Syahbandar Sita Dokumen MV Moondance II2011-01-26 06:42:31
TANJUNG REDEB, Kepala Syahbandar Tanjung Redeb, Kapten Abdul Nasir menyita dokumen kapal MV Moondance II . Penyitaan ini dimaksudkan, agar kapal MV Moondance II yang dinahkodai capten V Tsepelx berkebangsaan Giorgia, yang kandas di perairan laut Pulau Maratua, Senin (3/1) lalu, tak dapat melarikan diri. “Kalau kita tahan, saya yakin kapal ini nggak bisa kemana – mana. Sekali pun kembali ke negaranya. Karena dokumennya sudah kita tahan,” tegasnya. Sebab menurut dia, setiap kapal yang bermuatan lalu menuju suatu tujuan, diharuskan melengkapi semua dokumen. Ini wajib katanya, apa lagi yang dituju antar negara, tentu kewajiban itu harus dijalankan, karena kalau tidak dijalankan, kapal itu akan ditangkap pada saat melintasi perbatasan antar negara. Disinggung soal surat perintah kerja bawah air dari pusat , untuk melakukan evakuasi kapal tersebut, Nasir menjelaskan bahwa surat itu sudah ia terima, bahkan sekitar lima hari yang lalu ia sudah melakukan evakuasi terhadap kapal yang bermuat batubara itu. Syahbandar |Tanjung Redeb sudah menerima mandat dari negara asal kapal itu, semua diserahkan kepada pihak Indonesia masalah penanganan kapal itu, termasuk masalah evakuasi. Masalah evakuasi kapal MV Moondance tidak sedikit membutuhkan dana, mengingat muatan kapal ini cukup banyak, di atas 55 ribu ton. Sebelum dievakuasi, syahbandar akan mempelajari sistemnya untuk melakukan penyelamatan kapal. Soal biaya untuk melakukan penyelamatan kapal tersebut, Nasir mengaku belum bisa memperkirakan. Karena sistem penyelamatan itu masih dipelajari. “Tapi bukan kita lho yang melakukan penyelamatannya, ada tenaga ahlinya sendiri dan tenaga ahli itu orang Indonesia. Tugas kita hanya sebatas evakuasi saja, soal tekhnis penyelamatannya tersendiri,” ujarnya. Melakukan penyelamatan Moodance diperkirakan membutuhkan ponton minimal tiga unit, untuk mengangsur muatan batubara yang ada di atas kapal tersebut. Mengingat kapal itu kandas 75 persen di atas batu karang, yang juga mengakibatkan batu karang hancur. “Yang jelas kandasnya kapal itu disebabkan oleh kelalaian manusia. Karena pada saat masuk ke Berau, dia ini menggunakan peta yang lama. Sehingga tidak mengetahui jalur mana yang bebas batu karang,” ungkapnya. roz
|