Kaltim Fair 2011 Ajang Promosi Investasi2011-02-01 04:45:26
SAMARINDA, Pelaksanaan Kaltim Fair 2011 2-8 Pebruari akan menjadi ajang tahun promosi investasi. Sekaligus mendorong peningkatan pertumbuhan investasi Kaltim. “Kaltim Fair 2011 adalah media bagi masyarakat untuk mengetahui apa saja pembangunan dan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah. Disini masyarakat dapat berpartisipasi menampilkan produk-produk ekonomi kreatif serta menampilkan berbagai potensi investasi lain,” kata Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat menyaksikan sejumlah stand di arena Kaltim Fair 2011 di GOR Segiri Samarinda, Rabu (2/2). Menurut Farid, berbagai hasil pembangunan dipajang melalui partisipasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim. Selain itu, pembangunan dan potensi investasi di kabupaten/kota juga turut ditampilkan dalam event yang digagas event organizer ADW bersaudara itu. Lanjut dia, ajang ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, agar pembangunan bisa lebih menyentuh rakyat. Dia menambahkan potensi Kaltim, baik sumber daya alam maupun potensi pariwisata masih sangat terbuka. Begitu pula potensi pengembangan ekonomi kreatif lainnya di Kaltim. Kaltim Fair dimaksudkan pula untuk menarik minat para pemilik modal untuk mengembangkan investasinya di Kaltim. “Potensi ekonomi kreatif Kaltim masih sangat terbuka. Tetapi kita tidak boleh hanya mengandalkan APBD yang terbatas. Partisipasi swasta tentu sangat diharapkan,” kata Farid Wadjdy. Sementara itu, Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, HM Yadi Sabiannor menyebutkan, Kaltim Fair 2011 diikuti 145 peserta. Terdiri dari 58 stand indoor dan 87 stand out door. Peserta berasal dari SKPD lingkup Pemprov Kaltim (58 peserta), UMKM ekonomi kreatif (44 peserta), otomotif dan elektronik (26 peserta) dan kelompok kuliner (18 peserta). “Selain informasi pembangunan Kaltim, produk-produk yang ditampilkan antaralain produk fashion, foto grafi, arsitektur, informasi teknologi, kerajinan dan produk makanan/minuman olahan, maupun potensi dan peluang investasi kabupaten/kota,” ungkap Yadi Sabiannor. mar A
|