Jalur Pelayaran Samarinda-Sulsel Aman2011-01-17 01:30:26
SAMARINDA, Jalur pelayaran Samarindan ke Sulawesi Selatan, relatif aman dibanding ke Pulau Jawa dan Sumatra. Kepala Operasional BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Bandara Temindung Samarinda Sigit Prasetyo, Sabtu (15/1) menyatakan ketinggian gelombang di Laut Sulawesi hanya berkisar satu hingga dua meter. "Kapal penumpang yang akan berlayar ke Sulawesi Selatan relatif lebih aman dibanding ke Pulau Jawa dan Sumatra. Ketinggian gelombang di sekitar Laut Sulawesi hanya berkisar satu hingga dua meter," katanya. Sementara, tinggi gelombang di laut Jawa dan Laut Natuna, lanjutnya, mencapai lima hingga enam meter. "Hingga 19 Januari 2011, beberapa perairan di Indonesia masih sangat rawan bagi pelayaran akibat tingginya gelombang laut," katanya. Dari data BMKG, ketinggian gelombang tiga hingga enam meter pada 15 Januari 2011 dapat terjadi di beberapa perairan Indonesia diantaranya, di Laut Natuna, Perairan Utara Kalimantan, Perairan Selatan Jawa serta di Perairan Selatan Majene. "Potensi terjadinya gelombang tinggi itu tidak terjadi di jalur pelayaran dari Kaltim ke Sulawesi Selatan. Kemungkinan, gelombang tinggi bisa terjadi setelah masuk ke perairan sekitar Makassar, namun ketinggian gelombang diperkirakan tidak lebih dua meter" katanya. Menurut Sigit, potensi gelombang tinggi itu, akan terus berlangsung hingga Rabu (19/1) yang mana di perairan berpotensi gelombang itu itu sangat berpeluang terbentuknya comulonimbus (awan gelap) yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah gelombang tinggi. Sebelumnya, Adpel (administrator pelabuhan) Samarinda, Amiruddin mengatakan, telah melarang delapan kapal yang akan berlayar ke Pulau Jawa, Papau dan Batam. "Kami terpaksa tidak memberikan ijin berlayar karena cuaca buruk dan tingginya gelombang di Laut Jawa dan Laut Natuna. Dari data BMKG Bandara Temindung Samarinda menyebutkan, ketinggian gelombang laut di Laut Jawa mencapai empat meter sementara di Laut Natuna bahkan hingga enam meter," ungkap Amiruddin. miol/pk
|