Warga Bukuan Blokir Lokasi Tambang PT ECI2011-01-13 07:58:13
SAMARINDA, Puluhan warga di kelurahan Bukuan menutup akses lokasi tambang batu bara yang sedang dikerjakan PT Energi Cahaya Industritama (ECI), Rabu (12/1). Warga menuntut janji menejemen PT ECI yang akan melibatkan warga Bukuan untuk menggarap tambang tradisional (karungan) di lokasi tambang tersebut. Aksi dimulai pukul 08.30 wita, warga memasuki area tambang seluas 30 hektar tersebut. Mereka mnenutup akses jalan yang berada di Pos penjagaan II di tengah area tersebut. Mereka meminta kepada pihak menejemen untuk merealisasikan janjinya. Hairul, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan manajemen telah berulang kali mengumbar janji. Namun, hingga saat ini janji itu belum terbukti. Padahal, lanjutnya, telah ada kesepakatan antara warga dengan menejemen untuk memberikan kesempatan bagi warga mengelola batu bara dengan sitem karungan. “Kami telah lama meminta realisasi ini. Tapi nampaknya menejemen selalu mengulur-ulurnya. Padahal, kami juga telah lama bersabar. Tapi justru kesabaran kami tak dianggap. Makanya kami melakukan aksi disini,” kata Hairul. Menurutnya, beberapa kali pertemuan dengan pihak menejemen. Dalam pertemuan tersebut warga meminta agar diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas tanpa mengganggu oksploitasi yang dilakukan PT ECI. “Kami telah menyampaikan maksud kami agar diberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk memperoleh pekerjaan. Pihak menejemen pada saat itu bersedia. Tapi nyatanya sampai hari ini belum terlaksana. Pantas kami kalau kecewa,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Darlin, yang juga tokoh masyarakat menyayangkan sikap menejemen yang acuh tak acuh terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Karena sikap tersebut dinilai justru merugikan pihak PT ECI. “Sebenanrnya warga hanya minta kejelasan kapan mereka dapat melakukan aktivitas mengarungi batu bara. Tapi kok sampai sekarang belum jelas,” kata Darlin. Dia mengemukakan warga selama ini cukup resah akibat penambangan yang dilakukan PT ECI. Dimana warga sekitar selalu kena dampak banjir yang disertai lumpur berasal dari kawasan penambangan itu. Selain banjir lumpur, kata Darlin, warga yang mayoritas hidup dari pertanian mengalami kerusakan tanaman. Hasil sayur mayur jadi rusak akibat kadar tanah yang tidak bersahabat dengan petani sayur. “Makanya dengan kondisi kebanjiran ini warga meminta untuk dapat memperoleh hasil melalui tambang karungan, agar mereka juga memperoleh hasil untuk meningkatkan perekonomian mereka,” katanya menekankan. Dia berharap agar menejemen PT ECI dapat bekerja sama dengan niat yang baik untuk merealisasikan janjinya. “Kalau hal ini dibiarkan saja saya yakin warga akan bersikap lebih serius lagi dengan menutup tambang tersebut. Informasi terakhir tentang kondisi di area pertambangan PT ECI, saat ini warga kembali menutup area tambang, tepatnya di pos penjagaan II. Dengan demikian, otomatis aktivitas tambang di perusahaan tersebut akan lumpuh. Hingga berita ini diturunkan, pihak menejemen PT ECI tak bisa dihubungi melalui saluran telepon genggamnya.Bahkan, Agung, salah satu menejer administrasi PT ECI juga tak mengangkat telepon genggamnya. Humas PT ECI, Simamora, saat menemui warga berjanji akan memenuhi tuntutan warga sebagaimana janji PT ECI. Warga, lanjutnya, akan diberi kesempatan untuk melakukan penambangan dengan cara dikarungi. Caranya dengan menunjuk salah satu warga untuk mengkoordinir. sang_abdi05: "PT ECI telah sepakat untuk tetap memberikan hak warga sebagaimana kesepakatan awal untuk menambang dengan cara karungan. Ini sebagai bentuk kepedulian menejemen terhadap perekonomian warga sekitar," kata Simamora. aon
|