Mantan Napi Masih Kesulitan di Masyarakat2011-02-11 06:49:40
TANJUNG REDEB, Menyandang predikat mantan narapidana menjadi masalah soASial sendiri yang dialami banyak mantan penghuni rumah pesakitan. Selain anggapan negatif dari masyarakat, minim keahlian dan keterampilan menjadi satu faktor penyebab kesulitan itu. Pemerintah perlu membuka mata terhadap masalah ini. Sebelum mereka kembali menekuni profesi atau tindakan yang menyeret mereka masuk jadi Napi. Penilaian itu berdasarkan banyaknya mantan Napi yang kembali “menghuni” rumah pesakitan dengan kasus sama atau bahkan lebih besar lagi. Minim pengetahuan dan keahlian jadi satu factor penyebab. “Ditambah lagi dengan predikat sebagai mantan Napi membuat mereka jadi kesulitan bersosial dilingkungan masyarakat, ini yang perlu dicegah,” ungkap Karutan Tanjung Redeb, M Ikhsan SE. Khusus kepada warga binaan yang sudah divonis atau memiliki kekuatan hukum tetap, Pemerintah diharapkan memberikan perhatian langsung. Saat ini fasilitas untuk pembinaan dibidang keterampilan Rutan Tanjung Redeb masih sangat terbatas. Ikhsan memunculkan inisiatif perlunya ada sertifikasi bagi warga binaan yang sudah menjalani pelatihan keterampilan secara terprogram. Tindak kejahatan yang terjadi diwilayah Berau dan Bulungan, kata Ikhsan, tidak sedikit yang dilakukan oleh “alumni” Rutan Tanjung Redeb yang kurang mendapat perhatian serius. Hal itu diakui Karutan, bahwa masih ada alumni yang kembali masuk “belajar” di Rutan yang dipimpinnya ini. Jika saja mereka bisa benar-benar memiliki keterampilan yang didapat dari Rutan tentu hal itu tidak akan kembali terulang. “Masalahnya sekarang adalah fasilitas yang kita miliki sangat kurang, jadi apa yang bisa kita berikan ya Cuma itu-itu saja, padahal banyak program yang bisa diterapkan jika fasilitas memadai tentu juga dengan SDM pelatih yang baik,” jelasnya. Pemerintah jika bisa memberikan satu program yang diterapkan disemua Rutan dan Lapas untuk perbaikan prilaku dan kehidupan warga binaan kelak setelah keluar. Jika bisa hal itu disertai dengan sertifikat keterampilan seperti pada umumnya. Apalgi kebanyakan dari penghuni didominasi oleh warga kelas bawah yang kurang pendidikan dan keahlian. “kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah Pusat ataupun daerah baik Berau maupun Bulungan untuk memperhatikan masalah ini,” tandas Ikhsan. as
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...