Petani Merasa Untung

Naiknya Harga Cabai di Pasaran

2011-01-18  04:58:04

PENAJAM, Naiknya harga cabai di pasaran bahkan mampu menembuh harga berkisar Rp 60-100 ribu perkilonya. Ternyata, kenaikan tersebut disambut gembira oleh sejumlah petani cabai di Kaltim, khususnya yang berada di wilayah selatan Kaltim, yakni Penajam Paser Utara (PPU), Paser (Tanah Grogot). Sebab, naiknya harga cabai memberikan keuntungan yang lebih bagi petani.
Demikian disampaikan petani Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU Slamet Setu ketika ditemui belum lama ini saat kunjungan evaluasi kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim 2010.
Slamet mengatakan, harga cabai di daerahnya memang naik luar biasa. Hanya saja, mengenai kenaikan tersebut bukan menunjukkan ekonomi petani menurun, melainkan ekonomi petani meningkat.
“Apabila harga hasil produksi pertanian petani naik, maka petani senang. Begitu juga dengan naiknya harga cabai saat ini, membuat petani sangat gembira, karena dengan hasil penjualan tersebut, maka kami pun dapat merasa untung,” ujar Slamet Setu ketika ditemui saat kunjungan evaluasi kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim 2010 belum lama ini.
Dikatakannya, penghasilan pertanian apabila harga naik tentu akan meningkat, seiring naiknya harga bahan pertanian lainnya, seperti pupuk dan obat-obat pemberantas hama penyakit.
“Jadi, apabila harga produksi pertanian naik di pasaran, maka kami sebagai petani banyak meraih untung dan itu yang kami harapkan. Sebaliknya, apabila harga turun, maka kami pastinya menangis, karena tidak ada untung,” jelasnya.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Rinjani Agung, Desa Padang Pengrapat, Tanah Grogot, yang juga petani cabai Gemuh . Di mana  dirinya  mulai cetak lahan yang ada saat ini sejak 1983 yang silam.
Sementara disinggung mengenai kenaikan harga cabai, yang mana iya juga merupakan petani yang memproduksi cabai di lahan tersebut. Iya mengaku, apabila harga naik tentunya petani senang, karena keuntungan pasti berpihak pada mereka. Tapi, apabila harga produksi pertanian mereka turun, maka berat mereka meraup keuntungan, sedangkan biaya pemeliharaan dan pengelolaan pertaniannya juga tinggi biayanya, terutama biaya pupuk dan obat-obatan pemberantas hama penyakit.
“Alhamdulillah, dari hasil pertanian padi kami, saat ini kami jual Rp 5.000 per kilogramnya. Selain itu, kami juga bertanam sayur-sayuran, termasuk cabai. Alhamdulillah, dalam sebulan bisa 3 kali panen. Sedangkan untuk keuntungannya bisa mencapai Rp 1 juta per bulan. Jadi, apabila harga naik, kami benar-benar senang,” timpalnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kaltim Ir Eddy Heflin menyatakan dengan kenaikan harga cabai yang saat ini tengah ramai diberitakan tentu akan meningkatkan hasil pertanian para petani di Kaltim. Hanya saja, kenaikan harga cabai tersebut jangan dibesar-besarkan, seolah-olah petani merana dengan kenaikan tersebut.
“Apabila masyarakat mengeluh memang wajar, tapi apabila harga cabai naik tentunya petani sangat senang. Mungkin, kita semua tidak tahu bagaimana kondisi petani saat ini, namun dengan kenaikan harga produksi pertanian, khususnya cabai saya yakin ini memberikan keuntungan bagi para petani. Sedangkan, bagi masyarakat ingin yang pedas-pedas, maka silahkan beli, tapi apabila tidak mau karena harganya mahal ya sabar, karena semua ini adalah kebutuhan,” pungkasnya.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1222 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...