Pelajar Korban Perkosaan Trauma2011-01-18 04:45:50
TANJUNG REDEB, Nasib ST (14) belum jelas pasca musibah perkosaan yang menimpa dirinya. Siswi salah satu SMP di Berau ini belum berani turun sekolah dan masih trauma akan kejadian yang menimpanya. Selain itu ada perasaan malu terhadap teman-temannya yang mungkin mengetahui aib yang didapatnya. Siswi kelas 3 ini kemarin ditemui di Mapolres Berau, mengaku masih ingin melanjutkan sekolahnya. Didampingi Ibunya, ST mengungkapkan keinginan itu dihadapan media ini mengingat masih berstatus pelajar di sekolah tersebut dan sudah kelas terakhir. “Sayang kalau ‘ gak lanjut, apalagi dia juga memang masih mau sekolah,” ungkap ibunya. Demikian pula dengan adik-adik ST hingga kini belum ada yang turun sekolah setelah kasus perkosaan yang menimpa kakaknya tersebut dilaporkan. Mencari kepastian untuk anaknya, dijelaskan, sebelum datang ke Polres untuk keperluan, terlebih dahulu menghadap kepada kepala sekolah. Jawaban dari wali kelas ST, tidak ada masalah jika ingin terus sekolah. Namun Kepala sekolah saat ditemui, belum memberikan pernyataan ya atau tidak. “Kasihan anak saya sudah kelas 3,” ungkapnya iba. Salah satu yang ditakutkan adalah mencoreng nama sekolah, apabila satu saat di tengah jam belajar tiba-tiba ada polisi yang menjemput untuk keperluan lainnya terkait musibah yang menimpanya. Namun pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Kasat Reskrim Polres Berau AKP Harun Purwoko SH. “Anak ini kan korban bukan pelaku, kita juga punya etika, ketika ada keperluan kami bisa minta sama ibu untuk menghadap kami atau menjemput sendiri tanpa harus menjemput di sekolahnya,” tegas Harun. Menurutnya, semua pihak turut berpartisipasi mendukung ST untuk memulihkan kepercayaan dirinya. Termasuk sekolah diminta untuk lebih memberikan dukungan moril dengan kembali menerima ST kembali mengikuti pelajaran. Mengingat kepercayaan diri korban perkosaan biasanya ditandai dengan trauma dan anti pergaulan di masyarakat. “Nah sebisanya dibantu dengan dukungan moril, oleh teman-teman, guru-guru dan lingkungan sekolah, juga di masyarakat,” himbau Harun. Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Hj Rohaini belum bisa memberikan komentar banyak. Pasalnya, penyampaian dari pihak sekolah belum sampai. Terkait kejelasan apakah kembali diterima atau tidak, Rohaini belum dapat memastikan. “Karena biasanya pihak sekolah memberikan laporan mengenai kejadian yang ada, nah sampai saat ini kita belum ada laporan, kami juga tidak bisa menerima laporan secara sepihak, untuk itu nanti kita lihat bagaimana proses selanjutnya,” ujar Rohaini. as
|