Putra Sangasanga Pertanyakan Pemerataan Pembangunan2011-01-26 13:34:51
TENGGARONG,Selama ini pembangunan di Kawasan pesisir khususnya di Kecamatan Sangasanga dinilai tidak merata. Padahal, pendapatan Kabupaten Kutai Kartanegara 66 persen bersumber dari kawasan pantai. Seperti migas dan batubara. Namun, kawasan itu kurang mendapatkan perhatian adil dalam porsi alokasi anggaran. "Dana yang kembali ke daerah asal, nampaknya belum sesuai harapan. Seperti kita lihat, Sangasanga dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan," kata salah satu putra Sangasanga, Drs D Jumar Soewito kepada media ini, Kamis (27/1). Menurutnya, Pemkot Tarakan bisa mengelola SDA Migas dan membangun kota, tetapi kenapa Sangasanga yang juga kaya Sumber Daya Alam (SDA), pembangunannya stagnan. Wajar saja warga Pesisir menuntut lebih untuk berdiri sendiri lepas dari Kutai Kartanegara. Soal pembentukan Kabupaten Pesisir, menurut Jumar, sebenarnya sudah mendapat persetujuan dari DPRD Kukar periode lalu dan sudah dibahas di tingkat pusat. "Namun, hingga sekarang tidak ada kabarnya. Janji tinggal janji, bulan madu nanti dulu," kata Jumar dengan nada setengah bertanya. Dia mengaku tak memiliki kepentingan apapun. Dirinya hanya terusik, sebab sebagai putra Sangasanga merasa terpanggil untuk berbicara mengenai kondisi kota wisata juang. Sejak 64 tahun hingga sekarang tidak ada perubahan, justru semakin tahun semakin tertinggal. Pemkab Kukar dinilai juga lambat, dalam mengamankan cagar budaya. Seperti bangunan kantor pembantu Bupati Kutai Kartanegara di Sangasanga. Sekarang ini, seiring perjalanan waktu dibiarkan roboh dan hancur di makan usia. Padahal gedung itu, penuh sejarah sebagai kantor untuk pelayanan masyarakat tempo doeloe. “Harapan saya, peringatan 27 Januari ini memberikan motivasi dan semangat kepada generasi muda. Seharusnya generasi muda ini tahu diri mengisi pembangunan dengan baik,” kata Jumar. john
|