BAGUS Prioritaskan Pembangunan Diperbatasan2011-01-29 02:14:27
NUNUKAN,Kabupaten Nunukan yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda). Sebab daerah yang berbatasan dengan negara asing merupakan salah satu bagian dari salah satu jati diri dan harga diri dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Drs Basri, Calon Bupati Nunukan periode 2011-2016 ditemui Poskota Kaltim dikediamanannya beberapa waktu lalu menuturkan bahwa wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan merupakan salah satu bagian wilayah NKRI yang berbatasan dengan 11 negara. Sehingga diperlukan pemimpin daerah yang siap untuk mempertahankan harga diri bangsa. “Namun kesemua itu diperlukan seorang pemimpin yang berani bersikap tegas dalam menjaga wilyahnya. Karena itu, Kabupaten Nunukan membutuhkan seorang kader yang mampu memimpin daerahnya dengan baik dan bukan menggunakan manajemen memimpin yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja. Nah ini bisa saya katakan menggunakan manajemen tukang cukur,” jelas Basri, Drs Basri yang berpasangan dengan Cawabup Asmah Gani berkomitmen untuk kepentingan perbatasan dengan mempercepat proses pembangunan di daerah Perbatasan khususnya di Kecamatan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. “Khusus untuk kecamatan Sebatik yang telah di kunjungi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Boediono bersama beberapa Menteri merupakan salah satu tolak ukur agar percepatan pembangunan segera dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemekaran di kecamatan Sebatik menjadi sebuah Kota Administratif (Kotif) atau Kotamadya, namun dilaksanakan mengacu pada persyaratan yang telah ditentukan. Inilah kedepannya yang akan kami lakukan apalagi keinginan masyarakat sebatik tersebut merupakan tuntutan dari seluruh komponen masyarakat disana,” tegas Drs Basri. Basri yang pernah menjabat Komandan Kodim Nunukan menilai selama ini pembangunan yang ada di Kabupaten Nunukan carut marut. Sebab, banyak proyek pembangunan berjalan tidak mengutamakan kepentingan masyarakat perbatasan, sehingga tidak tepat sasaran dan terkesan mubazir. Ironisnya para penguasa lebih mementingkan kepentingan kelompoknya. “Percepatan pembangunan di daerah perbatasan yang ada di Kabupaten Nunukan merupakan salah satu skala prioritas kami karena daerah perbatasan ibaratnya sebagai halaman rumah kita yang harus di bangun dengan baik sehingga pencitraan diri bangsa termasuk memperkuat keutuhan NKRI terwujud” tegas Basri. Vic/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...