Terminal Bandara Kalimarau Uji CobaSetara Bandara Internasional
2011-01-24 05:05:11
TANJUNG REDEB, Terminal Bandara Kalimarau yang baru di bangun itu, Sabtu (22/1) lalu dilakukan uji coba kedatangan penumpang dari tujuan Balikpapan-Berau. Mantan Sekprov Kaltim, Saiful Teteng yang kebetulan datang ke Berau untuk urusan pribadi mengaku kagum dengan terminal yang menelan biaya ratusan miliar ini. Sekitar sejak pukul 13:00 Wita Bupati Berau H Makmur HAPK didampingi Kabag Humas H Mappasikra Mappaseleng beserta jajarannya, serta didampingi Site Manager PT Total Bangun Persada, Audy H Pathimahu beserta beberapa stafnya telah melakukan peninjauan di beberapa bagian ruangan terminal. Dalam kesempatan itu, Bupati sembari menungu kedatangan pesawat Batavia Air, yang dijadwalkan pukul 14:00 Wita mendarat di Bandara Kalimarau, dengan membawa penumpang dari Balikpapan, untuk melakukan uji coba terminal yang menghabiskan dana sekitar Rp 212 miliar lebih tersebut. Berselang satu jam lamanya, akhirnya pesawat yang membawa ratusan penumpang itu mendarat di bandara, kemudian Bupati beserta jajarannya menuju lantai bawah bersiap – siap menjemput kedatangan Saiful Teteng beserta rombongan. Ketika melihat dari dekat, baik dari segi gedungnya maupun sarana dan prasarananya yang ada, meski belum terlihat lengkap karena masih dalam proses pengerjaan. Tetapi Saiful Teteng langsung mengungkapkan kekagumannya atas pembangunan bandara ini. Sebab Bandara Kalimarau ini menurut dia lebih megah dan lebih lengkap sarana – prasarananya jika dibandingkan dengan bandara yang ada di Kaltim, termasuk terminal Bandara Sepinggan Balikpapan. “Berarti nggak lama lagi Berau memiliki bandara yang megah dan komplit, satara bandara internasional,” ungkap Teteng kepada Bupati. Bandara Kalimarau ini yang pertama menggunakan garbarata, untuk memudahkan akses naik-turunnya penumpang dari pesawat udara. Kemudian Teteng dan rombongan menuju rumah dinas Bupati malakukan jamuan makan siang, dengan didampingi beberapa pejabat teras Pemkab Berau. Terkait pembangunan bandara, Audy H Pathimahu kepada wartawan menjelaskan, saat ini proyek terminal bandara ini secara fisik sudah mencapai 93 persen. 7 persennya lagi karena terganjal pembebasan lahan yang belum tuntas, yakni pembangunan lahan parkir sekitar 2 hektare yang sedianya untuk lahan parkir dan cargo. Luas terminal bandara tersebut, dari sisi darat adalah 139.529 meter persegi. “Ditaergetkan 2011 terminal ini segera dioprasikan, dan itu pun harapan kami, semoga tidak ada kendala selanjutnya,” ucapnya. Tetapi secara keseluruhan, lanjut Audy, masih banyak bangunan dan fasilitas bandara yang harus dilengkapi. Diantaranya, kursi di ruang tunggu hingga meubeler lainnya, lalu lansekap menyusul. Selain itu masjid juga nanti ada, terminal keberangkatan dan kedatangan internasional, terminal kargo, stasiun pemadam kebakaran, dan kantor bandara. Sementara peralatan yang harus disiapkan antara lain 3 unit generator, dan peralatan air traffic control. Bandara ini rencananya bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 – 900ER atau Airbus 32, sehingga diproyeksikan tak hanya melayani rute penerbangan lokal, tapi juga penerbangan internasional. Akan tetapi kesemuannya itu masuk tahap kedua, dan dananya pun belum ia ketahui. Bahkan dia sendiri tak bisa memastikan, kontraktor mana yang bakal mengerjakan proyek tahap dua itu. roz
|