Kapal Tongkang Pertamina Terbakar2011-01-22 06:08:54
SAMARINDA, Kapal tongkang minyak KM Ocean B nomor 23239, Jum'at (21/1) terbakar usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Dermaga Pertamina Jl Slamet Riyadi Samarinda, dan menyemburkan api setinggi 20 meter. Kapal khusus pengangkut BBM jenis premium yang bersandar di dermaga khusus Pertamina Unit Pemasaran IV Depo Samarinda meledak dan terbakar. Dan, sebelum terdengar ledakan, warga mengaku sempat mencium bau gas menyengat. Tampak 3 tug boat dan petugas Pertamina berupaya keras menyirami kapal, agar kobaran api tidak membesar. Sementara petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Samarinda tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran, karena masuk dalam areal tertutup. Dipintu masuk, selain petugas dari kepolisian terdapat petugas keamanan pertamina yang menjaga pintu masuk dermaga. Pihak Pertamina dikonfirmasi media ini enggan membeberkan kejadian yang menimpa kapal khusus pengangkut BBM itu. Bahkan mereka meminta wartawan untuk menuju kantornya di Jl Cendana Samarinda untuk konfirmasi. Sementara saksi mata mengatakan sebelum ledakan, disekitar lokasi kejadian tercium bau gas yang menyengat. Sedikitnya 4 kali ledakan sebelum api berkobar. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.00 wita. Beberapa pekerja yang berada di atas kapal berlarian menyelamatkan diri, petugas Pertamina terminal BBM Samarinda juga terlihat berlarian menuju kapal tersebut untuk melakukan upaya pemadaman. "Para pekerja berlarian saat keluar semburan gas dan api setinggi 20 meter dengan suara menggemurus seperti suara pesawat tempur," kata Wakasat Lantas Polresta Samarinda AKP Yos Salatta. Mengetahui kejadiaan yang membahayakan itu, Yos langsung meminta bantuan ke Polresta Samarinda agar menghubungi bantuan pemadam kebakaran dan melakukan pengamanan di lokasi kebakaran. "Karena yang terbakar kapal pengangkut minyak, maka untuk menghindari satu hal yang tidak diinginkan maka kita mengamankan lokasi," tegas Yos. Sementara itu pihak Pertamina melalui kepala unit pemasaran IV Depo Samarinda Ilham S Nasution mengatakan bahwa kejadian ini akibat kecerobohan operator kapal pengangkut BBM yang terburu-buru melakukan pengeringan pada kompartemen (tempat menyimpan minyak) kapal, sebelum proses bongkar BBM selesai. "Petugas kami masih melakukan penyelidikan internal akibat kejadiaan ini, namun secara sepintas kami sudah bisa melihat bahwa kejadiaan ini akibat kecerobohan ABK pengangkut BBM," kata Ilham. Sesuai prosedur kapal pengangkut baru bisa dikeringkan setelah BBM yang diangkut dikeluarkan semua, namun sepintas saat terjadi kebakaran kami melihat ada blower di palka kapal. "Petugas kapal berusaha mengeringkan kompartemen (tempat menyimpan minyak) kapal sebelum BBM selesai dibongkar, sedikitnya masih ada sekitar 150 kl minyak jenis premium yang belum berhasil dibongkar," kata Ilham. M4n
|