Bidan di Kukar Bakal Tambah 61 Orang2011-02-02 06:54:37
TENGGARONG,Keberadaan Akademi Kebidanan (Akbid) Kutai Husada di Tenggarong terbukti mampu membantu Pemkab Kutai Kartanegara dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga bidan yang hingga saat ini masih kekurangan, khususnya untuk wilayah kecamatan dan desa pedalaman. Setelah beberapa kali meluluskan sejumlah bidan, di awal tahun ini Akbid Kutai Husada kembali mencetak 61 orang calon bidan. Mereka diturunkan ke lapangan guna melaksanakan praktek klinik kebidanan yang dilaksanakan baik di rumah sakit /rumah sakit bersalin dan bidan praktek swasta. Sebelumnya, dilakukan pemasangan kap dan ucap janji kepaniteraan atau capping day yangmerupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan akademik. Prosesi ini merupakan langkah awal bagi mahaiswi dalam melaksanakan praktek. Asisten I Setkab Kukar HM Syamsie Juhri pad acara pemasangan kap dan ucap janji mahasiswa Akbid Kutai Husada Tenggarong Angkatan ke IV Tahun Akademik 2011/2012 di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Selasa (1/2) mengatakan, menjadi seorang bidan merupakan tugas yang sangat mulia namun juga merupakan tugas yang berat dan penuh resiko. Keselamatan pasien terutama pada saat persalinan bukan saja menjadi tanggungjawab dokter, tetapi juga bidan. Dalam melaksanakan tugas, lanjut Syamsie, hendaknya dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan melayani dengan sepenuh hati tanpa memandang siapa dan bagaimana status sosial pasien. Mahasiswa kebidanan juga memiliki kewajiban untuk memegang rahasia pasien atas kondisi/penyakit yang diderita, kecuali jika untuk kepentingan tertentu yang berdasarkan hukum dan undang-undang, sebagaimana janji yang telah diucapkan. "Saya mengimbau kepada para Mahasiswa yang nantinya juga akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, agar lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, keramahan, tanggung jawab dan empati," pintanya. Memang, lanjut Syamsie hal itu tidak mudah untuk dilakukan, terlebih lagi dalam menghadapi berbagai karakter pasien. Namun diharap senantiasa bekerja keras dan dapat menghadapi tantangan yang datang dengan penuh kesabaran dan mental yang kuat. Sementara Direktur Akbid Kutai Husada, Hj Hermawati menjelaskan, tujuan umum dari kegiatan ini adalah agar mahasiswi mempunyai tanggung jawab dalam melakukan kegiatan pelaksanaan kesehatan sesuai dengan janji yang diucapkan, sehingga mereka bisa menjadi tenaga yang potensial dan bisa diterima di tengah–tengah masyarakat. yd
|