Makmur Kenang 5 Tahun Jadi Penghuni Asrama

2011-01-14  06:49:55

JAUH dari orang tua menuntut ilmu di Samarinda, memang punya suka duka.  Apalagi, tidak tinggal di rumah keluarga, melainkan asrama. Semua diatasi sendiri.  Terkadang sulit untuk membagi waktu, kewajiban kuliah dengan menyelesaikan urusan asrama.  Namun, semua bisa dilewati dengan baik berkat ketulusan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.  Kembali ke kampung dengan predikat sarjana.
Perjalanan waktu sungguh tidak terasa, seakan semua berlalu begitu cepat.  Bahkan, bila menghitung, kini memasuki tahun ke 26 setelah menuntaskan kuliah.  Tak menyangka bahkan tak pernah memikirkan, penghuni kamar 4 asrama Berau di jalan Rumbia, kini menjadi orang nomor satu di Kabupaten Berau.  Perjalanan hidup, memang ada yang mengaturnya.
Kala itu, memang tak semudah seperti sekarang.  Apalagi, ketika menuntut ilmu di Fakultas Sospol (Fisip sekarang,Red) Unmul, semua dalam keterbatasan.  Apalagi, saat itu tinggal di Asrama mahasiswa Berau yang dihuni sekitar 50 orang.  Berarti, ada sekian banyak karakter yang berbeda.
Banyak catatan yang menarik, sebagai satu kenangan ketika masih sebagai penghuni asrama.  Kenangan itu,kadang menyeruak kembali ketika para mantan penghuni asrama saling bertemu, dan menceriterakan masa lalu mereka.  Semua sungguh mengasyikkan.  Bahkan, ada yang membuat mereka menjadi tertawa.  Padahal, peristiwa yang dialami kala itu, sunggu menyayat.
Bayangkan, kata Makmur HAPK, setiap kapal Tanjung Raya tiba di Samarinda dari Berau, semua penghuni asrama berada di tepi dermaga pelabuhan Gudang Garam. ”Yang ditunggu, tidak lain kiriman dari orang tua di kampung,” kata Makmur. 
Yang kadang membuat sedih, sementara semua menerima kiriman, baik uang ataupun kiriman bahan makanan, ada saja yang tidak mendapat kiriman.”Anak buah kapal hafal betul, siapa yang ada titipan dan siapa yang tidak ada,”kata Makmur. Saat-saat seperti itulah yang sungguh menyedihkan.
Seorang Makmur, juga sering berada diantara sekian banyak mahasiswa yang ikut menunggu di dermaga pelabuhan.  Yang dinantikan, kiriman berupa beras, ikan asin dan sedikit uang untuk membeli keperluan kuliah.”Saya sedikit beruntung, karena kiriman saya tetap lancar,”ucapnya.
Teman-teman sengkatan ketika di asrama dulu, cukup banyak.  Dan kini menjadi orang penting, baik di kabupaten maupun di provinsi.  Salah satunya, adalah Delmy, Kadis Kehutanan Kaltim.
”Ia memang teman seangkatan saya di asrama,” ungkap Makmur.  Dan beberapa nama lainnya yang masih aktif sebagai pegawai maupun pengusaha.
Di asrama, Makmur menempati ruang kecil berukuran sempit.  Kamar yang juga terkadang merangkap sebagai gudang.  Karena semua keperluan, “diamankan” di kamar masing-masing.  Bangunan asrama Berau, termasuk mewah pada zamannya.  Dibanding dengan asrama mahasiswa lainnya.  Apalagi, lokasinya tak jauh dengan perumahan dosen.  Jadi, para dosen relatif cukup akrab dengan para penghuni asrama.
Cikal bakal sebagai seorang pemimpin, juga sudah terlihat ketika berada di asrama.  Makmur didaulat sebagai ketua asrama.  Artinya, ia bertanggungjawab terhadap semua penghuninya, termasuk berbagai keperluan asrama.  Mungkin, mengorganisir asrama inilah yang menjadi dasar kepemimpinan, sehingga sekarang mendapat tanggungjawab memimpin daerahnya.
Kamar yang ditempati, kini dihuni oleh mahasiswa yang entah generasi yang keberapa.  Namun, suasana kamar masih belum berubah banyak. Yang membedakan, isi kamar yang lebih sumpek ketika ia menjadi penghuninya dulu.”Disinilah dulu saya tidur selama hampir lima tahun, hingga selesai kuliah,” kata Makmur menunjuk kamar yang bersebelahan dengan kamar yang ditempati Delmy.
Sayang, kamar dan seluruh bangunan kayu, sebentar lagi akan digusur.  Ini tidak lain, Pemkab mendirikan bangunan yang lebih mewah lagi untuk sebuah asrama mahasiswa.  Bisa jadi, karena pengalaman yang “tidak menyenangkan” ketika masih menjadi penghuni asrama, sehingga bupati memutuskan untuk membuatkan asrama bagi mahasisa Berau yang  lebih tepat disebut hotel mahasiswa.  Biar mahasiswa bisa lebih tenang dan konsentrasi belajar.
”Biarlah generasi kami saja yang merasakan sebuah asrama yang sumpek, untuk generasi mendatang mereka bisa belajar tenang dan kuliah bisa cepat selesai dan kembali mengabdi di daerah,”imbuhnya. (hms)

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1222 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...