Hati-hati Buaya Somber Incer Warga2011-01-25 05:05:14
BALIKPAPAN, Dugaan bahwa masih ada buaya besar di wilayah RT 3 Somber, Kelurahan Batu Ampar Kecamatan Balikpapan Utara bukan isapan jempol, bahkan jumlahnya saat ini sudah cukup banyak sang monster, tadi malam Minggu (23/1) sekitar pkl. 20.30 Wita, menyambar seorang warga pemilik tambak, Taufik Persada (45) warga RT 3 Somber. Sekitar tiga minggu lalu warga memang menangkap seekor buaya cukup besar dengan panjang tubuh sekitar 2,30 meter, rupanya sekarang rekannya balas dendam dengan menangkap kaki Taufik Persada, seorang yang nyaris kena sambaran buaya ganas itu lagi adalah Irwan (30), adik ipar Taufik Persada. Menurut Irwan, dia yang menangkap buaya tiga minggu lalu dan ini mungkin rekannya mau balas dendam, dia minta agar masyarakat yang sering memancing di Sumber agar hati-hati karena setiap saat buaya ganas itu akan menjadi ancaman. Dibagian lain Taufik Persada, kendati menderita gigitan buaya masih bisa lega karena tidak sampai ditarik kelaut yang ada disekitar sungai Wain itu. "Untung kaki saya tidak putus kalau gigitan buaya itu naik ke atas sedikit, kaki saya pasti putus," terang Taufik Persada didampingi istrinya, Irma di ruang Trauma Center RSKD Balikpapan, malam tadi. Menurut Taufik Persada, buaya yang menyambar dirinya lumayan besar, panjangnya sekitar 4 meter. "Saya sempat lihat, buayanya sangat besar pajangnya kira-kira 4 meter," paparnya, Akibat sambaran buaya, tumit kaki sebelah kanan Taufik robek dan harus dijahit, Taufik yang sudah punya anak 4 orang ini mengatakan, sekitar pkl. 17.00 Wita kemarin dirinya sudah curiga ada buaya masuk ke tambak miliknya yang berisi ikan bandeng. Buaya itu pasti akan mengambil ikan yang ada ditembak, dia berniat untuk mengusir buaya itu namun buaya di tengah tambak tidak kelihatan. Usai shalat Isya sekitar pukul 20.00 Wita, Taufik berjalan di pinggir tambak bersama adik iparnya, Irwan, mereka menggunakan penerangan lampu senter isi batrei 4 buah, nyala lampu senter cukup terang. Di kegelapan itu, Taufik dan Irwan terperangah karena ada sorot mata merah menyala persis di bawah tanggul yang dilewatinya, saking kagetnya secara reflek Taufik Persada, mengangkat kaki kanannya hendak balik arah menghindari buaya, tiba-tiba ada bayangan hitam besar dan menyambar kaki Taufik, sedangkan Irwan yang berjalan beriringan dengan kakak iparnya itu, lari sekuat tenaga, Taufik berlari dengan terpincang-pincang. Atas kejadian tersebut, Taufik trauma dan akan berhati-hati bila lewat tambak, padahal tambak itu dekat pemukiman warga RT 3 Somber. "Selama ini nggak ada buaya disekitar ini sekarang kok muncul buaya yang sangat ganas," ujar Taufik. Ketua RT 3 Somber M Sahid sebelumnya mengatakan, buaya mulai muncul bulan Ramadan tahun lalu, beberapa kali terlihat buaya besar berjalan di tambak, dilempari gayung, gayung pun disambar seekor buaya yang berhasil ditangkap setengah bulan lalu, diserahkan ke penangkaran buaya di Teritip. Ketua RT 3 Somber sudah melayangkan surat ke Kelurahan yang berisi laporan buaya di wilayah Somber dan membahayakan warga, buaya itu diduga jenis buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) sejenis buaya yang hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. max
|