Pemprov Undang Investor Bangun Rusun2011-01-22 05:50:29
BALIKPAPAN, Gubernur Kaltim H AWang Faroek Ishak menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan mengundang sejumlah investor untuk membangun rumah susun (rusun), seiring sulitnya lahan untuk pembangunan rumah dan besarnya animo masyarakat memiliki rumah sendiri. ”Idealnya, setiap kepala keluarga hidup dan tinggal di rumah milik sendiri yang sehat dan layak huni. Pemprov Kaltim mendukung apa yang telah dilakukan pihak swasta yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI),” kata Awang Faroek Ishak dihadapan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Manoarfa, pada peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sejahtera Susun dan 2.510 unit rumah tapak sejahtera, di Kelurahan Batakan, Balikpapan, Jum’at (21/1). Kebutuhan rumah layak huni, lanjut Awang, merupakan kebutuhan primer setelah pangan dan sandang. Ketersediaan lahan untuk perumahan menjadi kendala bagi sejumlah kota di Kaltim dalam penataan kawasan perumahan. Balikpapan, idealnya dibangun rumah susun atau Rusun, begitu juga di Samarinda yang memerlukan rumah susun untuk relokasi masyarakat di bantaran Sungai Karang Mumus, asrama mahasiswa Universitas Mulawarman, dan Rusun untuk asrama atlet di Stadion Utama Palaran,” ujarnya. Maraknya pembangunan perumahan saat ini menunjukkan perekonomian Kaltim mulai tumbuh membaik. Hal itu terlihat dari komposisi kepemilikan rumah di daerah ini, yakni 60 persen rumah dengan status milik sendiri, 30 persen sewa dan sisanya 10 persen masih kredit melalui BTN atau bank-bank lain. Membaiknya kondisi perekonomian tersebut, akan berdampak langsung terhadap banyaknya peluang untuk pengembangan perumahan atau permukiman, yakni mulai dari tenaga kerja yang terserap. ”Khusus di sektor perumahan, pasti mempunyai dampak ganda terhadap sektor riil. Mulai dari moulding, batu bata, batako, instalasi listrik, air ledeng dan berbagai sektor lain, sehingga menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Manoarfa menantang Kaltim sebagai provinsi yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) besar untuk menjadi contoh dan pelopor pengembangan rumah secara nasional. ”Saat ini kebutuhan rumah di seluruh Indonesia mencapai delapan juta unit. Saya menantang Kaltim, untuk membangun 10 ribu hingga 20 ribu unit rumah per tahun sebagai pelopor kebuntuan pembangunan rumah di Indonesia. Manfaatkan dana perbankan daerah dan dana-dana CSR (Coorporate Social Responsibility) dari perusahaan di Kaltim,” ujarnya.mar
|