Bahas Nilai APBD Dewan Rapat di Rumdin Ketua DPRD2011-02-06 03:18:22
TENGGARONG, Polemik perubahan angka APBD 2011 Kukar dari Rp 4,1 triliun menjadi Rp 4,7 triliun belakangan ini menjadi perdebatan kalangan anggota dewan. Perdebatan wajar terjadi, lantaran pada penyampaian laporan Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kukar akhir Desember 2010 lalu APBD Kukar 2011 hanya Rp 4,1 triliun. Bahkan Selasa (2/2) siang kemarin secara mendadak Ketua DPRD Kukar H Salehudin mengadakan rapat tertutup di rumah dinasnya Jalan KH Ahkmad Muksin Tenggarong untuk membahas persoalan nilai APBD 2011 Kukar. Sejumlah unsure pimpinan, ketua komisi, anggota badan anggaran hadir dalam rapat tertutup itu. Meski rapat tersebut tertutup, namun diyakinkan saat rapat berlangsung a lot dan menegangkan, mengingat beberapa anggota dewan mengaku tak tahu jika nilai APBD Kukar ada perubahan menjadi Rp 4,7 triliun, bahkan selisih Rp600 miliar dari nilai sebelumnya dilaporkan Banggar belum ada kejelasan dipergunakan untuk kegiatan atau proyek apa saja. Anggota Fraksi Gerhana Arif Arizal saat dikonfirmasi media ini tak menampir jika saat rapat tersebut berlangsung cukup a lot.”Kita mempertanyakan perubahan nilai anggaran tersebut, dan item kegiatannya itu untuk apa-apa saja, sampai sekarang pun kami belum tahu,” katanya. Dia menjelaskan, dua alternative solusi yang diberikan dalam menyikapi perubahan nilai tersebut yakni melalui pembahasan langsung di Paripurna atau dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kukar.”Sepanjang usulan anggaran yang masuk dalam APBD 2011 khususnya untuk penambahan nilai APBD itu untuk kepentingan masyarakat Kukar yang bersifat mendesak kami tetap menerima. Namun bila tidak, yakni proyek yang bersifat mubazir dan proyek asal usulan saja jelas kami akan menolaknya,” bebernya. Sementara itu secara terpisah Kepala Bapeda Kukar Ir Totok Heru Subroto kepada Poskota Kaltim sebelumnya menyatakan, bahwa APBD Kukar ada penambahan karena adanya subsidi dari Pemrov Kaltim serta dari pusat. Anggaran itu sudah terposkan untuk beberapa kegiatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, baik dibidang kesehatan, pendidikan maupun bidang pembangunan lainnya.awi
|