Pers Harus Tetap Jadi Pilar Demokrasi2011-02-04 13:18:10
BALIKPAPAN, Menyambut hari Pers Nasional pada 9 Pebruari mendatang, kiranya insan jurnalis perlu kembali memperkokoh semangat idealisme dan perjuangan pada masyarakat sebagai tujuan dari pers dibentuk. Jika dalam pertemuan diskusi beberapa pejabat Kaltim lalu di wartakan sejumlah surat kabar, sempat mengkritik kerja pers. Dimana pers dikatakan sering salah kutip, antara apa yang diungkapkan nara sumber dan yang ditulis berbeda. Janganlah hal itu digeneralisir, kalau pers saat tidak bertanggung jawab. Atau munculnya pers yang hanya menulis berita sensasi atau kebablasan terkait sebuah berita. Diungkapkan Kordinator PPKRI Wilayah IV Kalimantan, H. Andi Agoes Y SH, jurnalistik atau pers memiliki aturan, kode etik dan Undang-Undang. Siapapun mereka yang bekerja dalam dunia jurnalis harus patuh dengan aturan tersebut. Pejabat atau nara sumber yang merasa dirugikan oleh karya jurnalistik bisa menggunakan hak jawab yang dilindungi oleh undangt-undang. “Kerja pers terikat oleh kode etik dan Undang-Undang, pers dan nara sumber harus tunduk dengan aturan tersebut. Gunakan hak jawan jika merasa dirugikan oleh karya jurnalistik,” ujar Andi yang juga Ketua Gabungan Wartawan Kalimantan (Gawak). Andi kembali mengingatkan pada kalangan pers, dalam menyambut hari Pers Nasional tahun ini. Pers harus kembali pada perjuangannya, dimana karya jurnalis harus berpihak pada kebenaran dan perjuangan rakyat. “Perjuangan Pers hanya untuk kebenaran dan masyarakat, pers tidak boleh gentar mengungkap fakta dan realita. Selain itu pers juga dituntut jujur dan bertanggung jawab atas karya yang ditulisnya baik media cetak ataupun elektronik,”papar Andi. Menanggapi munculnya wartawan-wartawan tak bertanggung jawab atau istilahnya muntaber (muncul tanpa berita), wartawan amplop dan sebagainya, Andi menegaskan setiap wartawan juga harus menjaga citra profesinya. Jangan sampai melihat dan menemukan profesinya disalah gunakan pihak-pihak takbertanggung jawab hanya diam. “Wartawan harus bisa menjaga kemuliaan profesinya, laporkan pada pihak yang berwajib jika menemukan wartawan gadungan. Merekalah yang merusak dunia jurnalis dan pers,” tandas Andi. Andi mengharapkan, dengan semangat hari Pers Nasional, wartawan harus lebih profesional dan tetap menjadi pilar demokrasi, ditengah-tengah keterpurukan penegakkan hokum dan demokrasi bangsa ini. Kesejahterahan yang masih jauh dari harapan jangan menjadi kineja pers turun. “Selamat hari pers nasional, semoga pers tetap menjadi pilar demokrasi bangsa ini”tegas Andi. Menyambut hari pers ini, Andi Agoes berniat mengajak insan pers untuk meninjau ke wilayah perbatasan Kaltim. PPKRI ingin wartawan mengupas kehidupan masyarakat di desa terpencil agar lebih diperhatikan pemerintah.nang
|