RSUDAR Keluhkan PLN Dan PDAM2011-02-02 06:29:19
TANJUNG REDEB, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai (RSUDAR), Abdul Munir Naim menyayangkan seringnya terjadi pemadaman lampu secara spontan. Kejadian seperti itu terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Dampaknya bisa sangat besar bagi kami, terlebih jika tanpa pemberitahuan lebih dulu,” ungkap Munir ketika ditemui media ini. Kemarin, (Selasa 1/2) kembali terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan, informasi disampaikan Munir, listrik padam langsung dari pusat listrik yakni PLTU Lati, Sebab jika pemadaman akibat perbaikan PLN biasanya member info lebih dulu. Sangat disayangkan dimana RS, sebagai pelayanan publik seharusnya mendapat prioritas perhatian,Semaksimal mungkin harus ada upaya minimal info darurat sebelum pemadaman. Saat ditanya mesin genset RSUDAR, Munir mengakui ada kerusakan pada otomatis mesin sehingga sempat beberapa lama listrik padam. “Tadi sudah saya tegur langsung yang menangani, jangan sampai sudah padam listrik baru kalang kabut, sebab yang ada disini bukan orang sehat, belum lagi kalau sampai ada operasi bisa gawat itu,” ungkap Munir kesal. Tidak hanya itu, layanan PDAM Tirta segah juga menjadi keluhan utama RSUDAR beberapa waktu terakhir. RS terpaksa harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli air ketika terjadi gangguan. “Jangankan orang sakit, kita saja yang sehat pasti kesulitan saat tidak ada air, terpaksa harus beli 1 sampai 2 juta,tidak jarang harus pakai uang pribadi dulu,” ungkap Munir. Untuk itu, Kepada PLN dan PDAM diharapkan ada perhatian khusus terhadap layanannya kepada RS sebagai pusat layanan publik orang sakit. Khusus listrik, Disebutkan genset RS mampu untuk memenuhi kebutuhan jika terjadi pemadaman, namun biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. Sebab dalam waktu 1 jam, genset itu membutuhkan 40 liter solar. “Kita minta tolong prioritaskan RS, baik air maupun listriknya, kita sering dikritik mengenai pelayanan, tapi input penunjang ke RS juga tidak maksimal,” keluhnya. as
|