Peristiwa Merah Putih Patut Dijadikan Teladan2011-01-13:32:37
SAMARINDA, Pada peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Kamis (27/1), Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyampaikan bahwa pengorbanan dan perjuangan para pejuang patut dikenang sepanjang masa. Ini mesti dijadikan teladan bagi generasi sekarang maupun akan datang, dalam rangka mengisi kemerdekaan dan memajukan pembangunan di Sanga-sanga, serta menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. "Kepada masyarakat Sangasanga diimbau, mari kita mengisi kemerdekaan ini dengan berkarya dan membangun daerah ini. Sebagai daerah yang mewarisi nilai-nilai dan semangat kejuangan para pahlawan, pemerintah dan masyarakat Sangasanga harus memiki semangat untuk bangkit mengubah wajahnya dari kondisi saat ini, menuju Sangasanga yang maju, makmur dan sejahtera," kata Awang Faroek Ishak dalam amanatnya selaku inspektur upaca pada peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-64 tahun 2011, Kamis (27/1). Acara itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Kapolda Kaltim, anggota DPRD Kaltim dan DRPD Kukar, para asisten dan staf ahli Gubernur Kaltim, Kepala Dinas, instansi dilingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar, TNI/Polri, veteran dan janda veteran, pemuda, organisasi pemuda, mahasiswa dan pelajar. Menurut dia, pada masa silam Sangasanga adalah kota yang memiliki kejayaannya yang ditandai dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lebih maju dan makmur, dibandingkan daerah lain di sekitarnya yang tertinggal. Tetapi, seiring makin berkurangnya potensi minyak, Sangasanga dalam beberapa tahun belakangan ini seakan kian terisolir. Kejayaan masa silam tinggal kenangan. Akankah Sanga Sanga akan semakin tertinggal? Padahal kota ini memiliki potensi lain, selain minyak. Yaitu Sangasanga sebagai Kota Perjuangan, Kota Pahlawan. "Perjuangan rakyat Sanga Sanga dalam memper-tahankan kemerdekaan dari kekuasaan Penjajah, adalah khas. memiliki ciri dan karakteristik sejarahnya sendiri, yang berbeda dengan daerah lain yang juga angkat senjata melawan Penjajah. Peristiwa Merah Putih 27 Januari 1947 adalah peristiwa Nasional. Sangat layak dicatat dengan tinta emas, bahwa perjuangan rakyat Sangasanga memiliki nilai-nilai kejuangan sangat besar," kata Awang. Dikatakan, sejarah adalah gambaran masa silam. Sejarah akan bisa memberi banyak makna, pelajaran, inspirasi, spirit dan keteladanan kepada Generasi Muda, kepada generasi masa depan untuk kehidupan yang lebih baik. Dari Sangasanga para pelajar, mahasiswa dan masyarakat Kaltim, Nasional bahkan masyarakat dunia bisa belajar sejarah dari kota ini. Dari Sangasanga akan dapat ditumbuhkan semangat kejuangan, patriotisme, kebanggaan dan kecintaan pada tanah air. "Karena itu, Pemprov Kaltim menganggap penting menjadikan Sangasanga sebagai kota pahlawan, kota wisata sejarah dan budaya, yang harus dihidupkan kembali, dengan kosekuensi harus dibarengi pula dengan segera melakukan pembangunan infrastruktur, pembenahan prasarana dan sarana serta fasilitas pendukung terkait lainnya," ujarnya. mar
|