PPU Lirik Budidaya Belut2011-01-24 04:15:24
PENAJAM, Dalam rangka penggalian potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada maka pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam mengelolah SDA dimaksud. Seperti menciptakan kemampuan manusia sebagai sumber daya manusia (SDM) dalam mengelolah potensi yang ada dengan kreatif dan mandiri sekaligus berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat khususnya di Kabupaten PPU. Hal ini diungkapkan oleh Mahyudin, salah satu peserta pelatihan Ulam Taka yang belajar pengembangan budidaya belut di Bogor, Jawa Barat (Jabar), baru-baru ini didampingi beberapa staf Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Kabupaten PPU. "Sesuai program kerja pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati PPU, Andi Harahap bahwa pembangunan disegala sektor dengan berbasis ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada agroindustri dan agrobisnis. Maka Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) Perikanan akan mencoba pengembangan budidaya belut di Kabupaten ini, jika upaya itu membuahkan hasil dan cocok maka kami akan kembangkan budidaya belut dimaksud," kata Mahyudin belum lama ini. Ditambahkannya, UPP Ulam Taka Kab PPU sesuai SK Bupati No. 523/159/2007 dan SK Direktur Jendral Perikanan Budidaya No. 5961/DPB.5/HK.150D/XII/2006 mengadakan pelatihan budidaya belut secara terpadu di Bogor yang diikut sejumlah peserta terutama dari Kabupaten PPU dampingi DP3K PPU. Sedangkan anggaran berkaitan dengan pelatihan itu bersumber dari bantuan sosial (bansos) APBD Perubahan Kaltim 2010 sebesar Rp 50 juta yang diterima oleh UPP Ulam Taka Kab PPU. ‘’Kami berharap ke depan dalam rangka pengembangan dan pembudidayaan belut, Pemkab PPU melalui dinas terkait bersama–sama dengan DPRD dapat mengalokasikan anggarannya tidak hanya sebagai pendamping saja seperti sekarang, tapi benar-benar anggaran yang diusulkan oleh Dinas Pertanian,’’ ujarnya. Ia mengatakan, budidaya belut secara terpadu ini memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah ini karena ditunjang dengan kondisi alam, karakter masyarakat dan memiliki pasar yang sangat terbuka sekali baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Kami ingin mencoba sehingga apa yang menjadi sasaran bisa terwujud dengan baik. Menurut penjelasan dari pembicara ketika memberikan pelatihan, menyatakan kalau kebutuhan belut sangat tinggi terutama pasarnya di Asia dan sampai saat ini produk belut masih sangat rendah atau masih kekurangan pasokan baik konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan sebagai bahan baku produk kecantikan," katanya. Begitu pula terhadap kebutuhan bahan baku berbagai obat–obatan kesehatan dan makanan olahan yang bernilai jual tinggi, untuk itu peluang yang masih sangat terbuka ini hendaknya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum direbut daerah lain. Selain dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan atau Home Industrie dan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dapat menyerap tenaga kerja, sedangkan pelaksanaan pelatihan, UPP Perikanan Budidaya Ulam Taka PPU baru dapat mengirim peserta dari 3 Kecamatan, kemudian akan ditambah sesuai kebutuhan yang ada nantinya. Saat ini ada 4 kelompok pembudidaya ikan air tawar yakni Kelompok Pembudidaya Ikan KT Subur II, Penajam, Tirta Mulya Waru, Arwana dan Kamilan Babulu dan 2 orang pendamping dari DP3K PPU yang terus memantau dan mengikuti perkembangan yang ada, kalau akhirnya peluang ini bisa berkembang maka akan dilakukan pelatihan dengan jumlah yang lebih banyak lagi.max
|