Flu Burung Mulai Menyebar di SamarindaDinas Peternakan Mulai Chek Point Sejumlah Titik
2011-01-26 07:19:13
SAMARINDA, Saat ini, kasus virus flu burung mulai kembali menyebar di Samarinda. Di sejumlah daerah sudah positif terdapat virus flu burung, yang mengakibatkan 200 ekor ayam milik warga mati mendadak. Usai petugas Dinas Peternakan Samarinda yang menangani virus flu burung meninjau lokasi dan memeriksa sejumlah unggas yang mati, menyimpulkan bahwa sejumlah unggas mati akibat virus flu burung. Antisipasi itu check point pada unggas di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, seperti Jalan Mugirejo, Sambutan, Pampang, Bukit Pinang, dan Loa Bahu. Menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Ikan ?,?Drh Jumiyanti, pihaknya sudah mendatangi sejumlah daerah yang melapor ke Dinas Peternakan soal unggas yang mati mendadak. Setelah melakukan pengecekan dan memeriksa, ternyata ayam mati mendadak di Jalan Mugirejo dan Sambutan positif terkena virus flu burung. "Untuk didaerah lain, kita tidak bisa melakukan identifikasi sejumlah unggas, karena sudah tidak ada bangkainya. Kita tak bisa mengetahui, jika unggas yang masih hidup terkena virus flu burung tersebut," kata Jumiyati, Selasa (25/1), saat diditemui sejumlah wartawan dikantornya. Saat ini menurutnya, ada ratusan liter disinfektan yang disemprotkan di kawasan rawan virus flu burung. Ditambah depopulasi atau pemusnahan unggas yang sudah jelas terinfeksi flu burung. "Kami juga lakukan antisipasi, terutama check point unggas, kita lakukan di wilayah yang terkena virus flu burung," katanya. Menudur dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dan lembaga karantina yang menangani secara khusus hewan yang keluar dan masuk. "Pada intinya kita terus melakukan langkah-langkah mengantisipasi penyebarannya," tandasnya. Dikatakan, masyarakat khususnya Kota Samarinda diimbau waspada pemeliharaan unggas, agar mengecek dan jika ada kelainan atau diindikasikan terjangkit flu burung, segera lapor petugas, untuk dilakukan upaya mengantisipasinya. "Masyarakat juga untuk waspada. Jangan sungkan bila menemukan unggas yang terindikasi terjangkit flu burung, untuk memusnahkannya, atau jika tak bisa, laporkan ke petugas kesehatan atau peternakan setempat, untuk dilakukan upaya pemusnahan tersebut," jelasnya. Selain itu, pihaknya meminta masyarakat tak perlu kawatir dan resah terhadap virus flu burung tersebut. Jika menemukan dan ingin memusnahkanya diharapkan memakai masker dan sarung tangan setelah itu mencuci tangan agar virus flu burung tidak sampai ke badan. "Kami juga menginggatkan jangan takut mengkonsumsi unggas dan telornya sebab jika dimasak dengan matang penyakit yang ada diunggas tersebut sudah mati dan layak untuk dikonsumsi," kata dia. Diketahui, didaerah Kelurahan Mugirejo menemukan sekitar 201 ayam mati mendadak, dengan rincian RT 03 sebanyak 50 ekor, RT 09 sebanyak 100 ekor, RT 13 sebanyak 40 ekor, RT 07 sebanyak 5 ekor dan RT 04 sebanyak 6 ekor. Untuk didaerah lain Dinas Peternakan masih belum mengetahui berapa jumlah keseluruhan unggas yang mati di Kota Samarinda akibat virus flu burung tersebut. aon/jhon
|