PT Badak Tanam 3000 Bibit Bakau2011-01-29 02:12:30
BONTANG— PT Badak NGL kembali menunjukkan komitmen mereka dalam melestarikan lingkungan. Sabtu pagi (29/1), perusahaan penghasil gas alam cair ini menanam 3000 bibit pohon bakau di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Puluhan warga antusias terlibat menanam bibit pohon bakau/ mangrove di pesisir laut wilayah tanjung laut, yang mulai habis pohon mangrovenya. Aksi dilakukan dalam rangka mendukung program Kaltim Green, yang dicanangkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak Direktur dan COO PT Badak NGL Ir Sutopo, mengatakan, bantuan 3.000 bibit pohon bakau yang senilai Rp 15 juta merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Selain itu uga juga dimaksudkan untuk mendukung program Kaltim Green yang dicanangkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. “Kami sangat mendukung upaya-upaya penghijauan seperti ini. Apalagi, PT Badak ingin mengulang sukses penghargaan proper untuk bidang kelestarian lingkungan. Target kami di tahun mendatang adalah proper gold,” kata Sutopo. menurut Sutopo, pelestarian lingkungan di Bontang memang harus menjadi perhatian bersama, karena kini tingkat dampak global warming sudah mulai terasa di berbagai belahan dunia. “Harus dimulai sejak dini dan didukung semua pihak. PT Badak memberikan bantuan bibit ini, untuk mendukung Kelompok Tani Lestari Indah yang sudah bersemangat menghidupkan lagi program penghijauan yang dilakukan warga sekitar,” kata Sutopo. PT Badak menyebut, dipilihnya TLI sebagai kawasan penanaman pohon, karena kawasan Tanjung Laut merupakan kawasan bakau yang harus dilestarikan. “Sebenarnya ini di luar kompleks PT Badak, tapi ini sengaja untuk mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Tanjung Laut untuk ikut terlibat dalam kegiatan penghijauan,” jelas Sutopo. Sementara Lurah Tanjung Laut Indah Edi Fatrani, pada hari itu ada 15.000 bibit pohon mangrove yan ditanam di Bontang. Tahun 2010 lalu, sedikitnya 55 ribu bibit yang ditanam, dan tahun ini target ditingkatkan menjadi 50 ribu bibit. “Awalnya hanya satu orang yang turun, lama kelamaan diikuti warga lainnya. Kami yakin, penanaman mangrove ini bisa menjadi budaya masyarakat,” kata Edy Fatrani. Edy mengaku, akan menyiapkan program dukungan kelurahan, untuk pemasaran hasil tanaman yang ditanam masyarakat itu. Sehingga ada feedback bagi masyarakat, dan mereka menjadi lebih antusias dalam melakukan penghijauan. (wan)
|