Terjadi Saat Eksplorasi Batubara

2011-01-19  05:52:53

TENGGARONG, Gas Methana Batubara (GMB) muncul di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar) belum lama ini. Semburan gas berdaya tekan rendah itu terjadi akibat aktivitas eksplorasi yang dilakukan PT Adhimitra Baratama Nusantara (ABN).
Kepala Eksplorasi PT ABN Budi Cahyadi menjelaskan kronologis kejadian itu. 11 Januari lalu pihaknya melakukan pengeboran dengan bit 3 inchi dan drill pipe 2,7 inchi sampai kedalaman 72 meter. Lalu pada 14 Januari terjadi semburan gas dalam skala kecil.
Namun semburan itu hilang setelah didiamkan selama satu hari. Pengeboran dilanjutkan keesokan harinya. Pada 15 Januari pengeboran dilanjutkan sampai kedalaman 75 meter. Lalu terjadi lagi semburan. Skalanya sama, selanjutnya kembali hilang.
Pihak PT ABN selanjutnya melakukan cased hole logging dengan mencabut rangkaian pipa 18 meter di sumur flowing. Dengan anggapan sama seperti kasus sebelumnya, maka sumur dibiarkan sementara. Lalu 16 Januari lalu, sekitar pukul 08.00 Wita, dilakukan lagi pengecekan lokasi pengeboran. Selanjutnya ditemukan semburan yang semakin besar, sehingga dilakukan penyelamatan rig dan sisa pipa bor terjatuh dalam lubang bor.
"Gas ini (GMB, Red) berbeda dengan gas alam lainnya. GMB berasal dari lapisan batubara yang pada saat menyembur cukup dibiarkan saja, lalu menghilang. Gas ini tidak berbahaya karena jenisnya methana. Gas ini menyembut hanya di kedalaman 75 meter saja. Itu tidak banyak. Sedangkan gas pertamina dalamnya mencapai 800 meter," kata Budi.
Akibat kejadiaan ini Petugas Polsek Sanga-sanga langsung mengamanakan lokasi dengan memasang garis Police di sekitar lokasi semburan gas. Polisi juga melakukan evakuasi terhadap warga sekitar. "Kami melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar radius 100 meter dari lokasi semburan gas itu," kata Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah melalui Kapolsek Sangasanga AKP Teguh Nugroho,S.Ik Selasa (18/1) kemarin.
Semburan gas masih terjadi namun tidak berbahaya lanjut Kapolsek namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya tetap mengamankan lokasi kebocoran gas tersebut.
Sejauh ini telah 6 Kepala Keluarga telah divakuasi sejak terjadinya kebocoran pada minggu (16/1) lalu yakni 4 KK dievakuasi minggu sementara 2 KK lagi pada senin (17/1) lalu.
Berdasarkan keterangan dari PErtaminan lanjut Kapolsek GMB atau dalam bahasa ilmiahnya disebut coal bed methan (CBM) kerap dijumpai di dalam lapisan batubara.
"Jadi, saya tekankan di sini, ini bukan kebocoran pipa gas dari perusahaan migas. Tapi, gas bumi akibat aktivitas pengeboran dari PT ABN," terangnya.
Sementara hasil deteksi dari Pertamina menyebut, semburan gas methana ini tidak berbahaya," tegas Kapolsek.  M4n/john

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1222 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...