Bupati Nilai PDAM Belum Maksimal2011-01-17 00:14:35
TANJUNG REDEB, Kapasitas air yang didistribusikan intake PDAM baru Jalan Raja Alam II ternyata belum sesuai dengan promosi PDAM, pada awal mula pembangunan intake. Jika sebelumnya didengungkan kapasitas distribusi normal mencapai 200 liter per detik, namun pada kenyataannya baru mencapai 170 liter per detik. Tak urung Bupati Berau H Makmur HAPK bersuara seperti kebanyakan pelanggan PDAM yang ada. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir, keluhan pelanggan banyak disampaikan baik ke eksekutif maupun legislatif. Suara kekecewaan itu pula yang disampaikan Bupati ketika meninjau PDAM Minggu (16/1) didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Berau, Yudi Artangali. Awal pembangunan, Intake baru ini digadang-gadang dapat melayani 4 kecamatan yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur dengan janji pelayanan maksimal yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak hanya 200 liter perdetik saat normal, bahkan disebutkan kapasitasnya mampu mencapai 240 liter perdetik. “Tapi sampai sekarang malah masih banyak pelanggan yang mengeluh, bagaimana ini bisa terjadi,” tanya bupati. Dari keterangan petugas yang ikut dalam tinjauan bupati, saat ini dari 4 mesin, ternyata hanya 3 mesin yang beroperasi. Padahal kerusakan sudah berlangsung lama, namun belum selesai juga dan disebut sebagai salah satu faktor penyebab kurangnya kualitas pelayanan PDAM kepada pelanggan dalam kurang lebih 3 bulan terakhir. Secara tekhnis dijelaskan, ada jeda waktu beberapa jam ketika pengisian air di reservoar dengan distirbusi air kepada pelanggan. Keterlamabatan ini yang menyebabkan lambatnya pasokan air kerumah pelanggan. Kurang 1 mesin yang masih rusak tentu berpengaruh pada input air dari intake air baku ke pengolahan yang berjarak sekira 2 kilometer. Dalam tinjauan itu, bupati juga mendapati salah satu jaringan pipa yang rusak dan terlihat diperbaiki seadanya. “Kenapa tidak diperbaiki secara permanen, kalau sebentar-sebentar rusak kan mengganggu distribusi. Saya minta semua permasalahan pengelolaan air bersih diinventarisir dan dibahas bersama Dinas PU,” kata Bupati. Juga ikut disoroti intake yang jaraknya begitu jauh. Sehingga bupati meminta jika ke depan akan dibangun intake untuk mencari lokasi yang lebih aman dan dekat. Sebab untuk kualitas air sepanjang Sungai Segah dinilai sama dan layak. as
|