Sekolah Menjadikan Anak Produktif dan Mandiri2011-02-04 13:24:34
SAMARINDA,Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Harimurti WS mengingatkan agar sekolah tidak menjadikan siswa menjadi anak miskin atau menambah pundi-pundi kemiskinan di kota Samarinda. “Jangan jadikan anak miskin, tapi sekolah menjadikan anak yang produktif dan mandiri. Jika ada sekolah yang malah memiskinkan, berarti ada sesuatu yang salah dari sekolah tersebut,” ujar Harimurti. Ia menegaskan paradigma pendidikan harus berubah. Sekolah tidak mengajarkan entrepreuneur, mereka hanya diajarkan teori-teori. Lantas bagaimana dengan meluluskan anak-anak sekolah menjadi produktif dan mandiri, disinilah peranan sekolah kejuruan, dan sekolah kejuruan jangan tidak sesuai misinya. “Bukan kita mau merebut pasarnya LPK, karena kita menginginkan lulusan sekolah tingkat atas sudah siap kerja. Kalau dulu, tamat sekolah siap latih, sekarang tamat sekolah harus siap kerja dan produktif,” imbuhnya. Ia menegaskan SMK bukan sekolah pilihan terakhir. Buktinya adalah secara nasional pemerintah justru akan memperbanyak jumlah SMK disbanding SMA, dimana pada tahun 2015 rasio SMK dan SMA mencapai 70 banding 30. “Kebijakan ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa komposisi tenaga kerja Indonesia mayoritas unskill workers atau pekerja yang tidak punya skill atau kompetensi di bidangnya,” tegasnya. Menurutnya, lulusan SMA diproyeksikan melanjutkan ke perguruan tinggi, namun selama ini ditenggarai banyak lulusan SMA yang justru mencari pekerjaan karena hanya 30 persen saja yang mampu melanjutkan studi, sedangkan 70 persen sisanya terpaksa harus bekerja meskipun tanpa bekal ketrampilan yang memadai. “Kita harus bangga di Samarinda, karena terdapat begitu banyak SMKN dengan beragam jurusan, mulai dari teknik sipil, geologi, listrik, tata boga, tata busana, sekretaris, multi media, informatika-komputer, pekerjaan sosial, perkantoran, akuntansi, teknik alat berat, keramik, peternakan sampai penerbangan. Lebih mengembirakan lagi karena beberapa diantaranya sudah masuk kategori rintisan sekolah berstandar internasional,” pungkasnya.john
|