Pembangunan Jalan Tol di Kaltim Harus Didukung2011-01-26 13:28:50
BALIKPAPAN,Gagasan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk membangun jalan bebas hambatan (Tol) yang menghubungkan Balikpapan – Samarinda dan kemungkinan dilanjutkan ke Bontang dan Sangatta perlu didukung, apalagi pra pembangunan jalan itu sudah mulai di kerjakan dan sudah mendapat dukungan pemerintah pusat baik Bappenas, Kementerian keuangan, kementerian LH, dan Kementerian PU. ‘’Awal rencana Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, membangun jalan bebas hambatan itu saya tidak setuju karena masih banyak pembangunan yang benar-benar dibutuhkan seperti pembangunan wilayah perbatasan yang selama ini hanya banyak retorika saja, padahal masyarakat disepanjang perbatasan membutuhkan komunikasi dengan masyarakat lain yang ada di bumi Kaltim,’’ kata Koordinator Wilayah Perintis Pejuang Kemerdekaan Indoensia (Korwil IV PPKRI) Kalimantan H. Andi Agoes, SH, ketika memberi tanggapan pembangunan jalan bebas hambatan yang baru diresmikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishack, di Manggar Balikpapan, baru-baru ini. Menurut Andi Agoes, pembangunan jalan tol itu sekilas memang belum dibutuhkan secara mendesak, tapi ketika kita mulai mempersiapkan diri menjadi provinsi yang maju dengan berbagai industry yang ada dan yang sedang dikembangkan maka pembangunan jalan itu menjadi kebutuhan, olehnya perlu didukung. ‘’Kami sangat memahami beberapa pendapat dari berbagai elemen dan kalangan termasuk beberapa anggota DPRD provinsi Kaltim terkait pembangunan jalan tol itu agar ditinjau dan distop saja karena salah satu alasan belum jelasnya investor yang siap membangun jalan dimaksud, kendati sejumlah kontraktor sudah menyatakan siap mendukung jalan tersebut,’’ ujarnya. Untuk itu perlu ada satu tekad kalau membangun perlu dukungan dan motivasi dari berbagai pihak teramsuk dari masyarakat dan ini menjadi harapan Gubernur Kaltim sehingga jalan tol yang banyak mendapat kritikan bisa tuntas tepat waktu, apalagi kalau jalan itu selesai akan mengurangi waktu tempuh jika dibandingkan jika kita masih menggunakan badan jalan yang ada selama ini. ‘’Kami sarankan kepada Gubernur Kaltim agar proyek jalan tol ini pembangunannya jalan terus apalagi pra pembangunan jalan tol sudah mulai dikerjakan, tanpa harus mengesampingkan pembangunan di wilayah perbatasan yang menjadi dambaan masyarakat perbatasan dan pembangunan didaerah lain tentunya,’’ ungkap Andi Agoes, yang juga Koordinator Gawak Kalimantan. Seperti diberitakan, satu terobosan baru dilakukan pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan meresmikan jalan bebas hambatan (Tol) yang melintasi tiga kota dan kabupaten sepanjang 99,2 km dengan lebar 36.90 meter dengan dua jalur dan enam lajur sekaligus menjadi jalan penghubung antar provinsi di Kalimantan. Pembangunan jalan tal yang direncanakan diresmikan Menteri PU Joko Kirmanto, batal dan hanya diresmikan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, disaksikan sejumlah pejabat termasuk perwakilan dan Bappenas, Kementerian PU, pejabat provinsi Kaltim serta pemkab Kukar, Kota Samarinda dan Walikota Tarakan serta pejabat dari instansi terkait lainnya. ‘’Rencananya pencanangan proyek jalan tol pertama di Kalimantan senilai Rp 6,26 triliun dilakukan oleh Menteri PU namun karena ada tugas yang sangat penting sehingga rencana itu dibatalkan dan kami (Gubernur Kaltim, red) yang akan menggantikan pak menteri PU,’’ kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishack, ketika memberikan sambutan pada pencanangan jalan bebas hambatan atau jalan tol di Manggar, Menurut Awang Faroek Ishack, Kaltim menjadi perhatian pemerintah pusat terutama dalam berbagai pembangunan seperti perkebunan kelapa sawit, pembangunan pabrik pupuk di Bontang dan beberapa pembangunan lainnya di sejumlah daerah di Kaltim ini termasuk pembangunan jalan tol ini, apalagi menurut Menteri PU kalau jalan tol ini menjadi tal penghubung empat provinsi di Kalimantan. Proyek yang akan menghabiskan dana Rp 6,26 triliun, terdiri dari Rp 5,03 triliun untuk konstruksi; dan Rp 1,23 triliun pembebasan lahan sedangkan untuk memulai proyek perlu gelontoran dana pendamping bersumnber dari APBD Kaltim sebesar Rp 2 triliun secara multi years pada 2010-2013, sisanya akan dialokasikan dari pinjaman lunak luar negeri (loan) sebesar Rp 3 triliun dan dari investor kurang lebih Rp 1,2 triliun. Dari data teknis Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim, secara ringkas, panjang keseluruhan jalan 99,02 kilometer dan lebar 36,9 meter, jalan dibuat dua jalur dengan enam lajur dan masing-masing lajur lebarnya 3,6 meter seluruh jalan tol dilapisi rigid pavement atau cor beton dengan rencana kecepatan kendaraan saat melintas 100 km/jam. Geologi lahan jalan bebas hambatan ini di lembah dengan jenis tanah lanau dan lempung namun sangat aman dari patahan atau tanah bergeser, selain itu, jalan tol melewati hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara dan Hutan Lindung Manggar, Balikpapan namun ijin dari menteri kehutanan sudah tidak masalah karena tinggal menunggu turunnya SK berkaitan dengan perijinan penggunaan lahan di hutan lartangan itu. Sebelumnya, Kadis PU dan Kimpraswil Kaltim, Ir Husinsyah, mengatakan proyek ini juga sudah ditetapkan sebagai jalan nasional oleh Menteri PU melalui Keputusan No 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional pada 10 November 2010 dan proyek tol Kaltim masuk dalam rencana tol nasional di Kementerian PU sepanjang 4 ribu kilometer dan perlu diketahui di Kalimantan yang ada jalan tol baru di Kaltim. Titik awal (nol) jalan bebas hambatan di 400 meter sebelah timur Jl Soekarno Hatta, Km 13 Balikpapan, untuk menuju titik awal tersebut diperlukan jalan akses dan jalan akses ini masuk dalam rencana Ring Road III Balikpapan, di titik inilah terdapat pertemuan tiga jalur, pertama, dari Jembatan Pulau Balang menuju Penajam dan Kalimantan Selatan, kedua, dari Manggar (Bandara Internasional Sepinggan), dan terakhir dari arah Samarinda. Husinsyah, sebagai penanggung jawab proyek jalan tol dan peresmian mengatakan pembangunan jalan tol ini terdiri dari lima paket yakni paket I dari Km. 13 ke Samboja akan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Jasin Effrin Jaya dan PT Budi Bhakti Prima KSO akan menghabiskan dana Rp. 374.734.119.000. Paket II Samboja – Palaran I nantinya akan dikerjakan oleh PT Waskita karya, PT Rimba Ayu Kencana dan PT Marinda Utama Karya Subur KSO dengan total dana Rp. 374.246.537.000, paket III Samarinda – Palaran II akan dikerjakan oleh PT Bangun Citra Kontraktor dan PT Mahir Jaya Mahakam Raya dengan total anggaran mencapai Rp. 366393.977.000. Paket IV menghubungkan Palaran – Jembatan Mahkota 2 dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dan PT. Surya Bakti Grup dan paket V, menghubungkan Km. 13 – Sepinggan Balikpapan nanti dikerjakan oleh PT Adi Karya, PT Sumber Bahagia dan PT Perdana Bumi Syahrihati dan akan menghabiskan Rp. 373.683.751.000, sedangkan konsultan yang dipercayakan adalah konsultan PT Anugrah Kridapradana dari Jakarta sedangkan manajemen konstruksi adalah PT Ganes Enginerring Konsultana juga dari Jakarta. max
|