2011 Disbud Fokuskan Pembinaan Seni Budaya

Akan Inventarisasi Seni Budaya Seluruh Kecamatan

2011-01-22  05:58:22

TENGGARONG, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kutai Kartanegara menempatkan program pembinaan seni budaya sebagai salah satu program yang diprioritaskan dan untuk itu, tahun ini Disbudpar akan lebih fokus pada pembinaan seni budaya.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Kukar memiliki seni budaya melayu warisan nenek moyang dari leluhur Kerajaan Kutai. Agar seni budaya yang merupakan potensi daerah tersebut terus terpelihara, pada masa kepemimpinan Syaukani HR sebagai Bupati Kukar, diangkatlah kembali seorang pemimpin kerajaan yang dipimpin seorang Sultan yakni Sultan Muhammad Salehuddin II. Beliau dianggap berhak menduduki kursi sultan sesuai silsilah keturunan. Komitmen melestarikan seni budaya tersebut dilakukan Pemkab Kukar saat itu dengan membangun sebuah keraton, yang kini dikenal dengan Kedaton Kutai Ing Martadipura. Kedaton terlatak di sekitar Museum Mulawarman yang dulunya juga dijadikan sebagai istana kerajaan serta tempat kegiatan seni budaya kerajaan.
Di lingkungan kedaton inilah warisan seni budaya melayu itu dilestarikan hingga kini, dimana telah ditetapkan salah satu kegiatan seni budaya , yakni Erau sebagai agenda rutin tahunan nasional.
Selain itu, di Kukar juga terdapat seni budaya Dayak yang juga merupakan bagian dari seni budaya masyarakat yang ada di Kukar. "Walaupun diakui di wilayah Kutai, untuk budaya Dayak itu kita melihat lebih kepada Kabupaten Kutai Barat," kata Kepala Disbudpar Kukar, Azmidi kepada Poskota Kaltim belum lama ini.
Berbicara seni budaya, Kukar yang di beberapa kecamatan terdapat sejumlah warga pendatang yang berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia, juga melestarikan seni budaya daerah masing-masing, sehingga khusus untuk seni budaya, Kukar merupakan miniaturnya Indonesia.
Semua seni budaya tersebut merupakan potensi wisata yang patut dipelihara, sekalipun untuk menjadikan Kukar sebagai daerah tujuan wisata budaya, Disbudpar lebih fokus pada seni budaya melayu yang merupakan jati diri Kukar. Tentunya tidak meninggalkan seni budaya lainnya yang juga terus akan dibina.
Kata Azmidi, untuk program lima tahun ke depan, demi mewujudkan Kukar sebagai daerah tujuan wisata budaya, maka Disbudpar mengurangi program fisik terkecuali perbaikan-perbaikan obyek yang sudah ada.
"Yang jelas kita akan fokus program ke dalam yakni pada pembinaan seni budaya agar wisata budaya kita lebih menonjol," ujar Azmidi.
Menurut Azmidi, hal itu dilakukan sesuai dengan rencana pembangunan kepariwisataan lima tahun ke depan, dimana Kukar ditargetkan menjadi daerah tujuan wisata budaya.
Terkait hal itu, Disbudpar akan melakukan inventarisasi ke seluruh kecamatan agar lebih mudah dalam melakukan pembinaan.
"Untuk menjalankan program ini, kita akan menurunkan tim untuk menginventarisir seni budaya di kecamatan-kecamatan. Yang masih dipelihara masyarakat kita bina dan seni budaya yang mulai hilang kita hidupkan kembali," terang Azmidi. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1222 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...