Pemulung Repotkan Petugas Kebersihan2011-01-17 00:17:45
TANJUNG REDEB, Tugas pegawai kebersihan, khususnya pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kian berat. Disaat banyak warga sekitar yang tidak membuang sampah di dalam bak yang disediakan hingga tercecer di badan jalan, malah diperparah lagi dengan ulah pemulung yang menghambur-hambur sampah yang sudah terbungkus rapi., Ulah pemulung ini tak pelak kerap jadi keluhan bagi petugas di lapangan. Padahal pegawai Kantor Kebersihan, Pertamanan, dan PMK sudah sering mengingatkan namun dianggap seperti angin lewat oleh sebagian pemulung. "Sudah sering kita peringatkan mereka, tapi masih ada saja yang kepala batu, memang tidak semuanya, sebab banyak juga yang mengerti,”ungkap Yuliansyah, Kepala Kantor Kebersihan,Pertamanan dan PMK Berau. Disatu sisi sosial, pegawai maupun petugas yang kerap menemui pemulung di tempat, seperti dilema ketika mereka (pemulung) mengatakan untuk mencari penghidupan, namun di sisi lain hal ini merepotkan petugas kebersihan yang bertugas. Pemulung yang biasa membongkar sampah seperti mencari kardus, plastik bekas, besi biasanya lebih mengerti dengan mengembalikan sampah yang dibongkarnya ke dalam kantong plastik atau ke dalam bak. Sementara banyak juga yang mencari sisa-sisa makanan, remah nasi untuk memberi makan ternak babinya, dan ini yang biasanya tidak tertib. Yuliansyah menegaskan, tahun ini pihaknya akan memberikan peringatan keras juga penertiban kepada para pemulung itu. Bahkan diakuinya, sudah mendata jumlah dan nama yang memulung di TPS-TPS. Selain itu, untuk lebih menertibkan warga ketika membuang sampah kantor kebersihan tahun ini akan mendatangkan 2 unit kendaraan dan 8 armrool untuk mengatasi masalah sampah. Masing-masing armrool akan ditempatkan dibeberapa titik ruas jalan yang padat warga dengan volume sampah tinggi. “Juga kita tempatkan beberapa buah di kawasan yang dulunya sempat ada TPS namun dibongkar, karena warga ada yang masih membuang sampah di situ meski sudah tidak ada bak sampah, seperti jalan AKB Sanipah,” jelas Yuliansyah.
|