Kaltim Masih Kekurangan Bidan2011-01-15 05:34:01
SAMARINDA, Tugas bidan tidak lepas dari bidang keluarga berencana. Karena disesuaikan dengan bidangnya, yaitu memberikan program Keluarga Berencana (KB) untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak dalam melahirkan. Dan saat ini, Kaltim masih kekurangan bidan. "Saat ini di Kaltim ada 1.800 tenaga bidan. Jumlah itu masih kurang 1.700 bidan. Karena itu diperlukan komitmen semua pemangku kepentingan dalam mencetak bidan," kata Ketua Majelis Pertimbangan Etik Bidan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim, Entjik Widyani, Jumat(15/1). Sekarang ini, kata dia, jumlah penduduk Kaltim 3.550.000 jiwa. Idealnya, satu bidan mampu melayani 1.000 warga, sehingga diperlukan sebanyak 3.500 bidan. "IBI Kaltim masih tetap konsisten. Setiap ada even selalu membicarakan program KB. Sebab melalui bidan, program KB di tempatkan pada layanan masyarakat, kapan saja dan di mana saja," katanya. Sekarang ini, lanjut dia, 7 Akademi Kebidanan di Kaltim setiap tahun rata-rata mampu meluluskan 600 bidan, dengan ijazah D3. Sehingga 5 tahun ke depan, baru bisa terlayani kebutuhan ideal tenaga bidan, dengan estimasi pertambahan penduduk tidak membludak. "Setiap tahun terdapat ratusan calon mahasiswa kebidanan yang ditolak Sekolah Tinggi Akademi Kebidanan. Alasannya, daya tampung sekolah tidak cukup, dan sebagian tidak lulus tes. Sebab Akademi kebidanan tidak boleh main-main. Karena diperlukan kecerdasan tinggi, profesional dan tidak semua orang mampu melakukannya," jelasnya. john
|