PGRI Silahturahmi ke Polresta Balikpapan2011-02-25 00:25:46
BALIKPAPAN, Silaturahmi antara pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang baru saja terpilih dimanfaatkan untuk meminta masukan terkait maraknya kasus seteru antara guru dengan orangtua murid, buktinya di tahun 2010, kasus yang sampai ke polisi yakni diantaranya oknum guru yang mencubit murid, anak didik ditempeleng, serta murid mencium lantai. ‘’Kami ingin mencari jalan keluar tentang permasalahan guru supaya mereka dilindungi secara hukum saat menjalankan tugasnya,’’ ungkap Ketua PGRI Balikppan, Drs Sri Haryatmo kepada Kapolres Balikpapan, AKBP A Rafik saat memulai dialog, diruangan Kapolresta Balikpapan, baru-baru ini. Sri Haryatmo yang juga Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan mengatakan, tujuannya bersama pengurus PGRI terpilih silaturahim ke Polresta bermaksud mengadakan tukar pikiran dengan pihak Kepolisian tentang masalah perlindungan hukum untuk guru, sebab akhir-akhir ini banyak guru yang menemukan masalah di sekolah dan dibawa ke Kepolisian. Menanggapi hal itu, Kapolres Rafik mengatakan, selama ini Polresta Balikpapan memang pernah mendapatkan pengaduan terkait tindakan guru terhadap siswa yang dinilai telah melanggar kode etiok guru san menyakiti siswa, tetapi dirinya selalu menginstruksikan kepada jajaran kepolisian di Balikpapan untuk menyelesaian permasalahan guru secara kekeluargaan dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum. ‘’Sebab masalah guru dengan murid seperti masalah sendok dan garpu yang selalu beradu, guru ingin mendidik siswanya menjadi baik, tetapi siswa menginginkan kebebasan dan tidak mau mengikuti peraturan yang dibuat oleh guru sehingga terjadilah benturan kepentingan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,’’ ujar mantan Kapolres PPU dan Pasir ini. Masih menurut Kapolresta Balikpapapn, Lanjut Rafik permasalahan di dunia pendidikan tidak ada untungnya kalau dibawa ke ranah hukum, apalagi kalau menyangkut masalah guru karena yang kalah menjadi abu dan yang menang menjadi arang sehingga kedua-duanya sama-sama rugi. Kepada jajaran pengurus PGRI Balikpapan, ia meminta untuk melakukan mediasi setiap ada permasalahan guru maupun siswa di kota Balikpapan, jangan sampai masalah ini menjadi konsumsi publik apalagi dibawa ke ranah hukum, karena hal itu tidak menyelesaikan masalah, justru akan menjadi lebih rumit.max
|