KMP Mustika Kencana 2 Sandar di Semayang2011-01-22 05:47:36
BALIKPAPAN, Kondisi cuaca dalam beberapa bulan belakangan ini cukup berbahaya bagi angkutan laut terutama kapal-kapal yang mengangkut bahan kebutuhan pokok baik dari Sulawesi maupun dari Jawa Timur melalui pelabuhan Tanjung Perak. Akibatnya harga bahan kebutuhan pokok dipasaran melonjak sangat tinggi mengakibatkan masyarakat mengeluh selanjutnya mulai disikapi pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan. "Hari ini, satu kapal milik PT DLU lagi yakni KMP Mustika Kencana 2 akan sandar lagi di pelabuhan Semayang, Balikpapan mengangkut bahan kebutuhan pokok rumah tangga dan bahan-bahan itu dalam jumlah yang banyak. Sehingga akan memudahkan masyarakat mendapatkan bahan-bahan kebutuhan itu secara mudah dipasar-pasar tradisional yang ada, " kata Genaral Manager (GM) PT DLU Balikpapan, Jamirin, SE. kemarin. Dalam waktu dekat pemerintah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) bersama Badan Urusan Logistik, Bulog Divre Kaltim bakal menggelar operasi pasar (OP) alias penjualan beras murah di pasar-pasar tradisional menyusul terjadinya kenaikan harga beras yang signifikan dan berkepanjangan. "Waktunya yang belum pasti sebab masih akan disusun jadwalnya, yang jelas di bulan Januari 2011 karena SK Walikota tentang pelaksanaan OP sudah turun. Dan kami tengah berkoordinasi baik dengan instansi terkait maupun dengan Divre Bulog Kaltim, " kata Sekretaris Dinas Perindagkop, Usman Gumanty kepada harian ini kemarin. Dia menerangkan, pelaksanaan OP menjadi solusi konsumsi masyarakat di tengah melonjaknya harga beras, kenaikan harga beras yang diikuti sejumlah komoditi lainnya seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan sayuran, akibat menurunnya jumlah produksi pangan dari daerah penghasil akibat terjadi curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan lahan pangan tertutup banjir yang akibat lainnya adalah berpengaruh terhadap masa panen. Menurut Usman Gumanti, pengaruh cuaca buruk tidak akan berlangsung lama untuk itu sebagai upaya mengantisipasi keterlambatan pengiriman bahan kebutuhan pokok di daerah. Pihaknya tengah mengkoordinasikan dengan Administrator Pelabuhan (Adpel) dan Pelindo serta distributor agar mengutamakan angkutan maupun pembongkaran bahan-bahan makanan. Disamping itu untuk para distributor dan pedagang, Usman Gumanti minta agar tidak ada aksi penimbunan bahan-bahan kebutuhan pokok sebab resikonya cukup besar jika diketahui ada yang bermain dengan menimbun bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat karena jika terjadi penimbunan maka akan mengakibatkan kepanikan masyarakat dan berbuntut naiknya harga secara mencolok. Sebenarnya, kata Usman Gumanti, pengiriman bahan-bahan kebutuhan pokok dan rumah tangga memang terhambat akibat cuaca buruk hamper terjadi diseluruh Indonesia termasuk di laut Jawa dan Selat Makassar gelombang laut mencapai 5 – 6 meter dan ini sangat membahayakan pelayaran terutama bagi kapal-kapal barang dan kapal feri. Kejadian ini dibenarkan Genaral Manager (GM) PT Dharma Lautan Utama (DLU) cabang Balikpapan, Jamirin, SE, dia mengatakan kalau empat kapal milik PT DLU seharusnya dalam minggu-minggu ini secara rutin melayari lintasan laut jawa dan selat Makassar namun karena ada pemberitahuan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). "Kalau kondisi laut tidak memungkinkan untuk pelayaran maka kami batalkan pelayaran empat kapal," katanya. Empat kapal milik PT DLU, tiga untuk lintasan Balikpapan – Surabaya dan satu untuk lintasan Balikpapan – Makassar – Baubau, tidak hanya Balikpapan mengalami kesulitan bahan kebutuhan pokok tapi beberapa daerah di Kaltim juga di Sulawesi Selatan pasti mengalami kesulitan namun dari Makassar justru tidak bisa memasaekan bahan-bahan kebutuhan pokok itu ke Kaltim karena kondisi laut yang mengganas. Didampingi Kasi Operasional, Dewa Made, mengatakan armada PT. DLU memang kerap menjadi angkutan sembako baik dari Sulawesi Selatan maupun dari Surabaya yang dikirim dari dua pulau itu (Jawa dan Sulawesi, red). Namun hari Kamis kemarin KMP. Kirana dari Surabaya sudah boleh sandar dan membongkar bahan-bahan kebutuhan pokok untuk Kaltim dimana hampir semua kendaraan yang diangkut adalah truk-truk besar penuh bahan kebutuhan. Menurut Made, puluhan kendaraan pengangkut sembako tertahan dipelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena kapal tidak bisa beroperasi akibat cuaca yang tidak mendukung apalagi gelombang laut mencapai 5 – 5 meter, ini sangat membahayakan kapal-kapal yang berlayar, kapal kami tidak berlayar selain ada pemberitahuan dari BMG juga sudah menjadi semboyan kalau keselamatan pelayaran menjadi prioritas.max
|