisten IV bidang Administrasi Umum Sekprov Kaltim H Sofyan Helmi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Diklat pelayanan publik, Keprotokolan dan Table Manner di Aula Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kaltim Samarinda Seberang, Selasa (20/5).
Dijelaskan bahwa AKD dan TNA sangat penting, karena merupakan perpaduan antara kebutuhan akan diklat, sekaligus penyelarasan komptensi yang dimiliki para widyaiswara.
"Nantinya para peserta akan diberikan pengetahuan bagaiman cara atau proses pengumpulan dan analisis berbagai data untuk mengidentifikasi hal-hal yang diperlukan dalam pencapaian suatu tujuan tertentu," ujarnya.
Selain itu, para peserta juga diarahkan untuk dapat merancang analisis kebutuhan diklat dengan merumuskan masalah dan tujuannya melalui model-model analisis kebutuhan diklat.
Terkait diklat pelayanan publik, di era reformasi dikehendaki adanya berbagai kemudahan, tanpa mengurangi persyaratan yang harus dipenuhi dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukann yang disebabkan birokrasi pada masa lalu yang kurang baik.
"Keluhan masyarakat terkait pelayanan publik tidak boleh terjadi lagi, ketepatan waktu dan pelayanan prima  harus lebih diutamakan," jelasnya.
Apalagi saat ini, kata dia, Pemerintah juga sudah melakukan reformasi birokrasi dengan meningkatkan profesionalisme aparatur berbasis kinerja menuju pemerintahan yang baik.
Sementara itu penyelenggaraan pelayanan publik, saat ini beberapa dinas instansi dan kelembagaan dalam lingkup Pemprov Kaltim maupun instansi vertikal yang ada di Kaltim, telah menindaklanjutinya dengan kebijakan strategis melalui program akselerasi transformasi dengan melakukan inovasi-inovasi layanan publik.
Dia juga mengingatkan kepada peserta diklat keprotokolan dan table manner, juga sangat penting karena keprotokolan merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat.
Sementara itu Kepala Bandiklat Kaltim H Syafruddin Pernyata mengatakan, penyelenggaraan pendidikan dan latihan yang  dilaksanakan Bandiklat Kaltim  bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur negara yang andal dan berkualitas, sesuai dengan bidang dan kompetensinya masing-masing yakni  berwawasan luas dan mampu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.
Menurutnya, diklat sebagai salah satu instrument pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tujuannnya adalah untuk meningkatkan kinerja lembaga atau instansi, juga  bagian dari manajemen peningkatan sumberdaya aparatur.
Dia berpesan kepada para pesera diklat yang berjumlah 30 orang dari berbagai SKPD dilingkungan Pemprov Kaltim ini dapat mengikuti Diklat dengan serius sehingga  bermanfaat  untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari. john

TI Kebencanaan Harus Dioptimalkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemanfaatan teknologi informasi dan  komunikasi kebencanaan bagi semua institusi saat ini, tidak bisa dihindarkan, apalagi bagi sebuah institusi yang bergerak dibidang kebencanaan baik Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD )Provinsi dan BPBD kabupaten dan kota harus mampu menguasai.
Demikian dikatakan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD Kaltim H Wahyuwidi Heranata saat membuka Bimbingan Teknis data, informasi dan humas kebencanaan di Samarinda, Senin malam (19/5).
Dijelaskan manajemen informasi mencakup berbagai tahap pengelohan informasi dari produksi sampai penyimpanan dan pengolahan untuk diseminasi yang nantinya akan menghasilkan kerja yang lebih baik dari sebuah organisasi.
"Apalagi upaya penanggulangan bencana atau respon kemanusian tergantung pada kualitas informasi yang teersedia  dengan cara informasi yang dikelola," jelasnya.
Selain itu, peran manajemen informasi sabngat penting karebna akan meningkatkan kecepatan dan keakuratan informasi yang disampaikan, menciptakan kerangka acuan bersama yang memungkinkan pebngamnbilann keputusan untuk mengkoordinasikan respon dan rencana pemograman berdasarkan pengetahuan tentang kebutuhan dan pemnghematan yang jelas dari kapasitas masing-masing organisasi.
"Kemampuan BNPB dan BPBD  dalam mengumpulkan, memproses, menganalisa, menyebarkan data serta bertindak atas  dasar informasi merupakan kunci sebuah  respon yang efektif," tegasnya.
Dia berharap melalui bimtek data informasi dab humas kebencanaan yang digelar selama dua hari merupakan upaya peningjkatan kapasitas bagi sumber daya manusia dan hal ini perlu dilakukan agar dapat memperlancar alirabn informasi dari masing-masing satuan kerja.
Sementara itu kabid data BNPB Agus Wibowo mengatakan, bimbingan teknis meliputi tiga topik pelatihan, yakni data, informasi dan humas. Sedangkan  materi pelatihan mulai dari proses pengumpulan data.
"Kaltim sudah bagus pada pengelolaan penanggulangan bencana, tinggal nanti belajar untuk standarisasi pengumpulan datanya," ujarnya.
Sedangkan materi terkait teknologi informasi salah satunya yang diajarkan yakni  mengenai mobil komunikasi, untuk  kehumasandiajarkan cara untuk mengelola media center.
"Metode pelatihan dengan cara melakukan setting Pusdalops ketika terjadi bencana yang selalu siap 24 jam dalam mencari dan mengolah informasi," jelasnya.
Bimtek data, Informasi, dan Kehumasan ini diprakarsai BNPB atas usulan dari BPBD Kaltim diikuti sekitar 50 peserta. john

Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Masih Rendah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim, HM Mukmin Faisyal HP menegaskan, tingkat kesadaran Wajib Pajak (WP) di Kaltim maupun secara Nasional memang masih rendah. Karena itu  diusulkan adanya kegiatan Pencerahan Perpajakan yang mempunyai arti penting agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pejabat memahami dan menyadari akan pentingnya pajak bagi keberlangsungan kegiatan operasional negara.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena tingkat kesadaran Wajib Pajak memang masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kaltim yang saat ini sudah mencapai 4,2 juta jiwa dan penduduk Indonesia yang saat ini sudah mencapai sekitar 250 juta jiwa,”  kata  Mukmin Faisyal HP beberapa hari lalu.
Selama ini pemerintah memberlakukan self assessment untuk meraih pajak pribadi. Lewat sistem ini para WP diberikan kepercayaan untuk menghitung, membayar dan melaporkan pajak terutangnya. Tetapi sistem ini membuka peluang bagi WP untuk melaporkan data tidak sebenarnya untuk menghindari pajak.
“Permasalahan yang dihadapi selama ini, penghimpunan pajak individu maupun pajak perusahaan atau pajak besar terbilang cukup berat. Selain karena jumlahnya cukup besar, Wajib Pajak juga selalu punya banyak celah untuk berkelit dari kewajiban membayar pajak. Sehingga ada kemungkinan pajak yang dibayarkan lebih kecil dibandingkan kewajiban sebenarnya,” kata Mukmin.
Diantara banyak permasalahan WP yang ada, sebagai warga negara yang baik sebenarmya tidak ada alasan untuk tidak dapat membayar pajak. Semua permasalahan yang ada tersebut harus dapat dicarikan solusi terbaiknya.
Begitu pula dengan tata cara pengisian pembayaran pajak hendaknya menjadi perhatian semua pihak dan bukan menjadikannya sebagai hal yang sulit jika serius ingin mengetahui dan mempelajari secara seksama bagaimana metode pengisiannya.
“Akan tetapi tentunya tidak semua WP bermaksud curang dengan memanipulasi besaran aset. Di lain pihak, kita juga mengetahui jika diantara WP, masih banyak yang kurang mengerti bagaimana teknik dan aturan perpajakan,” ungkapnya.
Terhadap permasalahan pelayanan pajak, Pemprov Kaltim menyarankan agar kantor dan petugas pelayanan pajak dapat ditambah hingga mencakup wilayah terdekat dengan masyarakat, tidak hanya pada ibukota/kabupaten namun juga membuka tempat khusus untuk mendapatkan informasi tentang pajak.
Misalnya mengenai layanan kurs pajak, layanan pajak bumi dan bangunan (PBB), layanan pertanyaan tentang peraturan perpajakan, layanan informasi alamat kantor, tarif pajak, pengaduan dan lain sebagainya.
Sementara itu kepada para WP Besar khususnya, Mukmin mengatakan perlu mendapatkan sosialisasi peraturan dan ketentuan tentang WP kepada masyarakat luas. Agar kesadaran membayar pajak juga semakin meningkat yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap pemenuhan pembiayaan pembangunan dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Penerimaan pajak hendaknya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Di era reformasi ini transparansi terhadap berbagai pungutan pada masyarakat sangat penting, sekaligus memberikan kepercayaan pada publik bahwa pajak yang dipungut itu sesungguhnya memang “Dari Rakyat” dan “Untuk Rakyat”, baik untuk pembiayaan pembangunan Nasional maupun pembangunan di daerah,” pungkasnya. mar

PLN Gelar Temu Pelanggan Listrik

Diharapkan Dapat Memperjelas Masalah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Selama ini masalah listrik yang dikelola PT PLN tidak pernah tuntas. Dan sangat wajar apabila masyarakat mengeluhkannya, karena pemadaman listrik secara bergiliran dibeberapa daerah di Kaltim.
Oleh sebab itu, PT PLN menggelar acara temu pelanggan (custumer gathering) di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Senin (19/5). Acara tersebut dibuka langsung Plt Sekretaris Provinsi (Sekrpov) Kaltim H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim.
Rusmadi menyampaikan bahwa masalah listrik sangat penting karena menjadi napas bagi kehidupan ekonomi di suatu daerah. Karena itu, upaya percepatan perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Selain itu, kata dia, fenomena krisis listrik dapat pula dijadikan sebagai suatu preseden awal bagi semua pihak agar meredefinisikan pentingnya berhemat energi. Kalau listrik masih tetap dijadikan sebagai salah satu sumber penghidupan dihari ini maupun di masa-masa yang akan datang.
Dengan digelarnya temu pelanggan ini dia berharap akan ada kejelasan masalah dan solusi yang bisa diambil, dalam rangka melakukan antisipasi secara dini terhadap setiap permasalahan yang ada. Apalagi masalah listrik sangat penting, karena menjadi nafas bagi kehidupan ekonomi di suatu daerah, karena itu upaya percepatan perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan listrik.
Sementara itu GM PLN Wilayah Kaltim dan Kaltara (Kaltim) Machnizon Masri menyampaikan bahwa pemadaman yang sering terjadi karena kekurangan daya mampu dari pembangkit utamanya di Sistem Mahakam. Dari beban puncak sebesar 350 MW, daya mampu yang disediakan pembangkit hanya mencapai 300 MW. "Kekurangan daya itu terjadi karena kekurangan pasokan listrik untuk mendukung Sistem Mahakam," jelasnya.
Namun PLN pada semester ke II 2014 akan mendapat suplay listrik yang cukup, ada beberapa pembangkit yang masuk yakni pembangkit PLTG Senipah, Kutai Kartanegara sebesar 2x41 MW maupun PLTU CFK unit III, 50 MW berlokasi di Samarinda sehingga nantinya ada 135 MW daya listrik yang dimiliki pada sektor Mahakam, dan pada beban puncaknya mencapai 350 MW sehingga punya cadangan 25 persen.
PLN telah memiliki perencanaan untuk mencapai surplus listrik di Kaltim dan Kaltara Pembangunan sejumlah pembangkit berkapasitas cukup besar dimulai agar daya mampu semakin kuat. Selain itu, juga ada penyelarasan transmisi agar bisa terkoneksi ke seluruh wilayah serta tidak ada pemadaman lagi dan saat ini pelanggan PLN wilayah Kaltim dan Kaltara mencapai sekitar 700 ribu pelanggan.
Sedangkan temu pelanggan ini, diharapkan ada masukan dari pelanggan kepada PLN agar ke depan PLN dapat terus memperbaiki pelayanannya. Kegiatan ini terus dilakukan untuk makin mendekatkan hubungan PLN dengan Pelanggan untuk sama-sama mencari solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan PLN ke depan dapat berjalan dengan baik.
“Silaturahmi PLN dengan pelanggan harus terus diadakan dan utamanya adalah untuk meningkatkan komunikasi antara PLN dengan pelanggan," jelasnya.
Dalam acara temu pelanggan ini, mendapat apresiasi dari sejumlah perwakilan pelanggan yang hadir, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan dan juga memberikan masukan yang konstruktif kemudian hari. john

Hari ini Pansus RPJMD Dibentuk

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rapat Internal Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, Senin (19/5), menyepakati membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rapat juga menyepakati Pansus RPJMD dibentuk dan disahkan pada Paripurna ke-13 DPRD Kaltim yang berlangsung Selasa (20/5) hari ini di Gedung Utama DPRD Kaltim.
“Berdasarkan aturan bisa melalui pansus, gabungan komisi di DPRD, bisa juga melalui komisi-komisi yang sesuai dengan pembidangannya. Hanya karena RPJMD dinilai sangat penting karena menyangkut rencana pembangunan lima tahun berjalan, oleh karena itu perlu dibentuk Pansus RPJMD,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim Agus Santoso yang memimpin rapat kemarin.
Rapat Paripurna ke-13 DPRD Kaltim, Selasa (20/5) juga mengagendakan penyampaian Nota Penjelasan Raperda tentang RPJMD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2014-2019.
Selain itu jadwal kegiatan  DPRD Provinsi Kaltim Masa Persidangan II Tahun 2014 juga akan disahkan. “Setelah disampaikannya nota penjelasan tersebut barulah akan dibentuk pansus yang rencana beranggotakan 16 orang. Jumlah ini berdasarkan kebutuhan agar Pansus optimal mengevaluasi,” kata Agus Santoso.
Agus menambahkan, untuk pembentukan pansus nantinya keanggotaan adalah perwakilan dari seluruh fraksi maupun komisi. Nantinya pansus akan menggali kerja-kerja apa saja yang akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.
Mengingat ini bukan pekerjaan ringan, menurut wakil ketua asal Partai PDIP ini, kebijakan membentuk pansus dinilai lebih tepat. “Pansus akan menggali pembangunan apa saja selama lima tahun, sehingga dibutuhkan pendalaman dari lintas fraksi agar bisa optimal,” sebutnya.
Agus berharap Pansus RPJMD dapat bekerja secara maksimal sesuai tugas dan fungsi. Selain itu sebagai bentuk tanggung jawab DPRD Kaltim mengawal kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur. “Harus dilakukan kajian bersama secara komprehensif, ini agar draf RPJM bisa mengakomodasi kebutuhan pembangunan di Kaltim,” sebutnya. hms/adv

Pansus Pasar Siap Uji Publik

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Panitia khusus (Pansus) pembahas Raperda tentang Penataan Pasar Tradisional dan Pengaturan Pasar Modern menggelar rapat kerja dengan mitra dalam rangka finalisasi raperda sebelum diujipublikan pada 24 Mei 2014 mendatang.
Ketua Pansus Siti Qomariah mengatakan, pertemuan kali ini dimaksudkan untuk memaksimalkan draf rancangan peraturan daerah yang saat ini sedang dibahas agar maksimal menjelang diujipublikan.
“Ini rapat yang kesekian kali dengan mitra. Diharapkan dari pertemuan sekarang ini agar benar-benar mendapatkan berbagai hal positif dan masukan dari pihak pemerintah guna meminimalkan berbagai kekurangan yang tidak terakomodasi,” kata Qomariyah di sela-sela rapat pansus dengan Disperindagkop Kaltim, Biro Hukum Pemprov Kaltim, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Samarinda dan Kaltim serta SKPD terkait lainnya, Senin (19/5).
Ditambahkan Qamay, beberapa waktu lalu pansus yang dipimpinnya melakukan konsultasi sekaligus terjun langsung ke lapangan di DKI Jakarta sebagai daerah yang dinilai lebih dulu memiliki peraturan daerah tentang pasar tradisional dan modern.
“Hasil yang didapat oleh pansus ketika ke Jakarta kemudian kembali dibuka untuk dibahas secara terbuka dalam rapat ini guna melihat berbagai kemungkinan. Terutama mana yang bisa diterapkan dan tidak, mengingat setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda,” tutur Qamay –sapaan akrabnya.
Politikus asal PAN itu menyebutkan banyak masukan yang didapat dari pertemuan ini. Di antaranya usulan tentang memasukkan UU Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal karena dinilai berkaitan erat.
Sebab selain berfungsi sebagai salah satu acuan dalam pembahasan draf raperda juga akan melibatkan lintas perangkat daerah sehingga lebih memaksimalkan peran pemerintah dalam penataan pasar tradisional dan pengaturan pasar modern.
“Kesimpulan dan masukan dalam rapat ini akan sesegera mungkin dimasukkan dalam rancangan draf raperda sehingga akan rampung disusun sebelum uji publik akhir pekan ini. Semoga cepat selesai namun tidak mengurangi bobot raperda,” kata Qamay. adv/hms

BLM di Kaltim Capai Rp 135,640 Miliar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dukungan Pemprov Kaltim bersama 7 kabupaten di dalamnya terhadap program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan tidak perlu diragukan. Buktinya, dana bantuan langsung masyarakat (BLM) program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MPd) Kaltim meningkat mencapai Rp135,640 miliar setelah mendapat tambahan dana pendampingan mencapai Rp41,390 miliar atau 259 persen dari total BLM Kaltim seharusnya Rp94,250 miliar.
“Sesuai Surat Menko Kesra 2013 seharusnya jumlah total BLM Kaltim hanya Rp94,250 miliar. Ini terdiri dari dana BLM APBN Rp78,270 miliar dan dana pendampingan dari APBD Kaltim dan APBD 7 kabupaten se Kaltim Rp15,980 miliar. Tapi besarannya jauh meningkat setelah mendapat tambahan dana pendampingan sebesar Rp 41,390 miliar,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim, Moh Jauhar Efendi, ditemani Kabid Ketahanan, Sosial, Budaya Masyarakat, Musa Ibrahim, Senin lalu
Peningkatan tersebut dipengaruhi penambahan dana pendampingan dari APBD Kaltim dan APBD 7 kabupaten se Kaltim. Diantaranya tambahan dana pendampingan dari APBD Kaltim mencapai Rp4,772 miliar atau 3,50 persen dari total dana BLM Kaltim dan dari APBD Paser Rp13 miliar atau 691 persen. Padahal kewajiban sesuai amanat Surat Menko Kesra tersebut hanya 1 persen atau masing-masing Rp1 miliar.
Kondisi tersebut menunjukan pemda punya komitmen kuat mendukung program pemberdayaan masyarakat tersebut dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Penambahan dana melebihi angka seharusnya tersebut bahkan diakui sudah masuk tahun ketiga.
“Kaltim sudah penuhi kewajiban pemda berikan dana pendampingan yang nilai bahkan paling besar se Indonesia. Tapi tidak pernah dilirik pusat. Seharusnya ada semacam perlakukan khusus bagi Kaltim, khususnya bagi gubernur dan bupatinya atas komitmen mendukung pelaksanaan PNPM-MPd di Kaltim,” harapnya.
Disisi lain, terdapat kendala dalam progress pencairan dana BLM 2014. Hingga medio Mei ini progresya masih nol. Masih banyak kecamatan dan kabupaten yang belum melakukan progres pencairan yang terdiri dari beberpa tahapan. Yakni musyawarah antar desa, mencari infomasi data usulan masyarakat, perengkingan usulan, hingga target pencairan.
“Jika mengacu target nasional, seharusnya progress penyerapan dana BLM triwulan pertama sudah 20-30 persen,” tandas. mar

Semangat Perjuangan PNS Harus Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi berharap melalui Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota se Kaltim harus meningkatkan semangat perjuangan yang telah dilakukan para pejuang di negara ini.
Karena semangat para pejuang patut diikuti dan diteladani dan ditingkatkan. Apalagi, tuntutan masyarakat kepada aparatur pemerintah sangat tinggi dalam memberikan pelayanan yang baik.
“Kebangkitan nasional tahun ini saya berharap kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota se Kaltim dapat memiliki semangat kejuangan yang dulu dimiliki para pejuang di negara ini, termasuk semangat dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat,” kata Rusmadi terkait Harkitnas yang dilaksanakan 20 Mei 2014, di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/5).
Melalui semangat itu, diharapkan pelayanan publik kepada masyarakat dapat lebih baik. Misal, meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan serta peningkatan pembangunan infrastruktur di daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Menurut dia, semangat itu menjadi keharusan bagi seluruh pegawai di Kaltim, sesuai dengan keinginan pelayanan yang terbaik dari masyarakat. “Kami berharap seluruh pegawai negeri sipil di Kaltim bisa melakukan itu, sehingga pelayanan terhadap masyarakat terus dilaksanakan,” jelasnya.          
Selain itu, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), khususnya dilingkungan Pemprov Kaltim memiliki tanggung jawab,  untuk bisa  menberikan pengarahan kepada bawahannya, agar bisa lebih produktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
"Apalagi, diketahui kinerja PNS (Pengawai Negeri Sipil) sekarang ini, baik yang berada di Lingkungan Pemprov Kaltim maupun di Kabupaten dan Kota tengah disorot. Sebab, banyaknya pegawai yang dikabarkan melanggar aturan kepegawaian yang telah diamanahkan kepada mereka," tegas
Menurutnya, tidak semua pegawai demikian artinya melakukan pelanggaran. Jika, seluruh pegawai kinerjanya kurang baik, maka pemerintah tersebut tidak baik. Sebab, diketahui instansi pemerintahan tugasnya adalah sebagai pelayan masyarakat. Jadi, apabila ada kabar bahwa di salah satu instansi pemerintahan yang melanggar aturan kepegawaian, tentunya hal ini biasa terjadi. Dan hal itu tidak hanya di lingkungan pemerintah saja tapi pihak swasta juga.
"Oleh karena itu, melihat kondisi demikian, maka tanggungjawab Kepala SKPD sangatlah besar untuk memperhatikan bawahannya. Jadi, mengenai kinerja tersebut agar produktif  tergantung dari leadership (kepemimpinan-red). Apabila leadership pemimpinnya bagus, maka bagus pula kinerja yang dilakukan bawahannya,”tandasnya.
Tapi, jika ada pegawai yang kinerjanya tidak baik, seperti main game pada saat jam kerja. Dan untuk jumlahnya kecil saja dari pada jumlah pegawai,  hal itu memang sering  terjadi di lingkungan instansi pemerintahan. Selain pimpinan SKPD yang bisa memberikan pengarahan kepada bawahannya, pihaknya juga melakukan  pembinaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dimana pembinaan prilaku tersebut tentunya perlu dilakukan secara terus-menerus berkesinambungan, bahkan setiap hari.
“Oleh karena itu, di masing-masing SKPD ada instrumen-instrumen itu. Mulai dari instrument pembinaan spiritualnya. Itukan juga untuk membangun karakternya. Kemudian, misalnya ada ceramah mingguan dan bulanan. Kemudian, membangun hubungan yang baik dengan sesama. Silaturrahmi dan ada juga arisan pegawai, dan kemudian ada kegiatan-kegiatan olahraga. Jadi, itu semua dapat membangun pembinaan karakter pegawai,” paparnya.
Dijelaskannya, itulah merupakan upaya-upaya yang dilakukan agar instrumen-instrumen pembinaan karakter pegawai dapat lebih baik ke depannya. Di samping itu juga, Pemprov Kaltim dalam upaya melakukan pembinaan karakter pegawai juga melakukan pembinaan kesenian.
“Mungkin ada  kegiatan nyanyi bersama. Mendengarkan lagu atau kegiatan-kegiatan kesenian lainnya. Di samping itu adalah upaya kita untuk memberikan pelatihan-pelatihan. Bahkan mengundang para motivator, termasuk mengundang para penceramah yang bagus. Tujuannya, tidak lain untuk membangun karakter pegawai ini,” jelasnya. mar

?Gerakan Pramuka Jangan Mati Suri?

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 2006 silam telah melakukan revitalisasi gerakan pramuka demi mewujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat. Begitu pula di Samarinda sudah di semua sekolah memiliki gugus, namunnya gerakan pramuka yang ada jangan sampai mati suri.
“Pak SBY sejak tahun 2006 melakukan revitalisasi gerakan pramuka. Di Samarinda hampir semua sekolah memiliki gugus, tapi jarang melakukan kegiatan kepramukaan selain rutinitas biasa. Harapannya jangan sampai mati suri,” ucap kepala Dinas Pendidikan Samarinda DR Ibnu Araby ketika diwakilkan kepada kepala Bidang PNFI Pengembangan Pemuda Olahraga Seni Budaya Ispihani  membuka lomba tangkas terampil I se kota Samarinda garapan Kwartir Ranting Sungai Kunjang di SMPN 16 Jl Jakarta, 17-18 Mei.
Karena itu, lanjut Ispihani, melalui kegiatan yang dikemas dalam Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), bisa menularkan virus positif bagi gugus-gugus maupun kwartir lainnya agar aktif dalam melaksanakn kegiatan kepramukaan.
“Mari kita membentuk generasi muda untuk menyiapkannya sebagai penerus pembangunan. Selama ini saya tidak pernah mendengar ada hal hal negatif di pramuka. Karena patriot pramuka selalu berpegang dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, salah satu bunyinya, Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan,” tandasnya.
Senada disampaikn pula kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sungai Kunjang Erminawati. “Dalam Dasa Dharma juga agar anggota pramuka cinta alam dan kasing sayang sesama manusia. Dengn didukung gerakan pramuka, kita yakin bisa cepat mewujudkan sekolah HBS (Hijau, Bersih, Sehat),” tandasnya.
Kegiatan yang dihadiri pula ketua Mabirar Kecamatan Sungai Kunjang Nurrahmani ini diikuti 45 peserta putra dan 55 peserta putri yang merupakn perwakilan tiap-tiap kecamatan se kota Samarinda. ike

Buruh Ditemukan Tewas di Ranjang

Diduga Overdosis Obat Kuat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Seorang buruh ditemukan tewas di kamar tidur rumah majikannya di Jl Juanda 79 Kelurahan Air Hitam Samarinda Ulu Senin pagi (19/5). Diduga korban bernama Mulyono overdosis obat kuat. Karena saat ditemukan rekan-rekannya pada pukul 09.00 Wita, ditemukan susu beruang 1 kaleng sudah terbuka, kondom dan obat kuat merek King Kobra. Kondisi korban saat ditemukan cukup menggenaskan, karena dari mulut, hidung dan kemaluannya mengeluarkan darah.
Sementara, aparat kepolisian yang menerima informasi tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP, untuk mengungkap tewasnya warga Jl A Yani nomor 05 Karang Rejo Balikpapan tersebut.
Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Yogie Hardiman melalui Kanit opsnal IPDA Sungkono mengatakan bahwa untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi jenazah korban. Sejumlah barang bukti yang ditemukan di kamar korban sudah diamankan.
"Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum AW Sjahranie Samarinda untuk dilakukan visum, guna mengetahui penyebab pasti kematian korban," kata Sungkono.
Saat ini, kata dia, pihak kepolisian masih menunggu pihak keluarga untuk meminta persetujuan dilaksanakannya autopsi terjadap jenazah. opi

Akhirnya Santunan Kebakaran 2013 Disalurkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Walikota Samarinda Syaharie Jaang secara simbolis belum lama ini menyerahkan santunan kebakaran bagi warga Kota Samarinda bertempat di rumah jabatan. Penyerahan santunan ini adalah bagi warga korban kebakaran di dua kelurahan yaitu Sungai Dama dan Pasar Pagi yang terjadi pada akhir tahun 2013 lalu, dengan jumlah korban masing-masing 82 KK di kawasan Sungai Dama, dan 144 KK di kawasan Pasar Pagi.
”Santunan ini adalah merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah terhadap para korban kebakaran meskipun penyerahannya ada mengalami sedikit keterlambatan” imbuh Jaang.
Namun hal ini patut dimaklumi ujarnya mengingat dalam pengelolaan keuangan ada ketentuan aturan yang memang harus dipatuhi. Artinya jelas dia, tidak mungkin setiap suatu musibah bisa langsung ditindak lanjuti dengan pemberian santunan.
”Melainkan harus terlebih dahulu dianggarkan, jadi bukan  sengaja menunda-nunda  karena pada intinya pemerintah harus mengikuti prosedur,” sebutnya.
Santunan ini tadi menurut Jaang juga akan diberikan kepada para korban di beberapa kawasan lain yang juga telah mengalami kejadian serupa pada tahun 2013 lalu. Adapun santunan yang diterima oleh masing-masing korban sebesar  Rp4.500.000, untuk pemilik rumah dan Rp500.000, untuk para penyewa.
Mengingat tingginya rawan terjadi kebakaaran dikota Tepian, tak lupa ia mengingatkan kepada semua pihak agar terus meningkatkaan kewaspadaan terhadap hal ini.
”Jangan pernah bosan memperhatikan setiap aktifitas rumah tangga yang kemungkinan bisa memicu timbulnya kebakaran, khususnya terhadap perabot  rumah tangga yang menggunakan instalasi lstrik,” pesannya. ike

Polisi dan Dishub Diminta Awasi Jembatan Mahakam

Truk Bermuatan Alat Berat Dilarang Melintas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Sugiono, meminta polisi dan Dinas Perhubungan Samarinda bertindak tegas melarang truk-truk bermuatan alat berat melintas di Jembatan Mahakam dan mengarahkannya ke Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Hal ini dimaksud untuk menghindari kemacetan panjang dan menjaga jembatan dari kerusakan akibat beban terlalu berat.
"Tegas, larang semua truk bermuatan alat berat melintas di Jembatan Mahakam. Arahkan semua melewati Jembatan Mahulu," ujar Sugiono, kemarin.
Menurutnya, jika truk bermuatan alat berat melintasi Jembatan Mahakam maka akan menyebabkan kendaraan roda empat dan roda dua mengalami macet yang cukup parah.
"Tidak dilewati truk saja jika sore macetnya luar biasa. Apa lagi ada truk bermuatan alat berat. Semakin parah macetnya," katanya.
Politisi ini mengkhawatirkan jika terjadi insiden di tengah Jembatan Mahakam itu menimbulkan kemacetan beberapa   kilometer di kedua sisi jalan pendekat jembatan.
"Jika hal itu terjadi maka  polisi terpaksa mengalihkan kendaraan dari dan menuju Samarinda kota melalui Jembatan   Mahulu," katanya.
Dia meminta agar aparat kepolisian dan Dishub melakukan tindakan tegas dan tak pandang bulu jika ada oknum yang berani melakukan pelanggaran.
"Jangan hanya malam truk-truk alat berat dilarang melintasi Jembatan Mahakam, pagi dan siang hari pun harus diarahkan melewati Jembatan Mahulu. Ini sekali lagi tentu memerlukan ketegasan polisi dan Dinas Perhubungan Samarinda," kata dia.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika jembatan Mahakam selalu dilalui truk bermuatan alat berat maka dikhawatirkan membahayakan konstruksi Jembatan Mahakam. Kalau itu sampai terjadi, tentu dapat mengganggu roda perekonomian Kaltim.
"Apalagi pasca ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara, 26 November 2011 lalu, praktis hanya dua jembatan di Sungai Mahakam yang berfungsi, yakni Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu," ungkapnya.
Mengingat peran vital Jembatan Mahakam bagi arus lalu lintas orang dan barang menuju ke Samarinda dan sebaliknya, Sugiono, meminta semua pihak dapat menjaga keselamatan Jembatan Mahakam.
"Caranya harus ada pembagian beban antara Jembatan Mahakam dengan Jembatan Mahulu, sehingga jembatan yang sudah berumur lebih kurang 27 tahun tersebut bisa bertahan lebih lama lagi sebagai prasarana transportasi," katanya. tha

IRT Hadang Alat Berat

Demi Mempertahankan Rumah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) pemilik salah satu rumah di Gang Musyawarah RT 13 Samarinda nekat menghadang satu unit alat berat jenis eksavator yang berusaha menghancurkan rumahnya. IRT ini meminta juru sita Pengadilan Negeri Samarinda (PN) untuk membiarkan dia dan keluarganya merobohkan rumahnya sendiri. nNamun permintaanya tidak mendapat tanggapan dari juru sita PN Samarinda rumahnyapun ikut rata dengan tanah bersama 6 rumah lainnya.
Wanita ini terus berusaha menghentikan kegiatan eksavator, meski dirinya ditahan petugas kepolisian. Dia berusaha terus menerobos barikade petugas, sampai akhirnya aksinya dihentikan warga dan membawanya ke kerumunan warga korban lainnya.
Aksi pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari sengketa kepemilikan lahan seluas 11.145 M2 antara warga melawan Ahmad Murhan yang merupakan ahli waris dari H Sunarto.
Juru sita yang mendatangkan satu unit eksavator langsung melakukan pembongkaran. Juru sita mengaku sudah memberikan peringatan kepada warga untuk membongkar rumahnya sendiri namun tidak diidahkan.
Sikap keras petugas PN ini membuat sejumlah warga terlihat tidak dapat menahan air mata, saat alat berat menghancurkan rumah yang menjadi tempat tinggal mereka selama puluhan tahun.
Bahkan seorang nenek yang sakit parah dipaksa meninggalkan rumah yang telah lama didiaminya. Juru sita hanya menyediakan sebuah angkutan untuk membawa sang nenek yang sakit kerumah sakit terdekat.
Suprapto, anak korban mengaku bahwa dirinya tidak pernah diberitahu para penggugat perihal rencana eksekusi yang akan dilakukan PN Samarinda. Bahkan penasehat hukum yang ditunjuk warga juga mengaku baru mengetahui rencana eksekusi sehari sebelum pelaksanaan.
“Ini jelas jelas tidak manusiawi, dimana saya akan menempatkan ibu saya yang berusia 85 tahun, sementara rumah tempat tinggal kami selama puluhan tahun dirobohkan petugas,” kata Suprapto.
Sementara itu Efendi Mangungsong, kuasa hukum pemohon eksekusi mengatakan bahwa sengketa antara warga dengan Ahmad Burhan yang merupakan ahli waris dari Haji Sunarto,  dimulai sejak tahun 2006 lalu.
Sebagian besar warga yang mendiami tempat itu sudah mendapatkan tali asih dari pemilik lahan,  namun pemilik 7 rumah yang ada saat ini memilih tetap mempertahankan hak mereka. Ahli waris akhirnya mengajukan kasus ini ke proses hukum,  dan terakhir kasusnya oleh Mahkamah Agung diputuskan lahan ini milik penggugat.
“Kami tidak melihat apakah ada rencana Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan para tergugat, yang pasti saat ini setiap keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau Ingkrah harus dieksekusi,” kata Effendi.
Ratusan petugas keamanan dari Polresta Samarinda masih mengamankan lokasi lahan yang dieksekusi. Sementara warga yang rumahnya dibongkar mengaku tetap akan mempertahankan lahan mereka hingga ada keputusan peninjauan kembali yang mereka ajukan. M4n

Hari ini Tipikor Gelar Sidang Perdana Kasus Patung Lembuswana

Menghadirkan 4 Orang Terdakwa


SAMARINDA, Poskota Kaltim
Setelah sempat tertunda, kasus dugaan korupsi patung Lembuswana Kutai Kartanegara, dengan pagu anggaran sebesar Rp 6,8 miliar dari APBD Kabupaten Kukar, yang merugikan kerugian negera sebesar Rp 1,9 miliar, rencananya hari ini Senin (19/5) akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Samarinda.
Semula sidang perdana kasus ini digelar pekan kemarin. Alasan penundaan adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tenggarong terlambat datang serta salah seorang terdakwa yang pengacaranya datang dari Jakarta belum hadir.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Majelis Hakim Hongkun Otoh, SH di Ruang Kerjanya, kemarin. "Jadwal semula sidang akan digelar jam 10.00 Wita pekan kemarin, dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU. Namun karena jaksanya datang diatas jam 14.00 Wita dan satu anggota majelis sedang mengikuti sidang lain sehingga kita tunda hingga Senin (19/5) besok (hari ini-Red)" ujar Hongkun Otoh.
Ketua Majelis Hakim mengatakan kasus ini akan digelar dengan menghadirkan 4 orang terdakwa masing-masing, Suriansyah selaku Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK), Hamdani (CV. Mitra) selaku Konsultan Pengawas, Fahrudin Pj Kepala Dinas Pariwisata Kukar selaku PPA, serta La Ode Yusuf Efendy selaku Dirut PT Saiji Gunung Makmur Abadi.  Keempat terdakwa bersama berperan dalam melakukan korupsi sesuai surat dakwaan jaksa berdasarkan perhitungan BPK senilai Rp 1.977.691.310.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rian SH dari Kejaksaan Negeri Tenggarong Kukar saat dikonfirmasi di Pengadilan Tipikor Samarinda mengatakan untuk sidang dakwaan kasus korupsi pembangunan Patung Lembuswana yang menyeret 4 terdakwa dengan kerugian negara Rp 1,9 miliar ditunda hingga Senin (19/5) ini.
"Dakwaannya kita tunda Senin (19/5) besok, namun lebih jelasnya tanyakan kepada Ketua majelis hakim," ujar Rian Singkat.
Terungkapnya kasus korupsi markap atas pembangunan patung lembuswana yang berada di Pulau Kumala tahun 2012 silam atas laporan masyarakat kepada Polres Kukar.
Setelah melakukan penyelidikan awalnya menetapkan dua orang tersangka, namun pengembangannya maka Polres Kukar menetapkan 4 orang tersangka, dan berdasarkan perhitungan audit BPKP ternyata untuk membuat pijakan patung lembuswana tidak sampai Rp 2,4 miliar, sehingga dari selisih perhitungan diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 1,9 miliar. tha

Mulai Sembuh, Segera Dilepas ke TNK

Orangutan Yang Disiksa di Bengalon

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Usai dirawat secara intensif dari Centre For Orangutan Protection (COP), Individu Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus) yang ditemukan dalam kondisi luka parah dan nyaris tewas, akhirnya berangsur sehat.
Orangutan betina yang ditemukan di Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur sebelumnya ditemukan dalam kondisi cukup mengenaskan akibat sejumlah luka parah disekujur tubuhnya hingga harus mendapatkan perawatan tim medis dari COP.
Orangutan yang diduga mendapat perlakuan tidak baik dari masyarakat ini mendapatkan luka robek di punggung yang disebabkan oleh benda tumpul dan sabetan parang.
Tim dokter hewan dari relawan COP langsung melakukan pengobatan dengan cara menjahit luka sepanjang 60 cm di punggung orangutan. Selain luka sabetan, di sekujur tubuh orangutan juga terdapat luka pada bagian wajah, tangan dan kaki.
Tim COP  mencatat ada 16 luka baru dan lama ditubuh orangutan yang diberi nama May, karena saat ditemukan pada bulan Mei.
Melihat kondisi May yang terus membaik, dan untuk menyelamatkan orangutan itu, COP dan BKSDA Kaltim dalam waktu dekat akan langsung melepasliarkan orangutan di habitannya di Taman Nasional Kutai (TNK).
“Melihat perkembangan yang cukup baik dari orangutan ini, dalam waktu dekat individu yang ditemukan terluka ini harus dilepasliarkan agar sifat buasnya tidak hilang sehingga bisa kembali mencari makan di habitatnya," ungkapnya.
Sementara Kepala BKSDA Kaltim Ir Hendardi Kusdiharjo mengatakan bahwa satu individu ini merupakan orangutan yang diserahkan oleh masyarakat ke petugas TNK di Sangatta. Penyebab luka disekujur tubuh orangutan ini masih dalam penyelidikan petugasnya.
Disinggung mengenai konflik antara orangutan dengan para pekerja perkebunan didaerah itu, Hendardi tak menampikkan, namun tidak bisa memastikan apakah hal itu akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pekerja pekebunan kelapa sawit.
“Saya belum mendapatkan informasi secara pasti mengenai kasus ini, namun jika melihat lokasi yang dikatakan masyarakat yang menemukan orang utan terluka itu disebutkan bahwa daerah itu merupakan kawasan habitan orangutan," ucapnya.
“Mungkin akibat alih fungsi hutan, mengakibatkan habitat mereka terganggu dan hal itulah yang menjadi pemicu adanya konflik anatra orangutan dengan manusia,” lanjut Hendardi.
Namun untuk menjaga kelestarian orangutan BKSDA telah meminta kepada perkebunan kelapa sawit untuk menyediakan sebagian lahan mereka untuk kepentingan konservasi agar kebneradaan orangutan tetap terjaga.
Sementara itu Ramadhani, Area Manager COP Kalimantan mengatakan bahwa kembali ditemukannya orangutan yang terluka merupakan bukti bahwa habitat orangutan di Kalimantan sudah beralih fungsi, baik itu untuk kepentingan perkebunan dan pertambangan batu bara.
COP melihat bahwa belum ada kesadaran dari para pengusaha itu untuk menjaga dan melestarikan kelestarian orang utan dihabitatnya di taman nasional Kutai dan Wahea di Kutai Timur.
Pengusaha hanya sekedar memenuhi kewajiban mereka untuk menyediakan lahan untuk reabilitasi orang utan,  ternyata itu tidak sebanding dengan jumlah populasi orang utan yang makin merosot.
Bagaimana lahan yang disediakan perusahaan bisa menjadi saranan untuk mempertahankan habitat orangutan, jika ternyata lahan yang disediakan bukannya pohon yang berisi makanan orangutan, namun hanya ilalang yang merupakan lahan tandus, ditambah lagi tidak ada koordinasi yang baik dari para pengusaha perkebunan kelapa sawit sehingga lahan yang disediakan untuk konservasi ternyata tidak menyambung.
“Konflik tetap terus terjadi jika mereka orangutan harus memasuki kawasan perkebunan untuk mencari makan dan mereka masih terus disebut Hama ,” kata Ramadhani. M4n

Peserta UN SMA Kaltim Lulus 99 Persen

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 38.588 siswa SMA sederajat se Kaltim dari jumlah peserta yang mengikuti ujian sebanyak 38.733 siswa berhasil lulus dengan presentase kelulusan mencapai 99,90 persen pada Ujian Nasional (UN) tahun ajaran (TA) 2013/2014.
Dari 38.733 peserta yang mengikut UN hanya 145 siswa yang tidak lulus dan berhak mengikuti ujian pada tahun berikutnya. “Tingkat kelulusan tahun ini lebih tinggi dari tahun ajara 2012/2013 yang hanya mencapai presentase 99,60 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim ketika dikonfirmasi di Samarinda, Minggu (18/5).
Mengenai siswa yang meraih nilai tertinggi untuk jurusan IPA diraih siswa SMAN 1 Balikpapan atas nama Titus Haryanto Chau, untuk jurusan IPS diraih siswa SMAN 10 Samarinda atas nama Muhammad Rasyid Ridho, jurusan Bahasa diraih siswa SMAN 2 Samarinda atas nama Selly Dwi Hardianti, jurusan Agama diraih siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda atas nama Muhammad Abdan. Sedangkan untuk SMK se Kaltim yang meraih nilai tertinggi adalah siswa SMK Negeri Kehutanan Samarinda atas nama Witari Setya Dini.
Presentase kelulusan yang ada merupakan untuk siswa SMA sederajat se Kaltim. Sedangkan Kalimantan Utara sudah berdiri sendiri. “Kami menilai, apa yang dihasilkan pada UN tahun ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan masing-masing siswa sebelum mengikuti ujian. Termasuk kerja keras yang dilakukan para guru ketika memberikan pengajaran selama tiga tahun. Apalagi, ini juga berkat gagasan Gubernur Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa dan guru yang dimiliki daerah, sehingga tingkat kelulusan di Kaltim mampu mencapai 99,90 persen,” jelasnya.
Sedangkan mengenai pengumuman akan dilakukan serentak oleh masing-masing sekolah se Kaltim pada Selasa 20 Mei 2014. mar

74.359 Siswa SD Ikuti Ujian Sekolah

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 74.359 peserta  SD/MI dan paket A Kaltim dan Kaltara,  mulai  hari ini mengikuti Ujian Sekolah tahun ajaran 2014. Jumlah  tersebut terdiri dari  62.875 peserta se Kaltim dan 11.484 peserta se Kaltara,  sementara untuk  persiapan penyelenggaraan Ujian Sekolah di Kaltim telah dilakukan sebelumnya. Termasuk distribusi naskah soal ke kabupaten/kota.
“Semua sudah siap, saat ini naskah soal sudah berada di kabupaten/kota se Kaltim, sehingga tinggal menunggu pelaksanaannya,” jelas Kepala Bidang Pembinaan TK, SD, dan SLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, Healthyana Marta Mou ditemani Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan TK, SD, dan SLB, M Syapri, beberapa hari lalu.
Bahkan naskah soal di Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang hangus terbakar akibat musibah kebakaran sudah diantisipasi. Naskah soal sudah dicetak ulang dan besok bisa didistribus. Berkaitan kesiapan siswa menghadapi US, pihaknya mengaku optimis satuan pendidikan masing-masing sudah membekali peserta didiknya jauh sebelum menjelang pelaksanaan US.
Terlebih kegiatan ini hanya merupakan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan selama enam tahun. Ditambah, 75 persen komponen soalnya disusun daerah. Pusat hanya berkontribusi 25 persen lainnya, sehingga tingkat pemahaman soal dinilai pasti jauh lebih baik.
“Penilaian kelulusannya juga tidak serta merta melihat hasil US. Ada komposisi pembangian antara hasil US dengan nilai rapor, yakni 70 persen nilai rapor dan 30 persen hasil US,” sebutnya diamini M Syapri. Menurut Syapri , berdasarkan laporan disdik kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara mereka siap menyelenggarakan US SD/MI dan paket A di daerahnya masing-maing.
Disisi lain, meskipun ujian akhir jenjang SD berupa US, tapi prinsip pelaksanaanya tetap mengacu UN. Pembedanya hanya kewenangan pelaksanannya. Tingkat pusat ada di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNNP), tingkat provinsi ada di Disdik Provinsi dan Kanwil Kemenag, serta Disdik Kabupaten/Kota.
“Tapi pelaksanaannya tetap mengacu prosedur operasional standar (POS) kegiatan ujian sekolah yang diatur dalam Permendikbud RI,” sebutnya.
Terkait peserta ujian yang mengundur diri, pihaknya mengaku belum mendapat informasi soal itu. Itu baru bisa diketahui saat penyelenggaraan. “Makanya akan ada tim monev yang diturunkan. Melibatkan unsur Disdik, Dewan Pendidikan, dan unsur media,” katanya.
Ujian Sekolah SD/MI dan Paket A rencananya dilaksanakan 19 – 21 Mei 2014 dengan mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA (SD/MI), dan Bahasa Indonesia, PPKN, Matematika, IPA, dan IPS (paket A).  Sedangkan ujian susulannya dijadwalkan pada 2  -  9 Juni untuk SD/MI dan 1 – 3 Juli untuk paket A. mar

Hari Ini, Korupsi Patung Lembuswana Disidangkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kasus dugaan korupsi patung Lembuswana Kutai Kartanegara, dengan pagu anggaran sebesar Rp6,8 miliar dari APBD Kabupaten Kukar, yang merugikan kerugian negera sebesar Rp1,9 miliar, rencananya hari ini, Senin (19/5) akan disidangkan.
Semula sidang perdana kasus ini digelar pekan kemarin. Alasan penundaan adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tenggarong terlambat datang serta salah seorang terdakwa yang pengacaranya datang dari Jakarta belum hadir.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Majelis Hakim Hongkun Otoh, SH di Ruang Kerjanya, kemarin.
"Semula sidang yang jadwalnya akan digelar jam 10.00 Wita pekan kemarin dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU. Namun karena Jaksanya datangnya diatas jam 14.00 Wita sedangkan anggota majelis yang satu sedang mengikuti sidang yang lain sehingga sidangnya akan kita tunda hingga Senin (19/5) besok (hari ini, Red)  baru dibacakan dakwaan oleh Jaksa," ujar Hongkun Otoh.
Ketua Majelis Hakim juga mengatakan kasus korupsi yang akan digelar dengan 4 orang terdakwa masing-masing, Suriansyah, selaku Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK), Hamdani (CV. Mitra) selaku Konsultan Pengawas, Fahrudin Pj. Kepala Dinas Pariwisata Kukar selaku PPA, serta La Ode Yusuf Efendy selaku Dirut PT. Saiji Gunung Makmur Abadi, keempat terdakwa bersama berperan dalam melakukan korupsi sesuai surat dakwaan jaksa berdasarkan perhitungan BPK senilai Rp 1.977.691.310,-.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rian, SH dari Kejaksaan negeri Tenggarong Kukar saat dikonfirmasi di Pengadilan Tipikor mengatakan untuk sidang dakwaan kasus korupsi pembangunan Patung Lembuswana yang menyeret 4 terdakwa dengan kerugian negara Rp1,9 miliar ditunda hingga Senin (19/5) ini.
"Dakwaannya kita tunda Senin (19/5) besok (hari ini, Red), namun lebih jelasnya tanyakan kepada Ketua majelis hakim," ujar Rian Singkat.
Untuk diketahui bahwa terungkapnya kasus korupsi markap atas pembangunan patung lembuswana yang berada di Pulau Kumala tahun 2012 silam atas laporan masyarakat kepada Polres Kukar.
Setelah melakukan penyelidikan awalnya menetapkan dua orang tersangka, namun pengembangannya maka Polres Kukar menetapkan 4 orang tersangka, dan berdasarkan perhitungan audit BPKP ternyata untuk membuat pijakan patung lembuswana tidak sampai Rp 2,4 miliar, sehingga dari selisih perhitungan diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 1,9 miliar. tha

Dokter Umum Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan

YJI Kaltim Gelar Pelatihan ERG Dokter Umum

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyakit jantung, para dokter umum di Puskesmas, baik kabupaten maupun kota se-Kaltim dan Kaltara mendapat pelatihan tentang kemajuan teknologi EKG (Elektrokardiogram) atau grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung yang diprakasai Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim.
"Dokter umum merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan paling awal, sehingga harus mampu melakukan pencegahan atau mendiagnosa terhadap penyakit jantung dengan membaca ERG," kata Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang utama Kaltim Hj A Djuwita Kirana Abdul Rachim saat membuka pelatihan ERG bagi dokter umum  se Kaltim dan Kalatara di aula Pelangi RSUD AW Syahranie Samarinda, akhir pekan lalu.
Dijelaskan, alat EKG pada umumnya sudah dimiliki rumah sakit-rumah sakit di kabupaten maupun kota, namun ada sebagain dokter umum yang belum  mampu memanfaatkannya sehingga pelatihan ini sangat penting bagi para  dokter umum saat menjalankan tugas.
Dia berharap dokter umum yang mengikuti pelatihan EKG, mampu memberikan ilmunya untuk mendukung kinerja YJI guna mengembangakan pengetahuan tentang pencegahan penyakit jantung sedini mungkin kepada masyarakat.
"Dukungan dan keikutsertaan para dokter mengikuti pelatihan ini, tentunya sebagai penyemangat YJI, untuk terus mengabdi kepada masyarakat khususnya pada pencegahan penyakit jantung sejak dini serta pentingnya pemeliharaan kesehatan," jelasnya.
Dijelaskan, penyakit jantung sangat berbahaya dan penyebab kematian nomer satu didunia, sehingga perlu digelar sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat salah satunya stop tidak merokok.
"Saya sangat prihatin sekarang ini bukan orang tua saja yang merokok, remaja maupun anak-anak juga merokok sehingga perlu terus digalakkan pola hidup sehat sehingga penyakit jantung dan pembuluh darah dapat ditekan sedini mungkin," ungkapnya.
Sedangkan program YJI Kaltim, memfokuskan membantu penderita jantung yang tidak mampu dengan usia produktif dan memiliki masa depan bagus dan pada 2014 ini  ada sekitar 10 anak yang dikirim ke Jakarta untuk dibantu biaya operasi jantung.
Sementara itu dokter spesialis jantung dr Djoen Herdianto, SpJP mengatakan, RSUD AW Syahranie mula Februari sudah mulai membuka pelayanan bedah jantung, bekerjasamna dengan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Targetnya satu tahun mampu operasi jantung secara mandiri.
"Bedah jantung tidak mudah perlu keahlian khusus juga dengan teknologi tinggi dan biaya tinggi, tidak dengan serta merta melakukan operasi perlu penanganan serba spesial," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah dokter spesialis jantung di Kaltim dinilai masih kurang. Di Balikpapan hanya ada tiga, Samarinda juga tiga, tentunya sangat kuramg. Apalagi pasien penyakit antung setiap hari jumlahnya ratusan.
"Angka penderita penyakit jantung di Kaltijm secara nasional cukup tinggi, khususnya pada masyarakat perkotaan hal itu bisa terjadi karena pola atau gaya hidup," jelasnya. john

Transportasi TTG-N Disiapkan 121 Unit

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sebanyak 121 unit kendaraan bagi seluruh peserta Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI siap digunakan, mulai dari undangan 12 menteri terkait, Ketua DPRD se Indonesia, Gubernur se Indonesia dan kontingen se Indonesia.
Kendaraan tersebut difasilitasi dengan tujuan untuk mempermudah transportasi peserta yang hadir sebelum dan sesudah pembukaan dan penutupan TTG-N di Kaltim yang rencana dilaksanakan sejak 19-23 Juni 2014, dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda. Kendaraan yang difasilitasi, mulai dari Mobil Alfard, Camry, Portune, Innova dan Bis.
“Untuk transportasi peserta, Alhamdulillah tidak ada masalah. Semua sudah disiapkan. Mulai dari 12 Menteri terkait yang akan hadir beserta istri, Gubernur se Indonesia beserta istri dan Ketua DPRD se Indonesia beserta istri semua sudah siap. Sedangkan setiap kontingen kami siapkan masing-masing satu unit kendaraan jenis kijang innova selama lima hari,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi dikonfirmasi, Minggu (18/5).
Meski begitu, untuk memfasilitasi peserta di luar dari kontingen. Misal, peserta pendamping, juga difasilitasi panitia di daerah dengan memberikan informasi jasa travel yang siap membantu antar jemput peserta tersebut, termasuk jasa penginapan.
Karena, hal itu juga sama diberlakukan ketika Gelar TTG-N yang dilaksanakan di masing-masing daerah. “Kami siap memberikan informasi kepada peserta yang akan hadir pada pelaksanaan nanti. Bahkan, peserta kontingen bisa melakukan komunikasi dengan Liasion Officer (LO) yang telah ditugaskan untuk mendamping masing-masing kontingen. Apalagi 80 LO yang ditugaskan telah mendapatkan pembinaan, sehingga semua siap membantu. Diharapkan, sebelum dan selesai pelaksanaan seluruh LO dapat membantu peserta kontingen yang hadir,” jelasnya.
Selain itu, terkait peserta pameran, seluruh provinsi banyak berminat untuk mengikuti dan menampilkan karya yang dimiliki masing-masing daerah. Bahkan masing-masing provinsi ada yang menambah stan.
Dari 400 stan yang disiapkan panitia, ada 330 stan yang siap diisi masing-masing provinsi. Bahkan, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab/Pemkot se Kaltim dapat menampilkan program unggulan yang dimiliki. “Kami berharap dengan kesiapan yang matang, pelaksanaan ini dapat sukses dan lancar,” jelasnya. mar

Peran Sekdes Perlu Ditingkatkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim  Moh Jauhar mengatakan, pihaknya terus mengupayakan peningkatan peran Sekretaris Desa (Sekdes) dalam mengawal pelaksanaan pembangunan desa. Sebab, kemajuan desa berkaitan erat dengan kualitas dan kapasitas Sekdes selaku ujung tombak pemerintahan desa dan Kepala Sekretariat Desa.
“Posisi Sekdes strategis. Desa tidak akan sukses jika Sekdesnya tidak berkualitas. Bisa dibilang Sekdes merupakan motor penggerak pedesaan,”  kata Moh Jauhar Efendi kepada media   sebelum menutup pelatihan penguatan kapasitas sekdes angkatan II, di Hotel Grand Victoria Samarinda, beberapa hari lalu.
Itu sebabnya, kata dia, BPMPD melalui Bidang Pemdes terus melakukan penguatan kapasitas Sekdes, termasuk Kepala desa setiap tahunnya. Tujuannya agar Sekdes mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) membantu kepala desa dalam mengambil kebijakan.
Terlebih 2015 mendatang terjadi perubahan derastis terhadap model desa seiring disahkannya UU No 6/2013 tentang desa.  Secara garis besar, nantinya akan ada dana dari pemerintah pusat masuk ke desa.
"Sekdes harus  menguasai pengelolaan aset, pengelolaan keaungan, hingga membuat laporan pertanggung jawaban. Makanya diperkuat. Salah satu materi yang diberikan menjelaskan tentang itu (tupoksi sekdes,Red), yakni peran Sekdes dalam penyelenggaraan Pemdes,” tandasnyaMeenurutnya,  BPMPD sebelumnya juga sudah memperkuat kapasitas kepala  desa dalam penyusunan rencanan pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) dan rencana jangka panjang (RPJPDes).Secara rinci, tupoksi Kades meliputi  memberikan saran dan pendapat Kepala Desa dalam memimpin, mengkoordinasikan, dan mengendalikan, serta mengawasi semua kegiatan sekretariat desa, kemudian merumuskan program kepala desa, hingga melaksanakan surat menyurat, kearsipan, dan pelaporan.
"Pada suatu kondisi, Sekdes bahkan bisa menggantikan peran  Kepala Desa, jika Kepala Desa berhalangan tetap dalam melaksanakan tugasnya sampai ada penetapan pengganti.  Sebagai contoh, ketika Kepala Desanya tersangkut masalah hukum, maka Sekdes yang menggantikan peran Kepala Desa,"paparnya.
Jauhar berharap setelah pelatihan dapat merubah cara pandang sekdes dalam menghadapi masalah. Yakni mengenali masalah untuk mencari solusi penyelesaiannya. “Setelah pelatihan yang terpenting adalah pengamalannya. Sekdes harus mampu bersikap ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi program desa yang lebih maju. Yakin desa sodara akan semakin maju,” serunya.
Untuk mengevaluasi hasilnya, BPMPD menjadwalkan akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat perubahan yang dilakukan desa setelah mendapat pelatihan. Diantaranya, bagi desa yang belum menyusun profil desa, segera menyelesaikannya.
"Setelah dilakukan pelatihan, nantinya akan dimonitoring dan evaluasi untuk melihat apakah ada perubahan atau tidak,"pungkas Jauhar. mar

Pemprov Tingkatkan Kualitas Pelayanan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengungkapkan pelayanan publik merupakan prioritas utama dalam reformasi birokrasi. Untuk itu, terus dilakukan terobosan dalam rangka percepatan reformasi birokrasi baik di tingkat pusat dan daerah. Ini dilakukan sejumlah inisiatif untuk membentuk birokrasi yang semakin memenuhi tuntutan masyarakat, melalui konsep dan prinsip kepemerintahan yang baik (good governance).
“Pelayanan publik sampai saat ini masih banyak dijumpai kelemahan, sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap aparatur pemerintah,” ungkap Awang Faroek belum lama ini.
Awang Faroek menambahkan, , fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat harus benar-benar dilaksanakan. Sehingga pemerintah perlu terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan, salah satu cara dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dengan melakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
“Di organisasi publik (organisasi pemerintah dan satuannya) peningkatan kualitas pelayanan publik adalah titik penting sebagai ujung akhir dari keseluruhan reformasi, salah satu kegiatan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dengan menyusun IKM oleh aparatur pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, perlu dilakukan penilaian atas pendapat masyarakat terhadap pelayanan aparatur pemerintah, dan itu juga dilakukan melalui penyusunan IKM sebagai tolok ukur terhadap optimalisasi kinerja pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat. Dengan IKM, urainya, bagaimana tingkat kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan diukur. Kemudian, dihimpun dan diolah data dari informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.
“Kita harapkan dengan semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah dapat merubah pola pikir (mindset) terhadap fungsi pelayanan, kesadaran penyelenggara dan pelayananan publik, baik individu maupun organisasi. Sehingga terbangunnya kepercayaan masyarakat, yang menjadi kunci sukses untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkapnya.
Terpenting kata dia, adalah meningkatnya keberanian dan kebiasaan menerima pengaduan (keluhan), agar memahami bahwa kritikan, keluhan masyarakat merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam perbaikan pelayanan publik. mar

Sensasi Sate Buaya, Panas Luar Dalam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anda bosan makan sate ayam atau sate kambing? Sekali-kaliboleh juga anda mencoba kelejatan sate buaya. Di Samarinda sate buaya digemari kaum pria. Selain kelezatannya yang tidak kalah dengan daging ayam atau daging sapi, daging Buaya juga dipercaya bisa menambah daya vitalitas.
Bagaimana rasanya menikmati sate dari salah satu binatang dikenal buas ini, seperti buaya. Binatang yang hidup di dua alam ini memang merupakan salah satu binatang yang banyak terdapat di pulau Kalimantan, salah satunya di Samarinda.
Khasianya yang bisa menjadi obat gatal-gatal dan penambah vitalias kaum pria menjadi alasan warga untuk sekedar mencicipi daging binatang buas ini. Sensasinya tentu rasa panas luar dalam.
Namun untuk mencari sate buaya memang belum semudah mencari sate ayam atau kambing. Sate buaya hanya bisa didapat Home Crocodiel di Jl Gatot Subroto Samarinda. Waktu operasionaln pun tidak seperti kebanyakan warung makan lainnya, warung makan sate buaya ini hanya buka pada pukul 17.00 wita hingga pukul 22.00 wita.
Jadi yang masih penasaran dan ingin merasakan sensasi lezatnya sate daging buaya, silahkan datang ke home crocodile. Lokasinya yang nyaman dan terletak di tengah kota Samarinda sehingga sangat mudah dicari.
Oleh pemiliknya, Husodo Kohar selain sate, home crocodiel juga menyediakan buaya rica-rica dan kopi tangkur buaya. Semuanya disajikan untuk para penggemar daging buaya.
Proses mengelola sate buaya sama seperti sate-sate lainnya, setelah bau amis buaya dihilangkan menggunakan perasan jeruk nipis, potongan daging buaya lalu dimasukan kedalam adonan bumbu khusus
Saat dibakar sate buaya berbumbu khusus ini menyebarkan aroma sangat khas. Menurut sejumlah pembeli aroma sate buaya saat dibakar sebanding dengan rasanya yang lezat. Setelah dibakar, sate itu kemudian dicampur sambal bumbu kacang yang telah disiapkan bersama bumbu khas lainnya.
Setelah dicampur, sate buaya itu kemudian diantarkan ke pembeli yang memang sudah menunggu. Tidak hanya kaum pria yang menyukai sate buaya, perempuan juga sangat antusias menikmati menu langka ini.
Seperti Ima Chelwina warga Jl Wahid Hasyim Samarinda. Dia mengaku sering menikmati sate buaya karena rasanya gurih dan bagus untuk obat asma dan pencegahan penyakit kulit.
Ima mengaku selalu datang bersama suaminya untuk sekedar menikmati sate buaya. “Menikmati sate Buaya ini sensasinya luar biasa, pengelolannya tahu betul bagaimana meracik daging predator ini untuk menjadi nikmat, selain dagingnya empuk , khasiatnya sangat bermanfaat bagi tubuh manusia,” kata Ima.
Seratnya dagingnya yang cukup besar menjadikan sensasi tersendiri buat para penggemar daging buaya. Ima sangat menyukai daging buaya karena daging ini merupakan obat tradisional bagi tubuh manusia.
Hal sama diucapkan Yudi, warga Jl Kesejahteraan. Menurutnya, daging buaya tidak hanya baik untuk kesehatan kulit, namun juga bisa menambah vitalitas seksual kaum pria. “Saya selalu makan menggunakan nasi, selain mengenyangkan daging buaya juga baik untuk kesehatan,” kata Yudi.
Sementara itu Husodo Kohar, pemilik Home Crocodile mengatakanb bahwa usaha ini dibuka karena melihat begitu banyak animo masyarakat Samarinda suka mencari makanan langka ini hingga ke Balikpapan.
Dari itu dirinya mencoba membuka usaha ini. Awalnya hanya beberapa tusuk daging yang mampu dijual. Namun saat ini, karena banyaknya pengunjung yang penasaran dan ingin merasakan daging buaya, usahannya pun kini terus berkembang.
Awalnya hanya sate buaya,  seiring terus berkembangnya jumlah penikmat daging buaya ini iapun kemudian menambahkan menu rica rica daging buaya, dan  beberapa menu tambahan lainnya termasuk menyediakan kopi tangkur buaya.
“Usaha ini diawali dengan banyaknya animo masyarakat yang memesan sate buaya ke Balikpapan.Benar saja, saat ini usahanya berkembang pesat, bahkan pangsa pasarnya terus meningkat. Namun memang, kebanyakan para pengkomsumsi daging buaya masih malu-malu, sehingga mereka jarang menikmati di warung. Mereka memilih dibungkus untuk dibawa pulang,” kata Husodo. M4n

Pemkot Data Perijinan Radio Swasta dan Komunitas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Agar tidak terkesan liar dan tidak terdata Dinas Kebudayaan,Pariwisata dan Kominfo  (Disbudpar & Kominfo) Kota Samarinda   menggelar sosialisasi Mekanisme Perpanjangan Perijinan Radio dan Etika  Siaran Radio dengan menghadirkan sejumlah pengelola radio swasta maupun komunitas.
Sosialisasi dimaksudkan agar semua pengelolaan radio di Samarinda benar-benar dikelola dengan benar, baik itu mengenai etika hingga penggunaaan frekuensi yang baik dan benar.
“Yang mendasari perlu dilakukannya sosialisasi ini adalah belum tersosialisasinya dengan baik persoalan perijinan  radio publik, radio swasta maupun radio komunitas yang ada di Kota Samarinda,” kata Kepala Disbudpar & Kominfo Kota  Samarinda, HM Faisal  usai kegiatan sosialisasi  di Aula  RRI Samarinda, belum lama ini.
Faisal mengimbau para pengelola radio bahwa keterlibatan unsur pemerintah juga sangat penting, bukan berarti jika telah mendapatkan perijinan atau lolos persyaratan dari KPID maupun Balmon bisa bersiaran. Tetapi ada hal-hal lain yang  merupakan hak otonomi daerah yang harus dipenuhi  seperti perijinan  yaitu Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),  Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP),Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
“Untuk itulah kita melakukan sosialisasi dan mencoba mengsingkronisasikan agar semuanya menjadi mengetahui,” katanya.
Pada kesempatan itu, Faisal berharap dengan sosialisasi tersebut maka akan terjalin koordinasi yang baik, semua mengetahui aturan dan data base yang ada bisa sama antara KPID, Balmon serta Pemerintah Kota Samarinda. Harapan kedepannya bisa bersama-sama saling berkoordinasi dalam melakukan pendataan, pengawasan dan evaluasi. Sebab selama ini pemerintah kota samarinda hanya bersifat undangan. Padahal ketiga unsur antara KPID, Balmon dan Pemerintah Kota Samarinda masing-masing memiliki peran dalam persoalan perijinan radio.  “Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini adanya sinergi  dan kita lakukan dengan persuasif,” katanya.
Lebih lanjut Faisal bahwa dalam sosialisasi perpanjangan perijinan radio dan etika bersiaran, maka perlu menghadirkan tiga unsur yang memiliki peran sama penting dalam penyelenggaraan penyiaran radio. Ketiga unsur tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Balai Monitoring Frakuensi (Balmon) dan Badan Perijinan Kota Samarinda.
Faisal menambahkan  selanjutnya  Disbudpar Samarinda  juga akan melakukan  sosialisasi yang sama kepada  para pengelola TV  Kabel, dengan persuasive , membuat silaturhmi, keakraban semacam gathering sehingga bisa saling memahami.
Sementara acara sosialisasi mekanisme perpanjangan perijinan tersebut dibuka oleh Asisten  III Sekretaris Kota Samarinda, HM Ridwan Tassa dan menghadirkan nara sumber Wiwi Widaningsih dari KPID Kaltim, Andreo Yustiantoro dari Balmon serta dari Perijinan Kota Samarinda.
Pada sosialisasi tersebut banyak pertanyaan yang dilontarkan dari para peserta kepada tiga institusi tersebut, di antaranya mengenai cara mendapatkan perijinan, perbedaan antara radio swasta dengan komunitas, serta masalah spektrum frekuensi radio.
Menanggapi beberapa pertanyaan peserta sosialisasi dijelaskan Wiwi Widaningsih dari KPID Kaltim bahwa pihaknya selalu terbuka memberikan rekomendasi perijinan, sepanjang memenuhi persyaratan, baik radio swasta maupun komunitas bahkan televisi lokal.
“Namun saat ini untuk kanal frekuensi penyiaran radio di Kota Samarinda dan  Kota Balikpapan sudah penuh terisi, tapi untuk beberapa Kabupaten lainnya di Kaltim masih tersedia. Oleh karena itu bagi pengelola radio di Kabupaten lain segera mengurus perijinan,” katanya. M4n

Samarinda Raih Juara Stand Terbaik

Sabtu-Minggu Kampanye Go Pangan Lokal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemkot Samarinda kembali menuai prestasi. Kali ini datang dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian daerah (BKP3D) Samarinda, dalam Pameran Obyek Wisata Nusantara & Pangan Nusantara 2014, yang diselenggarakan di gedung Jogjakarta Expo Centre (JEC)  9 Mei kemarin, Stand pameran BKP3D memperoleh predikat juara harapan satu  sebagai stand terbaik.
Penilaian ini sendiri menurut Kepala BKP3D Ary Yasir Pilipus dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang untuk melihat serta bertanya langsung tentang produk olahan dari kota Tepian.
”Kebetulan stand kami  pada waktu itu menampilkan beragam olahan seperti amplang yang terbuat dari ikan Sungai, Kue cak dari telo ungu yang dikreasikan, Brownis Moca dari terong, serta juga tak ketinggalan produk udang dari UMKM Sukses Mandiri dan produk  Karya Bahari,” sebutnya. 
Dari beragam jenis hasil olahan yang ada di Kota Samarinda tadi, memang ia jelaskan pihaknya ingin menampilkan hal yang beda dari sebelumnya. Selain dari pameran tersebut merupakan sebagai bentuk partisipasi BKP3D dalam ekspo yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
”Sebenarnya tujuan kita lebih pada mempromosikan potensi serta produk-produk pangan unggulan yang bersifat spesifik dan memberikan peluang lebih besar untuk berinteraksi langsung kepada pengunjung daerah lain yang ingin mengenal lebih dekat tentang Kota Samarinda,” tuturnya.
Selain itu,  Ary menambahkan pada pagelaran kegiatan yang bertajuk Go pangan Lokal yang diselenggarakan serentak di 9 kota besar di Indonesia,  kali ini kota Samarinda kebagian jatah sebagai tempat penyelenggara.
Hal ini berdasar  keunikan pangan lokal yang ada di kota Tepian. “Gerakan kampanye sendiri nantinya akan dilakukan mulai dari media sosial hingga kampanye turun ke jalan yang rencana akan dilaksanakan minggu nanti di Stadion Madya Sempaja, “ ungkapnya. Selain pagi ini juga akan dilaksanakan kajian membahas pangan lokal  di gedung bundar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. ike

2 Hari Truk Peti Kemas Beroperasi 24 Jam

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Walaupun sempat adanya pembatasan jam untuk melintas bagi kendaraan berat di Simpang Pasir, Palaran dan di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang akhirnya mendapat angin segar bagi sejumlah supir kendaraan berat. Sebab sejak Sabtu tanggal (17/5) kendaraan berat sudah bisa melintas selama 24 jam untuk Sabtu dan minggu. Dengan demikian diharapkan bisa mengeluarkan sejumlah kontainer yang tertahan di TPK Palaran, agar sejumlah kapal yang hendak bersandar bisa segera melakukan bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.
Menurut Kepala Dishub Kota Samarinda, Abdullah, pihaknya langsung diperintahkan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang untuk melakukan negosiasi dengan warga. Oleh sebab itu untuk pembukaan akses Jalan Jakarta Kelurahan Loa Bakung tersebut di perbolehkan selama 24 jam yang diterima semua pihak. Pertimbangannya adalah aktivitas warga yang minim saat hari Sabtu dan Minggu tersebut.
"Jadi untuk Sabtu (17/5) dan Minggu (18/5) kita buka selama 24 jam. Semoga dengan begitu bisa menormalkan kondisi penumpukan kontainer di TPK Palaran," kata Abdullah.
Dari pantauan Poskota Kaltim dilapangan arus lalulintas di Jalan Jakarta kembali normal tidak ada penumpukan sejumlah kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut. Biasanya sejak beberapa hari terakhir sudah terlihat penumpukan sejumlah kendaraan berat yang hendak melintas di kawasan tersebut.
Terkait aturan batas kecepatan para sopir kendaraan berat harus siap mematuhi aturan tersebut. Mereka juga harus berjanji akan menghormati pengguna kendaraan lain saat berada di jalan raya. Sebab kalau tidak mematuhi aturan tersebut bisa menimbulkan kecelakaan.
"Batas kecepatan di bawah 30 kilometer perjam harus lakukan sejak dulu. Jadi kalau itu sudah menjadi persyaratan para sopir kira tidak jadi masalah bagi teman-teman," ujarnya.
Sementara itu, aktivitas kendaraan berat sejak dibuka dua hari ini sudah mulai normal.
Abdullah berharap warga Loa Bakung juga bisa mengikuti sikap warga Simpang Pasir, Palaran, khususnya yang tinggal di sepanjang Jalan Gotong Royong. Yakni setelah mendapatkan pengertian dan semua tuntutan dipenuhi, akhirnya warga dengan sadar bersedia mau membuka akses jalan tersebut demi kepentingan yang jauh lebih besar.
"Harapan kita supaya di Jalan Jakarta juga bisa begitu. Untuk tahap awal memang kita berlakukan buka 24 jam khusus dua hari ini demi normalisasi kondisi. Tapi ke depan kita akan terus lakukan komunikasi agar bisa dibuka 24 jam selamanya sambil menunggu solusi jangka panjang berupa akses jalan Ring Road dan Jembatan Mahkota II tersebut," imbuhnya.
Dengan demikian Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan mengucapkan sangat berterima kasih kepada warga Jalan Gotong Royong yang sudah mau bekerja sama. Kendati masih ada beberapa catatan penting yang harus dipenuhi Pemkot, namun secara umum warga sudah mengerti dan membiarkan akses tersebut dilintasi kendaraan berat selama 24 jam.
"Kita juga akan terus melakukan pembinaan terhadap para sopir dan memantau situasi jalan yang menjadi jalur untuk kendaraan berat," pungkasnya. aon

Dukun Palsu Tipu 5 Warga Sungai Siring

Dijanjikan Emas dan Uang Dollar Palsu Berubah Asli

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jangan ingin menjadi kaya secara instan. Seperti yang dialami 5 warga Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara. Gara-gara ingin mendapatkan emas batangan senilai miliaran rupiah, mereka rela menyetorkan uang senilai ratusan juta rupiah kepada dukun yang bisa menjadikan emas palsu menjadi asli melalui media kotak ajaib. Bukan menjadi kaya, justru uang mereka ratusan juta melayang ditipu oknum dukun palsu.
Sadar ditipu oknum dukun palsu, kelima warga yaitu Misransyah, Sulaiman, Zainuddin, Ahmad dan Ardiansyah melaporkan kasus penipuan tersebut ke aparat kepolisian.
Saat melapor ke kepolisian, mereka mengaku sebelumnya mendengar ada seorang dukun sakti yang bisa menarik emas dan uang dari alam gaib. Kabar itupun mereka tindaklanjuti dengan mendatangi oknum dukun sakti tersebut. Setelah menyampaikan niatnya kepada oknum dukun, mereka diberi syarat untuk menyerahkan sejumlah uang.
Menurut mereka, dukun itu beralasan bahwa uang itu akan digunakan untuk membeli sejumlah emas batangan palsu, gelang imitasi dan uang dollar, yang akan dipakai melakukan ritual mengangkat emas asli. Nanti, setelah 40 hari, emas batangan palsu yang disimpan dalam kotak ajaib dilapisi kain kuning akan berubah menjadi emas asli.
Namun hingga batas waktu yang dijanjikan oknum dukun, ternyata emas batangan palsu itu tidak mengalami perubahan menjadi emas asli. Begitupula uang dollar palsu yang juga disimpan dalam kotak ajaib, tetap tidak berubah.
Merasa kecewa karena kesaktian oknum dukun itu tidak terbukti, kelima warga Sungai Siring itu menuntut uang mereka dikembalikan. Namun oknum dukun itu tidak bisa mengembalikan seluruh uang mereka. Alhasil, mereka melaporkan oknum dukun tersebut ke Mako Polresta Samarinda.
Menerima laporan dari warga, lalu aparat kepolisian menindaklanjuti dengan mengamankan pelaku di rumah salah satu korban di Jl Sultan Sulaiman.
Saat diamankan, polisi menemukan barang bukti 47 keping koin berwarna kuning, 1 kalung, 1 gelang, 3 besi, dan 8 lembar fotocopy uang dollar. Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan sisa uang korban senilai Rp5 juta dari tangan pelaku.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta didampingi Kasat Reskrim Kompol Febby Hutagalung menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku. "Saat ini jajaran dilapangan masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, apakah ada korban lain terkait kasus penipuan ini," kata Febby.
Atas perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan  dengan ancaman penjara empat tahun Penjara. Opi

Kasus Pengelap Pajak Rp 6,4 Miliar Dilimpahkan ke Kejaksaan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Direktorat Jendral Pajak Kaltim melimpakan tersangka dan barang bukti penggelapan pajak senilai Rp 6.449.115.105 ke Kejaksaan Tinggi, Selasa, (13/5). Penyidikan oleh tim penyidik Kantor Wilayah Pajak rampung setelah diproses sejak Maret 2013 bekerjasama dengan Polda Kalimantan Timur.
"Setelah menerima dan memeriksa, kami menyatakan lengkap (P21) perkara tindak pidana pajak dengan tersangka KLL yang melanggar pasal 39 ayat 1 huruf c dan f yang  menyampaikan SPT yang isinya tidak benar dan tidak menyelenggarakan pembukuan dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan denda paling tinggi empat kali jumlah pajak tak terbayar," kata Kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Amri Sata kepada wartawan di kantornya.
Tersangka yang datang didampingi penasehat hukumnya diketahui pemilik UD LJA, perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan plywood. diserahkan kepada Kejati Kaltim dan dilanjutkan ke Kejari Samarinda untuk kemudian diproses di Pengadilan Negeri Samarinda.
Penyerahan tersangka disaksikan Direktur Intelejen dan Penyidikan Kanwil Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Timur Yuli Kristiyono.
Yuli Kritiyono menjelaskan praktek penggelapan pajak ini dilakukan tersangka dengan melaporkan hasil penjualan ke kantor pajak tak mencapai satu persen dari jumlah sebenarnya. Modusnya, tersangka dengan sengaja tidak melakukan pembukuan atau pencatatan atas transaksi dan tidak menyimpan dokumen hasil penjualan. Sehingga kata Yuli tidak dapat diketahui jumlah penjualan yang sebenarnya. Kemudian tersangka mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak dengan nilai yang jauh lebih kecil.
"Motifnya untuk mengecilkan jumlah pajak yang seharusnya di setor," kata Yuli Kristiyono.
Dalam porakteknya tersangka menjalankan jual beli plywood. Memperoleh plywood, tersangka membeli dari sejumlah perusahaan di Samarinda seperti PT HJP, PT SMJ dan PT PKMB. Sebagian besar plywood yang dibeli dari perusahaan itu dijual ke Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya sebagian kecil yang dijual kembali di Samarinda.
Yuli Kristono mengatakan terbongkarnya kasus ini berawal dari munculnya dugaan adanya laporan palsu lewat SPT pajak melalui sistem pengawasan yang dimiliki kantor pajak. Setelah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan bukti permulaan dengan membuka rekening bank milik tersangka. Dari data transaksi keuangan perusahaan yang diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan diketahui jumlah penjualan mulai tahun 2005. Diketahui transaksi mencapai Rp50 miliar sedangkan yang dilaporkan dalam SPT hanya Rp400 juta.
"Ini mengakibatkan kerugian negara Rp6.499.115.105 yang terdiri atas pajak pertambahan nilai (PPN) Rp4.941.718.055 ditambah Pajak Pengaslan (PPh) Rp1.557.397," kata Yuli.
Sementara itu Kuasa Hukum tersangka, Antoni Sianipar menyangkal semua yang dituduhkan kepada kliennya. Menurut dia masalah ini sudah berlangsung sejak 2007 silam. Karena belum ada kesamaan perhitungan dan waktu terus berjalan akhirnya jumlah wajib pajaknya membengkak.
"Kalau saya menilai jumlah yang disangkakan tak mencapai segitu (Rp6,4 miliar), karena klein saya sebagai pembeli yang dikenakan hanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak termasuk PPh," kata Antoni Sianipar.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Amri Sata mengaku telah menerima limpahan berkas dari Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Timur tentang perkara penggelapan pajak senilai Rp6.449.115.105.
Berkas ini akan ditelaah dan kemudian dibawa ke pengadilan melalui Jaksa Penuntut Umum yang ada di Kejaksanaan NEgeri Samarinda.
 "Kasusnya telah diarahkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Samarinda untuk masuk dalam tahap penuntutan, termasuk perlu tidaknya  menahan tersangka," kata Amri.
Yang pasti lanjutnya ini pelajaran bagi pengemplang pajak, karena tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi para pengeplang pajak. M4n

Komisi IV Sambangi Disdik Tangerang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Komisi IV DPRD Kota Samarinda, melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, awal bulan ini. Tujuannya, untuk memperdalam pemahaman tentang sistem, anggaran dan kesehatan di wilayah Kota Samarinda.
Anggota Komisi IV Kota Samarinda, H Nursobah, yang mengikuti kunjungan itu mengatakan bahwa Kota Tangerang memiliki anggaran Dinas Pendidikan yang fantastis yakni mencapai Rp1 triliun lebih. "Anggaran yang banyak ini mayoritas untuk insentif dan BOS," ujar Nursobah.
Menurutnya, insentif diberikan sesuai tingkatan dan kinerja. Ini dilakukan untuk memberikan keseimbangan dalam pengelolaan alokasi anggaran yang ada sekaligus memaksimalkan sesuai fungsinya.
"Kota Tangerang melakukan kerjasama intensif dengan wilayah sekitarnya khusus untuk pengelolaan pendidikan dipinggiran," katanya.
Politisi PKS ini mengatakan, dana partisipasi orang tua kepada sekolah berjalan sangat kondusif. Ini berdampak pada  jalinan komunikasi dalam proses kegiatan belajar mengajar.
"Kota Tangerang 6 kali selalu WTP (wajar tanpa pengecualian, Red). Dengan prinsip semua yang masuk dan keluar tercatat anggaran biayanya. Termasuk bantuan orangtua," ungkapnya.
Diknas Kota Tangerang, lanjutnya,  tidak khawatir anggaran besar namun untuk dinas sendiri sangat kecil.
"DPRD mendorong seluruh struktural Dinas Pendidikan Kota Samarinda sebagaimana daerah lain yang mengutamakan kepentingan siswa dan murid untuk kesejahteraan pendidikan," katanya.
Nursobah juga mengungkapkan, penting bagi kota Samarinda untuk melihat proyeksi pendidikan karakter dengan segala keberhasilannya. Termasuk pengelolaan anggaran yang sukses di sekolah, dinas dan pemerintah kota.
"Meskipun penilaian bapak bukan segala-galanya tapi penilaian ini bersifat evaluasi dan koreksi bagi pemerintah kota untuk stabilitas pengelolaan yang baik dalam pemerintahan," katanya.
DPRD Kota Samarinda  mendorong semua pihak terus konsentrasi terhadap sistem pengelolaan anggaran yang baik sebagaimana hasil yang telah dicapai Pemkot Samarinda yaitu WDP ( Wajar Dengan Pengecualian. tha/adv

Sebatik Barat Dialiri Listrik 3 Jam Sehari

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Syarif Alhamdali mengaku prihatin terhadap kondisi yang terjadi di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Kecamatan hasil pemekaran Sebatik Induk ini dalam sehari hanya dialiri listrik 2-3 jam.
“Semestinya pemerintah harus benar-benar memperhatikan daerah-daerah pemekaran seperti Sebatik Barat ini. Bagaimana mungkin warganya dapat hidup layak jika dalam sehari hanya dapat menikmati listrik 2 hingga 3 jam saja,” ungkap Anggota DPRD Kaltim Syarif Almahdali.
Kondisi tersebut dikarenakan fasilitas listrik hanya menggunakan pembangkit listrik tenaga surya.  Penggunaan pembangkit tenaga listrik tentu bergantung pada cuaca. Meskipun di Indonesia energi matarahari adalah sumber energi yang paling melimpah, namun ketidakpastian cuaca sangat mempengaruhi. 
“Karena cuaca yang tidak pasti, yang jelas saja kecamatan ini hanya mendapat aliran listrik 2 jam. Sebab energi tergantung dari tenaga surya. Jika mendung sudah pasti daerah ini akan padam,” kata Syarif yang menjadi wakil rakyat  dari daerah pemilihan utara Kaltim.
Penggunaan pembangkit listrik dari tenaga surya yang memanfaatkan perubahan energi surya menjadi listrik memang secara manfaat sangat baik. Namun melihat kondisi di Sebatik Barat di mana warganya seringkali tak dapat menikmati manfaat dari listrik, Syarif tak ingin kondisi ini berlangsung berlarut-larut.
“Tentu ini menyulitkan warga. Bagaiamana dapat berkembang jika persoalan listrik tidak teratasi, sementara dalam era modern seperti saat ini hampir semua aktivitas membutuhkan listrik. Sehingga mutlak penting kebutuhan listrik ini untuk aktivitas sehari-hari. Bukan hanya bagi aktivitas warganya, namun jalannya roda pemerintahan juga jelas perlu,” ucapnya. hms/adv

Infrastruktur Baik Picu Wisatawan ke Kersik Luway

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur Darlis Pattalongi menilai perlu adanya  perbaikan infrastruktur di Kecamatan Melak, Kutai Barat untuk mendorong wisatawan datang ke Taman Kersik Luway yang ada di daerah tersebut.
Mengingat potensi wisata cagar alam seluas  5.000 hektare yang terkenal dengan anggrek hitamnya. Tentu sangat disayangkan apabila wilayah potensi wisata yang bisa menjadi penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara tidak dioptimalkan.
 Menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, dalam hal ini untuk memanfaatkan potensi yang ada sehingga dapat mendorong kunjunga wisatawan. Pertumbuhan ekonomi tentu akan berjalan seiring peningkatan wisata.
"Potensi semacam ini semestinya bisa terus dikembangkan. Sangat disayangkan jika tidak mendapat sentuhan-sentuhan yang lebih untuk mendukung sektor wisata. Pendapatan asli daerah pun dapat menjadi suntikan tersendiri untuk daerah," ucap politikus PAN ini.
Darlis menyayangkan adanya akses beberapa jalan dan jembatan yang butuh perbaikan. Termasuk jalan penghubung antardesa yang juga perlu mendapat perhatian.
"Setidaknya menjadi langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperhatikan infrastrukturnya. Dengan sendirinya sektor lain akan terbangun seiring keberadaan infrastruktur yang benar-benar memadai," sebutnya.
Selain itu infrastruktur seperti fasilitas umum juga perlu mendapat perhatian. Fasilitas ini termasuk soal transportasi dan akomodasi, dan pelayanan yang memudahkan wisatawan juga penting.
“Ini juga demi membuka daerah terisolasi di pedalaman dan menghubungkan ke perkotaan untuk memudahkan akses wisatawan," tutur Darlis.
Darlis mengatakan, jika permasalahan infrastruktur terutama jalan dan jembatan bisa segera teratasi tentu selebihnya tinggal lebih menggalakkan dan mempromosikan potensi  wisata yang ada.
“Tak hanya Taman Nasional Kersik Luway, beberapa tempat wisata lain di Kutai Barat seperti Danau Jempang, Air Terjun Jantur Gemuruh dan bebapa lokasi wisata lain juga akan segera dikenal wisatawan,” kata Darlis. adv/hms

Perencanaan Perusda MBS Tak Jelas

Pansus Takkan Prioritaskan dalam Perda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pembahasan tentang tiga raperda yakni terkait  kinerja tiga perusahan daerah milik Pemprov Kaltim yakni Perusda Jamkrida (Jaminan Kredit Daerah), PT MMP ( Migas Mandiri Pratama) dan Perusda Melati Bakti Satya (MBS) oleh pansus di Jakarta beberapa hari lalu sudah mendekati finis.
Hatta Zainal, salah satu anggota pansus menyatakan pembahasan nasib tiga perusda ini sudah hampir mendekati final, dan kini masuk tahap mengonsultasikan dengan Kemendagri.
“Nanti Kemendagri yang kemudian memeriksa kembali apakah data-data yang ada sudah sesuai ketentuan atau belum,” papar Hatta.
Namun Hatta menyatakan untuk p Perusda MBS (Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya) masih banyak yang perlu dibenahi kembali untuk upaya finalisasi. Terutama mengenai perbedaan konsep antara pemerintah dan MBS.
Menurut Hatta, hal tersebut harus mendapatkan sinkronisasi terlebih dahulu serta melihat aturan-aturan yang berlaku.
“Contohnya saja untuk penyertaan modal dalam bentuk aset. Apakah aset itu sudah dihapuskan atau belum. Kalau sudah dihapuskan maka pemerintah dapat langsung menyampaikan kepada DPRD untuk disetujui menjadi penyertaan modal. Tapi kalau belum cukup, maka harus dihapuskan terlebih dahulu,” ucap Hatta.
Rusman Ya’qub, ketua pansus ini sependapat dengan Hatta. Menurut Rusman selama ini bisnis yang dijalankan oleh perusda MBS masih belum jelas perencanaannya. Namun untuk Hotel Blue Sky Pandurata yang dikelola MBS dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, Rusman menjelaskan bahwa perkembangan yang ada sudah cukup bagus.
Pansus berharap agar ada perubahan yang lebih maksimal ke depan. “Mengenai Pelabuhan Kariangau kami harus mendapatkan penjelasan lebih rinci lagi mengenai perencanaannya. Terkait pesawat Kaltim Airlines, saya rasa lebih baik dihapuskan saja agar tidak menjadi beban bagi MBS,” ucap Rusman.
Mengenai finalisasi, Hatta memaparkan hal tersebut tergantung dari manajemen MBS sendiri.
“Salah satu hal yang harus mereka lakukan adalah MBS harus menyerahkan rencana bisnisnya kepada pansus. Agak kami mengetahui usaha apa saja yang akan dilakukan oleh pihak MBS ke depan, dan dalam bentuk apa saja. Hal tersebut harus disampaikan secara detail oleh agar terjadi kesepakatan,” urai Hatta.
Namun apabila MBS tidak memenuhi target, Hatta menyampaikan agar dahulukan yang lebih penting dan dinanti-nanti oleh masyarakat Kaltim seperti PT. Jamkrida.
“Kemungkinan pengesahannya tidak dalam waktu yang bersamaan. Kecuali Pihak MBS dapat menyelesaikan dalam waktu cepat. Namun kalau tidak bisa tentunya hanya dua perda yang disahkan dahulu. Yang jelas Juni harus rampung semua,”kata Hatta. hms/adv

Disbudpar dan Kominfo Samarinda Gelar Sosialisasi Perpanjangan Ijin Radio

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dinas Kebudayaan,Pariwisata dan Kominfo (Disbudpar & Kominfo) Kota Samarinda menggelar sosialisasi Mekanisme Perpanjangan Perijinan Radio dan Etika Siaran Radio dengan menghadirkan sejumlah pengelola radio swasta maupun komunitas.
“Yang mendasari perlu dilakukannya sosialisasi ini adalah belum tersosialisasinya dengan baik persoalan perijinan  radio publik, radio swasta maupun radio komunitas yang ada di Kota Samarinda,” kata Kepala Disbudpar & Kominfo Kota  Samarinda, HM Faisal usai kegiatan sosialisasi di Aula  RRI Samarinda, Selasa (13/5).
Ia mengatakan dalam sosialisasi  perpanjangan perijinan radio dan etika bersiaran, maka perlu menghadirkan tiga unsur yang memiliki peran sama penting dalam penyelenggaraan penyiaran radio.  Ketiga unsur  tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Balai Monitoring Frakuensi (Balmon) dan Badan Perijinan Kota Samarinda.
Faisal mengimbau kepada para pengelola radio bahwa keterlibatan unsur pemerintah juga sangat penting, bukan berarti jika telah mendapatkan perijinan atau lolos persyaratan dari KPID maupun Balmon bisa bersiaran.
Tetapi ada hal-hal lain yang  merupakan hak otonomi daerah yang harus dipenuhi  seperti perijinan  yaitu Surat Ijin Tempat Usaha (SITU), Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP),Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
“Untuk itulah kita melakukan sosialisasi dan mencoba mengsingkronisasikan agar semuanya menjadi mengetahui,” katanya.
Faisal berharap dengan adanya sosialisasi tersebut maka akan terjalin koordinasi yang baik, semua mengetahui aturan  dan data base yang ada bisa sama antara KPID, Balmon serta Pemerintah Kota Samarinda.
Harapan kedepannya bisa bersama-sama saling berkoordinasi dalam melakukan pendataan, pengawasan dan evaluasi, sebab selama ini pemerintah kota samarinda hanya bersifat undangan. Padahal ketiga unsur antara KPID, Balmon dan Pemerintah Kota  Samarinda masing-masing memiliki peran dalam persoalan perijinan radio “Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini adanya sinergi dan kita lakukan dengan persuasif,” katanya.
Selanjutnya kata dia, Disbudpar Samarinda  juga akan melakukan  sosialisasi yang sama kepada  para pengelola TV  Kabel, dengan persuasif, membuat silaturhmi, keakraban semacam gathering sehingga bisa saling memahami.
Sementara  acara  sosialisasi mekanisme perpanjangan perijinan tersebut dibuka oleh Asisten  III Sekretaris Kota Samarinda, HM Ridwan Tassa dan menghadirkan nara sumber Wiwi Widaningsih dari KPID Kaltim, Andreo Yustiantoro dari Balmon serta dari Perijinan Kota Samarinda.
Pada sosialisasi tersebut banyak pertanyaan yang dilontarkan dari para peserta kepada tiga institusi tersebut, di antaranya mengenai cara mendapatkan perijinan, perbedaan antara radio swasta dengan komunitas, serta masalah spektrum frekuensi radio.
Menanggapi beberapa pertanyaan peserta sosialisasi dijelaskan  Wiwi Widaningsih  dari KPID Kaltim ,bahwa  pihaknya selalu terbuka untuk memberikan rekomendasi perijinan, sepanjang memenuhi persyaratan, baik radio swasta maupun komunitas bahkan televisi lokal.
“Namun saat ini  untuk kanal frekuensi penyiaran radio di Kota Samarinda dan  Kota Balikpapan sudah penuh terisi, tapi untuk beberapa Kabupaten lainnya di Kaltim masih tersedia. Oleh karena itu bagi pengelola radio di Kabupaten lain segera mengurus perijinan,” katanya.
Hal itu ditegaskan  Andreo dari Balmon  bahwa kuota spektrum frekuansi  atau kanal frekuansi radio  penyiaran di  Kota Samarinda dan kota  Balikpapan sudah habis terisi, jadi untuk penambahan  belum ada. M4n

Kaltim Telah Maksimal Tanggulangi Bencana

SAMARINDA,Poiskota Kaltim
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif memuji Kaltim sudah maksimal pada penanggulangan bencana dengan menyiapkan sarana prasarana yang memadai hingga di tingkat kabupaten dan kota.
"Dukungan pada penanggulangan bencana diantaranya membuat perda tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Dalam Penanggulangan Bencana Asap Yang Diakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan kepada Bupati dan Walikota se Kaltim dan Kaltara," ungkap Syamsul Maarif, pada rapat koordinasi regional Kalimantan menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pendopo lamin Etam, Selasa (13/5).
Menurutnya, Kaltim  yang memiliki wilayah sangat luas perlu juga  dukungan alat-alat yang canggih baik pesawat maupun peralatan pemadaman lainnya, namun lebih terpenting jika perda dilaksanakan penangulangan bencana akan mudah tercegah hal itu akan lebih baik.
Dijelaskan, bencana asap memang terjadi dimana-mana, namun yang terjadi  di Kaltim bencana asap sudah semakin  menurun, namun tidakm boleh terlena harus tetap waspada. Apalagi bencana asap bukan masalah sepele karena menimbulkan dampak sangat besar bagi bangsa khususnya berpengaruh pada inflasi, hingga persoalan diplomatik.
Bahkan lebih membahayakan lagi teryata kabut asap berbahaya bagi ibu hamil yang mengakibatkan anaknya idiot atau autis itu dibuktikan pada riset di provinsi  Riau yang terkena dampak kabut asap.
"Jika ini terus dibiarkan tentunya generasi kita pada 100 tahun mendatang akan kehilangan generasi emas penereus bangsa," jelasnya.
Dia berpesan agar BPBD se Kalimantan terus memiliki komitmen bersama untuk mewujudkan kesiapansiagaan menghadapi bencana, serta kepedulian terhadap generasi mendatang.
Ia berpesan kepada BPBD Kaltim agar terus meningkatkan kewaspadaan mengingat pada Mei hingga Oktober merupakan kemarau yang kering, sesuai intruksi gubernur Kaltim untuk melakukan komando pengendalian dan pemadaman api kebakaran, laksanakan gerakan siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan di daerah masing-masing. john

Semua Pihak Perlu Berperan Aktif

Rakor Regional Kalimantan Hadapi Bencana Asap

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Banyaknya ijin usaha yang memanfaatkan sumber daya alam di Kaltim diharapkan adanya pengawasan yang lebih baik agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat dihindari khususnya perlu peran aktif pemegang ijin pengelolaan hutan kebun dan tambang terutama dalam menghadapi bencana asap akibat kebakaran Hutan dan Lahan, yang diprediksi akan terjadi pada bulan Mei sampai bulan Oktober.
"Perlu kesiapsiagaan dari semua pihak  baik pemerintah, dunia usaha, organisasi,lembaga, masyarakat) dalam penanggulangan bencana di Kaltim," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal saat membuka rapat koordinasi regional Kalimantan menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pendopo lamin Etam, Selasa (13/5).
Wagub mengungkapkan, hal yang paling penting untuk disadari  bahwa pelaksanaan penanggulangan bencana asap dan pengendalian kebakaran lahan dan hutan pada umumnya tidak bisa dibatasi melalui wilayah administrasi saja, namun merupakan upaya dan kerja keras, dan bukanlah tanggung jawab satu SKPD saja, melainkan tanggung jawab seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dan masyarakat yang saling terkait, sehingga dampak bencana asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir.
Disebutkan, upaya  menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Pemprov Kaltim membuat Peraturan Daerah No 05 tahun 2009 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Peraturan Daerah No 2 Tahun 2013 tentang penanggulangan Bencana, dan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2014 Pemerintah Daerah Kaltim juga mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Kaltim nomor 360/3325/BPBD-II/2014 tentang  antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah pada penanggulangan bencana asap  yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan kepada bupati dan walikota se Kaltim dan Kaltara.
Pada surat edaran agar  bupat dan walikota melakukan komando pengendalian dan pemadaman api kebakaran, juga melaksanakan gerakan siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan di daerah masing-masing, mengaktifkan Posko Siaga Bencana di Kantor BPBD/SKPD terkait, memonitor hotspot rawan kebakaran hutan dan lahan di kab/kota dan menyiapkan anggaran operasional untuk mendukung pemadaman kebakaran, melakukan penegakan hokum kepada perorangan dan/atau badan hukum yang membuka lahan dengan cara pembakaran.
"Undang-undang No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana juga  memberi amanat bagi pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat di wilayahnya dari ancaman bencana," jelasnya.
Sementara itu Ketua Penyelenggara Wahyu Widhi Heranata mengatakan, Rapat Koordinasi (Rakor) yang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim ini mengusung tema "Stop Bencana Asap, Sinergitas BPBD regional Kalimantan".
Rakor ini diikuti sekitar 100 pesert dari perwakilan dari BPBD se Kalimantan  meliputi, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Kalsel dan Kaltara, serta Dinas Kehutanan, dan instansi terkait dan LSM peduli bencana, juga duni usaha.
"Rakor ini juga mendukung tercapainya target pembangunan Pemprov Kaltim 2014 dalam bidang kebencanaan yang  diperlukan beberapa strategi atau langkah-langkah strategis khususnya penangulangan bencana asap," jelasnya. john

Tumpang Sari Kedelai di Lahan Sawit Bisa Dikembangkan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (PTP) Kaltim, Ibrahim menjelaskan, para  petani sawit rakyat atau plasma diajak melirik pengembangan kedelai di lahan sawit. Pengembangan pola tumpang sari ini dimaksudkan agar lahan tersebut tetap menghasilkan meskipun sedang mengalami replanting atau masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
“Kita berharap mereka memanfaatkan masa TBM untuk menanam kacang-kacangan legum tinggi seperti kedelai. Selama ini kan cuma yang biasa, sehingga hasilnya tidak cukup menguntungkan. Apalagi sudah banyak teknologi dikembangkan untuk peningkatan produktivitas tanamannya,” papar  Ibrahim kepada media beberapa hari lalu.
Menurut Ibrahim, dengan luasan lahan 1 hektare saja mampu memproduksi 1,8 sampai 2 ton kedelai. Jika harga pasarannya Rp 7 ribu perkilorgam, maka petani dapat meraup keuntungan mencapai Rp 14 juta. Sementara biaya pengembangannya tidak terlalu mahal.
“Itu baru 1 hektare. Bagaimana jika petani punya lahan 2 sampai 5 hektare, tentu hasilnya lebih banyak lagi. Gilirannya kesejahteraan petani rakyat semakin baik pula,” ucapnya.
Bagi petani yang ingin mengembangkannya, Pemprov siap mendukung pemilihan bibit yang tepat untuk iklim dan jenis tanah di Kaltim. Disarankan menggunakan bibit varietas Anjasmoro dan Baluran. Tapi yang  lebih tepat untuk pengembangan kedelai di lahan sawit varietas Anjasmoro.
Di Kaltim, daerah yang sudah mulai mengembangkan, di Bumi Jasa, Kecamatan Talisayan, Kebupaten Berau. Petani sawit rakyat ini bahkan sudah mulai menikmati hasil pengembangan pola tumpang sari sawit – kedelai dimaksud.
Selain bertujuan meningkatkan pendapatan petani, program tersebut selaras dengan kebijakan nasional melalui Kementerian Pertanian. Pemerintah mencari lahan sawit yang sedang mengalami replanting untuk ditumpang sari dengan kedelai. Sebab, sampai saat ini perluasan lahan untuk kedelai masih sulit terealisasi. Sementara kedelai masuk dalam deretan kebutuhan pokok yang sarat permintaan.
Sebelumnya, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui program/kegiatan pembangunan perkebunan berkelanjutan berencana mengembangkan perkebunan kelapa sawit di lahan-lahan kritis maupun telantar.
“Rencana optimalisasi lahan-lahan kritis di Kaltim ini didasari keinginan mengembangkan perkebunan berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan tidak menebang pohon untuk membuka lahan baru,” kata Kepala Disbun Kaltim Etnawati.
Program  ini menurut Etna, dilaksanakan sebagai antisipasi kerusakan lingkungan. Misalnya, bagaimana membuka lahan baru tetapi tidak lagi pada areal hutan produktif. Melainkan memanfaatkan  lahan-lahan yang memang sudah kritis dan telantar.
Sebab tidak dipungkiri beberapa persen penyebab kerusakan lingkungan memang diakibatkan pengembangan usaha sektor perkebunan kelapa sawit akibat pembukaan lahan. Apalagi, harus membuka lahan dengan membakar kawasan hutan.
Pada dasarnya pembangunan atau pengembangan perkebunan kelapa sawit harus berkelanjutan dan ramah lingkungan.  Sehingga kegiatan perkebunan tidak semakin menambah kerusakan lingkungan sebaliknya mengurangi lahan-lahan kritis dan telantar.
Selain itu, Disbun akan mengembangkan perkebunan kepala sawit di lahan bantaran sepanjang jalan Samarinda-Bontang. Program ini sudah dilaksanakan bahkan melebihi target yang ditetapkan karena keinginan masyarakat melakukan penanaman cukup tinggi.
“Sesuai dengan rencana strategis SKPD maka dikembangkan program perkebunan kelapa sawit di tepi jalan sepanjang jalur Samarinda-Bontang. Dari target 7.200 hektare, hingga saat ini sudah mencapai 7.225 hektare,” jelasnya. mar

Narkoba Harus Diperangi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Yudha Pranoto berharap agar generasi muda saat ini harus berani untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Karena saat ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya melanda orang-orang dewasa tetapi juga telah memasuki dunia remaja dan anak-anak yang justru sedang dalam usia produktif.
Menurut dia, generasi muda sangat dekat dengan penyalahgunaan narkoba. Apalagi kepedulian untuk memerangi penyalahgunaan narkoba sangat kecil. Karena, model pendidikan di negara ini lebih mengandalkan kecerdasan bukan kebersamaan.
”Dulu kita sering melakukan kegiatan pramuka, sehingga kebersamaan terus meningkat. Saat ini, kebersamaan itu berkurang, karena generasi muda lebih cenderung dengan berkomunikasi melalui handphone dan media jejaringan sosial. Dengan begitu, mereka bebas berkomunikasi, baik masalah narkoba dan pergaulan bebas,” kata Yudha Pranoto usai membuka seminar fasilitasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kaltim, di Ruang Bina Bangsa Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/5).
Melalui komunikasi tersebut, generasi muda bebas berkomunikasi dengan seluruh orang yang tak dikenal tanpa diketahui orang tua maupun keluarga. Karena itu, diharapkan keberanian generasi muda diperlukan untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dengan cara meningkatkan kebersamaan antar sesama.
Selain itu,  perlu ditumbuhkembangkan peranserta semua komponen masyarakat, agar terbebas dan mempunyai sikap menolak dari pengaruh narkoba dengan mendapatkan lingkungan kondusif bebas narkoba.
”Kemajuan teknologi informasi, transportasi dan pergaulan dunia yang kian mengglobal dewasa ini, memang memberikan dampak positif, juga menimbulkan dampak negatif seperti mudah berkembangnya jaringan peredaran gelap narkoba. Bagi kita di Kaltim, hal ini sudah terasa tidak hanya terjadi dalam lingkungan masyarakat perkotaan, tetapi juga telah merasuk kepada masyarakat desa dan pedalaman,” jelasnya.
Penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa merupakan masalah yang kompleks. Permasalahan ini tidak hanya menyangkut pada remaja atau pelajar, tetapi juga melibatkan banyak pihak baik keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, kampus, teman sebaya, tenaga kesehatan, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus ataupun yang menanggulangi.
Diharapkan generasi muda ke depan dapat lebih banyak melakukan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masa depan. Karena, Kaltim sangat memerlukan generasi andal untuk melanjutkan pembangunan yang saat ini sedang dilakukan.
“Ke depan, persaingan di masa mendatang sangatlah kompetitif sehingga memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, generasi muda harus bebas dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya. mar

SKPD Mesti Terapkan Program Untuk Rakyat Miskin

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H  Awang Faroek Ishak meminta instansi terkait di lingkup Pemprov dapat membuat program yang menyentuh secara langsung untuk kesejahteraan masyarakat. Penerapan program-program pro poor dan pro rakyat seperti program bantuan dan perlindungan sosial untuk kategori penduduk sangat miskin, program pemberdayaan masyarakat untuk penduduk miskin.
"Program pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk penduduk hampir miskin harus dilakukan secara benar dan tepat sasaran serta berkelanjutan, Selain itu  faktor yang juga berperan penting adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pembangunan kesejahteraan sosial yang secara kuantitas dan kualitas harus terus ditingkatkan,"kata Awang Faroek Ishak belum lama ini.
Ditambahkan, peran serta masyarakat, organisasi sosial dan kalangan pengusaha juga sangat strategis dalam pencapaian target pembangunan. Begitu pula, forum-forum CSR (Corporate Social Responsibility) sudah sepatutnya ditumbuhkan di setiap daerah dan secara sinergis bekerjasama dengan pemerintah daerah.
"Salah satu isu strategis yang berkembang di Kaltim penanggulangan masalah kemiskinan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan bagian dari grand strategy pembangunan daerah. Penanggulangan kemiskinan merupakan suatu kebijakan, program dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga, kelompok dan atau masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata pencaharian namun tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusiaan,"paparnya.
Sedangkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam bentuk pelayanan sosial, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.
“Penanggulangan kemiskinan ditujukan untuk meningkatkan, mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha masyarakat miskin, memperkuat peran masyarakat miskin, mewujudkan kondisi dan lingkungan ekonomi, politik dan sosial yang memungkinkan rnasyarakat miskin dapat memperoleh kesempatan seluas-luasnya dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup berkelanjutan,” beber Awang Faroek.
Proverty line (garis kemiskinan) di Kaltim adalah Rp.316.819 perkapita/bulan dan sampai saat ini secara nasional Kaltim menempati urutan ke-5 jumlah penduduk miskin yang paling sedikit yaitu sebanyak 247.910 jiwa (6,68 persen) dari total populasi penduduk Kaltim.
“Angka tersebut telah melampaui target RPJMD Kaltim 2009-2013 sebesar tujuh persen. Namun demikian kita tetap waspada, karena jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat dan di pedesaan menjadi menurun akibat migrasi dari luar provinsi ke Kaltim,” katanya. mar

Rakor FKPD Bahas TPK Palaran

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Aksi pemblokiran jalan akses truk kontainer Teminal Peti Kemas (TPK) Palaran menjadi pembahasan hangat dalam  Rapat Koordinasi Musyawarah Pimpinan Daerah (FKPD), Senin (12/05) kemarin.
Rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang di kediamannya , masih  sangat berharap truk kontainer yang melintas di Jl Jakarta, Loa Bakung , bisa bebas angkut 24 jam.
”Walaupun telah terjadi kesepakatan  antara Pemerintah dan warga yang telah bersedia membuka akses jalan dari pukul 18.00 hingga 06.00 pagi, tapi belum bisa seirama dengan aliran 500 kontainer  per hari ditambah cicilan yang mengalirkan 7.200 unit kontainer yang tertahan. Tapi dengan dibukanya ini, yang dialirkan mencapai 5.000 kontainer,” kata Jaang.
Di samping itu, Jaang berharap Pemprop segera memperbaiki jalan KH Mas Mansyur  yang longsor.
Untuk itu,  Pemerintah jelas Jaang sangat berharap ketegasan  aparat untuk membantu agar bisa membantu kelancaran pendistribusian barang menuju pergudangan.
Mengingat jelang Ramadhan dipastikan kebutuhan barang  pasti meningkat mencapai 20 persen. Termasuk juga sambung dia penutupan jalan di Simpang Pasir yang dianggap tanpa alasan pasti, karena untuk jalan yang dimaksud, saat ini Pemkot telah menganggarkan dana Rp 4 miliar di APBD untuk lanjutan peningkatan jalan betonisasi.
”Kalau warga mempermasalahakan sertifikat tanah, kami juga sudah menyerahkannya ke BPN mengingat Pemerintah telah mengeluarkan biaya untuk pengurusan sertifikasi tadi,” ungkapnya. Jangan sampai aksi pemblokiran ini ditunggangi segilintir orang karena ada motif tertentu, dan pastinya sangat menganggu. Jadi saya mohon kepada pak Kapolres untuk bisa menindak lanjuti masalah ini, karena tidak lancarnya pendistribusian barang ini juga berpengaruh pada   Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi  Indonesia Timur.” tuturnya.
Dalam Rakor FKPD kemarin tampak hadir Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail, Ketua DPRD H Siswadi, Kapolres Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta dan  Komandan Kodim 0901 Letkol Kav Dody Mukhtar. Selain membahas pemblokiran, masalah penutupan lokalisasi Loa Hui di Kelurahan Harapan Baru, tak ketinggalan. Dimana menurut   Nusyirwan Ismail penutupan lokalisasi per 1 Juli nanti sudah harga mati.”Karena tim penutupan lokalisasi ini sudah melakukan pendekatan secara persuasif sejak dua tahun lalu,” ungkap Nusyirwan.
Pemkot pastikan, setelah ditutup, maka tak akan ada lagi yang memasuki kawasan itu, karena akan dijaga aparat kepolisian dan Satpol PP. ike

Pemkot Samarinda Manjakan Wajib Pajak Setor Pajak

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membuat terobosan baru. Samarinda ditunjuk oleh BRI menjadi satu-satunya kota diluar pulau Jawa yang menggunakan program e-Tax atau layanan penerimaan pembayaran pajak daerah secara online melalui layanan cash management.
Program e-Tax atau layanan penerimaan pembayaran pajak daerah secara online pertama kali dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta yang telah di launching beberapa waktu lalu oleh Direktur BRI dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Melalui program ini pemerintah Kota Samarinda dan BRI bekerja sama untuk “memanjakan” wajib pajak,  Melalui layanan perbankan di BRI, wajib pajak sudah bisa membayar kewajibannya lebih mudah secara online.
Penandatanganan kerjasama keduanya berlangsung pada selasa (13/05) di rumah dinas Walikota Samarinda di Jl Ruhui Rahayu.
Pada kerjasama ini Keduanya sepakat menyediakan e-Tax atau layanan penerimaan pembayaran pajak daerah secara online melalui layanan cash management.
“Ruang lingkup kerjasama e-Tax ini adalah penerimaan pembayaran pajak daerah secara online melalui cash management bank yaitu pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir," kata Syaharie Jaang usai acara peluncuran program e-Tax yang dihadiri sejumlah pengusaha hiburan dan restoran di Samarinda.
Kerjasama ini merupakan salah satu wujud nyata bentuk layanan BRI untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak secara online.
Dengan kerjasama ini dipastikan tidak ada lagi kebocoran penerimaan PAD kota Samarinda yang selama ini dikelola secara manual.
"Tidak akan ada lagi celah untuk kolusi antara penerima pajak dan wajib pajak karena melalui mesin ini sekecil apapun pajak yang diterima oleh pemkot akan langsung terakumulasi dan langsung masuk kekas daerah," tegas Syaharie Jaang.
JIka sebelumnya kita hanya berpatokan pada jumlah porporasi yang diberikan oleh Dispenda, melalui alat ini semua transaksi sudah langsung terkoneksi kedalam rekening pemerintah kota Samarinda.
Sementara itu Sis Apik Wijayanto Kepala BRI Wilayah Banjarmasin mengatakan bahwa Dengan adanya kerjasama ini maka wajib pajak dapat melakukan pembayaran pajak secara online melalui fasilitas autodebet rekening BRI sebesar jumlah tagihan pajaknya.
"Jadi tidak perlu lagi wajib pajak mendatangi bank yang ditunjuk untuk membayar PAD, dan mereka juga tidak perlu repot melakukan perekapan atau membuat laporan kepada pemerintah," kata Wijayanto.
Bagaimana caranya? Wajib pajak cukup membuka rekening di BRI baik itu Giro, untuk pelaku usaha berbadan hukum, ataupun Britama Bisnis, untuk pelaku usaha belum berbadan hukum atau perorangan.
"Fasilitas ini dapat dinikmati pula bagi wajib pajak yang memiliki lebih dari 1 (satu) Nomor Objek Pajak Daerah (NOPD) dan menginginkan pembayaran dilakukan melalui pendebetan 1 (satu) rekening BRI,” jelas Wijayanto.
Dengan kerjasama layanan ini, pemerintah dapat melakukan penagihan pajak, aktifitas setoran, penghimpunan dana,serta membantu implementasi Good Corporate Governance (GCG), melakukan evaluasi,  monitoring akan efektifitas pendapatan pemerintah daerah dari pajak.
BRI bersama Dinas Pelayanan Pajak (DPP) Pemerintah Kota Samarinda telah melakukan sosialisasi kepada ± 4.500 wajib pajak.
“Penyediaan infrastruktur akan diadakan untuk Objek Pajak di Pemkot SAmarinda yang membayar pajak (hotel,restoran, hiburan dan parkir) tiap bulannya yaitu alat yang dapat meng-capture data transaksi Objek Pajak melalui Cash Register atau Server Objek Pajak.
"Melalui Data transaksi ini yang akan menjadi dasar dalam melakukan autodebet tagihan pajak tiap bulannya dari rekening BRI milik Objek Pajak,” ungkap Wijayanto. M4n

Jalan Rusak Resahkan Warga

Akibat Jalan Berlubang, Warga Sering Terjatung

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kondisi jalan yang tak tahan lama di Jl KH Wahid Hasyim II dan Jl Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Selatan membuat jalan kembali berlubang. Kondisi tersebut terjadi karena kerap diterjang banjir yang terjadi setiap kali hujan deras mengguyur dua lokasi tersebut.
Selain tidak nyaman melintasi kedua jalan tersebut karena harus menghindari lubang, kerusakan pada badan jalan itu juga sudah makan korban. Tak sekali dua kali warga terjatuh baik yang ingin menghindari lubang itu ataupun yang terpelanting setelah menabrak lubang tersebut.
Keluhan warga di Kecamatan Samarinda akhirnya mendapat respon oleh Camat Samarinda Utara Syamsu Alam. Menurut Camat Syamsu Alam, pihak Kecamatan yang mendapat pengaduan dari warga tanpa pikir panjang langsung memeriksa lokasi yang dimaksud warga.
Tak hanya itu Syamsu yang menjadi Camat di daerah tersebut tak serta merta membawa pekerja dan material batu dan pasir yang akan digunakan menutup lubang badan jalan tersebut. Setelah melihat langsung seperti yang pernah dilakukan di Jl PM Noor, Syamsu menyuruh pekerja menutup lubang menggunakan batu dan pasir.
"Ini kami lakukan agar tidak ada lagi warga yang mengadu kepada saya karena mereka terjatuh di sini. Mereka bilang Pemerintah tak perhatikan jalan tapi saya turun langsung," kata Syamsu melalui telephone seluler.
Perbaikan jalan dengan batu dan pasir disebut, hanya sebagai tindakan pertama atau pencegahan pada kecelakaan lalu lintas. Sebab untuk perbaikan menggunakan semenisasi atau aspal harus menunggu APBD kota Samarinda.
"Kami ini sifatnya hanya darurat. Makanya hanya pakai batu dan pasir, agar enak dilewati. Masalah semenisasi nanti kita tunggu dinas bina marga dan pengairan yang mengurusnya," pungkasnya. aon

Honorer Dispenda Samarinda Didakwa Gelapkan Pajak Rp 208 Juta

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Rismanto (42) honores pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Samarinda, didakwa telah melakukan penggelapan pajak senilai Rp 208 juta, dalam sidang lanjutan di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, belum lama ini.
Sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ketua PN Samarinda, Sugeng Hiyanto, SH yang didampingi anggota, Hongkun Otto, SH dan Juli Efendi, SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Suprianto,SH dengan agenda pemeriksaan Saksi korban Direktur CV Semoga Berjaya, Anton Jatmiko, dan adik korban, Asma Ulhusna.
Saksi korban Anton Jatmiko kepada Majelis Hakim dan JPU mengatakan, mengenal terdakwa Rismanto sejak 2008 silam melalui temannya. Namun tidak diketahui dengan pasti kedudukan terdakwa pada Dispendaa.
"Namun baru diketahui bahwa terdakwa adalah seorang honorer setelah masalah ini muncul," ujar Anton.
Anton juga memaparkan bahwa, sejak 2008 dirinya memakai jasa terdakwa untuk menyetorkan pajak perusahannya ke kantor Dispenda. Penyetoran pajak dari 2008 hingga awal 2010 lancar,
"Namun pada tahun 2013 dirinya disampaikan pemberitahuan pajak terhutang dari Dispenda yaitu dari Februari 2010 hingga 2013 senilah Rp208 juta," jelas Anton saat ditanya hakim dan jaksa.
Dalam surat tersebut, aku Anton, pemberitahuan dari Dispenda tahun 2013 adanya tunggakan pajak dari Februari 2010 hingga 2013 senilai Rp208 juta.
"Padahal saya bayar terus, yang saya titipkan melalui terdakwa karena saya sibuk bekerja di Muara Badak, setelah saya cek dengan bukti setoran yang ada ternya bukti setoran tersebut palsu, yang dibuat terdakwa sendiri," ujar Anton.
Anton juga mengakui setiap kali bayar pajak dia titipkan uang lewat adiknya dan diambil terdakwa untuk bayar pajak selalu ada tambahan Rp100 ribu atau Rp200 ribu untuk jasa terdakwa. "Kami selalu memberikan uang lebih untuk uang lelah pada terdakwa," katanya.
Hal yang sama juga dikatakan adik korban, Asma Ulhusna. Dia  mengatakan mengenal terdakwa sejak 2008 yang lalu karena yang bersangkutan terdakwa sering datang ke rumah mengambil amplop berisi uang yang dititipkan kakanya (Anton) untuk membayar pajak. "Namun tidak tahu persis berapa isi amplop tersebut," jelas Risnawati.
Sementara, terdakwa Rismanto, ketika ditanya Ketua Majelis Hakim Sugeng Hiyanto dan Hongkun Ottoh, tentang diapakan uang sebesar Rp208 juta yang digelapkan, terdakwa berbelit-belit dalam menjawab dan mengatakan, sebagian untuk orang kantor, setelah ditanya kembali penegasannya, terdakwa mengatakan uangnya dipakai untuk kepentingan sendiri.
"Jadi anda terima pajak yang bersangkutan saya kerjakan pada malam hari setelah kantor sepi, saya tanda tangan sendiri dan saya cap menggunakan cap kantor. jumlah yang bervariasi ada yang Rp 2.000.000,- ada yang Rp 4.000.000,- ada yang Rp 6.000.000,- uang tersebut saya tidak setor, saya gunakan untuk kepentingan saya sendiri," ujar terdakwa.
Setelah mendengarkan semua keterangan saksi korban dan keterangan terdakwa, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Rabu (14/5) besok, untuk memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan tuntutannya. tha

Orang Tua Siswa Sayangkan Sekolah Terkesan Menutup-nutupi

Kasus Asusisa di SDN 004 Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Sejumlah orang tua yang anaknya menjadi korban asusisa oleh tersangka Amran (51), guru honor bidang studi olahraga di SDN 04 Samarinda kembali mendatangi Mako Poresta. Mereka menyangkan sikap sekolah yang terkesan menutup nutupi kasus ini dan tidak transparan pada orang tua korban.
Ali, orang tua MR siswa kelas IV SDN 04 menyesalkan sikap pihak sekolah yang dinilai berupaya menutupi kasus ini hanya demi nama baik sekolah, sehingga orang tua harus mencari informasi tentang kejadian ini dari orang lain dan anaknya.
“Kami menyesalkan sikap sekolah yang terkesan menutupi kasus ini hanya demi nama baik sekolah, seharusnya sudah sejak jumat pihak sekolah memanggil orang tua yang menjadi korban si guru cabul,” kata Ali.
Jika nama baik seharusnya pihak sekolah bertanggung jawab atas perekrutan guru cabul itu, apalagi guru ini ternyata sudah berkerja sejak 6 tahun lalu, harusnya sudah ada infentarisasi para korban.
“Yang terdeteksi mungkin baru tahun ini, siapa tahu ternyata kasusnya sudah terjadi sejak ia masuk mengajar di sini artinya bisa jadi ratusan bahkan ribuan mantan siswa disini sudah di cabuli pelaku,” kata ali.
Mengenai langkah hukum yang ditempuhnya Ali mengaku bahwa kedatangannya ke Mako Polresta Samarinda untuk mengadukan kasus ini agar ditindak lanjuti.
“Kami meminta aparat kepolisian segera menindak lanjuti kasus ini, jangan sampai kasus ini menguap hanya karena jumlah korban yang sedikit,” tegas Ali.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta melalui Kasubag Humas Polresta Samarinda Iptu Agus mengatakan bahwa saat ini berdasarkan laporan polisi telah 7 korban yang melaporkan kejadian. Namun pihak Kepolisian memastikan bahwa berdasarkan catatan yang dimiliki sekolah para korban bertambah.
Tersangka sendiri lanjut Agus mengakui perbuatannya, namun itu tidak dilakukan secara sengaja, kejadian itu menurutnya hanya spontan dilakukan.
“Tidak semua siswanya medapatkan perlakuan cabul, guru ini mengaku spontan melakukan jika melihat ada anak didiknya yang tubuhnya mulai berisi, atau muncul benjolan ditubuhnya,” kata Agus.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami laporan para korban, termasuk rencana akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah guru yang mengetahui aksi bejat pelaku namun berupaya meredam kasus ini agar tidak muncul kepermukaan.
“Kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para guru yang diduga mengetahui kejadian ini namun berupaya menutupi kasusnya, dengan alasan demi nama baik sekolah,” tegas Agus.
Kasus pelecehan  ini terkuak setelah RA siswa kelas IV SDN 004 Samarinda mengaku dilecehkan guru di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Ambri melakukan pelecehan dengan memasukkan tangannya ke dalam celana dalam anak didiknya.
Atas perbuatannya ambri diancam melanggar UU No 23 tahun tahun 2002 tentang pencabulan dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. M4n

Guru Cabul Minta Maaf

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ambri pelaku pencabulan belasan siswa SDN 004 Samarinda mengaku menyesal dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya ditemui di ruang penyidik Polresta Samarinda .
Guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SDN 004 Jl Awang Long ini mengakui bahwa apa yang dilakukannya telah mencoreng institusi pendidik di Indonesia, namun ia membantah jika perbuatan cabul yang dilakukan kepada anak didiknya ini adalah penyakit bawaan yang memang sudah dia rencanakan.
“Saya tidak pernah merencanakan perbuatan ini kepada mereka, saya berangkat dari rumah untuk berkerja, namun memang dalam pekerjaan saya kadang kerap membantu siswanya yang mengharuskan memegang bagian organ intim siswanya, Namun itu dilakukan dengan spontan,” kata Ambri.
Ketika membantu siswanya berenang lanjut Ambri, kedua tangan pastinya dihariskan  memegang orgam intim disekitar dada dan paha, untuk anak yang kecil mungkin tidak ada masalah.
“Namun jika anaknya besar kadang dadanya juga besar, nah disitu kadang kala saya tidak sengaja memegang buah dadanya , hal ini dilakukan untuk membantu siswanya untuk belajar berenang,” kata Ambri.
Mungkin saat itulah kasus ini berkembang. Niatnya hanya membantu agar siswa bisa berenang justru tersandung kasus seperti ini.
Disinggung kasus pelecehan yang dilakukannya di ruang UKS,  Ambri kembali mengaku khilaf. “Kalau itu saya khilaf, saya tidak bermasuk berbuat seperti itu,” lanjutnya
Ambri yang mendekam ditahanan Polresta Samarinda mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia malu terhadap anak-anaknya bahkan yang tertua baru saja mengikuti ujian nasional tingkat SMU. Ambri mengaku siap mempertanggung jawabkan perbuatannya dimuka hukum. M4n

Gubernur Tawarkan Investasi ke Swasta

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, ketersediaan air bersih atau air minum di KIPI Maloy harus dipersiapkan bahkkan dibangun sejak saat ini, sehingga ketika kawasan tersebut sudah mulai beroperasi maka kebutuhan dasar masyarakat itu sudah siap disitribusikan. Terkait dengan  peluang tersebut,  pemprov Kaltim tawarkan  investasi kepada pihak swasta.
“Silahkan  kepada investor baik PT Indo Surya Abadi atau siapa saja kalau berminat bisa berinvestasi untuk pengolahan air bersih guna menutupi kebutuhan pekerja maupun industri di KIPI Maloy,” jelas Awang Faroek Ishak usai penandatanganan kerjasama pembangunan pembangkit listrik dan pembangunan jalan tol antara PT Indo Surya Abadi dengan Perusda milik Pemprov Kaltim, pekan lalu.
Bayangkan, hanya untuk KIPI Maloy minimal terdapat 15 ribu karyawan yang bekerja di seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dan diperkirakan terus bertambah hingga 35.000 jiwa dalam waktu tujuh tahun berikutnya.
"Jumlah  tersebut, belum ditambah dengan penduduk yang berdomisili di sekitar KIPI Maloy. Sehingga, pembangunan pabrik atau perusahaan pengolahan air bersih sudah menjadi wajib guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan perusahaan di kawasan tersebut,"tandasnya
Awang Faroek mengakui, saat ini sudah beberapa perusahaan di berbagai sektor usaha dan pihak kementerian telah melakukan pembangunan serta pengembangan sebagai bagian dari proyek (program dan kegiatan) untuk percepatan pembangunan KIPI Maloy.
“Kami dan pemerintah daerah setempat telah memiliki lahan khususnya di kawasan Desa Sekerat Kecamatan  Bengalon yang dapat dikembangkan untuk pembangunan perusahaan pengolahan air minum yang nantinya didistribusikan ke KIPI Maloy,” jelasnya.
Ditambahkan, pembangunan perusahaan pengolahan air bersih sebagai bagian upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selain ketersediaan energi listrik di KIPI Maloy yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut Awang Faroek Ishak memaparkan,pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) diakui menjadi yang terbesar di wilayah Indonesia. Luasan keseluruhan kawasan industri yang akan dikembangkan mencapai 32.500 hektare dengan tujuh zona bidang usaha KEK.
"Ini proyek sangat besar. Luasan wilayah yang dikembangkan melebihi penggabungan KEK di wilayah Indonesia yang hanya 29.600 hektare. Zona bidang usaha yang dikembangkan pun lebih banyak. KEK lain paling banyak hanya tiga zona bidang usaha," katanya.
Ditambahkan, Maloy memungkinkan keterlibatan pihak swasta secara luas dalam pengembangannya. Berbeda dengan KEK lain yang kecenderungannya hanya dikuasai satu perusahaan besar. Karenanya bukan berlebihan jika pihaknya mengajak semua pihak dan unsur terkait mendukung program yang dicanangkan. Ini dalam rangka memenuhi kewajiban pemerintah melakukan hilirisasi guna peningkatan nilai tambah produk.
"Semua sepakat KEK harus berhasil. Itu sebabnya kita semua berkumpul di sini mendorong perwujudannya. Bahkan tiga perusahaan KEK tersebut (Perusda MBS, MTKEZ, dan Batuta Chemical Industrial Park,Red) sepakat membuat konsorsium yang diberi nama MBTK untuk memperjuangkan KEK terwujud di Kaltim," katanya.
Terkait kesiapan lahan, Faroek memastikan legalitasnya sudah siap. Sekalipun masih terdapat beberapa yang harus dilengkapi, BPN juga Kaltim menyanggupi penyelesaiannya dengan segera. "Keberhasilan proyek ini mencapai 75 persen jika ada kepastian lahan. Beberapa daerah gagal mengembangkan KEK karena soal lahan,"pungkasnya. mar

Pelatih Pusam Belum Tambah Pemain

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelatih baru Putra Samarinda (Pusam) Nil Maizar mengaku belum memikirkan penambahan pemain dalam bursa transfer pemain  menjelang putaran kedua kompetisi musim ini.
Menurut Nil di Samarinda, Senin, secara umum dia melihat meteri pemain yang dimiliki Pusam sudah cukup bagus, apalagi ada beberapa talenta muda Pusam yang masuk dalam skuad timnas.
"Motivasi, skil dan fisiknya sudah cukup lumayan, tinggal kita memolesnya sesuai dengan kebutuhan tim,"jelas mantan pelatih timnas tersebut.
Dikatakan Nil, bahwa dirinya belum punya gambaran yang komplit terkait dengan komposisi pemain Pusam, karena selain latihan mulai digeber Senin pagi (12/5), komposisi pemain Pusam belum semuanya komplit karena masih bergabung dengan timnas dan ijin urusan keluarga.
"Selain itu juga jendala transfer juga belum terbuka, nantilah kalau memang kami perlu tambahan pemain akan kami usulkan ke manajemen," terang Nil.
Nil mengatakan, dengan mepetnya jadwal pertandingan putaran kedua, maka tidak ada pilihan bagi dia untuk memaksimalkan program latihan.
Dikatakan Nil, bahwa selama dalam asuhanya dia akan memprogramkan dua kali latihan dalam sehari, yakni pagi dan sore.
"Efektifitas waktu menjadi pertimbangan saya untuk memaksimalkan latihan, karena selain mengejar target fisik, saya juga ingin tahu kekuatan tim ini secara utuh," terangnya.
Apalagi, manajemen memberikan beban prestasi yang cukup berat selama tim Pusam dalam asuhannnya, yakni bisa nak peringkat di urutan papan tengah.
"Secara pribadi saya ingin tim ini bisa finish di urutan ke empat besar, atau paling tidak jauh dari zona degradasi,"tegas Nil Maizar. at

PNS Kejaksaan Tewas Kecelakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Baru saja Ditlantas Polda Kaltim menetapkan Samarinda menjadi kawasan percontohan tertib lalu lintas, tapi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di jalan raya.
Kali ini korbannya Widayat (38) warga Jl Padat Karya. RT 3 Kelurahan Sambutan Permai. Korban adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri Samarinda. Korban yang bergegas pergi ke kantor dengan menggunakan kendaraan roda dua merk Jupiter MX KT 3295 WK tiba-tiba menabrak satu unit mobil yang dikendarai Muh Tino Sendi (19) mahasiswa tinggal di Jl KH Samanhanudi RT 2 no 32. Dari arah berlawanan didepan taman budaya Jl Kemakmuran Samarinda Korban tewas ditempat dengan luka yang cukup parah.
Riyanto saksi mata yang ada ditempat kejadian mengatakan saat terjadi tabrakan kondisi jalan sangat lengang, sehingga para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi.
Apalagi lanjut Riyanto di lokasi kejadian merupakan tikungan tajam, sehingga diduga kedua pengemudi kendaraan tidak saling melihat.
“Tabrakan cukup keras, bahkan suara yang muncul terdengar hingga radius 200 meter. Pengendara motornya terpelanting sejauh 10 meter,” kata Riyanto.
Warga yang melihat kejadian ini sempat berupaya menolong korban dengan mendatangkan mobil ambulan, namun diduga akibat luka parah yang diderita Petugas Kejari Samarinda ini, membuat nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu Kasat Lantas Kompol Didik mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. “Kami masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada diTKP untuk mengetahui kronologis kejadian,” kata Didik. opi

Arsip Memori Kolektif Bangsa Harus Dijaga

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pengelolaan arsip merupakan metode menerima, menyimpan, mengaktualisasikan dan menemukan kembali data  yang tersimpan, berdasarkan prinsip efektifitas, efesiensi dan keamanan, yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, kelembagaan yang mantap, dan sarana serta prasarana yang memadai.
"Dengan kondisi demikian menjadikan arsip sebagai memori kolektif bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bahan pertanggungjawaban nasional baik untuk generasi sekarang maupun yang akan datang," kata Asisten IV Sekprov Kaltim Bidang adminitrasi Umum H Sofyan Helmi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Keuangan di Aula Rapat Lantai dua Depo Arsip  Badan Arsip Kaltim Samarinda Seberang, Senin (12/5).
Sedangkan tujuan dari pengelolaan arsip yakni mampu menyediakan data yang benar, pada waktu yang tepat dan untuk orang yang tepat, dengan biaya yang seefisien mungkin.
Apalagi arsip juga merupakan rekaman peristiwa atau kegiatan dalam berbagai bentuk dan media yang selalu hidup, tumbuh, dan terus berkembang seirama dengan tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan kondisi tersebut, diharapkan kepada Badan Arsip Daerah Kaltim untuk terus selalu meningkatkan pembinaan kearsipan melalui pelatihan-pelatihan kearsipan yang sifatnya membangun bagi Sumber Daya Aparatur khususnya di bidang kearsipan, sehingga transformasi keilmuan dapat terus berlanjut dan berkesinambungan.
"Jadikanlah Bimbingan Teknis ini sebagai salah satu sarana keilmuan untuk membantu proses kerja dalam pengelolaan arsip keuangan di masing-masing instansi," pesannya.
Sementara Ketua Penyelenggara AA Nyoman Susastra mengatakan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Keuangan di lingkungan Pemprov dan Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota se Kaltim dan Kaltara diharapkan dapat mempercepat proses transformasi keilmuan dan pengayaan wawasan pengelolaan arsip keuangan di masing-masing pencipta arsip, dengan harapan terwujudnya tertib arsip.
"Tujuan kegiatan ini terwujudnya pengelolaan arsip Keuangan yang utuh, otentik dan terpercaya dengan metode pengelolaan arsip yang efisien, efektif di masing-masing pencipta arsip baik di Lingkungan Pemprov Kaltim, Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota se Kaltim dan Kaltara," jelasnya. john

Wujudkan Kaltim Sebagai Provinsi Penggerak Koperasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan Pemprov Kaltim menaruh perhatian besar terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi di daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Terbukti, hingga kini UMKM dan koperasi di Kaltim terus tumbuh dan berkembang. Terutama sejumlah wirausahawan muda yang penuh semangat mengembangkan usaha. Diharapkan, dengan semangat tinggi dan kreatif serta penuh inovasi, pelaku UMKM dan koperasi serta wirausahawan muda mampu bersaing di era global yang penuh tantangan.
“Melalui instansi terkait Pemprov menginstruksikan kepada seluruh perusahaan di daerah agar melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan bagi para wirausahawan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR). Untuk itu, bagi perusahaan yang belum melaksanakan pembinaan, hendaknya segera merealisasikan,” kata Mukmin pada Rapat Kerja Peningkatan Kinerja Koperasi di Sendawar, Kutai Barat, beberapa hari lalu.
Menurut dia, penanaman investasi dan peluang dunia usaha yang bisa digarap pelaku UMKM dan koperasi masih terbuka lebar. Karena Kaltim memiliki potensi sumber daya alam (SDA) sangat besar, berupa hasil hutan, tambang dan migas. Begitu pula dengan sektor agribisnis, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta kegiatan perdagangan, jasa dan pariwisata.
“Dengan terbukanya lapangan kerja dari UMKM dan koperasi, diharapkan akan mengurangi tingkat pengangguran dan jumlah penduduk miskin di daerah ini,” jelasnya.
Saat ini, sebut dia, UMKM di Kaltim berjumlah lebih dari 400 ribu unit, sedangkan koperasi lebih dari 6.000 unit. Berkaitan dengan koperasi, Pemprov Kaltim menargetkan akan ada 10 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) unggulan sebagai langkah lanjutan dalam mendukung Kaltim sebagai Provinsi Penggerak Koperasi.
Belum lama ini dilakukan penilaian kepada KSP dengan melibatkan dinas terkait di kabupaten dan kota yang sudah menjadi daerah penggerak koperasi. Adapun daerah tersebut yakni Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Bontang, Balikpapan, Samarinda dan Berau.
“Masing-masing KSP dan seluruh unit koperasi, diharapkan meningkatkan kualitas kinerjanya. Salah satu poin penting yang diharapkan yakni ketaatan untuk menggelar rapat anggota tahunan (RAT) yang paling lambat dilakukan pada akhir Maret,” sebutnya.
Selain itu, Mukmin juga memberikan apresiasi yang tinggi karena Disperindagkop Kaltim juga melakukan peningkatan kompetensi bagi 30 pengurus KSP. Upaya ini dilakukan agar manajemen koperasi bisa berjalan dengan baik sehingga bisa mendorong terbentuknya KSP unggulan di Kaltim. Disperindagkop juga telah memfasilitasi pembiayaan dan permodalan bagi koperasi terpilih dan sejumlah UMKM melalui perbankan.
“Pada prinsipnya, Pemprov Kaltim akan terus berupaya memotivasi peranan kabupaten dan kota untuk pemberdayaan koperasi di daerah. Selain itu, program pemberdayaan koperasi juga masuk dalam program prioritas Pemprov Kaltim untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kaltim,” pungkasnya. mar

Fokus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Perbatasan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Kaltim Aji Sayid Fatur Rahman menyatakan bahwa pertemuan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) 2015 lebih fokus bagaimana peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan Indonesia dengan Malaysia, terutama yang berada di Kaltim.
"Hal itu menjadi prioritas utama Pemprov Kaltim dalam kerjasama Sosek Malindo yang akan dilanjutkan pada 2015. Pemprov berharap, dengan kerjasama yang baik, antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia, dapat meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan, terutama di Kaltim. Banyak cara kerjasama yang dilakukan antara Malaysia dengan Indonesia. Misalnya, jika ada tenaga kerja Indonesia, terutama dari Kaltim bekerja di Sabah, diharapkan dapat dipermudah regulasinya, sehingga warga kita dapat bekerja dengan baik dan diharapkan ekonomi mereka juga lebih baik,” papar Aji Sayid Fatur Rahman usai memimpin rapat tentang persiapan kerjasama Sosek Malindo di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (12/5).
Selain tentang kemudahan dalam bekerja, Pemprov Kaltim juga berharap program lain dapat lebih dipermudah. Misal, tentang pelayanan kesehatan. Karena, untuk pelayanan kesehatan, terutama di wilayah perbatasan, masyarakat perbatasan telah biasa melakukan rujukan ke rumah sakit di Sabah.
Karena itu, diharapkan kemudahan tentang pelayanan tersebut ke depan dapat dipermudah dan ditingkatkan. “Inilah yang terus menjadi konsentrasi kami di Pemprov Kaltim untuk memperjuangkan masyarakat di wilayah perbatasan, meski saat ini sudah menjadi bagian dari Provinsi Kaltara,” jelasnya.
Terkait mengenai keamanan dan penertiban lintas batas juga menjadi fokus utama Pemprov Kaltim dalam kerjasama Sosek Malindo, yakni adanya pengamanan tentang penyeludupan persenjataan hingga narkoba.
Bahkan, instansi Pemprov Kaltim telah bekerjasama dengan instansi yang sama di Malaysia mengenai penanggulangan penyelundupan di wilayah perbatasan. “Sejauh ini institusi kita telah melakukan koordinasi dengan institusi di Malaysia, dengan tujuan bersama-sama melakukan penanggulangan penyelundupan di wilayah perbatasan. Contohnya antara Bea Cukai Kaltim dengan Malaysia. Meski begitu, kerjasama tersebut akan terus dilakukan, sehingga penanggulangan penyelundupan dapat ditangani secara maksimal, termasuk ke depan diharapkan ada patroli bersama untuk penanganan tersebut,” jelasnya. mar

Distribusi Bahan Pokok Masih Terhambat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pendistribusian sejumlah bahan pokok yang hendak di kirim ke daerah Kota Samarinda dan sejumlah kota-kota lain masih belum maksimal. Hal ini diakibatkan waktu operasional untuk kendaraan kontainer dan peti kemas dibatasi waktunya. Akibatnya distribusi sejumlah barang yang dari Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran hendak dikirimkan ke sejumlah terhambat terkait minimnya waktu operasional kendaraan.
Rata-rata warga hanya mengizinkan truk kontainer menggunakan jalan umum selama 12 jam per hari saja. Hal itu dinilai masih menghambat kinerja para sopir untuk mendistribusikan barang dari TPK Palaran.
Seperti di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Di ruas jalan tersebut sopir kendaraan berat hanya diperkenankan melintas sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.
Menurut warga setempat, hal itu sudah menjadi kesepakatan yang dibuat warga agar tidak mengganggu aktifitas dan arus lalu lintas tersebut.
"Karena kalau jalur ini dibuka 24 jam dinilai sangat mengganggu. Kami khawatir justru ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Itu sebabnya waktu operasinal untuk kendaraan berat hanya malam hari saja," kata Bahar salah seorang warga sekitar Jalan Jakarta.
Untuk menghalau kendaraan berat yang melintas pada siang hari, warga meminta untuk Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dan Satlantas untuk memantau kondisi dan jalur disekiat Loa Bakung tersebut.
Menurutnya, ini agar adanya pengawasan untuk para sopir truk kontainer agar tak semena-mena. Selain itu menjaga agar jangan sampai ada kendaraan kontainer yang sengaja melintas di jam-jam yang sudah ditentukan.
"Kalau sudah jam enam sore (18.00 Wita, Red) ada sejumlah petugas dari Dishub dan Lantas Polresta Samarinda yang menjaganya. Hal itu agar sejumlah arus lalu lintas menjadi lancar dan tidak ada yang terhambat," jelasnya.
Kondisi yang sama juga dilakukan warga Jl KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir. Berbeda dengan Simpang Pasir, warga di ini hanya mengizinkan kendaraan berat melintas sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.
Lurah Rapak Dalam Hj Irawati menyebutkan hal itu sudah menjadi kesepakatan warga. Ia juga menjelaskan, kesepakatan itu dibuat untuk menekan kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) serta dampak buruk lain akibat aktivitas kendaraan berat di Jalan KH Harun Nafsi.
"Kalau siang hari banyak warga beraktivitas, dulu warga sepakat kendaraan berat hanya boleh lewat malam hari saja. Itu sebabnya di ujung Jalan APT Pranoto terdapat tulisan yang menyatakan tronton atau trailer dilarang lewat pada siang hari," pungkasnya. aon

10 Lulusan Terbaik Belajar ke Australia

Diklat Pra Jabatan

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) KaltimH  Syafruddin Pernyata secara resmi menutup dua kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bahasa Inggris yang diikuti 30 peserta bagi Kalangan SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan penutupan Diklat Pra Jabatan Golongan 1 dabn 2 sebanyak 31 peserta angkatan V Tahun 2014 di Aula Bandiklat, Senin (12/5).
Saat menutup Diklat Bahasa Inggris Syafruddin Pernyata mengatakan bahwa para peserta selama tiga bulan dididik dan mengikuti berbagai  kegiatan belajar dan hasilnya ada 10 peserta lulusan terbaik yang akan melanjutkan belajar di Australia.
Menurutnya untuk mendapatkan sesuatu yang baik memang harus serius meskipun memerlukan biaya cukup besar, karena ilmu tidak bisa dinilai dengan materi.
"Kita harus berani mengeluarkan anggaran cukup besar meskipun hanya untuk 10 orang untuk meningkatkan kapasitas mereka dibidang bahasa Inggris karena untuk investasi jangka panjang," ungkapnya.
Syafruddin Pernyata meyakini, bahwa para peserta diklat ini ilmu yang sudah didapat mampu  berguna pada instansinya masing-masing untuk mempersiapkan menghadapi pasar bebas Asean 2015.
"Masyarakat Singapore maupun Thailand juga Malaysia mereka sudah mengunakan bahasa Inggris sebagai  bahasa sehari-hari, tentunya bangsa kita tidak boleh tertatih-tatih dengan bahasa internasional itu khususnya bagi pra generasi muda harus ikut terpacu untuk belajar," ungkapnya.
Terkait Diklat Pra Jabatan Golongan 1 dan 2, Syafruddin Pernyata mengatakan, peserta Diklat Prajabatan kali ini tak sekadar ilmu tapi juga tips menjadi PNS yang berintegritas tinggi. Selain itu, Diklat Prajabatan dapat membentuk sosok PNS yang memiliki kompetensi yang andal dan professional.
"Mereka dibekali materi pelatihan selain membentuk mental dan fisik, juga harus  mampu memahami bagaimana menjalankan profesi sebagai PNS, selain itu sebagai abdi negara juga harus menjadi perekat bangsa juga dididik perilaku yang benar serta jujur," jelasnya.
Selain itu, pelaksanaan Diklat Prajabatan dapat menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.
"Selama diklat para peserta mampu menunjukan rasa disiplin dan memiliki dedikasi yang tinggi sehingga dinyatakan lulus semua dengan memuaskan," ungkapnya.
Dia meminta para peserta mensyukuri nikmat, meskipun hanya pegawai golongan 1 maupun 2, karena masih banyak masyarakat yang ingin menjadi PNS.
"PNS berstatus golongan satu maupun dua juga sangat mulia jangan merasa rendah diri justru harus bangga serta bersyukur sebagai abdi negara," ungkapnya memberi semangat. john

Sofyan Alex tak Akan Khianati Amanah Rakyat

SAMARINDA. Poskota Kaltim
Siapa sangka Calon Legislative yang tidak pernah melakukan sosialisasi baik itu tatap muka maupun memasang Baleho pada saat kampanye justru dipilih oleh masyarakat untuk menjadi wakil mereka, seperti yang dialami oleh mantan Ketua DPD PDIP Kaltim Aji Sofyan Alex.
Mantan Kepala Dinas Pertanian dan mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini dipercaya oleh pendukungnya untuk menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan 2 Kutai Kartanegara Kutai Barat dengan perolehan suara mencapai 11.874 suara.
Menanggapi perolehan suara yang didapatnya Aji Sofyan alex yang dihubungi wartawan melalui telpon selulernya mengaku tidak terkejut, namun malah merasa dirinya sengaja dimanfaatkan PDIP untuk mendongkrak perolehan suara partai ini diwilayah Kukar Kubar.
PDIP Seharusnya bisa saja mencoret dirinya dari Daftar Celeg Tetap (DCT) sebelum pemungutan suara dilaksanakan. "Begitu saya dipecat dari partai, harusnya partai langsung mencoret saya dari DCT. Tapi kenapa tidak mereka lakukan?  Baru saat ini setelah saya meraih suara banyak, mereka baru ribut mau mengganti saya," kata Sofyan.
Padahal lanjutnya sejak diberhentikan sebagai anggota DPD PDIP Kaltim dan di PAW sebagai anggota DPRD Kaltim,  dirinya sama sekali tak melakukan kampanye untuk meraih suara tersebut.
"Saya tidak ada kampanye, karena saya sudah dipecat juga dari partai. Nah, dengan raihan suara seperti itu, artinya masyarakat menginginkan saya mewakili mereka. Masyarakat tidak melihat partai, tapi melihat figur yang mereka percaya. Tidak ada mesin partai yang saya gunakan," kata Sofyan .
Dari itu lanjutnya dia akan melaksanakan amanah pemilih saya dengan tidak akan menadatangani surat pengunduran diri ataupun surat pemberhentian dari PDIP, sebagai caleg terpilih.  "Tidak akan. Saya akan lawan," tegasnya.
Sofyan menuturkan upaya PDIP mengganti dirinya sebagai caleg terpilih merupakan betuk perampokan hak masyarakat.
"Masyarakat memilih saya tanpa saya kampanye atau kasih janji tertentu. Nah kalau tiba-tiba saya diganti tentu ini merampok pilihan masyarakat. Masyarakat yang memilih saya tentu tidak terima saya diganti," lanjutnya.
Sofyan juga berharap, KPU Kaltim berpedoman terhadap aturan yang berlaku dalam proses penggantian caleg terpilih. "Partai punya aturan. KPU juga punya aturan sendiri. Nah di sini saya mau lihat apakah KPU berpegangan pada aturan mereka untuk mengganti caleg terpilih," lanjutnya.
Menurut Sofyan, dirinya akan mengikuti apapun keputusan KPU selama berlandaskan peraturan yang berlaku. "Saya dipecat dari partai, saya di PAW dari DPRD, saya ikuti saja karena memang aturannya seperti itu. Sekarang tinggal kita lihat KPU menyikapi masalah ini," tegasnya. M4n

Meski Dipecat PDIP, Aji Sofyan Alex Tetap Terpilih

Sebagai Anggota DPRD Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Meski telah dipecat oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mantan Ketua DPD PDIP Kaltim Aji Sofyan Alex akhirnya ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebagai salah satu calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) dari daerah Pemilihan 2 Kukar - Kubar.
Sofyan Alex ditetapkan sebagai Anggota DPRD Kaltim setelah berhasil mendapatkan 11.874 suara pada pemilu legislative 2014  9 april lalu.
Menanggapi penetapan KPU Kaltim yang menetapkan Aji Sofyan Alex sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 saksi PDIP,  Joice Lidya meminta kepada KPU Kaltim untuk menganullir penetapan caleg terpilih dari PDIP atas nama Aji Sofyan Alex, dari Dapil Kukar-Kubar.
Alasanya PDIP telah mengeluarkan surat pemecatan kepada Aji Sofyan Alex dari keanggotaan PDIP akibat dianggap melanggar perintah partai dengan maju sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub), di Pilgub Kaltim 2013 lalu.
Pemecatan dari keanggotaan partai tersebut juga membuat Aji Sofyan Alex harus kehilangan posisinya di DPRD Kaltim lantaran dikenakan Pergantian Antar Waktu (PAW).
Menanggapi hal itu Ketua KPU Kaltim, Ida Farida menuturkan, sampai saat ini KPU Kaltim belum menerima surat pemberhentian Aji Sofyan Alex sebagai caleg dari PDIP. "Saya belum pernah lihat surat pemberhentiannya. Mungkin baru mau dimasukkan," kata Ida.
Ida menjelaskan, KPU Kaltim harus melakukan verifikasi faktual sebelum mengganti caleg yang telah ditetapkan. "Kalau pun salinan dari PDIP nanti masuk. Kita harus verifikasi surat tersebut ke Pak Aji Sofyan Alex," katanya lagi.
Sementara itu dalam Rapat Pleno terbuka yang dilakukan di Kantor KPU Kaltim jalan Basuki Rahmat  senin siang  (12/5) kemarin, KPU Kaltim telah menetapkan 55 nama calon anggota DPRD Kaltim terpilih  periode 20014-2019.
Seperti yang sudah diprediksi sejak awal Partai Golkar masih berjaya di Kaltim dengan raihan 12 kursi. Sementara, Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi satu-satunya partai di Kaltim yang tidak mendapat jatah kursi.
Dalam penetapan tersebut, hanya dua saksi partai politik yang melakukan sanggahan yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan PDIP. Saksi partai Nasdem meberikan catatan terkait caleg terpilih dari Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan (dapil) I, Samarinda.
Sementara mengenai keberatan yang diajukan saksi Partai Nasdem, menurut Ida tak akan mengubah hasil penetapan caleg terpilih. "Tidak mengubah. Tapi mereka bisa menempuh jalur hukum, misalnya ke MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Ida.
Sesuai aturan KPU, caleg terpilih bisa diganti apabila meninggal dunia, gugur syarat (ada putusan inkrah dari pengadilan), atau mengundurkan diri.
"Kan sekarang ada caleg yang proses hukumnya masih berjalan. Nah jika surat dari pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah) dari pengadilan terbit sebelum pelatikan, caleg terpilih itu bisa diganti. Nah begitu juga Pak Aji Sofyan Alex, kan tidak mengundurkan diri," kata Ida.
Sementara, Komisioner KPU Kaltim lainnya, Rudiansyah menuturkan, KPU bisa saja mengganti Aji Sofyan Alex sebagai caleg terpilih jika yang bersangkutan bersedia dirinya diganti. "Surat pemberhentian dari PDIP harus kita konfirmasi ke Aji Sofyan Alex. Kalau dia (Aji Sofyan Alex) tidak keberatan, dan tidak melakukan perlawanan, serta mau menandatangani berita acara pemberhentian, ya bisa kita ganti. Tapi, kalau dia tidak bersedia, maka kami kembalikan lagi ke PDIP untuk diproses lebih lanjut," jelas Rudi.
Pelantikan caleg terpilih sendiri bakal dilaksanakan 1 September mendatang. "Pelantikan 1 September nanti. Tiga hari sebelum pelantikan, caleg terpilih yang sudah ditetapkan masih bisa diganti selama mekanismenya benar," tandas Rudi. M4n

Pedagang Pasar Kedondong Tempati Kios Baru

Bangunan Pasar Lama Dijadikan Lahan Parkir

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pasar Kedondong lama di Jl Ulin, Sungai Kunjang saat ini masuk dalam program revitalisasi dan mulai dibongkar sejak Rabu (09/05) lalu. Kini para pedagang juga sudah mulai angkat kaki menempati bangunan kios di pasar Kendodong baru yang tak jauh dari lokasi para pedagang berjualan  sebelumnya. Bagunan baru pasar kedondong yang mengusung konsep tradisional modern ini dipastikan mampu menampung sebanyak 646 pedagang.
“Saat ini untuk kioas yang berada dilantai dasar sudah penuh ditempati para pedagang, sehingga masih menyisakan beberapa kios yang berada dilantaiatas  yang masih kosong,” kata Sekretaris Dinas Pasar Sumaryadi saat mendampingi media ini menyaksikan secara langsung pembongkaran kios lama yang berada di Pasar Kedodong.
Sejak terbakar 6 tahun silam, kini pasar kedondong telah dibangun kembali oleh pihak investor. Tak hanya menyiapkan beberapa bangunan kios, Pasar Kendodong baru juga sambung Sumaryadi  menyediakan 151 lapak untuk pedagang sayur yang berada di lantai dua.
”Jadi keberadaan pasar ini memang lebih mengutamakan kebersihan dan kerapian, sehingga kesan kumuh bisa tinggalkan,” ungkapnya.
Sementara, untuk bangunan kios atau lapak lama yang sempat dibuatkan oleh pengembang agar bisa menampung sementara para pedagang, lanjut mantan Camat Samarinda Seberang ini, akan dialih fungsikan menjadi lahan parkir. “Maksudnya untuk menunjang kendaraan para pengunjung yang datang ke pasar tersebut agar bisa parkir ditempat yang telah disiapkan oleh pengelola,” ungkapnya.
Sehingga keberadaan lahan parkir ini diharapkan bisa mengurangi volume kendaraan yang cukup padat di sepanjang jalan Ulin tadi. “Bahkan oleh pihak pengembang dilahan tadi tadi juga akan dibangun  fasilitas Mushala dan wadah untuk makanan siap saji,” sebutnya.
Sedikitnya 90 persen pedagang yang menempati bangunan baru pasar kedondong baru adalah para pedagang lama. Pemerintah kata Sumaryadi berharap mewujudkan pasar yang bersih dan rapi .”Jadi oleh pengelola di pasar ini belum bisa mengizinkan bagi para pedagang untuk berjualan barang yang sifatnya basah, seperti ikan,” ungkapnya. ike

Pemkot Dapat Kuota 12 Ribu Ekor Sapi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Menindaklanjuti komitmen Pemprov Kaltim soal program 2 juta populasi sapi untuk wilayah Kaltim dan Kaltara tahun 2018 mendatang, Pemkot Samarinda melalui Dinas Peternakan dan Perikanan belum lama ini menggelar pertemuan dengan para perusahaan tambang sebagai salah satu pihak yang diharapkan dapat memberi kontribusi  dalam pengembangan bibit sapi. Mengingat untuk program ini, Pemkot Samarinda ini sendiri mendapat kuota sebanyak 12.542 ribu ekor untuk dikembangkan.
Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail saat memimpin langsung pertemuan tersebut. Dia mengatakan sekarang ini jumlah kebutuhan daging sapi di kota tepian baru mencapai 5 persen, selebihnya masih mengandalkan pasokan dari luar Kaltim.
”Jadi produksi sektor peternakan ini melalui program 2 juta populasi Sapi bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang baik untuk dikembangkan warga,” kata Wawali.
Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Samarinda Samsul Bachri mengutarakan dalam program ini selain melibatkan peran perusahaan tambang juga  pihak perbankan dan perusahaan kelapa sawit bisa mendukung mensukseskannya.
Selain ditambah juga dukungan oleh APBD I dan  II dengan target bibit sapi yang harus dicapai sebanyak  12.542 ekor.
”Dimana Samarinda dituntut untuk dapat melakukan pertambahan jumlah pengembangannya sebanyak 626 ekor pada tahun 2014 dan 2.974 ekor hingga tahun 2018,” rincinya.
Dalam pertemuan tersebut, pada dasarnya ke empat perusahaan tambang yang diundang menyatakan dukungannya. Namun agar pelaksanaan kedepannya bisa berjalan optimal maka salah satu dari perusahaan pertambangan tadi mengusulkan adanya sinergi berupa timbal balik berupa pembinaan teknis yang dilakukan Disnakan secara bertahap termasuk pula kejelasan status lahan pertambangan yang akan digunakan sebagai area pengembangan dan keberadaan kelompok ternak yang mengembangkan dengan dukungan infrastruktur seperti fasilitas kandang. ike

Wamenlu Singapura Sambangi Balaikota

Ajak Kerjasama Bidang Kelistrikan dan Air Bersih
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Singapura berminat menawarkan kerjasama dalam hal pengelolaan air bersih dan kelistrikan dengan Pemkot Samarinda. Janji realisasi kerjasama tadi diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Singapura, Masagos Zulkifli saat bertemu Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail bersama kepala SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda, Kamis (07/05) kemarin di Balaikota.
Bagaikan gayung bersambut, kerjasama tersebut mendapat respon postif dari Pemkot Samarinda. Khususnya dalam hal pengelolaan air bersih. Mengingat kota Samarinda hingga saat ini masih mengalami kendala dalam hal produksi.
”Khusus pengelolaan air bersih dan kelistrikan tak dipungkiri Samarinda memang masih mengalami kendala dalam masalah produksi. Untuk itu tawaran ini patut dipertimbangkan,” kata Nusyirwan.
Tak hanya masalah air dan listrik, pagi ditawarkan kerjasama pengelolaan sampah. Karena menurut Sugeng selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Samarinda, produksi sampah di Samarinda sudah mencapai 700 ton perhari.
”Jadi bila memang ada peluang investasi dalam pengelolaannya tentu tidak menutup kemungkinan akan menjadi solusi yang baik bagi pemerintah dalam pengelolaan sampah ini,” ungkap Sugeng.
Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu, kedua perwakilan otoritas itu banyak berdiskusi tentang banyak hal. Bahkan usai pertemuan pagi itu, Wawali sempat mengajak Zulkifli untuk melihat secara langsung kemegahan masjid Islamic Center seraya menunaikan  shalat Dzuhur berjamaah. ike

Pelatih Baru Persisam Minta Arahan Manajemen

Soal Kondisi Pemain dan Target Akhir LSI

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelatih baru Putra Samarinda (Pusam) Nil Maizar meminta masukan kepada manajemen Pusam soal kondisi skuad pemain dan target yang harus diwujudkannya dalam mengakhiri kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini.
"Saya harus tahu dulu kekuatan tim yang akan saya tangani, karena itu bakal berpengaruh dengan target yang harus diwujudkan,"terang Nil Maizar  saat tiba di Samarinda beberapa waktu lalu.
Mantan pelatih timnas tersebut menghendaki segera dilakukannya latihan-latihan ringan, dengan harapan dia bisa segara membuat program latihan.
"Waktu kita menuju putaran kedua sangat mepet, sementara saya wajib mengenal dulu karakter pemain saya sebelum persiapan secara khusus, " terang Nil.
Manajer tim Agus Coeng Setiawan mengatakan bahwa setelah usainya pertandingan putaran pertama, beberapa pemain Pusam tengah menjalani latihan bersama timnas dan pulang kampung, meski manajemen tidak memberikan libur latihan.
“Memang tidak ada  libur buat pemain. Sebab jarak antara putaran pertama dan kedua sangat dekat. Kita bahkan sudah bertanding lagi Senin (19/5) nanti di Lamongan menghadapi Persela,” terang Agus Coeng.
Saat ini, lanjut Coeng ada lkima  pemain bergabung di Timnas. Aldaer Makatindu, Bayu Gatra, Loudry Meilana serta Lerby Aliandri, mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23. Sementara M Roby menjadi wakil Pusam di Timnas senior.
Tak hanya 5 pemain tersebut, beberapa pemain juga tak berada di Samarinda. Fajar Legian izin pulang karena mertuanya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sementara Yus Arfandi, berangkat ke Balikpapan untuk berkumpul bersama keluarga istrinya.
“Tim kita saat ini hanya ada 23 pemain. Jadi kalau ada 7 pemain tak ada di mes, latihan jelas tak bisa dijalankan dengan maksimal,” ujarnya.
Nil Maizar kemarin juga sempat menanyakan soal kondisi tim terakhir, termasuk saat kalah atas Persiba Balikpapan. Selain itu ia menanyakan bagaimana kondisi pemain asing, serta pemain lokal.
“Kalau latihan bisa lebih cepat, saya ingin melihat permainan tim dan kondisi fisik mereka. Tapi kalau memang sudah dijadwalkan Senin, saya juga tak masalah,” ujarnya.
Kerja Nil Maizar di awal putaran kedua bisa dikatakan tak mudah. Sebab di tiga pertandingan awal, dua diantaranya harus menghadapi tim papan atas, yakni Persela Lamongan dan Mitra Kukar (24/5). Selanjutnya pada 3 Juni, Pusam menjalani laga tandang menghadapi Persiba Balikpapan. at

Atlet Cricket Kaltim Bisa Berkontribusi di PON 2016

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali berharap atlet cricket dapat berkontribusi dalam perolehan medali, ketika Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat.  Serta atlet cricket Kaltim ke depan mampu membawa prestasi olahraga lebih baik. Terutama dalam mempertahankan medali yang telah diraih ketika PON 2012 di Riau.
“Saya berharap ke depan cricket Kaltim dapat berkontribusi besar bagi peroleh medali Kaltim, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Bere Ali usai pelantikan Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim periode 2014-2018 dan pembukaan Rakorda PCI Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Kamis (8/5).
Dia berharap seluruh pengurus mampu mengemban amanah, tugas dan tanggung jawab yang diberikan, sehingga organisasi PCI dan cabang olahraga cricket ini akan senantiasa eksis dan mendapatkan perhatian yang baik dari masyarakat. Cricket adalah olahraga yang belum terlalu akrab di dalam masyarakat Kaltim, namun masyarakat patut bersyukur karena olahraga tersebut  mulai dimasyarakatkan dengan dibentuk organisasi PCI Provinsi dan PCI di Kabupaten/Kota se-Kaltim.
”Olahraga ini dimainkan di lapangan berumput. Esensi olahraga ini untuk mengarah pada pengembangan mental yang positif dan mengutamakan kejujuran, keadilan, menghormati orang lain, menerima keputusan wasit, bersikap sopan dan mampu mengendalikan diri,” jelasnya.
Menyukseskan olahraga tersebut, maka diharapkan seluruh pengurus dapat terus mensosialisasikan ke kabupaten/kota se Kaltim, dengan tujuan agar kelak Kaltim mampu memiliki atlet yang andal dan berkualitas, sehingga berhasil meraih prestasi yang membanggakan.
Agar pembinaan dan pengembangan olahraga ini mampu meraih prestasi yang membanggakan, perlu diadakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
”Karena itu, pemerintah provinsi memberi apresiasi berdirinya organisasi tersebut. Kami berharap adanya PCI, olahraga ini akan semakin diminati dan makin populer di masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PCI Kaltim Musyahrim mengatakan setelah pelantikan, pengurus akan melakukan seleksi atlet yang berhasil masuk tim cricket Kaltim pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.
Karena itu, Pengprov PCI Kaltim akan melakukan berbagai pembinaan, salah satunya adalah dengan melakukan kejuaraan daerah (Kejurda) pada tahun ini. Dari hasil kejurda tersebut, baru dapat diketahui siapa yang akan memperkuat tim ini.
”Karena kita masih ada waktu dua tahun untuk menuju  PON di Jawa Barat. Dengan waktu tersebut, kami yakin mampu mencari atlet berbakat dan berkualitas, sehingga ketika PON nanti tim cricket Kaltim dapat memberikan terbaik bagi daerah,” jelasnya.
Pelantikan tersebut dirangkai dengan penyerahan peralatan cricket ke 10 kabupaten/kota yang diwakili tiga Pengurus PCI Kabupaten/Kota se Kaltim, yakni Samarinda, Balikpapan dan Kutai Timur oleh Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim Bere Ali yang didampingi Ketua Umum PB PCI James Tangkudung. mar

Pembangunan Pendidikan di Daerah Tak Dibedakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim  mengatakan, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan pengembangan pembangunan pendidikan di daerah, baik yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama, dengan tujuan untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan di daerah.
"Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak sejak memimpin Kaltim telah menyatakan akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh satuan pendidikan di daerah, baik swasta dan negeri yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama.
Hal ini tidak semua daerah melakukan. Karena itu, baik peningkatan kompetensi guru dan kualifikasi guru tidak dibedakan. Semua mendapatkan perlakuan yang sama. Termasuk pengembangan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah,” papar H Musyahrim ketika ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (8/5).
Menurut Musyahrim, bentuk kongkret pembangunan pendidikan di daerah, yakni adanya program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun yang merupakan salah satu program prioritas dilaksanakan Pemprov Kaltim. Bahkan Kaltim menjadi salah satu provinsi pelopor untuk pelaksanaan Wajar 12 Tahun. Hal itu tidak lain sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim.
Selain itu, terkait perbaikan ruang kelas rusak ringan dan rusak berat, baik sekolah umum maupun madrasah Pemprov juga terus memprogramkan pada 2014, agar permasalahan sarana dan rasarana pendidikan untuk ruang kelas bisa diminimalisir.
“Kami berharap ini bisa terlaksana dengan baik dan tentu dukungan pemerintah pusat juga sangat diperlukan. Karena itu, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan pengembangan kualitas pendidikan di daerah,” jelasnya.
Mushyarim menambahkan, komitmen Pemprov Kaltim dalam bidang pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Dalam beberapa tahun terakhir sektor pendidikan selalu menjadi program prioritas Pemprov Kaltim dengan berbagai program dan terobosan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim.
"Salah satu program Pemprov di bidang pendidikan yang selalu ditunggu masyarakat khususnya bagi pelajar dan mahasiswa di setiap tahunnya adalah Beasiswa Kaltim Cemerlang, yang memang dikhususkan bagi puluhan ribu putra-putri Kaltim untuk mendapatkan pendidikan terbaik.
Pelajar dan mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa Kaltim Cemerlang tersebar di sejumlah daerah baik dalam maupun luar negeri. Untuk 2014, jumlah penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya sejak 2009 berjumlah sekitar 30 ribu penerima menjadi 50 ribu penerima setiap tahunnya sampai dengan 2018,"paparnya.
Ditambahkan, Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak tidak henti-hentinya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk memanfaatkan Beasiswa Kaltim Cemerlang sebaik-baiknya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat tertinggi.
Demikian halnya kepada putra-putri di kawasan perbatasan, pedalaman dan terpencil di Kaltim, gubernur  meminta agar bisa mengikuti program beasiswa ini untuk kemudian bisa mengabdi membangun daerahnya masing-masing sekembalinya dari menempuh pendidikan di luar daerah.
“Beasiswa ini untuk rakyat Kaltim. Dan kita harapkan juga dapat dinikmati oleh rakyat Kaltim sebagai investasi jangka panjang. Khusus untuk masyarakat perbatasan, hendaknya dapat memilih program studi (prodi) yang sesuai dengan karakter wilayahnya masing-masing, sehingga bisa diterapkan di daerah untuk pengabdian di masyarakat,” katanya.
Untuk wilayah perbatasan, sebut dia, bisa memilih prodi ketahanan dan keamanan nasional di Universitas Pertahanan (Unhan). Dan itu sudah dilakukan Pemprov dengan mengirimkan beberapa putra Sebatik dan daerah lainnya melalui program beasiswa untuk menempuh pendidikan di Unhan.
“Sebatik merupakan salah satu beranda depan NKRI. Daerah merasa ikut bertanggungjawab dalam upaya menjaga ketahanan dan keamanan negara disana. Dengan adanya mahasiswa asal Kaltim yang belajar di Unhan, sekembalinya mereka nanti bisa membantu TNI dan pemda dalam menyusun sistem pertahanan di wilayah perbatasan,” sebutnya.
Musyahrim menegaskan akan terus mengirimkan putra-putri Kaltim untuk menempuh pendidikan sesuai dengan prodi yang dibutuhkan daerah. Terutama untuk pengembangan sektor pertanian dalam arti luas, pariwisata dan industri olahan, termasuk sektor ketahanan.
“Kita akan lakukan dan mudah-mudahan tahun ajaran baru nanti bisa kita kirimkan lagi beberapa mahasiswa dari perbatasan untuk menempuh pendidikan di Unhan. Apalagi kita sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan Unhan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltim dalam bidang pertahanan dan keamanan,” tegasnya. mar

Porprov Ajang Jaring Altet PON

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kalimantan Timur menilai bahwa tujuan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV di Samarinda, Kalimantan Timur sebagai ajang penjaringan atlet-atelt potensial yang akan dipersiapkan mengikuti PON ke-XX 2016 di Jawa Barat.
Ketua Lekop Kaltim Sabran Malisi di Samarinda, Rabu, mengingatkan jangan sampai pelaksanaan Porprov dijadikan sebagai ajang persaingan antar pesertanya untuk meraih gelar juara umum.
"Berbicara masalah even olahraga adalah prestasi dan jenjang selanjutnya, semakin banyak prestasi tercipta seperti pemecahan rekor nasional, maka tujuan dari Porprov tersebut semakin berhasil, jadi semuanya bukan bergantung pada gelar juara umum yang direbut,"papar Sabran Malisi.
Sabran menilai Samarinda sebagai tuan rumah Porprov masih berkepentingan untuk merebut gelar juara umum semata, sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan even olahraga se-Kaltim tersebut.
Padahal, ada hal yang lebih besar yang seharusnya dijadikan sebagai tujuan pelaksaan even yang akan digelar September 2014 tersebut.
"Salah satu indikasinya adalah cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov yang hanya diinginkan 37 cabang olahraga, padahal mengacu pertandingan pada PON 2016 jumlah cabang yang dipertandingkan berjumlah 44 cabang," jelas Sabran.
Justru, Sabran menyayangkan keinginan KONI Samarinda bakal mempertandingkan cabang yang tidak dipertandingkan pada PON 2016, seperti Mua Thay dan Bolatangan.
"Sejauh ini cabang tersebut belum terdaftar di induk organisasi KONI Pusat, makanya belum dipertandingkan pada PON 2016 di Jawa Barat," imbuh Sabran.
Sabran berharap KONI Kaltim sebagai tim pengarah dan pengawas Porprov bisa memberikan arahan yang tepat kepada tuan rumah Porprov yakni KONI Samarinda.
"Jangan sampai pelaksanaan Porprov ini dijadikan sebagai ajang persaingan antar daerah untuk menjadi yang terbaik, namun lebih diarahkan kepada hal yang lebih besar untuk kepentingan Kaltim di PON 2016,"tegas Sabran Malisi. at

Pelatihan Aplikasi dan Telematika Gencar Digelar Diskominfo

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam upaya memaksimalkan pelayanan publik bidang pendidikan dan pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi khususnya terkait penggunaan internet secara benar dan sehat. Diskominfo Kaltim melalui Bidang Aplikasi dan Telematika terus melakukan peningkatan kualitas SDM bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan melaksanakan program pelatihan dasar-dasar Aplikasi dan Telematika (Aptel). Hingga menjelang akhir triwulan II, pelatihan sudah mencapai 845 peserta.
“Pelatihan sudah mencapai 845 peserta,  jauh melampaui target. Awalnya  kami hanya menargetkan melatih 500 peserta  dalam pencapaian program 100 hari kerja Gubernur dan Wagub . Nyatanya hingga saat ini  845 peserta yang dilatih,” ucap Kepala Diskominfo Kaltim melalui Kabid Aptel, Husaini, didampingi  Kasi Aplikasi Teknologi, Eddy S Samad, Kasi Telematika, Mushadillah, dan Kasi Media Informasi, Asnawi.
Lebih lanjut dijelaskan peningkatan target  jumlah peserta tahun ini sebanyak 500 peserta dari tahun lalu sebanyak 400 peserta, dimaksudkan untuk memberikankesempatan masyarakat mendapat pelatihan bukan hanya kalangan PNS.
“Pelatihan ini terbuka. Tidak hanya untuk kalangan PNS, tapi juga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” tukasnya.
Ditambahkan Eddy S Samad,  peserta yang sudah dilatih dari awal tahun  ini  terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan pendidikan. Mulai dari pegawai, dharma wanita, hingga anak TK, pelajar, dan mahasiswa.
Khusus PNS, mereka diberi pelatihan tentang pembuatan hingga pengelolaan website. Pengetahuan itu dianggap paling dibutuhkan dalam menunjang tugas sebagai pengelola website resmi instansi masing-masing. Dimana sesuai harapan Gubernur yang mengharuskan setiap Satuan Kerja Perangkat Dinas di  Kaltim punya website resmi sebagai media informasi instansi pada era keterbukaan informasi publik.
“Tidak hanya punya website. Tapi juga harus dikelola secara professional. Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak,Red) selalu mewanti agar informasinya selalu diperbaharui untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi berkaitan SKPD bersangkutan. Makanya operatornya perlu dilatih agar professional,” katanya.
Eddy S Samad menambahkan capaian peserta ini belum final. Kita masih akan terus memberikan pelatihan. Hari ini saja kita sedang melaksanakan pelatihan bagi operator pengelola website Dispora Kaltim, Dinkes Kaltim, BPMPD Kaltim, serta KPID Kaltim.
Tidak hanya itu, minggu depan sudah diagendakan pelatihan bagi pengelola website RSUD Abdul Wahan Sjacranie (AWS) Samarinda, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dan RSUD Tarakan. mar

Perbatasan Sebagai Pusat Kegiatan Strategis

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Derah terpencil Frederik mengatakan Pemprov Kaltim terus berkomitmen untuk membangun wilayah perbatasan sebagai pusat kegiatan strategis untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Hal ini dimaksud agar bisa bersaing dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Untuk itu kami mengajak semua dunia usaha untuk mewujudkan kawasan perbatasan sebagai pusat strategis Nasional.
“Kita ingin jadikan perbatasan sebagai pusat kegiatan strategis untuk peningkatan ekonomi, agar bisa bersaing dengan negara tetangga (Malaysia). Namun, menurutnya untuk mencapai cita-cita tersebut,wilayah perbatasan tentunya juga harus aman,” jelas Frederik saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Kominfo melalui siaran RRI Samarinda, Selasa  (6/5) lalu.
Menurut Frederik, pengelolaan perbatasan memiliki nilai yang sangat strategis dan penting, karena terkait langsung dengan upaya penegakan kedaulatan negara, penegakan pertahanan dan keamanan negara, pendayagunaan sumberdaya dan pemerataan pembangunan, serta tanggung jawab dalam membangun daya saing warga masyarakat perbatasan untuk mengimbangi aktivitas sosial ekonomi masyarakat negara tetangga.
"Karena itu, pengelolaan wilayah perbatasan sangat penting, karena terkait langsung dengan upaya penegakan kedaulatan negera serta menjadi pemerataan pembangunan,"ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro perbatasan, Penataan Wilayah dan Kerjasama Tri Murti Rahayu menyatakan, pembangunan daerah perbatasan merupakan tanggungjawab semua sektoral. Jadi bukan hanya tanggungjawab pemerintah daerah saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah bahkan TNI dan Polri. Hal  ini sangat strategis khususnya dalam upaya melibatkan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, sekaligus akan terbangun ketahanan kewilayahan.
"Kebersamaan antara TNI dengan Pemerintah Daerah terus terjalin dengan baik, terutama di Kaltim. Banyak tugas yang harus diselesaikan TNI di Kaltim, terutama masalah perbatasan. Namun demikian, hal itu akan terus ditingkatkan penanganannya. Sementara, peningkatan kebersamaan antara TNI dengan Pemerintah Provinsi dapat terus dijaga dengan baik, sehingga pembangunan di daerah ini dapat terwujud," tandasnya. mar

Pendidikan TNI Modal Sukses di Masa Depan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menyatakan pendidikan yang dilakukan sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah modal untuk mendukung para TNI menuju kesuksesan di masa depan. Terutama yang diikuti peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) pertahanan wilayah pendidikan regional (Hanwil Dikreg) XLI Sekolah staf dan Komando (Sesko) TNI 2014.
"Diharapkan dengan mengikuti KKDN, TNI yang mengikuti tahun ini mampu mendukung ketahanan daerah di masing-masing provinsi. Saya yakin melalui Sesko TNI, diharapkan mampu menjadi modal para TNI untuk menuju masa depan yang lebih baik dan mendukung kinerja pemerintah dalam ketahanan di daerah,” kata Awang Faroek Ishak saat memberikan paparan dihadapan 44 peserta KKDN Hanwil Dikreg XLI Sesko TNI Tahun Ajaran (TA) 2014 di ruang pertemuan Gubernur Kaltim Lantai II, Rabu (7/5).
Menurut dia, Sesko merupakan salah satu pendidikan yang tinggi di kalangan TNI. Dengan tujuan meningkatkan kemampuan analisis, strategi para siswa Sesko TNI terhadap komponen sumberdaya ketahanan nasional yang ada. Selain itu, diharapkan peserta Sesko mampu merumuskan strategi pemanfaatan pertahanan wilayah agar memiliki daya tangkal dan konsep pertahanan yang bersinergi, mantap, andal dan dinamis.
“Karena itu, saya berharap setelah lulus dari Sesko TNI, seluruh peserta dapat mendukung pemerintah di daerah dalam mempertahankan ketahanan keamanan di daerah, menuju masyarakat yang aman dan sejahtera,” jelasnya.
Mendukung tujuan dari kunjungan peserta KKDN Hanwil Dikreg Sesko TNI ke Kaltim, maka Pemprov Kaltim siap memberikan data tentang perkembangan pembangunan yang dilakukan pemerintah di daerah.
Karena, hal itu merupakan kewajiban yang harus dilakukan Pemprov Kaltim. Apalagi Pemprov Kaltim telah meraih berbagai prestasi sesuai dengan kinerja yang dilakukan, terutama dalam keterbukaan informasi.
Karena itu, Pemprov Kaltim menerima penghargaan terbaik pertama dari Kementerian Komunikasi dan Informasi tentang keterbukaan publik. “Semua peserta silahkan saja mengakses di Bappeda kami, jika memang ingin mengetahui data tentang perkembangan pembangunan di daerah,” tandasnya.
Menurut dia, pada era keterbukaan saat ini, semua harus disampaikan. Karena itu, seluruh masyarakat, terutama peserta bisa saja langsung mengakses data melalui website Bappeda Kaltim. Dengan data yang akurat dan benar, maka pemerintah mampu memutuskan kebijakan yang benar. Dari pertemuan tersebut dirangkai dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang diterima Pimpinan Rombongan KKDN Hanwil Dikreg XLI Sesko TNI TA 2014 Brigjen TNI Nunu Nugraha. mar

Masyarakat Diajak Wujudkan Kenyamanan Berlalu Lintas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten I Sekprov Kaltim, Aji Sayid Faturrahman mengajak  masyarakat Kaltim untuk bersunguh-sungguh dan daya upaya sekuat tenaga mencegah dan secara signifikan mengurangi kecelakaan lalu lintas. Semua punya peran turut bertanggung jawab mewujudkan kenyamanan dan ketertiban lalu lintas.
"Kita semua harus meningkatkan upaya mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seperti mendorong peningkatan pengetahuan tentang keselamatan di jalan raya kepada masyarakat luas, melaksanakan bimbingan dan penertiban sopir angkutan umum, serta sosialisasi narkoba yang berbahaya bagi pengemudi kendaraan, dan lainnya," kata  Aji Sayid Faturrahman membacakan  sambutan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam  acara  pelopor keselamatan berlalu lintas lintas forum komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan Kaltim 2014, di Halaman Parkir Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (10/5) lalu.
Dikatakan kegiatan ini diharapkan  memberikan  dampak positif kepada semua pihak dalam rangka mewujudkan keselamatan lalu lintas dan ketertiban angkutan jalan. Yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan berlalu lintas, dan terwujudnya keselamatan, serta tertibnya berlalu lintas. Gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas merupakan program yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ajakan bagi seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi mencegah atau setidaknya mengurangi terjadinya kecelakaan berlalu lintas.
Hal tersebut didasari keselakaan lalu lintas telah menjadi perhatian PBB karena semakin banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan yang terjadi. "Makanya pemprov tidak ingin tinggal diam. Kita tidak ingin lagi ada nyawa melayang sia-sia di jalan. Kita tidak ingin kehiangan calon generasi penerus bangsa hanya karena meninggal akibat kecelakaan," tandasnya.
Dijelaskan,  berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat sekitar 1,2 juta jiwa meninggal dunia dalam kecelakaan jalan raya setiap tahunnya. Kemudian 50 juta orang korban juta kecelakaan mengalami luka srius maupun cacat tetap. Catatan WHO tersebut menunjukan korban kecelakaan lalu lintas jumlahnya jauh lebih tinggi ketimbang korban perang. Selama delapan tahun perang teluk berlangsung hanya menyebabkan korban meninggal 1,2 juta jiwa atau sekitar 150 ribu jiwa per tahun. Sementara kecelakaan lalu lintas, setiap tahunnya menewaskan 1,2 juta jiwa.
Disisi lain terdapat sumber lain menyebut di Indonesia terdapat 25 ribu lebih jiwa meninggal pada 2013 atau turun dibangdingkan 2012 yang mencapai 27 ribu jiwa meninggal. Hanya saja angka ini membuat rata-rata meninggal dunia akibat kecelakaan sekitar 80 orang perhari.
"Program pencegahaan dimaksud bertujuan untuk mewujudkan target pencanangan gerakan dasawarsa keselamatan di jalan raya 2011 - 2020, yakni mampu mengurangi jumlah korban mencapai 50 persen," katanya.
Kapolda Kaltim melalui Direktur Lantas Polda Kaltim, Kombespol Rudi Sumardiono menambahkan, kondisi kecelakaan di Kaltim memang menurun 8,7 persen dari 2012 sekitar 1.410 kasus menjadi 1.285 kasus pada 2013. Tapi untuk kematian di jalan meningkat 22 persen dari 433 orang pada 2012 menjadi 530 orang pada 2013.  Secara keseluruhan, sepanjang 2013 terdapat 1.286 kasus. 530 orang meninggal dunia, 455 orang mengalami luka berat, dan 1.062 orang luka ringan.
"Kondisi ini dinilai terjadi karena masyarakat kurang patuh dan taat dalam berlalu lintas. Padahal kalau mau selamat harus patuh dan taat terhadap peraturan keselamatan berlalu lintas, serta beretika dalam berlalu lintas," sebutnya.
Kondisi tersebut mendasari pelaksanaan pelopor keselamatan berlalu lintas lintas forum komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan Kaltim ini. Ini dimaksudkan agas pemerintah bersama pemangku pentingan dan masyarakat bersinergi meningkatkan kesadaran bersama berlalu lintas yang baik.
"Keselamatan dapat terwujud jika ada kesadaran berlaluntas. Maka perlu disadarkan. Melalui kegiatan seperti ini salah satu upayanya. Mengajak semua terlibat," katanya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direrktorat Lantas Polda Kaltim dengan Organda Kaltim dan BNNP Kaltim dalam rangka pelaksanaan dekade aksi keselamatan berlalu lintas. Selain itu juga dilakukan penyematan pin pelopor keselamatan berlalu lintas ke pengembudi angkutan umum dan pemasangan stiker keselamatan berlalu lintas di kendaraan umum masing-masing. Termasuk ditunjukan peragaan cara berkendaraan yang benar sesuai petunjuk keselamatan berkendara. mar

Pengurus LPTQ Harus Jadi Pelopor Pengamalan Al Qur?an

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP berharap melalui Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pengurus dapat menjadi pelopor pengamalan Al Qur’an, baik di daerah maupun secara nasional. Karena, dengan pengembangan Al Qur’an diharapkan mampu meningkatkan ukhuwah islamiyah umat Islam di negara ini. Bahkan diharapkan pengurus LPTQ semangat dalam menyiarkan ajaran Islam kepada masyarakat melalui pengamalan Al Qur’an.
“Al Qur’an bukan hanya di baca, tetapi juga harus diamalkan arti dan maknanya. Karena itu, saya berharap pengurus LPTQ dapat menjadi pelopor pengamalan Al Qur’an di masyarakat. Caranya tentu telah banyak dilakukan, yakni dengan selalu menggelar Musabaqah Tilawatil Quran. Melalui pengamalan tersebut, diharapkan umat Islam di negara ini dapat menjadi pelopor pengamalan Al Qur’an,” kata Mukmin Faisyal saat menghadiri Munas LPTQ XV di Balikpapan, Jumat (9/5) lalu.
Melalui Munas tersebut, pengurus LPTQ dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana membaca dan mengamalkan Al Qur’an yang benar. Sehingga pengetahuan masyarakat terhadap Al Qur’an lebih baik.
Menurut dia, Al Qur’an adalah kitab suci yang diperlukan manusia yang mempunyai jiwa dan pikiran terbuka. Karena itu, menjadi kewajiban umat Islam untuk senantiasa membaca, menghafal dan kemudian mengaplikasikan ajaran Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
”Saya yakin Al Qur’an sangat penting bagi umat Islam, untuk dibaca, dihafalkan dan diajarkan yang dipastikan akan berdampak positif terhadap sikap atau kepribadian umat, yaitu menjadi insan yang beriman dan bertaqwa, serta baik moral,” jelasnya.
Munas LPTQ sangat penting dalam rangka membuat dan mengevaluasi program kerja, baik yang sudah maupun yang akan dilaksanakan, dengan harapan apa yang menjadi masalah atau kendala akan dapat diatasi dengan baik. Begitu pula dengan program, akan dapat dilaksanakan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof Dr H Abdul Djamil mengatakan LPTQ berperan membangun pengembangan Al Qur’an di negara ini.
”Karena itu, LPTQ perlu bersinergi dan menjalin kerjasama serta kemitraan dengan lembaga-lembaga dan yayasan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan Al Quran. LPTQ perlu memberikan motivasi, stimulasi dan pembinaan terhadap lembaga-lembaga dan yayasan tersebut, sehingga pengembangan Al Qur’an lebih baik,” pungkasnya. mar

Masyarakat Diajak Promosikan Potensi Wisata Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengajak kepada seluruh masyarakat Kaltim, khususnya yang mempunyai hobi travelling (jalan-jalan) atau berwisata, ikut memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata yang tersebar di daerah ini. Hal itu, dapat dilakukan dengan menceritakan dan menyebarluaskan informasi potensi wisata di Kaltim kepada sanak saudara, teman maupun orang-orang yang ditemui ketika sedang dalam perjalanan ataupun saat melakukan kunjungan ke daerah lain.
“Pengalaman dan wawasan tentang Kaltim, khususnya objek-objek wisata yang pernah dikunjungi, bisa dipromosikan dengan berbagi kisah kepada wisatawan lainnya yang ditemui saat berkunjung ke satu tempat wisata di wilayah Indonesia,” jelas Awang Faroek Ishak belum lama ini.
Awang Faroek menambahkan, Kaltim cukup kaya akan keanekaragaman seni budaya, serta nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kaltim yang meliputi budaya pesisir, keraton dan pedalaman. Potensi wisata Kaltim harus bisa menjadi kebanggaan bersama dan seharusnya dapat dikenalkan kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.
“Terlebih lagi sebagai daerah tujuan wisata di Indonesia, Pemprov Kaltim telah menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan daerah dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dan  Kaltim memiliki berbagai potensi objek wisata, seperti wisata bahari di Kepulauan Derawan, wisata ecotourism Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Malinau, Taman Nasional Kutai (TNK) di Kutai Timur, riam sungai di Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Menurut Awang Faroek, ada beberapa even kepariwisataan yang perlu mendapat promosi ke masyarakat luas misalnya Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Birau di Berau dan Bulungan, Irau di Malinau dan Tana Tidung, Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Festival Japin Internasional, Festival Mahakam dan pesta adat di beberapa kabupaten/kota.
“Even-even kepariwisataan tersebut secara rutin dilaksanakan setiap tahun yang tentunya memerlukan promosi yang perlu disebarkan secara luas, tidak terkecuali bagi pihak swasta harus pro aktif dalam mempromosikan kegiatan kepariwisataan tersebut secara nasional bahkan internasional,” katanya.
Ditambahkan, Pemprov Kaltim bersama kabupaten/kota terus membenahi infrastruktur penunjang objek wisata di daerah. Mulai dari jalan akses, perhotelan, restoran dan sarana transportasi terus diperbaiki dan dilengkapi, guna menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan dalam struktur perekonomian Kaltim.
"Sekarang ini, Pemprov bersama dengan kabupaten/kota terus berupaya melakukan pembenahan penunjang objek wisata di masing-masing daerah, baik itu infrastruktur jalan, perhotelan maupun sarana transportasinya, sehingga dengan dengan dermikian para pengunjung akan merasa senang, bukan itu saja semakin banyaknya pengunjung yang melakukan kunjungan ke objek suatu daerah, tentu akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan tarap hidup masyarakat khususnya yang ada disekitar objek wisata tersebut," paparnya. mar

PemproV Harus Mampu Transformasi Ekonomi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Untuk mewujudkan masyarakat Kaltim yang sejahtera, pemerintah harus mampu melakukan transformasi ekonomi dari Sumber Daya Alam (SDA) tak terbarukan ke SDA terbarukan.
"Transformasi itu diperlukan agar pada saat SDA tak terbarukan semakin menipis cadangannya, maka dapat disubstitusi dengan SDA terbarukan,” Kata Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Rakorda Kelitbangan Kaltim 2014.
Karena itu, kata dia, mulai sekarang ini perlu diwujudkan ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan melalui pengelolaan sektor pertanian dalam arti luas serta pengoptimalan sektor non migas dalam mendukung program pembangunan daerah.
Menurutnya, Provinsi Kaltim  merupakan salah satu provinsi yang dikaruniai sumber  daya alam yang cukup besar, baik sumber daya alam terbarukan  maupun sumber daya alam tak terbarukan  dengan sumber daya alam yang besar itu merupakan modal dasar pembangunan.
Meskipun demikian lanjut dia,  tidak dapat diharapkan seterusnya  pada Sumberdaya Alam Tak terbarukan,  seperti migas dan mineral, karena pada suatu saat nanti akan habis.
Dijelaskan, memasuki Tahun I RKPD 2014 arah kebijakan Pemprov Kaltim  memiliki makna strategis mengingat kinerja yang di capai akan menjadi dasar atau faktor penentu keberhasilan bagi tema pembangunan tahap-tahap berikutnya.
“Arah dan kebijakan Pemprov Kaltim  memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pembangunan, khususnya dalam penguatan fondasi transformasi sosial ekonomi melalui model pembangunan ekonomi hijau yang di rasa mampu memberikan keseimbangan antara pilar ekonomi, lingkungan dan  social,” jelasnya.
Untuk mencapai sukses pembangunan di Kaltim  diperlukan program-program  strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Kaltim. Karena itu, Pemprov Kaltim  mendukung adanya program pengembangan pembangunan melalui usaha-usaha penelitian dan kajian, utamanya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) kaltim, Perguruan Tinggi dan pihak terkait lainnya yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
“Balitbangda Kaltim ke depan harus melakukan penelitian-penelitian yang aplikatif untuk diperoleh rekomendasi dalam rangka meningkatkan pendapatan sektor pertanian termasuk didalamnya sub sektor perkebunan, peternakan dan perikanan,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Balitbangda Kaltim Hj Halda Arsyad mengatakan,Latar belakang pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Kelitbangan se-Kaltim  2014 bertujuan mengkoordinasikan dan membahas kegiatan kelitbangan di daerah dan  diharapkan ada nuansa baru yang berbeda dari sebelumnya. Dimana lebih memfokuskan pada litbang yang aplikatif yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan digelarnya Rakordan Kelitbangan  2014 ini, mampu merumuskan berbagai kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan pada penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ungkapnya.
Sedangkan tujuuan kegiatan Rakorda,  kata dia, untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan melalui agenda litbang yang aplikatif dengan memberikan kesempatan kepada semua stakeholder yang terkait dengan litbang, untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan program dan kegiatan kelitbangan guna mewujudkan dan mensukseskan program pembangunan daerah menuju Kaltim maju  2018. john

Polisi Cilik Ajarkan Disiplin BerLalu Lintas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gerakan serasi tegas dan atraktif yang ditunjukan para pelajar yang tergabung dalam polisi cilik, menjadi pembuka pelaksanaan sosialisasi pelopor keselamatan berlalu lintas dirlantas Polda Kalimantan Timur. Kekompakan anak-anak ini menjadi bukti ketekunan dan kedisplinan para polisi cilik yang ingin ditularkan kepada para pengguna kendaraan dalam berlalu lintas.
Belasan polisi cilik turut serta meramaikan sosialisasi gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas yang berlangsung lapangan parkir Gedung Olahraga Segiri.
Dalam kegiatan ini, para polisi cilik memperagakan variasi gerakan bertema tertib lalu lintas dan yel-yel polisi cilik di depan peserta sosialisasi gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas yang terdiri dari pelajar dan pengemudi angkutan kota dan bus.
Kekompakan para pelajar ini merupakan buah dari kedisplinan anak anak ini dalam berlatih kegiatan baris berbaris,  dari itu Direktur Lantas Polda Kaltim Rudy Sumardiyanto mengharapkan agar kedisplinan para polisi cilik bisa menular kepada para pengendara kendaraan bermotor dalam berlalu lintas.
Selain atraksi polisi cilik,  dalam sosialisasi ini juga ditampilkan bagaimana cara mengendaraan roda dua dan empat dengan baik dan benar, yang dibimbing langsung oleh instruktur profesional.
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba dituding menjadi biang maraknya kecelakaan lalu lintas pada kendaraan umum, dari itu petugas kepolisian bersama Organda Kaltim langsung melakukan tes urine terhadap pengguna kendaraan bus dan angkot.
Rudy Sumardianto mengatakan bahwa tertip berlalulintas harus didasarkan pada kesadaran dari hati masing-masing pengguna jalan, dan jangan menunggu ada atau tidaknya petugas.
"Untuk tertip tidak perlu dirajia setiap saat, karena tertip lalu lintas itu untuk diri sendiri dan sesama pengguna jalan, 99 persen kecelakaan dijalan adalah akibat tidak tertipnya pengguna jalan," kata ruddy.
Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas ini lanjut Ruddy sengaja diberlakukan guna menekan angka kecelakaan dalam lalu lintas dikalangan masyarakat yang semakin bertambah setiap tahunnya. Adanya kegiatan ini, angka kecelakaan lalu lintas Kaltim bisa diminimalisir.
“Semua stakeholder harus memiliki satu persepsi. Jadi bukan saja tanggung jawab Pemerintah, Dinas PU maupun Polresta tapi juga para pengguna kendaraan. Tujuannya gerakan ini untuk menyadarkan masyarakat sejak dini bagaimana keselamatan dijalan raya,” kata Ruddy.
Program ini, tambahnya, merupakan tidak lanjut dari rencana umum keselamatan nasional. Ada lima pilar yang harus dijabarkan dan ditindaklanjuti dalam kegiatan ini diantaranya manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan korban pasca kecelakaan.
“Ini merupakan program yang sudah dicanangkan Presiden Republik Indonesia di tingkat nasional. Seluruh jajaran stakeholder harus terlibat, karena keselamatan merupakan tangsung jawab kita semua,” tegas Ruddy.
Perlu diketahui lanjut Ruddy kecelakaan lalu lintas di Indonesia cukup memprihatinkan. Menurut data yang di lansir dari Korps lalu lintas Mabes Polri jakarta pada tahun 2013, lebih dari 25.000 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Jumlah itu sangatlah besar dan menjadi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk itu, dicananangkan dasawarsa keselamatan di jalan raya.
Untuk data di Kaltim, pada tahun 2012 terdapat 249 kecelakaan lalu lintas dengan jumlah meninggal dunia 67 jiwa, sedangkan tahun 2013 menurun menjadi 205 kecelakaan  namun jumlah korban meninggal dunia justru naik menjadi 85 jiwa.
Beberapa langkah telah dilakukan jajaran kepolisian untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Diantaranya melakukan kerjasama  dengan beberapa sekolah terutama SMP. Berbagai razia kendaraan pun telah dilakukan untuk memberikan hukuman yang sifatnya pembinaan. Selain itu, juga dilakukan pendekatan hukum bagi para pengendara yang tertangkap.
“Kita sosialisasikan bahaya berkendara motor pada anak-anak diusia 17 tahun. Secara psikologis mereka sedang mencari jati diri sehingga begitu dijalan ada temannya balapan dengan emosi mereka akan ikut-ikut. Hal itu bukan saja membahayakan mereka tetapi juga pengguna jalan lain,” jelas Ruddy.
Sementara itu untuk menggaungkan pentingnya keselamatan berlalu lintas ditlantas polda kaltim memasang stiker tentang keselamatan berlalu lintas, di sejumlah tempat dan di angkutan umum. M4n

Suhu Panas di Samarinda Masih Normal

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda memprediksi suhu panas Kota Samarinda masih dalam kondisi normal, antara 32 hingga 33 derajat celcius.
Kepala BMKG, Sutrisno mengatakan, suhu pada beberapa minggu ini sangat terik berada pada 33 derajat celcius.
"Saat ini, cuaca panas di Samarinda masih pada kisaran 32 hingga 33 derajat celcius. Jika dirasakan sangat terik, namun belum mencapai angka 37 derajat celcius. Hanya saja, dengan suhu panas itu menimbulkan resiko terhadap kesehatan dan karena banyak debu," kata Sutrisno.
Ditambahkannya, kalau musim panas, maka rentan debu dan berpotensi penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) dan muntah berak dapat menyerang siapa saja. Selain itu, kondisi angin juga dalam kondisi normal dan belum menunjukkan perubahan signifikan. Kecepatannya berkisar 5-12 knot.
"Potensi hujan bulan ini cenderung menurun, namun berpotensi hujan pada pertengahan Mei," jelasnya.
Saat ini masih dalam proses peralihan sehingga cuaca seperti hari ini (Minggu) masih akan terus berlangsung. Namun, BMKG Bandara Temindung Samarinda lanjut dia tetap mengingatkan warga agar mewaspadai terjadinya musibah kebakarang yang kerap terjadi di Kota Samarinda saas cuaca panas. aon

Mei-Oktober Kaltim Siaga Bencana Asap

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim  Wahyu Widhi Heranata, mengatakan memasuki bulan Mei hingga Oktober mendatang, wilayah Kaltim  beserta 8 provinsi lainnya seperti  Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Nangroe Aceh Darussalam, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, memasuki musim kemarau dan berstatus siaga terhadap bencana asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan.
"Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur menyatakan kesiapannya dalam mengadapi bencana asap seperti terjadi di Riau beberapa waktu lalu.  Kami bersiap menghadapi bencana asap dengan menyiapkan 1 buah pesawat herkules dan beberapa personil dalam rangka mobilisasi ke wilayah Pulau Kalimantan,” kata  Wahyu Widhi Heranata, pada acara fasilitasi pengurangan resiko bencana berbasis dunia usaha di Kantor  Gubernur Kaltim, beberapa hari lalu.
Menurutnya, kondisi Kaltim secara empiris bisa dilihat dengan perubahan kondisi biofisik alam, pemanasan global dan perubahan iklim degradasi sumber daya alam serta  lingkungan. Hal ini menimbulkan berbagai fenomena alam yang memicu terjadinya bencana seperti El Nino atau gejala gangguan iklim yang menyebabkan kekeringan dan kemarau panjang.Selain peran pemerintah, peran Lembaga atau asosiasi dunia usaha sangat penting dalam penanggulangan bencana.
“Diharapkan Lembaga atau Asosiasi dunia usaha bersinergi secara utuh dan terpadu dalam upaya pengurangan resiko bencana untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana," tandasnya.
Ditambahkan, dalam jenisnya ada bencana yang termasuk dalam bencana kegagalan teknologi, dan untuk Kalimantan timur terutama kota Balikpapan, Bontang, Muara badak, memiliki daftar tertinggi terhadap kegagalan teknologi.
“Bencana kegagalan teknologi disini dapat diibaratkan seperti kilang minyak meledak.  Kami sudah punya rencana kontinjensi. Kontijensi ini tidak lain isinya adalah pembagian peran siapa berbuat apa, dan bertanggung jawab apa, dan ini melibatkan 3 pilar yakni pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.”tuturnya.
Wahyu Widhi menjelaskan  hasil rapat kerja nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan Kaltim sebagai salah satu dari sembilan provinsi di Indonesia yang memiliki high risk (resiko tinggi) terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan akibat perubahan iklim.
“Rakernas BNPB baru lalu menyebutkan Kaltim  masuk dalam salah satu dari sembilan provinsi yang memiliki kerawanan terhadap bencana kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.
Selanjutnya, BPBD Kaltim telah mengumpulkan BPBD kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara untuk mempersiapkan langkah antisipasi guna pencegahan dan penanggulangan jika terjadi kasus bencana kebakaran lahan dan hutan di daerah.
Terdapat beberapa kabupaten yang terindikasi berpotensi dan memiliki resiko tinggi terhadap bencana kebakaran. Diantaranya, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Bulungan dan Paser.
Namun, dari daerah-daerah tersebut yang sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bahkan siap melaksanakan penanggulangan apabila terjadi bencana kebakaran lahan dan hutan adalah Kabupaten Kutai Timur dan Paser.
“Walaupun sudah diindikasikan beberapa daerah berisiko tinggi dan berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Namun, secara keseluruhan setiap daerah baik kabupaten maupun kota mempersiapkan diri untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya.
Khususnya melalui institusi yang terkait BPBD dan pemadam kebakaran untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para petugas di lapangan serta memberikan dukungan sarana dan prasarana atau peralatan pemadaman.
“Jujur saja kami mengakui merasa belum memiliki sarana dan prasarana serta peralatan yang lengkap untuk mengantisipasi kebakaran dan bencana-bencana lainya. Namun, kita terus berupaya untuk melengkapinya melalui alokasi APBN, APBD provinsi maupun kabupaten dan kota  serta meningkatkan kemampuan para petugas lapangan,” ungkap Wahyu. mar

Satu Rumah Warga Jadi Arang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebakaran kembali terjadi di Kota Samarinda. Kali ini menimpa Rumah warga di RT 03 Kebon Agung Kelurahan Lempake Samarinda sekitar pukul 24.00 wita.
Api diduga akibat konsleting listrik dari bangunan bagian belakang di Rumah Abu Bakar.
Kepada petugas,  Abu Bakar mengaku api tiba-tiba langsung membesar dari belakang rumah.
"Saat itu saya bersama keluarga sedang beristirahat di kamar masing-masing tiba-tiba saja muncul asap tebal. Ketika dilihat ternyata api sudah membesar di belakang rumah," kata Abu Bakar.
Melihat api sudah membesar iapun membangunkan seluruh penghuni rumah dan langsung keluar rumah tanpa membawa barang apapun.
"Saya tidak tahu penyebabnya, namun sebelum kebakaran dipastikan ada warga yang memperbaiki saluran listrik dibelakang rumah," kata Abu Bakar.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun kerugian mencapai Ratusan juta Rupiah.
Sementara itu untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran itu, petugas kepolisian dari Polsekta Samarinda Utara memeriksa sejumlah saksi, termasuk mencari petugas PLN yang melakukan perbaikan sebelum terjadi kebakaran. M4n

Polda Kaltim Amankan 1,5 Ton Solar Ilegal di Palaran

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Langkanya Bahan Bakar Minyak didaerah yanag kaya akan Sumber Daya MIneral di Kaltim memang mengherankan, maka wajar jika petugas Kepolisian melakukan penyelidikan terkait hilangnya BBM jenis Solar dipasaran.
Dan masyarakat patut memberikan apresiasi akan kiprah aparat penegak hukum yang berhasil mengamankan 1,5 ton bahan bakar minyak jenis solar di Kecamatan palaran dan berhasil menangkap satu orang warga yang berperan sebagai penimbun BBM ini.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol antonius Wisnu Sutirta melalui Kapolsek Palaran Kompol Yos Solata mengatakan bahwa jajaran kepolisian berhasil mengamankan satu orang warga Palaran yang diduga menjadi penimbun BBM jenis solar.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Unit Jatanras Polda Kaltim beberapa waktu lalu, Yos mengatakan bahwa BBM ini merupakan BBM subsidi yang diduga berasal dari SPBU yang berada diwilayah Samarinda dan Kecamatan Palaran.
BBM ini kemudian dikumpulkan di rumah pelaku dan rencanannya akan dijual kembali ke industri atau bahan bakar angkutan batu bara di perusahaan pertambangan batu bara dilingkungan palaran.
Tersangka SU (59) warga Jl Melanti Palaran ditangkap Sabtu lalu (3/5) di rumahnya setelah pihak kepolisian menggerebek lokasi penimbunan BBM miliknya di Jl HB Suprano.
"Meski Jajaran Reskrim Polda yang melakukan penangkapan, namun proses hukumnya diserahkan kepada Polsek Palaran, termasuk barang bukti dan satu orang tersangka dalam kasus ini," kata Yos.
Sementara itu SU pelaku penimbunan solar mengaku bahwa solar tersebut dikumpulnya dan akan ke jual kedaerah luar. Sedangkan asal solar, tersangka masih enggan mengungkapkannya. Dari informasi yang diperoleh, tersangka memang sudah lama melakukan aksi penimbunan solar dan menjualnya ke perusahaan-perusahaan. opi

Investasi di Kaltim Terus Meningkat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengungkapkan pertumbuhan dan perkembangan aktivitas sosial ekonomi di Kaltim, khususnya pada era Otonomi Daerah (Otda) berlangsung cepat dan dinamis. Terbukti dengan terus meningkatnya investasi  dari sejumlah investor baik dari dalam maupun luar negeri.
"Sejumlah investasi tersebut diantaranya pada sektor infrastruktur (Bandara, pelabuhan laut, jalan tol, ketenagalistrikan, dan lainnya), minyak dan gas bumi, pertambangan, perkebunan dan pembangunan pertanian dalam arti luas, khususnya food and rice estate. Investasi di berbagai sektor itu, tentu memerlukan tanah atau lahan untuk pelaksanaan pembangunan.  keperluan lahan bagi investor harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai ada atau terjadi kasus tumpang tindih perijinan lahan antara sektor satu dengan lainnya, ataupun dengan masyarakat,"papar Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu.
Ditambahkan,  selaku tujuan investor tersebut, daerah  harus bisa menjamin kepastian hukum dari lahan tersebut. Karena tentu saja ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan dari para investor yang ingin menanamkan modal di Kaltim. Pemprov maupun kabupaten/kota harus bisa mengatasi dengan menginventarisir lahan sesuai dengan kepemilikan, sehingga ketika investor memerlukan lahan bisa tersedia dengan aman. Dan pemerintah daerah harus meningkatkan pengawasan lahan yang dimiliki. Karena bisa saja lahan tersebut diserobot  orang-rang yang tidak bertanggungjawab dan kemudian mengklaim sebagai pemilik. Jika, itu terjadi, bisa menimbulkan konflik agraria di lingkungan masyarakat.
“Kita harus menyadari itu semua, untuk itu sangat penting untuk melakukan perencanaan dan perancangan pertanahan yang lebih baik, serta memperhatikan lokasi lahan secermat mungkin yang terkait dengan pembangunan dan untuk fasilitas umum, agar nantinya tidak menyimpang dari tata ruang yang sudah ada,” tandasnya.
Menurut Awang Faroek, guna  mengatasi permasalahan kasus tumpang tindih perijinan lahan di Kaltim, Pemprov telah melaunching Sistem One Map One Data, pada awal April lalu. Bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), Pemprov telah melakukan pengembangan program One Map One Data, dengan harapan pada 1 Januari 2015 sudah tersedia sistem andal dalam pengelolaan data dan menjadi rujukan pembangunan di provinsi dan kabupaten/kota.
“Dengan One Data One Map, Kaltim memiliki satu peta dasar untuk pelaksanaan program-program pembangunan. Karena selama ini kita menghadapi permasalahan tumpang tindih perijinan lahan untuk usaha perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Dengan sistem ini kita harapkan bisa menjadi satu solusi dari permasalahan tersebut, disamping juga RTRWP Kaltim yang tinggal menunggu pengesahan DPR,” papar Awang Faroek. mar

Lerby Dipanggil Timnas U-23

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemain muda Putra Samarinda (Pusam) Lerby Leandry mengaku tidak menyangka mendapatkan panggilan mengikuti  Training center (TC) tahap ketiga Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 dalam persiapannya menghadapi Republik Dominika.
Lerby Leandri di Samarinda, Rabu, mengatakan, timnas U-23 sudah melakukan TC dua kali dan namanya belum dilirik oleh pelatih Aji Santoso.
"Tentunya saya bersyukur, mendapatkan kesempatan seperti ini, karena setelah timnas terbentuk beberapa waktu lalu, saya tidak pernah membayangkan menjadi bagian diantaranya," jelas Lerby.
Peran Lerby di skuad Pusam sendiri memang hanya sebatas sebagai penyerang kedua, karena Pelatih Pusam Mundari lebih memilih duet penyerang asing Spaso dan Pavel Solomin dibarisan depan.
Namun pada laga menghadapi Persela, Mundari memberikan kepercayaan penuh kepada Lerby untuk tampil sebagai starter, meskipun kedua penyerang asing juga diturunkan.
Kesempatan emas tidak disia-siakan oleh mantan pemain Kaltim di PON 2012 ini, dengan menyumbangkan satu gol untuk kemenangan 3-0 atas Persela Lamongan.
"Saya akan berusaha dan berjuang di tim Pusam dan juga timnas U-23, mudah-mudahan perjuangan saya bisa membuahkan hasil," tegas Lerby.
Lerby sadar bahwa persaingan di timnas U-23 untuk memperebutkan posisi inti khususnya di barisan penyerang cukup berat.
Hal ini bukan hanya persaingan oleh rekan-rekannya di tim yang juga masuk dalam timnas U-23 seperti Bayu Gatra dan Aldair Makatindu, tapi sederetan penyerang dari tim lain juga ikut bergabung.
"Bagi saya yang terpenting adalah berjuang, apapun hasilnya saya akan tetap bersyukur bisa masuk dalam skuad timnas,"jelas Lerby. at

Banwaslu Laporkan Pelanggaran Pemilu Samarinda ke Polda Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelanggaran Pemilu legislatif di Kota Samarinda mendapat perhatian tim Polda Kaltim atas laporan salah satu caleg, dengan adanya temuan pelanggaran di Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Sempaja Selatan beberapa hari lalu.
Menindak lanjuti laporan tersebut, tim penyidik Direktorat Reserse Umum Polda Kaltim dipimpin AKBP Anang Triwidiandoko di dampingi anggota KPU Kota Samarinda memeriksa Sekretariat dan gudang PPS Kelurahan Sempaja Selatan yang sebelumnya sudah dilakukan penyegelan.
Ketua Badan Pengawas Pemilu provinsi Kaltim Khairul Akbar membenarkan adanya indikasi pelanggaran pidana Pemilu di PPS Kelurahan Sempaja Selatan sehingga penghitungan surat suara harus di ulang.
Pasalnya, Banwaslu melihat penyimpangan yang dilakukan oknum penyelenggaran ditingkat PPS yaitu melanggar undang-undang pemilu nomor 8 tahun 2012 adalah  pps tidak menyerahkan kotak suara tersegel.
"Ini jelas kriminal dan banwaslu telah melaporkan kejadian ini ke Polda Kaltim untuk memproses dan menindaklanjuti laporan ini dengan menetapkan 3 orang yang terlibat menjadi tersangka," kata Khairul.
Kini ketiga tersangka berinisial Ht, Rr dan Sp diancam pidana 2 tahun sesuai pasal 315 Undang-Undang Pemilu nomor 8 tahun 2012.
Terkait kasus pelanggaran pemilu legislatif di Kaltim, hingga sat ini Bawaslu sudah menangani kasus seperti Samarinda,  Kutai Timur, Malinau, dan Paser. Semuanya sudah ada yang dijadikan tersangka. Kemudian Balikpapan sudah di vonis serta Tarakan sudah terdakwa. M4n

Dewan Apresiasi 3 Kota Bebas Malaria

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Keberhasilan Samarinda, Balikpapan dan Bontang menjadi daerah bebas malaria oleh Kementerian Kesehatan mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman.
“Kami di Dewan sangat mengapresiasi keberhasilan Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang dalam menanggulangi kasus malaria hingga dapat sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. Semoga keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh kota/kabupaten lain, sehingga Kaltim dapat menjadi provinsi bebas malaria,” ucapnya.
Lewat penerapan pola hidup sehat yang dimulai dari rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal diseluruh wilayah, ia yakin Kaltim secara merata bisa merangkul prestasi itu. 
Untuk mewujudkannya Zain menghimbau bupati/waki kota ikut berperan mengawal langkah preventif dalam menanggulangi penyebaran kasus malaria agar tidak semakin luas. Selain itu, peran warga juga menjadi hal yang utama dengan sadar menjaga kesehatan.
“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan menjadi faktor utama. Selalu waspada dan berupaya menghapus perkembangan nyamuk dengan sering melakukan gotong royong merupakan hal efektif membersihkan sarang nyamuk,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau, posyandu dan petugas medis seperti puskemas terus mengingatkan warga menjaga pola hidup bersih.
Hal lain untuk memotivasi keberhasilan menjadi kota bebas malaria adalah dengan terus melakukan  sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak dari menyakit malaria hingga pencegahannya termasuk program kampanye bebas malaria.
“Dengan berbagai upaya tersebut semoga ke depan Kaltim dapat menjadi provinsi bebas malaria. Hal tersebut juga perlu didukung dengan meningkatkan alokasi anggaran di bidang kesehatan,” pungkasnya. hms/adv

Disiplin Latihan Kunci Pertahankan 5 Besar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan disiplin latihan merupakan salah satu kunci bagi Kaltim, untuk mempertahankan lima besar pada PON ke- XX 2016.
Zuhdi di Samarinda, Senin (5/5) mengatakan, saat membuka coaching clinic khusus bagi 60 pelatih berbagai cabang olahraga (cabor) yang saat ini menggelar training center (TC) Desentralisasi Mandiri untuk menghadapi pra kualifikasi PON 2015 dan PON 2016.
“Dalam kegiatan ini, saya berharap agar para pelatih bisa menunjukkan sikap disiplin dalam mengikuti coaching clinic sehingga menjadi panutan para atlet," ujar Zuhdi.
“Sasaran kita mencapai lima besar pada PON 2016 di Jawa Barat bisa terealisasi jika menerapkan sikap disiplin," imbuhnya.
Pengarah acara tersebut, Sumarlani yang juga wakil ketua II KONI Kaltim mengatakan tujuan dari kegiatan itu, yakni untuk penyegaran bagi puluhan pelatih yang saat ini aktif melaksanakan tugasnya pada cabang olahraga masing-masingg yang mengikuti desentralisasi mandiri.
Ia menjelaskan dalam acara itu, melibatkan pembicara yang berpengalaman dalam coaching clinic bagi pelatih, yakni Dr Ria Lumintuarso (Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan PB PASI) dan Dr Dikdik (Konsultan Olahraga KONI Pusat).
“Kami berharap selesai mengikuti acara ini, para pelatih lebih tajam dalam mengasah kemampuan atletnya. Jadi tujuan akhir dari acara ini bermuara dari upaya kita untuk meraih target lima besar atau mempertahankan prestasi seperti ada PON XVIII-2012 di Riau,” jelasnya. at

Patani Karet Harus Waspadai Penyakit JAP

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati mengatakan, tanaman karet (hevea brasiliensis) merupakan komoditi unggulan perkebunan di Kaltim. Namun produktivitas tanaman ini masih rendah akibat adanya serangan hama dan penyakit. Salah satunya serangan penyakit Jamur Akar Putih (JAP). Karena itu petani karet harus mewaspadai ancaman penyakit JAP.
"Penyakit JAP merupakan penyakit yang sangat berbahaya pada tanaman karet sebab penyakit ini bisa menyebabkan kematian tanaman dalam intensitas tinggi terutama pada tanaman yang berumur dua hingga enam tahun. Untuk itu, petani karet di Kaltim diimbau mewaspadai serangan penyakit ini. Penyakit JAP yang disebabkan jamur (rigidoporus microporus)  ini mengakibatkan kehilangan hasil produksi karet mencapai tiga hingga lima persen pada perkebunan besar,” ujar Hj Etnawati kepada media beberapa hari lalu.
Sementara pada perkebunan rakyat mencapai lima hingga 15 persen. Selain itu, infeksi yang diakibatkan patogen ini secara ekonomis memerlukan biaya yang sangat tinggi dalam pengendaliannya. Tentunya ini sangat merugikan petani karet.
"Gejala serangan JAP pada tanaman karet diantaranya terlihat pada tajuk daun berwarna pucat dan akhirnya kering dan gugur, sehingga terlihat tajuk tanaman hanya tinggal rantingnya saja,"tandasnya.
Selain itu,  tanaman yang sakit atau terserang JAP akan membentuk daun-daun muda atau bunga serta buah lebih awal dari waktu yang seharusnya. Apabila perakaran dibuka maka terlihat permukaan akar ditutupi miselium jamur atau rhizomorf berwarna putih yang menempel kuat pada akar dan sulit dilepas. Akar yang terinfeksi akhirnya membusuk dan berwarna coklat.
“Jamur ini menyerang tanaman pada segala stadium pertumbuhan mulai  pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM) hingga tanaman menghasilkan (TM). Bagian yang terserang adalah bagian yang berada dibawah permukaan tanah, baik akar tunggal, akar cabang, akar rambut ataupun leher akar akibatnya pohon mudah tumbang,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan Henny Herdiyanto menyebutkan tahun 2013 diperkirakan kerugian finansial akibat kematian tanaman karet oleh JAP mencapai Rp371 juta sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas.
“Beberapa areal perkebunan karet rakyat yang sudah terserang mencapai 937,45 hektar. Terdapat  di  Samarinda dan Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Paser serta Penajam Paser Utara,” ujar Henny Herdiyanto.
Ditambahkan,  Disbun Kaltim terus berupaya melakukan sosialisasi pengenalan dan pencegahan terhadap penyakit JAP  agar tidak menjadi wabah yang merugikan bagi petani karet. Petugas penyuluh lapangan pun menyebarkan leaflet berisi informasi dan penanganan penyakit tanaman ini. mar

Arsip Tunjang Penyelenggaraan Pembangunan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Arsip Daerah Provinsi Kaltim Mariansyah menegaskan bahwa tugas pokok arsip penting untuk menunjang kesuksesan penyelenggaraan pembangunan. Hanya saja, diakui tugas pokoknya masih belum begitu dikenal secara luas oleh masyarakat.
“Badan Arsip Daerah Kaltim mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam penyegaran kearsipan di lingkungan pemprov. Banyak program dan kegiatan yang menunjang visi misi lingkup badan arsip sendiri maupun pemprov,” kata Mariansyah beberapa hari lalu.
Menurut Mariansyah, ada 10 program badan arsip mensukseskan penyelenggaranan pemerintahan, pembangunan dan pemasyarakatan.  Diantaranya layanan data kearsipan, konsultasi kearsipan, pembenahan atau penataan arsip dan layanan penyimpanan arsip.
Ditambahkan, arsip didefinisikan secara harfiah berdasarkan UU adalah rekaman kegiatan atau peristiwa.
“Jadi semua rekaman kegiatan baik yang manual atau media elektronik dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang dilakukan lembaga Negara, masyarakat atau perserorangan mengunakan teknologi TIK, hasilnya adalah  arsip,” tandasnya.
Untuk masyarakat, contoh arsip berupa dokumen akta kelahiran anak. Arsip ini berlaku sampai bersangkutan meninggal dunia. Selanjutnya surat kematian juga merupakan bagian arsip keluarga.
“Banyak hal sebenarnya di dalam kehidupan terhubung dengan arsip. Begitu pula di setiap SKPD, sejak membuat surat dinas sampai proses penyusunannya adalah arsip. Arsip itu berbentuk kertas ada yang bentuk buku, peta, foto, film,” jelasnya.
Terkait tugas kearsipan, seiring terbitnya UU 43/2009 tentang kearsipan serta Peraturan Pemerintah dan aturan turunan lainnya menyebut terdapat pembagian kewenangan pengelolaan antara badan arsip dengan pencipta arsip atau pimpinan SKPD. Padahal tadinya semua tugas kearsipan dilakukan badan arsip.Arsip yang menjadi kewenangan badan arsip berupa arsip statis. Sedangkan arsip dinamis menjadi tanggung jawab pencipta arsip atau pimpinan SKPD.
Sementara Sumindar mengatakan peran perpustakaan dan arsip sesuai amanah UU hampir ada kesamaan satu sama lain. Sebagai SKPD Kaltim Badan Perpustakaan Daerah juga mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam membangun dan pembinaan daerah.
“Ada 4 hal pokok yang perlu diketahui, melakukan pelestarian bahan pustaka eklusif di Kaltim. Jadi buku yang berkaitan dengan Kaltim harus dilestarikan. Saat ini Badan Perpustakan sudah menyimpan hampir 10.000 judul buku tentang Kaltim,” sebutnya.
Tugas pokok lainnnya, Badan Perpusatakaan juga bertanggung jawab melaksanakan pemasyarakatan gemar membaca. Kondisinya secara umum tingkat kegemaran membaca di Indonesia baru mencapai 0,2 persen.
Selanjutnya, bertanggung jawab pada pengembangan dan pembinaan perpustakaan dengan membentuk perpustakaan yang belum ada menjadi ada, serta memberdayakan semaksimal mungkin perpustakaan yang ada.
“Berdasarkan potensi keberadaan perpustakaan, seharusnya di Kaltim terdapat 6.000 perpustakaan. Tapi nyatanya baru terbentuk 2.100 perpustakaan,” sebutnya sambil menyebut tugas yang terakhir adalah pelayanan bahan pustaka. mar

UN SMP di Kaltim Aman

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak berharap peserta Ujian Nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat berjalan aman dan lancar serta para siswa-siswi tidak takut dalam menghadapi pelaksanaan tersebut. Karena pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari ukuran keberhasilan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Saya berharap para peserta UN dapat mengikuti dengan baik. Laksanakan dengan jujur. Hadapi dengan penuh semangat tanpa rasa takut. Karena UN merupakan ukuran dari tingkat keberhasilan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/5).
Gubernur berkeyakinan peserta UN di Kaltim, baik jenjang SMA, SMP dan SD sederajat mampu meraih hasil yang baik. Apalagi, pelaksanaan tersebut dihadapi dengan tertib, tentu akan meraih hasil yang baik.Bahkan, dia mengakui bahwa tahun sebelumnya UN di Kaltim berlangsung aman dan tertib. Apalagi, siswa di wilayah perbatasan, terutama di Sebatik meraih hasil kelulusan dengan baik, yakni dengan presentase lulus 100 persen.
“Semua itu sebagai bukti bahwa pendidikan di Kaltim makin merata.  Karena itu, saya berharap para pengawas dan guru yang mengawas UN dapat melaksanakan dengan tertib,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengatakan pelaksanaan UN SMP yang serentak dilaksanakan se Indonesia sejak sejak 5 Mei 2014 berlangsung aman.
“Hingga sampai saat ini, pelaksanaan berlangsun aman dan tertib sesuai jadwal pelaksanaan. Bahkan, distribusi soal ujian telah dikirim 10 hari sebelum pelaksanaan. Yang kami mulai dari daerah sulit dijangkau, yakni wilayah perbatasan Nunukan, Malinau dan Kutai Barat,” jelas Musyahrim usai meninjau UN SMP bersama anggota DPR RI Komisi VIII di MTSN Model Samarinda di Jalan Harmonika.
Pelaksanaan UN SMP sederajat se Kaltim diikuti peserta sebanyak 48.992 siswa yang tersebar di 724 sekolah, sedangkan peserta dari Kaltara sebanyak 57.690 siswa yang tersebar di 159 sekolah baik negeri maupun swasta.
Menyukseskan penyelenggara UN tersebut tetap menggunakan pengawalan penditribusian, yakni bekerjasama dengan PT POS. Bahkan panitia melibatkan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim dan Perguruan Tinggi (PT), yakni Unmul Samarinda untuk wilayah Kaltim dan Universitas Borneo Tarakan wilayah Kaltara. “Kami berharap UN SMP berlangsung aman dan tertib hingga selesai,” jelasnya.
Musyahrim yakin seluruh peserta dapat menjalani dengan baik dan diharapkan dapat sukses meraih hasil yang ditargetkan. Karena, ujian ini bukan hal yang baru, sebab setiap tahun dilaksanakan. Karena itu, dipastikan seluruh siswa bisa mengikuti dengan baik.
“Saya yakin seluruh peserta bisa mengerjakan soal ujian yang diberikan. Karena mereka sudah memiliki bekal pengetahuan, sejak di kelas satu dan dua oleh guru bidang studi mereka masing-masing. Semoga peserta UN SMP di Kaltim bisa lulus 100 persen,” jelasnya.
UN SMP sederajat dilaksanakan sejak 5-8 Mei 2014 dan ujian susulan pada 12-16 Mei 2014. Dari pantauan di lapangan, Kepala Disdik Kaltim Musyahrim mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mendampingi anggota DPR RI Komisi VIII meninjau MTSN Model Jalan Harmonika, MTS Antasari Jalan Antasari dan MTS Labaika Jalan KH Harun Nafsie  Kamatan Samarinda Seberang. mar

Kualitas Pendidikan Meningkat dan Merata

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014 merupakan momentum untuk membulatkan dan mewujudkan tekad bersama guna menyongsong masa depan pendidikan dan peradaban Indonesia yang unggul, khususnya di daerah ini.
“Indonesia emas akan terwujud nantinya dimana diharapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, tidak hanya pada satu sektor tetapi diberbagai sektor, sehingga peradaban yang unggul itu juga akan tercapai,” ungkap Awang Faroek pada Apel Peringatan Hardiknas 2014 tingkat provinsi, di halaman Kantor Gubernur Kaltim, baru-baru ini.
Menurut dia, untuk Kaltim, Pemprov sudah mempunyai program sangat bagus dan telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir, yaitu Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata dan Prestasi Gemilang). Diketahui, tiga unsur Kaltim Cemerlang mempunyai makna tersendiri yang saling bersinergi dengan tujuan meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Kaltim.
Cerdas mempunyai makna terciptanya masyarakat Kaltim yang berakhlak mulia, cerdas, terampil dan berdaya saing tinggi. Konsep ini pada dasarnya memiliki arti luas dalam peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Implementasi dari konsep ini dituangkan dalam rencana sejumlah kegiatan yang berorientasi pada pengembangan sistem pendidikan, peningkatan mutu, dan relevansi pendidikan.
Merata, memiliki makna pendidikan yang berkeadilan, berpihak pada rakyat kecil, merata bagi seluruh masyarakat dan bertujuan untuk menyejahterakan tenaga kependidikan.
Sedangkan Prestasi Gemilang memiliki arti lebih luas, yakni menghasilkan prestasi gemilang, mampu menjawab tantangan masa depan, sesuai dengan keperluan daerah, regional, nasional bahkan internasional.
“Sejak dijalankannya program Kaltim Cemerlang pada 2009 lalu, pendidikan di Kaltim sudah bisa menunjukkan berbagai kemajuan, diantaranya angka partisipasi kasar (APK) di berbagai jenjang pendidikan terus meningkat. Demikian juga untuk indeks pembangunan manusia (IPM) menempati peringkat kelima dari 33 provinsi. Dan kita harapkan akan terus meningkat,” jelasnya.
Awang Faroek menegaskan Pemprov akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Sama halnya untuk pemberian beasiswa, dimana pada 2014 sudah mulai memberikan beasiswa Kaltim Cemerlang kepada sekitar 50.000 putra putri Kaltim dan Kaltara, baik diwilayah perkotaan maupun perdesaan, wilayah pedalaman, perbatasan dan terpencil. Tanpa membeda-bedakan siapa penerima beasiswa tersebut.
“Jadi mulai tahun 2014 ini kita sudah memberikan 50 ribu beasiswa setiap tahunnya, dengan harapan pada 2018 ada sekitar 250 ribu orang yang menerima beasiswa. Ini merupakan investasi jangka panjang di sektor pendidikan, untuk terwujudnya pendidikan yang merata diseluruh wilayah Kaltim, dan tentunya mencetak SDM unggul, andal dan berkualitas,” tegasnya.
Awang Faroek mengimbau kepada semua pemangku kepentingan di sektor pendidikan, apakah pimpinan perguruan tinggi, sekolah, yayasan pendidikan, termasuk LSM, agar dapat bahu membahu bekerjasama melakukan sinergitas untuk membangun pendidikan Kaltim yang lebih berkualitas dan merata.
“Dalam rembuk pendidikan beberapa waktu lalu, kita sudah mendapatkan berbagai masukan yang berharga untuk memperbaiki pelaksanaan pendidikan di Kaltim, guna mencapai pemerataan dan kualitas pendidikan yang terbaik. Untuk itu, sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan menjadi harapan kita bersama untuk mewujudkannya,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek Ishak didampingi Wagub HM Mukmin Faisyal dan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menyerahkan penghargaan dalam rangka Hardiknas 2014. Penghargaan yang diberikan diantaranya lomba sekolah sehat kabupaten/kota se Kaltim 2013,  lomba sekolah sehat tingkat kecamatan. Penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) berprestasi.
Kemudian, juga diserahkan penghargaan kepada pemenang festival dan lomba seni siswa tingkat provinsi, beasiswa kepada tutor PAUD S1 dan S2, bantuan pendidikan kecakapan hidup 2014 dan beasiswa BPJS Ketenagakerjaan. john

Beberapa Investor Tertarik Tanamkan Investasi

Kaltim Promosikan Produk Pertanian Pada Agro dan Food Expo

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dalam rangka memperkenalkan hasil produk pertanian dan mengaet investor untuk berinvestasi ke Kaltim, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltijm  mengikuti pameran agribisnis terbesar di Indonesia yakni Agro dan Food Expo tingkat nasional di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 1-4 Mei lalu.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim mengatakan,  dengan mengikuti ekspo sudah ada beberapa investor dalam negeri maupun luar negeri yang tertarik akan  menanamkan investasinya di Kaltim salah satunya investor dari China.
Pada ajang pameran tersebut Distan Kaltim mempromosikan berbagai produk hasil pertanian  diantaranya berbagai produk turunan singkong dan pisang dan juga komodi baru yakni buah naga, yang saat ini perkembangannya sangat pesat  dengan luas tanam saat ini mencapai 840 ha.
“Produk olahan dari singkong dan pisang merupakan komoditi yang paling diminati oleh investor baik dalam dan luar negeri," kata Ibrahin saat dikonfirmasi, Senin (5//5).
Menurut Ibrahim, pameran tersebut sangat penting karena para pengusaha nasional maupun internasional dapat mengetahui produk lokal apa saja yang dapat dikembangkan. Di Kaltim karena ada produk yang sangat potensi dikembangkan diantaranya singkong dan pisang. Selain itu kegiatan pameran tersebut antara lain, produk hasil pertanian, alat dan mesin pertanian, teknologi pertanian, industri makanan dan minuman.
Selain kegiatan pameran, agro and food expo juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti forum temu bisnis (buyers meet sellers), talkshow, demo teknologi seperti alat engolahan dan mesin dan kisah sukses wirausaha nasional dan daerah, juga menghasilkan Memorandum Of  Understanding (MoU).
Pada hari kedua penyelenggaraan pameran tersebut  Ketua asosiasi produk buah naga Samboja Kutai Kartanegara M Naim Roby dan Petani Pengelola hasil olahan Sub Terminal Agribisnis (STA) Kaliorang Kutai Timur Ade  Suparman dan Vincent Petani singkong Bongan Kutai Barat menandatangani Memorandum Of  Understanding (MoU) dengan pihak buyer yakni Misdi PT Mulya Raya Jakarta, Pambudi, Kharisma Farm dan  Hj. Darningsih Packaging House serta Edy, Ekportir.
Ibrahim menjelaskan, bisnis pisang di Kaltim sangat menjanjikan saat ini di Kaltim luas tanaman saat ini mencapaui  3.000 Ha dan yang sudah menghasilkan 1.800 Ha dan yang diminati  investor berupa buah segar dan tepung pisang, begitu juga buah naga saat ini luas tanam mencapai 840 ha dan sudah  menghasilkan sedangkan kelebihan buah naga Kaltim bisa berbuah sepanjang tahun atau tanpa musim dan permintaan  investor berupa buah segar dan meminta  20 ton per minggunya.
"Sedangkan kebun singkong saat ini ada sekitar 5.155 Ha dengan produksi mencapai 91.482 ton diminati investor berupa gaplek (chips) juga berupa beras singkong atau mutiara singkong," jelas Ibrahim. john

Wawali Pastikan Berjalan Lancar

Tinjau Pelaksanaan UN Tingkat SMP
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK  yang sudah berjalan lebih dulu,  pelaksanaan UN tingkat SMP/MTS  yang kemarin (05/05) juga dipastikan berlangsung lancar.
Kepastian ini sendiri disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail  saat memonitor pelaksanaan UN di tiga sekolah yakni SMPN 34 di Jl Aminah Syukur, SMPN 21 di Jl Tongkol dan SMPN 9 di Jl Sultan Sulaiman.
”Alhamdulillah hari ini tidak ada kendala mengenai soal  yang saya dapatkan. Begitu juga dengan tingkat kehadiran siswa setelah saya meninjau tiga sekolah, seluruhnya hadir semua,” kata Nusyirwan didampingi Kadis Pendidikan Ibnu Araby, Asisten III H Ridwan Tassa serta Kabag Humas Pemkot Samarinda Masrullah.
Sebanyak  11.451 pelajar di Samarinda terhitung sejak kemarin hingga Kamis nanti mengikuti UN tingkat SMP yang dilaksanakan di 111 Sekolah.
Pemerintah jelas Nusyirwan sangat menaruh harapan  agar tidak ada kendala berarti hingga berakhirnya pelaksanaan UN nanti.
”Mengingat UN  ini sendiri merupakan kerjaan rutin tahunan Dinas Pendidikan Samarinda, jadi saya pikir sudah ada strategi yang dipersiapkan Disdik agar pelaksanaann bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Karena jelas dia, pelaksanaan UN di hari pertama sudah menunjukan semua sistem berjalan bagus.Baik dari sistem pendistribusian, kerapian soal hingga ketepatan waktu palaksanaannya, dimana menurut Wawali sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Tinggal kita harap selama pelaksanaannya juga bisa didukung dengan cuaca yang bersahabat,” kata Nusyirwan.
Disdik juga tambah dia, sudah melakukan pemetaan terhadap sekolah yang dianggap rawan terhadap tergenang air apabila terjadi perubahan cuaca.”Intinya kita juga tidak meninggalkan langkah antisipasi terhadap sekolah ini, karenan jauh-jauh hari juga sudah kita koordinasikan  terhadap langkah pemindahan sementara pelaksanaan ujian hingga angkutan transportasinya,” sebut Nusyirwan. Tujuan hanya ingin menyukseskan penyelanggaraan UN dengan harapan agar semua pelajar bisa lulus 100 persen. ike

Ajak Warga Doakan KH Zaini Naim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Musibah kecelakaan yang dialami Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Samarinda  KH Zaini Naim beserta Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Erham Yusuf Minggu lalu, saat dalam perjalanan pulang dari Balikpapan menuju Samarinda, mengundang keprihatinan semua warga.
Tak terkecuali Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail yang Senin (05/05) pagi kemarin kembali memantau perkembangan kondisi Zaini Naim yang saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit H Darjat. Mengingat, setelah mengalami kecelakaan, Zaini  harus menjalani operasi di bagian kepala akibat benturan keras saat terjadinya kecelakaan.
”Saat ini kondisi terakhir pak Zaini Naim masih dalam tahap pemulihan pasca oparasi,” kata Wawali kepada awak media yang ikut serta dalam membesuk Ketua MUI Samarinda termasuk Erham Yusuf.
Nusyirwan sendiri hadir di rumah Sakit H Darjat  untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya, Wawali   sempat  membesuk Zaini Naim saat diantar ke rumah sakit tersebut dengan langsung mengkomunikasikan ke dokter spesialis bedah dr Arie Ibrahim sebelum dilakukan operasi minggu sore.
”Atas nama Pemerintah Kota, tentu saya mengajak semua warga bersama-sama mendoakan untuk kesembuhan beliau,” pintanya.
Karena, musibah kecelakaan yang dialami Zaini Naim ini menurut Nusyirwan setelah menjalani  tugas Pemerintahan bersama tim Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) saat studi banding di Batam.
”Untuk itu kami dari Pemerintah terus memonitor kondisi beliau setelah mendapat penanganan serius dari rumah sakit, Kita harapkan kondisi kesehatan pak Zaini Naim bisa terus membaik,” ungkap Nusyirwan.
Seraya apa yang disampaikan Wawali, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang  yang  saat kejadian hingga Senin kemarin masih menghadiri haul ulama  di kota Banjarmasin, juga turut ikut mendoakan kesembuhan KH Zaini Naim.
”Karena beliau merupakan salah satu tokoh ulama di Samarinda. Jadi sudah seharusnya saya bersama warga juga untuk  turut mendokannya,” ungkap Jaang melalui pesan singkatnya.
Karena musibah yang dialami pada saat menjalankan tugas yang berkaitan dengan Pemerintah, maka Pemkot tambah Jaang akan menanggung semua biaya berobat selama dirawat di rumah sakit.
Karena memang bentuk keprihatinan ini  jelasnya sebagai wujud kepedulian dan dukungan Pemerintah untuk kesembuhan tokoh ulama di Samarinda yang mengalami musibah saat menjalankan tugas.
”Terpenting saat ini saya mengajak masayarakat untuk mendoakan beliau agar bisa diberikan kesembuhan,” ungkapnya lagi. Ike

PMII dan GMNI Tuntut Penyaluran Beasiswa Transparan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menuntut penyaluran beasiswa dilakukan secara transparan oleh Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Kalimantan Timur.
Tuntutan Mahasiswa wajar, pasalnya mereka melihat begitu besarnya peluang penyimpangan disalah satu Dinas yang diduga sebagai dompet para koruptor karena anggaran yang begitu besar terserap di dinas ini yakni 20 persen.
Jika APBD Kaltim saja saat ini mencapai RP2 triliun, bisa dibayangkan sedikitnya ada sekitar Rp500 miliar anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan Nasional.
Hal ini diungkapkan Fuad, Ketua PMII Kota Samarinda kepada wartawan di depan kantor Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (5/5) kemarin.
Fuad mengatakan penyimpangan pengelolaan anggaran ini tampak terlihat dalam penyaluran Beasiswa cemerlang yang nilainya mencapai Rp200 miliar, tapi ternyata hanya dinikmati anak-anak pejabat dilingkungan Pemprov Kaltim.
"Beasiswa Kaltim cemerlang ternyata tidak dinikmati sepenuhnya oleh para pelajar di Kaltim dan Kaltara. Program ini justru hanya dinikmati orang-orang dekat pengambil kebijakan. Bahkan ada satu mahasiswa jurusan pasca sarjana di Jerman mendapatkan anggaran mencapai Rp400 juta," kata Fuad.
Belum lagi adanya pungutan yang diminta petugas Beasiswa kepada mahasiswa seperti penyaluran dana beasiswa yang harusnya berkisan Rp3,6 juta per mahasiswa yang menerima justru dipotong oleh panitia menjadi Rp2,7 juta.
Melihat hal ini lanjut Fuad, PMII dan GMNI sudah menyiapkan bahan untuk melaporkan temuan kami ini kepada aparat penegak hukum, agar kasus ini segera diproses, dan orang-orang yang terlibat menerima ganjaran atas perbuatan mereka.
"Siapapun yang bermain uang rakyat harus menanggung akibatnya," kata Fuad.
Selain itu Fuad juga mengatakan bahwa dalam momentum hari pendidikan nasional, PMII Dan GMNI menuntut ada nya jaminan bagi setiap anak bangsa bahwa pendidikannya bisa terjamin hingga ke perguruan tinggi kelak. Dan pihaknya, akan terus berjuang serta mengawal hingga DPR menyetujuinya untuk ditetapkan tahun 2015 mendatang.
"Ini berkaitan dengan berbagai permasalahan pendidikan yang hari ini sudah ada di Indonesia. Jadi kami meminta kepada pemerintah Jaminan Pendidikan Nasional harus diwujudkan. Karena semuanya akan ter-cover disini," katanya.
Lanjutnya, ada hampir 4 juta anak Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan setiap tahunnya. Padahal, pendidikan sudah mendapat kucuran dana yang tidak sedikit baik itu dari APBN mau pun APBD.
"Jadi kita sengaja lebih fokus kesini. Karena setiap momentum aksi Hardiknas, teman - teman hanya mengkritisi seremonial belaka. Tanpa ada kemudian menuntut bahwasanya goal settingnya itu apa. Jadi ini wujudnya jelas," kata Fuad.
Aksi yang dilakukan Mahasiswa ini sempat diwarnai kericuhan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian saat mahasiswa mencoba masuk kehalaman kantor dinas pendidikan provinsi Kaltim di Jl Basuki Rahmat.
Dalam aksinya mahasiswa menuntut agar kepala dinas pendidikan Musharim keluar dan menemui mereka, meski pihak Dinas Pendidikan sendiri telah meminta perwakilan masuk.
Beruntung aksi ini tidak berlanjut setelah masing-masing pihak berhasil menahan diri, setelah dilakukan negoisasi akhirnya perwakilan massa diperkenankan bertemu dengan kepala Diknas.
Sementara itu Musharim yang menemui para mahasiswa diruang rapat kantor dinas Pendidikan membantah jika intitusi yang dipimpinya menguasai anggaran yang begitu besar.
Memang anggaran untuk Pendidikan begitu besar lanjut Musharim bahkan hingga 20 persen, namun semuanya telah dibagi bagi ke beberapa instansi lainnya yang juga membuka sekolah untuk kepentingan instansi tersebut.
"Beberapa sekolah yang berada di instansi teknis lainnya seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan  dan beberapa dinas lainnya," kata Musharim.
Terkait seleksi penerima beasiswa Musharim mengaku bahwa sejak beberapa tahun lalu, pelaksanaan seleksi pemberian beasiswa dilakukan oleh Tim dan bukan dari Diknas.
Untuk tahun ini pemberian Beasiswa akan diseleksi oleh Kabupaten dan Kota se Kaltim, Anggaran ini akan langsung di drop kepada kabupaten dan Kota dan pemerintah daerah yang kemudian menstransfer ke Rekening penerima.
"Kami harapkan ada pemerataan penerima beasiswa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melalui online, sehingga banyak pelajaryang tidak bisa mengakses karena didaerahnya tidak memiliki jaringan internet," kata Musahrim.
Menyinggung adanya laporan penyimpangan yang dilakukan bawahannya, Musahrim menegaskan bahwa masyarakat seluruhnya bisa melaporkan kejadian penyimpangan yang dilakukan oleh instansinya ke inspektorat jika memang ada pelanggaran
"Biarkan inspektorat yang melakukan penyelidikan, jika memang ditemukan pelanggaran maka akan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku," kata Musharim.
Setelah berdialog singkat Mahasiswa akhirnya membubarkan diri, namun mereka berjanji akan kembali lagi untuk mempertanyakan proses pemeriksaan yang dilakukan inspektorat terkait adanya pungutan dalampemnyaluran Beasiswa. M4n

Pengusaha Warnet Harus Teliti Saat UN

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Menjamurnya warung internet (Warnet) hingga ke pelosok memang memiliki dampak baik. Salah satunya memudahkan warga mendapatkan informasi melalui teknologi digital ini. Namun kemudahan ini kerap disalahgunakan. Di antaranya sebagai tempat bermain game on line dan membuka situs porno.
Di kawasan Kecamatan Sungai Pinang Warnet masih menjadi wadah yang kerap dikunjungi pemuda, remaja hingga anak-anak. Lebih dari 70 persen dari mereka memanfaatkan jasa ini untuk bermain game on line, dan berkutat di beberapa jejaring sosial.
Parahnya, mereka terkadang lupa waktu. Hasilnya Warnet yang diharapkan manfaatnya, berubah fungsi menjadi tempat yang ideal untuk bolos sekolah.
Hal itu membuat Camat Sungai Pinang M Fachi mengimbau kepada pemilik Warnet, agar selektif menerima pelanggan. Sebab kalau tidak bisa membuat para pelajar ini menjadi malas belajar.
"Apalagi saat ujian nasional seperti saat ini. Seharunya yang masih sekolah, apalagi di bangku kelas 12 tidak diperkenankan bermain di Warnet," kata Fachmi.
Selain siapa pelanggannya juga waktu operasional lebih penting. Jangan sampai warnet menerima pengunjung anak-anak sekolah hingga larut malam.
"Misalkan saja pagi saat jam sekolah, seharusnya pemilik Warnet tidak memperkenankan anak yang duduk di bangku sekolah menggunakan fasilitas yang mereka sediakan. Menurut saya itu sama halnya memberikan wadah kepada pelajar untuk bolos sekolah," ujarnya.
Walau masuk dalam kategori kawasan pinggiran, namun sejak awal tahun 2010 usaha ini sudah mulai menjamur di kawasan Sungai Pinang. Saat ini saja terhitung ada puluhan pengusaha Warnet di kawasan itu dengan total pelanggan mencapai ratusan orang per hari.
"Sekarang jumlahnya tidak sebanyak dulu. Tapi sampai sekarang pengusaha Warnet Sampai di dalam gang," pungkasnya. aon

Perda Miras Samarinda Dipertanyakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kota Surabaya segera memiliki peraturan daerah (perda) tentang minuman keras (miras). Bagaimana dengan Kota Samarinda?. Pertanyaan ini muncul seiring dengan terpilihnya anggota DPRD yang baru.
Desakan agar ada penerapan aturan tentang peredaran miras di wilayah kota Samarinda cukup santer di kalangan masyarakat mengingat  aksi kejahatan yang mayoritas dipicu minuman itu.
Amanu, salah seorang guru baca Al-Qur'an, merasa prihatin atas maraknya miras di wilayah Kota Samarinda. "Untuk itu saya menitipkan soal miras ini kepada anggota dewan yang baru agar benar- benar diseriusi," ujarnya, Senin (5/5) kemarin.
Menurutnya,  aksi kejahatan dan kekerasan itu umumnya dipicu minuman keras, sehingga perlu ada aturan hukum dalam bentuk perda.
Dengan adanya pembatasan peredaran miras, guru ngaji yang berasal dari Jawa Timur ini meyakini akan mampu memberikan dampak baik bagi perkembangan generasi muda.
"Setahu saya tentang Perda miras di Surabaya adalah regulasinya cukup banyak, di antaranya penjualan miras akan dibatasi pada tiga titik yakni hotel bintang 3 ke atas, tempat hiburan seperti karaoke dan bar, serta rumah-rumah warga asing," katanya.
Di Samarinda, sejak 18 November lalu, DPRD Kota Samarinda telah mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang Pengaturan Usaha Hiburan, sekaligus Perda tentang Distribusi dan Penjualan Minuman Keras (Miras).
Namun sampai saat ini, aturan-aturan krusial tersebut belum terdengar gaungnya. Bahkan tidak banyak warga Samarinda yang tahu isi Perda tersebut. Di sisi lain, masih banyak ditemukan toko-toko yang menjual Miras.
“Realita perda miras di Samarinda memang demikian. Tak terdengar gaungnya. Bahkan ada kesan pembekuan terhadap perda miras," katanya.
Dia katakan, pemerintah harus melakukan sosialisasi perihal aturan ini, sehingga semua lapisan masyarakat mengerti. "Kinerja Pemkot Samarinda dalam melaksanakan sosialisasi terkesan lamban. Sejak peraturan itu disahkan akhir tahun lalu. Semoga anggota dewan yang baru mampu menjadi pengawas perihal perda miras ini," harapnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Samarinda, H Nusyirwan Ismail, menilai pembatasan peredaran Miras dipandang sebagai langkah efektif untuk menciptakan kondusifnya kondisi keamanan dan ketertiban di kota Samarinda.
"Makin banyaknya miras yang beredar di Kota Samarinda maka Pemkot Samarinda akan lebih ketat dalam mengeluarkan ijin miras. Pemkot juga tidak akan lagi mengeluarkan ijin Miras baru untuk di Kota Samarinda," kata Nusyirwan Ismail.
Menurut Nusyirwan, jika sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) yang tidak memenuhi ketentuan dan syarat maka ijin tidak dikeluarkan. Selain itu juga tidak ada penambahan THM dan ijin baru untuk mimuman beralkohol tersebut. "Kami akan terus melakukan pengawasan disejumlah THM yang ada di Kota Samarinda," ujarnya. tha

SBY ke Kaltim

Juni, Resmikan Kawasan Industi Pengolahan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Plt Sekprov Kaltim Rusmad menjelaskan, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) segera terbentuk. Rencananya Juni mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meresmikan kawasan industri pengolahan yang direncanakan untuk meningkatkan daya saing daerah ini.
“Saat ini tinggal menunggu PP KEK nya selesai, sehingga segera diresmikan. Yang jelas KEK MBTK masuk dalam deretan 10 proyek yang diusulkan diresmikan presiden bertepatan pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI Kaltim, 19 Juni mendatang,” kata  Rusmadi beberapa hari lalu di Samarinda.
Rusmadi mengakui, semua persyaratan pembentukan KEK telah terpenuhi. Bahkan seluruh kementerian sepakat mendukungnya, hal itu ditandai dengan  pembangunan jalan akses menuju kawasan industri sepanjang 17 kilometer oleh Kementerian PU, kemudian Kemenhub membangun CPO Terminal dan Kementerian Perindustrian membangun Tangki Timbun.
"Karena itu, kita berharap PP pembentukannya segara terbit. Harapnya dapat memberi kepastian bagi investor yang ingin terlibat dalam pengembangan kawasan industri yang dikembangkan dengan luas 32.500 hektare dan tujuh zona bidang usaha KEK di dalamnya. Yang gilirannya diharapkan mewujudkan keinginan Pemprov Kaltim memenuhi kewajiban pemerintah melakukan hilirisasi agar terjadi peningkatan nilai tambah produk. Ini sejalan dengan Visi Kaltim 2018 yaitu Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang merata dan Berkeadilan berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan,”paparnya.
Terkait peresmian sejumlah proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kaltim dimaksud, Rusmadi mengaku Pemprov Kaltim telah mengusulkan sekitar 10 proyek pembangunan yang telah selesai maupun dalam tahap penyelesaian untuk diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Kita sudah bersurat ke Presiden melalui Setneg (Sekretariat Negara) perihal persemian proyek di Kaltim. Bahkan sebagian proyek yang akan diresmikan seperti pembangunan Bandara Sepinggan Balikpapan yang akan berganti nama menjadi Bandara Aji Sultan Sulaiman Sepinggan Balikpapan sudah dilakukan survey lokasi guna memastikan kesiapan yang akan diresmikan," tandasnya.
Rusmadi menambahkan, 10 proyek yang akan diresmikan tersebut adalah persemian terminal baru beserta nama barunya senilai Rp 1,6 triliun (dana PT Angkasa Pura), pembangunan sisi darat Bandara Samarinda Baru (BSB) senilai Rp 631 miliar (kontrak tahun jamak APBD Kaltim 2011 – 2013).
"Serta perluasan Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Nunukan senilai Rp 120 miliar (kontrak tahun jamak APBD Kalim 2012-2013),"ujar Rusmadi
Selanjutnya, peresmian KEK MBTK, PLTG Senipah 2x 41 megawatt dan PLTU ambalut 1 x 60 megawatt,  Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan senilai Rp 55 miliar (APBN 2012), pembangunan education center tahap pertama senilai Rp 79,122 miliar (APBD Kaltim 2013), pembangunan Institut Seni dan Budaya (ISBI) Tenggarong, pembangunan Pusat Rehablilitasi Narkoba Samarinda, serta proyek Sininubi 2B dan Peciko 7B oleh PT Total E&P Indonesie. mar

Hari ini 57.695 Siswa SMP/MTS Ikuti UN

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Hari ini Senin pagi (5/5) sekitar 57.695 siswa dan siswi pelajar sekolah menengan umum tingkat Pertama/ MTS  yang tersebar di 15 daerah di Kaltim dan Kaltara akan menghadapi Ujian Nasional.
Sesuai jadwal UN akan berlangsung sejak tanggal 5 mei hingga 8 mei mendatang dengan mengujikan 4 mata pelajaran terdiri Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Penge-tahuan Alam (IPA).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Musyahrim menjelaskan 57.695 siswa terdiri 43.534 siswa asal sekolah negeri dan 14.161 siswa asal sekolah swasta dari 840 sekolah negeri dan swasta di Kaltim dan Kaltara dinyatakan telah siap ikuti UN. Sedangkan UN susulan dijadwalkan 12-16 Mei dan hasilnya diumumkan pada 14 Juni mendatang.
“Tak ada yang berbeda antara UN SMP dan SMA, hanya jumlah mata pelajaran yang diujikan serta proses pemindaian Lembar Jawaban UN (LJUN) SMA dilakukan perguruan tinggi, sedangkan LJUN SMP dipindai Disdikbud Kaltim,” kata Musyahrim.
Adapun target kelulusan UN SMP dipatok 100 persen di seluruh tingkatan sekolah. Sebab, seluruh siswa telah ditempa selama 3 tahun dengan pejaran yang diujikan. Sehingga tak ada alasan bagi siswa tak dapat mengerjakan soal UN.
Sementara itu, Koordinator Distribusi Naskah UN Kaltim, Idhamsyah meng-ungkapkan sejak 23 April lalu pihaknya telah distribusi naskah UN ke Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Kutai Timur. Sedangkan daerah di Kaltara mulai dikirim Jumat (25/4) lalu meliputi Tarakan, Tana Tidung, Nunukan, Bulungan dan Malinau. Untuk wilayah Kutai Kartanegara sudah terdistribusi sebagian, sedangkan Samarinda, Balikpapan dan Bontang mulai distribusi pada 3 Mei kemarin.
“Kami belum terima laporan hasil distribusi soal UN dari daerah, termasuk kekurangan soal dan hal teknis lain. Tapi, H-3 jelang UN SMP/MTs naskah UN telah terdistribusi ke seluruh daerah di Kaltara dan Kaltim,” lanjutnya. M4n

Pemprov Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menyatakan bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah. Karena itu, ada lima kebijakan yang akan dilakukan setiap tahun, yakni melakukan penguatan daya saing daerah berbasis sumber daya terbarukan yang didukung penguatan manajemen sumber daya aparatur, industrialisasi produk unggulan daerah dan pengembangan energi baru dan terbarukan.
”Karena semua itu bertujuan untuk mendukung peningkatan pembangunan di daerah, maka strategi yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas sistem penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, percepatan pengentasan kemiskinan. Saya pikir hal ini adalah bagian dari peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah,” kata Mukmin Faisyal ketika ditemui di Rapat Koordinasi Pengembangan (Rakorbang) Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan kesejahteraan sosial (Kessos) Wilayah Regional IV Kalimantan 2014 di Balikpapan, Sabtu (3/5) lalu.
Menurut dia, peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan bagian dari tujuan pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltim, antara lain meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pendapatan masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi hijau, menyediakan infrastruktur dasar yang berkualitas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Meski begitu, Pemprov Kaltim juga akan terus bertekad untuk mengentaskan pengangguran yang berdampak pada pemerataan kesejahteraan, penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan.
”Banyak cara yang dilakukan untuk semua itu, yakni meningkatkan dan memperluas kesempatan kerja, mengembangkan ekonomi kerakyatan, percepatan transformasi ekonomi, pemenuhan kebutuhan energi ramah lingkungan, pengembangan agroindustri, penguatan cadangan pangan, meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup,” jelasnya.
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengapresiasi langkah seluruh daerah yang memprogramkan sistem layanan sosial terpadu. Diharapkan, melalui program tersebut, tidak ada lagi masyarakat miskin yang mengeluh.
”Karena, alokasi anggaran tersebut sudah dimiliki seluruh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial. Bahkan, jika pelayanan tersebut satu atap, misal pelayanan kesehatan dan pendidikan, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh akan haknya. Semua itu, tujuan dari program pelayanan terpadu dan gerakan masyarakat peduli kabupaten/kota sejahtera (Pandu Gempita),” jelasnya.
Adapun daerah yang sudah melaksanakan program tersebut, yakni Kota Payakumbuh, Kota Sukabumi, Kabupaten Sragen, Kabupaten Berau dan Kabupaten Bantaeng. mar

Kaltim Cemerlang Dukung Visi Indonesia Emas 2045

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, program pembangunan pendidikan Pemprov Kaltim yang dikenal Kaltim Cerdas Merata Prestasi Gemilang (Cemerlang) dipastikan berlanjut pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2014 – 2018. Karena sasaran pembangunan di Kaltim sejalan dengan cita-cita pembangunan pendidikan nasional untuk menyongsong pendidikan dan peradaban Indonesia yang unggul.
“Program Kaltim Cemerlang diharap mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Sudah menjadi tekad bersama mewujudkan Indonesia emas. Masyarakatnya mampu bersaing dengan negara lain sesuai cita-cita pembangunan nasional menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia,” kata Awang Faroek Ishak ketika usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hardiknas 2014 di Kantor Gubernur, Jumat (2/5) lalu.
Diyakini Gubernur, program Kaltim Cemrlang merupakan terobosan pembangunan pendidikan yang bagus. Nyatanya pelaksanaan lima tahun terkahir menunjukkan hasil positif. Diantarannya mampu menunjukan peningkatan angka partisipasi kasar (APK) atau rasio jumlah siswa yang sekolah pada semua jenjang pendidikan selalu meningkat.
Apalagi jika dilihat dari pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM). Dengan pelaksanaan program Kaltim Cemerlang, pada 2013 IPM Kaltim menempati peringkat 5 dari 33 provinsi se-Indonesia.
“Ke depan, seiring semangat Hardiknas pemprov berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, dan mewujudkan pemerataan pendidikan,” yakinnya.
Untuk itu, pemprov terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru. Sedangkan untuk mewujudkan pemerataan, pemprov menyiapkan beasiswa yang dapat dinikmati masyarakat Kaltim hingga pelosok dan terpencil. Tahun ini pempov telah mengalokasikan Beasiswa Kaltim Cemerlang untuk 50 ribu lebih penerima.
“Target kita hingga 2018 menyalurkan 250 ribu beasiswa. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan kualitas SDM di Kaltim,” sebutnya.
Selanjutnya, mantan bupati Kutai Timur itu mengajak pemangku kepentingan mulai dari pimpinan sekolah, perguruan tinggi, hingga yayasan bahu membahu melakukan sinergitas meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim.
“Dalam rembuk pendidikan sudah didapat masukan berharga untuk perbaikan kualitas pendidikan, sekarang tinggal komitmen pelaksanaannya,” tukasnya.
Gubernur bertindak selaku inspektur upacara membacakan amanat Mendikbud RI, M. Nuh. Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan beasiswa dan berbagai penghargaan bagi pemangku kepentingan bidang pendidikan di Kaltim. Hadir saat itu FKPD Kaltim dan Samarinda, serta Kepala SKPD tingkat Kaltim. mar

2015, Kabupaten dan Kota Wajib Menerapkan

Sosialisasi Penerapan Standar Akutansi Pemerintahan Berbasis Akrual

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Asisten IV Sekprov Kaltim H Sofyan Helmi mengatakan, pengelolaan keuangan daerah dan penyusunan laporan pelaksanaan pertanggungjawaban APBD selama ini hanya mengacu kepada standar akutansi yang berbasis kas. Seiring terbitnya Permendagri Nomor 64 tahun 2013 maka standar akutansi berubah menjadi akrual.
"Kepada seluruh kepala daerah di Kaltim bahwa peraturan Kepala Daeerah yang mengatur tentang sistim akutansi pemerintah daerah (SAPD) ditetapkan paling lambat 31 Mei 2014, maka pemerintah daerah dituntut untuk mempersiapkan lebih dini sumber daya manusia maupun perangkat yang diperlukan sistem yang dapat membantu pelaksanaannya," kata Sofyan Helmi pada sosialisasi Penerapan Standar Akutansi Pemerintahan berbasis akrual di lingkungan SKPD Pemprov Kaltim di Balikpapan, belum lama ini.
Dijelaskan, metode akrual  yakni suatu metode akutansi dimana penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi terjadi bukan ketika uang kas untuk transaksi-transaksi, tersebut diterima  untuk dibayarkan. Dengan demuikian  pencatatan dalam metode ini bebas dari pengaruh waktu kapan  kas diterima dan kapan pengeluaran dilakukan.
Saat ini lanjut Sofyan, peraturan Gubernur Kaltim tentang kebijakan akutansi berbasis akrual masih dalam proses penyelesaian  yang disusun  Biro keuangan  dan diharapkan pada 2015 regulasi tersebut sudah diterapkan di seluruh SKPD.
"Kami imbau kepada seluruh bupati dan walikota juga segera menyiapkan ketentuan tersebut," jelasnya.
Menurutnya, kesalahan pada penerapan kebijakan akuntansi disuatu daerah nanti bisa berdampak terhadap opini BPK-RI atas laporan keuangan pemerintah daeerah  pada tahun mendatang.Bisa saja yang sebelumnya WTP justru Disclamer kalau tidak menerapkan  standar akutansi akrual.
Sementara itu kepala Biro Keuangan Setprov Kaltim HM  Fadliansyah mengatakan, penerapan akutansi berbasis akrual memberikan manfaat positif pada aset daerah, karena mampu meminimalisir atau mencegah perbuatan KKN. 
Ia juga berharap semua kabupaten dan kota bisa memberikan dukungan dan pihaknya juga siap memberikan klinik atau pelatihan bagi daerah yang ingin mendalami penerapan standar berbasis akrual tersebut.
"Tim yang memberikan klinik terdiri dari akuntansi, mulai dari inspektorat, BPK Perwakilan Kaltimm, Biro Keuangan dan Perlengkapan Pemprov, sehingga pemerintah daeerah tidak perlu konsultasi kew pusat," jelasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri, Kepala Perwakilan BPJKOP Kaltim H Syafrifuddin, Ketua Program pendidikan profesi akutansi fakultas ekonomi dan bisnis Unversitas Padjajaran Bandung Nunuy Nur Afiah, Ketua Program pendidikan profesi Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip Haryanto. john

Gubernur Gelorakan Olahraga

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak peserta lomba senam aerobik se-Kaltim dan Kaltara terus mengelorakan olahraga dengan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Karena dengan kesehatan tubuh prima akan menjadi modal dasar yang mampu digunakan secara maksimal.
"Lomba senam aerobik ini  apabila dapat dimasyarakatkan secara luas dijamin kebugaran masyarakat akan terwujud dan pada akhirnya masyarakat sehat akan menjadi kenyataan," kata Gubernur Awang Faroek Ishak yang disampaikan sekretaris Dispora Kaltim Fahrullah saat membuka  Competition Aerobic se Kaltim dan Kaltara 2014 di GOR Segiri Minggu (4/5).
Pada kesempatan juga  seluruh atlet  Kaltim agar tidak terlibat enyalahgunaan narkoba.  Penggunaan dan ketergantungan terhadap narkoba akan berdampak buruk terhadap prestasi atlet.
Menurut dia, sebagai olahragawan, atlet harus memiliki kondisi tubuh yang prima. Karena itu, wajar jika para atlet harus jauh dari penyalahgunaan narkoba. Bahkan, atlet diharapkan dapat mensosialisasikan pentingnya manjauhi narkoba untuk semua golongan, terutama para atlet. Selain mengingatkan para atlet untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.
Gubernur Awang Faroek juga berharap agar kompetisi aerobic yang dilaksanakan bermanfaat untuk banyak orang, terutama para atlet itu sendiri.
“Kegiatan ini sangat positif. Karena, dalam kompetisi ini atlet diwajibkan untuk menjunjung sportivitas, sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan bagi daerahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara H Ego Arifin  mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut, untuk memberikan motivasi kepada atlet aerobic agar mampu meraih prestasi yang lebih baik ke depannya.
"Peserta semakin meningkat dibanduing tahun lalu, itu artinya aerobic semakin digemari dan pertanda animo masyarakat Kaltim ingin bugar dan sehat juga bertambah banyak," ujarnya.
Kompetisi aerobic ini diikuti 450 peseerta, dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang dan Bulungan. Sedangkan kategori lomba yang dipertandingkan ada sekitar sembilan kategori, diantaranya Low Impact, Mix Impact, Body Language, Mix Dance  dan Antar Sanggar.  john

Setelah WTN, Kembali WTL Disabet

Terminal Sungai Kunjang Dinilai Terbaik se-Indonesia
 
SAMARINDA, Poskota Kaltim
Dunia transportasi  di Samarinda patut berbangga hati. Pasalnya, Terminal Sungai Kunjang, di Jl Untung Suropati, dinobatkan sebagai terminal penumpang terbaik pertama dalam penganugrahan Wahana Tata Laksana (WTL) untuk urusan pelayanan penumpang tahun 2013.
Penghargaan ini sendiri diserahkan langsung  Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Suroyo Alimoeso kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dalam hal ini diwakilkan Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Hari Prabowo dalam rangakaian rapat kerja teknis penyelenggaraan terminal penumpang se-Indonesia, belum lama ini di kota Batam.
Tentu prestasi yang diraih Samarinda  tadi semakin menambah panjang deretan penghargaan di bidang Transportasi. Mengingat, sebelumnya kota Tepian pernah berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori Lalu Lintas 2013 Kota Besar dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Ketika ditemui media ini di ruang kerjanya Rabu (30/04) lalu, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Abdullah, mengaku tak menyangka  kalau Samarinda dinobatkan sebagai penerima penghargaan WTL.
Bahkan katanya, Samarinda merupakan satu-satunya kota Besar di Kalimantan yang meraih penghargaan tersebut. "Tentu kami sangat bersyukur atas raihan prestasi ini, mengingat penghargaan tadi didapat juga tak lepas dari kerja sama semua pihak terkait dalam mendukung dan memajukan transportasi di Samarinda," tuturnya.
Memang jelas Abdullah, Agustus tahun lalu, beberapa staf dari Kementerian Perhubungan pernah berkunjung ke Samarinda guna melakukan penilaian dan pengamatan mengenai pelayanan transportasi penumpang di Terminal Sungai Kunjang.
"Kebetulan pak Mintojo selaku Kepala terminal yang langsung memberikan penjelasan mengenai sistem pelayanan disana," sebutnya.
Hasilnya, Alhamdulillah sambung dia, terminal Sungai Kunjang berada  pada urutan teratas dalam pengumpulan poin dari 90 kota besar yang dinilai. "Tentunya hasil ini di luar dari yang kita bayangkan sebelumnya,"celetuknya.
Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi operator angkutan umum sebagai mitra kerja pemerintah dalam meningkatkan pelayanan angkutan kepada masyarakat untuk terus memperbaiki pelayanan  dengan lebih memperhatikan aspek keselamatan."Atas nama Pemerintah saya juga memberikan apresiasi kepada para perusahaan dan pengusaha angkutan terhadap kinerja dan dedikasinya dalam penyelenggaraan pelayanan yang terbaik bagi warga” katanya.
Kendati berhasil menorehkan prestasi moncer, ia menambahkan tidak lantas membuat Dishub Samarinda berpuas diri. Abdulah mengaku pihaknya masih terus mengembangkan transportasi dan lalu lintas  di kota Tepian agar semakin baik. Termasuk keinginannya untuk mendatangkan kembali penghargaan WTN ke Samarinda tahun ini. ike

YKI Deteksi Kanker Serviks Lewat IVA

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Menyusul dari kegiatan sebelumnya berupa penyuluhan pencegahan kanker leher rehem (serviks) beberapa waktu lalu, baru-baru ini Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kota Samarinda melakukan pemeriksaan deteksi kanker serviks bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pekerjaan Umum Kaltim.
“Sebelumnya kita melakukan penyuluhan, dan alhamdulillah mendapat respon dari ibu-ibu dharma wanita yang minta dilakukan kegiatan pemeriksaan deteksi kanker serviks. Makanya hari ini kita lakukan dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di pendopo rumah dinas kepala PU Kaltim,” ucap ketua YKI Kota Samarinda Hj Aminah Amins.
Dikatakan isteri mantan wali kota Samarinda ini, pemeriksaan deteksi kanker serviks dilakukan oleh dr Fernando Sp OG. “Kanker servika merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang perlu menjadi perhatian utama bagi semua pihak, khususnya sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi perempuan Indonesia,” tuturnya.
Ia mengharapkan kegiatan ini bisa menyadarkan kaum perempuan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. “Karena itu, pemeriksaan dini harus menjadi inisiatif perempuan sendiri dalam melindungi dirinya dari terkena kanker serviks,” tandasnya. ike

Anggota Dewan Baru Diharap Aspiratif

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda,  diminta benar-benar menjadi penyambung lidah masyarakat. Sikap aspiratif inilah yang dibutuhkan untuk mampu mendengar dan menyuarakan ke pemerintah dalam pembangunan dan kemakmuran.
"Aspiratif. Kalimat ini yang harus diemban oleh wakil rakyat yang baru nanti," ujar Ketua RT 01 Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (4/5) kemarin.
Dia mengatakan, wakil rakyat yang kembali menjadi calon anggota DPRD hampir dipastikan akan sibuk mempersiapkan berbagai hal untuk kepentingan rakyatnya.
"Jangan sampai karena sibuk dengan urusan politik dan pribadi, mereka malas masuk kantor dan tidak menjalankan amanah yang diembannya sebagai wakil rakyat," katanya.
Hal serupa diungkapkan Ketua RT 08, Suyadi. Dia mengakui, urusan politik dan amanah sebagai wakil rakyat tidak bisa dipisahkan pada diri anggota DPRD. Pasalnya, seseorang yang duduk sebagai anggota DPRD adalah utusan partai politik (parpol).
"Saya yakin jika anggota dewan memiliki hati nurani maka akan mampu menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat yang amanah dan mampu memberikan yang terbaik bagi rakyatnya," ujar Suyadi.
Menurutnya, tindakan oknum anggota dewan yang malas masuk kantor akan merusak citra lembaga DPRD. "Badan Kehormatan (BK) DPRD harus  bersikap tegas bagi para anggota DPRD yang malas berkantor. Wakil rakyat  harus tetap bertanggung jawab dengan jabatannya sebagai wakil rakyat," pintanya.
Dia katakan, rakyat pasti akan terus memantau kinerja seluruh anggota DPRD Kota Samarinda, dalam menjalankan amanah rakyat.
“Semua pihak perlu mengingatkan anggota dewan agar dalam melakukan tugasnya penuh tanggung jawab dan  tidak serta-merta mengabaikan tugas sebagai wakil rakyat,”katanya.
Di wilayah Kota Samarinda, lanjutnya,  saat ini banyak pekerjaan rumah yang menumpuk dan harus segera diselesaikan. Termasuk soal penanggulangan masalah banjir, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pembahasan beberapa  rancangan peraturan daerah (Perda) yang belum tuntas.
"Negara Indonesia menganut paham kedaulatan rakyat. Pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. Kekuasaan yang sesungguhnya adalah berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Nah, jangan sampai hal itu ternodai," ungkapnya.
Dia juga mengatakan  bahwa sebagai wakil rakyat maka suara DPR adalah suara rakyat. Namun, dalam realitasnya, DPR sebagai wakil rakyat masih menyisakan tanda tanya yang cukup besar di hati rakyat.
”Jangan sampai wakil rakyat justru malah melukai hati mereka yang diwakili karena hal ini telah menjadi pembahasan di berbagai media baik media cetak maupun media elektronik bagaimana perilaku wakil rakyat," katanya. tha

Jenazah WNA Masih di Lemari Es

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jenazah Warga Negara Siberia yang ditemukan tewas tergantung diruang mesin kapal motor Sofia, saat berlayar ke Samarinda masih berada diruang pendinging kamar jenazah Rumah Sakit Umum Aw Sjahranie Samarinda.
Jenazah laki-laki berumur 26 tahun ini dibawa ke RSU AW Sjahranie Samarinda untuk dilakukan autopsi.
Seifu Kifle Teklemariam merupakan anak buah kapal motor Sofia berbendera Liberia, kapal motor ini baru berlayar dari India menuju ke Samarinda,  untuk mengambil muatan batu bara untuk dibawa kembali ke negara India.
Seiful Kifle ditemukan ABK kapal Sofia telah tergantung di kamar mesin pada selasa sekitar pukul 14.00 Wib, setelah diturunkan jenazah kemudian dibawa ke Samarinda untuk dilakukan autopsi.
Sementara itu Kapten Kapal Sofia dan beberapa anak buah kapal langsung menjalani pemeriksaan di administratur pelabuhan tentang kejadian yang menimpa abknya.
Kepada petugas Adpel, nahkoda kapal mengatakan menyerahkan proses penyelidikan kasus meninggalnya satu ABK nya kepada kepolisian Indonesia.
"Kami serahkan penyelidikan kasus ini kepada pihak kepolisian Indonesia," kata Nahkoda Kapal Sofia di kantor Adpel belum lama ini.
Sementara itu Kasi Penyelamatan Berlayar dan Penjagaan dan Patroli Syahbandar Klas II Samarinda Capt Alexander Allokendek mengatakan bahwa korban ditemukan meninggal dunia saat berada di perairan Singapura. Karena kapal berbendera Siberia ini akan menuju ke Samarinda, maka jenazah korban dibawa ke Samarinda. Jenazahnya kemudian dimasukan kedalam lemari pendingin di kapal itu.
"Saat ditemukan korban Tegantiung di kamar mesin, diduga korban memiliki masalah keluarga sehingga ia nekad menghabisi nyawanya dengan menggantungkan tubuhnya di kamar mesin," kata Alex.
Sementara itu Kaporesta Samarinda KOmbespol Antonius Wisnu Sutirta melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kompol Suko Widodo mengatakan bahwa hingga saat ini jenazah masih disimpan dilemari pendingin RSU AW Sjahranie Samarinda untuk menunggu persetujuan keluarga korban untuk dilakukan autopsi.
"Kematian WNA ini sudah dilaporkan oleh agen yang menyewa kapal kargo pengangkut batu bara ini kepada perwakilan merek di Asia yang letaknya di Korea," kata Suko.
Karena tidak ada kedutaan besar atau perwakilan negara Siberia di Indonesai, proses autopsi jenazah itu sedikit mengalami kendala. M4n

Dishub Maksimalkan Patroli Rutin di Jl Kemuning

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Terkait putusnya jalan Mas Mansyur di Lia bakung membuat sejumlah kendaraan menjadi terhambat. Selain itu juga jalan tersebut menjadi akses untuk kendaraan peti kemas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Abdullah mengatakan,  jika putusnya akses Jalan Mas Mansyur di Loa Bakung, Sungai Kunjang membawa dampak yang besar. Terutama arus lalu lintas yang terganggu pasca ambruknya badan jalan di bantaran Sungai Mahakam, persis di depan Masjid Nurul Huda. Karena itu mobil tak bisa lagi menggunakan jalan
tersebut. Sedangkan motor masih bisa melintas meski harus lebih susah payah.
"Memang jalur Mas Mansyur itu sangat penting bagi sejumlah kendaraan yang dari Kota menuju Samarinda Sebaran," kata Abdullah.
Ditambahkannya, salah satu efek yang paling nyata adalah Jalan Kemuning yang sempat digunakan untuk lalu lintas kendaraan berat dan dikeluhkan warga. Lalu, setelah menerima surat kelurahan warga, pihaknya langsung ke lapangan guna memasang rambu larangan bagi kendaraan roda enam ke atas, agar tak melintas di jalan lingkungan tersebut.
"Rambu lalu lintas sudah kita pasang. Jadi mohon kepada semua pihak untuk bisa mematuhinya," katanya.
Meski begitu, pihaknya juga tak akan tinggal diam. Untuk memastikan agar Jalan Kemuning bebas dari kendaraan berat, pihaknya melakukan patroli rutin.
"Patroli tetap dan selalu kita maksimalkan. Biar tidak menganggu kenyamanan warga di Jalan Kemuning," sebutnya.
Kali ini satu-satunya akses jalan yang bisa gunakan untuk kendaraan berat adalah Jalan Jakarta yang memang sudah ditingkatkan kelasnya dengan cor beton. Untuk itu warga agar bisa memahami kondisi ini.
"Tugas kita hanya memastikan agar arus lalu lintas lancar. Tidak ada hubungannya dengan infrastruktur," pungkasnya. aon

Setiap Desa Wajib Susun RPJMDes

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi menjelaskan, untuk mewujudkan masyarakat, lingkungan dan pembangunan perdesaan yang sukses dan sejahtera, maka setiap pemerintah desa (Pemdes) wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
"Karena, dengan penyusunan tersebut, diharapkan lahir gagasan dan pikiran yang baik dalam merencanakan pembangunan desa di lima tahun ke depan. Sebab, melalui penyusunan tersebut, seluruh masyarakat terlibat, mulai dari Lembawa Swadaya Masyarakat (LSM), Rukun Tetangga (RT) hingga tokoh masyarakat dan agama di desa berkewajiban memberikan pemikiran," kata HM Jauhar Efendi ketika ditemui usai membuka pembinaan kelompok penyusun RPJMDes angkatan I 2014 se Kaltim di Samarinda, Selasa (29/4).
Setelah adanya masukan dan pemikiran yang disampaikan seluruh masyarakat desa, selanjutnya hal itu disepakati bersama apa yang menjadi prioritas, sehingga program yang dilaksanakan di desa berjalan baik dan terarah.
Sitambahkan, hal ini dilakukan berkaitan dengan adanya bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat dan daerah kepada masing-masing pemerintah desa, sehingga program apa saja yang menjadi prioritas diharapkan dapat terwujud di masing-masing desa. Misalnya, pembangunan jalan desa, irigasi dan jalan usaha tani. Meski demikian, hingga saat ini pemerintah desa sudah banyak melakukan penyusunan RPJMDes. Karena itu, untuk penyusunan tersebut perlu adanya partisipasi masyarakat, guna mengidentifikasi apa yang diperlukan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa menentukan skala prioritas dalam RPJMDes tersebut. Diharapkan RPJMDes tersebut dapat dipersiapkan saat ini, sehingga perencanaan pembangunan di desa berjalan dengan baik dan tertata sesuai kebutuhan masyarakat desa.
“Guna mendukung RPJMDes, diharapkan setiap desa se Kaltim memiliki profil desa, sehingga ketika pemerintah daerah dan pusat menetapkan alokasi anggaran desa, maka dapat diketahui berapa yang akan dibutuhkan di masing-masing pemerintah desa. Jangan sampai data dari profil tidak bagus, sehingga peluang untuk mendapatkan anggaran tidak terwujud dan ini wajib dilakukan setiap pemerintah desa,” jelasnya.
Guna mendukung penyusunan tersebut, maka Pemprov Kaltim siap membantu pemerintah desa dalam penyusunan profil dan RPJMDes. Sehingga, penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan baik ke depan. mar

Balitbangda Bekerjasama BATAN

Kembangkan Padi Varietas Sidenuk

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Balitbangda Kaltim Hj Halda Arsyad menjelaskan, dalam upaya meningkatkan produktivas tanaman pangan khususnya padi, Pemerintah Provinsi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim berkerjasama dengan Badan Teknologi Nuklir (Batan) Nasional melakukan pengembangan padi varietas unggul nasional berupa varietas Sidenuk (Si Dedikasi Nuklir).
"Kita terus melakukan pengembangan serta inovasi terhadap tanaman pangan guna mendukung percepatan pencapaian swasembada beras di Kaltim. Seperti kegiatan hari ini kita panen padi varietas Sidenuk yang dikembangkan bersama Batan Nasional. Diawali di kawasan Balai Benih Padi di Rempanga Kutai Kartanegara seluas 10 hektare dilanjutkan di Desa Bukit Raya Samboja seluas satu hektare dan mampu memproduksi padi sekitar 7 hingga 8 ton/hekatre,” ujar Halda Arsyad kepada media Selasa (29/4)
Ditambahkan, kawasan lahan sawah irigasi yang terdapat di Desa Bukit Raya ini secara keseluruhan mencapai 258 hektare dalam satu hamparan. Namun, untuk uji coba pengembangan varietas Sidenuk hanya dibuat demplot seluas satu hektare.
"Ternyata, kondisi tanah berupa lahan irigasi (sawah dengan pengairan yang teratur) atau sawah pasang surut yang mengandalkan pengairan dari sungai (Sungai Seluang Samboja) sangat sesuai untuk pengembangan varietas padi Sidenuk,"ujarnya.
Terbukti dengan demplot yang ditanami padi varietas Sidenuk dengan jarak tanam 20 x 20 centi meter mampu menghasilkan gabah kering giling sekitar 7 hingga 8 ton atau melebihi rata-rata produksi nasional, yakni  5 hingga 6 ton perhektare untuk padi varietas lain.
Terlihat dengan bulir-bulir padi yang padat berisi dan butiran panjang serta tangkai (malai hingga 200 bulir padi) yang panjang berisi menandakan produktivitas padi sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan kondisi alam didukung tanah dan pola tanam yang dilakukan petani sesuai untuk padi varietas Inpari Sidenuk.
“Kami ini hanya melakukan percobaan atau uji coba terhadap varietas-varietas tanaman pangan yang baru. Selanjutnya, hasil penelitian dari uji coba ini akan dibuatkan rekomendasi sebagai dasar bagi SKPD terkait untuk mengembangkan tanaman pangan yang telah kita kembangkan seperti padi varietas Sidenuk,” ungkap Halda Arsyad.
Apalagi ujar Halda, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak telah mendapat tugas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Aksi Bukittinggi di 2013 lalu untuk mendukung pencapaian produksi padi nasional 10 juta ton.
Hal serupa disampaikan Kepala Pusat Aplikasi Isotof dan Radiasi Batan Nasional Hendig Winarno terhadap potensi pengembangan padi varietas Sidenuk melalui pemuliaan benih (diah suci) dengan teknologi nuklir atau radiasi nuklir sehingga menghasilkan keragaman genetik diantaranya varietas padi  Inpari Sidenuk.
“Padi Inpari Sidenuk hasil pengembangan Litbang Batan Nasional dan sudah memiliki berbagai keunggulan seperti produksi lebih baik, rasanya lebih enak dan lebih pulen. Namun, kelemahannya batang tanaman cukup tinggi sehingga perlu dilakukan diah suci (pemuliaan benih melalui radiasi nuklir) yang menghasilkan Inpari Sidenuk,” ujar Hendig.
Dijelaskan, hasil uji coba di berbagai daerah termasuk Kaltim khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap varietas padi Inpari Sidenuk ternyata hasilnya cukup besar rata-rata diatas 8 ton bahkan ada yang mencapai 12 ton per hektare.
Hendig Winarno meyakini varietas padi Inpari Sidenuk yang diujicobakan Balitbangda Kaltim bersama petani di daerah mampu mendukung peningkatan produksi dan produktivitas padi dalam upaya mewujudkan swasembada beras di Kaltim.
Ditambahkan, varietas padi Inpari Sidenuk dan Mugibat yang dikembangkan dengan dukungan teknologi nuklir atau radiasi nuklir tidak perlu dikhawatirkan masyarakat. mar

Rasa Aman dan Kondusif Terus Diciptakan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Froek Ishak mengatakan, rasa aman dan situasi kondusif perlu terus diciptakan dalam rangka mendukung meningkatnya iklim investasi.
"Kaltim daerah yang terkenal aman dan kondusif hendaknya itu dipertahankan demi mendukung lancarnya investasi masuk ke Kaltim, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Gubernur  Awang Faroek Ishak pada kunjungan kerja di Kec Kaubun Kutai Timur, Minggu (27/4).
Pada kesempatan itu Gubernur juga mengucapkan terimaksih kepada TNI,Polri yang bekerja dengan maksimal mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif tersebut dan dengan memaksimalkan kinerjanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"TNI dan Polri selama ini sudah membantu pemerintah menjaga keamanan di Kaltim mauoun di Kutai Timur  hingga mampu  terus kondusif terus dipertahankan," katanya.
Ia meminta masyarakat mempertahankan keamananan yang telah tercipta itu, dengan tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat situasi tidak kondusif tetapi menjaga kerukunan agar tercipta masyarakat yang dinamis yang mau giat membangun daerah.
Ia mengatakan, situasi di Kaltim  perlu terus dijaga dan dipertahankan agar investasi yang diharapkan tumbuh di Kaltim  dapat dipertahankan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut dia, di Kutim  terdapat sejumlah proyek investasi yang akan berjalan diantaranya pembangunan di KEK Maloy yang nantinya berdiri proyek-proyek besar yang memerlukan tenaga kerja sangat banyak.
"Saya berharap infrastruktur proyek investasi dan pendukung investasi itu dapat dilaksanakan tentunya dengan tetap memelihara situasi agar tetap berlangsung aman dan kondusif," katanya.
Pada kesempatan itu Gubernur Awang memanggil Camat Kaubun dan Camat Sangkulirang langsung menanyakan seputar kondisin wilayahnya serta jumlah orang miskin.
"Profesi camat itu setara  Dandim atau Kapolres apapun kejadian harus tahu duluan ibarat daun jatuh harus mengerti duluan apalagi menyangkut konflik," pesan Gubernur Awang faroek Ishak. john

Balitbangda Kaji Efektifitas Program Raskin Sekitar Perusahaan Tambang

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Kaltim mengelar seminar hasil kajian efektifitas program Raskin  disekitar perusahaan tambang batubara, dari hasil seminar tersebut merekomendasikan beberapa poin. Yakni, upaya penyempurnaan kartu penerima program harus dikordinasikan dengan, RT,RW dan Kelurahan, penerima raskin agar sensitif dalam menangkap kondisi sosial ekonomi rumah tangga secara utuh.
Pemerintah daerah membentuk panitia khusus yang melibatkan semua unsur lapisan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dan mengawasi, juga membentuk panitia khusus untuk melakukan sosialisasi. Maupun meningkatkan keterlibatan secara aktif perusahaan tambang batubara pada distribusi beras raskin yang daerahnya sulit terjangkau dan Pemerintah daerah wajib membuat program pengentasan rantai kemiskinan di wilayah masing-masing.
"Rekomendasi kita sampaikan agar program Raskin kedepan terlaksana dengan baik," kata Plh Kepala Balitbangda Kaltim Tanto Kusneri saat membuka seminar kajian efektifitas program raskin di sekitar perusahaan tambang batubara di Kaltim bertempat di aula Balitbangda, Selasa (29/4).
Para peneliti juga menyarankan pengelolaan Raskin kedepan tetap memngacu pada indikator enam tepat yang diberklakukan secara tegas pada setiap tahapan didistribusi Raskin, yakni tepat sasaran, tepat jumlah, tepat mutu dan waktu, harga dan administrasi.
Tujuan kegiatan ini agar Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) dapat tepat sasaran serta mengurangi beban pengeluaran para  Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan akses masyarakat miskin di Kaltim, pada pemenuhan kebutuhan pangan.
Sedangkan penambahan fokus terhadap sekitar perusahaan tambang dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada kaitan antara program CSR tambang terhadap angka kemiskinan dan upaya penanggulangan kemiskinan di sekitar tambang batubara.
Dijelaskan, program Raskin secara keseluruhan jauh lebih  kompleks dari gambaran mekanisme sebenarnya, karena melibatkan dimensi hubungan antar lembaga dan antar tingkat pemerintahan, finansial dan prosedur administratif. Karena itu, efektivitas pelaksanaan Raskin tidak bisa dilihat secara parsial hanya berdasarkan pada kinerja instansi tertentu saja. Sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) Raskin 2011 yang menyatakan bahwa indikator kinerja program raskin tercapainya tepat sasaran penerima manfaat, tepat jumlah, tepat harga, tepart waktu,teopat admuinuitrasi dan tepat kualitas.
"Sejak diluncurkan program bantuan pangan bersubsidi pada Juli 1998 dengan sebutan Operasi Pasar Khusus (OPK) Beras, menjadi beras untuk keluarga miskin (Raskin) pada 2002, sampai saat ini telah banyak pihak yang menyoroti atau mengkritik maupun memuji pelaksanaannya," ujarnya.
Melalui program Raskin RTS-PM dapat membeli sejumlah beras dititik distribusi dengan harga yang lebih murah dari harga dipasaran karena bersubsidi. Selama pelaksanaan program, jumlah beras yang dialokasikan untuk setiap RTS-PM mengalami beberapa kali perubahan, namun tetap pada kisaran 10-20 Kg per Kepala Keluarga di distribusi dan pasda 2011 ditetapkan berjumlah 15 Kg dengan harga Rp 1.600 per kg. john

Lurah Bekerjasama DKP Bersihkan Drainase

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kelurahan Mugirejo bekerja sama dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan melakukan bersih-bersih drainase tepatnya di sekitar pintu masuk Jalan Poros Mugirejo. Pembersihan ini guna mengurangi sampah dan pasir yang mengendap di parit.  Seperti yang kita ketahui daerah Mugirejo hingga kini belum aman dari
banjir. Setiap hujan, banjir yang paling parah berada di sekitar kawasan tersebut. Salah satu penyebab yang paling dominan, karena
drainase di sana hampir buntu tertutup pasir.
Maka tak heran jika hujan turun, sebentar saja kawasan tersebut terendam air. Jika hujan cukup lebat, ketinggian air bisa mencapai 1 meter lebih. Sehingga ketika hujan cukup lama, maka kendaraan nyaris tidak bisa melintas.
Lurah Mugirejo M Idham mengatakan, kondisi tersebut sudah lama terjadi. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah di
sana. Hal yang paling mudah dilakukan dengan biaya yang tidak besar adalah menggelar gotong royong membersihkan drainase.
"Beberapa hari lalu kami sudah menggelar kerja bakti membersihkan drainase. Selain itu, bidang pengendali banjir di bawah Dinas Bina Marga dan Pengairan juga kerap mengeruk dikawasan tersebut," kata Idham.
Namun apa boleh buat, kondisi alam yang masih banyak bukit menghasilkan pasir di Kelurahan Mugirejo, membuat drainase sangat mudah dipenuhi pasir yang mengalir dari bukit yang digali warga.
“Karena itu memang harus ada kegiatan rutin mengeruk drainase. Kita akan mencoba menangani di RT 3 dulu dengan mengangkat pasirnya. Setelah itu kita akan lakukan di bagian depan di Jalan DI Pandjaitan," ujarnya.
Selain itu Idham mengaku siap menggerakkan warganya untuk kembali bergotong royong setiap seminggu sekali untuk mengeruk drainase yang buntu akibat dipenuhi pasir.
"Semoga dengan melakukan pengerukan drainase bersama DKP tersebut bisa mengurangi genangan air yang kerap terjadi di daerah tersebut," pungkasnya. aon

Lihat Hutan Kalimantan, Pro Fauna Touring

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kondisi hutan Kalimantan yang terus mengalami kerusakan, mengakibatkan hilangnya habitat orangutan  dan ini menjadi perhatian serius berbagai kalangan, salah satunya adalah organsasi perlindungan satwa dan hutan profauna Indonesia
Melalui aksi simpati bertajuk Ride For Borneo 2014 sejumlah aktivis mengunjungi hutan-hutan di Kalimantan Timur yang menjadi habitat orangutan,  dengan menggunakan 3 buah trail dan satu mobil.
Orangutan terbunuh dan terusir dari habitatnya demi keuntungan para pemodal dengan dalih investasi, dan untuk memastikan hal itu Pro Fauna menggelar kampanye pelestarian hutan dan orangutan di Kalimantan.
Tidak hanya itu Pro Fauna juga mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk ikut dalam aksi penyelamatan  dan pelestarian hutan dan orangutan Kalimantan dimulai dari  kalangan kampus sendiri.
Aksi dilakukan dengan menggunakan topeng berbagai habitan yang banyak terdapat di hutan tropis Kalimantan seperti orangutan, bekantan, uwa uwa,  beruk, dan kera ekor panjang.
Sejumlah aktivis bahkan menirukan kebiasaan para hewan langka seperti cara berjalan hingga memanjat tiang listrik.
Bertempat di fakultas kehutanan universitas mulawarman para aktivis memasang spanduk dan meneriakan kata hutan untuk menarik perhatian para mahasiswa yang melintasi kawasan itu.
Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan tim yang berjumlah enam orang ini akan mendokumentasikan kondisi hutan Kalimantan yang kian menyempit dan mengancam kelestarian satwa seperti orangutan.
Melalui kegiatan ini Profauna akan memberikan edukasi tentang pentingnya hutan dan orang utan kepada masyarakat dan  menyinggahi kampus-kampus yang kami lewati untuk menggelar pameran dan  dialog khusus mengenai orang utan.
Populasi orangutan di Kalimantan saat ini diperkirakan tersisa 54 ribu ekor, keberadaan orangutan tersebut kian terancam punah akibat rusaknya habitat mereka.
Pro fauna menilai perlu ketegasan dari pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan hutan Kalimantan yang tersisa.
Saat ini berdasarkan data departemen kehutanan angka deforestasi di kalimantan dalam kurun waktu lima tahun antara tahun 2000 hingga 2005 mencapai sekira 1,23 juta hektare atau sekira 673 hektare hutan Kalimantan mengalami deforestasi setiap harinya," kata Rosek kepada Poskota Kaltim di kampus unmul selasa (29/4) kemarin.
Aktivis peduli lingkungan yang tergabung di profauna Indonesia ternyata juga menyukai dunia otomotif, enam orang aktivis asal Jakarta melakukan kegiatan touring keliling Kalimantan yang bertajuk Ride For Borneo 2014.
Kampanye peduli hutan dan juga fauna ini akan menjelajah hutan kalimantan  selama satu bulan, dan dimulai dari Kalimantan Timur hingga perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia yang menggunakan sepedamotor Husqvarna.
Jalur yang akan ditempuh juga bukan jalur biasa, medannya bakal banyak medan off road, sehingga memerlukan ketangguhan Rider dan sepeda motornya.
Meski terbilang cukup berat kampanye ini juga diikuti oleh satu rider wanita yakni Made Astuti, Made mengaku tertantang mengikuti kampanye ini karena tertarik dengan misi kampanye yakni edukasi tentang pentingnya menjaga hutan.
"Kegiatan Ride For Borneo 2014 ini bukan hanya kegiatan petualangan namun diharapkan mampu  memberikan edukasi kepada masyarakat setempat,  merusak hutan hal yang membahayakan dan dapat membunuh satwa langka dan juga manusia," kata Made.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah RI untuk segera tanggap dan memberikan kebijakan yang pro terhadap pelestarian hutan dan orangutan khususnya orangutan kalimantan yang terancam punah. M4n

PKB Pastikan 5 Kursi di

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) 9 April 2014 sudah berlalu, namun perhitungan suara pun masih terus berjalan. Prediksi perolehan suara yang menduduki kursi empuk dewan sebagai wakil rakyat telah diketahui partai termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim yang memastikan 5 kursi DPRD Kaltim yang akan diperoleh dari 5 daerah pemilihan di Kalimantan Timur. Hal tersebut dikatakan Sekjen Ketua Dewan Suroh PKB Kaltim, H Jahidin SH MM, kemarin.
Menurut H Jahidin, yang juga Caleg PKB untuk DPRD Kaltim nomor urut 1, bahwa hasil perhitungan sementara dari kabupaten kota telah memperoleh suara yang dapat mengantar wakilnya untuk menduduki kursi wakil rakyat di karang paci.
"Alhamdulillah untuk periode ini PKB mendapat 5 kursi. Ini tak lepas dari kerja keras semua pihak dalam melakukan sosialisasi dalam upaya pemenangan PKB," ujar Jahidin.
Data yang diperoleh dewan suro PKB Kaltim, sudah mengantongi 5 wakilnya di DPRD Kaltim. H. Jahidin, dapil 1 Samarinda, Ketua PKB Kaltim Saparuddin, dari 5 Kutai Timur, Ibu Sandra Dewi dari dapil 3, Herman dari dapil 6 dan Slamet dari dapil 4 Kukar-Kubar.
"Sementara suara yang kami terima 4 wakil caleng yang sudah berhasil menduduki wakil rakyat di karang paci, yaitu H. Jahidin dapil 1 Samarinda, dapil 3 ibu Sandara Dewi, dapil 5 Ketua PKB Saparuddin, dan Dapil 6 Herman dan akan menyusul Slamet dari dapil 4," imbuhnya.
Sedangkan untuk dapil satu untuk kota Samarinda dari 10 Kecamatan sampai hari ini Kamis (17/4) suara yang diperoleh nomor urut 1 H. J. Jahidin S, SH, MH telah mencapai angka 17.417 suara dari 575.150 pemilih dari 1.571 TPS yang ada.
"Dari total suara yang diperoleh 17.417 suara, sudah termasuk suara pribadi 10.134 suara, 3.206 suara partai dan dari rekannya 3.878 suara," kata dia. tha

Nusyirwan Temui Jusuf Kalla

Bahas Rencana Pembentukan PMI Kaltara

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kendati  Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sudah terbentuk, tetapi dalam  memaksimalkan fungsi Palang Merah Indonesia (PMI) selaku organisasi kemanusian, Provinsi Kaltara masih  mengandalkan PMI Kalimantan Timur. Untuk itu,  dibawah kendali PMI Kaltim tadi, sekarang ini, Kaltara tengah  menyusun  kepengurusan baru. Rencana penyusunannya sendiri disampaikan langsung Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail yang juga menjabat ketua PMI Kaltim saat bertemu Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (28/04) lalu di kediamannya di Jakarta Selatan. Perbicangan yang terbilang santai dan akrab ini, Nusyirwan menyampaikan terhitung  enam bulan kedepan, dari sekarang kepengurusan PMI yang sudah terbentuk di beberapa Kabupaten Kota di daerah Utara  akan segera melakukan musyawarah wilayah provinsi untuk membentuk kepengurusan PMI Provinsi Kaltara.
”Kita berharap sebelum masa akhir kepengurusan PMI Pusat, pengurus PMI Kaltara sudah terbentuk sehingga bisa dikukuhkan pada akhir tahun nanti,” ungkap Nusyirwan. Kepada JK sapaan akrab Jusuf Kalla, Nusyirwan menjelaskan keberaadan PMI Kaltara sekarang ini sangat penting, karena menurut dia dengan terbentuknya  kepengurusan baru nanti setidaknya para angggota beserta jajarannya bisa langsung memprogramkan sebuah kegiatan yang dapat menampung semua kepentingan dari masing-masing PMI Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara.
Seperti  sebut dia, PMI Kaltara nantinya bisa saja menggelar  kegiatan rutin tahunan  bersama PMI Kabupaten Kota untuk berkoordinasi dan konsolidasi dengan membahas peningkatan kapasitas maupun sosialisasi issu maupun up date terkini terkait Kepalang merahan baik di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
”Jadi kami di daerah sangat menaruh harapan apabila sudah terbentuk nanti bapak bisa hadir untuk mengukuhkan langsung kepengurusannya,” harap Nusyirwan.
Sejalan dengan apa yang disampaikan Nusyirwan , Jusuf JK sangat mendukung  segera dibentukanya PMI Kaltara. Mengingat kata JK, dengan terbentuk kepengurusan baru setidaknya ada langkah bergerak cepat dalam merancang berbagai program kerja untuk memastikan berjalan optimalnya peran-peran PMI  di Kabupaten Kota di wilayah Utara tadi.
Karena sambungnya tugas PMI tentunya harus memiliki kesigapan terjun membantu masyarakat di daerah yang terkena bencana alam maupun di daerah-daerah yang sedang mengalami konflik.
”Untuk itu  saya berharap, tak hanya bagi kepengurusan yang baru dibentuk,bagi jajaran  kepengurusan PMI yang tengah berjalan saat ini  bisa membangun sistem penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai pihak terkait,” pintanya. ike

Rp 72 Miliar Jamkesda, Pembayaran Sesuai SOP

Per April Sudah Selesaikan 5 Klaim, Sisanya Masih Proses

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pemerintah Kota Samarinda telah mencanangkan agar setiap warganya memiliki jaminan kesehatan, bagi yang belum, Pemkot menyediakan layanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Untuk tahun ini anggaran disiapkan Rp 72 miliar.
“Tahun ini disiapkan Rp 72 miliar. Angka ini digunakan untuk pembiayaan layanan Jamkesda, sarana Pemberi Pelayanan Kesehatan  Tingkat Pertama (PPK I) seperti Pukesmas dan jaringannya di Samarinda, Bidan Praktek Swasta rekanan dan klinik bersalin rekanan hingga PPK Tingkat Lanjutan (PPK II) seperti RSUD A. Wahab Syahranie, RSUD IA Moeis, RSKD Atma Husada Mahakam, Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat, Palang Merah Indonesia, RSUD Kanujoso Djatwibowo Balikpapan dan rumah sakit swasta rekanan,” ucap kepala UPTD Jamkesda Dinas Kesehatan Samarinda dr Syarifah Rahimah.
Rahimah menyebutkan salah satu pembiayaan yang telah dibayarkan Jamkesda pada 1 April 2014 yaitu klaim RSKD Atma Husada Mahakam Rp 348.460.272,- untuk pembiayaan selama 1 bulan.
“Sebenarnya masih ada juga pembayaran di layanan PPK I. Namun masih ada juga yang masih dalam proses verifikasi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tidak serta merta langsung pencairan, karena ada SOP (Standar Operasi Prosedural). Pihak mitra kita juga selama ini tahu akan SOP itu dan tetap koorperatif. Intinya sama-sama aman dan diuntungkan,” tegasnya.
Menurutnya, kedua belah pihak tidak ingin terburu-buru namun nantinya bisa menimbulkan masalah. “Yang jelas Pemkot sudah siap tahun ini dengan anggaran Rp 72 miliar,” tandasnya.
Dikatakannya ini program Pemkot Samarinda yang pro rakyat dan langsung menyentuh. Untuk itu ia mengajak semua pihak, siapapun supaya bisa bersama-sama mendukung program ini. “Pak wali ingin semua warga bisa dijamin kesehatannya. Ini tujuan mulia, mari bersama kita bekerja keras mewujudkan itu. Pak wali aja mengaku banyak menerima sms ucapan terima kasih dari warga, bahkan saya aja pernah dibawakan warga buah-buahan hasil panen warga sebagai ucapan terima kasih. Tapi bukan ini diharap, melainkan bagaimana warga Samarinda ketika sakit, bisa dijamin,” tandasnya.
Rahimah menyebutkan, hingga saat ini peserta Jamkesda tercatat sebanyak 443.115 jiwa dan jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya kepemilikan jaminan kesehatan.
Tak hanya itu, memasuki tahun 2014 Jamkesda juga menjamin peserta yang berasal dari kelompok masyarakat tertentu, seperti penghuni panti sosial yang tercatat sebagai warga Samarinda. Beberapa panti yang telah memanfaatkan Jamkesda antara lain Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, Panti Sosial Asuhan Anak Harapan dan beberapa yayasan sosial yang ada di Kota Samarinda. ike

Sjaharie Jaang Beri Kado Spesial Hermanto

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Ada yang istimewa dalam perayaan ulang tahun Hermanto kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Samarinda H Hermanto dalam pada acara syukuran yang dikemas dadakan oleh jajaran staf Dinkessos di ruang pertemuan Dinkessos Jl Dahlia, Senin (28/4) kemarin.
Sebuah lagu berjudul Widuri yang dipopulerkan Brory Marantika menjadi kado istimewa yang diterima Hermanto dari Walikota Samarinda Syaharie Jaang yang hadir secara tiba-tiba pada acara dadakan itu.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkot Samarind aini kontan membuat sebagian besar pegawai dilingkungan Dinkessos terkejut, namun keadaan kembali cair saat walikota mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk memberikan ucapan selamat kepada PNS yang cukup senior dilingkungan Pemkot Samarinda.
Dalam Ucapan selamatnya Syaharie Jaang mengharapkan agar terus mendapatkan dukungan dari Hermanto agar Pemkot Samarinda dapat terus  meningkatkan kinerjanya dalam hal memberikan pelayanan dan kesejahteraan kepada masyarakat kota Samarinda.
"Selamat Ulang Tahun kepada Pak Hermanto, dengan bertambahnya usia diharapkan agar dapat terus memimpin dan memperbaiki kinerja Diskenseos yang saat ini telah bagus sesuai visi pemkot Samarinda," kata Jaang.
Jaang di sana tidak sendiri, tidak jeda lama sebelum kedatangannya, terlebih dahulu Asisten III Ridwan Tassa juga hadir.
Kedua petinggi ini menyusul para pejabat yang hadir lebih dulu di acara syukuran, diantara kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Aji Syarif Hidayatullah, kepala Dispora Makmun AN, kepala BPBD Ruby Hartono, kepala Bagian Organisasi Sartono, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Dicky.
Harmonisasi hubungan yang tergambar ini, setidaknya bisa memberi efek domino bagi kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat seperti yang diharapkan wali kota sesuai visi misi Pemkot Samarinda.
Hermanto sendiri merasa haru dengan kehadiran ini. Namun di usia yang ke 56, menurutnya sisa umurnya makin berkurang akan semakin memicu berbuat yang terbaik.
“Saya masuk di pemerintah kota sejak era Pak Kadrie Oening tahun 78. Senior diatas saya pak Fadli Illa (Mantan Sekkot) tahun 77 dan Pak Indra Hadi (kepala BPKAD) tahun 76,” ucap Hermanto dalam sambutannya didampingi isterinya Hj Yudhi Naniek Hermanto.
Hermanto bercerita sempat bertugas di Penertiban Umum (Tibum), pengawas Bangunan, Tata Kota. Bahkan di era orde baru sempat menjadi anggota DPRD kota Samarinda dan DPRD Propinsi Kaltim, dan kembali di Pemkot di era reformasi dengan dipercaya menjabat kepala Badang Kesbangpol, Sekwan DPRD Samarinda, Kepala Dishub Samarinda dan sekarang Kepala Dinkessos Samarinda. ike

Perawat Ditindak Tegas Bila Tak Berikan Pelayanan

Meningkatkan Pelayanan di RSUD AWS

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di Kaltim, bagi setiap rumah sakit adalah hal yang wajib dilakukan. Guna mendukung peningkatan tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) terus berupaya melakukan tindakan tegas kepada seluruh perawat yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, yakni dengan cara dipindahkan dari bidang pekerjaan yang kini dijalani. Terutama ketika tidak memberikan pelayanan yang baik kepada pasien yang di rujuk di Unit Gawat Darurat (UGD) dan kelas III.
"Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa RSUD AWS betul-betul berupaya melayani masyarakat. Kami sangat terbuka kepada seluruh pasien yang di rujuk ke rumah sakit ini. Jika memang ada yang merasa tidak dilayani, maka silahkan memberikan informasi di kantor pengaduan yang telah kami sediakan, sehingga kami dapat mengetahui apa yang menjadi keluhan masyarakat. Apabila ada perawat atau karyawan yang ketahuan tidak memberikan pelayanan kepada pasien, segera mungkin kami pindahkan. Bahkan, akan kami pindahkan di lokasi yang tidak berhubungan dengan pasien, misalnya di bagian laundry,” kata Direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi ketika dikonfirmasi di Kantor RSUD AWS, Senin (28/4).
Menurut dia, aduan yang disampaikan masyarakat merupakan kritikan yang membangun bagi RSUD AWS, sehingga menjadi motivasi untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Dia berharap, tenaga yang dibutuhkan untuk bertemu pasien adalah orang yang profesional dan mau bekerja, serta melayani masyarakat secara baik dan nyaman. Terutama memiliki empati dan ramah terhadap masyarakat.
“Guna mendukung kekurangan tenaga perawat, selama saya memimpin ada 120 tenaga honor yang diterima di RSUD AWS. Tetapi, sebelum mereka diturunkan melayani pasien, maka diwajibkan untuk mengikuti training selama dua minggu, setelah itu secara mandiri mereka memberikan pelayanan kepada pasien,” jelasnya.
Melalui training yang diberikan kepada seluruh perawat baru diharapkan mampu mewujudkan pelayanan yang baik terhadap pasien. Bahkan, saat ini di UGD pasien tidak perlu lagi ditanya tentang biaya, tetapi langsung dilayani dan ditangani perawat yang bertugas.
Selain itu, guna memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, terutam di kelas III, AWS tahun ini melakukan program untuk menambah air conditioner (AC) setiap ruangan.
“Dengan adanya program tersebut, kami berharap pasien yang di rujuk di kelas III merasa nyaman. Bahkan, tingkat kebersihan di masing-masing ruang kelas terus kami lakukan, sehingga pasien merasa nyaman dan tidak terganggu ketika dirawat di rumah sakit ini,” jelasnya.
Selain meningkatkan pelayanan di kelas III, AWS juga tengah meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung yang di rujuk di rumah sakit ini. Untuk mendukung itu, tahun ini AWS telah menyekolahkan tujuh perawat yang khusus menangani pasien jantung ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.
Untuk mendukung peningkatan pelayanan tersebut, Pemprov Kaltim juga telah siap membantu. Karena itu, 2015 nanti ada 14 perawat yang juga akan disekolahkan ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
“Kami berharap melalui dukung Pemprov Kaltim, RSUD AWS mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat di Kaltim,” jelasnya.  mar

AFI Dengar Langsung Suara Petani

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Selain meresmikan perkebunan dan pabrtik kelapa sawit PT Fairco Agro Mandiri (PT FAM) Gubernur Kaltim DR H Awang Faroek Ishak menyempatkan bertatap muka langsung dengan melakukan dialog atau sambung rasa dengan para petani dengan tujuan inggin mendegar langsung suara para petani secara langsung, Minggu (27/4).
Pada dialog itu Gubernur Awang meminta agar para petani terus semangat mendukung program-program pertanian untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kaltim.
Dikesempatan itu, Gubernur menjelaskan tentang jenis program kredit permodalan seperti kredit sawit sejahtera, kredit sapi sejahtera, kredit keramba sejahtera. BPD Kaltim sendiri, jenis kredit dilakukan untuk mendukung swasembada pangan dan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut dia, program kredit permodalan sebagaimana dimaksud dapat membantu pengembangan usaha masyarakat. Oleh sebab itu, Pemptov Kaltim melalui SKPD terkait bekerjasama dengan BPD Kaltim membuat berbagai program kredit permodalan usaha masyarakat.
Pihaknya berharap dengan penguatan modal tersebut menjadikan usaha tani mereka lebih berkembang. Apalagi melalui program kredit pangan sejahtera memberikan banyak layanan jenis permodalan usaha tani. Mulai dari kredit modal kerja, hingga pembelian alat mesin pertanian (alsintan).
Untuk meningkatkan usahanya, pada kesempatan itu gubernur mempersilahkan para petani mengajukan kredit tanpa angunan dari BPD Kaltim setempat untuk pengembangan ternak sapi melalui kelompok, atau pengembangan bidak pertanian lainnya.
"Silahkan ajukan kredit berapa nilainya,  tetapi harus melalui kelompok sampai ribuan ekor akan dilayani tetapi harus dengan prosedur yang benar dan benar-benar dicek koperasinya sehat atau tidak," saran Gubernur Awang Faroek dihadapan para petani.
Gubernur juga memberi semanagt para petani untuk menanam singkong  karena singkong saat ini juga diekspor hingga ke China berupa chips atau gaplek. Namun jika kawasan industri Maloy selesai dibangun tentunya nanti semua  hasil petani bisa diolah dikawasan tersebut dan akan meningkatkan kesejahteraannya karena mendapatkan nilai tambah.
"Sudah saatnya petani Kaltim kedepan mengarah keindustralisasi apapun komoditinya,  sehingga  nilai tambahnya  yang menikmati rakyat kita sendiri bukan orang luar," tegasnya.
Awang juga menyarankan  kepada Dinas Perindustrian dan Koperasi untuk melatih para petani diberikan pelatihan kewirausahaan secara bergilir agar tahu persis mengolah lahan yang baik dan benar.
Gubernur juga merasa gembira dan bangga teryata para petani  di kecamatan Kaubun maupun Kaliorang ada yang yang  memiliki lahan sawit  satu orang lima hektar bahkan ada juga yang  12 hektar, kalau sudah memiliki lahan dengan luas lima hektar saja hidupnya pasti makmur. "Semua komoditi pertanian kalau diolah secara profesional rakyat pasti makmur." pesan Awang.  john

Perkebunan Sektor Andalan Pengganti Migas

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H awang Faroek Ishak meresmikan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit dan program Integrasi Perkebunan  dengan Sapi Potong PT PT Fairco Agro Mandiri (PT FAM) Kecamatan Kaubun Kutai Timur, Minggu (27/4).
Gubernur Awang Faropek Ishak menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan ini selain menunjukkan bahwa Kaltim nyaman untuk investasi, juga menjadi bukti bahwa iklim investasi di Kaltim semakin memikat.
"Dengan adanya PT FAM dapat menstimulus semangat masyarakat khususnya Kaubun  dan Kutim pada umumnya, untuk lebih giat mengelola kebunnya agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Gubernur juga menyebutkan, peluang investasi di Kaltim terbuka lebar karena banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satu potensi itu adalah sektor perkebunan dan sektor perkebunan  mampu memberi kontribusi cukup signifikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Dengan membaiknya iklim investasi ini, kita berharap akan semakin banyak lagi investor yang mengembangkan usahanya. Selain mempermudah proses administrasi, Pemerintah  Kaltim juga akan menjamin kenyamanan investasi,” tandasnya.
Dijelaskan, sektor perkebunan memiliki prospek cerah dan sebagai sektor andalan pengganti Migas di masa mendatang.  Karena  Migas merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat potensinya akan habis dan tidak bisa diandalkan lagi.
Sedangkan komoditas perkebunan berskala besar yang menjadi unggulan untuk dikembangkan di Kaltim yakni kelapa sawit, termasuk pula karet dan kakao, serta komoditas lainnya seperti kelapa, lada, kopi, kemiri, aren .
“Tentunya kita merasa  bersyukur karena Program Satu Juta Hektar Sawit di Kaltim telah terwujud dan kini akan terus dikembangkan dengan program Tahap Kedua seluas 1,4 Juta Hektar yang ditargetkan tercapai pada tahun 2014-2018,” ujarnya.
Gubernur optimistis, usaha perkebunan terus berkembang, baik yang diusahakan dengan  perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.
Dengan masuknya sejumlah perusahaan perkebunan di daerah ini, maka luasan lahan perkebunan semakin bertambah dan kondisi demikian makin berkembang lagi dengan berdirinya pabrik pengolahan. Untuk pabrik minyak sawit (CPO). Sementara ini, telah dipersiapkan pula Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Maloy Kutai Timur yang meliputi tiga zona yaitu areal untuk fasilitas pelabuhan, area komersil, gudang penimbunan, area industri, permukiman, area service dan perkantoran.
Terkait dengan peresmian perkebunan PT. Fairco  Agro Mandiri (FAM)  gubernur berpesan kepada Pimpinan Perusahaan, hendaknya tetap melaksanakan kegiatannya dengan baik karena Pemerintah telah memberikan jaminan keamanan dan kemudahan berinvestasi.
“Laksanakan pembangunan perkebunan dengan target-target yang ditentukan,” pesannya.
Dengan adanya pembanguan perkebunan rakyat berkaitan dengan program revitalisasi perkebunan, PT FAM harus berpartisipasi dalam pembangunan kebun plasma bagi warga di sekitar kebun inti.
Apalagi pemerintah juga memberikan bantuan subsidi bunga kredit bagi peserta revitalisasi dalam membangun kebun.
“Saya berpesan kepada PT FAM agar memperhatikan dan menjaga kondisi lingkungan hidup di sekitarnya agar tidak menimbulkan pencemaran, kerusakan dan terjadinya bencana alam,” tegasnya.
Diharapkan  juga agar perusahaan  memberikan perhatian dan kepeduliannya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), utamanya terhadap kondisi kehidupan masyarakat di sekitar lokasi perkebunan. Jangan sampai terjadi konflik dan kecemburuan sosial, serta terjadinya kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Direktuir PT FAM Howard Kandiawan mengatakan, luas kebun yang sudah berproduksi dan panen  sekitar 4.821 Ha dengan menghasilkan rata-rata 20 ton tandan buah segar (TBS) per hektarnya.
"Untuk memproses TBS kami telah membangun pabrik dengan kapasitas 45 ton TBS per jam dan akan ditingkatkan menjadi 60 ton TBS per jam," jelasnya.
Kepedulian perusahaan juga didirikan  koperasi petani plasma, serta membangun gedung SD untuk anak-anak karyawan dan masyarakat sekitarnya. Perusahaan juga menyerap 1634 tenaga kerja lokal dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hadir pada peresmian tersebut, Pangdam VI Mulawarman  Mayjend TNI Dicky Wainal Usman, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Nono Suharsono, Kasad Brimob Polda Kaltim Kombespol Subnedi, asisten Ekonomi dan Pembangunan sekprov Kaltim M Sa’bani dan pejabat SKPD Sekprov Kaltim dan Kelompok Tani perkebunan setempat.
Selain meresmikan perkebunan dan pabnik kelapa sawit juga dilakukan penandatanganan prasasti, panen perdana sawit juga peninjuan lokasi pabrik sawit. john

Slogan dan Tekad Bersama "Korupsi, No"

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Asisten Pembangunan Setdaprov Kaltim HM Sa’bani menegaskan, dalam upaya meningkatkan kinerja yang baik sekaligus menghindarkan terjadinya pelanggaran bahkan penyimpangan dalam pengelolaan kegiatan, maka Pemerintah Provinsi Kaltim beserta seluruh jajaran telah membuat slogan dan tekad bersama “Korupsi, No”.
"Walaupun masih sebatas slogan namun telah menjadi tekad bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Diantaranya, harus dihindarkan terjadinya masalah-masalah yang mengarah pada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. Slogan yang telah kita buat itu hendaknya menjadi pemacu sekaligus pemicu semua agar dalam melakukan setiap kegiatan tidak terjadi pelanggaran ataupun penyimpangan yang mengarah pada tindak atau perbuatan korupsi,” papar HM Sa’bani dalam arahannya apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (28/4).
Menurutnya, komitmen atau tekad yang ditampilkan dalam bentuk slogan dan dibuat di setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lingkup Pemprov Kaltim guna mengingatkan agar setiap diri aparatur selalu mengingat apabila melihat slogan tersebut.
"Walaupun, sesungguhnya tekad untuk menciptakan tata kelola pemerintahan khusunya terkait pengelolaan keuangan harus lebih baik dan transparan serta tidak terjadi penyimpangan yang mengarah pada tidak korupsi sudah dimiliki setiap diri aparatur," tandasnya.
Namun lanjutnya, slogan dan tekad itu hendaknya tidak mempengaruhi kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal. Sebaliknya, lebih memudahkan dalam menjalankan kewajibannya secara bertanggungjawab.
“Slogan dan komitmen itu hendaknya tidak mengurangi kinerja jajaran. Sebaliknya, mampu memacu kita semua untuk lebih menciptakan pemerintahan yang bersih dalam pengelolaan kegiatan terkait pengelolaan keuangan pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, slogan dan atauran yang terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa walaupun aturan yang dibuat manusia namun teap berlandaskan pada tead dan keyakinan akan aturan agama dan takut kepada Allah.
“Kita tidak perlu ketakutan atas aturan yang kita buat tetapi lebih mendasar keyakinan dan ketakutan terhadap Tuhan yang menciptakan dan membuat aturan agar kita tidak melakukan perbuatan penyimpangan keuangan atau korupsi,” ungkapnya.
Sehingga, ketakutan akan Tuhan dan aturan yang ditentukan maka mampu membatasi dan mengarahkan seseorang khususnya setiap diri aparatur untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dan tidak melakukan menyimpangan mengarah pada tindak korupsi.
Dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur di lingkup Pemprov Kaltim sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, maka telah dibuat slogan “Kinerja, Yes. Prestasi, Yes. Korupsi, No”. mar

Tiga Kota di Kaltim Bebas Malaria

Hari Kesehatan dan Malaria se Dunia

JAKARTA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak mengaku bangga bahwa tiga Kota se Kaltim, yakni Samarinda, Balikpapan dan Bontang berhasil menjadi daerah yang dinyatakan bebas malaria oleh Kementerian Kesehatan.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat eliminasi malaria yang disampaikan Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi kepada Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Walikota Bontang Adi Darma dan Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail.
“Saya sangat bangga tiga kota se Kaltim, yakni Samarinda, Balikpapan dan Bontang telah berhasil mewujudkan daerah mereka menjadi daerah bebas malaria. Karena itu, dia berharap komitmen pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan, terutama bagi tiga kota yang telah meraih eliminasi malaria se Indonesia dapat terus mempertahankan itu. Caranya dengan pola hidup sehat, yang dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan tempat tinggal,” kata Awang Faroek Ishak usai menghadiri dan mendeklarasikan eliminasi malaria ke 212 kabupaten/kota se Indonesia bersama Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Jakarta, Sabtu (26/4).
Pembebasan malaria tersebut diharapkan dapat diikuti seluruh kabupaten/kota se Kaltim. Dengan cara mensosialisasikan dampak dari penyakit malaria hingga pencegahan yang harus dilakukan.
Karena, untuk mewujudkan daerah yang bebas dari malaria adalah dengan menerapkan pola hidup yang baik, yakni dengan membersihkan lingkungan rumah, kantor hingga sekolah.
“Komitmen Pemprov Kaltim jangan diragukan lagi untuk menyukseskan program kesehatan di daerah, terutama dalam program bebas malaria di daerah. Hal ini, telah dilakukan sejak kepemimpinan saya pada periode pertama,” jelasnya.
Dia berharap, untuk komitmen tersebut kabupaten/kota dapat melakukan hal itu. Bahkan, Pemprov Kaltim hingga saat ini mengalokasikan anggaran program kesehatan 10 persen dari APBD, termasuk di dalam program tersebut, yakni bebas malaria.
Jika hal ini dapat terlaksana dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Begitu juga program untuk peningkatan kebutuhan masyarakat, yakni pendidikan diharapkan dapat terlaksana dengan baik.
“Semoga melalui penghargaan yang diberikan tersebut mampu memberikan motivasi kepada seluruh kabupaten/kota se Kaltim untuk berupaya membebaskan daerah mereka dari malaria,” jelasnya. mar 

Anggota KPU Kutim Diberhentikan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kisruh yang terjadi pada pelaksanaan rekapitulasi perhitungan suara hasil Pemilu Legislatif 9 April lalu di Kantor KPU Kutai Timur berbuntut panjang.
Dugaan penggelembungan suara yang dilaporkan petugas Pengawas Pemilu Kutai Timur dan penyitaan hasil perhitungan suara yang berisi berbagai dokumen hasil perhitungan suara di tingkat PPS dan PPK  yang telah diletakan di karung dan siap untuk dimusnahkan, membuat komisioner KPU Kutim Hasbulah dipecat. Pemecatan ini juga diikuti oleh 6 orang petugas PPK Kabupaten Kutai Timur.
Akibat kasus ini rekapitulasi perhitungan suara pun dilakukan di bawah pengawasan KPU Kaltim dan dilaksanakan selama 2 hari di disebuah hotel di Jl Kusuma Bangsa Samarinda.
Ketua KPU Kaltim Ida Farida mengatakan, pemecatan itu dilakukan karena mengikuti edaran KPU RI nomor 331 tahun 2014 tentang hak KPU Provinsi yang boleh mengugurkan keanggotan seseorang di lembaga pemilihan tersebut jika terbukti melakukan tindakan pidana.
Selain Hasbullah, Ida juga mengaku jika saat ini dirinya sudah menerima laporan dari pihak kepolisian Kutim jika ada 5 anggota PPK dan 1 Sekretaris PPK  yang  ikut ditahan pihak kepolisian.
Karena berdasarkan keterangan dari polisi,  perubahan data yang dilakukan Hasbullah juga dibantu ke lima anggota PPK.
KPU Kaltim dipastikan juga akan melakukan diskualifikasi terhadap para calon legislatif yang sengaja menyuap para penyelenggara pemilu.
"Kami sudah memberikan sangsi tegas kepada para penyelenggara yang telah melakukan pelanggaran etik, dan kami juga akan memberikan sangsi tegas kepada caleg yang dengan sengaja menyuap para penyelenggara yakni sangsi diskualifikasi," kata Ida.
Jika caleg terkena sangsi diskualifikasi dan dia jadi anggota DPRD maka kursi yang dia tempati tidak akan dialihkan kepada calon lain, jatah kursi untuk partai itu dibiarkan kosong sesuai aturan undang-undang.
Sementara itu Hasbullah satu dari komisioner KPU saat ini sudah ditahan di polres kutim karena terbukti menggelembungkan suara caleg dengan imbalan uang.
Hasbulah  diduga dia menerima uang Rp55 juta dari para caleg yang suaranya digelembungkan, ada 5 partai dan 10 caleg yang saat ini diduga terlibat dalam kasus penggelembungan suara ini.
Sementara itu sumber Poskota Kaltim mengatakan bahwa pihak kepolisian Polres Kutai Timur saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait keterlibatan oknum Komisioner KPU Kaltim.
Oknum ini diduga yang memerintahkan Hasbulah untuk mengganti perolehan suara Oknum caleg yang akan duduk di DPRD Kaltim.
"Dalam waktu dekat yang bersangkutan akan kita panggil ke Kutim," katanya. M4n

Keluarga Sakinah Dilombakan Lagi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Setelah melewati beberapa tahap penilaian akhirnya Kecamatan Samarinda Utara ditetapkan sebagai Teladan I Keluarga Sakinah, melalui pasangan Uminansih dan H.Baderu Arifin, S.PdI.
Menyusul teladan II dan III masing-masing Kecamatan Sungai Pinang atas nama Dra Hj Darjati Husain, MSi. dan Drs H Panut Retno, dan Kecamatan Loa Janan Ilir atas pasangan Asrowiyah dan Sarwo Edy.
Pengukuhan ketiga pasangan keluarga sakinah ini dilakukan Kamis (24,4) bertempat di Gedung IPHI Kota Samarinda. Mewakili walikota dalam sambutannya diacara tersebut Asisten III Ridwan Tassa mendukung penilaian ini dilakukan mengingat pada masa sekarang memang tidah mudah untuk membangun sebuah keluarga ideal dengan lebih menitik beratkan pada landasan agama seperti ini
”Ucapan keluarga sakinah memang sering kita dengar namun untuk merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari bukanlah sesuatu yang gampang,” sebutnya.
Padahal harus disadari sebut Ridwan lingkungan keluarga ini memiliki peranan sangat penting dalam pembentukan pribadi anak.
”Untuk itu kepada yang terpilih tentu bukan keluarga biasa karena konsekuensinya harus benar-benar dapat dijadikan tauladan keluarga bahkan masyarakat,” katanya.
Senada dengan Asisten III, Wakil Ketua TP PKK Samarinda Sri Lestari Nusyirwan juga menaruh harapan serupa kepada para pemenang agar dapat menjadi motivasi tersendiri bagi lingkungan sekitar.
Di luar para pemenang ia menghimbau kepada para orang tua agar dapat lebih maksimal dalam memberi perhatian kepada keluarga.
”Karena seperti kita ketahui sudah sedemikian kerasnya percampuran arus budaya yang terjadi saat ini, sehingga bila kita para orang tua kurang membentengi anak tidak mustahil mereka akan bisa terbawa arus negatif tersebut,” imbuhnya.
Selanjutnya selaku pembina dan pelestarian perkawinan (BP4), Kemenag Kota Samarinda H Abdul Muis menyebut pemilihan ini sifatnya bukanlah sebagai perlombaan namun lebih ditik beratkan sebagai upaya untuk mencari sosok keluarga tauladan di tengah masyarakat.
”Selain dilakukannya pula penilaian terhadap KAU Kecamatan berprestasi sebagai upaya untuk memotivasi agar KAU bisa lebih meningkatan kinerja dimasa akan datang,” tambahnya. Ditetapkan sebagai KAU berprestasi kali ini masing-masing KAU Kec Samarinda Ilir, KAU Kec Samarinda Ulu dan KAU Kec. SungaiKunjang. ike

Wawali Resmikan Kantor Kas BNI di Palaran

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi  di Kecamatan Palaran berdampak positif kepada daerah-daerah disekitarnya, bahkan berdasarkan catatan Pemkot Samarinda pertumbuhan ekonomi didaerah ini mencapai 6,8 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional, yang masih berada pada kisaran 5,5 persen-5,9 persen,  yang dapat menjadi magnet untuk berinvestasi hal ini menunjang visi kota samarinda sebagai kota Jasa, Perdagangan, dan Industri sesuai dengan visi dan misi dari Samarinda.
Kemajuan Kecamatan Palaran dalam hal pertumbuhan dan perkembangan sektor ekonomi dibuktikan dengan diresmikannya Kantor kas BNI di Palaran , Kamis, (24/4) lalu oleh oleh Wakil  Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail.
Adanya perbankan yang membuka cabang di Kecamatan Palaran merupakan bukti bahwa kawasan ini terus berkembang, dan akan terus berkembang.
Dari itu Wawali meminta  agar perbankan  terus mengembangkan pelayanannya dalam bentuk jasa perbankan ke masyarakat Samarinda, khusunya lebih mengembangkan pelayanannya kepada masyarakat di kawasan Industri seperti di Palaran, di mana Palaran sendiri sudah merupakan kawasan Industri yang semakin  berkembang .
“Kedepan pihak perbankan diharapkan dapat memberikan pelayananya kepada masyarakat Samarinda, dengan semakin yang tentunya merupakan nasabah," kata Nusirwan.
Nusirwan Juga mengingatkan kepada pihak perbankan untuk terus memberikan dana CSR ( Corporate Sosial Responsibility )-nya agar dapat lebih dikembangkan.
Khususnya pemberian CSR dalam  bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar, dengan peduli kesehatan, lingkungan, penghijauan dan kalau perlu dapat menyantuni bagi warga yang tidak mampu dalam bentuk pendidikan.
"Ini harus mendapat perhatian bagi para pihak perbankan ketika akan  beroprasional di Samarinda,” jelas  wawali. ike

Gubernur Minta Wujudkan Kawasan RT Zero Narkoba

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menegaskan, Pemprov  Kaltim merasa sangat berkepentingan untuk menyelematkan generasi penerus dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. Pemprov akan memberikan penghargaan bagi kawasan RT (Rukun Tetangga) dan Desa  yang mampu mencapai Zero Narkoba.
“Kita telah menduduki posisi keempat di Indonesia dalam penyalahgunaan Narkoba. Itu prestasi sangat memalukan dan kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif. Pemprov akan memberikan penghargaan bagi daerah rendah bahkan Zero Narkoba,” terang  Awang Faroek Ishak pada pencanangan Pemuda Sehat Bebas Narkoba, ahad lalu.
Menurut Awang Faroek, remaja dan pemuda, identik dengan pengguna Narkoba. Sebab, pengguna mayoritas adalah orang-orang yang masih berada di usia produktif atau para pemuda dan remaja.
"Sementara menyalahgunaan Narkoba dapat mengakibatkan kerusakan mental dan kelangsungan hidup generasi muda. Narkoba beredar tidak saja di lingkup masyarakat tetapi sudah mulai merambah ke lingkungan sekolah bahkan sekolah dasar,"ujarnya.
Awang Fraoek menilai, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan,  mengingatkan pemberantasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan Narkoba bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata tetapi tugas semua pihak termasuk masyarakat khususnya para pemuda.
“Saya berharap agar keberadaan pemuda dan lembaganya (KNPI/Komite Nasional Pemuda Indonesia) mampu menjadi motor penggerak dan pelopor dalam upaya bersama pemberantasan penyalahgunaan Narkoba di Kaltim,” harap Awang Faroek.
Ditambahkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggerakkan sekaligus memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) tentang bahaya penyelahgunaan Narkoba.
“Saya sudah bertekad dan menjadi komitmen kita semua untuk mewujudkan Kaltim bebas narkoba. Mari kita perangi dan selamatkan lingkungan dari Narkoba. Jangan ada keluarga dan tetangga yang jadi pengguna narkoba dan kalau ada harus direhabilitasi. Bagi kawasan RT dan desa zero narkoba akan kami berikan penghargaan,” tegasnya.
Awang Faroek  meminta kepada  para orang tua meningkatan kontrol terhadap anak-anaknya guna menghindari terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba. Sebab, kecenderungan anak terjerumus akibat salah pergaulan lantaran kontrol atau pengawasan orang tua lemah.
"Prinsip pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba ke depan adalah bagaimana mengantisipasi generasi muda agar tidak terjerumus. Sebab, peredaran gelap Narkoba meningkat lantaran penyalahgunaannya meningkat," ucapnya
Peningkatan kontrol dimaksud antara lain melihat pergaulan anak dengan mengetahui teman dan tempat ngumpulnya. Dengan begitu, orang tua bisa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Jika teman bergaul anaknya kurang benar tentu memudahkan kontrol dengan memberik pembatasan bergaul. Saat pergaulan anak baik, ia yakin tidak akan terlibat Narkoba.
"Tidak hanya untuk anak. Peran pencegahan juga bisa dilakukan kepada keluarga terdekat. Intinya semua pihaknya diminta bertanggungjawab menyelamatkan keluarga dan lingkungannya agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba,"tandas Awang Faroek. mar

Tahap Kedua Pemprov Targetkan 1,4 Juta Hektare

Satu Juta Hektar Kebun Sawit Tercapai

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak  menjelaskan, setelah berhasil mencapai target satu juta hektare perkebunan kelapa sawit tahap pertama, kini Pemprov Kaltim melalui Dinas Perkebunan didukung kabupaten dan kota kembali menargetkan tambahan pengembangan perkebunan sawit tahap dua dengan seluasan mencapai  1,4 juta hektare.
"Potensi perkebunan kelapa sawit di daerah ini sangat besar. Karena itu produk-produk kelapa sawit harus mengarah pada kegiatan hilirisasi (industrilisasi). Oleh kareana itu kita  harus  berpikir bagaimana kegiatan ekonomi Kaltim melalui industrilisasi bisa tumbuh. Produk kelapa sawit tidak saja CPO (crude palm oil) tetapi sudah diolah dan siap jual di pasaran dalam bentuk barang jadi,” papar  Awang Faroek Ishak kepada media usai membuka  Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan Kaltim 2014 di Pendopo Lamin Etam, Kamis (24/4) lalu.
Awang Faroek menyebutkan dengan luasan kebun sawit 1,1 juta hektare saat ini telah berdiri 55 PKS (pabrik kelapa sawit) dengan kapasitas terpasang 2.705 ton TBS (tandan buah segar) sawit per jam atau mampu memproduksi  5.221.016 ton CPO.
"Dengan keberhasilan itu, Kaltim melanjutkan target pengembangan sawit tahap dua, dengan mengubah kegiatan usaha yang selama ini fokus pada produksi CPO, kedepan lebih pada kegiatan industrilisasi yang menghasilkan produk turunan dengan daya saing tinggi,"ujarnya
Apalagi, Pemprov Kaltim didukung Pemkab Kutai Timur serta pemerintah pusat melalui kementerian terkait terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Maloy menjadi Maloy Batuta Tranz Kalimantan Economic Zone (MBTKEZ).
“Kita bersyukur karena Presiden sudah menyetujui terbentuknya kawasan ekonomi khusus Maloy Batuta Tranz Kalimantan Economic Zone. Kedepan, seluruh produk perkebunan khususnya sawit dan batu bara akan diolah di sana dan kita hanya mengirim produk hilir saja,” ujar Awang.
Awang Faroek berharap seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun batu bara memiliki komitmen sama. Sehingga, di kawasan MBTKEZ tersebut terjadi sinergitas da kegiatan yang saling menguntungkan pemerintah dan swasta. Karena itu, perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun PKS jangan hanya memproduksi CPO. Tetapi, bagaimana terus berupaya mengembangkan ke arah industri hilir, dengan bahan dasar kelapa sawit.
“Saya harap perusahaan menyusun rencana bisnis ke arah industrilisasi di kawasan MBTKEZ itu. Kita ingin agar kegiatan hilirisasi sawit tidak kalah dengan Malaysia maupun Sumatera. Kita harus yang terbaik,” tegas Awang Faroek Ishak.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman mengemukakan target 1,4 juta hektare untuk tahap kedua ini berdasarkan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) yang dipegang 215 pengusaha sawit mencapai 3,12 juta hektare.
“Pengembangan kebun sawit tahap kedua ini berdasarkan IUP yang telah diterbitkan yang tidak ada kaitannya dengan RTRW provinsi karena sudah duluan terbit ijin. Namun, kedepan bagaiman upaya kita untuk memacu pengusaha agar merealisasikan ijin-ijin yang sudah dipegang,” pungkas  Etnawati. mar

Kabupaten/Kota Harus Aktif Sampaikan Data LPPD

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, diharapkan seluruh pemerintah kabupaten/kota dapat aktif menyampaikan data pendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah kepada Tim Daerah (Timda) penilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahaan Daerah (LPPD) yang terdiri dari Inspektorat Wilayah dan Biro Pemerintahan Setprov Kaltim.
Data tersebut diharapkan dapat mendukung penyampain LPPD Pemprov Kaltim kepada Tim Nasional yang dibentuk Kementerian Dalam Negeri. Sehingga, kinerja yang dilakukan Pemprov Kaltim dapat terukur dengan data dan fakta.
“Ke depan saya sangat berharap para Bupati dan Walikota se Kaltim yang dimotori Sekretaris Daerah masing-masing dapat memberikan data-data yang lengkap, terkait kinerja pemerintahan di daerah. Sehingga dengan demikian Pemprov Kaltim dapat memberikan penilaian secara keseluruhan dengan baik kepada kabupaten/kota se Kaltim,” kata Awang Faroek Ishak usai menghadiri malam apresiasi kinerja penyelengaraan pemerintahan daerah dalam memperingati Hari Otonomi Daerah di Jakarta, Jumat malam (25/4).
Data yang diharapkan dapat disampaikan kepada Pemprov Kaltim, antara lain urusan pendidikan, kesehatan hingga lingkungan hidup, serta pekerjaan umum. Hal ini diharapkan gubernur, karena pada 2011 banyak kabupaten/kota yang tidak menyampaikan data kinerja pemerintahan secara lengkap, sehingga hal itu mempengaruhi laporan yang disampaikan Pemprov Kaltim kepada Kemendagri sebagai penilai untuk tingkat Pemprov se Indonesia.
Dia berharap, pada tahun ini data hasil kinerja yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota se Kaltim untuk 2013 segera mungkin dapat disampaikan, sehingga Kaltim mampu bersaing dalam penyampaian laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah se Indonesia.
“Saya berharap kabupaten/kota dapat melakukan itu. Sehingga Kaltim mampu bersaing dengan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan serta Jawa Tengah yang meraih posisi tiga besar dalam penyampaian laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” jelasnya.
Untuk LPPD 2012 Kaltim berhasil masuk peringat 10 besar, yakni di peringkat tujuh dari 34 provinsi se Indonesia. Prestasi tersebut meningkat dari LPPD 2011 yang hanya meraih peringkat 9.
Meski begitu, Awang menilai, LPPD Kaltim diakui terus mengalami peningkatan yang sebelumnya pada 2008 di peringkat 28 di 33 provinsi se Indonesia. “Presiden mengakui kinerja yang telah Kaltim lakukan. Saya berharap Kaltim bisa lebih baik dari yang telah dicapai,” jelasnya.
Malam apresiasi tersebut juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada bupati dan walikota yang berhasil menjadi daerah berkinerja terbaik dan berkinerja sangat tinggi.
Dari penyerahan itu, Kaltim mampu menerima tiga penghargaan yang diterima Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai kepala daerah berkinerja sangat tinggi berdasarkan LPPD 2012, Balikpapan sebagai kepala daerah berkinerja terbaik berdasarkan LPPD 2011 dan Bontang sebagai kepala daerah berkinerja terbaik berdasarkan LPPD 2012. mar

Kawasan Jl Yos Sudarso Kebakaran

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kebakaran besar terjadi dikawasan perkantoran di Jl Yos Sudarso Samarinda Sabtu siang (26/4), kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik ini menghanguskan 4 bangunan permanen yang digunakan sejumlah perusahaan perkapalan di Samarinda untuk berkantor.
Meski bangunan dalam konstruksi batu namun usia bangunan yang rata-rata diatas 30 tahun membuat api dengan cepat membesar dan menyebar kesejumlah bangunan perkantoran lain yang ada dikawasan itu.
Api diduga berasal dari konsleting kistrik karena saat terjadi kebakaran sejumlah kantor sedang libur, beberapa diantarannya diduga masih menghidupkan saluran listriknya.
Lokasi kebakaran berada tepat dipinggir jalan raya membuat api dengan cepat dapat dipadamkan, belasan mobil pemadam kebakaran dengan cepat tiba dilokasi dan langsung berusaha memadamkan api.
Api akhirnya bisa dikuasai setelah 30 menit dilakukan upaya pemadaman, petugas bahkan sempat merobohkan satu dinding bangunan untuk mencegah api menyebar ke kantor yang lain.
Saksi mata Sutiono yang pada sabtu pagi sempat masuk ke kantornya di PT Thany Putra Bhakti mengaku melihat api tiba-tiba membesar dari gedung perkantoran itu,  namun ia tidak mengetahui penyebab pasti maupun asal api tersebut.
"Saat kejadian saya baru tiba mengantarkan mobil pemadam kebakaran yang baru saja diperbaiki, saya tidak tahu apa penyebabnya karena kantor memang kosong saat kejadian," kata Sutiono.
Sementara itu Makmur Kasi Operasional Badan Penanggulangan Bencana Kota Samarinda mengatakan bahwa kebakaran belasan unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kota Samarinda dikerahkan untuk memadamkan api dilokasi kejadian.
belum bisa dipastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan 4 bangunan rumah, satu unit kendaraan roda dua dan satu unit roda empat. "Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata Makmur.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. opi

Amir P Alie Gugat Penyelenggara Pemilu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Calon Legislatif (caleg) nomor urut 4 dari Partai Golkar daerah pemilihan 2 Kutai Kartanegara-Kubar Amir P Alie siap melayangkan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap penyelenggara Pemilu soal raibnya perolehan suara pada Pemilu Legislatif 9 April lalu.
Mantan Ketua KNPI Kaltim ini menegaskan bahwa perolehan suara yang diplenokan KPU KUkar berbeda dengan perolehan suara yang tercatat di C1 yang diterima para saksi dan telah diplenokan di tingkat PPS hingga PPK.
"Kami memiliki data dan dari data itulah kami akan ajukan kasus ini ke MK. Kita belajar dari kasus Kutim, disana penyelenggarannya terbukti melakukan pelanggaran dan tidak menutup kemungkinan hal itu juga terjadi di Kukar," kata Ami P Alie.
Amir sendiri mengaku dirinya tidak berambisi menjadi wakil rakyat untuk duduk di kursi DPRD Kaltim. "Saya sadar meski suara-suara yang hilang itu dikumpulkan kembali, tidak mungkin bisa menaikan peringkatnya, namun saya ingin para wakil rakyat yang duduk adalah orang-orang yang berkualitas berdasarkan pilihan rakyat bukan dari hasil kecurangan yang dilakukan calegnya," kata Amir P Alie.
Melihat persoalan ini lanjut Amir, integritas penyelenggara Pemilu patut dipertanyakan. Dia juga menyesalkan ada oknum caleg yang menggunakan cara-cara curang untuk meraih suara sebanyak-banyaknya.
Di hadapan wartawan, Amir P Ali mengakui jika raihan suaranya banyak raib. Dia heran, kenapa rekapan suaranya ditingkat TPS, bisa hilang dalam penghitungan suara ditingkat KPU Kaltim. Dia sendiri tidak mengetahui persis, pada tingkatan mana suaranya hilang.
“Di TPS 6 dan TPS 7 di Kecamatan Muara Badak, warga yang memilih saya ada. Namun begitu rekapan hasilnya sampai di KPU, suara yang memilih saya hilang, tidak ada sama sekali,” kata Amir P Ali.
Amir P Ali juga tidak mengetahui, suaranya dipindahkan ke caleg atau partai mana. Bisa saja caleg dari partainya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan juga dari partai lain.
“Ini menegaskan kualitas penyelenggaraan Pemilu kita yang sangat rendah. Sangat disayangkan sekali, pesta demokrasi lima tahunan ini harus dinodai dengan cara-cara curang,” katanya.
“Di internal Partai Golkar sudah punya semacam aturan kalau ada caleg yang curang akan mendapat sanksi tegas,” katanya.
Dia pun berharap, cara-cara curang dalam Pemilu Legislatif kali ini bisa diusut. Sanksi tegas harus diberikan kepada caleg maupun penyelenggara Pemilu yang curang. M4n

Video Asusila Pelajar Palaran Beredar di Samarinda

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Memprihatinkan, sebuah video asusila berdurasi 3 menit 25 detik kembali beredar dikalangan masyarakat. Aksi tidak terpuji pelajar tersebut diduga dilakukan disebuah sekolah  yang melibatkan 10 orang pelajar pria yang sedang melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap satu orang teman perempuannya secara bergantian.
Aksi para pelajar Sekolah Menengah Pertama di Palaran ini terekam dan beredar luas dimasyarakat saat ini. Video menggunakan format 3 gp itu adalah video yang memperlihatkan aksi para pelajar pria yang sedang menggerumbungi pelajar wanita duduk diujung bangunan .
Dalam video yang beredar perempuan yang menggunakan pakaiaan berwarna pink terlihat di rangkul oleh seorang pria sementara dua teman laki-laki lainnya menghimpit siswi tersebut yang terlihat terus menutup wajahnya. Sementara tubuhnya terus digerayangi oleh teman-teman prianya.
Tidak ada yang tahu apakah siswi itu merupakan korban pencabulan yang dilakukan anak-anak nakal atau aksi ini sengaja dilakukan.
Apalagi judul dari film berdurasi 3 menit 25 detik ini adalah 'cewe gatel friska maulida' yang diduga diambil dari nama anak perempuan yang dicabuli.
Ironisnya, para pelaku terlihat sengaja mengabadikan aksi bejat mereka menggunakan telpon seluler yang berkamera. Kegiatan ini diduga dilakukan usai sekolah. Jika melihat latar belakang bangunan tempat para pelajar ini melakukan aksinya diketahui bukan disekolah mereka. Bangunan ini diduga bangunan sekolah dasar didaerah jembatan kuning kecamatan Palaran .
Sejumlah warga menyesalkan aksi yang dilakukan para pelajar dibawah umur ini, mereka mengatakan bahwa kejadian ini akibat lemahnya pengawasan dari orang tua dan guru sekolah tempat mereka melakukan aksi tidak terpuji ini.
“Memprihatinkan, melihat ini sudah saatnya  orang tua lebih ketat lagi dalam memperhatikan anak-anak mereka , dari video ini terlihat bahwa anak-anak kita sudah tidak menjunjung norma-norma pergaulan,” kata Muhammad Upansyah.
Ini memperlihatkan pola anak-anak yang tidak berpendidikan lanjut Upan. Mereka tidak bermoral  melihat ini pemerintah dan orang tua gagal mendidik mereka .
Sementara itu Kompol Yos Salata Kapolsekta Palaran mengatakan pihaknya masih akan mendalami dan memeriksa rekaman video yang beredar di masyarakat saat ini. bila gambar pada rekaman menunjukkan adanya pencabulan atau pelecehan seksual, maka akan ada tersangka dalam kasus tersebut.
“Kita akan lihat dahulu, saat ini anggota kami sedang mencari video itu, jika benar kami akan segera melakukan pemeriksaan baik itu kepad apelaku maupun korban,” kata Yos.
Tidak ada yang tahu pasti siapa pemilik awal video mesum sejumlah warga yang menonton mengaku miris melihat adegan tidak senonoh itu,  melihat video  ini pantas jika saat ini orang tua harus waspada mengawasi anak anak mereka, apalagi berbagai tindak asusila saat ini terjadi saat anak-anak ini berada disekolah mereka. M4n

Komisioner Kutim Diperiksa Polisi

Terkait Penggelembungan Suara Pileg 2014

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelaksanaan rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Kaltim terhambat. Pasalnya para komisioner KPU Kabupaten Kutai Timur, hingga Rabu sore (23/4) belum tiba di lokasi pelaksanaan rapat pleno KPU Kaltim yang mengagendakan perhitungan suara tingkat propinsi Kaltim dan Kaltara.
Ketidakhadiran para komisioner KPU Kutim disebabkan adanya pemeriksaan oleh aparat kepolisian terkait terjadinya penggelembungan suara di tingkat KPU Kabupaten Kutai Timur.
Akibatnya perhitungan suara untuk daerah tersebut tidak bisa dilakukan, karena belum adanya kotak hasil rapat pleno KPU Kutai Timur di lokasi rapat pleno KPU Kaltim di Hotel Mesra Internasional Rabu pagi (23/4) kemarin.
Rapat pleno yang diagendakan KPU Kaltim pun menjadi molor, padahal para saksi dari partai politik, Banwaslu dan Komisioner KPU Kabupaten Kota lainnya sudah hadir di ruang rapat pleno.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Poskota Kaltim  ketidak hadiran para Komisioner KPU Kutai Timur diakibatkan laporan Badan Pengawas Pemilu tentang tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Komisioner KPU yakni tindakan penggelembungan suara.
Ketua KPU Kalimantan Timur Ida Farida yang ditemui disela-sela rapat pleno membenarkan hal itu. Menanggapi hal itu Ida mengaku dan mendukung langkah yang diambil pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan,  hal ini untuk mendapatkan hasil pemilu yang bersih dan bebas dari kecurangan.
“Jika memang ada indikasi kecurangan sudah sepantasnya polisi melakukan pemeriksaan, yang pasti bahwa kami para penyelenggara ingin bahwa pemilu berjalan sesuai aturan yang berlaku, “ kata Ida Farida.
Disinggung mengenai adanya Komisioner KPU yang terlibat Ida mengatakan bahwa saat ini sudah ada DKPP daerah, maka untuk kasus Kutim akan segera ditindak lanjuti oleh DKPP daerah untuk melakukan pemeriksaan.
“Jika memang terbukti ada pelanggaran maka sangsi terberat adalah pemecatat, komisioner yang terlebat pastinya akan dipecat,” kata Ida.
Sementara itu Ketua Banwaslu Kaltim Heirul Akbar mengatakan bahwa Panwaslu Kutai Timur menemukan adanya praktek kecurangan yang dilakukan KPU Kutai Timur yang melakukan perubahan jumlah perolehan suara pada lembar DB 1 yang diduga menguntungkan salah satu partai politik.
Menindak lanjuti perbuatan pidana yang diduga dilakukan komisioner KPU itu maka Banwaslu meminta aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terkait tindakan pidana yang dilakukan para penyelenggara pemilu itu.
“Berdasarkan laporan Panwaslu ada satu oknumkomisioner yang bermain, namun karena ini tidak pidana maka sudah seharusnya pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para komisioner KPU KutaiTimur,” kata Haerul.
Meski tanpa dihadiri komisioner KPU Kutai Timur pelaksanaan rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Kaltim tetap dilakukan, dengan melakukan perhitungan suara pada KPU yang tidak bermasalah. M4n

Jelang MTQ Kafilah Samarinda lakukan TC

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Propinsi Kaltim ke-36 tahun 2014 yang berlangsung di Kabupaten Kutai Timur bulan depan, kini kontingen Kota Samarinda tengah melakukan pemusatan latihan atau Training Center di Kantor Kementrian Agama Kota Samarinda  sejak minggu kemarin. TC  ini sendiri dimaksudkan sebagai sarana untuk membangun sinergi bersama antara peserta, pelatih, official maupun pendamping.  Ketua LPTQ Kota Samarinda H Ridwan Tassa disela-sela membuka TC tersebut belum lama ini berharap agar latihan tadi bisa menjadi kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan sekaligus mengenal kembali alquran sebagai pedoman kehidupan individu khususnya bagi umat muslim. ”Karena sebagaimana kita ketahui MTQ ini bukan sekedar arena meraih prestasi, namun sekaligus pula sebagai wahana untuk meningkatkankualitas keimanan dan ketaqwaan umat, melalui pemahaman dan penghayatan kandungan alquran agar teraktualisasi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari”. Urai Rdwan yang juga menjabat Asisten III dilingkungan Pemkot Samarinda. Terkait agenda pemusatan latihan ini, penanggung jawab kegiatan H.Zakaria mengatakan tujuannya untuk menggali sisi kelemahan pada kegiatan sebelumnya. Seperti pada tahun sebelumnya, dimana dia mengatakan kafilah Samarinda hanya mampu masuk pada 5 besar. ”Hal ini dapat dimaklumi, mengingat medan untuk sampai kedaerah lomba tahun kemarin memang cukup melelahkan karena harus menempuh rute perjalanan panjang, sehingga bisa saja membuyarkan konsentrasi peserta.”Ucapnya. Namun untuk pagelaran MTQ kali ini yang diadakan di Kabupaten Kutim, maka kontingen Samarinda dapat menempuh perjalanan yang relatif pendek, tentunya diharapkan tidak sampai menyita semangat dan kekuatan kontingen. ”Target kita harus juara I atau juara umum” tandasnya. Ditambahkan Zakaria setelah bulan ini, mulai tanggal 1 hingga 10 Mei mendatang pelatihan tahap kedua kembali akan digelar bagi para peserta. ike

Pemkot Gelar Workshop Penilaian WBK

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Menindaklanjuti penandatangan komitmen SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda sebagai wilayah menuju bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), belum lama ini dilakukan workshop penilaian wilayah bebas korupsi.
“Karena sesuai tahapan indikator proses dan hasil penilaian secara dokumen memang belum maksimal, sehingga sangat tepat bila workshop ini dilakukan agar semua pihak dapat memahami dan melaksanakan secara maksimal,” sebut Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkot Samarinda, Erliansyah ketika membuka kegiatan tersebut.
Erli meminta kepada seluruh SKPD agar dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Mengingat  tujuan diadakan workshop agar SKPD yang telah ditetapkan dalam WBK dan WBBM bisa memahami secara mendalam tentang penilainnya sehingga nantinya akan mampu bertanggung jawab dalam melaksanakan keputusan walikota dalam hal tersebut.
Sementara penanggung jawab kegiatan Irawan mengatakan target SKPD yang ditetapkan sebagai zona wilayah bebas korupsi (WBK) ini sebanyak 24 unit kerja, terdiri dari 10 kecamatan  sisanya Dinas maupun Badan.
“Untuk itu dalam workshop ini ada 3 orang perwakilan sebagai peserta dari masing-masing peserta,” sebutnya. Mengilas balik tentang zona integritas menuju WBK dan WBBM ini, nara sumber Aan Syaipul Ambia dari Kemenpan dan Reformasi Birokrasi RI mengutarakan sebagai miniature pelaksanaan reformasi birokrasi. Untuk perwujudannya maka diperlukan tiga unsur komitmen yakni komitmen pimpinan, komitmen lembaga dan komitmen individu. ike

6.000 Peserta Ramaikan TTG-N di Kaltim

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi menjelaskan, sebanyak 6.000 peserta dan pendamping dipastikan akan meramaikan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI 2014 di Kaltim, yang rencana akan dibuka Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 19-23 Juni 2014 di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.
"Pembukaan Gelar TTG-N juga akan dirangkai dengan peresmian dan groundbreaking sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di daerah, mulai Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Samarinda Baru hingga Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kutai Timur. Diharapkan semua kegiatan tersebut berjalan dengan baik, terutama pelaksanaan pembukaan TTG Nasional nanti,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim HM Jauhar Efendi di sela-sela rapat lanjutan persiapan Gelar TTG-N XVI di Kaltim di Samarinda, Rabu (23/4).
Mengenai persiapan, terkait penginapan untuk Gubernur dan Ketua DPRD se Indonesia telah dipesan oleh Pemprov Kaltim. Karena itu, selanjutnya setiap Pemprov se Indonesia dapat menindaklanjuti pemesanan tersebut dan melakukan pembayaran uang muka paling lambat H-10.
Hotel Mesra Samarinda dan Swissbell Hotel Borneo Samarinda menjadi tempat penginapan Gubernur se Indonesia beserta rombongan. Sedangkan Hotel Aston Samarinda dan Horisson Samarinda merupakan tempat penginapan Ketua DPRD se Indonesia.
“Semua sudah kami siapkan. Tinggal ditindaklanjuti saja oleh masing-masing Pemprov se Indonesia dan Sekretariat DPRD se Indonesia,” jelasnya.
Mengenai kendaraan untuk Gubernur dan Ketua DPRD se Indonesia selama dua hari, yakni pada 18-19 Juni 2014 telah disiapkan panitia. Meski begitu, masing-masing Pemprov diharapkan dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Liasion Officer (LO).
Selain itu, dia mengatakan melalui TTG-N diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Sebab, dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat dapat mengetahui teknologi-teknologi baru yang mampu memberikan kemudahan dalam meningkatkan pendapatan sehari-hari.
Dari kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat, agar mampu bekerja secara mandiri, yakni dengan cara membuka usaha melalui keahlian yang dimiliki.
“Karena itu, saya berharap penyelenggaraan ini dapat didukung penuh seluruh perusahaan swasta, sehingga dapat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat yang mandiri melalui TTG Nasional. Jadi, semua ini merupakan tanggungjawab kita semua,” jelasnya. mar

Pemprov Kaltim Raih Favorit

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Plt Setprov Kaltim Rusmadi menjelaskan Pemprov Kaltim ditetapkan sebagai Pemerintah Provinsi favorit dalam rangka Pembangunan Simpul Jaringan Informasi Geospasial. Pemberian penghargaan dilakukan pada Pekan Geospasial Nasional 2014 bertemakan “Selamatkan Bumi dan Informasi Geospasial”  di Cibinong, Jawa Barat.
“Dengan diberikannya penghargaan sebagai Pemprov Favorit oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), mudah-mudahan bisa memacu Kaltim untuk menyempurnakan program one data one map. Tentu saja dengan dukungan berbagai pihak terkait,” terang Rusmadi kepada media beberapa hari lalu.
Ditambahkan Rusmadi, perlu dukungan berbagai pihak untuk penyempurnaan basis data yang disusun. Ditargetkan 2015 pengintegrasian data dapat terselesaikan. Karena simpul jaringan tidak hanya terkait SKPD di lingkupPemprov Kaltim juga instansi vertikal. Diharapkan juga langkah yang dilakukan Pemprov Kaltim dalam mengintegrasi data ini bisa diikuti Kabupaten/Kota.
“Karena justru banyak persoalan perijinan itu terjadi di wilayah kabupaten/kota. Jadi diharapkan dapat segera mengakselerasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi,” ujarnya.
Rusmadi mengatakan, program one data one map yang telah dicanangkan Pemprov Kaltim pada Musrenbang RKPD Kaltim 2015 lalu diharap mampu menjadi sumber informasi dalam pembangunan. Diharapkan jika seluruh data telah terintegrasi dalam satu peta dasar diharapkan tidak ada lagi perbedaan. Perbedaan ini yang sering menimbulkan konflik. Hal tersebut akibat adanya tumpang tindih data karena tidak ada sumber data yang sama.
“Bagaimana pun pembangunan ini harus jelas lokusnya. Jadi kalau lokusnya berbeda maka dapat menimbulkan konflik. Untuk itu, adanya program One Data One Map diharapkan meminimalisir masalah yang terjadi karena menggunakan data yang sama. Apalagi data dikeluarkan oleh BIG sebagai lembaga yang kompeten dalam mengeluarkan peta,” paparnya.
Adapun penghargaan juga diberikan pada tiga provinsi untuk kategori simpul jaringan tingkat provinsi. Yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Untuk Kabupaten penerima penghargaan diantaranya Kota Samarinda, Kota Makasar, Kota Tangerang dan Kota Banda Aceh. Sementara untuk Kabupaten yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sumbawa. mar

Pemprov Komitmen Dukung Kinerja UMKM dan Koperasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal menyatakan bahwa Pemprov Kaltim menaruh perhatian yang besar terhadap kinerja yang dilakukan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi di daerah.
Karena hingga saat ini, UMKM dan koperasi terus tumbuh dan berkembang di daerah. Terutama wirausahawan muda yang penuh semangat mengembangkan usaha. Diharapkan, dengan semangat yang tinggi dan kreatif serta penuh inovatif, pelaku UMKM dan koperasi serta wirausahawan muda mampu bersaing di era global yang penuh tantangan.
“Karena itu, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mendukung usaha yang dilakukan para pelaku UMKM dan Koperasi serta wirausahawan muda di daerah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tersebut,” kata Mukmin Faisyal usai menutup Kaltim Fair di Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, Senin (22/4).
Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemprov Kaltim menginstruksikan agar seluruh perusahaan di daerah untuk melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan pada para wirausahawan melalui program coorporate social responsibility (CSR).
Dia berharap, bagi perusahaan yang belum melaksanakan binaan dan diklat, diimbau untuk segera membantu. ”Melalui dukungan tersebut, dapat bertujuan mendorong terciptanya pengusaha baru dan mendorong keberadaan Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas agar lebih mandiri dan masuk ke pasar global,” jelasnya.
Menurut dia, penanaman investasi dan peluang dunia usaha yang bisa digarap pelaku UMKM dan koperasi dinilai masih terbuka lebar. Karena Kaltim memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat besar seperti hasil hutan, hasil tambang dan migas. Begitu pula dengan sektor agribisnis, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta sektor perdagangan, jasa, pariwisata. ”Dengan terbukanya lapangan kerja yang dilakukan UMKM dan koperasi, maka diharapkan akan mengurangi tingkat pengangguran dan jumlah penduduk miskin di daerah,” jelasnya.
Sehubungan dengan itu, melalui Kaltim Fair 2014, dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan penanaman investasi dan terbuka peluang usaha, sekaligus memberikan andil yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.
Karena tujuan dari Kaltim Fair ini adalah untuk mengenalkan hasil-hasil pembangunan dan apa saja yang telah pemerintah capai selama ini, sekaligus sebagai media interaksi positif antara produsen dan konsumen pada produk usaha, baik ber-sakala kecil (UMKM) maupun berskala besar (perusahaan), serta membuka peluang investasi bagi penanaman modal di berbagai sektor usaha.
Diketahui, saat ini jumlah UMKM di Kaltim lebih dari 400 ribu unit dan koperasi lebih dari 6 ribu unit. mar

Korpri Gelar Ceramah Agama Bulanan

SAMARINDA,Poskota Kaltim
Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unit Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltim kembali menggelar kegiatan rutin ceramah agama, yang akan dilaksanakan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada 2 Samarinda, Jumat (25/4) sekitar pukul 08.00 Wita.
"Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sekaligus membina mental spiritual Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov, serta mempererat tali silaturrahim kepada sesama PNS. Karena dengan silaturrahim ini diharapkan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik," kata Ketua Korpri Unit Setdaprov Kaltim H Sofyan Helmi.
Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim, baik dari Kepala Dinas, Badan hingga Kepala Biro di Sekretariat Daerah Pemprov Kaltim serta pejabat eselon III dan IV. Acara tersebut juga akan diisi ceramah agama yang akan disampaikan Ustadz H Syahrul Mubarak dari Samarinda.
"Seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah agar menginstruksikan pegawainya untuk hadir mengikuti ceramah agama ini dan harus diabsen di tempat kegiatan," jelasnya.
Kegiatan ini merupakan kerjasama Korpri Unit Setdaprov Kaltim dengan Biro Humas dan Protokol, Biro Umum dan Biro Sosial Setprov Kaltim. Diharapkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai dengan pakaian bebas pantas. john

Kaltim Green Diperkenalkan ke Duta Besar USA

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Pelestarian dan pengembangan hutan menjadi salah satu perhatian serius dengan diwujudkan para program Kaltim Green atau Kaltim Hijau dengan melakukan penanaman Satu Orang Lima Pohon (One Man Five Trees-Omfit) sejak dideklarasikan pada  2010 sampai dengan akhir 2013 telah dicapai target penanaman sebanyak 17.775.230 pohon.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dihadapan duta besar Amerika Robert Blake dan pengusaha Amerika Serikat  pada seminar Doing Business With USA, Di Balikpapan, Selasa (22/4).
Dijelaskan, program tersebut dalam rangka mencegah  pemanasan global dan perubahan iklim serta penurunan emisi gas dan program tersebut sejalan dengan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan.
Kaltim Green dilaksanakan seluruh lapisan masyarakat pada Kawasan Budidaya Non-Kehutanan (KBNK)  yaitu pekarangan, kebun, tepi jalan dan Kawasan Hutan yang tidak dibebani izin. Jenis tanaman yaitu Trembesi, Mahoni, Sengon, Meranti dll, serta tanaman lain yang bernilai ekonomis seperti Karet dan jenis buah-buahan.
Selain itu, Kaltim juga termasuk dalam bagian dari Jantung Borneo (Heart of Borneo - HoB). Penetapan kawasan HoB sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan nama Kawasan Perbatasan Darat RI dan Jantung Kalimantan telah ditetapkan dalam PP 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dengan luas wilayah 22.085.570 ha (meliputi wilayah Indonesia, Malaysia dan Brunai Darusslam). Kaltim  mencakup 8.894.650 Ha.
"Program HoB ini dirancang untuk penyelenggaraan pembangunan berkelanjutan dan konservasi di areal yang diidentifikasi sebagai Jantung Borneo dengan tujuan untuk mempertahankan keberlanjutan manfaat lingkungan dan ekologis areal hutan terbaik yang masih tersisa di Borneo untuk kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang," ujar Gubernur.
Dengan tetap mempertahankan komitmen melaksanakan program Kaltim Green termasuk mempertahankan fungsi dan keberadaan hutan pada HoB, maka selain mendapatkan keuntungan aspek lingkungan, daerah ini juga mendapat jasa lingkungan dan prinsip-prinsip pembagian keuntungan.
"Dengan program tersebut menunjukan peran strategis Kaltim dalam turut serta mempertahankan fungsi lingkungan hidup," ungkapnya.
Sementara itu Duta Besar Amerika Robert Blake memuji kinerja Gubernur Kaltim, dia mengaku saat mengadakan  pembicaraan selama 20 menit, dia memberikan data-data statistik secara gamblang tanpa mengunakan catatan.
"Gubernur Awang orangnya cerdas dan saya akan terus mendorong dia untuk memimpin Kaltim," pujinya. john

Polisi Bekuk Pengedar Sabu

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Meski saat ini Aparat kepolisian telah berulang kali menangkap para pengedar dan pemakai barang haram Narkoba,  namun ternyata tidak membuat para pengedar narkoba lainnya takut, atau menghentikan kegiatannya. Mereka justru memanfaatkan kurangnya para pengedar untuk memperluas jaringan usaha mereka di ibukota propinsi Kaltim.
Apalagi berdasarkan data yang dihimpun Badan Narkotika Nasional saat ini  angka pengguna narkoba di Kaltim memang sudah cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data pada 2011 terdapat 97 ribu orang. Tahun ini diperkirakan jumlahnya terus meningkat. Yang lebih menyedihkan, pemakai narkotika ini mulai berusia 10 tahun ke atas. Artinya banyak kalangan pelajar di Benua Etam sudah menjadi pengguna barang haram itu.
Namun aparat kepolisian tidak tinggal diam perang terhadap peredaran Narkoba terus didengungkan oleh aparat kepolisian maupun BNN seperti yang dilakukan pada Senin, 21 April lalu, petugas kepolisian unit Narkotika Polresta Samarinda menangkap satu orang DPO mereka.
Pelaku adalah Johansyah (32) warga Jl Merdeka 3 RT 13 No 96 Kelurahan  Sei Pinang Dalam, Kecamatan  Samarinda Utara, pelaku ditangkap dihalaman parkir lapangan futsal levi di jalan Sirad Salman  Samarinda.
Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan satu buah Blackbarry , 1HP merk Samsung warna putih, 1 poket sabu - sabu berat 25,39 Gram/brutto yang dibungkus tisu dan disolasi yang dibungkus amplop warna putih. 
Kasat Narkoba Kompol Bambang mengatakan bahwa para pengedar barang haram ini selalu menggunakanmodus yang berbeda-beda dalam melakukan transaksi. Para Bandar kerap kali menggunakan tempat-tempat yang tidak terduga untuk melakukan  transaksi, bisa dihalaman Hotel, diwarung, bahkan tempat parkir arena olahraga, dari itu peran masyarakat untuk mengungkap kasus ini sangat penting.
Seperti kasus Johansyah Polisi berhasil menangkap pelaku berdasarkan laporan masyarakat yang melihat aktivitas orang yang mencurigakan di halaman  parkir lapangan Futsal Levi.
Berdasarkan laporan itu petugas langsung turun kelapanganm dan melakukan penyelidikan setelah lama menunggu polisi akhirnya berhasil membengkuk Johansyah.
“Pelaku telah kita tangkap dan barang bukti sudah diamankan di Polresta Samarinda guna dilakukan penyidikan."Tegas Bambang, M4n

Truk Besar Masih Parkir di Jl PM Noor

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Persoalan parkir yang menjadi sorotan sejumlah masyarakat sampai saat ini belem sepenuhnya terselesaikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda. Seperti yang kita lihat saat melintas di kawasan Jl PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara, masih saja ada sejumlah kendaraan yang parkir di badan jalan baik mobil kecil hingga truk-truk besar. Hal inilah yang menjadi Pekerjaan rumah (PR) Dishub Kota Samarinda belum tuntas.
Hal ini membuat Camat Samarinda Utara Syamsu Alam angkat bicara. Menurutnya parkir truk besar di Jalan PM Noor selain dapat menimbulkan kemacetan pada jam sibuk, juga merusak fasilitas umum. Sebut saja badan jalan tempat truk tersebut parkir yang kini mulai rusak dan membuat pinggir jalan dipenuhi tanah yang mengakibatkan jalan menjadi tidak rata. Selain itu juga tiang-tiang listrik tepat di samping truk tersebut parkir juga miring. Bukan tidak mungkin tiang tersebut akan roboh jika hal tersebut terus dibiarkan.
"Kami juga meminta pihak yang terkait seperti Dishub kembali melakukan penertiban truk kendaraan yang kerap parkir di kawasan tersebut," kata Syamsul.
Ditambahkannya, Truk-truk yang parkir liar tersebut tidak bisa dibiarkan terus menerus memenuhi badan jalan. Dishub harus melakukan penertiban truk secara berkelanjutan. Yang terpenting adanya pengawasan yang ketat agar kendaraan tidak ada yang parkir lagi.
"Jika dilakukan pembiaran maka hal itu akan terus terjadi. Meski saya tahu sudah ada tanda larangan parkir di sana," ujarnya.
Dishub bekerja sama dengan Satpol PP harus melakukan tindakan tegas agar masalah parkir liar di sana tidak menjamur dan segera terselesaikan. Dia berharap, sanksi tegas bisa diberikan kepada pemilik kendaraan atau sopir yang sengaja memarkir kendaraan mereka hingga bermalam dibadan jalan.
"Mungkin teman-teman Dishub bisa lebih sering datang ke sana. Barang kali dengan begitu mereka para sopir akan kapok terus menerus dilakukan penertertiban," pungkasnya. aon

Hari Bumi, Sungai Mahakam Tercemar

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Aktifitas angkutan batu bara yang lalu lalang disungai mahakam dianggap menjadi sumber utama tercemarnya sungai Mahakam, ditambah lagi banyaknya ekosistem disungai ini sudah jarang ditemukan seperti ikan Pesut.
Ikan langka yang hanya terdapat di dua sungai di dunia ini yakni di sungai Mahakam dan Sungai Amazon,  saat ini sudah tidak pernah lagi ditemui oleh masyarakat yang hidup ditepi Sungai Mahakam.
Tercemarnya Sungai Mahakam terlihat dengan sudah tidak bisa digunakannya lagi air sungai untuk aktivitas mandi dan kebutuhan air bersih masyarakat,  saat ini masyarakat bahkan harus membeli air bersih yang telah dikelola perusahaan daerah air minum untuk kebutuhan sehari-hari.
Memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 april dan diperingati secara internasional, Komite Lingkungan Peduli Bumi Kalimantan Timur menyoroti tentang tercemarnya sungai mahakam , padahal sungai sepanjang 980 km ini merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat dari 5 Kabupaten dan kota se Kaltim
Aktifitas angkutan batu bara yang lalu lalang disungai mahakam dianggap menjadi sumber utama tercemarnya sungai mahakam , ditambah lagi banyaknya ekosistem disungai ini sudah jarang ditemukan disungai mahakam khususnya ikan pesut.
Tercemarnya sungai mahakam terlihat dengan sudah tidak bisa digunakannya lagi air sungai untuk aktivitas mandi dan kebutuhan air bersih masyarakat,  saat ini masyarakat bahkan harus membeli air bersih yang telah dikelola perusahaan daerah air minum untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kita bisa lihat saat ini kebutuhan air bersih hanya bergantung pada proses air yang dilakukan oleh PDAM, sementara untuk air tanah sudah sangat sukar didapat  karena rusaknya lingkungan akibat pembukaan lahan untuk kegiatan tambang batu bara,” kata Asbar.
Dalam aksi yang dilakukan di depan kantor gubernur kalimantan timur para aktivis menyoroti tingkah para pejabat yang memberikan ijin usaha pertambangan dengan mudah tanpa memperhatikan aspek penyelamatan lingkungan.
Dalam orasinya mereka menegaskan bahwa saat ini terdapat ratusan ijin pertambangan yang merugikan masyarakat/ terjadinya banjir di beberapa daerah hingga berbagai perubahan iklim yang sudah dianggap diluar kewajaran.
Ironisnya pemerintah di Kaltim saat ini terkesan melakukan pembiaran terhadap maraknya pengerusakan lingkungan yang dilakukan oleh para perusahaan tambang, ironisnya meski telah ada sangsi yang diberikan pemerintah ternyata tidak mampu memberikan efek jera kepada para pengusaha karena tidak tegasnya pemerintah menjalankan sangsi tersebut.
Asbar koordinator aksi mengatakan kerusakan lingkungan secara global disebabkan oleh perbuatan manusia dan akan berdampak pada manusia juga,  kesadaran masyarakat yang menurun dalam menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan.
“Pelestarian lingkungan hidup bukan merupakan tanggung jawab perorangan saja, namun merupakan kesadaran dari semua pihak secara bersama-sama,” kata Asbar.
Beragam kerusakan lingkungan di bumi ini menyebabkan turunnya kualitas lingkungan serta dapat mengakibatkan terjadinya bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, maupun krisis air bersih. Kerusakan lingkungan secara global disebabkan oleh perbuatan manusia dan akan berdampak pada manusia juga. Kesadaran masyarakat yang menurun dalam menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Pelestarian lingkungan hidup bukan merupakan tanggung jawab perorangan saja, namun merupakan kesadaran dari semua pihak secara bersama-sama.
Kesadaran mengenai kelestarian lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada masyarakat dan harus berkelanjutan, bahkan sampai usia tua-pun kita harus terus diingatkan dan dikembangkan. Kesadaran sosial akan dapat ditumbuhkan melalui pemberian informasi tentang lingkungan, dengan harapan mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat sehingga dapat mewujudkan perilaku cinta lingkungan.
Perubahan iklim merupakan suatu fenomena global yang dampaknya akan dirasakan oleh semua penduduk yang tinggal di planet bumi ini. Manusia terus bertambah, tindakan memanfaatkan dan merubah lingkungan alam terus dilakukan. Fenomena perubahan iklim sulit untuk dihentikan melalui walaupun melalui berbagai kegiatan pencegahan dan antisipasi terhadap perubahan iklim. Upaya yang paling tepat adalah manusia beradaptasi dengan datangnya perubahan iklim, manusia merubah perilakunya untuk selalu peduli kepada lingkungan khususnya perubahan iklim. Cara tepat manusia beradaptasi terhadap perubahan iklim adalah dengan merubah perilaku untuk selalu peduli dan cinta pada lingkungan. Berikut ini disajikan beberapa cara manusia melakukan kegiatan pedul terhadap perubahan iklim. M4n

Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban

Penemuan Mayat di Kebun Salak Jl KH Harun Nafsi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Minimnya informasi dan petunjuk disekitar lokasi penemuan mayat di Jl KH Harun Nafsi RT 25 Kelurahan Rapak Dalam Kecamatan Loa Janan Ilir membuat petugas kepolisian masih mengalami kesulitan mengungkat jati diri korban.
Sebagian besar tubuh korban telah rusak menjadi kendala sulitnya petugas kepolisian untuk mengungkap kasus ini, bahkan beberapa petunjuk di TKP masih sulit dijadikan petunjuk.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang didampingi Kasat Reskrim  Kompol Febby DP Hutagalung mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian mayat tersebut karena masih mengumpulkan saksi dan hasil otopsi pihak rumah sakit.
“Kita masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban, kita tunggu hasil pemeriksaan tim Forensik Rumah Sakit Umum Aw Syahranie,” kata Febby.
Sebelumnya kasus penemuan jasad mayat membusuk yang menghebohkan Warga Jl KH Harun Nafsi, RT 25, Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir  dengan temuan mayat yang nyaris menjadi tengkorak di sebuah kebun salak, Minggu (20/4)lalu , sekitar pukul 16.30 Wita.
Mayat orang yang tidak bisa dikenali ini ditemukan tertelungkup tak jauh dari rumah kosong dengan kondisi leher dan tangan terjerat  nilon. Diduga kuat jenazah mayat  tanpa identitas  meninggal setelah menjadi korban pembunuhan.
Penemuan itu bermula saat seorang Anak bocah yang tinggal  kawasan ini mencari salak di lahan tersebut. Tiba  menemukan sesosok bangkai mirip manusia sekitar 15meter bagian dari belakang rumah pak Ari.
Menggunakan lampu penerangan milik para relawan,dan  tim identifikasi dari Polresta Samarinda berupaya mengumpulkan petunjuk di sekitar lokasi kejadian. Tak banyak benda yang dibawa dari lokasi kejadian. Polisi hanya mendapatkan celana jeans yang masih terpasang di kaki korban dengan posisi melorot.
 petugas mengevakuasi jenazah ke rumah sakit. Tubuh korban yang busuk dan nyaris menjadi tengkorak dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk diautopsi. opi

Kinerja Tenaga Kesehatan Pengaruhi Pelayanan Masyarakat

Seminar Penelitian Evaluasi Kinerja Tenaga Kesehatan

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Hj Halda Arsyad menegaskan, kinerja tenaga kesehatan yang berada di lingkungan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) hingga rumah sakit sangat berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena, dengan kinerja sangat menentukan kualitas pelayanan  yang diberikan kepada masyarakat.
Apalagi, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Karena itu, kinerja tenaga kesehatan patut di evaluasi setiap saat.
“Sesuai Undang-Undang Nomor 39 tahun 2009 pasal 5 ayat 2 tentang kesehatan, bahwa setiap orang mempunyai hak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu. Alhamdulillah, sacara fisik infrastruktur di lapangan, terutama di lingkungan Puskesmas 24Jam sudah bagus, diharapkan dengan baiknya fisik dapat dibarengi dengan peningkatan kinerja yang lebih baik pula dilakukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki,” kata Hj Halda Arsyad usai membuka seminar penelitian evaluasi kinerja tenaga kesehatan dalam rangka peningkatan kesehatan di Kaltim di Aula Balitbangda Kaltim, Selasa (22/4).
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak mendasar masyarakat yang wajib dilaksanakan pemerintah. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah masih terus memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Sebab, dengan rendah kualitas pelayanan dapat dikarenakan banyak hal, seperti jumlah tenaga medis sangat terbatas, peralatan kurang memadai maupun dari kinerja tenaga kesehatan.
“Dengan kondisi tersebut sebagian penduduk terutama yang tinggal daerah terpencil masih tidak dapat memanfaatkan puskesmas karena keterbatasan sarana transportasi dan kendala geografis,” jelasnya.
Dari penelitian yang dilakukan ke empat kabupaten/kota di Kaltim, yakni di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat ada 420 responden yang menjadi sampel penelitian tersebut.
Penelitian tersebut dilakukan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang ditetapkan, antara lain yang menjadi sasaran adalah pasien puskesmas di poli umum dan poli dewasa, termasuk masyarakat di lingkungan puskesmas.
”Dari penelitian yang dilakukan, sebagian besar masyarakat, baik pasien maupun masyarakat di lingkungan puskesmas menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas puskesmas. Termasuk, tenaga kesehatan telah melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya. Meski begitu, kami menyarankan, dari hasil penelitian tersebut diharapkan masing-masing puskesmas dapat meningkatkan kinerja seluruh karyawan, sehingga kegiatan operasional puskesmas tetap bisa dilaksanakan walaupun tenaga kesehatan yang ada masih kurang,” jelasnya.
Selain itu, sesuai penelitian yang dilakukan, Balitbangda menyarankan kabupaten/kota dapat meningkatkan frekuensi program kegiatan yang mengarah pada pencegahan penyakit, sesuai dengan permasalahan kesehatan di wilayah tersebut. Bila upaya pencegahan telah efektif dilaksanakan, maka biaya pengobatan yang besar dapat dikurangi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih bermanfaat.
Kemudian dari itu, diharapkan kabupaten/kota yang menjadi sasaran penelitian, dapat melakukan kajian lebih lanjut mengenai kebutuhan tenaga kesehatan untuk pelayanan puskesmas. Karena masih banyak ditemukan di lapangan adanya rangkap tugas yang dilakukan petugas kesehatan tersebut. mar

Generasi Muda Harus Mampu Jadi Penerus Kartini

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menjelaskan, generasi muda khususnya kaum perempuan saat ini harus mampu meneruskan cita-cita Raden Ajeng (RA) Kartini, yakni dengan banyak berbuat dan berkarya tanpa melupakan kodrat sebagai perempuan.Karena, kaum perempuan memiliki peran yang besar dalam mendukung terciptanya pertumbuhan pembangunan ekonomi masyarakat di daerah.
“Hendaknya para ibu serta generasi muda yang hidup di zaman modern ini bangkit untuk kemajuan ke arah yang lebih baik lagi. Seperti yang diinginkan Kartini bagi kemajuan dan kesejahteraan kaum perempuan,” kata HM Mukmin Faisyal HP pada Peringatan Hari Kartini di Lamin Etam, Selasa (22/4).
Menurut dia, di era reformasi ini perempuan Kaltim harus bangkit meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sehingga mampu berperan di segala bidang kehidupan.
Apalagi kesempatan untuk maju masih sangat terbuka. Meskipun demikian, kemajuan dan prestasi yang dicapai masih menyisakan permasalahan. Diantaranya meliputi masalah ekonomi dan pencari kerja yang tidak sepadan dengan lowongan yang tersedia. Hal ini mendorong kaum wanita terpaksa mencari kerja ke luar negeri yang tidak jarang terjebak dalam women trafficking atau penjualan perempuan.
Selain itu, kemiskinan yang dialami masyarakat berdampak munculnya gizi buruk dan meningkatnya angka kematian ibu hamil. Di sisi lain, terjadi penyalahgunaan narkoba, minuman keras, penyimpangan seksual dan penyebaran penyakit HIV/AIDS korbannya lebih banyak kaum perempuan.
“Karena itu, menyikapi permasalahan yang dihadapi, para ibu dan perempuan diharapkan terus berbuat dan berkarya sesuai profesi dan kemampuan. Kaum pria hendaknya menjadi mitra yang saling mendukung dalam kebersamaan, sehingga segala permasalahan yang dihadapi dapat diatasi,” harapnya.
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih mengemukakan Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan dukungan serta motivasi bagi kemajuan dan peningkatan kaum perempuan baik kualitas maupun kapasitas.
“Dalam peningkatan kemajuan dan taraf hidup kaum perempuan, telah disusun program prioritas sesuai kondisi dan permasalahan. Peran serta lembaga masyarakat maupun organisasi pemerhati perempuan juga diperlukan. Melalui momen Peringatan Hari Kartini ini, hendaknya menjadi pemacu sekaligus pemotivasi perempuan untuk maju,” jelasnya. mar

Pemprov Terus Tingkatkan Kinerja dan Prestasi

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak menegaskan, tahun 2014 telah dicanangkan sebagai era kinerja. Kinerja secara terukur harus menjadi rujukan utama penyelenggaraan pemerintahan ke depan, dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pelaporan. Pada 2015 dan selanjutnya pencapaian kinerja pemerintahan baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai kumulatif pencapaian kinerja SKPD harus lebih ditingkatkan.
“Untuk mencapai kinerja pembangunan yang baik diperlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat Kaltim khususnya kepada SKPD provinsi dan kabupaten/kota. Oleh karenanya penetapan dan pencanangan Era Kinerja mengandung makna rujukan utama penyelenggaraan pemerintahan kita ke depan yang harus terukur, dan terpadu dalam mengelola  permasalahan pembangunan,” papar  H Awang Faroek Ishak beberapa waktu lalu.
Awang Faroek menjelaskan keterpaduan yang dimaksud adalah diperlukannya koordinasi yang intensif lintas sektor, koordinasi antar tingkatan pemerintahan, termasuk SKPD provinsi dengan SKPD kabupaten/kota sesuai permasalahan pada urusan pemerintahan yang ditanganinya. Sedangkan keterukuran yaitu untuk mengetahui efektivitas birokrasi menangani berbagai masalah sekaligus sebagai pertanggungjawaban terhadap masyarakat.
“Dalam lima tahun ke depan peran pengawasan dan pengendalian  harus makin ditingkatkan untuk mendorong komitmen terhadap pencapaian kinerja pembangunan, termasuk pembinaan, supervisi dan bimbingan teknis oleh SKPD provinsi kepada SKPD kabupaten/kota,” jelasnya.
Awang Faroek mengungkapkan sebagai buah dari kerja keras dalam melakukan pengawasan dan pengendalian, pada 24 Februari 2014 Pemprov Kaltim berhasil meraih penghargaan terbaik I dari Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) dalam pelaksanaan Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) untuk kategori pemerintah provinsi. Sedangkan prestasi terbaik II  diraih oleh Pemprov Jawa Barat dan terbaik III  diraih oleh Pemprov Jawa Timur.
"Penghargaan ini  harus dijadikan semangat untuk dapat memacu kinerja institusi pemerintah sehingga dapat menggunakan anggaran secara efektif dan efisien dengan realisasi belanja mencapai target. Terlebih Kaltim baru membentuk TEPPA pada pertengahan 2012 lalu, namun bisa menjadi yang terbaik setahun berikutnya. Dan ini adalah hasil kerja keras kita bersama, mulai dari pimpinan hingga staf mampu bekerja kompak untuk meraih hasil terbaik. Jika kinerja ini terus ditingkatkan maka bukan tidak mungkin di segala sektor pembangunan Kaltim bisa menjadi yang terbaik,”paparnya.
Sebagai informasi, selain mendapatkan penghargaan terbaik I TEPPA untuk kategori provinsi, Pemprov Kaltim selama 2013 juga berhasil meraih berbagai prestasi, yakni terbaik LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan) dari Kementerian PAN-RB dan opini penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk pengelolaan keuangan negara.  Pemprov juga menjadi yang terbaik dalam bidang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang dinilai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. mar

Walikota Resmikan SMPN 10

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Harus ada keterkaitan semua pihak di dalam menjaga lingkungan agar selalu bersih dan sehat, yang di awali dari bangku sekolah agar sekolah Sobat Bumi bisa dapat terus berjalan dengan baik.Demikian yang di sampaikan oleh Walikota Samarinda Syahari Jaang pada saat meresmikan SMP Negeri 10 yang berada di Sungai Kunjang, sebagai sekolah “ Sobat Bumi’ yang berkerja sama dengan Green Education Pertamina yang di hadiri oleh Direktur Utamanya Achmad Rizali.
Acara Peresmian SMP N 10 Samarinda sebagai Sekolah Bumi Champion Mandiri Energi. Juga di hadiri oleh Ketua tim penggerakn PKK Kota Samarinda Hj Puji Styawati Syahaari Jaang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Kadis DKP, Ibu Camat Sungai Kunjang, Lurah dan Para Kepala Sekolah se-kecamatan Sungai Kunjang.
Direktur Utama Green Education Pertamina Achmad Rizali  mengatakan bahwa dari 187 sekolah di Indonesia Kalimantan hanya ada tiga sekolah sobat bumi, Balikpapan terdapat dua dan Samarinda, yang berada di SMP N 10 Sungai Kunjang.
Sementara Kepala SMPN 10 H Iswardati  sendiri mengatakan dalam sambutan singkatnya, bahwa terpilih SMP N 10 menjadi sala satu sekolah sobat bumi dari 17 Sekolah di Indonesia, yang di pilih oleh Pertamina yang memilki sala satu program Green Education yang di terapkan di sekolah-sekolah.khususnya kepada para pelajar agar bisa memanfaatkan limbah yang ada di lingkungannya.
Dimana para siswa di beri pengetahuan, bagaimana bisa mengelola hasil limbah untuk  di jadikan bahan bakar pengganti minyak tanah. Untuk SMP N 10 mendapat bantuan sebuah alat Distilator yang merupakan alat penyulingan dari limbah kulit mada ataupun limbah kulit nenas yang banyak terdapat di Samarinda dan dapat di olah menjadi bahan  bakar minyak melebihi dari gas elpiji,dan untuk SMP N 10 sudah di praktekan oleh para siswa dengan mengolah buah mada menjadi bahan bakar minyak,’ Ungkap Iswardati
Dalam sambutannya Walikota juga mengajak semua pihak, baik elemen masyarakat, pihak swasta untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lingkungan karena merupakan aspek yang sangat penting. Dan masyarakat di harapkan dapat melakukan aksi-aksi ramah lingkungan, dengan tidak membuang sampah dan limbah sembarangan. Dan tiap rumah di harapkan harus ada tanaman hijau.
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Bumi Walikota juga meresmikan Lounching Logo SD se-kecamatan Sei Kunjang. Yang bertempat di sekolah dasar 022 sei kunjang. Yang merupakan sala satu sekolah yang peduli dengan lingkungan, sehingga tidak ada lagi tempat untuk dapat menanam pohon,demikianbyang di sampaikan oleh Kepala SD 022 Sungai Kunjang, Emilianus W.
Walikota juga mengatakan bahwa mengajak anak-anak untuk  memulai sejak dini, mencintai tanaman dan menjaga tumbuhan yang mereka tanam sendiri. Karena  hal ini merupakan upaya untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap lingkungan hidup.
Dan dia harapkan pihak sekolah turut berpartisipsi dalam melestarikan dan menjaga lingkungan hidup dengan demikian tercipta kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran  dan penyadaran warga sekolah akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Walikota juga berjanji di tahun 2015, nantinya bangunan  SD 022 Sungai Kunjang akan di bangun bertingkat, sebagai upaya Pemerintah meningkatkan mutu kwalitas para siswa di saat belajar.
Karena  saat ini ada sekitar 880 lebih siswa di SD 022 Sungai Kunjang.yang hanya ada 10 ruang kelas.Walikotapun meminta kepada kepala dinas pendapatan daerah Kota Samarinda untuk dapat menganggarkan di APBD perubahan 2014. ike

PNS Harus Bermoral

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mempunyai kompetensi dan perilaku yang penuh kesetiaan serta bermoral, bermental baik, profesional serta sadar tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Hal tersebut dikemukakan Gubernur dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kaltim H Syafruddin Pernyata pada penutupan Diklat Prajabatan Golongan I dan II Angkatan V di lingkungan Pemprov Kaltim, di Auditorium Badan Diklat Kaltim, Selasa (22/4).
Menurut dia, PNS sebagai unsur  utama sumber daya manusia (SDM) aparatur negara yang mempunyai peran sangat menentukan dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Sosok PNS yang mampu memainkan peranan dalam organisasi adalah setiap aparatur yang responsif terhadap aspirasi masyarakat serta mampu memberikan pelayanan prima dengan tetap dilandasi iman dan taqwa,” katanya.
Namun membentuk sosok PNS profesional dan bermoral serta memiliki mental baik penuh ketaatan dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat memang tidak mudah, maka perlu diberikan pembekalan melalui Diklat, salah satunya Diklat Prajabatan.
Diklat  ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansi.
“Diklat untuk menciptakan aparatur negara yang berperan sebagai pembaharu. Khususnya mampu memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Diklat Prajabatan Edi Sofyan mengemukakan Diklat Prajabatan bertujuan agar terciptanya aparatur yang memiliki sikap bersih dan berwibawa, bekerja efesien, efektif dan berdisiplin serta memiliki prestasi maupun dedikasi serta loyalitas tinggi.
Diklat Prajabatan Calon PNS Golongan I dan II angkatan V di lingkup Pemprov Kaltim dilaksanakan sejak 22 April hingga 13 Mei diikuti 31 peserta dengan 14 materi  Diklat atau 174 jam pelajaran. john

PPP Kaltim Bersikap Netral

Konflik Ditubuh PPP Pusat

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kaltim tak tegas menyikapi konflik internal partai yang berujung pada pemecatan Ketua Umumnya PPP Suryadharma Ali. Partai berlambang ka'bah Kaltim ini cenderung cari aman, tak mendukung salah satu kubu yang berkonflik, Pimpinan Pusat PPP atau Suryadharma Ali.
Ketua