Setan sebagai muridnya dalam tema Zetan.

Seniman Monolog Tampil di Ajang TMMN-LAF 2011

2011-02-06  03:20:57

TENGGARONG, Di Kutai Kartanegara, seni Monolog yang merupakan seni bertutur yang dipaduserasikan dengan gerak pelaku, dukungan lighting, musik dan properti layaknya sebuah pertunjukan theater ini belum banyak dikenal.
Beruntung ada  Yayasan Lanjong Tenggarong (YLT) yang dalam pekan ini menggarap Lanjong Art Festival(LAF), sehingga masyarakat dan seniman di kota wisata ini selama duamalam  mengenalkan apa itu seni Monolog.
Sebagai  satu cabang seni, Monolog  selain mampu menghibur,  juga dijadikan media  bagi seniman monolog merefleksikan kegundahan manusia terhadap eksistensi diri dan lingkungan sosialnya hingga pencarian manusia terhadap tuhannya.
Itu terjadi pada malam pertama hingga kedua di ajang  Temu Monologer Muda Nusantara (TMMN) Lanjong Art Festival (LAF) 2011,Senin hingga Selasa malam (8/2) di Tenggarong.
Malam pertama tampil 4 orang seniman monolog yaitu Luna Vidya dari Makassar Sulawesi Selatan berjudul Poligami menyusul kemudian Ilham Setiawan SSn dari Kalimantan Barat dengan tema Zetan.
Dua seniman tampil sebelumnya adalah Mustaqiem dari Tenggarong dengan judul Kucing Hitam dan disusul kemudian Ria Ellysa Mifelsa dari Bandung  dengan judul Dear All, Tuhan Tidak Pernah Berjudi. Keempat monologer ini dalam aksi panggungnya mampu membawa penonton “masuk”
dalam cerita yang dibawakan. Terutama Luna Vidya dengan logat khas Bugis Makasaarnya. Luna juga mampu mempermainkan segenap anggota tubuhnya yang sehingga memperkuat tema yang dibawakan, seperti mengangkat kaki kanannya tinggi-tinggi sementara dia tetap duduk di
sebuah kursi kayu. Sedang  kelebihan Ilham Setiawan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogya ini adalah pada intonasi dan perubahan suara sesuai peran yang dilakoni.
Untuk pagelaran malam kedua ditampilkan 6 Monologer, yakni Ishar Mandar   Mandar Sulwesi Barat dengan judul Bisikan Ombak, kemudian Tya Setiawati dari kota Padang Sumatera Barat dengasn judul Demokrasi. Didien Olien dari kota Balikpapan dengan judul Ngidam dan Beben Mc dari Kalimantan Barat dengan tema Baliat’n. Kemudian Agus Arya Dipayana asal Jakarta dengan
judul Susahnya Jadi Pecundang dan Mohamad Mustafa asal kota Bontang dengan judul Aut. Menurut Stage Manajer LAF 2011, Yus PS ditemui disela pementasan 10 Monologer Muda Nusantara mengatakan, di ajang TMMN LAF 2011 pihaknya telah mengundang 13 monologer, namun yang datang berpartisipasi hanya 10 orang. Sehingga ke 10 Monologer inilah yang ditampilkan.
“Ke 13 monologer itu sudah memilik pengalaman berpentas secara nasional dan sebagiannya lagi pernah pula melakukan tour ke luar negeri,” ujaranya.
Dengan ditampilkannya 10 Monologer di hadapan publik kota Tenggarong ini, diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengayaan bagi calon-calon monologer yang ada di Kukar. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
S E L A S A
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1230 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...