Puluhan Warga Pendingin Ngadu ke DPRD KukarTuntut Pembangunan Merata
2011-01-13 07:53:20
TENGGARONG, Karena pembangunan dianggap tidak merata, puluhan masyarakat Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga, Rabu (12/1) mendatangi kantor DPRD Kukar di Jl Wolter Monginsidi Tenggarong. Mereka mengadukan berbagai permasalahan pembangunan. Sebab Kecamatan Sangasanga, khususnya Kelurahan Pendingin memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, seperti migas dan batubara. Namun mereka kurang mendapatkan perhatian dari Pemkab Kukar. Rombongan warga Kelurahan Pendingin yang dikoordinatori Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) H M Aini dan Sekretarisnya Mulyadi diterima DPRD Kukar diruang Banmus DPRD yang dipimpin Wakil Ketua H Abdurahman, didampingi anggota lainnya. Diantaranya, Heri Setyo, Suryadi Izur,Abdul Sani, Ilyas Ibrahim, Sukardi, H Sabir Nawir, Max Donal, Idrus Tanjung. Tampak hadir dalam pertemuan itu perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas PU dan PDAM Kukar. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu, mewakili warga Pendingin, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) HM Aini bersama Sekrertarisnya Mulyadi. Mereka mempertanyakan pembangunan jalan yang dilaksanakan setengah hati. Mereka juga meminta penurapan beton kiri kanan di Jl Jaya Makmur sepanjang 4 ribu meter, agar dianggarkan di tahun 2011 ini. Jalan Jaya Makmur ini dipakai mobilisasi perusahaan dengan tonase berat. Jika tidak turap akan longsor menutup drainase. Selain itu, warga meminta perbaikan Masjid Al-Furqon. Sebab tempat ini belum pernah tersentuh dana APBD selama 60 tahun, sehingga kondisinya memprihatinkan. Pemkab juga di minta perhatiannya yayasan Al-Falah. Sebab yayasan itu mendidik anak-anak usia dini, dalam menanamkan ahlkaq yang baik,tanpa dipungut biaya. Sekarang telah berdiri 3 lokal, karena jumlah siswa cukup banyak perlu tambahan lokal lagi. Terpenting, kata dia, adalah proyek PDAM. Hingga kini proyek itu masih mangkrak. Padahal, sejak tahun 2004 telah dianggarkan di APBD sebesar Rp3,3 miliar. Tahun 2010, dilanjutkan lagi dengan dana sebesar Rp3 miliar, tapi sampai sekarang air bersih belum mengucur. john
|