DKP Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut2011-02-25 00:18:30
TANJUNG REDEB, Berau merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur secara geografis terletak antara 116o- 119o BT dan antara 1o LU- 2o33 LU. Daerah ini berbatasan dengan Laut Sulawesi di timur, serta akses keluar masuk kenegara tetangga melalui jalur laut yang memberikan peluang negatif dan positif bagi keamanan sumber daya alam (SDA) Berau. Seperti diketahui, SDA berau kerap diseludupkan keluar daerah Berau melalui jalur laut. "Sehingga kita butuh penjagaan ekstra ketat di kawasan perairan Berau GUNA mengantisipasi hal tersebut," ungkap Kepala dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, Anwar. Potensi lain yang dapat dikembangkan di daerah ini adalah perikanan laut berupa penyu hijau yang memberikan keuntungan dari telurnya, tidak heran jika penyu hijau kerap dijadikan komoditi impor dengan cara penyeludupan keluar negeri. Melalui beberapa proses tindakan pencurian hasil laut, disebutkan meski tidak sebanding dengan potensi yang dimiliki, namun jika terus terjadi tanpa ada upaya pengamanan maka dapat dipastikan gejala tersebut akan terus meningkat. Untuk itu, diharapkan Anwar, seluruh komponen masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga, melestarikan kekayaan alam Berau dari pihak tak bertanggung jawab. Selain upaya pencurian, Anwar menyebutkan pelaku pengelolaan hasil laut Berau yang tak ramah juga menjadi ancaman tersendiri bagi kelangsungan hayati laut. Menjaga luasnya laut Berau dengan teritorial yang belum semuanya bisa diawasi, Anwar menyebutkan, nelayan merupakan salah satu komunitas yang paling cepat mengetahui adanya tindakan pencurian di laut. "Selain pencurian mereka juga bisa menjadi mata untuk mengawasi terhadap pelaku pemboman ikan, pengguna alat tangkap yang tidak sesuai seperti racun atau pukat harimau, namun sebelum itu mereka harus paham apa yang menjadi SDA Berau merupakan kepunyaan mereka juga," jelas Anwar lagi. Memberikan masukan bagi nelayan, DKP Berau sudah melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan hasil laut yang baik. Untuk keamanan, komponen masyarakat dari berbagai lapisan diminta untuk berpartisipasi. "Seperti, TNI AL, masyarakat, nelayan, polisi dan semuanya, juga kita sudah berikan pemahaman melalui sosialisasi terkait pola tangkap yang baik dan aman bagi kelestarian hayati laut yang ada," tandas Anwar. as
|