sro Minta APBD 2011 Direvisi2011-01-17 00:34:54
BONTANG-Penetapan APBD tahun anggaran 2011 oleh DPRD baru baru ini perlu direvisi. Saran tersebut dikemukakan Wakil Walikota Bontang terpilih Isro Umarghani menyusul nilai APBD 2011 Rp 1,445 Triliun, tidak rasional. “ Ada ketidakrasional penetapan angka APBD. Bayangkan, terjadi peningkatan hingga Rp 392 milyar,”kata Isro 16/01 . Menurutnya, realisasi APBD Perubahan 2010 yang dipatok Rp 1.053 justru mengalami penurunan menjadi Rp 962 milyar. Sehingga, kenaikan yang besar membuat pertanyaan janggal sehingga perlu direvisi. “Pemerintah bersama sama DPRD harus segera merevisi, kalau tidak proyeksi yang berlebihan yang membuat wajah APBD kita mengalami deficit yang besar diakhir anggaran,”tegasnya. Ia menambahkan, “Dalam struktur APBD terdapat 3 item yang menjadi sumber pendapatan daerah, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan (DP) dari pemerintah pusat, dan Pendapatan Lain-lain yang sah. Dari 3 item itu, sumber pendapatan yang mengalami lonjakan paling tidak rasional yakni Dana Perimbangan dari Pusat,”bebernya. Isro yang juga Wakil Ketua DPRD non aktif ini, merinci pada pendapatan dari Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Bagi Hasil Bukan Pajak (BHBP). Tahun sebelumnya BHP dan BHBP yang dipatok sebesar Rp 833 milyar, mengalami jadi Rp 1,159 Triliun, atau meningkat sekitar 326 milyar. Kenaikan ini dipengaruhi oleh proyeksi BHBP sektor minyak bumi yang sebelumnya hanya Rp 172 milyar dalam APBD Perubahan 2010, naik menjadi Rp 284 milyar tahun 2011. Demikian halnya dengan BHPBP sektor Gas Bumi mengalami peningkatan proyeksi sekitar 80 persen dari sebelumnya Rp 358 milyar menjadi Rp 605 milyar.paparnya wan
|