Wawali Stop Mobil Pick Up Bawa Ayam Mati2011-01-29 03:09:15
SAMARINDA, Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail menyetop mobil pick up L 300 KT 8927 BY, yang mengangkut 400 ekor ayam potong yang sudah mati dan membusuk. Mobil pick up itu di hentikan saat melintas di Jl Gajah Mada depan Kantor Satpol PP Kaltim, Sabtu (29/1). Peristiwa itu berawal saat Nusyirwan melintas di kawasan Jl Slamet Riyadi Samarinda. Kemudian, Nusyirwan melihat mobil pick up membawa ratusan ayam berhenti untuk ganti ban. Ketika diperhatikan, sebagian ayam tersebut mati. Karena curiga, Nusyirwan pun membuntuti dari belakang mobil pick up itu hingga ke Jl Gajah Mada. Selanjutnya, Nusyirwan lalu mencegat pick up tersebut dan memeriksa ayam-ayam yang mati. Di pick up itu terdapat 900 ekor ayam boiler yang diambil dari kandang milik peternak di kawasan Km 29 Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Dari total 900 ekor ayam, sekitar 400 ekor sudah jadi bangkai. Rencanannya ayam-ayam itu dibawa pengepul ke Pasar Sungai Dama untuk dijual kembali. Atas temuan itu, Nusyirwan kemudian memanggil tim dari Dinas Peternakan Samarinda dan Dinas Peternakan Kaltim untuk memeriksa ratusan ayam mati tersebut. "Tadi saya baru saja usai meninjau penataan PKL di samping Masjid Darunni'mah. Setelah keluar dari sana, tiba-tiba di tengah jalan, saya melihat pick up yang diderek tersebut membawa ratusan ayam mati, setelah itu saya cegat dan menanyakan ternyata ayam tersebut akan dibawa ke pasar Sungai Damak. Sekarang kan musim flu burung dikawatirkan ayam ini terjangkit dan membahayakan bagi para pembelinya," kata ," Nusyirwan, Sabtu (29/1), saat dilokasi penemuan kepada Poskota Kaltim. Sebenarnya, kata dia, ayam mati tidak boleh dibawa kemana-mana. Apa lagi dibawa ke tengah kota. Ini sangat mengganggu para pengendara yang menciup bau bangkai tersebut. Kebab itu, tindakan pencegatan terhadap mobil itu dilakukan untuk mengetahui kondisi ayam yang mati dan menanyakan akan dibawa kemana. "Kita hanya antisipasi aja makanya kita cegat mobil itu dan kita pangil dan me minta Dinas Peternakan Propinsi dan Kota Samarinda untuk memeriksa ayam-ayam tersebut. Yang dikhawatirkan itu tidak hanya soal flu burung, tapi juga patut kita curigai, jangan-jangan ayam yang sudah mati itu dijual ke pasar," tandasnya. Menurut pengakuan sopir, rencananya ayam itu mau dibawa ke Pasar Sungai Dama dan diberikan pengumpul ayam yang ada di pasar tersebut. "Kami kan hanya mengantar ayam ini saja ke pengumpul yang ada dipasar," ujarnya. Dari hasil pantauan Poskota Kaltim saat dilapangan, kondisi ayam yang mati di pick up sudah kebiru-biruan dan ditutup dengan kain. Diperkirakan ayam itu matinya sudah cukup lama. Namun klaim dari Julkifli, pemasok ayam di Pasar Sungai Dama mengatakan, ayam-ayam itu mati baru saja. Ayam mati karena terjepit saat pick up mogok di tanjakan KM 29 sekitar pukul 22.00, Jumat (28/1) malam. Jadi bukan mati saat diambi dikandang, tapi matinya di tengah jalan. Petugas PDSR (Partisipatory Disease Surveillance Response) Dinas Peternakan Kaltim dan Dinas Peternakan Samarinda usai melakukan rapid test terhadap bangkai ayam di mobil pick up menyatakan, hasilnya negatif dan tidak ditemukan bahwa ayam tersebut terjangkit virus flu burung. "Hasil rapid tes, ternyata ayam-ayam yang mati di pick up itu negatif semua," kata Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Kaltim, I Made Jaya Adhi, Sabtu (29/1), saat dilokasi tersebut. Ditambahkannya, dalam penuturan yang pemilik ayam tersebut dari dinas tidak begitu saja mempercayai ayam-ayang mati untuk dimusnahkan begitu saja sebab kami masih menelusiri kenapa ayam tersebut dibawa ke Samarinda dalam keadaan mati.aon
|