Bansos Hanya Untungkan Segelintir Orang2011-01-27 02:26:09
TENGGARONG, Ketua DPRD Kutai Kartanegara, H Salehudin mengungkapkan penyaluran bantuan sosial (bansos) selama ini tidak memberikan efek positif dalam menunjang pembangunan daerah, malah sebaliknya menguntungkan segelintir orang atau kelompok tertentu, bahkan terbukti membawa masalah bagi yang lainnya, karena tidak mampu mempertanggung jawabkan penggunaannya. Menurut Salehudin, sejatinya, pemberian bansos itu harus mampu memberantas kemiskinan, bukan memperkaya seseorang atau kelompok tertentu. Untuk itu, Salehudin menyatakan mendukung jika Pemkab Kukar dalam pengelolaan bansos ke depan mengacu kepada Undang Undang (UU) Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Karena menurut dia, sasaran penerima bansos dalam UU ini selaras dan identik dengan konsep program strategis Pemkab Kukar Gerbang Raja. Pernyataan tersebut disampaikan Salehudin dalam dialog di acara Orientasi Menuju Kebijakan Pemkab dalam Mengatasi Masalah Kesejahteraan Sosial dan Kemiskinan di Kukar, Selasa (25/1) lalu di Ruang Serbaguna Kantor Bupati. Dialog dihadiri Bupati Rita Widyasari, Wabup HM Ghufron Yusuf, Sekkab Haryanto Bachroel dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kukar serta 150 kepala desa se Kukar. Kegiatan itu sendiri digelar dalam rangka sosialisasi tata cara pemberian dan pertanggungjawaban bansos dan hibah. Dukungan Salehudin terhadap penghentian bansos bagi Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan oleh pemkab, selain tidak tapat sasaran dan berbenturan dengan aturan perundangan, juga berkaitan dengan masih besarnya dana yang dibutuhkan pemkab dalam membangun daerah terutama infrastruktur. APBD kita, kata Salehudin, lebih baik diprioritaskan pada belanja modal dalam bentuk pembangunan infrastruktur ketimbang memberikan bansos. "Karena infrastruktur daerah kita masih sangat minim dan untuk merealisasikannya butuh dana tidak sedikit. Banyak wilayah kita yang sulit dijangkau karena tidak memiliki akses jalan yang memadai," terang Salehudin. Lanjut Salehudin, dengan akses jalan yang jelek akan menyulitkan perkembangan dan kemajuan suatu wilayah sekaligus membuat warga di pelosok seolah olah menjadi terisolir. Akibatnya kemudian adalah kesejahteraan masyarakat, terutama di pedalaman dan pelosok wilayah banyak yang menyandang predikat keluarga miskin. Salehudin juga menegaskan, untuk pembangunan daerah dilakukan secara merata dan dia memastikan antara warga yang berada di pesisir, tengah dan di pedalaman Kukar mendapat porsi yang sama. yd
|