BAGUS Perjuangkan Nasib Nelayan dan PetaniSiap Bangun Insfrastruktur Kecamatan Krayan
2011-02-07 02:56:17
NUNUKAN, Kebijakan pemerintah yang tidak pro masyarakat, khususnya kepada para petani dan nelayan telah menyebabkan terjadinya penurunan produksi pertanian, perkebunan dan perikanan termasuk jumlah petani dan nelayan yang turut berkurang. Sebagai perbandingan di tahun 2009, dari 52,34 persen petani Nunukan di tahun 2010 hari mendapat alokasi APBD kurang dari 3 persen hal ini disebabkan karena bantuan yang tidak tepat sasaran, kerap kalinya terjadi sengketa lahan antara petani dan perusahaan yang tak pernah tuntas, terjadinya perampokan yang selalu mengancam para Nelayan. Tahun 2010 dari APBD kabupaten Nunukan sebesar Rp 829,924 milliar dengan pembagian anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum mencapai 32 persen dengan nilai 269,815 milliar sudah pasti hanya akan berorientasi dan memberikan keberuntungan kepada para pengusaha jasa konstruksi sedangkan untuk para petani hanya mendapatkan 3 persen dari nilai APBD padahal jumlah petani dan nelayan mencapai 52,34 persen atau sekitar 47.789 jiwa dari jumlah angkatan kerja lainnya yang ada di Kabupaten Nunukan yang berarti sector yang mendominasi serapan tenaga kerja ini hanya mendapatkan anggaran yang sangat jauh dari yang diharapkan. Pasangan Basri-Asmah Gani bertekad berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan yang ada di kabupaten Nunukan dengan cara memberikan bantuan modal termasuk menyelesaikan sengketa lahan serta membuka akses pasar yang berdampak pada nilai ekonomis akan meningkat, tidak hanya itu saja nelayan pun akan mendapatkan jaminan keamanan pada saat para nelayan sedang melaut termasuk memberikan bantuan kepada nelayan yang tepat sasaran. Selain berkomitmen untuk membantu para nelayan dan petani, pasangan Basri-Asmah Gani juga berkomitmen untuk segera mempercepat pembangunan di daerah pedalaman khususnya di daerah Kecamatan Krayan dan Krayan selatan dengan melakukan pembangunan membuka akses jalan dari kecamatan krayan menuju Kabupaten Malinau. “Kalau saya di percayakan masyarakat dan terpilih untuk memimpin di Kabupaten Nunukan maka kita akan buka jalan tembus ke Malinau termasuk membuka jalan tembus ke Negara tetangga Malaysia sehingga akses jalan ke krayan menjadi lancar sehingga masyarakat krayan tak lagi terisolir, saya menilai bahwa sejak reformasi bergulir di Indonesia hampir tidak ada perubahan pembangunan di Krayan dan krayan Selatan yang ternyata masih tetap terisolir sebab perhatian Pemkab Nunukan masih sangat minim dan jauh dari apa yang di harapkan masyarakat Krayan,” jelas Basri. Perubahan yang terjadi di Kedua Kecamatan Krayan ternyata sangat minim sekali bagaimana tidak pembangunan di kedua kecamatan tersebut hanya lebih menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi sedangkan dari APBD Kabupaten nyaris tidak ada dan jika pola seperti ini tetap terus di gunakan maka krayan tidak akan maju dan tetap menjadi wilayah yang terisolir. adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...