Eksekutif dan Legislatif Pangkas Dana Perjalanan DinasSilfa Rp 154 Milyar tutup devisit
2011-01-15 04:58:29
BALIKPAPAN, Pihak eksekutif dan legislatif memangkas dana perjalanan dinas di tahun 2011 yang selama ini terkesan sangat besar sehingga sangat berpengaruh terhadap pembangun fisik di Kota Balikpapan, komitmen itu terungkap saat berlangsungnya sidang paripurna pandangan akhir fraksi terhadap Nota Penjelasan wali kota tentang APBD Balikpapan 2011, di gedung DPRD baru-baru ini. ‘’Selama ini dana perjalanan dinas cukup besar sehingga menjadi sorotan berbagai pihak, untuk itu tahun ini kita berusaha untuk menekan angka biaya perjalanan dinas sekecil mungkin. Hanya saja berapa angka yang terpangkas itu yang saya tidak hafal yang jelas dari anggaran perjalanan dinas yang diajukan, kita pangkas sampai Rp 14 miliar untuk menutupi biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan,,’’ kata Ketua DPRD Balikpapan, H Andi Burhanuddin Solong SE (ABS) usai rapat paripurna naru-baru ini. Dalam sidang partipurna itu terungkap RAPBD Balikpapan tahun 2011 disepakati sebesar Rp 1,7 triliun dan kesepakatan itu ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang nantinya akan diverifikasi kembali oleh gubernur sebelum disahkan menjadi Perda APBD. Sedangkan pemangkasan dana perjalanan dinas, antara lain bertujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik Kota Balikpapan, seperti, pemangkasan anggaran perjalanan dinas diperuntukkan untuk menutupi kekurangan anggaran pembangunan Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan, Kantor Kelurahan Klandasan Ulu, juga untujk menutupi kekurangan anggaran pembangunan Stadion Utama Balikpapan. ‘’Kita masih membutuhkan banyak dana untuk berbagai pembangunan di Balikpapan, olehnya salah satu upaya untuk menekan pengeluaran adalah dengan memangkas dana perjalanan dinas dan beberapa pos lainnya dengan harapan beberapa program pembangunan tidak akan kekurangan dana teramsuk kita sedang berencana membangun stadion sepak bola yang pada tahap awal ini dialokasikan sebesar Rp 60 miliar,’’ kata ABS menambahkan. Kendati demikian, akhirnya bisa tertutup semua, dan inilah pembahasan paling menjenuhkan, melelahkan, karena yang berlebihan kita pangkas yang kurang kita tutup, sesuai Permendagri 37 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan APBD 2011. Di tempat yang sama, Wali Kota Balikpapan H Imdaad HamidSE menganggap,RAPBD Balikpapan 2011 tersebut merupakan RAPBD terbaik dalam 10 tahun terakhir di masa kepemimpinannya, pasalnya defisit antara penerimaan daerah dan belanja daerah hanya sekira Rp 154 miliar, yang langsung ditutupi oleh pembiayaan netto atau sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) di tahun 2010 lalu yang juga sebesar RP 154 miliar. ‘’Terima kasih buat tim anggaran DPRD dan eksekutif yang telah bekerja keras merampungkan pembahasan APBD ini merupakan rancangan terbaik selama saya memimpin, dimana tidak ada defisit anggaran karena langsung tertutup oleh pembiayaan netto,’’ ungkap Imdaad dalam sambutannya, yang langsung diikuti tepuk tangan para peserta paripurna. Menurut Imdaad, anggran penerimaan daerah Balikpapan 2011 mencapai sekira Rp 1,6 triliun, masih lebih kecil dari anggaran belanja daerah yang mencapai sekira Rp 1,7 triliun, namun, defisit anggaran tersebut, bisa ditutupi dengan Silfa di tahun 2010 lalu yang mencapai Rp 154 miliar. "Setelah disepakati RAPBD ini, akan langsung kita serahkan ke gubernur untuk direvisi selanjutnya disahkan menjadi perda APBD Balikpapan 2011, saya juga minta setiap SKPD bisa secepatnya mengajukan anggaran belanja yang akan dilelang agar penyerapan anggaran kita bisa lebih maksimal," ungkap Imdaad. max
|