Media Penyalur Bakat Teater Berau Minim2011-01-24 04:10:33
TANJUNG REDEB, Meskipun memiliki banyak bakat potensial di bidang seni teater, Berau belum mampu menyediakan fasilitas yang cukup bagi pengembang bakat-bakat itu. Ditengah keterbatasan fasilitas, sejumlah kelompok dari beberapa sekolah terus bergeliat menunjukan diri dengan apa adanya. Minggu (23/1) di lingkungan SMP Negeri I Berau, menggelar kegiatan parade ekspresi dari pelaku seni teater sekolah yang ada, tidak hanya dari SMPN I, namun juga dari beeberapa SMP lain bahkan juga SMA. Ditemui media ini, Pembina teater Awan, dari SMPN I, Dewi Sri Dahliana mengungkapkan kegiatan tersebut bukan sebuah ajang lomba melainkan sebagai media mengekspresikan bakat yang dimiliki dan keahlian teater dari beberapa kelompok pelaku seni di sekolah-sekolah. “Jadi bukan pamer tapi menunjukan bakat mereka, dan ini kami harapkan mendapatkan perhatian dari instansi terkait, apalagi dengan sejumlah prestasi yang dimiliki tentunya itu bisa dipertimbangkan lagi,” ungkap Dewi. Dijelaskan Teater Awan, terlahir pada tanggal 20 April 2004,sebagai anak pengembangan diri SMP Negeri I dan telah berhasil mengemban amanat dengan prestasi diantaranya Juara I Drama kreasi daerah 2007,Juara II IMB Cup 2010, Juara I Monolog 2009,Aktris terbaik PAT 5 2010 dan masih banyak prestasi lainnya dibidang seni budaya khususnya teater. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya penyegaran kratifitas serta mengusung visi misi guna meningkatkan daya kreasi anak didik sekolah. Adapun visi dari kegiatan itu yakni “pelajar yang memiliki totalitas dan loyalitas dalam segala bidang pendidikan mampu berprestasi, handal, dalam intelegens,bermental tangguh dan taat beribadah”. Sementara misinya sendiri kata Dewi untuk mengangkat nama baik sekolah dalam bidang penge,mbangan diri kesenian,pada umumnya dan seni teater secara khusus. Sementara itu Wakil Kepala sekolah Anwar AA Spd, mengaku kasihan jika melihat media seadanya yang terpaksa harus digunakan bagi peserta. Selain itu media penyaluran bakat budaya semacam itu sangat jarang digagas oleh instansi pemerintah khususnya Dinas Pendidikan. Hal itu disiasati dengan mengmbangkan kreatifitas sendiri melalui parade ekspresi kecil-kecilan seperti dilakukan hari itu. “sangat jarang ada event-event untuk anak-anak ini menyalurkan bakat atau berkreasi, jadi harus kita sebagai guru dan Pembina teater yang harus aktif,” ungkap Anwar. Padahal melihat bakat anak-anak yang tampil sangat potensial dan perlu terus diasah. Untuk itu Pemkab diharapkan dapat memberikan perhatian sedikit, khususnya Dinas pendidikan. “Kita lihat di Tarakan luar biasa sekali perhatian dari pemerintahnya, saat kunjungan kami kesana dalam rangka pertukaran pelajar dibiadang teater, walikotanya langsung yang menyambut, juga fasilitas sanggar budaya berupa gedung kesenian dan lainnya sudah sangat memadai,” terangnya lagi. Untuk pembinaan kepada anak-anak yag tergabung dalam teater Awan, kata Anwar hanya dengan mengandalkan alumni sekolah itu sendiri, yang telah lebih berpengalaman bahakan juga sudah menambah ilmu dari luar. Mereka yang didaulat untuk mendidik pelaku teater dari SMPN I saat ini. Tentunya juga dengan keterbatasan anggaran dari pihak sekolah untuk membayar mereka. Ditemui disela kegiatan, pemerhati seni budaya Berau Odang darmansyah, mengatakan, bakat yang terpendam dalam sejumlah anak-anak teater Berau sangat potensial, namun demikian untuk membentuk karakter dan menjadikan lebih baik, perlu ada dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah. “Butuh dukungan penuh dari orang tua, dan pemerintah tentunya, kita lihat fasilitas masih kurang, ini menghambat daya kreasi anak, juga perlu ada ketelitian dalam mengembangkan kreasi anak-anak ini, tema dalam penampilan harus dipilih berdsarkan usia dan latar belakang, jika dalam lingkungan sekolah harus dengan latar belkang sekolah, jangan adamenampilkan kekerasan, roman cinta tingkat tinggi kan mereka masih anak-anak, jadi sesuaikan, keuali mereka mengikuti lomba diluar daerah dengan tema bebas,” jelas Odang. As
|