ABN Janji Hentikan Semburan GasPengungsi Terima Kompensasi Rp 500 Ribu/Hari
2011-01-20 05:48:41
TENGGARONG, PT Adhimitra Baratama Nusantara (ABN) berjanji akan menghentikan semburan gas yang keluar dari sumur yang digalinya dalam 2 hari. Berdasarkan pantauan media ini, pihak perusahaan sedang membuat badan jalan untuk memasukan peralatan berat. Hal ini diungkapkan Kepala Geologi PT ABN Budi Cahyadi kepada wartawan di Jl Pemancingan Kelurahan Kampung Jawa, Rabu (19/1) kemarin. Budi Cahyadi menjamin bahwa keluarnya gas methana batubara dari sumur milik PT ABN tidak akan meluas seperti yang terjadi di Sidoarjo. Menurut Budi, kondisi di Sidoarjo dengan Sangasanga sangat berbeda. Karena lapisan pengeboran yang dilakukan di Sidoarjo jauh lebih dalam. "Disini, kita melakukan pengeboran dengan bit 3 inchi dan drill pipe 2,7 inchi sampai kedalaman 72 meter. Ini berbeda dengan di Sidoarjo. Dari itu diharapkan masyarakat Sangasanga tak terlalu khawatir akan semburan gas yang ada ditempat ini," kata dia. Disinggung asal lumpur yang menyembur dari tempat pengeboran, Budi mengatakan bahwa lumpur yang keluar dari bekas lubang pengeboran itu adalah akibat endapan lumpur didalam tanah. "Mungkin karena daerah itu merupakan daerah rawa, sehingga lumpur keluar dari lubang itu akibat dorongan gas yang muncul," kata Budi. Budi mengatakan bahwa Gas Methana Batubara (GMB) muncul, akibat pengeboran batu bara yang dilakukan untuk meneliti potensi batu bara dikawasan itu. Pengeboran itu mengakibatkan munculnya semburan gas berdaya tekan rendah itu terjadi akibat aktivitas eksplorasi yang dilakukan PT ABN. Pada 11 Januari lalu, pihaknya melakukan pengeboran dengan bit 3 inchi dan drill pipe 2,7 inchi sampai kedalaman 72 meter. Lalu 14 Januari terjadi semburan gas dalam skala kecil. Namun semburan itu hilang setelah didiamkan selama satu hari. Pengeboran dilanjutkan keesokan harinya. Pada 15 Januari, pengeboran dilanjutkan sampai kedalaman 75 meter. Lalu terjadi lagi semburan. Skalanya sama, selanjutnya kembali hilang. Lalu, PT ABN melakukan cased hole logging, dengan mencabut rangkaian pipa 18 meter di sumur flowing. Dengan anggapan sama seperti kasus sebelumnya, maka sumur dibiarkan sementara. Lalu 16 Januari lalu, sekitar pukul 08.00 Wita, dilakukan lagi pengecekan lokasi pengeboran. Selanjutnya ditemukan semburan yang semakin besar, sehingga dilakukan penyelamatan rig dan sisa pipa bor terjatuh dalam lubang bor. "Gas ini berbeda dengan gas alam lainnya. GMB berasal dari lapisan batubara yang pada saat menyembur cukup dibiarkan saja, lalu menghilang. Gas ini tidak berbahaya karena jenisnya methana. Gas ini menyembut hanya di kedalaman 75 meter saja. Itu tidak banyak. Sedangkan gas pertamina dalamnya mencapai 800 meter," kata Budi. Sejauh ini sudah 6 Kepala Keluarga (KK) telah dievakuasi sejak terjadinya kebocoran Minggu (16/1) lalu. Sementara itu, PT ABN juga memberikan kompensasi kepada para warga yang diungsikan sebesar Rp 500 ribu/kk. "Ini kita berikan sebagai bentuk keperduian perusahaan terhadap warga, karean selama proses penutupan warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas memasak, menggunakan HP disekitar lokasi," kata Budi. M4n
|