Plang Nama Jalan Terkesan Asal-asalan2011-02-04 13:41:44
TENGGARONG, Penggantian plang nama-nama jalan di dalam Kota Tengarong yang sudah rusak mendapat kritikan dan beberapa tokoh masyarakat. Proyek penggantian plang nama jalan dimaksud terkesan asal-asalan karena nama jalan yang tertulis di plang banyak yang tidak sesuai dengan semestinya. Pada plang nama jalan ditemukan banyak ketidak lazimanan atau tidak sesuai dengan kaidah bahasa tulisan Indonesia yang baik dan benar, terutama untuk jalan yang menggunakan nama seorang tokoh atau pahlawan. Misalnya Jalan Dewantara dan Jalan M Sutoyo. Nama Jalan Dewantara seharusnya di depan nama pahlawan nasional itu ditambah tulisan Ki Hajar, namun oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani proyek nama-nama jalan di dalam Kota Tenggorong tampaknya mengabaikan nama lengkap sang pahlawan nasional itu, karena pada plang nama jalan tersebut hanya tertera Jl. Dewantara. Nama jalan lainnya yang juga dianggap keliru dalam penulisan adalah Jalan M Sutoyo. Karena huruf M di depan nama seseorang, oleh masyarakat lekat dengan sebutan Muhammad, padahal Sutoyo yang merupakan pahlawan korban dari rejim Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dibunuh dan dimasukan ke sumur yang dikenal dengan Lubang Buaya pada tahun 1965 itu adalah seorang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Anumerta Sutoyo. Jadi seharusnya nama jalan tersebut Mayjen Sutoyo, bukan M Sutoyo. Nama Jalan Mawar I yang tidak ada nama jalan induknya, juga dipertanyakan karena mestinya ada nama Jalan Mawar sebagai induk, baru ada nama Jalan Mawar I, Mawar II dan seterusnya. Selain itu, masih ada plang nama jalan yang belum diganti, dimana tulisan yang tertera di plang tersebut sudah hilang terhapus usia. Bagi orang sekitar memang sudah kenal dengan nama jalan tersebut, yakni Jalan Pandan. Tapi akan lain bagi orang yang belum tahu, yang ingin mencari alamat seseorang atau keluarga yang beralamat di jalan dimaksud. Yang juga dianggap aneh adalah nama Jalan Monumen Utara depan rumah jabatan Sekkab, karena panjang jalannya hanya sekitar 20 an meter saja. Sebenarnya jalan ini masih merupakan badan jalan Ki Hajar Dewantara. Di ruas jalan ini hanya ada satu pemukiman yaitu rumah jabatan Sekkab Kukar. Salah seorang tokoh Kukar, Aji Bolly Winata mengungkapkan rasa prihatinnya. Menurutnya pihak SKPD terkait harus segera mengganti atau memperbaiki kesalahan itu. Selain terkesan asal-asalan juga menimbulkan kesan negatif bagi Kukar, karena bisa dianggap melecehkan nama seorang tokoh atau pahlawan. Padahal nama pahlawan dipakai sebagai nama jalan adalah untuk mengingat jasa-jasanya. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...