KT Antasena Buatan PT Pelindo IV Dioperasikan

2011-01-29  22:02:13


BALIKPAPAN, Pelabuhan yang ada di semua Negara menjadi kunci perputaran ekonomi sehingga perlu mendapat perhatian apalagi 70 persen angkutan logistik melalui angkutan laut sisanya melawati darat dan udara, olehnya keberadaan satu pelabuhan harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah sehingga mampu menyumbang devisa bagi negara, sayang pelabuhan terbesar di Indonesia Tanjung Periuk ditahun 2010 hanya mampu berada pada urutan 45 dibawa Vietnam, padahal tahun 2009 masih berada diurutan 43.
Untuk itu, pelabuhan-pelabuhan yang ada harus mendapat prioritas dari pemerintah baik pembangunan serta infrastruktur pendukung lainnya. Jika kalah dengan kesibukan pelabuhan di Vietnam, ini berarti pelabuhan di Indoensia belum mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya di dunia.
Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) PT Pelayaran Indonesia (Pelindo) IV, Ir Alfred Natsir, ketika meresmikan beroperasikan Kapal Tunda (KT) Antasena, buatan PT Pelindo IV di pelabuhan Semayang, Balikpapan, Jumat (28/1) kemarin.
Menurut Alfred Natsir, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menjadi kunci transportasi logistik terbesar, olehnya banyak kapal-kapal bertonse besar sandar dipelabuhan termasuk pelabuhan Semayang mengangkut barang-barang yang menjadi kebutuhan pembangunan maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dia mengatakan dengan selesainya pembangunan kapal tunda yang nantinya beroperasi dipelabuhan Semayang Balikpapan ini akan membantu memandu kapal-kapal yang masuk dan akan berlabuh dipelabuhan Semayang, kalau sekarang ini kita operasikan satu kapal tunda buatan anak negeri dibawa bendera PT Pelindo IV, ini menjadi kebanggaan kita karena ternyata kita mampu membuat kapal jenis tunda yang selama ini dibuat oleh pemerintah sedangkan KT Antasena merupakan kapal tunda terbesar di PT Pelindo IV merupakan hasil karya sendiri.
Dengan hadirnya KT Antasena, kata Alfred Natsir, akan mempercepat kerja pelabuhan manakala ada kapal masuk dan akan bersandar di pelabuhan Semayang, sampai sekarang ini di pelabuhan Semayang memiliki enam kapal tunda termasuk KT Antasena.
Untuk diketahui, pelabuhan Semayang Balikpapan merupakan pelabuhan terbesar di wilayah kerja PT Pelindo IV, karena tingkat kesibukan tinggi sehingga perlu ditambah kapal tunda, apalagi kapal-kapal yang bersandar dipelabuhan Semayang, Balikpapan ini berukuran besar-besar.
‘’Selama ini ada yang mengatakan kalau pelabuhan terbesar dibawa bendera PT Pelindo IV adalah pelabuhan Makassar. Kami tegaskan kalau ditahun ini dan mendatang pelabuhan Semayang adalah yang terbesar dan tersibuk jika dibandingkan dengan pelabuhan lainnya di wilayah PT Pelindo IV,’’ ujar Alfred menambahkan.
Ke depan, yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah memperbaiki pelabuhan-pelabuhan yang ada karena melalui pelabuhan akan terlihat perputaran ekonomi satu daerah, semakin sibuknya satu pelabuhan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ddaerah sekitar pelabuhan.
Masih menurut Alfred Natsir, diwilayah kerja PT Pelindo IV saat ini beroperasi sedikitnya 22 pelabuhan dan pelabuhan yang ada itu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sebab sampai sekarang ini angkutan logistik masih didominasi angkutan laut.
"Untuk itu kita terus memberikan perhatian setiap pelabuhan yang ada," katanya.
Keberhasilan pemanduan kapal ada tiga hal penting, pertama masalah keselamatan, kedua kelabcaran dan efisiensi dan ketiga adalah kegiatan bisnis, untuk itu hadirnya pelabuhan yang dilengkapi dengan kapal tunda yang memandu kapal-kapal yang akan sandar dipelabuhan menjadi penentu masalah keselamatan, efisiensi dan bisnis, untuk itu kapal tunda harus ada dan siap beroperasi.
Menurut Alfred Natsir, KT Antasena yang siap beroperasi memang berukuran jauh lebih besar dibandingkan dengan kapal-kapal tunda yang ada karena memiliki kemampuan 3.200 PK atau tenaga kuda, dengan mesin Caterpilar.
Sebelumnya, General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Balikpapan, Heru Bakti Fireno, SE, MM mengatakan pembangunan KT Antasena memang dikerjakan di Balikpapan oleh tenaga-tenaga ahli yang masih muda dari luar daerah karena mereka memang memiliki kemampuan yang handal dan ini menjadi perhatian kami karena mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan berkualitas dibimbing Ir. Yamin Basuki, mantan karyawan IPTN dan kini menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Tesco Indomaritim Jakarta yang mengerjakan KT Antasena.
Setelah diresmikan berupa pengguntingan pita beroperasinya KT Antansena oleh Ny. Alfred Natsir, yang dilanjutkan dengan pemecahan kendi oleh Dirut PT Pelindo IV, Alfred Natsir dilakukan ujicoba kapal yang baru dilepas pantai pelabuhan Semayang diikuti semua undangan termasuk mitra kerja PT Pelindo IV Cabang Balikpapan.  max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
S E L A S A
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1227 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...