Laut Jawa Mengamuk 4 Kapal PT DLU Batal BerlayarTinggi gelombang capai 5 meter
2011-01-18 23:24:23
BALIKPAPAN,Empat kapal feri milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang secara rutin mengangkut kendaraan dan barang serta penumpang dalam seminggu ini tidak beroperasi karena faktor cuaca yang ekstrim dan cukup berbahaya bagi angkutan laut. Apalagi sudah ada pemberitahuan dari pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) kalau kondisi cuaca dilaut Jawa dan Selat Makasar cukup berbahaya karena gelombang mencapai 5-6 meter. ‘’Karena ada sinyal dari lembaga resmi yakni BMG maka kami berkesimpulan untuk kapal-kapal feri yang mengangkut kendaraan, penumpang dan barang untuk lintasan Balikpapan-Surabaya maupun Balikpapan-Makassar untuk sementara tidak dioperasikan sampai ada pemberitahuan kalau kondisi laut di laut Jawa dan Selat Makassar aman untuk pelayaran,’’ kata Kepala Cabang PT DLU Balikpapan, Jamirin, SE, ketika ditanya tidak ada kapal milik PT DLU masuk pelabuhan Semayang dalam seminggu ini yang kini sedang berada di Surabaya. Menurut Jamirin, didampingi Kasi Operasi PT DLU Balikpapan, Dewa Made Sugiarta, mengatakan PT DLU sangat mematuhi aturan yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran. Jika sudah ada sinyal dari BMG kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan kapal-kapal feri berlayar. ‘’Kami tidak mau ambil resiko terkait kondisi laut di antara Pulau Jawa danb Sulawesi yang dikenal dengan laut Jawa dan Selat Sulawesi dimana dalam beberapa hari terakhir ini terjadi gelombang cukup tinggi antara 5-6 meter selain itu juga bertiup angin yang sangat kencang sehingga bisa mengancam kapal-kapal yang tengah berlayar,’’ ujar Dewa Made, saat ditemui di ruang kerjanya Jl.Sukarno-Hatta, Km, 0,5 Muara Rapak, Balikpapan Utara, kemarin. Masih menurut Dewa Made, empat kapal milik PT DLU melayani jalur Balikpapan – Surabaya masing-masing KMP. Kirana, KMP Dharma Kencana dan KMP Mustika Kencana 2, sedangkan untuk lintasan Balikpapan – Makassar hanya satu kapal yakni KMP. Dharma Feri 3, empat kapal ini akhirnya hanya nongkrong di pelabuhan di Surabaya dan Makasar. Beberapa pengusaha Balikpapan kepada media ini mengatakan kalau kapal yang membawa barang mereka belum meninggalkan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena keadaan alam yang tidak menguntungkan, angin dan laut terjadi gelombang sangat besar dan kalau tetap memaksakan diri untuk berlayar aka nada resiko. Tentang apa yang diputuskan manajemen PT DLU untuk tidak memberangkatkan kapal baik ke Balikpapan maupun pelabuhan lain sangat tepat demi keselamatan pelayaran tentunya. "Ketika media ini berada di pelabuhan Semayang terlihat antrean truk-truk berukuran besar yang sarat muatan tengah menunggu gioliran untuk masuk perut kapal. Karena tidak ada kapal masuk sehingga kami terus menunggu dan sudah ada informasi kalau pada hari kami besok kapal milik PT DLU dari Surabaya akan tiba, mudah-mudahan tidak terjadi masalah dalam pelayarannya," katanya. Ketika media ini mendatangi kantor Adpel Balikpapan, mendapatkan informasi kalau sejumlah kapal feri milik PT DLU dan PT Prima Vista tidak bisa berlayar dari Surabaya ke Balikpapan karena dihadang hujan dan angin serta gelombang yang cukup membahayakan angkutan kapal. "Harapan kami dalam beberapa hari belakangan ini cuaca yang tidak bersahabat bisa renda dan masyarakat bisa bepergian dengan aman dan nyaman," paparnya. max
|