Deputi Kementerian LH Dukung Kaltim Green2011-02-02 13:40:43
SAMARINDA, Deputi Bidang Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Ilyas As'ad, mengatakan pihaknya sangat mendukung program Kaltim Green atau Kaltim Hijau yang digagas Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dan H Farid Wadjdy bersama jajarannya, "Program Kaltim Green sangat kami dukung. Walaupun demikian, program tersebut tentu tidak akan sukses, apabila tidak didukung seluruh kabupaten/kota. Karena itu, perlu ada sinergitas untuk mewujudkannya. Karena, program tersebut sangat ramah lingkungan dan berdampak terhadap kebijakan apa saja yang dibuat oleh pemerintah, baik pemprov maupun kabupaten/kota," kata Ilyas As'ad pada acara Rakor Pengembanan Komunikasi lingkungan hidup Daerah di Samarinda, Selasa (1/2) lalu. Ilyas menambahkan, program Kaltim Green tentu saja berdampak terhadap ramah lingkungan. Karena program tersebut sifatnya penghijauan atau reboisasi kembali terhadap lahan yang kritis maupun lahan lainnya. Artinya, pembangunan tetap dilaksanakan namun tidak sampai merusak lingkungan apalagi menghilangkan fungsi lingkungan. "Program Kaltim Green merupakan program yang telah menjadi komitmen bersama dalam pembangunan, salah satu tujuannya adalah menyelamatkan lingkungan, dan guna mewujudkannya tentu perlu dikomunikasikan baik kepada Pemkab atau Pemkot dan yang tidak kalah penting adalah kepada seluruh masyarakat, karena program itu merupakan tanggung jawab seluruh stakeholders," paparnya. Sebab kata Ilyas tanpa dukungan masyarakat, maka program tersebut tentu tidak bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan, maka dari itu perlunya komunikasi dan koordinasi baik kepada Pemkab/Pemkot maupun dinas instansi dan lembaga terkait serta kepada masyarakat, sehingga dengan demikian mereka tentu punya tanggung jawab, sehingga program tersebut berjalan lancar dan sukses. "Dengan diberikan tanggung jawab tentu mereka bukan saja menanam, tetapi juga tentu memeliharnya, sehingga lingkungan dapat lestari,"ujarnya. Ditambahkan, Indonesia sangat berkepentingan untuk menyelamatkan hutan. Oleh karena itulah, Indonesia menetapkan pengurangan emisi 26 persen sebelum tahun 2020, semata-mata untuk kepentingan bangsa dan untuk manusia sejagad yang ada di bumi ini. "Komitmen Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan sangat kuat sehingga sekalipun tanpa bantuan luar negeri Indonesia tetap akan memenuhi target untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26 persen pada 2020. Namun demikian, Pemerintah RI dan Provinsi Kaltim khususnya, sangat menghargai adanya bantuan negara-negara maju agar pencapaian pengurangan emisi tersebut lebih efektif, apalagi semua pihak akan mendapat manfaat yang sama jika hutan hujan tropis di daerah ini tetap dalam kondisi lestari,"papar Ilyas As'ad. mar
|