Pembangunan Freeway Jalur Tahura Aman2011-01-29 22:28:30
SAMARINDA, Kepala Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kaltim, H Husinsyah mengatakan bahwa pembangunan freeway jalur Balikpapan – Samarinda merupakan bagian dari Jalan Trans Kalimantan Lintas Selatan, sekaligus bagian dari Jaringan Jalan Bebas Hambatan Pejanam– Balikpapan–Samarinda sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006. Soal belum turunnya ijin penggunaan lahan dari Menteri Kehutanan sebagai bahan perdebatan, Husinsyah mengatakan seharusnya semua pihak melihat urgensi utama tentang pentingnya pengembangan wilayah Pusat Kegiatan Nasional, Balikpapan dan Samarinda, untuk mendukung peningkatan aksebilitas pergerakan orang, barang dan jasa. Secara keseluruhan, freeway akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim menjadi lebih baik di masa depan. Husinsyah menepis kekhawatiran sejumlah orang yang menyebut rencana pembangunan freeway akan mengganggu kelestarian ekosistem lingkungan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) dan Tahura Bukit Soeharto. “Freeway Balikpapan–Samarinda yang melintasi Sungai Manggar dan Tahura didesain dengan standar dan kriteria lengkap dengan pagar pembatas di kiri dan kanan jalan, sehingga justru menjaga HLSM dan Tahura dari perambahan hutan. Jadi mengapa rencana ini justru harus diperdebatkan?” kata Husinsyah usai melakukan rapat dengan Gubernur Awang Faroek, Senin (31/1). Trase jalan yang melewati HLSM dan Tahura, dijelaskan Husinsyah telah didesain menyusuri pinggir batas luar HLSM sehingga cukup aman dan tidak menimbulkan kerusakan ekosistem di sekitar kawasan tersebut. Sedangkan untuk daerah mangrove, jalan yang akan dibangun didesain dengan konstruksi elevated road. Cara ini dilakukan agar ekosistem mangrove tetap terjaga dan sirkulasi air tidak terhalang. “Pemprov Kaltim telah mempertimbangkan secara matang, bukan sekadar membangun tanpa pertimbangan yang jelas. Saat ini gencar dikampanyekan Kaltim Green, tidak mungkin gubernur merusak sendiri rencananya. Freeway yang akan dibangun juga sangat mempertimbangkan kelestarian dan penyelamatan ekosistem lingkungan hidup dan itu tidak perlu diragukan,” tegas Husinsyah. Manfaat freeway secara langsung akan dirasakan dua kota yang terkoneksi yaitu Samarinda dan Balikpapan. Balikpapan akan menikmati koneksi yang baik untuk pengembangan berbagai usaha dan industri, khususnya kawasan industri dan pelabuhan peti kemas Kariangau. Sementara masyarakat Samarinda akan menerima manfaat yang baik dari freeway khususnya yang terhubung ke Pelabuhan Peti Kemas Palaran dan Jembatan Mahkota II. “Jangan dilupakan, kondisi jalan yang baik akan mendukung kebangkitan pariwisata kita. Hal ini seharusnya kita sadari bersama, sehingga menumbuhkan semangat dan kebersamaan untuk membangun daerah” ungkap Husinsyah.mar
|