Lulusan SMK Harus Mampu Bersaing2011-01-26 22:51:19
SAMARINDA, Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah disiapkan untuk terjun dan bersaing di dunia kerja. Moral kepercayaan diri sangat penting untuk bersaing. Karena akan menentukan berhasil tidaknya langkah lulusan SMK ketika memasuki dunia kerja yang kian kompetitif. “Ada istilah 'demam panggung', yang membuat seseorang menjadi grogi, sehingga kemampuan terbaiknya tidak keluar. Maka orang biasa pun bisa terkena sindrom serupa yang mengakibatkan kalah berkompetisi di dunia kerja. Dan kita tentu tidak menginginkan hal itu menimpa para lulusan SMK di Samarinda,” ungkap Walikota Samarinda Syaharie Jaang dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail dalam rangkaian peresmian Uji Kompetensi Siswa kelas XII SMKN 3, penandatanganan MOU dengan dunia usaha/industri dan launching produk pembelajaran kewirausahaan di Ballroom Hotel Training Alamanda SMKN 3, Rabu (26/1). Walikota juga memotivasi para siswa SMK untuk tidak minder. “SMK bukan sekolah kelas 2 atau sekolah pilihan terakhir. Buktinya, secara nasional pemerintah justru akan memperbanyak jumlah SMK dibanding SMA. Dimana pada tahun 2015 rasio SMK dan SMA mencapai 70 banding 30 persen. Kebijakan ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa komposisi tenaga kerja Indonesia mayoritas unskill workers atau pekerja yang tidak memiliki skill,” tandasnya. Terkait MoU, Nusyirwan menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi atas kemitraan yang dibangun antara SMKN 3 dengan dunia usaha/industry. Dalam hal ini SMKN 3 melakukan kerjasama diantaranya perhotelan dan salon. “Ini baru pertama 13 perusahaan berkolaborasi menandatangani MoU. Kerjasama ini tak hanya menguntungkan dunia pendidikan, tapi juga bagi perusahaan. Misalnya training cost di perusahaan bisa dikurangi, karena di kompensasi dengan kerjasama ini,” imbuhnya. Sementara Kepala SMKN 3 Edih Rahmanudin yang baru menjabat menyampaikan kebanggaannya. Dimana tak hanya lulusan SMKN 3, saat kelas XI dan XII siswanya sudah banyak mendapat tawaran, sehingga ketika lulus mereka sudah tertampung, terutama di perhotelan. ”Siswa kita juga bukan hanya dari Samarinda saja, ada yang dari Kukar, Bontang, Kutai Timur dan Balikpapan. Hotel training kita ini adalah yang terbesar kedua secara nasional setelah Bali,” imbuhnya.john
|