Kapolda Diminta Menindak Anggotanya yang Salah Tembak2011-01-22 06:12:12
BALIKPAPAN, Kasus salah tembak yang terjadi di kota Tarakan membuat prihatin sejumlah tokoh masyarakat, berikut Organisasi Kemasyarakatan (Omas) terdiri dari Laskar Pangeran Antasari, GEPAK, Garda Sikat dan Koppad Borneo meminta Kapolda Kaltim Irjen Mathius Salempang, mengusut dan menindak anggotanya yang diduga kuat salah tembak. Koordinator Wilayah (Korwil) IV Perintis Pejuang Kenmerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Kalimantan H. Andi Agoes, mengatakan apa yang dilakukan anggota kepolisian Polresta Tarakan saat melakukan penggerebekan ditambak milik H. Santot, karena diduga kuat ada perampokan hasil tambak dengan senjata tajam itu benar karena menjalankan tugas. Namun ketika terjadi salah tembak karena sasarannya memang salah mengakibatkan warga masyarakat jadi korban ini yang harus diselidiki. ‘’Kami meminta agar kasus ini diungkap, apalagi yang menjadi korban justru warga yang bukan sebagai pelaku pencurian," kata Andi Agus. Seperti diketahui Selasa (11/1) petugas kepolisian Polresta Tarakan mendapatkan informasi ada perampokan ditambak milik H Santo, di Pulau Sadau, menyikapi informasi itu, lima anggota Polisi Polresta Tarakan langsung bergerak cepat dalam upaya Quick Response, atau menindaklanjuti informasi warga masyarakat secara cepat menggunakan speed boat. Kelima anggota itu terdiri dari Ipda Indrawan (Kanit Buser), bersama empat anggota lainnya Aiptu M. Arsyad, Briptu Dedy, Brigpol Agustinus (Satintelkam Polresta Tarakan, red) dan Brigpol Hambali, dengan menggunakan speed boat langsung menuju perairan Pulau Sadau, sebelum tiba di Pulau Sadau rombongan polisi melihat ada speed boat dari arah berlawanan dengan motorisnya Feriyanto, didampingi Agus dan Lukman. "Kami menghargai tugas-tugas yang dijalankan anggota polisi, namun ketika berhadapan dengan masyarakat tentunya perlu selektif. Jadi perlu kejelian dan tidak terburu-buru melakukan tembakan peringatan apalagi tembak langsung walaupun yang diduga pencuri itu berusaha melarikan diri,’’ ingat Andi Agoes. Tidak hanya Andi Agus yang menyikapi salah tembak di Tarakan oleh anggota Polresta Tarakan, sejumlah LSM dan masyarakat juga menyuarakan hal yang sama. "Usut tuntas kasus salah tembak ini sebab dampaknya sangat mengkhawatirkan,"ujar Muhammad SH, selaku Ketua DPP Laskar Antasari di Balikpapan, Kamis (20/1) petang kemarin. Muhammad yang datang bersama segenap pengurus Laskar Pangeran Antasari seperti Andin Syamsir, Arif Fadlyan menyampaikan bahwa dari informasi yang didapat pihak Laskar Pangeran Antasari, bahwa pelaku salah tembak ini diduga oknum polisi di Tarakan, sedangkan korbannya adalah Feriyanto, warga Tarakan yang tadinya diduga perampok oleh petugas, padahal yang bersangkutan adalah warga biasa yang sedang pulang kerja. Untuk diketahui, Feriyanto (32) warga RT 13 Pulau Sadau, Tarakan bersama Agus dan Lukman ditembak oleh anggota Polres Tarakan, Selasa (11/1) malam, korban ketika itu dibidik polisi lantaran dicurigai adalah perampok tambak, padahal warga biasa yang memang sedang pulang dari pekerjaan sekaligus mengantar salah satu rekannya bekerja sebagai teknisi kapal untuk pulang. Peluru polisi menerjang pinggul sebelah kanan Feriyanto, tak hanya itu, korban juga menderita luka memar, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kapolres Tarakan, AKBP Dharu Siswanto, begitu mengetahui insiden tersebut langsung mengunjungi korban dirumah sakit. Dan menyampaikan peromohonan maaf kepada korban dan keluarganya. Sedangkan pihak keluarga meminta agar biaya perawatan menjadi tganggungjawab Polresta Tarakan dan pelaku harus ditindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.max
|